Tarian Tango Diego Forlan di Piala Dunia 2010

spot_img

Piala Dunia 2010 membangkitkan gairah sepakbola Afrika guna menyambut pagelaran olahraga terbesar di dunia itu. Bahkan penyanyi asal Kolombia, Shakira pun ikut mempromosikan Piala Dunia 2010 dengan jingle-nya yang berjudul Waka Waka.

Terkenal sebagai Piala Dunia paling unik dan paling mudah diingat oleh publik pecinta sepakbola, Afrika Selatan jadi tuan rumah yang menawarkan ribuan peristiwa unik nan spektakuler bagi setiap penonton di mana pun berada. 

Dari lagu Waka Waka hingga Adidas Jabulani semua jadi bumbu penyedap berlangsungnya Piala Dunia 2010. Selain itu bersinarnya sang pemain terbaik, Diego Forlan juga mencuri perhatian para pecinta sepakbola. 

Oleh karena itu, Starting Eleven akan memantik memori lama football lovers untuk mengingat keberhasilan Diego Forlan di Piala Dunia 2010.

Diego Forlan

Sebagai mesin pencetak gol, Diego Forlan juga dikenal sebagai seorang legenda yang bekerja keras untuk membantu tim di mana pun tempatnya bermain. 

Sejak debutnya bersama Timnas Uruguay pada tahun 2002, Diego Forlan telah mencetak 36 gol untuk negaranya. Forlan adalah pesepakbola hebat yang bisa bermain menggunakan kedua kaki dengan sama baiknya, hal itulah yang membuatnya unik.

Dalam belasan tahun Diego Forlan telah membangun reputasi sebagai striker papan atas di sepak bola Eropa, klub-klub seperti Villarreal, Atletico Madrid, hingga Manchester United, semuanya telah ia jajal.

Di kampung halaman, Diego Forlan dikenal sebagai salah satu pemain favorit penggemar dalam sejarah sepak bola Uruguay. Terutama kisah perjuangannya bersama timnas Uruguay di Piala Dunia 2010 tak akan pernah dilupakan oleh seluruh masyarakat Uruguay.

Diego Forlan Memimpin Timnas Uruguay

Bermain bersama pemain sekelas Diego Godin, Martin Caceres, Edinson Cavani dan Luis Suarez, Forlan ditunjuk sebagai kapten Timnas Uruguay di Piala Dunia 2010. 

Bukannya dimainkan sebagai penyerang utama, Forlan justru mendapat instruksi khusus dari sang pelatih, Oscar Tabarez untuk bermain sebagai gelandang serang. Nyatanya, posisi itu malah membuat Forlan dapat menari lebih bebas di lapangan.

Berperan sebagai the classic number 10, Forlan menampilkan permainan yang sangat memukau. Ia menjadi salah satu pemain kunci di setiap laga yang dimainkan oleh La Celeste.

Tergabung di Grup A bersama Meksiko, Prancis dan sang tuan rumah Afrika Selatan, nyatanya tak membuat nyali dari Diego Forlan Cs ciut. Sempat berhasil menahan imbang tim kuat Prancis di pertandingan pertama, Uruguay berhasil bangkit di pertandingan kedua kala bertemu tuan rumah.

Uruguay menang telak tiga gol tanpa balas. Diego Forlan jadi bintang dalam laga tersebut dengan memborong dua gol sekaligus. Di pertandingan ketiga, La Celeste memainkan laga yang cukup alot melawan Meksiko. Mereka hanya mampu menang tipis 1-0 melalui gol tunggal Luis Suarez.

Forlan Membawa Uruguay Hingga Semifinal

Berhasil menyapu bersih laga penyisihan grup tanpa kekalahan, Diego Forlan meletakan Timnas Uruguay di puncak klasemen Grup A yang mana dengan hasil tersebut, Uruguay akan menghadapi Korea Selatan di babak 16 besar.

Korea Selatan bukan perkara sulit bagi Diego Forlan dan kolega. Meski Forlan tak mencetak gol di laga tersebut, ia berkontribusi dengan memberikan assist untuk gol pertama Luis Suarez di menit-menit awal laga.

Laga berakhir dengan skor 2-1, Uruguay menantang Ghana di babak perempat final. Laga Uruguay melawan Ghana bisa dibilang jadi laga paling memorable di Piala Dunia 2010. Bagaimana tidak? Di laga inilah tangan setan milik Suarez membuat publik Afrika menangis lantaran satu-satunya wakil mereka yang tersisa harus tersingkir dari Piala Dunia.

Uruguay sempat tertinggal terlebih dahulu melalui gol jarak jauh Sulley Muntari di menit ke 45. Namun, di awal babak kedua, Diego Forlan muncul jadi juru selamat La Celeste. Melalui tendangan bebas luar biasa, Forlan kembali menghidupkan asa Uruguay di Piala Dunia 2010. Uruguay menang 4-2 di babak adu penalti dan lolos ke semifinal.

Perjuangan Diego Forlan pun terhenti di semifinal oleh Belanda. Meski kalah, Forlan berhasil menunjukan kelasnya sebagai salah satu striker paling mematikan yang dimiliki Amerika Latin. 

Seakan tak mau kalah, setelah tertinggal oleh gol spektakuler Van Bronckhorst, Diego Forlan melakukan tendangan jarak jauh juga menggunakan kaki kiri yang mana itu bukan kaki terkuatnya. 

Bola Jabulani yang terkenal sulit dikendalikan seketika tunduk pada kaki Forlan. Seolah-olah ia memanfaatkan keliaran Jabulani sebagai senjata rahasianya. Bola pun melesat masuk ke gawang Maarten Stekelenburg. 

Pemain Terbaik Piala Dunia 2010

Momen di mana Diego Forlan menjinakan si Jabulani terulang ketika laga perebutan juara ketiga menghadapi Jerman. Di menit ke 51, Diego Forlan berhasil membalikan keadaan dengan gol setengah voli yang luar biasa. Mungkin itu jadi salah satu gol terbaik di turnamen tersebut.

Namun, sayang, Jerman yang berisikan pemain-pemain top seperti Thomas Muller, Sami Khedira, Bastian Schweinsteiger, hingga Mesut Ozil berhasil menguasai jalannya sisa pertandingan. Harapan Uruguay untuk menempati peringkat ketiga pun kandas.

Pengaruh Forlan terhadap timnya sangat besar kala Luis Suarez dan Edinson Cavani belum mencapai tingkat tertinggi mereka. Usahanya dalam mengantarkan Uruguay ke peringkat empat berbuah penghargaan Golden Ball dan membuat dirinya sejajar dengan pemain seperti Zinedine Zidane, Ronaldo Nazario, hingga Diego Maradona.

Forlan mengumpulkan suara sebanyak 23,4% dalam vote pemain terbaik Piala Dunia 2010 dengan mengalahkan Wesley Sneijder di urutan kedua dengan 21,8% dan David Villa di urutan ketiga dengan 16,9%.

Dalam ajang Piala Dunia 2010, Forlan juga mencetak lima gol, membuatnya sejajar dengan David Villa dan Thomas Muller. Namun, Muller jadi pemain yang berhak mendapat golden boot lantaran ia mengemas assist lebih banyak.

Yang membuat prestasi Forlan di Piala Dunia semakin istimewa adalah kemampuannya menguasai bola Adidas Jabulani lebih baik dari pemain mana pun. Hal itu dibuktikan dengan tiga di antara lima golnya berasal dari tendangan jauh luar kotak penalti.

Di tengah serba-serbi Piala Dunia akibat gemuruh suara Vuvuzela, permasalah dan kontroversi Adidas Jabulani, dominasi sepakbola Spanyol, kebangkitan Timnas Jerman, serta tangan setan milik Luis Suarez, penampilan Diego Forlan di Afrika Selatan pantas untuk selalu diingat.

Sumber: Sportbible, FIFA, Sport-trible, The Guardian, Goal

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru