Beranda blog Halaman 459

UEL Rasa UCL! Peta Persaingan Playoff Europa League 2022/23

Kompetisi kasta kedua Eropa musim ini tiba-tiba menjadi lebih menarik. Peta persaingan Liga Malam Jumat musim ini berbeda. Bak persaingan di Liga Champions, di mana kontestan di babak playoff 16 besar banyak berisikan tim-tim raksasa yang biasa bermain di Liga Champions. Lantas, bagaimana sih sebenarnya peta persaingan babak playoff 16 besar di Europa League musim ini?

UEL Rasa UCL

Liga malam jumat musim ini sedari awal sudah diisi klub-klub besar macam MU, Arsenal, maupun AS Roma. Sudah begitu, persaingan di tiap grupnya juga sangat sengit. Di mana tim-tim menengah macam Betis maupun Sociedad mampu tampil mengesankan.

Belum lagi banyak klub kejutan yang lolos. Siapa yang sering dengar klub macam Union Saint Gilloise ataupun Ferencváros? Ya, mereka mampu lolos ke fase 16 besar sebagai juara grup. Artinya Europa League musim ini persaingannya tak bisa ditebak dan sangat seru.

Sudah seru begitu, liga ini tiba-tiba dapat lungsuran dari para tim yang tak mampu lolos dari Liga Champions. Celakanya, mereka yang datang adalah para klub besar. Sebut saja Barcelona maupun Juventus. Hal itulah yang membuat Liga Malam Jumat semakin beraura Liga Champions.

Mekanisme Pengundian, Hasil Pengundian, Dan Kapan Digelar

Di Europa League, sejauh ini 16 klub sudah memastikan tiket ke fase knockout. Delapan di antaranya memastikan lolos sebagai juara grup. Sedangkan delapan tim lainya sebagai runner-up grup. Dengan hasil tersebut, para juara grup akan langsung lolos ke 16 besar. Sedangkan runner-up akan tampil terlebih dahulu di babak Playoff.

Babak Playoff akan diundi terlebih dahulu. Mempertemukan delapan runner-up grup Liga Europa dengan delapan klub yang terlempar dari ajang Liga Champions. Sebagai hasilnya, delapan match tercipta dari undian tersebut.

Yang jadi sorotan banyak orang tentu ketika nama Barcelona dan Manchester United muncul terlebih dahulu di undian tersebut. Mereka akan saling sikut di babak Playoff ini. Kemudian klub besar lainnya, Juventus akan ditantang wakil Prancis Nantes.

Lalu ada Sporting Lisbon yang ditantang satu-satunya wakil Denmark, FC Midtjylland. Ada juga Shakhtar Donetsk yang akan menghadapi wakil Prancis lainnya, Rennes. Sementara itu Ajax akan ditunggu tim kejutan dari Jerman, Union Berlin.

Bayer Leverkusen di bawah Xabi Alonso akan ditantang AS Monaco. Sedangkan langganan juara Europa League, Sevilla mendapat lawan PSV Eindhoven. Dan yang terakhir, tim asuhan Mourinho AS Roma akan ditantang wakil dari Austria, Salzburg.

Laga pertama babak Playoff ini nantinya akan mulai digelar tahun depan. Tepatnya pada 16 Februari 2023. Para runner-up Liga Malam Jumat akan bertindak sebagai tamu terlebih dahulu di leg pertama. Sebelum kemudian menjadi tuan rumah di leg kedua.

Nah, para pemenang dari laga playoff ini nantinya akan diundi kembali untuk fase 16 besar yang sesungguhnya. Para pemenang, selanjutnya akan diundi untuk bertemu dengan para juara Grup Liga Europa yang sudah menanti, seperti Arsenal. Undian itu rencananya akan dilangsungkan pada 24 Februari 2023.

Peta Persaingan Tim Yang Akan Bertanding

Melihat partai yang tersaji di babak playoff 16 besar ini, beberapa partai menarik untuk dilihat peta persaingannya. Seperti Juventus vs Nantes. Juve di bawah Allegri mungkin inkonsisten di musim ini. Namun grafiknya perlahan mulai bangkit. Sementara Nantes, kini sedang terpuruk di Ligue 1 dengan berada di posisi 16 klasemen.

Namun bukan berarti Juve bisa menganggap sepele Nantes. Karena Nantes dulu punya kenangan indah kemenangan atas Juve yang bisa dijadikan motivasi. Ketika itu pada musim 1995/96, Nantes pernah menang atas Juve di semifinal Liga Champions 3-2. Namun sayang, Nantes gagal melaju ke final karena kalah agregat.

Partai Ajax melawan Union Berlin pun tak kalah seru. Ajax bisa kesulitan menghadapi wakil Jerman yang satu ini. Pasalnya, Union Berlin performanya masih di atas angin. Mereka bahkan sempat memimpin klasemen Bundesliga selama beberapa pekan.

Lalu ada juga Sporting Lisbon di bawah pelatih muda potensial, Ruben Amorim yang akan menghadapi FC Midtjylland wakil Denmark yang mengejutkan setelah menyingkirkan Lazio. Dengan materi yang lebih unggul, seharusnya anak asuh Amorim ini menang mudah. Namun semangat kelolosan Midtjylland di fase grup yang ketat bisa dijadikan motivasi tersendiri.

Sevilla, yang akan bertemu PSV juga sangat seru. DNA Europa League Sevilla kini di tangan Sampaoli akan diuji. Lawannya juga tak main-main, PSV besutan Van Nistelrooy. Bahkan PSV sementara ini menjadi tim yang paling produktif di Liga Eropa dengan torehan 15 gol. Reuni bomber Luuk De Jong juga menjadi warna di laga ini.

Bayer Leverkusen di tangan Xabi Alonso meskipun masih terpuruk di Bundesliga, namun bukan tidak mungkin mereka akan mengejutkan di pentas Eropa saat bertemu AS Monaco. Sementara itu, reuni bomber Kevin Volland juga akan menjadi sorotan di laga ini.

Sementara Roma di bawah Mourinho, akan kembali membuktikan tajinya di pentas Eropa. Terakhir kali Mou sukses di Europa League adalah di musim 2016/17 bersama United. Namun lawan mereka, Salzburg juga bukan tim sembarangan. Mereka juga pernah mencapai 16 besar Champions League musim lalu. Mereka musim ini juga sempat menahan imbang Chelsea dan Milan di fase grup Liga Champions.

Big Match MU vs Barcelona

Dan yang paling menjadi sorotan tentu Big Match MU vs Barcelona. Banyak faktor yang menjadikan laga ini menarik untuk dibicarakan. Antara lain Frankie De Jong yang akhirnya main di Old Trafford meskipun dirinya menolak pindah ke MU. Reuni Frankie De Jong dan Ten Hag pun akhirnya kesampaian, namun kini sebagai musuh.

Kemudian CR7 yang kembali menghadapi musuh bebuyutannya. CR7 bisa menjadi kunci MU di laga ini. Namun, yang perlu dicatat, CR7 selama berseragam MU tak pernah bisa membobol gawang Barca. Terakhir CR7 membobol gawang Barca ketika berseragam Juve.

Secara head to head MU dan Barca terakhir bertemu di perempat final Liga Champions musim 2018/19. Ketika itu Barca menang agregat telak 4-0. Sebelumnya, di dua partai final Liga Champions, MU pun berturut-turut keok.

Terakhir kali MU bisa menang atas Barca terjadi pada semifinal Liga Champions 2007/08. Ketika itu tendangan Paul Scholes menjadi gol satu-satunya yang mengalahkan Barca.

Nah, dari semua gambaran peta persaingan partai playoff 16 besar Europa League musim ini, menurut pendapat Football Lovers, klub mana saja nih yang diprediksi akan melaju?

https://youtu.be/mR4j0UKypFM

Sumber Referensi : espn, dailymail, skysports

Begini Starting XI Terbaik di Piala Dunia 2022

0

Setiap negara yang tampil di Piala Dunia pasti punya Starting XI terbaiknya masing-masing. Namun, bagaimana jika beberapa pemain terbaik disatukan dalam satu Starting XI?

Well, berikut ini adalah Starting XI terbaik di Piala Dunia 2022 versi Starting Eleven. Oh ya, buat yang jagoannya nggak masuk, jangan sewot ya. Itu karena kualitas sang pemain tidak memungkinkan untuk masuk Starting XI terbaik di Piala Dunia 2022.

Penjaga Gawang

Mari kita mulai dari posisi kiper. Di posisi penjaga gawang banyak nama mentereng di Piala Dunia 2022. Tapi pilihan Starting Eleven jatuh pada Thibaut Courtois. Kiper andalan Real Madrid yang baru saja meraih Yashin Trophy.

Courtois juga menjadi kiper andalan Timnas Belgia. Mantan kiper Chelsea itu sudah mencatatkan 96 kaps di level tim nasional. Dari 96 pertandingannya bersama Timnas Belgia, Courtois mengemas 48 clean sheets dan kebobolan 74 gol.

Dalam Starting XI Piala Dunia pilihan mantan pelatih Real Madrid, Fabio Capello dan mantan pelatih AC Milan, Arrigo Sacchi, Courtois juga masuk. Sementara itu, untuk cadangannya Starting Eleven akan menaruh dua nama: Alisson Becker dan Marc-Andre ter Stegen.

Allison dipilih jadi cadangan karena performanya tidak cukup baik di Liverpool, tapi jadi andalan Brasil. Sementara Ter Stegen dipilih sesuai kapasitasnya. Ter Stegen juga beberapa kali menjadi andalan Hansi Flick di Timnas Jerman. Dalam 8 laga kualifikasi Piala Dunia, Ter Stegen mampu mengemas 3 kali clean sheets dan 6 kali kebobolan.

Bek Kanan

Banyak bek kanan dengan kualitas bagus di Piala Dunia 2022. Barangkali sosok Trent Alexander-Arnold adalah pilihan terbaik banyak orang, termasuk Fabio Capello dan Arrigo Sacchi. Namun, melihat faktanya, Arnold sedang meredup.

Oleh karena itu, Starting Eleven tetap memasukkannya tapi sebagai cadangan. Sementara untuk line up, superstar Maroko, Achraf Hakimi lebih layak masuk. Hakimi belakangan ini menunjukkan kualitasnya di PSG. Pemain yang juga berdarah Spanyol itu memainkan 11 laga kualifikasi Piala Dunia untuk Maroko.

Hakimi punya kualitas umpan yang baik. Ia rajin memberi umpan progresif di PSG. Media sekelas The Sun juga menaruh Hakimi di Starting XI terbaik Piala Dunia. Untuk cadangannya, selain TAA, Kieran Trippier, Benjamin Pavard, dan Kyle Walker layak masuk. Tiga pemain itu tampil apik di klubnya masing-masing.

Bek Kiri

Jika bek kanan ada Achraf Hakimi, bagaimana dengan bek kiri? Nama Alphonso Davies layak, tapi Joao Cancelo dari Manchester City lebih menggoda. Apalagi Davies belum tentu fit betul ketika di Piala Dunia. Sedangkan Joao Cancelo sedang bagus performanya.

Cancelo juga beberapa kali menunjukan performa apik di Os Navegadores. Di kualifikasi Piala Dunia, Cancelo sudah mengemas 11 laga dan mencetak 3 asis plus 2 gol. Catatan itu okelah untuk seorang bek kiri. Terlebih Cancelo juga rajin dalam melakukan umpan. Rata-rata umpannya per 90 menit mencapai 91,5.

Maka wajar jika Fabio Capello juga memilih Cancelo di Starting XI terbaik di Piala Dunia. Lalu untuk cadangannya, ada Jordi Alba, pemain senior di Timnas Spanyol dan Theo Hernandez. Meski penampilannya masih sedikit di Timnas Prancis, Theo sudah menyumbang 4 gol dari 7 laganya.

Bek Tengah

Kemudian di Piala Dunia 2022 ini, berjibun bek tengah yang luar biasa. Tapi kalau disuruh memilih dua saja, Starting Eleven akan memilih Virgil Van Dijk dan Lisandro Martinez di sektor bek tengah. Mengapa Van Dijk? Sulit untuk mencari alasannya.

Sebab Virgil Van Dijk, sekalipun penampilannya kurang oke bersama Liverpool musim ini, tapi merupakan salah satu bek superstar di Piala Dunia 2022. Ia jadi andalan Van Gaal di Timnas Belanda. Berkatnya Timnas Belanda sangat minim kebobolan.

Di kualifikasi Piala Dunia, Belanda hanya kebobolan 8 gol. Van Dijk juga mengantarkan Netherlands ke final four di UEFA Nations League, dengan hanya kebobolan 6 gol. Duel-duelnya selalu jadi ciri khas Van Dijk. Nah, Lisandro Martinez layak untuk mendampinginya.

Meski mungil, Lisandro punya kualitas duel yang bagus. Caranya dalam mengontrol bola juga lumayan. Bayangkan saja dua bek ini bermain bersama! Van Dijk dengan kualitas duelnya dan Lisandro dengan caranya menguasai bola. Untuk cadangannya ada nama De Ligt (Belanda), Eder Militao (Brasil), dan Rudiger (Jerman).

Gelandang

Posisi gelandang juga banyak yang bagus di Piala Dunia 2022. Namun, tidak sulit untuk menentukan tiga yang jadi Starting XI terbaik. Ketiganya adalah Luka Modric, Kevin de Bruyne, dan Jude Bellingham. Fabio Capello juga memilih De Bruyne dalam Starting XI terbaik versinya.

Itu wajar karena penampilan De Bruyne menonjol belakangan ini. Di Manchester City, dari 13 laga di Premier League, De Bruyne sudah melahirkan 10 asis. Luar biasa! Jumlah asis De Bruyne di Timnas Belgia juga hampir melebih separuh jumlah penampilannya, yaitu 46 dari 93 penampilan.

Luka Modric tak usah ditanya lagi. Ia adalah gelandang kreatif. Mesin lini tengah Real Madrid dan Timnas Kroasia. Sedangkan Jude Bellingham adalah gelandang Inggris yang sedang naik daun. Tak terbayang, De Bruyne akan jadi gelandang serang, Modric gelandang penyeimbang di lini tengah, dan Bellingham bisa agak bertahan.

Lalu di bangku cadangan masih ada pemuda Spanyol, Gavi yang baru meraih Golden Boy. Joshua Kimmich yang bisa juga jadi gelandang bertahan dengan 70 kaps di Timnas Jerman. Dan terakhir sosok gelandang Swiss, Granit Xhaka yang kembali ke performa terbaiknya saat berseragam Arsenal.

Penyerang

Kiper sudah, bek dan gelandang juga sudah, kini giliran penyerang. Kira-kira siapa yang layak masuk Starting XI terbaik? The Sun menempatkan Kylian Mbappe. Fabio Capello juga sama. Starting Eleven pun akan menempatkan Mbappe di salah satu penyerang.

Mbappe bisa menjadi penyerang sayap, entah di kanan maupun di kiri. Agresivitas, penetrasi, dan determinasinya di PSG membuat Mbappe layak masuk Starting XI terbaik Piala Dunia 2022. Mbappe juga produktif di PSG. Musim ini, ia mencetak 11 gol dari 13 laga di Ligue 1. Ditambah 7 gol dan 3 asis dari 6 laga di UCL.

Lalu untuk penyerang tengahnya, nama Karim Benzema jelas yang dipilih. Meski tidak terlalu bersinar di Timnas Prancis, Ballon d’Or yang diraih Benzema adalah fakta yang tidak bisa dilepeh. Jika Benzema tidak bermain di Piala Dunia, tenang, masih ada Robert Lewandowski.

Lewy selalu jadi tumpuan Timnas Polandia di kompetisi internasional. Lantas bagaimana penyerang sayap yang satunya? Neymar layak masuk, tapi Lionel Messi lebih layak untuk menempati tiga di depan. Penampilannya yang kembali berkat Galtier di PSG, plus kualitasnya di Argentina yang stabil di tangan Scaloni, Messi layak masuk Starting XI terbaik di Piala Dunia 2022.

Jadi formasinya akan membentuk 4-3-3. Kiper diisi Courtois. Empat di belakang ada Hakimi, Van Dijk, Lisandro Martinez, dan Joao Cancelo. Tiga di tengah berisi Luka Modric, De Bruyne, dan Jude Bellingham. Dan tiga di depan ada Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Karim Benzema.

Cadangannya di depan ada Lewandowski, Neymar, Vinicius Junior, dan Federico Valverde. Oh iya, untuk pelatihnya adalah Louis Van Gaal. Van Gaal sangat berpengalaman di Piala Dunia. Ia juga punya reputasi bisa mengendalikan para pemain bintang.

Well, Football Lovers sepakat tidak ya dengan Starting XI terbaik tadi? Atau punya Starting XI terbaik Piala Dunia 2022 versimu sendiri?

https://youtu.be/JnxFOCLW_b4

Sumber: TheSun, GiveMeSport, Sportskeeda, SportingNews

8 Alasan Mengapa 2010 jadi Piala Dunia yang Paling Ikonik

Memang benar, tidak ada Piala Dunia yang terbaik. Setiap edisi Piala Dunia punya keunikannya sendiri-sendiri. Tapi Piala Dunia 2010 adalah sebuah pengecualian. Piala Dunia yang diselenggarakan di Afrika Selatan itu dianggap banyak orang sebagai Piala Dunia yang paling berkesan. Dari lagu Waka Waka, Paul si gurita, sampai permainan tiki taka Spanyol yang menyihir mata, semua akan dibahas dalam daftar 8 alasan mengapa Piala Dunia 2010 jadi yang paling ikonik.

Piala Dunia Pertama di Afrika

Afrika Selatan patut berbangga, sebab mereka adalah negara pertama dari benua Afrika yang mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah Piala Dunia. Namun awalnya penunjukan Afrika Selatan sebagai tuan rumah menimbulkan pro-kontra. Pasalnya banyak yang meragukan kesiapan Afrika Selatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Maklum, Afrika Selatan sebelumnya memang dikenal sebagai negara terbelakang yang sarat akan kemiskinan. Sedangkan untuk menjadi tuan rumah gelaran akbar sepak bola dunia ini menelan biaya yang tidak sedikit.

Tidak hanya itu, banyak juga yang mengkhawatirkan faktor keamanan para turis ketika menyaksikan Piala Dunia secara langsung di Afrika Selatan nantinya. Sebab, negara-negara benua Afrika memang terkenal dengan tingkat kriminalitas yang tinggi.

Tapi Piala Dunia Afrika Selatan adalah tentang kesempatan dan harapan, inspirasi dan aspirasi. Afrika Selatan membuktikan mereka mampu menyelenggarakan pesta Piala Dunia yang tidak kalah meriah dari negara Eropa atau benua Amerika. Stadion-stadion yang megah, setra sambutan yang ramah dan aman dari para penduduk lokal terhadap para turis pun mematahkan semua anggapan negatif terhadap Afrika Selatan.

Lagu Waka Waka

Setiap edisi Piala Dunia pasti punya lagu mereka masing-masing. Tapi lagu-lagu Piala Dunia biasanya punya reputasi sebagai lagu yang biasa saja atau bahkan bisa dibilang di bawah standar. Anggapan itu dipatahkan dengan lagu Waka Waka yang dibawakan oleh Shakira. Lagu tersebut jadi lagu Piala Dunia yang paling sukses sepanjang sejarah dengan 15 juta kali diunduh oleh para pendengar di seluruh dunia saat itu.

Namun meskipun mendapatkan banyak respon positif dan menjadi lagu Piala Dunia yang paling dikenal sampai saat ini, lagu Waka Waka tidak terlepas dari kontroversi. Shakira, yang mana adalah penyanyi berkebangsaan Kolombia dirasa kurang cocok untuk membawakan lagu yang bertema Afrika. Banyak yang menyayangkan langkah FIFA yang tidak memilih artis lokal Afrika Selatan untuk membawakan lagu Waka Waka.

Terlepas dari kontroversi itu, lagu Waka Waka terbukti sangat sukses pada saat itu. Lagu tersebut menduduki peringkat 1 billboard Mexico selama lima minggu berturut-turut. Serta menempati posisi puncak billboard di berbagai negara lainnya. Tidak bisa dipungkiri, Waka Waka yang dibawakan Shakira adalah lagu Piala Dunia yang paling ikonik bahkan sampai saat ini. Tidak hanya lagu resmi piala dunia, bahkan lagu berjudul Wavin Flag dari K’NAAN yang merupakan kolaborasi dengan brand Coca-cola juga begitu ikonik di telinga.

Suara Vuvuzela

Selain lagu Waka Waka, ada alunan musik lain yang memeriahkan Piala Dunia 2010. Yaitu suara dari terompet Vuvuzela. Vuvuzela sendiri adalah instrumen tiup yang telah jadi bagian besar budaya sepakbola di Afrika Selatan. Dan warga Afrika tentu dengan bangga membawa budaya tersebut ke panggung Piala Dunia. Meskipun banyak yang tidak suka dengan suara bisingnya.

Suara itu bahkan bisa terdengar sampai ke telinga penonton layar kaca. Beberapa tim bahkan menyalahkan suara bising Vuvuzela menjadi penyebab utama koordinasi para pemain di lapangan jadi terganggu. Karena suara bising nan tidak merdunya itu pula, banyak yang menyarankan untuk melarang penggunaan Vuvuzela di Stadion. Alasanya karena menimbulkan polusi suara.

Tapi bertahun tahun setelah Piala Dunia 2010, kita menyadari bahwa Vuvuzela lah yang membuat gelaran Piala Dunia 2010 begitu unik dan sulit dilupakan. Suara sengak dari Vuvuzela yang dibunyikan sepanjang laga menjadikan ciri khas tersendiri bagi Piala Dunia 2010.

Bola Jabulani

Seperti pada gelaran Piala Dunia yang lainnya, Piala Dunia 2010 juga mengeluarkan edisi bola resmi mereka sendiri. Bola tersebut dikenal dengan nama Jabulani. Dan sepanjang turnamen, Jabulani sudah jadi musuh banyak orang. Bola itu jadi kambing hitam kekalahan tim-tim peserta Piala Dunia.

Fabio Capello, Maradona, sampai kiper Prancis Hugo Lloris tidak menyukai bola tersebut. Mereka berpendapat bahwa desain dan bobot bola Jabulani yang terlalu ringan membuat bola tersebut sangat sulit untuk dikendalikan. Ketika ditendang juga sangat sulit untuk memprediksi kemana arah bola itu pergi. Tapi FIFA bersikeras bahwa Jabulani sudah dibuat dengan memenuhi standar dari FIFA.

Paul si Gurita

Hanya di Piala Dunia 2010, ada makhluk berkaki delapan yang jadi selebriti dadakan karena sepakbola. Paul namanya, ia adalah gurita yang jadi pusat perhatian saat Piala Dunia 2010. Gurita itu punya kemampuan meramal yang luar biasa dari sebuah akuarium di kota Oberhausen, Jerman.

Paul sebenarnya sudah menjalani profesi sebagai peramal pertandingan sepakbola sejak tahun 2008. Ketika itu ia selalu hadir meramal semua hasil pertandingan timnas Jerman di Piala Euro 2008. Saat itu Paul menebak dengan tepat empat dari enam pertandingan Jerman.

Di Piala Dunia 2010, kemampuan meramal Paul semakin meningkat. Ia pun semakin populer karena tidak hanya meramal pertandingan timnas Jerman, tapi juga pertandingan dari tim-tim lain. Paul bahkan berhasil meramal kemenangan Spanyol di partai final melawan Belanda. Namun sayang, kiprah Paul tidak bisa berjalan panjang. Setelah Piala Dunia 2010, Paul dikabarkan meninggal dunia karena usianya yang sudah tua.

Selebrasi Ikonik Tshabalala

Jika mengingat gol Afrika Selatan di Piala Dunia 2010, pasti yang terbayang di kepala adalah gol Siphiwe Tshabalala ke gawang Meksiko. 55 menit setelah peluit pertama Piala Dunia dibunyikan wasit, Tshabalala mencetak gol tendangan roket tepat ke pojok atas gawang.

Selain itu adalah gol di laga pembuka Piala Dunia, selebrasi yang dilakukan tim Afrika Selatan setelahnya juga yang membuat gol itu terasa sangat ikonik. Bersama rekan tim lainnya, Tshabalala melakukan selebrasi dengan berjoget di pinggir lapangan diiringi suara Vuvuzela yang menggema di dalam stadion Johannesburg.

Namun sayangnya di pertandingan tersebut Afrika Selatan hanya mampu meraih hasil imbang. Bafana bafana juga tidak mampu melangkah lebih jauh setelah gagal lolos fase grup. Tapi setidaknya selebrasi itu bisa memberikan kenangan manis untuk Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.

Tiki Taka Spanyol

Selain banyaknya hiburan di luar lapangan, Piala Dunia 2010 sendiri menyajikan tontonan yang indah dari tim nasional Spanyol. 2010 adalah puncak permainan tiki taka yang dimainkan oleh tim matador. Ciri khas tiki taka adalah operan pendek, selalu bergerak di sepertiga lapangan depan, membawa bola melalui ruang-ruang sempit, dan tentu saja sambil menjaga penguasaan bola.

Dengan duet Xavi dan Iniesta di tengah lapangan, mereka memberikan kreativitas tak terbatas di lini tengah. Sementara itu mempercayakan urusan mencetak gol ke Fernando Torres dan David Villa di depan, membuat tim Spanyol menjadi tim yang ditakuti.

Gaya permainan tiki taka sudah semakin hilang menjelang dekade 2010 berakhir. Alasannya banyak tim yang sudah punya obat penawar dari tiki taka. Tim Spanyol masih berusaha mencari gaya permainannya sendiri dimana sekarang permainan lambat dan mengandalkan penguasaan bola mulai tergantikan.

Momen dramatis

Yang membuat sebuah edisi Piala Dunia begitu ikonik tentu saja adalah momen dalam pertandingan – pertandingan yang disajikan itu sendiri. Untuk Piala Dunia 2010, punya banyak momen dramatis yang terjadi sepanjang turnamen. Dan momen dramatis yang tersaji di Piala Dunia itu sering kali menguras emosi para penontonnya.

Seperti gol indah Lampard melawan Jerman yang jelas-jelas masuk, tapi dianggap belum melewati garis oleh wasit. kemenangan tipis Spanyol melawan Paraguay yang diwarnai tiga tendangan penalti gagal. Lalu drama tim nasional Prancis yang mengusir Anelka di tengah-tengah turnamen yang membuat geger para pemain les blues. Sampai kedigdayaan Spanyol yang mengangkat trofi Piala Dunia setelah dua tahun sebelumnya menjadi juara Euro 2008.

 

Sumber referensi: Mirror, Joe, Billboard, Pandit

Berita Bola Terbaru 8 November 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

ALLEGRI BUKA SUARA SOAL GAGALNYA TRANSFER RABIOT KE MU

Gelandang Juventus, Adrien Rabiot dikabarkan hampir bergabung dengan Manchester United pada musim panas lalu. Tapi kesepakatan itu batal dan sang pemain masih bertahan di Juve hingga sekarang. Dilansir Get Football News Italy, pelatih Juve, Max Allegri buka suara soal gagalnya transfer tersebut. Diambang kesepakatan dengan MU, Allegri ternyata menghubungi Rabiot dan mengatakan kalau perannya sangat penting bagi Juve. Hal itulah yang membuat Rabiot mengurungkan niat untuk pindah ke United.

JULES KOUNDE CEDERA, XAVI PANGGIL PIQUE LAGI?

Bek Barcelona, Jules Kounde tampaknya akan melewatkan laga tandang tengah pekan nanti, saat Barca bertandang ke markas Osasuna dalam laga lanjutan Liga Spanyol karena cedera. Hal itu membuat bos Barca, Xavi Hernandez pusing. Dilansir Football Espana, cederanya Kounde menyisakan lubang besar di lini pertahanan Barca. Andreas Christensen mungkin siap, tapi Xavi justru mempertimbangkan untuk memanggil kembali Gerard Pique.

VAN BRONCKHORST TERANCAM DIPECAT 

Secara mengejutkan, St Johnstone mengalahkan tim kuat Rangers dengan skor 2-1. Hasil buruk yang diterima Rangers ini berimbas pada sang pelatih, Giovanni Van Bronckhorst. Dilansir Sky Sport, setelah mengalami kekalahan memalukan itu, posisi Giovanni di kursi kepelatihan Rangers bak diujung tanduk. Tekanan kepada Giovanni dari berbagai pihak termasuk manajemen pun semakin meningkat. Paling buruk, ia bisa saja dipecat oleh Rangers.

MKHITARYAN: INTER KADANG LUPA CARANYA BERTAHAN

Usai kekalahan dari Juventus kemarin, gelandang Inter Milan, Henrikh Mkhitaryan mengakui kalau timnya kadang mudah putus asa sampai lupa untuk bermain bertahan dan bangkit. Dilansir Football Italia, Mkhitaryan mengungkapkan kalau Inter terkadang terlena dengan situasi di dalam lapangan. Mereka lupa untuk bertahan dengan baik. Mkhitaryan merasa bahwa mereka begitu putus asa untuk bangkit dari situasi tertinggal.

LEON BAILEY UKIR CATATAN UNIK

Setelah membantu Aston Villa membungkam Manchester United dengan skor 3-1, Leon Bailey mencatatkan statistik unik. Menurut jurnalis Richard Jolly, empat gol Liga Inggris Leon Bailey dicetak di masa jabatan manajer yang berbeda-beda. Satu di era Dean Smith, satu di era Steven Gerrard, satu di tangan Aaron Danks dan yang terbaru bersama Unai Emery.

PEMAIN NAPOLI PADA KEMALINGAN

Setelah kemarin Khvicha Kvaratskhelia yang jadi korban pencurian mobil, kini rekan satu timnya, Kim Min-jae juga jadi target selanjutnya dari komplotan pencuri mobil. Dilansir Football Italia, yang dicuri adalah mobil milik bek asal Korea Selatan itu. Menurut laporan, istri Kim telah memarkir mobil FIAT 500 miliknya di dekat rumah, tapi dalam hitungan jam, kendaraan itu raib digondol pencuri. Kepolisian setempat pun bergerak cepat untuk menuntaskan tindak kejahatan ini.

IVAN TONEY TETAP DIPANGGIL TIMNAS MESKI SEDANG TAHAP PENYELIDIKAN

Meski tengah menjalani penyelidikan soal kasus judi bola, Ivan Toney dikabarkan akan tetap masuk rencana Gareth Southgate untuk mengisi pos lini serang Timnas Inggris di Piala Dunia nanti. Dilansir The Sun,  Toney tengah menjalani masa penyelidikan setelah diduga terlibat dalam kegiatan judi bola. Namun, selagi belum terbukti benar, namanya masih masuk dalam daftar calon pemain Inggris yang akan diberangkatkan ke Qatar nanti.

BELLERIN INGIN BERTAHAN LEBIH LAMA DI BARCA

Barcelona memang belum menemukan siapa pemain yang akan menjadi bek kanan inti di skuad Xavi Hernandez. Masih sering terjadi rotasi di posisi tersebut. Dan Hector Bellerin ingin bertahan lebih lama di Barca demi mempertarungkan posisi tersebut. Dilansir Football Espana, Bellerin yang hanya dikontrak satu tahun oleh Barca merasa betah di Camp Nou. Ia ingin memperpanjang kontraknya demi memperjuangkan tempatnya di skuad utama.

ANCELOTTI BERI TANGGAPAN SOAL PENSIUNNYA PIQUE

Pensiunnya Gerard Pique dari dunia sepakbola menimbulkan reaksi positif dari pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti. Dilansir Football Espana, Ancelotti merasa keputusan Pique untuk pensiun itu cukup berani. Berhenti bukan karena dorongan orang lain adalah keputusan yang berat. Ia berharap ini merupakan keputusan terbaik bagi Pique, karena Ancelotti akan tetap menganggap bahwa Pique adalah salah satu bek terhebat yang pernah dimiliki Barca.

SANDY WALSH DAN JORDI AMAT BERPELUANG IKUT TC DI BALI

Dua calon pemain naturalisasi Indonesia, yakni Sandy Walsh dan Jordi Amat diperkirakan sudah bisa mengikuti latihan bersama Timnas Indonesia, jelang Piala AFF 2022 akhir November nanti. Dilansir VIVA, Timnas Indonesia akan menggelar pemusatan latihan di Bali mulai 28 November 2022 untuk menatap Piala AFF akhir tahun ini hingga awal tahun depan. Dan Sandy serta Jordi tinggal menunggu pengambilan sumpah untuk bisa bergabung dengan skuad garuda.

REAL MADRID TUMBANG DARI RAYO VALLECANO

Klub raksasa Spanyol, Real Madrid secara mengejutkan kalah 2-3 saat bertamu ke kandang Rayo Vallecano pada lanjutan pekan ke-13 Liga Spanyol di Estadio de Vallecas, Selasa (8/11) dini hari. Tuan rumah Vallecano membuka skor lewat Santi Comesana. Madrid lantas berhasil mengembalikkan keadaan berkat gol Luka Modric dan Eder Militao. Namun Vallecano menyamakan skor jelang turun minum lewat Alvaro Garcia. Kemenangan Vallecano sendiri tercipta melalui Oscar Trejo di babak kedua.

ANCELOTTI FRUSTASI REAL MADRID MELEMPEM TANPA BENZEMA

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti menuangkan rasa frustasinya pasca kekalahan Los Blancos dari Rayo Vallecano. Menurut Ancelotti, salah satu penyebab kekalahan Real Madrid dalam laga ini adalah kurang klinisnya lini serang mereka yang untuk sementara tak diperkuat Karim Benzema yang mengalami cedera otot. Tanpa Benzema, Ancelotti mengandalkan trio Vinicius Jr, Rodrygo dan Marco Asensio di lini depan. Ketiganya bermain penuh di laga ini tetapi tak satupun yang mencatatkan namanya di papan skor.

HASIL DRAWING LIGA CHAMPIONS BABAK 16 BESAR

Pengundian babak 16 besar Liga Champions diadakan di markas UEFA, Nyon, Senin (7/11) malam WIB. Tim dari negara yang sama tidak boleh bertemu di fase 16 besar ini, dan juga mereka yang sudah berada di grup yang sama. Hasil undian mempertemukan laga-laga big match yakni Liverpool vs Real Madrid, PSG kontra Bayern Munchen, Dortmund menantang Chelsea, dan Milan bentrok dengan Spurs. Sementara Manchester City akan bertemu RB Leipzig, Inter ketemu FC Porto, Club Brugge vs Benfica, serta Napoli yang lagi on fire bertemu Eintracht Frankfurt.

MU BENTROK SAMA BARCELONA DI EUROPA LEAGUE

Hasil undian atau drawing babak playoff Liga Europa 2022/23 mempertemukan Barcelona, yang buangan dari Liga Champions dengan Manchester United sang runner up fase grup Liga Europa. Laga-laga penting lainnya adalah Juventus vs Nantes, Sevilla vs PSV, dan AS Roma vs Salzburg. Adapun pemenang di babak playoff ini berhak melaju ke 16 besar dan akan diundi dengan tim-tim juara grup Liga Europa termasuk Arsenal, yang sedang bagus-bagusnya.

TANGIS HARU ANTONY MENGETAHUI MASUK SKUAD PIALA DUNIA BRASIL

Skuad final Brazil polesan Tite untuk Piala Dunia 2022 Qatar menghiasi sejumlah headline. Juru taktik 61 tahun itu turut membawa rekrutan 86 juta pounds Manchester United, Antony. Mendapati kabar pemanggilan ini, reaksi emosional Antony mencuri perhatian. Dikelilingi orang-orang terdekatnya, Antony dan tiga orang lainnya lompat dari sofa dan larut dalam selebrasi ketika mendengar namanya dibacakan. Antony lalu memeluk ketiganya sembari menangis.

REKOR LANGKA DANI ALVES USAI DIPANGGIL TIMNAS BRASIL

Dani Alves kembali masuk skuad Timnas Brasil untuk berlaga di Piala Dunia 2022 di Qatar. Bek yang nyaris berusia kepala empat itu mencatat rekor langka. Alves yang berusia 39 tahun akan mencatat rekor sebagai pemain Brasil tertua yang tampil di Piala Dunia. Rekor pemain Brasil tertua masih dipegang Djamal Santos, yang pernah membela Brasil di Piala Dunia dalam usia 37 tahun. Di Piala Dunia 2022 sendiri, Brasil membawa dua bek senior. Selain Alves juga ada Thiago Silva (38 tahun). Selain itu, Brasil juga membawa 9 penyerang pada Piala Dunia kali ini.

SOUTHAMPTON DEPAK PELATIH RALPH HASSENHUTL

Klub Liga Premier Southampton mengumumkan pada Senin, 7 November 2022, bahwa mereka telah memecat manajer Ralph Hasenhuttl, setelah awal musim yang buruk. Klub yang berada di zona degradasi setelah kekalahan 1-4 melawan Newcastle, mengatakan saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuat perubahan. Pelatih Ruben Selles akan memimpin tim untuk sementara. 

TRIO PENYERANG MU DIANGGAP YANG TERBURUK DIANTARA BIG 6

Legenda klub, Gary Neville tak percaya Manchester United sudah kembali ke level terbaiknya, meski sudah ada sinyal membaik. Ia menyoroti lini depan Setan Merah. Trio penyerang utama MU yakni Marcus Rashford, Anthony Martial, dan Antony, dengan Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho, dan Anthony Elanga sebagai opsi masih belum cukup untuk menggendong tim. Bahkan Neville menyebut trio penyerang MU sebagai yang terburuk di antara klub 6 besar Liga Inggris.

MOMEN RONALDO DAN TYRONE MINGS BERKELAHI

Tyrone Mings dan Cristiano Ronaldo terlibat pertarungan ala ‘Smackdown’ saat Aston Villa bersua Manchester United. Momen perseteruan terjadi pada menit ke-61 saat kedua pemain bersinggungan di dalam kotak penalti. Mings terlihat lebih dulu memiting leher Ronaldo. Tak terima dikasari, CR7 membalas dengan mendorong kepala sang bek ke bawah hingga terjatuh. Pertikaian mereka baru berakhir setelah dilerai oleh pemain Villa dan United.

PIQUE TETAP MASUK SKUAD BARCELONA UNTUK LAGA TANDANG MELAWAN OSASUNA

Gerard Pique diperkirakan akan gantung sepatu setelah kemenangan atas Almeria, akhir pekan lalu. Namun, dia masih bisa diminta untuk melakukan aksi tak terduga di kandang Osasuna, tengah pekan ini. Dimasukkannya Pique karena Barca lagi krisis pemain belakang. Xavi saat ini hanya miliki tiga bek tengah, yakni Erik Garcia, Andreas Christensen yang pulih dari cedera serta Gerard Pique, yang baru saja pensiun.

AC MILAN SIAP PERPANJANG KONTRAK GIROUD USAI PIALA DUNIA 2022

AC Milan sedang menyiapkan skema untuk memperpanjang kontrak Giroud usai Piala Dunia 2022. Sebagaimana diketahui, kontrak Giroud bersama AC Milan sebenarnya baru berakhir pada Juni 2023. Tapi menurut Football Italia, AC Milan yang puas dengan kinerja Giroud ingin perpanjang kontraknya. Kontrak satu tahun senilai 3,5 juta euro (Rp 54 miliar) bersih. Itu angka yang sama yang sama sejak pertama kali bergabung. 

AS ROMA KONFIRMASI CEDERA LORENZO PELLEGRINI

AS Roma kembali harus memasukkan pemain ke ruang perawatan setelah sang kapten Lorenzo Pellegrini mengalami cedera paha. Pellegrini dipaksa keluar lapangan pada menit ke-53 saat AS Roma kalah di Derby della Capitale dari Lazio kemarin, digantikan oleh Cristian Volpato. Kondisi itu akan memaksa sang gelandang untuk menepi selama sekitar 15 hari.

FINAL PIALA ARGENTINA, 10 PEMAIN KENA KARTU MERAH

Pemandangan “gila” dan tidak biasa tersaji dalam laga final Trophy of Champions atau Piala Argentina antara Boca Juniors vs Racing Club di Estadio La Pedrera, Senin (7/11) dini hari WIB. Wasit Facundo Tello mengeluarkan 10 kartu merah dalam laga penuh tensi ini. Wasir mengeluarkan 10 kartu merah dengan delapan diantaranya terjadi di masa perpanjangan waktu. Racing Club akhirnya tampil sebagai juara usai menang dengan skor 1-2

LIGA CHAMPIONS: KLOPP TEGASKAN LIVERPOOL TAK GENTAR HADAPI MADRID

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tetap optimistis timnya bisa lolos dari babak 16 besar Liga Champions meski harus dihadang Real Madrid. Seperti diketahui, Liverpool bersama Klopp telah kalah dua kali di final Liga Champions dari Madrid dalam lima musim terakhir. Meski demikian Klopp menantikan dua pertemuan spesial dengan pasukan Carlo Ancelotti.

FSG PERTIMBANGKAN JUAL LIVERPOOL

Desas-desus terkait Liverpool akan dijual akhirnya direspons Fenway Sports Group (FSG). Perusahaan Amerika Serikat ini tidak keberatan bila ada pihak ketiga yang ingin membeli saham di Liverpool. Melansir laporan The Athletic, Raksasa perbankan investasi Goldman Sachs dan Morgan Stanley telah direkrut untuk membantu proses tersebut. Laporan Forbes pada Mei 2022 menyebut, The Reds kini punya nilai jual sebesar 3,89 miliar pounds.

Pilihan Penyerang Menumpuk, Mengapa Firmino Tidak Dipanggil Brasil?

Brasil adalah salah satu negara yang menjadi unggulan di Piala Dunia 2022 di Qatar nanti. Mereka tergabung dalam Grup G yang berisikan Serbia, Swiss, dan Kamerun. Banyak yang memperkirakan Brasil akan dengan mudah lolos fase penyisihan grup dengan status sebagai juara grup. Brasil pun diprediksi akan mengangkat piala keenam mereka di Piala Dunia 2022 kali ini. Namun jika pun itu terwujud sayangnya punggawa Liverpool, Firmino tidak akan bisa ikut teman-temannya merayakan itu secara langsung di Qatar.

Baru-baru ini sang pelatih tim samba, Tite sudah mengumumkan 26 orang yang akan ikut bertempur bersama tim nasional Brasil di Piala Dunia 2022. Dari 26 nama orang itu, ada yang mengejutkan. Yaitu tidak adanya nama penyerang Liverpool, Roberto Firmino di dalam daftar pemain tersebut. Artinya Firmino tidak akan memperkuat Brasil di Piala Dunia 2022 nanti.

Firmino Tidak Ikut ke Qatar

Firmino sudah tampil sebanyak 55 kali bersama A Selecao sepanjang karirnya dan Ia telah mencetak 17 gol. Ia juga tergabung ke dalam skuad tim nasional Brasil pada gelaran Piala Dunia sebelumnya. Namun, memang dirinya lebih sering dimainkan sebagai pemain pengganti daripada sebagai starter. Firmino juga sudah mencetak delapan gol dan empat asis di semua kompetisi musim ini.

Tidak seperti di Liverpol, Firmino memang tidak terlalu signifikan di tim nasional Brasil. Terakhir kali ia mencetak gol untuk tim nasional adalah pada Juni 2021. Ketika itu Firmino masuk sebagai pemain pengganti saat Brasil menghadapi Kolombia di ajang Copa America. Firmino juga sempat dipanggil dalam laga persahabatan pada bulan September melawan Ghana dan Tunisia, tapi Firmino tetap tidak bisa tembus ke 26 pemain pilihan Tite.

Selain Firmino, mantan pemain Liverpool, Philippe Coutinho juga tidak dipanggil Brasil untuk Piala Dunia 2022. Firmino dan Coutinho sempat bermain bersama di Piala Dunia 2018 di Rusia. Coutinho bahkan bagian penting Brasil di Piala Dunia 2018 dengan dua gol yang dicetaknya di turnamen itu. Namun, Coutinho sudah mengalami penurunan performa drastis sejak dirinya bergabung bersama Barcelona.

Siapa Saja yang Dipanggil Brasil

Rekrutan anyar Manchester United, Antony justru masuk ke dalam daftar 26 pemain tersebut. Mengetahui kabar bahwa dirinya tergabung ke dalam skuad Brasil, ia merayakannya dengan penuh haru bersama dengan keluarganya. Ia bahkan membagikan momen membahagiakan itu di sosial medianya.

Persaingan Firmino di lini depan Brasil memang sulit. Tahun ini, A Selecao diisi oleh penyerang – penyerang berbakat yang siap menjadi juru gedor di Piala Dunia 2022. Diantaranya tentu saja ada Neymar yang memang sudah jadi andalan lini serang Brasil. Neymar juga hanya butuh dua gol lagi untuk menyamai rekor Pele sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil.

Selain itu terdapat pula duo penyerang Arsenal, Gabriel Jesus dan Gabriel Martinelli yang tampil memukau bersama meriam London. Richarlison, Raphina, dan pemain muda Real Madrid, Vinicius Jr juga menjadi pilihan Tite untuk meracik lini serang Brasil di Qatar nanti. Pemain berusia 25 tahun dari Flamengo, Pedro justru dipanggil dalam skuad Brasil di Piala Dunia 2022 meskipun dirinya baru dua kali tampil bersama tim samba.

 

Sumber referensi: Goal, FFT, Mole

Pernah Menang 10-2, Real Madrid Keok Lawan Vallecano!

Real Madrid secara mengejutkan kalah setelah bertandang ke markas Rayo Vallecano. Absennya Karim Benzema terbukti membuat skuad Real Madrid semakin lemah. Gol pembuka di pertandingan itu dicetak oleh tim tuan rumah lewat gol indah dari Santi Comesana di menit ke-5. Ia dengan baik memanfaatkan umpan silang dari Fran Garcia lalu melakukan tembakan first time yang tidak bisa diselamatkan Courtois.

Real Madrid sempat membalas lewat eksekusi penalti dari Luka Modric di menit ke-37. Harapan El Real sempat muncul ketika Eder Militao bisa membuat Real Madrid unggul sementara di menit ke-41. Namun, tidak lama setelahnya tim tuan rumah mampu kembali menyamakan kedudukan. Alvaro Garcia mencetak gol kedua untuk Vallecano sebelum babak pertama usai, tepatnya di menit ke-44.

Pertandingan babak pertama berakhir dengan skor imbang 2-2. Di babak kedua, giliran Rayo Vallecano yang mendapatkan penalti. Setelah Wasit mengecek VAR, anak asuh Andoni Iraola mendapatkan hadiah tendangan dari titik putih. Oscar Trejo sukses menjadi eksekutor dan membawa timnya unggul. Real Madrid berusaha untuk kembali ke permainan terbaik mereka, namun tidak ada lagi gol yang tercipta sampai wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Turun Peringkat Kedua

Usai menelan kekalahan, Ancelotti mengaku timnya masih butuh banyak perbaikan. Terutama dalam hal duel individu antar pemain.

“Kami kalah duel individu, tidak memiliki determinasi melawan mereka, dan kami tidak bisa membuat permainan kami berjalan”.

Ancelotti juga mengeluhkan padatnya jadwal yang dijalani anak asuhnya. Hal tersebut membuat para pemain tidak bugar dan kelelahan.

“Kami memainkan banyak pertandingan, sama seperti tim lain, kami tidak segar seperti sebelumnya. Kami kekurangan kaki hari ini”.

Dari hasil pertandingan ini, Real Madrid gagal menancapkan kakinya kembali ke puncak klasemen La Liga. Apalagi setelah Barcelona sebelumnya telah sukses menaklukan lawannya, Almeria dengan skor 2-0. Jarak antara Barca dan Real Madrid semakin menjauh. Dengan kekalahan ini los blancos duduk di peringkat kedua, terpaut dua poin dari Barca yang menjadi pemuncak klasemen.

Pernah Menang 10-2

Selain itu kekalahan melawan Rayo Vallecano yang merupakan tim papan tengah ini tentu menyakitkan bagi Real Madrid. Apa lagi El Real pernah mengalahkan Rayo Vallecano dengan skor 10-2 di Bernabeu. Ya, tidak salah, total ada 12 gol di pertandingan saat itu. Hasil itu adalah pertama kalinya pertandingan La Liga bisa menghasilkan lebih dari 10 gol sejak tahun 1960 saat Real Madrid menang 11-2 atas Elche.

Ini terjadi pada musim 2015/16 ketika Rafael Benitez masih menjadi manajer Real Madrid. Dan trio Bale, Benzema, Cristiano masih dalam performa terbaik mereka. Pada laga itu, 3 gol el real dicetak oleh Benzema, Gareth Bale mencetak 4 gol, Ronaldo sempat menyumbang dua gol, dan satu lainnya dicetak oleh Danilo. Itu jadi kali pertama Gareth Bale mampu mencetak 4 gol selama ia berkarir di Premier League dan La Liga.

Tapi sayangnya, umur Rafael Benitez di Real Madrid tidak lama. Beberapa waktu setelah kemenangan besar kontra Rayo Vallecano, Rafael Benitez didepak dari kursi kepelatihan Santiago Bernabeu. Salah satu alasannya banyak fans yang sudah tidak suka dengan gaya bermain Rafael Benitez. Tapi alasan yang kuat adalah ia saat itu tidak mampu membuat Real Madrid bersaing dengan Barcelona dan Atletico Madrid di liga. Setelah mengusir Rafael Benitez, Real Madrid pun menunjuk legenda los galacticos, Zinedine Zidane sebagai manajer.

 

Sumber referensi: Madrid, BBC, ESPN

Tak Terkalahkan! Bukti Benfica Lebih Kuat dari Real Madrid

0

Nama klub Portugal, Benfica tengah naik daun setelah berhasil mengangkangi Paris Saint-Germain di pekan terakhir babak penyisihan Grup H Liga Champions 2022/23. Dengan mengejutkan, The Eagles mampu finis di atas tim yang menjadi kekuatan utama sepakbola Prancis tersebut. Sama-sama mengantongi 14 poin, Benfica tetap unggul lantaran memiliki jumlah gol tandang lebih tinggi dari PSG.

Tergabung dalam grup sulit bersama PSG dan Juventus, Benfica tampil mengesankan. Di atas kertas, mungkin PSG dan Juventus lebih diunggulkan lolos ke babak 16 Besar. Namun, Benfica membalikkan prediksi itu. Benfica lolos 16 besar Liga Champions, Juventus lolos ke playoff Liga Eropa.

Statistik Benfica di penyisihan Grup H tak main-main. Mantan klub Darwin Nunez itu tak menelan kekalahan sekalipun. Mereka hanya dua kali bermain imbang kala bersua dengan PSG. Selain itu, mereka juga tampil produktif dengan mencetak 16 gol dalam enam pertandingan. Lantas apa yang membuat Benfica begitu perkasa di sepakbola Eropa?

Sudah Tergambar di Liga

Performa apik Benfica di Liga Champions sudah bisa digambarkan melalui performa yang menawan di awal musim Liga Portugal 2022/23. Sama seperti PSG, Benfica juga termasuk sebagai klub yang belum terkalahkan di semua kompetisi hingga saat ini. Di Liga Portugal, The Eagles berhasil menorehkan 12 pertandingan tak terkalahkan.

Dari 12 pertandingan tersebut, Benfica hanya sekali berbagi poin dengan klub yang berada di peringkat enam, Vitoria Guimaraes di matchday kedelapan Liga Portugal. Dengan total raihan 34 poin. Klub asuhan Roger Schmidt ini unggul delapan poin dari FC Porto yang menempati peringkat kedua di klasemen sementara.

Capaian Benfica ini cukup mengejutkan. Sebab pada awal musim 2022/2023, Benfica dipaksa untuk membangun ulang tim usai ditinggal beberapa pilar, seperti Julian Weigl dan bomber andalan musim lalu, Darwin Nunez. Selain itu Benfica juga baru melepas pelatih Nelson Verissimo yang sempat mengantar mereka lolos ke perempat final Liga Champions.

Manajemen Benfica tampaknya mengurus pembangunan kembali tim dengan sangat baik. Meski mendapat pemasukan yang sangat besar setelah menjual Darwin Nunez, mereka tidak terburu-buru membeli pemain dan memilih pelatih. Semuanya dilakukan dengan pertimbangan yang pas dan diakhiri dengan keputusan-keputusan tepat. 

Hasilnya? bisa kita lihat sekarang. Benfica bahkan mengungguli statistik Real Madrid yang sempat menjadi tim yang belum menerima kekalahan di semua kompetisi musim ini. Jika kualifikasi Liga Champions dihitung, saat ini Benfica telah mencatatkan 22 pertandingan tak terkalahkan.

Pemilihan Pelatih

Salah satu keputusan tepat yang diambil oleh manajemen The Eagles adalah ketika menunjuk Roger Schmidt sebagai suksesor Nelson Verissimo. Keputusan untuk memilih Schmidt sebagai pelatih baru adalah langkah brilian. Schmidt dianggap sebagai figur yang tepat untuk meneruskan skuad yang sudah dibentuk Verissimo.

Namun, sebelum lebih jauh membahas soal bagaimana Schmidt mengelola Benfica, siapa sih Roger Schmidt ini? Ia merupakan pelatih berkebangsaan Jerman. Jerman sendiri memang dikenal kerap melahirkan pelatih-pelatih hebat, sebut saja misalnya Julian Nagelsmann, Jurgen Klopp, Thomas Tuchel, hingga Thomas Doll.

Musim 2021/2022, Schmidt terbilang sukses membangun PSV Eindhoven sebagai tim penantang gelar di Eredivisie. Ia membantu PSV finis di urutan kedua di bawah Ajax. Selain itu, PSV juga menjuarai KNVB Beker dan Piala Super Cup. Menariknya, sebelum sukses bersama PSV, Schmidt berkarir di Liga Super China bersama Beijing Guoan.

Benfica memilih Schmidt karena memiliki visi dan misi yang sama dengan klub, salah satunya mengembangkan pemain-pemain muda. Sang pelatih yang kerap mengelola pemain-pemain muda ketika melatih RB Salzburg dan PSV Eindhoven dirasa pas dengan sistem Benfica yang gemar memanfaatkan bakat-bakat muda hasil akademi sendiri.

Lewat tangan midasnya, Schmidt melahirkan pemain-pemain top seperti Sadio Mane dan Peter Gulacsi di Salzburg, serta Ibrahim Sangare dan Cody Gakpo di PSV Eindhoven.

Transfer Efisien

Melatih tim yang memiliki kualitas akademi sangat baik membuat Roger Schmidt tak ambil pusing. Meski Benfica meraup keuntungan besar karena mendapat tambahan dana dari penjualan Roman Yaremchuk, Everton Soares, Carlos Vinicius hingga yang termahal Darwin Nunez, Schmidt tak boros.

Pelatih asal Jerman itu justru berhati-hati dalam belanja pemain. Schmidt yang dibantu tim scouting Benfica hanya menjaring nama-nama yang dibutuhkan saja. Tidak ada belanja dengan nilai gila-gilaan untuk membangun skuad. Pembelian termahal Benfica sejauh ini adalah David Neres yang ditebus dengan 15 juta euro (Rp235 miliar) dari Ajax.

Bursa transfer pertama Schmidt terbukti efektif. Neres langsung jadi andalan di lini serang As Guias. Pemain yang berwajah ngantuk ini sudah mencetak 6 gol dan 8 assist musim ini. Sedangkan untuk menggantikan Nunez, Schmidt memilih pemain dari akademi, yakni Goncalo Ramos. Ia menjadi top skor sementara klub dengan mencetak 12 gol dari 20 pertandingan di semua kompetisi.

Lalu, ada Enzo Fernandez dan Fredrik Aursnes yang mampu tampil nyetel dan bergantian melengkapi Joao Mario dan Rafa Silva di lini tengah. Tak sampai di situ saja, peminjaman pemain senior seperti Julian Draxler dari PSG juga membawa dampak cukup besar.

Bagaimana Benfica Bermain

Di bawah kendali Schmidt, Benfica tampil atraktif. Layaknya pelatih-pelatih asal Jerman lainnya, Schmidt meminta pemain Benfica bermain dengan pressing tinggi untuk memenangkan penguasaan bola secepat mungkin. 

Formasi dasar Benfica di bawah Schmidt adalah 4-2-3-1. Mantan pelatih PSV itu mengandalkan sektor sayap sebagai kekuatan utama Jadi tak heran beberapa gol Benfica lahir dari umpan-umpan silang dari sisi sayap. Contohnya ketika menang besar atas Maccabi Haifa beberapa pekan lalu.


Selain itu, ada dua keunggulan utama lain dalam permainan Benfica yakni rapi dalam melakukan transisi dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya. Jadi, ketika benfica kehilangan bola, lawan tak memiliki banyak waktu untuk melayangkan serangan balik. Karena anak asuh Roger Schmidt dengan cepat membentuk formasi high press.

Agresivitas Benfica terpancar dari jumlah tembakan yang dilepas oleh David Neres dan kolega sejauh ini. Klub yang bermarkas di Stadion Da Luz itu rata-rata melepas 19,6 tembakan per laga di Liga Portugal. Sedangkan di Liga Champions, mereka melepas setidaknya 12,6 tembakan per laga. 

Benfica di bawah asuhan Roger Schmidt sudah mencetak 63 gol dalam 22 pertandingan. Yang mana apabila di rata-rata, The Eagles mampu mencetak 2,7 gol per laga. Bagaimana soal bertahan? Duet pemain beda generasi, Antonio Silva dan Nico Otamendi membuat gawang Odysseas Vlachodimos baru kebobolan enam gol dari 12 pertandingan Liga Portugal. Luar biasa bukan?

https://youtu.be/NKLtS8cAbSg

Sumber: SLBenfica, Portugoal, UEFA, Bola 

Ulangan Dua Final! Peta Persaingan 16 Besar Liga Champions 2022/23

Hasil undian babak knockout 16 besar Liga Champions sudah usai digelar. Tepatnya pada Senin 7 November 2022 waktu Nyon, Swiss. Undian itu telah menghasilkan beberapa partai yang sangat seru. Termasuk ulangan dua edisi final yang akan langsung tersaji di babak ini. Selain itu, tak kalah menarik juga beberapa match yang lain. Lantas bagaimana melihat peta persaingan tim yang bertarung? Akankah ada kejutan?

Mekanisme Pengundian, Hasil Undian, Dan Kapan Akan Digelar

Undian 16 besar yang dilangsungkan masih menganut aturan dan mekanisme seperti yang sudah-sudah. Para klub yang lolos baik dari juara dan runner up grup akan saling bertemu. Kecuali jika antar sesama grup atau antar satu liga.

Hasilnya, delapan match tercipta. Yang pertama ada Leipzig yang akan bertemu tim kuat Manchester City. Disusul klub kejutan Club Brugge yang akan ditantang Benfica. Selanjutnya Liverpool yang tak terduga akan langsung bertemu dengan Real Madrid. Ada juga AC Milan yang akan bersua Tottenham Hotspur.

Sementara itu, juara Europa League musim lalu Frankfurt akan bertemu tim kuat Italia Napoli. Kemudian ada wakil Jerman lainnya Dortmund yang akan ditantang wakil Inggris Chelsea. Sementara itu, wakil Italia Inter Milan akan ditantang wakil Portugal, FC Porto. Dan yang terakhir, yang tak kalah seru wakil Prancis satu-satunya, PSG akan bersua dengan raksasa Jerman, Bayern Munchen.

Nantinya babak knockout 16 besar ini akan dilangsungkan mulai Februari tahun depan. Tepatnya di tanggal 15 Februari 2023. Di mana tim runner up grup akan melangsungkan partai kandang terlebih dahulu. Dan tim juara grup akan melakoni partai kandang di leg kedua.

Aturan yang lolos pun masih sama seperti tahun lalu yakni tanpa gol tandang. Tim yang yang lolos dari 16 besar ini akan saling bertemu di babak 8 besar nantinya. Di mana babak 8 besar tersebut akan diundi kembali lengkap dengan bagan semifinal dan final. Undian 8 besar itu nanti rencananya akan dilangsungkan pada Jumat 17 Maret 2023.

Cerita Kejutan Di 16 Besar Liga Champions Dari Musim Ke Musim

Jika bicara babak 16 besar Liga Champions, tak luput juga bicara soal kejutan. Pasalnya di setiap musimnya, Liga Champions selalu menyimpan cerita kejutan di babak ini.

Seperti di musim 2016/17, ketika AS Monaco mampu menggugurkan tim kaya raya Manchester City. Di musim 2017/18 juga ada Sevilla yang mengirim Manchester United pulang kampung.

Di musim 2018/19 juga ada Ajax yang mampu mengejutkan publik Bernabeu dengan mengandaskan Madrid. Kemudian ada juga cerita Lyon, Porto, maupun Villarreal yang selama tiga musim ke belakang mampu menenggelamkan Juventus di babak ini.

Peta Persaingan Antara Tim Yang Akan Bertarung

Di musim ini, mungkin hanya match Leipzig vs City yang diharapkan penuh dengan kejutan. Mampukah Leipzig menjadi seperti Monaco ketika mengandaskan City? Namun City sekarang sejak kehadiran Haaland kekuatannya jadi lebih bertambah dan susah dikalahkan. Sedangkan Leipzig sendiri tak konsisten performanya.

Club Brugge sebagai klub kejutan musim ini berharap kejutannya pun tetap berlanjut ketika bersua Benfica. Namun jangan diremehkan juga Benfica. Mereka berhasil menjadi juara grup melangkahi PSG. Pasukan Roger Schmid di musim ini tampil lebih mengerikan, baik di Eropa maupun liga Portugal.

Partai Milan vs Spurs juga imbang secara kualitas. Momen Conte kembali ke San Siro juga menjadi sorotan. Pertemuan terakhir Milan dan Spurs dulu terjadi di tahun 2011 yakni di babak 16 besar. Momen iconic Gattuso mencekik asisten pelatih Spurs juga akan selalu diingat. Ketika itu AC Milan tersingkir oleh Spurs dengan agregat 1-0.

Partai Dortmund vs Chelsea juga menarik dan seimbang. Auba dan Pulisic akan bereuni dengan mantan timnya. Kualitas materi pemain Chelsea bisa dikatakan lebih kuat jika dibandingkan Dortmund saat ini. Namun secara performa, Dortmund lebih menjanjikan. Chelsea di bawah Potter kini performanya tak superior yang diharapkan.

Kemudian partai Inter vs Porto. Inilah momen bertemunya kedua pelatih yang pernah bermain bersama, yakni Inzaghi dan Conceicao. Momen ini juga sekaligus momen pulang kampung Conceicao ke bekas klub yang pernah dibelanya ketika bermain. Secara kualitas materi pemain, Inter memang di atas Porto. Namun dari segi performa, Inter akhir-akhir ini tak konsisten. Beda jika dibanding Porto yang cenderung grafiknya menjanjak.

Lalu ada Napoli, klub yang sedang naik daun musim ini akan ditantang Frankfurt. Meskipun Partenopei unggul dari segi kualitas materi pemain dan performa, namun jangan juga sepelekan Frankfurt. Bagaimanapun Frankfurt adalah juara Europa League musim lalu. Belum lagi faktor suporternya yang spartan.

Ulangan Dua Final

Tentu hal yang paling menarik dan layak untuk ditunggu dari hasil undian 16 besar adalah dua partai Big Match ulangan final, yakni Liverpool vs Madrid dan PSG vs Munchen.

Liverpool yang sedang inkonsisten berharap setelah Piala Dunia nanti penampilanya kembali stabil. Liverpool dan Madrid juga sama-sama berharap tak ada badai cedera yang melanda jelang Februari nanti.

Kalau berkaca pada head to head, Liverpool ketika dipegang Klopp selalu takluk atas Madrid. Bahkan mereka sudah pernah bertemu di dua edisi final. Dan semuanya dimenangkan Madrid.

Di musim 2020/21, mereka juga bertemu di perempat final. Hasilnya dua kali Liverpool tak bisa menang dan akhirnya gugur. Terakhir kali Liverpool menang atas Madrid terjadi pada musim 2008/09. Ketika itu juga terjadi di babak 16 besar. Di mana Liverpool di tangan Rafael Benitez mampu melibas Madrid dengan agregat mencolok 5-0.

Sementara itu, ulangan final 2019/20 antara PSG dan Munchen juga tak kalah seru. Namun semuanya kini berubah, materi dan pelatih kedua tim juga berubah. Terakhir di final 2019/20, PSG masih diasuh Tuchel, sedangkan Munchen masih diasuh Hansi Flick.

Kini, duel Galtier vs Nagelsmann menjadi menarik. Duel dua pelatih yang kaya akan taktik dan strategi akan saling bentrok. Jika dilihat dari segi head to head, sebenarnya duel ulangan final tersebut sudah pernah terjadi di musim 2020/21.

Ketika itu PSG bertemu Munchen di babak perempat final. Di mana PSG di tangan Pochettino mampu membalaskan dendamnya ketika kalah di final. PSG mampu lolos ke semifinal berkat agregat gol tandang.

Dari beberapa hasil undian tersebut sangat sulit untuk diprediksi siapa yang lolos. Semuanya cenderung seimbang. Praktis semuanya akan bergantung pada kondisi terkini masing-masing tim jelang laga pada Februari tahun depan. Kalau menurut Football Lovers, siapa saja nih yang bakal lolos?

Sumber Referensi : theguardian, dailymail, si.com