Salah satu hal mencengangkan yang terungkap dari wawancara viral Ronaldo adalah mengapa dirinya dulu memutuskan untuk kembali ke Manchester United. Padahal ia mengaku bahwa dirinya sangat nyaris untuk melangkah ke Etihad Stadium di tahun 2021 yang lalu.
Ronaldo mengaku bahwa saat itu ia masih ingin menghormati sejarahnya dengan MU. Ronaldo mengaku bahwa Manchester City sangat ingin mendapatkan tanda tangannya. Hal tersebut dikonfirmasi ketika dirinya berbicara dengan Guardiola dua minggu yang lalu.
Sir Alex Adalah Kunci
Ronaldo juga mengungkapkan bahwa kunci utama ia mau kembali ke MU adalah karena Sir Alex Ferguson. Memang bukan rahasia kalau Ronaldo sangat menghormati mantan bosnya itu. Sehingga akhirnya Ronaldo menuruti saran Sir Alex untuk tidak pindah ke rival sekota Mu dan pulang ke Old Trafford.
“Saya pikir Sir Alex adalah kuncinya. Saya memilih keputusan dengan sadar, dan saya tidak menyesalinya di beberapa saat. Sir Alex Ferguson adalah kuncinya. Saat itu saya berbicara dengannya, ia berkata ‘tidak mungkin anda pindah ke Manchester City!’. Dan saya hanya bilang ‘ok boss’.
Momen itu lah yang membuat Ronaldo mau pulang ke Old Trafford. Padahal ia mengungkapkan sebenarnya MU tidak ada dalam daftar pilihannya. Tapi Ronaldo akhirnya rela merubah rencana setelah berbicara dengan Sir Alex. Namun, Ronaldo mengaku bahwa keputusannya itu tetap berdasarkan pilihannya sendiri dan hati nuraninya.
“Setelah itu saya pun mengambil keputusan dan saya bilang sekali lagi, Hati nurani saya mengatakan bahwa itu keputusan yang terbaik. Tidak hanya Manchester City, tapi banyak klub lain juga yang masuk dalam daftar. Sebenarnya MU tidak masuk dalam daftar klub tersebut.”
Ronaldo kemudian berpendapat bahwa standar yang diterapkan MU saat ini malah lebih rendah daripada ketika era Sir Alex dulu. Dan ia mengakui, kepergian Sir Alex yang pensiun sangat mempengaruhi struktur di Manchester United.
“Seperti yang diketahui, kepergian Sir Alex meninggalkan ruang kosong yang besar di MU. Bukan hanya Sir Alex, tapi juga David Gill, mantan kepala eksekutif di MU yang saya pikir memberikan dampak besar. Saya tau Manchester United tidaklah sama setelah kepergian Sir Alex. Tapi saya tidak menyangka bahwa ini meninggalkan kekosongan yang sangat besar selama 10 tahun”
Ronaldo Kritik Youngster MU
Terkait dengan penurunan standar, Ronaldo juga mengkritik para pemain muda MU yang ia anggap malas. Ia menyayangkan hal itu, karena pemain muda di MU punya banyak kesempatan untuk bisa menjadi pemain terbaik di era mereka nanti.
Ronaldo mengeluhkan sikap para pemain muda yang tidak punya mentalitas untuk menang. Ia bahkan mengatakan kalau anaknya yang baru berusia belasan tahun punya mentalitas yang lebih baik daripada kebanyakan pemain muda di MU
Ronaldo kemudian menambahkan, bahwa para pemain muda itu seharusnya bisa mencontoh para pemain terbaik yang ada di klub. Sama seperti ketik Ronaldo masih muda dulu. Ia percaya itulah yang membuatnya menjadi pemain terbaik.
“Saya sangat terkejut sekaligus menyayangkan. Karena mereka punya contoh-contoh terbaik ada di depan mata mereka. Jika mereka tidak mau mendengarkan saran, setidaknya contoh apa yang dilakukan.”
“Ketika saya masih berusia 18,19 tahun, saya selalu melihat para pemain hebat di MU sebagai contoh. Seperti Van Nistelrooy, Rio Ferdinand, Roy Keane, dan Ryan Giggs. Itulah kenapa saya meraih kesuksesan dan bisa menjaga hal itu dalam waktu lama.”


