Kabar kurang mengenakan itu akhirnya sampai ke telinga masyarakat Senegal. Pahlawan sepakbola mereka, Sadio Mane dinyatakan resmi tak bisa tampil membela tanah airnya di Piala Dunia Qatar akhir November ini. Punggawa Bayern Munchen itu absen lantaran cedera yang tak kunjung membaik.
Meski sedang dibekap cedera, sebetulnya Sadio Mane tetap masuk dalam daftar 26 pemain yang disebutkan oleh sang juru taktik Aliou Cisse. Namun, karena proses pemulihan cedera berlangsung lebih lama dari perkiraan awal, Mane harus meninggalkan skuad The Lion of Teranga.
Tak adanya Mane merupakan kehilangan besar bagi Timnas Senegal. Pasalnya, peran sang pemain sangat vital di lini depan. Dari kepemimpinan hingga performanya di lapangan sangat membantu Senegal untuk memenangkan setiap laga yang mereka mainkan. Lantas, dengan cederanya Mane, bagaimana nasib Senegal di Piala Dunia 2022?
Daftar Isi
Datang Dengan Status Juara Afrika
Skuad asuhan Aliou Cisse mendarat di Qatar bukan tanpa ekspektasi. Lantaran mereka datang dengan status juara Piala Afrika 2021. Senegal berhasil menjuarai Piala Afrika setelah mengalahkan Mesir 4-2 melalui babak adu penalti di partai final.
Ini adalah gelar Piala Afrika perdana bagi Senegal setelah tiga kali menembus final, di mana dua di antaranya berujung dengan kekalahan. Di Piala Afrika 2021 sendiri, Sadio Mane cs masuk dalam Grup B, bersama Zimbabwe, Guinea dan Malawi. Perjalanan Senegal untuk melewati fase grup nyatanya tak begitu istimewa. Mereka hanya mengantongi satu kali kemenangan melawan Zimbabwe dan dua laga lain berakhir imbang.
Senegal, juara Piala Afrika 2021! 🏆
Ini menjadi gelar kontinental pertama bagi Singa Téranga, setelah melalui tiga final dan 16 kali partisipasi. 🎉
Kebahagiaan makin sempurna, karena Sadio Mané dan Édouard Mendy turut dinobatkan sebagai Pemain dan Kiper Terbaik Turnamen. 🇸🇳👑 pic.twitter.com/9tRLNUxU0p
— SPORT7 (@sport7trans7) February 6, 2022
Di fase gugur, permainan Senegal mulai kelihatan. Kemenangan-kemenangan meyakinkan pun mulai diraih oleh anak asuh Aliou Cisse. Senegal berhasil mengalahkan Cape Verde 2-0, lalu mengatasi Guinea Ekuatorial dengan skor 3-1 di perempat final.
Tiket final didapat Senegal usai mengalahkan Burkina Faso 3-1 lalu meraih gelar Piala Afrika 2021 usai menang adu penalti atas Mesir. Sadio Mane menjadi pencetak gol terbanyak Senegal di Piala Afrika dengan tiga gol, dan selama berlangsungnya turnamen tersebut, kita bisa melihat betapa pentingnya sosok Sadio Mane bagi Timnas Senegal.
Petaka Jelang Qatar
Peran vital Mane bagi Timnas Senegal berlanjut ke kualifikasi Piala Dunia zona Afrika. Tergabung dalam Grup H bersama Namibia, Kongo, dan Togo, The Lion of Teranga tampil trengginas. Melakoni enam laga, Senegal tak sekali pun menelan kekalahan. Sadio Mane kembali jadi sosok yang sangat berpengaruh dengan mencetak tiga gol dalam lima pertandingan yang ia mainkan.
Kembali menghadapi Mohamed Salah cs di laga hidup dan mati, Mane kembali jadi penentu. Laga yang kembali harus diselesaikan dengan adu penalti itu dituntaskan oleh Mane sebagai eksekutor terakhir dari Senegal. Dengan skor akhir 3-1, Mane berhasil membantu Senegal mengamankan satu tiket ke Qatar.
Berkat prestasi yang diraih oleh Senegal, Aliou Cisse mendapat penghargaan dari federasi sepakbola Senegal berupa perpanjangan kontrak selama dua tahun. Cukup jarang pelatih sepakbola bertahan selama ini, terutama di sepakbola Afrika. Cisse sendiri sudah memimpin Senegal sejak 2015 lalu, dan kini ia akan menukangi Senegal hingga 2024 mendatang.
👌🏾 Coach Aliou Cisse prolonge jusqu’à 2024 ✅ #football #senegal #alioucisse #coach #contrat pic.twitter.com/oAB2vvvTrn
— Football Senegal (@FootballSenegal) November 10, 2022
Jelang keberangkatan menuju Qatar, Cisse pun memanggil 26 nama terbaik yang dimiliki oleh Senegal. Dan Mane diperkirakan bakal jadi salah satunya. Namun, belum resmi diumumkan, petaka sudah datang duluan. Sadio Mane mengalami cedera ketika memperkuat Bayern Munchen pada laga lanjutan Bundesliga kontra Werder Bremen 8 November lalu.
Dalam pertandingan yang dimenangi Bayern dengan skor telak 6-1 tersebut, Mane meninggalkan lapangan pada menit ke-20. Mantan punggawa RB Salzburg itu dilaporkan mengalami cedera tulang fibula kaki kanan dan diperkirakan harus menepi untuk beberapa pekan. Padahal kick off Piala Dunia hanya tinggal menghitung hari.
Sempat Gunakan Dukun
Meski Mane harus absen dalam beberapa pekan, Aliou Cisse mengambil keputusan mengejutkan dengan tetap memasukkan nama Sadio Mane dalam daftar skuad yang akan diberangkatkan ke Piala Dunia 2022.
Tampaknya Cisse dan Federasi Sepakbola Senegal akan menghalalkan segala agar Sadio Mane bisa tampil di ajang empat tahunan itu. Dilansir Talksport, Senegal bahkan tak sungkan untuk menggunakan dukun untuk menyembuhkan pemain bintangnya itu.
Fatma Samoura 🇸🇳 (FIFA General Secretary) on Mané’s injury: “Very sad news. We’re going to use witch doctors. I don’t know (if they’re effective), but we’re going to use them anyway. We’re hoping for miracles. He has to be there. Sadio, you have to be there on the 21st [@Europe1] pic.twitter.com/TvUfZMOYrc
— Bayern & Germany (@iMiaSanMia) November 10, 2022
Sekretaris Jenderal FIFA asal Senegal, Fatma Samoura menyatakan Senegal akan menggunakan dukun untuk menyembuhkan Mane. Ia tak tahu apakah cara tersebut akan efektif menyembuhkan cedera mantan pemain Liverpool itu. Tetapi hal tersebut akan tetapi dilakukan. “Kami mengharapkan keajaiban. Dia harus ada di sana!” ujarnya.
Sepandai-pandainya manusia, mereka hanya bisa berencana, tapi Tuhan lah yang menentukan. Segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah Senegal sia-sia. Sempat dikabarkan hanya akan absen di laga perdana kontra Belanda, Mane kini resmi dinyatakan absen di Piala Dunia 2022. Senegal memutuskan untuk tidak memaksakan kondisi dan harus rela kehilangan pemain pentingnya.
Peluang Senegal Tanpa Mane
Kehilangan Sadio Mane membuat kekuatan Senegal jauh berkurang. Tak bisa dipungkiri, runner-up Ballon d’Or itu merupakan pemain paling penting bagi Timnas Senegal. Jadi wajar apabila publik pecinta sepakbola sedikit meragukan kekuatan Senegal di Piala Dunia kali ini.
Awalnya Senegal diprediksi akan mencapai babak 16 besar dengan mudah. Namun, apabila tak diperkuat oleh Sadio Mane, ceritanya mungkin akan lain. Secara gaya bermain, Aliou Cisse memang tak kaku, ia bisa memainkan skema 4-3-3, 4-4-2 atau bahkan 3-5-2 jika perlu. Tapi itu dengan Sadio Mane di lini depan, lantas bagaimana jika tanpa Mane?
Photo portrait 🇸🇳 #football #senegal @fifaworldcup_ar https://t.co/QeDFEWcZIQ pic.twitter.com/Rjpklef1Vc
— Football Senegal (@FootballSenegal) November 18, 2022
Dalam formasi 4-3-3 biasanya Cisse mengandalkan Sadio Mane sebagai sayap kanan atau sayap kiri. Namun, apabila tanpa Mane, mungkin Cisse akan mengandalkan sosok pemain muda Ismaila Sarr. Sedangkan untuk sektor lain, seperti lini tengah dan lini bertahan tak begitu berpengaruh.
Masalahnya, apakah Sarr sebagus itu untuk menggantikan peran Sadio Mane? Bisa iya bisa juga tidak. Kita lihat saja nanti, karena pemain Watford ini performanya angin-anginan. Kadang bagus, kadang ya biasa-biasa saja. Di ajang sekelas Championship saja, Sarr baru mencetak enam gol dari 17 pertandingan.
Jika Bukan Sarr, Siapa?
Bermain dengan Sadio Mane saja, Senegal memiliki intensitas tekanan yang cukup minim. Mereka biasanya mulai panas ketika memasuki babak kedua. Tingkat konversi umpan menjadi tembakan di babak pertama memiliki rata-rata cuma 3%, sedangkan di babak kedua meningkat hingga 14%. Apalagi tanpa Mane, bisa-bisa lini depan Senegal bak macan ompong.
Lantas apakah Senegal tak pernah tampil tanpa Mane? Pernah. Saat Senegal bertemu Kongo di penyisihan Grup H kualifikasi Piala Dunia Zona Afrika. Saat itu Cisse memakai formasi 4-4-2 dengan mengandalkan dua striker. Sang juru taktik memasang duet Boulaye Dia dan Habib Diallo saat itu, hasilnya Senegal menang 2-0. Namun karena Diallo tak dibawa, maka peran tersebut bisa digantikan oleh Bamba Dieng atau Famara Diedhiou.
Jadi, situasi Senegal saat ini bak di ujung tanduk. Apabila Cisse tak mampu menambal lubang yang ditinggalkan Mane, bukan tidak mungkin Qatar lah yang akan merebut posisi kedua klasemen Grup A dan menemani Belanda ke fase gugur.
___
Sumber: The Athletic, Goal, Eurosport, Talksport


