Beranda blog Halaman 451

Momen Bertemunya Tiki Taka dan Total Football di Final Pildun 2010

Di Piala Dunia 2010, tersaji final yang saat itu sangat menarik untuk ditonton. Dua negara unggulan, Spanyol dan Belanda bertarung satu sama lain untuk memperebutkan gelar juara Piala Dunia. Kedua tim tersebut sama sama jadi tim unggulan di Piala Dunia 2010. Iker Casillas dan rekan-rekannya baru saja mengangkat Piala Euro tahun 2008. Mereka siap mengawinkan gelar tersebut dengan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

Sedangkan Belanda tidak bisa diremehkan. Tim oranye lolos fase grup dengan 100% kemenangan di tangan. Kapabilitas Arjen Robben dan kolega juga sudah teruji setelah menaklukan Brasil di perempat final, dan kuda hitam Uruguay di semifinal. Namun, yang membuat final ini menarik untuk dibahas bukan hanya karena kedua tim ini adalah tim unggulan.

Tapi juga mempertemukan total football yang mengalir dalam darah tim oranye, dan tiki taka yang menghiasi La Furia Roja sepanjang turnamen. Mengapa ini menjadi pembahasan yang menarik? Karena baik total football dan tiki taka datang dari otak yang sama, yaitu Johan Cruyff.

Mengenal total football

Johan Cruyff dianggap sebagai bapak sepak bola modern. Legenda Ajax itu telah banyak mencetuskan gagasan-gagasan yang merevolusi dunia sepak bola. Salah satunya adalah total football yang ia kembangkan bersama dengan pelatihnya di Ajax, Rinus Michels.

Di era Cruyff masih aktif bermain, sekitar dekade 60-an, banyak tim yang memainkan permainan aman. Mereka selalu melakukan pertahanan ketat sambil menunggu kesempatan untuk serangan balik. Karena itulah, gagasan total football hadir sebagai pembeda di masa itu. Inti filosofi total football adalah sepak bola menyerang. Dimana tim bisa membuka ruang dan membangun serangan dari berbagai sisi.

Total football juga erat dengan permainan yang sangat cair. Para pemain tidak terikat dalam satu peran saja. Setiap pemain bisa bermain sebagai penyerang, gelandang, ataupun bek. Dimana hanya satu pemain yang tidak berpindah-pindah posisi, yaitu penjaga gawang.

Jadi, ada dua poin penting dari permainan total football. Pertama, pemanfaatan ruang. Dengan total football, tim akan membuka ruang permainan selebar mungkin. Namun kembali rapat ketika dalam posisi bertahan. Sambil melakukan pressing ketat ketika lawan membawa bola.

Yang kedua, adalah permainan yang cair. Para pemain bergonta-ganti posisi selama pertandingan. Turun ke pertahanan, atau melebar ke sayap untuk menciptakan ruang sembari rekan setim berotasi mengisi kekosongan yang ditinggalkan.

Tim pertama yang mengadopsi total football adalah Ajax Amsterdam, antara akhir dekade 60-an sampai 70-an awal. Johan Cruyff menjadi simbol dari tim tersebut sekaligus simbol dari total football karena dirinya bisa bermain di semua posisi di atas lapangan. Lincah sebagai pemain sayap, punya ketahanan sebagai gelandang, sekaligus efektif dalam menyerang.

Gaya bermain total football tidak hanya ia pakai ketika bermain untuk klub saja. Tapi juga ketika dirinya berseragam timnas Belanda. Total football pun menjadi populer ketika De Oranje membawa filosofi tersebut sampai ke final Piala Dunia 1974.

Mengenal tiki taka

Filosofi total footbal juga dibawa Cruyff ketika dirinya pindah ke Barcelona pada tahun 1973 dan lalu menjadi pelatih Blaugrana di musim 1988/89. Di Barcelona ini lah ia membangun Dream Team yang sangat melegenda itu. Dari menggagas pendirian La Masia hingga berhasil memenangkan empat gelar La Liga berturut-turut di tahun 1990 sampai 1994 sebagai pelatih. Johan Cruyff berperan besar bagi kebangkitan Barca. Baik sebagai pemain maupun pelatih.

Di musim pertama Cruyff menjadi pelatih Barcelona, ia memperkenalkan metode latihan yang baru kepada Blaugrana saat itu. Cruyff menyuruh para pemain berdiri melingkar dan mengoper bola satu sama lain. Di tengah ada satu pemain yang berusaha merebut bola. Ini lah yang disebut sebagai the “Rondo” training style, atau kucing-kucingan.

Cruyff tahu bahwa bisa mempertahankan penguasaan bola menggunakan operan adalah hal yang sangat penting dalam permainan. Baginya kunci untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan adalah dengan memaksimalkan penguasaan bola. Ini lah yang kemudian diadopsi oleh Pep Guardiola menjadi taktik tiki taka.

Spanyol yang diisi banyak pemain Barcelona, dan dengan manajer Vicente del Bosque memang sudah mulai mempertontonkan tiki taka di ajang Euro 2008. Mereka juga menjadi juara di turnamen tersebut. La Furia Roja pun membawa kembali tiki taka ke pentas turnamen terbesar sepak bola antar negara, Piala Dunia 2010.

Tiki Taka dan Total Football di Piala Dunia 2010

Di Piala Dunia 2010, Spanyol memang bukan tim yang paling banyak mencetak gol. Xavi CS justru menjadi tim pemenang Piala Dunia dengan jumlah gol paling sedikit sepanjang sejarah. Mereka hanya mampu mencatatkan delapan gol dari tujuh pertandingan. Namun, filosofi tiki taka memang bukan tentang paling banyak mencetak gol. Tapi siapa yang bisa menguasai permainan sepanjang pertandingan, dialah pemenangnya.

Xavi dan Iniesta menjadi kunci permainan Spanyol saat itu. Duet dari Barcelona itu menjadi tumpuan kreatifitas tim matador. Lalu di barisan pertahanan ada Puyol dan Pique yang kokoh dan tidak tertembus. Serta Sergio Ramos yang dimainkan sebagai bek sayap, menjaga pertahanan di sisi samping lapangan sehingga Iniesta bisa dengan nyaman masuk ke tengah lapangan.

Berbeda dengan tiki taka yang berada di puncak kejayaan saat itu, total football justru sudah mulai ditinggalkan. Meskipun, cap sebagai negara kelahiran total football tidak bisa hilang dari tim nasional Belanda saat itu. Bahkan gembar-gembor sebagai tim total football sering diromantisasi oleh para penggemar bola dan media setiap kali Belanda berlaga di turnamen besar.

Mungkin itu yang membuat punggawa De Oranje muak sendiri. Van Bommel di tahun 2010 bahkan pernah mengatakan “kita harus membuat orang-orang berhenti berbicara soal apa yang terjadi di tahun 1974”. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, 1974 adalah tahun dimana total football menjadi populer dan menjadi ciri khas De Oranje.

Selama Piala Dunia 2010, Belanda menampilkan permainan pragmatis ketimbang permainan indah nan mematikan khas total football. Meskipun begitu Belanda tetap meraih kesuksesan. Sebelum di final Piala Dunia 2010, anak asuh Bert van Marwijk tidak terkalahkan dalam 24 pertandingan terakhir. Tapi mimpi buruk mereka datang ketika berjumpa dengan Spanyol di final.

Pertemuan di Final

Setelah final antara Belanda dan Spanyol berlangsung, Johan Cruyff ditanya bagaimana pendapatnya melihat permainan pertandingan tersebut. Cruyff dengan kecewa mengatakan “Saya tidak percaya negara saya berani meninggalkan gaya bermain mereka”.

Memang sedikit ironis jika diingat kembali. Di final itu, Belanda tidak hanya meninggalkan filosofi yang mengalir dalam darah mereka, tapi mereka dikalahkan dengan tiki taka yang merupakan bagian dari filosofi total football khas De Oranje.

Tim Spanyol justru yang punya kualitas untuk memainkan total football khas Belanda dulu. Sepanjang pertandingan, Belanda hanya mencoba untuk mengganggu ritme permainan tiki taka Spanyol namun tidak pernah berhasil. De Oranje melakukan 28 pelanggaran di pertandingan itu, menandakan betapa frustasinya van Bommel dkk. menghadapi tiki taka dari Xavi CS.

Spanyol pun berhasil memenangkan persentase penguasaan bola dan jumlah tendangan ke gawang. Sebelum akhirnya Iniesta mencetak gol kemenangan di babak tambahan waktu. Nyatanya filosofi Johan Cruyff masih berlaku, siapa yang memenangkan penguasaan bola selama pertandingan, dialah pemenangnya.

 

Sumber referensi: Footballtimes, B/R, Goal

Unik dan Megah, Berikut Profil Stadion Piala Dunia 2022

0

Meski berstatus sebagai gelaran Piala Dunia paling mahal sepanjang sejarah, Qatar hanya akan menggunakan delapan stadion untuk melangsungkan pertandingan Piala Dunia 2022. Jumlah ini jauh lebih sedikit dari Piala Dunia edisi lalu, yang mana tuan rumah Rusia menyediakan 12 stadion untuk menggelar Piala Dunia.

Delapan stadion yang akan dipakai di Piala Dunia 2022 tersebar di lima kota besar, yakni Lusail, Al Khor, Doha, Al Rayyan, dan Al Wakrah. Kota Al Rayyan jadi yang terbanyak dalam menyumbang stadion, yakni tiga stadion sekaligus siap untuk menggelar pertandingan pesta sepakbola terbesar sejagat itu.

Kabarnya, stadion-stadion yang dipakai memiliki teknologi dan keunikan yang belum ditemukan di stadion-stadion Piala Dunia lain. Penasaran? Berikut profil delapan stadion Qatar yang dipakai untuk Piala Dunia 2022.

Stadion Al Bayt

Yang pertama ada Stadion Al Bayt. Stadion yang berlokasi di Kota Al Khor ini sengaja dibangun khusus menyambut ajang sepakbola termegah di dunia. Pemerintah Qatar memilih Al Bayt sebagai lokasi upacara pembukaan Piala Dunia 2022 pada 20 November mendatang. 

Proses pengerjaaan Al Bayt Stadium memakan waktu kurang lebih lima tahun, mulai akhir 2015 dan baru dibuka secara resmi pada awal tahun 2020. Pembukaannya bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional yang diperingati di Qatar.

Al Bayt Stadium belum digunakan oleh tim lokal setempat sebagai kandang ataupun pertandingan resmi. Stadion ini rencananya baru akan digunakan kembali untuk menggelar laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador.

Stadion berkapasitas 60 ribu penonton itu memiliki sertifikat ramah lingkungan dan beberapa fasilitas mewah. Bahkan terdapat hotel bintang lima di dalam stadion dengan pemandangan langsung ke dalam lapangan.

Stadion Lusail

Stadion Lusail menjadi arena Piala Dunia 2022 dengan kapasitas terbesar. Stadion bernama lengkap Lusail Iconic Stadium itu bisa menampung total 86 ribu penonton. Stadion ini kabarnya akan memainkan sembilan pertandingan termasuk partai final, sekaligus menjadi tempat upacara penutupan Piala Dunia 2022.

Qatar baru memulai proses pengadaan pembangunan stadion pada tahun 2014. Ketika itu, Qatar memilih desain berbentuk mangkuk yang terinspirasi dari karya seni berupa lampion yang tersebar di seluruh tanah Arab.

Pembangunan dimulai pada 2017 dan selesai pada 2021. Stadion Lusail memiliki fasilitas pendingin atau AC di dalam arena dengan listrik bertenaga matahari sehingga diklaim tidak meninggalkan jejak karbon atau gas emisi.

Stadion yang secara resmi baru dibuka bulan lalu itu akan langsung mengalami perombakan setelah Piala Dunia kali ini. Kapasitasnya akan dikurangi menjadi hanya 20.000 kursi dengan beberapa lahan diubah menjadi toko, cafe, dan beberapa fasilitas umum.

Stadion 974

Barangkali stadion ini jadi venue paling unik di Piala Dunia 2022. Stadion 974 yang terletak di Kota Doha, bahan bangunannya menggunakan kontainer bekas yang membuat arena berkapasitas 40 ribu orang itu menjadi daya tarik tersendiri di Piala Dunia kali ini.

Sebelumnya stadion 974 bernama Ras Abu Aboud Stadium. Namun pada November 2021 namanya berubah menjadi Stadion 974 karena stadion tersebut dibangun menggunakan kontainer bekas yang jumlahnya tepat 974 buah. Stadion ini kabarnya akan menggelar enam pertandingan termasuk satu kali pertandingan 16 besar.

Penggunaan kontainer bekas inilah yang membuat stadion ini jadi inovatif karena mengusung prinsip keberlanjutan. Setelah Piala Dunia berakhir, kontainer bekas ini akan dibongkar dan disebarkan ke negara-negara yang membutuhkan.

Stadion Al Thumama

Satu lagi stadion yang akan digunakan Qatar pada Piala Dunia 2022 adalah Al Thumama Stadium. Stadion ini mulai dibangun sejak 2017 lalu dan jadi salah satu stadion yang khusus dibangun menyambut ajang sepakbola termegah di dunia. Lokasi stadion yang dekat dengan Bandara Internasional Hamad memudahkan akses penonton yang ingin datang langsung.

Stadion Al Thumama terletak di Kota Doha. Sekilas dari ketinggian arena ini nampak seperti donat raksasa berwarna putih. Desain stadion berkapasitas 40 ribu ini terinspirasi dari topi tradisional Qatar, “Taqiyah’’. Nantinya separuh kapasitas kursi juga bisa dilepas dan akan disumbangkan ke negara yang membutuhkan.

Stadion Khalifa International 

Khalifa International Stadium menjadi satu di antara venue megah Piala Dunia 2022 Qatar. Di stadion ini, delapan pertandingan kabarnya akan digelar. Enam laga fase grup, satu laga babak 16 besar, dan laga perebutan tempat ketiga.

Perbaikan besar-besaran dilakukan saat Stadion Khalifa International menjadi salah satu arena Piala Dunia 2022. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas dua kali lipat dari 20 ribu menjadi 45 ribu penonton.

Stadion Khalifa International sejatinya sudah eksis sejak 1976. Arena yang pernah dipakai untuk Asian Games 2006 itu mengalami berbagai renovasi. Stadion ini dibangun dengan konsep multicabang untuk menjadi arena tanding olahraga lain. Arsitek juga memasang semacam rangka berbentuk busur agar memungkinkan dilaksanakannya pertunjukan kembang api.

Education City Stadium

Tempat ini dibangun khusus untuk menyorot posisi Qatar sebagai pusat pembelajaran yang dinamis bagi siswa dan akademisi di seluruh Arab dan sekitarnya. Stadion ini adalah tempat megah yang berlokasi di Al-Rayyan, Qatar. Atau lebih tepatnya 15 kilometer dari ibukota, Doha. Stadion yang dirancang oleh Fenwick-Iribarren Architects dan Pattern Design ini kabarnya mampu menampung 40 ribu penonton.

Ketika Education City Stadium sedang tidak digunakan, listrik yang dihasilkan dari panel fotovoltaik akan dihibahkan ke fasilitas olahraga, kampus dan rumah sakit terdekat.  Selain itu, Education City Stadium juga diklaim mampu menghemat 55% air dibandingkan stadion lain.

Yang sama dengan stadion lain adalah, kapasitas stadion Education City ini akan mengalami pengurangan setelah Piala Dunia berakhir. Mereka akan mengurangi kapasitas stadion menjadi sekitar 25 ribu kursi. Dan Kursi-kursi tersebut nantinya akan disumbangkan ke negara berkembang.

Stadion Al Janoub

Stadion ini sempat menuai kontroversi lantaran desainnya yang menyerupai alat kelamin perempuan. Zaha Hadid Architects, yang memenangkan tender pembangunan stadion Al Janoub menuai kritik karena desainnya yang nyeleneh itu. Bahkan ketika desainnya di rilis, media barat sempat menjulukinya sebagai “Vagina Stadium”.

Stadion ini mulai dibangun pada tahun 2014, tapi sempat mangkrak dan pembangunan mulai serius pada tahun 2016 hingga bisa digunakan pada 2019. Setelah dipilih menjadi venue Piala Dunia, stadion ini mengalami renovasi besar-besaran. Salah satu perubahan yang mencolok adalah bagian eksterior yang diklaim terinspirasi dari bentuk gurun pasir di Timur Tengah. 

Kapasitas stadion juga ditingkatkan menjadi 40 ribu kursi. Namun setelah Piala Dunia 2022 selesai bergulir, kabarnya separuh kapasitas kursi penonton bisa dilepas dan akan disumbangkan ke negara yang membutuhkan. Kayaknya, Qatar emang doyan bagi-bagi kursi ya. 

Stadion Ahmad Bin Ali

Stadion yang terletak di Al Rayyan ini sudah dibangun sejak 2003. Namun usai terpilih menjadi arena Piala Dunia 2022, markas klub Al Rayyan SC sempat dirobohkan untuk dibangun kembali dengan fasilitas yang memenuhi untuk Piala Dunia.

Sebelum direnovasi kapasitas Stadion Ahmad Bin Ali hanya 20 ribu kursi. Namun setelah mengalami renovasi besar-besaran kapasitas kursi ditingkatkan menjadi dua kali lipat yaitu 40 ribu. Selain itu, desain interior juga diperbarui agar terlihat mewah dan menggambarkan negara Qatar yang indah.

Salah satu keunikan stadion ini adalah bagian eksterior yang bisa menyala warna-warni seperti Allianz stadium, markas Bayern Munchen. Tak hanya itu, bagian eksterior juga bisa menjadi layar raksasa untuk menyajikan cuplikan pertandingan di dalamnya. 

Sumber: Qatar2022, Stadiumguide, Sportbrief, Bola

Parah! De Gea Dikira Pensiun Karena Tak Ikut Pildun

Tidak munculnya nama David De Gea dalam susunan skuad timnas Piala Dunia tidak diduga oleh banyak orang. Para penggemar tidak menyangka, kiper veteran setan merah itu tidak dipanggil memperkuat tim nasional Spanyol. Tidak hanya penggemar, tapi juga pihak internal timnas Spanyol itu sendiri. Federasi sepak bola Spanyol malah mengira kalau tidak dipanggilnya De Gea, karena dirinya sudah pensiun.

Penjaga gawang nomor satu Manchester United itu dibuat kebingungan. Federasi sepak bola Spanyol mengirimi De Gea surat ucapan terima kasih dan selamat atas pengunduran dirinya dari dunia sepak bola. Surat tersebut tentu membuat De Gea kaget dan kebingungan. Seperti yang kita tahu, De Gea masih jadi andalan di klub.

