Beranda blog Halaman 450

7 Rivalitas Paling Panas Antar Negara Piala Dunia

Rivalitas antar klub mungkin sudah biasa. Tapi rivalitas antar negara, itu baru hal lain. Rivalitas antar negara ini kurang lebih sama dengan rivalitas di klub, tapi biasanya rivalitas antar negara ini terjadi karena hubungan politik dan sejarah yang pahit diantara mereka.

Atau bisa juga, karena intensitas bertemu yang tinggi di ajang kompetisi bergengsi seperti Piala Dunia. Apa saja negara-negara yang punya rivalitas satu sama lain? Berikut daftar 7 rivalitas paling panas antar negara Piala Dunia.

Inggris vs Jerman

Rivalitas Inggris dengan Jerman itu mirip seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan. Ya, hubungannya satu arah. Hanya fans Inggris saja lah yang menganggap Jerman sebagai rival. Sementara fans Jerman lebih menganggap Belanda sebagai rival tradisional mereka. Meskipun begitu, setiap kali Der Panzer bertemu dengan the Three Lions sudah bisa dipastikan akan menjadi pertandingan yang seru.

Banyak momen tak terlupakan tercipta dari pertemuan kedua negara itu. Seperti di Piala Dunia 1966, dimana Inggris mengalahkan Jerman di final. Kemudian Jerman baru bisa membalas dendam di Euro 1996 dengan mengalahkan Inggris di babak semifinal.

Dan tentu saja ketika The Three Lions bisa membantai Die Mannschaft dengan skor 5-1 di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2002. Itu pertama kalinya Inggris bisa menang ketika bertandang ke Jerman. Juga ketika Jerman membantai Inggris dengan skor 4-1 di Piala Dunia 2010. Yang diwarnai dengan gol spektakuler Lampard yang dianulir wasit.

Selain di dalam lapangan, tensi panas juga terjadi di luar lapangan. Pendukung Inggris sering menggembar-gemborkan “Dua perang dunia dan satu piala dunia”. Menyinggung bagaimana Jerman kalah dari Inggris di dua perang dunia, dan kalah di final Piala Dunia. Untungnya itu sudah semakin jarang dinyanyikan oleh para pendukung Inggris.

Jerman vs Belanda

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, rival tradisional Jerman bukanlah Inggris. Fans Der Panzer punya kebencian khusus untuk tim Belanda. Begitu juga sebaliknya, De Oranje juga punya kebencian mendalam terhadap Die Mannschaft. Kebencian dua negara ini tentu berakar dari masalah yang lebih dalam. Yaitu ketika Nazi Jerman menginvasi Belanda di perang dunia kedua.

Dan sepak bola sering menjadi media bentrokan kebencian mereka, bahkan bertahun-tahun setelah perang berakhir. Seperti di Piala Dunia 1974, Belanda bertemu dengan Jerman Barat di partai final. Di pertandingan tersebut, para pemain Belanda mengaku tidak hanya ingin mengalahkan Jerman, tapi juga mempermalukan mereka. Namun pertandingan malah berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Jerman.

Pemain legendaris Jerman, Karl-Heinz Rummenigge pernah mengeluhkan bagaimana para pemain Belanda selalu membawa-bawa tragedi perang dunia ke ranah sepak bola. Namun tetap saja, kebencian sudah kadung mendarah daging.

Pada semifinal Euro tahun 1988 Belanda berhasil mengalahkan Jerman Barat. Ronald Koeman pada saat itu merayakan kemenangan dengan mengelap bokongnya menggunakan jersey milik pemain Jerman, Olaf Thon

Serbia vs Kroasia

Serbia dan Kroasia dianggap sebagai salah satu rivalitas paling panas di dunia sepak bola internasional. Ketegangan di antara kedua negara ini dipicu oleh masalah sejarah dan politik. Kedua negara ini tadinya tergabung dalam satu negara bernama Yugoslavia yang kemudian pecah.

Namun sebenarnya keduanya jarang bertemu di kompetisi sepak bola. Karena jarang bertemu, persaingan kedua negara ini sering dilimpahkan pada level klub. Salah satu kejadian yang jadi puncak konflik adalah pada tahun 1990. Pertandingan antara Red Star Belgrade dan Dinamo Zagreb yang kemudian berujung kerusuhan. Tensi panas juga masih terasa bertahun-tahun setelahnya.

Di tahun 2013, Kroasia berhadapan dengan Serbia untuk pertama kalinya setelah perang. Para pemain Serbia disambut dengan nyanyian “Musnahkan orang-orang Serbia” dari para pendukung Kroasia. Pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk Kroasia.

Jepang vs Korea Selatan

Menyebrang ke benua Asia. Lagi-lagi rivalitas kedua negara ini berakar dari masalah politik. Pada tahun 1950-an setelah berakhirnya masa pendudukan Jepang di Korea Selatan, Presiden Korea Selatan saat itu, Rhee Syngman tidak mengizinkan pertandingan kualifikasi antar dua negara tersebut diselenggarakan di Seoul.

Ia juga mewanti-wanti kalau sampai Korsel kalah dari Jepang di Tokyo, para pemain tim nasional Korsel tidak diperbolehkan pulang ke negaranya. Ancaman tersebut ternyata manjur. Korsel bisa menang di Tokyo dan berhasil melaju ke Piala Dunia 1954.

Rivalitas kedua negara ini kemudian mereda. Ditandai dengan Korsel dan Jepang yang setuju menjadi tuan rumah Piala Dunia bersama di tahun 2002. Tapi tetap saja, tensi tinggi selalu menyelimuti keduanya setiap mereka berhadapan. Mengingat, kedua negara ini adalah poros kekuatan sepak bola di Asia.

USA vs Meksiko

Amerika Serikat bisa dibilang sebagai anak baru di dunia sepak bola. Olahraga ini memang bukan olahraga populer di negeri paman sam. Tapi bukan berarti mereka tidak punya rival. Ya, rival Amerika Serikat adalah Meksiko, dimana kedua negara tersebut saling berbagi garis perbatasan satu sama lain.

Sebenarnya untuk waktu yang lama Amerika Serikat lebih sering kalah jika bertemu dengan tetangganya itu. Sebelum tahun dekade 90-an, Meksiko hanya pernah dua kali kalah dan tiga kali imbang dalam 29 pertemuan mereka.

Namun, perkembangan sepak bola di Amerika Serikat yang sangat pesat membuat banyak bibit muda berbakat tumbuh di negeri paman sam. Seiring berjalannya waktu sepak bola di Amerika serikat semakin berkemang. Dari kompetisi liga domestik sampai pengembangan pemain muda. USA bahkan datang ke Piala Dunia Qatar sebagai tim termuda kedua setelah Ghana.

Brasil vs Argentina

Tentu saja, tidak lengkap jika tidak memasukan Argentina dan Brasil ke dalam daftar ini. Selecao dan Albicelestes adalah poros kekuatan sepak bola di benua Amerika, atau mungkin juga dunia. Total, kedua negara tersebut sudah mengoleksi tujuh Piala Dunia.

Tidak hanya dalam hal prestasi tim, baik Brasil dan Argentina juga produsen utama pemain terbaik dunia. Karena itu juga, rivalitas kedua negara ini terbawa sampai ke perdebatan siapa pemain terhebat, apakah Pele atau Maradona? Juga mana gaya bermain yang lebih baik, apakah La Nuestra atau Jogo Bonito?

Salah satu laga yang diingat tentu saja pada final Copa America tahun 2021. Kita tentu ingat video yang beredar, dimana Messi begitu bernafsu untuk memenangkan Copa America di stadion kebanggan Brasil, Maracana. Itu juga jadi trofi bergengsi pertama Messi untuk Argentina.

Prancis vs Italia

Italia memang gagal berpartisipasi di Piala Dunia 2022. Jadi sangat disayangkan kita tidak bisa melihat rivalitas kedua negara itu lagi. Sebelumnya Italia juga gagal lolos kualifikasi di 2018. Penikmat bola pasti sudah rindu keduanya bisa bentrokan lagi di Piala Dunia.

Prancis dan Italia memang dua kekuatan besar sepak bola di Eropa. Jadi, tidak heran kalau ada rivalitas di antara kedua negara tersebut. Selain itu, Prancis dan Italia juga sering berhadapan di turnamen bergengsi. Seperti pada perempat final Piala Dunia 1998 dimana Prancis keluar sebagai pemenang lewat babak adu penalti yang menyakitkan.

Lalu dua tahun setelahnya, Prancis kembali mengalahkan Italia di partai final Euro 2000. Italia baru bisa membalas di Piala Dunia 2006. Gli Azzurri berhasil menjadi juara dunia setelah mengalahkan Prancis di salah satu laga final paling dramatis dalam sejarah turnamen.

Di Euro tahun 2008 Italia kembali bisa membalaskan dendam mereka setelah mengalahkan Prancis di fase grup sekaligus mengirim pasukan les blues pulang lebih cepat. Saat itu bahkan Buffon berkata “Mengalahkan Prancis adalah cara terbaik untuk meminta maaf kepada para pendukung kami”.

 

Sumber referensi: ESPN, B/R, Hospitality

Inilah Fakta dari Pertandingan Pertama Piala Dunia 2022

Pesta kembang api di Al Bayt Stadium menandai dimulainya turnamen sepak bola terbesar di seluruh dunia, Piala Dunia 2022. Partai pembuka mempertemukan tim tuan rumah, Qatar melawan tim dari benua Amerika, Ekuador. Ekuador dengan mudah mengalahkan Qatar, yang merupakan tim debutan di ajang Piala Dunia. Skor akhir adalah 2-0 dimana sang kapten, Enner Valencia mencetak kedua gol tersebut.

Gol pertama tercipta dari titik putih ketika laga baru berjalan 16 menit. Tak lama setelahnya, atau di menit ke-31 Valencia kembali mencetak gol. Tandukan Valencia tak kuasa dihalau kiper Qatar, Al Sheeb. Ekuador pun berhasil mengantongi kemenangan penting fase grup. Terlepas dari itu, terdapat beberapa fakta yang tercipta di pertandingan pembuka Piala Dunia 2022.

Tuan Rumah Pertama yang Kalah di Laga Pembuka

Fakta yang pertama adalah Qatar menjadi tim tuan rumah pertama yang kalah di laga pembuka. Sayang, pesta pembukaan yang sangat impresif tidak bisa diimbangi dengan performa tim Qatar di atas lapangan. Setelah pertandingan ini, Qatar akan menjamu Senegal dan Belanda. Kedua tim itu tentu lebih kuat dari Ekuador.

Jika anak asuh Felix Sanchez tidak segera melakukan perubahan dan peningkatan kualitas bermain, Qatar terancam akan menjadi tim tuan rumah terburuk dalam sejarah Piala Dunia. Untuk saat ini, gelar tersebut masih dipegang oleh Afrika Selatan yang gagal lolos fase grup Piala Dunia 2010.

Afrika Selatan mengakhiri laga pembuka melawan Meksiko dengan hasil imbang 1-1. Lalu dibantai Uruguay 3-0, dan bisa mengalahkan Prancis yang compang-camping dengan skor 2-1. Afrika Selatan tidak bisa lolos grup setelah hanya kalah selisih gol dari Meksiko.

Gol Pertama yang Offside Dengan Teknologi Baru

Fakta kedua adalah di Piala Dunia 2022 ini merupakan Piala Dunia pertama yang menggunakan teknologi offside semi otomatis. Teknologi tersebut merupakan pegembangan dari VAR yang sudah ada. Dan teknologi ini juga sudah diuji coba pada pertandingan Piala Arab 2021 dan Piala Dunia antar klub 2021.

Offside semi otomatis ini bekerja menggunakan sistem sensor yang ada di bola dan kamera di seluruh stadion. Dengan teknologi tersebut, wasit bisa mengecek secara langsung apakah dalam proses terciptanya gol, ada offside atau pelanggaran terjadi.

Dan teknologi tersebut sudah memakan korban di laga pembuka ini. Baru tiga menit laga berjalan, Enner Valencia sebenarnya sudah mencetak gol. Namun gol tersebut dianulir oleh wasit karena offside. Ternyata kaki kanannya lebih dulu terjebak offside sebelum ia menyundul bola ke gawang. Kejadian offside itu memang sangat sulit dilihat kasat mata.

Samai Torehan 5 gol Zidane di Piala Dunia

Meskipun gol pembukanya dianulir offside, Enner Valencia tetap mencatatkan prestasi yang membanggakan. Ia mencetak dua gol di pertandingan tersebut, artinya Valencia sudah menyamai catatan 5 gol legenda Prancis, Zinedine Zidane sepanjang sejarah Piala Dunia. Namun, kebanyakan gol Zidane tercipta di laga final. Mungkin agak sulit bagi Valencia untuk menyamai catatan Zidane yang itu.

Meskipun begitu, tidak menghilangkan fakta Enner Valencia tampil memukau di laga tersebut. Dengan dua golnya, ia menjadi man of the match pertandingan itu. Valencia menjadi tumpuan serangan tim Ekuador. Larinya yang kencang menghasilkan penalti dan lompatan indahnya menciptakan gol kedua bagi Ekuador.

 

Sumber referensi: As, Athletic, Sporting

Berita Bola Terbaru 21 November 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

BELUM RESMI HENGKANG, JERSEY BEKAS RONALDO SUDAH TERJUAL MAHAL

Meski belum resmi berpisah dengan Manchester United, jersey yang dikenakan Cristiano Ronaldo di pertandingan melawan Aston Villa awal November lalu, yang kemungkinan bakal jadi laga terakhirnya itu, sudah terjual dengan harga fantastis. Dilansir Sportbible, jersey away berwarna putih itu, sudah dibeli oleh penawar asal Cina yang enggan disebutkan namanya, dengan harga 39.000 pound atau setara Rp725 juta.

ERIKSEN AKUI SEDIH TINGGALKAN INTER

Baru-baru ini, Football Italia mengungkapkan fakta yang melibatkan punggawa Manchester United, Christian Eriksen. Menurut laporan, sang pemain ternyata merasa sedih karena harus meninggalkan Inter Milan lebih cepat karena serangan jantung yang ia alami. Peraturan di Serie A memang sangat ketat soal kebugaran, dan Eriksen tak memenuhi standar tersebut. Eriksen pun sempat merasa sedih karena ia merasa waktunya di Italia sangat berkesan. Ia tergabung dengan skuad Nerazzurri yang meraih scudetto 2020/21.

RAMSEY: PIALA DUNIA INI UNTUK SPEED

Membawa Wales ke ajang sebesar Piala Dunia membuat Aaron Ramsey merasa sedikit emosional. Ia juga sempat berkata bahwa Piala Dunia kali ini ia persembahkan untuk legenda Wales. Dilansir The Sun, Ramsey menjadi emosional karena ia berhasil membawa Wales ke Qatar di tengah keadaan sepakbola Wales yang tidak baik-baik saja. Ia juga mengatakan bahwa Piala Dunia kali ini ia persembahkan untuk legenda Wales Gary Speed yang telah meninggal 11 tahun lalu.

BOMBER WALES TAK SABAR INGIN SINGKIRKAN INGGRIS

Selain Ramsey, Kieffer Moore juga semangat dalam menyambut Piala Dunia pertama mereka sejak 1958. Dilansir BBC, dengan bergabungnya Wales dengan Inggris di Grup B, itu membuat Moore semangat. Ia tak sabar untuk menggulingkan Inggris dari Grup B. Ia tak segan-segan mengatakan kalau ia dan timnas Wales siap menggantikan negara tetangganya itu untuk lolos ke babak 16 besar.

HAZARD: SAYA MASIH BISA BANTU BELGIA

Di tengah performanya yang tak kunjung membaik, Eden Hazard masih percaya bahwa ia bisa memberikan sesuatu yang lebih untuk Belgia. Dilansir Goal, meski sudah tidak dalam kondisi terbaiknya, Hazard menekankan kalau ia masih mempertahankan teknik yang ia punya. Meski berat badannya terus bertambah Hazard yakin masih bisa berkontribusi banyak bagi negaranya di Piala Dunia 2022 kali ini.

BOEHLY INGIN DATANGKAN RONALDO, TAPI ITU BISA RUSAK RENCANA POTTER

Mendengar kabar bahwa Cristiano Ronaldo akan dipecat, Todd Boehly kembali menghidupkan minatnya kepada sang mega bintang. Kabarnya Boehly ingin menandai rezimnya di Inggris dengan mendatangkan Ronaldo ke Chelsea. Namun menurut Goal, hal itu bertolak belakang dengan sang pelatih, Graham Potter. Menurut laporan, dengan mendatangkan Ronaldo, Boehly bisa saja merusak proyek Potter. Menurut Potter, dengan adanya Ronaldo itu akan mengganggu keseimbangan lini depan yang sudah diisi oleh Kai Havertz dan Aubameyang.

SPURS DEKATI BINTANG ATALANTA

Jelang bursa transfer Januari, Tottenham telah dikaitkan dengan bintang Atalanta, Ruslan Malinovskyi. Dilansir Football Italia, kemungkinan Spurs mendatangkan Malinovskyi kian terbuka karena kontrak sang pemain akan berakhir pada bulan Juni 2023. Terlebih, hubungan sang pemain dengan pelatihnya, Gian Piero Gasperini kian memburuk sejak awal musim. Menurut laporan, ini jadi momentum yang tepat bagi Spurs apabila ingin mendatangkan sang gelandang. Negosiasi belum terjalin, tapi Conte tampaknya serius untuk mendatangkan Malinovskyi.

SEBELUM TUKANGI ROMA, MOURINHO TERNYATA SOWAN DULU PADA FONSECA

Baru-baru ini, Paulo Fonseca menyatakan bahwa ia tidak memiliki dendam kepada AS Roma setelah digantikan Jose Mourinho. Fonseca sendiri mendapat kabar bahwa ia akan digantikan jauh sebelum ia dipecat, dan itu membuatnya sedikit frustasi. Namun, sikap Mourinho membuatnya sedikit lega. Dilansir Football Italia, Fonseca membeberkan, ketika klub ingin menggantikannya dengan Mourinho, pelatih asal Portugal itu langsung mengirimkan pesan kepadanya. Hal itu menimbulkan rasa respect pada Mou. Fonseca sangat menghargai keterbukaan dan kejujurannya.

GARNACHO BAKAL NAIK GAJI DI MU

Setelah berkontribusi dalam empat gol Manchester United dalam empat pertandingan terakhir, Alejandro Garnacho dikabarkan akan mengalami kenaikan gaji yang signifikan. Dilansir Daily Star, Garnacho dan United sedang mendiskusikan kontrak baru, dan kabarnya sang pemain akan mendapatkan kenaikan gaji hingga 10 kali lipat. Saat ini Garnacho mendapatkan gaji 5000 pound (Rp92 juta) per pekan, dan jika ia menandatangani kontrak baru, gajinya akan meningkat jadi 50.000 pound (Rp929 juta) per pekan.

CHIESA PANGKAS JATAH LIBUR DEMI KEMBALIKAN KONDISI

Punggawa Juventus, Federico Chiesa baru kembali dari cedera panjang yang ia alami Februari lalu. Kini ia sudah mengantongi tiga penampilan di semua kompetisi bersama La Vecchia Signora musim ini. Karena Italia tak lolos Piala Dunia, sang pemain berniat untuk memangkas masa liburannya demi meningkatkan kebugaran. Dilansir Football Italia, Chiesa rela memangkas libur jeda Piala Dunianya demi meningkatkan kebugarannya untuk mempersiapkan diri jelang paruh kedua Serie A musim 2022/23.

PIALA DUNIA 2022: EKUADOR TEKUK QATAR

Timnas Qatar harus mengakui ketangguhan Timnas Ekuador di laga pembuka Piala Dunia 2022. Bermain di Al Bayt Stadium, Qatar tampak tidak maksimal sejak menit awal. Mereka tidak bermain lepas. Di sisi lain, Ekuador tampil cukup percaya diri sejak menit awal. Kedua gol Ekuador kali ini diborong oleh penyerang mereka, Enner Valencia di menit ke-16 lewat titik penalti dan menit ke-31 melalui sundulan kepala. Hasil ini untuk sementara menempatkan Ekuador di posisi pertama klasemen grup A.

QATAR CETAK REKOR TERBURUK DI PIALA DUNIA 

Qatar mencatatkan rekor buruk dalam Piala Dunia 2022. Mereka jadi tuan rumah pertama yang kalah pada pertandingan pertama ajang paling bergengsi tersebut. Bukan cuma itu, kekalahan ini juga merusak rekor sempurna timnas Qatar di Stadion Al Bayt. Sebelumnya, timnas Qatar sudah bermain tiga kali di stadion berkapasitas 60.000 penonton dan selalu menang dengan total skor 9-0. Dalam periode tersebut, timnas Qatar menaklukkan Uni Emirat Arab (5-0), Iraq (3-0), dan Bahrain (1-0).

TAMPIL MENGECEWAKAN, FANS QATAR PULANG DI TENGAH LAGA

Timnas Qatar tampil buruk di laga pembuka Piala Dunia 2022. Menjamu Ekuador, mereka menunjukkan permainan yang grogi. Suporter Qatar pun jelas begitu kecewa dengan penampilan timnya. Pada pertengahan babak kedua, ribuan orang memilih meninggalkan Stadion Al Bayt, Al Khor. Salah satu fans Qatar, Ahmed Al Darwish mengatakan, “Penampilan kami sangat-sangat buruk. Segala hal sebelum pertandingan sangat luar biasa. Namun penampilan kami sangat buruk,” ucapnya dikutip AS.

INI ALASAN WASIT ANULIR GOL ENNER VALENCIA

Wasit tidak mengesahkan gol pertama Enner Valencia ke gawang Qatar. Rekaman VAR dan bantuan simulasi animasi 3D menjelaskan, Michael Estrada berada pada posisi offside karena lututnya berada di belakang kiper Saad Al Sheeb saat terjadi perebutan bola di area gawang Qatar. Menurut aturan pertandingan internasional FIFA, pemain dari tim yang menyerang terperangkap dalam posisi offside bila anggota badannya berada di belakang kiper tim yang diserang meski masih ada satu pemain non-kiper yang tidak terlibat langsung dalam proses gol. Hanya dengan bantuan VAR, wasit dapat membuktikan situasi sulit.

FANS EKUADOR NYANYIKAN PROTES DI STADION AL-BAYT

Keputusan Qatar melarang alkohol di dalam stadion pada gelaran Piala Dunia 2022 nampaknya tak disambut baik fans Ekuador. Beberapa suporter menyuarakan protes lewat nyanyian terkait keputusan untuk melarang bir. Hal itu diketahui dalam unggahan Twitter yang dibuat jurnalis asal Inggris, Sam Street. Ia mengunggah momen ketika fans Ekuador meneriakkan kalimat tersebut.

LANTUNAN AYAT SUCI AL-QUR’AN BUKA PIALA DUNIA 2022

Opening Piala Dunia 2022 dibuka dengan berbagai performa, salah satunya lantunan ayat suci Al Quran. Pembacaan kalam ilahi ini dilantunkan oleh penyandang disabilitas bernama Ghanim Al Miftah. Ghanim Al Muftah yang merupakan Brand Ambassador Piala Dunia 2022 membaca ayat suci Al Quran tepatnya Surat Al-Hujurat ayat 13. Selain Ghanim, aktor Amerika Serikat Morgan Freeman dan bintang BTS Jungkook juga hadir di kesempatan tersebut.

KATA PELATIH GUSTAVO ALFARO SETELAH EKUADOR KALAHKAN QATAR

Usai memenangkan laga kontra Qatar, pelatih Timnas Ekuador Gustavo Alfaro mengakui bahwa skuatnya bisa melewati tekanan dengan mengamankan tiga poin. Meski menang, namun Gustavo Alfaro mengatakan bahwa masih ada yang perlu ditingkatkan dalam skuatnya.”Yang paling penting adalah menang. Kami bermain seperti yang kami inginkan,” ungkapnya.

SUPORTER DI AL BIDDA QATAR RICUH JELANG LAGA PERDANA PIALA DUNIA 2022

Kericuhan terjadi jelang duel perdana Piala Dunia 2022 antara Qatar vs Ekuador. Di fan zone, kerusuhan terjadi oleh para penonton. Lagi-lagi alasan sepele, para penonton tak bisa masuk ke kawasan Al Bidda sebagai area khusus penggemar. Penonton dengan jumlah ribuan itu memaksakan diri masuk ke area fan zone yang telah disediakan oleh layar raksasa di lokasi itu. Polisi pun dengan sigap mengamankan lokasi. Hingga kini belum ada kabar soal korban dari peristiwa ini. 

MALAM INI INGGRIS BERLUTUT SAAT MELAWAN IRAN

Timnas Inggris berencana untuk melakukan aksi berlutut jelang kick off di laga kontra Iran malam ini, Senin (21/11). Sang pelatih, Gareth Southgate, mengatakan momen Piala Dunia 2022 menjadi hal yang paling penting untuk memberikan pesan khusus. Seperti diketahui, Inggris telah berlutut sebelum pertandingan sejak 2020, awalnya karena solidaritas terhadap protes atas kematian George Floyd di tangan seorang petugas polisi Minneapolis dan untuk mendukung kesetaraan atau anti diskriminasi.

GARETH BALE SIAP MAIN DI PIALA DUNIA 2022

Timnas Wales akan bertemu Amerika Serikat di Ahmad bin Ali Stadium pada matchday 1 Grup B Piala Dunia 2022, Selasa, 22 November 2022, jam 02:00 WIB. Sang kapten Gareth Bale, yang bisa dibilang cukup paham sepak bola Amerika Serikat karena bermain untuk Los Angeles FC, tidak boleh dilupakan. Bale siap main dan akan membuktikan bahwa dirinya mampu ‘menaklukkan’ Negeri Paman Sam.

CHELSEA COBA BAJAK CHIESA DARI JUVENTUS

Ada kabar buruk datang bagi Juventus. Dikutip Caughtoffside, winger andalan mereka, Federico Chiesa dilaporkan masuk dalam radar transfer Chelsea. The Blues tertarik merekrut Chiesa di tahun 2023 nanti. Menurut laporan tersebut, Chelsea sedang mencari winger baru. Karena Graham Potter tidak puas dengan skuat Chelsea saat ini. Beberapa winger Chelsea diklaim tidak cocok dengan skema permainan Potter.

DE JONG SERANG PETINGGI BARCELONA

Frenkie de Jong menuduh petinggi Barcelona sengaja menginginkan dirinya untuk hengkang dari Camp Nou. Ia pun membeberkan kecurigaannya tersebut baru-baru ini. De Jong menjelaskan bahwa hubungan antara dirinya dan petinggi klub telah rusak. Meski tidak terlibat secara langsung, tapi pemain Belanda itu mengaku tetap profesional. Tudingan tersebut semakin kuat saat De Jong mengetahui dirinya tidak mendapatkan kejelasan soal kontraknya di Barcelona. Dia mengaku sangat jengkel akan hal tersebut.

BENZEMA, DESCHAMPS TOLAK CARI PENGGANTI

Prancis dipastikan tanpa Karim Benzema di Piala Dunia 2022. Meski demikian, pelatih Prancis Didier Deschamps tidak akan memanggil pemain lagi sebagai pengganti. Prancis akan menjalani Piala Dunia 2022 dengan 25 pemain. Sementara itu, melalui akun Instagram miliknya, Benzema mengaku ‘terpaksa’ menyerah di Piala Dunia 2022 demi kebaikan timnas Prancis. Ia mencoba legowo. Bagaimanapun kepentingan tim di atas segalanya.

SUKSES JALANI OPERASI, MANE KIRIM PESAN KE TIMNAS

Kapten Senegal Sadio Mane telah menjalani operasi pada cedera lutut yang membuatnya absen dari Piala Dunia 2022. Mane pun memberikan pesan semangat kepada rekan-rekannya jelang duel kontra Belanda. Mane yakin, rekan setimnya akan berusaha tampil maksimal untuk meraih hasil terbaik di Piala Dunia 2022. “Seperti semua fans, saya yakin bahwa saya rekan satu tim akan bertarung sebagai satu orang dan seperti yang biasa mereka lakukan untuk menghormati Senegal kita tercinta,” ujar Sadio Mane.

AUSTRIA VS ITALIA: GLI AZZURRI TUMBANG 2-0

Tim yang gagal lolos ke Piala Dunia 2022, Italia harus mengakui keunggulan Austria dalam laga uji coba. Bertanding di Stadion Ernst Happel, Senin dini hari tadi, Azzurri tumbang dengan skor 0-2. Austria sudah mampu mengungguli Italia 1-0 di menit keenam lewat Xaver Schlager, yang memanfaatkan umpan Marko Arnautovic. Austria lantas memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-36 lewat sepakan bebas David Alaba. 

Dengan Faktor Ini, Masihkah Prancis Sangar di Piala Dunia 2022?

Allez Les Bleus. Perasaan was-was masih menyelimuti kubu Prancis yang masih tak tahu nasibnya bakal menghindari kutukan juara bertahan atau tidak. Namun beberapa masalah yang menimpa skuad mereka perlahan mulai dibereskan. Termasuk gelombang para pilarnya yang mengalami cedera. Dengan kondisi dan performa seperti ini, lantas apakah masih layak menyebut Les Blues akan tetap perkasa di Piala Dunia kali ini?

Siapa Ganti Para Pemain Yang Cedera?

Permasalahan gelombang para pemain cedera seakan menghantui Prancis setiap saat. Setelah Kante, Pogba, Maignan, Kimpembe, kini giliran Nkunku dan Benzema.

Masalah Kante, Kimpembe dan Pogba sudah beres dan sudah diumumkan juga siapa penggantinya. Kemudian penyerang Leipzig, Christopher Nkunku yang juga sudah digantikan oleh penyerang Frankfurt, Randal Kolo Muani.

Khusus Benzema, Deschamps akhirnya berbicara kepada media Prancis bahwa Benzema tidak akan digantikan dengan siapa pun. Artinya, Prancis tetap hanya dengan 25 skuad di Piala Dunia 2022 kali ini.

Melihat kedalaman skuad minus para pemain yang gagal tampil, sebenarnya mereka masih layak untuk bertahan lebih lama di Qatar nanti. Kedalaman lini pertahanan dan penyerangan mereka masih tergolong menakutkan. Hal itulah yang seharusnya tetap menjadi modal kepercayaan diri Prancis.

Format Lini Tengah Bekas Juara 2018

Namun yang menjadi soal adalah lini tengah mereka. Mempercayakan pemain seperti Tchouameni dan Camavinga memang adalah terobosan regenerasi yang bagus. Namun dengan kualitasnya yang masih jauh dari Pogba dan Kante, harusnya Deschamps segera kerja keras mencari solusi lain untuk mengatasi permasalahan ini.

Bagaimanapun lini tengah adalah kelemahan utama Les Bleus di Piala Dunia kali ini. Tanpa tiga pilar bekas juara dunia 2018, yakni Pogba, Kante, dan Matuidi, membuat kekuatan Prancis sebagian berkurang signifikan.

Komposisi lini tengah Prancis sejak di Nations League sering inkonsisten. Walaupun ada Kante maupun Pogba. Kita tahu meskipun Kante dan Pogba kualitasnya adalah pemain bintang, namun di level klub mereka sama-sama menurun performanya dan sering diganggu cedera musim ini.

Artinya memang sudah seharusnya Deschamps menyiapkan “Plan B” untuk komposisi lini tengah mereka. Namun dengan segala eksperimen yang dicoba, hasilnya ternyata kurang memuaskan. Dari enam laga terakhir mereka di Nations League hanya sekali menang, dua kali seri, dan tiga kali kalah.

Mereka ketika itu menggunakan komposisi gelandang yang berubah-ubah. Para gelandang yang dibawa Deschamps ke Piala Dunia kali ini seperti Tchouameni, Fofana, Rabiot, Guendouzi, maupun Camavinga terus dicoba kombinasinya.

Untuk mengatasi inkonsistensi gelandangnya, Deschamps nampaknya segera harus kembali pada pola tiga gelandangnya seperti pada Piala Dunia 2018. Dengan komposisi tiga gelandang sekaligus, lebih memungkingkan menciptakan keseimbangan dalam menyerang maupun bertahan.

Mengubah salah satu dari Camavinga atau Rabiot yang berkaki kiri untuk menjadi penjaga kedalaman di sayap kiri adalah solusi. Dengan begitu, di sisi kiri penyerangan akan lebih didominasi Fullback kiri mereka, yakni Theo maupun Lucas Hernandez.

Kedua Fullback kiri yang punya kemampuan menyerang yang lebih baik, akan lebih nyaman untuk merangsek ke depan tanpa harus memikirkan lini pertahanan. Karena areanya sudah otomatis di-backup oleh salah satu dari Rabiot atau Camavinga.

Empat Bek Deschamps

Pola taktik yang fleksibel dari Deschamps seperti inilah yang patut ditunggu. Ia pernah berhasil ketika di Rusia 2018 lalu. Ketika itu di Matchday pertama, ia hanya menggunakan double pivot yakni Pogba dan Kante saja. Kemudian di partai selanjutnya, ia menambah Matuidi sebagai gelandang ekstra yang ditempatkan di sisi kiri. Harusnya, di Piala Dunia kali ini Deschamps perlu mencoba untuk menerapkannya lagi.

Tak dipungkiri, Deschamp setelah sukses di Piala Dunia 2018 telah membuat kesalahan. Kesalahan ketika ia beralih dari pakem empat bek menjadi tiga bek. Eksperimen pola tiga beknya di babak knockout Euro 2020 yang lalu, dapat dikatakan sebagai eksperimen yang gagal. Begitupun apa yang ia teruskan ketika di Nations League. Hasilnya juga kacau. Prancis tak lolos ke Final Four dan hanya menang sekali.

Maka dari itu, Deschamps pun sudah legowo dan mengakui kesalahanya. Jelang Piala Dunia, ia pun sempat menunjukan gelagat untuk memakai pola empat bek lagi. “Saya tidak menggunakan sistem tiga bek lagi. Bukan hanya karena daftar pemain yang ada. Namun keputusan ini melalui beberapa refleksi yang panjang,” kata Deschamps pada laman resmi France Football Federation.

Percaya Komposisi Lini Depan Bekas Juara 2018

Dengan format empat bek, Prancis juga nantinya akan lebih cair dalam membangun serangan. Ditambah stok para penyerangnya yang masih tergolong mumpuni meskipun ditinggal Nkunku dan Benzema.

Kita tahu pola 4-2-3-1 milik Deschamps yang sukses di Piala Dunia 2018 itu, lini depannya diisi oleh para pemain seperti Mbappe di kanan, Giroud di ujung tombak, dan Griezmann sebagai second striker. Tak dipungkiri, sistem itulah yang membuat Les Bleus stabil selama di Rusia.

Sedangkan di Euro 2020 yang lalu, ketika ditambah dengan adanya Benzema malah mereka terbukti gagal total. Deschamps harusnya tetap percaya diri menggunakan komposisi penyerangan bekas juara 2018. Toh di bangku cadangan masih ada beberapa alternatif macam Dembele maupun Koman.

Yang paling menonjol tentu dengan hadirnya kembali Giroud sebagai starter di lini penyerangan Prancis. Fungsinya sebagai pemantul bola sekaligus pembuka ruang, terbukti menciptakan kenyamanan sendiri bagi Griezmann maupun Mbappe untuk lebih banyak mencetak gol.

Lawan Yang Tak Terlalu Berat Di Grup

Jika melihat lawan yang ada di Grup, harusnya dengan materi seperti ini mereka akan tetap bisa menjadi juara grup. Australia dan Tunisia di atas kertas tak terlalu meyakinkan kekuatannya. Hanya Denmark yang akan jadi musuh alot bagi mereka.

Parameter pembuktian kekuatan Prancis yang sesungguhnya harusnya mulai bisa dilihat dari partai melawan Tim Dinamit ini. Inilah sebenarnya yang dijuluki sebagai partai balas dendam.

Pasalnya di Nations League musim ini, Prancis pernah dijungkalkan Denmark dua kali. Di Piala Dunia 2018 yang lalu, meskipun jadi juara, Prancis juga belum bisa mengalahkan Denmark ketika di fase grup.

Mungkin inilah saatnya bagi Prancis untuk menuntaskan dendamnya. Sekaligus di Grup D ini Prancis harus bisa mengungguli Denmark apa pun caranya agar mereka menjadi juara grup. Karena nasib mereka akan terancam ketika hanya menjadi runner up. Mengingat kemungkinan mereka akan berhadapan dengan juara Grup C yang diprediksi akan ditempati oleh tim kuat Argentina.

Mengembalikan format lini tengah bekas juara 2018, komposisi penyerang bekas juara 2018, dan lawan di grup yang tak terlalu kuat, adalah beberapa indikator yang membuat asa Prancis terhindar dari kutukan gugur di fase grup akan semakin besar.

Sumber Referensi : theathletic, sportingnews, sportingnews, skysports

Jangan Geer! Arsenal Pernah Gagal Juara Walau Puncaki Klasemen di Paruh Musim

0

Betapa bahagianya fans Arsenal saat jeda Piala Dunia 2022 berlangsung. Klub yang, tentu saja mereka bangga-banggakan itu berhasil menyegel pucuk klasemen sementara Liga Primer Inggris sebelum jeda Piala Dunia. Arsenal duduk manis sekaligus menggigil di puncak mengungguli Manchester City dengan defisit lima poin.

Namun, Arsenal adalah tim yang sudah sangat ahli dalam meruntuhkan ekspektasi para penggemarnya. Betul bahwa tim yang memuncaki klasemen di paruh musim, peluang untuk juara sangat terbuka. Tapi Arsenal pernah melakukan itu dan gagal.

Bahkan itu bukan hanya sekali. Nah, berikut ini kala Arsenal puncaki klasemen di paruh musim, tapi gagal menjadi juara. Kira-kira para gooners ingat nggak ya?

Musim 1996/97

Arsenal sedang dalam misi untuk meraih kejayaan pada musim 1996/97. The Gunners kemudian menunjuk pelatih anyar, Arsene Wenger. Awalnya, kedatangan Wenger diragukan oleh publik Arsenal. Sebab Wenger adalah pelatih yang sebelumnya cuma melatih tim Jepang, Nagoya Grampus.

Namun, Wenger memang dipilih untuk merevitalisasi tim. Ketika itu Arsenal sedang tahap membangun ulang timnya. Bersamaan dengan itu, Wenger mendatangkan pemain anyar termasuk Patrick Vieira yang kala itu masih berusia 20 tahun.

Di awal kepelatihannya, Wenger ngegas dan mengerek posisi Arsenal ke puncak klasemen sebelum paruh musim. Setelah kemenangan 3-0 atas Leeds United, Arsenal pun memuncaki klasemen di pekan kesebelas.

Sebelum dilatih Wenger, Arsenal sudah tersingkir dari Piala UEFA. Pelatih asal Prancis itu pun diberi misi untuk membawa Arsenal lolos ke Liga Champions. Berada di puncak klasemen membuka peluang untuk itu. Namun, usai kemenangan atas Leeds, Arsenal malah tergelincir ke peringkat ketiga setelah kekalahan 1-0 atas Manchester United.

Namun, The Gunners lekas bangkit. Mereka kemudian memuncaki klasemen lagi setelah kemenangan 2-1 atas Newcastle. Arsenal pun bertahan di puncak klasemen sampai paruh musim tiba. Sayangnya itu tidak bisa dipertahankan Arsenal.

Banyak menuai hasil imbang, kebobolan, dan bahkan kalah membuat Arsenal merosot di peringkat ketiga. Kekalahan atas Newcastle 0-1 di jelang musim berakhir membuat mereka makin terhempas dari zona Liga Champions yang kala itu hanya dua tim teratas yang lolos. Di akhir musim Arsenal harus puas di peringkat ketiga, kalah selisih gol dari Newcastle di posisi kedua.

Musim 2002/03

Arsenal tampil sangat meyakinkan di musim 2002/03. Tampak mereka akan kembali meraih gelar Liga Inggris. Setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 3-0, Arsenal naik ke puncak klasemen pada pertengahan November 2002. Sebelum kemenangan atas Spurs tersebut, Arsenal sangat bagus.

Kemenangan atas The Lilywhites menggenapi 14 pertandingan tak terkalahkan Arsenal. Ketika itu bahkan pasukan Arsene Wenger tidak pernah kalah di laga tandang dan selalu mencetak gol. Kekalahan 3-2 atas Southampton di laga berikutnya bukan masalah.

Arsenal toh masih memuncaki klasemen. Anak asuh Arsene Wenger juga berhasil menahan imbang pesaing terberat mereka, Manchester United 2-2 pada pertengahan April 2003. Sampai bulan April, Arsenal masih berada di puncak klasemen. Gelar Liga Inggris di depan mata dan menyisakan tiga laga lagi.

Arsenal semestinya bisa menyapu bersih tiga laga itu, karena musuhnya juga tidak sulit. Namun dasar Arsenal, mereka justru hanya meraih imbang kontra Bolton Wanderers. Dan nahasnya, Arsenal justru kalah atas Leeds di kandang sendiri 3-2.

Tepat di titik itu, Manchester United menyalip Arsenal. Pasukan Sir Alex akhirnya memperlebar jarak menjadi lima poin. Meski menang besar atas Sunderland, Arsenal pun gagal meraih juara. United yang berhasil meraih trofi Liga Inggris musim itu.

Musim 2007/08

Pada musim 2007/08, Arsenal kian berkembang. Ketika itu, maskapai penerbangan Fly Emirates sudah masuk menjadi sponsor The Gunners. Penampilan Arsenal di Liga Inggris pun kian menggigit. Kepercayaan anak asuh Arsene Wenger sedang meletup-letup.

The Gunners tidak terkalahkan dalam 15 pertandingan awal di Liga Inggris musim itu. Tim yang sudah diperkuat William Gallas itu berhasil memuncaki klasemen hingga pertengahan musim. Lebih tepatnya sejak pertengahan September hingga awal Maret 2008. Dengan catatan tak terkalahkan di kandang.

Namun Arsenal tetap mengecewakan. Petaka sebenarnya sudah dimulai ketika Arsenal harus menghadapi Birmingham di pekan ke-22 pada Februari. Kala itu The Gunners gagal meraih kemenangan. Meski sebetulnya Arsenal bisa saja menang.

Jelang bubar, pemain Arsenal melakukan pelanggaran di kotak penalti. Gol penalti dari pemain Birmingham menyamakan kedudukan di menit-menit akhir. Skor imbang 2-2 tersaji, dan Gallas sangat emosional dengan tetap berada di lapangan usai laga. Sementara itu, Manchester United mengambil inisiatif untuk menyalip Arsenal dan memuncaki klasemen.

Hasil imbang tiga kali berturut-turut setelah itu dan kekalahan atas Chelsea bikin Arsenal makin terpuruk. The Gunners pun terlempar dari pucuk klasemen. Mereka turun hingga posisi tiga, disalip Chelsea. Di akhir musim The Gunners hanya mengumpulkan 83 poin, terpaut empat poin dari timnya Fergie di puncak.

Musim 2013/14

Arsenal barangkali memang diciptakan untuk mendatangkan kekecewaan pada penggemarnya. Coba bayangkan! Pada musim 2013/14 Arsenal nyaris menjuarai Liga Inggris. Kekalahan 6-3 atas Manchester City pada Bulan Desember adalah kekalahan sepele. Karena walaupun kalah, Arsenal masih bisa memuncaki klasemen.

Pasukan Wenger tampil konsisten. Bahkan tidak hanya dalam separuh musim. Pada musim dingin, Arsenal tetap stabil. Penampilannya terus naik dan duduk di puncak dengan nyaman. Total, 128 hari Arsenal berada di puncak klasemen Liga Inggris musim 2013/14.

Sayangnya, ketika berkunjung ke Anfield, Arsenal kena bantai 5-1. Kekalahan itu adalah awal dari keterpurukan Arsenal. The Gunners kembali menabung kekalahan. Mereka kalah melawan Everton dan Stoke City. Tidak hanya itu, kekalahan 6-0 atas Chelsea benar-benar menghancurkan mental anak asuh Wenger.

Arsenal pun terjungkal dari puncak klasemen. The Gunners turun ke peringkat keempat, dan bertahan hingga akhir musim. Meski menyapu lima laga terakhir dengan kemenangan, tapi Arsenal gagal kembali ke puncak. Musim itu Manchester City yang jadi juara, sedangkan Arsenal cuma mengumpulkan 79 poin.

Musim 2015/16

Dengan modal juara Piala FA pada musim 2014/15, Arsenal menatap Liga Inggris berikutnya dengan cara optimistis. Harusnya sih, begitu. Namun yang terjadi Arsene Wenger tampaknya terlalu pede dengan skuadnya. Nyaris tidak ada penambahan pemain mentereng untuk musim 2015/16.

Kiper anyar dari Chelsea, Petr Cech yang pada musim sebelumnya mencatatkan 16 clean sheets jadi satu-satunya penandatangan mentereng Arsenal kala itu. Keraguan pun menyelimuti Arsenal. Jack Wilshere dan Mikel Arteta diragukan kebugarannya. Tidak hanya itu, Arsenal juga dianggap bermain tanpa gaya.

Permainan Arsenal di bawah Wenger basi. Apalagi di laga pertama musim itu Arsenal sudah takluk atas West Ham 2-0. Namun dengan tertatih-tatih Arsenal sukses memuncaki klasemen di paruh musim 2015/16 berkat kemenangan 2-0 atas Bournemouth. Arsenal bertahan di puncak sebelum menelan kekalahan atas Chelsea untuk kedua kalinya.

Penampilan The Gunners kian merosot. Tim Wenger terasa tidak punya motivasi seperti kekalahan 3-2 atas MU di Old Trafford. Hal itu dimanfaatkan tim-tim lain untuk menyalip Arsenal, termasuk Leicester City. Leicester yang tampil apik, sedangkan Arsenal hobi mengoleksi hasil imbang membuat peluang untuk meraih juara menyusut.

Pada enam laga terakhir di musim itu, Arsenal hanya memenangi dua laga, sisanya berakhir imbang. Mereka gagal menggusur Leicester di puncak klasemen yang sudah terlanjur melaju kencang. Arsenal pun harus puas di posisi kedua dengan 71 poin. Kalah 10 poin dari Leicester yang akhirnya menjadi juara.

Arsenal beserta para penggemarnya boleh berbangga karena berada di puncak klasemen di paruh musim. Namun, kalau bisa sih harus mawas diri juga. Karena Arsenal bermain di Liga Inggris bukan Liga Ti-Phone. Konsistensi adalah kuncinya, The Gunners!

https://youtu.be/7ZcAaxKWnbo

Sumber: Mirror, JustArsenal, TheSun, Talksport, BR, Transfermarkt

Berita Bola Terbaru 20 November 2022 – Starting Eleven News

0

BERITA TERBARU DAN TERKINI

AGEN NYATAKAN LUIS ALBERTO SUDAH TAK NYAMAN MAIN DI LAZIO

Agen Luis Alberto yaitu Miguel Alfano, menyatakan ke awak media jika kliennya sekarang sudah tak nyaman memperkuat Lazio. Setelah beberapa musim terakhir selalu menjadi pemain inti, di musim 2022/23 ini Alberto mulai kehilangan tempatnya sebagai starter reguler Biancocelesti. Ia tercatat baru diturunkan sebagai starter sebanyak lima kali saja di Serie A musim ini dari 15 giornata yang telah berlangsung. Minimnya menit bermain membuat Alberto, menurut sang agen, terbuka pindah klub pada Januari.

LEWANDOWSKI: MEKSIKO PUNYA BANYAK KUALITAS

Robert Lewandowski menegaskan, Polandia belum memikirkan Argentina yang menjadi lawan terakhir di penyisihan grup. Menurutnya, fokus utama Polandia saat ini tertuju ke Meksiko. “Kami tahu Meksiko memainkan sepakbola berkualitas tinggi, kami tahu potensi mereka. Mereka memiliki banyak kualitas dan kecepatan, serta dinamis.” Lewandowski memperkirakan dirinya bakal menjadi target utama para pemain belakang lawan untuk dimatikan agar tidak leluasa di kotak penalti.

POLEMIK SOAL BAN KAPTEN PELANGI TIMNAS INGGRIS

Dalam sebuah wawancara dari Qatar dengan Sky News, Kepala Eksekutif FA, Mark Bullingham mengatakan, FIFA belum menanggapi permintaan tertulis FA untuk izin mengenakan ban lengan ‘One Love’ untuk mendukung hak LGBTQ+ di Piala Dunia. Surat itu dikirim dua bulan lalu. Dengan demikian, FA mengatakan mereka siap untuk menerima dampak potensial apa pun atas apa yang akan dianggap sebagai pelanggaran aturan FIFA, karena mereka saat ini tidak memiliki izin bagi kapten mereka untuk mengenakan ban lengan pelangi.

FASILITAS YANG DIDAPAT PENONTON BAYARAN PILDUN 2022

Dikabarkan ada penonton bayaran di Piala Dunia 2022 ini. Sebanyak 1.600 penggemar tim yang lolos ke Piala Dunia tahun ini dikabarkan direkrut untuk melakukan perjalanan ke Qatar dengan semua biaya ditanggung oleh pemerintah Qatar. Mereka akan diminta untuk bernyanyi dalam upacara pembukaan dan tinggal selama setidaknya dua minggu untuk mempromosikan konten media sosial yang positif tentang Piala Dunia dan negara tuan rumah. Selain tiket akomodasi, penonton bayaran juga menerima upah 68 US dollar atau Rp1 juta per hari. 

YUNUS MUSAH DI RADAR SERIE A

Klub raksasa Serie A, Inter Milan mengincar pemain muda Klub Valencia Spanyol, Yunus Musah di bursa transfer Januari mendatang. Football Italia melaporkan, pemain muda berusia 19 tahun ini dianggap memiliki bakat besar. Yunus Musah tampil luar biasa biasa musim ini. Membuat dua assist dalam 11 pertandingan di La Liga. Ia juga masuk Timnas AS untuk Piala Dunia 2022.

ENRIQUE SEBUT DAVID VILLA PEMAIN TERBAIK SPANYOL DALAM SEJARAH

Bos Spanyol,  Luis Enrique memuji mantan bintang La Roja David Villa sebagai pemain internasional Spanyol terbesar yang pernah ada. Pengakuan itu diungkapkan dalam Twitch langsung dengan penggemar Spanyol, Jumat malam. “Siapa pemain Spanyol terbaik dalam sejarah? Kami memiliki beberapa yang sangat bagus, tetapi saya akan memilih Villa, karena dia adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah Tim Nasional”, menurut laporan dari Football Espana.

LIVERPOOL HARUS SIAPKAN RP1,8 T UNTUK REKRUT BELLINGHAM

Liverpool harus merogoh kocek dalam-dalam jika mau memboyong wonderkid asal Inggris, Jude Bellingham. Dikutip Independent, The Reds disebut harus menebus mahar lebih dari 100 juta pounds (setara Rp 1,8 triliun) demi pemain berusia 19 tahun tersebut. Hal itu dikatakan oleh eks penyerang Liverpool, Emile Heskey. Ia meyakini bahwa mantan klubnya itu tak akan segan untuk mengeluarkan banyak uang.

PEMAIN MUDA MU KENA KRITIK RONALDO, ELANGA BISA MENGERTI

Winger Manchester United, Anthony Elanga mengaku dirinya mengerti dengan kritik yang ditujukan oleh Cristiano Ronaldo pada pemain muda MU. Elanga sendiri merupakan salah satu pemain muda di Setan Merah yang saat ini berusia 20 tahun. Meskipun demikian sang winger tak merasa marah atau sakit hati dengan pernyataan dan kritik Ronaldo. Ronaldo sebelumnya mengkritik pemain muda MU yang dianggap tak mau meneladani para pemain senior.

RAMSDALE DUKUNG SAKA BERKEMBANG DI PILDUN 2022

Aaron Ramsdale mengaku terkagum-kagum melihat Bukayo Saka. Ia memuji kompatriotnya itu yang berhasil melewati masa sulit, akibat kegagalan penalti di Piala Eropa 2020 dengan baik. Kini kiper Arsenal itu mengatakan dia mengharapkan pemain muda itu berkembang pesat di Piala Dunia. “Anak itu [Saka] anak laki-laki yang baik, dia punya waktu untuk semua orang, dia bekerja sangat keras sepanjang minggu,” kata Ramsdale.

QATAR DITUDUH SUAP 8 PEMAIN EKUADOR AGAR MENGALAH DI LAGA PEMBUKA

Kabar miring beredar jelang pembukaan Piala Dunia 2022. Tuan rumah Qatar dilaporkan melakukan upaya penyuapan kepada sejumlah pemain timnas Ekuador agar mau mengalah di pertandingan pembuka nanti. Tuduhan upaya penyuapan ini dikeluarkan oleh Amjad Taha. Direktur regional British Center di Arab Saudi. Ada sekitar delapan pemain yang diklaim Taha dihubungi oleh pihak Qatar. Dalam klaim itu, Qatar menjanjikan uang sebesar 7,4 juta USD jika kedelapan pemain itu benar-benar mau mengalah.

BENZEMA GAGAL PERKUAT TIMNAS PRANCIS DI PIALA DUNIA

Kabar buruk kembali menimpa Timnas Prancis. Setelah Christopher Nkunku, kini sang bomber andalan, Karim Benzema juga dikabarkan bakal absen di Piala Dunia 2022. Dilansir Bleacherreport, Benzema mengalami cedera pada sesi akhir latihan Timnas Prancis. Kabarnya, ia mengalami gangguan pada otot hamstring. Kondisi Benzema dirasa cukup buruk dan dinyatakan absen di Piala Dunia kali ini.

PRESIDEN FIFA BLUNDER KARENA BELA QATAR

Dalam salah satu konferensi pers, Presiden FIFA Gianni Infantino tampak membela Qatar habis-habisan jelang digelarnya perhelatan Piala Dunia 2022. Namun, kalimat-kalimat yang diucapkan terkesan kurang persiapan dan justru membuat dirinya terlihat aneh. Dilansir Talksport, Infantino ingin mengecam orang-orang yang mengkritik Qatar, tapi pemilihan katanya terlihat buruk. Ia mengatakan kalau ia mewakili Gay, Imigran dan lain-lain. Bukannya meningkatkan euforia, wawancara ini justru memperburuk suasana. 

BRAZIL JADI TIM TERAKHIR YANG TIBA DI QATAR

Dini hari tadi, Timnas Brazil telah mendarat Bandara Internasional Hamad, Doha, Qatar. Neymar cs jadi tim terakhir yang tiba di lokasi perhelatan Piala Dunia 2022. Dilansir France24, Skuad asuhan Tite merupakan tim terakhir yang tiba dari 32 tim peserta Piala Dunia. Brazil akan berlaga di Grup G bersama Serbia, Kamerun dan Swiss.

RAMSDALE TETAP DUKUNG SAKA UNTUK AMBIL PENALTI DI PIALA DUNIA

Meski Bukayo Saka menjadi salah satu penendang penalti yang gagal di EURO 2020, rekan satu timnya Aaron Ramsdale tetap mendukung Saka menjadi penendang penalti Inggris di Piala Dunia Qatar. Dilansir Sky Sport, Ramsdale yakin bahwa Saka tak akan menghindar dari tugas tersebut. Ia yakin setelah kegagalan di Euro, Saka telah menjadi pemain yang lebih baik dan lebih dewasa.

KEPUTUSAN MEMULANGKAN JOSE GAYA TUAI KONTROVERSI

Jelang Piala Dunia, bek Spanyol, Jose Gaya dipulangkan ke Spanyol karena mengalami cedera di pergelangan kaki. Ia digantikan oleh pemain muda Barcelona, Alex Balde. Namun, keputusan ini justru menuai kontroversi. Dilansir Football Espana, setelah dipulangkan, Gaya justru menunjukan progres positif. Ia bahkan sudah mulai latihan ringan. Hal ini menunjukan kalau keputusan Luis Enrique dirasa terlalu dini dania terlalu menganakemaskan pemain Barca.

LOUIS VUITTON SATUKAN RONALDO DAN MESSI

Kabar mengejutkan datang jelang dimulainya Piala Dunia 2022. Dua pesepakbola terbaik di dunia saat ini, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, berhasil disatukan dalam sebuah iklan yang sama. Sosok dibalik itu adalah perusahan tas mewah, Louis Vuitton. Melalui akun Twitternya, LV meluncurkan iklan terbarunya yang menampilkan Messi dan Ronaldo sedang duduk bersama. Dalam iklan tersebut, Ronaldo dan Messi digambarkan main catur di atas tas mewah koleksi terbaru Louis Vuitton.

WONDERKID PALMEIRAS, EDRICK JUSTRU MENDEKAT KE PSG

Di tengah banyaknya peminat, wonderkid Palmeiras Edrick justru mendekat ke klub Liga Prancis, PSG. Hal itu dikonfirmasi oleh Fabrizio Romano, ia menuliskan bahwa sang ayah mengatakan kalau PSG jadi klub besar pertama yang melakukan pendekatan pada anaknya. Kabarnya, PSG bahkan sudah menyiapkan proposal resmi guna memperlancar negosiasi tersebut. 

KIM MIN-JAE TAK AKAN DILEPAS MUSIM DINGIN INI

Performa bek anyar Napoli, Kim Min-jae telah menarik perhatian dari beberapa klub besar macam Manchester United dan Arsenal. Namun, klub Italia itu tampaknya tak mau terburu-buru untuk melepas sang pemain. Menurut Fabrizio Romano, di tengah minat beberapa klub, Napoli menutup kemungkinan Kim untuk pindah pada Januari nanti. Mereka akan mempertahankan sang pemain setidaknya hingga akhir musim. Karena Kim merupakan pemain penting dalam skuad Napoli.

SMITH ROWE TARGETKAN BISA SEMBUH DESEMBER

Gagal membela Inggris di Piala Dunia karena cedera, membuat pemain Arsenal, Emile Smith Rowe menargetkan untuk pulih di pertandingan pertama Arsenal pasca Piala Dunia. Dilansir Football London, Emile sudah melakukan latihan ringan di lapangan, ia merasa dalam progres positif. Jadi ia menargetkan akan kembali tampil bersama Arsenal akhir Desember nanti.

ARSENAL AKAN HADAPI JUVENTUS SELAMA JEDA PIALA DUNIA

Untuk mengisi waktu selama jeda Piala Dunia, kabarnya Arsenal akan melakukan beberapa pertandingan yang salah satunya akan menghadapi Juventus. Dilansir Talksport, Arsenal akan memainkan laga melawan Juventus di kompetisi yang bertajuk Piala Super Dubai. Kabarnya, selain Juventus, Arsenal juga akan menghadapi Lyon dan AC Milan pada Desember nanti.

MU HIDUPKAN KEMBALI MINAT PADA GAKPO

Pasca wawancara Cristiano Ronaldo yang kontroversi, Manchester United siap untuk memutus kontrak sang pemain dan mencari penggantinya di bursa transfer Januari nanti. Dilansir 90min, Manchester United dikabarkan siap menghidupkan minatnya lagi pada penyerang PSV Eindhoven Cody Gakpo. Sebetulnya Gakpo sudah dikaitkan dengan MU sejak bursa transfer musim panas lalu, namun United enggan merampungkan kesepakatan itu. Dan kini, mereka akan membangun kembali negosiasi dengan PSV. 

GALATASARAY DEKATI MEMPHIS DEPAY

Drama perpindahan Memphis Depay tampaknya telah memasuki babak baru. Setelah gagal pindah pada bursa transfer musim panas lalu, kini Depay tengah didekati oleh klub asal Turki, Galatasaray. Dilansir Football Espana, sebetulnya banyak yang berminat pada Depay tapi yang sudah bergerak baru Galatasaray. Depay sendiri hanya ingin pindah ke klub besar. Ia ingin bermain di klub yang konsisten tampil di Liga Champions.

CHELSEA PANTAU JORDAN PICKFORD

Chelsea dikabarkan telah mengirimkan tim scouting ke Qatar untuk memantau kiper Timnas Inggris, Jordan Pickford. Dilansir The Sun, pemilik Chelsea, Todd Boehly menginginkan kiper baru, dan Graham Potter memilih Jordan Pickford sebagai salah satu opsi. Belum ada kesepakatan yang dicapai, pihak Chelsea ingin memantau performa Pickford di Qatar sebelum memutuskan untuk melakukan negosiasi dengan klub dan sang pemain. 

POCHETTINO SARANKAN MBAPPE UNTUK HENGKANG

Mantan pelatih PSG, Mauricio Pochettino menyatakan statement yang cukup mengejutkan kepada mantan anak asuhnya Kylian Mbappe. Dilansir Goal, pelatih asal Argentina itu merekomendasikan sang pemain untuk hengkang dari PSG. Menurutnya, apabila Mbappe ingin berkembang, ia harus meninggalkan PSG. Mbappe harus meninggalkan zona nyamannya demi meningkatkan kemampuan dengan mencoba persaingan baru di liga lain.

ALPHONSO DAVIES DIRAGUKAN TAMPIL KONTRA BELGIA

Bintang Kanada, Alphonso Davies telah diragukan untuk tampil di laga pembuka Kanada di Piala Dunia 2022 kontra Belgia. Dilansir ESPN, Davies masih diragukan untuk tampil di laga pembuka kontra Belgia. Sang pemain mengalami cedera Hamstring pada awal November, dan kini Davies akan fokus untuk pemulihan agar bisa fit di pertandingan Kanada berikutnya.

Berita Bola Terbaru 19 November 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

ANDRES INIESTA PUNYA 2 JAGOAN DI LIGA CHAMPIONS

Andres Iniesta sudah lama menepi dari sepak bola Eropa. Sudah empat tahun sang legenda bermukim di Jepang untuk memperkuat Vissel Kobe. Kendati begitu bukan berarti dia tidak mengikuti perkembangan sepak bola Eropa. Liga Champions masih menjadi daya tarik legenda Barcelona itu. Dia melihat persaingan musim ini jauh lebih ketat dengan makin matangnya beberapa tim. Namun, ia tetap memfavoritkan Paris Saint-Germain dan Manchester City.

MAN CITY MENGINCAR TALENTA MUDA JUVENTUS NICOLO ROVELLA

Melansir dari Football Italia, Manchester City dilaporkan tertarik dengan pemain muda Juventus yang berposisi sebagai gelandang bertahan, Nicolo Rovella. The Citizen adalah salah satu dari banyak klub Eropa yang tertarik dengan Rovella, yang kontraknya saat ini di Juventus berjalan hingga 2024 dan saat ini bernilai 12 juta euro. Sejauh ini Man City masih dalam tahapan memantau. Cuma Juventus diyakini juga sudah pasang badan.

GIUSEPPE MAROTTA PERINGATKAN BEBERAPA PEMAIN INTER

CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta memperingatkan pemain-pemain yang kontraknya akan habis musim ini. Marotta mengatakan bahwa tidak semua pemain akan mendapatkan perpanjangan kontrak. Seperti diketahui, Inter memiliki banyak pemain yang kontraknya akan habis pada Juni 2023. Sebut saja Milan Skriniar, Stefan de Vrij, Roberto Gagliardini, Edin Dzeko, Danilo D’Ambrosio, Samir Handanovic, dan Alex Cordaz.

BEBERAPA BAR KHUSUS SEPAKBOLA DI JERMAN KOMPAK BOIKOT PIALA DUNIA 2022

Semakin dekatnya kick-off Piala Dunia 2022 tak membuat beberapa bar khusus sepak bola di Jerman semringah. Bar-bar sepak bola itu justru menyuarakan untuk memboikot turnamen Piala Dunia 2022. Mereka juga sepakat melakukan cara tertentu untuk melakukan boikot tersebut. Pemboikotan ini dilakukan sebagai bentuk aspirasi mereka. Juru bicara perwakilan pemilik bar-bar tersebut menyatakan mereka tak senang dengan apa yang terjadi di Qatar, yakni pelanggaran HAM.

REAL MADRID PERTIMBANGKAN UNTUK MEREKRUT ADRIEN RABIOT

Dilansir dari Goal, Real Madrid dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk mengontrak gelandang Prancis Adrien Rabiot, senilai 20 juta euro dari Juventus, pada jendela transfer Januari. Laporan di Italia menyebut Adrien Rabiot bisa meninggalkan klub berjuluk Si Nyonya Tua itu di jendela transfer Januari dan siap melepasnya di musim dingin. Label harga pemain mungkin tidak menimbulkan masalah bagi Los Blancos, dengan Juventus menuntut sekitar 20 juta euro atau Rp 325 miliar untuk berpisah dengannya.

TONI KROOS TOLAK TAWARAN MANCHESTER CITY

Keinginan Manchester City untuk mendatangkan Toni Kroos mendapatkan penolakan. Padahal City bersedia memberikan gaji tinggi hingga 14 juta Euro atau Rp 227 miliar per musim. Akan tetapi, saat ini yang ada di pikiran Kroos hanya membela Madrid. Kroos bahkan sebenarnya sangat berharap ada pembaharuan kontrak untuk dirinya. Namun jika tidak ada pun tidak masalah. Daripada berpindah klub setelah kontraknya habis, Kroos memilih untuk pensiun.

GERRARD ANTUSIAS LIHAT AKSI BELLINGHAM DI PILDUN 2022

Legenda Liverpool, Steven Gerrard mengaku dirinya sebagai penggemar berat gelandang tengah Borussia Dortmund, Jude Bellingham. “Saya pikir bagi penonton Piala Dunia, ada peluang besar untuk menikmati perkumpulan besar pemain dari berbagai negara,” kata Gerrard dikutip Liverpoolecho. Sang pemain diklaim memiliki kans besar untuk menjadi pilihan utama Gareth Southgate di lini tengah The Three Lions, mengingat apiknya performa Bellingham bersama Dortmund. 

POCHETTINO TERTARIK TUKANGI TIMNAS INGGRIS

Masa depan pelatih Timnas Inggris Gareth Southgate dipertanyakan. Tidak sedikit yang meyakini era Southgate akan berakhir setelah gelaran Piala Dunia 2022 nanti. Pochettino mulai digadang-gadang sebagai salah satu calon pengganti Southgate. Apalagi Pochettino tidak asing dengan beberapa figur pemain penting di skuad ‘Tiga Singa’ karena pernah sukses mengembangkan Kane dan Eric Dier di Tottenham Hotspur. Andai Southgate lengser, Pochettino tidak menolak menggantikannya. 

TOTTI: PIALA DUNIA TANPA ITALIA BAGAIKAN ROMA TANPA COLOSSEUM

Piala Dunia 2022 akan mulai bergulir pada 20 November di Qatar. Sayangnya untuk turnamen akbar empat tahunan ini tidak ada nama tim top Italia yang telah gugur di babak play off. Mantan kapten Timnas Italia dan juga legenda AS Roma, Francesco Totti menilai absennya Italia terasa ada yang kurang dari turnamen akbar di Qatar kali ini. Totti bahkan mengibaratkan Piala Dunia tanpa Italia dengan datang ke Roma tanpa Colosseum.

SELAIN JUARA, GIROUD PUNYA AMBISI LAIN DI PILDUN 2022

Striker Prancis, Olivier Giroud bertekad menuntaskan Piala Dunia terakhirnya di Qatar dengan hasil positif. Selain gelar juara, ia ingin melewati rekor gol Thierry Henry bersama Les Bleus. Henry saat ini masih menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak bagi Prancis setelah menjebol gawang lawan sebanyak 51 kali. Sedangkan Giroud, yang sudah mengumpulkan 114 caps, berada di posisi kedua dengan torehan 49 gol. Artinya, Giroud butuh tiga gol lagi untuk melewati rekor Henry.

HASIL PERTANDINGAN

Hasil buruk didapat Timnas Belgia ketika kalah melawan Timnas Mesir dalam uji coba terakhir jelang Piala Dunia 2022 di Stadion Internasional Jaber Al Ahmad di Kuwait City, Jumat malam. Dalam pertandingan ini Mesir berhasil membuka keunggulan pada menit ke-33 lewat gol Mostafa Mohamed usai memanfaatkan blunder pemain Belgia. Mesir langsung menggebrak di awal babak kedua dengan mencetak gol lagi pada menit ke-46 lewat Mahmoud Hassan. Belgia kemudian berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 lewat gol Lois Openda pada menit ke-76 usai meneruskan umpan Carrasco. Skor 2-1 bertahan untuk kemenangan Mesir.

Di pertandingan uji coba lain, Timnas Serbia mencatat kemenangan telak atas Bahrain dengan skor 5-1. Dusan Tadic bermain apik dengan mencetak dua gol di pertandingan ini (menit ke-8 dan 50). Bomber Juventus, Dusan Vlahovic juga ikut menyumbang gol di menit ke-51. Disusul gol dari Filip Djuricic di menit 87 dan Luka Jovic di menit 90. Satu-satunya gol Bahrain lahir dari kaki striker yang sedang merumput bersama Persija Jakarta, Abdulla Yusuf Helal menit ke-15.

MU DIKLAIM MAU AMBIL LANGKAH HUKUM SOAL RONALDO

Manchester United menanggapi kecaman keras Cristiano Ronaldo. MU meminta Ronaldo tak kembali ke markas klub di Carrington selepas Piala Dunia 2022. Diprediksi, Cristiano Ronaldo bakal dilepas sebelum kontraknya berakhir pada Juni 2023.  MU juga turut bersedia menempuh jalur hukum supaya tidak akan membayar satu sen pun dari upah sisa Ronaldo. Manchester Merah menggaji eks Real Madrid dan Juventus itu 500 ribu pounds per minggu.

QATAR MENDADAK HARAMKAN BIR DI PIALA DUNIA

Sempat memberi izin penjualan bir di sekitar stadion Piala Dunia 2022, tuan rumah Qatar akhirnya merevisinya. Larangan bir di dalam dan sekitar stadion diumumkan dua hari sebelum Piala Dunia digelar. Badan sepak bola dunia FIFA mengatakan bir tidak akan dijual kepada suporter di sekitar salah satu dari delapan stadion yang digunakan untuk menggelar pertandingan Piala Dunia setelah berdiskusi dengan pihak tuan rumah.

MOMEN SERGIO AGUERO SATU PESAWAT DENGAN FANS BRASIL KE QATAR

Mantan striker Timnas Argentina, Sergio Aguero, mengunggah video di cerita Instagram dan akun Twitternya tentang penerbangan ke Qatar untuk menyemangati Argentina di Piala Dunia 2022. Dia seolah mengalami mimpi buruk karena dikelilingi oleh para penggemar Brasil di pesawat itu. Aguero sendiri terlihat “tak berdaya” di tengah atmosfer bersemangat yang ditunjukkan fan Brasil, musuh bebuyutan Argentina di berbagai kejuaraan. Mantan penyerang Manchester City ini terlihat hanya bisa menggaruk-garuk kepala.

KOLO TOURE SELANGKAH LAGI JADI PELATIH WIGAN

Mantan bek Arsenal, Manchester City dan Liverpool, Kolo Toure hampir menjadi manajer baru Wigan Athletic. Toure yang saat ini menjadi pelatih tim utama Leicester City, telah mengadakan pembicaraan dengan klub Championship dan telah cukup mengesankan pemilik sehingga mereka menawarkan pekerjaan kepadanya. Toure bakal menggantikan Leam Richardson yang dipecat belum lama ini.

AS ROMA DIAM-DIAM MEREKRUT PEMAIN ANYAR

Menurut laporan, AS Roma telah mendapatkan rekrutan baru pertama mereka pada tahun 2023. Ola Solbakken terbang minggu depan untuk menyelesaikan transfer gratisnya dari Bodo/Glimt. Ia akan menjalani tes medis dan penandatanganan kontrak bersama Roma. Pemain 24 tahun itu saat ini sedang menjalani tugas internasional bersama Norwegia dan akan bermain melawan Finlandia dalam pertandingan persahabatan di Oslo pada hari Minggu.

ROONEY PILIH BALAS KECAMAN RONALDO DENGAN PUJIAN

Legenda Manchester United yang kini menjabat sebagai pelatih DC United, Wayne Rooney, memilih untuk membalas kecaman yang dilontarkan Cristiano Ronaldo dengan pujian. Sebelumnya, kedua tokoh ini saling sindir. Peraih 5 trofi Ballon d’Or itu sempat menuding Rooney iri dengan kariernya. Kini, alih-alih marah. Rooney, yang mempersembahkan 5 trofi Liga Inggris untuk MU, menyebut Ronaldo sebagai pemain terbaik dunia bersama Lionel Messi. Eks bomber timnas Inggris itu juga merasa CR7 harus menerima kenyataan bahwa sudah berada di penghujung karier.

TIMNAS ARGENTINA DAN URUGUAY BAWA 1,8 TON DAGING KE PIALA DUNIA 2022

Tim nasional Argentina dan Uruguay masing-masing membawa sekitar 900 kg daging ke Piala Dunia 2022 di Qatar agar para pemain merasa betah seperti di rumah sendiri. Sekadar diketahui, Argentina dan Uruguay adalah salah satu konsumen daging terbesar di dunia dan menu asado dianggap sebagai salah satu hidangan paling populer di negara tersebut. Asado terbuat dari potongan daging dan sosis yang berbeda dan dimasak di atas panggangan.

SPANYOL PANGGIL ALEJANDRO BALDE SETELAH GAYA CEDERA

Pelatih Timnas Spanyol, Luis Enrique, melakukan perubahan pada skuadnya yang terdiri dari 26 pemain untuk Piala Dunia 2022 setelah mendarat di Doha, Qatar. Enrique memanggil bek kiri Barcelona, Alejandro Balde, untuk menggantikan Jose Luis Gaya yang mengalami cedera pergelangan kaki kanan terkilir. Pengumuman soal cedera Gaya disampaikan sebelum pertandingan persahabatan melawan Yordania di Amman, Spanyol, Kamis, 17 November 2022. 

ENRIQUE RELA ARGENTINA JUARA DUNIA DEMI LIONEL MESSI

Menjelang Piala Dunia 2022, pelatih tim nasional Spanyol, Luis Enrique, menegaskan ambisi timnya untuk menjadi juara turnamen sepak bola terakbar itu. Namun, jika Spanyol gagal menjadi juara, ia rela melihat Argentina yang mengangkat trofi Piala Dunia 2022. Lionel Messi menjadi satu-satunya alasan Luis Enrique memfavoritkan Argentina. Ia menilai tidak adil jika Messi pensiun tanpa gelar juara Piala Dunia. 

PIALA DUNIA 2022 BAKAL KICK OFF, MESSI CEDERA?

Jelang pesta sepakbola itu digelar, ada kabar tak sedap soal Lionel Messi. Menurut beberapa laporan, termasuk Dailymail, Messi melewatkan latihan bersama skuad pada Jumat (18/11). Tak terlihatnya Messi dalam sesi latihan Timnas Argentina membuat rumor striker Paris Saint-Germain itu mengalami cedera bermunculan. Namun media Argentina, Ole coba meredam rumor Messi cedera tersebut. Ole menyebut, Messi tak terlihat karena sedang menjalani sesi gym.

LEWANDOWSKI: SAYA TAK SIMPAN DENDAM PADA MESSI

Robert Lewandowski—yang diunggulkan—gagal raih Ballon d’Or 2021 setelah hanya finis kedua di bawah Messi. Kini, keduanya bakal berhadapan langsung di Qatar. Bomber Barcelona dan timnas Polandia itu menegaskan bahwa dirinya tidak memendam kesumat kepada Lionel Messi. “Mengapa tidak? Mengapa saya perlu berjabat tangan? Antara saya dan Messi baik-baik saja, tidak ada masalah. Saya tidak punya kesan [buruk] kepadanya, tidak pernah.”

FSG KONFIRMASI ADA PEMINAT UNTUK MEMBELI LIVERPOOL

Fenway Sport Group (FSG) sebagai pemilik klub Liverpool mengkonfirmasi ada beberapa peminat untuk membeli Liverpool. Salah satunya konglomerat asal India, Mukesh Ambani yang kini muncul sebagai sosok paling difavoritkan untuk mengakuisisi Liverpool. Banderol yang dipasang Fenway Sports Group (FSG) tampaknya bukan masalah bagi milioner India itu. FSG diyakini menginginkan sekitar 4 miliar pound (Rp73,2 triliun) untuk melepas Liverpool.

SERGIO BUSQUETS TINGGALKAN BARCA PADA JANUARI?

Komitmen Sergio Busquets kepada klub selalu sangat kuat, oleh karena itu, mengingat pergantian peristiwa, dia dengan serius mempertimbangkan kemungkinan meninggalkan klub pada bulan Januari. Sang kapten bertanya kepada klub apakah ini solusi untuk masalah tersebut, tetapi tidak ada kemungkinan hal itu terjadi. Bagi Xavi, kehadiran Busquets di tim saat ini sudah tidak perlu diragukan lagi.

STADION PATRIOT JADI KANDANG INDONESIA UNTUK PIALA AFF 2022

Timnas Indonesia dipastikan akan berkandang di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, untuk Piala AFF 2022. Kepastian itu disampaikan secara langsung oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Endri Erawan, saat ditemui di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/11). Sebelumnya PSSI kesulitan untuk mencari kandang timnas Indonesia di Piala AFF 2022. Pasalnya, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, tidak bisa digunakan. Hal itu karena SUGBK masih tahap renovasi jelang tampil di Piala Dunia U-20 2023 pada 20 Mei sampai 11 Juni 2023.

 

Ketika Brazil Terhindar dari Kutukan Juara Bertahan di Fase Grup

Di setiap perhelatan Piala Dunia, sebagian orang menyebut bahwa “kutukan” itu nyata adanya. Bagaimana tidak? Akhir-akhir ini setiap para juara bertahan disangsikan untuk berhasil di edisi berikutnya. Itu sudah terjadi sejak Prancis gagal di Piala Dunia 2002. Mereka bahkan gagal di fase grup. Anehnya, hingga edisi terakhir di tahun 2018 yang lalu, sebagian besar para juara bertahan juga bertumbangan di babak fase grup.

Namun tidak dengan tim nasional Brazil. Mereka adalah salah satu negara yang terhindar dari “kutukan” itu. Bahkan dulu Brazil sejak jaman Pele, pernah melakukan “back to back” menjadi juara dunia pada tahun 1958 dan 1962.

Piala Dunia 1994 Juara, Piala Dunia 1998 Runner Up

Brazil di pertengahan tahun 90-an juga hampir mengulangi kisah yang sama. Mereka hampir saja melakukan “back to back” juara Piala Dunia. Yakni di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, dan Piala Dunia 1998 di Prancis.

Berawal dari Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Brazil ketika itu berhasil menggondol gelar ketiganya. Tim Samba pada waktu itu juga mengakhiri penantian panjang puasa gelar selama 24 tahun, sejak terakhir kali mereka menjuarai Piala Dunia 1970.

Ketika itu Brazil dilimpahi banyak pemain bintang. Mulai dari Dunga, Bebeto, sampai Romario. Melangkah mulus dari babak grup, anak asuh Carlos Alberto Parreira itu pun mampu mulus melaju ke partai puncak.

Di babak final, Tim Samba mampu menghentikan perjuangan tim kuat Italia lewat adu tendangan penalti. Kegagalan penalti Roberto Baggio ketika itu menjadi sangat ikonik.

Menapaki Piala Dunia di edisi berikutnya yakni di Prancis 1998. Skuad Brazil makin tambah matang. Mereka difavoritkan publik dunia untuk mempertahankan gelarnya. Publik Brazil sendiri pun berharap kisah “back to back” menjadi juara dunia di Piala Dunia 1958 dan 1962 bakal terulang kembali.

Berbekal materi sebagian besar bekas juara 1994 seperti Bebeto, Dunga maupun Romario, skuad Selecao asuhan Mario Zagallo juga ditambah amunisi kekuatan para bintang baru. Mereka adalah Ronaldo Nazario, Rivaldo, Cafu, Roberto Carlos, Denilson maupun Edmundo.

Kutukan kegagalan juara bertahan di edisi Piala Dunia selanjutnya pun tak berlaku saat itu bagi Brazil. Mereka justru mampu tampil dominan di fase grup. Sampai akhirnya generasi bintang emas Brazil itu mampu kembali tampil ke partai puncak melawan sang tuan rumah Prancis. Namun sayang, gelar “back to back” yang diimpi-impikan itu harus ditunda. Mereka menyerah oleh keperkasaan tuan rumah Prancis dengan skor telak 3-0.

Piala Dunia 2002 Juara, Piala Dunia 2006 Perempatfinal

Nah, kutukan yang banyak diomongin banyak orang selama ini tentang juara bertahan, baru muncul di Piala Dunia 2002. Di Korea Jepang, secara tak terduga juara dunia 1998 Prancis gugur di fase grup. Mereka bahkan menjadi juru kunci di bawah Senegal, Denmark dan Uruguay.

Padahal secara skuad, Prancis ketika itu juga tak jauh beda dengan skuad juara dunia 1998. Artinya Prancis tak mampu menyamai pencapaian Brazil sebelumnya. Brazil selalu konsisten mencapai partai puncak sejak dari Piala Dunia 1994 hingga Piala Dunia 2002.

Sementara itu, Brasil di Piala Dunia 2002 datang dengan skuad yang bisa dibilang baru. Bintang mereka yang tersisa di Piala Dunia 1998 hanya Roberto Carlos, Cafu, Ronaldo maupun Rivaldo. Selebihnya diisi muka baru macam Ronaldinho, Gilberto Silva, Lucio, Kleberson maupun sang pelatihnya, Luiz Felipe Scolari.

Perjalanan skuad racikan Scolari di 2002 pun berjalan dengan mulus dan tak terkalahkan di fase grup. Pola permainan Jogo Bonito ala Brazil pun terlihat mempesona. Selecao akhirnya mampu kembali mencapai partai puncak.

Brazil ditantang wakil Eropa, Jerman. Brazil pun berhasil mewujudkan gelar ke limanya. Kegacoran Ronaldo Nazario sangat iconic di Piala Dunia waktu itu. Jerman pun menyerah 2-0 atas Brasil.

Berlanjut pada edisi Piala Dunia selanjutnya yakni 2006 di Jerman. Perbincangan mengenai kutukan yang dialami Prancis di 2002 pun kembali menyeruak. Brazil sebagai juara bertahan diprediksi akan mengalami nasib yang sama dengan apa yang dialami Prancis ketika gugur di fase grup Piala Dunia 2002.

Brazil menuju 2006 masih dengan sebagian besar skuad juara dunia 2002. Hanya ada beberapa penambahan pemain macam Emerson, Ze Roberto, Kaka maupun Adriano.
Namun dari segi pelatih, mereka ada perubahan. Brazil tak lagi dilatih Luiz Felipe Scolari. Penggantinya yakni Carlos Alberto Parreira. Pelatih yang pernah menjuarai Piala Dunia bersama Brazil di tahun 1994.

Dengan komposisi skuad seperti itu, Brazil diprediksi kembali menjuarai Piala Dunia untuk keenam kalinya. Namun ketika itu muncul sinisme, kalau para superstar yang berkumpul di skuad Brazil ketika itu akan kesusahan karena ego masing-masing yang tinggi.

Namun sinisme yang diprediksi banyak orang pun terpatahkan. Brazil justru dengan skuad bertabur bintangnya itu mampu mulus melibas lawan-lawannya di babak grup. Kroasia, Australia, dan Jepang mereka tumbangkan. Selecao melaju dari grup dengan nilai sempurna dan menyandang sebagai juara grup.

Kutukan yang dialami Prancis di 2002 pun tidak berlaku bagi Brazil. Namun itu tak serta merta menghilangkan perbincangan tentang kutukan. Perbincangan kutukan itu pun akhirnya kembali menyeruak ketika Brasil terhenti langkahnya di babak perempat final.

Setelah mengalahkan Ghana di 16 besar, Ronaldinho dan kawan-kawan kandas di babak perempatfinal oleh Prancis. Saat itu, gol semata wayang Thierry Henry-lah yang bisa memulangkan Brasil dari Jerman.

Namun sekali lagi yang perlu dicatat, meskipun Brazil adalah juara bertahan yang selalu gagal “back to back” juara, baik di Piala Dunia 1998 maupun Piala Dunia 2006, namun mereka selalu terhindar dari keguguran di babak fase grup.

Juara Bertahan Lainnya Terbukti Selalu Terhenti Di Fase Grup

Nasib Brazil berbeda dengan negara-negara lainnya yang menjadi juara bertahan. Tradisinya mereka selalu gagal di fase grup. Bahkan hal itu masih berlaku hingga edisi terakhir Piala Dunia Rusia 2018.

Dimulai dari Prancis yang gagal di fase grup Piala Dunia 2002. Italia di Piala Dunia 2010, Spanyol di Piala Dunia 2014, dan terakhir Jerman di Piala Dunia 2018. Sampai sekarang, hanya Brazil yang mampu terhindar dari kutukan gugur di fase grup. Mereka mampu menjawabnya di Piala Dunia 1998 dengan menjadi runner up, dan di Piala Dunia 2006 sampai babak perempat final.

Nah, di edisi Piala Dunia Qatar 2022 kali ini, apakah Perancis sebagai juara bertahan akan mengulangi kisah kutukannya di Piala Dunia 2002 dengan gugur di fase grup, atau jangan-jangan Perancis malah bisa meniru kisah Brazil yang terhindar dari kutukan gugur di fase grup?

Sumber Referensi : goal, bbc, mirror, talksport, sportskeeda, skysports