Beranda blog Halaman 372

Titik Terendah Lionel Messi di PSG, Saatnya Pergi?

Awan mendung menyelimuti nasib sang mega bintang Lionel Messi di Paris. Rasanya, hawa-hawa sejuk di Paris sudah tak bersahabat dengan Messi. Messi tenggelam di tengah kegagalan klub sultan PSG melaju di Liga Champions.

La Pulga kini sudah dianggap publik Paris layaknya pemain biasa, tak ada yang spesial. Masa pengabdiannya di PSG pun tinggal menunggu waktu. Apakah ini adalah titik terendah dalam karir Messi membela sebuah klub? Apa yang harus dilakukan Messi ke depannya?

Diejek Suporter Sendiri

Salah satu titik terendah Messi dalam karirnya ternyata kejadian di PSG. Seumur-umur, Messi tak pernah menerima tindakan seperti apa yang ia terima di PSG. Ia mendapat perlakuan tidak sepantasnya ketika pertandingan melawan Lyon di lanjutan Ligue 1.

Di laga yang berkesudahan 0-1 untuk kemenangan Lyon itu, nama Messi menjadi bahan cemoohan publik Paris. Ia di “boo” oleh penonton sedari awal laga ketika pengumuman skuad dengan pengeras suara di stadion berkumandang.

Ini bukan pertama kali Messi menerimanya. Setelah sebelumnya di pertandingan melawan Rennes, ultras PSG juga sudah mencemooh Messi. Hal itu dilakukan oleh publik Paris ketika Messi dianggap dengan kontrak dan gaji yang tinggi, tak mampu memberikan performa yang lebih bagi PSG.

Namun La Pulga menanggapi ejekan itu dengan santai. Ia malah tersenyum ketika tertangkap kamera setelah mendengar siulan dari para penonton. Pelatih Christophe Galtier pun menanggapi ejekan tersebut.

Ia meminta fans tak menuntut lebih dari Messi. Messi menurutnya sudah berbuat banyak bagi PSG selama ini. Galtier juga mengatakan bahwa sikap pendukung itu hanya akan memperkeruh suasana.

Penampilannya yang Kontras Bersama Timnas Argentina

Hal yang berbanding terbalik justru terjadi ketika Messi membela negaranya, Argentina. Setelah menjadi juara dunia, entah kenapa performanya berubah jadi angin-anginan bersama PSG. Namun ketika membela Argentina di jeda internasional, toh Messi masih jago-jago saja tuh.

Melawan Panama dan Curacao, Messi tampil seperti Messi yang dikenal banyak orang. Ia mencatatkan satu gol ke gawang Panama dan hattrick ke gawang Curacao. Rekor 100 gol untuk timnas pun ia gapai. Messi tetap menjadi titik fokus permainan Argentina.

Hal itu mungkin berbeda ketika di PSG. Karena selain Messi, masih ada dua nama lain, Neymar dan Mbappe. Bagaimanapun Messi harus membagi sinarya dengan kedua bintang besar itu juga.

Hal itulah yang diungkapkan teman Messi ketika di Barca, Thierry Henry. Kepada RMC Sport Henry mengatakan bahwa Messi di Argentina adalah bos. Para temannya di Argentina bisa rela mati untuknya. Sedangkan di PSG, ia harus berkompromi dengan bintang lainnya yang punya ego tinggi. Susah untuk menggabungkan beberapa bintang menjadi satu kekuatan yang konsisten dalam waktu yang lama

Tak Lagi Seperti Awal Musim

Pernyataan itu memang ada benarnya, namun tak sepenuhnya. Karena bagaimanapun Messi, Neymar, maupun Mbappe di awal musim ini bersama Galtier mencatatkan performa yang cukup mentereng.

Dengan skema baru Galtier 3-4-1-2 PSG sempat mengerikan dan tak terkalahkan hingga menuju Piala Dunia, baik di Ligue 1 maupun Liga Champions. Mereka dalam 22 laga mencatatkan 18 kali kemenangan dan 4 hasil seri.

Dari segi penampilan, Messi juga sukses mengemban peran baru yang diberikan Galtier sebagai penyerang lubang di bawah dua striker Neymar dan Mbappe. Hasilnya pun Messi masih mampu meraih total 11 gol dan 13 assist sebelum Piala Dunia bergulir.

Pasca Piala Dunia dan Kegagalan Liga Champions

Namun apa yang terjadi pasca Piala Dunia? Performa Messi dan PSG inkonsisten. Tak hanya Messi, pemain lainnya pun sama. Taktik Galtier yang mulai berubah-ubah dengan terkadang memakai empat bek, juga merupakan salah satu faktor.

Sementara konflik demi konflik internal antara para bintang di PSG juga mempengaruhi performa tim. Seperti Mbappe yang dilaporkan El Nacional pada Februari 2023 lalu sempat berselisih dan tidak berbicara dengan empat rekan setimnya termasuk Lionel Messi.

Klimaksnya terjadi ketika disingkirkan Munchen di Liga Champions. Kompetisi yang harusnya jadi target utama klub sultan seperti PSG. Publik Paris menyoroti peran Messi yang “tak terlihat” di dua laga melawan Munchen.

Messi kerap dipertanyakan ketika ia tak mampu mengubah keadaan tim di lapangan, seperti ia mengubah Argentina. Ditambah, kontraknya yang tak kunjung menemui titik temu dengan pihak manajemen hingga sekarang.

Masalah Kontraknya Bersama PSG

Masa pengabdian Messi akan berakhir akhir musim nanti. Para pendukung juga muak dengan sikap Messi dan agennya yang mengulur-ulur kesepakatan perpanjangan kontrak yang direncanakan hingga 2024 mendatang.

Namun tunggu dulu, Messi bukannya segampang itu menandatangani perpanjangan kontraknya. Ia berpikir karena seiring berkembangnya waktu menurut laporan yang dilansir Mirror, ia tak mau jika hanya ditawari kontrak senilai 41 juta euro atau sekitar 640 miliar per tahun. Angka itu menurut Messi tak pantas baginya atau terlalu kecil.

Lho kan PSG banyak uang? Nah ini permasalahannya. Kini PSG tak bisa semena-mena lagi mengatur pengeluaran karena ancaman Financial Fair Play. Lho kan PSG anti-sanksi? Diluar pemiliknya yang juga adalah ketua Asosiasi Klub Eropa, namun kini PSG juga tak lagi terdengar ngotot untuk mempertahankan Messi dengan nilai sebesar yang diinginkan.

Disamping itu, Messi juga mempunyai alasan untuk mengulur waktu perpanjangan kontraknya. Bukan hanya soal gaji, namun juga bagaimana proyek PSG ke depan. Siapa pelatihnya, siapa yang akan didatangkan dan didepak, semuanya menjadi pertanyaan kunci dari Messi yang harus dijawab jika PSG mau mempertahankannya.

Kemana Messi Berikutnya?

Nah, dari keruwetan Messi itu, dari luar Paris kini sudah terdengar hiruk pikuk kabar yang mengaitkan Messi akan berlabuh kemana musim depan. La Pulga diisukan akan hijrah ke Al-Hilal, dengan nilai tawaran gaji yang fantastis seperti Cristiano Ronaldo.

Ada juga rumor ia akan menikmati hidup di negeri Paman Sam layaknya seleb Hollywood. Klub Inter Miami sudah tertarik untuk memulai proyek mendatangkan Messi, juga dengan tawaran yang menggiurkan.

Yang terakhir pembicaraan terjadi antara Rafa Yuste wakil presiden Barcelona terhadap kemungkinan mereka memulangkan sang legenda ke Camp Nou. Sebuah hal yang mustahil sepertinya bagi kondisi keuangan Barca ketika harus menggaji besar Messi.

Dari semua kondisi yang menjadi titik terendah Messi dalam karirnya seperti cacian fans, performa yang inkonsisten, maupun kontraknya yang masih abu-abu, haruskah Messi pergi dari PSG? Media L’equipe juga sudah mengirim sinyal dengan menaruh judul “Messi Dan PSG Segera Bercerai”.

Ke mana pun Messi pergi atau bertahan di Eropa musim depan, yang terpenting baginya adalah bisa kembali nyaman dan perform seperti layaknya di timnas Argentina. Kalau berpindah tim dan masih saja tampil angin-anginan, mending pensiun saja atau ikut CR7 cari cuan di negeri Arab.

Sumber Referensi : theathletic, sportsbrief, mundodeportivo, marca, sportsbrief, transfermarkt

Manchester City vs Bayern Munchen: Duel Kandidat Juara Liga Champions

0

Drawing perempat final Liga Champions telah dilakukan dan menghasilkan duel panas antara dua juara bertahan di liga domestiknya masing-masing, yakni Manchester City dan Bayern Munchen. Selain bakal jadi laga reuni Pep Guardiola dengan Bayern. Laga ini bakal jadi batu sandungan bagi City yang sedang diunggulkan sebagai juara Liga Champions musim ini.

Legenda Manchester United, Rio Ferdinand juga berpikir demikian. Dengan komposisi skuad sekarang, City dianggap sebagai calon terkuat untuk menggondol trofi Si Kuping Besar. Namun, ia memberikan catatan. Jika City ingin melaju mulus ke partai puncak, mereka harus menghindari klub yang tengah on fire, Bayern Munchen.

Dan kini mereka justru berhadapan. The Sky Blues lolos ke fase delapan besar usai menyingkirkan RB Leipzig dengan agregat telak 8-1. Sementara Bayern, lolos setelah mengeliminasi PSG dengan agregat 3-0. Mampukah City melewati cobaan terberatnya di Liga Champions musim ini?

Head To Head

Bayern Munchen memang dikenal punya catatan bagus sepanjang ikut serta di Liga Champions. Pemilik enam trofi Liga Champions tersebut juga menjadi tim yang berhasil mencatatkan 100% kemenangan hingga babak 16 besar kemarin.

Meski demikian, kini yang akan mereka hadapi adalah Manchester City. Di atas kertas, head to head kedua tim bisa dibilang sama kuat. Dari enam pertemuan yang telah tersaji di kompetisi Eropa, kedua tim silih berganti meraih kemenangan. 

City dan Bayern masing-masing mengantongi tiga kemenangan. Meski begitu, Bayern tercatat jadi tim yang sedikit lebih produktif dengan mencetak sepuluh gol saat menghadapi City. Sementara City hanya mencetak sembilan gol dari enam pertemuan.

