Beranda blog Halaman 563

Bagaimana Pesepakbola Menyesuaikan Diri Bermain di Tengah Hujan?

0

Cuaca sangat berpengaruh dalam permainan sepakbola. Apabila pertandingan dimainkan dalam cuaca yang cerah tentu itu tak akan jadi masalah, namun berbeda jika pertandingan dilaksanakan dalam keadaan hujan. Itu akan menyebabkan lapangan menjadi basah dan licin. 

Akibatnya, bola lebih sulit dikendalikan. Tentu situasi seperti ini bakal menyulitkan sebuah tim untuk mengembangkan permainan mereka. Selain itu, kondisi lapangan yang licin bisa membahayakan pemain itu sendiri. Coba saja Barca disuruh memainkan tiki-takanya di lapangan yang becek, pasti mereka bakal kesulitan.

Nah, di era sepakbola modern, sudah banyak tim yang menggunakan teknologi dan ilmu-ilmu sains untuk menganalisa pertandingan. Maka dari itu pemain dapat menyesuaikan diri ketika bertanding di tengah hujan. Berikut cara pesepakbola menyesuaikan diri ketika bermain di tengah hujan.

Menambah Durasi Pemanasan

Tubuh yang langsung bergerak aktif tanpa pemanasan terlebih dahulu, cenderung kaku dan rentan terkena cedera. Jika selama ini football lovers sering merasa nyeri dan keseleo sehabis bermain sepakbola, itu tandanya kalian masih kurang pemanasan.

Pemanasan menjadi suatu hal yang harus lebih diperhatikan apabila menjalani pertandingan saat hujan. Jika biasanya pemanasan dilakukan di luar ruangan, apabila sedang hujan, lebih baik pemain melakukan pemanasan di dalam ruangan. Agar suhu tubuh sang pemain tidak turun dan dapat melakukan pemanasan dengan maksimal.

Selain itu, tanpa terkecuali, semua pemain inti dan cadangan harus melakukan penambahan waktu pemanasan. Waktu pemanasan jelang laga yang dimainkan sewaktu hujan harus lebih lama dari biasanya agar tubuh tidak kaku di cuaca yang cenderung dingin. 

Bertanding dalam kondisi hujan, para pemain juga direkomendasikan untuk melakukan pemanasan kembali di tengah jeda antar babak. Melakukan pemanasan kembali selama lima menit dengan melakukan aktivitas eksplosif seperti lari jarak pendek atau melompat dapat meningkatkan power daripada hanya istirahat selama 15 menit.

Menjaga Cairan Tubuh

Cairan tubuh menjadi hal yang juga perlu diperhatikan. Apalagi setiap pesepakbola tentu tidak menginginkan dirinya terkena dehidrasi ketika menjalani pertandingan. Sebab dehidrasi sangat berpengaruh. Pemain yang terkena dehidrasi ringan saja bisa menurunkan fungsi berpikir dan performa fisik.

Oleh karena itu, penting bagi seorang pesepakbola agar menjaga kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Terlebih, menurut beberapa penelitian, apabila sedang menjalani pertandingan di kondisi hujan, cuaca dingin bisa menurunkan sensasi haus hingga 40%. Sehingga pemain terkadang tak menyadari bahwa tubuhnya dalam keadaan kekurangan cairan. 

Dalam kondisi hujan, jumlah keringat pada pemain juga relatif berkurang. Meski demikian, cairan tubuh tetap terbuang melalui pernapasan. Hal tersebut bisa mengurangi performa pemain sepakbola. Pasalnya, kehilangan 2% cairan tubuh saja, sudah bisa mempengaruhi kestabilan performa pemain.

Lantas berapa banyak yang perlu diminum selama bertanding? Jika memasuki musim dingin, sesi latihan jadi waktu yang tepat bagi para pesepakbola untuk memperkirakan berapa cairan yang dibutuhkan bagi tubuh mereka.

Caranya adalah dengan mengukur berat badan menggunakan seminimal mungkin pakaian dan tanpa alas kaki. Hal itu dilakukan setidaknya satu jam sebelum dan sesudah menjalani latihan yang intensitasnya sama seperti menjalani 90 menit pertandingan.

Lalu dihitung berapa keringat yang telah dikeluarkan. Menurut Hellosehat menghitungnya dengan cara berat badan sebelum latihan dikurangi berat badan setelah latihan lalu ditambah dengan jumlah cairan yang diminum selama latihan dengan satuan liter. 

Jumlah keringat yang dikeluarkan menjadi patokan bagi pesepakbola, seberapa banyak cairan yang mereka perlukan selama bertanding. 

Pemilihan Atribut

Pemilihan atribut yang bakal dipakai pesepakbola juga perlu diperhatikan. Hujan membuat permukaan lapangan menjadi lebih lembut dan empuk. Jika menggunakan sepatu yang sama dengan yang dipakai saat kondisi lapangan kering, maka bisa meningkatkan risiko terpeleset.

Jika bermain di cuaca hujan dan permukaan tanah yang lembut, para pemain dianjurkan memilih sepatu yang memiliki spul yang lebih sedikit, lebih panjang, dan lebih runcing dari biasanya.

Spul yang biasa dipakai untuk cuaca hujan biasanya hanya berjumlah enam buah. Spul yang lebih panjang dari biasanya juga membantu para pemain untuk mencengkram tanah lunak dan berlumpur dengan lebih baik. Hal itu akan membantu pemain dalam bermanuver dan menjaga keseimbangan dalam bermain. 

Untuk jersey yang dipakai para pesepakbola juga sudah melewati beberapa modifikasi dan pengembangan teknologi. Jika bermain di cuaca hujan, tentu guyuran hujan akan meningkatkan beban akibat air yang terserap oleh pakaian. 

Namun dengan adanya perkembangan teknologi di dalam sepakbola modern, mereka sudah bisa meminimalisir hal semacam ini. Kini, para produsen pakaian olahraga kerap menggunakan bahan polyester sebagai bahan utama pembuatan jersey sepakbola.

Selain itu mereka juga menggunakan teknologi bernama Dri-fit. Teknologi yang bisa menciptakan jersey dengan daya serap keringat yang sangat tinggi dan membuat berat jersey hanya akan bertambah 0,4% dari berat aslinya saat digunakan di tengah hujan.

Perubahan berat yang tidak terlalu signifikan dirasa tak akan mengganggu performa pemain di lapangan. Namun, tetap saja, di jeda babak kedua, para pemain biasanya tetap mengganti jerseynya dengan yang baru dan masih kering agar tubuh tetap hangat di tengah guyuran hujan

Sedangkan untuk penjaga gawang, mereka akan mempersiapkan sarung tangan khusus jika akan melakoni laga di cuaca hujan. Sarung tangan khusus ini biasanya dibuat dengan bahan aqua latex yang mana bahan ini akan membantu sang penjaga gawang untuk menjaga pegangan bola tetap maksimal. 

Gaya Permainan yang Sedikit Diubah

Gaya permainan pun akan sedikit berubah apabila pesepakbola memainkan laga di bawah guyuran hujan. Pemain akan menghindari pola permainan dengan terlalu banyak mengandalkan dribbling bola. 

Lapangan yang basah hingga menimbulkan genangan biasanya tak cocok untuk para pemain yang mengandalkan dribbling jarak jauh seperti Adama Traore atau Wilfried Zaha. Aliran bola di lapangan basah cenderung tak bisa diprediksi, apalagi jika terdapat genangan aliran bola akan sedikit terhambat.

Lalu, pemain juga akan memperhitungkan kembali apabila akan melakukan sliding tackle. Rumput yang basah akan membuat lapangan jadi lebih licin. Apabila pemain asal melakukan tackle maka bukan tidak mungkin mereka akan bernasib sama seperti never ending sliding tackle milik Sol Campbell.

Sumber: Panditfootball, Dreamteamfc, The Athlete Foot, lifestyle haluan, The Weather prediction

8 Pemain Ini Karirnya Remuk Ketika Gabung Barcelona

Bergabung bersama Barcelona merupakan impian banyak pesepakbola. Kesempatan bermain bersama klub kaya sejarah seperti Barcelona, membuat banyak pemain pantang melewatkan kesempatan tersebut.

Namun, tidak semua pemain yang bergabung ke Barcelona berhasil. Banyak di antara mereka yang justru gagal total saat berseragam Blaugrana. Ironisnya, kegagalan terus mereka rasakan meski telah memutuskan angkat kaki dari Estadio Camp Nou. Berikut beberapa pemain tersebut.

Arda Turan

Di masa jayanya, Arda Turan merupakan kunci sukses Atletico Madrid memenangkan trofi La Liga musim 2013/14. Tidak sampai di situ, gelandang yang identik dengan brewoknya tersebut juga membawa Atletico Madrid lolos ke final Liga Champions 2013/14, meski akhirnya harus kalah dari Real Madrid.

Arda Turan didatangkan dengan nilai transfer 34 juta euro oleh Barcelona pada musim 2015. Hanya saja, playmaker asal Turki itu sedikit mendapat menit bermain oleh pelatih Barca, Luis Enrique pada musim pertamanya. Ia hanya membuat 55 penampilan selama dua tahun, dan mencetak 15 gol. Setelah itu ia dipinjamkan ke Istanbul Basaksehir di musim 2017/18.

Karir Turan di Turki cenderung inkonsisten dan timbul tenggelam. Akhirnya, di musim 2020/21 ia berstatus bebas transfer dan dikontrak klub Turki lainnya Galatasaray.

