Beranda blog Halaman 562

Bermain Luar Biasa, Ternyata Pemain Ini Dibayar Murah

0

Dalam sedekade terakhir, klub-klub kaya papan atas liga top Eropa tak segan-segan menghabiskan banyak uang untuk memenuhi harga pasar dan gaji seorang pesepakbola.

Terkesan mubazir, klub-klub kaya seperti Real Madrid tak keberatan membayar gaji Gareth Bale yang mahalnya minta ampun, yaitu 528 ribu pound atau setara dengan Rp9,8 miliar per minggu. Padahal Bale tak memainkan peran vital di Madrid, ia sibuk dengan hobi bermain golf-nya

Sedangkan pemain-pemain yang berkontribusi penuh hingga berdarah-darah malah mendapat gaji yang tak sepadan. Nah, berikut daftar pemain-pemain top yang harus naik gaji musim depan.

Theo Hernandez 

Pertama ada pemain AC Milan, Theo Hernandez. Bek kiri Timnas Prancis itu telah menjadi salah satu pemain terbaik di Serie A dalam dua musim terakhir. Theo menjelma sebagai salah satu bek kiri bertipe menyerang terbaik di Serie A. Meski demikian, ternyata Theo dibayar murah di Milan.

Theo hanya dibayar 34 ribu pound atau sekitar Rp630 juta per minggu. Angka itu sangat jauh apabila dibandingkan dengan pemain Milan lainnya seperti, Tiémoué Bakayoko atau Ante Rebic yang mendapat gaji lebih dari 90 ribu pound atau Rp1,6 miliar. 

Padahal kontribusi Theo lebih signifikan dari mereka. Dari 27 laga di liga, Theo sudah mencatatkan 4 gol dan 6 assist. Sedangkan Bakayoko nihil kontribusi dan Rebic hanya mencetak 2 gol sebagai seorang penyerang sayap

Robin Gosens 

Bek kiri Serie A lainnya ada Robin Gosens. Meski tampil luar biasa bersama Atalanta dengan mencetak 12 gol serta 8 assist. Ternyata gaji Robin Gosens di Serie A sangatlah kecil.

Dengan masih berstatus pinjaman di Inter, Gosens belum mendapat kontrak penuh dari kubu Nerazzurri. Jadi status gaji Gosens masih mengikuti kontrak Atalanta, yaitu 22 ribu pounds atau sekitar Rp400 juta per minggu. 

Dengan warna baru yang ditawarkan Gosens di bersama Inter, rasanya Robin Gosens layak mendapat gaji yang lebih besar dari apa yang ia dapat di Atalanta, setelah Inter meresmikan transfernya nanti.

Phil Foden 

Selanjutnya ada bintang muda Manchester City, Phil Foden. Foden merupakan produk asli dari akademi City. Jadi wajar-wajar saja akamsi dibayar murah. Menurut situs Spotrac, Foden hanya mendapat gaji sebesar 12 ribu pound (Rp222 juta) per minggu.

Itu angka yang sangat kecil apabila melihat performanya yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Foden berhasil menjadi sosok penting di skuad asuhan Pep Guardiola. Selama bermain di tim utama, pemain 21 tahun ini sudah memainkan 163 pertandingan dan mencetak 43 gol.

City sempat menawarkan kontrak dengan gaji fantastis pada akhir musim lalu. Namun, hingga kini City dan Foden belum menemui kata sepakat. Dengan menggantungnya kontrak Foden, praktis ia kini masih mendapat gaji yang bahkan masih lebih kecil dari kiper yang kemarin blunder, Zack Steffen (46 ribu pound/Rp854 juta per minggu).

Edouard Mendy 

Dalam setahun terakhir, Edouard Mendy telah membangun reputasi sebagai salah satu kiper terbaik di sepakbola Eropa. Kedatangan Thomas Tuchel telah mengubah nasib Chelsea menjadi lebih baik, dan tangan Mendy telah menjadi kontributor utama dalam proses tersebut.

Namun, meski Chelsea merupakan salah satu klub kaya di muka bumi, gaji Mendy tak sebesar kontribusinya kepada The Blues. Ternyata penjaga gawang Timnas Senegal itu bukanlah penjaga gawang dengan bayaran tertinggi di Stamford Bridge. Ia hanya menerima gaji sebesar 52 ribu pound atau sekitar Rp966 juta per minggu.

Bahkan gaji Mendy jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan kiper pesakitan Kepa Arrizabalaga yang menerima gaji sekitar 150 ribu pound atau sekitar Rp2,7 miliar per minggu. Jika seperti ini, Mendy harusnya bertukar gaji dengan Kepa musim depan.

Bukayo Saka & Emile Smith Rowe 33 rb dan 42 rb pound/minggu

Selanjutnya ada duo pemain muda potensial yang dimiliki oleh Arsenal, Bukayo Saka dan Emile Smith Rowe. Sama halnya dengan Chelsea, Arsenal merupakan salah satu klub kaya di Eropa. Cuma agak pelit aja.

Bermain di Arsenal tak membuat Saka dan Emile memiliki gaji selangit. Sama-sama binaan dari akademi Arsenal, mereka hanya mendapat gaji tak lebih dari 45 ribu pound atau sekitar Rp830 juta per minggu. 

Itu angka yang kurang pas apabila melihat performa mereka dalam dua musim terakhir. Meski masih muda, Emile dan Saka sudah menjadi motor serangan Arsenal musim ini. Masing-masing dari mereka sudah mencetak 10 gol lebih di semua kompetisi. 

Ironisnya, gaji mereka masih kalah dari pemain-pemain seperti Pablo Mari atau Rob Holding yang mana kontribusinya jauh dari apa yang sudah Emile dan Saka berikan pada Arsenal. 

Federico Chiesa 

Sempat menjadi tulang punggung Timnas Italia kala menjuarai Euro 2020, dan membangun partnership yang mematikan bersama Cristiano Ronaldo musim lalu. Tak membuat Federico Chiesa langsung mendapat bayaran yang besar di Juventus.

Chiesa hanya mendapat bayaran sebesar 54 ribu pound atau sekitar Rp1 miliar per minggu. Mungkin untuk sebagian besar pemain, itu sudah angka yang cukup. Namun, yang sedang kita bicarakan adalah seorang Federico Cheisa.

Dengan kontribusinya di Timnas Italia dan Juventus sebelum akhirnya mengalami cedera pada pertengahan Januari kemarin, Chiesa tentu berhak mendapat bayaran yang lebih tinggi musim depan. 

Jika dibandingkan dengan gaji 125 ribu pound (Rp2,3 miliar) milik Arthur Melo yang kontribusinya tak seberapa, tentu tak sebanding dengan apa yang sudah diberikan Chiesa selama ini.

Scott Mctominay 

Scott Mctominay mungkin tak berkontribusi banyak di skuad Manchester United musim ini. Namun, beberapa fans menganggap Mctominay merupakan satu-satunya pemain yang masih bermain dengan semangat DNA United.

Dengan hanya menerima gaji sebesar 20 ribu pound atau sekitar Rp370 juta per minggu, itu dirasa terlalu kecil untuk pemain yang selalu bermain dengan passion jatuh bangun demi menyaring serangan. Bahkan gaji Mctominay jauh di bawah Phil Jones (75rb pound) yang mana ia jarang dimainkan.

Declan Rice 

Menurut Laporan The Sun, Declan Rice menjadi salah satu pemain yang menerima upah minimum bersama timnya, West Ham United. 

Dengan kembali menolak tawaran kontrak baru dari West Ham, Gelandang Timnas Inggris itu masih mendapat gaji kontrak lama sebesar 3 ribu pound atau hanya sekitar Rp55 juta per minggu.

Angka itu sangatlah kecil apabila dibandingkan dengan pemain West Ham lain dan kontribusinya kepada The Hammers. Bahkan Rice telah bertransformasi menjadi gelandang bertahan terbaik yang dimiliki Inggris. Itu membuat klub kaya seperti MU dan Chelsea yang berminat untuk mendatangkannya.

Pedri 

Yang terakhir ada Pedri, pemain masa depan La Blaugrana. Masuk akal apabila Pedri masih mendapat gaji 32 ribu pound atau sekitar Rp540 juta per minggu lantaran kondisi Barcelona yang sedang kesulitan dana dan usianya yang masih sangat muda.

Namun, dengan Barca yang telah meneken kontrak sponsor baru dengan Spotify, pemain yang digadang-gadang bakal jadi suksesor Iniesta di Barca ini layak mendapat kenaikan gaji musim depan. Terlebih, Pedri sendiri merupakan sosok penting di lini tengah Barca asuhan Xavi musim ini. 

https://youtu.be/xmHw61qYl7w

Sumber: Sportdias, Sportskeeda, Givemesport, Spotrac, Salaryspot, Footballdailly Transfermarkt

Tarian Tango Diego Forlan di Piala Dunia 2010

0

Piala Dunia 2010 membangkitkan gairah sepakbola Afrika guna menyambut pagelaran olahraga terbesar di dunia itu. Bahkan penyanyi asal Kolombia, Shakira pun ikut mempromosikan Piala Dunia 2010 dengan jingle-nya yang berjudul Waka Waka.

Terkenal sebagai Piala Dunia paling unik dan paling mudah diingat oleh publik pecinta sepakbola, Afrika Selatan jadi tuan rumah yang menawarkan ribuan peristiwa unik nan spektakuler bagi setiap penonton di mana pun berada. 

Dari lagu Waka Waka hingga Adidas Jabulani semua jadi bumbu penyedap berlangsungnya Piala Dunia 2010. Selain itu bersinarnya sang pemain terbaik, Diego Forlan juga mencuri perhatian para pecinta sepakbola. 

Oleh karena itu, Starting Eleven akan memantik memori lama football lovers untuk mengingat keberhasilan Diego Forlan di Piala Dunia 2010.

Diego Forlan

Sebagai mesin pencetak gol, Diego Forlan juga dikenal sebagai seorang legenda yang bekerja keras untuk membantu tim di mana pun tempatnya bermain. 

Sejak debutnya bersama Timnas Uruguay pada tahun 2002, Diego Forlan telah mencetak 36 gol untuk negaranya. Forlan adalah pesepakbola hebat yang bisa bermain menggunakan kedua kaki dengan sama baiknya, hal itulah yang membuatnya unik.

Dalam belasan tahun Diego Forlan telah membangun reputasi sebagai striker papan atas di sepak bola Eropa, klub-klub seperti Villarreal, Atletico Madrid, hingga Manchester United, semuanya telah ia jajal.

Di kampung halaman, Diego Forlan dikenal sebagai salah satu pemain favorit penggemar dalam sejarah sepak bola Uruguay. Terutama kisah perjuangannya bersama timnas Uruguay di Piala Dunia 2010 tak akan pernah dilupakan oleh seluruh masyarakat Uruguay.

Diego Forlan Memimpin Timnas Uruguay

Bermain bersama pemain sekelas Diego Godin, Martin Caceres, Edinson Cavani dan Luis Suarez, Forlan ditunjuk sebagai kapten Timnas Uruguay di Piala Dunia 2010. 

Bukannya dimainkan sebagai penyerang utama, Forlan justru mendapat instruksi khusus dari sang pelatih, Oscar Tabarez untuk bermain sebagai gelandang serang. Nyatanya, posisi itu malah membuat Forlan dapat menari lebih bebas di lapangan.

Berperan sebagai the classic number 10, Forlan menampilkan permainan yang sangat memukau. Ia menjadi salah satu pemain kunci di setiap laga yang dimainkan oleh La Celeste.

Tergabung di Grup A bersama Meksiko, Prancis dan sang tuan rumah Afrika Selatan, nyatanya tak membuat nyali dari Diego Forlan Cs ciut. Sempat berhasil menahan imbang tim kuat Prancis di pertandingan pertama, Uruguay berhasil bangkit di pertandingan kedua kala bertemu tuan rumah.

Uruguay menang telak tiga gol tanpa balas. Diego Forlan jadi bintang dalam laga tersebut dengan memborong dua gol sekaligus. Di pertandingan ketiga, La Celeste memainkan laga yang cukup alot melawan Meksiko. Mereka hanya mampu menang tipis 1-0 melalui gol tunggal Luis Suarez.

Forlan Membawa Uruguay Hingga Semifinal

Berhasil menyapu bersih laga penyisihan grup tanpa kekalahan, Diego Forlan meletakan Timnas Uruguay di puncak klasemen Grup A yang mana dengan hasil tersebut, Uruguay akan menghadapi Korea Selatan di babak 16 besar.

Korea Selatan bukan perkara sulit bagi Diego Forlan dan kolega. Meski Forlan tak mencetak gol di laga tersebut, ia berkontribusi dengan memberikan assist untuk gol pertama Luis Suarez di menit-menit awal laga.

Laga berakhir dengan skor 2-1, Uruguay menantang Ghana di babak perempat final. Laga Uruguay melawan Ghana bisa dibilang jadi laga paling memorable di Piala Dunia 2010. Bagaimana tidak? Di laga inilah tangan setan milik Suarez membuat publik Afrika menangis lantaran satu-satunya wakil mereka yang tersisa harus tersingkir dari Piala Dunia.

Uruguay sempat tertinggal terlebih dahulu melalui gol jarak jauh Sulley Muntari di menit ke 45. Namun, di awal babak kedua, Diego Forlan muncul jadi juru selamat La Celeste. Melalui tendangan bebas luar biasa, Forlan kembali menghidupkan asa Uruguay di Piala Dunia 2010. Uruguay menang 4-2 di babak adu penalti dan lolos ke semifinal.

Perjuangan Diego Forlan pun terhenti di semifinal oleh Belanda. Meski kalah, Forlan berhasil menunjukan kelasnya sebagai salah satu striker paling mematikan yang dimiliki Amerika Latin. 

Seakan tak mau kalah, setelah tertinggal oleh gol spektakuler Van Bronckhorst, Diego Forlan melakukan tendangan jarak jauh juga menggunakan kaki kiri yang mana itu bukan kaki terkuatnya. 

Bola Jabulani yang terkenal sulit dikendalikan seketika tunduk pada kaki Forlan. Seolah-olah ia memanfaatkan keliaran Jabulani sebagai senjata rahasianya. Bola pun melesat masuk ke gawang Maarten Stekelenburg. 

Pemain Terbaik Piala Dunia 2010

Momen di mana Diego Forlan menjinakan si Jabulani terulang ketika laga perebutan juara ketiga menghadapi Jerman. Di menit ke 51, Diego Forlan berhasil membalikan keadaan dengan gol setengah voli yang luar biasa. Mungkin itu jadi salah satu gol terbaik di turnamen tersebut.

Namun, sayang, Jerman yang berisikan pemain-pemain top seperti Thomas Muller, Sami Khedira, Bastian Schweinsteiger, hingga Mesut Ozil berhasil menguasai jalannya sisa pertandingan. Harapan Uruguay untuk menempati peringkat ketiga pun kandas.

Pengaruh Forlan terhadap timnya sangat besar kala Luis Suarez dan Edinson Cavani belum mencapai tingkat tertinggi mereka. Usahanya dalam mengantarkan Uruguay ke peringkat empat berbuah penghargaan Golden Ball dan membuat dirinya sejajar dengan pemain seperti Zinedine Zidane, Ronaldo Nazario, hingga Diego Maradona.

Forlan mengumpulkan suara sebanyak 23,4% dalam vote pemain terbaik Piala Dunia 2010 dengan mengalahkan Wesley Sneijder di urutan kedua dengan 21,8% dan David Villa di urutan ketiga dengan 16,9%.

Dalam ajang Piala Dunia 2010, Forlan juga mencetak lima gol, membuatnya sejajar dengan David Villa dan Thomas Muller. Namun, Muller jadi pemain yang berhak mendapat golden boot lantaran ia mengemas assist lebih banyak.

Yang membuat prestasi Forlan di Piala Dunia semakin istimewa adalah kemampuannya menguasai bola Adidas Jabulani lebih baik dari pemain mana pun. Hal itu dibuktikan dengan tiga di antara lima golnya berasal dari tendangan jauh luar kotak penalti.

Di tengah serba-serbi Piala Dunia akibat gemuruh suara Vuvuzela, permasalah dan kontroversi Adidas Jabulani, dominasi sepakbola Spanyol, kebangkitan Timnas Jerman, serta tangan setan milik Luis Suarez, penampilan Diego Forlan di Afrika Selatan pantas untuk selalu diingat.

Sumber: Sportbible, FIFA, Sport-trible, The Guardian, Goal

Berita Bola Terbaru 22 April 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

MANCHESTER UNITED BAKAL KEHILANGAN PAUL POGBA

Pelatih Manchester United, Ralf Rangnick, mengonfirmasi, Paul Pogba mengalami cedera betis saat The Red Devils dibantai Liverpool. Pemain asal Prancis itu pun dikhawatirkan absen saat Setan Merah bersua Arsenal dan Chelsea .Cederanya Pogba menambah derita Manchester United. Sebelumnya, MU sudah kehilangan Fred dan Scott McTominay karena cedera juga.

ANCELOTTI DIAMBANG SEJARAH DENGAN MEMENANGKAN 5 LIGA TOP EROPA

Pelatih Italia Carlo Ancelotti berada di ambang membuat sejarah sebagai ahli taktik pertama yang pernah memenangkan gelar Liga di Spanyol, Italia, Inggris, Prancis dan Jerman. Sebelumnya, belum pernah ada yang melakukannya. Musim ini, Ancelotti selangkah lagi membawa Real Madrid juara La Liga. Dia sebelumnya sudah pernah juara Liga Italia bersama Milan, Liga Inggris bersama Chelsea, Liga Prancis bersama PSG, dan Bundesliga bersama Bayern.

EKS PELATIH TIMNAS ITALIA SOROT HASIL DUEL INTER MILAN VS AC MILAN

Eks pelatih Timnas Italia dan AC Milan, Arrigo Sacchi, menyoroti hasil pertandingan antara dua tim sekota Inter Milan kontra AC Milan, dalam laga leg kedua semifinal Coppa Italia, Selasa (19/4) kemarin. Laga itu dimenangkan Inter dengan skor 3-0. Menurut Sacchi, La Beneamata memang pantas menang. Pasalnya, dalam pandangan Sachhi, Inter Milan bisa memanfaatkan kenaifan permainan AC Milan dengan melakukan serangan balik.

KALAHKAN CHELSEA, MIKEL ARTETA OPTIMIS TEMBUS 4 BESAR

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta semakin optimis timnya bakal finis di posisi empat besar klasemen Liga Inggris usai menang atas Chelsea. Seperti diketahui, kemarin Arsenal menang 4-2 atas Chelsea di Stamford Bridge. Kemenangan ini meningkatkan asa Arsenal untuk finis di zona Liga Champions atau empat besar. Tambahan tiga angka membuat Arsenal naik ke peringkat lima klasemen sementara.

DAVID ALABA TAK SABAR BEREUNI DENGAN GUARDIOLA

Real Madrid dijadwalkan akan bertemu dengan Manchester City di babak semifinal Liga Champions Eropa musim 2021/22 kali ini. Pertemuan itu juga akan menjadi ajang reuni bagi bek anyar Madrid, David Alaba, dengan pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Keduanya sebelumnya pernah bekerjasama di Bayern Munchen. Alaba mengaku tak sabar untuk menghadapi mantan pelatihnya itu. Dia mengancam akan mengalahkan Guardiola dan membawa Madrid ke final.

XAVI: PIQUE SUKA JADI PUSAT PERHATIAN

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez menilai Gerard Pique merupakan sosok yang senang menjadi pusat perhatian. Kondisi itu menguntungkan bagi Blaugrana, karena bisa menjadi pemicu Pique tampil lebih garang. Pique belakangan ini menjadi bahan perbincangan setelah bocornya rekaman percakapan bek Barcelona itu dengan presiden federasi sepakbola Spanyol (RFEF) Luis Rubiales terkait memindahkan pertandingan Piala Super Spanyol ke Arab Saudi.

KEMBALINYA SANG KAISAR ADRIANO DI SAN SIRO

Sungguh mengharukan sekaligus menggembirakan, baik bagi Adriano dan fans Inter Milan yang mengidolakannya. Sang Kaisar, yang meninggalkan kesan mendalam selama membela klub berjuluk I Nerazzurri, kembali ke San Siro untuk menyaksikan semifinal Coppa Italia, rabu kemarin. Kehadirannya disambut hangat oleh para suporter yang memenuhi San Siro. Legenda sepakbola asal Brasil ini dijamu oleh Corporate CEO Alessandro Antonello dan CEO for Sport Giuseppe Marotta.

BICARA SOAL PENSIUN, IBRA SAMBIL HAJAR KAMERA

Zlatan Ibrahimovic akhirnya angkat bicara soal masa depannya. Penyerang AC Milan itu menegaskan hanya dirinya sendiri yang akan memutuskan kapan ia bakal gantung sepatu. Ia membeberkan hal tersebut melalui akun Twitter-nya. Uniknya Ibrahimovic melakukan hal tersebut sembari melakukan latihan shooting dan sekaligus menghancurkan sebuah kamera, dengan menuliskan caption “Saya yang memutuskan kapan berhenti, seperti saya memutuskan bola kuning akan menghantam Anda.”

PESAN MENYENTUH ALISSON UNTUK CRISTIANO RONALDO

Kiper Liverpool Alisson Becker memberikan pesan menyentuh kepada Cristiano Ronaldo dan keluarganya yang tengah berduka setelah kehilangan putranya. Hal itu disampaikan oleh Alisson pasca pertandingan Liverpool vs Man United. “Saya sangat sedih dengan apa yang terjadi pada keluarga Cristiano Ronaldo, dan saya tahu rasa sakit yang dialaminya, istrinya, dan semua orang yang dicintainya sangat besar,” kata Alisson.

ZIDANE ANGGAP BENZEMA SUDAH SEPERTI KAKAK

Penjaga gawang Rayo Vallecano, Luca Zidane, mendukung Karim Benzema mendapatkan penghargaan Ballon d’Or tahun ini. Ia sudah menganggap Benzema seperti kakaknya sendiri. Selama di Real Madrid (2016-2019), Luca sempat menjalin ikatan pertemanan dengan beberapa rekan satu tim. Dan, menurut pemain berusia 23 tahun ini, Benzema adalah teman yang terbaik. Anak dari legenda sepak bola Zinedine Zidane ini menilai, Benzema saat ini sedang berada di puncak performanya.

BARCELONA TUMBANGKAN REAL SOCIEDAD

Barcelona sukses menumbangkan Real Sociedad dengan skor 1-0 pada laga pekan 33 La Liga Spanyol, Jumat dini hari tadi. Bertanding di Reale Arena, gol tunggal Barcelona dicetak Pierre Emerick Aubameyang saat laga memasuki menit 11. Hingga laga berakhir, tak ada gol tambahan tercipta. Dengan hasil ini Barcelona masih duduk di posisi ke-2 klasemen sementara, sedangkan Sociedad nangkring di urutan ke-6. 

BARCELONA MAIN BURUK DI KANDANG SOCIEDAD, XAVI: UNTUNG MENANG

Manajer Barcelona, Xavi Hernandez mengakui bahwa timnya bermain buruk saat bertandang ke markas Real Sociedad di laga pekan ke-33 Liga Spanyol 2021/22. Untungnya, meski tak bermain baik seperti biasanya, Barcelona mampu menang tipis 1-0 atas Sociedad dan hal tersebut benar-benar disyukuri oleh Xavi. Xavi juga mengakui bahwa kemenangan tersebut adalah kemenangan yang sangat penting.

BURNLEY KALAHKAN SOUTHAMPTON 2-0

Burnley meraih poin penuh saat bermain di kandangnya, Turf Moor, saat menjamu Southampton dalam pekan ke-30 di ajang Premier League, Jumat (22/4) dini hari tadi. Mereka menang atas Southampton dengan skor 2-0 berkat gol dari Connor Roberts dan Nathan Collins di babak pertama. Atas hasil ini Burnley berada di urutan 18 pada klasemen Premier League dengan 28 angka.

RALF RANGNICK DAN FLETCHER DIKLAIM BENTROK

Hubungan pelatih Manchester United, Ralf Rangnick dengan Darren Fletcher dikabarkan tengah tidak baik-baik saja. Sportbible menyebut jika Rangnick tidak suka dengan kebiasaan Darren Fletcher berteriak memberi instruksi di pinggir lapangan. Lelaki asal Jerman tersebut bahkan sampai meminta Fletcher untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Tak cuma itu, Rangnick juga dikatakan tidak suka dengan aksi Fletcher yang menurutnya terlalu ikut campur dalam urusan teknis.

TERSERANG WABAH FLU, SKUAD LAZIO MULAI PULIH JELANG VS MILAN

Tujuh pemain Lazio dikabarkan mengalami gejala flu pekan ini. Namun segala sesuatunya mulai menunjukkan perkembangan lebih positif menjelang pertandingan akbar melawan Milan yang akan berlangsung pada Minggu (24/4) malam waktu setempat di Stadio Olimpico. Ketujuh pemain itu sempat absen latihan pada Rabu (20/4) waktu setempat. Empat dari tujuh pemain kabarnya telah sepenuhnya pulih dari flu dan mulai berlatih di gym, mereka adalah Milinkovic-Savic, Marusic, Strakosha dan Cataldi.

MU RESMI TUNJUK ERIK TEN HAG SEBAGAI MANAJER BARU

Teka teki siapa pengganti Ralf Rangnick akhirnya terkuak. Lewat media sosialnya, Manchester United resmi menunjuk Erik ten Hag sebagai manajer permanen baru. Ten Hag, yang bakal cabut dari Ajax di akhir musim, setuju dikontrak hingga 2025 dengan opsi perpanjangan setahun berikutnya. Untuk merekrut Ten Hag, MU setuju membayar kompensasi kepada Ajax dengan besaran sekitar 2 juta euro atau Rp 31 miliar.

TEN HAG DATANG, 18 PEMAIN MU INI TERANCAM DILEPAS

Kedatangan Erik Ten Hag dikabarkan akan membuat 18 pemain terdepak dari Old Trafford. Dikutip dari Sky Sports, 18 pemain yang dikabarkan akan hengkang meninggalkan Manchester United dengan berbagai alasan seperti habisnya kontrak seperti yang akan berlaku kepada Paul Pogba, Jesse Lingard, Juan Mata, Nemanja Matic, Edinson Cavani serta Lee Grant. Kemudian David de Gea yang kontraknya sisa satu musim, hingga memang tak dibutuhkan Erik Ten Hag seperti Dean Henderson sampai Eric Bailly.

MAGUIRE DAPAT ANCAMAN BOM DI RUMAH

Kapten sekaligus bek tangguh Manchester United Harry Maguire dapat ancaman bom di rumah saat bersama tunangan dan kedua anaknya. Dikutip dari Bleacherreport, Maguire melaporkan ancaman bom tersebut ke Kepolisian Cheshire, yang kemudian melakukan pemeriksaan di rumah mantan pemain Leicester City tersebut. Kepolisian juga menurunkan skuat anjing pelacak untuk mencari bom tersebut. Namun setelah dilakukan pencarian yang intensif, tidak ditemukan satupun bom di kediaman Maguire.

SCHOLES DAN DROGBA RAIH PENGHARGAAN HALL OF FAME EPL 2022

Legenda Manchester United Paul Scholes dan legenda Chelsea Didier Drogba memimpin daftar terbaru yang dilantik ke Hall of Fame Liga Premier, yang telah diumumkan Kamis (21/4). Selain mereka berdua, ada juga legenda Arsenal Ian Wright, mantan kiper Setan Merah Peter Schmeichel dan duo Manchester City Sergio Aguero dan Vincent Kompany.

ASENSIO PILIH AGEN BARU UNTUK CARI KLUB BARU

Pemain Real Madrid, Marco Asensio dilaporkan telah memilih agen baru, Jorge Mendes. Penunjukkan agen baru ini sekaligus membuka peluang Asensio hengkang dari Real Madrid. AC Milan disebut sebagai kandidat terkuat untuk mendapatkan Asensio. Namun dalam laporan yang sama Jorge Mendes mencoba memulai kontak dengan Tottenham Hotspur di bawah asuhan Antonio Conte.

REAL MADRID, BARCELONA, DAN JUVENTUS TERANCAM SANKSI UEFA

Real Madrid, Barcelona dan Juventus sekarang dapat menghadapi sanksi dari UEFA setelah tindakan pencegahan terhadap hukuman tersebut dicabut oleh pengadilan Madrid. Tiga klub itu yang masih berkomitmen pada proyek Liga Super Eropa, yang diluncurkan tahun lalu dan berusaha melepaskan diri dari Liga Champions. UEFA pada awalnya dicegah untuk memberikan sanksi kepada mereka yang terlibat, tetapi tindakan ini sekarang telah dicabut oleh hakim Sofia Gil Garcia dari Pengadilan Dagang Madrid No. 17.

RONALDO AKHIRNYA RESPON AKSI FANS LIVERPOOL

Mega bintang Manchester United Cristiano Ronaldo akhirnya memberi respons terkait aksi fans Liverpool yang menampilkan aksi simpati dalam laga lanjutan Liga Inggris. “Satu dunia… Satu olahraga… Satu keluarga global… Terima kasih, Anfield. Saya dan keluarga saya tidak akan pernah melupakan momen terhormat dan kasih sayang ini,” tulis Ronaldo di akun instagram pribadinya.

HAMILTON DAN SERENA WILLIAMS IURAN DEMI BELI CHELSEA

Melansir dari BBC, pembalap F1 Lewis Hamilton dan petenis Serena Williams dikabarkan akan terlibat dalam pembelian Chelsea. Mereka sebelumnya juga sudah terlibat dalam berbagai bisnis sebelum berniat untuk memiliki Chelsea. Hamilton dan Williams masing-masing akan menggelontorkan 10 juta pounds atau Rp187 miliar. Mereka akan mempercayakan dana tersebut dengan tergabung pada konsorsium yang dipimpin oleh Sir Martin Broughton.

AC MILAN BERMINAT DATANGKAN LUKAKU

Dikutip Goal, AC Milan dilaporkan bergabung dalam perlombaan untuk mendapatkan tanda tangan striker Belgia, Romelu Lukaku. Laporan tersebut menambahkan bagaimana kemungkinan tuntutan biaya transfer yang signifikan dari Chelsea, serta tuntutan upah pemain, akan menjadi batu sandungan besar dalam kesepakatan potensial pada tahap ini. Namun, transfer ini hanya akan terjadi jika Milan telah diakuisisi oleh Investcorp dari pemilik lamanya, Elliott Management.

LELANG JERSEY TANGAN TUHAN MARADONA DIBUKA DENGAN RP 71,7 MILIAR

Lelang jersey Diego Maradona yang dikenakan saat membuat gol tangan Tuhan ke gawang timnas Inggris pada Piala Dunia 1986, Rabu 20 April dibuka dengan tawaran pertama 5 juta dolar AS atau Rp71,7 miliar. Lelang jersey Maradona akan berlangsung hingga 4 Mei di Balai Lelang Sotheby’s New York, AS. France24 memberitakan beberapa jam setelah penawaran dibuka, seorang penawar menaruh harga 5,2 juta dolar AS, atau Rp 74,6 miliar.

 

Gerak Cepat, Ten Hag Harus Selesaikan Tugas Ini Di MU

Setelah sekian purnama, teka-teki siapa pelatih Manchester United terjawab sudah. Erik Ten Hag diumumkan secara resmi oleh Manchester United. Manajer asal Belanda itu akan memulai musim depan menukangi pasukan Red Devils yang sekarang malas-malasan bermain itu.

Nantinya Ten Hag punya banyak PR yang harus diselesaikan segera, agar semua berjalan lancar, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Berikut adalah tugas yang harus diselesaikan Ten Hag.

Segera Bangun Filosofi

Tahap pertama adalah membangun sistem bermain yang jelas. Seperti apa yang dilakukan Liverpool dengan Klopp maupun City dengan Pep. Mereka ketika awal melatih terlebih dahulu membangun filosofi dan sudah memikirkan resiko yang dihadapi. Satu sistem untuk selamanya, dan tidak tergantung oleh satu atau dua orang pemain itu dulu yang harus diterapkan.

Tampaknya, filosofi Ten Hag itu jelas, melihat apa yang ia bangun ketika di Ajax. Ia harus menerapkannya di MU sembari menyesuaikan dan melihat potensi lain yang ada di MU. Memang dalam membangun filosofi atau sistem bermain butuh waktu yang agak lama untuk berhasil menuai prestasi. Lihat saja Klopp, ia juga lama membangun Liverpool.

Menyingkirkan Yang Tak Dibutuhkan

Kalau sudah menerapkan filosofi dan formasi yang jelas untuk jangka panjang, barulah menuju pada pengaplikasiannya di lapangan. Di sini Ten Hag harus segera menunjuk siapa yang cocok dan siapa yang tidak cocok di MU agar pola permainannya bisa terbangun.

Ia harus menyelaraskan skuad yang dinilainya patut untuk dipertahankan. Ia juga harus berani mendepak para pemain toxic dalam tim. Bersama John Murtough sebagai direktur olahraga, Darren Fletcher sebagai direktur teknik dan Rangnick sebagai konsultan, mereka harus jeli memanfaatkan lantai bursa transfer musim panas nanti untuk membuang pemain dan tentu membeli pemain baru yang sesuai.

Benahi Format Pertahanan

Hal yang mesti diselesaikan Ten Hag berikutnya adalah pertahanan. Sejauh ini, meski berisi pemain mahal, pertahanan MU masih sangat rapuh. Ten Hag mesti membenahi pertahanan MU. Pemain seperti Eric Bailly, Wan Bissaka, maupun Harry Maguire sudah tidak bisa lagi jadi andalan.

Ten Hag harus mencari sosok bek untuk yang bisa membangun serangan dari belakang. Ia butuh bek yang tangguh serta piawai mengontrol bola dari belakang serta memiliki kualitas umpan yang baik.

Segera Beli Gelandang Bertahan

Teknis yang kedua adalah segera membeli 1 atau 2 orang gelandang bertahan sekaligus. Inilah titik permasalahan utama yang terus tidak dibereskan MU. Spot gelandang bertahan sebagai penyaring serangan dan pusat aliran bola ke depan selama ini diabaikan.

Dibutuhkan seorang pemain yang berpengalaman bagi Ten Hag di posisi gelandang jangkar untuk menjalankan permainannya. Ten Hag sudah tidak cukup lagi mengandalkan McTominay, Fred, Pogba, maupun Matic. Ia, bagaimanapun harus mencari pengganti nama-nama tadi dengan gelandang bertahan baru yang lebih bagus.

Segera Pilih Kiper

Dari lini pertahanan, selain 4 bek di belakang dan seorang gelandang bertahan. ada satu lagi yang penting harus diperhatikan Ten Hag, yaitu kiper. Kiper MU sekarang ada 2 yakni De Gea dan Dean Henderson.

Henderson yang musim lalu dipercaya Ole di awal musim tiba-tiba cedera dan De Gea kembali mengambil alih. Posisi kiper utama ini harus segera ditentukan oleh Ten Hag, mau pakai De Gea lagi atau Dean Henderson. Ataukah tidak percaya lagi keduanya dan mencari lagi di bursa transfer mendatang.

Memang, penjaga gawang menjadi posisi yang paling sering luput dari perhatian, tapi posisi ini juga vital bagi tim. Seorang penjaga gawang selain jago dalam refleks menghalau bola akan tetapi di era sekarang juga dituntut bisa menjadi pemain yang pandai mengalirkan bola dan sekaligus cerewet dalam mengatur lini belakang.

Sentuh Para Pemuda

Ten Hag adalah pengagum para pemain muda dalam tim, tak jarang skuadnya dibangun dari para pemuda. Maka dari itu, Ten Hag harus mulai melakukan pendekatan terhadap para pemain muda yang ada di MU sekarang.

Di United para pemuda seperti Elanga, Sancho, Rashford, sampai James Garner harus segera didekati intens dengan sentuhan psikologis ala Ten Hag. Membujuk agar semangat dan kualitas bermainnya tumbuh kembali.

Pendekatan Bruno Fernandes

Kemudian hal lain yang harus dilakukan Ten Hag adalah men-treatment secara khusus pemain yang berpengaruh seperti Bruno Fernandes. Pemain yang beberapa kali menyelamatkan MU di jaman Ole itu kini telah perpanjang kontrak. Ten Hag harus jeli memanfaatkan potensi Bruno untuk mendongkrak tim.

Peran Bruno akhir-akhir ini sangat jeblok. Secara mental bertanding juga. Diharapkan Ten Hag mampu memberikan perhatian khusus pada Bruno. Agar Bruno dapat bangkit dan kolektif lagi dengan tim di bawah Ten Hag nantinya.

Identifikasi Pemimpin

Ten Hag juga harus segera mengidentifikasi calon pemimpin nanti di lapangan. Ten Hag harus segera menunjuk kapten baru United. Ia harus melihat siapa yang cocok dalam segi kepemimpinan. Posisi kapten Harry Maguire juga harus dievaluasi mengingat efek buruknya di musim ini.

Ten Hag akan bekerja ekstra guna mencari sosok ini. Dia harus melihat dulu kepribadian para pemainnya nanti dan sembari meminta saran dari beberapa internal yang mengetahui seluk beluk United dari dalam. Kapten dengan mental pemimpin, mengayomi, mendinginkan ruang ganti serta tentu bermental pemenang itu yang akan dipilih Ten Hag.

Lanjutkan Proyek Pemuda

Selanjutnya untuk jangka panjang tim, Ten Hag juga harus segera menerapkan kurikulum jangka panjang proyek pemain muda di MU. Meski sekarang para pemain muda mulai bermekaran seperti Elanga, Mctominay, Hannibal, namun Ten Hag harus tetap konsisten membenahi sektor pembibitan pemain muda binaan akademi MU untuk lebih baik lagi.

Harta karun yang sering dimanfaatkan Ten Hag adalah pemain muda. Selain energik, komoditi pemain muda lebih mudah diatur dan dijadikan uang nantinya untuk pemasukan klub. Artinya, proyek menghasilkan pemain muda ini harus tetap dilanjutkan sembari juga membeli talenta muda dari luar yang cocok dengan skema bermain Ten Hag.

https://youtu.be/HOWS9W3xvuo

Sumber Referensi : fourfourtwo, sportingnews, skysports

8 Transfer Diam-Diam yang Kini Justru Jadi Bintang

0

Umumnya sebuah klub raksasa akan mendatangkan pemain top, dan akan menjadi bahan pembicaraan di seluruh media.

Namun, tidak dengan pemain-pemain berikut. Pemain-pemain ini dibeli oleh suatu klub tapi secara diam-diam. Tak banyak orang membicarakannya, bahkan ada beberapa yang justru kabarnya tenggelam dengan transfer lain yang dilakukan oleh klub yang sama.

Meskipun pada kenyataannya, walau secara diam-diam atau istilahnya di bawah meja, pemain-pemain ini justru tampil bagus. Dan tahu apa yang terjadi? Mereka malah kini menjadi pemain bintang dengan banderol yang lumayan mahal. Siapa saja mereka?

Marcelo (Real Madrid)

Marcelo Vieira nyaris saja bergabung dengan Sevilla. Ia sudah berangkat ke Spanyol untuk menandatangani kontrak. Namun, Real Madrid tertarik untuk meminang Marcelo. Tentu Marcelo mengiyakan. Akhirnya, ketika mendarat ke Spanyol, ia bukan ke Sevilla tapi ke Madrid. Siapa juga yang bisa menolak tawaran Los Galacticos?

Itu hanyalah kepingan kisah bek asal Brazil ketika dirinya mendarat ke Real Madrid tahun 2007. Saat itu transfer Marcelo ke Real Madrid bukanlah saga transfer. Mengingat Marcelo bukanlah pemain yang punya nama hebat.

Bahkan Fluminese awalnya sama sekali tidak tertarik dengan Marcelo. Ia bahkan harus dijajakan ke klub-klub lain, sampai hanya Vasco de Gama yang serius mengetuk pintunya. Namun, ia hanya sebentar di sana. Sampai akhirnya Marcelo harus kembali ke Helenico, klub awalnya.

Ketika ia datang ke Real Madrid, sebetulnya Marcelo akan ditempatkan di tim Castilla. Namun, pelatih Los Merengues kala itu, Fabio Capello berpikir lain. Capello melihat bakat luar biasa dalam diri Marcelo, dan memberinya kesempatan di tim utama. Marcelo bahkan bermain saat Real Madrid menghadapi Deportivo di Stadion Riazor 7 Januari 2007.

Andrew Robertson (Liverpool)

Mungkin para kopites tahu bahwa Andrew Robertson datang dari klub yang punya nama tapi tidak terlalu mentereng di Liga Inggris, Hull City. Namun, ketika Liverpool mendatangkan Robertson usai musim 2016/17 tuntas, tidak ada peliputan yang masif terhadap transfer tersebut.

Hal itu wajar saja, karena Liverpool membeli Robertson dengan harga 8 juta poundsterling (Rp149,3 miliar) yang kala itu terbilang murah. Awalnya tidak ada yang berpikir bahwa Robertson akan menjadi pemain yang sehebat ini. Apalagi ketika itu, Liverpool sedang dalam upaya merebut kembali Liga Premier.

Saat Robertson datang, banyak yang tak tahu apa alasan Klopp mendatangkan pemain semacam itu. Robertson hanyalah pemuda 23 tahun yang bermain untuk klub yang tidak terlalu bagus, Hull City. Ia juga menjadi full-back yang sedikit aneh.

Ketika di Hull City, ia justru tampil sangat menyerang saat timnya memiliki kualitas defensif yang sangat buruk. Namun, pasti ada alasan khusus mengapa Liverpool merekrut Andrew Robertson yang notabene “bukan siapa-siapa”. Direktur Riset Liverpool, Ian Graham sendiri bilang, “Roberton adalah pemain yang bersinar dalam data, tapi tidak bagi penggemar sepakbola.”

Jan Oblak (Atletico Madrid)

Saat Atletico Madrid kehilangan Thibaut Courtois yang merapat ke Chelsea untuk menjadi serep Petr Cech, secara mengejutkan Los Rojiblancos merekrut Jan Oblak. Tidak, mengejutkannya bukan ketika Oblak datang, tapi ketika performanya moncer di Atletico. Nama kiper Slovenia itu sebenarnya tidak telalu mengkilap ketika didatangkan Los Rojiblancos.

Betapa tidak? Selama di Benfica, Jan Oblak juga tak sering mendapat menit bermain. Malah Oblak kerap dipinjamkan ke klub lain selama berada di Benfica. Jadi apa dong yang membuat Atletico Madrid merekrut Oblak?

Alasan utamanya adalah untuk menggantikan sosok Courtois di bawah mistar. Disamping itu, Oblak yang ketika datang ke Los Rojiblancos berusia 21 tahun telah menunjukkan bakat yang luar biasa, dengan mengemas 22 clean sheets di musim 2013/14.

N’Golo Kante (Leicester City)

Siapa yang tidak mengenal N’Golo Kante? Gelandang enerjik, atraktif, dan murah senyum itu menjadi primadona banyak orang hari ini. Apalagi ketika dirinya menjadi sosok kunci Chelsea meraih titel Liga Champions. Namun, kedatangan Kante ke Inggris justru tidak pernah ada yang menyangka.

Apalagi N’Golo Kante awalnya sekadar menjadi rekrutan anyar klub bau kencur di Premier League, Leicester City di tahun 2015. Bahkan Leicester mendatangkan Kante dari klub antah berantah asal Prancis, Caen. Namun, Leicester adalah klub yang sangat beruntung ketika menemukan bakat Kante.

Adalah Pemandu Bakat Leicester, David Mills yang sangat terkesan dengan Kante saat bermain di Caen. Mills dibuat kagum oleh gelandang murah senyum itu. Kepala rekrutmen Leicester kala itu, Steve Walsh juga mengatakan hal yang sama. Bahkan Walsh menyamakan Kante dangan Claude Makelele.

Kante menjadi gelandang paling hebat yang pernah ada. Apalagi ia di musim pertamanya di Leicester sudah membawa timnya juara Liga Inggris. Selain kiprahnya menanjak, Kante juga mendatangkan keuntungan buat Leicester. The Foxes membeli Kante seharga 5,6 juta pounds (Rp104,2 miliar), tapi bisa menjualnya ke Chelsea dengan harga 32 juta pounds (Rp595,7 miliar).

Marco Verratti (PSG)

Orang pasti cenderung menyorot nama Lionel Messi, Kylian Mbappe, atau Neymar ketika membicarakan soal PSG. Tapi, sebetulnya sosok Marco Verratti lah yang menjadi pemain vital di tubuh Les Parisiens. Selain itu, ia adalah rekrutan diam-diam PSG yang kini menjadi bintang.

PSG mengontrak Verratti tahun 2012 dari klub rendahan di Liga Italia, Pescara. Verratti datang bersama nama-nama beken lainnya seperti Lucas Moura, Ezequiel Lavezzi, Thiago Silva, dan tentu saja Zlatan Ibrahimovic. Transfernya pun tertutup oleh ingar bingar kedatangan Ibra.

Namun, tentu semua sepakat bahwa Verratti adalah pemain berkualitas. Bakatnya, kegigihannya, dan visi bermainnya sangat nyetel oleh semua pelatih PSG. Laurent Blanc, Carlo Ancelotti, Thomas Tuchel, sampai Mauricio Pochettino. “Saat Verratti tiba di PSG, kita akan melihat bintang besar masa depan,” kata jurnalis Swedia dan penggemar PSG, Andreas Karlsson dikutip Bleacherreport.

Cesar Azpilicueta (Chelsea)

Saat Cesar Azpilicueta datang ke Chelsea 2012, tidak ada yang memperhatikannya. Barangkali karena kala itu The Blues mendatangkan Azpi dengan banderol yang terbilang murah, tak lebih dari sekitar 8 juta euro (Rp124,2 miliar). Belum lagi Azpi datang dari Marseille, klub yang biasa-biasa saja.

“Saya terikat kontrak dengan Marseille. Tapi ketika Chelsea menawarkan, saya mencoba untuk pindah demi mendapatkan kesepakatan antara klub,” kata Azpilicueta dikutip SI.

Sebelumnya, Azpilicueta mengawali karier profesionalnya juga dari klub biasa saja, Osasuna. Namun, Chelsea yang kala itu sudah dikuasai Roman Abramovich melihat Azpi dari sisi yang lain. Ia bisa menjadi sosok bek yang tangguh. Kini, ia beneran jadi bek tangguh dan telah menoreh banyak gelar bersama Chelsea.

Joshua Kimmich (Bayern Munchen)

Joshua Kimmich bukanlah nama pemain hebat dulunya, maka ketika Bayern Munchen merekrutnya pada 2015 tidak ada orang yang tahu. Kimmich datang dari klub Bundesliga 2 kala itu, RB Leipzig. Banyak yang meremehkan kualitas Kimmich, tapi tidak dengan pelatih Die Roten ketika itu, Pep Guardiola.

Guardiola yakin Kimmich adalah sosok yang tepat untuk pasukan The Bavarians. Dan iya, itu betul-betul terjadi. Kimmich yang awalnya mengisi pos bek itu, kini menjelma gelandang bertahan penerus Xabi Alonso di Munchen. Kini ia menjadi pemain versatile.

Padahal dulu, ketika datang tawaran dari Bayern Munchen, Kimmich sendiri hanya menganggap itu bercanda. Bahkan ketika kabarnya Guardiola betul-betul menginginkannya, Kimmich hanya mengatakan, “Jangan bercanda dengan saya”.

Robert Lewandowski (Borussia Dortmund)

Rumor transfer Lewandowski memang selalu menarik. Ia bisa dibilang striker produktif abad ini. Tapi ia awalnya bukan apa-apa ketika Dortmund merekrutnya. Bahkan Lewandowski beberapa kali dicampakkan klub-klub Polandia karena tubuhnya yang tidak ideal.

Namun, Klopp saat melatih Dortmund melihat ada yang luar biasa dalam diri Lewandowski. Ia pun mendatangkan Lewy ke Dortmund. Itu pun kedatangan yang, bukan hanya diam-diam, tapi malah seperti tidak disengaja.

Karena Lewy sebetulnya akan terbang ke Inggris dan bergabung ke Blackburn Rovers. Sebelum akhirnya batal lantaran sebuah bencana. Dan Dortmund merekrutnya dengan harga yang terbilang ekonomis, yaitu tak lebih dari 5 juta euro.

https://youtu.be/btLb-mGVUaw

Sumber referensi: Sportube, RealMadridCom, EuroSport, BR, LCFC, FourFourTwo, Bundesliga, TheseFootballTimes

Era Emas Klub Ini Tak Bisa Menolong Mereka Di Liga Champions

Dalam tiap fase sebuah klub pasti pernah memiliki era keemasan tersendiri. Berjaya di sepakbola domestik dan menguasainya selama bermusim-musim.

Ketika gelar domestik sudah mampu diraih, biasanya klub tersebut akan menaikan levelnya untuk berjaya di kompetisi tertinggi antarklub Eropa yakni Liga Champions. Namun, sayangnya, klub-klub berikut ini tidak mampu tampil mengesankan bahkan cenderung selalu gagal di Liga Champions, kendati mereka sudah menguasai kompetisi domestik.

Arsenal Era Invincible

Kisah Invincible Arsenal bersama Wenger merupakan kisah manis tak terlupakan bagi publik sepakbola khususnya fans Arsenal. Betapa gacornya skuad Arsenal kala itu dan dapat meraih juara liga dengan sempurna.

Di kancah Eropa pun anak asuh Wenger menunjukan tajinya bahwa The Invincible mampu bertarung di Champions League musim 2003/04. Akan tetapi, langkah skuad The Invincible terhenti oleh rival sendiri yakni Chelsea di perempat final.

Mereka meninggalkan jejak kegagalan itu dan melangkah balik di 2005/06 ketika Gunners dengan skuad sisa-sisa The Invisible mampu menembus final Champions League di Paris. Namun naas, Gunners keok oleh Barcelona.

Valencia Era 2000-2004

Valencia pernah berjaya pada era 1999/00. Valencia yang dalam masa peralihan pelatih dari Ranieri ke Hector Cuper pada masa itu mengusik hegemoni Barcelona dan Madrid.

Hector Cuper mampu membawa Valencia dua kali berturut masuk final Champions League pada musim 1999/00 dan 2000/01. Di final pertamanya bersama Cuper, Valencia harus takluk oleh El Real 3-0. Kemudian di final keduanya mereka harus takluk oleh Bayern Munchen di babak adu penalti.

Setelah itu, Valencia ditinggal Hector Cuper di 2001/02 dan posisinya digantikan Rafael Benitez. Benitez mampu mengembalikan kejayaan Valencia dengan dua kali menjadi kampiun La Liga pada 2001/02 dan 2003/04. Namun di Liga Champions langkah kelelawar Mestalla era Benitez tak mampu melaju jauh seperti apa yang dilakukan Hector Cuper.

Lyon Penguasa Perancis 2001-2007

Sebuah era dominasi panjang pernah dirasakan Lyon dengan menguasai Ligue 1 yang dimulai sejak musim 2001/02. Lyon mendominasi selama 7 musim dengan gelar juaranya. Yang mereka dapatkan dari 4 periode pelatih yang berbeda. Dari Santini, Paul Le Guen, Gérard Houllier, dan Allain Perrin.

Namun kesuksesan selama 7 tahun di kancah domestik tidak serta merta mampu mengantarkan mereka berbicara banyak di kancah eropa. Di Champions League sendiri langkah Lyon selalu gagal tiap musimnya, tidak satupun dari era kejayaan skuad periode itu yang mampu tampil di partai puncak.

Mentok, mereka pada musim 2009/10 ketika itu hanya mampu mencapai semifinal takluk oleh Munchen dengan agregat 4-0. Begitupun di musim 2019/20 juga mencapai semifinal akan tetapi gagal lagi ketika bertemu lawan yang sama yaitu Munchen.

Bayern Leverkusen Era 2000-2002

Era Bayern Leverkusen di medio awal 2000an pernah menciptakan cerita tersendiri. Klub yang mengusik dominasi Bayern Munchen ketika itu seketika menjadi buah bibir di sepakbola Jerman.

Kampanye gelar domestik maupun Eropa-nya selalu diwarnai drama. Dengan Michael Ballack dan pelatih Rudi Voller, selalu gagal menjadi juara dan sering mendapat julukan Mr runner-up.

Sindrom runner-up Leverkusen di musim 2001/2002 di bawah pelatih Klaus Toppmoller kehilangan tiga gelar sekaligus di fase akhir. Satu di Bundesliga, yang harus rela disalip Dortmund di laga akhir, dua di DFB Pokal, kalah oleh Schalke di final. Kemudian yang terakhir yang tak kalah menyakitkannya, adalah kalah oleh Madrid di final Champions League.

Dortmund Era Jurgen Klopp

Dortmund pernah mencapai era emas skuadnya di bawah gemblengan Jurgen Klopp. Dortmund bersama Klopp diharapkan mencapai puncak kejayaan di 1997 ketika terakhir menjadi juara Champions League.

Klopp mampu menyihir dunia bahwa era Dortmund telah kembali. Klopp mampu mengantarkan Dortmund menjadi juara Bundesliga berturut-turut pada musim 2010/11 dan 2011/12. Di musim berikutnya, Klopp mampu mengantarkan Dortmund kembali lagi ke final Champions League.

Di final mereka bertemu sesama wakil Bundesliga Bayern Munchen. All Bundesliga Final itu ternyata masih milik The Bavarians. Era skuad emas Klopp ketika itu harus rela takluk di final.

Juve Era Max Allegri 2015-2017

Selama lima musimnya di Turin, Max Allegri mengubah Juventus menjadi penguasa Serie A. Dibangun di atas pondasi yang diletakkan Antonio Conte, Allegri hampir selalu mempersembahkan gelar liga maupun Piala Liga di setiap musimnya. Tapi satu tujuan utama tetap belum tercapai yakni Champions League.

Dua kali masuk final Champions League skuad era emas Allegri berharap mampu mencuri gelar ambisi Juventus itu. Namun, di final pertama melawan Barcelona di 2015 harus takluk dengan skor 3-1.

Begitupun di final kedua 2017 bersama trio bek BBC (Barzagli, Bonucci, Chiellini) pasukan Allegri kembali gagal. Mereka takluk oleh Madrid dengan skor 4-1. Bagaimanapun era emas bersama Allegri selam periode 2015-2017 belum bisa mewujudkan ambisi utama Juventus yakni gelar eropa.

Atletico Madrid Era Diego Simeone 2014-2016

Simeone adalah tokoh utama yang membawa Atletico Madrid berubah menjadi kekuatan baru di eropa. Di liga domestik keberadaannya mengusik dominasi Real Madrid dan Barcelona setelah menjadi juara La Liga pada 2013/14. Sekaligus mereka mencapai partai puncak Liga Champions untuk menantang rival sekota Real Madrid.

Partai final yang berlangsung ketat hingga ekstra time itu akhirnya dimenangkan Real Madrid dengan skor 4-1. Begitu pula kesempatan kedua skuad emas Simeone di Champions League musim 2015/16, Atletico sekali lagi mampu mencapai final dengan menantang lawan yang sama yakni Real Madrid. Namun tetap apes, Atletico harus tunduk lewat drama adu penalti oleh El Real.

PSG Era Qatar

Siapa yang tak kenal Paris Saint Germain (PSG) sekarang yang diisi skuad bintang-bintang mahal dunia. Kiprah dominasi tim terbaik PSG tak dipungkiri dibangun oleh uang Qatar. Melalui Nasser Al Khelaifi dengan Qatar Sport Investment-nya mampu mengubah PSG menjadi tim yang disegani di dunia ini sejak diambil alih pada 2011.

Silih berganti pemain bintang keluar masuk Paris dengan harga dan gaji tinggi serta juga beberapa pelatih yang silih berganti membuat PSG selalu mendominasi Ligue 1. Selama diambil Qatar, PSG di Ligue 1 mampu menjadi juara selama 7 kali.

Akan tetapi, PSG dengan ambisinya meraih gelar Champions League sampai sekarang belum mampu mendapatkannya. Mentok prestasi terbaik PSG selama diambil alih Qatar adalah runner up di 2019/20 setelah di final dikalahkan Munchen. Ketika itu di bawah arsitek Thomas Tuchel.

Manchester City Era Uni Emirat Arab

Pengusaha Uni Emirat Arab mengambil alih Manchester City di tahun 2009. City disulap menjadi klub kaya baru dengan beberapa pemain bintang dan pelatih top yang silih berganti datang ke Etihad Stadium. City menjadi pengusik hegemoni klub besar di Liga Inggris ketika itu terutama rival sekota, MU. Julukan “tetangga berisik” pun disematkan MU pada City.

Menjuarai Liga Inggris, maupun gelar piala domestik bersama pelatih macam Mancini, Pellegrini, maupun Pep Guardiola tidak serta merta membuat City dan investor bangga. Pasalnya, ambisi utama mereka di Champions League belum pernah tercapai.

Prestasi mereka mentok terakhir sebagai runner-up di musim 2020/21. Ketika itu pasukan terbaik City dikalahkan Chelsea 1-0 di final. Kegagalan demi kegagalan di kancah eropa membuat ambisi pemilik akan tetap menggebu tiap musimnya seperti apa yang dilakukan pemilik PSG.

https://youtu.be/o1elPWWfEgQ

Sumber Referensi : fourfourtwo, 90min, sportskeeda

Berita Bola Terbaru 21 April 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

VAR AKAN DITERAPKAN DI LIGA PRIMER SKOTLANDIA

Tak ingin ketinggalan zaman, kompetisi sepakbola utama Skotlandia atau SPFL akan menggunakan teknologi VAR mulai musim depan. VAR akan dipasang di 12 stadion Liga Utama selama beberapa bulan mendatang dan diharapkan akan tersedia untuk membantu wasit pada Desember. Liga Sepakbola Profesional Skotlandia juga akan menggunakan VAR di semifinal dan final Piala Liga Skotlandia pada Januari dan Februari 2023.

MASALAH ARSENAL BUKAN KREASI PELUANG, TAPI…

Arsenal punya masalah pada penyelesaian akhir yang buruk. Menurut Opta, Arsenal ada di posisi lima di Premier League dalam angka expected goals. Namun, sejauh ini Arsenal baru mencetak 45 gol, peringkat delapan di antara tim-tim Premier League. Masih mengutip Opta, seharusnya Arsenal bisa mencetak tambahan 10 gol lagi musim ini jika bisa memaksimalkan peluang-peluang matang yang diciptakan dalam pertandingan.

ALLEGRI RESPON CUITAN SEPUPU ANDREA AGNELLI

Pelatih Si Nyonya Tua, Massimiliano Allegri enggan berkomentar tentang cuitan kontroversial Lapo Elkann, sepupu dari Presiden Juventus Andrea Agnelli, usai pertandingan kontra Bologna akhir pekan lalu. Lewat akun twitternya, Lapo Elkann mengutarakan ketidakpuasannya terhadap penampilan Bianconeri kontra Bologna, dengan menunjukkannya kepada Allegri. Allegri sendiri tak mau menanggapi soal itu, ia fokus menatap pertandingan demi pertandingan.

THOMAS TUCHEL BEBERKAN PENYEBAB LUKAKU MELEMPEM

Pelatih Chelsea Thomas Tuchel mengungkapkan alasan Romelu Lukaku kesulitan menemukan performa terbaiknya di depan gawang di musim ini. Tuchel mengatakan bahwa kebugaran Lukaku saat ini belum cukup baik dan perlu menemukan motivasi untuk menghidupkan kembali karirnya di klub London tersebut. Merosotnya performa Lukaku juga diakibatkan karena cedera dan COVID-19. Musim ini. pemain Belgia berusia 28 tahun itu hanya mencetak lima gol di Liga Premier Inggris.

AC MILAN TUTUP PINTU BAGI DONNARUMMA KEMBALI

AC Milan menutup pintu untuk mantan kiper mereka, Gianluigi Donnarumma, yang dikabarkan berpeluang pulang kampung musim depan. Kiper yang kini memperkuat PSG itu dirumorkan akan kembali ke San Siro setelah Konsorsium asal Bahrain, Investcorp tengah bernegosiasi dengan pemilik Milan, Elliott Management Corporation untuk proses akuisisi Rossoneri. Peluang itu tertutup karena Stefano Pioli telah mendapatkan pengganti Donnarumma yang mampu tampil gemilang pada musim ini, yakni Mike Maignan.

PSG SIAP LEPAS SERGIO RAMOS DI AKHIR MUSIM

Paris Saint-Germain kemungkinan akan melepas Sergio Ramos musim panas ini setelah cedera melanda sang bek sejak direkrut dari Madrid. Terlepas dari desas-desus kuat tentang rencananya untuk tetap di Paris, PSG menghadapi keputusan penting tentang masa depannya. Ramos menyisakan 12 bulan kontraknya di Parc des Princes, tetapi menurut laporan Football Espana, PSG bersedia melepaskannya, jika klub baru dapat menutupi gajinya.

MESUT OZIL DIKAITKAN DENGAN KLUB MLS

Jendela transfer musim panas semakin dekat dan beberapa klub di Major League Soccer akan mendatangkan pemain top dari liga di seluruh dunia untuk paruh kedua musim reguler. Dikutip dari Diario AS, Pemenang Piala Dunia Jerman, Mesut Ozil telah dikaitkan dengan kepindahannya ke Los Angeles karena ia dibekukan dari Fenerbahce karena alasan yang tidak jelas. 

NEWCASTLE AKAN SEBESAR PSG DAN MAN CITY

Gelandang Newcastle United, Jonjo Shelvey mengatakan timnya akan selevel dengan Manchester City dan PSG selepas diakuisisi oleh ‘sultan.’ Sebuah konsorsium yang dipimpin Arab Saudi membeli klub dari Mike Ashley pada Oktober lalu dan berjanji akan mengubah The Magpies menjadi tim yang mampu bersaing dengan jajaran elite di Liga Primer Inggris dan juga Eropa. Shelvey mengatakan bahwa semua pihak hanya perlu bersabar. Tinggal menunggu waktu The Magpies akan berjaya di kemudian hari.

NEYMAR KECAM KOMENTAR AURELIO

Bintang Brasil Neymar mengecam komentar mantan bintang Liverpool, Fabio Aurelio atas kegagalannya memenangkan Ballon d’Or selama waktunya di Paris Saint-Germain. Aurelio mengatakan Neymar harusnya kecewa karena dirinya gagal menegaskan status sebagai salah satu pesepakbola terbaik. Penyerang Brasil itu membalas dengan tanggapan yang cukup tegas, dengan menyatakan bahwa komentar Aurelio hanya “omong kosong”.

JIKA RAIH BALLON D’OR, BENZEMA HARUS BERTERIMAKASIH KEPADA VINICIUS JR

Penampilan apik Karim Benzema bersama Real Madrid tidak terlepas dari piawainya rekan setimnya asal Brasil, yakni Vinicius Junior. Sejauh ini Benzema telah berkontribusi dengan mencetak 39 gol dan menghasilkan 13 assist dari 39 penampilan di berbagai ajang. Dia juga membawa klubnya menuju gelar La Liga dan telah lolos ke semifinal Liga Champions. Berkat performa apiknya, Benzema pun dijagokan merengkuh Ballon d’or. Dan jika itu terjadi, maka Benzema harus berterima kasih kepada Vinicius Junior.

HASIL PREMIER LEAGUE

Chelsea dikalahkan Arsenal pada laga lanjutan Liga Inggris, Kamis dini hari tadi, di Stadion Stamford Bridge. The Gunners menang dengan skor 4-2. Di babak pertama, kedua tim saling berbalas gol. Arsenal mencetak gol lewat aksi Eddie Nketiah dan Emile Smith Rowe. Sedangkan Chelsea nyetak gol lewat Timo Werner dan Cesar Azpilicueta. Di babak kedua, Arsenal menambahkan keunggulan melalui gol kedua Eddie Nketiah dan penalti Bukayo Saka. Hasil ini masih menempatkan Arsenal di posisi kelima dengan 57 poin, sedangkan Chelsea ada di urutan ketiga.

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel menyebut kondisi lapangan Stamford Bridge sebagai salah satu faktor di balik kegagalan anak asuhnya memenangi laga derby London kali ini. Menurutnya, bola sering memantul liar dan itu menyebabkan timnya kesulitan.

Sementara di laga lain, Manchester City kembali ke puncak klasemen usai menang atas Brighton & Hove Albion dengan skor 3-0 di Etihad Stadium. Semua gol City tercipta di babak kedua, masing-masing oleh Riyad Mahrez di menit 53, Phil Foden menit 65 dan Bernardo Silva menit 82. Di tempat lain, Everton bermain imbang 1-1 dengan Leicester, dan Newcastle United menang 1-0 atas Crystal Palace.

HASIL LA LIGA

Dari ajang La Liga Spanyol, Real Madrid sukses mengalahkan tuan rumah Osasuna dengan skor 3-1. Laga ini diwarnai dua kegagalan penalti Karim Benzema di babak kedua. Tiga gol Madrid sendiri dicetak oleh David Alaba dan Marco Asensio di babak pertama, serta Lucas Vazquez di penghujung laga. Sementara, gol dari Osasuna dicetak oleh Budimir. Madrid kini semakin dekat dengan gelar La Liga, usai memperoleh 78 poin, unggul 17 poin dari Barcelona di posisi kedua.

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti memuji kinerja gelandang Dani Ceballos ketika timnya menang 3-1 atas Osasuna. Ceballos bermain selama 71 menit dan digantikan oleh Toni Kroos. Ancelotti mengklaim bahwa Ceballos salah satu yang terbaik di laga tersebut. Dia memanfaatkan kualitasnya dengan baik dan mungkin yang terbaik di antara lainnya.

Pada pertandingan lain di La Liga Spanyol, kamis dini hari tadi, Atletico Madrid bermain imbang 0-0 melawan Granada, dan Celta Vigo kalah 0-2 dari Getafe.

TEKUK FIORENTINA, JUVE TANTANG INTER DI FINAL COPPA ITALIA

Juventus menghajar Fiorentina pada laga leg kedua semifinal Coppa Italia di Allianz Stadium. Federico Bernardeschi membuka skor Bianconeri di babak pertama, sebelum Danilo menambahkan keunggulan di akhir babak kedua, sekaligus menutup laga dengan skor 2-0 untuk Juventus. Juve lolos ke final usai menang secara agregat 3-0 atas Fiorentina. Mereka akan menghadapi Inter Milan di final Coppa Italia 2022.

RAMOS CETAK GOL, PSG BUNGKAM ANGERS

Sergio Ramos menjadi salah satu pencetak gol bagi PSG pada Rabu malam saat mereka semakin dekat untuk mengamankan gelar Ligue 1 dalam kemenangan 3-0 di Angers. Ramos cetak gol di akhir babak pertama. sedangkan dua gol PSG lainnya dicetak oleh Kylian Mbappe di menit 28, dan Marquinhos di menit 77. PSG sekarang hanya membutuhkan satu poin lagi untuk melewati batas demi gelar kesepuluh Ligue 1 mereka.

LEGENDA JUVE MINTA DEL PIERO DIJADIKAN PRESIDEN

Marco Tardelli mendukung rekan sejawatnya sesama legenda Juventus, Alessandro Del Piero, untuk menjadi presiden klub raksasa Turin itu. Juve sebenarnya sudah memiliki Pavel Nedved sebagai wakil presiden klub, namun Tardelli mengambil contoh kesuksesan Paolo Maldini yang sukses membangkitkan AC Milan belakangan, setelah sempat terbuang sebagai legenda.

ANTONIO RUDIGER DIAM-DIAM HUBUNGI REAL MADRID

Antonio Rudiger telah menjadi target transfer Real Madrid di musim ini, dengan mereka telah mencoba untuk melakukan negosiasi sejak bulan Januari lalu. Kontrak pemain internasional Jerman itu bakal habis pada bulan Juni nanti, dan sekarang ia bebas untuk bernegosiasi dengan klub mana pun. Dilansir Football Italia, melalui agennya, Rudiger dilaporkan telah menghubungi Madrid untuk kemungkinan transfer di musim panas.

10 PEMAIN LAZIO ABSEN LATIHAN JELANG LAGA MELAWAN AC MILAN

Jelang menghadapi AC Milan di akhir pekan, Lazio berlatih kemarin, tetapi beberapa pemain mereka tidak berpartisipasi. Setidaknya ada sepuluh pemain Lazio yang absen latihan kemarin. Diwartakan Football Italia, pemain seperti: Thomas Strakosha, Marius Adamonis, Adam Marusic, Stefan Radu, Danilo Cataldi, Pedro, Raul Moro, Patric, Sergej Milinkovic-Savic dan Luiz Felipe absen dari sesi latihan tersebut. Menurut laporan, Milinkovic-Savic menderita flu, sementara alasan pemain lain belum diketahui.

PRESIDEN RFEF BAWA-BAWA KOKAIN SOAL SKANDAL DENGAN PIQUE

Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) Luis Rubiales merasa seperti dijebak setelah rekaman suaranya dengan bek Barcelona Gerard Pique bocor ke publik. Rubiales menyebut mungkin sekarang baru rekaman suaranya yang bocor, tapi besok dia bisa melihat kokain akan ditaruh di kantongnya. Rekaman tersebut, yang dibocorkan oleh El Confidencial, merinci percakapan soal ambisi Pique dan Rubiales memindahkan pertandingan Supercopa de Espana ke Arab Saudi.

LIONEL MESSI SUDAH TENTUKAN KLUB UNTUK MUSIM DEPAN

Mega bintang Lionel Messi dikabarkan sudah membuat keputusan soal masa depannya. Sebelumnya kelanjutan karier La Pulga sempat menjadi pembahasan. Laporan Football Espana, Messi memutuskan tetap bertahan di PSG, setidaknya satu musim lagi, atau sampai kontraknya dengan Les Parisiens berakhir. Messi yakin masih bisa berkembang dan mewujudkan ambisi meraih gelar Liga Champions bersama klub kebangaan kota Paris itu.

MIKEL ARTETA AKUI TAK ADIL KEPADA EDDIE NKETIAH

Eddie Nketiah membayar kepercayaan Mikel Arteta dengan dua golnya ke gawang Chelsea di Stamford Bridge. Manajer Arsenal, Mikel Arteta memuji penampilan Nketiah yang diakuinya memang kurang diberi menit bermain. “Saya seharusnya lebih sering memainkannya. Saya bilang padanya saya tidak adil,” ujar Arteta.

PARTAI ULANGAN BRAZIL VS ARGENTINA DIGELAR DI AUSTRALIA

Dikutip Diario AS, Pertandingan ulang antara Brasil kontra Argentina akhirnya diputuskan bakal digelar di Melbourne Cricket Ground, Melbourne pada tanggal 11 Juni 2022 mendatang. Laga kualifikasi Piala Dunia zona Conmebol itu sejatinya digelar pada 5 September 2021 lalu. Sayangnya, laga itu tidak tuntas karena sebuah insiden terkait Covid-19.

GUARDIOLA: SEKALI SAJA CITY TERPELESET, LIVERPOOL JUARA

Pep Guardiola sadar betul Manchester City tidak boleh terpeleset di sisa Premier League. Sekali saja gagal menang, City harus siap-siap disalip Liverpool. Kedua tim kini terpaut satu angka di papan atas klasemen. Persaingan antara City dan Liverpool diprediksi akan berlanjut sampai akhir musim. Pelatih asal Spanyol itu berharap City bisa menyapu bersih kemenangan di enam pertandingan tersisa.

FANS MU GALANG PETISI COPOT BAN KAPTEN MAGUIRE

Fans Manchester United membuat petisi untuk mencopot ban kapten Harry Maguire. Hingga berita ini dibuat, petisi tersebut sudah ditandatangani oleh hampir 25 ribu orang.  Fans Setan Merah sudah mulai gerah dengan performa Maguire. Melalui sebuah petisi, mereka menilai bahwa Maguire merupakan produk dari kebijakan transfer asal-asalan manajemen klub.

Mengapa Mbappe Menolak Dibayar Timnas Prancis?

0

Kylian Mbappe menjelma sosok penting di sepakbola Prancis. Kualitasnya di atas lapangan, membuktikan bahwa Mbappe layak menyandang predikat pemain paling dicintai seluruh rakyat Prancis. Apalagi punggawa Paris Saint-Germain itu turut membawa Timnas Prancis kampiun di Piala Dunia 2018.

Maka, wajar saja kalau Prancis juga akan memberikan sesuatu kepada Mbappe, pemuda yang luar biasa itu. Minimal dengan memberinya gaji saat bertugas untuk tim nasional. Namun, apa yang terjadi? Kylian Mbappe menolaknya. Pemain 23 tahun itu sejauh ini menjadi salah satu pemain yang menolak dibayar oleh Timnas Prancis.

Mbappe bahkan, kabarnya mampu mempengaruhi beberapa koleganya untuk ikut-ikutan menolak gaji dari Timnas Prancis. Hmm… kira-kira apa ya, yang membuat Mbappe menolak dibayar Timnas Prancis? Apakah Mbappe nggak butuh duit?

Bela Negara

Tentu Mbappe bukannya tidak membutuhkan sepeser pun uang. Hanya saja, untuk bermain di tim nasional, bagi Mbappe tidaklah seperti bermain untuk klub. Melalui majalah TIME, Mbappe menjelaskan alasannya.

Bagi Kylian Mbappe, dalam laporan tersebut, bermain untuk tim nasional konteksnya adalah bela negara. Mbappe di sana untuk membela negaranya, Prancis, bukan untuk mengeruk uang sebanyak-banyaknya. Ia bahkan selalu siap untuk Timnas Prancis, dan bersedia walaupun tidak dibayar.

Tindakan Amal

Mbappe, sebagai seorang pemain yang sudah moncer kariernya dan terbilang sangat kaya, tentu sudah tidak lagi membutuhkan uang berlimpah dari Timnas Prancis. Alih-alih mengambil bayaran dan bonusnya dari Timnas Prancis, Kylian Mbappe memilih untuk menyumbangkannya ke orang-orang yang membutuhkan.

Hal itu tercermin pada gelaran Piala Dunia 2018 silam. Kylian Mbappe total mendapatkan uang ketika membela Timnas Prancis sebanyak 500 ribu dolar atau sekitar Rp7,1 miliar kurs sekarang. Dengan rinciannya, 22.300 dolar (Rp319 juta) untuk setiap pertandingan, dan 350 ribu dolar (Rp5 miliar) bonus lantaran membawa Prancis juara.

Mbappe, dilansir CNBC, memilih untuk menyumbangkan seluruh uangnya itu ke sebuah badan amal yang ia dirikan sendiri. Badan amal itu namanya adalah Premiers de Cordees. Sebuah badan amal yang sengaja Mbappe bangun untuk membantu orang-orang yang menderita.

“Saya tidak perlu dibayar (di Timnas). Saya sudah mendapatkan cukup banyak uang. Jadi, saya rasa penting untuk membantu mereka yang membutuhkan. Banyak orang menderita, dan banyak orang yang terserang penyakit,” kata Mbappe seperti dikutip The Indian Express.

Mbappe berpikir bahwa semua orang pastilah tidak akan mau hidup menderita dan cacat. Begitulah caranya menggambarkan betapa menjadi cacat akan sangat sulit bagi setiap orang. Maka dari itu, ia tergerak untuk mendirikan badan amal. Di mana Mbappe ingin agar penderita cacat juga bisa melakukan olahraga seperti manusia lainnya.

Manajer Umum Premiers de Cordees, Sebastien Ruffin bahkan memuji tindakan Mbappe ini. Ia mengatakan Mbappe adalah orang yang hebat. Meski jadwalnya sangat padat, di tengah pertandingan dan latihan, Mbappe menyempatkan diri untuk mendatangi badan amalnya itu, dengan melakukan beberapa terobosan , selain tentu saja memberi tali kasih.

“Dia (Mbappe) memiliki hubungan baik dengan anak-anak. Dia selalu punya kata-kata untuk menyemangati mereka (anak-anak),” kata Ruffin seperti dikutip CNBC.

Menolak Sponsor Prancis

Selain untuk badan amal yang ia bangun, Mbappe menolak dibayar Timnas Prancis disinyalir karena keterkaitan Prancis dengan beberapa sponsor. Yup, belum lama ini, Kylian Mbappe kabarnya telah menolak mentah-mentah menghadiri kepentingan kemitraan dengan para sponsor.

For your information saja nih, Timnas Prancis memang sejak 2017 telah menjalin kerja sama dengan beberapa sponsor. Mulai dari Coca-Cola, KFC, Belin, sampai perusahaan judi online asal Prancis, BetClic menjadi sponsor lapis kedua Timnas Prancis. Kabarnya Kylian Mbappe tidak menyukai sponsor-sponsor tersebut.

Dilansir situs Marca, bahwa Coca-Cola, KFC, dan Belin sangatlah kontras dengan kampanye yang dilakukan pemuda 23 tahun tersebut. Mengingat badan amal yang Mbappe dirikan mengusung semangat diet yang seimbang. Sementara, merek-merek tadi bisa membahayakan tubuh dan mengganggu proses diet yang sehat.

Masih dari situs yang sama, Mbappe juga mengatakan bahwa dirinya percaya perusahaan judi seperti BetClic telah menyebabkan masalah serius pada anak muda di wilayah-wilayah terbilang miskin dan sederhana di Prancis. Termasuk di tempat kelahirannya, Bondy, sebuah kota komuter di pinggiran Prancis.

Beberapa sponsor tadi sudah mengetuk pintu penawaran pada Mbappe, bahkan melalui Timnas Prancis. Namun, tawaran yang kabarnya senilai 6 juta euro (Rp93,2 miliar) itu ditolak oleh Kylian Mbappe.

Menjadi Masalah

Penolakan Mbappe terhadap sponsor itu pun kabarnya sampai menimbulkan permasalahan serius. Apalagi federasi sepakbola Prancis (FFF) tidak mempedulikan penolakan dari Kylian Mbappe untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan kemitraan.

Meski begitu, sponsor yang mencium penolakan Mbappe ini kecewa besar karena tidak mendapatkan hak citra seorang Mbappe, walau sudah bekerja sama dengan Timnas Prancis.

Dalam klausul kerja sama tersebut, seharusnya sponsor berhak menggunakan seluruh punggawa Prancis yang dipanggil Didier Deschamps untuk hak promosi. Padahal semua pemain menandatangani kontrak tersebut, termasuk Mbappe. Dengan kesepakatan setiap pemain mendapat 25 ribu euro (Rp388 juta) per pertandingan yang dilakoni Les Blues.

Namun, Mbappe sengaja tidak ingin mengambil bagiannya. Dilaporkan surat kabar Prancis, L’Equipe seperti dikutip Get Football News France, Mbappe menolak karena tidak mau citranya dikaitkan dengan merek-merek tertentu. Penolakan Mbappe bahkan sempat menuai perdebatan.

Bahkan presiden federasi sepakbola Prancis, Noel Le Graet, seperti dilansir Daily Mail, sampai harus menemui dan membujuk Kylian Mbappe. Namun, yang dibujuk tetap enggan. Selain itu, Le Graet juga membujuk Mbappe agar tidak hengkang dari Paris Saint-Germain. Ia menginginkan agar Mbappe tetap tinggal di Paris.

Pilih-pilih Sponsor

Mbappe memang menjadi pemain yang sering pilih-pilih sponsor. Ia tidak mau menyepakati kontrak atau bahkan menolak uang, jika sponsor itu tidak sesuai visinya. Faktor inilah yang boleh jadi mempengaruhi Mbappe untuk menolak dibayar dari Timnas Prancis.

Well, ternyata bukan cuma di Timnas Prancis, di PSG, Mbappe juga pilih-pilih sponsor. Hal itu seiring dengan citranya yang terus meningkat. Mbappe, mulai sekarang secara eksklusif memiliki hak citranya sendiri. Jadi, ia bisa tidak terikat dengan kemitraan yang dibangun PSG maupun Timnas Prancis.

https://youtu.be/dkcQesPJmJk

Sumber referensi: The Sun, Daily Mail, Indian Express, Marca, CNBC