Tak banyak pertandingan resmi yang mempertemukan kedua tim dalam beberapa tahun terakhir. Pertemuan terakhir antara Bayern dan City terjadi sudah lama, yakni di Liga Champions musim 2014/15. Saat itu Pep Guardiola bahkan masih menjadi pelatih Bayern Munchen. Di laga tersebut, The Citizens jadi pemenang duel. Anak asuh Manuel Pellegrini menundukan Bayern dengan skor 3-2. Sergio Aguero mencetak tiga gol City di pertandingan tersebut.

Rekor Apik City

12 April mendatang bakal jadi waktu di mana kedua tim akan menyelenggarakan pertandingan leg pertama babak perempat final Liga Champions. Kabarnya, leg pertama bakal dilaksanakan di Etihad Stadium dan itu bakal jadi keuntungan bagi Manchester City. Pasalnya, mereka memiliki rekor cukup baik ketika menghadapi tim asal Jerman.

Menurut Aiscore, The Citizen punya catatan apik kala menghadapi tim asal Liga Jerman di kandang. Menurut catatan, di kompetisi selevel Liga Champions, Manchester City telah memenangkan sepuluh pertandingan kandang terakhir mereka saat melawan tim asal Jerman.

Termasuk di Liga Champions musim ini. City sudah menghadapi Borussia Dortmund di fase grup dan RB Leipzig di babak 16 besar. Dan ketika bermain di kandang, City selalu meraih kemenangan. Lantas bagaimana ketika menghadapi Bayern Munchen? Dari tiga pertemuan kedua tim yang dilangsungkan di Etihad Stadium, dua di antaranya mampu dimenangkan oleh Manchester City.

Selain catatan apik secara tim, bos Manchester City, Pep Guardiola juga memiliki rekor bagus di Liga Champions. Saat memainkan pertandingan di fase gugur, Pep memiliki persentase kemenangan di angka 54%. Itu masih jadi yang terbaik apabila dibandingkan dengan pelatih-pelatih lain yang sudah mengemas lebih dari 30 pertandingan di fase gugur Liga Champions. Ia bahkan jadi satu-satunya pelatih yang memenangkan lebih dari 50% pertandingannya di fase gugur.

Thomas Tuchel Bakal Jadi Pembeda

Secara nama Bayern Munchen sudah menjadi momok menakutkan bagi Manchester City dan kini ketakutan mereka akan bertambah karena kursi kepelatihan Bayern sudah bergeser ke tangan Thomas Tuchel, pelatih spesialis kompetisi berformat piala. Meski Julian Nagelsmann mencatatkan rekor 100% kemenangan di Liga Champions, manajemen klub lebih percaya Tuchel untuk mengantarkan klub menuju tangga kesuksesan.

Itu telah dibuktikan di Borussia Dortmund dan Chelsea. Lihat saja, ketika Tuchel masuk sebagai pelatih Chelsea di pertengahan musim 2020/21. Mendapat tim limpahan dari Frank Lampard, Tuchel justru berhasil mengantarkan The Blues menjuarai Liga Champions musim tersebut. Bahkan, tim yang ia kalahkan di final adalah Manchester City asuhan Pep Guardiola.

Pertemuan di babak perempat final Liga Champions nanti bakal menjadi pertemuan keempat antara Pep Guardiola dan Thomas Tuchel dalam kompetisi berformat piala. Menariknya, Tuchel memiliki rekor apik dengan berhasil memenangkan dua dari tiga pertemuan sebelumnya. 

Bahkan, dalam tiga kali pertemuan tersebut tim asuhan Pep Guardiola gagal mencetak satu gol pun kala menghadapi tim asuhan Thomas Tuchel. Satu-satunya kemenangan Pep Guardiola atas Tuchel di kompetisi format piala terjadi di final DFB-Pokal tahun 2016. Kala itu Pep memenangkan laga melalui skema adu penalti.

Kekuatan dan Kelemahan

Setelah rangkaian catatan yang menunjukan kalau duel ini cukup berimbang, musim ini kedua tim berada di kondisi yang jauh berbeda apabila dibandingkan dengan pertemuan terakhir mereka tahun 2014 silam. Kedua tim masih punya keunggulan dan kelemahan masing-masing di Liga Champions. 

Jika pada tahun 2014 Sergio Aguero jadi mimpi buruk Bayern Munchen, kini City punya Erling Haaland yang sudah dipersiapkan untuk memberi ancaman serius ke lini pertahanan siapa pun lawan City. Penyerang asal Norwegia tersebut telah mencetak 10 gol hanya dalam enam penampilan untuk Manchester City di Liga Champions musim ini. Secara keseluruhan, ia sudah mencetak 42 gol musim ini. Termasuk enam hattrick yang semuanya terjadi di Etihad Stadium.

Jika City akan mengandalkan Haaland, Bayern mungkin memiliki penawarnya. Pasalnya, tim yang bermarkas di Allianz Arena itu jadi tim dengan pertahanan terbaik di Liga Champions musim ini. Bayern Munchen jadi tim dengan catatan clean sheet terbaik yakni tujuh kali. Mereka hanya kebobolan di satu laga penyisihan grup saat menghadapi Viktoria Plzen.

Kekuatan utama pertahanan The Bavarian bukan hanya berada di penjaga gawang. Selain memiliki dua penjaga gawang yang memiliki kualitas sama baiknya. Bayern masih punya komposisi lini belakang yang solid. Duet Dayot Upemecano dan Mattijs De Ligt berkali-kali mengantongi striker-striker top seperti Robert Lewandowski, Romelu Lukaku, Lionel Messi, hingga Kylian Mbappe. Menembus pertahanan Bayern bakal jadi PR utama City di laga ini.

City Sedikit Diunggulkan

Meski begitu, Bayern Munchen datang bukan tanpa celah. Masa transisi dari Julian Nagelsmann ke Thomas Tuchel diperkirakan akan dimanfaatkan dengan baik oleh Manchester City. Rekor Liga Champions mereka musim ini memang oke, tapi setelah pergantian pelatih tim pasti masih memerlukan beberapa penyesuaian lagi.

Bayern Munchen memang datang dengan segudang prestasi dan catatan luar biasa. Namun menurut beberapa pengamat sepakbola, mereka meyakini bahwa perpaduan kecerdasan Pep Guardiola dan kedua pemain kuncinya yakni Erling Haaland dan Kevin De Bruyne bisa menciptakan apa pun di lapangan. Jadi, jika ingin mengalahkan Bayern, Pep harus memastikan semua pemain andalannya fit 100% jelang pertandingan.

https://youtu.be/a6Ug1Rz4kOg

Sumber: UEFA, Aiscore, Goal, The Analyst, 90min

Gimana Nasib 6 Pemain yang Datang ke Arsenal Bareng Arteta di 2011?

Bursa transfer 2011 jadi bursa transfer yang sibuk untuk Arsenal dan Arsene Wenger. Mereka membeli banyak pemain saat itu. Salah satunya adalah Mikel Arteta dari Everton. Terlepas fakta bahwa Arteta adalah pemain kesayangan Everton, ia jadi pemain penting di Arsenal.

Setelah ia pensiun di tahun 2016, Arteta berguru dengan Pep Guardiola yang merupakan idolanya ketika ia masih bermain di La Masia. Tak lama setelah itu, Arteta pun mengambil alih kursi kepelatihan di Arsenal.

Arteta menyulap tim Arsenal yang tak punya identitas selepas Arsene Wenger menjadi klub yang punya mental juara. Seperti Wenger dulu, Arteta berhasil merusak tatanan peta kekuatan Premier League. Itulah nasib Arteta, lalu bagaimana nasib 6 pemain lainnya yang datang ke Arsenal bersama Arteta di tahun 2011?

Hector Bellerin

Arteta bukanlah satu-satunya produk La Masia yang dibeli Arsenal pada saat itu. Bellerin juga dibeli pada musim panas 2011. Saat itu usianya masih 16 tahun dan masih harus masuk ke tim u-18 Arsenal.

Setelah sempat menjalani masa peminjaman di Watford, Bellerin pun menjalani debutnya di tim senior Arsenal pada musim 2014/15. Ia pun langsung jadi pusat perhatian dan jadi bek kanan paling diantisipasi pada saat itu. Tahun 2015, ia pun menjuarai Piala FA pertamanya bersama the gunners.

Pada bulan Januari 2019, ia mengalami cedera ACL setelah berlaga melawan Chelsea. Cedera itu sangat mempengaruhi performanya. Ia bahkan harus menepi selama sembilan bulan. Performa Bellerin tidak lagi sama setelah kembali dari masa pemulihan.

Ia semakin sulit untuk bisa konsisten di bawah kepemimpinan Arteta. Akhirnya pada tahun 2021 ia dipinjamkan ke Real Betis, sebelum dipermanenkan oleh Barcelona dengan status bebas transfer. Tapi performanya tidak kunjung memuaskan publik Camp Nou. Bellerin pun dijual ke Sporting Lisbon.

Gervinho

Kalian pasti ingat Gervinho dari gaya rambut yang uniknya itu. Penyerang asal Pantai Gading itu dibeli Arsenal dari Lille seharga 10 juta pounds saja. Ia awalnya dinantikan sebagai pemain yang bakal mengguncangkan Premier League. Namun Gervinho hanya mampu mencetak 4 gol dan 7 assist dari 37 penampilannya di musim pertama.

Tidak ada peningkatan signifikan yang ia tunjukan di musim keduanya. Sampai akhirnya di tahun 2013, Gervinho pun dijual ke AS Roma. Gervinho mengaku ia jadi benci dengan Arsenal setelah itu. “Wenger tidak pernah percaya dengan saya. Sewaktu saya kecil saya selalu bermimpi bermain untuk Arsenal. Kini saya membenci mereka karena apa yang telah Wenger lakukan kepada saya.” Ungkapnya dikutip dari Bleacher Report.

Ia sempat terdampar ke liga Tiongkok, lalu sempat kembali ke Parma dan liga Turki. Sebelum akhirnya terdampar ke liga Yunani.

Per Mertesacker

Mertesacker mungkin jadi pembelian terbaik Arsenal selain Arteta di musim itu. Ia jadi salah satu bek terbaik yang dimiliki Arsenal setelah mereka pindah ke Emirates. Jiwa kepemimpinan dan kecerdasannya di lapangan membuat Arsenal kembali punya mental juara. Bersama the gunners, ia telah mempersembahkan 3 FA Cup dan 2 Community Shield.

Setelah ia pensiun di Arsenal pada akhir musim 2017/18, ia langsung mengabdikan dirinya sebagai manajer tim akademi. Ia mendapat banyak pujian dan dianggap telah merevolusi akademi Arsenal. Setelah ia mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA, bukan tidak mungkin Mertesacker bisa jadi rival Arteta sebagai pelatih di masa depan.

Alex Oxlade-Chamberlain

Bakat muda lain yang diboyong Arsene Wenger pada musim itu adalah Alex Oxlade-Chamberlain. Gelandang asal Inggris itu baru berusia 18 tahun ketika Arsenal membelinya dari Southampton.

Arsene Wenger sangat percaya dengan kemampuan Chamberlain sampai-sampai mereka membelinya dengan harga 12 juta pounds. Padahal Chamberlain belum punya pengalaman bermain di divisi teratas liga Inggris sebelumnya.

Wenger tidak salah. Chamberlain mencatatkan 198 pertandingan selama enam tahun di Arsenal. Ia juga telah mencetak 20 gol dan 32 assist di semua kompetisi. Meskipun begitu, Chamberlain memilih untuk pindah di tahun 2017. Alasannya adalah ia ingin memenangkan lebih banyak trofi.

Impiannya terwujud setelah ia mempersembahkan gelar Liga Inggris, Liga Champions, FA Cup, dan Piala liga bersama Liverpool. Ini tentu sedikit menyakitkan bagi fans Arsenal. Tapi Arsenal mendapatkan 40 juta pounds dari penjualannya. Ia juga tidak dalam performa konsisten saat ia dijual. Jadi, yah tidak terlalu buruk.

Park Chu-young

Park Chu-young adalah salah satu transfer paling aneh Arsenal. Ia dibeli dari AS Monaco menjelang ditutupnya bursa transfer musim panas 2011. Dan tidak diragukan lagi, Park adalah salah satu pembelian paling flop meriam London.

Ia awalnya dipandang bak pahlawan di Korea karena bergabung dengan klub big six Premier League. Tapi hanya dalam waktu semusim awal ia pindah ke Arsenal, striker asal Korea Selatan itu kemudian dilupakan publik Emirates Stadium.

Arsene Wenger mendatangkan kembali Thierry Henry dengan status pinjaman. Kemudian membeli Lukas Podolski di musim panas setelahnya. Wenger bahkan memberikan nomor punggungnya, yaitu nomor 9 kepada Podolski. Sedangkan Park harus memakai nomor 30.

Setelah menjalani masa peminjaman bersama Watford dan Celta Vigo, ia dilepas oleh Arsenal di tahun 2014. Beberapa bulan menganggur tidak punya klub, Park pindah ke liga Arab. Di tahun 2015, ia akhirnya pulang kampung dan bermain di Liga Korea Selatan.

Joel Campbell

Selain Park Chu-young, Joel Campbell juga jadi transfer aneh dari Arsenal. Meriam London membeli Campbell langsung dari liga Kosta Rika. Namun meskipun transfernya terjadi di tahun 2011, izin kerjanya baru terbit di tahun 2013. Alhasil, Campbell menjalani masa peminjaman di luar Inggris.

Ia menunjukan performa yang luar biasa di Piala Dunia 2014. Bersama dengan Kosta Rika yang jadi underdog di turnamen itu. Campbell menunjukan kualitasnya sebagai penyerang yang cepat dan tak kenal lelah di Piala Dunia itu.

Banyak yang menantikan dirinya beraksi di Inggris setelah ia kembali ke Arsenal. Tapi Arsenal sudah tidak membutuhkannya lagi. Selama Campbell berkelana, sudah banyak penyerang berkelas di Arsenal. Seperti Alexis Sanchez, Theo Walcott, Santi Cazorla, dan Lukas Podolski. Wenger sudah punya banyak pilihan penyerang yang jauh lebih baik daripada Campbell.

Meskipun ia tampil memukau di Piala Dunia 2014, ia tidak bisa menghidupkan lagi percikan karirnya untuk meriam London. Campbell pun kembali di pinjamkan ke beberapa klub Spanyol dan Portugal, kemudian Italia. Sampai pada tahun 2022, di usianya yang ke-30 tahun, ia terdampar di Liga Meksiko.

Sumber referensi: Planet, Arsenal, B/R, B/R 2, Goal, Goal 2, Talk

Berita Bola Terbaru 4 April 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Hasil pertandingan Liga Inggris, Tottenham Hotspur harus puas dengan hasil seri 1-1 saat melawat ke markas Everton. Tottenham unggul lebih dulu berkat sepakan penalti Harry Kane di menit 67. Tapi, kemenangan Tottenham yang sudah di depan mata buyar di menit ke-90. Gol Michael Keane memaksa skor sama kuat hingga laga bubar. Dengan hasil ini, Tottenham masih tertahan di peringkat keempat klasemen Liga Inggris dengan 50 poin dari 29 pertandingan. Sementara Everton ada di urutan ke-15 dengan 27 poin.

Di ajang Liga Spanyol, Valencia bermain imbang 1-1 melawan Rayo Vallecano. Vallecano membuka skor lebih dulu melalui Santi Comesana menit ke-9. Valencia lalu berhasil membalas lewat penalti Justin Kluivert di menit ke-82. 

NAGELSMANN DAN POCHETTINO MASUK BURUAN CHELSEA

Dikutip The Guardian, manajemen Chelsea tak ingin buru-buru menentukan pelatih berikutnya untuk menggantikan Graham Potter. Dua pelatih yang tengah menganggur, Julian Nagelsmann dan Mauricio Pochettino dikabarkan jadi incaran The Blues. Selain itu, Rúben Amorim, Oliver Glasner, dan Luis Enrique juga masuk dalam daftar buruan Chelsea.

PANAS! JAVIER TEBAS BALAS TUNTUTAN MUNDUR BARCELONA

Barcelona baru saja merilis pernyataan soal kasus Negreria. Barcelona menyerang balik Javier Tebas yang menggulirkan kasus ini. Menurut kabar dari La Vanguardia, Barcelona menyebut Tebas bicara soal kasus Negreria dengan bukti palsu. Los Cules pun meminta pria 60 tahun itu klarifikasi di depan publik. Blaugrana bahkan mendesak Tebas untuk mundur dari jabatan presiden La Liga. Tak berselang lama, Tebas membela diri sekaligus meminta hak koreksi kepada media La Vanguardia karena telah mengubah artikel asli. Tebas meminta perbaikan dilakukan La Vanguardia dalam tempo tiga hari. Apabila hak koreksi tak digubris, bos La Liga itu mengancam akan membawa masalah ini ke ranah hukum.

TUCHEL: CHELSEA TELAH BANYAK BERUBAH

Thomas Tuchel diminta komentarnya oleh awak jurnalis terkait pergantian pelatih yang kembali terjadi di Tim London Biru. Manajer asal Jerman ini mengaku sama sekali tak kaget dengan apa yang menimpa Graham Potter. Sebab menurut Tuchel, kultur di Chelsea telah berubah banyak sejak klub berganti kepemimpinan dari Roman Abramovich ke Todd Boehly.

EMPAT PELATIH DIPECAT, KLOPP: PEKAN YANG ANEH

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengakui bahwa pemecatan berentet sejumlah pelatih di Liga Top Eropa, termasuk di Liga Primer Inggris membuatnya terkejut. Hal itu dikatakan Klopp dalam sesi jumpa pers jelang laga kontra Chelsea pada laga tunda pekan ke delapan di Stamford Bridge, Rabu (5/4) dini hari WIB. “Ini adalah pekan yang aneh. Conte pekan lalu, Nagelsmann, dan sekarang keduanya (Potter dan Rodgers).”

NEGOSIASI BERLANJUT, MILAN BERHARAP MADRID BERI DISKON UNTUK BRAHIM DIAZ

AC Milan terus melakukan negosiasi dengan Real Madrid terkait penebusan permanen Brahim Diaz. Football Italia melaporkan, kubu Rossoneri berharap Los Blancos bersedia memberikan keringanan harga untuk gelandang asal Spanyol tersebut. Milan diberitakan ingin menebus Diaz di angka 22 juta Euro (Rp 357 miliar), atau lima juta Euro lebih murah dari harga awal yang ditetapkan oleh Madrid.

BILA ZIDANE GABUNG PSG, NEYMAR PASTI KENA TENDANG

Eks pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane masih terus erat dikaitkan dengan PSG. Dipercaya dia akan memegang kendali Les Parisiens musim depan menyusul masa depan Galtier yang tidak pasti. Dan yang menarik, menurut Mundo Deportivo, bila Zidane menangani PSG, maka satu langkah awal yang akan ditempuh ialah mendepak seorang Neymar dari tim. Zidane melihat sosok Neymar sebagai perusak tim. Pria Brasil tersebut juga bukan tipikal penyerang yang dimau oleh Zidane.

TAMPIL APIK, ANCELOTTI SIAP BERIKAN KESEMPATAN LEBIH UNTUK HAZARD

Manajer Real Madrid, Carlo Ancelotti memberikan penilaiannya terhadap Eden Hazard. Ia menyebut sang playmaker dapat bermain lebih sering di skuat El Real di sisa musim ini. Pemain asal Belgia itu tampil apik dengan memberi satu assist saat Madrid menang 6-0 atas Elche, akhir pekan kemarin. Ancelotti menilai sang playmaker mampu memberikan dampak yang besar dengan menit bermain yang terbatas pada laga itu. Hazard berpotensi mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi di tengah pekan nanti.

KEKUATAN FINANSIAL SPONSOR JADI SENJATA UTAMA BARCELONA PULANGKAN MESSI

Dilansir Football Espana, Barcelona dikabarkan siap memanfaatkan kekuatan finansial dari sponsor untuk memulangkan mantan kapten mereka, Lionel Messi. Tidak disebutkan sponsor utama yang mana yang bakal diajak kerja sama oleh Barcelona. Apakah Nike atau Spotify. Yang jelas, pendanaan dari sponsor penting klub tersebut menjadi modal bagi Barcelona untuk mewujudkan kepulangan Messi ke Camp Nou.

BOS UEFA: SKANDAL SUAP WASIT BARCELONA SANGAT SERIUS

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengomentari skandal suap wasit yang diduga dilakukan Barcelona. Menurutnya, Barcelona benar-benar melakukan tindak pidana serius andaikan terbukti bersalah di pengadilan. “Di La Liga, kerangka waktu untuk memberikan sanksi kepada Barcelona untuk ‘Kasus Negreira’ telah kedaluwarsa, tetapi masalah tersebut telah diteruskan ke kantor kejaksaan Spanyol. Dalam hal UEFA, tidak ada kasus kadaluarsa,” Aleksander Ceferin mengungkapkan.

MESSI DICEMOOH SUPORTER, INI KATA PELATIH PSG

Lionel Messi kena cemooh suporter saat PSG melawan Lyon. Christophe Galtier, pelatih PSG, merespons kejadian itu. Ia meminta fans memahami bahwa tak segalanya bisa diharapkan dari Lionel Messi. Desas-desusnya, suporter diklaim kecewa karena Messi belum meneken kontrak baru. Kontrak Messi memang akan habis Juli mendatang, dan sejauh ini belum menerima tawaran klub untuk bertahan.

GEGARA PUASA RAMADHAN, PEMAIN NANTES INI DICORET PELATIH

Pemain Nantes, Jaouen Hadjam dicoret dari skuad lantaran sang pemain memilih tetap berpuasa Ramadan. Pelatih Nantes, Antoine Kombouare mencoret Hadjam dari daftar pemain untuk menghadapi Reims, Minggu (2/4) lalu. Kombouare meminta para pemain tak berpuasa di hari pertandingan karena ingin memainkan mereka hanya di kondisi terbaik. Kabarnya pemain-pemain muslim lainnya di Nantes mau mengikuti aturan itu. Sementara Hadjam dilaporkan hanya bersedia tak berpuasa kalau harus menjalani pertandingan tandang alias di luar Nantes.

TAK CUKUP WAKTU, KEMUNGKINAN SALTOR MENERUSKAN GAYA MAIN POTTER DI CHELSEA

Bruno Saltor tidak punya cukup waktu untuk menyiapkan laga perdananya sebagai manajer interim di Chelsea. Ia memilih untuk meneruskan gaya main yang sudah dikembangkan Graham Potter. Pekan ini, Saltor akan mendampingi Chelsea dalam lanjutan Liga Inggris 2022/23, Rabu (5/4) dini hari WIB. Lawan yang akan dihadapi bukan tim sembarangan. Chelsea akan menjamu Liverpool di Stamford Bridge. Saltor diharapkan bisa memberikan tiga poin perdana untuk The Blues.

SIASAT MBAPPE AGAR BISA GABUNG REAL MADRID

Kylian Mbappe mulai menunjukkan tanda-tanda pindah ke Real Madrid. Sang pemain juga sudah menyampaikan ide kepada Los Blancos agar bisa merekrut dirinya. Dalam laporan yang ditulis Marca, Mbappe menawarkan ke Madrid agar merekrut dirinya pada akhir musim 2023/2024. Tepat di waktu tersebut, kontraknya bersama PSG akan habis. Dengan begitu, Madrid bisa mendatangkan Mbappe secara gratis. Apabila Madrid berkenan merekrutnya, Mbappe berjanji tidak akan memperbaharui kontraknya di PSG.

PERU BATAL JADI TUAN RUMAH PIALA DUNIA U17 2023

Senin (3/4) FIFA secara resmi mencabut status Peru sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Peru batal jadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023 karena dinilai FIFA tidak siap secara infrastruktur. Kedua belah pihak sepakat bahwa tidak ada cukup waktu untuk memperbaiki infrastruktur, dengan turnamen akan segera diselenggarakan pada 10 November 2023 hingga 2 Desember 2023 mendatang.

BARCELONA AKAN PAKSAKAN DE JONG MAIN DI EL CLASICO?

Meski belum seratus persen pulih, Barcelona dikabarkan akan tetap memainkan Frenkie de Jong dalam laga kontra Real Madrid untuk leg kedua babak semifinal Copa del Rey di Camp Nou, Kamis (6/4) dini hari WIB. De Jong sendiri masih absen pada saat Barca mengalahkan Elche dalam laga lanjutan La Liga, Minggu (2/4). Namun, laga leg kedua semifinal Copa del Rey dinilai terlalu krusial untuk dilewatkan olehnya, karena berpotensi memberikan trofi kepada tim asuhan Xavi Hernandez tersebut.

MANCHESTER UNITED CUMA DEBU TANPA CASEMIRO

Casemiro sudah jadi pemain penting bagi Manchester United. Bagaimana tidak, ketika dia absen dari lapangan karena cedera atau akumulasi kartu, MU hanya jadi butiran debu. Squawka mencatat, ketiadaan Casemiro memang memberi pengaruh besar bagi MU. Tercatat, sembilan laga yang dilalui MU tanpa Casemiro, berakhir dengan empat kekalahan, dua hasil imbang, dan hanya tiga kemenangan. Beda cerita dengan ketika Casemiro mentas. Dalam 38 laga, MU sukses menang 29 kali, lima kali imbang, dan empat kali kalah.

INI VIDEO WASIT DI MEKSIKO HANTAM PEMAIN DENGAN LUTUT

Seorang wasit di Meksiko menendang pemain dengan lutut karena kesal sang pemain memprotes keputusannya. Insiden ini terjadi saat wasit Fernando Hernandez memimpin pertandingan antara Club America melawan Leon. Hernandez yang terbakar emosinya menendang gelandang Leon, Lucas Romero yang melakukan protes keras kepadanya. Romero pun jatuh ke rumput sambil memegangi alat kelaminnya. Sementara rekan satu timnya mulai memarahi wasit, karena tayangan video menunjukkan bahwa wasit, Fernando Hernández, memukul pemain tersebut dengan lutut.

ANCELOTTI PUJI BENZEMA USAI CETAK HATTRICK

Real Madrid menghancurkan Real Valladolid 6-0. Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti memuji performa Karim Benzema yang mencetak hattrick. “Di awal pertandingan kami menderita dan mereka memiliki peluang untuk mencetak gol. Dengan gol pertama, kami bermain bagus di depan. Kami memiliki Karim dalam kondisi terbaiknya, jadi semuanya berjalan lebih baik,” katanya setelah laga.

DUO EPL BERSAING DAPATKAN FERLAND MENDY DARI REAL MADRID

Dikutip Sportskeeda, Manchester City dan Arsenal dilaporkan bersaing untuk mendapatkan tanda tangan bek Real Madrid, Ferland Mendy, selama jendela transfer musim panas ini. Duo Liga Premier itu akan siap membayar sekitar 60 juta euro untuk tanda tangannya. Laporan tersebut mengklaim bahwa Real Madrid bersedia menjual pemain Prancis itu, melihatnya sebagai pemain yang mampu menaikkan biaya transfer yang sehat di pasar musim panas.

GUARDIOLA PERNAH HUKUM PIQUE KARENA HAL INI

Gerard Pique mengungkapkan, Guardiola pernah menghukum dirinya karena mengenakan baju lengan pendek saat mereka masih bersama di Barcelona. Guardiola mencoret sang pemain dari tim. Juga menjatuhkan hukuman finansial. Dijelaskan oleh Pique, dirinya memakai baju lengan pendek saat cuaca di Barcelona sedang dingin. Guardiola yang melihat foto Pique dengan baju lengan pendek memarahi sang bek. 

PIQUE BERI PERINGATAN KEPADA MESSI TENTANG KEMBALI KE BARCELONA

Gerard Pique beri peringatan kepada Lionel Messi tentang kembali ke Barcelona. Eks bek Barcelona itu memperingatkan sang mega bintang untuk tak mudah percaya kepada Wakil Presiden, Rafa Yuste. Sebelumnya, Rafa Yuste mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menjalin kontak dengan perwakilan Messi. Namun demikian, Gerard Pique memperingatkan agar publik berhati-hati dengan hal ini. Sebab, dia mengenal Yuste dengan baik dan kemungkinan yang bisa terjadi ke depannya bisa jadi tidak sesuai harapan.

ALASAN KONYOL BAYERN PECAT NAGELSMANN

Bayern Muenchen ternyata memiliki alasan konyol saat memecat Julian Nagelsmann. Sang pelatih dipecat hanya gara-gara liburan dan bermain ski saat jeda internasional. Padahal pada saat yang bersamaan, dewan klub ingin bertemu dengan Nagelsmann. Hal itu disampaikan anggota dewan Bayern Munchen, Uli Hoeness. Hoeness menyebut bahwa dewan klub bisa saja berubah apabila Nagelsmann mau datang dalam pertemuan tersebut.

SINGGUNG TIMNAS BRASIL, ANCELOTTI HAPUS KEKHAWATIRAN MADRID

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti menyinggung ketertarikan timnas Brasil, sekaligus menghapus kekhawatiran El Real. Ancelotti paham betul posisinya saat ini tidak bisa sembarangan membuat keputusan. “Saya menghormati kontrak yang ada dan ingin memenuhinya,” ucap Ancelotti. Saat ini, Real Madrid masih mengontrak Ancelotti hingga 30 Juni 2024. Dengan prestasi terkini, Real Madrid dan Ancelotti diragukan akan berpisah dalam waktu lebih cepat.

SANDY WALSH NAFSU BAWA INDONESIA KE PILDUN 2026

Pemain naturalisasi, Sandy Walsh mengaku bernafsu membawa timnas Indonesia untuk melangkah sampai lolos Piala Dunia 2026. Target tersebut dirasa tak muluk-muluk, karena Indonesia dinilainya memiliki potensi yang besar. Sandy Walsh mengaku terus mengikuti perjalanan timnas Indonesia. Dia bilang ada perubahan dan perkembangan secara signifikan yang dilalui oleh para pemain Garuda. Maka itu dia optimistis bisa bawa timnas Indonesia ke pentas dunia.

Banyak Menuntut dan Ngambek! Nasib Apes Menghantui Joao Cancelo

Rumput tetangga memang tak selamanya hijau. Tampaknya pepatah itu tepat disematkan pada Joao Cancelo, bek sayap serba bisa yang justru makin tak karuan nasibnya di klub barunya Bayern Munchen.

Menit bermainnya yang menurun sejak Piala Dunia lalu, membuat dirinya selalu dilanda frustrasi. Kini dengan datangnya pelatih baru Thomas Tuchel, apakah karirnya di Munchen akan terselamatkan? Atau justru ia akan kembali dibuat frustrasi?

Cancelo Si Serba Bisa

Melihat apa yang sebenarnya terjadi pada bek serba bisa ini memang penuh misteri. Awalnya, Cancelo menjelma salah satu bek sayap terbaik dunia sejak pindah dari Juventus ke Manchester City. Berkat sentuhan Pep Guardiola, ia makin mentereng namanya sebagai bek sayap terbaik.

Istilah Inverted Full Back atau bek sayap yang menusuk ke area tengah lapangan, juga dikenalkan oleh Joao Cancelo lewat racikan jenius Pep Guardiola. Sebagai bek sayap, selain cerdas, punya kecepatan, skill yang tinggi, serta assist yang mumpuni, ia juga serba bisa menempati segala posisi. Ia mahir di sisi kiri, tengah, maupun kanan. Tak heran beberapa klub suka akan pemain yang multifungsi seperti dirinya.

Beberapa musim bersama City dan Pep, ia sudah meraih beberapa gelar kecuali Liga Champions. Namun disaat penantian gelar Liga Champions-nya bersama City, ia malah dirundung masalah. Masalah itu sebenarnya diawali ketika membela negaranya di Piala Dunia 2022 lalu.

Menit Bermain

Ketika di Piala Dunia menit bermainnya terganggu, khususnya di babak knockout. Banyak orang bertanya-tanya ada apa dengan Cancelo, ketika tak masuk starting line up melawan Swiss di babak 16 besar maupun ketika disingkirkan Maroko di perempat final?

Pelatih Fernando Santos sudah menjawabnya dengan berdalih hanya soal pemilihan strategi ia mencadangkannya. Hal tersebut kemudian terulang lagi terhadap Joao Cancelo setelah ia kembali ke klubnya Manchester City. Di pertandingan pertama City pasca Piala Dunia, Cancelo juga tak bermain.

Pertandingan 16 besar Piala Liga Inggris melawan Liverpool itu, hanya menempatkan Cancelo di bangku cadangan. Begitupun laga-laga City berikutnya. Cancelo hanya menjadi starter di tiga dari sepuluh laga hingga akhir Januari 2023. Hal itulah yang kemudian menimbulkan friksi antara Cancelo dan Pep Guardiola.

Pep mulai tak suka dengan sikap Cancelo yang merasa tak terima menjadi korban dari perubahan taktiknya. Akibatnya, ia didepak dengan status pinjaman ke Bayern Munchen.

Frustrasi Lagi Bersama Nagelsmann

Cancelo hengkang dari City selain friksinya dengan Pep, juga karena tak mendapat menit bermain lebih. Ia sudah merasa dirinya seorang superstar di bek sayap yang wajar kalau terus diberikan menit bermain.

Harapan pun terbuka lebar ketika ia berseragam Die Roten. Munchen dan Nagelsmann mau menampungnya. Mereka juga tentu tahu apa yang akan dimanfaatkan dari seorang Cancelo.

Benar saja, Cancelo kembali menjadi starter di empat laga awal meski tak sampai 90 menit. Di debutnya pada DFB Pokal melawan Mainz, ia bahkan langsung mencatatkan assist. Apakah ini tanda-tanda kembalinya seorang Cancelo?

Faktanya itu hanya berlangsung selama empat laga. Sedangkan di empat laga berikutnya, ia hanya menjadi pemain pengganti. Termasuk ketika mengantarkan pulang PSG di Liga Champions.

Sampai pada akhirnya ia kembali frustrasi kepada sang pelatih yang lebih memilih Josip Stanisic berada di posisi bek sayap kanan. Ia kemudian diketahui bersama pemain lain yang menjadi korban Nagelsmann seperti Neuer maupun Mane, secara sembunyi-sembunyi melancarkan siasat untuk menekan manajemen segera memecat Nagelsmann. Menurut laporan BILD, beberapa pemain itulah yang menjadi faksi yang menentang Nagelsmann.

Tuchel Dan Tuntutan Cancelo

Lalu, datanglah Tuchel seorang pelatih yang kemungkinan besar akan menyelamatkan menit bermain Cancelo. Kesukaan Tuchel dengan formasi tiga bek memberinya peluang untuk menempati posisi inti di sektor Wing Back, baik di kanan maupun kiri.

Tak lupa juga Cancelo sendiri menuntut seorang Tuchel untuk bisa terus memainkannya. Cancelo teringat saat mimpinya merengkuh trofi Si Kuping Besar digagalkan oleh Tuchel. Cancelo kini berharap pada Tuchel, ia bisa menebus dosanya dengan mengangkat trofi Liga Champions musim ini.

Pada akhirnya harapan Cancelo itu kembali semu ketika laga debut Tuchel saat melawan Dortmund. Alih-alih menempatkan Cancelo seperti apa yang diharapkan, Tuchel kembali memakai pola empat bek dengan memasang Pavard dan Alphonso Davies sebagai bek sayap murni.

Apes memang bagi Cancelo. Ia hanya kebagian menit bermain sebanyak 11 menit ketika ia masuk menjadi pemain pengganti. Berkat hal itu, ia pun ngambek dengan tak ikut berselebrasi merayakan kemenangan 4-2 atas Dortmund itu.

Apa Kata Tuchel dan Manajemen?

Cancelo memilih tergesa-gesa memasuki ruang ganti daripada merayakan kemenangan bersama penonton. Sikap frustrasi Cancelo itu kembali menjadi pertanyaan banyak awak media.

Sang direktur klub, Hasan Salihamidzic dan Thomas Tuchel pasang badan menanggapi sikap pemain pinjamannya itu. Dilansir BILD, menurut Salihamidzic itu adalah emosi sesaat. Dan itu baginya adalah sikap yang wajar dari setiap pemain. Ia berdalih Cancelo akan mendapatkan tempatnya suatu saat nanti.

Begitupun apa kata Tuchel. Ia mengatakan akan menjamin tempat bagi Cancelo dalam timnya. Akan tetapi, ia harus terlebih dahulu menemukan waktu dan formula yang pas. Karena bagaimanapun ini baru satu laga dan sulit untuk mengubah sistem.

Siasat Munchen

Masih banyak waktu bagi Cancelo untuk memutus rantai apes yang menghantuinya dari segi menit bermain. Kontrak pinjamannya bersama Die Roten kini bagaimanapun hanya tersisa hingga akhir musim ini.

Maka dari itu ia harus kerja keras, dan jangan sedikit-sedikit ngambek kalau tak dimainkan. Ia harus mengubah sikap kekanak-kanakan seperti itu, kalau masih ingin ada kesempatan untuk membuktikan bahwa City salah mendepaknya.

Namun tunggu dulu, disaat momen Cancelo yang kerap frustrasi itu, Munchen diam-diam punya sebuah siasat. Menurut laporan Kicker, dengan kondisi seperti ini pihak Munchen ternyata sudah tak tertarik lagi mempermanenkan pemain Portugal itu.

Selain harga tebusnya yang mahal, yakni sekitar 70 juta pounds, Munchen juga masih mempunyai banyak stok bek sayap yang mumpuni seperti Benjamin Pavard, Josip Stanisic, Lucas Hernandez, Daley Blind, Noussair Mazraoui, maupun Alphonso Davies.

Untuk itu, dalam waktu dekat ia akan berdiskusi empat mata dengan Tuchel. Apa rencana masa depan Munchen. Apakah akan memakai jasanya atau tidak? Pertanyaan ini akan perlahan dijawab dengan menit bermain yang diberikan Tuchel padanya hingga akhir musim nanti. Jika keadaan berkembang lebih baik, bukan tidak mungkin ia akan dipermanenkan Die Roten.

Namun kalau tidak, nasib apes kembali akan menaungi Cancelo. Ia akan terkatung-katung nasibnya dengan menanggung malu kembali ke klub yang sudah mendepaknya. Jika seperti itu, pertanyaannya apakah dia masih akan diterima lagi oleh Pep Guardiola?

Sumber Referensi : bavarianfootball, manchestereveningnews, mundodeportivo, thesun, transfermarkt, sportskeeda

Dipecatnya Graham Potter Menandai Proyek Ngawur Chelsea

0

Ada dua hal di dunia ini yang sulit dimengerti. Pertama, perempuan. Lalu yang kedua, Chelsea di era Todd Boehly. Sedang asyik masyuk melatih Chelsea. Membangun filosofi sepak bola di Stamford Bridge. Dan tentu saja mengikuti kemauan sang pemilik. Namun, tak membuat Graham Potter punya nasib yang lebih cerah daripada pelatih sebelumnya.

Dia diberhentikan alias dipecat. Ya, ini bukan sebuah gurauan. Kekalahan dari Aston Villa menjadi laga terakhir Graham Potter di Chelsea. Pelatih yang membangun reputasinya bersama Brighton and Hove Albion itu bisa jadi rusak citranya setelah pemecatan tersebut.

Tapi mengapa? Apa yang bikin Graham Potter mesti dipecat secara brutal? Kalau mau mengikuti yang sudah-sudah, Potter toh bukan pelatih yang neko-neko. Dia setidaknya berbeda dengan Thomas Tuchel yang kepala batu.

Graham Potter Pantas Dipecat?

Terlepas dari pemecatan tersebut, sejatinya Graham Potter memang pantas untuk melatih tim. Tapi bukan Chelsea, melainkan tim lain yang levelnya setingkat Brighton and Hove Albion. Chelsea terlalu besar untuk Graham Potter. Ini bukan berarti Potter tidak bagus dalam melatih.

Semua sepakat Potter adalah pelatih yang hebat. Pelatih yang punya gaya permainan atraktif. Pelatih yang juga sangat cocok ditunjuk untuk proyek jangka panjang. Tapi buat melatih The Blues, maqam Graham Potter belum sampai ke sana.

Terlalu tinggi tekanan di klub besar. Meski dijanjikan proyek jangka panjang, tapi kalau tak ada tanda perkembangan, siap-siap bakal diusir. Chelsea kan memang begitu. Apalagi selama menukangi Chelsea, Potter tak menunjukkan kiprah yang baik. Walaupun di awal cukup mengesankan.

Jika dibandingkan dengan pelatih lain yang pernah menukangi Chelsea, Potter punya catatan poin per game terendah, yaitu 1,42 dari 31 laga. Itu bahkan jauh lebih kecil dari salah satu periode buruk Chelsea di bawah Andre Villas-Boas yang rata-rata poin per game-nya 1,75 dari 40 laga.

Tentu dasar itu saja kurang kuat karena ada perbedaan jumlah laga. Namun jika mengacu pada pemerosotan jelang dipecat, Potter juga lebih kentara. Dalam 12 laga sebelum dipecat, Potter hanya memenangkan empat laga dan kalah di empat laga lainnya.

Sementara dalam 12 laga sebelum didepak, Thomas Tuchel dan Frank Lampard memenangkan lima laga. Sarri dan Antonio Conte bahkan masing-masing memenangkan enam dan tujuh laga.

Tampaknya cuma Jose Mourinho yang lebih buruk dari Graham Potter. Sebab jelang pemecatannya di periode kedua, Mourinho hanya mengantarkan Chelsea menang empat kali dan kalah lima kali dalam 12 laga terakhir.

Selain itu, dilansir Goal, situasi kemarahan di ruang ganti juga disinyalir mendorong pemecatan Graham Potter. Namun, di sisi lain pemecatan Graham Potter bisa jadi menunjukkan ada yang salah dari proyek Chelsea.

Kedatangan Todd Boehly Mengacaukan Segalanya

Situasi sulit ini diawali ketika Roman Abramovich terpaksa harus menjual Chelsea. Dan konsorsium dari Amerika Serikat yang dipimpin Todd Boehly mengakuisisi klub London tersebut. Sejak saat itu wajah Chelsea berubah.

Thomas Tuchel menjadi korban. Dia dipecat lalu menyusul Marina Granovskaia bersama gerbongnya termasuk Petr Cech hengkang. Tak sampai di bagian kepelatihan dan perekrutan saja. Kekejaman Todd Boehly juga dirasakan anggota staf klub lainnya.

Kepala Fisioterapi Chelsea, Thierry Laurent yang sudah bekerja selama 17 tahun diberhentikan oleh Todd Boehly. Lucunya, Laurent dipecat dengan cara yang tidak terhormat via panggilan Zoom singkat, sebagaimana dilaporkan Daily Mail.

Selain kepala fisioterapi, Direktur Medis, dr. Paco Biosca yang sudah mengabdi selama 11 tahun juga dipecat oleh Todd Boehly. Pria kelahiran 1973 itu tampaknya berhasrat merombak total Chelsea. Dia tak sudi “antek” Roman Abramovich ada di timnya. Namun, tindakannya itu justru menimbulkan kritik.

Direktur Olahraga Mainz, Christian Heidel pernah mengecam keputusan Boehly memecat Tuchel. Dilansir Goal, Heidel mengatakan, Chelsea akan menyesal memecat Thomas Tuchel. Chelsea, kata Heidel, tidak akan mendapatkan pelatih sehebat dia lagi dengan cepat.

Rencana Boehly yang Bisnis Terus, Bisnis Ajah

Seperti kentut di siang hari, kritik-kritik yang bermunculan tak dipedulikan Boehly. Setelah memecat Tuchel bersama antek-anteknya, Boehly mendapatkan Graham Potter di kursi pelatih. Dia lantas mencari sosok untuk jabatan sporting director.

Seolah tak ada yang ingin bekerja sama dengannya. Para kandidat kuat yang sejatinya diinginkan Boehly untuk jadi direktur olahraga undur diri. Mulai dari Luis Campos sampai Michael Edwards. Sempat diambil alih sendiri, pada akhirnya Laurent Stewart dan Paul Winstanley ditunjuk sebagai direktur olahraga yang baru.

Nah, sampai di sini Boehly mulai terbuka membicarakan proyeknya di Chelsea. Betul, ada proyek yang berkaitan dengan sepak bola. Dilansir Mirror, Boehly ingin menciptakan jaringan olahraga, sehingga mudah untuk mengakomodasi bakat muda. Boehly ingin meniru City Football Group.

Apa pun itu, garis besar rencana Boehly adalah membentuk Chelsea sebagai merek global. Tentu saja untuk bisnis. Melalui Chelsea dia ingin merancang jaringan bisnis raksasa.

Gelontoran Banyak Uang

Nafsu manusia sulit terbendung. Setelah mengakuisisi Chelsea dan mendepak orang-orang yang perlu didepak, Boehly menggelontorkan banyak uang untuk Chelsea. Musim ini Chelsea pun belanja besar-besar. Gengsi Todd Boehly sepertinya tak tertolong.

Dilaporkan Deloitte seperti dikutip Added Minutes, total belanja klub Premier League musim 2022/23 musim ini adalah 2,8 miliar poundsterling (Rp51,8 triliun). Chelsea berada di urutan teratas dengan mengeluarkan 546,1 juta poundsterling (Rp10,1 triliun). Angka itu jauh lebih banyak dari MU (217,3 juta pounds) dan Manchester City (134,4 juta pounds).

Ironisnya, dengan biaya sebanyak itu, Chelsea malah terpuruk. Sampai pada dipecatnya Graham Potter, The Blues masih berkutat di papan tengah klasemen saat tim seperti Newcastle United sedang berebut jatah Liga Champions.

Cocot Boehly Tak Konsisten

Dalam menakhodai Chelsea, Todd Boehly sepertinya menggunakan jurus yang kalau dalam istilah orang Jawa disebut cocot kencono. Asal ngomong saja. Sementara praktiknya masih jauh panggang dari api. Misalnya soal pemain muda. Boehly katanya berniat untuk mengembangkan pemain muda.

Tapi kenyataannya dia malah mengangkut banyak pemain muda. Wesley Fofana, Noni Madueke, Benoit Badiashile, Gabriel Slonina, Enzo Fernandez, Mykhailo Mudryk, sampai Carney Chukwuemeka semuanya diangkut. Bahkan dengan biaya yang mendekati 400 juta poundsterling (Rp7,4 triliun).

Pembelian para pemain muda ini justru bisa berdampak pada pemain akademi. Pemain dari Cobham makin kesulitan bersaing. Sudahlah harus bersaing dengan yang lebih senior, ini bersaing dengan pemain muda lainnya yang tentu saja, harganya lebih mahal.

Soal Graham Potter, Boehly juga mengingkari omongannya sendiri. Dulu ketika ditunjuk, Potter akan diberikan kesempatan untuk membangun Chelsea. Potter ditunjuk untuk rencana jangka panjang. Kontraknya saja lima tahun dengan jaminan kesabaran dan dukungan. Tapi setahun saja belum sudah dipecat.

Kepala penulis bola BBC, Phil McNulty menulis, pemecatan Potter makin memperlihatkan bahwa Chelsea tak punya rencana. Semua yang direncanakan Boehly pepesan kosong belaka.

Selain itu, pemecatan Potter menunjukkan era Boehly lebih parah dari Abramovich. Sebab selama kepemimpinan orang Rusia itu, Chelsea tidak pernah memecat lebih dari satu pelatih dalam semusim.

Kini, Esok, dan Nanti

Perjuangan Potter diteruskan oleh Bruno Saltor. Chelsea dan Todd Boehly rupanya tidak mau terburu-buru untuk merekrut pelatih baru. Meski nama-nama besar seperti Julian Nagelsmann, Zinedine Zidane, sampai Pochettino dirumorkan akan melatih Chelsea.

Namun, yang jadi persoalan bukan siapa yang akan melatih. Tapi bagaimana pemilik bersikap. Kalau cara-cara lama masih saja dipakai, sampai satu hari menjelang kiamat pun, Chelsea tetap sama. Seperti apa yang ditulis Phil McNulty, Boehly tidak hanya harus mengambil keputusan besar, tapi juga benar.

https://youtu.be/c7y5eOJznI4

Sumber: CNN, Goal, Kumparan, SportingNews, Express, TheAthletic, TheAthletic2, ChelseaFC

Berita Bola Terbaru 3 April 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Dari lanjutan Liga Primer Inggris, Manchester United tumbang di tangan Newcastle United dengan skor 0-2. Gol dalam laga yang digelar di St James Park, Minggu (2/4) ini dicetak oleh Joe Willock di menit ke-65 dan Callum Wilson di menit 88. Atas hasil ini, Newcastle berhasil menggeser posisi MU di peringkat tiga dengan raihan 50 poin. 

Beralih ke negeri Pizza, AS Roma berhasil mengalahkan Sampdoria 3-0 di pekan ke-28 Liga Italia musim ini. Bermain di Olimpico, Minggu (2/4/23), seluruh gol Roma dicetak di babak kedua. Georginio Wijnaldum di menit ke-57, Paulo Dybala di menit ke-89, dan El Shaarawy memastikan raihan tiga poin bagi skuad asuhan Jose Mourinho. Kemenangan ini membuat Giallorossi mendekat ke zona Liga Champions.

Di tempat lain, AC Milan menghancurkan pemimpin klasemen sementara Serie A, Napoli di laga pekan ke-28 di Estadio Diego Armando Maradona, Senin (3/4) dini hari WIB. Gol-gol Milan dicetak Rafael Leao, Brahim Diaz, dan Alexis Saelemaekers. Leao sendiri mencetak brace di laga ini. Kemenangan ini membuat Milan naik ke peringkat tiga klasemen sementara Serie A 2022/23 dengan raihan 51 angka dari 28 laga.

Dari ajang La Liga, Real Madrid sukses mencukur Real Valladolid enam gol tanpa balas dalam laga yang diwarnai kembalinya Eden Hazard. Baru babak satu, Madrid sudah menutup laga dengan 4-0. Rodrygo membuka gol pada menit ke-22, kemudian dilanjutkan dengan parade gol dari Karim Benzema, yang mencetak hattrick kilat dalam rentang waktu tujuh menit saja; menit 29, 32, dan 36.  Pada babak kedua, Marco Asensio dan Lucas Vazquez menyempurnakan pesta Los Blancos di Bernabéu. Atas hasil ini membuat Madrid memiliki 59 poin dari 27 laga, tapi masih jauh dari Barcelona di posisi satu (71 poin).

Sementara itu, rival Real Madrid, yakni Atletico Madrid menang tipis 1-0 atas Real Betis. Los Rojiblancos baru mencetak gol pada menit ke-86 lewat aksi individu brilian Angel Correa yang berhasil melepaskan tembakan setelah melewati beberapa pemain. Hasil ini masih menempatkan anak buah Simeone di posisi ketiga klasemen.

Tuan rumah Paris Saint-Germain menelan kekalahan 0-1 saat menghadapi Olympique Lyon di laga lanjutan Liga Prancis, Senin (3/4) dini hari WIB. Lyon berhasil membobol gawang PSG lewat sontekan Bradley Barcola di menit 58. Hasil ini membuat PSG tetap berada di puncak klasemen Liga Prancis dengan 66 poin dari 29 pertandingan.

CHELSEA PECAT GRAHAM POTTER

Usai sudah masa pengabdian Graham Potter sebagai manajer Chelsea. Setelah beberapa kali selamat dari palu pemecatan, Potter akhirnya didepak The Blues. Pemecatan ini selang 24 jam setelah kekalahan 0-2 dari Aston Villa di Stamford Bridge. Sejak jeda Piala Dunia 2022, Chelsea cuma menang empat kali dari 14 pertandingan terakhir. Sisanya lima kekalahan dan lima imbang. Dalam pengumuman resmi yang disampaikan Chelsea, posisi manajer sementara akan dipegang oleh manajer interim Bruno Saltor, sembari menunggu pelatih baru datang.

NAGELSMANN KANDIDAT TERKUAT PELATIH BARU CHELSEA

Dilansir Goal, nama Julian Nagelsmann jadi kandidat paling favorit untuk jadi manajer baru Chelsea. Fabrizio Romano menyatakan, nama Nagelsmann telah disebutkan dalam rapat yang dilakukan oleh para petinggi Chelsea saat hendak memecat Potter. Pendekatan pun sudah mulai dilakukan. Selain Nagelsmann, Fabrizio meyakini belum ada nama lain yang ada di pikiran para petinggi Chelsea.

LEICESTER CITY PECAT BRENDAN RODGERS

Leicester City telah resmi berpisah dengan dengan Brendan Rodgers sebagai pelatih atas kesepakatan bersama. Keputusan itu diambil usai Leicester menelan kekalahan dari Crystal Palace akhir pekan kemarin. Rodgers meletakkan jabatannya setelah The Foxes melakoni enam pertandingan Liga Inggris tanpa kemenangan.

DIPERMALUKAN NEWCASTLE, SHAW SEBUT MU KALAH DARI SEGI PASSION

MU dikalahkan tuan rumah Newcastle United 2-0 dalam laga terbaru. Setelah pertandingan, Luke Shaw mengatakan bahwa MU sebenarnya tidak kalah dari segi kualitas, melainkan dari keinginan untuk menang, passion, dan rasa lapar. Lebih lanjut, Luke Shaw merasa kalau FIFA Matchday atau jeda internasional sedikit banyak mempengaruhi kondisi fisik para pemain.

LAGI, LIONEL MESSI DICEMOOH FANS PSG

Mega bintang PSG, Lionel Messi, untuk kesekian kalinya mendapatkan cemoohan dari fans PSG. Messi mendapat sambutan kurang ramah dari suporter timnya sendiri saat PSG bertanding melawan Lyon dalam lanjutan Ligue 1 Prancis, Senin (3/4) dini hari WIB tadi. Sebelum kick off, La Pulga disoraki suporternya sendiri setelah muncul kabar ia akan pulang ke Barcelona saat kontraknya di ibu kota Prancis berakhir.

INTER KALAH LAGI, INZAGHI TERANCAM DIPECAT

Simone Inzaghi disorot tajam usai Inter Milan telan tiga kekalahan beruntun di Serie A. Laporan yang beredar di Italia mengklaim bahwa Inzaghi bisa saja segera kehilangan posisinya. Inzaghi dan Inter punya tiga laga di tiga kompetisi berbeda untuk menyelamatkan musim. Menghadapi Juventus, Benfica, dan Salernitana. Jika Inter gagal meraih hasil positif dari tiga partai tersebut, Inzaghi bisa saja kehilangan jabatannya sebelum musim berakhir.

BENZEMA SUKSES SAMAI REKOR HEBAT RONALDO DI REAL MADRID

Karim Benzema berhasil menyamai rekor hebat Cristiano Ronaldo di Real Madrid usai bikin hattrick kontra Valladolid. Tiga gol tersebut membuat Benzema telah mengemas 112 gol selama dilatih oleh Carlo Ancelotti. Hal yang sama pernah dilakukan Ronaldo. Sang bintang Portugal juga membuat 112 gol selama dilatih oleh Ancelotti di Los Blancos.

GARA-GARA GAVI, BARCA DIKLAIM TURUNKAN PEMAIN ILEGAL

Dikabarkan Marca, Barcelona diklaim melanggar aturan dalam laga kontra Elche. Elche disebut protes karena Barca menurunkan Gavi. Argumen yang mendasari protes tim terbawah La Liga itu adalah bahwa lisensi Gavi telah dibatalkan. Namun, argumen tersebut telah dibantah oleh La Liga dan RFEF, karena liga dan federasi telah memastikan bahwa semuanya baik-baik saja dengan masuknya Gavi.

RUSUH SUPORTER PSIS DENGAN PSS, LAGA SEMPAT DIHENTIKAN

Bentrok antara suporter PSIS Semarang dan suporter PSS Sleman terjadi di sela pertandingan lanjutan Liga 1 2022/23 di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (2/4) malam. Pertikaian pecah ketika babak pertama laga antara kedua tim berakhir. Tidak diketahui penyebab awal bentrok antara kedua kelompok suporter tersebut. Melihat kondisi ini, wasit pertandingan dan pihak Panitia Pelaksana akhirnya memutuskan menghentikan sementara pertandingan jelang babak pertama usai dengan kedudukan skor 2-2.

7 PEMAIN TIMNAS U20 BAKAL GABUNG SKUAD SEA GAMES

Pasca batalnya tuan rumah Piala Dunia U20, Pelatih Timnas Indonesia U-20, Shin Tae-yong memperbolehkan anak asuhnya untuk memperkuat Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2023 yang bakal berlangsung di Kamboja pada 5-17 Mei 2023. Beberapa pemain Timnas Indonesia U-20 pun akan dipanggil pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri untuk mengikuti pemusatan latihan di Jakarta yang sudah dimulai sejak Sabtu (1/4/2023). Tercatat, ada 7 pemain yang bakal dipanggil. Namun, Indra tak mengungkapkan siapa saja punggawa Skuad Garuda Muda yang bakal dicomot.

TEN HAG : WEGHORST BISA BERTAHAN 

Manajer Manchester United, Erik ten Hag, membuka peluang untuk mempermanenkan status Wout Weghorst pada musim panas mendatang. Dalam kontrak pinjamannya, MU tak memiliki opsi untuk mempermanenkan status Weghorst. Artinya, di akhir musim nanti ia akan kembali ke Burnley. Weghorst awalnya dianggap hanya cocok dijadikan sebagai solusi jangka pendek. Namun belakangan sang manajer mengklaim dia memiliki peluang untuk memiliki karir yang panjang di Old Trafford meski MU merekrut striker baru musim depan.

INILAH GELANDANG BARU YANG DIMAU TEN HAG

Erik ten Hag juga sudah memiliki tiga nama di lini tengah musim depan. Menurut Mirror spekulasi di internal MU sudah menunjukkan gelagat bahwa Scott McTominay dan Fred akan dibuang musim depan. Yang berarti, ada ruang untuk pemain tambahan di lini tengah. Ten Hag sudah fokus menyusun daftar tiga pemain di jendela transfer musim panas nanti yakni Declan Rice, Jude Bellingham dan Frankie De Jong. Ia berharap akan mendapat salah satunya. 

PEP GUARDIOLA KESAL ! ADA APA?

Pep Guardiola membantah anggapan bahwa dia berperilaku tidak sopan dalam selebrasinya merayakan gol penyeimbang Julian Alvarez dihadapan Kostas Tsimikas saat Manchester City mengalahkan Liverpool. Pep kesal dengan beberapa tanggapan negatif tentang perilakunya itu. Pep mengaku ia hanya merayakan gol seperti biasa. Dan kalau itu dianggap mengganggu, ia minta maaf.

ANCELOTTI SINGGUNG TIMNAS BRAZIL

Ancelotti mengaku senang dipertimbangkan untuk menjadi pelatih Brasil. Pelatih Real Madrid itu menanggapi minat Brasil dalam konferensi pers pra-pertandingan di La Liga melawan Valladolid. “Saya tidak kenal presiden federasi Brasil. Jika dia ingin berbicara dengan saya, saya akan senang untuk menyambutnya. Namun satu yang harus dicatat, saya masih ada kontrak di Madrid.” Kata Ancelotti.

GRIEZMANN BUKA-BUKAAN SOAL RAHASIA KERAN GOLNYA

Penyerang Atletico Madrid Antoine Griezmann telah membuka tabiat performa gacornya sejak 2023 ini. Griezmann di tahun 2023 ini sementara telah mencatatkan lima assist, dan empat gol di La Liga. Griezmann ketika ditanya tentang peningkatan performanya dalam beberapa bulan terakhir, mengklaim putranya telah menjadi motivator utama.”Saat ini, saya lebih suka mencetak gol karena anak saya ingin melihat ayahnya mencetak gol” kata Griezmann kepada Mundo Deportivo .

ALLEGRI KELUAR STADION SEBELUM PELUIT AKHIR DIBUNYIKAN

Juventus menang 1-0 atas Hellas Verona dalam lanjutan Serie A. Namun, pelatih Massimiliano Allegri justru terlihat marah dan meninggalkan lapangan sebelum laga usai. Allegri terlihat begitu kesal di pinggir lapangan melihat penampilan Juventus. Dia kemudian masuk ke lorong stadion sebelum pertandingan selesai.“Kami tidak bermain bagus dan membosankan. Saya kira di lima menit terakhir kami harusnya mencetak gol kedua, Tapi justru sebaliknya. Kami beruntung tidak kecolongan gol.” Kata Allegri

OSIMHEN BERUSAHA DATANG DI LAGA LAWAN MILAN

Penyerang Napoli Victor Osimhen dipastikan absen pada laga kontra AC Milan di pekan 28 Serie A. Menurut pernyataan Victor Osimhen, dia membutuhkan waktu istirahat selama 10 sampai 12 hari untuk kembali merumput. Dengan demikian, Victor Osimhen yakin dirinya bisa kembali tampil pada episode pertandingan Napoli vs AC Milan selanjutnya di Liga Champions.”Tidak ada cedera yang serius, tapi saya ingin mengambil 10 sampai 12 hari untuk beristirahat dan memulihkan diri. Saya berharap ada disana melawan Milan”. Kata Osimhen, dilansir dari Football Italia.

PELATIH SEMENTARA SPURS BEBERKAN PENGALAMAN MENYEDIHKAN KETIKA MELATIH

Setelah diangkat sebagai pengganti sementara Conte, Christian Stellini memberikan pesan dan sekaligus meminta dukungan dari penggemar The Lilywhites. Stellini tidak bisa menahan air matanya saat mengisahkan pengalamannya melatih para pencari suaka dan pengungsi saat ia menjalani hukuman akibat skandal pengaturan skor di Italia. Ia bahkan mampu menghantarkan kelompok pengungsi tersebut memenangkan turnamen tarkam di Italia. 

HUBUNGAN CHELSEA DAN BARCA RETAK GARA-GARA PEMAIN INI

Chelsea dikabarkan marah dengan usaha Barcelona melakukan pendekatan dengan pemainnya Pierre-Emerick Aubameyang tanpa izin dan sepengetahuan mereka. Dilansir Mirror, karena hal tersebut Chelsea dikabarkan akan memblokir transfer Aubameyang ke klub asal Catalan tersebut. Yang cukup mengejutkan, bahwa benar adanya Barcelona melakukan pendekatan secara sembunyi-sembunyi dengan sang striker.

TERHARU, TIMNAS TERPAKSA RESMI DIBUBARKAN!

Suasana haru iringi Timnas Indonesia U-20 yang telah resmi dibubarkan pada Sabtu 1 April 2023 sore. Hal itu dilakukan sehubungan dengan Indonesia yang batal menggelar Piala Dunia U-20 2023. Kepastian itu disampaikan Shin Tae Yong dalam sesi latihan bersama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).Dalam sesi latihan, Presiden RI Joko Widodo turut memantau anak asuh STY di lapangan. Kemudian Jokowi memberikan kata-kata penyemangat kepada seluruh pemain Timnas yang ada di lapangan.

Chelsea Akhirnya Pecat Potter! Solusi Jangka Panjang Boehly Omong Kosong?

Chelsea menerima kekalahan memalukan di kandang melawan Aston Villa di pekan ke-29 Premier League. Dua gol tak terbalas dari Ollie Watkins dan John McGinn membuat Joao Felix dan kawan-kawan mengakhiri laga dengan kepala tertunduk.

Hasil ini membuat Chelsea harus membayar harga mahal. Mereka kini berada di peringkat ke-11 dengan jarak 12 poin dari zona Champions musim depan. Fakta ini membawa Graham Potter akhirnya menerima pemecatan dari klub.

Kabar ini disampaikan lewat akun sosial media resmi Chelsea. Disitu mereka menuliskan “Chelsea FC telah mengumumkan bahwa Graham Potter telah meninggalkan klub. Graham telah setuju bekerja sama untuk memfasilitasi masa transisi yang mulus.”

Dalam pernyataan itu Chelsea juga menyampaikan rasa terima kasih atas jasa Potter. Yang mana telah membawa klub sampai ke perempat final Liga Champions. “Dalam waktunya bersama klub, Graham Potter telah membawa kami ke perempat final Liga Champions. Chelsea ingin berterima kasih kepada Graham atas semua upaya dan kontribusinya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya.”

Koar-Koar Solusi Jangka Panjang

Chelsea mendatangkan Potter dari Brighton di bulan September lalu dengan nilai kontrak sepanjang empat tahun. Tapi hanya tujuh bulan setelahnya ia pun dipecat oleh Chelsea. Padahal Potter digadang-gadang Todd Boehly bakal jadi solusi jangka panjang the blues.

Potter memang memenangkan lima dari enam laga pembukanya. Tapi di penghujung tahun 2022 dan awal tahun 2023 ini, London Biru mengalami kehancuran. Chelsea telah kalah lawan Brighton, Manchester City, bahkan kalah di kandang lawan Southampton yang berada di zona degradasi.

Potter sempat memberikan kejutan. Timnya bisa melaju ke babak perempat final Champions League setelah mengalahkan Borussia Dortmund. Padahal Dortmund saat itu sedang memegang rekor tak terkalahkan. Tapi, meskipun sudah belanja besar-besaran, mendatangkan pemain bintang seperti Enzo Fernandez, Joao Feliz, dan Mudryk, the pensioners masih saja terpuruk di liga Inggris.

Untuk waktu berbulan-bulan, jajaran klub selalu membela Potter. Mereka selalu berdalih kalau Potter bukanlah biang masalahnya. Para pemilik Chelsea beranggapan kalau badai cedera yang menimpa mereka adalah faktor yang lebih pantas untuk disalahkan.

Todd Boehley juga dikabarkan senang dengan bagaimana Potter tampil di depan media. Ia sungkan untuk mengkritik klub dan bisa bersabar menghadapi para wartawan. Maka dari itu, mereka ingin bersabar dan percaya dengan proses yang Potter berikan.

Jajaran pemilik Chelsea ingin belajar dari kasus Mikel Arteta. Pelatih dan legenda Arsenal itu kini berjaya di klubnya. Padahal sebelumnya ia menerima gelombang kritik dan keraguan dari para fans. Sama seperti yang Potter rasakan.

Boehley Akui Kesalahan?

Tapi bagaimanapun juga, mengganti pelatih sekelas Thomas Tuchel adalah sebuah kesalahan. Kemudian, menunjuk Graham Potter sebagai penggantinya adalah kesalahan yang lebih besar lagi.

Potter memang dikagumi karena telah berjuang dari bawah. Ia memulai karir dari klub kecil di divisi kesembilan Inggris. Dari situ ia terus bekerja keras untuk memanjat tangga karirnya dari klub satu ke klub lain. Sampai akhirnya ia berlabuh ke Brighton yang bermain di liga teratas Inggris. Ia mampu mengubah Brighton menjadi tim dengan permainan paling atraktif di Inggris.

Namun langsung loncat ke Chelsea adalah keputusan yang tidak bijak. Tidak ada yang bisa menyalahkannya memang. Tawaran untuk melatih klub sebesar Chelsea benar-benar terlalu menggoda. Apalagi dengan iming-iming gaji 12 juta pounds per tahun, yang menjadikannya salah satu pelatih dengan bayaran tertinggi.

Potter mengakui ia melakukan perjudian ketika menerima tawaran itu. Pelatih berusia 47 tahun itu berkata kalau melatih Chelsea adalah pekerjaan terberat di dunia. Tidak mudah memang, tapi itu tidak bisa jadi alasan bagaimana ia membuat Chelsea jadi sangat buruk. Potter tercatat sebagai pelatih dengan persentase kemenangan terendah dalam 30 tahun terakhir di Chelsea.

Menunjuk Potter sebagai pengganti Tuchel adalah sebuah kesalahan. Dan dengan memecat Potter bisa kita anggap sebagai pengakuan dari Boehley bahwa ia tidak tahu apa yang ia lakukan. Meskipun begitu, ini masih lebih baik daripada menahannya sampai akhir musim. Bisa-bisa Chelsea kena degradasi ke divisi dua. Pada akhirnya, pemecatan Potter adalah sebuah keniscayaan.

Ulangi Kebiasaan Lama

Jadi, siapa dong pelatih yang cocok untuk menukangi Chelsea era Boehly ini? Mengingat Boehley mencatatkan rekor yang tidak pernah Abramovic lakukan, yaitu memecat dua manajer dalam semusim. Ini memancarkan sinyal kalau the blues adalah klub yang kejam dalam memecat pelatih. Meskipun Chelsea sudah punya sejarah suka gonta-ganti pelatih.

Dalam kasus Potter kita tahu kalau seorang pelatih mendapatkan hasil buruk di Chelsea, ia pasti dapat ganjarannya. Tidak peduli bagaimana petinggi klub berkoar-koar kalau ini adalah solusi jangka panjang dan upaya membangun ulang klub.

Kemudian dalam kasus Tuchel, kita bisa beranggapan kalau pelatih yang punya hubungan buruk dengan internal klub juga tidak disukai. Tidak peduli bagaimana ia bisa mendatangkan kejayaan untuk klub. Bahkan trofi sekelas Liga Champions yang diperoleh Tuchel pun tidak mampu menyelamatkannya dari rezim ini.

Ini jadi seperti lingkaran setan untuk Chelsea. Akan makin sulit bagi para fans untuk percaya kalau pemilik yang sekarang bisa mempercayai proses. Atau sebenarnya memang punya solusi jangka panjang untuk Chelsea.

Juga akan sulit untuk para pelatih selanjutnya untuk yakin dengan visi klub. Tidak ada jaminan kalau manajer top selanjutnya akan diperlakukan berbeda. Salah sedikit, nasib mereka bisa sama seperti dua pelatih sebelumnya.

Kandidat Pelatih Baru Chelsea

Tapi tetap saja, Chelsea harusnya tidak akan kesusahan menarik minat para kandidat. Meskipun sedang duduk di peringkat 11 dan terancam tidak kebagian jatah kompetisi Eropa musim depan, the pensioners tetaplah klub yang besar.

Chelsea masih diisi para pemain bintang yang menanti untuk dipoles sesuai keinginan pelatih selanjutnya. Ditambah, Boehly tidak akan ragu untuk menawarkan gaji selangit untuk pelatih selanjutnya. Ini juga jadi waktu yang tepat untuk Chelsea mencari kandidat, mengingat banyak pelatih hebat yang masih menganggur.

Salah satu nama yang paling masuk akal untuk jadi juru taktik Chelsea selanjutnya adalah Julian Nagelsmann. Baru beberapa hari lalu ia dipecat Bayern Munchen meskipun punya rekor kemenangan 100% di Liga Champions. Melatih Chelsea akan jadi tantangan yang pantas diterima Nagelsmann.

Tapi Chelsea bukan satu-satunya klub di Liga Inggris yang menginginkan tanda tangannya. Tottenham yang baru melepas Antonio Conte juga dikabarkan sedang mengawasi gerak-gerik pelatih berusia 35 tahun itu.

Pelatih lain yang punya peluang besar adalah Brendan Rodgers. Ia dipecat Leicester hanya beberapa jam sebelum Potter. Rodgers dilepas setelah ia membawa timnya masuk ke zona degradasi. Tapi pengalaman Rodgers di dunia Premier League tidak bisa diremehkan. Ini bisa jadi pilihan yang aman, jika Chelsea ragu dengan kecocokan Nagelsmann pada sepak bola Inggris.

Selain dua nama itu, ada nama-nama pelatih lain yang dirumorkan. Seperti Mauricio Pochettino, Luis Enrique, Zinedine Zidane, Jose Mourinho, bahkan sampai John Terry. Dua nama terakhir bisa jadi pertunjukan menarik di Chelsea.

Mourinho selalu sukses di dua periodenya bersama Chelsea dengan meraih tiga gelar liga. Terry sendiri memang belum punya pengalaman sebagai pelatih. Tapi ia sedang menjabat sebagai staf di akademi Chelsea.

Saat ini Boehley telah menunjuk Bruno Saltor sebagai manajer sementara. Ia diharapkan untuk dapat hasil maksimal di sisa musim ini. Chelsea masih punya sisa 10 pertandingan liga dan Champions League.

Sumber referensi: Chelsea, 90min, Athletic, Independent, Sporting