Beranda blog Halaman 582

Memisahkan Politik dari Sepak Bola Hanyalah Omong Kosong!

0

Sepak bola tak hanya sekadar olahraga terpopuler di dunia, melainkan juga telah bertransformasi menjadi sebuah industri yang sangat menggiurkan. Memiliki penggemar yang tersebar di seluruh penjuru dunia, sepak bola juga menjadi primadona bagi banyak kepentingan. Salah satunya adalah politik.

Politik bersama dengan bisnis dan kekuatan uangnya yang luar biasa adalah penyebab sepak bola bisa menjadi seperti sekarang ini. Meski identik dengan hal yang kotor, tetapi politik memang tidak akan pernah bisa dipisahkan dari sepak bola.

Sepak Bola Sebagai Corong Politik

Sebagai olahraga nomor 1 di dunia, sepak bola kerap dipakai dan dimanfaatkan oleh banyak pihak sebagai corong media untuk berbagai kepentingan. Bahkan, tidak sedikit pula tim sepak bola dan para suporternya yang melibatkan diri ke dalam suatu pandangan politik tertentu. Pemandangan tersebut bukanlah hal yang baru dan sejarah sendiri sudah membuktikannya.

Di masa lalu, ada campur tangan Benito Mussolini di sepak bola Italia. Di bawah rezim fasis yang ia pimpin, Italia berhasil menjuarai Piala Dunia 2 kali beruntun pada edisi 1934 dan 1938. Gli Azzurri juga menjadi kampiun Olimpiade 1936.

Namun, kesuksesan itu juga dibarengi dengan kontroversi. Italia menjadi tuan rumah Piala Dunia 1934 setelah sebelumnya “Il Duce” berhasil melobi para petinggi FIFA. Ada kabar pula yang menyebut bahwa Mussolini telah menyuap terlebih dahulu wasit yang memimpin laga final. Selain itu, “Il Duce” juga dikabarkan mengirim agen khusus bersenjata ke ruang ganti pemain untuk menyampaikan pesan yang berbunyi, ‘Juara atau Mati’.

Ego politik Mussolini memang berhasil mengubah wajah timnas Italia sekaligus menyebar doktrin fasisme. Namun, meski begitu, ia tetap dibenci rakyat Italia yang jijik melihat para penggawa Gli Azzurri yang dipaksa melakukan salam fasis sebelum berlaga. Terlepas dari itu, “Il Duce” adalah tokoh dibalik terbentuknya Serie A pada musim 1929/1930.

Selain dipakai untuk berpolitik, sepak bola juga jadi corong dari berbagai bentuk perjuangan dan perlawanan politik. Salah satu yang masih langgeng melakukan hal tersebut adalah para pendukung Livorno dan Rayo Vallecano yang diketahui berpaham politik sayap kiri. Sepak bola jadi sarana mereka untuk memperlihatkan ideologi politiknya sekaligus menentang segala bentuk komersialiasi sepak bola yang sangat kapitalis.

Sementara itu, Barcelona seperti sudah menjadi representasi dari semangat perlawanan bangsa Catalan terhadap Spanyol. Tak sedikit dari pemain Barca yang juga mendukung kemerdekaan Catalan. Tak jarang pula kita melihat para pendukung Barca membentangkan spanduk atau bendera bertuliskan, ‘Catalonia is Not Spain’.

Afiliasi politik di dalam sepak bola memang tak bisa dihindarkan. Lalu, bagaimana FIFA menyikapi hal tersebut?

“Kick Politic Out of Football” Jadi Kampanye Hipokrit FIFA

Sebagai organisasi tertinggi di sepak bola, FIFA punya kampanye yang bertajuk, “Kick Politic Out of Football”. Pasal 4 ayat 5 Law of the Games 2021/2022 yang dirilis IFAB juga mengatur soal pelarangan berbagai atribut politik, pandangan politik atau agama di dalam sepak bola. Aturan tersebut diimplementasikan dengan baik saat bersentuhan dengan konflik Israel-Palestina.

Klub-klub sepak bola Eropa banyak yang memilih menghindar dan bungkam terhadap apa yang terjadi dengan Palestina. Pasalnya, FIFA dengan tegas melarang dan menghukum siapa saja yang bersuara atau memperlihatkan dukungannya kepada Palestina, baik via media sosial maupun atribut yang dipakai di lapangan.

Sudah ada beberapa klub yang terkena sanksi, salah satunya adalah Glasgow Celtic. Tak hanya sekali, Celtic pernah 2 kali dijatuhi denda oleh UEFA setelah pendukung mereka kedapatan mengibarkan bendera Palestina saat berlaga di kompetisi Eropa.

Sementara dari kalangan pemain ada aksi dari mantan striker Sevilla, Frederic Kanoute yang masih melegenda hingga hari ini. Pada 7 Januari 2009 silam, Kanoute melakukan selebrasi mengangkat kaus bertuliskan “Palestina” usai mencetak 1 gol ke gawang Deportivo La Coruna di ajang Copa Del Rey. Atas aksinya itu, ia diganjar kartu kuning dan kemudian dijatuhi denda sebesar 4 ribu USD karena dianggap melanggar aturan FIFA.

Perlakuan yang sama juga diterima legenda Mesir, Mohammed Aboutrika. Ia dikecam FIFA setelah berselebrasi dengan menampilkan kaus bertuliskan “Sympathize with Gaza”. Konfederasi sepak bola Afrika kemudian mengingatkan Aboutrika agar tidak “mencampuradukkan politik dengan olahraga”.

Dalam rilis yang dikeluarkan FIFA pada 27 Oktober 2017 silam, mereka dengan tegas menyatakan bahwa konflik Israel-Palestina tidak berkaitan dengan sepak bola. Dewan FIFA juga menyatakan bahwa mereka harus tetap netral dalam menyikapi masalah politik.

Akan tetapi, kebijakan “Kick Politic Out of Football” menjadi hipokrit alias munafik kala melihat sikap FIFA dan UEFA terhadap apa yang terjadi dengan Ukraina. Standar ganda FIFA dan UEFA sangat kentara kala mereka sangat ikut campur ke dalam konflik Rusia-Ukraina.

Sejak Rusia melakukan operasi militer ke Ukraina pada 24 Februari lalu, Sepak Bola Rusia (RFU) dan para pemain Rusia ikut jadi korban. Dimulai dengan FIFA yang menendang Rusia dari Kualifikasi Piala Dunia 2022. Lalu, diikuti UEFA yang juga menendang tim nasional dan klub Rusia dari berbagai kompetisi internasional maupun regional.

Ada motif politik di balik keputusan FIFA dan UEFA untuk memboikot Rusia dari pentas sepak bola dunia. Rumornya, sanksi itu diberikan setelah muncul banyak desakan dari para pemimpin barat. Tak bisa dipungkiri bahwa olahraga, termasuk sepak bola, adalah salah satu alat politik Vladimir Putin di kancah internasional dan dengan sanksi tersebut, Rusia dan Putin menjadi terisolasi.

Belakangan ini Asosiasi Sepak Bola Ukraina (UAF) juga memperlihatkan boroknya. Mereka menghukum legendanya sendiri dengan sanksi yang sangat tidak logis. Hanya karena Anatoliy Tymoshchuk tak bersuara menanggapi invasi Rusia ke Ukraina, dia menerima beberapa sanksi yang membunuh kariernya.

Pemegang caps terbanyak timnas Ukraina itu dijatuhi sanksi berupa pencabutan lisensi kepelatihan. Seluruh catatan prestasi Tymoshchuk bagi klub dan tim nasional Ukraina juga dihapus.

Anatoliy Tymoshchuk sendiri merupakan asisten pelatih Zenit St. Petersburg sejak 2017 silam. Sudah lama berkarier di klub Rusia, ia juga membawa serta keluarganya menetap di sana. Jika melihat respon Tymoshchuk, bukankah ia sudah melaksanakan mandat FIFA untuk tidak mencampuradukkan sepak bola dengan politik?

Kini, yang terjadi justru sebaliknya. Keberpihakan dan kepentingan politik masyarakat sepak bola Eropa sangat kentara. Belakangan ini, makin banyak pula klub Eropa yang memilih memutus kontrak kerjasamanya dengan berbagai perusahaan milik Rusia.

Selain itu, dukungan kepada Ukraina juga mengalir deras lewat berbagai bentuk dan pesan damai yang disampaikan di atas lapangan hijau. Menanggapi hal tersebut, FIFA dan UEFA terkesan membiarkan dan malah memberi apresiasi. Padahal, dulu mereka begitu tegas membenci dan melarang segala bentuk dukungan kepada Palestina. Sungguh munafik, bukan?

Perlu diketahui bahwa FIFA dan UEFA tak pernah menghukum sepak bola Israel atas apa yang negara mereka lakukan kepada Palestina. Padahal, Israel sudah meneror, membunuh, dan mencaplok wilayah Palestina sejak 1948. Namun, beda cerita dengan Rusia. FIFA dan UEFA langsung bergerak cepat memberi sanksi bahkan memboikot sepak bola Rusia.

Sikap FIFA, UEFA, dan masyarakat sepak bola Eropa tentang konflik Ukraina-Rusia dan Palestina-Israel menjadi bukti bahwa jargon “Kick Politic Out of Football” adalah sebuah gimmick politik belaka. Malahan, keputusan FIFA untuk menghukum Rusia dan membiarkan Israel jelas sangat bermuatan politis.

FIFA, Politik, dan Korupsi

FIFA sendiri sebagai organisasi tertinggi sepak bola dunia tak bisa dilepaskan dari politik. Banyak kepentingan di sana. Ingat pula bahwa FIFA adalah salah satu lembaga terkorup di dunia. Buktinya, pada 2015 lalu, 9 orang pejabat FIFA didakwa dalam kasus penyuapan, pemerasan, penipuan transfer, hingga pencucian uang.

Skandal FIFA tahun 2015 itu terus berkembang hingga memunculkan dugaan suap terkait sponsor dan proses seleksi tuan rumah Piala Dunia 2010, pemilihan presiden FIFA tahun 2011, korupsi hak siar Piala Dunia 2014, hingga pemilihan Rusia dan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Berbagai kasus itu pula yang membuat mantan presiden FIFA, Sepp Blatter dan mantan presiden UEFA, Michel Platini mendekam di hotel prodeo.

Apa yang FIFA dan antek-anteknya perlihatkan belakangan ini juga semakin menunjukkan fakta bahwa sepak bola sesungguhnya tak bisa dilepaskan dari politik. Bahkan bisa dibilang FIFA punya agenda politiknya sendiri. Ini juga tak lepas dari fakta bahwa banyak petinggi FIFA dan federasi sepak bola di seluruh dunia yang dipimpin oleh politisi.

Tidak usah jauh-jauh. Federasi olahraga nasional kita saja rata-rata dipimpin oleh seorang politisi atau minimal seorang dengan pangkat jenderal, bukan? Jadi, memisahkan politik dari sepak bola sungguh omong kosong besar! Sebab, bagi sebagian pihak, sepak bola tak hanya sekadar olahraga, hiburan, atau industri semata, melainkan juga lahan untuk berpolitik.


***
Sumber Referensi: CNN, Historia, Detik, Goal, Kumparan, MiddleEastMonitor, TheScottishSun, The Guardian.

Berita Bola Terbaru 17 Maret 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

KAPTEN MU HARRY MAGUIRE KEMBALI JADI BAHAN EJEKAN

Nama Harry Maguire kembali menjadi trending topic di jagat media sosial. Apalagi kalau bukan karena kegagalannya membawa Manchester United melaju ke babak perempat-final Liga Champions. Selepas laga kontra Atletico Madrid, warganet ramai-ramai mengkritisi penampilan Maguire, yang dinilai lagi-lagi sangat merugikan MU. Bahkan tak sedikit menganggap eks bintang Leicester City ini tak ubahnya pemain amatir. Ada pula yang menganggap MU selama-lamanya tak akan pernah merasakan gelar juara selama masih ada Maguire di dalam tim.

KANE TEGASKAN PENGARUH POSITIF CONTE DI TOTTENHAM HOTSPURS

Tottenham Hotspur masih berusaha untuk menemukan konsistensi dalam performa di ajang Liga Inggris. Kedatangan Antonio Conte sebagai manajer baru belum dapat membuat tim tersebut mendekati posisi empat besar. Spurs saat ini memiliki 45 poin dari 27 pertandingan. Conte bahkan beberapa kali memberi sorotan terhadap masa depannya dengan tim tersebut. Walau demikian, Harry Kane menegaskan bahwa ia dan rekan-rekannya merasakan pengaruh positif dengan kehadiran manajer yang berasal dari Italia itu.

JUVENTUS AKAN TAWARKAN DANILO KONTRAK BARU

Juventus dilaporkan siap untuk menawarkan Danilo perpanjangan kontrak baru. Kontrak Danilo saat ini berakhir pada 2024, dan Juve akan memberinya tambahan dua tahun lagi yang artinya hingga Juni 2026. Hal ini adalah bentuk kepercayaan yang besar pada pemain Brasil berusia 30 tahun, yang mengaku dalam beberapa pekan terakhir dia “menemukan kembali kegembiraan sepakbola” di Turin setelah pengalamannya di Manchester City.

MANCINI BINGUNG PILIH PENYERANG ITALIA YANG COCOK, BALOTELLI ATAU JOAO PEDRO?

Pelatih Italia, Roberto Mancini dikabarkan tengah bingung memiliki dua pemain di lini serang Gli Azzurri, antara Joao Pedro atau Mario Balotelli. Menurut Football Italia, Roberto Mancini mungkin hanya memasukkan satu pemain antara Mario Balotelli dan Joao Pedro ke dalam skuad Azzurri untuk babak play-off Piala Dunia. Gli Azzurri akan menghadapi Makedonia Utara di Stadio Renzo Barbera di Palermo di babak semifinal playoff pada 24 Maret.

KEPA ARRIZABALAGA JADI ALTERNATIF INCARAN BARCELONA?

Klub raksasa Spanyol, Barcelona dikabarkan tertarik untuk membawa kembali kiper Chelsea Kepa Arrizabalaga ke Spanyol. Secara mengejutkan Barcelona telah mengidentifikasi kiper Chelsea itu sebagai kemungkinan pengganti Marc-Andre ter Stegen. Penjaga gawang asal Jerman itu tidak memiliki musim terbaik di Camp Nou dan klub bisa menggantikannya di musim panas.

BROZOVIC TELAH PERPANJANG KONTRAK DENGAN INTER MILAN

Marcelo Brozovic dikabarkan telah menandatangani kontrak baru dengan Inter Milan hingga Juni 2026. Namun menurut kabar Football Italia, pengumuman perpanjangan kontrak gelandang Kroasia itu akan diumumkan pada akhir pekan ini. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa paket gaji yang disepakati oleh Brozovic bernilai 6,5 juta euro atau Rp102 miliar per musim ditambah bonus terkait kinerja hingga 1 juta euro.

PSG DIKLAIM TAWARKAN NEYMAR KE BARCELONA

PSG, meski tampil perkasa di kompetisi domestik, namun gagal di Liga Champions. Hal ini membuat masa depan beberapa pemain mulai mengundang tanda tanya, termasuk di antaranya Neymar, walau masih terikat kontrak sampai tahun 2025, hal tersebut tak lantas membuatnya sepi dari rumor transfer. Menurut laporan dari Football Espana, Neymar jadi salah satu nama yang bakal dilepas, bahkan pihak PSG juga diklaim sudah menawarkan sang pemain pada klub lamanya, Barcelona.

KIPER DORTMUND BURKI BERSIAP PINDAH KE MLS

Penjaga gawang Borussia Dortmund, Roman Burki dikabarkan akan bergabung dengan klub MLS yang baru dibentuk, St. Louis City SC, dengan transfer permanen di musim panas mendatang. Sebagai informasi, Burki, yang membela Dortmund sejak 2015, mulai kehilangan tempatnya sebagai penjaga gawang pilihan pertama Dortmund musim lalu dan sudah tidak bermain untuk klub sejak Mei.

MARCEL DESAILLY SEBUT POGBA PEMAIN MALAS DAN CURANG

Paul Pogba secara mengejutkan hanya jadi cadangan saat Manchester United menjamu Atletico Madrid di Old Trafford, dalam lanjutan leg kedua 16 Besar Liga Champions musim ini. Mantan Kapten Timnas Prancis, Marcel Desailly memberikan kritik pada koleganya di MU itu. Desailly menyebut bahwa Pogba malas dan mempertanyakan kontribusinya pada sisi pertahanan tim. Dia juga tak ragu menyebut Pogba sebagai pemain yang sedikit curang.

ARTEM DZYUBA MEMINTA TIDAK DIPANGGIL KE TIMNAS RUSIA KARENA INVASI KE UKRAINA

Salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang masa Rusia, Artem Dzyuba, telah meminta untuk tidak dipanggil timnas karena konflik di Ukraina. Hal ini disampaikan pelatih Valery Karpin dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Selasa (15/3), dikutip Goal. Karpin mengatakan dia telah berbicara dengan penyerang Zenit St Petersburg berusia 33 tahun itu pada akhir pekan tentang seleksi untuk kamp pelatihan di Moskow.

HASIL PERTANDINGAN

Juventus secara mengejutkan tumbang dari Villarreal di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2021/22. Bermain di kandang sendiri, Nyonya Tua dipermak tiga gol tanpa balas oleh Kapal Selam Kuning. Tiga gol Villarreal dicetak Gerard Moreno, Pau Torres, serta Arnaut Danjuma. Hasil ini membawa Villarreal melaju ke babak selanjutnya usai menang agregat 4-1 atas Juventus.

Sementara Chelsea menang 2-1 atas tuan rumah Lille. Chelsea lebih dulu tertinggal berkat gol Burak Yilmaz, namun mereka berhasil membalikkan keadaan melalui aksi Christian Pulisic dan Cesar Azpilicueta. Kemenangan ini membuat Chelsea menang agregat 4-1 atas Lille dan berhak lolos ke delapan besar.

Dari ajang Liga Primer Inggris, Arsenal takluk dari Liverpool 0-2 di Emirates Stadium. Dua gol The Reds dicetak di babak kedua masing-masing melalui Diogo Jota dan Roberto Firmino. Hasil ini membuat Liverpool semakin menempel ketat Man City di puncak klasemen Liga Inggris, sedangkan Arsenal tertahan di urutan ke-4.

Di laga lain, Tottenham Hotspur sukses melibas Brighton Albion dua gol tanpa balas. Gol pertama tercipta berkat Christian Romero di menit 37, sedangkan gol kedua hasil jerih payah Harry Kane di menit ke-57. Tambahan tiga poin membuat Spurs naik ke peringkat ketujuh.

Di ajang Bundesliga Jerman, Borussia Dortmund sukses menaklukkan Mainz dengan skor 1-0. Tanpa gol di babak pertama, Die Borussen baru bisa nyetak gol di paruh kedua melalui aksi gelandang Axel Witsel di menit 87.

ALASAN JURGEN KLOPP CADANGKAN MO SALAH LAWAN ARSENAL

Bintang Liverpool Mohamed Salah harus puas berada di bangku cadangan saat jumpa Arsenal, Kamis (17/3) dini hari WIB. Manajer Liverpool Jurgen Klopp mempercayakan posisi depan kepada Diogo Jota, Sadio Mane dan Luis Diaz. Klopp lantas menjelaskan keputusan tersebut berkaitan dengan pemulihan cedera kaki Mo Salah, sebagaimana sang pemain berlatih terbatas pada minggu ini.

SETELAH 12 TAHUN, RONALDO AKHIRI MUSIM TANPA TROFI

Cristiano Ronaldo lesu usai Manchester United kandas di Liga Champions 2021/22. MU terhenti setelah kalah agregat 1-2 dari Atletico Madrid di babak 16 besar. Tersingkirnya MU di Liga Champions membuat Ronaldo hampir dipastikan tanpa raih trofi musim ini. Ini adalah untuk pertama kalinya Ronaldo tak mengangkat trofi sejak musim 2009/10 saat berkostum Real Madrid. 

INCAR HAALAND, MANCHESTER CITY DAPAT ANGIN SEGAR DARI DORTMUND

Anggota Dewan Penasihat Borussia Dortmund, Matthias Sammer, memberi angin segar untuk Manchester City yang dikabarkan mengincar Erling Haaland. Sammer menyatakan, City dan Haaland akan diuntungkan jika transfer itu terjadi. Menurut Sammer, Pelatih City, Josep Guardiola, akan membantu Haaland berkembang menjadi lebih buas daripada sekarang. Guardiola, dinilai Sammer memiliki ide-ide cemerlang.