Tidak Dipanggil Timnas

De Gea sudah memantapkan dirinya sebagai penjaga gawang Spanyol sejak ajang Euro 2016. De Gea juga menggantikan peran Casillas sebagai kiper nomor satu La Furia Roja di Piala Dunia 2018. Namun, penampilan buruk Spanyol di Piala Dunia 2018 itu membuat De Gea didepak dari Spanyol setelahnya. De Gea sudah dua tahun tidak bermain untuk negaranya. Ia bahkan tidak mendapat panggilan Luis Enrique untuk memperkuat La Furia Roja sejak November tahun lalu.

Terlepas dari itu, De Gea masih jadi andalan penghalau tendangan lawan di MU. Pemain yang sudah berusia 32 tahun itu juga akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang cukup ketara di bawah asuhan Ten Hag. Meskipun begitu, Enrique masih tidak percaya gawang timnya di jaga oleh De Gea. De Gea bahkan tidak masuk ke dalam daftar 5 penjaga gawang dari 55 pemain pilihan Enrique.

Jurnalis Spanyol Jose Alvarez mengungkapkan di acara El Chiringuito, bahwa De Gea tidak dipanggil timnas adalah suatu hal yang aneh. Ia membeberkan bahwa sebelumnya Enrique sudah menelpon De Gea secara pribadi. Enrique mengatakan bahwa ia sudah tidak membutuhkan jasa De Gea lagi di timnas.

Mantan pelatih Barcelona itu lalu mengungkapkan alasannya tidak membutuhkan De Gea lagi adalah karena hal teknis. De Gea disebutkan sempat meminta penjelasan lebih detail ke Enrique terkait mengapa dirinya sudah tidak dibutuhkan timnas lagi. Tapi Enrique tidak pernah memberikan jawaban yang jelas ke De Gea. Dan disitu situasi menjadi sangat aneh.

Peran di Timnas

Beberapa hari setelahnya, De Gea mendapat pesan. Kali ini bukan dari Enrique melainkan Presiden federasi sepak bola Spanyol, Luis Rubiales. Dikutip dari Daily Mail, isi pesannya adalah “David, saya senang anda sudah mengambil keputusan yang sudah anda pikiran. Saya telah diberitahu bahwa anda akan meninggalkan tim nasional.”

Menerima pesan ini, De Gea bingung. Ia menjawab “Maaf? Tidak ada pengunduran diri. Siapa yang bilang ke anda kalau saya telah mengundurkan diri? Pelatih memang sudah bilang ke saya kalau dia tidak membutuhkan saya lagi. Tapi saya tidak pernah mengumumkan untuk meninggalkan tim nasional. Dan saya tidak ada niatan untuk hal tersebut, itu jika saya masih bisa dipanggil timnas.”

Tidak dipanggilnya De Gea untuk memperkuat Spanyol di Piala Dunia ternyata memang mengejutkan semua orang. Tidak hanya fans, bahkan presiden federasinya mengira De Gea sudah pensiun dari timnas.

Meskipun gaya bermain De Gea dianggap tidak cocok dengan strategi Enrique, tapi tetap saja De Gea adalah pemain veteran yang punya segudang pengalaman. Jadi, meskipun De Gea tidak selalu menjadi starter di setiap pertandingan, setidaknya De Gea tetap bisa memberikan kontribusi kepada tim nasional Spanyol.

 

Sumber referensi: Daily, 90min, Mirror

Fakta Tersembunyi Piala Dunia 2022

0

Karena Piala Dunia adalah ajang paling bergengsi, umumnya semua orang menantikan ini. Perkara untuk Piala Dunia 2022 konon katanya euforianya meredup, tapi bagaimanapun Piala Dunia tetaplah menjadi salah satu kompetisi paling dinikmati para penggemar sepakbola di seluruh dunia.

Maka dari itu, hal-hal yang berkaitan dengan Piala Dunia akan selalu menarik untuk diulas. Orang-orang akan cenderung mencari informasi soal Piala Dunia 2022. Pesta seakbar Piala Dunia pun tidak terlepas dari fakta-fakta di baliknya.

Ada fakta yang sudah terbongkar, ada pula fakta yang boleh jadi belum diketahui banyak orang. Berikut ini adalah beberapa fakta tersembunyi Piala Dunia 2022, yang mungkin kamu nggak tahu.

Qatar Satu-Satunya Tuan Rumah yang Belum Pernah Lolos Piala Dunia

Piala Dunia 2022 yang akan berlangsung di Qatar nanti adalah Piala Dunia edisi ke-22. Yang menarik ternyata Qatar, negara tuan rumah, sebelumnya tidak pernah bermain di Piala Dunia. Yap, benar sekali. Qatar adalah satu-satunya tuan rumah Piala Dunia yang belum pernah lolos ke Piala Dunia.

Dengan kata lain, ini adalah untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar di negara yang belum pernah mencicipi ajang tersebut. Federasi sepakbola Qatar atau QFA sendiri sebetulnya sudah berdiri sejak tahun 1960. QFA terdaftar sebagai anggota FIFA tahun 1963.

Sejak saat itu tim nasional Qatar sudah berusaha untuk lolos ke Piala Dunia. Namun usaha Al-Annabi menemui jalan buntu. Qatar selalu gagal ke Piala Dunia. Nah, edisi kali ini Qatar sebagai tuan rumah tidak perlu capek-capek melewati fase kualifikasi. Mereka sudah otomatis lolos ke Piala Dunia.

Mewah tapi Dengan Paling Sedikit Stadion

Piala Dunia 2022 Qatar memang disebut-sebut sebagai Piala Dunia termewah dan termahal. Kabarnya Qatar menghabiskan 200 miliar dolar atau sekitar Rp3,1 kuadriliun untuk mempersiapkan Piala Dunia 2022. Meski begitu, ternyata venue yang dipakai tidak banyak.

Bahkan Piala Dunia 2022 menjadi Piala Dunia dengan stadion paling sedikit sepanjang sejarah FIFA sejak 1978. Piala Dunia Qatar hanya menggunakan delapan stadion. Itu pun hanya satu yang benar-benar sudah ada dan direnovasi ulang. Sementara tujuh sisanya baru dibangun.

Tahun 1978, Argentina pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia dengan hanya enam stadion. Sebagai perbandingan saat Piala Dunia 2010, Afrika Selatan memakai 10 stadion. Di Piala Dunia 2014 dan 2018, baik Brasil maupun Rusia memakai 12 stadion.

Transportasi Mudah

Qatar mencatatkan rekor sebagai negara terkecil yang menjadi tuan rumah Piala Dunia. Luasnya hanya 11.571 kilometer persegi. Karena luasnya yang kecil, akses transportasi di Qatar sangatlah mudah. Untuk bepergian dari satu tempat ke tempat lain bukan masalah.

Kota tuan rumah Piala Dunia seperti Lusail, Al Wakrah, Al Rayyan, dan Doha jaraknya sangat berdekatan satu sama lain. Ini sangat memudahkan bagi pelancong yang ingin menikmati atmosfer Piala Dunia langsung di tanah Qatar.

Ada dua stadion yang meski terpencil, jaraknya hanya 90 mil atau sekitar 144 kilometer. Stadion itu adalah Stadion Al Bayt dan Al Wakrah. Pelancong bisa menggunakan banyak moda transportasi.

Misalnya Karwa Taxi yang bisa membantu pendatang untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain. Ada pula Metro Doha, sebuah layanan kereta yang menghubungkan semua tempat untuk Piala Dunia. Bagaimana? Tertarik berkunjung ke Qatar?

Alkohol Murah di Fan Zone

Piala Dunia 2022 menjadi Piala Dunia pertama yang dihelat di negara Muslim atau Timur Tengah. Budaya-budaya Islam pun menyatu dalam gelaran Piala Dunia 2022, termasuk soal minuman beralkohol. Baru-baru ini Qatar kabarnya melarang peredaran bir di stadion Piala Dunia.

Namun Qatar sudah menyediakan fan zone. Sebuah tempat yang dibuat khusus untuk penggemar sepakbola dari berbagai negara. Para penggemar yang biasa minum bir dan sebangsanya bisa membelinya di fan zone. Harga alkohol di zona penggemar juga lebih murah.

Beberapa laporan menyebut harganya berkisar 7-8 poundsterling per liter atau sekitar Rp130 ribu. Meski begitu laporan teranyar menyebut harga bir Budweiser yang sudah bekerja sama dengan Piala Dunia, mencapai 11 poundsterling atau sekitar Rp205 ribu.

Stadion Ber-AC

Fakta yang semua orang tahu adalah Piala Dunia 2022 menjadi Piala Dunia pertama yang berlangsung di musim dingin, pertengahan musim kompetisi, dan berlangsung di negara dengan cuaca yang panas. Qatar, sebagai negara Timur Tengah memang memiliki suhu yang tinggi.

Belakangan suhu di Qatar mencapai 29 derajat celcius. Itu bisa meningkat sampai 40 derajat. Lantaran banyak peserta Piala Dunia yang tidak terbiasa dengan suhu tinggi, maka Qatar pun mengupayakan agar seluruh stadion yang dipakai menggunakan AC.

Total delapan stadion yang digunakan semuanya ber-AC. Qatar menjamin kenyamanan bagi para peserta Piala Dunia, termasuk penggemar yang datang menonton langsung.

Piala Dunia Pertama Tanpa Ratu Elizabeth II

Oleh karena berada di musim dingin dan pertengahan kompetisi, sudah pasti Piala Dunia di Qatar akan jadi Piala Dunia terpendek, yaitu hanya 28 hari. Selain fakta itu, ada fakta lain yang sangat menarik. Yup, Piala Dunia 2022 akan menjadi Piala Dunia pertama tanpa Ratu Elizabeth II.

Ratu Elizabeth II lahir pada tahun 1926. Sementara Piala Dunia untuk pertama kalinya digelar pada tahun 1930. Sang ratu sendiri memiliki hubungan dekat dengan Piala Dunia FIFA. Ia hadir di beberapa edisi.


Namun, untuk edisi tahun ini, Ratu Elizabeth II tidak akan terbang ke Qatar. Bukan karena ia tak sudi menginjakkan kaki ke tanah Arab. Ini lebih karena Ratu Elizabeth II telah meninggal dunia. Sang ratu meninggal pada 8 September 2022 lalu.

Piala Dunia Kedua di Asia

Qatar adalah negara ketiga di Benua Asia yang menjadi tuan rumah, setelah Jepang dan Korea Selatan. Well, faktanya ini adalah Piala Dunia kedua yang berlangsung di Benua Kuning. Tahun 2002, ketika Brasil meraih titel, Piala Dunia berlangsung di dua negara di Asia.

Ketika itu, Korea Selatan dan Jepang menjadi tuan rumah bersama. Dan untuk pertama kalinya Piala Dunia tersebut berlangsung di Asia. Kini Asia kembali punya hajat menggelar Piala Dunia untuk kedua kalinya.

Piala Dunia dengan Enam Wakil Asia

Benua Asia memang ketiban berkah pada Piala Dunia edisi tahun ini. Selain jadi tuan rumah, edisi ini untuk pertama kalinya Piala Dunia diikuti enam wakil dari Asia. Keenam wakil itu adalah Arab Saudi, Qatar, Iran, Korea Selatan, Jepang, dan Australia.

Pada Piala Dunia 2018, Asia hanya mengirim lima wakilnya. Sementara pada tahun 1998 ada empat negara Asia yang berpartisipasi di turnamen empat tahunan tersebut.

Piala Dunia Pertama dengan Wasit Perempuan

Belum lama ini FIFA telah mengeluarkan daftar wasit yang akan memimpin Piala Dunia 2022. Menariknya, akan ada tiga asisten wasit perempuan dan tiga wasit perempuan. Ini menjadi menarik, karena untuk kali pertama Piala Dunia pria akan dipimpin oleh wasit perempuan.

Tiga wasit perempuan yang akan memimpin Piala Dunia 2022 antara lain Stephanie Frappart dari Prancis, Salima Mukansanga dari Rwanda, dan Yoshimi Yamashita dari Jepang. FIFA melakukan ini karena untuk menginspirasi wasit perempuan di seluruh dunia.

Tidak Ada Debutan dari Babak Kualifikasi

Fakta terakhir di Piala Dunia Qatar adalah tidak ada tim debutan di Piala Dunia yang berangkat dari babak kualifikasi. Padahal setiap tahunnya akan selalu ada tim debutan dari babak kualifikasi. Misalnya di Piala Dunia 2018. Ketika itu Panama jadi tim debutan.

Piala Dunia 2022, selain Qatar tidak ada tim debutan. Qatar menjadi tim debutan di Piala Dunia, tapi mereka bukan dari babak kualifikasi, melainkan lolos otomatis karena tuan rumah.

https://youtu.be/SGz6rz6WqSk

Sumber: TopSoccerBlog, GhanaSoccerNet, SportingFree, TheDailyStar, VOI, Kreedon, WahPrints

Kata Cristiano Ronaldo, Carrington Sudah Usang, Benarkah Demikian?

0

Cristiano Ronaldo kembali membuat gempar. Setelah selebrasi “Peace of Mind” miliknya viral dan langsung ditiru oleh banyak atlet di seluruh dunia, kini hasil wawancara Cristiano Ronaldo dengan Piers Morgan yang baru-baru ini terungkap telah membuat pendukung Manchester United terpecah menjadi dua kubu.

Dalam wawancara yang diterbitkan oleh surat kabar The Sun dan tayang di acara Piers Morgan Uncensored tersebut, CR7 meradang dan berbicara blak-blakan dengan presenter kenamaan asal Inggris tersebut. Bintang timnas Portugal itu mengungkap segala keresahannya sejak kembali ke Old Trafford pada musim panas tahun lalu.

Ronaldo Keluhkan Fasilitas Latihan di Carrington

Nyaris takada yang tidak ia komentari. Meski masih terikat kontrak, CR7 banyak melontarkan kritikan pedas kepada Manchester United. Salah satu yang Ronaldo keluhkan adalah fasilitas di kompleks latihan The Red Devils di Carrington yang dinilai tidak ada progress dan telah tertinggal jauh dengan klub lain.

“Tidak ada yang berubah. Tidak hanya kolam renang, jacuzzi, bahkan gym. Bahkan dapur, para koki yang saya hargai. Mereka berhenti. Saya pikir saya akan melihat hal-hal lain, teknologi, dan infrastruktur. Sayangnya, kami melihat banyak hal yang biasa saya lihat pada usia 21, 22, dan 23 tahun. Itu sangat mengejutkan saya. Sejak Ferguson pergi, saya belum melihat evolusi di klub. Kemajuannya nol,” kata Ronaldo dikutip dari Metro.

Sebetulnya, ini adalah kali kedua Cristiano Ronaldo mengeluhkan kondisi Carrington. Sebelum dengan Piers Morgan, sekitar bulan Mei lalu, Ronaldo bahkan pernah mengungkap kondisi Carrington yang memprihatinkan.

Dikutip dari DailyMail, Ronaldo kecewa dengan kondisi kolam renang di Carrington yang tidak berubah sedikit pun sejak terakhir kali ia pakai 2009 silam. Bahkan menurut penuturan Ronaldo, beberapa ubin di kolam renang Carrington kondisinya sudah rusak dan terkelupas. Kondisi tersebut tentu sangat berbahaya.

Menurut laporan Mirror, Cristiano Ronaldo enggan memakai kolam renang di Carrington sampai fasilitas tersebut diperbarui. Ronaldo lebih memilih memakai kolam renang pribadi di rumah sewaannya di Manchester.

Tak hanya itu, Ronaldo juga sempat mengunggah foto dirinya bersama anaknya ketika memakai fasilitas gym di daerah Knustford. Kabarnya, Ronaldo sampai bergabung dan mendaftarkan diri dengan gym ekskulif tersebut dengan biaya member sebesar 255 pounds perbulan.

Saat itu, pemberitaannya tak semasif sekarang. Pasalnya, para pejabat di Manchester United langsung menanggapi serius komplain tersebut dan memerintahkan perbaikan di kolam renang di Carrington sebelum latihan pre-season pada pertengahan Juli kemarin.

Dengan adanya pengakuan perbaikan dari MU, lantas mengapa Cristiano Ronaldo masih mengeluhkan kondisi Carrington? Apa benar kompleks latihan Setan Merah tersebut sudah usang dan tertinggal dengan tempat latihan klub lain?

Minim Renovasi, Carrington Memang Sudah Usang

Trafford Training Center atau yang biasa disebut Carrington karena letaknya yang berada di desa Carrington, Greater Manchester adalah kompleks latihan dan markas akademi Manchester United. Dibangun pada tahun 1999 dan kemudian dibuka pada tahun 2000, Carrington menggantikan The Cliff, tempat latihan legendaris milik MU yang sudah dipakai sejak 1938.

Pada tahun 2013 atau setahun setelah Sir Alex Ferguson hengkang, Manchester United melakukan investasi besar di bidang medis dan sports science di Carrington. Investasi tersebut merupakan buah dari kerja sama MU dengan Toshiba Medical Systems. Perusahaan asal Jepang tersebut memasok peralatan medis canggih ke Carrington sebagai bagian dari kerja sama sponsorship berdurasi 5 tahun yang nilainya disebut mencapai 13 juta pounds.

Di tahun yang sama, salah satu sponsor mereka, Aon menandatangani kontrak berdurasi 8 tahun untuk membeli hak penamaan Carrington. Kesepakatan dengan perusahaan jasa keuangan tersebut kabarnya mencapai 15 juta pounds permusim dan membuat Trafford Training Center secara resmi berganti nama menjadi Aon Training Complex.

Kesepakatan tersebut selesai tahun lalu dan menghitung dari nominalnya, MU harusnya bisa mengantongi 120 juta pounds. Sayangnya, uang sebesar itu tak terdengar manfaatnya.

Jadi, jika berkaca dari catatan sejarah tadi, pernyataan Cristiano Ronaldo soal Carrington yang tak ada kemajuan sebetulnya kurang tepat. Namun, kritikan Ronaldo tersebut juga tidak sepenuhnya salah. Sebab, meski MU mengaku telah melakukan perubahan besar, nyatanya Ronaldo bukanlah orang pertama yang kecewa dengan progress fasilitas latihan di Carrington.

Glazer Pelit! Carrington Sudah Ketinggalan Jaman

Adalah Gary Neville. Pada April lalu, Neville menyatakan kekecewaannya terhadap kondisi Carrington saat ini yang ia nilai sudah jauh tertinggal dengan tempat latihan klub lain.

“Mereka perlu membangun tempat latihan baru. Sekarang kami memiliki tempat latihan yang berada di belakang tempat latihan lain,” kata Gary Neville dikutip dari Mirror.

Tak hanya sekali. Pada Agustus kemarin, Gary Neville kembali melontarkan keluhannya soal kondisi Carrington. Tak hanya Carrington, Neville juga kesal dengan pemilik MU yang pelit dalam berinvestasi.

“Dalam 20 tahun, Manchester United belum berinvestasi di stadion, dan mereka tidak banyak berinvestasi di tempat latihan. Dan saya telah mengatakan dalam beberapa tahun terakhir bahwa satu-satunya hal yang saya pikir dapat mengubahnya sekarang adalah kepemilikan. Ada kebusukan yang tertanam di klub,” kata Gary Neville dikutip dari The Sun.

Manchester United sendiri sebetulnya sudah ada rencana untuk merenovasi Carrington. Rencana tersebut diajukan pihak klub ke Dewan Kota Trafford pada September tahun lalu. Beberapa fasilitas yang rencananya direnovasi antara lain kantor, gym, area katering, hingga membangun ruang ganti tambahan dan tribun penonton.

Ada isu pula yang mengatakan kalau Manchester United berencana membangun kompleks latihan baru senilai 200 juta pounds. Namun, semua itu hanyalah wacana belaka. Sebab, pada bulan Maret 2022 muncul kabar kalau semua rencana tersebut batal setelah para bos Manchester United mengetahui berapa banyak biaya yang dibutuhkan.

Tak bisa dipungkiri kalau keluarga Glazer memang super pelit. Menurut penelitian dari sebuah akun twitter bernama Swiss Ramble, keluarga Glazer hanya menghabiskan 183 juta pounds untuk infrastruktur selama mereka menjadi pemilik MU. Tak hanya itu, Swiss Ramble juga mengungkap kalau ternyata selama periode 2014 hingga 2019 kemarin, Setan Merah justru membayar 209 juta pounds kepada keluarga Glazer. Sungguh ironis, bukan?

Jika yang kita bicarakan adalah klub medioker yang keuangannya pas-pasan, tentu tak jadi soal. Namun, ini adalah Manchester United yang selama bertahun-tahun selalu berada di 3 besar sebagai klub terkaya di dunia.

Miris tentu saja, apalagi jika membandingkannya dengan klub rival. Pemilik Liverpool mengeluarkan biaya 50 juta pounds untuk memindahkan kompleks latihan Liverpool dari Melwood ke Kirkby. Sementara pemilik Leicester City membangun kamp latihan mewah di daerah Seagrave usai menggelontorkan dana tak kurang dari 100 juta pounds.

Saran kami, jangan bandingkan dengan Manchester City. Pada 2014 lalu, sang tetangga berisik Manchester United tersebut membangan Etihad Campus dengan biaya 200 juta pounds. Tahun ini, The Cityzens juga tengah melakukan pengembangan area di sekitar Etihad Stadium yang menelan biaya 350 juta pounds. Dana tersebut belum termasuk rencana mereka menambah kapasitas Etihad Stadium.

Menilik dari pergerakan yang sudah dilakukan para rivalnya, Manchester United dalam hal infrastruktur jelas tertinggal. Sesuai dengan penyataan Gary Neville, ada kebusukan yang tertanam di dalam klub yang membuat MU tak berprogress.

Tak bisa dipungkiri kalau Carrington memang sudah usang dan ketinggalan jaman. Bahkan Old Trafford juga bisa dibilang demikian. Untuk urusan ini, bukan CR7 yang pantas dijadikan kambing hitam. Adalah The Glazers yang harusnya disalahkan dan jadi pihak yang paling bertanggung jawab.

Oleh karena itulah, terlepas dari keluhan dan kritikan pedas lainnya yang ia sampaikan kepada Piers Morgan, soal kondisi Carrington, Cristiano Ronaldo berdiri di pihak yang benar. Hanya saja, momen Ronaldo mengeluarkan pernyataan tersebut mungkin saja salah.

Kini, akibat dari wawancara rahasianya dengan Piers Morgan, Manchester United dikabarkan telah mengambil sikap untuk menginstruksikan Cristiano Ronaldo untuk tidak kembali ke Carrington setelah Piala Dunia. Ini tentu jadi indikasi awal didepaknya CR7 dari Old Trafford.

Namun, agar berimbang, sudah seharusnya pihak Manchester United juga menanggapi keluhan Cristiano Ronaldo soal Carrington dengan melakukan renovasi besar-besaran. Ya, hanya saja, hal tersebut mungkin sulit terjadi mengingat saat ini The Glazers yang pelit masih berkuasa.

***
Referensi: Manchester Evening News, CNN, Metro, Mirror, The Sun, DailyMail, DailyMail, Si.

Berita Bola Terbaru dan Terkini

BELLINGHAM PEMAIN DENGAN NILAI TERTINGGI DI PIALA DUNIA

Skuad Piala Dunia Inggris bernilai 1,31 miliar pounds di turnamen dan Jude Bellingham adalah pemain dengan nilai tertinggi, menurut sebuah studi oleh CIES Football Observatory. Nilai skuad inggris berada di atas Brasil (£ 1,27 miliar) atau Rp 23 triliun, Prancis (£ 1,17 miliar) atau Rp 21 triliun, dan Spanyol (£ 1,05 miliar) atau Rp 19 triliun. Bellingham sendiri akan menjadi pemain paling berharga di Qatar dengan label harga 176,9 juta pound atau Rp 3,2 triliun. Di bawah Bellingham, ada Vinicius Jr (176 juta pound), dan Kylian Mbappe (162 juta pound).

ARSENAL AKAN MENEBUS MYKHALYLO MUDRYIK DARI SHAKHTAR DONETSK

Dilansir The Mirror, pemain muda Ukraina itu adalah salah satu talenta top Eropa saat ini, tidak diragukan lagi Arsenal akan segera mengontrak Mudryk dari Shakhtar Donetsk. Saat ini Arsenal terus memantau perkembangan Mudryk, pemain berusia 21 tahun itu juga sangat senang Arsenal memiliki minat kepada dirinya. Penebusan Mykhaylo Mudryk diprediksi akan menelan harga sebesar 100 juta euro untuk mendatangkannya dari Shakhtar Donetsk.

FRANCK KESSIE INGIN KEMBALI KE AC MILAN

Franck Kessie dikabarkan tak betah berada di Barcelona dan ia ingin balik ke mantan klubnya, AC Milan. Hal tersebut diklaim oleh jurnalis Italia, Carlo Pellegatti. Ia mengaku mendapat info itu dari orang yang dekat dengan Kessie. Kessie memang sudah dimainkan sebanyak 13 kali di semua ajang kompetisi oleh Barcelona. Namun ia cuma lima kali saja jadi starter. Pellegatti mengatakan, Kessie tak hanya tidak bahagia karena jatah bermainnya sedikit. Ia tak betah karena merasa kurang dihargai di Barcelona.

PEDRI TEGASKAN TARGET BARCELONA JUARA LA LIGA MUSIM INI

Pedri membahas situasi Barcelona sebelum jeda Piala Dunia 2022. Barca berada di puncak klasemen La Liga Spanyol musim ini. Sosok bernama lengkap Pedro Gonzalez Lopez ini mengatakan pihaknya berjuang keras untuk mendapatkan posisi tersebut. Barca kini unggul dua poin dari Madrid. “Itu gelar yang ingin kami menangkan, dan begitulah kami berjuang demi merengkuhnya,” ujar sosok yang kurang dari dua pekan lagi berusia 20 tahun tersebut.

KIPER MILAN TATARUSANU JALANI OPERASI MATA

Kiper nomor dua AC Milan, Ciprian Tatarusanu baru saja menjalani operasi guna menyembuhkan penyakit mata astigmatisma yang dideritanya. Dalam laporan yang ditulis oleh La Gazzetta dello Sport, operasi yang dilakukan oleh Tatarusanu itu berjalan lancar dan hanya memakan waktu selama satu menit. Tindakan medis ini terpaksa dilakukan oleh kiper berusia 36 tahun itu, karena pandangannya sangat terganggu akibat gejala astigmatisma yang ia derita.

JADI ANAK BUAH GATTUSO DI VALENCIA, BEGINI KOMENTAR CAVANI

Striker asal Uruguay, Edinson Cavani buka suara soal perasaannya yang kini menjadi anak buah Gennaro Gattuso di Valencia. Sebelum Gattuso terjun di dunia kepelatihan, Cavani pernah berduel dengan pria asal Italia tersebut saat Gattuso masih aktif bermain di Serie A bersama AC Milan. Cavani bilang kalau dirinya cuma bisa tersenyum, saat pertama kali bertemu dengan pelatihnya tersebut yang dulunya adalah sosok petarung di lini tengah Milan.

CARA UNIK VAN GAAL MENENTUKAN NOMOR PUNGGUNG TIMNAS BELANDA

Pelatih timnas Belanda Louis van Gaal mengklaim bahwa dia membagikan nomor skuad kepada para pemainnya berdasarkan usia. Manajer berusia 71 tahun tersebut juga menegaskan bahwa nomor punggung tersebut tidak menunjukkan petunjuk apa pun tentang siapa yang akan masuk starting line-up. Van Gaal mengklaim ini bukan lelucon, ketika ditanya oleh wartawan terkait keputusannya ini.

DUA REKOR MARADONA YANG BISA DIPECAHKAN MESSI DI PIALA DUNIA 2022

Lionel Messi berpotensi memecahkan rekor Diego Maradona di Piala Dunia. Rekor Maradona yang bisa dipatahkan Messi adalah jumlah penampilan dan jumlah assist. Sejauh ini, Messi sudah bermain 19 kali di Piala Dunia. Dengan catatan itu, Messi tinggal berjarak dua pertandingan dari jumlah laga legenda Argentina itu di Piala Dunia. Sementara soal assist, Messi sudah membukukan lima assist. Di sisi lain, Maradona mencatatkan delapan assist selama kiprahnya di Piala Dunia.

TIM YANG INGIN DIHADAPI RONALDO DI FINAL PIALA DUNIA 2022

Kapten timnas Portugal, Cristiano Ronaldo mengungkapkan tim yang ingin ia hadapi di final Piala Dunia 2022. Perjalanan ke final Piala Dunia memang masih panjang dan Portugal akan memulai kompetisi di Grup H dengan melawan Ghana pada 24 November, menghadapi Uruguay pada 28 November dan Korea Selatan pada 2 Desember 2022. Namun Ronaldo berharap Portugal bisa melawan Brasil pada 18 Desember 2022 di Stadion Lusail di Doha jika lolos ke final.

KYLE WALKER ABSEN DI LAGA PEMBUKA INGGRIS

Kyle Walker bakal melewatkan pertandingan pembuka Grup B Piala Dunia 2022 saat Inggris menantang Iran di Stadion Khalifa International, Senin (21/11). Bek kanan Manchester City itu diragukan tampil setelah menjalani operasi pangkal paha pada awal Oktober lalu.”Saya pikir mungkin pertandingan pertama terlalu singkat, tetapi sejak saat itu saya akan baik-baik saja dan siap untuk pergi,” ungkap Walker dikutip dari Goal. 

HASIL PERTANDINGAN

Timnas Portugal menghajar Nigeria 4-0 dalam laga pemanasan terakhir sebelum Piala Dunia 2022, di Estadio Jose Alvalade, Jumat, (18/11) dini hari WIB. Sejak awal laga, Portugal terlalu tangguh untuk Nigeria. Kali ini, empat gol Portugal datang dari aksi Bruno Fernandes di menit ke-9 dan 35, Goncalo Ramos di menit ke-82, dan Joao Mario menit 84.

Spanyol meraih kemenangan 3-1 dalam laga uji coba kontra Yordania, jelang Piala Dunia 2022. Spanyol memimpin pada menit ke-13 lewat Ansu Fati. Spanyol lalu memperbesar keunggulan pada menit ke-56 melalui pemain muda Gavi. Nico Williams lantas menutup pesta gol Spanyol di menit ke-84. Yordania sendiri mencetak gol hiburan dan menipiskan selisih pada menit ke-92 lewat Al Dardoor.

Timnas Kanada meraih hasil positif di laga uji coba jelang Piala Dunia 2022. Berhadapan dengan Jepang pada hari Kamis (17/11) malam, Les Rouges menang dengan skor tipis 2-1. Jepang sebenarnya unggul lebih dahulu berkat gol Yuki Soma sebelum Kanada menyamakan kedudukan berkat gol Steven Vitoria. Kemenangan Kanada berhasil dikunci di masa injury time berkat penalti panenka dari Lucas Cavallini.

RESMI! SADIO MANE ABSEN DI PIALA DUNIA 2022

Meski namanya masuk dalam 26 pemain Senegal, Sadio Mane dipastikan absen sepenuhnya di Piala Dunia 2022. Cedera lututnya lebih parah dari perkiraan dan butuh ditangani dengan pembedahan. Operasi pun telah dilakukan di Innsbruck, sesuai dengan pengumuman dari Bayern Munchen. Dalam operasi tersebut, otot tendon Mane yang robek berhasil disambung kembali ke bagian kepala tulang fibula.

VAN DIJK SEDIH GAGAL REUNI DENGAN MANE

Virgil Van Dijk mengaku sudah lama menantikan duel dengan mantan rekannya tersebut, terlebih Senegal dan Belanda tergabung di grup yang sama di Piala Dunia 2022. Menurut van Dijk, ia sudah berkomunikasi dengan Mane untuk menyampaikan rasa prihatinnya atas kejadian yang menimpa mantan rekannya itu. Van Dijk juga mengaku cedera yang menimpa Mane mengingatkannya pada cedera yang pernah ia alami di tahun 2021.

BRUNO TEGASKAN TAK ADA MASALAH DENGAN RONALDO

Usai laga melawan Nigeria, gelandang timnas Portugal, Bruno Fernandes mengklarifikasi kabar pertengkarannya dengan Cristiano Ronaldo jelang dimulainya Piala Dunia 2022 Qatar. Ia menegaskan tak ada masalah dengan rekannya itu. Baginya, hal terpenting saat ini adalah persiapan timnas Portugal di Piala Dunia 2022. Bukan membicarakan dan sentimen terkait permasalahan dari level klub.

RONALDO DUKUNG ARSENAL JADI JUARA EPL

Dalam wawancara bersama Piers Morgan, Ronaldo menyoroti lambatnya peningkatan fasilitas yang bikin MU ketinggalan zaman. Meski begitu, MU tetap tim nomor satu Ronaldo di Inggris. Namun musim ini ia akan dengan gembira melihat Arsenal juara, jika MU belum cukup dekat untuk bisa bersaing dalam perebutan gelar juara. Pernyataan ini sendiri diperkirakan muncul karena pertanyaan Piers Morgan terkait Arsenal, karena ia memang seorang suporter The Gunners.

BALASAN KOCAK NEVILLE KE TUDINGAN PANSOS RONALDO

Gary Neville dituding pansos oleh Cristiano Ronaldo. Menurut Ronaldo, Neville berusaha mencari ketenaran alias pansos dengan cara mengkritik dirinya. CR7 kecewa akan hal itu dan tak menganggap Neville sebagai teman. Komentar pedas Ronaldo itu ditanggapi santai Gary Neville. Mantan bek MU itu mengunggah foto diri dengan raut wajah keheranan saat mencuit ulang berita The Sun soal wawancara CR7.

KATA PRESIDEN SPORTING SOAL KANS PULANGKAN RONALDO

Presiden Sporting Lisbon, Frederico Varandas buka suara soal isu mendatangkan Ronaldo dari MU. Awalnya, ia menilai tidak sopan membicarakan pemain klub lain yang masih terikat kontrak seperti Ronaldo. Varandas juga menegaskan, ia tidak ingin membuat situasi semakin gaduh di saat Ronaldo sedang fokus menjalani Piala Dunia 2022. Akan tetapi, ketika didesak lebih lanjut, Varandas mengaku tidak menutup kemungkinan Ronaldo kembali ke Sporting. Jika sang pemain mau, maka klubnya selalu terbuka untuk kepulangannya.

ARGENTINA PANGGIL ANGEL CORREA GANTIKAN PEMAIN YANG CEDERA

Pemain Inter Milan Joaquin Correa dicoret dari daftar pemain Timnas Argentina ke Piala Dunia 2022. Hal tersebut lantaran cedera lutut Correa kambuh saat memperkuat Argentina dalam laga uji coba melawan Uni Emirat Arab pada Rabu (16/11). Tak hanya Correa, Nico Gonzales juga terpaksa dicoret karena cedera otot. Dua pemain yang menggantikannya adalah Thiago Almada dan Angel Correa.

MULAI PULIH DARI CEDERA, IBRA IKUT AC MILAN LATIHAN DI DUBAI

AC Milan kemungkinan akan membawa striker andalan mereka, Zlatan Ibrahimovic untuk menjalani latihan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Desember 2022 mendatang. Sebab Ibrahimovic dilaporkan sudah mulai pulih dari cedera lutut dan memungkinkan untuk ikut latihan tim selama jeda Piala Dunia 2022. Tentu saja, kesempatan itu akan penting bagi eks pemain Barcelona tersebut untuk membangun kebugarannya. 

CAMAVINGA DISERANG RASISME, NKUNKU KIRIM PESAN MENYENTUH

Penyerang timnas Prancis, Christopher Nkunku mengirim pesan menyentuh usai kompatriotnya, Eduardo Camavinga yang mendapat serangan rasialis. Serangan rasialis yang mengarah ke Camavinga disinyalir sebagai dampak dari cedera lutut yang dialami Nkunku. Nkunku harus absen di Piala Dunia karena cedera di sesi latihan saat berduel dengan Camavinga. Lewat media sosialnya, Nkunku pun berpesan kepada fans untuk berhenti menghujat Camavinga.

BENZEMA DIRAGUKAN TAMPIL DI LAGA PERDANA PRANCIS

Timnas Prancis dilanda kekhawatiran. Sebab, kondisi striker andalannya, Karim Benzema, masih menjadi tanda tanya sehingga berpotensi absen dalam laga perdana Piala Dunia 2022 di Qatar. Indikasi tersebut terlihat ketika Benzema meninggalkan latihan lebih cepat dibanding rekan-rekannya. Sementara dalam lima hari lagi, Les Bleus dijadwalkan melawan Australia dalam partai pembuka Piala Dunia 2022.

BENZEMA JADI PEMAIN TERBAIK GLOBE SOCCER AWARDS 2022

Karim Benzema dan Alexia Putellas telah menerima penghargaan Pemain Terbaik Pria dan Pemain Wanita Terbaik Tahun Ini di Globe Soccer Awards. Di mana upacara penghargaan itu diadakan di Dubai, Uni Emirat Arab. Sementara itu, Carlo Ancelotti memenangkan penghargaan sebagai pelatih terbaik. Real Madrid dinobatkan sebagai klub sepak bola terbaik, dan Florentino Perez memenangkan penghargaan sebagai presiden klub terbaik.

TERBANG KE QATAR, PESAWAT TIMNAS POLANDIA DIKAWAL MILITER

Timnas Polandia menjalani perjalanan yang tidak biasa menuju ke Qatar untuk memainkan Piala Dunia 2022. Sebab, pesawat yang mengangkut skuad Polandia mendapat pengawalan khusus dari pesawat tempur jenis F-16. Hal ini semata-mata demi keamanan pemain Polandia. Sebab, dua hari sebelum Lewandowski Cs terbang ke Qatar, ada rudal, yang entah dari mana, yang jatuh ke wilayah Polandia dan menewaskan dua orang.

SANDY DAN JORDI SAH JADI WNI

Kabar gembira bagi fans Timnas Indonesia. Sandy Walsh dan Jordi Amat sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah mengucap sumpah pada Kamis (17/11) siang WIB. Peristiwa bersejarah bagi keduanya disaksikan langsung Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun berpesan agar Sandy Walsh dan Jordi Amat bisa bermanfaatkan setelah menjadi WNI.

HASIL LAGA TIMNAS INDONESIA U20 VS PRANCIS U20

Timnas Indonesia U-20 kalah 0-6 dari Timnas Prancis U-20 dalam laga di Pinatar Arena, Spanyol, pada Jumat (18/11) dini hari WIB. Prancis sudah bisa unggul tiga gol dalam 45 menit pertama. Melalui Andy Diouf, Alexis Tibidi, dan Matthis Abline. Abline mencetak gol keduanya di pertengahan babak kedua. Lalu Martine Adeline dan Lamine Cisse juga mencatatkan namanya di papan skor. Timnas Indonesia U-20 mengagendakan empat partai latih tanding di sana. Dua di antaranya kontra Prancis U-20 dan Slovakia U-20 dalam ajang Costa Calida Region de Murcia Football Week.

Tanpa Mane di Piala Dunia, Nasib Senegal di Ujung Tanduk

0

Kabar kurang mengenakan itu akhirnya sampai ke telinga masyarakat Senegal. Pahlawan sepakbola mereka, Sadio Mane dinyatakan resmi tak bisa tampil membela tanah airnya di Piala Dunia Qatar akhir November ini. Punggawa Bayern Munchen itu absen lantaran cedera yang tak kunjung membaik.

Meski sedang dibekap cedera, sebetulnya Sadio Mane tetap masuk dalam daftar 26 pemain yang disebutkan oleh sang juru taktik Aliou Cisse. Namun, karena proses pemulihan cedera berlangsung lebih lama dari perkiraan awal, Mane harus meninggalkan skuad The Lion of Teranga.

Tak adanya Mane merupakan kehilangan besar bagi Timnas Senegal. Pasalnya, peran sang pemain sangat vital di lini depan. Dari kepemimpinan hingga performanya di lapangan sangat membantu Senegal untuk memenangkan setiap laga yang mereka mainkan. Lantas, dengan cederanya Mane, bagaimana nasib Senegal di Piala Dunia 2022?

Datang Dengan Status Juara Afrika

Skuad asuhan Aliou Cisse mendarat di Qatar bukan tanpa ekspektasi. Lantaran mereka datang dengan status juara Piala Afrika 2021. Senegal berhasil menjuarai Piala Afrika setelah mengalahkan Mesir 4-2 melalui babak adu penalti di partai final.

Ini adalah gelar Piala Afrika perdana bagi Senegal setelah tiga kali menembus final, di mana dua di antaranya berujung dengan kekalahan. Di Piala Afrika 2021 sendiri, Sadio Mane cs masuk dalam Grup B, bersama Zimbabwe, Guinea dan Malawi. Perjalanan Senegal untuk melewati fase grup nyatanya tak begitu istimewa. Mereka hanya mengantongi satu kali kemenangan melawan Zimbabwe dan dua laga lain berakhir imbang.

Di fase gugur, permainan Senegal mulai kelihatan. Kemenangan-kemenangan meyakinkan pun mulai diraih oleh anak asuh Aliou Cisse. Senegal berhasil mengalahkan Cape Verde 2-0, lalu mengatasi Guinea Ekuatorial dengan skor 3-1 di perempat final.

Tiket final didapat Senegal usai mengalahkan Burkina Faso 3-1 lalu meraih gelar Piala Afrika 2021 usai menang adu penalti atas Mesir. Sadio Mane menjadi pencetak gol terbanyak Senegal di Piala Afrika dengan tiga gol, dan selama berlangsungnya turnamen tersebut, kita bisa melihat betapa pentingnya sosok Sadio Mane bagi Timnas Senegal.

Petaka Jelang Qatar

Peran vital Mane bagi Timnas Senegal berlanjut ke kualifikasi Piala Dunia zona Afrika. Tergabung dalam Grup H bersama Namibia, Kongo, dan Togo, The Lion of Teranga tampil trengginas. Melakoni enam laga, Senegal tak sekali pun menelan kekalahan. Sadio Mane kembali jadi sosok yang sangat berpengaruh dengan mencetak tiga gol dalam lima pertandingan yang ia mainkan.

Kembali menghadapi Mohamed Salah cs di laga hidup dan mati, Mane kembali jadi penentu. Laga yang kembali harus diselesaikan dengan adu penalti itu dituntaskan oleh Mane sebagai eksekutor terakhir dari Senegal. Dengan skor akhir 3-1, Mane berhasil membantu Senegal mengamankan satu tiket ke Qatar.

Berkat prestasi yang diraih oleh Senegal, Aliou Cisse mendapat penghargaan dari federasi sepakbola Senegal berupa perpanjangan kontrak selama dua tahun. Cukup jarang pelatih sepakbola bertahan selama ini, terutama di sepakbola Afrika. Cisse sendiri sudah memimpin Senegal sejak 2015 lalu, dan kini ia akan menukangi Senegal hingga 2024 mendatang.

Jelang keberangkatan menuju Qatar, Cisse pun memanggil 26 nama terbaik yang dimiliki oleh Senegal. Dan Mane diperkirakan bakal jadi salah satunya. Namun, belum resmi diumumkan, petaka sudah datang duluan. Sadio Mane mengalami cedera ketika memperkuat Bayern Munchen pada laga lanjutan Bundesliga kontra Werder Bremen 8 November lalu.

Dalam pertandingan yang dimenangi Bayern dengan skor telak 6-1 tersebut, Mane meninggalkan lapangan pada menit ke-20. Mantan punggawa RB Salzburg itu dilaporkan mengalami cedera tulang fibula kaki kanan dan diperkirakan harus menepi untuk beberapa pekan. Padahal kick off Piala Dunia hanya tinggal menghitung hari.

Sempat Gunakan Dukun 

Meski Mane harus absen dalam beberapa pekan, Aliou Cisse mengambil keputusan mengejutkan dengan tetap memasukkan nama Sadio Mane dalam daftar skuad yang akan diberangkatkan ke Piala Dunia 2022.

Tampaknya Cisse dan Federasi Sepakbola Senegal akan menghalalkan segala agar Sadio Mane bisa tampil di ajang empat tahunan itu. Dilansir Talksport, Senegal bahkan tak sungkan untuk menggunakan dukun untuk menyembuhkan pemain bintangnya itu.

Sekretaris Jenderal FIFA asal Senegal, Fatma Samoura menyatakan Senegal akan menggunakan dukun untuk menyembuhkan Mane. Ia tak tahu apakah cara tersebut akan efektif menyembuhkan cedera mantan pemain Liverpool itu. Tetapi hal tersebut akan tetapi dilakukan. “Kami mengharapkan keajaiban. Dia harus ada di sana!” ujarnya.

Sepandai-pandainya manusia, mereka hanya bisa berencana, tapi Tuhan lah yang menentukan. Segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah Senegal sia-sia. Sempat dikabarkan hanya akan absen di laga perdana kontra Belanda, Mane kini resmi dinyatakan absen di Piala Dunia 2022. Senegal memutuskan untuk tidak memaksakan kondisi dan harus rela kehilangan pemain pentingnya.

Peluang Senegal Tanpa Mane

Kehilangan Sadio Mane membuat kekuatan Senegal jauh berkurang. Tak bisa dipungkiri, runner-up Ballon d’Or itu merupakan pemain paling penting bagi Timnas Senegal. Jadi wajar apabila publik pecinta sepakbola sedikit meragukan kekuatan Senegal di Piala Dunia kali ini.

Awalnya Senegal diprediksi akan mencapai babak 16 besar dengan mudah. Namun, apabila tak diperkuat oleh Sadio Mane, ceritanya mungkin akan lain. Secara gaya bermain, Aliou Cisse memang tak kaku, ia bisa memainkan skema 4-3-3, 4-4-2 atau bahkan 3-5-2 jika perlu. Tapi itu dengan Sadio Mane di lini depan, lantas bagaimana jika tanpa Mane?

Dalam formasi 4-3-3 biasanya Cisse mengandalkan Sadio Mane sebagai sayap kanan atau sayap kiri. Namun, apabila tanpa Mane, mungkin Cisse akan mengandalkan sosok pemain muda Ismaila Sarr. Sedangkan untuk sektor lain, seperti lini tengah dan lini bertahan tak begitu berpengaruh.

Masalahnya, apakah Sarr sebagus itu untuk menggantikan peran Sadio Mane? Bisa iya bisa juga tidak. Kita lihat saja nanti, karena pemain Watford ini performanya angin-anginan. Kadang bagus, kadang ya biasa-biasa saja. Di ajang sekelas Championship saja, Sarr baru mencetak enam gol dari 17 pertandingan.

Jika Bukan Sarr, Siapa?

Bermain dengan Sadio Mane saja, Senegal memiliki intensitas tekanan yang cukup minim. Mereka biasanya mulai panas ketika memasuki babak kedua. Tingkat konversi umpan menjadi tembakan di babak pertama memiliki rata-rata cuma 3%, sedangkan di babak kedua meningkat hingga 14%. Apalagi tanpa Mane, bisa-bisa lini depan Senegal bak macan ompong.

Lantas apakah Senegal tak pernah tampil tanpa Mane? Pernah. Saat Senegal bertemu Kongo di penyisihan Grup H kualifikasi Piala Dunia Zona Afrika. Saat itu Cisse memakai formasi 4-4-2 dengan mengandalkan dua striker. Sang juru taktik memasang duet Boulaye Dia dan Habib Diallo saat itu, hasilnya Senegal menang 2-0. Namun karena Diallo tak dibawa, maka peran tersebut bisa digantikan oleh Bamba Dieng atau Famara Diedhiou.

Jadi, situasi Senegal saat ini bak di ujung tanduk. Apabila Cisse tak mampu menambal lubang yang ditinggalkan Mane, bukan tidak mungkin Qatar lah yang akan merebut posisi kedua klasemen Grup A dan menemani Belanda ke fase gugur.

___

Sumber: The Athletic, Goal, Eurosport, Talksport

Aneh Tapi Nyata! Kenapa Para Pemain Ini Masih Saja Dipanggil Ke Piala Dunia?

Bagi sebagian fans, terkadang terlontar protes ketika pemain yang masih tampil bagus di level klub, namun nyatanya pemain itu tak dipanggil negaranya ke ajang sebesar Piala Dunia.

Namun sebaliknya, justru banyak para pemain yang tak terlalu moncer bahkan jarang bermain reguler di level klub, eh malah dipanggil. Hal inilah yang terkadang membuat kita terheran-heran dan ingin tahu parameter apa sih yang digunakan para pelatih ketika memanggil para pemain ke timnas.

Nah berikut ini adalah pemain sepakbola yang tak disangka ternyata masih dipanggil untuk Piala Dunia 2022.

Dani Alves

Pertama ada Daniel Alves. Bek kanan kawakan asal Brazil yang sudah berusia 39 tahun. Aneh, ketika seorang yang sudah sangat berumur dan berposisi sebagai bek kanan masih harus dipanggil ke Piala Dunia.

Pengalaman memang tak bohong. Namun dia seusai terakhir kali bermain di Barcelona, fisiknya sudah tak seprima dulu. Sekarang, di Liga Meksiko pun ia juga tak sepenuhnya prima.

Namun jika menilai alasan kenapa Tite memanggilnya, dapat ditemui dua alasan. Yang pertama, mungkin nanti posisi Alves akan lebih bermain sebagai gelandang tengah seperti apa yang sering ia lakukan di klubnya sekarang. Mengingat di posisi itu, fisiknya masih bisa terjaga daripada sebagai seorang bek kanan.

Dan yang kedua, kita tahu sendiri kelemahan Selecao di Piala Dunia kali ini. Ya, mereka krisis bek sayap. Dan mungkin Dani Alves adalah nama yang terpaksa disiapkan sebagai pelapis di posisi itu.

Diego Godin

Berikutnya ada bek Uruguay, Diego Godin. 36 tahun usianya. Ia masih saja dipanggil Timnas Uruguay di Piala Dunia kali ini. Pertanyaanya, di mana dia bermain sekarang? Apakah masih berada di level prima untuk menggalang pertahanan La Celeste?

Performa Godin mulai menurun sejak musim 2021/2022. Ketika ia kehilangan tempat di tim utama Cagliari. Setelah itu, Godin bermain untuk Atletico Mineiro dan Velez Sarsfield. Godin tidak bermain reguler di dua klub tersebut. Bahkan di Velez klubnya sekarang, ia baru memainkan 8 laga. Ia juga sudah lama dibekap cedera sejak bulan Agustus sampai Oktober yang lalu.

Meskipun sudah ada regenerasi macam Araujo maupun Jose Gimenez nampaknya pelatih muda Uruguay, Diego Alonso masih takut meninggalkan para bintang tua mereka termasuk Godin. Mungkin karena alasan pengalaman dan mental. Boleh jadi Godin ini hanya akan jadi mentor bagi para pemain muda di ruang ganti.

Pablo Sarabia dan Ferran Torres

Kemudian ada Pablo Sarabia dan Ferran Torres di Timnas Spanyol. Memang kedua gelandang serang ini umurnya tergolong belum uzur. Namun dari segi performa di level klub, sepertinya tergolong biasa saja.

Sarabia berada di PSG di bawah bayang-bayang Trio Messi-Mbappe-Neymar. Dari 16 pertandingan yang ia mainkan, ia selalu masuk sebagai pemain pengganti. Menit bermainnya pun tak banyak, total hanya 487 menit dari 16 laga. Dengan tanpa assist dan gol.

Sementara Ferran Torres di Barcelona juga hampir sama. Kedatangan Lewandowski, Raphinha maupun kembalinya Dembele dan Ansu Fati dari cedera membuat ia terganggu untuk tampil reguler. Ferran hanya bermain 18 kali dan tidak selalu menjadi reguler. Performanya pun tak terlalu mentereng.

Namun begitu, Enrique tetap membawa mereka untuk dijadikan kunci di permainan sayap La Furia Roja. Nampaknya Enrique sudah kadung percaya dan nyaman bekerja sama dengan keduanya. Terbukti sejak di Euro 2020 yang lalu.

Youssouf Poulsen

Yang berikutnya ada striker Denmark, Youssuf Poulsen. Denmark padahal tak kekurangan striker. Masih ada Lord Braithwaite, Cornelius, Dolberg, maupun Skov Olsen yang lagi moncer bersama Club Brugge.

Poulsen ini sudah lama performanya anjlok dan baru sembuh dari cedera. Poulsen juga kehilangan tempat di starting eleven Leipzig musim ini. Tujuh kali dimainkan, enam kali sebagai pengganti. Bahkan ia belum pernah mencetak gol satu pun di musim ini.

Sisi pengalaman dan kenyamanan bekerja sama di Euro 2020 lalu, mungkin menjadi alasan pelatih Tim Dinamit, Kasper Hjulmand masih memanggilnya.

Sadio Mane dan Paulo Dybala

Lalu ada Sadio Mane dan Paulo Dybala. Dua pemain pesakitan yang terpaksa dibawa ke Piala Dunia, entah apa tujuannya. Mungkin masing-masing negaranya berharap akan ada keajaiban mereka berdua masih bisa sembuh sewaktu-waktu ketika di Piala Dunia nanti. Namun jika tidak bagaimana?

Sadio Mane kita tahu adalah maskot bagi timnas Senegal. Kehadirannya walaupun tak bermain, akan tetap menjadi pengaruh bagi rekan-rekannya di Qatar nanti. Sedangkan Dybala performanya juga masih moncer bersama Roma. Bagaimanapun kalau bisa sembuh di tengah kompetisi, performa Dybala juga masih bisa diandalkan La Albiceleste.

Luuk De Jong

Kemudian ada Luuk De Jong, striker jangkung Belanda yang usianya sudah 32 tahun. Dengan stok striker Belanda yang sebenarnya melimpah dan muda-muda, namanya masih saja masuk skuad. Padahal di PSV pun, ia tak menjadi pemain inti. Cederanya dari Agustus hingga Oktober lalu juga mengganggunya.

Namun Van Gaal mungkin membawanya hanya sebagai pelapis sekaligus mentor. Atau bisa jadi, ia akan dimanfaatkan tinggi badannya untuk duel bola atas ketika para striker cepat dan mungil De Oranje mengalami deadlock.

Mario Gotze

Lalu di Jerman juga ada nama Mario Gotze. Memang, dia adalah pencetak gol kemenangan ketika menggondol juara dunia 2014 lalu. Namun seiring usia dan performa terkini, nama Gotze terasa aneh ketika dipanggil ke Qatar.

Gotze ini sudah sangat lama hilang dari peredaran langganan skuad Der Panzer. Gotze terakhir kali membela timnas pada November 2017 silam. Bahkan di Frankfurt, ia secara statistik juga biasa-biasa saja. Hanya 2 gol dan 4 assist.

Mungkin Hansi Flick melihat salah satu faktor “X” yang dipunyai Gotze. Ia bisa menjadi penular mental juara dunia 2014 kepada rekan-rekannya di skuad. Selain itu, ia juga bisa dijadikan alternatif ketika lini penyerangan mengalami deadlock.

Harry Maguire, Callum Wilson dan Kalvin Phillips

Berikutnya ada trio The Three Lions, Lord Maguire, Callum Wilson dan Kalvin Phillips. Dari Callum Wilson, striker Newcastle ini mengejutkan ketika namanya dipanggil sebagai gantinya Ivan Toney yang dicoret. Kalau secara posisi, Wilson nantinya hanya akan menjadi pelapis Kane.

Namun secara statistik jika dibandingkan dengan Toney, Wilson masih kalah jauh. Toney sudah mencipta 11 gol dan 3 assist. Sedangkan Wilson hanya 6 gol 2 assist. Di penghujung jelang Piala Dunia pun, Wilson masih mengalami gangguan cedera. Beda dengan Toney yang mengamuk ketika mengalahkan Manchester City.

Kemudian di lini tengah ada nama Kalvin Phillips. Pemain yang musim ini menjadi pemain pesakitan yang lebih akrab dengan meja perawatan di Manchester City. Bermain hanya 4 kali dengan total hanya 53 menit.

Mungkin Southgate hanya modal percaya karena sudah lama bekerja sama dengannya ketika di Euro 2020 yang lalu. Terlebih masih ada juga nama Bellingham, Rice, maupun Henderson di posisi itu.

Tak beda jauh dengan Lord Maguire. Kapten sejuta umat ini adalah salah satu anak kesayangan Southgate. Jarang tampil reguler di MU dan sering blunder, tak membuat Southgate berpaling. Entah apa yang dilihat Southgate, sulit untuk menjawabnya. Mungkin saja dia lebih tau segalanya. Jadi, kita lihat saja di Qatar nanti penampilannya akan seperti apa.

Sumber Referensi : bola.net, headtopics, diotv.com