Banyak Menuntut dan Ngambek! Nasib Apes Menghantui Joao Cancelo

spot_img

Rumput tetangga memang tak selamanya hijau. Tampaknya pepatah itu tepat disematkan pada Joao Cancelo, bek sayap serba bisa yang justru makin tak karuan nasibnya di klub barunya Bayern Munchen.

Menit bermainnya yang menurun sejak Piala Dunia lalu, membuat dirinya selalu dilanda frustrasi. Kini dengan datangnya pelatih baru Thomas Tuchel, apakah karirnya di Munchen akan terselamatkan? Atau justru ia akan kembali dibuat frustrasi?

Cancelo Si Serba Bisa

Melihat apa yang sebenarnya terjadi pada bek serba bisa ini memang penuh misteri. Awalnya, Cancelo menjelma salah satu bek sayap terbaik dunia sejak pindah dari Juventus ke Manchester City. Berkat sentuhan Pep Guardiola, ia makin mentereng namanya sebagai bek sayap terbaik.

Istilah Inverted Full Back atau bek sayap yang menusuk ke area tengah lapangan, juga dikenalkan oleh Joao Cancelo lewat racikan jenius Pep Guardiola. Sebagai bek sayap, selain cerdas, punya kecepatan, skill yang tinggi, serta assist yang mumpuni, ia juga serba bisa menempati segala posisi. Ia mahir di sisi kiri, tengah, maupun kanan. Tak heran beberapa klub suka akan pemain yang multifungsi seperti dirinya.

Beberapa musim bersama City dan Pep, ia sudah meraih beberapa gelar kecuali Liga Champions. Namun disaat penantian gelar Liga Champions-nya bersama City, ia malah dirundung masalah. Masalah itu sebenarnya diawali ketika membela negaranya di Piala Dunia 2022 lalu.

Menit Bermain

Ketika di Piala Dunia menit bermainnya terganggu, khususnya di babak knockout. Banyak orang bertanya-tanya ada apa dengan Cancelo, ketika tak masuk starting line up melawan Swiss di babak 16 besar maupun ketika disingkirkan Maroko di perempat final?

Pelatih Fernando Santos sudah menjawabnya dengan berdalih hanya soal pemilihan strategi ia mencadangkannya. Hal tersebut kemudian terulang lagi terhadap Joao Cancelo setelah ia kembali ke klubnya Manchester City. Di pertandingan pertama City pasca Piala Dunia, Cancelo juga tak bermain.

Pertandingan 16 besar Piala Liga Inggris melawan Liverpool itu, hanya menempatkan Cancelo di bangku cadangan. Begitupun laga-laga City berikutnya. Cancelo hanya menjadi starter di tiga dari sepuluh laga hingga akhir Januari 2023. Hal itulah yang kemudian menimbulkan friksi antara Cancelo dan Pep Guardiola.

Pep mulai tak suka dengan sikap Cancelo yang merasa tak terima menjadi korban dari perubahan taktiknya. Akibatnya, ia didepak dengan status pinjaman ke Bayern Munchen.

Frustrasi Lagi Bersama Nagelsmann

Cancelo hengkang dari City selain friksinya dengan Pep, juga karena tak mendapat menit bermain lebih. Ia sudah merasa dirinya seorang superstar di bek sayap yang wajar kalau terus diberikan menit bermain.

Harapan pun terbuka lebar ketika ia berseragam Die Roten. Munchen dan Nagelsmann mau menampungnya. Mereka juga tentu tahu apa yang akan dimanfaatkan dari seorang Cancelo.

Benar saja, Cancelo kembali menjadi starter di empat laga awal meski tak sampai 90 menit. Di debutnya pada DFB Pokal melawan Mainz, ia bahkan langsung mencatatkan assist. Apakah ini tanda-tanda kembalinya seorang Cancelo?

Faktanya itu hanya berlangsung selama empat laga. Sedangkan di empat laga berikutnya, ia hanya menjadi pemain pengganti. Termasuk ketika mengantarkan pulang PSG di Liga Champions.

Sampai pada akhirnya ia kembali frustrasi kepada sang pelatih yang lebih memilih Josip Stanisic berada di posisi bek sayap kanan. Ia kemudian diketahui bersama pemain lain yang menjadi korban Nagelsmann seperti Neuer maupun Mane, secara sembunyi-sembunyi melancarkan siasat untuk menekan manajemen segera memecat Nagelsmann. Menurut laporan BILD, beberapa pemain itulah yang menjadi faksi yang menentang Nagelsmann.