TIMNAS SWEDIA KEMBALI PANGGIL IBRAHIMOVIC

Timnas Swedia akan tampil di play off menuju Piala Dunia 2022. Skuad polesan Janne Anderson itu kembali memanggil Zlatan Ibrahimovic. Setelah sebelumnya absen hampir sepanjang tahun karena masalah tendon Achilles. Meski Ibra baru sembuh dari cedera dan sudah berusia kepala empat, namun negaranya merasa membutuhkan bomber senior tersebut.

MOURINHO: ROMA FOKUS PENUH KE VITTESE, LAZIO URUSAN NANTI

Pelatih AS Roma, Jose Mourinho menyatakan saat ini skuadnya akan berkonsentrasi dalam laga Menjamu Vitesse di leg kedua Conference League. Roma sendiri sebenarnya juga memiliki laga yang tak kalah penting hari senin (21/3) mendatang saat harus melakoni derby kontra Lazio di Serie A. Namun, Mourinho sendiri menyatakan dirinya tak ambil pusing dengan laga tersebut.

PEMILIK KLUB BISBOL AS AJUKAN TAWARAN BELI CHELSEA

Pemilik klub bisbol Amerika Serikat Chicago Cubs, keluarga Ricketts dan miliarder Ken Griffin membenarkan telah mengajukan tawaran membeli Chelsea sebelum batas waktu berakhir pada 18 Maret. Melalui sebuah konsorsium, mereka akan membuat penawaran resmi untuk The Blues menjelang batas waktu. 

REAL MADRID SUMBANG RP 15 MILIAR UNTUK BANTU PENGUNGSI UKRAINA

Klub raksasa Spanyol Real Madrid bergerak untuk kemanusiaan. Madrid akan menyumbangkan 1 juta euro (Rp15,7 miliar) untuk membantu mereka yang terkena dampak perang di Ukraina sebagai bagian dari kampanye “Semua Orang Bersama Ukraina”. Madrid tidak sendirian, untuk membantu meringankan beban rakyat Ukraina, Real Madrid Foundation bekerja bersama Palang Merah dan Komisaris Tinggi PBB.

ANIAYA KUCING, BEK WEST HAM ZOUMA DISERET KE PENGADILAN

Bek West Ham Kurt Zouma diseret ke meja hijau usai beredarnya rekaman video menganiaya kucing peliharaannya. Kurt Zouma tidak sendiri, ia diseret ke pengadilan bersama saudaranya, Yoan Zouma, karena melanggar Undang-undang Perlindungan Hewan di Inggris. Badan sosial perlindungan hewan di Inggris (RSPCA) adalah yang menyeret Zouma ke pengadilan. RSPCA juga mengadopsi dua kucing milik mantan pemain Chelsea tersebut.

MU INGIN JADIKAN TUCHEL PELATIH BARU SEBELUM AKHIR MUSIM

Manchester United sedang dalam pencarian pelatih baru untuk menjalani musim 2022/23. Kabar terbaru, seperti dilansir The Guardian, mengatakan kalau Si Iblis Merah ingin meresmikan Thomas Tuchel sebagai nahkoda baru sebelum musim ini berakhir. MU butuh sosok yang bisa mengantarkan gelar tambahan ke kabinet pialanya. Dan Tuchel jelas mencentang semua atribut yang dibutuhkan The Red Devils.

RUMAH POGBA DIBOBOL MALING SAAT MU DIKALAHKAN ATLETICO MADRID

Rumah Paul Pogba dimasuki maling saat anaknya tertidur dalam kekalahan Manchester United dari Atletico Madrid, kemarin. Pogba menceritakan kejadian buruk itu via twitter. Dia mengatakan dalam unggahannya bahwa ketika istrinya Maria Zulay Salaues sedang menontonnya bermain di stadion, dua anak mereka berada di dalam rumah ketika para penyusup masuk. Meski demikian, Pogba tidak mengungkapkan berapa kerugian yang ia terima.

REAL MADRID TANPA MENDY DI EL CLASICO, BENZEMA DIRAGUKAN TAMPIL

Real Madrid dipastikan tidak akan diperkuat Ferland Mendy dalam partai El Clasico melawan Barcelona, Minggu (20/3) malam. Bek kiri itu mengalami sedikit robekan pada otot aduktornya. Selain cederanya Mendy, Carlo Ancelotti juga masih menghadapi kecemasan menunggu kebugaran fisik Karim Benzema menjelang pertandingan di Stadion Santiago Bernabeu nanti.

ARSENAL TERTARIK PULANGKAN EDEN HAZARD KE LIGA INGGRIS

Dikutip Marca, Arsenal tertarik dengan pemain asal Belgia, Eden Hazard, dan sudah melakukan komunikasi. Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, dikatakan secara pribadi tertarik dengan mantan pemain Chelsea tersebut. Selain Eden Hazard, Arsenal juga masih dikaitkan dengan sejumlah nama lain khususnya di sektor penyerang tengah pada bursa transfer musim panas nanti.

MU INVESTIGASI INSIDEN PELEMPARAN BOTOL KEPADA SIMEONE

Manchester United tampaknya ingin memberi sanksi kepada fans yang melakukan aksi pelemparan botol kepada pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. Setan Merah dikabarkan tengah melakukan investigasi internal. Mereka tengah memeriksa rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku pelemparan objek-objek tersebut ke arah Simeone. Sementara itu, MU juga terancam mendapat sanksi dari UEFA akibat insiden memalukan ini.

MENGEJUTKAN! 5 Klub Ini Harus Terdegradasi dari Liga Inggris

0

Berstatus sebagai salah satu liga terbaik di dunia, persaingan papan bawah kelasemen Liga Inggris nyatanya lebih asyik untuk diperdebatkan. Menariknya, dalam persaingan papan bawah ada nama Everton yang berada di luar zona degradasi dengan hanya berselisih gol dengan peringkat 18, Watford. 

Beban berat harus dipikul sang pelatih anyar Frank Lampard untuk membalikan nasib klub. Setelah menghabiskan lebih dari 500 juta euro atau setara dengan Rp7,8 triliun hanya untuk biaya transfer selama kepemilikan Farhad Moshiri. Kini mereka berjuang untuk terhindar dari jurang degradasi.

Jika Everton degradasi hal itu akan menambah daftar momen degradasi paling mengejutkan dalam sejarah Liga Inggris. Kini Starting Eleven akan merangkum daftar klub terbaik Liga Inggris, yang secara mengejutkan harus rela terdegradasi di akhir musim.

Middlesbrough Musim 1996/97

Middlesbrough mungkin tak pernah jadi unggulan di setiap musim Liga Inggris. Skuad Middlesbrough pun tak seglamor klub-klub Inggris lainnya. Namun, jika flashback ke pertengahan 90-an mungkin itu sedikit berbeda.

Sebuah klub yang sering dicap sebagai klub terbelakang dan ketinggalan zaman, seketika berubah setelah serangkaian pergerakan agresif di bursa transfer dengan mendatangkan nama-nama pesepakbola papan atas.

Bak Football Manager di dunia nyata, Boro mengejutkan publik Inggris dengan berhasil membujuk Juninho Paulista, bahkan Fabrizio Ravanelli yang kala itu baru mengantarkan Juventus menjuarai Liga Champions untuk mau bermain bersama tim kemarin sore di kasta tertinggi Liga Inggris.

Ravanelli bahkan langsung mencetak hattrick saat melakoni debutnya kontra Liverpool dan mengakhiri musim dengan catatan 31 gol di semua kompetisi. Sedangkan si jenius, Juninho berhasil menyabet gelar individu sebagai pemain terbaik liga dengan catatan 12 gol dan delapan assist dalam 35 penampilan. 

Di musim yang sama, Juninho cs juga berhasil mengantarkan Boro untuk menjadi penantang di kedua final Piala Domestik. Namun, pencapaian luar biasa itu tak cukup untuk menyelamatkan muka Boro di liga. 

Sialnya, mereka mendapat sanksi pengurangan poin karena menolak bertanding melawan Blackburn dengan alasan sebagian besar pemain sedang cedera dan sakit, yang akhirnya menyebabkan mereka harus rela terdegradasi di akhir musim 1996/97.

Blackburn Rovers Musim 1998/99

Blackburn Rovers di musim 1998/99 merupakan momen degradasi paling mengejutkan lainnya. Mereka mengakhiri puasa 81 tahun tanpa gelar dengan menjuarai Liga Inggris pada musim 1994/95. Mereka harus rela terdegradasi empat musim setelahnya.

Blackburn menjalani musim 1998/99 dengan bekal finis di peringkat 6 musim sebelumnya dan berhasil mengamankan satu tiket di Europa League. Namun, penampilan mereka di musim 1998/99 sangat jauh dari apa yang berhasil mereka lakukan musim sebelumnya.

Performa yang buruk di awal musim langsung memakan tumbal yaitu sang juru taktik, Roy Hodgson yang digantikan oleh mantan asisten manajer Manchester United, Brian Kidd pada bulan November. Namun, nyatanya perubahan itu tak membuat Blackburn semakin membaik.

Mereka malah menjual kapten mereka, Tim Sherwood pada pertengahan musim. Dengan skuad yang masih berisikan nama-nama seperti Chris Sutton, Stephane Henchoz, Damien Duff, dan Kevin Davies, seharusnya mereka masih bisa untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris. Sayangnya tidak.

Mereka pun harus rela kembali terdegradasi ke Divisi Championship. Sempat kembali di musim 2001/02, Blackburn Rovers hanya bertahan sepuluh musim dan kembali merasakan degradasi pada musim 2011/12 dan belum pernah terlihat lagi di Liga Inggris hingga sekarang.

West Ham Musim 2002/03

West Ham pada musim 2002/03 mungkin jadi tim paling sial. Di kalangan pencinta Liga Inggris, pasti pernah mendengar mitos yang mengatakan bahwa untuk mencapai batas aman agar klub tak terdegradasi adalah dengan mengumpulkan minimal 40 poin.

Mungkin West Ham telah memegang rekor sebagai tim dengan poin terbanyak yang harus mengalami degradasi. Pasalnya, meski telah mengumpulkan lebih dari 40 poin, West Ham tak bisa menghindar dari jurang degradasi pada musim 2002/03.

Memang performa The Hammers tak cukup mengesankan pada awal musim. Mereka hanya memenangkan tiga dari 24 pertandingan pertama mereka di musim tersebut, dan West Ham terdampar di posisi paling bawah klasemen dengan hanya 16 poin.

Pada paruh kedua musim 2002/03, seperti mendapat angin kedua, West Ham bangkit dengan kemajuan yang cukup signifikan. West Ham hanya kehilangan poin sekali dari 11 pertandingan terakhir mereka. 

Meski skuad West Ham kala itu sangat mewah dengan perpaduan nama-nama bintang Liga Inggris masa depan seperti Glen Johnson, Michael Carrick, Joe Cole, dan Jermain Defoe dengan para pemain senior seperti Paolo Di Canio, Freddie Kanoute dan David James. Mereka tak bisa menyelamatkan West Ham.  

Dengan hasil imbang di partai pamungkas melawan Bringmingham City membuat The Hammers harus rela terseret ke lembah degradasi dengan rekor perolehan 42 poin. Hasil yang sangat mengecewakan lantaran itu adalah degradasi pertama mereka selama sedekade terakhir. 

Leeds 2003/04

Setahun setelah momen degradasi yang mengejutkan milik West Ham, kini Leeds juga ingin mengulangi kisahnya di musim 2003/04. Buruknya sistem pengelolaan keuangan klub dirasa jadi sumber bencana degradasi ini.

Sejatinya Leeds menampilkan performa yang luar biasa di beberapa musim sebelumnya. Mereka sempat mencapai semifinal Europa League pada tahun 2000, sebelum akhirnya mereka menuliskan dongeng dengan mencapai semifinal di Liga Champions di musim berikutnya.

Bobroknya Leeds dalam mengurus keuangannya ini berimbas kepada hutang klub yang menggunung hingga menyentuh angka 100 juta euro atau sekitar Rp 1,5 triliun. Dalam upaya untuk menghentikan kehancuran klub, mereka pun akhirnya menjual beberapa pemain penting pada awal musim 2003/04.

Nama-nama seperti Rio Ferdinand, Robbie Keane, Robbie Fowler, Jonathan Woodgate dan Harry Kewell, terpaksa harus dikorbankan. Cuci gudang di awal musim ini memicu penurunan drastis performa Leeds di musim tersebut.

Mark Viduka, Alan Smith, David Batty, Ian Harte dan Paul Robinson adalah pemain yang masih bertahan dan merasakan momen degradasi tersebut, setelah hanya mengumpulkan 33 poin, serta kebobolan 79 gol.

Newcastle 2008/09

Yang terakhir ada kisah dari Newcastle. Akhir 2000an menjadi periode yang memilukan bagi Newcastle United. The Magpies berada di titik terendahnya selama 16 tahun terakhir dengan harus rela terdegradasi pada musim 2008/09.

Newcastle bahkan mengalami empat pergantian manajer yang berbeda selama musim yang kacau itu. Nama-nama seperti Kevin Keegan, Chris Hughton, Joe Kinnear hingga sang legenda hidup Alan Shearer bergantian turun tangan berupaya menyelamatkan musim 2008/09 milik The Magpies. Sayangnya mereka semua gagal.

Selepas Kevin Keegan hengkang dari kursi kepelatihan, manajer-manajer penerusnya gagal mengeluarkan potensi maksimal dari materi pemain yang sebenarnya cukup mentereng. Penerus Keegan gagal menggunakan pemain sekaliber Michael Owen, Damien Duff, Obafemi Martins hingga Nicky Butt dengan baik.

Setelah serangkaian drama yang terjadi, Newcastle pun terdegradasi pada hari terakhir musim 2008/09 setelah kekalahan dari Aston Villa. Gol bunuh diri Duff menjadi penutup yang pas untuk musim bencana di mana Alan Shearer gagal menyelamatkan klub masa mudanya itu.

Sumber: Football Faithfull, Planet Football, Daily Star, Transfermarkt

Bagaimana Satu Pertandingan Sepak bola Disebut Derby?

0

Derby London. Derby Manchester. Derby della Madonnina. Derby Madrid. Derby Jatim. Mengapa semua itu disebut derby? Mengapa pertandingan antara Manchester United vs Manchester City; Arsenal vs Tottenham; Rangers vs Celtic; sampai Arema vs Persebaya disebut pertandingan derby?

Lalu, kenapa pula pertandingan antara Manchester United vs Liverpool tidak disebut derby? Padahal kedua tim rivalitasnya sedemikian memanas? Begitulah. Istilah “derby’ memang kerap kali hadir di tengah ruang-ruang obrolan soal sepak bola.

Kita akan merasakan suasana ketegangan ketika hadir langsung di stadion saat pertandingan derby. Bahkan ketika menonton di layar kaca dan digital pun, menyaksikan pertandingan derby seperti menciptakan atmosfer tersendiri karena begitu sentimentil.

Pembahasan soal “derby” akan selalu menarik. Sama seperti pertandingannya. Sebab di sana sudah pasti akan membahas pula bagaimana dua tim itu bisa bersaing sampai disebut “derby”. Bagaimana kisah kedua tim dan tak jarang pula terdapat tragedi yang menjadi bumbu obrolan tentang derby di sepak bola.

Misalnya, Puerta 12. Satu tragedi berdarah yang menjadi kepingan kisah derby antara River Plate dan Boca Junior. Dua klub asal Buenos Aires, Argentina. Nah, yang jadi pertanyaan apa sebenarnya definisi derby? Sejak kapan istilah itu dipakai?

Banyak Versi

Agak susah untuk mencari tahu sejak kapan istilah “derby” mulai muncul. Ini tentu saja bukan karena males mengobrak-abrik perpustakaan atau mencari literatur di Mbah Google. Hanya saja, sejarah istilah “derby” memiliki versi yang tidak sedikit. Dan boleh dikatakan masih menuai perdebatan.

Namun, ada satu versi yang diamini hampir setiap pencinta sepak bola dalam konteks semua media hasil penelusuran menggunakan versi tersebut. Bahwa frasa “derby” ini berasal dari salah satu kota kecil di negeri yang konon katanya pencipta sepak bola modern.

Mengutip Sports Quotes and Facts, istilah “derby” berasal dari sebuah tempat bernama Ashbourne di Kota Derbyshire, Inggris. Kota itu boleh dikatakan sudah mengklaim sebagai inisiator sejak abad ke-12 yang berawal dari sebuah festival. Sudah lama banget, ya?

Festival tersebut merupakan festival tahunan di kota itu. Namun, jangan bayangkan kalau itu adalah festival yang seperti kita kenal sekarang. Festival yang penuh gemerlap lampu dan arak-arakan manusia dengan kostum tertentu. Sebab festival yang dimaksud adalah sebuah pertandingan.

Menariknya, pertandingan itu adalah hasil peleburan dua olahraga, rugby dan sepak bola. Kelak pertandingan itu masyhur dengan nama Ashbourne Royal Shrovetide. Pertandingan itu mempertemukan dua kelompok penduduk yang letaknya berseberangan yang dipisahkan Sungai Derwent.

Satu kelompok mengatasnamakan dirinya All Saints, sedangkan yang satunya St. Peter’s. Kemudian untuk gawang, satu kelompok menggunakannya di Nuns Mill di bagian utara. Sementara yang satunya lagi memakai gawang di Gallows Balk di selatan.

Permainan ini menggunakan bola kulit yang dicat secara khusus. Jadi, kedua tim ini harus memasukkan bola tersebut ke gawang lawan. Namun, karena gawangnya berada di tempat yang berbeda, setidaknya kalau mau mencetak gol harus menempuh jarak sekitar 4,8 kilometer. Sudah terbayang betapa repot dan menyusahkannya permainan ini?

Meski sudah ditentukan kelompok dan kubunya, tapi pada praktiknya permainan ini bersifat “free to all” atau dengan kata lain siapa pun boleh ikut. Permainan yang lebih mirip tawuran ini bisa dimainkan sebanyak 1000 orang.

Tak hanya itu, permainan ini tidak memiliki aturan yang tetap layaknya rugby atau sepak bola. Jadi siapa pun boleh berlaku sesuka hati, entah itu adil atau tidak, kasar atau tidak, merugikan orang lain atau tidak, pokoknya terserah. Tim yang memasukkan bola ke gawang lawan menang.

Tak jarang lantaran tidak adanya aturan yang mengikat, perkelahian sulit terhindarkan. Para pemain bisa saling pukul, tendang, menjatuhkan, atau apa pun itu. Yang penting bolanya masuk ke gawang.

Karena terpisah oleh sungai, perkelahian itu kadang berlangsung di sungai. Saking brutalnya permainan itu, ada yang tewas itu hal yang lumrah. Kendati penuh dengan kekarasan, permaianan itu tetap terselenggara terutama di hari-hari raya di Inggris, seperti Shrove Tuesday di Ashborne.

Selain tadi, ada teori lain yang mengatakan istilah “derby” ini berasal dari sebuah pacuan kuda di Inggris, bernama “The Derby” yang didirikan pada tahun 1780 oleh Earl of Derby ke-12. Oh iya, fyi aja nih, Earl of Derby adalah sebuah gelar kebangsawanan di Inggris yang diberikan pada orang tertentu yang menduduki jabatan penting, seperti Perdana Menteri.

Namun, versi lain lagi menyebut kalau frasa “derby” ini dimunculkan oleh sebuah penerbitan di Inggris bernama Daily Express pada tahun 1914.

Kala itu, Daily Express menggunakan frasa “local derby” untuk menggambarkan pertandingan Liverpool kontra Everton. Sebab kandang kedua klub Merseyside ini hanya terpisahkan oleh Stanley Park yang kok ndilalah dimiliki Earl of Derby juga.

Lokalitas

Pengggunaan istilah “local derby” untuk menggambarkan pertandingan antara Liverpool vs Everton oleh Daily Express tahun 1914, pada akhirnya tersiar ke seluruh dunia. Maka muncul kesimpulan bahwa setiap kali dua klub yang berasal dari satu tempat, wilayah, daerah, kota, atau berdekatan bertemu akan disebut sebagai pertandingan derby.

Lantaran kedekatan itu pula, persaingan bisa saja tumbuh bertahun-tahun. Dalam prosesnya juga melahirkan sentimen-sentimen tertentu, yang pada akhirnya menimbulkan atmosfer pertandingan derby seperti yang kita rasakan hari ini.

Lokalitas ini pulalah yang kemudian menjadi dasar penamaan suatu pertandingan derby. Kita biasa menyebut pertandingan antara Liverpool vs Everton sebagai Derby Merseyside karena keduanya sama-sama berasal dari Kota Merseyside. Atau pertandingan antara Real Madrid vs Atletico Madrid disebut Derby Madrid karena keduanya berasal dari ibukota Spanyol, Madrid.

Namun, untuk Derby della Madonnina antara Inter Milan vs AC Milan itu punya sejarah penamaannya sendiri. Dan rasa-rasanya tidak perlu dibahas di sini karena bisa terlampau panjang nanti. Sebagai gantinya kamu bisa menonton video Starting Eleven yang membahas soal Derby della Madonnina.

Lantas, bagaimana dengan El-Clasico? Pertandingan antara Real Madrid vs FC Barcelona tidak bisa disebut derby karena keduanya berbeda kota. Nah, kalau Barcelona vs Espanyol itu baru derby. Namanya Derby Catalan.

Seberapa Penting Pertandingan Derby?

Pertandingan derby dalam sepak bola sendiri kerap dianggap penting oleh setiap klub maupun penggemar. Mengapa? Alasan utamanya adalah kebanggaan lokal. Akan sangat nyaman dan tak terusik apabila klub kebanggaan menang.

Karena bukan tidak mungkin esoknya atau setelah pertandingan derby, dua orang penggemar yang kebetulan berbeda klub akan bertemu. Entah di sekolah atau kantor.

Ilustrasinya begini, kalau misalnya MU kalah di Derby Manchester, sudah pasti penggemarnya bakal kicep. Sebab kalau masih koar-koar nggak jelas, sudah barang tentu bakal diejek balik oleh penggemar Manchester City. Eh, sebentar memangnya fans City beneran ada ya?

Sumber referensi: premierskillsenglish.britishgouncil.org, sqaf.club, phrases.org, sportstrade.io, ligalaga.id

5 Tahun Tanpa Gelar, MU Ngapain Aja?

Tersingkir dari Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions, penantian panjang Red Devils untuk merengkuh sisa perebutan gelar musim 2021/2022 tamatlah sudah. Setan merah dipastikan kembali menjalankan rutinitas puasa gelar.

Mereka terakhir merengkuh gelar di musim 2016/17 di bawah arahan Jose Mourinho. Kala itu Mou bersama United berhasil merengkuh gelar Europa League, Piala Liga dan Community Shield. Namun, setelah itu MU benar-benar memulai puasa gelar, bahkan sampai lima tahun dan menimbulkan pertanyaan, selama lima tahun itu MU ngapain aja?

Musim 2017/2018

Musim 2017/18, United masih ditukangi Jose Mourinho di awal musim. Dengan beberapa prestasi yang direngkuh musim sebelumnya, Mou masih dipercaya manajemen United.

Bergerak di bursa transfer, MU di bawah Mourinho bertekad bersaing untuk merebut gelar Premier League di musim keduanya. Setelah di musim pertamanya 2016/17 MU hanya finis di urutan ke 6 Premier League.

Mourinho mulai merombak skuadnya dengan mendatangkan nama-nama seperti Lindelof, Lukaku, Alexis Sanchez, Ibrahimovic serta Matic guna melengkapi skuad yang sudah berisi pemain seperti Martial, Rashford, maupun Pogba.

Kiprah MU bersama Mourinho musim 2017/18 diawali dengan memperebutkan gelar PIala Super Eropa melawan juara Champions League, Real Madrid. Tapi MU harus takluk 2-1.

Kemudian di kompetisi Piala Liga. Mereka sebagai juara bertahan harus keok di babak ke 5 atas Bristol City 2-1. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu hingga akhir musim, Mou berhasil membawa pasukan Red Devils duduk di posisi runner up dengan 81 poin di bawah Manchester City yang mengoleksi 100 poin. Sebuah peningkatan prestasi tersendiri bagi Mou di MU.

Di Liga Champions, langkah MU bersama Mou hanya mencapai babak 16 besar. Mereka disingkirkan Sevilla dengan agregat 2-1. Menjelang akhir musim, MU masih berpeluang meraih trophy satu-satunya musim itu ketika Mou berhasil mengantarkan MU melaju ke final Piala FA melawan Chelsea. Tapi nahas, MU harus keok 1-0. MU pun mengakhiri musim tanpa satu pun gelar.

Musim 2018/2019

Musim berikutnya manajemen MU mempertahankan Jose Mourinho sebagai pelatih. MU tidak banyak bergerak di bursa transfer musim 2018/19. Praktis hanya penambalan skuad dengan kedatangan Fred dan Diogo Dalot. Hampir sebagian besar sisa skuad Mourinho musim lalu masih bertahan di Old Trafford.

Hasilnya, Mou kerap inkonsisten di musim ketiganya ini. Sampai bulan Desember 2018 MU hanya merengkuh 7 kemenangan dari 17 pertandingan yang dilakoni. Hal itu berimbas nyata pada Mourinho.

Manajemen United akhirnya memecat Mourinho pada 18 Desember 2018 dan digantikan pelatih sementara Ole Gunnar Solskjaer sampai akhir musim.

Secara hasil pun MU di musim itu kembali nihil gelar. Mereka di Piala Liga terhenti di babak ketiga oleh Derby County lewat adu penalti. Kemudian di Liga Champions mereka terhenti di perempat final dari Barcelona. Sedangkan di Piala FA mereka juga terhenti di perempat final dari Wolves dengan skor 2-1.

Di akhir musim bersama Ole, MU hanya mampu finis di peringkat 6 klasemen Liga Inggris yang mengakibatkan mereka kembali absen di Champions League musim depan.

Musim 2019/2020

Musim 2019/2020 adalah awal musim pertama Ole sebagai pelatih resmi setelah ia diangkat oleh klub pada 28 Maret 2019. Ole yang notabene legenda mereka sangat dipercaya fans dan manajemen untuk kembali berproses dan mengangkat performa MU.

Ole pun bergerak di bursa transfer demi mewujudkan rencananya di MU. Ia membeli Daniel James, Harry Maguire, Aaron Wan Bissaka, serta Bruno Fernandes.

Ole juga melakukan cuci gudang dengan membuang banyak pemain sisa Mourinho di musim itu seperti, Lukaku, Alexis, Ashley Young, Ander Herrera, maupun Smalling.

Akan tetapi, MU di bawah Ole pada musim itu kembali mengakhiri musim tanpa gelar. Di semifinal Piala Liga mereka kalah  oleh Manchester City. Sementara itu, di semifinal Piala FA mereka kalah dari Chelsea 3-1. Dan yang terakhir di semifinal Europa League mereka dikalahkan Sevilla 2-1.

Adapun di Liga Inggris, Ole berhasil memperbaiki posisi MU menjadi finis di peringkat 3 klasemen sekaligus mengembalikan harkat dan martabat MU ke Liga Champions.

Setidaknya dengan 3 semifinal serta posisi ke 3 di musim pertamanya, Ole yang dianggap sedang berproses itu bisa dikatakan menuai progress yang nyata. Manajemen dan fans terlanjur percaya dan menikmati progress itu sambil melakukan pembenahan di musim berikutnya, meskipun tak ada satupun gelar yang diraih.

Musim 2020/2021

Musim 2020/21 MU kembali menikmati proses bersama Ole. Ole bertekad memperbaiki posisi MU dan menargetkan beberapa gelar musim ini. Di musim keduanya, Ole menambal beberapa pemain di bursa transfer. Ia membeli Donny Van De Beek, Cavani, Alex Telles, serta Amat Diallo.

MU pun berhasil dibawanya menjadi runner up di akhir musim dengan 74 poin dibawah Manchester City dengan 86 poin. Rekor 14 kali tak terkalahkan setelah break covid hingga akhir musim menjadi rekor tersendiri bagi Ole di MU.

Akan tetapi, di ajang lain seperti Piala Liga, Piala FA, maupun Champions League, Ole ternyata masih minim pengalaman merengkuh sebuah gelar. Di Piala FA mereka dikalahkan di babak perempatfinal oleh Leicester 3-1. Di Piala Liga mereka kalah di semifinal dari Manchester City 2-0.

Di Liga Champions mereka tersingkir di babak grup. Mereka terlempar ke Europa league setelah finis di peringkat 3 grup dibawah PSG dan Leipzig. Ole sebetulnya mampu mengantarkan United sampai final Liga Eropa melawan Villareal. Tapi, nasib Ole kembali buruk, kesempatan gelar satu-satunya di musim itu raib setelah kalah lewat adu penalti.

Musim 2021/2022

Memasuki musim ketiga Ole di 2021/2022, ia ketiban rejeki dengan kehadiran Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho dan Raphael Varane. Hal itu membuat MU makin yakin dengan tambahan amunisi bintang dan racikan Ole bisa membuat mereka meraih beberapa gelar musim ini.

Akan tetapi, sampai November 2021 hasil itu tak kunjung hadir. Ole pun dipecat pada 21 November 2021 dan digantikan pelatih sementara Carrick, kemudian dilanjutkan oleh Ralf Rangnick.

Tuah Rangnick yang diharapkan mampu menjadi penyelamat United pun tak mampu membawa perubahan instan. Mereka tersingkir di beberapa kompetisi. Seperti di Piala Liga mereka terhenti di babak ketiga oleh West Ham 1-0. Kemudian di Piala FA tersingkir di babak keempat oleh Middlesbrough lewat adu penalti. Dan yang terakhir kandas di 16 besar Liga Champions oleh Atletico Madrid dengan agregat 2-1.

Namun, di Liga Inggris yang masih berjalan, MU di bawah Rangnick masih bertarung memperebutkan satu tiket ke Liga Champions musim depan. Bagaimanapun MU sekarang masih bercokol di peringkat 5 klasemen.

Sejak musim 2016/2017, lemari trofi MU kosong penuh debu. Derita yang mau tidak mau harus diterima, paling tidak fans MU harus bersabar, dan menunggu lagi tahun depan. Karena barangkali, tahun depan MU bakal menambah pahala puasanya.

Sumber Referensi : skysports, sportingnews, transfermarket

Persaingan Sengit 6 Tim Liga Inggris, Mana Yang Bakal Terdegradasi?

Pertarungan sengit untuk memperebutkan juara Premier League makin sengit antara Manchester City dan Liverpool. Selisih poin yang ketat membuat menarik untuk dipantau hingga akhir musim. Selain itu perebutan peringkat empat besar sebagai syarat lolos ke Champions League musim depan juga seru dinanti hingga akhir musim.

Akan tetapi, yang tak kalah seru lainnya ialah pertarungan sengit di zona degradasi. Beberapa tim sedang berjuang lolos dari jerat degradasi. Setidaknya ada 6 tim hingga pekan ke-29 Premier League yang masih mempunyai peluang untuk bertarung lolos dari jurang degradasi.

Mengingat yang terdegradasi hanya ada tiga tim dan masih menyisakan 9 laga tersisa hingga pekan ke 38 nanti. Dari beberapa tim itu manakah yang akan terdegradasi musim depan dari Premier League?

Brentford

Tim pertama yang bertarung agar terhindar dari degradasi adalah Brentford. Tim promosi yang saat ini bercokol di posisi 15 klasemen dengan mengoleksi 30 poin dari 29 pertandingan yang sudah dilakoni.

Brentford memasuki bulan buruknya pada Januari 2022, mereka hanya mampu mengoleksi satu poin dari delapan laga yang ia lakoni. Performa buruk anak asuh Thomas Frank terlihat dari menurunnya pemain kunci macam Toney, Mbeumo, Canos maupun kehilangan kiper inti mereka David Raya karena cedera.

Seiring dengan kembalinya para pemain itu, ditambah amunisi baru seperti bintang Denmark, Christian Eriksen, Brentford seperti mendapat angin segar. Benar saja, dalam dua pertandingan terakhirnya sampai pekan ke-29, mereka mendapat dua kemenangan berturut-turut. Yakni melawan Norwich dengan skor 3-1 dan Burnley 2-0.

Persaingan ketat Brentford untuk bertahan di Premier League ditentukan oleh jadwal yang sudah menantinya. Dari 9 laga sisa, Brentford masih harus bertemu klub big six macam Chelsea, Tottenham, maupun MU. Secara kalkulasi tidak menguntungkan bagi mereka.

Akan tetapi, partai sisa melawan rivalnya di pertarungan zona degradasi macam away ke Watford dan Everton, serta home lawan Leeds harus dimanfaatkan The Bees. Apabila berhasil ditaklukan setidaknya akan aman bagi perolehan poin mereka untuk terhindar dari degradasi.

Leeds

Tim kedua yang berjuang di zona degradasi adalah Leeds United. Klub sensasional musim lalu itu kini terpuruk di papan bawah klasemen. Leeds berada di posisi 16 klasemen dengan 26 poin dari 29 laga yang sudah dilakoninya. Selisih 4 poin di bawah Brentford.

Kehadiran Jesse Marsch yang ditunjuk menggantikan Bielsa mempunyai tugas yang sangat berat. Ia meninggalkan warisan Leeds milik Bielsa yang buruk dengan catatan meraih 1 poin dalam delapan laga yang dilakoni Bielsa.

Jesse Marsch mau tidak mau harus mengembalikan performa itu secara instan agar di sisa 9 match terakhir bisa bertahan di Premier League musim depan.

Awal kerjanya di Leeds, Marsch sudah mempunyai titik terang di antaranya gaya grusa-grusu permainan ala Bielsa sudah mulai berkurang. Hasil positif pun hadir pada pekan ke-28 melawan Norwich. Leeds mampu menang dengan skor 2-1.

Akan tetapi, jalan masih panjang bagi Marsch. Partai berat di sisa musim ini menanti. Partai kandang dua kali melawan Manchester City dan Chelsea, serta away melawan Arsenal membuat jalan Leeds makin terjal.

Paling tidak partai sisa yang menentukan mereka selamat dari degradasi adalah jika ia mampu menang ketika away melawan tim macam Watford, Crystal Palace, maupun Brentford di sisa musim ini.

Everton

Tim ketiga yang mengejutkan berada pada papan bawah persaingan untuk bertahan di Premier League adalah Everton. Everton kini tertinggal di posisi 17 dengan 22 poin. Akan tetapi, Everton masih menyimpan 3 laga sisa hingga pekan ke-29 Premier League. Hal ini disinyalir mulai sejak Everton ditangani Rafa Benitez. Namun ia sudah pergi Januari 2022 kemarin.

Kedatangan Frank Lampard sebagai suksesor Benitez sempat membawa angin segar bagi The Toffees. Dengan materi pemain yang ditambah di bursa transfer Januari 2022 seperti Donny Van De Beek dan Dele Alli membuat amunisi Lampard di Everton makin lengkap.

Akan tetapi, ia dikatakan belum berhasil hingga pertandingan yang ke-26 bagi Everton. Lampard hanya mampu membawa Everton menang sekali di Premier League kala bertemu Leeds dari 6 pertandingan sejak ditanganinya. Everton akan menjalani 12 sisa laga di Premier League, dan Lampard diharapkan menjadi juru selamat degradasi bagi Everton.

Everton masih ditunggu lawan-lawan beratnya. Seperti dua kali partai kandang melawan Chelsea dan MU, serta dua kali away melawan Arsenal dan Liverpool.

Paling tidak jika ingin selamat, anak asuh Lampard harus menyapu bersih partai kandangnya ketika menjamu rival mereka dalam persaingan papan bawah seperti Brentford, Newcastle, Burnley maupun Watford.

Watford

Tim keempat yang bersaing keluar dari jurang degradasi adalah Watford. Watford kini terperosok di peringkat 18 klasemen dengan 22 poin dari 29 laga yang dilakoninya.

Gonta-ganti pelatih dari Xisco, Ranieri, hingga kini Roy Hodgson tidak mengubah situasi. Watford terus menurun performanya dari November tahun lalu. Meskipun pada partai terakhirnya di pekan ke 29 mereka mampu meraih tiga poin melawan Southampton.

Akan tetapi, dengan skuad yang ada, ditambah jadwal yang notabene sulit harus dijalani Watford bersama Hodgson. Mereka harus menghadapi Liverpool, Chelsea dan Manchester City di partai away. Kesempatan meraih poin mereka terletak pada partai kandang melawan Leeds, Brentford, dan Burnley.

Burnley

Tim kelima yakni Burnley. Tim yang hampir lama bertahan di Premier League itu kali ini terperosok di posisi 19 klasemen dengan hanya mengumpulkan 21 poin dari 27 laga. Meskipun mereka masih menyimpan 2 laga sisa.

Tim asuhan Sean Dyche ini musim ini kurang bertaji. Komposisi pemain yang sebagian besar tanpa perubahan membuat mereka keteteran musim ini. Tiga kali kekalahan beruntun atas Leicester, Chelsea, dan Brentford dan satu hasil imbang melawan Crystal Palace membuat Burnley makin tenggelam di zona degradasi.

Kesempatan sisa pertandingan yang akan menyelamatkan Burnley dari degradasi adalah away melawan Watford dan Norwich. Serta dua kali home melawan Newcastle dan Everton. Sisanya adalah partai berat, yaitu bertemu Manchester City dan Tottenham.

Norwich

Tim terakhir yang terancam degradasi adalah tim yang saat ini berada di dasar klasemen peringkat 20, Norwich City. Tim yang suka keluar masuk Premier League ini baru mengumpulkan 17 poin dari 29 kali laga.

Dipecatnya pelatih lama mereka, Daniel Farke ke pelatih baru Dean Smith tampaknya tidak mengubah apa pun. Performa Dean Smith bersama Norwich awalnya berbuah hasil ketika mampu menang lawan Everton dan Watford. Akan tetapi, hingga kini performa buruknya kembali setelah 6 kali laga tak pernah menang.

Kesempatan sisa pertandingan yang bisa menyelamatkannya adalah partai away melawan Brighton dan home melawan Burnley. Jika mereka kalah, peluangnya akan semakin tipis untuk lolos dari degradasi. Mengingat mereka masih akan melawan MU dan Spurs.

https://youtu.be/FanP6cxterk

Sumber Referensi : espn, skysports, thefootballfaithfull, nbcsport

Derby Superclasico: Derby yang Berujung Banjir Darah

0

Sebagai ibukota Argentina, Buenos Aires menyuguhkan pemandangan yang menawan. Sebagai kota metropolitan yang menampung seperempat penduduk Argentina, tentu saja membuat siapa pun ingin singgah ke salah satu kota terindah di Argentina.

Dengan bangunan yang estetik nan klasik. Jalanan yang selalu ramai. Dan tak jarang banyak penari tango di pinggir jalan, membuat siapa pun tak bisa tidak mengakui bahwa Buenos Aires adalah kota yang penuh daya pikat.

Itu bagi wisatawan. Tapi bagi dua klub sepak bola lokal, River Plate dan Boca Junior, Buenos Aires seperti gelanggang pertempuran. Kedua klub asal Buenos Aires itu sudah membangun perseteruan yang cukup lama yang kemudian dikenal sebagai Derby Superclasico. Meskipun kedua klub itu awalnya bersaudara.

Derby ini merupakan fenomena yang lebih dari sekedar tontonan sepak bola. Laga ini bagai acara nasional yang mendapat perhatian lebih dari seluruh publik pecinta sepak bola Argentina.

Bahkan, menurut surat kabar Inggris The Observer edisi April 2004, menonton Superclasico termasuk dalam daftar “50 Hal Olahraga yang Harus Anda Lakukan Sebelum Anda Mati.” Mengapa demikian?

Derby Superclasico

Kedua klub sama-sama berasal dari La Boca. Sebuah distrik kelas pekerja di Buenos Aires. Dengan riwayat River Plate yang lebih dulu didirikan pada tahun 1901 dan Boca Juniors menyusul empat tahun kemudian.

Banyak yang mengira bahwa Superclasico lahir karena kedua tim berasal dari kota yang sama. Namun, kesamaan latar belakang tanah kelahiran hanyalah pemantik saja. Rivalitas kedua klub ini mulai memanas karena adanya kesenjangan sosial di antara kedua klub.

Derby ini juga dianggap sebagai salah satu derby terpanas yang pernah ada dalam sejarah sepak bola. Bahkan, menurut statistik, 70 persen dari semua penggemar sepak bola yang ada di Argentina pasti mendukung salah satu dari dua klub tersebut.

Penamaan derby ini dengan nama Superclasico menandakan bahwa mereka menganggap pertandingan ini lebih super daripada El Clasico di Spanyol. Beberapa pengamat sepakbola mengungkapkan jika Superclasico memang tidak semegah El Clasico, tapi kegilaan derby ini jadi yang paling gila dari yang tergila.

Perbedaan Kasta

Semua ketegangan bermula pada tahun 1925 saat River Plate memutuskan untuk pindah ke bagian utara Buenos Aires, tepatnya di distrik Nunez yang dikenal sebagai kawasan orang-orang elit. Sejak itu River Plate dikenal sebagai klub yang memiliki basis pendukung kelas atas, yang biasa dikenal sebagai Los Millonarios atau si kaya.

Sedangkan, Boca Juniors dikenal sebagai klub kelas pekerja atau Los Xeneizes dari selatan Kota Buenos Aires. Dengan penggemar Boca yang kebanyakan berasal dari komunitas imigran Italia di daerah tersebut.

Perbedaan kasta sosial yang sangat terlihat ketika melihat daerah utara dipenuhi apartemen mewah serta banyak universitas yang menghasilkan stigma bahwa River Plate mendapat dukungan dari kaum elit dan terpelajar. Sedangkan area selatan milik Boca Juniors merupakan daerah dekat pelabuhan 

Suporter

El Superclásico terkenal karena semangat dan rivalitas dari suporter kedua klub tersebut. Di hampir setiap pertandingan, para pendukung dari kedua kubu menyanyikan beberapa lagu yang ditujukan kepada lawan mereka. Seringkali lagu-lagu yang mereka nyanyikan diadaptasi dari band-band rock asal Argentina.

Buah dari ketegangan antarsuporter, mereka pun memiliki sebutan khusus untuk menamai suporter lawan. Suporter Boca Juniors akan meneriakan kata gallinas atau yang berarti “Si Ayam” kepada suporter River Plate. 

Sebagai balasan, suporter River Plate akan memanggil rekan-rekan Boca dengan sebutan Los Puercos atau yang berarti “Si Babi”. Hal itu karena stadion Boca terletak di daerah yang dianggap cukup kumuh, dan menurut penggemar River, stadion mereka juga memiliki bau yang kurang sedap.

Tragedi Puerta 12

Tak jarang pertandingan derby ini berakhir dengan perkelahian. Ultras atau mereka menyebutnya Barras Bravas keduanya kerap terlibat baku pukul. Kedua Barras Bravas juga tak jarang justru kerap berselisih dengan aparat pengaman pertandingan.

Kekerasan di luar lapangan itu merupakan sisi lain dari rivalitas tanpa batas milik Derby Superclasico. Selama bertahun-tahun persaingan antara kedua kelompok suporter telah menghasilkan beberapa tragedi memilukan hingga kasus kematian akibat kekerasan.

Misalnya, tragedi Puerta 12 yang terjadi pada 23 Juni 1968. Saat itu terjadi kerusuhan besar antara pendukung Boca Juniors dan River Plate di Sektor 12 Stadion El Monumental, markas River Plate.

Tragedi tersebut merupakan bencana sepak bola terburuk dalam sejarah persepakbolaan Argentina. Di mana 71 fans Boca Juniors tewas terinjak-injak di pintu gerbang 12 dan 150 fans lainnya dinyatakan luka-luka. Kabarnya mayoritas korban masih berusia remaja, bahkan rata-rata usia korban adalah 19 tahun.

Dalam kasus tersebut banyak kesaksian yang berbeda perihal apa yang sebenarnya terjadi. Beberapa mengklaim bahwa tragedi itu diawali dari fans Boca yang membakar bendera River Plate.

Namun, William Kent, mantan presiden River Plate, mengklaim bahwa oknum polisi lah pelakunya. Sebab polisi diduga melakukan tindakan represif usai para suporter Boca Junior membuang air kencing ke arah polisi pengaman.

Lucunya, setelah tiga tahun penyelidikan, pemerintah tidak menemukan seorang pun yang bersalah atas tragedi tersebut. Oleh karena itu, di akhir musim 1968, klub-klub sepak bola yang tergabung dalam Asosiasi Sepak Bola Argentina mengumpulkan 100.000 dolar atau Rp1,4 miliar untuk keluarga para korban.

Saat River Plate Degradasi

Selain tragedi berdarah itu, ada juga momen lain yang juga tak kalah mengerikan. Yaitu ketika River Plate degradasi pada akhir musim 2010/11. Di sisi utara Buenos Aires, suporter River mengamuk lantaran itu adalah kali pertama tim mereka mengalami degradasi sejak berdirinya klub pada 1901 silam. 

Bahkan kerusuhan tersebut mengakibatkan bagian utara Kota Buenos Aires diumumkan dalam keadaan darurat oleh Departemen Pertahanan Pemerintah Argentina.

Sedangkan respons suporter Boca Juniors sangat berbeda. Mereka justru sangat bergembira. Para pendukung Boca tumpah ruah di jalanan. Mereka bergembira merayakan kehancuran River Plate, bersuka cita, berkonvoi dan bersenang-senang selayaknya baru meraih gelar juara.

Lalu Siapa yang Paling Unggul?

Sejauh ini kedua klub baik Boca Juniors maupun River Plate sama-sama sedang berjuang di Divisi Utama Argentina. River Plate masih bertengger sebagai pemuncak kelasemen Grup A sedangkan Boca Juniors berada di peringkat tiga kelasemen Grup B.

Terlepas dari itu prestasi dari River Plate lebih mentereng dengan torehan 35 gelar Divisi Utama, sedangkan Boca Juniors baru mengantongi 28 gelar Divisi Utama Argentina.

Namun, apabila dalam statistik Head to Head, Boca Juniors lebih unggul dengan meraih 30 kemenangan sedangkan River Plate baru memenangi laga derby sebanyak 29 kali sedangkan 27 laga lainya berakhir imbang.

https://youtu.be/qAHHgSfi6Bo

Sumber: BleacherReport, The Observer, LigaLaga

Berita Bola Terbaru 16 Maret 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

JELANG ARSENAL VS LIVERPOOL, THE REDS TERANCAM TANPA SALAH

Liverpool akan melawan Arsenal pada Kamis (17/3) dini hari WIB. Sayangnya, Liverpool terancam tanpa diperkuat Mohamed Salah pada laga penting di Stadion Emirates tersebut. Lelaki Mesir itu ditarik keluar tak lama setelah mencetak gol kedua Liverpool di markas Brighton, Sabtu (12/3). Usai laga yang berakhir 2-0 untuk kemenangan Liverpool itu, sang pelatih Jurgen Klopp mengonfirmasi Salah hanya menderita cedera ringan. Kendati demikian, Salah tidak tampak pada sesi latihan Liverpool di Kirkby, Senin (14/3).

GUARDIOLA TERLIBAT PERSETERUAN DENGAN KIPER PALACE

Pep Guardiola boleh jadi kesal dengan hasil imbang Manchester City lawan Crystal Palace, Selasa kemarin. Guardiola kesal mengingat timnya sempat memimpin jauh, bahkan sampai di atas 10 poin atas Liverpool. Namun, kekesalan Guardiola kali ini boleh jadi diarahkan ke kiper Palace Guaita. Dikutip The Sun, Guardiola tertangkap kamera tengah berdebat dengan Guaita usai laga. Cukup lama keduanya berdebat saat kamera menyorot ke arah mereka, meski tidak diketahui apa yang dibicarakan dua orang Spanyol itu.

LEGENDA LIVERPOOL SEBUT PENGGEMAR CHELSEA MUNAFIK

Masalah yang ada di tubuh Chelsea membuat masa depan Thomas Tuchel menjadi tidak pasti. Melihat hal tersebut, mantan bek Liverpool, Jamie Carragher kemudian mendesak Manchester United untuk memanfaatkan situasi ketidakpastian di Chelsea guna merekrut Tuchel. Tak lama setelah mendorong MU untuk coba mendekati Tuchel, Carragher dikritik oleh beberapa pendukung Chelsea. Carragher membalasnya dengan mengatakan bahwa fans Chelsea sedikit munafik. Pasalnya, selama masa kepemimpinan Abramovich, Chelsea juga sering memanfaatkan situasi ketidakberuntungan klub lain.

VIDAL BERHARAP BISA MAIN UNTUK FLAMENGO

Arturo Vidal menyatakan bahwa kepindahan ke Flamengo mungkin terjadi setelah kepergiannya yang akan datang dari Inter Milan. Kontrak gelandang Chili itu dengan Nerazzurri akan habis pada akhir musim ini dan tidak akan diperpanjang. Vidal akan tersedia untuk bergabung dengan klub baru dengan status bebas transfer.

BARCELONA INCAR BINTANG LEEDS UNITED, RAPHINHA

Barcelona mungkin membuat kejutan dalam bursa transfer musim panas 2022. Raksasa Catalan tersebut ingin menggaet winger Leeds United, Raphinha. Pemain internasional Brasil tersebut menarik perhatian karena performanya terbilang ciamik. Wajar jika ia jadi incaran dan berpotensi angkat kaki dari Elland Road pada musim panas nanti. Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Barcelona berharap bisa menggaet Raphinha dengan memanfaatkan link agen sang pemain, Deco.

CAMAVINGA JADI KUNCI MASA DEPAN REAL MADRID

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti sangat gembira dengan penampilan Eduardo Camavinga selama beberapa pekan terakhir.  Camavinga merupakan salah satu aktor di balik keberhasilan Los Blancos melaju ke babak perempat final Liga Champions. Kehadiran Camavinga di lapangan tengah mengubah jalannya pertandingan melawan PSG pekan lalu dan berbuah kemenangan 3-1. Ancelotti sangat yakin Camavinga akan menjadi gelandang andalan Los Blancos di masa depan.

BANTU UKRAINA, TIMNAS SKOTLANDIA HADAPI POLANDIA DI LAGA PERSAHABATAN

Timnas Polandia akan mengunjungi Skotlandia untuk memainkan partai persahabatan pada 24 Maret mendatang di Hampden Park. Pada tanggal tersebut, kedua tim itu tidak lagi memainkan babak playoff semifinal di kualifikasi Piala Dunia. Laga persahabatan tersebut digelar untuk mengumpulkan dana mendukung respons kemanusiaan UNICEF di Ukraina setelah invasi oleh Rusia. Sebelumnya Polandia dijadwalkan untuk menghadapi Rusia tetapi diberikan bye ke final setelah Rusia dilarang oleh FIFA karena melakukan invasi.

MENGENAL CRISTIANO RONALDO DARI CERITA ARTHUR MELO

Informasi tentang betapa disiplinnya Cristiano Ronaldo menjaga pola makan, bukan omong kosong belaka. Gelandang Juventus, Arthur Melo, yang pernah setim dengan CR7, memastikan hal itu. Menurutnya, awak Bianconeri sering mendapat kritikan dari pesepak bola Portugal tersebut. Tak hanya itu, Ronaldo disebut juga disiplin dalam berlatih dan menjaga asupan makanan. Tidak heran, ia bisa tampil impresif pada level tertinggi meski usianya tak lagi muda.

REAL MADRID UNGGUL DI LA LIGA, ANCELOTTI KENANG MEMORI AC MILAN

Real Madrid memperlebar keunggulannya di puncak klasemen sementara La Liga menjadi 10 poin dari rival terdekatnya, Sevilla, usai menghajar Mallorca dengan skor 3-0 pada Selasa kemarin. Madrid tampak sedang berlari sendirian dalam perburuan gelar juara pada saat ini, namun Carlo Ancelotti memilih untuk tidak meremehkan keadaan. Ancelotti mengenang kembali memori pada tahun 2005 silam, ketika AC Milan asuhannya sudah unggul 3-0 kontra Liverpool dalam sebuah partai final Liga Champions. Namun setelahnya Liverpool berhasil membalikkan keadaan.

ANCELOTTI SEBUT CEDERA BENZEMA TIDAK PARAH

Karim Benzema yang mencetak dua gol dalam kemenangan Madrid atas Mallorca mengalami cedera di menit 86 hingga tidak bisa melanjutkan laga sampai akhir. Benzema sempat mengeluhkan sakit pada bagian betisnya. Sempat muncul kekhawatiran karena Madrid akan menghadapi El Clasico akhir pekan nanti. Namun pelatih Ancelotti mengatakan sepertinya cedera Benzema tidak parah.

HASIL LIGA CHAMPIONS

Klub raksasa Inggris, Manchester United ditekuk Atletico Madrid pada laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2021/22. Bermain di Stadion Old Trafford, MU kalah dengan skor 1-0 berkat gol sundulan Renan Lodi di babak pertama. Atas hasil ini, Los Rojiblancos melenggang ke babak perempat final setelah di pertemuan pertama bermain imbang 1-1.

Pada laga lain dini hari tadi, Benfica mengalahkan tuan rumah Ajax dengan skor 1-0. Gol tunggal klub asal Portugal itu dicetak Darwin Nunez di menit ke-77. Skor 1-0 membuat Benfica lolos ke perempat final usai menang agregat 3-2 atas Ajax.

SUPORTER MU NGAMUK, SIMEONE DILEMPAR MINUMAN

Tersingkirnya Manchester United dari ajang Liga Champions membuat fans kecewa. Suporter Setan Merah mengamuk sesaat setelah wasit meniup peluit akhir laga MU vs Atletico Madrid. Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone menjadi korban amukan suporter MU. Dari tayangan sebuah video, suporter MU melempari Diego Simeone dengan botol minuman. 

MU TERSINGKIR, RANGNICK KELUHKAN WASIT

Pelatih Manchester United, Ralf Rangnick mencari alasan atas tersingkirnya MU dari pentas kompetisi Eropa. Rangnick mengeluhkan kinerja wasit Slavko Vincic menyusul kekalahan timnya 0-1 dari Atletico Madrid di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Lelaki Jerman itu menilai wasit membiarkan Atletico membuang-buang waktu dalam pertandingan tersebut, terutama di babak kedua. 

TIGA MUSIM BERUNTUN RONALDO ABSEN DI PEREMPAT FINAL UCL

Tersingkirnya Manchester United dari 16 besar Liga Champions musim ini menyisakan luka bagi Cristiano Ronaldo. Untuk tiga musim beruntun, CR7 tak merasakan tampil di babak delapan besar kompetisi antarklub Eropa tersebut. Dua musim sebelumnya saat masih membela Juventus, ia juga tak mampu membawa Bianconeri lolos dari 16 besar. Tersingkirnya MU dari Liga Champions juga membuat Ronaldo hampir dipastikan tanpa gelar musim ini.

GANDENG SPOTIFY, KANDANG BARCELONA CAMP NOU BAKAL BERUBAH NAMA

Raksasa La Liga Barcelona akan menjalin kerja sama dengan Spotify mulai musim 2022/23 mendatang dan ini akan berdampak pada berubahnya nama Stadion Camp Nou. Nantinya, stadion kebanggaan Barca akan berubah menjadi ‘Spotify Camp Nou’. Kerjasama ini juga mencakup hak penamaan di bagian depan jersey tim dan jersey latihan tim pria maupun wanita yang dimulai pada musim 2022/23 mendatang.

FRANCK KESSIE SEGERA TUNTASKAN TRANSFER KE BARCELONA

Kontrak Franck Kessie bersama Milan akan berakhir di penghujung musim 2021/22 ini dan ia bebas untuk melakukan negosiasi pra kontrak dengan klub asing mana pun sejak 1 Januari. Dilansir Sportsmole, Kessie telah meneken pra kontrak dengan Barcelona, yang bersiap untuk memperkuat skuad pada musim mendatang. Pelatih Barcelona Xavi kabarnya bahkan turun langsung dengan menelpon Kessie untuk menyakinkan sang gelandang agar kian mantap bergabung ke Camp Nou.

ERIKSEN KEMBALI DIPANGGIL TIMNAS DENMARK

Timnas Denmark telah mengumumkan daftar pemain untuk laga internasional akhir bulan ini. Untuk kali pertama sejak insiden serangan jantung di Piala Eropa 2020, nama gelandang Brentford, Christian Eriksen masuk dalam skuad yang disiapkan pelatih Kasper Hjulmand. Denmark sendiri dijadwalkan menghadapi Belanda di Amsterdam pada 26 Maret dan menjamu Serbia di Kopenhagen tiga hari berselang dalam laga persahabatan.

PEMILIK CHELSEA ABRAMOVICH JUGA TERANCAM DAPAT SANKSI DARI UNI EROPA

Setelah pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi kepada Roman Abramovich karena hubungan dekatnya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, giliran Uni Eropa (UE) merencanakan tindakan serupa terhadap pemilik Chelsea ini. Seperti dilaporkan Sky Sports, sanksi Uni Eropa terhadap Abramovich akan diumumkan pekan ini sebagai bagian dari respons berkelanjutan atas invasi Rusia ke Ukraina. 

CASSANO BELA MESSI DARI HATTERS

Akhir-akhir ini Messi mendapatkan banyak kritikan dan juga cemoohan oleh suporter PSG. Tak hanya mendapatkan kritik dari Fans, mantan penyerang Juventus dan AC Milan Paolo Di Canio bahkan memberikan sindiran yang cukup tajam. Di Canio menyindir Messi sebagai alien yang tak memiliki emosi dan ia lebih menyukai Cristiano Ronaldo. Sindiran ini mengundang kemarahan dari salah satu mantan pemain Inter dan juga AS Roma Antonio Cassano. Saking kesalnya Cassano lantas mengatakan dirinya siap melabrak siapa pun yang melontarkan kritikan pada Messi.

REAL MADRID NEGOSIASI DENGAN DORTMUND SOAL HAALAND

Real Madrid telah mengambil langkah maju dalam upaya untuk mengontrak Erling Haaland. Menurut jurnalis Spanyol, Ramon Alvarez de Mon, Direktur umum Dortmund, Hans-Joachim Watzke, akan melakukan perjalanan ke ibukota Spanyol minggu ini untuk bernegosiasi dengan Florentino Perez. Laporan menyebutkan pertemuan sudah dekat dan transfer bisa dilakukan minggu ini. 

PUJIAN DARI FANS TAK AKAN MEMBUAT MBAPPE BERTAHAN DI PSG

Kylian Mbappe mendapat pujian dari suporter PSG akhir pekan lalu. Apresiasi itu diyakini merupakan usaha merayu Mbappe agar mau bertahan di PSG. Diketahui, kontraknya akan habis 30 Juni nanti, dan belum diperpanjang. Namun hal tersebut diyakini tak akan membuatnya termakan bujuk rayu untuk bertahan di klub ibukota Prancis itu. Mbappe justru kecewa melihat apa yang dialami oleh dua rekannya Messi dan Neymar yang mendapat cemoohan dari fans PSG.

PIALA FA: CHELSEA CABUT PERMINTAAN LAGA TERTUTUP MELAWAN MIDDLESBROUGH

Chelsea menarik permintaan agar laga perempat final Piala FA melawan Middlesbrough digelar tanpa penonton. Sebelumnya, Chelsea mengajukan permintaan kepada FA agar laga di Stadion Riverside, Minggu (20/3) dimainkan secara tertutup, dengan alasan ‘keadilan untuk kedua tim’. Hal ini disebabkan Chelsea tak bisa menjual habis jatah tiket sebanyak sekitar 4.620 lembar yang dialokasikan untuk mereka. Baru 600-an tiket yang laku, dan Chelsea tak bisa lagi menjual sisanya, imbas sanksi yang keburu dijatuhkan kepada klub. Permintaan aneh Chelsea tersebut dikecam oleh pihak Middlesbrough. Saat ini solusi lain sedang ditempuh agar suporter The Blues bisa hadir lebih banyak di laga tersebut.

LILLE VS CHELSEA, KAI HAVERTZ SIAP ROGOH KOCEK SENDIRI BUAT TRANSPORT

Chelsea kini tengah disanksi oleh Pemerintah Inggris yang memberi dampak ke finansial klub. Mendapati kondisi ini, Kai Havertz pun bersikap heroik dengan menyatakan siap membayar biaya perjalanan timnya untuk sementara. Hal ini disampaikan jelang laga Lille vs Chelsea di leg kedua 16 besar Liga Champions. “Saya akan membayarnya, itu bukan masalah. Itu bukan persoalan besar. Buat kami hal terpenting adalah datang ke pertandingan,” ujarnya dilansir ESPN.

CAS TOLAK PERMOHONAN RUSIA TERKAIT SANKSI UEFA

Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menolak permohonan Federasi Sepak Bola Rusia untuk mencabut larangan tim sepak bola Rusia berlaga di kompetisi Eropa. Dalam siaran persnya Selasa (15/3), CAS mengatakan bahwa keputusan Komite Eksekutif UEFA untuk menangguhkan tim asal Rusia di kompetisi Eropa tetap berlaku.

BENZEMA JADI PEMAIN PRANCIS TERSUBUR, LAMPAUI REKOR HENRY

Penyerang Real Madrid, Karim Benzema menjadi pemain Prancis tersubur dalam sejarah, memecahkan rekor yang selama ini dipegang Thierry Henry. Striker brewok tersebut mencetak lima gol dalam dua laga terakhir Real Madrid. Dengan lima gol tambahan itu, Benzema telah mencatat 413 gol sehingga membuat dia menempati peringkat teratas pencetak gol terbanyak Prancis sepanjang sejarah. Dia melampaui rekor Henry yang mengoleksi 411 gol.