5 Tahun Tanpa Gelar, MU Ngapain Aja?

spot_img

Tersingkir dari Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions, penantian panjang Red Devils untuk merengkuh sisa perebutan gelar musim 2021/2022 tamatlah sudah. Setan merah dipastikan kembali menjalankan rutinitas puasa gelar.

Mereka terakhir merengkuh gelar di musim 2016/17 di bawah arahan Jose Mourinho. Kala itu Mou bersama United berhasil merengkuh gelar Europa League, Piala Liga dan Community Shield. Namun, setelah itu MU benar-benar memulai puasa gelar, bahkan sampai lima tahun dan menimbulkan pertanyaan, selama lima tahun itu MU ngapain aja?

Musim 2017/2018

Musim 2017/18, United masih ditukangi Jose Mourinho di awal musim. Dengan beberapa prestasi yang direngkuh musim sebelumnya, Mou masih dipercaya manajemen United.

Bergerak di bursa transfer, MU di bawah Mourinho bertekad bersaing untuk merebut gelar Premier League di musim keduanya. Setelah di musim pertamanya 2016/17 MU hanya finis di urutan ke 6 Premier League.

Mourinho mulai merombak skuadnya dengan mendatangkan nama-nama seperti Lindelof, Lukaku, Alexis Sanchez, Ibrahimovic serta Matic guna melengkapi skuad yang sudah berisi pemain seperti Martial, Rashford, maupun Pogba.

Kiprah MU bersama Mourinho musim 2017/18 diawali dengan memperebutkan gelar PIala Super Eropa melawan juara Champions League, Real Madrid. Tapi MU harus takluk 2-1.

Kemudian di kompetisi Piala Liga. Mereka sebagai juara bertahan harus keok di babak ke 5 atas Bristol City 2-1. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu hingga akhir musim, Mou berhasil membawa pasukan Red Devils duduk di posisi runner up dengan 81 poin di bawah Manchester City yang mengoleksi 100 poin. Sebuah peningkatan prestasi tersendiri bagi Mou di MU.

Di Liga Champions, langkah MU bersama Mou hanya mencapai babak 16 besar. Mereka disingkirkan Sevilla dengan agregat 2-1. Menjelang akhir musim, MU masih berpeluang meraih trophy satu-satunya musim itu ketika Mou berhasil mengantarkan MU melaju ke final Piala FA melawan Chelsea. Tapi nahas, MU harus keok 1-0. MU pun mengakhiri musim tanpa satu pun gelar.

Musim 2018/2019

Musim berikutnya manajemen MU mempertahankan Jose Mourinho sebagai pelatih. MU tidak banyak bergerak di bursa transfer musim 2018/19. Praktis hanya penambalan skuad dengan kedatangan Fred dan Diogo Dalot. Hampir sebagian besar sisa skuad Mourinho musim lalu masih bertahan di Old Trafford.

Hasilnya, Mou kerap inkonsisten di musim ketiganya ini. Sampai bulan Desember 2018 MU hanya merengkuh 7 kemenangan dari 17 pertandingan yang dilakoni. Hal itu berimbas nyata pada Mourinho.

Manajemen United akhirnya memecat Mourinho pada 18 Desember 2018 dan digantikan pelatih sementara Ole Gunnar Solskjaer sampai akhir musim.

Secara hasil pun MU di musim itu kembali nihil gelar. Mereka di Piala Liga terhenti di babak ketiga oleh Derby County lewat adu penalti. Kemudian di Liga Champions mereka terhenti di perempat final dari Barcelona. Sedangkan di Piala FA mereka juga terhenti di perempat final dari Wolves dengan skor 2-1.

Di akhir musim bersama Ole, MU hanya mampu finis di peringkat 6 klasemen Liga Inggris yang mengakibatkan mereka kembali absen di Champions League musim depan.

Musim 2019/2020

Musim 2019/2020 adalah awal musim pertama Ole sebagai pelatih resmi setelah ia diangkat oleh klub pada 28 Maret 2019. Ole yang notabene legenda mereka sangat dipercaya fans dan manajemen untuk kembali berproses dan mengangkat performa MU.

