Bursa transfer 2011 jadi bursa transfer yang sibuk untuk Arsenal dan Arsene Wenger. Mereka membeli banyak pemain saat itu. Salah satunya adalah Mikel Arteta dari Everton. Terlepas fakta bahwa Arteta adalah pemain kesayangan Everton, ia jadi pemain penting di Arsenal.
Setelah ia pensiun di tahun 2016, Arteta berguru dengan Pep Guardiola yang merupakan idolanya ketika ia masih bermain di La Masia. Tak lama setelah itu, Arteta pun mengambil alih kursi kepelatihan di Arsenal.
Arteta menyulap tim Arsenal yang tak punya identitas selepas Arsene Wenger menjadi klub yang punya mental juara. Seperti Wenger dulu, Arteta berhasil merusak tatanan peta kekuatan Premier League. Itulah nasib Arteta, lalu bagaimana nasib 6 pemain lainnya yang datang ke Arsenal bersama Arteta di tahun 2011?
Daftar Isi
Hector Bellerin
Arteta bukanlah satu-satunya produk La Masia yang dibeli Arsenal pada saat itu. Bellerin juga dibeli pada musim panas 2011. Saat itu usianya masih 16 tahun dan masih harus masuk ke tim u-18 Arsenal.
Setelah sempat menjalani masa peminjaman di Watford, Bellerin pun menjalani debutnya di tim senior Arsenal pada musim 2014/15. Ia pun langsung jadi pusat perhatian dan jadi bek kanan paling diantisipasi pada saat itu. Tahun 2015, ia pun menjuarai Piala FA pertamanya bersama the gunners.
Pada bulan Januari 2019, ia mengalami cedera ACL setelah berlaga melawan Chelsea. Cedera itu sangat mempengaruhi performanya. Ia bahkan harus menepi selama sembilan bulan. Performa Bellerin tidak lagi sama setelah kembali dari masa pemulihan.
Ia semakin sulit untuk bisa konsisten di bawah kepemimpinan Arteta. Akhirnya pada tahun 2021 ia dipinjamkan ke Real Betis, sebelum dipermanenkan oleh Barcelona dengan status bebas transfer. Tapi performanya tidak kunjung memuaskan publik Camp Nou. Bellerin pun dijual ke Sporting Lisbon.
Gervinho
Kalian pasti ingat Gervinho dari gaya rambut yang uniknya itu. Penyerang asal Pantai Gading itu dibeli Arsenal dari Lille seharga 10 juta pounds saja. Ia awalnya dinantikan sebagai pemain yang bakal mengguncangkan Premier League. Namun Gervinho hanya mampu mencetak 4 gol dan 7 assist dari 37 penampilannya di musim pertama.
Tidak ada peningkatan signifikan yang ia tunjukan di musim keduanya. Sampai akhirnya di tahun 2013, Gervinho pun dijual ke AS Roma. Gervinho mengaku ia jadi benci dengan Arsenal setelah itu. “Wenger tidak pernah percaya dengan saya. Sewaktu saya kecil saya selalu bermimpi bermain untuk Arsenal. Kini saya membenci mereka karena apa yang telah Wenger lakukan kepada saya.” Ungkapnya dikutip dari Bleacher Report.
Ia sempat terdampar ke liga Tiongkok, lalu sempat kembali ke Parma dan liga Turki. Sebelum akhirnya terdampar ke liga Yunani.
Per Mertesacker
Mertesacker mungkin jadi pembelian terbaik Arsenal selain Arteta di musim itu. Ia jadi salah satu bek terbaik yang dimiliki Arsenal setelah mereka pindah ke Emirates. Jiwa kepemimpinan dan kecerdasannya di lapangan membuat Arsenal kembali punya mental juara. Bersama the gunners, ia telah mempersembahkan 3 FA Cup dan 2 Community Shield.
Setelah ia pensiun di Arsenal pada akhir musim 2017/18, ia langsung mengabdikan dirinya sebagai manajer tim akademi. Ia mendapat banyak pujian dan dianggap telah merevolusi akademi Arsenal. Setelah ia mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA, bukan tidak mungkin Mertesacker bisa jadi rival Arteta sebagai pelatih di masa depan.
Alex Oxlade-Chamberlain
Bakat muda lain yang diboyong Arsene Wenger pada musim itu adalah Alex Oxlade-Chamberlain. Gelandang asal Inggris itu baru berusia 18 tahun ketika Arsenal membelinya dari Southampton.
Arsene Wenger sangat percaya dengan kemampuan Chamberlain sampai-sampai mereka membelinya dengan harga 12 juta pounds. Padahal Chamberlain belum punya pengalaman bermain di divisi teratas liga Inggris sebelumnya.
Wenger tidak salah. Chamberlain mencatatkan 198 pertandingan selama enam tahun di Arsenal. Ia juga telah mencetak 20 gol dan 32 assist di semua kompetisi. Meskipun begitu, Chamberlain memilih untuk pindah di tahun 2017. Alasannya adalah ia ingin memenangkan lebih banyak trofi.
Impiannya terwujud setelah ia mempersembahkan gelar Liga Inggris, Liga Champions, FA Cup, dan Piala liga bersama Liverpool. Ini tentu sedikit menyakitkan bagi fans Arsenal. Tapi Arsenal mendapatkan 40 juta pounds dari penjualannya. Ia juga tidak dalam performa konsisten saat ia dijual. Jadi, yah tidak terlalu buruk.
Park Chu-young
Park Chu-young adalah salah satu transfer paling aneh Arsenal. Ia dibeli dari AS Monaco menjelang ditutupnya bursa transfer musim panas 2011. Dan tidak diragukan lagi, Park adalah salah satu pembelian paling flop meriam London.
Ia awalnya dipandang bak pahlawan di Korea karena bergabung dengan klub big six Premier League. Tapi hanya dalam waktu semusim awal ia pindah ke Arsenal, striker asal Korea Selatan itu kemudian dilupakan publik Emirates Stadium.
Arsene Wenger mendatangkan kembali Thierry Henry dengan status pinjaman. Kemudian membeli Lukas Podolski di musim panas setelahnya. Wenger bahkan memberikan nomor punggungnya, yaitu nomor 9 kepada Podolski. Sedangkan Park harus memakai nomor 30.
Setelah menjalani masa peminjaman bersama Watford dan Celta Vigo, ia dilepas oleh Arsenal di tahun 2014. Beberapa bulan menganggur tidak punya klub, Park pindah ke liga Arab. Di tahun 2015, ia akhirnya pulang kampung dan bermain di Liga Korea Selatan.
Joel Campbell
Selain Park Chu-young, Joel Campbell juga jadi transfer aneh dari Arsenal. Meriam London membeli Campbell langsung dari liga Kosta Rika. Namun meskipun transfernya terjadi di tahun 2011, izin kerjanya baru terbit di tahun 2013. Alhasil, Campbell menjalani masa peminjaman di luar Inggris.
Ia menunjukan performa yang luar biasa di Piala Dunia 2014. Bersama dengan Kosta Rika yang jadi underdog di turnamen itu. Campbell menunjukan kualitasnya sebagai penyerang yang cepat dan tak kenal lelah di Piala Dunia itu.
Banyak yang menantikan dirinya beraksi di Inggris setelah ia kembali ke Arsenal. Tapi Arsenal sudah tidak membutuhkannya lagi. Selama Campbell berkelana, sudah banyak penyerang berkelas di Arsenal. Seperti Alexis Sanchez, Theo Walcott, Santi Cazorla, dan Lukas Podolski. Wenger sudah punya banyak pilihan penyerang yang jauh lebih baik daripada Campbell.
Meskipun ia tampil memukau di Piala Dunia 2014, ia tidak bisa menghidupkan lagi percikan karirnya untuk meriam London. Campbell pun kembali di pinjamkan ke beberapa klub Spanyol dan Portugal, kemudian Italia. Sampai pada tahun 2022, di usianya yang ke-30 tahun, ia terdampar di Liga Meksiko.
Sumber referensi: Planet, Arsenal, B/R, B/R 2, Goal, Goal 2, Talk


