Beranda blog Halaman 452

Sebelum Mane, 2002 Adalah Generasi Emas Senegal Sesungguhnya

Tim Nasional Senegal diprediksi akan menjadi salah satu tim kuda hitam di Piala Dunia 2022. The Lions of Teranga tergabung dalam Grup A bersama tim tuan rumah Qatar, Ekuador, dan Belanda. Selain Belanda, Senegal tentu jadi unggulan di grup tersebut. Mengingat Senegal juga datang sebagai Juara Piala Afrika.

Meskipun tidak diperkuat Sadio Mane karena cedera, mereka masih punya pemain – pemain hebat yang bermain di tim-tim terbaik Eropa. Seperti Idrissa Gueye dari Everton, serta Edouard Mendy dan Kalidou Koulibaly dari Chelsea. Tim ini pun dianggap sebagai generasi emas Senegal.

Tapi, mampukah generasi emas Senegal ini mengalahkan prestasi yang pernah diraih pada tahun 2002? Ya, penampilan terbaik Senegal adalah 20 tahun yang lalu ketika mereka bertarung di Piala Dunia Korea Selatan dan Jepang. The Lions of Terenga mampu melaju sampai babak perempat final.

Piala Dunia Pertama Senegal

Padahal Piala Dunia 2002 adalah Piala Dunia pertama mereka. Dan di situ, ada satu cerita unik yang sayang jika dilewatkan. Lima hari sebelum Piala Dunia dimulai, para pemain Senegal sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan di kota Daegu, Korea Selatan. Di situ salah satu pemain Senegal, Khalilou Fadiga kedapatan mencuri kalung dari sebuah toko perhiasan. Untungnya masalah bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Fadiga pun dilepaskan pihak kepolisian.

Peristiwa itu sempat diberitakan dan jadi cerita yang banyak dibicarakan media sesaat sebelum Piala Dunia 2002 dimulai. Tentu ini jadi hal yang sangat memalukan untuk tim nasional Senegal. Bagaimana tidak? Pertandingan pertama Piala Dunia belum dimulai, Senegal sudah jadi bahan olok-olokan banyak orang. Apalagi ini Piala Dunia pertama mereka. Para pemain Senegal tentu saja tidak ingin ini menjadi kenangan paling membekas di ingatan para pendukung mereka.

Insiden itu bisa saja merusak konsentrasi para pemain Senegal yang beberapa hari setelahnya akan menjalani laga paling penting dalam sejarah negaranya. Namun sang manajer Bruno Metsu mampu mengubah insiden memalukan itu menjadi sebuah motivasi bagi anak asuhnya.

Dikutip dari laman Independent, saat itu Bruno Metsu berkata ke Fadiga “satu-satunya cara agar publik bisa melupakan insiden ini adalah dengan mengalahkan Prancis di laga pembuka grup nanti. Jika kita kalah, cerita ini akan terus berlanjut. Tapi jika kita menang, semua orang pasti akan melupakan cerita ini. Sebab jika kita menang melawan Prancis, kita akan menggetarkan seisi dunia” ungkapnya.

Perlu diketahui, Senegal saat itu berada di Grup A bersama Prancis, Denmark, dan Uruguay. Kesempatan Fadiga dan rekan – rekannya untuk bisa lolos dari grup itu tentu sangat sulit. Jangankan lolos fase grup, Senegal mampu tidak kalah di semua laga fase grup saja banyak orang yang meragukan. Ini kok sang pelatih malah meminta anak asuhnya, untuk mengalahkan Prancis di pertandingan pertama mereka di Piala Dunia.

Taklukan Prancis

Mengalahkan Prancis tentu jadi misi tidak mungkin bagi tim nasional Senegal. Anak asuh Bruno Metsu saat itu adalah tim dengan peringkat FIFA kedua terbawah di antara peserta Piala Dunia 2002 lainnya. Sedangkan Prancis merupakan negara terkuat di turnamen itu. Ya, Les Blues adalah juara bertahan dari Piala Dunia 1998. Mereka juga baru mengangkat Piala Euro tahun 2000.

Tidak cukup sampai situ, Prancis juga berisikan pemain-pemain terbaik di dunia. Patrick Vieira dan Thierry Henry baru saja meraih gelar double bersama Arsenal. Zinedine Zidane baru saja mencetak gol terbaik di final Liga Champions bersama Real Madrid. Tim manapun pasti akan terintimidasi dengan kekuatan timnas Prancis pada saat itu.

Namun, secara mengejutkan Senegal mampu memberikan perlawanan. Sampai akhirnya di menit ke-30 Senegal mendapatkan momentum emas. Lewat skema serangan balik, Papa Bouba Diop mampu menyarangkan bola ke gawang Fabien Barthez. Tidak ada yang menyangka Senegal bisa unggul atas Prancis, hanya setengah jam dari kick off babak pertama. Kedudukan 1-0 pun mampu dipertahankan di sisa waktu yang ada. Hingga 90 menit laga berjalan, papan skor tidak berubah.

Peluit panjang dibunyikan, misi mereka sukses. Misi yang tidak mungkin untuk mengguncang dunia dengan mengalahkan Prancis bisa dituntaskan oleh Senegal. Tapi perjalanan mereka belum selesai. Masih ada dua pertandingan lagi menanti mereka di sisa laga penyisihan grup.

Lolos Fase Grup

Pertandingan selanjutnya di babak grup adalah melawan Denmark. Meskipun sudah menang melawan Prancis, bukan berarti Diouf dan kawan-kawan bisa bernafas lega. Denmark di pertandingan sebelumnya sudah mengalahkan Uruguay. Jadi jika kalah melawan tim nordik itu, kesempatan untuk menjadi juara grup akan semakin sempit.

Hasil dari pertandingan tersebut tidak terlalu buruk. Senegal masih bisa menahan imbang Denmark dengan skor 1 sama. Gol pertama dicetak oleh Tomasson lewat titik putih ketika laga baru berjalan 16 menit. Senegal baru bisa membalas gol tersebut dengan gol dari Salif Diao di menit ke-52. Meskipun tidak meraih poin maksimal dengan kemenangan, setidaknya dengan tidak kalah peluang Senegal lolos grup masih terbuka lebar.

Menang melawan Prancis dan imbang melawan Denmark, Senegal memang punya peluang besar untuk lolos fase grup. Tapi pertanyaannya adalah apakah mereka akan lolos sebagai juara grup di Piala Dunia pertama mereka? Pertanyaan itu yang jadi motivasi anak asuh Bruno Metsu.

Melawan Uruguay, Sengal berada di atas awan setelah mampu mencetak tiga gol di babak pertama. Fadiga menjadi pemain yang memecah kebuntuan dengan golnya dari titik putih. Lalu di menit ke-26 Senegal mampu menggandakan keunggulan lewat tendangan Diop. Sebelum akhirnya Diop kembali mencetak gol keduanya di laga tersebut pada menit ke-38.

Namun di babak kedua, justru pasukan La Celeste yang bangkit. Di babak kedua itu mereka memasukan Diego Forlan dan Richard Morales. Pergantian dua pemain itu ternyata jadi mimpi buruk Senegal. Pasalnya Morales langsung mencetak gol di menit ke-46. Lalu di menit ke-69 Diego Forlan mencetak gol lewat tendangan first time spektakulernya.

Sebelum akhirnya Alvaro Recoba mencetak gol penalti di menit ke-88. Kedudukan 3-3 pun menjadi skor akhir di pertandingan itu. Meskipun hanya meraih hasil imbang, Papa Bouba Diop CS masih berhak melangkah ke babak 16 besar. Mereka maju ke fase gugur sebagai runner up di bawah Denmark yang di pertandingan lain telah mengalahkan Prancis dengan skor 2-0.

Perjalanan Luar Biasa

Meskipun lolos sebagai runner up, ini adalah prestasi yang luar biasa untuk sebuah tim di Piala Dunia pertamanya. Apalagi Senegal bisa mengalahkan Prancis di pertandingan pertama mereka. Pencapaian itu merupakan sejarah yang patut untuk dikenang oleh Senegal dan penggemar Piala Dunia.

Di babak 16 besar, Senegal harus menghadapi Swedia yang merupakan juara Grup F. Swedia secara mengejutkan menjadi tim kuda hitam dengan memuncaki klasemen. Padahal di Grup F tersebut terdapat negara unggulan seperti Inggris dan Argentina. Untuk itu, Swedia menjadi ancaman yang sesungguhnya bagi Senegal.

Gol pertama di pertandingan itu menjadi milik Swedia. Lewat gol Henrik Larsson yang ia cetak ketika laga baru berjalan 11 menit. Tapi itu tidak membuat Diouf dan kawan-kawan gentar. Beberapa menit setelahnya, Senegal mampu menyamai kedudukan lewat gol dari Henri Camara. Harapan Senegal untuk bisa melaju ke perempat final baru terwujud di menit ke-104 setelah Henri Camara kembali mencetak gol keduanya. Sekaligus memastikan The Lions of Teranga melaju ke partai perempat final.

Kemenangan itu merupakan kemenangan yang sangat membanggakan bagi mereka. Senegal jadi tim Afrika kedua dalam sejarah yang bisa melaju sampai babak perempat final. Namun sayang, perjalanan mereka harus terhenti di babak itu setelah kalah dari Turki dengan skor 1-0. Meskipun begitu, perjalanan Senegal di Piala Dunia 2002 telah mengukirkan sejarah manis The Lions of Teranga.

Penantian Panjang

Sejak saat itu, Senegal masih tidak bisa mengungguli gemerlapnya perjalanan mereka di 2002. The Lions of Terang bahkan tidak bisa lolos kualifikasi Piala Dunia sampai edisi 2018. Pada edisi tersebut pun, Senegal tidak bisa lolos fase grup dengan cara yang ngenes.

Saat itu, Senegal yang satu grup dengan Jepang sebenarnya punya poin dan selisih gol yang sama. Tapi perolehan kartu kuning Senegal lebih banyak daripada Jepang. Alhasil Sadio Mane dan kawan-kawan tidak bisa lolos grup berkat aturan fair play.

Di tahun ini, diatas kertas Senegal punya generasi yang lebih berkilau. Para pemainnya banyak yang bersinar bersama klub-klub besar. Tapi pertanyaannya adalah, mungkinkah generasi emas Senegal ini mampu membawa asa The Lions of Teraga lebih jauh daripada saat Piala Dunia 2002?

 

Sumber referensi: Hitc, Sportskeeda, Planet, Independet

Momen Generasi Emas Inggris Bantai Jerman 5-1

Rivalitas antar klub mungkin sudah biasa di dunia sepak bola. Tapi rivalitas antar tim nasional, itu baru suatu hal yang lain lagi. Salah satu rivalitas antar negara yang paling panas adalah Inggris dengan Jerman. Mereka sudah saling bentrok sejak lama di kompetisi tingkat benua atau bahkan Piala Dunia.

Rivalitas antara Inggris dan Jerman ini sebenarnya seperti hubungan satu arah. Sebab, Jerman lebih menganggap Belanda dan Italia sebagai rival mereka. Tapi setiap kali duel Inggris melawan Jerman tersaji pasti akan menghadirkan intrik panas. Penonton pasti disajikan dengan permainan penuh gairah dari para pemain masing-masing tim.

Seperti pertandingan final Piala Dunia 1966, dimana Inggris menjuarai Piala Dunia dengan mengalahkan Jerman Barat. lalu di Piala Dunia 1970, Jerman balas dendam dengan mengalahkan Inggris di partai perempat final. Pertempuran itu berlanjut dari masa ke masa. Seringnya sih memang Inggris yang harus menelan kekalahan. Tapi pada tahun 2001, Inggris berhasil mengalahkan rivalnya itu dengan skor telak 5-1.

Pertemuan di Kualifikasi Euro

Laga itu terjadi di ajang kualifikasi Piala Dunia 2002. Inggris berada pada satu grup dengan Jerman saat itu. Di grup itu, Jerman adalah pemuncak klasemen dengan rekor belum pernah kalah. Jerman bahkan sudah pernah mengalahkan Inggris di leg pertama. Sebelas bulan sebelumnya, Inggris harus menelan kekalahan ketika menjamu Jerman di Wembley Stadium dengan skor 1-0. Kekalahan itu juga yang membuat manajer the Three Lions, Kevin Keegan harus mengundurkan diri.

The Three Lions lalu menunjuk mantan pemain Swedia, Sven-Goran Eriksson sebagai pelatih. Ia tidak punya banyak waktu untuk bersiap menghadapi Jerman di leg kedua. Sven hanya sempat menjalani enam kali laga uji coba bersama Inggris. Namun hasil dari laga uji coba itu tidak mengecewakan. Lima kemenangan dan sekali kalah, Sven membawa kepercayaan diri David Beckham dan kolega naik lagi.

Inggris saat itu juga diisi oleh bibit-bibit unggul yang kelak akan dipanggil sebagai generasi emas. Sebut saja Michael Owen, yang saat itu adalah pemain muda paling potensial seantero Britania Raya. Lalu di lini tengah diisi oleh para pemain handal seperti David Beckham, Paul Scholes, dan Steven Gerrard. Belum lagi empat pemain belakang mematikan diantaranya Gary Neville, Rio Ferdinand, Campbell, dan Ashley Cole.

Meskipun Inggris punya skuad bertabur bintang, tetap saja mereka belum matang. Sven dianggap masih belum cukup lama menangani Inggris. Sehingga diragukan untuk bisa langsung memberikan kejutan di pertandingan penting ini. Apalagi pertandingan leg kedua ini dilaksanakan di Munich, Jerman.

Dari segi sejarah, Jerman juga jauh lebih unggul daripada the Three Lions. Inggris belum pernah menang pertandingan kompetitif ketika bertandang ke rumah Die Mannschaft. Sedangkan Jerman, mereka hanya pernah sekali kalah dari 61 pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia.

Kemenangan Tak Terduga

Intinya, meskipun Inggris sudah diperkuat pemain-pemain terbaik, Die Mannschaft masih jadi momok bagi skuad tiga singa saat itu. Jerman bagaimanapun juga adalah tim yang kuat dengan sejarah panjang di ajang Piala Dunia. Karena itu, ketika anak asuh Sven-Goran Eriksson tiba di Olympiastadion saat itu, mereka tidak punya misi untuk membantai Jerman.

Tidak ada sama sekali dalam pikiran mereka untuk melumat Jerman. Jangankan membantai, mereka bahkan tidak menyangka akan menang di pertandingan itu. The Three Lions akan puas bahkan jika hasil pertandingannya imbang. Tapi, kita sudah mengetahui bagaimana hasil pertandingan ini nantinya.

Mesin Der Panzer sudah langsung tancap gas sejak peluit kick off babak pertama berbunyi. Baru enam menit laga berjalan Jerman sudah mencetak skor lewat gol dari bomber mereka, Carsten Jancker membuat Jerman unggul sementara. Tapi enam menit kemudian, Michael Owen berhasil menyamai kedudukan menjadi satu sama. Sebelum babak pertama berakhir, Steven Gerrard mencetak gol, sekaligus mencatatkan gol pertamanya di timnas senior.

Unggul di babak pertama melawan Jerman tidak membuat Inggris gegabah. Di ruang ganti, Sven mewanti-wanti anak asuhnya untuk merapatkan pertahanan. Ia tahu setelah tertinggal di babak pertama, Jerman pasti akan tampil semakin menyerang untuk bisa mengejar ketertinggalan di sisa waktu yang ada. Tapi Sven melanjutkan, “jika ada kesempatan untuk menyerang, maka hajar”

Dan itu lah yang David Beckham CS lakukan di babak kedua. Hanya tiga menit babak kedua dimulai, Michael Owen kembali mencatatkan namanya di papan skor. Tidak ada yang mengira ini akan menjadi malam milik Michael Owen. Legenda Liverpool itu mencetak hattrick setelah ia menyarangkan bola ke gawang Oliver Kahn di menit ke-66. Tidak lama setelahnya, Emile Heskey yang juga rekan setim Owen mencetak gol kelima di pertandingan itu. Sekaligus menutup pesta gol Inggris atas Jerman.

Kemenangan Penting

Tidak disangka hasil pertandingan itu memberikan dampak besar bagi kedua tim. Bek Jerman saat itu, Christian Worn yang diganti di babak pertama, sempat mengumumkan untuk pensiun. Ia tidak kuat dengan kritik pendukung Jerman yang menyalahkannya atas aksi Owen di pertandingan itu.

Sedangkan di Inggris, para pendukung The Three Lions menyambut kepulangan punggawa timnasnya bak seorang pahlawan. Rio Ferdinand mengaku tidak menyangka ia mendapatkan sambutan meriah itu setelah berhasil mengalahkan Jerman. “Saya tidak menyadari euforia yang sedang terjadi sampai kami pulang ke Inggris dan semua orang bereaksi seperti orang gila”. Ucapnya dikutip dari Guardian.

Bulan berikutnya, Inggris berhasil menahan imbang Yunani dengan skor 2-2 dalam pertandingan paling dramatis era itu. Di pertandingan tersebut, David Beckham menjadi pahlawan setelah tendangan bebasnya memastikan Inggris lolos ke putaran final Piala Dunia 2002.

Terlepas dari itu, kemenangan 5-1 atas Jerman menandai titik awal dimulainya generasi emas Inggris yang digembar-gemborkan itu. David Beckham, Michael Owen, Steven Gerrard. Lalu setelahnya ditambah dengan Frank Lampard dan Wayne Rooney.

Meskipun sepertinya pembantaian Jerman ini menjadi satu-satunya prestasi yang bisa dibanggakan oleh generasi emas Inggris. Pasalnya mereka tidak pernah bisa mengangkat trofi bergengsi dan tidak bisa melampaui tahap perempat final di turnamen besar.

 

Sumber referensi: BBC, Guardian, Planet

Termasuk Messi, Piala Dunia 2022 Bisa Jadi Piala Dunia Terakhir Buat Pemain Ini

0

Harus diakui, Piala Dunia memang menjadi mimpi setiap pemain sepakbola. Siapa pun itu, sehebat apa pun pemain kalau tidak bermain di Piala Dunia jadi terasa hambar. Tidak bermain di Piala Dunia, membuat karier seorang pemain terasa kurang.

Pun begitu setiap pemain punya waktunya sendiri. Setiap pemain bola tidak akan terus bermain di Piala Dunia. Faktor usia tentu saja menjadi penyebabnya. Nah, Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar bisa jadi Piala Dunia terakhir yang akan diikuti oleh pemain-pemain berikut ini.

Luka Modric (Kroasia)

Bintang lini tengah Real Madrid sekaligus pahlawan Timnas Kroasia, Luka Modric bisa jadi tidak akan bermain lagi di Piala Dunia. Edisi 2022 di Qatar bisa jadi Piala Dunia terakhir bagi Modric. Sejak menjalani debutnya pada Piala Dunia 2006, Modric menjelma pemain inti di lini tengah Vatreni.

Tentu yang paling mengejutkan ketika Modric membawa Si Blazer ke final Piala Dunia 2018. Kini usia Modric sudah menginjak 37 tahun dan sudah mengemas 155 caps bersama Timnas Kroasia. Tapi Modric belum memberikan prestasi terbaik untuk negaranya. Dan Piala Dunia 2022, sekali lagi menjadi kesempatan terakhir Modric di ajang tersebut.

Manuel Neuer (Jerman)

Piala Dunia 2022 juga bisa menjadi panggung terakhir bagi kiper Jerman, Manuel Neuer. Kiper yang pernah meraih trofi Piala Dunia 2014 itu kini usianya sudah 36 tahun. Neuer sendiri sudah menjadi kiper utama Der Panzer sejak Piala Dunia 2010.

Sepanjang kariernya di Timnas Jerman, Neuer sudah mencatatkan 113 caps dengan mengemas 48 clean sheets dan kebobolan 108 gol, belum termasuk di Piala Dunia 2022. Ia dulu menjalani debutnya di tahun 2009. Kiper Barcelona, Ter Stegen dan kiper Frankfurt, Kevin Trapp siap menggantikannya.

Dani Alves (Brasil)

Dani Alves memiliki tekad untuk mengakhiri karier internasionalnya dengan cara yang manis. Setelah absen di Piala Dunia 2018 lantaran cedera lutut, Alves kembali dipanggil Tite untuk memperkuat Timnas Brasil.

Ia yang sudah berusia 39 tahun akan menjadi bek tertua yang akan bermain di Piala Dunia 2022. Selain itu, Piala Dunia di Qatar bisa jadi adalah yang terakhir bagi Alves. Pria yang kini bermain di UNAM Pumas ini telah mencatatkan 124 kaps di Timnas Brasil.

Thomas Muller (Jerman)

Sama seperti Neuer, Piala Dunia 2022 bisa menjadi Piala Dunia terakhir bagi Thomas Muller. Pemain berkebangsaan Jerman itu kini usianya sudah 33 tahun.

Selama memperkuat Der Panzer, Muller sudah bermain sebanyak 118 kali dan mengemas 44 gol. Muller juga mengemas prestasi mengkilap di Timnas Jerman. Selain membantu Der Panzer juara tahun 2014, pada debutnya di Piala Dunia 2010, ia sudah menjadi top skor di kompetisi tersebut.

Kini pria yang pernah dicoret Jerman tahun 2019 itu akan berusaha yang terbaik untuk negaranya.

Lionel Messi (Argentina)

Piala Dunia 2022 kabarnya akan menjadi Piala Dunia terakhir bintang Argentina, Lionel Messi. La Pulga kini sudah berusia 35 tahun. Ia sudah banyak meraih penghargaan dan prestasi. Sayangnya, meski bergelimang prestasi, La Pulga baru memiliki dua trofi mayor untuk negaranya, yaitu Copa America dan Finalissima.

Lionel Messi nyaris memenangkan Piala Dunia 2014. Tapi sayang, di final Albiceleste takluk atas Jerman. Nah, Piala Dunia 2022 jadi kesempatan Messi untuk meraih trofi tersebut. Di Timnas, Messi sudah mencetak setidaknya 91 gol dari 165 caps, dan jumlah itu masih akan bertambah.

Cristiano Ronaldo (Portugal)

Rival Messi, Cristiano Ronaldo bisa jadi akan melakoni Piala Dunia terakhirnya di Qatar nanti. Sejauh ini Ronaldo setidaknya sudah mengemas 117 gol di level internasional dari 191 penampilannya bersama Timnas Portugal. Ia telah memberikan segalanya untuk Portugal, termasuk trofi EURO 2016.

Pemain yang pernah banjir trofi bersama Manchester United, Juventus, dan Real Madrid itu kini sudah berusia 37 tahun. CR7 tentu berambisi untuk memberikan yang terbaik di Piala Dunia bagi negaranya.

Luis Suarez (Uruguay)

Cukup mengejutkan ketika Uruguay mengumumkan skuad untuk Piala Dunia 2022. Karena di situ ada nama Luis Suarez. Pemain gaek yang pernah menjadi mimpi buruk untuk Timnas Ghana. Suarez kini berusia 35 tahun dan Piala Dunia 2022 bisa jadi yang terakhir untuknya.

Selama bermain di kompetisi seakbar Piala Dunia, Suarez banyak menuai kontroversi. Selain handball-nya di Piala Dunia 2010, ia pernah menggigit bek Italia, Giorgio Chiellini di Piala Dunia 2014. Ia pun oleh FIFA diskors empat bulan karena hal itu.

Suarez juga pernah melakukan diving di Piala Dunia 2018 ketika menghadapi Portugal. Well, meski begitu Suarez selalu menjadi andalan Timnas Uruguay. Ia sudah mencatatkan 134 kaps di Uruguay dengan total mengemas 68 gol.

Robert Lewandowski (Polandia)

Piala Dunia 2022 juga kemungkinan akan menjadi Piala Dunia terakhir bagi bomber Polandia, Robert Lewandowski. Lewy adalah kapten dan pemain yang sulit tergantikan di Timnas Polandia. Kendati bersama negaranya itu, Lewy tidak menoreh satu pun trofi.

Namun, ia sudah mengemas setidaknya 76 gol dari 134 penampilannya di Timnas Polandia. Ironisnya, meski ia produktif di level klub dengan menorehkan total 527 gol di semua tim dan kompetisi, tapi tidak pernah mencetak gol di Piala Dunia.

Itu karena Polandia sering gagal ke putaran final Piala Dunia, seperti tahun 2010 dan 2014. Kesempatannya ada di tahun 2018. Namun ketika itu, Lewandowski tidak mencetak satu pun gol.

Usia Lewy sudah 34 tahun. Piala Dunia 2022 bisa jadi kesempatan terakhir untuk Lewandowski menunjukkan bahwa ia tidak hanya jago di level klub, tapi juga internasional. Jika tidak bisa membuat Polandia lolos dari fase grup, setidaknya Lewy harus bisa mencetak gol di Qatar nanti.

Thiago Silva (Brasil)

Pelatih Brasil, Tite memberikan kesempatan terakhir Piala Dunia untuk beknya, Thiago Silva. Thiago yang satu tahun lebih muda dari Dani Alves mungkin saja akan memainkan Piala Dunia terakhirnya di Qatar nanti.

Karier Thiago Silva di Piala Dunia cukup unik. Ia hanya jadi pemain pengganti di Piala Dunia 2010. Namun di edisi tahun 2014, ia langsung menjadi kapten Timnas Brasil. Pada waktu itu, ia jadi kunci kelolosan Brasil dari fase grup.

Ia dibantu David Luiz membuat Brasil hanya kebobolan dua gol di fase grup. Tapi sayang, laju Brasil tidak jauh. Tim Samba dihancurkan Jerman 7-1 di babak semifinal Piala Dunia 2014. Kini di usianya yang sudah 38 tahun, Thiago Silva akan membuktikan bahwa Tite tidak salah memanggilnya.

Karim Benzema (Prancis)

Karim Benzema pernah tersandung kasus terkait seks. Masing-masing tahun 2010 dan 2015. Kasus itu membuat Benzema didepak dari Timnas Prancis. Ia melewatkan Piala Dunia di Afrika Selatan dan Rusia. Setelah kembali sejak EURO 2020, kini Benzema ingin memberikan seluruh kekuatannya untuk Timnas Prancis.

Pemain yang baru saja meraih Ballon d’Or itu dipanggil Didier Deschamps untuk membela Prancis di Piala Dunia 2022. Sang jimat berusaha melupakan masa lalunya dan ia berfokus untuk merampungkan tugasnya di Qatar nanti.

Benzema sudah berusia 34 tahun. Itu artinya, Piala Dunia 2022 bisa jadi Piala Dunia terakhirnya. Sejak debut di Timnas Prancis 2007, Benzema sudah mengemas 97 kaps dan mencetak setidaknya 37 gol. Jadi, apakah Benzema akan memberi kejutan pada Piala Dunia 2022 nanti? Patut kita tunggu bersama.

https://youtu.be/0psRblEBEIs

Sumber: Sportstar, Khelnow, Goal, SBS, 90Min, Transfermarkt

Berita Bola Terbaru 17 November 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

MESSI TEMPATKAN INGGRIS SEBAGAI KANDIDAT JUARA PIALA DUNIA 2022

Lionel Messi sebelumnya menyebut Brasil dan Prancis sebagai dua kandidat kuat juara Piala Dunia 2022. Ia lantas memasukkan Inggris ke kategori yang sama. “Kapan pun kita bicara soal kandidat juara, kita selalu membahas tim-tim yang sama. Kalau saya harus menempatkan beberapa tim di atas yang lainnya, saya rasa Brasil, Prancis, dan Inggris sedikit di atas tim-tim lainnya.” kata Messi kepada Federasi Amerika Selatan CONMEBOL, dikutip Sky Sports.

KATA ‘LORD’ LINGARD SOAL RIBUT-RIBUT RONALDO DI MU

Wawancara Cristiano Ronaldo soal kondisinya di Manchester United bikin heboh. Dia, salah satunya menyebut, telah dikhianati Erik Ten Hag.  Mantan rekan Ronaldo, ‘Lord’ Jesse Lingard angkat suara perihal itu. Eks pemain MU yang kini sudah berseragam Nottingham Forest, menilai sepakbola terkadang memang gila, namun ia tak bisa bicara banyak soal kasus Cristiano Ronaldo di Manchester United.

CONOR COADY UNGKAP ALASAN UTAMA DIRINYA TINGGALKAN WOLVES

Conor Coady yang merupakan kapten Wolves menjelaskan alasan utama dari keputusannya untuk meninggalkan klub dan pindah ke Everton. Menurutnya, ia merasa tidak ada kejelasan soal langkah klub ke depannya. Sebagai kapten tim, Coady pun menanyakan hal tersebut. Ia pun kemudian menegaskan bahwa dirinya bahkan tidak meminta untuk hengkang. Dia menemui pelatih saat itu, Bruno Lage untuk bertanya soal apa yang terjadi dan akhirnya dipersilahkan untuk pergi.

MESSI BICARAKAN PELUANG KEMBALI KE KLUB MASA KECILNYA

Mega Bintang Paris Saint-Germain, Lionel Messi, telah membicarakan prospek untuk kembali ke klub masa kecilnya, Newell’s Old Boys. Dalam sebuah wawancara dengan legenda Real Madrid, Jorge Valdano, Messi mengatakan bahwa kembali ke Argentina dan bermain untuk Newell’s Old Boys merupakan mimpinya sedari kecil. Seperti diketahui, Messi pernah menimba ilmu di Newell’s Old Boys dari tahun 1995 sampai 2000.

JUVENTUS SIAPKAN TAWARAN KONKRET UNTUK SAVIC

Juventus siap merekrut Sergej Milinkovic-Savic dan berencana untuk mengajukan penawaran resmi ke Lazio pada Januari. Menurut laporan Football Italia, gelandang Serbia 27 tahun itu terus tampil mengesankan musim ini di bawah asuhan Maurizio Sarri, dengan mencetak lima gol dan memberikan tujuh assist dalam 20 penampilan di Serie A dan Liga Europa. Juve siap menawarkan 50 juta euro plus tambahan kepada Lazio untuk mendapatkan tanda tangannya.

DUMFRIES INGINKAN DUEL SESAMA INTER MILAN DI PIALA DUNIA 2022

Bek Inter Milan Denzel Dumfries berharap Belanda bertemu dengan Argentina di fase knock-out Piala Dunia 2022, sehingga ia bisa berduel dengan dua penyerang Nerazzurri, Lautaro Martinez dan Joaquin Correa. Belanda dan Argentina mempunyai peluang bertemu di perempatfinal bila mereka sama menjuarai atau menjadi runner-up grup masing-masing. Belanda berada di Grup A, sedangkan Argentina menempati Grup C.

QUEIROZ SEBUT PEMAIN IRAN ‘BEBAS PROTES’ DI PIALA DUNIA

Para pemain timnas Iran diperbolehkan bergabung dalam protes yang melanda negara atas hak-hak perempuan saat bermain di Piala Dunia 2022 Qatar. Pemain Iran juga dilaporkan diamati dengan ketat terkait dukungan mereka terhadap demonstrasi di negara itu. Namun, pelatih Iran, Carlos Queiroz meminta pemainnya harus melakukan protes sesuai aturan kompetisi. Seperti diketahui, di Iran sedang terjadi demonstrasi besar-besaran atas meninggalnya perempuan bernama Mahsa Amini. 

AARON LENNON RESMI PENSIUN

Eks winger Tottenham Hotspur, Aaron Lennon resmi putuskan pensiun sebagai pemain sepakbola. Hal itu diketahui melalui unggahan Instagram pribadinya yang dilansir pada Selasa (15/11). Aaron Lennon sendiri memutuskan gantung sepatu setelah hampir 21 tahun berkarir profesional di sepakbola. Ia pun menutup karirnya setelah tak diperpanjang kontrak oleh Burnley pada Juli 2022 silam.

AGUERO MULAI MUAK DENGAN PERTIMBANGAN MESSI DAN MARADONA

Sergio Aguero mengomentari perbandingan antara ikon Argentina, Diego Maradona dan Lionel Messi, mengatakan bahwa keduanya harus dihargai sebagai entitas yang terpisah daripada terus-menerus diadu satu sama lain. Mantan penyerang Manchester City itu memiliki persahabatan yang kuat dengan Messi, menyebut rekan setim internasionalnya itu sebagai ayah baptis anaknya. Sementara itu, Aguero juga pernah menikah dengan putri Maradona, Giannina, antara 2008 dan 2012.

GALTIER UNGKAP PESAN UNTUK NEYMAR JELANG PIALA DUNIA 2022

Selama tahap akhir laga dalam kemenangan kandang 5-0 di Ligue 1 bagi PSG atas AJ Auxerre, manajer Christophe Galtier memutuskan untuk mengganti Lionel Messi dan Neymar. Penyerang Brasil itu kemudian terlihat bertanya kepada Galtier apakah dia bisa masuk ke ruang ganti lebih awal, dan manajer PSG memberinya lampu hijau untuk melakukannya. Galtier lantas membisiki Neymar. Ia berharap Neymar mendapatkan Piala Dunia yang hebat seperti yang diharapkan dari semua anak asuhnya. 

HASIL PERTANDINGAN UJI COBA

Timnas Argentina berpesta gol 5-0 saat menghadapi Uni Emirat Arab (UEA) dalam laga uji coba di Stadion Zayed Sports City, Abu Dhabi, Rabu (16/11) malam. Lima gol Argentina pada pertandingan ini dicetak oleh Julian Alvarez di menit ke-17, Angel Di Maria yang mengemas brace di menit ke-25 dan 36, Lionel Messi menit ke-44 dan Joaquin Correa di menit ke-60.

Jerman membekuk Oman dengan skor tipis 1-0 dalam laga pemanasan terakhir sebelum Piala Dunia 2022. Dalam pertandingan yang dimainkan di Sultan Qaboos Sports Complex, Muscat, Kamis (17/11), gol tunggal Jerman datang dari aksi Niclas Fullkrug di menit ke-80. Oman melawan dengan baik, tapi tidak bisa mencetak gol balasan.

Sementara tim yang tak ikut serta Piala Dunia, Italia juga menggelar uji coba. Melawan Albania, laga yang dihelat di Air Albania Stadium, Tirana, Kamis (17/11) dini hari WIB tersebut berakhir untuk kemenangan Gli Azzurri dengan skor 3-1. Italia sempat tertinggal melalui gol Ardian Ismajli pada menit ke-16. Namun Giovanni Di Lorenzo menyeimbangkannya empat menit kemudian. Sebelum dwigol Vincenzo Grifo pada menit ke-25 dan 64 memastikan kemenangan tim tamu dengan skor 3-1. 

Pada pertandingan uji coba lain yang berlangsung Rabu atau kamis dini hari, Polandia menang 1-0 atas Chile, Meksiko kalah 1-2 dari Swedia, dan Kroasia menang 1-0 atas Arab Saudi.

RONALDO SAKIT PERUT, ABSEN LAWAN NIGERIA

Cristiano Ronaldo dipastikan absen dalam pertandingan uji coba Portugal vs Nigeria di Stadion Jose Alvalade, Jumat (18/11) dini hari WIB. Dikutip Goal, pelatih Portugal Fernando Santos mengonfirmasi Ronaldo tidak berlatih pada Rabu (16/11) waktu setempat karena mengalami gastritis atau sakit lambung. Meski demikian striker 37 tahun itu terlihat ceria ketika melakoni sesi latihan pertama timnas Portugal.

MU COPOT MURAL RONALDO DARI OLD TRAFFORD

Sebuah mural di luar Old Trafford yang menampilkan Cristiano Ronaldo telah dicopot menyusul wawancara eksplosifnya dengan Piers Morgan. Namun, wawancara dengan Piers Morgan dan dampaknya bukan penyebab mural Ronaldo dicopot dari Old Trafford. Dikutip dari The Mirror, mural Ronaldo memang sudah waktunya dicopot. Bukan hanya Ronaldo, akan tetapi pemain lain. Mural-mural yang berada di luar Old Trafford memang harus dicopot pada Rabu (16/11) waktu setempat. Pasalnya, Old Trafford akan menjadi tuan rumah laga final Rugby League World Cup pada hari Sabtu (19/11) nanti.

RONALDO DIKECAM HABIS ANTONIO CASSANO

Mantan pemain timnas Italia, Antonio Cassano, mengkritik perilaku bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo. Ia tak habis pikir dengan kontroversi yang CR7 timbulkan setelah melakukan wawancara eksklusif dengan Piers Morgan. Pria asal Italia itu memandang Ronaldo sebagai sosok tak tahu diri. Pemain asal Portugal itu juga dinilai sebagai pemain egois. Melihat tingkah Ronaldo, Cassano menyarankan Ronaldo segera pensiun.

VARANE: RONALDO BIKIN GADUH, PEMAIN MU PUN TERGANGGU

Bek Manchester United, Raphael Varane mengakui pernyataan Cristiano Ronaldo dalam wawancara dengan Piers Morgan pada Senin (14/11) lalu sangat mempengaruhi kondisi para punggawa ‘Setan Merah’. Tak ingin gegabah, Varane pun mengimbau para koleganya tak terlibat jauh soal kasus tersebut. Dalam hematnya, kini lebih baik mereka fokus terhadap pertandingan dan berusaha memposisikan diri secara kolektif sebagai sebuah tim.

MESSI ISYARATKAN BAKAL SEGERA PENSIUN

Walau masih berada dalam bentuk performa terbaik, Messi sepertinya akan segera gantung sepatu dalam waktu dekat, namun mantan pemain Barcelona tersebut masih belum bisa memastikan kapan keputusan itu akan diambil. “Saya yakin apa pun yang saya lakukan setelah pensiun masih bakal berkaitan dengan sepakbola. Tetapi, saya masih belum tahu kapan. Saya tidak berpikir bakal bermain lebih lama lagi,” ujarnya.

PRESENTER PIALA DUNIA QATAR DIBERHENTIKAN PANITIA PIALA DUNIA QATAR 

Presenter TV2 Denmark diminta pihak panitia penyelenggara Piala Dunia agar menghentikan proses siaran langsung mereka. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, staf keamanan penyelenggara meminta kepada kru kamera untuk menghentikan siaran langsung. Padahal kru tersebut telah memiliki izin syuting di Qatar dalam menatap turnamen sepakbola terakbar di dunia itu. Panitia penyelenggara Piala Dunia 2022 Qatar pun meminta maaf atas kejadian yang menimpa presenter TV2 Denmark tersebut

USAI JALANI OPERASI, SON HEUNG MIN PAKAI MASKER PELINDUNG

Son Heung-min terpaksa naik meja operasi dan melewatkan tiga pertandingan terakhir Tottenham. Meski sedang cedera wajah, Son Heung-min tetap mendapat panggilan dari pelatih timnas Korea Selatan, Paulo Bento. Terkini Son Heung-min tampak sudah berlatih dengan skuad Korea Selatan meski masih harus memakai topeng karbon untuk melindungi wajahnya.

INGGRIS DAN IRLANDIA AJUKAN DIRI SEBAGAI TUAN RUMAH EURO 2028

Dua negara Britania Raya, Inggris dan Irlandia telah mengajukan tawaran mereka untuk menjadi tuan rumah Euro 2028, dengan Anfield dan Stadion Emirates tidak bakal digunakan sebagai venue utama. Inggris dan Irlandia sebenarnya ingin mencoba menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2030 tetapi FA, induk sepakbola Inggris, memutuskan untuk fokus pada Euro dua tahun sebelumnya.

IVAN TONEY TERLIBAT JUDI, BAKAL DISANKSI FA

Striker Brentford Ivan Toney telah didakwa atas 232 dugaan pelanggaran aturan taruhan antara Februari 2017 dan Januari 2021. Dalam pernyataan resmi FA, Kamis (17/11) dini hari WIB, Toney dilaporkan terlibat dalam kasus perjudian sebelum dia bermain untuk Brentford. Toney sendiri punya waktu hingga 24 November untuk merespons dakwaan FA tersebut. Sementara itu Brentford akan mengikuti proses penyelidikan dan tetap berkomunikasi intens dengan Toney.

EKS BEK CHELSEA GARY CAHILL PENSIUN

Mantan bek Timnas Inggris dan Chelsea, Gary Cahill resmi pensiun pada usia 36 tahun, Rabu (16/11). Cahill menilai sekarang adalah waktu yang tepat untuknya gantung sepatu setelah sukses menjadi seorang pesepakbola. Gelar yang berhasil disumbangkan Cahill untuk Chelsea diantaranya dua trofi Liga Inggris, satu Liga Eropa, Liga Champions, dua FA Cup dan satu Piala Carabao.

LEWANDOWSKI DISKORS 3 PERTANDINGAN

Mesin gol Polandia, Robert Lewandowski bakal menerima hukuman larangan bertanding  sebanyak 3 laga bersama Barcelona seusai mentas di Piala Dunia 2022. Lewandowski dihukum buntut ledekannya kepada wasit usai mendapat kartu merah di laga melawan Osasuna. Ia terlihat menyentuh hidung dan menunjuk wasit saat keluar dari lapangan. Dengan demikian, Lewandowski akan absen di pertandingan melawan Espanyol (31/12), Atletico Madrid (8/1), dan Getafe (22/1).

HORMATI FFP, BARCELONA TAK BELANJA DI BURSA TRANSFER JANUARI 2023

Presiden Barcelona, Joan Laporta menyatakan timnya tak akan belanja pemain pada bursa transfer musim dingin atau Januari 2023. Padahal Barcelona sudah mulai sehat secara finansial. Bahkan, mereka mendapat keuntungan senilai 1,225 juta euro atau sekitar Rp 20 miliar. Tapi, Laporta menghormati financial fair play La Liga Spanyol, sehingga memutuskan tak akan angkut pemain di Januari.

RONALDO: SAYA NYARIS GABUNG MAN CITY

Bintang Portugal Cristiano Ronaldo mengungkapkan bahwa dirinya memang hampir bergabung dengan Manchester City sebelum akhirnya kembali ke Manchester United. Ronaldo mengakui perbincangan dengan Sir Alex Ferguson mempengaruhi keputusannya untuk menolak City dan kembali ke Setan Merah. Meskipun saat ini Ronaldo sedang bermasalah dengan Manchester United, namun dia tak menyesali keputusannya menolak Manchester City dan kembali ke Old Trafford.

Hampir Gabung Man City! Ronaldo Ungkap Alasan Lebih Pilih MU

Salah satu hal mencengangkan yang terungkap dari wawancara viral Ronaldo adalah mengapa dirinya dulu memutuskan untuk kembali ke Manchester United. Padahal ia mengaku bahwa dirinya sangat nyaris untuk melangkah ke Etihad Stadium di tahun 2021 yang lalu.

Ronaldo mengaku bahwa saat itu ia masih ingin menghormati sejarahnya dengan MU. Ronaldo mengaku bahwa Manchester City sangat ingin mendapatkan tanda tangannya. Hal tersebut dikonfirmasi ketika dirinya berbicara dengan Guardiola dua minggu yang lalu.

Sir Alex Adalah Kunci

Ronaldo juga mengungkapkan bahwa kunci utama ia mau kembali ke MU adalah karena Sir Alex Ferguson. Memang bukan rahasia kalau Ronaldo sangat menghormati mantan bosnya itu. Sehingga akhirnya Ronaldo menuruti saran Sir Alex untuk tidak pindah ke rival sekota Mu dan pulang ke Old Trafford.

“Saya pikir Sir Alex adalah kuncinya. Saya memilih keputusan dengan sadar, dan saya tidak menyesalinya di beberapa saat. Sir Alex Ferguson adalah kuncinya. Saat itu saya berbicara dengannya, ia berkata ‘tidak mungkin anda pindah ke Manchester City!’. Dan saya hanya bilang ‘ok boss’.

Momen itu lah yang membuat Ronaldo mau pulang ke Old Trafford. Padahal ia mengungkapkan sebenarnya MU tidak ada dalam daftar pilihannya. Tapi Ronaldo akhirnya rela merubah rencana setelah berbicara dengan Sir Alex. Namun, Ronaldo mengaku bahwa keputusannya itu tetap berdasarkan pilihannya sendiri dan hati nuraninya.

“Setelah itu saya pun mengambil keputusan dan saya bilang sekali lagi, Hati nurani saya mengatakan bahwa itu keputusan yang terbaik. Tidak hanya Manchester City, tapi banyak klub lain juga yang masuk dalam daftar. Sebenarnya MU tidak masuk dalam daftar klub tersebut.”

Ronaldo kemudian berpendapat bahwa standar yang diterapkan MU saat ini malah lebih rendah daripada ketika era Sir Alex dulu. Dan ia mengakui, kepergian Sir Alex yang pensiun sangat mempengaruhi struktur di Manchester United.

“Seperti yang diketahui, kepergian Sir Alex meninggalkan ruang kosong yang besar di MU. Bukan hanya Sir Alex, tapi juga David Gill, mantan kepala eksekutif di MU yang saya pikir memberikan dampak besar. Saya tau Manchester United tidaklah sama setelah kepergian Sir Alex. Tapi saya tidak menyangka bahwa ini meninggalkan kekosongan yang sangat besar selama 10 tahun”

Ronaldo Kritik Youngster MU

Terkait dengan penurunan standar, Ronaldo juga mengkritik para pemain muda MU yang ia anggap malas. Ia menyayangkan hal itu, karena pemain muda di MU punya banyak kesempatan untuk bisa menjadi pemain terbaik di era mereka nanti.

Ronaldo mengeluhkan sikap para pemain muda yang tidak punya mentalitas untuk menang. Ia bahkan mengatakan kalau anaknya yang baru berusia belasan tahun punya mentalitas yang lebih baik daripada kebanyakan pemain muda di MU

Ronaldo kemudian menambahkan, bahwa para pemain muda itu seharusnya bisa mencontoh para pemain terbaik yang ada di klub. Sama seperti ketik Ronaldo masih muda dulu. Ia percaya itulah yang membuatnya menjadi pemain terbaik.

“Saya sangat terkejut sekaligus menyayangkan. Karena mereka punya contoh-contoh terbaik ada di depan mata mereka. Jika mereka tidak mau mendengarkan saran, setidaknya contoh apa yang dilakukan.”

“Ketika saya masih berusia 18,19 tahun, saya selalu melihat para pemain hebat di MU sebagai contoh. Seperti Van Nistelrooy, Rio Ferdinand, Roy Keane, dan Ryan Giggs. Itulah kenapa saya meraih kesuksesan dan bisa menjaga hal itu dalam waktu lama.”

 

Sumber referensi: Daily, Sky, Goal

Tak Ikut Piala Dunia, Ivan Toney Malah Kena Kasus Judi Bola

Kabar buruk datang dari pemain Brentford yang sedang naik daun, Ivan Toney. Dirinya terkena kasus judi bola dan sedang menjalani pemeriksaan dari FA. Dikabarkan, pemain berusia 26 tahun itu sudah menjadi subjek penyelidikan FA terkait kasus judi yang ia lakukan dari bulan Februari 2017 sampai dengan bulan Januari 2021.

Untungnya, Toney bersikap kooperatif dengan pihak FA. Ia juga bersikap terbuka dan sudah mengakui bahwa dirinya sedang dalam pemeriksaan terkait kebiasaan buruknya itu. Hal tersebut ia ungkapkan lewat akun twitternya pada awal bulan November lalu. Dalam tweetnya itu, Toney juga mengungkapkan bahwa bermain di Piala Dunia adalah impiannya sejak kecil.

“Saya sedang membantu FA dengan menjawab semua pertanyaan dan tidak akan berkomentar apapun sampai penyelidikan mencapai kesimpulannya. Saya orang Inggris yang bangga dengan negaranya dan sudah selalu jadi mimpi masa kecil saya untuk bisa bermain di Piala Dunia”

Pernyataan FA

Sepertinya kasus yang sedang menimpa Ivan Toney cukup parah. Tidak tanggung-tanggung ada sebanyak 232 tuduhan Ivan Toney telah melanggar aturan FA soal perjudian. Untuk itu, FA memberikan waktu sampai dengan tanggal 24 November untuk memberikan respon resmi terkait tuduhan tersebut.

“Diduga penyerang Brentford itu telah menyalahi aturan FA E8 sebanyak 232 kali antara 25 Februari 2017 sampai dengan 23 Januari 2021. Ivan Toney memiliki waktu hingga tanggal 24 November untuk memberikan tanggapan”

Menanggapi hal tersebut, pihak klub menyatakan sudah mengambil tindakan. Brentford sudah bertemu dengan pihak Ivan Toney dan kuasa hukumnya untuk mendiskusikan masalah ini. Namun, percakapan tersebut akan berlangsung secara pribadi. Dan Brentford tidak akan memberikan komentar lebih lanjut sampai masalah selesai.

Mungkin ini juga salah satu alasan mengapa Ivan Toney tidak dipanggil untuk memperkuat Inggris di Piala Dunia 2022. Padahal bomber Brentford itu sedang dalam masa puncak-puncaknya musim ini. Pada musim ini, Toney sudah mencetak 10 gol dari 14 pertandingannya di Liga Inggris.

Jumlah gol tersebut bisa dibilang impresif. Ivan Toney tampil sangat produktif di musim ini. Hanya ada dua pemain yang melebihi jumlah gol Toney. Yaitu Erling Haaland dengan 18 gol dan Harry Kane dengan raihan 12 gol. Jadi memang mengejutkan jika Toney tidak dipanggil The Three Lions ke Piala Dunia 2022. Mengingat ia adalah pemain Inggris paling produktif musim ini setelah Harry Kane.

Bagaimana Aturan Judi di Inggris?

Asosiasi sepak bola Inggris, atau FA memang tegas dalam menindak pelanggaran yang dilakukan para pemainnya. Apalagi terkait dengan hal perjudian. Menurut peraturan FA, taruhan sepak bola dilarang bagi para pemain, pelatih, staff, direktur dan agen berlisensi dan semua pihak yang terlibat dalam semua liga di bawah naungan FA. Peraturan tersebut berlaku untuk pertandingan di seluruh dunia.

Pihak-pihak tersebut dilarang melakukan taruhan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pelarangan ini termasuk pertandingan dan kompetisi, juga hal hal lain yang berkaitan dengan sepak bola seperti transfer pemain, pengangkatan pelatih, dan pemilihan skuad.

Memberikan informasi kepada seseorang yang akan menggunakan informasi tersebut untuk berjudi juga dilarang. Informasi penting dari dalam tidak boleh dipakai untuk taruhan, baik untuk diri sendiri maupun menggunakan orang lain untuk berjudi.

 

Sumber referensi: Sky, SI, Athletic

Kandidat Kuat Juara Piala Dunia 2022? Ini Kedalaman Skuad Timnas Argentina

0

Lionel Messi kembali memimpin skuad Argentina melaju ke Piala Dunia 2022. Setelah kemenangan luar biasa di Copa America, Argentina kemudian merebut trofi Finalissima 2022 dengan mengalahkan Italia. Jadi tak heran apabila saat ini Argentina menjadi salah satu tim favorit untuk mengangkat trofi Piala Dunia di akhir Desember nanti.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni telah membangun tim yang bekerja sebagai satu kesatuan. Mengingat ini akan menjadi Piala Dunia terakhir bagi Messi, fans berharap pada Scaloni untuk memanggil pemain terbaik dengan harapan trofi Piala Dunia akan melengkapi lemari trofi milik La Pulga.

Dengan menjadikan Messi sebagai poros permainan, Argentina memiliki ambisi besar di Piala Dunia edisi kali ini. Pemain yang dipilih Scaloni untuk mendampingi Messi pun cukup menarik. Dan berikut Starting Eleven membedah kedalaman skuad Argentina, calon juara Piala Dunia 2022.

Daftar Isi

Kiper

Dimulai dari penjaga gawang, Lionel Scaloni membawa tiga nama terbaik yang dimiliki oleh Argentina saat ini. Mereka adalah Emiliano Martinez dari Aston Villa, Geronimo Rulli dari Villarreal, dan kiper senior, Franco Armani yang kini bermain di liga Argentina bersama River Plate. Ya, Scaloni sudah tak memanggil kiper veteran Sergio Romero yang sempat mengantarkan Argentina ke final Piala Dunia 2014.

Emiliano Martinez tampaknya akan menjadi kiper utama Argentina di Qatar nanti. Scaloni memilihnya karena Emi punya atribut lengkap sebagai penjaga gawang. Akurasi umpannya oke, cara dia memotong umpan silang apik, dan yang terpenting, Emi Martinez piawai dalam duel satu lawan satu dalam situasi adu penalti. Hal itu dibuktikan dengan permainan luar biasa di Copa América 2021 lalu.

Misalnya di semifinal saat melawan Kolombia. Emi tampil paripurna di babak adu tos-tosan. Mantan kiper Arsenal itu berhasil menepis tiga dari lima tendangan pemain Kolombia, termasuk tendangan Yerry Mina yang bikin Messi tak tahan mengejeknya. Di akhir kompetisi, selain meraih trofi Emi juga mengantongi empat clean sheet dari tujuh pertandingan.

Sedangkan untuk kiper kedua, seperti dilansir Goal, Scaloni lebih memilih Armani ketimbang Rulli. Kiper River Plate itu dirasa memiliki pengalaman laga internasional yang lebih baik ketimbang Rulli. Armani sendiri sudah mengantongi 18 caps bersama Albiceleste sedangkan Rulli baru empat pertandingan.

Bek

Soal lini pertahanan, Scaloni membawa sembilan nama. Pemain muda seperti Cristian Romero, Lisandro Martinez, Juan Foyth, Nahuel Molina, sampai Gonzalo Montiel, akan bahu membahu menjaga pertahanan Argentina bersama para senior macam Nicolas Otamendi, Marcos Acuna, Nicolas Tagliafico dan German Pezzella.

Meski sudah memasuki usia kepala tiga, Otamendi masih akan menjadi pilihan utama Scaloni di Piala Dunia kali ini. Apalagi performanya di Benfica terbilang konsisten. Duetnya bersama Antonio Silva membuat Benfica belum terkalahkan di liga dengan hanya kebobolan tujuh gol dari 13 pertandingan.

Di timnas, Otamendi akan diduetkan dengan bek Spurs, Cristian Romero. Setelah kedatangan Antonio Conte ke London, performa bek berusia 24 tahun itu terus meningkat. Posisinya di lini bertahan Spurs bahkan hampir tak tergantikan. Keduanya merupakan perpaduan yang pas. Soal duel darat dan udara akan menjadi bagian Romero. Sedangkan supply bola dan build up serangan akan menjadi tugas Otamendi.

Namun, Scaloni masih memiliki satu nama yang sedang menunjukan performa mengesankan bersama klub barunya. Dia adalah si tukang jagal, Lisandro Martinez yang siap memperjuangkan tempatnya di line up utama Argentina di Piala Dunia nanti.

Sedangkan untuk bek sayap, di kanan Scaloni memberi kepercayaan Nahuel Molina yang sudah mengantongi 20 caps bersama Argentina, sedangkan di kiri ada Nicolas Tagliafico yang masih belum tergantikan sejak Piala Dunia 2018. Sedangkan untuk rotasi, Scaloni masih memiliki Juan Foyth dan Marcos Acuna.

Gelandang

Argentina akan memberikan ancaman kuat dari sektor lini tengah, karena mereka memiliki nama-nama top dan berpengalaman di kancah sepakbola Eropa. Meskipun tanpa Giovani Lo Celso yang absen lantaran cedera.

Dalam formasi 4-4-2, Leandro Paredes dan Rodrigo De paul akan menjadi andalan Scaloni untuk menjadi double pivot di area tengah. Perpaduan antara De Paul sebagai pemotong serangan dan Paredes sebagai pengatur tempo permainan adalah kombinasi yang pas.

Mereka akan ditemani oleh gelandang kanan dan kiri. Scaloni biasanya akan menginstruksikan Angel Di Maria sedikit lebih turun untuk mengisi pos gelandang kanan. Punggawa Juventus itu menjadi alternatif selain Messi yang kreatif dalam membongkar pertahanan, terutama lewat sayap. Sedangkan nama baru seperti Alexis Mac Allister dipercaya untuk mengisi sektor kiri.

Nah, apabila Lionel Scaloni ingin menggunakan 4-3-3, Paredes akan diplot sebagai single pivot di belakang Mac Allister dan De Paul atau bisa memainkan Guido Rodriguez sebagai gelandang bertahan dan meletakan duo Paredes-De Paul sedikit lebih ke depan. Bahkan, jika ingin lebih bervariasi lagi, Scaloni bisa memainkan Lionel Messi atau Papu Gomez sebagai pemain nomor “10” untuk membentuk trio dengan Paredes dan De Paul.

Untuk pemain muda Enzo Fernandez dan Exequiel Palacios akan dipersiapkan untuk menjaga kedalaman skuad, dan barangkali menggantikan peran Paredes atau De Paul di lapangan apabila Scaloni membutuhkan penyegaran dalam skema permainannya. 

Striker

Lalu sektor lini serang Argentina jadi salah satu yang termewah di Piala Dunia 2022. Nama beken seperti Lionel Messi, Lautaro Martínez, Julián Álvarez, Joaquín Correa, Angel Di Maria, Nicolas Gonzalez, Papu Gomez, dan Paulo Dybala ada di sana.

Meski begitu, dalam setahun terakhir Scaloni hanya mencoba dua opsi saja, yaitu memakai dua striker maupun tiga striker. Dengan kata lain, di antara mereka pasti ada yang tidak terpakai, kecuali La Pulga.

Scaloni tampaknya kurang menyukai sistem yang menggunakan striker tunggal bertipikal nomor “9”. Dalam skema tiga penyerang saja, ia lebih sering meletakan Lionel Messi di tengah sebagai false nine ketimbang Julian Alvarez atau Lautaro Martinez yang notabene bertipikal striker murni. Nah, Joaquin Correa, Papu Gomez, Paulo Dybala, dan Angel Di Maria akan bergantian untuk menemani Messi di depan.

Apabila Scaloni ingin bermain dengan dua striker, ia akan memainkan Julian Alvarez atau Lautaro Martinez di samping Messi. Itu bisa dilihat di beberapa laga uji coba yang dilakoni Argentina. Namun, Scaloni justru menurunkan Alvarez-Messi di kemenangan 5-0 atas Uni Emirates Arab kemarin.

Dengan materi pemain seperti ini, Scaloni tentu tak perlu pusing untuk meramu komposisi terbaik. Karena perbedaan kemampuan para pemain Argentina memang tak jauh berbeda. Skuad inti dan skuad cadangan bisa dibilang sama kuat. Masalahnya tinggal bagaimana Scaloni mengatasi tekanan sebagai tim yang diunggulkan pada ajang Piala Dunia kali ini.

https://youtu.be/svcBFl0xAtY

Sumber: FFT, SI, Goal, Sporting News, The Athletic

Nasib 11 Pemain Yunani yang Menjuarai Euro 2004

Yunani mengejutkan semua orang ketika bisa menjuarai Euro 2004. Perjalanan negeri para dewa di turnamen tersebut hampir terasa seperti mitos yang tidak akan terulang lagi. Gilanya lagi, Yunani berhasil memenangkan Euro setelah mengalahkan Portugal di final dengan skor 1-0.

Padahal Portugal adalah tim unggulan yang diperkuat bintang seperti Luis Figo dan Cristiano Ronaldo. Ditambah lagi, Portugal juga merupakan negara tuan rumah Euro 2004. Bisa dibayangkan berapa banyak orang yang kalah taruhan pada saat itu?

Tapi, pertanyaan yang lebih menarik adalah bagaimana nasib para pemain Yunani setelah mereka berhasil menjuarai Euro? Berikut daftar nasib 11 pemain Yunani yang pernah menjuarai Euro 2004.

Antonis Nikopolidis

Yang pertama adalah sang penjaga gawang andalan, Antonis Nikopolidis. Ia tampil hebat bersama Yunani selama Euro 2004. Dirinya bahkan terpilih sebagai penjaga gawang terbaik di turnamen tersebut. Ia tentu jadi penjaga gawang terbaik Yunani sepanjang masa, apalagi setelah mencatatkan 90 penampilan bersama negaranya.

Setelah Euro berakhir Nikopolidis pindah dari klubnya, Panathinaikos ke Olympiacos. Di klub tersebut ia bertahan sampai tahun 2011, dimana usianya sudah mencapai 40 tahun saat itu. Setelah pensiun, Nikopolidis sempat menjadi asisten pelatih Olympiacos. Ia juga sempat melatih timnas U-21 Yunani hingga tahun 2019.

Giourkas Seitaridis

Di posisi bek kanan ada Giourkas Seitaridis. Ia mencuri perhatian setelah penampilan apiknya di Euro 2004. Kemampuannya menjaga Thierry Henry dan Cristiano Ronaldo membuat ia dilirik klub besar. Saat itu bahkan dirinya dikaitkan dengan raksasa Spanyol, Real Madrid. Namun, ia akhirnya berlabuh ke Portugal untuk memperkuat FC Porto.

Kiprah Seitaridis di Porto tidak terlalu lama. Dirinya hanya bertahan satu tahun di sana sebelum pindah ke klub Rusia, Dynamo Moscow. Lalu sempat pindah ke Atletico Madrid sebelum akhirnya pensiun di tahun 2013.

Traianos Dellas

Fakta menarik dari mantan bek tengah AS Roma ini, ia adalah satu-satunya pemain yang pernah mencetak silver goal di pertandingan antar-negara. Silver goal adalah peraturan dimana tim yang bisa mempertahankan keunggulan sampai babak pertama atau babak kedua perpanjangan waktu berakhir, adalah pemenangnya.

Dellas mencetak gol tersebut di laga semifinal melawan Republik Ceko dan membuat Yunani melangkah ke babak selanjutnya. Dari kejadian itu pula yang menyebabkan silver goal dihilangkan. Sebab dianggap tidak adil ketika Dellas yang mencetak gol di babak pertama perpanjangan waktu langsung membuat Yunani menang. Tidak memberikan kesempatan Republik Ceko untuk membalas di babak kedua.

Terlepas dari itu, Gol Dellas menjadi penyelamat Yunani. Setelah menjuarai Euro, Dellas masih tetap di AS Roma sampai tahun 2005. Setelah di Italia, ia menghabiskan tujuh tahun sisa karirnya di klub-klub Yunani sebelum pensiun di tahun 2013.

Michalis Kapsis

Kapsis adalah duet Dellas di posisi bek tengah Yunani saat itu. Ia sudah berseragam timnas Yunani sejak 2003 sampai 2007, mencatatkan sebanyak 37 pertandingan di semua kompetisi. Setelah Euro 2004, ia berpindah-pindah klub sampai akhirnya pensiun di tahun 2012. Ada rumor mengatakan bahwa dirinya beralih profesi menjadi pemadam kebakaran setelah pensiun.

Takis Fyssas

Saat final Euro 2004, Takis Fyssas adalah pemain dari Benfica. Artinya Ia bermain di rumahnya sendiri, karena stadion yang digunakan untuk laga final adalah Stadion Benfica. Setelah Euro 2004 berakhir, ia masih bertahan di Benfica sampai tahun 2005. Lalu ia sempat pulang ke Yunani untuk membela Panathinaikos sebelum akhirnya pensiun di tahun 2008.

Setelah pensiun ia sempat menjadi direktur teknis tim nasional Yunani dan membantu timnas Yunani di Piala Dunia 2010. Di tahun 2019, ia terjun ke dunia politik dengan menjadi kandidat Partai Demokrasi di negeri para dewa itu.

Theo Zagorakis

Kapten Yunani saat itu sekaligus pemain terbaik Euro 2004, Theo Zagorakis. Ia sempat bermain untuk Leicester sampai tahun 2000. Setelah mengangkat piala Euro, ia pindah dari Athens ke Bologna. Hanya setahun di Italia, ia akhirnya balik ke Yunani untuk memperkuat PAOK sebelum akhirnya pensiun di tahun 2007.

Sama seperti Takis Fyssas, dirinya juga terjun ke dunia politik setelah pensiun dari dunia sepak bola. Di tahun 2021, ia terpilih menjadi presiden federasi sepak bola Yunani.

Angelos Basinas

Angelos Basinas adalah pemain yang memberikan assist di laga final melawan Portugal. Ia sudah mencatatkan 100 penampilan bersama tim nasional Yunani sepanjang karirnya dari tahun 1999 sampai 2009. Ia masih bermain untuk Panathinaikos setelah menjuarai Euro. Baru setahun kemudian, atau tepatnya di tahun 2005 ia pindah ke Mallorca.

Tiga tahun di Spanyol, ia kembali ke negaranya untuk memperkuat Athens. Ia sempat pindah ke Portsmouth di tahun 2009, tergabung dalam skuad Avram Gram mencapai final FA Cup. Namun malah terkena relegasi ke divisi kedua di musim setelahnya. Basinas akhirnya pensiun di tahun 2011.

Kostas Katsouranis

Kostas Katsouranis sudah membela Yunani di tiga Euro dan dua Piala Dunia. Yaitu di Euro 2004, Euro 2008, Piala Dunia 2010, Euro 2012, dan Piala Dunia 2014. Ia sudah Mencatatkan 116 penampilan bersama timnas selama 13 tahun dirinya berkarir.

Setelah menjuarai Euro 2004, dirinya masih setia bersama klubnya, Athens. Namun di tahun 2006 ia akhirnya pindah ke Benfica. Meskipun menandatangani kontrak selama 4 tahun, Kostas sudah hengkang dari Benfica di tahun 2009. Ia lalu kembali ke negaranya untuk bermain bersama Panathinaikos.

Setelah pensiun di tahun 2015, dirinya menjadi direktur teknis di klub pertamanya, Panachaiki. Hebatnya, Kostas sempat menjadi duta besar PBB meskipun kemudian mengundurkan diri setelah hanya satu tahun menempati posisi tersebut.

Stelios Giannakopoulos

Stelios, pernah bermain untuk Bolton Wanderers untuk jangka waktu yang cukup lama. Setelah menjuarai Euro 2004, dirinya masih setia bersama Bolton. Sampai di tahun 2008, ia pindah. Mengakhiri 5 tahun karirnya bersama Bolton untuk bergabung ke klub Inggris lainnya, Hull City.

Di Hull City, dirinya jarang sekali dimainkan. Hanya dua kali ia bermain di klub tersebut. Akhirnya, pada tahun 2009, ia pindah ke AEL Larissa di Yunani sebelum memutuskan untuk pensiun di tahun 2010. Setelah itu ia sempat menjadi presiden federasi sepak bola Yunani menggantikan mantan rekan setimnya, Antonis Nikopolidis. Lalu, Stelios sempat menjadi asisten pelatih timnas Yunani di tahun 2019.

Angelos Charisteas

Di klubnya Werder Bremen, Angelos Charisteas adalah penyerang pelapis yang sering menjadi pemain cadangan. Tapi di tim nasional Yunani, dirinya adalah pahlawan setelah mencetak gol di laga final melawan Portugal.

Tidak hanya di partai final, ia menjadi tumpuan serangan Yunani sepanjang turnamen. Di Euro 2004, hanya Milan Baros, Wayne Rooney dan Ruud van Nistelrooy yang bisa mengungguli torehan tiga golnya.

Performa apiknya di Euro 2004 membuat kepercayaan diri Angelos naik. Ia percaya dirinya akan menjadi andalan di Werder Bremen. Namun nyatanya tidak, Ia kalah saing dengan Miroslav Klose dan Ivan Klasnic.

Ia lalu pindah ke Ajax di tahun 2015, kemudian ke Feyenoord di tahun setelahnya. Angelos sempat pulang ke Yunani bersama Panathinaikos di tahun 2011. Namun di tahun setelahnya ia malah pindah ke klub Arab, Al Nassr. Di tahun 2022 ini ia menjadi wakil presiden kebijakan digital untuk wilayah Makedonia Tengah.

Zisis Vryzas

Zisis adalah penyerang utama skuad Yunani di Euro 2004, meskipun dirinya hanya mencetak satu gol di turnamen itu. Gol tersebut juga datang saat Yunani kalah melawan Rusia di babak grup.

Ia bermain untuk klub Fiorentina yang saat itu masih bergulat di Serie B. Sempat dipinjamkan ke Celta Vigo sampai tahun 2005. Sebelum akhirnya pulang ke klub pertamanya PAOK, sekaligus gantung sepatu di sana pada tahun 2008.

 

Sumber referensi: UEFA, Daily, Goal, Planet, Libero