Ole pun bergerak di bursa transfer demi mewujudkan rencananya di MU. Ia membeli Daniel James, Harry Maguire, Aaron Wan Bissaka, serta Bruno Fernandes.

Ole juga melakukan cuci gudang dengan membuang banyak pemain sisa Mourinho di musim itu seperti, Lukaku, Alexis, Ashley Young, Ander Herrera, maupun Smalling.

Akan tetapi, MU di bawah Ole pada musim itu kembali mengakhiri musim tanpa gelar. Di semifinal Piala Liga mereka kalah  oleh Manchester City. Sementara itu, di semifinal Piala FA mereka kalah dari Chelsea 3-1. Dan yang terakhir di semifinal Europa League mereka dikalahkan Sevilla 2-1.

Adapun di Liga Inggris, Ole berhasil memperbaiki posisi MU menjadi finis di peringkat 3 klasemen sekaligus mengembalikan harkat dan martabat MU ke Liga Champions.

Setidaknya dengan 3 semifinal serta posisi ke 3 di musim pertamanya, Ole yang dianggap sedang berproses itu bisa dikatakan menuai progress yang nyata. Manajemen dan fans terlanjur percaya dan menikmati progress itu sambil melakukan pembenahan di musim berikutnya, meskipun tak ada satupun gelar yang diraih.

Musim 2020/2021

Musim 2020/21 MU kembali menikmati proses bersama Ole. Ole bertekad memperbaiki posisi MU dan menargetkan beberapa gelar musim ini. Di musim keduanya, Ole menambal beberapa pemain di bursa transfer. Ia membeli Donny Van De Beek, Cavani, Alex Telles, serta Amat Diallo.

MU pun berhasil dibawanya menjadi runner up di akhir musim dengan 74 poin dibawah Manchester City dengan 86 poin. Rekor 14 kali tak terkalahkan setelah break covid hingga akhir musim menjadi rekor tersendiri bagi Ole di MU.

Akan tetapi, di ajang lain seperti Piala Liga, Piala FA, maupun Champions League, Ole ternyata masih minim pengalaman merengkuh sebuah gelar. Di Piala FA mereka dikalahkan di babak perempatfinal oleh Leicester 3-1. Di Piala Liga mereka kalah di semifinal dari Manchester City 2-0.

Di Liga Champions mereka tersingkir di babak grup. Mereka terlempar ke Europa league setelah finis di peringkat 3 grup dibawah PSG dan Leipzig. Ole sebetulnya mampu mengantarkan United sampai final Liga Eropa melawan Villareal. Tapi, nasib Ole kembali buruk, kesempatan gelar satu-satunya di musim itu raib setelah kalah lewat adu penalti.

Musim 2021/2022

Memasuki musim ketiga Ole di 2021/2022, ia ketiban rejeki dengan kehadiran Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho dan Raphael Varane. Hal itu membuat MU makin yakin dengan tambahan amunisi bintang dan racikan Ole bisa membuat mereka meraih beberapa gelar musim ini.

Akan tetapi, sampai November 2021 hasil itu tak kunjung hadir. Ole pun dipecat pada 21 November 2021 dan digantikan pelatih sementara Carrick, kemudian dilanjutkan oleh Ralf Rangnick.

Tuah Rangnick yang diharapkan mampu menjadi penyelamat United pun tak mampu membawa perubahan instan. Mereka tersingkir di beberapa kompetisi. Seperti di Piala Liga mereka terhenti di babak ketiga oleh West Ham 1-0. Kemudian di Piala FA tersingkir di babak keempat oleh Middlesbrough lewat adu penalti. Dan yang terakhir kandas di 16 besar Liga Champions oleh Atletico Madrid dengan agregat 2-1.

Namun, di Liga Inggris yang masih berjalan, MU di bawah Rangnick masih bertarung memperebutkan satu tiket ke Liga Champions musim depan. Bagaimanapun MU sekarang masih bercokol di peringkat 5 klasemen.

Sejak musim 2016/2017, lemari trofi MU kosong penuh debu. Derita yang mau tidak mau harus diterima, paling tidak fans MU harus bersabar, dan menunggu lagi tahun depan. Karena barangkali, tahun depan MU bakal menambah pahala puasanya.

Sumber Referensi : skysports, sportingnews, transfermarket

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru