Setiap edisinya, Piala Dunia akan selalu menghadirkan hal-hal yang menarik dan unik. Maka dari itu, setiap edisi pasti memiliki kesan yang berbeda-beda. Kesan yang bakal menancap kuat ke benak para penggemar sepakbola.
Dari tahun 1930 sampai edisi 2018, Piala Dunia menjadi ajang besar yang sangat dinanti publik penggemar sepakbola. Namun dari semua edisi Piala Dunia tersebut, ada yang akan dikenang sepanjang masa. Nah berikut ini edisi Piala Dunia yang akan dikenang sepanjang masa.
Daftar Isi
Piala Dunia 2014
Semua orang tahu bahwa Brasil adalah negara yang memiliki gelar Piala Dunia terbanyak. Tercatat, sebelum Piala Dunia 2022 bergulir, Timnas Brasil sudah mengoleksi setidaknya lima trofi. Tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan yang terakhir 2002. Namun, setelah tahun 2002, Brasil termasuk timnas yang empot-empotan.
Selecao bahkan kerap kesulitan menghadapi tim-tim dari Eropa. Yang paling menyakitkan boleh jadi pada edisi tahun 2014. Ketika itu negara yang memiliki patung Yesus Kristus tertinggi ketiga di dunia itu menjadi tuan rumah. Tentu saja, sebagai tuan rumah, Brasil punya semangat untuk mendapat trofi lagi.
🇧🇷🇩🇪
Salah satu pertandingan yang tak terlupakan dari Piala Dunia 2014. Tuan rumah, Brasil, dihancurkan oleh sang juara turnamen, Jerman, dengan skor akhir 7-1.#WorldCup #Germany #Brazil pic.twitter.com/Y7E9LdM47J
— BolaFreak (@bola_freak) July 8, 2022
Namun, mereka justru dibantai Jerman 7-1 di semifinal. Tidak hanya kekalahan memalukan Brasil, edisi 2014 pun banyak kejutan terjadi. Seperti Spanyol yang kalah di dua laga awal dan harus angkat koper lebih dulu. Inggris dan Italia juga memalukan.
Dua tim raksasa itu tersingkir dari fase grup. Uniknya, justru Kosta Rika dan Uruguay yang lolos dari Grup D. Dan ajaibnya lagi, Kosta Rika lolos dengan memuncaki klasemen Grup D saat Inggris dan Italia hanya berada di dua terbawah.
Terakhir yang mengesankan sekaligus menyedihkan adalah Lionel Messi jadi pemain terbaik di edisi ini, tapi Timnas Argentina gagal juara. Albiceleste dikalahkan Der Panzer 1-0 di final.
#OTD in 2014, Mario Gotze scored a stunning extra-time goal to settle the 2014 FIFA World Cup Final in Germany’s favour, crowning the Europeans as champions with a 1-0 victory over Lionel Messi’s Argentina at the Maracana.
🇩🇪Germany 1-0 Argentina🇦🇷#WorldCup | July 13, 2014 pic.twitter.com/Y0jkZ92MaT
— UEFA Europa Champions Conference League (@eurocnfleague) July 13, 2022
Piala Dunia 2002
Ada yang lupa dengan Piala Dunia 2002? Bagi generasi yang hidup di era sepakbola sudah memakai VAR, mungkin tidak akan ingat Piala Dunia 2002. Namun, bagi penggemar sepakbola yang sudah lumayan sepuh, pasti akan mengingat Piala Dunia ini.
Ketika itu yang juara Brasil. Namun bukan itu kejutannya. Sebab Brasil sudah langganan juara. Piala Dunia 2002 menjadi Piala Dunia pertama di Benua Asia. Waktu itu, Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah. Selain itu, hal mengejutkan terjadi ketika tim-tim “kelas bawah” justru bisa lolos ke fase gugur.
Misalnya, Turki untuk pertama kalinya melenggang ke semifinal. Senegal yang melumat juara bertahan Prancis 1-0. Lalu Korea Selatan yang ketika itu menjadi tim Asia pertama yang bisa melaju ke babak semifinal usai mengandaskan Spanyol, setelah sebelumnya di babak 16 besar menaklukkan Italia.