Philippe Coutinho

Didatangkan dari Liverpool dengan bandrol selangit di bursa transfer musim dingin 2017/18, Coutinho selama di Barcelona kurang mendapatkan ritme permainan yang sesuai ekspektasi.

Pemain yang digadang-gadang dapat meneruskan peran Iniesta maupun Neymar di sisi penyerangan Barcelona, lambat laun tidak mencapai permainan terbaiknya di musim pertamanya.

Dia akhirnya dipinjamkan ke Bayern Munchen di musim 2019/20. Anehnya, di Munchen ia mampu menjadi bagian dari treble winner yang diraihnya ketika itu bersama Hansi Flick. Bahkan ia menjadi bagian dari pembantaian 8-2 Munchen atas Barca di Champions League ketika itu.

Kembali ke Barcelona di akhir masa peminjamannya dari Munchen, ia tak kunjung nyetel dengan skema permainan baru Barcelona. Gaji yang terlalu mahal dan menjadi masalah bagi Barca akhir-akhir ini, membuat manajemen memilih meminjamkannya lagi ke Aston Villa pada Januari 2022.

Malcom

Lalu ada pemain Brazil lainnya, Malcom, Pemain muda Brazil yang diharapkan menjadi wonderkid baru di Barcelona. Ia didatangkan Barcelona dari Bordeaux pada musim panas 2018 dengan biaya yang dilaporkan mencapai 41 juta euro (sekitar Rp708 milar).

Dengan biaya sebesar itu, Barcelona mengharapkan Malcom tampil impresif atau setidaknya sanggup menduplikasi penampilannya saat masih di Bordeaux. Ia memang tampil cukup mengesankan di Bordeaux, dua musim di sana dia mampu membuat 23 gol dan 16 assist dalam 96 penampilan di semua kompetisi.

Akan tetapi, setelah pindah ke Barcelona, ia seakan kehilangan sentuhannya. Bersama Blaugrana, ia diberikan kesempatan tampil dalam 24 kesempatan. Namun, dalam periode tersebut ia hanya sanggup mempersembahkan 4 gol serta 2 assist.

Akhirnya, daripada tidak dipakai dan terus menggajinya, Barcelona pun melepasnya ke Zenit Saints Petersburg pada bursa transfer musim panas 2019.

Alexander Hleb

Alexander Hleb gelandang kreatif asal Belarusia yang bermain apik bersama Arsenal era Arsene Wenger menjadi incaran Barcelona untuk spot kreatifitas lini kedua Barca. Ia yang mampu mencapai final Liga Champion didatangkan Barca pada musim 2008/09.

Sayangnya, di Barca ia tak kunjung beradaptasi cepat dengan sistem permainan di musim pertamanya. Inkonsisten dan jarang dipercaya masuk starting eleven, Hleb mengakhiri musim di Barca dengan hanya mencatatkan 36 penampilan, nihil gol dan hanya 3 assist.

Berkat kontribusinya yang mengecewakan, Hleb akhirnya dipinjamkan di musim berikutnya ke Stuttgart. Kemudian ia lama bolak-balik sebagai pemain pinjaman Barca antara lain ke Birmingham City, Wolfsburg, sampai akhirnya dilepas Barcelona dengan bebas transfer di 2012 ke klub Rusia, KS Samara.

Alex Song

Alexandre Song, gelandang asal Kamerun juga diincar setelah penampilannya yang mengesankan di bawah Wenger di Arsenal. Kemampuannya yang bisa menghalau serangan dipertimbangkan Barca untuk alternatif bagi Busquets di spot defensive midfield.

Didatangkan dari Arsenal di bursa musim panas 2012/13, perannya di musim pertama mengalami pasang surut. Meski begitu, ia tetap dipertahankan Barca di musim keduanya.

Selama 2 musim di Barca, Song menunjukan track record yang tidak begitu cemerlang. Ia tercatat bermain sebanyak 65 kali dan hanya mencetak 1 gol dan 2 assist.

Akhirnya, Barca pun meminjamkannya pada musim 2014/15 ke West Ham selama dua musim. Dan pada 2016 kontraknya diputus oleh Barca meski tersisa semusim. Setelahnya, Song melanjutkan karir di Rusia bersama Rubin Kazan dan Swiss bersama FC Sion di usianya yang ketika itu sudah menginjak 34 tahun.

Keirrison

Keirrison adalah pemain muda asal Brazil yang sudah sejak lama digadang-gadang akan menjadi pembelian yang sukses sebagai bintang masa depan di Camp Nou. Setelah gacor di Coritiba dan Palmeiras, Barca pun kepincut dan langsung mendatangkannya pada bursa transfer musim panas 2009/10

Jarang mendapat tempat dan menit bermain yang cukup bagi wonderkid yang satu ini membuat dirinya sulit berkembang. Ia kalah saing dengan bintang-bintang Barca ketika itu dan akhirnya Keirrison dipinjamkan ke klub lain.

Nasibnya berakhir hanya sebatas menjadi pemain pinjaman Barcelona ke 5 klub berbeda yakni Benfica, Fiorentina, Santos, Cruzeiro maupun Coritiba dari 2009 hingga 2014. Akhirnya di 2014, Barcelona secara resmi melepasnya ke Coritiba dengan status bebas transfer.

Ibrahim Afellay

Gelandang eksplosive Ibrahim Afellay tampil mengesankan bersama PSV Eindhoven. Ia mampu memikat Barcelona yang sedang membutuhkan alternatif tusukan serangan dari sisi winger ketika itu.

Gelandang serang Timnas Belanda ini akhirnya diboyong Barca di musim 2010/11. Afellay merupakan produk berhasil, asli dari akademi Eindhoven. Sebagai catatan Afellay selama berbaju PSV total sudah mengemas 36 gol dan 22 assist.

Berbanding terbalik ketika bergabung ke Barca. Kalah bersaing dan sering bolak-balik meja perawatan membuat karirnya tenggelam. Ia hanya bertahan satu musim di Barca di bawah pelatih Guardiola.

Manajemen pun langsung meminjamkannya ke Schalke di musim berikutnya, dan kemudian ke Olympiakos. Kontraknya berakhir pada 2015/16 dan keluar dari Barca dengan status bebas transfer ke klub Inggris, Stoke City.

Andre Gomes

Gelandang berkebangsaan Portugal, Andre Gomes adalah salah satu pemain yang remuk karirnya ketika bergabung ke Barca. Bergabung di musim 2016/1, Andre Gomes dibeli dari Valencia setelah ia gacor bersama kelelawar Mestalla sejak musim 2014/15.

Ia sempat menjadi komoditi panas bursa transfer untuk pindah ke klub besar ketika itu. Gomes selama musimnya di Valencia telah mencatatkan 8 gol dan 8 assist di semua kompetisi yang dilakoninya. Gomes terbukti sebagai gelandang box to box yang mampu produktif dalam assist dan gol selama di Valencia.

Namun, setelah berseragam Barcelona performanya justru menurun. Sering menjadi pelapis dan tak lagi produktif seperti di Valencia membuatnya redup seketika di musim pertamanya. Selama musim keduanya di Barca, Gomes pun makin meredup. Tak jarang ia mendapat beberapa kritik dari fans.

Akhirnya, ia dipinjamkan ke Everton pada musim 2018/19 dan dipermanenkan Everton di 2019/20. Di Everton, karir Gomes makin meredup sampai akhirnya ia cedera panjang, dan sampai sekarang jarang dijadikan pemain inti di Everton.

Sumber Referensi : sportskeeda, planetfootball, 90min

Dari Akademi Zubieta Real Sociedad Lahirkan Pemain Hebat

0

Hampir setiap klub sepak bola, terutama kelas wahid sudah barang tentu memiliki akademi sepak bola. Misalnya, Real Madrid dengan La Fabrica, Barcelona dengan La Masia, dan Chelsea dengan Cobham.

Rasa-rasanya wajar saja kalau klub-klub besar memiliki akademinya sendiri. Namun, bagaimana dengan klub-klub yang tidak terlalu besar, seperti Real Sociedad?

Tentu sebagai klub profesional, Real Sociedad mempunyai akademinya sendiri. Nah, dari akademinya inilah, Real Sociedad menghasilkan pemain-pemain yang tak kalah top.

Akademi Real Sociedad

Nama akademi Real Sociedad adalah Zubieta. Zubieta merupakan jantung dan jiwa Real Sociedad. Semangat yang berkuasa di dalam kompleks inilah yang mendorong klub untuk terus melangkah ke depan.

Meskipun Real Sociedad telah berdiri sejak 1909, tapi Zubieta baru dibangun pada tahun 1980.

Tidak diketahui secara pasti bagaimana proses pendirian akademi ini. Namun yang jelas setelah akademi Real Sociedad ini didirikan, klub berjuluk La Real langsung menjadi jawara di daratan Spanyol.

Dengan mengandalkan pemain-pemain lokal, dalam hal ini pemain asli Basque, Sociedad sukses menjuarai La Liga selama dua musim berturut-turut dari musim 1980/81 dan musim 1981/82.

Dibuka pada tahun 1980, Zubieta telah banyak berkembang sejak saat itu dan fasilitasnya terus meningkat.

Saat ini, kompleks akademi itu terletak kurang dari 10 kilometer atau 15 menit berkendara singkat dari pusat San Sebastian, sebuah kota di Basque, Spanyol.

Di dalam akademi Zubieta terdapat enam lapangan ukuran normal, dan empat di antaranya adalah lapangan rumput alami. Selain dipakai tim putra untuk latihan, tim putri Real Sociedad juga memainkan pertandingan mereka di sini dan juga Sanse atau nama lain dari Real Sociedad B tim cadangan klub yang dikelola oleh Xabi Alonso, sebelum promosi ke divisi dua juga bermain di tempat ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Yuta Tanabe (@yuchanpe_5)

Lapangan-lapangan yang tersedia di kompleks Zubieta memiliki sistem drainase kelas dunia, sehingga cuaca buruk pun tak menghalangi para pesepakbola di akademi Real Sociedad atau tim senior untuk menjalani sesi latihan.

Di bagian dalam, Zubieta menawarkan gym dan ruang film yang baru-baru ini diperluas. Ada juga ruang makan untuk makan bersama setelah latihan daripada pulang ke rumah untuk makan sendirian. Seperti yang dikatakan klub itu sendiri tentang kompleks pelatihan, “Zubieta adalah jantung dan jiwa Real Sociedad. Semangat yang berkuasa di dalam kompleks inilah yang mendorong klub.”

Cara Real Sociedad Menyaring Pesepakbola

Dengan memiliki fasilitas yang begitu memadai, Real Sociedad tentu saja tak kesulitan untuk membina pemain didikan mereka. Fasilitas sudah lengkap, tinggal bagaimana pihak klub mampu mengembangkan potensi pemain yang dimilikinya.

Tidak seperti akademi klub lain, misal La Masia Barcelona yang membuka kesempatan anak-anak berusia di bawah 10 tahun untuk menimba ilmu sepakbola, akademi Real Sociedad baru menerima pemain sejak berusia 13 tahun.

Mengapa demikian? Karena mereka ingin melihat minat calon pemain antara pendidikannya dan olahraga. Sociedad terintegrasi dengan kebijakan pendidikan Guipuzcoa. Mereka tak langsung memberikan kontrak profesional di awal. Jadi andai suatu saat ada pemain yang mengundurkan diri demi pendidikan, tidak ada paksaan sama sekali dari klub.

“Kami memiliki koneksi dengan 70 klub lebih di daerah Gipuzcoa. Kami tahu ada peluang bagi para pemain muda untuk lari ke tim tetangga. Tapi kami selalu mengingatkan mereka untuk tetap bersama keluarga dan teman-temannya. Waktu mereka siap untuk meninggalkan itu semua, datanglah ke Real Sociedad,” jelas Direktur Akademi Real Sociedad, Luki Iriarte.

“Kami selalu percaya bahwa setiap individu adalah aset. Itu kenapa kami menjaga mereka. Tujuan utama kami memang membentuk seorang pesepakbola, tapi apabila mereka tumbuh jadi pribadi yang baik, itu lebih bagus lagi,” tambahnya.

Model Zubieta berfokus pada orang-orang dan bukan hanya pesepakbola. Mereka yang bekerja di klub menjelaskan bahwa setiap anak laki-laki atau perempuan di tim muda Real Sociedad tidak dapat mengetahui dengan pasti apakah mereka akan menjadi pesepakbola atau akan terus bekerja sebagai insinyur, dokter, mekanik, pengacara, atau yang lainnya.
Selain tidak mengontrak pemain lebih awal, Sociedad juga tidak melepas pemain akademi dengan mudah. Sejak awal klub dan pemain berkomitmen setidaknya untuk dua tahun pertama. Klub lebih berfokus mengembangkan pemain yang sudah ada terlebih dahulu daripada menyeleksi pemain baru. Salah satu alasannya adalah menjaga biaya operasional tetap rendah.

Siapa saja alumni yang sukses?

Jebolan akademi memang sudah lama menjadi prioritas Real Sociedad. Real Sociedad selalu punya pemain akademi yang bisa diandalkan. Klub yang mendapat julukan La Real itu mungkin tidak lagi eksklusif kepada pemain berdarah Basque seperti tetangga mereka, Athletic Bilbao. Namun, hal ini justru membantu para pemain untuk terus berkembang dan mendapatkan tempat di tim senior.

Antoine Griezmann adalah salah satu lulusan terbaik mereka. Tak ada yang meragukan kualitas seorang Antoine Griezmann saat masih berseragam Real Sociedad. Griezmann berada di akademi Sociedad sejak 2005 hingga 2009 sebelum kemudian memperkuat tim utama Sociedad selama lima musim, di mana Griezmann berhasil mengumpulkan 198 penampilan di semua kompetisi, dengan mencetak 52 gol.

Satu lagi nama sukses lainnya adalah Xabi Alonso. Eks gelandang Timnas Spanyol ini berada di akademi Sociedad pada era 90-an sebelum menjadi pemain inti di skuad senior Sociedad pada awal 2000-an. Dia lalu hijrah ke Liverpool pada tahun 2004 dan menjadi pemain pujaan di Anfield.

Selain dua nama di atas, masih banyak lagi produk akademi Sociedad yang punya rekam jejak karier yang mentereng. Sebut saja Inigo Martinez, Mikel Gonzalez, Xabi Prieto, Joseba Etxeberria hingga pemain milenial dalam diri Mikel Oyarzabal, yang masih menjadi tulang punggung tim di musim ini.

Di era kepelatihan Imanol Alguacil, peran pemain lulusan akademi terlihat sangat hidup. Contoh suksesnya adalah terjadi pada final Copa Del Rey tahun 2021. Saat mereka mengalahkan Bilbao 1-0 di final. Dari 14 pemain yang tampil dalam kemenangan tersebut, delapan dari mereka adalah lulusan Zubieta.

Tanpa akademi mereka, Real Sociedad akan berada di tempat yang jauh lebih buruk baik secara finansial maupun dalam hal posisi liga mereka. Sociedad tidak memiliki sumber keuangan untuk bersaing dengan klub-klub besar di La Liga, sehingga akademi mereka terbukti penting dalam mengejar para pesaing mereka di Spanyol.

https://youtu.be/6FeWr801mb4

Referensi: Canofootball, firstpost, outsideoftheboot, gantigol, newsletter

SIAL! Karir 8 Pemain Ini Hancur Usai Gabung City

0

Manchester City kini sejajar dengan klub-klub besar lainnya di Eropa. Dengan uang Sheikh Mansour, City bisa mendatangkan banyak pemain untuk meningkatkan level kekuatan tim. Namun, tidak semua pemain yang mereka datangkan itu sukses.

Selama bertahun-tahun, sejumlah pemain memilih sisi biru Manchester untuk melanjutkan karirnya. Banyak yang memenuhi harapan, namun tak sedikit juga yang gagal bersinar. Berikut daftar nama pemain yang karirnya hancur pasca bergabung dengan The Citizen.

Robinho 

Robinho merupakan salah satu talenta Brazil yang tak pernah mekar sempurna di sepakbola Eropa. Robinho malah menghancurkan karirnya sendiri kala mengambil keputusan transfer mengejutkan. Yaitu saat kepindahannya dari Real Madrid menuju Manchester City.

The Citizens menjadikan Robinho sebagai pembelian termahal Liga Inggris pada tahun 2008 silam, City memboyongnya dari Madrid dengan bandrol 43 juta euro atau sekitar Rp667 miliar. 

Memang, di musim pertamanya, Robinho tampil luar biasa. Ia menjadi inspirator serangan Man City dengan mencetak 14 gol dari 31 pertandingan di Liga Inggris. Namun, kecemerlangannya hanya bertahan satu musim saja.

Musim berikutnya jadi mimpi buruk bagi Robinho. Bahkan Robinho hanya memainkan 10 pertandingan liga tanpa sekalipun mencetak gol dan assist. Ia sering dicadangkan dan lebih sering berkutat dengan cedera ankle

Akhirnya di pertengahan musim 2009/10, ia dipulangkan ke Brazil untuk bermain bersama Santos hingga akhir musim. Praktis setelah dari City karirnya berantakan. pindah-pindah klub hingga terbuang ke Liga China dan Liga Turki.

Claudio Bravo

Kecemerlangan Claudio Bravo di bawah mistar Barcelona sangat membantu tim ketika Barca meraih treble pada musim 2014/15. Namun, kejayaan Bravo sebagai kiper papan atas, seketika runtuh saat ia memutuskan untuk bergabung dengan Manchester City tahun 2016.

Publik Manchester menaruh ekspektasi tinggi ketika mendatangkan Claudio Bravo dari Barcelona. Sang kiper diharapkan dapat menjadi solusi sekaligus andalan di bawah mistar gawang The Citizens.

Namun, Claudio Bravo malah menunjukkan performa negatif ketika berseragam Manchester City. Bravo hanya bertahan semusim untuk menjadi penjaga gawang utama City, terlebih setelah Pep Guardiola menuntut seorang kiper agar lebih aktif dalam membangun serangan, Bravo semakin terpinggirkan

Bravo cukup lemah dalam memainkan bola dengan kaki, mungkin karena tekanan tersebut performanya pun menurun dan kerap melakukan blunder. Pep yang mulai geram akhirnya mencadangkan Bravo dan lebih memilih Willy Caballero sebagai kiper utama.

Kedatangan Ederson pada tahun 2017, hal itu semakin membuat Bravo terpinggirkan dan akhirnya ia dilepas ke Real Betis pada awal musim 2020/21. 

Eliaquim Mangala

Eliaquim Mangala lima tahun membela Manchester City, ia dibeli City dengan harga yang cukup fantastis kala itu. City menebus Mangala dari Porto dengan mahar 45 juta euro, atau hampir setara Rp700 miliar 2014. Praktis Mangala langsung memecahkan rekor transfer untuk seorang bek.

Kala itu, Mangala menjadi salah satu bek paling diburu di Eropa, karena penampilannya yang menawan bersama Porto. Nyatanya bek asal Prancis itu malah gagal menyesuaikan diri dengan gaya permainan Liga Inggris. Meskipun ia adalah salah satu bek terbaik secara fisik, namun kinerjanya sangat buruk.