Tuchel Dan Tuntutan Cancelo

Lalu, datanglah Tuchel seorang pelatih yang kemungkinan besar akan menyelamatkan menit bermain Cancelo. Kesukaan Tuchel dengan formasi tiga bek memberinya peluang untuk menempati posisi inti di sektor Wing Back, baik di kanan maupun kiri.

Tak lupa juga Cancelo sendiri menuntut seorang Tuchel untuk bisa terus memainkannya. Cancelo teringat saat mimpinya merengkuh trofi Si Kuping Besar digagalkan oleh Tuchel. Cancelo kini berharap pada Tuchel, ia bisa menebus dosanya dengan mengangkat trofi Liga Champions musim ini.

Pada akhirnya harapan Cancelo itu kembali semu ketika laga debut Tuchel saat melawan Dortmund. Alih-alih menempatkan Cancelo seperti apa yang diharapkan, Tuchel kembali memakai pola empat bek dengan memasang Pavard dan Alphonso Davies sebagai bek sayap murni.

Apes memang bagi Cancelo. Ia hanya kebagian menit bermain sebanyak 11 menit ketika ia masuk menjadi pemain pengganti. Berkat hal itu, ia pun ngambek dengan tak ikut berselebrasi merayakan kemenangan 4-2 atas Dortmund itu.

Apa Kata Tuchel dan Manajemen?

Cancelo memilih tergesa-gesa memasuki ruang ganti daripada merayakan kemenangan bersama penonton. Sikap frustrasi Cancelo itu kembali menjadi pertanyaan banyak awak media.

Sang direktur klub, Hasan Salihamidzic dan Thomas Tuchel pasang badan menanggapi sikap pemain pinjamannya itu. Dilansir BILD, menurut Salihamidzic itu adalah emosi sesaat. Dan itu baginya adalah sikap yang wajar dari setiap pemain. Ia berdalih Cancelo akan mendapatkan tempatnya suatu saat nanti.

Begitupun apa kata Tuchel. Ia mengatakan akan menjamin tempat bagi Cancelo dalam timnya. Akan tetapi, ia harus terlebih dahulu menemukan waktu dan formula yang pas. Karena bagaimanapun ini baru satu laga dan sulit untuk mengubah sistem.

Siasat Munchen

Masih banyak waktu bagi Cancelo untuk memutus rantai apes yang menghantuinya dari segi menit bermain. Kontrak pinjamannya bersama Die Roten kini bagaimanapun hanya tersisa hingga akhir musim ini.

Maka dari itu ia harus kerja keras, dan jangan sedikit-sedikit ngambek kalau tak dimainkan. Ia harus mengubah sikap kekanak-kanakan seperti itu, kalau masih ingin ada kesempatan untuk membuktikan bahwa City salah mendepaknya.

Namun tunggu dulu, disaat momen Cancelo yang kerap frustrasi itu, Munchen diam-diam punya sebuah siasat. Menurut laporan Kicker, dengan kondisi seperti ini pihak Munchen ternyata sudah tak tertarik lagi mempermanenkan pemain Portugal itu.

Selain harga tebusnya yang mahal, yakni sekitar 70 juta pounds, Munchen juga masih mempunyai banyak stok bek sayap yang mumpuni seperti Benjamin Pavard, Josip Stanisic, Lucas Hernandez, Daley Blind, Noussair Mazraoui, maupun Alphonso Davies.

Untuk itu, dalam waktu dekat ia akan berdiskusi empat mata dengan Tuchel. Apa rencana masa depan Munchen. Apakah akan memakai jasanya atau tidak? Pertanyaan ini akan perlahan dijawab dengan menit bermain yang diberikan Tuchel padanya hingga akhir musim nanti. Jika keadaan berkembang lebih baik, bukan tidak mungkin ia akan dipermanenkan Die Roten.

Namun kalau tidak, nasib apes kembali akan menaungi Cancelo. Ia akan terkatung-katung nasibnya dengan menanggung malu kembali ke klub yang sudah mendepaknya. Jika seperti itu, pertanyaannya apakah dia masih akan diterima lagi oleh Pep Guardiola?

Sumber Referensi : bavarianfootball, manchestereveningnews, mundodeportivo, thesun, transfermarkt, sportskeeda

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru