Beranda blog Halaman 460

Nafas Terakhir Kroasia di Piala Dunia

0

Warga Kroasia terbangun dari tidurnya, mendapati tim nasional mereka lolos ke Piala Dunia 2022. Namun, bersamaan dengan itu, penduduk salah satu negara Balkan tersebut juga cemas. Sebab Piala Dunia 2022 bisa jadi nafas terakhir Kroasia di ajang empat tahunan itu.

Tidak. Bukan karena setelah Piala Dunia 2022 Timnas Kroasia akan bubar. Pun bukan lantaran negara Kroasia akan segera hancur. Akan tetapi, Piala Dunia 2022 menjadi pertarungan terakhir skuad emas Timnas Kroasia. Skuad yang pada edisi sebelumnya, sanggup mencapai final.

Soal apakah tim berjuluk Vatreni itu akan kembali melenggang ke final atau tidak, itu bisa diurus nanti. Perlu diketahui bahwa Kroasia tergabung ke Grup F, itu yang sulit. Satu grup dengan Belgia, Maroko, dan Kanada bukan perkara gampang bagi Kroasia yang memakai sisa-sisa kekuatan di edisi sebelumnya.

Bukan Tim Sembarangan

Meski pada edisi 2018 Kroasia disebut sebagai tim kuda hitam, tapi sejatinya nggak kuda hitam-kuda hitam banget. Sejak dibentuk tahun 1994, Timnas Kroasia menjadi salah satu kekuatan teratas di level internasional. Sebelum mencapai puncak tertinggi, Si Blazer juga pernah menyabet juara ketiga.

Pada Piala Dunia 1998, Kroasia menduduki posisi ketiga mengalahkan Belanda. Ketika itu bahkan pemain mereka, Davor Suker yang juga pemain Real Madrid menjadi pemain dengan gol terbanyak di ajang tersebut. Piala Dunia 2018 kemudian semakin menebalkan predikat bahwa Kroasia bukan tim sembarangan.

Betul bahwa anak asuh Zlatko Dalic dihabisi Prancis di final. Namun sampainya mereka di final merupakan kebanggaan sendiri. Setidaknya kalau di tahun 1998 Kroasia hanya bisa juara tiga, pada tahun 2018 mereka bisa menjadi juara dua.

Hebatnya, pada Piala Dunia 2018 itu pemain Kroasia yang juga dari Real Madrid, Luka Modric menjadi pemain terbaik turnamen tersebut. Modric pun merasakan trofi Ballon d’Or setelah itu. Sungguh pencapaian yang gemilang.

Masih Mengandalkan Pemain Lama

Namun tadi adalah catatan-catatan yang sudah lewat. Kini sudah empat tahun sejak Kroasia menempati posisi kedua di Piala Dunia 2018, apakah kekuatannya akan tetap sama? Tentu saja. Ingredients Timnas Kroasia besutan Dalic tidak banyak berubah.

Zlatko Dalic sepertinya masih sulit untuk tidak mengandalkan para pemain lawas. Pemain-pemain yang usianya hampir dan sudah menginjak kepala tiga. Rata-rata pemain yang kemungkinan akan berlaga di Qatar nanti usianya 27 tahun.

Kroasia tentu saja masih mengandalkan Luka Modric. Gelandang kreatif Real Madrid itu kini usianya 37 tahun. Boleh jadi Piala Dunia Qatar adalah Piala Dunia terakhir bagi Luka Modric. Ini sekaligus menjadi kesempatan sang pemain untuk minimal, mengulang kesuksesan di tahun 2018.

Tidak hanya Modric, pemain lawas lainnya seperti Domagoj Vida, Marcelo Brozovic, Mateo Kovacic, Livakovic, Mario Pasalic, Ivan Perisic, Andrej Kramaric sampai Dejan Lovren masuk daftar bayangan Timnas Kroasia. Dari daftar pemain yang dirilis Goal, hanya Mario Mandzukic pemain lama yang tidak masuk.

Harapan Pemain Muda

Sama seperti Belgia, generasi terbaik Kroasia lambat laun juga akan meredup dan cepat atau lambat bakal sirna. Piala Dunia 2022 jadi kesempatan terakhir bagi para generasi emas seperti Luka Modric dan kolega. Oleh karena itu, regenerasi memang diperlukan dan Dalic kabarnya akan memanggil daun muda yang bersinar di klub.

Josko Gvardiol termasuk pemain muda yang perlu diperhitungkan di Timnas Kroasia. Ia adalah bek muda RB Leipzig. Usianya baru 20 tahun. Gvardiol berkembang di akademi Dinamo Zagreb. Ia menjalani debut di tim senior Zagreb pada musim 2019/20.

Namun tak berapa lama, Gvardiol bermain di tim senior. Tak lama di tim senior Zagreb, ia merapat ke RB Leipzig. Pemain yang pernah menjadi incaran klub sekelas Manchester City, Bayern Munchen, sampai Dortmund itu berkembang di tangan Domenico Tedesco.

Borna Sosa juga darah baru di Timnas Kroasia. Ia nyaris bergabung ke Timnas Jerman melalui jalur ibunya. Namun, sebelum EURO 2020, pemain Stuttgart itu dianggap tidak memenuhi kelayakan untuk mendapat kewarganegaraan Jerman. Ia pun memilih Kroasia.

Pemain 22 tahun yang memperkuat Bayern Munchen, Josip Stanisic juga menjadi opsi Dalic. Kroasia juga punya playmaker dari Rennes yang dijuluki Modric baru, Lovro Majer yang pernah menjalani debutnya di Timnas Kroasia tahun 2017. Pemain 24 tahun itu bahkan pernah mencetak brace saat Kroasia menaklukkan Malta 7-1 di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Selain itu, Kroasia masih memiliki Marin Pongracic, pemain Wolfsburg yang dipinjamkan ke Lecce. Lalu ada para pemain muda rombongan Dinamo Zagreb, seperti Josip Sutalo dan Luka Ivanušec. Itu belum termasuk Nediljko Labrovic (Rijeka), Martin Erlic (Sassuolo), Filip Uremovic (Hertha BSC), Luka Sucic (Salzburg), hingga Kristijan Jakic (Frankfurt).

Strategi Dalic

Meski banyak pemain muda yang dipanggil, tapi Zlatko Dalic masih akan mengandalkan pemain bintangnya, Luka Modric. Dalic tetap gigih menggunakan formasi 4-3-3. Formasi itu bisa mengakomodir ruang untuk Modric. Ia yang ditaruh di posisi tengah sebelah kanan adalah pemain jangkar.

Bersama dengan Marcelo Brozovic dan juniornya, Mateo Kovacic, Modric menyulam kerja sama di lini tengah. Build-up Kroasia bertumpu pada tiga poros itu. Meski pada EURO kemarin, hasilnya tidak terlalu mengesankan. Kroasia tersingkir di babak 16 besar oleh Timnas Spanyol dengan para pemain mudanya.

Itulah mengapa harus ada pembaharuan di lini tengah Vatreni. Gelandang muda Salzburg, Luka Sucic bisa jadi opsi. Sucic setidaknya sudah mengemas 4 asis dalam 11 pertandingan di Bundesliga Austria. Luka Ivanusec dan Lovro Majer juga bisa jadi pilihan. Tapi apa pemain tadi bisa menyamai kekuatan Kovacic, Brozovic, dan Modric?

Kelemahan Kroasia

Salah satu catatan mengapa Kroasia bisa meledak di Piala Dunia 2018 adalah ketidakpastiannya. Piala Dunia tahun ini pun begitu. Di dalam skuad Kroasia serba tidak pasti. Para pemain yang biasanya jadi andalan, performanya juga tidak terlalu bagus di klubnya masing-masing.

Misalnya, Ivan Perisic yang sejauh ini posisinya pindah ke bek sayap mengurangi kualitasnya dalam menyerang. Belum soal sistem permainan. Kroasia di tangan Dalic tidak banyak perubahan. Skuad Si Blazer relatif sama dengan empat tahun lalu. Sistem yang sama bisa menjadi titik lemah Kroasia.

Lini depan Si Blazer juga tumpul. Selain Perisic yang sudah mulai nyaman di bek sayap, ketiadaan Mario Mandzukic membuat lini serang Kroasia dipertanyakan. Pemain muda Josip Brekalo belum banyak terlibat karena baru mencetak 4 gol dari 33 laga di Timnas Kroasia.

Musuh yang Tidak Mudah

Mengandalkan pemain uzur dan yang performanya menurun, Kroasia di Grup F bertemu lawan yang tidak mudah. Timnas Kanada bisa saja mengejutkan dengan kekuatan para pemain mudanya, seperti Jonathan David. Itu baru Kanada.

Kroasia juga perlu memperhitungkan kekuatan terakhir Timnas Belgia. Skuad Belgia masih ada Kevin de Bruyne yang on fire. Belum Timnas Maroko dengan kekuatan terbaiknya, seperti Achraf Hakimi, Mazroui, Youssef En-Nesyri, sampai Munir El Haddadi.

Meski begitu, Kroasia punya modal kuat. Vatreni memuncaki Grup H Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa yang dihuni Slovakia, Slovenia, Siprus, Malta, dan Rusia. Tidak hanya itu, langkah meyakinkan Kroasia ditutup dengan masuk ke final four UEFA Nations League.

Di Nations League, Kroasia berada di Liga A dan masuk dalam grup yang sulit bersama Prancis, Denmark, dan Austria. Namun Si Blazer berhasil jadi yang teratas. Well, dengan sisa kekuatannya, apakah Kroasia akan kembali berbicara banyak di Piala Dunia?

https://youtu.be/jJyO3qxXoxg

Sumber: StatsInsider, TheDubrovnikTimes, SportsNet, SBS, VAVEL, GOAL, 442

Tak Sanggup Kalahkan Tim Besar, Inter Milan Bukan Pesaing Scudetto Musim Ini

Serie A musim 2022/2023 masih menyisakan banyak pertandingan. Persaingan menuju tangga juara masih sangat panjang. Sayangnya, persaingan scudetto musim ini sepertinya sudah bukan milik Inter Milan.

