Meski berstatus sebagai gelaran Piala Dunia paling mahal sepanjang sejarah, Qatar hanya akan menggunakan delapan stadion untuk melangsungkan pertandingan Piala Dunia 2022. Jumlah ini jauh lebih sedikit dari Piala Dunia edisi lalu, yang mana tuan rumah Rusia menyediakan 12 stadion untuk menggelar Piala Dunia.
Delapan stadion yang akan dipakai di Piala Dunia 2022 tersebar di lima kota besar, yakni Lusail, Al Khor, Doha, Al Rayyan, dan Al Wakrah. Kota Al Rayyan jadi yang terbanyak dalam menyumbang stadion, yakni tiga stadion sekaligus siap untuk menggelar pertandingan pesta sepakbola terbesar sejagat itu.
Kabarnya, stadion-stadion yang dipakai memiliki teknologi dan keunikan yang belum ditemukan di stadion-stadion Piala Dunia lain. Penasaran? Berikut profil delapan stadion Qatar yang dipakai untuk Piala Dunia 2022.
Daftar Isi
Stadion Al Bayt
Yang pertama ada Stadion Al Bayt. Stadion yang berlokasi di Kota Al Khor ini sengaja dibangun khusus menyambut ajang sepakbola termegah di dunia. Pemerintah Qatar memilih Al Bayt sebagai lokasi upacara pembukaan Piala Dunia 2022 pada 20 November mendatang.
Pergunta importante: qual o estádio mais bonito dessa Copa?
1- Al Bayt
2- Lusail
3- Ahmad Bin Ali
4- Al Janoub pic.twitter.com/uqrvBBdKmr— Gustavo Watts (@_GustavoWatts) November 8, 2022
Proses pengerjaaan Al Bayt Stadium memakan waktu kurang lebih lima tahun, mulai akhir 2015 dan baru dibuka secara resmi pada awal tahun 2020. Pembukaannya bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional yang diperingati di Qatar.
Al Bayt Stadium belum digunakan oleh tim lokal setempat sebagai kandang ataupun pertandingan resmi. Stadion ini rencananya baru akan digunakan kembali untuk menggelar laga pembuka Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador.
Stadion berkapasitas 60 ribu penonton itu memiliki sertifikat ramah lingkungan dan beberapa fasilitas mewah. Bahkan terdapat hotel bintang lima di dalam stadion dengan pemandangan langsung ke dalam lapangan.
Stadion Lusail
Stadion Lusail menjadi arena Piala Dunia 2022 dengan kapasitas terbesar. Stadion bernama lengkap Lusail Iconic Stadium itu bisa menampung total 86 ribu penonton. Stadion ini kabarnya akan memainkan sembilan pertandingan termasuk partai final, sekaligus menjadi tempat upacara penutupan Piala Dunia 2022.
Qatar baru memulai proses pengadaan pembangunan stadion pada tahun 2014. Ketika itu, Qatar memilih desain berbentuk mangkuk yang terinspirasi dari karya seni berupa lampion yang tersebar di seluruh tanah Arab.
Pembangunan dimulai pada 2017 dan selesai pada 2021. Stadion Lusail memiliki fasilitas pendingin atau AC di dalam arena dengan listrik bertenaga matahari sehingga diklaim tidak meninggalkan jejak karbon atau gas emisi.
Stadion yang secara resmi baru dibuka bulan lalu itu akan langsung mengalami perombakan setelah Piala Dunia kali ini. Kapasitasnya akan dikurangi menjadi hanya 20.000 kursi dengan beberapa lahan diubah menjadi toko, cafe, dan beberapa fasilitas umum.
Stadion 974
Barangkali stadion ini jadi venue paling unik di Piala Dunia 2022. Stadion 974 yang terletak di Kota Doha, bahan bangunannya menggunakan kontainer bekas yang membuat arena berkapasitas 40 ribu orang itu menjadi daya tarik tersendiri di Piala Dunia kali ini.
Stadium 974 – Qatar 2022 pic.twitter.com/AogZSMurZd
— سفارة دولة قطر أثينا (@QatarEmb_Athens) October 10, 2022
Sebelumnya stadion 974 bernama Ras Abu Aboud Stadium. Namun pada November 2021 namanya berubah menjadi Stadion 974 karena stadion tersebut dibangun menggunakan kontainer bekas yang jumlahnya tepat 974 buah. Stadion ini kabarnya akan menggelar enam pertandingan termasuk satu kali pertandingan 16 besar.
Penggunaan kontainer bekas inilah yang membuat stadion ini jadi inovatif karena mengusung prinsip keberlanjutan. Setelah Piala Dunia berakhir, kontainer bekas ini akan dibongkar dan disebarkan ke negara-negara yang membutuhkan.
Stadion Al Thumama
Satu lagi stadion yang akan digunakan Qatar pada Piala Dunia 2022 adalah Al Thumama Stadium. Stadion ini mulai dibangun sejak 2017 lalu dan jadi salah satu stadion yang khusus dibangun menyambut ajang sepakbola termegah di dunia. Lokasi stadion yang dekat dengan Bandara Internasional Hamad memudahkan akses penonton yang ingin datang langsung.
Stadion Al Thumama terletak di Kota Doha. Sekilas dari ketinggian arena ini nampak seperti donat raksasa berwarna putih. Desain stadion berkapasitas 40 ribu ini terinspirasi dari topi tradisional Qatar, “Taqiyah’’. Nantinya separuh kapasitas kursi juga bisa dilepas dan akan disumbangkan ke negara yang membutuhkan.
Stadion Khalifa International
Khalifa International Stadium menjadi satu di antara venue megah Piala Dunia 2022 Qatar. Di stadion ini, delapan pertandingan kabarnya akan digelar. Enam laga fase grup, satu laga babak 16 besar, dan laga perebutan tempat ketiga.
Perbaikan besar-besaran dilakukan saat Stadion Khalifa International menjadi salah satu arena Piala Dunia 2022. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas dua kali lipat dari 20 ribu menjadi 45 ribu penonton.
Stadion Khalifa International sejatinya sudah eksis sejak 1976. Arena yang pernah dipakai untuk Asian Games 2006 itu mengalami berbagai renovasi. Stadion ini dibangun dengan konsep multicabang untuk menjadi arena tanding olahraga lain. Arsitek juga memasang semacam rangka berbentuk busur agar memungkinkan dilaksanakannya pertunjukan kembang api.
Education City Stadium
Tempat ini dibangun khusus untuk menyorot posisi Qatar sebagai pusat pembelajaran yang dinamis bagi siswa dan akademisi di seluruh Arab dan sekitarnya. Stadion ini adalah tempat megah yang berlokasi di Al-Rayyan, Qatar. Atau lebih tepatnya 15 kilometer dari ibukota, Doha. Stadion yang dirancang oleh Fenwick-Iribarren Architects dan Pattern Design ini kabarnya mampu menampung 40 ribu penonton.
Ketika Education City Stadium sedang tidak digunakan, listrik yang dihasilkan dari panel fotovoltaik akan dihibahkan ke fasilitas olahraga, kampus dan rumah sakit terdekat. Selain itu, Education City Stadium juga diklaim mampu menghemat 55% air dibandingkan stadion lain.
Yang sama dengan stadion lain adalah, kapasitas stadion Education City ini akan mengalami pengurangan setelah Piala Dunia berakhir. Mereka akan mengurangi kapasitas stadion menjadi sekitar 25 ribu kursi. Dan Kursi-kursi tersebut nantinya akan disumbangkan ke negara berkembang.
Stadion Al Janoub
Stadion ini sempat menuai kontroversi lantaran desainnya yang menyerupai alat kelamin perempuan. Zaha Hadid Architects, yang memenangkan tender pembangunan stadion Al Janoub menuai kritik karena desainnya yang nyeleneh itu. Bahkan ketika desainnya di rilis, media barat sempat menjulukinya sebagai “Vagina Stadium”.
Stadion ini mulai dibangun pada tahun 2014, tapi sempat mangkrak dan pembangunan mulai serius pada tahun 2016 hingga bisa digunakan pada 2019. Setelah dipilih menjadi venue Piala Dunia, stadion ini mengalami renovasi besar-besaran. Salah satu perubahan yang mencolok adalah bagian eksterior yang diklaim terinspirasi dari bentuk gurun pasir di Timur Tengah.
Ajax tegen Club Brugge in het Al Janoub Stadion in Al Wakrah. Bij Ajax zijn er basisplaatsen voor Gravenberch, Traoré en Promes die zijn rentree maakt na een kuitblessure. Ruud Vormer is van de partij bij de Belgische kampioen. pic.twitter.com/4CspD1eMYg
— Jeroen Kapteijns (@JeroenKapteijns) January 11, 2020
Kapasitas stadion juga ditingkatkan menjadi 40 ribu kursi. Namun setelah Piala Dunia 2022 selesai bergulir, kabarnya separuh kapasitas kursi penonton bisa dilepas dan akan disumbangkan ke negara yang membutuhkan. Kayaknya, Qatar emang doyan bagi-bagi kursi ya.
Stadion Ahmad Bin Ali
Stadion yang terletak di Al Rayyan ini sudah dibangun sejak 2003. Namun usai terpilih menjadi arena Piala Dunia 2022, markas klub Al Rayyan SC sempat dirobohkan untuk dibangun kembali dengan fasilitas yang memenuhi untuk Piala Dunia.
Sebelum direnovasi kapasitas Stadion Ahmad Bin Ali hanya 20 ribu kursi. Namun setelah mengalami renovasi besar-besaran kapasitas kursi ditingkatkan menjadi dua kali lipat yaitu 40 ribu. Selain itu, desain interior juga diperbarui agar terlihat mewah dan menggambarkan negara Qatar yang indah.
Salah satu keunikan stadion ini adalah bagian eksterior yang bisa menyala warna-warni seperti Allianz stadium, markas Bayern Munchen. Tak hanya itu, bagian eksterior juga bisa menjadi layar raksasa untuk menyajikan cuplikan pertandingan di dalamnya.
Sumber: Qatar2022, Stadiumguide, Sportbrief, Bola


