Rivalitas antar klub mungkin sudah biasa di dunia sepak bola. Tapi rivalitas antar tim nasional, itu baru suatu hal yang lain lagi. Salah satu rivalitas antar negara yang paling panas adalah Inggris dengan Jerman. Mereka sudah saling bentrok sejak lama di kompetisi tingkat benua atau bahkan Piala Dunia.
Rivalitas antara Inggris dan Jerman ini sebenarnya seperti hubungan satu arah. Sebab, Jerman lebih menganggap Belanda dan Italia sebagai rival mereka. Tapi setiap kali duel Inggris melawan Jerman tersaji pasti akan menghadirkan intrik panas. Penonton pasti disajikan dengan permainan penuh gairah dari para pemain masing-masing tim.
Seperti pertandingan final Piala Dunia 1966, dimana Inggris menjuarai Piala Dunia dengan mengalahkan Jerman Barat. lalu di Piala Dunia 1970, Jerman balas dendam dengan mengalahkan Inggris di partai perempat final. Pertempuran itu berlanjut dari masa ke masa. Seringnya sih memang Inggris yang harus menelan kekalahan. Tapi pada tahun 2001, Inggris berhasil mengalahkan rivalnya itu dengan skor telak 5-1.
England vs Germany 2001: England thrash Germany 5-1 in Munich during the 2002 World Cup qualification pic.twitter.com/Jr68rzC4uh
— Betfect (@betfect) March 26, 2016
Pertemuan di Kualifikasi Euro
Laga itu terjadi di ajang kualifikasi Piala Dunia 2002. Inggris berada pada satu grup dengan Jerman saat itu. Di grup itu, Jerman adalah pemuncak klasemen dengan rekor belum pernah kalah. Jerman bahkan sudah pernah mengalahkan Inggris di leg pertama. Sebelas bulan sebelumnya, Inggris harus menelan kekalahan ketika menjamu Jerman di Wembley Stadium dengan skor 1-0. Kekalahan itu juga yang membuat manajer the Three Lions, Kevin Keegan harus mengundurkan diri.
The Three Lions lalu menunjuk mantan pemain Swedia, Sven-Goran Eriksson sebagai pelatih. Ia tidak punya banyak waktu untuk bersiap menghadapi Jerman di leg kedua. Sven hanya sempat menjalani enam kali laga uji coba bersama Inggris. Namun hasil dari laga uji coba itu tidak mengecewakan. Lima kemenangan dan sekali kalah, Sven membawa kepercayaan diri David Beckham dan kolega naik lagi.
Inggris saat itu juga diisi oleh bibit-bibit unggul yang kelak akan dipanggil sebagai generasi emas. Sebut saja Michael Owen, yang saat itu adalah pemain muda paling potensial seantero Britania Raya. Lalu di lini tengah diisi oleh para pemain handal seperti David Beckham, Paul Scholes, dan Steven Gerrard. Belum lagi empat pemain belakang mematikan diantaranya Gary Neville, Rio Ferdinand, Campbell, dan Ashley Cole.
Meskipun Inggris punya skuad bertabur bintang, tetap saja mereka belum matang. Sven dianggap masih belum cukup lama menangani Inggris. Sehingga diragukan untuk bisa langsung memberikan kejutan di pertandingan penting ini. Apalagi pertandingan leg kedua ini dilaksanakan di Munich, Jerman.
Dari segi sejarah, Jerman juga jauh lebih unggul daripada the Three Lions. Inggris belum pernah menang pertandingan kompetitif ketika bertandang ke rumah Die Mannschaft. Sedangkan Jerman, mereka hanya pernah sekali kalah dari 61 pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia.
Kemenangan Tak Terduga
Intinya, meskipun Inggris sudah diperkuat pemain-pemain terbaik, Die Mannschaft masih jadi momok bagi skuad tiga singa saat itu. Jerman bagaimanapun juga adalah tim yang kuat dengan sejarah panjang di ajang Piala Dunia. Karena itu, ketika anak asuh Sven-Goran Eriksson tiba di Olympiastadion saat itu, mereka tidak punya misi untuk membantai Jerman.
Tidak ada sama sekali dalam pikiran mereka untuk melumat Jerman. Jangankan membantai, mereka bahkan tidak menyangka akan menang di pertandingan itu. The Three Lions akan puas bahkan jika hasil pertandingannya imbang. Tapi, kita sudah mengetahui bagaimana hasil pertandingan ini nantinya.
Mesin Der Panzer sudah langsung tancap gas sejak peluit kick off babak pertama berbunyi. Baru enam menit laga berjalan Jerman sudah mencetak skor lewat gol dari bomber mereka, Carsten Jancker membuat Jerman unggul sementara. Tapi enam menit kemudian, Michael Owen berhasil menyamai kedudukan menjadi satu sama. Sebelum babak pertama berakhir, Steven Gerrard mencetak gol, sekaligus mencatatkan gol pertamanya di timnas senior.
Steven Gerrard vs Germany
Saturday 1 September 2001
World Cup 2002 Qualifier
Germany 1-5 England pic.twitter.com/H0CMDMhayR— England Goals (@ThreeLionsGoals) August 5, 2017
Unggul di babak pertama melawan Jerman tidak membuat Inggris gegabah. Di ruang ganti, Sven mewanti-wanti anak asuhnya untuk merapatkan pertahanan. Ia tahu setelah tertinggal di babak pertama, Jerman pasti akan tampil semakin menyerang untuk bisa mengejar ketertinggalan di sisa waktu yang ada. Tapi Sven melanjutkan, “jika ada kesempatan untuk menyerang, maka hajar”
Dan itu lah yang David Beckham CS lakukan di babak kedua. Hanya tiga menit babak kedua dimulai, Michael Owen kembali mencatatkan namanya di papan skor. Tidak ada yang mengira ini akan menjadi malam milik Michael Owen. Legenda Liverpool itu mencetak hattrick setelah ia menyarangkan bola ke gawang Oliver Kahn di menit ke-66. Tidak lama setelahnya, Emile Heskey yang juga rekan setim Owen mencetak gol kelima di pertandingan itu. Sekaligus menutup pesta gol Inggris atas Jerman.
Germany vs England ➡️ 2001… pic.twitter.com/jOTloPxCME
— Footy Accumulators (@FootyAccums) September 26, 2022
Kemenangan Penting
Tidak disangka hasil pertandingan itu memberikan dampak besar bagi kedua tim. Bek Jerman saat itu, Christian Worn yang diganti di babak pertama, sempat mengumumkan untuk pensiun. Ia tidak kuat dengan kritik pendukung Jerman yang menyalahkannya atas aksi Owen di pertandingan itu.
Sedangkan di Inggris, para pendukung The Three Lions menyambut kepulangan punggawa timnasnya bak seorang pahlawan. Rio Ferdinand mengaku tidak menyangka ia mendapatkan sambutan meriah itu setelah berhasil mengalahkan Jerman. “Saya tidak menyadari euforia yang sedang terjadi sampai kami pulang ke Inggris dan semua orang bereaksi seperti orang gila”. Ucapnya dikutip dari Guardian.
Bulan berikutnya, Inggris berhasil menahan imbang Yunani dengan skor 2-2 dalam pertandingan paling dramatis era itu. Di pertandingan tersebut, David Beckham menjadi pahlawan setelah tendangan bebasnya memastikan Inggris lolos ke putaran final Piala Dunia 2002.
Terlepas dari itu, kemenangan 5-1 atas Jerman menandai titik awal dimulainya generasi emas Inggris yang digembar-gemborkan itu. David Beckham, Michael Owen, Steven Gerrard. Lalu setelahnya ditambah dengan Frank Lampard dan Wayne Rooney.
Meskipun sepertinya pembantaian Jerman ini menjadi satu-satunya prestasi yang bisa dibanggakan oleh generasi emas Inggris. Pasalnya mereka tidak pernah bisa mengangkat trofi bergengsi dan tidak bisa melampaui tahap perempat final di turnamen besar.