Juventus Beri Inter Milan Kekalahan Kelima

Nerazzurri kalah lagi! Begitulah nasib yang harus mereka terima dalam lanjutan giornata 13 Serie A. Bertandang ke markas Juventus dalam laga yang bertajuk Derby D’Italia, Inter harus kembali menelan pil pahit usai tunduk 2 gol tanpa balas dari sang rival abadi.

Laga tersebut seperti memperlihatkan setumpuk masalah yang ada pada tubuh Inter. Kalau melihat catatan statistik pertandingan, anak asuh Simone Inzaghi harusnya bisa meraih kemenangan, atau minimal bisa menjaringkan bola ke gawang Juve.

Menguasai bola hingga 53%, Inter sanggup melesatkan 4 tembakan tepat sasaran dari 14 kali percobaan. Jumlah tersebut unggul dari Juventus yang hanya mencatat 3 tembakan tepat sasaran dari 8 kali percobaan.

Sayangnya statistik tersebut hanyalah sebatas angka di atas selembar kertas. Sebab, kenyataan berkata sebaliknya. Juventus mampu membobol gawang Andre Onana 2 kali, sementara Inter tak sanggup membobol gawang Wojciech Szczesny.

“Kami memiliki babak pertama yang sangat baik dan seharusnya tidak masuk jeda saat kedudukan 0-0. Penyesalan itu ada. Di babak kedua kami kebobolan gol setelah memulai dengan baik dan kami kehilangan kohesi, meskipun memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan, dan kemudian kami tertinggal 2-0. Kekalahan itu berat, menyakitkan, apalagi melawan salah satu pesaing kami, tetapi sepak bola memang seperti ini,” ujar Simone Inzaghi dikutip dari Sempre Inter.

Sebetulnya, apabila para pemain Inter bisa memaksimalkan semua peluang mereka di babak pertama, mungkin saja hasil pertandingan Derby D’Italia bisa berpihak kepada mereka. Sayangnya, tiga peluang emas dari Lautaro Martinez, Edin Dzeko, dan Denzel Dumfries tak satupun mengancam gawang Szczesny.

Itu adalah sebuah kekalahan yang buruk mengingat hasil tersebut didapat setelah Inter memastikan tempat di babak 16 besar Liga Champions. Mereka boleh saja tampil baik di UCL, tetapi pasukan Simone Inzaghi belum tampil konsisten di liga.

Kekalahan dari Juventus di giornata 13 membuat koleksi poin Inter Milan tertahan di angka 24. Alhasil, posisi mereka pekan ini merosot ke peringkat 7 dan membuat mereka berjarak 11 poin dari pimpinan klasemen sementara, Napoli.

Hasil itu tak lepas dari jumlah kekalahan yang sudah Nerazzurri dapatkan sejauh ini. Hingga pekan ke-13, Inter sudah menelan lima kali kekalahan.

Setumpuk Masalah Inter Musim Ini

Ada setumpuk masalah yang Inter derita hingga membuat mereka tampil inkonsisten dan sudah 5 kali menelan kekalahan. Inter sejatinya tak memiliki masalah berat di lini depan, tetapi lain cerita dengan keroposnya lini belakang mereka musim ini yang begitu mudah dibobol.

Dari 13 pertandingan Serie A, gawang Inter sudah bobol 19 kali. Dibanding dengan tim besar lainnya yang menghuni zona Eropa, catatan tersebut jadi yang terburuk. Parahnya, jumlah kebobolan Inter musim ini adalah yang terburuk keenam di Liga Italia.

Trio Bastoni, Skriniar, dan De Vrij sudah tak sesolid musim-musim sebelumnya. Bastoni beberapa kali absen karena cedera. De Vrij memperlihatkan kemerosotan. Sementara Skriniar dituduh sudah tak punya hati di Inter usai sempat diisukan akan berlabuh ke PSG di musim panas kemarin.

Kondisi itu diperparah dengan penampilan Samir Handanovic dan Andre Onana di bawah mistar gawang. Persentase penyelamatan keduanya tergolong terendah di liga. 5 kali tampil, persentase penyelamatan Onana hanya 66,7%. Sementara itu, persentase penyelamatan Handanovic yang tampil 8 kali hanya sebesar 63,9% saja.

Itulah kenapa gawang Inter mudah kebobolan musim ini. Apalagi, kedua kiper tersebut kerap kali hanya berdiri mematung menyaksikan bola menembus gawang mereka saat ada sepakan lawan yang sulit dijangkau.

Masalah berikutnya adalah buruknya Inter saat tampil di laga tandang. Dari 7 pertandingan tandang yang sudah mereka lakoni musim ini, Lautaro Martinez dan kolega hanya sanggup memetik 9 poin dari 21 poin maksimal yang tersedia. Mentalitas para penggawa Il Biscione jelas patut dipertanyakan!

Seperti halnya tim lain yang menderita karena jadwal pertandingan yang dimepetkan jelang Piala Dunia, Inter juga sempat diterpa masalah cedera pemain. Henrikh Mkhitaryan, Hakan Calhanoglu, Marcelo Brozovic, Lautaro Martinez, dan sekarang Romelu Lukaku adalah beberapa pemain yang sempat bergantian menepi.

Akan tetapi, alasan cedera rasanya kurang tepat bila ingin dijadikan sebuah alibi. Inter dan Simone Inzaghi harusnya malu. Saat kalah dari Juventus, hanya Romelu Lukaku seorang yang dipastikan absen karena cedera di kubu Inter. Sementara di kubu Juve, setidaknya ada 8 pemain yang dipastikan absen karena cedera.

Inter juga bisa berkaca dari sang saudara tua, AC Milan. Per 8 Novemer 2022, masih ada 5 pemain Milan yang belum bisa merumput kembali karena masalah cedera. Namun, saat ini, posisi Milan di papan klasemen lebih tinggi dari Inter.

Artinya, cedera pemain harusnya tidak jadi masalah jika setiap penggawa Nerazzurri sanggup bermain bagus dan mengisi posisi yang ditinggalkan oleh mereka yang absen dengan performa yang sama baiknya. Artinya lagi, memang performa para pemain Inter-lah yang patut dipermasalahkan.

Masalah tersebut sebetulnya pernah dibahas secara internal oleh para petinggi Inter. Pada September kemarin, ada pertemuan internal antara Beppe Marotta dan Piero Ausilio dengan Simone Inzaghi dan para stafnya. Petemuan tersebut digelar usai Nerazzurri menelan 3 kekalahan dari 9 pertandingan pembuka mereka di semua kompetisi.

Pada pertemuan tersebut, para direktur Inter disebut tak mempermasalahkan pilihan taktik Simone Inzaghi. Akan tetapi, mereka mempertanyakan beberapa keputusan Inzaghi yang kerap dinilai terburu-buru dalam mengambil keputusan pergantian pemain di beberapa pertandingan yang kemudian berujung kekalahan.

Contohnya di laga tandang kontra Udinese di giornata ketujuh. Laga baru berjalan 30 menit, Inzaghi sudah menarik keluar Bastoni dan Mkhitaryan yang saat itu sudah terkena kartu kuning usai Udinese menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri Milan Skriniar.

Laga saat itu memang berjalan cukup keras. Namun, akhirnya Udinese sukses mencetak dua gol kemenangan yang mengubah skor menjadi 3-1, tak lama setelah Inzaghi menarik keluar Francesco Acerbi.

Inter Bukan Pesaing Scudetto Musim Ini

Selain masalah tadi, para direktur Inter Milan juga menyelidiki motivasi para penggawa Nerazzurri. Inter harus berkaca diri. Dua musim lalu, mereka adalah kampiun Italia. Sementara musim lalu, mereka berstatus runner-up dan juara Coppa Italia.

Kalah dalam perlombaan scudetto musim lalu dengan AC Milan harusnya bisa jadi bara api yang memotivasi skuad Inter untuk merebut kembali titel juara Serie A musim ini. Apalagi, musim lalu, Inter yang sudah berhasil menyalip Milan malah tergelincir secara memalukan akibat blunder fatal Ionut Radu di kandang Bologna.

Sayangnya, yang terjadi saat ini justru kebalikannya. Skuad Inter musim ini seperti kebingungan dan tak punya motivasi. Mentalitas mereka memang patut dipertanyakan!

Musim memang sangat panjang. Apapun bisa terjadi, tetapi mari kita sedikit berpikir logis. Liga baru berjalan 13 pertandingan, Inter telah kalah 5 kali. Dalam dua musim terakhir, juara Serie A maksimal hanya kalah 4 kali.

Inter bisa saja mengulang kesuksesan Juventus yang menjuarai Serie A musim 2019/2020 setelah kalah 7 kali. Namun, mengharap kondisi yang sama bakal terulang adalah tipikal pecundang.

Konsistensi adalah kunci dalam memenangkan sebuah liga. Selain konsisten, mereka juga harus bisa melangkahi tim-tim besar yang jadi pesaing di papan atas. Masalahnya, 4 dari 5 kekalahan Inter sejauh ini didapat dari tim-tim besar.

Di pekan ke-3, mereka kalah dari Lazio. Kemudian takluk 3-2 di Derby Della Madonnina di giornata 5. Lalu, ditumbangkan AS Roma di giornata 8 dan kalah dari Juventus di Derby D’Italia. Sebuah rentetan kekalahan yang membuat anak asuh Simone Inzaghi tak pantas menghuni zona Eropa.

Hasil-hasil itu juga menandakan ketidakberdayaan Inter di hadapan tim-tim besar yang saat ini tengah berlomba di papan atas. Tak sanggup mengalahkan tim besar adalah pertanda kalau performa Inter musim ini jelas mengalami penurunan.

Dengan setumpuk masalah yang ada, bisa finish di empat besar adalah target realistis yang bisa Nerazzurri upayakan. Dengan kata lain, rasanya tidak berlebihan jika menyebut Inter Milan telah terlempar dari persaingan Scudetto musim ini.

https://youtu.be/-ExG7wQnk4Y
****
Referensi: SempreInter, FBref, Fotmob, Fotmob, Football Italia, Skor.

Berita Bola Terbaru 7 November 2022 – Starting Eleven News

0

IVAN TONEY TERJERAT KASUS PERJUDIAN HINGGA DISELIDIKI FA

Striker Brentford, Ivan Toney, saat ini tengah diselidiki oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) atas kasus perjudian. Ivan Toney dikabarkan melakukan tindakan perjudian selama tujuh bulan. Namun, saat ini Ivan Toney belum didakwa atas kasus perjudian tersebut. Ivan Toney pun berharap masih bisa bermain bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2022 Qatar mendatang.

PIQUE PENSIUN, BARCELONA GERAK CEPAT BOYONG BERNARDO SILVA

Keputusan Gerard Pique untuk pensiun dari sepak bola meninggalkan ruang dalam pengeluaran Barcelona. Tim asal Catalan itu kabarnya bersiap-siap untuk mengejar target mereka di musim panas 2023 mendatang, yakni Bernardo Silva. Barcelona memang bisa menghemat Rp769 miliar dari kepergian Pique dari Camp Nou, namun mereka masih harus mencari dana tambahan sekitar Rp1 triliun, karena Silva dihargai sebesar Rp1,7 triliun oleh Man City.

YOUNGSTER MANCHESTER CITY CARLOS BORGES TIRU SELEBRASI RONALDO

Tim muda Manchester City menghancurkan rival sekota Manchester United dengan skor 6-1 pada Sabtu (5/11). Pemain muda City Carlos Borges mengemas empat gol melawan Setan Merah. Striker muda asal Portugal itu juga menarik perhatian ketika ia memilih untuk merayakan gol hat-trick yang ia bikin dengan meniru selebrasi terbaru Ronaldo di hari yang tak terlupakan.

XAVI: PIQUE ADALAH LEGENDA BARCELONA

Manajer Barcelona sekaligus yang pernah setim dengan Gerard Pique, Xavi Hernandez, menggambarkan Pique sebagai salah satu bek tengah terbaik dalam sejarah sepak bola. Xavi mengatakan hal tersebut setelah pengumuman Pique pensiun dari sepak bola setelah pertandingan terakhirnya di Camp Nou pada Minggu (6/11) melawan Almeria. “Saya sudah mengatakan kepadanya bahwa dia adalah legenda Barca dan kami sangat berterima kasih atas apa yang telah dia berikan kepada klub.” kata Xavi.

MAN CITY DAN CHELSEA BERSAING DAPATKAN LEAO

Dilansir dari BBC, Dua klub top Liga Primer Inggris, Manchester City dan Chelsea, diwartakan mengincar striker AC Milan, Rafael Leao. Bak gayung bersambut, Milan juga dikabarkan sedang mempersiapkan diri untuk tawaran uang besar untuk melepas Leao, yaitu sekitar 105 juta pounds pada bulan Januari 2023. Laporan yang sama menunjukan bahwa Milan dapat mempertimbangkan untuk menjual sang striker, jika ada penawaran yang cocok. Itu karena Rossoneri tidak ingin kehilangan pemain bintang lagi secara gratis.

RAUL JIMENEZ ABSEN DI PIALA DUNIA 2022

Manajer timnas Meksiko Gerardo Martino telah memutuskan lima pemain yang dipanggil ke daftar awal Piala Dunia 2022 tidak akan pergi ke turnamen di Qatar. Dari 31 pemain yang dipanggil, lima akan dikeluarkan dari daftar final, yang akan diumumkan pada Senin, 14 November. Fernando Ceballos, seorang jurnalis untuk Fox Sports, telah mengungkapkan bahwa striker bintang Raúl Jiménez, Tecatito Corona, Diego Lainez dan Jesús Angulo tidak akan dipilih untuk Piala Dunia, dengan orang kelima yang belum disebutkan namanya.

NEYMAR BEGITU KAGUM SAMA VINICIUS JR

Bintang PSG Neymar menunjukkan kekagumannya kepada anak muda Vinicius Junior dengan mengenakan kos rekan setimnya di Brasil itu. Neymar memposting foto dari akun Instagram-nya tentang dirinya mengenakan kaos yang menunjukkan gambar dan tulisan nama pemain sayap Real Madrid di atasnya. Seperti diketahui, Neymar merupakan pendukung besar Vinicius dalam beberapa bulan terakhir. 

KROOS AKUI LEBIH TERKESAN JUARA UCL KETIMBANG PIALA DUNIA

Bintang Real Madrid Toni Kroos mengungkapkan bahwa ia lebih memilih “memenangkan lima Liga Champions daripada Piala Dunia”.  Pemain berusia 32 tahun tersebut bahkan menyebutkan kesuksesannya bersama Los Blancos lebih berarti daripada memenangkan Piala Dunia 2014 bersama timnas Jerman. Pernyataan Kroos itu untuk merespon kabar yang beredar saat ini. Belakangan, muncul kabar bahwa Der Panzer membujuk Kroos untuk mau bergabung dengan skuad di Piala Dunia 2022 di Qatar.

PATUNG MANE DI SENEGAL MENDAPAT CIBIRAN DARI NETIZEN

Patung pemain Bayern Munich, Sadio Mane tuai banyak cibiran dari netizen di media sosial. Patung Sadio Mane dirancang oleh seniman asal Senegal dan patung tersebut terlihat berada di kampung halaman pemain 30 tahun tersebut yaitu Bambali. Patung menampilkan salah satu selebrasi Mane di Piala Afrika 2021. Namun yang menjadi masalahnya adalah, patung tersebut sangat tidak mirip dengan Sadio Mane. Hal inilah yang membuat penggemar Bayern Munich merasa tidak senang.

BAGGOT CETAK SEJARAH APIK DI PIALA FA

Pemain asal Indonesia, Elkan Baggott, dipercaya tampil sejak menit awal oleh Gillingham FC, pada putaran pertama Piala FA 2022/23. Bermain melawan Fylde AFC, di Stadion Mill Farm, Sabtu (5/11) malam, Elkan tetap bermain hingga pertandingan rampung. Penampilan Elkan menjadi sejarah tersendiri untuk dirinya dan Indonesia, karena Elkan resmi menjadi orang Indonesia pertama yang main di Piala FA. Sayangnya, Gillingham gagal meraih kemenangan dan hanya bermain imbang 1-1.

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan Liga Inggris, Leicester City berhasil meraih poin penuh di Goodison Park, markas Everton. Anak asuh Brendan Rodgers menang 2-0 atas tim tuan rumah. Gol The Foxes dicetak Youri Tielemans menit 45 dan Harvey Barnes menit 86. Kemenangan ini membuat Leicester menyalip Everton dan West Ham untuk menduduki peringkat 14 klasemen sementara Liga Inggris.

Newcastle kembali menang besar kala menghadapi Southampton. Bertindak sebagai tim tamu, The Magpies sudah memimpin sejak menit ke-35 melalui gol Miguel Almiron. Di babak kedua Newcastle kian dominan. Tiga gol yang dicetak Chris Wood menit 58, Joseph Willock menit 62 dan Bruno Guimaraes menit 90+1 melengkapi kemenangan Newcastle. Soton hanya mampu membalas satu gol melalui Romain Perraud menit 89. Skor 4-1 pun tersaji di akhir laga. Kemenangan ini membuat Newcastle naik ke posisi tiga klasemen sementara.

Di pertandingan lain, West Ham harus mengakui keunggulan Crystal Palace dengan skor 1-2. Bermain di kandang, West Ham justru kewalahan menghadapi skuad asuhan Patrick Vieira. Gol Palace dicetak oleh Wilfried Zaha menit 41 dan Michael Olise menit 90+1. Sedangkan The Hammers hanya mampu membalas satu gol melalui Said Benrahma menit 20.

Sedangkan Tottenham Hotspur kalah dari Liverpool. Brace Mohamed Salah di menit 11 dan 40 sudah cukup untuk membawa The Reds bermain nyaman di babak pertama. Spurs hanya mampu membalas satu gol melalui Harry Kane di menit 70. Skor 2-1 pun tersaji untuk kemenangan Liverpool. Kemenangan ini membuat Liverpool naik ke posisi delapan klasemen sementara Liga Inggris.

Beralih ke Serie A, AC Milan berhasil menang tipis 2-1 atas tamunya Spezia. Gol Rossoneri dicetak oleh Theo Hernandez menit 21 dan Olivier Giroud menit 89. Spezia hanya mampu membalas satu gol melalui anak Paolo Maldini, Daniel Maldini di menit 59.

Sedangkan di derby Della Capitale, Lazio berhasil mengatasi AS Roma dengan skor tipis 1-0. Bermain sebagai tim tamu, Lazio justru mendominasi laga. Felipe Anderson jadi aktor kemenangan Lazio melalui golnya di menit 29. Melalui kemenangan ini Biancocelesti berhasil merangkak ke posisi tiga klasemen sementara Serie A.

Bergeser ke La Liga, Barcelona menang 2-0 atas tamunya Almeria. Gol Barca dicetak oleh Ousmane Dembele menit 48 dan Frenkie De Jong menit 62. Kemenangan ini membuat Barca naik ke posisi puncak klasemen La Liga untuk sementara.

Sedangkan Atletico Madrid harus puas bermain imbang 1-1 kala melawan Espanyol. Gol Espanyol dicetak oleh Sergi Darder dan gol Atletico dicetak oleh Joao Felix. 

MU KEOK DI KANDANG ASTON VILLA

Manchester United tergelincir di Villa Park. Menjalani laga perdana bersama Aston Villa, Unai Emery berhasil mengatasi perlawanan Cristiano Ronaldo cs dengan skor 3-1. Dilansir BBC, tiga gol Villa dicetak oleh Leon Bailey, Lucas Digne, dan Jacob Ramsey. Sedangkan MU hanya mampu membalas melalui gol bunuh diri Jacob Ramsey. Ini adalah kali pertama Villa mengalahkan MU di kandang sejak 23 tahun yang lalu.

DERBY LONDON JADI MILIK ARSENAL

Arsenal kembali berhasil melewati tes sulit demi mengamankan posisi puncak klasemen setelah menaklukan Chelsea dengan skor 1-0. Dilansir ESPN, Arsenal kembali ke puncak berkat kemenangan tipis atas Chelsea di Stamford Bridge, dan ini jadi pertanda positif soal Arsenal yang berambisi meraih gelar Liga Inggris di akhir musim nanti.

PEP BALAS EJEKAN IBRAHIMOVIC

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola dengan sinis membalas komentar miring Zlatan Ibrahimovic terhadap Erling Haaland dan dirinya. Dilansir The Sun, baru-baru ini Ibra mengatakan kalau ego Pep bisa menghambat perkembangan Haaland di Manchester City, dan Pep tak terima soal itu. Dalam sesi jumpa pers, Pep hanya menjawab dengan sarkas. “Ibra benar, semua yang ia katakan benar. Saya tidak suka Haaland mencetak tiga gol di setiap pertandingan. Saya iri, benar-benar iri,” kata Pep. Kalimat itu dirasa telah menyindir Ibra yang tak mampu tampil maksimal sewaktu di Barca. 

BENFICA & PSG JADI TIM YANG BELUM TERKALAHKAN DI EROPA MUSIM INI

Benfica dikabarkan telah mencetak 63 gol dalam 23 pertandingan saja. Mereka telah mencetak setidaknya 20 gol dalam empat pertandingan terakhir. Hebatnya lagi, menurut jurnalis Breaking The Lines, Zach Lowy, Benfica jadi tim yang belum terkalahkan di sepakbola Eropa bersama PSG. 

SUAREZ BERI SALAM PERPISAHAN PADA NACIONAL

Setelah mengantarkan klub masa kecilnya, Nacional menjuarai Liga Uruguay, Luis Suarez mengucapkan salam perpisahan yang emosional. Menurut cuitan Fabrizio Romano, Suarez telah resmi berpisah dengan Nacional dan akan berstatus bebas transfer di bulan Januari nanti. Kini, Suarez hanya ingin berfokus pada Piala Dunia bersama Timnas Uruguay.

MESKI ADA BENZEMA DAN MBAPPE, GIROUD TETAP MASUK SKUAD PRANCIS

RMC Sport melaporkan, meski lini depan Timnas Prancis sudah ada Kylian Mbappe dan Karim Benzema, pelatih Prancis, Didier Deschamp masih ingin memasukkan Olivier Giroud ke skuadnya. Giroud sendiri sudah keluar-masuk skuad Prancis sejak Euro 2020 kemarin. Itu juga karena ia menggantikan posisi dari Benzema. Namun, Deschamp tampaknya yakin, striker yang hanya membutuhkan dua gol untuk menyamai rekor Thierry Henry di timnas itu akan memberikan suntikan tenaga yang bagus di Piala Dunia nanti.

INGGRIS ABAIKAN PERINTAH FIFA JELANG PIALA DUNIA

Federasi sepakbola Inggris dan beberapa negara lain masih sepakat mengabaikan instruksi FIFA untuk fokus terhadap sepakbola saja di Piala Dunia Qatar nanti. Dilansir Sky Sport, FIFA mengeluarkan permohonan kepada seluruh peserta Piala Dunia untuk fokus pada unsur sepakbola saja. Tak usah mengurusi hal-hal di luar sepakbola seperti kemanusiaan atau politik. Namun, Inggris dan beberapa negara lain bersikeras akan tetap berkampanye tentang masalah hak asasi manusia dan kompensasi bagi pekerja imigran di Qatar.

GARY NEVILLE: TAA BISA MERUGIKAN INGGRIS DI PIALA DUNIA NANTI

Seperti biasa, Gary Neville melontarkan pernyataan pedas kepada pemain-pemain Inggris. Kali ini Trent Alexander-Arnold yang jadi korbannya. Dilansir Sky Sport, menurut Neville, TAA bakal jadi pembawa sial di Piala Dunia nanti. Menurutnya, pada pertandingan kontra Spurs semalam, permainan TAA hanya menyulitkan Liverpool. Jadi, apabila Gareth Southgate membawanya ke Qatar, TAA bisa jadi juga akan menyulitkan Timnas Inggris.

CONTE JAMIN SON HEUNG-MIN BISA TAMPIL DI PIALA DUNIA

Ada kabar bahagia untuk Timnas Korea Selatan. Pelatih Tottenham Hotspur, Antonio Conte memberikan update soal cedera Son Heung-min. Menurutnya, Son bisa pulih tepat waktu sebelum kick off Piala Dunia dibunyikan. Dilansir Mirror, setelah melakukan operasi pada matanya, Conte yakin bahwa ia akan kembali fit dalam waktu dekat. Conte juga meyakini bahwa Son akan tetap membela Timnas Korea Selatan di Piala Dunia nanti.

UNAI EMERY INCAR TIGA BINTANG VILLARREAL

Usai mengalahkan Manchester United, Unai Emery mengungkapkan rencananya untuk merevolusi Aston Villa di jeda transfer Januari nanti. Dilansir Football Espana, Emery berniat untuk memboyong tiga mantan anak asuhnya di Villarreal untuk menambah kekuatan Aston Villa. Kabarnya, tiga nama itu adalah Nicolas Jackson, Yeremi Pino, dan Samuel Chukwueze.

LUKAS PODOLSKI CETAK GOL SPEKTAKULER DI USIA 37TH

Mantan punggawa Arsenal, Lukas Podolski ternyata belum habis. Di usianya yang sudah menginjak 37 tahun, Podolski justru mencetak gol spektakuler bersama klub lokal Polandia, Górnik Zabrze. Dilansir Givemesport, saat melawan Pogon Szczecin, Podolski mencetak gol luar biasa dari tengah lapangan. Tendangan jarak jauhnya itu menutup pesta kemenangan Gornik Zabrze 4-1 atas lawannya itu.

MU INGINKAN SESKO ATAU VLAHOVIC UNTUK GANTIKAN RONALDO

Jelang bursa transfer musim dingin, Manchester United kembali dikaitkan dengan beberapa nama untuk menggantikan posisi Cristiano Ronaldo yang kemungkinan akan hengkang pada bulan Januari nanti. Dilansir Sky Sport, Manchester United tetap menginginkan Benjamin Sesko sebagai suksesor Ronaldo di lini depan. Selain Sesko, United juga memasukan nama Dusan Vlahovic sebagai salah satu opsi.

REAL MADRID INGIN PERPANJANG KONTRAK ASENSIO SEBELUM PIALA DUNIA

Real Madrid dikabarkan ingin segera merampungkan perpanjangan kontrak Marco Asensio sebelum Piala Dunia nanti. Dilansir Football Espana, Madrid memutuskan untuk memperpanjang kontrak Asensio setelah sang pemain gagal pindah pada bursa transfer musim panas lalu. Kini perpanjangan kontrak Asensio merupakan prioritas klub sebelum melepas para pemainnya ke Piala Dunia Qatar. 

Membaca Peluang Gacoan Wakil Amerika Selatan di Piala Dunia 2022

Bienvenidos Qatar 2022, para jagoan dari benua Amerika Selatan siap bertempur demi membawa kejayaan Zona Conmebol. Berlimpahnya talenta dari benua tersebut tak dipungkiri selalu menjadi warna tersendiri di hajatan akbar empat tahunan itu.

Tahun ini, Brazil, Argentina, Ekuador, dan Uruguay yang akan menjadi gacoan. Brazil dan Argentina dijagokan menjadi favorit juara. Sementara Uruguay dan Ekuador diharapkan mampu menjadi kejutan. Lantas, seberapa jauh kekuatan mereka di Qatar nanti?

Ambisi Kembali Merebut Piala Dunia Di Benua Asia

Ambisi para kontestan dari Amerika Selatan tentu jelas, yakni mengembalikan kejayaan wakil-wakil mereka seperti apa yang terjadi di tahun 2002. Kita tahu, Piala Dunia yang diselenggarakan pertama kalinya di Benua Asia tersebut, menjadi milik Brazil.

Ketika itu Amerika Selatan mengirimkan lima wakilnya yakni Brazil, Argentina, Uruguay, Paraguay dan Ekuador. Namun, beberapa berguguran di fase awal dan hanya menyisakan Brazil yang melaju jauh dan akhirnya meraih mahkota dunia.

Memori indah wakil Amerika Selatan yang direpresentasikan oleh Brazil tersebut, membawa semangat dan motivasi tersendiri bagi wakil Amerika Selatan di Qatar nanti. Terutama Brazil dan Argentina yang di atas kertas kekuatannya mampu dan layak diunggulkan untuk merampas gelar dari wakil-wakil Eropa.

Tepat Dua Dekade Tanpa Mahkota Juara

Maklum, sejak Piala Dunia 2002, para wakil Amerika Selatan tak lagi keliatan tajinya. Tak ada satu pun yang meraih gelar juara. Paling mentok Argentina yang jadi finalis tahun 2014, sebelum kandas dari wakil Eropa, Jerman.

Tepat sudah 20 tahun lamanya wakil dari Amerika Selatan tak mampu menjadi juara dunia. Kalau melihat dari segi kekuatan, baik Brazil maupun Argentina tentu selalu jadi yang terbaik. Bahkan Brazil maupun Argentina tiap hajatannya selalu diunggulkan menjadi favorit juara.

Namun pada kenyataanya, para wakil Amerika Selatan ini malah melempem. Bukan hanya Brazil dan Argentina, tim-tim lain yang pernah menjadi wakil Amerika Selatan di Piala Dunia seperti Paraguay, Kolombia, Chile maupun Ekuador tak mampu berbicara lebih. Selain dua negara kuat itu, terakhir hanya Uruguay yang bisa tembus ke semifinal di Piala Dunia 2010.

Perkembangan Para Pelatih Amerika Latin

Kerinduan 20 tahun lamanya wakil Amerika Selatan terhadap indahnya gelar juara dunia bukan tanpa sebab. Selain performa tim yang melempem di tengah kompetisi, juga peran pelatih asal Amerika Selatan yang dipertanyakan.

Karena terbukti, terakhir kali pelatih Amerika Selatan yang bisa merengkuh gelar juara dunia adalah Luiz Felipe Scolari di Piala Dunia 2002.

Yang mendekati Scolari mungkin ada Alejandro Sabella, pelatih Argentina yang membawa Argentina menjadi runner up di Piala Dunia 2014. Juga ada Oscar Tabarez yang membawa Uruguay menjadi semifinalis di Piala Dunia 2010.

Selebihnya, deretan para pelatih macam Dunga, Sampaoli, sampai Maradona pun tak mampu berbuat banyak di Piala Dunia. Artinya, kualitas para pelatih Amerika Selatan ini masih kalah jauh dibanding Eropa. Bagaimanapun sepakbola Eropa lebih maju secara teknik dan taktik. Hasilnya juga terbukti. Empat edisi terakhir Piala Dunia selalu dimenangkan wakil Eropa dan pelatih dari Eropa.

Namun kini, para pelatih Amerika Selatan telah banyak berubah. Pelatih macam Tite di Brazil, Scaloni di Argentina, Diego Alonso di Uruguay maupun Gustavo Alfaro di Ekuador, telah menunjukan bahwa sepakbola Amerika Selatan kini telah banyak berubah dari segi taktik. Tak hanya grusa-grusu dan mengandalkan skill individu saja dalam memainkan sepakbola, namun juga peka terhadap taktik dan sistem permainan.

Peta kekuatan Brasil, Ekuador, Uruguay, Dan Argentina

Brazil kini mengandalkan pola teamwork dengan kestabilan tim dalam menyerang maupun bertahan. Materinya dari kiper, bek tengah, gelandang tengah, striker juga sangat kuat dan melimpah. Namun yang jadi catatan, Brazil tahun ini kurang kuat di sektor bek kanan dan bek kiri. Stok regenerasi bek sayap mereka mandek. Itu akan menjadi salah satu titik lemah Brazil.

Dari Argentina, materi Scaloni pun lebih bervariasi. Pola permainan teamwork Scaloni juga sudah terbukti secara hasil. Argentina belum terkalahkan ketika dipegangnya. Tinggal secanggih apa Scaloni ini dapat mengelola potensi besar seorang Messi di Qatar nanti. Terlebih ini adalah edisi terakhir Piala Dunia bagi La Pulga.

Sementara itu, Uruguay juga mencatatkan performa menanjak usai memecat Tabarez dan menunjuk Diego Alonso. Pelatih muda inilah yang mengantarkan La Celeste lolos dari lubang jarum kualifikasi Piala Dunia.

Duo Valverde dan Bentancur akan menjadi andalan di tengah. Sementara itu Lord Nunez dan para senior macam Suarez maupun Cavani mungkin masih akan menjadi andalan mereka di lini depan.

Sedangkan Ekuador di bawah pelatih baru mereka Gustavo Alfaro tak disangka mampu lolos ke Piala Dunia sebagai peringkat empat di kualifikasi Piala Dunia Zona Conmebol. La Tri mampu menyingkirkan negara-negara seperti Chili, Paraguay, Peru maupun Kolombia.

Meskipun dengan materi skuad yang tak mentereng, Ekuador secara semangat teamwork juga patut diperhitungkan. Duo Brighton yang performanya masih meningkat, Caicedo dan Estupinan akan menjadi andalan Ekuador di Qatar nanti.

Bisakah Ekuador dan Uruguay Hasilkan Kejutan?

Namun apakah Ekuador dan Uruguay mampu mengejutkan di Qatar nanti? Perjalanan Ekuador akan sangat ditentukan seberapa besar kemampuan mereka adu kuat melawan Senegal dan tuan rumah Qatar di partai pembuka.

Mendapat poin atas keduanya menjadi kunci mereka melaju, paling tidak untuk mendampingi Belanda. Ekuador tentu ingin mengulangi kisah sukses mereka di Piala Dunia 2006 silam, ketika mampu melaju ke babak 16 besar.

Sementara Uruguay, diharapkan dengan skuad dan pelatih barunya mampu mengulangi kejutan di 2010 Afrika Selatan. Kunci mereka untuk lolos adalah memenangkan pertandingan atas Ghana dan Korea Selatan. Syukur-syukur bisa mengusik Portugal yang sedang loyo dan bisa mengincar posisi juara grup.

Brazil dan Argentina Bertemu Di Semifinal?

Lantas bagaimana dengan Brazil dan Argentina? Mereka tentu di atas kertas sama-sama diprediksi akan mudah melaju dari masing-masing grupnya untuk menjadi juara grup.

Namun celakanya, final harapan masyarakat Amerika Selatan, Brazil vs Argentina tak akan bisa terwujud apabila keduanya menjadi juara grup. Kalau dilihat dari bagan, bila keduannya terus melaju, mereka sudah akan saling bentrok di babak semifinal.

Tak penting siapa pun nantinya yang akan mencapai partai puncak. Yang terpenting adalah ini saat yang tepat bagi wakil Amerika Selatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa benua mereka bisa mengalahkan dominasi 20 tahun wakil Benua Eropa. Cerita indah wakil Amerika Selatan di benua Asia 20 tahun yang lalu, kini menjadi mimpi dan modal semangat masyarakat Amerika Selatan untuk bisa diwujudkan kembali di Qatar nanti.

https://youtu.be/t-mN5cz-YyQ

Sumber Referensi : eurosport, espn, forbes

Taklukkan Spurs! Momen Kembalinya Liverpool ke Jalur Kemenangan?

Liverpool menunjukkan performa yang meyakinkan setelah hasil buruk yang mereka dapatkan di awal musim. The Reds mampu meraih kemenangan penting ketika berkunjung ke London untuk menghadapi Tottenham. Itu juga menjadi kemenangan tandang pertama Liverpool musim ini. Anak asuh Jurgen Klopp mampu menekuk Tottenham dengan skor 2-1. Kemenangan ini menunjukkan Liverpool masih bisa bersaing untuk merebutkan zona Liga Champions di empat besar.

Kemenangan itu membuat Livepool berjarak tujuh poin dari Tottenham yang duduk di peringkat keempat. Dan Liverpool masih menjalani 13 laga, sedangkan Tottenham sudah menjalani 14 laga. Artinya Liverpool bisa semakin dekat untuk menyusul Tottenham di empat besar.

Kemenangan itu jadi penting bukan karena poin di klasemen Liga Inggris saja. Tapi juga kemenangan yang penting untuk meningkatkan moral Mohamed Salah dan kolega. Mereka terpuruk setelah mengalami dua kekalahan berturut-turut di liga oleh tim papan bawah, Leeds United dan Nottingham Forest. Dengan kemenangan ini, juga kemenangan melawan Napoli sebelumnya, akan membangkitkan kembali semangat The Reds.

Kembalinya Salah

Apalagi dari pertandingan itu, Mohamed Salah terlihat sudah kembali ke performa awalnya. Ia mencetak dua gol kemenangan Liverpool di pertandingan itu. Ia mencetak gol di menit ke-11 sebelum kembali menggetarkan gawang Hugo Lloris sebelum babak pertama berakhir. Spurs sempat membalas lewat gol dari Harry Kane di menit ke-70, tapi Spurs tidak bisa menciptakan gol tambahan sampai akhir pertandingan.

Dengan dua gol itu, Salah telah mencetak 14 gol dan 5 assist dalam 20 penampilannya bersama Liverpool di semua kompetisi. Artinya jika ditotal, Salah sudah mencetak 19 gol dan assist di 20 pertandingan. Itu adalah catatan terbaiknya di enam musim ia bersama Liverpool. Hanya musim 2021/22 yang bisa menandingi catatan Salah tersebut di mana ia mencetak total 28 gol dan assist dalam 20 pertandingan.

Sang boss, Jurgen Klopp sangat memuji penampilan Salah di pertandingan tersebut. Dikutip dari skysports, Klopp berkata bahwa meskipun Salah mencetak dua gol, ia tetap bermain tidak egois. Salah tetap bermain sebagai seorang team player.

“Yang membuat saya senang adalah meskipun Salah sudah mencetak dua gol, ia tetap bermain untuk tim. Itu semua tentang melakukan pertahanan terlebih dahulu, lalu mengambil peluang lagi. Saya sangat senang dengan performanya”

Klopp juga percaya bahwa Mohamed Salah akan dikenang sebagai penyerang terbaik di dunia nantinya. Meskipun ia juga tidak menampik bahwa Salah mengawali musim dengan performa yang tidak baik.

“Mo mengawali musim dengan lambat, itu sangat normal bagi seorang penyerang. Tapi ketika anda melihat karirnya kebelakang semua orang akan mengingatnya sebagai salah satu penyerang terhebat yang pernah ada.” Ungkapnya.

Kembalinya TAA

Selain Mo Salah, pemain yang patut menjadi perhatian di pertandingan itu adalah Trent Alexander-Arnold. Sama seperti Salah, ia juga mengawali musim dengan performa yang tidak baik. Alexander-Arnold belum mencatatkan assist di musim ini padahal ia sudah mencetak 61 assist dari 245 pertandingan bersama Liverpool.

Tidak adanya sosok Sadio Mane di musim ini mungkin menjadi alasan utama mengapa catatan Alexander-Arnold menjadi buruk. Pasalnya, Ia adalah donatur umpan utama untuk Mane di musim-musim sebelumnya. Ia telah memberikan 12 assist kepada Mane selama keduanya berduet di Liverpool.

Tapi di pertandingan tersebut, Alexander-Arnold sudah kembali melakukan umpan-umpan silang panjangnya, seperti saat ada Mane dulu. Ia sudah mulai percaya dengan Darwin Nunez untuk menggantikan peran Mane sebagai penerima umpannya di sayap kiri. Meskipun tidak langsung membuahkan hasil, tapi ini adalah pertanda hubungan mereka berdua di lapangan semakin dekat. Namun, Alexander-Arnold masih menunjukkan kelemahannya di pertandingan itu. Sebagai seorang bek sayap, ia masih sangat lemah dalam pertarungan duel satu lawan satu.

 

Sumber referensi: Goal, Sky, Athletic

Jadi Korban Era Baru Unai Emery! Mengapa Ten Hag Jadikan Ronaldo Kapten?

Momen yang ditunggu penggemar Ronaldo dan Manchester United akhirnya datang juga. Ronaldo akhirnya dipercayai memakai ban kapten di lengannya. Namun sayang momen tersebut ternodai dengan MU jadi korban pertama era baru Unai Emery di Liga Inggris setelah menelan kekalahan 3-1. Hasil itu sekaligus merupakan kemenangan kandang pertama Aston Villa atas Manchester United sejak tahun 1995.

Sebagai kapten, Ronaldo hanya bisa melihat timnya dibantai begitu saja. Aston Villa bahkan sudah bisa unggul 2-0 ketika laga baru berjalan 11 menit. Gol pertama Aston Villa dicetak oleh Leon Bailey di menit ke-7. Berselang sekitar tiga menit setelahnya, the Villans menggandakan keunggulan lewat eksekusi tendangan bebas cantik dari Lucas Digne.

Manchester United berusaha membalas, Garnacho sempat mendapat peluang di menit ke-34 sebelum aksinya digagalkan oleh Emiliano Martinez. Ronaldo juga punya kesempatan untuk mencetak gol, tapi sundulannya mampu ditepis oleh kaki kiper Aston Villa itu. MU akhirnya bisa mendapatkan skor setelah tendangan Luke Shaw dibelokkan oleh Jacob Ramsey ke gawangnya sendiri di menit ke-45.

Ten Hag berharap timnya bisa melakukan comeback di babak kedua. Namun setan merah malah kebobolan ketika babak kedua baru berjalan 4 menit. Pertahanan setan merah diobrak abrik sebelum Jacob Ramsey membayar tuntas kesalahannya di babak pertama dengan mencetak gol ke gawang de Gea. Skor 3-1 pun bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

Ten Hag Frustasi

Hasil ini tentu bikin Ten Hag Frustasi apalagi setelah mereka meraih kemenangan di tiga pertandingan sebelumnya. Ten Hag bahkan belum pernah merasakan kekalahan dalam sembilan laga terakhir bersama Manchester United. Catatan impresif itu harus berakhir di laga melawan Aston Villa.

Ten Hag mengungkapkan bahwa di pertandingan tersebut, mereka memang tidak lebih unggul dari anak asuh Unai Emery. Meskipun begitu Ten Hag masih tidak bisa menerima kekalahan yang dideritanya itu.

“Kami kalah di awal babak pertama dan awal babak kedua. Itu tidak dapat diterima. Kami tidak siap untuk pertandingan. Seharusnya kami bisa lebih tajam” Ungkapnya.

Ten Hag juga mengungkapkan alasan mengapa timnya bisa kalah dalam pertandingan tersebut. Menurutnya timnya tidak bisa menjaga bola dan membiarkan lawan berlari di awal pertandingan.

“Kami tidak bisa menjaga bola. Kami membiarkan mereka berlari bebas di awal pertandingan. Dan ditambah lagi, kami tidak mengikuti aturan bertahan dan kami kalah duel.”

Alasan Ronaldo Jadi Kapten

Pemain yang menjadi sorotan itu tentu saja Ronaldo. Ia memang selalu menjadi sorotan setiap dirinya bermain. Namun kali ini lebih istimewa karena Ten Hag mempercayakan dirinya sebagai kapten setan merah. Namun, Ten Hag mengaku bahwa sebenarnya ia lebih mempertimbangkan de Gea atau Casemiro sebelum akhirnya memutuskan memberi ban kapten ke Ronaldo.

“de Gea berada terlalu jauh di belakang lapangan sehingga ia tidak akan tahu situasinya, kami ingin kapten yang bisa memberikan instruksi di tengah permainan. Sedangkan Casemiro masih belum lancar berbahasa Inggris. Dan pilihannya ya ke Ronaldo, ia bermain baik di dua pertandingan sebelumnya”.

Dengan Lord Maguire yang berada di bangku cadangan dan Bruno Fernandes diskors, Ronaldo pun mendapat kepercayaan Ten Hag untuk menjadi kapten. Hanya berjarak 18 hari setelah insiden Ronaldo yang tidak mau dimainkan pada laga melawan Tottenham sebelumnya.

Dengan kekalahan di laga ini, Manchester United semakin jauh dari zona Liga Champions di big four Premier League. Setan merah masih terhambat di peringkat kelima klasemen sementara berjarak tiga poin dengan Tottenham yang berada di posisi keempat. Sementara untuk Aston Villa, meskipun ini merupakan awal yang meyakinkan untuk Unai Emery, tapi ia harus berusaha lebih keras di musim ini sebab Aston Villa masih bertengger di peringkat ke 13 Liga Inggris.

 

Sumber referensi: Sky, Manchester, Goal

Piala Dunia yang Akan Dikenang Sepanjang Masa

0

Setiap edisinya, Piala Dunia akan selalu menghadirkan hal-hal yang menarik dan unik. Maka dari itu, setiap edisi pasti memiliki kesan yang berbeda-beda. Kesan yang bakal menancap kuat ke benak para penggemar sepakbola.

Dari tahun 1930 sampai edisi 2018, Piala Dunia menjadi ajang besar yang sangat dinanti publik penggemar sepakbola. Namun dari semua edisi Piala Dunia tersebut, ada yang akan dikenang sepanjang masa. Nah berikut ini edisi Piala Dunia yang akan dikenang sepanjang masa.

Piala Dunia 2014

Semua orang tahu bahwa Brasil adalah negara yang memiliki gelar Piala Dunia terbanyak. Tercatat, sebelum Piala Dunia 2022 bergulir, Timnas Brasil sudah mengoleksi setidaknya lima trofi. Tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan yang terakhir 2002. Namun, setelah tahun 2002, Brasil termasuk timnas yang empot-empotan.

Selecao bahkan kerap kesulitan menghadapi tim-tim dari Eropa. Yang paling menyakitkan boleh jadi pada edisi tahun 2014. Ketika itu negara yang memiliki patung Yesus Kristus tertinggi ketiga di dunia itu menjadi tuan rumah. Tentu saja, sebagai tuan rumah, Brasil punya semangat untuk mendapat trofi lagi.

Namun, mereka justru dibantai Jerman 7-1 di semifinal. Tidak hanya kekalahan memalukan Brasil, edisi 2014 pun banyak kejutan terjadi. Seperti Spanyol yang kalah di dua laga awal dan harus angkat koper lebih dulu. Inggris dan Italia juga memalukan.

Dua tim raksasa itu tersingkir dari fase grup. Uniknya, justru Kosta Rika dan Uruguay yang lolos dari Grup D. Dan ajaibnya lagi, Kosta Rika lolos dengan memuncaki klasemen Grup D saat Inggris dan Italia hanya berada di dua terbawah.

Terakhir yang mengesankan sekaligus menyedihkan adalah Lionel Messi jadi pemain terbaik di edisi ini, tapi Timnas Argentina gagal juara. Albiceleste dikalahkan Der Panzer 1-0 di final.

Piala Dunia 2002

Ada yang lupa dengan Piala Dunia 2002? Bagi generasi yang hidup di era sepakbola sudah memakai VAR, mungkin tidak akan ingat Piala Dunia 2002. Namun, bagi penggemar sepakbola yang sudah lumayan sepuh, pasti akan mengingat Piala Dunia ini.

Ketika itu yang juara Brasil. Namun bukan itu kejutannya. Sebab Brasil sudah langganan juara. Piala Dunia 2002 menjadi Piala Dunia pertama di Benua Asia. Waktu itu, Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah. Selain itu, hal mengejutkan terjadi ketika tim-tim “kelas bawah” justru bisa lolos ke fase gugur.

Misalnya, Turki untuk pertama kalinya melenggang ke semifinal. Senegal yang melumat juara bertahan Prancis 1-0. Lalu Korea Selatan yang ketika itu menjadi tim Asia pertama yang bisa melaju ke babak semifinal usai mengandaskan Spanyol, setelah sebelumnya di babak 16 besar menaklukkan Italia.

Di laga kontra Italia itu terjadi banyak kontroversi, termasuk Francesco Totti yang dikartu merah. Dan siapa yang melupakan sosok Ahn Jung-hwan? Pemain yang mencetak gol kemenangan Korea atas Gli Azzurri. Karena mencetak gol itu, Ahn Jung-hwan bahkan sampai diusir dari Liga Italia, padahal ia adalah pemain Perugia ketika itu.

Piala Dunia 2006

Sebagian besar generasi milenial pasti akan mengingat Piala Dunia 2006. Apalagi di situ tercipta momen-momen menarik sepanjang turnamen. Salah satunya ketika Timnas Italia asuhan Marcelo Lippi berhasil menang dramatis di final melawan Prancis. Di final itu pula terjadi momen-momen ikonik yang tak lekang oleh waktu.

Ingat bagaimana Zinedine Zidane menanduk Marco Materazzi? Bukan hanya itu, final Piala Dunia 2006 jadi yang mengejutkan. Sebab baik Italia maupun Prancis sangat minim dibicarakan. Orang cenderung menjagokan tuan rumah, Jerman untuk jadi juara atau Brasil.

Pada edisi 2006 juga ada delapan debutan di Piala Dunia. Salah duanya adalah Togo dan Trinidad and Tobago. Turnamen edisi ini menjadi sangat klasik dan monumental. Itu karena banyak gol-gol jarak jauh nan indah tercipta. Lalu kisah dongeng dua raksasa, Italia dan Prancis yang kembali ke puncak.

Oh iya, pada Piala Dunia 2006, Switzerland juga tampil sempurna. Mereka tak kebobolan satu gol pun di fase grup. Namun harus tersingkir secara mengejutkan di babak 16 besar oleh Ukraina.

Piala Dunia 1986

Piala Dunia 1986 menjadi Piala Dunia yang ikonik. Ketika itu, tuan rumah Meksiko berhasil menggelar Piala Dunia, walaupun setahun sebelumnya terjadi gempa dahsyat akibat pabrik nuklir Chernobyl. Bencana itu menewaskan tak kurang dari 10 ribu manusia.

Namun, Piala Dunia 1986 tetap digelar di Meksiko. Dan ini menjadi Piala Dunia dengan format yang baru. Jika sebelumnya ada 24 tim yang berpartisipasi di babak gugur, tahun 1986 jumlahnya menyusut menjadi 16 tim saja. Yang ajaib, Bulgaria dan Uruguay saat itu bisa lolos ke fase gugur meski cuma mencetak dua poin saja.

Tentu yang paling ikonik dan paling diingat dari Piala Dunia 1986 adalah gol “Tangan Tuhan” Diego Armando Maradona. Mendiang mencetak gol itu ketika Argentina mengalahkan Inggris di perempat final. Gol itu menjadi gol yang paling diingat sepanjang masa. Apalagi ketika itu, Argentina juga berakhir mengangkat trofi.

Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 juga menjadi Piala Dunia yang akan diingat sepanjang masa. Benar bahwa Piala Dunia 2018 tidak banyak melahirkan momen-momen yang berkesan. Hanya saja, Piala Dunia 2018 menjadi salah satu Piala Dunia terketat selama turnamen berlangsung.

Lihat bagaimana Timnas Jerman yang sebelumnya juara justru tersingkir lebih awal? Der Panzer keok di dua laga di fase grup, salah satunya melawan Korea Selatan asuhan Shin Tae-yong. Son Heung-min dan kolega berhasil menghajar Jerman dengan skor bulat 2-0. Meski kemenangan itu tidak cukup membawa Korea lolos ke fase gugur.

Kejutan lainnya adalah ketika tuan rumah, Rusia berhasil mengalahkan Spanyol di babak 16 besar. Piala Dunia 2018 juga menjadi salah satu yang nahas bagi Inggris. Sebab laju mereka mulus sampai semifinal sebelum dikalahkan Kroasia. Modric CS jadi tim kejutan yang sampai ke final, walaupun di partai puncak dihajar Prancis 4-2.

Piala Dunia 2010

Terakhir adalah Piala Dunia 2010. Siapa yang tidak sepakat kalau Piala Dunia di Afrika Selatan adalah Piala Dunia yang paling diingat? Rasanya tidak ada yang tak sepakat soal itu. Sebab banyak momen dan hal-hal menarik di Piala Dunia 2010 yang sangat membekas.

Seperti misalnya, gol dan selebrasi pemain Afrika Selatan, Siphiwe Tshabalala. Piala Dunia 2010 juga menjadi Piala Dunia pertama di Benua Afrika. Lalu ada Vuvuzela. Ingat dengan terompet yang suaranya seperti sangkakala itu? Betapa suara Vuvuzela sangat intimidatif. Meski sudah dilarang, Vuvuzela masih saja terdengar.

Lalu bola Jabulani. Bola yang akan selalu diingat sepanjang masa. Bola yang konon sulit ditaklukkan. Diego Forlan menjadi salah satu pemain yang bisa mengendalikannya. Oh iya, ada pula pertandingan ikonik antara Ghana vs Uruguay. Ghana yang melenggang ke perempat final nyaris masuk ke semifinal.

Sial mereka bertemu Uruguay di perempat final. Handball Luis Suarez di kotak penalti menjadi petaka bagi Ghana. Ketika itu, Ghana nyaris mencetak gol, tapi dihalangi tangan Suarez. El Pistolero diganjar kartu merah dan Ghana dapat penalti, tapi Asamoah Gyan gagal mengeksekusi peluang emas itu.

Pertandingan tersebut membuat Ghana mengusung misi balas dendam pada Uruguay di edisi tahun ini. Lalu, theme song Piala Dunia 2010, “Waka Waka” yang dinyanyikan Shakira juga sangat populer. Paul Si Gurita Peramal yang selalu tepat menebak juga jadi bagian di Piala Dunia ini.

Paul ketika itu bahkan berhasil memprediksi pemenang Piala Dunia 2010. Secara dramatis, La Furia Roja memenangkan Piala Dunia, persis ketika mereka untuk pertama kalinya melenggang ke final kompetisi akbar tersebut. Well, dari Piala Dunia tadi, mana yang paling kamu ingat duhai pecandu sepakbola?

https://youtu.be/3btBiUpQ_Y4

Sumber: TopTens, ShortList, TheGuardian, Vice, Okezone

Berita Bola Terbaru 6 November 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

MANCINI BAHAGIA LIHAT KEMBALINYA CHIESA

Pelatih Italia Roberto Mancini senang melihat Federico Chiesa kembali bermain saat Juventus kalah di Liga Champions dari PSG. Pemain sayap berusia 25 tahun itu sebelumnya harus menepi selama 10 bulan akibat cedera ligamen anterior. Chiesa perlahan-lahan memulihkan diri dan akhirnya turun ke lapangan lagi awal pekan ini. Mancini mengatakan,“Saya senang dia kembali, semua orang merindukannya. Sekarang dia perlu bermain dan memulihkan kondisinya.”

VAN DIJK YAKIN CARRAGHER TAK BAKAL BISA MASUK TIM ASUHAN KLOPP

Jamie Carragher hingga kini masih memegang predikat penampilan terbanyak kedua di Liverpool. Tetapi Virgil van Dijk yakin dia tidak akan mendapat kesempatan tampil dalam skuad Liverpool sekarang. Salah satu alasannya adalah karena Liverpool memiliki sejumlah pemain bertahan berkualitas dengan kemampuan mumpuni. Van Dijk menyebut dirinya, Joe Gomez, Matip dan Konate adalah bek-bek berkualitas.

CONTE KECAM JADWAL GILA PASCA PIALA DUNIA

Bos Tottenham Antonio Conte mengkritik keputusan sepak bola Inggris untuk melanjutkan pertandingan domestik hanya tiga hari setelah final Piala Dunia bulan depan. Final Piala Dunia berlangsung pada 18 Desember tetapi putaran keempat Piala Carabao dijadwalkan pada pertengahan minggu berikutnya, yakni 21 dan 22 Desember, dengan Liga Premier dilanjutkan pada 26 Desember. Hal ini sangat berbeda dengan jadwal liga-liga top lainnya yang baru bergulir mulai tanggal 27 desember ke atas. Conte mengatakan bahwa jadwal di sepakbola Inggris benar-benar gila. 

ERIK TEN HAG TENTANG KEMBALINYA VAN DE BEEK

Manchester United memperoleh kemenangan krusial 1-0 atas Real Sociedad pada fase grup Liga Europa 2022/23, Kamis lalu. Yang menarik, laga ini jadi kembalinya sosok Donny van de Beek. Dia bermain sebagai starter dan mencatatkan 58 menit sebelum digantikan oleh Marcus Rashford. Erik ten Hag berkomentar tentang kembalinya Donny. Diminta untuk memainkan peran ofensif karena beberapa opsi di lini serang tak tersedia, Ten Hag menyebut Donny sukses menutupi ketiadaan rekan-rekannya tersebut.

TIMNAS PORTUGAL DIWAJIBKAN JADI JUARA DUNIA

Bek timnas Portugal, Ruben Dias merasa generasi emasnya harus memberikan penghormatan tertinggi kepada Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2022 Qatar. Menurut Dias, nama Ronaldo menjadi salah satu motivasi tertinggi timnas Portugal untuk menampilkan yang terbaik di Piala Dunia 2022. Hal itu tak lepas dari usia Cristiano Ronaldo yang telah menginjak 37 tahun. Bek Manchester City itu juga menyampaikan kalau timnas Portugal harus bermain sebagai tim.

INTER MILAN AKAN PERPANJANG KONTRAK DZEKO

Inter Milan akan mempertimbangkan masa depan striker Edin Dzeko, bek sayap Matteo Darmian, dan bek Danilo D’Ambrosio berdasarkan penampilan mereka musim ini. Kontrak Dzeko akan habis pada akhir Juni 2023, tetapi pemain asal Bosnia itu tidak menunjukkan tanda-tanda melambat sebagai pemain penting bagi Nerazzurri. Pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak potensial untuk mereka akan datang sekitar musim semi 2023.

ANCELOTTI: MOURINHO DAN AS ROMA KOMBINASI SEMPURNA

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti memuji dan mengagumi sosok Jose Mourinho. Pria Italia itu menilai kepindahan Mourinho ke AS Roma adalah keputusan yang sempurna. Ancelotti menyebut ‘pernikahannya’ dengan Roma sebagai pernikahan sempurna bagi kedua belah pihak. “Dia pelatih hebat dalam sepak bola. Saya tahu apa yang tak berubah, kejujuran dan kecerdasannya tidak berubah, dan itu kombinasi yang bagus bersama Roma,” ujar Ancelotti.

LIGA SPANYOL LEBIH KANGEN MESSI DARIPADA RONALDO

Kepergian Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dari Liga Spanyol kembali menjadi materi yang dibahas Presiden La Liga, Javier Tebas, baru-baru ini. Menurut Tebas, tanpa Messi dan Ronaldo sekalipun, Liga Spanyol masih berada di jajaran teratas kompetisi top Eropa. Kendati demikian, Tebas mengaku tetap merindukan Ronaldo dan Messi berkompetisi di La Liga. Tapi, ia lebih condong merindukan Messi. Sebab ia sangat menyayangkan kepergian Messi ke PSG, karena daya tarik Ligue 1 jauh di bawah La Liga.

BUKAN SPANYOL, INI JAGOAN XAVI DI PIALA DUNIA 2022

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, menjagokan Argentina dan Brasil sebagai favorit juara Piala Dunia 2022 di Qatar yang akan berlangsung pada 20 November mendatang. Argentina dan Brasil sama-sama dihuni dua mantan rekan setim Xavi di Barca, yakni Lionel Messi dan Neymar. Menurut Xavi, Argentina dan Brasil selangkah lebih maju. “Spanyol, Prancis, bahkan Inggris punya tim nasional yang sangat bagus, namun saya pikir Argentina dan Brasil satu langkah lebih baik,” katanya.

PERANG MULUT PANAS GUARDIOLA VS IBRAHIMOVIC

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, dan bomber AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, terlibat dalam perseteruan yang panas di luar lapangan. Ibra dan Guardiola beradu komentar, hingga saling sindir, yang mencerminkan hubungan keduanya memang tak baik-baik saja. Semula Ibra memberikan pernyataan bahwa Erling Haaland perlu waspada akan kelakuan buruk Guardiola. Tanpa berlama-lama, Guardiola pun menertawakan klaim Ibra bahwa potensi Haaland bisa terhenti karena sang manajer.

HASIL LIGA INGGRIS

Manchester City untuk sementara berhasil menggusur Arsenal dari puncak klasemen Liga Inggris 2022/23. Hasil ini didapat usai City menang atas Fulham, Sabtu (5/11). Bermain dengan 10 orang sejak pertengahan babak pertama, City sukses mengunci kemenangan 2-1 di Stadion Etihad. Dua gol City tercipta berkat aksi Julian Alvarez dan penalti Erling Haaland. Sementara satu gol tim tamu dicetak oleh Andreas Pereira. City kini mengoleksi 32 poin dari 13 pertandingan.

Hasil manis juga didapat Leicester City yang bertandang ke markas Everton semalam. The Foxes sudah unggul 1-0 di babak pertama berkat gol Youri Tielemans. Kemudian, Leicester menambah keunggulannya di babak kedua berkat gol Harvey Barnes jelang menit-menit akhir. Kemenangan ini membuat Leicester naik ke urutan 13 dengan 14 poin. .

HASIL LIGA ITALIA

AC Milan menang 2-1 atas Spezia di Stadion San Siro. Milan unggul duluan di babak pertama lewat gol Theo Hernandez di menit ke-21. Daniel Maldini menyamakan skor di menit ke-59. Lalu Sepakan voli Olivier Giroud di menit ke-89 memastikan tiga poin Rossoneri.

Di laga lain, Napoli menang atas tuan rumah Atalanta. Napoli harus tertinggal 1-0 terlebih dahulu berkat gol Ademola Lookman di menit ke-19 melalui titik putih. Namun Napoli tidak menyerah begitu saja. Tim asal Naples itu berhasil membalikkan kedudukan menjadi 2-1 berkat gol Victor Osimhen dan Elif Elmas. Napoli dan juga AC Milan kini masih menghuni peringkat satu dan dua klasemen Serie A.

HASIL LIGA SPANYOL DAN JERMAN

Barcelona sukses menghajar Almeria dengan skor 2-1 di Camp Nou, Minggu (6/11) dini hari WIB. Kebuntuan baru pecah pada menit ke-48 lewat gol Ousmane Dembele. Keunggulan itu lantas digandakan oleh Frenkie De Jong pada menit ke-62. Barca kini mengoleksi 34 poin dari 13 laga, dua poin di depan Real Madrid yang baru bermain 12 kali. 

Di Liga Jerman, Bayern Munchen sukses meraih kemenangan dengan skor tipis 3-2 atas Hertha Berlin. Tiga gol Bayern dicetak oleh Jamal Musiala di menit 12 dan Eric Maxim Choupo-Moting di menit 37 dan 38. Sementara itu, dua gol balasan Hertha Berlin dicetak oleh Dodi Lukebakio di menit 40 dan Davie Selke di menit 45. 

TANGIS PIQUE DI PERTANDINGAN TERAKHIR BARCELONA

Gerard Pique mendapat tepuk tangan meriah di penampilan terakhirnya di Camp Nou pada Ahad dini hari tadi.  Ia digantikan pada menit ke-84 dan dengan berlinang air mata saat menyapa fans dan memeluk semua rekan satu timnya, pelatih Xavi dan seluruh rekan bangku cadangan Barca. Di akhir laga, Pique juga memberikan kalimat perpisahan di hadapan publik Camp Nou. Di momen ini, Pique juga tak kuasa menahan air matanya.

HAALAND MASIH MANUSIA, DEG-DEGAN JUGA EKSEKUSI PENALTI

Erling Haaland dicap sebagai robot pada musim ini karena langsung tokcer di Premier League. Tapi penalti lawan Fulham mengembalikan sisi manusianya. Masuk sebagai pengganti pada menit ke-64, Haaland mencetak gol dari titik penalti pada menit terakhir laga, tepatnya di menit ke-95. Haaland mengaku ia gugup setengah mati, apalagi tendangannya sebenarnya terbaca oleh kiper.

BEN CHILWELL DIPASTIKAN ABSEN BELA INGGRIS

Ben Chilwell baru saja diumumkan mengalami cedera yang cukup berat. Situs resmi Chelsea yang memberitakan itu. Chelsea memastikan Ben Chilwell mengalami cedera hamstring. Cedera itu didapat saat Chelsea melawan Zagreb tengah pekan lalu. Ia diperkirakan membutuhkan waktu lama untuk pulih dan akan kemungkinan besar melewatkan Piala Dunia 2022.

WOLVES RESMI TUNJUK LOPETEGUI SEBAGAI PELATIH ANYAR

Julen Lopetegui resmi menjadi pelatih Wolverhampton Wanderers di sisa musim 2022/23. Pelatih asal Spanyol itu menggantikan posisi Bruno Lage yang dipecat. Sekedar informasi, Lopetegui merupakan mantan pelatih Sevilla. Namun pelatih berusia 56 tahun itu harus mengakhiri masa baktinya dengan klub asal Spanyol, setelah mendapatkan hasil buruk di awal musim ini.

LIONEL MESSI ABSEN BELA PSG LAWAN LORIENT

Timnas Argentina kembali dibuat ketir-ketir setelah Lionel Messi dikabarkan mengalami cedera lagi oleh PSG. Dalam pernyataan PSG itu, Messi disebut mengalami cedera peradangan pada tendon Achilles dan terancam absen di Piala Dunia. PSG juga memastikan Messi akan absen dalam laga PSG melawan Lorient di pekan ke-14 Liga Prancis 2022/23, Minggu (6/11). Messi, dikonfirmasi oleh PSG, baru akan bisa berlatih pada pekan depan bersama dengan rekan-rekannya.

LAFC JUARA PIALA MLS

Untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, Los Angeles FC menjadi pemenang Piala MLS setelah mengalahkan Philadelphia Union 3-0 melalui adu penalti di depan penonton tuan rumah di Stadion Banc of California, Sabtu. Sang juara harus ditentukan lewat adu penalti setelah dalam 90 menit plus 2×15 menit kedua tim bermain imbang 3-3. Gareth Bale, yang menjadi bintang LAFC, mencetak salah satu gol di menit 120+8.

KLOPP GERAM DENGAN PIALA DUNIA QATAR

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp angkat bicara soal Piala Dunia Qatar 2022 yang akan digelar sebentar lagi. Juru taktik asal Jerman itu mempertanyakan legitimasi digelarnya ajang empat tahunan ini di Qatar. Klopp mengaku tidak senang dengan cara FIFA menganugerahkan status tuan rumah kepada Qatar dan isu-isu pelanggaran hak asasi manusia di Timur Tengah.

PIQUE PENSIUN, UMTITI JANGAN HARAP DIMINTA BARCA PULANG

Bek senior Barcelona, Gerard Pique, membuat keputusan mengejutkan dengan tiba-tiba pensiun. Muncul kekhawatiran, ada lubang di lini belakang Barca jika ditinggal Pique. Ada saran agar Blaugrana membawa pulang Samuel Umtiti yang tengah dipinjamkan ke Lecce. Namun, dilansir Football Italia, Los Cules tidak akan membuat keputusan tersebut. Mereka memilih meminjamkan Umtiti hingga kesepakatan selesai pada musim panas mendatang.

LIVERPOOL MASIH PALING KUAT UNTUK DATANGKAN BELLINGHAM

Dilansir Football Espana, Liverpool dilaporkan masih berada di puncak antrian untuk mendatangkan gelandang Borussia Dortmund dan timnas Inggris, Jude Bellingham. Laporan tersebut mengklaim bahwa ‘hubungan dekat’ klub Merseyside dengan klub Jude Bellingham telah memberi mereka keuntungan dalam hal mengamankan kesepakatan.

YOUSSOUFA MOUKOKO CETAK SEJARAH BARU

Borussia Dortmund berhasil membungkam tim tamu VfL Bochum dengan tiga gol tanpa balas di Signal Iduna Park, Sabtu (5/11) malam WIB. Pada laga itu anak muda bernama Youssoufa Moukoko sukses mencetak dua dari tiga gol Dortmund. Tambahan dua gol membuat Moukoko mencatat rekor baru di kompetisi kasta tertinggi Jerman, yang mana ia menjadi pemain termuda dalam sejarah Bundesliga yang mampu mencetak sepuluh gol di usia 17 tahun lebih 350 hari. Ia mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Florian Wirtz.

KANADA TERANCAM TANPA DAVIES DI PIALA DUNIA 2022

Alphonso Davies terancam absen di Piala Dunia 2022. Hal itu setelah pemain sayap Bayern Munchen itu keluar lapangan sambil tertatih-tatih akibat cedera hamstring saat The Bavarians menang tipis 3-2 atas Hertha Berlin pada Sabtu (5/11) malam. Manajer Julian Nagelsmann mengatakan pemain berusia 22 tahun itu mengalami cedera otot pada kakinya. “Kami harus menunggu sampai besok atau mungkin nanti malam guna mempelajari apa yang dikeluarkan (tim medis Bayern),” kata Nagelsmann.