Di laga kontra Italia itu terjadi banyak kontroversi, termasuk Francesco Totti yang dikartu merah. Dan siapa yang melupakan sosok Ahn Jung-hwan? Pemain yang mencetak gol kemenangan Korea atas Gli Azzurri. Karena mencetak gol itu, Ahn Jung-hwan bahkan sampai diusir dari Liga Italia, padahal ia adalah pemain Perugia ketika itu.
Scorer of South Korea’s golden goal vs Italy in the 2002 World Cup 🤩
The next day, had his contract with Perugia cancelled for ‘ruining Italian football’ 😳
Happy Birthday, Ahn Jung-hwan! 🥳
— GOAL (@goal) January 27, 2020
Piala Dunia 2006
Sebagian besar generasi milenial pasti akan mengingat Piala Dunia 2006. Apalagi di situ tercipta momen-momen menarik sepanjang turnamen. Salah satunya ketika Timnas Italia asuhan Marcelo Lippi berhasil menang dramatis di final melawan Prancis. Di final itu pula terjadi momen-momen ikonik yang tak lekang oleh waktu.
Ingat bagaimana Zinedine Zidane menanduk Marco Materazzi? Bukan hanya itu, final Piala Dunia 2006 jadi yang mengejutkan. Sebab baik Italia maupun Prancis sangat minim dibicarakan. Orang cenderung menjagokan tuan rumah, Jerman untuk jadi juara atau Brasil.
Zinedine Zidane’s red card after a headbutt on Marco Materazzi in 2006 World Cup Final which ended up being his last ever career game pic.twitter.com/8MQWbeoE5e
— Iconic World Cup Moments (@WorldCupIconic) September 30, 2022
Pada edisi 2006 juga ada delapan debutan di Piala Dunia. Salah duanya adalah Togo dan Trinidad and Tobago. Turnamen edisi ini menjadi sangat klasik dan monumental. Itu karena banyak gol-gol jarak jauh nan indah tercipta. Lalu kisah dongeng dua raksasa, Italia dan Prancis yang kembali ke puncak.
Oh iya, pada Piala Dunia 2006, Switzerland juga tampil sempurna. Mereka tak kebobolan satu gol pun di fase grup. Namun harus tersingkir secara mengejutkan di babak 16 besar oleh Ukraina.
Piala Dunia 1986
Piala Dunia 1986 menjadi Piala Dunia yang ikonik. Ketika itu, tuan rumah Meksiko berhasil menggelar Piala Dunia, walaupun setahun sebelumnya terjadi gempa dahsyat akibat pabrik nuklir Chernobyl. Bencana itu menewaskan tak kurang dari 10 ribu manusia.
Namun, Piala Dunia 1986 tetap digelar di Meksiko. Dan ini menjadi Piala Dunia dengan format yang baru. Jika sebelumnya ada 24 tim yang berpartisipasi di babak gugur, tahun 1986 jumlahnya menyusut menjadi 16 tim saja. Yang ajaib, Bulgaria dan Uruguay saat itu bisa lolos ke fase gugur meski cuma mencetak dua poin saja.
Maradona ‘Hand of God’ Goal 1986 World Cup#Argentina #GOAT #RIPMARADONA#RIPDIEGOMARADONA pic.twitter.com/inqpy32ctD
— Siddhant Anand (@JournoSiddhant) November 25, 2020
Tentu yang paling ikonik dan paling diingat dari Piala Dunia 1986 adalah gol “Tangan Tuhan” Diego Armando Maradona. Mendiang mencetak gol itu ketika Argentina mengalahkan Inggris di perempat final. Gol itu menjadi gol yang paling diingat sepanjang masa. Apalagi ketika itu, Argentina juga berakhir mengangkat trofi.
Piala Dunia 2018
Piala Dunia 2018 juga menjadi Piala Dunia yang akan diingat sepanjang masa. Benar bahwa Piala Dunia 2018 tidak banyak melahirkan momen-momen yang berkesan. Hanya saja, Piala Dunia 2018 menjadi salah satu Piala Dunia terketat selama turnamen berlangsung.
Lihat bagaimana Timnas Jerman yang sebelumnya juara justru tersingkir lebih awal? Der Panzer keok di dua laga di fase grup, salah satunya melawan Korea Selatan asuhan Shin Tae-yong. Son Heung-min dan kolega berhasil menghajar Jerman dengan skor bulat 2-0. Meski kemenangan itu tidak cukup membawa Korea lolos ke fase gugur.
On this day in 2018, Germany’s World Cup defence was ended by Korea and Son Heung-min 😮
(via @FIFAWorldCup)pic.twitter.com/FfC3hWZP7I
— B/R Football (@brfootball) June 27, 2021
Kejutan lainnya adalah ketika tuan rumah, Rusia berhasil mengalahkan Spanyol di babak 16 besar. Piala Dunia 2018 juga menjadi salah satu yang nahas bagi Inggris. Sebab laju mereka mulus sampai semifinal sebelum dikalahkan Kroasia. Modric CS jadi tim kejutan yang sampai ke final, walaupun di partai puncak dihajar Prancis 4-2.
Piala Dunia 2010
Terakhir adalah Piala Dunia 2010. Siapa yang tidak sepakat kalau Piala Dunia di Afrika Selatan adalah Piala Dunia yang paling diingat? Rasanya tidak ada yang tak sepakat soal itu. Sebab banyak momen dan hal-hal menarik di Piala Dunia 2010 yang sangat membekas.
Seperti misalnya, gol dan selebrasi pemain Afrika Selatan, Siphiwe Tshabalala. Piala Dunia 2010 juga menjadi Piala Dunia pertama di Benua Afrika. Lalu ada Vuvuzela. Ingat dengan terompet yang suaranya seperti sangkakala itu? Betapa suara Vuvuzela sangat intimidatif. Meski sudah dilarang, Vuvuzela masih saja terdengar.
Diego Forlan silencing thousands of Vuvuzela horns after scoring an absolute worldie at the 2010 World Cup… 🚀
Silence has never sounded so good! 😍
📹 @FIFAWorldCup pic.twitter.com/MsXNZefeus
— Footy Accumulators (@FootyAccums) November 16, 2021
Lalu bola Jabulani. Bola yang akan selalu diingat sepanjang masa. Bola yang konon sulit ditaklukkan. Diego Forlan menjadi salah satu pemain yang bisa mengendalikannya. Oh iya, ada pula pertandingan ikonik antara Ghana vs Uruguay. Ghana yang melenggang ke perempat final nyaris masuk ke semifinal.
Sial mereka bertemu Uruguay di perempat final. Handball Luis Suarez di kotak penalti menjadi petaka bagi Ghana. Ketika itu, Ghana nyaris mencetak gol, tapi dihalangi tangan Suarez. El Pistolero diganjar kartu merah dan Ghana dapat penalti, tapi Asamoah Gyan gagal mengeksekusi peluang emas itu.
Uruguay vs. Ghana
🟥 Luis Suarez
📜 FIFA World Cup 2010
pic.twitter.com/BojVa61SWR— Epic Red Cards (@epicredcards) June 29, 2022
Pertandingan tersebut membuat Ghana mengusung misi balas dendam pada Uruguay di edisi tahun ini. Lalu, theme song Piala Dunia 2010, “Waka Waka” yang dinyanyikan Shakira juga sangat populer. Paul Si Gurita Peramal yang selalu tepat menebak juga jadi bagian di Piala Dunia ini.
Still the best World Cup song. Waka Waka by @shakira for the 2010 World Cup. #WorldCupDraw pic.twitter.com/gHDuPJl5WD
— Stephen Tanner 🌎 (@stephenmtanner) April 1, 2022
Paul ketika itu bahkan berhasil memprediksi pemenang Piala Dunia 2010. Secara dramatis, La Furia Roja memenangkan Piala Dunia, persis ketika mereka untuk pertama kalinya melenggang ke final kompetisi akbar tersebut. Well, dari Piala Dunia tadi, mana yang paling kamu ingat duhai pecandu sepakbola?
https://youtu.be/3btBiUpQ_Y4
Sumber: TopTens, ShortList, TheGuardian, Vice, Okezone