Kedatangan Pep Guardiola jadi mimpi buruk bagi Mangala. Pep memang dikenal doyan pake bek yang bisa menguasai bola, sementara Mangala tak memenuhi kualifikasi itu.

Mangala akhirnya dilepas secara gratis pada 2019 setelah menjalani beberapa masa pinjaman di Valencia dan Everton. Sempat tak memiliki klub selama setengah tahun, kini Mangala bermain di Prancis bersama Saint-Etienne.

Scott Sinclair

Usai Scott Sinclair tampil menawan selama dua musim memperkuat Swansea City, dengan catatan 36 gol dalam 91 pertandingan, maka seharusnya ia tak begitu kesulitan untuk menyesuaikan diri di Manchester City.

Namun prediksi itu salah kaprah. Nyatanya sejak Sinclair bergabung dengan City pada musim 2012/13, ia tak bisa berbuat banyak untuk The Citizen. Selama membela Man City asuhan Roberto Mancini, Sinclair hanya memainkan 19 pertandingan tanpa satu pun kontribusi gol.

Lantaran performa yang anjlok, Sinclair dipinjamkan selama dua musim ke West Brom dan Aston Villa. Sempat membangun kembali karirnya bersama Celtic, kini Sinclair bermain untuk klub divisi Championship, yakni Preston North End.

Jack Rodwell

Tak tanggung-tanggung, Jack Rodwell sempat digadang-gadang menjadi gelandang masa depan Timnas Inggris, selama empat musim bersama Everton. Ia sangat mengesankan memimpin lini tengah The Toffees

Namun, semua angan-angan itu sirna seketika kala Rodwell memutuskan untuk bergabung dengan City pada musim 2012/13. Tahun yang sama dengan Scott Sinclair. Di City, Rodwell gagal bersaing untuk mengamankan posisi utama di lini tengah.

Badai Cedera yang melanda diduga jadi salah satu penyebab penurunan performanya. City tetap mempertahankan Rodwell untuk beberapa musim dengan harapan ia dapat menemukan performa terbaiknya lagi.

 

Namun mereka salah. Rodwell hanya mencatatkan 25 penampilan selama dua musim membela City. 2014 Rodwell dilepas ke Sunderland. Sempat bermain untuk Blackburn dan Sheffield. Rodwell kini bergabung dengan klub Australia, Western Sydney. 

Wilfried Bony

Pemain lain karirnya meredup di Manchester City adalah Wilfried Bony. Penyerang Pantai Gading itu membangun reputasi yang bagus bersama Swansea City. Ia cukup produktif bersama The Swans.

Skema permainan Swansea cenderung bertahan dan melakukan serangan balik. Sedangkan di City mereka tampil lebih menyerang dan skema tersebut kurang cocok untuk Bony. 

Alhasil selama berseragam City, Bony gagal mengulangi performa apiknya di Swansea. Ia hanya bisa mencetak 11 gol dalam 46 laga di semua kompetisi. Setelah satu musim setengah musim, Bony pun dipinjamkan ke Stoke City dan dikembalikan ke Swansea pada musim 2017/18.

Namun, pulangnya Bony ke Swansea tak membuatnya menemukan kembali performa terbaiknya. Sempat nganggur, kini Bony bermain untuk NEC Nijmegen klub kasta tertinggi Eredivisie.

Stevan Jovetic

Tampil moncer selama di Italia, membuat Man City kepincut untuk mendatangkan Stevan Jovetic dari Fiorentina. Jovetic tercatat telah mencetak 40 gol dalam 134 pertandingan bersama La Viola.

City mendatangkan Jovetic dengan mahar 26 juta euro atau sekitar Rp403 miliar. Namun Jovetic gagal mewujudkan ekspektasi yang diharapkan oleh seluruh fans City.

Selama dua musim membela City, Jovetic hanya tampil sebanyak 44 pertandingan di semua kompetisi serta mencetak 11 gol saja. Alhasil, Jovetic dilepas Manchester City pada musim 2015/16. Praktis setelah dari City, Jovetic kerap berpindah-pindah klub diantaranya Inter Milan, Sevilla, AS Monaco, dan terbaru Jovetic bermain di Liga Jerman bersama Hertha Berlin.

Nolito

Beda dengan pemain lain yang di depak saat memasuki era Pep Guardiola, Nolito ini termasuk pembelian awal Pep setibanya di Liga Inggris. Saat itu, Pep memandang Nolito sebagai penyerang ideal untuk skema permainan yang ingin ia rancang bersama City.

Nolito memulai karirnya di Inggris dengan apik lewat catatan 4 gol dalam 11 pertandingan pembuka City. Namun, setelah itu Nolito kurang mendapat kepercayaan dari Pep Guardiola.

Nolito hanya mencatatkan 6 gol dari 30 penampilan dan tanpa meraih satu trofi pun kala itu. Ia hanya bertahan semusim, di akhir musim Nolito pun minta dijual. Akhirnya ia pindah ke Sevilla pada Juli 2017.

https://youtu.be/Bta7rfshWrw

Sumber: SI, Libero, Fneews, Transfermarkt, Bola

Berita Bola Terbaru 20 April 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

TINGGALKAN MADRID, BALE MASIH INGIN BERMAIN DI LA LIGA

Tinggalkan Real Madrid di akhir musim 2021/22, Gareth Bale dikabarkan ingin bertahan di La Liga musim depan. Sebagaimana diketahui, kontrak pemain Timnas Wales dengan Real Madrid berakhir di musim panas ini. Bale ingin bertahan di La Liga karena keluarganya menetap di Spanyol dan menyukai gaya hidup yang ditawarkan negara tersebut. Dia dianggap terbuka untuk mempertimbangkan tawaran apa pun.

INI RINCIAN KONTRAK BARU MILAN SKRINIAR BERSAMA INTER

Inter Milan tengah berupaya untuk memperpanjang kontrak bek Milan Skriniar di Giuseppe Meazza yang akan habis pada tahun depan. Calciomercato pun kemudian membongkar rincian perihal kontrak baru yang akan diterima oleh pemain asal Slovakia tersebut. Dilaporkan jika Inter ingin memperpanjang kontrak Skriniar hingga tahun 2027. Sang bek nantinya juga akan mendapatkan kenaikan gaji, dari sebesar 3 juta Euro menjadi 5 juta Euro (Rp 77 miliar) per musim.

EDERSON SAMPAIKAN RASA SIMPATI PADA ZACK STEFFEN

Kiper asal Amerika, Zack Steffen, baru saja melakukan blunder di babak semifinal FA Cup kontra Liverpool yang gagal mengontrol bola secara baik, sehingga Sadio Mane lebih sigap untuk merebut bola dan berhasil mencetak gol. Meski tengah terus mendapatkan sorotan usai membuat keputusan fatal itu, Ederson buka suara dengan menyampaikan rasa simpatinya, dan menegaskan bahwa Steffen harus bisa segera bangkit.

KONTRAK TAK DIPERPANJANG, ARSENAL BAKAL LEPAS LACAZETTE

Arsenal dikabarkan tidak ingin memperpanjang kontrak penyerang maut, Alexandre Lacazette. Mesin gol asal Prancis itu akan habis masa kontraknya musim panas tahun ini. Sementara, Lacazette mengakui kalau ia tengah berdiskusi dengan banyak klub untuk mempertimbangkan masa depannya. Dikutip dari ESPN, The Gunners bakal melepas pria brewok itu pada akhir musim ini.

ROONEY BERTAHAN DI DERBY MESKI TERDEGRADASI

Legenda Setan Merah, Wayne Rooney menyatakan dirinya ingin tetap bertahan dan membantu “mengembalikan hari-hari bahagia” ke Derby County setelah The Rams terdegradasi dari Championship ke League One. Rooney menggantikan Phillip Cocu pada musim lalu, dan ia sempat berhasil membawa Derby terhindar dari degradasi. Namun, dengan banyak kekurangan poin di awal musim ini, timnya gagal bertahan di Championship.

NAGELSMANN DIAMBANG PEMECATAN, MUNCHEN MULAI LIRIK POCHETTINO

Kabar mengejutkan datang dari Bayern Munchen. Melansir dari situs Caughtoffside, Raksasa Liga Jerman tersebut kabarnya ingin mendepak Julian Nagelsmann. Menurut kabar, rumor tersebut sejurus dengan tersingkirnya Bayern Munchen di ajang Liga Champions musim ini. Die Roten kabarnya melirik pelatih PSG, Mauricio Pochettino sebagai pengganti Nagelsmann. 

MIMPI BURUK MARTIAL DI SEVILLA, DIJEGAL CAMAVINGA HINGGA CEDERA

Anthony Martial mendapat mimpi buruk saat membela Sevilla berhadapan dengan Real Madrid, senin kemarin. Pemain yang dipinjam dari MU itu dijegal dengan sangat keras dari belakang oleh gelandang Madrid Eduardo Camavinga. Camavinga tidak mendapatkan kartu kuning keduanya. Di sisi lain, Martial protes, membanting botol, mendapat kartu kuning, dan diganti karena cedera.

GRANADA REKRUT AITOR KARANKA SEBAGAI PELATIH BARU

Setelah kekalahan telak pada ajang La Liga dari Levante di kandang sendiri, Granada telah bergerak cepat untuk menunjuk pelatih berpengalaman Aitor Karanka dalam upaya untuk menghindari degradasi musim ini. Kedatangan Karanka menegaskan kepergian manajer sementara Ruben Torrecilla, yang tidak mampu membalikkan laju buruk tim dan pergi setelah lima pertandingan di mana ia menang satu kali, seri satu kali dan kalah tiga kali.

LEGENDA MU SEBUT HARRY MAGUIRE TIDAK LAYAK JADI KAPTEN

Legenda Manchester United, Roy Keane belum lama ini memberikan pandangannya mengenai Harry Maguire. Pria yang suka meluap-luap itu mengatakan bahwa Harry Maguire tidak layak menjadi kapten Manchester United. Menurut Roy Keane, Maguire, yang penampilannya ngelawak seharusnya tidak diberikan ban kapten Setan Merah begitu cepat setelah bergabung dari Leicester City pada 2019.

BENZEMA DEKATI REKOR RAUL DI REAL MADRID

Karim Benzema telah mencetak 39 gol di semua kompetisi musim ini, setelah mencetak gol penentu kemenangan untuk Real Madrid melawan Sevilla. Dia sekarang hanya berjarak lima gol untuk menyamai 323 gol milik legenda klub Raul Gonzalez. Untuk saat ini, Cristiano Ronaldo adalah pemain Madrid pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan 450 gol dalam 438 pertandingan untuk Los Blancos.

HASIL PERTANDINGAN

Dari ajang Liga Inggris, Liverpool sukses menenggelamkan Manchester United dengan skor 4-0 pada laga di Anfield, Rabu dini hari tadi. Luis Diaz membuka skor di menit 5. Mo Salah lalu menggandakan keunggulan 17 menit kemudian. Di babak kedua, giliran Sadio Mane yang menuliskan namanya di papan skor, sebelum Mo Salah kembali cetak gol untuk menutup laga menjadi 4-0. Kemenangan ini membawa Liverpool mengkudeta Manchester City di puncak klasemen dengan 76 poin dari 32 laga. Sedangkan MU tertahan di urutan ke-6.

Di partai Liverpool vs MU ini, kedua kelompok suporter memberikan aplaus kepada Cristiano Ronaldo di menit ketujuh, untuk memberikan semangat kepadanya menyusul kematian salah satu putranya.

Kemenangan ini membuat pasukan Jurgen Klopp mengukir rekor dahsyat di Liga Premier. Liverpool menjadi tim yang paling banyak membuat gol melawan MU dalam satu musim sejak memasuki era Liga Premier, di mana mereka total mencetak 9 gol ke gawang MU musim ini. Liverpool mengalahkan rekor empat tim lain yakni Tottenham Hotspur, Manchester City, dan Chelsea yang pernah menjebol gawang MU tujuh kali dalam semusim. Selain itu, Mo Salah juga menorehkan sejarah baru. Striker Mesir ini menjadi pemain pertama dalam sejarah Premier League yang bisa membuat lima gol ke gawang MU dalam satu musim.

Dari ajang La Liga Spanyol, Villarreal menekuk Valencia dengan skor 2-0. Bintang pada laga ini adalah Arnaut Danjuma yang mengemas brace. Dia mencetak gol di menit 10 dan menit 17. Villarreal kini masih nangkring di peringkat ke-7 dengan 52 angka, sedangkan Valencia tertahan di urutan ke-10.

Di ajang Semifinal Coppa Italia leg kedua, Inter Milan menggasak AC Milan tiga gol tanpa balas. Di babak pertama, Inter mencuri dua gol lewat aksi Lautaro Martinez yang mencetak brace di menit 4 dan menit 40. Di babak kedua, Robin Gosens menambah keunggulan Inter menjadi tiga nol di menit 82. I Nerazzurri pun ke final Coppa Italia berkat kemenangan agregat 3-0.

MILAN KALAH, PIOLI PROTES GOL BENNACER DIANULIR

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli memprotes keputusan wasit yang menganulir gol timnya melawan Inter di menit 66. Berawal dari situasi sepak pojok, Bennacer sukses mengambil bola liar dan melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Inter, Samir Handanovic. Sontak, para pemain Inter melakukan protes kepada wasit, karena menganggap Fikayo Tomori handsball sebelum gol terjadi. Lalu, wasit meninjau ulang gol tersebut lewat VAR. Pada akhirnya, wasit menganulir gol tersebut. Anehnya, bukan karena handsball Tomori, melainkan offside Pierre Kalulu.

GUARDIOLA TEPIS RUMOR HAALAND KE MAN CITY

Kabar heboh beredar tentang kedekatan antara Manchester City dan Erling Haaland. Keduanya dikabarkan sudah sepakat menjalin hubungan dan tinggal menunggu waktu untuk diresmikan. Namun manajer The Citizens, Pep Guardiola masih enggan mengakui. Dia menepis pernyataan jurnalis perihal rumor kedekatan Man City dan Haaland.

GARY NEVILLE: SAYA BELUM PERNAH LIHAT SETAN MERAH SEBURUK INI!

Gary Neville menilai tidak pernah melihat penampilan Manchester United seburuk saat kalah dari Liverpool dalam laga tunda pekan 30 Liga Inggris 2021/22, Rabu (20/4) dini hari WIB. Neville yang juga merupakan legenda hidup MU memang sudah memprediksi kekalahan ini. Kendati demikian, dirinya merasa kekalahan ini menunjukkan titik terendah MU sepanjang sejarah klub berdiri.

RANGNICK SEBUT MU BUTUH PEROMBAKAN BESAR-BESARAN

Manajer interim Manchester United, Ralf Rangnick, sangat kesal melihat timnya dipermalukan Liverpool dengan skor 4-0. Menurut Rangnick, Manchester United memang butuh setidaknya 10 pemain baru untuk membangun ulang tim. Manchester United bukan hanya kalah telak dari segi skor, tapi benar-benar kalah secara permainan. Rangnick mengatakan bahwa kekalahan ini sangat memalukan dan Liverpool memang 6 tahun lebih maju dari United.

FULHAM RAIH TIKET PROMOSI KE PREMIER LEAGUE MUSIM DEPAN

Fulham memastikan diri promosi ke Liga Primer Inggris, setelah mengalahkan Preston 3-0 di Craven Cottage. Fulham unggul sembilan poin dari Bournemouth di peringkat kedua, dan 13 poin dari Huddersfield di peringkat ketiga. Sehingga, Fulham sudah tidak bisa lagi digeser oleh dua klub di bawahnya dan tak perlu khawatir dengan tampil di babak play-off. Ini jadi promosi ketiga Fulham dalam lima musim, setelah sebelumnya memenangkan play-off pada 2018 dan 2020.

ANGERS VS PSG: KANS LE PARISIENS KUNCI GELAR TANPA MESSI DAN NEYMAR

Paris Saint-Germain punya peluang memastikan gelar juara Liga Perancis pada pekan ini di kandang Angers. Namun, PSG kehilangan dua dari personel trio MNM, yakni Messi dan Neymar. PSG baru-baru ini memberitakan bahwa Lionel Messi harus absen lantaran mengalami cedera inflamasi pada pergelangan kaki kiri. Sementara itu, Neymar berhalangan tampil melawan Angers karena terkena suspensi.

MOURINHO KECEWA FANS ROMA TIDAK BISA HADIR DI STADION 

Juru latih AS Roma Jose Mourinho kecewa dengan aspek lain di luar permainan tim dalam hasil imbang 1-1 melawan Napoli, Selasa kemarin. Pelatih Portugal itu bukan hanya tidak senang dengan wasit di Napoli, tetapi juga mengeluh karena penggemar Giallorossi tidak diizinkan melakukan perjalanan ke Stadion Maradona.

AGEN TAWARKAN STERLING KE AC MILAN JIKA DIAKUISISI OLEH INVESTCORP

Kemungkinan pengambilalihan AC Milan dari Investcorp akan membuat banyak bintang Eropa tertarik dengan Rossoneri. Termasuk salah satunya Raheem Sterling yang menurut Football Italia akan ditawarkan oleh sang agen ke raksasa Serie A itu. Menurut kabar yang sama, Pemain internasional Inggris dilaporkan tidak lagi berhubungan baik dengan bos Manchester City, Pep Guardiola.

PATO: MALDINI TAHU SAYA AKAN BALIK KE MILAN

Bintang Orlando City yang juga eks pemain AC Milan, Alexandre Pato mengatakan dia siap untuk kembali ke AC Milan jika direktur teknis Paolo Maldini menelepon. Pato mengaku Maldini sudah tahu niatan dirinya untuk kembali ke Milan. “Saya merasa baik di Orlando dan saya memiliki kontrak di sini, tetapi Maldini tahu bahwa saya siap,” kata Pato.

REAL MADRID BELUM MENYERAH DAPATKAN REECE JAMES

Dilansir Football Espana, Real Madrid belum menyerah untuk dapatkan Reece James. Carlo Ancelotti kesengsem dengan bek kanan Chelsea itu dan Los Blancos siap kasih penawaran besar. Menilik harga pasaran, harga pemain 22 tahun itu di angka mulai 55 juta Euro atau setara Rp 852 miliar. James sendiri masih terikat kontrak dengan Chelsea sampai tahun 2025. Isunya, Madrid siap membelinya dengan angka yang nantinya akan ditawarkan Chelsea.

MAGUIRE BALAS KRITIK TERHADAP PENAMPILANNYA MUSIM INI

Wawancara Harry Maguire menjelang pertandingan dengan Liverpool tidak berjalan dengan baik, dengan kapten MU itu membalas mereka yang mengkritiknya musim ini. Bek Inggris itu dihujat habis-habisan sepanjang musim ini, karena penampilannya yang selalu ngelawak. Dalam wawancara dengan Sky Sports, Maguire mengeluarkan tanggapan yang menantang dan mengklaim “ada alasan mengapa” dia belum dicadangkan. “Saya tidak akan bermain di setiap pertandingan untuk Manchester United di starting eleven jika saya bermain buruk di setiap pertandingan atau tidak bermain cukup baik,” kata Maguire.

LEPAS DARI MU, MATIC MASUK DAFTAR BELANJA AS ROMA

Gelandang Manchester United, Nemanja Matic, dikabarkan masuk daftar belanja AS Roma pada jendela transfer musim panas tahun ini. Kabarnya Jose Mourinho telah meminta manajemen klub untuk mendatangkan pemain asal Serbia tersebut. MU sendiri diwartakan siap melepas Matic secara gratis meski kontraknya masih berlaku hingga musim panas tahun 2023.

Salut ! Inilah 8 Kisah Teladan Cristiano Ronaldo Yang Patut Ditiru

Peristiwa penghormatan atas meninggalnya bayi Cristiano Ronaldo menunjukan betapa respect-nya dunia kepada mega bintang Portugal itu. Terlepas dari aksi negatif kemarahannya saat terlihat membanting HP milik fans Everton ketika MU kalah, nama CR7 tetap masih patut untuk dikagumi. Terlebih dari sikap keteladanannya di luar sepakbola.

Beberapa sikapnya terbukti mampu menjadi teladan bagi setiap penggemarnya. Berikut ini adalah kisah teladan Cristiano Ronaldo yang patut untuk ditiru.

Memberi Bantuan Covid 19

Ketika wabah Covid-19 melanda dunia ia tidak tinggal diam, Ronaldo tergerak hatinya untuk membantu sesama yang terdampak. Salah satunya yang adalah memotong gajinya di klub guna disumbangkan.

CR7 diketahui memotong gajinya pada bulan Maret, April, Mei dan Juni ketika masih di Juventus. Totalnya sekitar 3,8 juta pounds. Kala awal pandemi melanda, Ronaldo juga tercatat pernah bekerja sama dengan agennya, Jorge Mendes untuk menyumbangkan kurang lebih sebesar 1 juta pounds ke rumah sakit di Portugal.

Rumah sakit di Porto dan Lisbon adalah penerima sumbangan tersebut. Rumah sakit itu menerima tempat tidur dan ventilator untuk mengatasi tingginya jumlah pasien yang menderita Covid 19 di Portugal.

Lalu, menurut Bernardo Silva, CR7 meminta skuad Portugal untuk menyumbangkan 50 persen bonus kelolosan timnas Portugal dari babak kualifikasi Euro 2020 untuk membantu memerangi pandemi virus corona.

Menjual Sepatu Emas

Pada tahun 2011, CR7 dianugerahi sepatu emas eropa yang diraihnya setelah mencetak 40 gol di bawah asuhan Jose Mourinho. Meskipun Los Blancos hanya bisa finis urutan kedua di La Liga dan tersingkir di semifinal Champions League.

Alih-alih menyimpan penghargaan itu di ruang pialanya yang sudah penuh sesak. Ronaldo memilih menjualnya untuk kegiatan amal.

Sepatu itu dilelang dan menghasilkan 1,2 juta pounds. Dana tersebut digunakan untuk membangun sejumlah sekolah di Gaza Palestina yang dilanda konflik perang berkepanjangan.

Menjual Trophy Ballon D’or

Cristiano Ronaldo juga ternyata dahulu pernah menjual salah satu trofi Ballon d’Or miliknya, tepatnya yang ia raih pada tahun 2013 silam. Trofi Ballon d’Or milik pesepakbola Portugal itu dilaporkan laku terjual mencapai 600 ribu euro (Rp 9,32 miliar).Trofi Ballon d’Or tersebut dibeli dalam acara pelelangan dalam kegiatan sosial.

Uang hasil penjualan dari trofi Ballon d’Or tersebut kemudian disumbangkan ke sebuah badan amal asal Amerika Serikat yang selama ini menangani anak-anak dengan penyakit kritis, Make A Wish Foundation.

Jadi Duta Badan Amal

Ronaldo terus menggunakan platform globalnya sebagai kekuatan untuk beberapa aksi kebaikan. Dia adalah duta besar untuk tiga badan amal utama, yakni Save the Children, Unicef, ​​dan World Vision

Bertindak sebagai duta anak, Ronaldo pernah menyampaikan pesan dukungannya pada anak-anak penderita leukimia yang ditemuinya dalam pidato kemenangan Ballon d’Or-nya di tahun 2014. Ia juga pada tahun 2016 pernah merekam pesan kepada anak-anak yang terkena dampak konflik di Suriah. Ia mengatakan bahwa mereka adalah “Pahlawan sejati” dan bahwa “Saya bersamamu” kata CR7.

Menyumbangkan Bonusnya

Pada tahun 2013 dinobatkan sebagai UEFA Team of the Year dan mendapatkan bonus 89.000 pounds (Rp1,7 miliar) dari UEFA. Tapi alih-alih menggunakan bonus itu untuk kepentingan pribadi, ia malah menyumbangkannya ke palang merah internasional.

Setahun kemudian, bintang Portugal itu memimpin Real Madrid dalam raihan La Decima. Kemenangan kesepuluh Champions League mereka membuat Ronaldo menerima bonus 450.000 pounds (Rp. 8,9 miliar) dari Los Blancos.

Tetapi, Ronaldo sekali lagi, memutuskan untuk tidak mengambil dana itu. Ia memberikan dana itu ke tiga badan amal di mana ia menjadi duta yakni Unicef, World Vision, dan Save The Children.

Hal yang sama juga dilakukan Ronaldo ketika menyisihkan bonus dan gajinya untuk membantu korban bencana di Nepal pada April 2015.Ronaldo dilaporkan telah memberikan 5 juta pounds (Rp99 miliar) untuk dana bantuan bencana yang disalurkannya lewat yayasan Save The Children.

Tidak Bertato, Tidak Minum Alkohol dan Sering Donor Darah

Ronaldo patut diacungi jempol ketika seorang mega bintang yang diakui dunia, tapi tetap peduli pada fisiknya sendiri. Alih-alih hidup bergelimang pesta, mabuk-mabukan, Ronaldo justru anti alkohol dari dulu. Ia juga salah satu pesepakbola yang tidak memiliki tato.

Ditambah gaya hidup sehatnya di usianya yang sudah tidak muda lagi. Ia tetap menjaganya agar tetap sehat dan kuat. Tubuh nan atletis itu adalah buah dari pola hidup sehat yang konsisten ia jalankan.

Contoh hidup sehat Ronaldo itu ia terapkan juga pada aksi donor darah. Selain kesehatan, ia juga peduli akan berbagi antar sesama. Ia sering melakukan aksi donor darah dan tak jarang selalu mengkampanyekan hal itu kepada publik.

Ronaldo juga tercatat pernah menyumbangkan sumsum tulangnya setelah mantan rekan setimnya di Timnas portugal, Carlos Martins membutuhkannya. Carlos Martins memiliki seorang putra yang membutuhkan segera donor sumsum tulang dan Ronaldo pun bersedia menjadi pendonor.

Peduli Yatim Piatu

Masih ingat dalam kepala ketika peristiwa Tsunami melanda Aceh di 2004? Ronaldo melakukan aksi dengan mengadopsi Martunis sebagai anak angkatnya. Martunis seorang bocah Aceh yatim piatu yang ditinggal orang tua dan sanak saudaranya karena bencana tsunami.

Hal lain terjadi di ibukota Lebanon, Beirut, penggemar Real Madrid yang bernama Haidar menjadi yatim piatu ketika orang tuanya dibunuh oleh seorang pembom bunuh diri. Setelah mendengar cerita itu, Real Madrid mengundang bocah itu ke klub dan video mengharukan muncul dari Ronaldo ketika menghibur anak muda itu. Terlihat Ronaldo yang memeluk anak muda itu saat dia menangis karena senang bertemu dengan pahlawannya.

Peduli Kanker, Peduli Sesama

Berawal dari pengalaman yang dialami ibu kandung Ronaldo yang selamat dari kanker payudara pada 2007. Pemain Manchester United itu melakukan hal besar sebagai rasa terima kasih kepada pusat perawatan di Portugal yang merawat ibunya. Ronaldo menyumbang pusat perawatan itu 120.000 pounds (Rp2,4 miliar). Ronaldo juga menanggung biaya pengobatan untuk banyak pasien kanker di tempat itu.

Kepedulian lain Ronaldo akan kanker antara lain adalah membantu penggemarnya yakni Nuhuzet Guillen, seorang anak berusia sembilan tahun dengan kanker stadium akhir pada tahun 2009. Dia mengirim seorang sopir untuk membawa dia dan keluarganya untuk menonton pertandingan di Madrid. Ronaldo mendedikasikan golnya ketika itu untuk Nuhuzet dan memberinya baju pertandingannya sesudahnya.

Dia kemudian menawarkan untuk membayar semua pengobatan bocah tersebut yang menelan biaya tidak sedikit. Namun setelah lebih dari satu tahun dibantu Ronaldo, Nuhuzet akhirnya meninggal dunia pada Maret 2013.

Hal lain yakni Ronaldo bersama istrinya Georgina, juga pernah diam-diam membantu membayar pengobatan kanker seorang anak muda Portugis, Tomas, yang didiagnosis menderita neuroblastoma sejenis kanker langka pada September 2019.

Di luar semua itu, mungkin banyak yang tidak terlihat tindakan positif apa yang telah diperbuat Ronaldo di luar lapangan sepakbola. Yang jelas di luar bergelimangan prestasinya maupun hartanya yang sudah diakui oleh dunia, ia juga mampu bermanfaat lebih bagi sesama umat manusia di sekitarnya dan itu lebih bernilai dan mulia dari apa pun.

Sumber Referensi : thesun, givemesports, foxsports

Asal-Usul Nama Unik 10 Klub Sepakbola Jepang

0

Sudah mafhum oleh semua orang Indonesia bahwa klub-klub di Liga Indonesia kebanyakan menggunakan nama dengan awalan “Persi” atau “P”, yang kemudian diikuti oleh nama kota. Misalnya, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, sampai Persipura Jayapura.

Hal ini berbeda dengan di Inggris. Klub-klub sepakbola Inggris acap kali menempatkan kata “City” atau “United” di belakang nama kotanya. Sementara, klub-klub yang berbasis di Eropa Timur akan memakai nama “Lokomotiv” atau “Dynamo” di depan. Namun, itu berbeda dengan di Jepang.

Di sepakbola Jepang, klub-klubnya memiliki nama yang unik. Selain itu, nama klub di Jepang juga bisa berupa penyatuan dua nama. Tak sedikit pula klub Jepang yang justru menggunakan bahasa asing. Nah, berikut ini adalah asal-usul nama unik klub-klub di sepakbola Jepang.

Yokohama F Marinos

Pernah mendengar nama klub Yokohama F Marinos? Ya, klub yang kini sedang moncer itu ternyata punya nama yang cukup unik.

Awalnya, Yokohama F Marinos adalah klub yang berdiri dari hasil merger antara dua klub Jepang yang berbeda. Keduanya adalah Yokohama Marinos dan Yokohama Flugels pada tahun 1999. Klub ini menggunakan nama kota basisnya di depan, yaitu Yokohama. Sementara “Marinos” sendiri ternyata dari Bahasa Spanyol, yang artinya “Pelaut”.

Penempatan kata “Marinos” di situ bukan hanya asal tempel begitu saja. “Marinos” sendiri menunjukkan status Kota Yokohama, yang terkenal sebagai kota Pelabuhan. Logo Yokohama F Marinos pun bernuansa kelautan.

Bukan hanya itu, penggunaan nama Yokohama F Marinos sendiri adalah untuk mencerminkan Marinos dan Flugels. Klub yang berbasis di Kota Yokohama itu termasuk klub yang sangat produktif. Tercatat Yokohama F Marinos sudah 4 kali juara Liga Jepang.

V-Varen Nagasaki

V-Varen Nagasaki. Namanya keren, ya? Tapi di balik namanya yang keren, klub ini sedang dalam mode medioker. Kini V-Varen Nagasaki masih terseok-seok di papan tengah J2 League atau Liga 2 Jepang. Namun, kita tidak akan membahas kebapukan V-Varen Nagasaki, namanya yang unik itulah yang bakal kita bahas.

Siapa yang tahu, V-Varen Nagasaki ternyata menggunakan dua bahasa yang berbeda. Namun, sebelum itu, ingat baik-baik Nagasaki sendiri adalah nama kota pelabuhan, basis klub tersebut. Dulu, Nagasaki sebagai pusat perdagangan yang kebanyakan datang dari Portugis dan Belanda.

Maka dari itu, huruf “V” dalam V-Varen berasal dari bahasa Portugis “Vitoria”, yang berarti kemenangan. “V” itu juga mengambil dari bahasa Belanda “Vrede” yang artinya damai. Sedangkan kata “Varen” juga dari bahasa Belanda yang artinya “berlayar”.

Dalam sejarahnya, V-Varen Nagasaki rupa-rupanya berdiri tahun 2004. Ya, usianya masih sangat muda. Meskipun untuk embrionya sebetulnya muncul di tahun 1985 sebagai Ariake FC sebelum akhirnya merger dengan klub Jepang lainnya, Kunimi FC sekitar tahun 2004.

Gamba Osaka

Dari dua klub sebelumnya, mungkin Gamba Osaka menjadi klub Jepang yang namanya cukup familiar di telinga orang Indonesia. Ya, itu wajar saja, karena Gamba Osaka beberapa kali terlibat pertandingan dengan klub Indonesia, seperti Sriwijaya FC.

Well, Gamba Osaka namanya juga berasal dari bahasa asing. Kata “Gamba” berasal dari Bahasa Italia, yang artinya “kaki”. Namun, kata “Gamba” tersebut juga acap kali dikaitkan dengan bahasa Jepang “Ganbaru”. Kata “Ganbaru” sendiri berarti “Terus berusaha” atau “Berdiri tegak”.

Penggunaan “Gamba” memiliki makna yang filosofis. Hal itu bertalian erat dengan identitas pendiri klub yang notabene para pekerja kerah biru. Para pekerja ini juga dikenal kuat di level nasional dan internasional. Mengapa? Sebab Kota Osaka adalah pusat perusahaan macam Panasonic dan Sharp.

Kawasaki Frontale

Tunggu sebentar, jangan berpikir kalau Kawasaki Frontale adalah klub dari merek moda transportasi Kawasaki. Sebab klub yang tengah naik daun itu, tidak ada kaitannya dengan perusahaan Kawasaki. Akan tetapi, “Kawasaki” sendiri adalah nama kota di Prefektur Kanagawa di Jepang.

Kawasaki Frontale awalnya berdiri tahun 1955 dengan nama Fujitsu Soccer Klub yang bermain di liga amatir. Fujitsu sendiri adalah perusahaan penyedia layanan teknologi dan informasi terbesar keenam di dunia, yang basisnya di Tokyo. Klub ini pun menjadi profesional pada tahun 1997.

Kemudian “Fujitsu” berubah “Frontale” yang berarti frontal dalam bahasa Italia. Lalu, setelah menjadi juara di J2 League tahun 2004, tim ini menjadi penguasa Kawasaki. Hingga Kawasaki pun dilekatkan di namanya. Oh iya, Kawasaki Frontale juga memiliki hubungan dengan klub asal Brazil, Gremio.

Sagan Tosu

Klub Sagan Tosu barangkali mulai terkenal ketika salah seorang legenda Spanyol, Fernando Torres memperkuat klub tersebut. Selebihnya, Sagan Tosu adalah klub yang sebetulnya biasa-biasa saja. Cenderung tidak istimewa. Walau begitu, Sagan Tosu punya sejarah penamaan yang terbilang unik.

“Sagan” diambil dari bahasa Jepang yang artinya batu pasir. Niatnya, supaya klub jadi tangguh di lapangan. Sementara Tosu tentu saja nama kota di sebuah Prefektur Saga, di Kyushu, Jepang. Sagan Tosu kini berada di J1 League, dan belum mendapat satu pun trofi.

Nagoya Grampus

Klub yang pernah dilatih Arsene Wenger, Nagoya Grampus punya filosofi nama yang terbilang unik. Kata “Grampus” terinspirasi dari seekor lumba-lumba grampus di Nagoya. Entah bagaimana ceritanya, tapi lumba-lumba itu bahkan sampai dibuatkan patung di Kastil Nagoya oleh masyarakat setempat.

Sementara, Nagoya adalah sebuah kota tempat klub tersebut berbasis. Soal prestasi, Nagoya Grampus cukup mentereng. Mereka pernah sekali menjuarai Liga Jepang, dan dua kali Piala Kaisar Jepang, termasuk ketika masih dilatih Arsene Wenger.

Urawa Red Diamonds

Salah satu klub ternama di Jepang, Urawa Red Diamonds selain punya fans yang lumayan banyak, juga memiliki sejarah unik di balik penamaannya. Meski tidak ada unsur transportasi di namanya, tapi Urawa Red Diamonds adalah klub yang didirikan oleh Mitsubishi dengan nama Mitsubishi Football Club.

Logo dan penamaannya pun mencerminkan Mitsubishi yang memiliki arti “tiga berlian”. Makanya, kita melihat logo klub ini ada berliannya, dan menggunakan kata “Diamonds” di belakangnya. Sementara Urawa sendiri adalah kota basis dari klub tersebut.

Vissel Kobe

Tentu kamu tahu dong, Vissel Kobe? Yup benar sekali klub yang diperkuat Andres Iniesta dan sekarang berada di dasar klasemen J1 League itu juga punya asal-usul penamaan yang unik. Klub ini berbasis di Kobe, bagian dari Prefektur Hyogo di Jepang.

Nah, penamaan “Vessel” sendiri merupakan gabungan dari kata “Victory” yang berarti “Kejayaan” dan ‘Vessel” yang berarti kapal. Ini merujuk pada status Kobe sendiri sebagai salah satu kota pelabuhan yang cukup terkemuka di Jepang, selain Yokohama.

Sanfrecce Hiroshima

Pasti semua orang di Indonesia tahu Kota Hiroshima. Yup, salah satu kota yang dibom oleh sekutu. Namun, bagaimana dengan klub sepakbola? Hiroshima punya klub sepakbola, namanya Sanfrecce Hiroshima yang kini bermain di J1 League.

Soal penamaannya, klub ini juga terbilang unik, lantaran merupakan penggabungan dua bahasa yang berbeda. “San” berasal dari bahasa Jepang yang berarti “tiga”, sedangkan “Frecce” berasal dari bahasa Italia yang berarti “panah”. Apa filosofinya?

Jadi, itu berkaitan dengan sosok pahlawan Mouri Motonari yang bilang pada anaknya begini, “Satu anak panah mudah dipatahkan, tapi tiga anak panah yang bersatu tak akan patah”. Dan itu benar sekali.

Sanfrecce Hiroshima memanglah klub yang tak pernah patah. Sudah tiga kali Sanfrecce menjuarai Liga Jepang. Yaitu tahun 2012, 2013, dan 2015.

Kashima Antlers

Terakhir, Kashima Antlers. Klub yang sangat produktif di Jepang ini bolehlah dikatakan sebagai MU-nya Jepang. Bedanya, Kashima Antlers tidak sedang dalam mode bapuk, tapi sebagai pesaing ketat di puncak klasemen.

Klub ini berasal dari kota Kashima, bagian dari Prefektur Ibaraki. Penamaannya juga cukup unik, karena “Antlers” dalam bahasa Inggris artinya “tanduk”. Ini konon berkaitan dengan Kota Kashima yang dalam bahasa setempat diartikan secara harfiah sebagai “Pulau Rusa”.

Selain pernah mendatangkan pemain top macam Zico, Kashima Antlers juga mengumpulkan banyak gelar. Seperti 8 kali juara Liga Jepang, 1 kali juara Liga Champions Asia, dan 5 trofi Piala Jepang. Nah, dari nama-nama tadi, mana kiranya yang menurut kalian paling unik, nih?

https://youtu.be/kFXk9VM12as

Sumber referensi: fujitsucom, LigaLaga, TheStopPageTime, PlanetFootball 

7 Pemain Cadangan Terbaik Sepanjang Sejarah Liga Inggris

0

Football lovers pasti sudah akrab dengan istilah supersub. Istilah yang sering disematkan kepada pemain sepak bola yang mencetak gol penting meski ia hanya dimainkan dari bangku cadangan.

Fenomena ini pernah terjadi kala Divock Origi menjadi kunci kesuksesan Liverpool meraih gelar Liga Champions tahun 2019 lalu. Di babak semifinal kontra Barcelona, Origi yang menggantikan posisi Firmino. memborong 2 gol dan membawa Liverpool melaju ke partai puncak dengan agregat 4-3.

Tak cukup di situ, di partai final kontra Spurs, Origi kembali menjadi juru selamat bagi Liverpool. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-58, Origi turut menyumbang gol untuk memastikan kemenangan The Reds.

Kini julukan supersub melekat pada Origi. Namun, Origi bukanlah satu-satunya pemain Liga Inggris yang menyandang julukan tersebut. Berikut daftar supersub terbaik dalam sejarah Liga Inggris.

Peter Crouch

Peter Crouch. Striker jangkung ini memang tak pernah dipandang sebagai striker yang mencetak puluhan gol dalam satu musim. Namun, pemain ikonik ini merupakan pemain favorit beberapa pelatih.

Para pelatih tertentu menjadikan Peter Crouch sebagai pemain favorit di skuadnya, lantaran ia dapat menjadi opsi yang bagus di bangku cadangan. Dengan tinggi badan dan positioning yang bagus, ia kerap melancarkan plan B sang pelatih apabila tim sedang buntu dalam mencetak gol.

Selain gemar mencetak gol-gol akrobatik, label supersub pun menempel dalam diri Peter Crouch. Pemain jangkung ini secara statistik sudah mencetak 16 gol ketika ia diberi kesempatan untuk tampil melalui bangku cadangan.

Daniel Sturridge 

Daniel Sturridge memang dikenal kurang mujur dalam beberapa tahun ketika membela Manchester City dan Chelsea. Ia cukup kesulitan untuk mengamankan posisi di skuad utama lantaran harus bersaing dengan nama-nama besar, seperti Didier Drogba dan Nicolas Anelka.

Ia hanya bisa bermain melalui bangku cadangan itupun tak di setiap laga. Digadang-gadang bakal jadi suksesor Drogba, ia malah pindah ke Liverpool. Bersama The Reds ia sempat merasakan jadi pemain penting kala berduet dengan Luis Suarez di lini depan. Tapi itu tak bertahan lama.

Badai cedera jadi persoalan utama bagi Sturridge, sehingga ia banyak kehilangan menit bermain. Sturridge acap kali tampil melalui bangku cadangan. Namun, ia sesekali mencetak gol penting meski hanya bermain sekian menit sebelum laga usai.

Daniel Sturridge total bermain untuk lima klub Liga Inggris. Dia bermain sebagai pemain pengganti sebanyak 98 pertandingan, dan berhasil mencetak 17 gol.

Nwankwo Kanu

Football lovers masih ingat Nwankwo Kanu? Mayoritas penampilannya hanya sebagai pemain pengganti. Namun, hal itu tak menampik  bahwa pemain asal Nigeria ini tetap menjadi salah satu striker paling terkenal di liga Inggris kala itu.

Di Arsenal, Kanu bermain di angkatannya Thierry Henry dan Dennis Bergkamp. Ini tentu membatasi peran Kanu yang mentok hanya sebagai pemain pengganti. Namun, Arsene Wenger bisa memanfaatkannya sebagai supersub bagi Arsenal Invincible musim 2003/04. 

Bukan hanya di Arsenal, Kanu juga menjadi selalu menjadi pemain pengganti saat memperkuat Portsmouth. Selama karirnya di Inggris, Nwankwo Kanu bermain dari bangku cadangan sebanyak 117 kali, dan berhasil mencetak 17 gol.

Javier Hernandez 

Javier Hernandez alias Chicharito adalah supersub Liga Inggris paling terkenal di era sepakbola modern. Terutama ketika ia menjalani masa baktinya dengan Manchester United selama empat musim.

Penyerang asal Meksiko itu selalu bisa diandalkan ketika Manchester United sedang membutuhkan gol. Meski sebagian besar penampilannya berawal dari bangku cadangan. Itu berlangsung selama empat tahunnya memperkuat Setan Merah.

Chicharito merupakan striker tipe fox in the box. Ia sangat pintar dan berbahaya apabila berada di kotak penalti lawan. Javier Hernandez telah mengantongi 103 penampilan di liga untuk United. Ia menjadi starter sebanyak 49 kali, dan 54 pertandingan ia mulai dari bangku cadangan. Dari 37 golnya, 14 tercipta sebagai pemain pengganti.

Sempat bermain di Spanyol dan Jerman bersama Bayer Leverkusen, Chicharito kembali ke Inggris bersama West Ham. Bersama West Ham, ia juga memainkan peran yang sama. Chicharito menghabiskan dua musim bersama The Hammers dengan mencetak 16 gol, dan 5 dari 16 itu sebagai pemain pengganti. Jadi, total ia telah mencetak 19 gol dari bangku cadangan.

Olivier Giroud 

Wilayah London lainnya juga pernah memiliki striker jangkung nan efektif, Olivier Giroud. Pemain asal Prancis itu memulai karirnya bersama Arsenal. Giroud kerap menjadi starter bersama The Gunners. Dia membantu klub di beberapa laga kualifikasi Liga Champions serta memenangkan Piala FA tiga kali bersama Arsenal.

Olivier Giroud kemudian bergabung dengan rival sekota, Chelsea. Di Chelsea ia memainkan peran yang berbeda. Giroud lebih sering digunakan sebagai pemain pengganti. Namun, ia kembali menunjukkan kualitasnya dalam peran barunya itu. Dia menjadi super-sub bersama The Blues dan menjadi andalan mereka saat situasi tim sedang tertinggal.

Selama bermain di Liga Inggris, Giroud tercatat bermain sebagai pemain cadangan sebanyak 103 kali. Dari jumlah laga tersebut ia mencetak 21 gol untuk Arsenal dan Chelsea sebagai pemain pengganti.

Jermain Defoe 

Selain Wayne Rooney, Harry Kane dan Jamie Vardy, mungkin cukup jarang striker asli Inggris yang moncer di liganya sendiri. Namun, jangan lupakan yang satu ini, yup Jermain Defoe. Dia tercatat mencetak 162 gol untuk lima klub Liga Inggris.

Defoe sempat menjalani masa kejayaannya ketika ia berseragam Tottenham Hotspurs. Ia menjadi andalan di lini depan Spurs bersama, Aaron Lennon, Peter Crouch, hingga Robbie Keane. 

Selain bersama Spurs, ia juga pernah menjadi andalan di beberapa klub seperti Sunderland maupun Bournemouth. Namun, pemain internasional Inggris ini juga berjaya sebagai pemain pengganti. Defoe tercatat memainkan laga dari bangku cadangan sebanyak 149 kali, dan ia berhasil mencetak 24 gol sebagai pemain pengganti. 

Ole Gunnar Solskjaer

Yang terakhir mungkin yang paling terkenal. Sebelum United memiliki Chicharito, United pernah memiliki supersub yang lebih berbahaya, yaitu Ole Gunnar Solskjaer. 

Sempat menjadi perdebatan siapa supersub terbaik Liga Inggris antara Ole Gunnar Solskjaer dan Jermain Defoe, namun menurut Bleachrepport, Ole lah yang terbaik, ia tercatat mencetak 28 gol dari bangku cadangan.

The Babyface Assassin merupakan supersub terbaik yang pernah dimiliki Manchester United. Ole berkali-kali jadi juru selamat Setan Merah kala klub menemui situasi sulit, dan membutuhkan gol sesegera mungkin.

Mungkin momen supersub Ole yang paling terkenal adalah saat ia menyelamatkan United di menit-menit akhir final Liga Champions 1999. Gol tap-in-nya membawa United meraih trofi Liga Champions sekaligus meraih treble musim 1998/99. 

https://youtu.be/CpB1wa-4rsQ

Sumber: Khelnow, Planetfootball, Bleacherreport, Euroweekly