Beranda blog Halaman 178

“Geng Korea” Shin Tae-yong Dibalik Suksesnya Timnas Indonesia

Seperti halnya sebuah perusahaan, di balik kesuksesan sang bos pasti ada peran anak buah yang selalu mendukung di belakangnya. Begitupun seorang pelatih sepakbola seperti Shin Tae-yong.

Coach Shin tak sendiri dalam menangani timnas. Ada sebuah tim hebat yang selalu membantunya. Tim hebat dibelakang Coach Shin tersebut kini banyak dikenal sebagai “Geng Korea”. Penasaran siapa saja yang termasuk dalam “Geng Korea” tersebut?

Choi In-Cheol

Sejak menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong selalu membawa asisten pelatih yang ia percaya. Tak jarang, Coach Shin bongkar pasang asisten pelatih. Karena menurut Coach Shin, posisi asisten pelatih ini penting.

Coach Shin sekarang mempercayakan posisi asisten pelatihnya kepada Choi In-Cheol dan Jo Byeong-Guk. Dua asisten pelatih asal Korea yang sudah lama ia kenal. Choi In-Cheol adalah asisten pelatih utama Coach Shin.

Oppa Chou ini dulu namanya moncer setelah sukses melatih tim sepakbola wanita Korea Selatan tahun 2010 lalu. Pada saat itu ia bertemu dan berkenalan dengan Shin Tae-yong. Pertemanan pun akhirnya terjalin antara keduannya.

Tak heran saat Coach Shin membutuhkan sosok asisten pelatih yang bisa dipercaya, ia lalu menunjuk Choi In-Cheol. Ditunjuk pada Mei 2021, Oppa Chou saat itu datang menggantikan asisten pelatih sebelumnya, Gong Oh-kyun.

Choi In-Cheol punya kelebihan di bidang analisis taktikal dan strategi. Inilah orang yang sehari-harinya berdiskusi taktik dengan Coach Shin. Oppa Chou juga bertugas menganalisa kekuatan dan kelemahan lawan. Coach Shin sangat terbantu dengan hadirnya Choi In-Choul. Shin Tae-yong sempat memberikan tugas padanya sebagai pelatih timnas sementara saat melawan Turkmenistan.

Cho Byung-kuk

Coach Shin tak hanya menunjuk satu orang asisten pelatih. Choi In-Cheol ditemani asisten pelatih lainnya bernama Cho Byung-kuk. Cho Byung-kuk ditunjuk sebagai asisten Coach Shin pada Oktober 2022 lalu untuk menggantikan asisten pelatih sebelumnya Dzenan Radoncic.

Meski belum lama terjun di dunia kepelatihan, Cho Byung-kuk ini sudah memiliki kedekatan dengan Shin Tae-yong. Saat aktif sebagai pemain, Oppa Cho merupakan anak buah Shin Tae-yong ketika menukangi Seongnam Ilhwa Chunma pada medio 2009 hingga 2011. Kerjasama keduanya bahkan mampu mengantarkan Seongnam Ilhwa Chunma juara Liga Champions Asia 2010.

Ada alasan kenapa Coach Shin menunjuk Cho Byung-Kuk sebagai asistennya. Ia ditugaskan spesifik membentuk tim yang solid secara bertahan. Pengalamannya sebagai bek diharapkan mampu ditularkan kepada punggawa pertahanan Garuda.

Penugasan Coach Shin tersebut tepat, karena spesialisasi Coach Cho adalah teknik dan taktik dalam bertahan. Cho Byung-Kuk ini sehari-harinya menggembleng para bek timnas bagaimana caranya bertahan solid dengan sebuah sistem yang jelas.

Kim Bong-Soo

Tak hanya di sektor asisten pelatih saja “Geng Korea” memberikan pengaruh besar bagi timnas. Di sektor pelatih kiper pun juga. Timnas kini mempunyai dua pelatih kiper yakni Yoo Jae Hoon dan Kim Bong-Soo.

Kim Bong-Soo ditunjuk sebagai pelatih kiper timnas sejak Oktober 2021. Ia menggantikan pelatih kiper sebelumnya, Kim Hae-Won. Kim Bong-Soo bukan sosok pelatih kiper sembarangan. Ia termasuk kiper populer di Korea Selatan di era tahun 90-an. Sebagai pelatih kiper, ia juga sudah banyak berprestasi di beberapa klub top Korea Selatan seperti Suwon Samsung Bluewings.

Coach Kim tidak hanya melatih berdasarkan pengalaman, namun juga dengan pengetahuan olahraga atau science sports yang disesuaikan dengan perkembangan sepak bola terkini. Cara melatih inilah yang membuat performa kiper Timnas Indonesia terus mengalami perkembangan.

Coach Kim juga dikenal galak. Kiper seperti Nadeo pun sering kena semprot olehnya. Bahkan Nadeo sampai pernah curhat agar Coach Kim ini jangan terlalu galak dalam melatih. Tak hanya kiper senior timnas saja, kiper timnas usia muda seperti Erlangga Setyo juga sempat merasakan omelannya saat jalani pemusatan latihan di Turki.

Coach Kim ini sering marah apabila kiper timnas terlihat tidak bersemangat atau tak sadar jika lakukan kesalahan. Namun di balik kemarahannya tersebut, ia mau kiper timnas jadi lebih baik. Coach Kim tak mau diam saja kalau nyatanya performa kiper timnas masih jelek.

Yoo Jae Hoon

Kim Bong-Soo tak sendirian. Ia dibantu Yoo Jae-Hoon. Melihat nama dan muka Oppa Yoo, pasti publik sepakbola tanah air sudah mengenalnya. Sebagai pemain, ia dulunya adalah kiper yang malang melintang di beberapa klub Liga Indonesia seperti Persipura maupun Barito.

Coach Shin menunjuk Yoo Jae-Hoon sebagai pelatih kiper karena alasan kedekatannya dengan budaya sepakbola Indonesia. Ia dipercaya bisa jadi jembatan komunikasi antara tim pelatih dengan para kiper.

Di bawah gemblengan Oppa Yoo, para kiper timnas Indonesia jadi makin militan di bawah mistar. Teriakan dan instruksi Oppa Yoo di pinggir lapangan juga kerap menambah semangat bagi kiper timnas.

Gemblengan kerasnya sudah mulai terasa saat ajang Piala AFF 2020 lalu. Kala itu Nadeo Argawinata kerap menjadi pahlawan bagi timnas. Gemblengan Oppa Yoo juga tak hanya terasa di timnas senior saja. Di level usia U-23, ia juga mampu mengangkat nama Ernando Ari Sutaryadi. Buktinya hingga kini Ernando kerap jadi pahlawan timnas.

Shin Shang-Gyu

“Geng Korea” berikutnya ada di posisi pelatih fisik. Ya, inilah aspek yang sangat diutamakan Coach Shin dalam membangun timnas. Ia tak mau stamina anak buahnya hanya tahan selama 60 menit saja di lapangan.

Maka dari itu, ia secara khusus memilih pelatih fisik yang menurutnya mumpuni, yakni Shin Sang-Gyu. Pelatih fisik 40 tahun tersebut bukan nama asing bagi Shin Tae-yong. Mereka berdua pernah bekerjasama di Timnas Korea Selatan U-23 pada tahun 2013.

Perannya di timnas Indonesia kini sangat vital. Ia ditugasi Coach Shin supaya stamina pemainnya harus siap tempur hingga 90 menit, bahkan lebih. Maka dari itu, konsep latihan Shin Sang-Gyu ini dinilai sangat keras. Latihannya bahkan dianggap para punggawa timnas mirip militer.

Saat Shin Sang-Gyu pertama kali menangani timnas, ia pernah menyebut bahwa kondisi rata-rata fisik skuad Shin Tae-yong jauh dari harapan. Shin Sang-Gyu juga sempat menyindir jika para pemain timnas tak terlalu memperhatikan latihan fisik yang keras lagi ketika mereka sudah kembali ke klubnya masing-masing. Itulah yang sangat disayangkan oleh Shin Sang-Gyu.

Choi Ju-young

Coach Shin juga menaruh “Geng Korea” di pos penting timnas, yakni dokter tim. Orangnya bernama Choi Ju-Young. Ia sempat menjadi dokter timnas Vietnam di bawah pelatih Park Hang-Seo. Namun pasca Park Hang-Seo tak lagi melatih Vietnam, Choi Ju-Young pun ikut-ikutan cabut.

Menariknya, saat Coach Shin memintanya menjadi dokter timnas Indonesia, ia pun langsung menerimanya. Ternyata oh ternyata, Choi Ju-Young ini sudah lama mengenal Shin Tae-yong. Mereka pernah bekerjasama saat menangani Timnas Korea Selatan U-20 di Piala Dunia U-20 tahun 2017.

Instruksi khusus dari Coach Shin pada Choi Ju-Young ialah memastikan pemainnya tak sering diganggu cedera. Maka dari itu, pola latihan, asupan gizi, maupun gaya hidup para pemain timnas dikontrol serius oleh Choi Ju-Young.

Menurutnya, beberapa hal tersebut sangat penting bagi pemain untuk mengantisipasi cedera yang berkepanjangan. Coach Shin selalu memintanya untuk cepat dalam melakukan pemulihan setiap ada pemain yang cedera.

Tak hanya ahli dalam urusan menangani cedera saja, Choi Ju-Young ini juga orangnya penuh pengorbanan. Di Piala Asia U-23, sejatinya Choi Ju-Young ini hanya akan mendampingi timnas U-23 di Qatar hingga fase grup saja.

Ia punya tugas lain yang tak bisa ditinggalkan di Korea Selatan sebagai direktur Korea Medicine Sport Centre. Namun saat Coach Shin dan pihak PSSI memohonnya mendampingi timnas garuda muda hingga berakhirnya turnamen, ia akhirnya rela menunda pekerjaannya di Korea. Salut Coach!

Sumber Referensi : cnnindonesia, sportsindo, bolasports, cnnindonesia, inews.id, bola.net

Jejak Si Cantik, Ratu Tisha, Sosok yang Bawa STY ke Indonesia

0

Mengejutkan saat Ratu Tisha masuk bursa calon ketua umum di negara yang tidak memperhatikan sepak bola wanita. Di negara yang sangat patriarki, bisa-bisanya seorang perempuan dipercaya memimpin organisasi sepak bola yang identik dengan laki-laki?

Namun, akhirnya ia tidak menjadi ketua umum. Meski begitu, Ratu Tisha masih berada di PSSI. Ia membawa pengaruh positif di sepak bola Indonesia. Nah, seberapa hebat, sih perempuan yang satu ini?

Berikut adalah jejak si cantik, Ratu Tisha Destria. Namun, sebelum ke pembahasan jangan lupa subscribe dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan video terbaru dari Starting Eleven Story.

Ratu Tisha dan Sepak Bola

Namanya Ratu Tisha Destria. Lahir di Jakarta, 30 Desember 38 tahun yang lalu. Semasa SMP, Tisha sudah gandrung pada olahraga. Alumni Institut Teknologi Bandung itu menekuni olahraga sofbol.

Mungkin kalau cedera tidak menghantam, Ratu Tisha tidak akan mengurus barang pecah belah seperti sepak bola Indonesia, melainkan bersaing dengan Yukiko Ueno. Namun, karena cedera, ia tak bisa melanjutkan minatnya itu, sementara ketertarikannya pada olahraga belum surut.

Di SMA, ia melihat teman-temannya bermain sepak bola. Dari sanalah, Ratu Tisha mengalihkan minatnya pada sepak bola. Bersama teman-temannya, kecintaannya pada sepak bola mendorongnya membentuk tim sepak bola yang dinamai 8 FC. Ia tidak menjadi pemain, melainkan manajernya.

[Wawancara Ratu Tisha di podcast]

Tisha sampai membuatkan website buat timnya. Hal itu belum pernah dilakukan di tim SMA mana pun saat itu. Kegemarannya pada sepak bola sebetulnya dipupuk sejak kecil. Tiap akhir pekan, sang ayah kerap mengajaknya menonton bola. Setelah mengelola tim di SMA, di perguruan tinggi, Tisha juga melakukan hal serupa.

Pontang-Panting Cari Ilmu

Lulus dari ITB tahun 2008, Tisha diterima di perusahaan minyak, Schlumberger. Ilmu di bidang eksplorasi data dan konflik manajemen ia serap dari perusahaan ini. Karena pekerjaan mengharuskannya berpindah-pindah dari Mesir, Amerika Serikat, Inggris, dan Tiongkok, Tisha pun menguasai lima bahasa sekaligus.

Konon yang menguasai bahasa, ia akan menguasai dunia. Ratu Tisha memanfaatkan penguasaannya dalam lima bahasa untuk mencari ilmu yang lebih luas. Kemampuan berbahasa asing ini jadi golden tiket yang membawanya ke seminar sepak bola internasional yang diadakan di Jepang, Belgia, dan Denmark.

Keahlian berbahasa ini juga menjadi shiratal mustaqim yang mengantarkannya ke program FIFA Master. Dengan bekal portofolio dan kegiatan seminar internasional tentang sepak bola yang diikutinya, Tisha mendaftarkan diri ke program tersebut.

Namun, Thomas Alfa Edison tidak menemukan bola lampu di percobaan pertamanya. Begitu pula Ratu Tisha tidak seketika masuk ke program FIFA Master saat pertama kali apply pada tahun 2011. Pantang menyerah adalah nama tengahnya. Gagal di percobaan pertama justru membuatnya makin giat memoles portofolio.

Tisha tidak hanya mengikuti Football Conference and Science di Nagoya, Jepang dan World Soccer Science di Belgia, namun ia juga mendirikan perusahaan statistik sepak bola, LabBola. Sekarang perusahaan ini sudah tutup.

Dulu, LabBola menyediakan data statistik untuk tim lokal seperti Persebaya, Persija, dan Bali United. LabBola juga terlibat dalam liputan statistik AFC Futsal Club Championship tahun 2010, bermitra dengan media dalam negeri seperti Bola dan Juara Net, juga media luar negeri seperti FourFourTwo.

FIFA Master

Kalau tidak salah, Tisha mendaftar lagi ke program FIFA Master tahun 2014. Ia bersungguh-sungguh supaya diterima dalam program itu. Tisha mengikuti sesi wawancara dan membuat setidaknya 17 esai tentang olahraga agar diterima. Menurutnya, menulis 17 esai menjadi tantangan terberat.

FIFA Master sendiri program yang menjanjikan. 90% dananya berasal dari FIFA. Program ini ditujukan untuk mahasiswa yang ingin belajar manajemen olahraga, dengan menggandeng tiga universitas: De Montfort University di Leicester, SDA Bocconi di Milan, dan Universite de Neuchatel di Neuchatel.

Pada waktu itu ada sekitar 6.400 orang yang mendaftar dari seluruh dunia. Namun, hanya 28 orang yang diterima, termasuk Ratu Tisha. Tisha saat itu menjadi orang pertama dari Indonesia yang ikut program FIFA Master. 

Ada empat inti dalam pengelolaan olahraga yang dipelajarinya di sana: nilai budaya, nilai olahraga, aspek sosial, dan tentu saja aspek bisnis. Setelah lulus Tisha mendapat sertifikat dari Pusat Studi Olahraga Internasional atau dikenal CIES.

Sekjen Perempuan Pertama PSSI

Setelah cukup ilmu, Tisha pulang ke Indonesia. Ia dibutuhkan untuk membangun persepakbolaan tanah air. Tahun 2016, Tisha diberi mandat Direktur Kompetisi Indonesia Soccer Championship. Tisha juga dilibatkan dalam ajang pramusim Piala Presiden tahun 2017.

Karier Tisha lalu melejit dengan menduduki jabatan Sekretaris Jenderal atau Sekjen PSSI tahun 2017. Namun, perjalanan menjadi Sekjen PSSI tak mulus-mulus amat. Ia harus bersaing dengan 30 orang lainnya pada proses seleksi Mei 2017, setelah Sekjen PSSI lama, Ade Wellington mengundurkan diri.

Ratu Tisha lolos lima besar. Ia menjadi satu-satunya perempuan yang lolos. Tisha pun melewati fit and proper test dan sah menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan sekjen PSSI. Ia mengalahkan keempat calon sekjen lainnya yang semuanya laki-laki.

Namun, perjalanannya sebagai sekjen seperti pembangunan jalan desa yang dananya disunat untuk membeli Alphard. Tahun 2019 Tisha pernah disoraki penonton dan diminta meninggalkan tribun. Itu terjadi di final leg kedua Piala Indonesia antara PSM Makassar vs Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta.

Tidak hanya, Tisha pernah diminta mundur dari jabatannya karena berurusan dengan Satgas Mafia Bola pada pertengahan tahun 2019. Ia menjadi saksi kasus dugaan pengaturan pertandingan antara PSS Sleman vs Madura FC di Liga 2 awal tahun 2019.

Menjadi Wakil Presiden AFF

Namun, hal-hal tadi tak mematahkan karier Tisha. Seperti kafilah, ia tetap berlalu walau anjing terus menggonggong. Pada Kongres Luar Biasa AFF, 22 Juni 2019 di Laos, Tisha terpilih sebagai Wakil Presiden AFF periode 2019-2023. Ia menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan wakil presiden di organisasi sepak bola Asia Tenggara tersebut.

Tisha bertandem dengan nama-nama seperti Dato Sri Francisco Kalbuadi Lay (Timor Leste), Lim Kia Tong (Singapura), dan Pangeran Sufri Bolkiah (Brunei Darussalam). Di tahun yang sama, Ratu Tisha juga menjadi anggota Komite Kompetisi AFC. Ia orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Mendatangkan Shin Tae-yong

Salah satu magnum opus yang membuat namanya berdengung terus adalah Shin Tae-yong. Tisha adalah orang di balik datangnya STY ke Indonesia. Saat menjadi sekjen PSSI, tepatnya pada 2018, Tisha menjalin komunikasi dengan STY. Komunikasi makin intens kala sang pelatih dipecat dari KFA.

Pada tahun 2019, STY untuk pertama kalinya bertemu Ratu Tisha. Itu terjadi di Malaysia, kala Timnas Indonesia bermain di Stadion Bukit Jalil. Perjumpaan itu tak disia-siakannya. Tisha gerak cepat menyampaikan visi sepak bola, cara membangun sepak bola, dan nilai-nilai yang dianutnya pada STY.

Bujuk rayu Ratu Tisha meluluhkan hati STY. Sang pelatih menerima tawaran untuk menukangi Timnas Indonesia. Kelak, orang tidak bisa menampik di tangan STY, Timnas Indonesia jauh lebih baik. Sayangnya, setelah membujuk STY, tak berapa lama ia menanggalkan jabatan sekjen.

Menjadi Waketum dan Membantu Erick Thohir

Setelah cukup lama tidak menduduki jabatan penting di PSSI, terutama di era Iwan Bule, Tisha kembali ke sana. Saat Kongres Luar Biasa PSSI, Februari 2023 lalu, Ratu Tisha terpilih sebagai Wakil Ketua PSSI. Sempat terjadi friksi menyebalkan khas PSSI di hasil ini.

Tisha awalnya terpilih sebagai Wakil Ketua Umum Satu, sedangkan Wakil Ketua Umum Dua ditempati Yunus Nusi. Namun, Nusi mengundurkan diri, sehingga posisinya digantikan Zainudin Amali. Sempat terjadi pemilihan ulang karena perwakilan FIFA dan AFC mencium kecurangan.

Hasilnya, Tisha tetap Waketum satu, sedangkan Amali Waketum dua. Namun, ketika hasilnya keluar, PSSI malah menempatkan Amali sebagai Waketum Satu, sedangkan Tisha sebagai Waketum Dua. Alasannya karena Amali dianggap punya pengalaman lebih lama di sepak bola ketimbang perempuan yang pernah menjabat direktur kompetisi PT LIB tersebut.

Apa pun itu, untungnya masih ada Ratu Tisha di tubuh PSSI. Kalau kita kurang percaya sama Erick Thohir karena ia juga politikus, setidaknya kita bisa berharap pada Ratu Tisha, perempuan independen yang berjuang demi persepakbolaan Indonesia.

Sumber: Bola, Jawapos, TVOnenews, Kompas, BeritaSatu, Detik, CNNIndonesia, Bolanet, Skorid

Gara-Gara Wasit! Jejak Dosa Wasit yang Sempat Curangi Timnas Indonesia

Wasit lagi..wasit lagi. Kenapa sih engkau terus jadi musuh bagi netizen tanah air? Belum selesai dendam pada sikap Nasrullah Kabirov, kini muncul Sivakorn Pu-Udom dan Shen Yin Hao. Ya, wasit-wasit tersebut punya banyak dosa terhadap Timnas Indonesia.

Tak heran jika mereka dicap sebagai musuh masyarakat bagi Indonesia. Namun tak hanya wasit itu saja ternyata yang punya banyak dosa terhadap timnas. Ada juga wasit lainnya yang tak kalah menjengkelkan kelakuannya.

Sebelum mengetahui siapa saja yang pernah mencurangi timnas, alangkah baiknya subscribe dulu dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven.

Hiroki Kasahara

Di ajang Piala AFF U-23 tahun 2023 lalu, Shin Tae-yong dan publik tanah air sempat dibuat geram atas keputusan kontroversial wasit Jepang, Hiroki Kasahara.

Yang pertama terjadi di laga melawan Malaysia di babak grup. Bayangkan, di laga pembuka saja Timnas Garuda sudah dicurangi. Bahkan berkat keputusan kontroversialnya, timnas harus mengakui kekalahan 1-2 atas Harimau Malaya.

Keputusannya memberikan penalti bagi Malaysia diprotes oleh Coach Shin. Padahal saat itu pemain yang dilanggar, Fergie Tierney terlihat seperti diving setelah disentuh Kadek Ari. Penalti Malaysia yang berbuah gol tersebut, menurut Coach Shin, mengubah jalannya laga.

Tak berhenti sampai di situ dosa Kasahara bagi timnas. Di laga final timnas melawan Vietnam, ia kembali berulah. Di laga krusial tersebut Kasahara membuat Coach Shin kesal. Terlepas dari hasil akhir laga yang dimenangkan Vietnam, timnas Indonesia di sepanjang laga kerap dicurangi keputusan Kasahara.

Misal, Kasahara terlihat kerap mengabaikan pelanggaran keras yang dibuat para pemain Vietnam. Salah satunya yang terjadi yakni kala Nguyen Hong Phuc sengaja menyikut Haikal Al Hafiz.

Meski aksi Nguyen Hong Phuc membahayakan, wasit toh hanya diam seribu bahasa. Berkat sikap kontroversial tersebut, ia dikecam netizen Indonesia. Bahkan sempat beredar isu bahwa Kasahara adalah wasit bayaran yang sengaja ditugasi gagalkan Indonesia juara AFF. Namun, isu tersebut belum bisa dibuktikan.

Ilgiz Tantashev

Wasit dari Uzbekistan bernama Ilgiz Tantashev juga pernah punya dosa saat curangi timnas Indonesia saat menghadapi Irak di ajang Piala Asia 2023. Ya, baru saja lakoni laga pertama di babak grup, timnas sudah dicurangi.

Di laga tersebut, sang pengadil di tengah lapangan terlihat berat sebelah. Momen kontroversial wasit Uzbekistan tersebut terjadi saat Irak mencetak gol kedua yang dicetak Osama Rashid di penghujung babak pertama. Sejatinya, sebelum Rashid mencatatkan namanya di papan skor, sempat terjadi offside terlebih dahulu dari pemain Irak lainnya.

Dari tayangan ulang televisi, terlihat jelas adanya offside. Namun anehnya, insiden itu luput dari pengamatan VAR. Lalu dengan pedenya wasit Ilgiz Tantashev langsung mengesahkan gol tersebut. Shin Tae-yong sudah sempat menyatakan protes keras, namun tetap saja tak mengubah apapun. Indonesia akhirnya kalah 1-3.

Nasrullah Kabirov

Lagi dan lagi. Timnas Indonesia kembali sudah dicurangi di laga pembuka, tepatnya di ajang Piala Asia U-23 2024. Saat itu timnas melawan tuan rumah Qatar. Saat itu nama wasit asal Tajikistan Nasrullah Kabirov seketika jadi trending.

Banyak keputusan kontroversial Kabirov yang merugikan timnas Indonesia. Seperti hadiah penalti bagi Qatar akibat pelanggaran Rizki Ridho. Kemudian juga kartu merah yang dilayangkan kepada Ivar Jenner dan Ramadhan Sananta.

Namun, kalau Qatar melakukan pelanggaran keras alih-alih mendapat hukuman berat, malah seolah didiamkan saja. Misal Saifeldeen Hassan yang melakukan pelanggaran keras terhadap Witan. Ia hanya diganjar kartu kuning. Lalu saat Marselino dijatuhkan oleh pemain Qatar, Kabirov hanya cuek saja.

Oh iya, PSSI pasca laga juga gercep melayangkan protes keras terhadap AFC atas kejanggalan wasit Kabirov. Terlepas dari kekalahan 0-2, nyatanya Timnas Garuda muda tetap membanggakan. Mereka tetap bermain dominan dalam penguasaan bola. Andai saja tak dicurangi wasit, timnas mungkin bisa menang tuh.

Sivakorn Pu-Udom

Bukan hanya wasit di dalam lapangan saja yang bisa buat Timnas Indonesia menderita. Wasit yang ada di ruangan VAR pun bisa melakukannya. Seperti wasit VAR dari Thailand Sivakorn Pu-Udom. Tak main-main, wasit negeri Gaja Putih ini sudah tiga kali merugikan Timnas Indonesia.

Yang pertama, terjadi di laga timnas melawan Irak pada ajang Piala Asia 2023. Masih ingat laga yang dipimpin wasit asal Uzbekistan Ilgiz Tantashev? Ya, keputusan wasit Thailand tersebut telah mempengaruhi Tantashev untuk tidak melihat VAR. Padahal gol kedua Irak tersebut dalam tayangan ulang televisi berbau offside.

Di Piala Asia U-23 kali ini, wasit Sivakorn kembali berulah. Bahkan dua kali wasit Thailand tersebut tak tau malu lakukan kecurangan terhadap Timnas Indonesia. Ada dendam apa sih wasit Thailand yang satu ini dengan Indonesia?

Ketika anak asuh Shin Tae-yong ditumbangkan Qatar 0-2, banyak keputusan VAR yang merugikan Garuda Muda. Qatar dapat penalti berkat panggilan VAR darinya. Pelanggaran Sananta berbuah kartu merah juga berkat panggilan VAR darinya. Lalu ketika Jenner dikartu merah, ia malah tak menyuruh wasit Kabirov mengeceknya. Sungguh aneh!

Sivakorn kembali bertugas di laga melawan Uzbekistan di semifinal. Ia tak kapok melakukan kecurangan. Misal, ketika kejadian tekel terhadap Witan maupun menyuruh wasit Shin Yin Hao untuk mengecek gol dari Ferrari.

Hujatan demi hujatan pun bertubi-tubi menyerang Sivakorn. Netizen Indonesia pun kini makin geram padanya. Nyatanya sudah tiga kali wasit Thailand ini melakukan jejak dosa besar terhadap Timnas Indonesia.

Shin Yin Hao

Wasit di laga timnas melawan Uzbekistan, Shin Yin Hao awalnya sempat dicurigai oleh netizen Indonesia. Pasalnya secara track record, wasit asal Tiongkok tersebut pernah dianggap telah mencurangi Timnas Indonesia di Sea Games 2023.

Hal itu terjadi saat laga melawan tuan rumah Kamboja di babak grup. Tepatnya ketika Muhammad Ferrari dianggap melanggar lawan di dalam kotak penalti. Padahal pelanggaran yang dilakukan Ferrari tersebut berada di luar kotak penalti.

Beruntungnya hadiah penalti yang diberikan tersebut gagal dimaksimalkan Kamboja. Tendangan Lim Pisoth mampu dihalau Adi Satrio. Untungnya, meski sempat dicurangi timnas masih bisa menang atas Kamboja dengan skor 2-1.

Nah, saat timnas melawan Uzbekistan di laga semifinal Piala Asia U-23, Ferrari kembali menjadi korbannya. Kali ini wasit Tiongkok tersebut menganulir gol Ferrari. Sungguh apes memang Ferrari kalau jumpa wasit Tiongkok yang satu ini.

Sama seperti Kabirov maupun Sivakorn, nama Shen Yin Hao akhirnya juga trending lantaran dihujani hujatan dari publik sepakbola tanah air. Namanya kini jadi populer namun hanya sebagai bahan olok-olokan.

Sumber Referensi : sportsindo, suara.com, republika, suara.com, cnnindonesia, bolanusantara, sportcorner

Timnas Indonesia Tambah Pemain Keturunan Lagi, Pemain Lokal Kian Terkikis?

Di sela-sela kesedihan publik tanah air saat timnas U-23 kalah dari Uzbekistan, mereka tiba-tiba heboh dengan kabar naturalisasi pemain keturunan. PSSI di bawah komando Erick Thohir gerak cepat mengevaluasi timnas dengan menambah amunisi pemain keturunan yang dibutuhkan Shin Tae-yong.

Tujuannya agar timnas makin kuat dan bisa lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Masih ada dua laga krusial menanti Juni nanti, yakni melawan Irak dan Filipina. Dengan amunisi tambahan ini, apakah komposisi skuad timnas akan lebih mengerikan? Atau justru hanya mengikis peran pemain lokal Liga 1?

Sebelum membahasnya, baiknya subscribe dulu dan nyalakan loncengnya agar nggak ketinggalan konten menarik dari Starting Eleven Story.

Amunisi Baru Timnas

Maret lalu Coach Shin Tae-yong sempat terbang langsung ke Belanda untuk memantau pemain keturunan yang jadi incarannya. Coach Shin datangi satu per satu laga yang dilakoni pemain incarannya tersebut.

Pemain yang dipantau Coach Shin adalah Calvin Verdonk dan Jens Raven. Verdonk merupakan pemain NEC Nijmegen. Ia dipantau Coach Shin langsung di laga Eredivisie Nijmegen melawan Heerenveen. Lalu Jens Raven, pemain yang mukanya mirip Mudryk ini merupakan pemain klub Dordrecht U-21. Ia dipantau saat laga Dordrecht U-21 melawan klubnya Rafael Struick, Ado Den Haag U-21.

Dua bulan berlalu sejak pemantauan Coach Shin di Belanda, pada awal Mei 2024 Verdonk dan Raven akhirnya resmi diumumkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebagai pemain naturalisasi timnas berikutnya.

Tak ketinggalan, kiper klub Dallas FC, Maarten Paes juga ikut dalam paket tiga pemain baru naturalisasi timnas. Kiper yang sempat menggagalkan penalti Messi tersebut juga sudah mengambil sumpah WNI.

Timnas Penuh Pemain Keturunan

Dengan penambahan tiga amunisi baru tersebut, skuad Timnas Indonesia penuh sesak pemain keturunan. Posisi para pemain lokal di skuad inti Coach Shin juga bisa terancam oleh kedatangan pemain naturalisasi baru tersebut.

Yang tadinya posisi kiper inti mutlak milik pemain lokal seperti Ernando atau Nadeo, kini sudah ada Maarten Paes. Di bek kiri yang sering dihuni Pratama Arhan, sekarang bejibun pemain keturunan termasuk yang terbaru Calvin Verdonk.

Lalu di posisi penyerang, dengan datangnya Raven mungkin bisa mengancam kesempatan bermain Ramadhan Sananta maupun Hokky Caraka.

Sisi Positif

Namun begitu, Shin Tae-yong dan PSSI tak sembarangan menambah pemain keturunan. Pasti ada sebab. Toh mereka sudah belajar dari kegagalan program pemain naturalisasi timnas di zaman dulu.

Coach Shin sudah ciptakan standar pemain yang layak untuk dinaturalisasi. Syaratnya mereka harus pemain Grade A dan diprioritaskan bermain di kasta liga tertinggi seperti Eredivisie. Lalu muncullah pemain seperti Jay Idzes, Justin Hubner, Nathan Tjoe A-On, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, hingga kini Maarten Paes dan Calvin Verdonk.

Proses naturalisasi pemain memang merupakan cara instan untuk meraih prestasi. Meski prestasi berupa trofi belum diraih, namun setidaknya dengan adanya program ini performa timnas jadi makin meningkat. Mayoritas rakyat Indonesia juga sudah merasakannya kok. Mungkin hanya beberapa yang masih nyinyir, termasuk si.., ah sudahlah..

Oh iya, dengan adanya para pemain naturalisasi tambahan ini, harusnya bisa dimaknai sebagai cara untuk menambah persaingan sehat dalam tim. Pemain lokal harusnya makin termotivasi untuk membuktikan bahwa mereka lebih baik dan layak.

Kesempatan Pemain Lokal Terkikis?

Namun namanya orang yang tak suka dan nyinyir terhadap penambahan pemain keturunan ini pasti tetap saja ada. Menurut mereka yang nyinyir, pasti program ini dianggap hanya akan membuat potensi pemain lokal terkikis. Pemain lokal di Liga 1 yang berkeinginan menembus skuad timnas, kini jadi makin susah karena banyaknya pemain Grade A tersebut.

Selain itu, banyak kritik yang ditujukan kepada Shin Tae-yong yang dinilai kurang bisa mengeksplore pemain lokal yang ada. Maaf saja ya, kini kondisinya kualitas kompetisi Liga 1 ya..masih gitu-gitu aja. Wajar sih kalau kalau Coach Shin tak banyak melirik pemain dari Liga 1.

Ada juga yang sampai membandingkan dengan Singapura atau Filipina yang dulu getol banget lakukan naturalisasi, namun kini hilang ditelan bumi. Mungkin ada benarnya, kenapa Singapura dan Filipina tak mampu melanggengkan program naturalisasinya yang sukses itu? Yang perlu dipelajari, mereka ternyata hanya larut dalam euforia naturalisasi namun lupa membenahi program kompetisi domestiknya.

Harus Seirama

Kini boleh saja PSSI dan Coach Shin melakukan program naturalisasi guna mendapatkan prestasi instan. Karena dengan begitu sepakbola Indonesia jadi makin disegani dunia. Kita tak ingin lagi jadi bangsa yang sepakbolanya dikenal hanya karena sebuah tragedi, korupsi, maupun skandal dualismenya saja. Indonesia ingin dikenal dunia dengan prestasi sepakbolanya.

Namun di samping itu, PSSI harus sangat serius memperbaiki kualitas liga dari akar rumput sekalipun. Kompetisi berjenjang yang berkualitas dari usia muda juga harus dimaksimalkan. Artinya, bukan asal jalan dan hanya untuk cari cuan saja. Jadi, kedepannya bisa lahir makin banyak pemain hebat dari liga lokal. Kita semua pasti ingin kok, suatu saat nanti tak lagi bergantung pada pemain keturunan.

Pemain Lokal Optimis Bisa Bersaing

Namun kini, keadaannya timnas masih membutuhkan pemain keturunan. Ada banyak ajang yang harus kita lakoni supaya membuahkan prestasi. Seperti Piala Asia U-23, Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, maupun Piala AFF 2024 nanti.

Toh dengan mengandalkan pemain keturunan, hasilnya mulai diapresiasi banyak pihak. Dunia bahkan sekarang takjub dengan performa Timnas Indonesia.

Bagi pemain lokal yang dianggap sebagian orang terpinggirkan, jangan takut. Bagi Ernando yang posisinya terancam oleh Maarten Paes, nggak usah minder. Nando harus membuktikan bahwa ia lebih baik dari Paes. Percaya deh.. kalau terus tampil gacor, Nando tetap akan jadi kiper inti Coach Shin.

Hadirnya Calvin Verdonk yang ditakutkan akan menggusur posisi Pratama Arhan juga tak usah dikhawatirkan. Lihat saja di Piala Asia U-23, Arhan nyatanya masih dimainkan terus oleh Coach Shin. Padahal, di posisi tersebut ada pemain keturunan seperti Nathan Tjoe A-On.

Lalu dengan hadirnya Jens Raven, striker lokal timnas seperti Ramadhan Sananta, Hokky Caraka harusnya berkaca. Mereka harus tambah terpacu untuk tampil gacor, agar dipercaya Coach Shin.

Yang jelas dengan adanya tambahan amunisi pemain keturunan, timnas makin optimis untuk menatap laga krusial melawan Irak dan Filipina di Juni nanti. Kalau untuk masalah perdebatan klasik pemain lokal dan keturunan, alangkah baiknya dikurangi dulu deh ya saat ini. Kita ini sedang fokus sebagai sebuah tim bernama Indonesia. Semua pemain sama derajatnya di lapangan.

Namun yang harus digarisbawahi, baik PSSI dan pemangku kepentingan lainnya, jangan lupakan sistem pembinaan usia muda dan sistem kompetisi domestik kedepannya agar jadi lebih baik. Hati-hati.. soal ini jangan sampai lalai dan disepelekan. Akibatnya bisa fatal!

Sumber Referensi : tvonenews, skor.id, bola.okezone, tribunnews, cnnindonesia, viva.co, goal.com

Berita Bola Terbaru 2 Mei 2024 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

INDONESIA VS IRAK: STY MINTA ‘BANTUAN’ KE AFC

Garuda Muda akan melawan Timnas Irak U-23 di Stadion Abdullah bin Nasser bin Khalifa, Kamis (2/5/2024). Laga ini akan memperebutkan tempat ketiga Piala Asia U23 2024 sekaligus lolos otomatis ke Olimpiade 2024. Dalam menatap laga ini, Shin Tae-yong berharap timnya tidak dirugikan lagi oleh keputusan-keputusan wasit. STY meminta AFC untuk mengoreksi kepemimpinan wasit yang beberapa kali merugikan Indonesia, khususnya saat Indonesia jumpa Qatar pada laga pembuka dan terakhir saat dikalahkan Uzbekistan.

PELATIH IRAK PUJI PERFORMA TIMNAS INDONESIA U23

Pelatih timnas Irak U-23 Radhi Shenaishil memuji performa timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 yang sudah melaju hingga sejauh ini. Menurut Radhi, performa Garuda Muda di Piala Asia U-23 yang mampu menembus semifinal tidak kebetulan karena menurutnya tim asuhan Shin Tae-yong itu memiliki rencana dan strategi yang matang di setiap bermain. “Kami telah memantau pemain Indonesia dengan sangat cermat sejak awal turnamen, mereka sangat bagus, berkembang, dan terhormat di lapangan,” ucapnya.

MENEBAK KOMPOSISI LINI BELAKANG INDONESIA U23 TANPA RIDHO

Lini belakang Timnas Indonesia U-23 sedikit keropos saat bertemu Irak nanti malam, karena absennya Rizki Ridho yang terkena akumulasi kartu merah. Nama Komang Teguh bisa menjadi solusi di tengah kebuntuan Timnas Indonesia U-23. Komang dinilai punya kapabilitas yang cukup baik untuk menggantikan peran Rizky Ridho di area pertahanan Tim Garuda Muda. Dengan mengusung formasi 3-4-3, kemungkinan tiga pemain belakang akan diisi oleh Ferrari, Komang, dan Hubner.

PELATIH GUINEA GEMETAR LAWAN TIM ASIA DI PLAY OFF OLIMPIADE

Pelatih Guinea, Kaba Diawara, menyebut laga playoff Olimpiade Paris 2024 seperti final NBA. Ia tak ingin timnya membuat kesalahan pada babak penentuan tersebut lantaran melawan tim Asia yang memiliki ciri khas pantang menyerah. Guinea menunggu lawan dari Asia pada 9 Mei 2024 dalam laga perebutan tiket Olimpiade Paris 2024. Tim Asia yang bakal ditunggu Guinea adalah Timnas Indonesia U-23 atau Irak U-23.

MENPORA AKAN AJAK AL NASSR MAIN DI INDONESIA

Menpora Dito Ariotedjo memenuhi undangan dari Al-Nassr dalam rangka road show ke negara-negara Timur Tengah. Menpora bertubuh tambun itu mengunggah beberapa foto di media sosialnya, dan menjelaskan bahwa pertemuan dengan CEO Al-Nassr, Guido Fienga, membahas banyak hal, salah satunya adalah potensi mengadakan pertandingan persahabatan di Indonesia. “Data menunjukkan bahwa jumlah pendukung Al-Nassr terutama Bang Dodo (Cristiano Ronaldo) di Tanah Air cukup signifikan,” ujarnya.

JAY IDZES CETAK DUA GOL SPEKTAKULER UNTUK VENEZIA DI LIGA ITALIA

Palang pintu Timnas Indonesia Jay Idzes sukses bikin dua gol untuk Venezia dalam laga Liga Italia Serie B yang sempat ditangguhkan karena lapangan banjir saat lawan Catanzaro, Rabu (1/5). Dua gol Jay Idzes lahir di menit ke-14 melalui sundulan, dan menit ke-55. Dalam laga ini sayangnya Venezia kalah dramatis 2-3 dari Catanzaro. Kekalahan ini membuat Venezia tetap berada di urutan ketiga klasemen Serie B Liga Italia dengan mengemas 67 poin dari 36 pertandingan.

KLUBNYA ELKAN BAGGOT DIAMBANG PROMOSI KE EPL

Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott resmi dipulangkan dari masa peminjaman oleh klub Bristol Rovers ke Ipswich Town. Ipswich Town saat ini berada di ambang tampil di divisi utama Inggris, Liga Premier, untuk pertama kali sejak 2002 setelah mengalahkan Coventry 2-1 dalam pertandingan Selasa (30/4) waktu setempat. Kini Ipswich Town sedang bertengger di posisi kedua klasemen Championship dengan mengemas 93 poin dari 45 pertandingan. Mereka hanya butuh satu poin lagi di laga terakhir Championship yaitu menghadapi Huddersfield Town pada Sabtu (4/5) mendatang.

DORTMUND SIKAT PSG

Borussia Dortmund sukses merengkuh kemenangan 1-0 atas Paris Saint-Germain dalam leg pertama semifinal Liga Champions 2023/24 di Stadion Signal Iduna Park pada Kamis (2/5/2024) dini hari WIB. Dortmund berhasil menciptakan gol seusai Niclas Fullkrug mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-36. Selanjutnya Dortmund akan kembali bersua PSG dalam leg kedua Liga Champions 2023/24 pada Rabu (8/5/2024).

SANCHO OBOK-OBOK PSG, IKUTI JEJAK MESSI

Jadon Sancho tampil luar biasa saat Dortmund menjamu PSG. Sancho sukses mengobok-obok pertahanan PSG. Meski tak mencetak gol, pemain asal Inggris itu menyelesaikan 12 drible malam ini melawan PSG. Itu rekor dribble terbanyak yang dilakukan pemain di semifinal Liga Champions sejak Lionel Messi pada April 2008 melawan MU (16) dan rekor terbanyak di kompetisi ini yang dilakukan pemain Inggris (sejak 2003 /2004).

KEMENANGAN DORTMUND KUNCI 5 SLOT BUNDESLIGA DI UCL MUSIM DEPAN

Kemenangan 1-0 Dortmund atas PSG pada laga leg pertama semifinal Liga Champions, memastikan Bundesliga mendapat jatah lima klub ke kompetisi tersebut musim depan. Bundesliga dapat lima jatah ke UCL musim depan karena mereka menjadi salah satu dari dua asosiasi UEFA dengan koefisien poin tertinggi pada 2023-2024. Kemenangan Dortmund memastikan Bundesliga memiliki 18.357 poin koefisien. Bundesliga bahkan bisa mendapatkan jatah keenam ke Liga Champions musim depan apabila Dortmund melenggang ke final dan menjadi juara.

PARMA PROMOSI KE SERIE A

Parma akhirnya kembali melenggang ke Serie A, menjadi tim pertama yang promosi dari Serie B musim 2023/24 menuju ke kasta tertinggi kompetisi Liga Italia. Klub yang pernah tersohor di era 90-an itu memastikan diri naik kasta setelah bermain melawan tuan rumah Bari pada pekan ke-36 Serie B. FYI, dua tim peringkat tertinggi Serie B bakal mendapat tiket otomatis promosi ke Serie A. Satu tiket sudah menjadi milik Parma. Satu tiket lagi kemungkinan besar bakal diraih Como.

ALONSO TEGASKAN TEKAD BALAS KEKALAHAN DARI AS ROMA DI LIGA EUROPA

Bayer Leverkusen akan bentrok lawan AS Roma pekan ini. Pelatih Leverkusen Xabi Alonso, Rabu (1/5), mengatakan timnya ingin memanfaatkan semaksimal mungkin kesempatan kedua bertemu AS Roma di semifinal Liga Europa untuk mengalahkan klub Italia yang menyingkirkan mereka di babak yang sama pada musim lalu. “Mereka, saat ini adalah tim yang berbeda. Mereka banyak berubah (sejak kedatangan Daniele De Rossi). Saya memperkirakan laga akan berjalan ketat,” katanya.

RONALDO BAWA AL NASSR KE FINAL PIALA RAJA

Al Nassr berhasil menerobos final Piala Raja Arab Saudi 2024 seusai menaklukkan Al Khaleej dengan skor 3-1 dalam partai semifinal di Stadion Al-Awwal pada Kamis (2/5) dini hari WIB. Cristiano Ronaldo mencetak dua gol pada laga ini, masing-masing di menit 17 dan 57. Satu gol lainnya dibuat oleh Sadio Mane. Dua gol pada laga tersebut membuat Ronaldo kini telah mencetak 44 gol dari 45 kompetisi sepanjang musim bersama Al Nassr.

RAHASIA UMPAN MANJA TONI KROOS

Toni Kroos beri umpan manja untuk Vinicius Jr. Kroos lepas umpan terobosan yang melewati tiga pemain Bayern dan mengarah ke ruang yang kosong, lalu dikejar Vinicius dan sukses menceploskan bola. Menariknya dalam tayangan ulang, ada rahasia di balik umpan tersebut. Tangan kanan gelandang Madrid itu tampak menunjuk ke ruang kosong dan seperti memberi kode buat Vinicius agar berlari ke sana.

SAAT BELLINGHAM GANGGU KANE SEBELUM EKSEKUSI PENALTI

Harry Kane sempat mendapat gangguan dari Jude Bellingham sesaat sebelum mengeksekusi penalti ke gawang Real Madrid. Bellingham berusaha mengganggu konsentrasi Kane agar tak bisa bikin gol ke gawang Los Blancos. Usaha Bellingham ini tak membuahkan hasil karena Kane dengan tenang mengeksekusinya menjadi gol. Kane mengungkap dirinya tak mendengar apa yang dikatakan Bellingham karena fokus menyepak penalti.

JUVENTUS AKAN PECAT EMPAT PEMAINNYA

Setidaknya empat pemain Juventus telah disorot sebagai kandidat untuk hengkang di musim panas, karena Si Nyonya Tua berupaya mengurangi tagihan gaji mereka secara signifikan. Yang pertama keluar adalah Paul Pogba, yang tidak tampil sejak September setelah larangan empat tahun doping. Keluarnya dia akan menghemat €8 juta bersih per musim. Yang juga akan hengkang musim panas ini adalah Arkadiusz Milik dengan gaji €3,5 juta, Alex Sandro dengan gaji €6 juta, dan Daniele Rugani, yang mendapat gaji bersih €3,5 juta.

BATAS PENGELUARAN KLUB DIATUR, MAYORITAS TIM EPL SETUJU

Mayoritas klub-klub Premier League telah memberikan dukungan mereka untuk melanjutkan rencana membuat aturan batas pengeluaran. Hal itu disepakati pada Senin (29/4). Tujuan dari aturan ini adalah untuk menjaga liga tetap kompetitif dengan mencegah klub-klub terkaya mendominasi. Namun, Manchester United dan Manchester City dilaporkan oleh PA bahwa mereka memberikan suara menentang aturan ini. Aston Villa juga diberitakan memberikan suara menentang, dan Chelsea dikabarkan abstain.

ANDAI PSG VS MADRID TERSAJI DI FINAL, RUDIGER SIAP HANCURKAN MBAPPE

Bek Real Madrid, Antonio Rudiger, menegaskan tidak akan menaruh belas kasihan jika misalnya menghadapi PSG di laga final Liga Champions. Ia akan menghancurkan pemain andalan PSG, Kylian Mbappe, yang digadang-gadang bakal merapat ke Los Blancos. “Jika menghadapi Mbappe di final, kami akan mengalahkannya. Jika dia mencoba melewati, saya akan menghancurkannya,” tegas Rudiger menurut laporan Goal.

DE ZERBI DIGADANG-GADANG JADI PELATIH BARU AC MILAN

Sosok yang digadang-gadang sebagai calon kuat pengganti Stefano Pioli di AC Milan, menurut laporan football italia, yakni Pelatih Brighton & Hove Albion, Roberto De Zerbi. Sebelumnya nama Roberto De Zerbi selalu kalah dengan sosok Antonio Conte, dalam bursa calon Pelatih AC Milan. Stefano Pioli sendiri bakal didepak I Rossoneri pada akhir musim nanti. Hal ini tidak terlepas dari nihil gelar yang dialami Rossoneri musim ini.

NASIB ADRIEN RABIOT DI JUVENTUS MASIH ABU-ABU

Ibu dan agen Adrien Rabiot, Veronique, bertemu dengan pihak Juventus pada akhir pekan lalu. Pertemuan itu untuk mencoba membahas pembicaraan kontrak Rabiot di tengah-tengah minat dari Bayern Munchen. Juve belum memberikan tawaran konkret kepada pemain Prancis tersebut dan berharap Rabiot mengambil langkah pertama dalam pembicaraan tersebut. Sementara klub tidak ingin membayar gajinya sebesar €7,5 juta untuk tahun-tahun mendatang, dia tidak tertarik dengan kesepakatan jangka pendek lainnya.

NEVILLE IKUT KOMENTARI PERSELISIHAN MO SALAH DENGAN KLOPP

Legenda Manchester United, Gary Neville, ikut mengomentari perselisihan Mo Salah dan Jurgen Klopp. Neville mengklaim Mo Salah telah menemui jalan buntu menyusul bentrokannya dengan sang manajer pada laga akhir pekan lalu. Terlepas dari kesetiaannya pada Manchester United, Neville tidak senang melihat kedua sosok penting Liverpool itu saling bertengkar. “Saya pikir mungkin akan ada sedikit masalah jika hal ini terus berlanjut hingga sisa musim ini. Dua kepribadian dan karakter besar.”

SKORSING DUA TAHUN DITANGGUHKAN CAS, GABIGOL BISA BERMAIN LAGI

Bomber Brasil Gabriel Barbosa bisa kembali membela Flamengo setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), Selasa (30/4), menangguhkan hukuman dua tahun terhadapnya dalam kasus doping. Seperti diketahui, pesepakbola berusia 27 tahun itu diskors Pengadilan Anti Doping Brasil, Maret lalu, karena berusaha mengelabui tes doping. Gabigol kemudian mengajukan banding atas hukuman tersebut ke CAS, yang memutuskan mengizinkan striker itu tetap bermain sembari menunggu akhir dari sidang bandingnya.

ATLETICO MADRID DIHUKUM KARENA PELECEHAN RASIS

Atletico Madrid dikenai sanksi atas perilaku rasis yang dilakukan para suporternya. Atletico mendapat hukuman penutupan sebagian stadion, untuk dua laga mendatang, setelah para pendukungnya melakukan pelecehan rasial terhadap pemain Athletic Bilbao Nico Williams pada pertandingan kedua tim di hari Sabtu lalu. Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) juga telah mendenda Atletico sebesar 20.000 euro atau sekitar Rp 346 juta.

ARSENAL PUTUSKAN NASIB JORGINHO

Arsenal akan memberikan kontrak baru untuk Jorginho. Gelandang berkebangsaan Italia itu diyakini bersedia melanjutkan karier bersama The Gunners musim depan. Manajer Mikel Arteta puas dengan kinerja Jorginho, yang sudah turun 35 kali di seluruh ajang musim ini. Ia tak selalu menjadi starter, namun bisa diandalkan saat sedang dibutuhkan. Arteta juga pernah menyebut pria kelahiran Brasil itu sebagai panutan bagi para pemain muda.

NOTTINGHAM SEHARUSNYA DAPAT PENALTI, HOWARD WEB AKUI VAR LALAI

Dua pekan lalu, Nottingham Forest kalah 0-2 dari Everton. Pihak Forest kecewa karena mereka merasa seharusnya mendapatkan tiga hadiah penalti. Ketua badan wasit (PGMOL), Howard Webb mengatakan wasit VAR, Stuart Attwell seharusnya merekomendasikan peninjauan tersebut yang kemungkinan besar akan menghasilkan penalti yang diberikan kepada Forest setelah bek sayap Everton, Ashley Young melanggar pemain sayap Callum Hudson-Odoi di babak kedua.

Dihina Tak Tumbang, Dipuja Tak Terbang, Dia Adalah Pratama Arhan!

0

Ketika Indonesia takluk 2-0 dari Uzbekistan, para oknum warganet pun mulai mencari-cari siapa yang patut disalahkan dari kekalahan ini. Dari mulai pengadil lapangan, VAR, hingga punggawa Timnas Indonesia itu sendiri tak lepas dari kritik. 

Salah satu yang paling terdampak adalah Pratama Arhan. Mantan pemain PSIS Semarang itu terlibat kemelut di babak kedua yang menyebabkan dirinya mencetak gol bunuh diri. Hinaan pun menghujani akun media sosial Arhan. Tapi dirinya tetap merespons dengan tenang.

Sikapnya yang cenderung diam bukan tanpa sebab. Ternyata, hinaan dan cacian bukan hal baru baginya. Arhan telah melewati ribuan hinaan sebelum berada di titik sekarang. Lantas, bagaimana kisah Arhan melewati itu semua? Sebelum kita ulas bersama, kalian bisa subscribe dan nyalakan lonceng agar tak ketinggalan video terbaru dari Starting Eleven Story.

Perjalanan yang Tak Mudah

Sebelum terkenal seperti sekarang, Pratama Arhan Alif Rifai hanyalah bocah kampung asli Blora. Perawakannya kecil, bahkan sedikit lebih kecil dari teman-teman sebayanya. Meski demikian, mimpinya sangat besar. Arho, sapaan akrabnya itu ingin menjadi pesepakbola profesional dan membela Timnas Indonesia suatu saat nanti.

Pada akhirnya mimpi itu tercapai, tapi bukan perkara mudah mewujudkannya. Perlu sekian liter tetes keringat yang dikeluarkan untuk berseragam Merah Putih. Saking beratnya perjuangan Arhan, dirinya bahkan sempat putus asa. Arho hampir saja mendaftar ke Angkatan Darat untuk meninggalkan mimpinya.

Namun, keluarganya terus memberi dukungan padanya. Terutama kakak laki-lakinya yang terus mengajak Arhan untuk berlatih. Keluarga Arhan di Blora benar-benar menanamkan mental bahwa mimpi harus dikejar, meski hanya bermodalkan sepatu bola berbandrol Rp25.000.

Mudah jebol memang, tapi berkat doa dan dukungan keluarga, semangat Arhan tak seringkih sepatunya. Arhan,terus berlari dan berlatih setiap hari. Usahanya pun tidak menghianati hasil. Setelah menimba ilmu di Putra Mustika Blora dan Terang Bangsa, Arhan akhirnya menembus PSIS Semarang pada tahun 2018.

PSIS begitu berjasa bagi Arhan. Di Semarang bakat Arhan mulai dikenal oleh publik Indonesia. Hingga pada akhirnya, ia kini menjadi andalan di Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong dan berkarir di Liga Korea Selatan bersama Suwon FC. 

Singkat ceritanya begitu, akan menghabiskan waktu berjam-jam jika diceritakan secara rinci. Toh, hanya segelintir yang peduli pada proses yang dilewati Arhan. Meski telah mengharumkan nama Ibu Pertiwi di kancah internasional, pembenci tetaplah membenci. Mereka yang tak suka padanya tetap menemukan celah untuk menghina Arhan.

Diremehkan

Ada banyak cara bagi haters mengungkapkan ketidaksukaannya pada Pratama Arhan. Salah satunya dengan mengkritik gaya mainnya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Arhan memiliki jurus rahasia, yakni lemparan ke dalam yang mematikan. Itu sering kali jadi senjata rahasia Timnas Indonesia kala menghadapi lawan-lawannya.

Walaupun lemparan milik Arhan membantu saat Timnas Indonesia menghadapi kebuntuan, para haters justru memandang bahwa Arhan cuma bisanya itu doang. Mereka tak menilai bagaimana umpan, teknik, dan bagaimana Arhan mengawal pertahanan Skuad Garuda.

Jahatnya lagi, menurut Bola Okezone, ada akun bernama @hakimgarispartners yang menyebut bahwa Arhan masuk tim nasional cuma modal lemparannya saja. Shin Tae-yong dinilai hanya membutuhkan lemparannya, bukan Arhan. Belum tahu aja, kalau lawan sangat menakuti lemparan kedalamnya. 

Permainannya 

Bukan cuma itu. Pada Oktober 2023, Arhan juga pernah jadi bulan-bulanan netizen pasca menghadapi Brunei Darussalam di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Biarpun Indonesia akhirnya menang 6-0, bek berusia 22 tahun itu dianggap kerap melepaskan umpan silang tanpa tujuan yang jelas.

Tapi, kali ini kritikan itu dengan dasar yang jelas. Sepanjang babak pertama, Lapang Bola mencatat bahwa Timnas Indonesia melepaskan sebelas crossing ke area pertahanan Brunei. Beberapa di antaranya berasal dari kaki Pratama Arhan. Sayangnya, tidak ada satu pun yang tepat sasaran. 

Netizen pun mulai meragukan kapasitasnya. Apalagi kritikan yang datang dikuatkan dengan status Arhan di klubnya saat itu, Tokyo Verdy. Beberapa pundit online merasa permainan Arhan mulai menurun karena kurangnya menit bermain di Verdy. Kita semua tahu, selama satu tahun di Jepang, Arho cuma jadi camat, alias cadangan mati.

Arhan hanya tampil sebanyak tujuh kali bersama Tokyo Verdy. Hampir semuanya dimulai dari bangku cadangan. Di leg kedua melawan Brunei, Arhan pun tak dimainkan. Ia digantikan Shayne Pattynama.

Ancaman Pemain Naturalisasi

Nah, ketika Arhan digantikan Pattynama, para pundit online mulai membandingkan keduanya. Di sinilah terjadi pro dan kontra. Ada yang membela Arhan, tapi ada juga yang menyampaikan fakta bahwa Pattynama unggul telak dari Arhan. Dari segi jam terbang, teknik, dan ketenangan di lapangan. Untuk pembahasan lebih lengkapnya, Starting Eleven Story sudah pernah membahasnya lho.

Kembali ke pembahasan, perbandingan memang tak terelakan. Karena pada dasarnya hanya akan ada satu yang layak menempati posisi bek kiri di skuad utama nanti. Di saat perbandingan dengan Pattynama belum kelar, posisi Arhan kian terancam saat Shin Tae-yong dan PSSI banyak memanggil pemain keturunan berposisi bek kiri.

Di mulai dari datangnya Nathan Tjoe-A-On hingga yang terbaru ada Calvin Verdonk yang sedang menjalani proses perpindahan kewarganegaraan dari Belanda ke Indonesia. Ketiga pemain yang berposisi sama bakal mengancam posisi Arhan di masa yang akan datang. 

Kehidupan Pribadi pun Kena

Dengan kualitas dan pengalaman yang jauh lebih baik, Arhan bisa saja terdepak dari posisi di tim utama. Dibutuhkan keteguhan hati dan kesabaran seluas samudera untuk melewati itu semua. Karena penurunan performa yang ditunjukan Pratama Arhan beberapa bulan lalu ternyata menjalar kemana-mana. Bahkan, ke kehidupan pribadinya.

Pembahasannya sudah tidak di ranah sepakbola lagi. Menurunnya performa Arhan langsung dikaitkan dengan kisah cintanya yang dinilai terlalu bucin dengan Azizah Salsha. Mengutip dari Suara.com, beberapa warganet menyayangkan keputusan Arhan untuk menikah muda sehingga terlihat kurang fokus ketika bermain di lapangan. Kalau haters tuh gitu ya, ada aja yang dijulidin. 

Kebangkitan Arhan

Untungnya, Pratama Arhan lahir dari keluarga yang kuat dan tahan banting. Mental baja yang dimiliki Arhan sudah terbentuk sejak dini. Ia sudah kenyang dengan hinaan semacam itu. Hinaan receh di media sosial bak sehelai bulu burung yang menggelitik di telinga Pratama Arhan.

Pasca penampilan buruk di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Arhan pun menjadikan hinaan sebagai motivasi. Arhan yang tak mau kalah saing dengan pemain-pemain keturunan selalu menambah porsi latihannya sendiri. Jika di Timnas Indonesia dan klub, Arhan kerap terlihat melakukan latihan angkat beban seusai latihan. Tujuannya jelas untuk meningkatkan massa otot dan kekuatan.

Di luar itu, Arhan juga kedapatan menyewa pelatih pribadi, Muhammad Wicaksono untuk mengasah kecepatan, stamina, akurasi umpan, hingga kekuatan lemparan ke dalamnya. Latihan tambahan ini dilakukan Arhan jelang Indonesia melakukan TC di Turki pada Desember tahun lalu.

Kerja keras dan dedikasi Arhan baik di lapangan maupun luar lapangan pun terbukti di tiga agenda Timnas, yakni Piala Asia, Kualifikasi Piala Dunia 2026, dan Piala Asia U-23. Punggawa Suwon FC itu menjadi andalan Coach Shin dan berhasil menampilkan permainan optimal. Posisinya hampir tak tergantikan. Ia solid, efektif, dan punya mental pejuang.

Khusus di Piala Asia U-23, STY sampai menggeser Nathan Tjoe-A-On ke gelandang bertahan agar posisi bek kiri tetap diisi Pratama Arhan. Hasilnya sangat memuaskan, Nathan berhasil menunaikan tugasnya dengan baik dan Arhan berhasil membuktikan diri. 

Bocah dari Blora itu bahkan jadi penentu kemenangan di drama adu penalti melawan Korea Selatan di 8 besar Piala Asia U-23. Kini, tugas Arhan adalah menjaga tren positif ini. Buktikan pada orang-orang yang nyinyir di belakangmu, bahwa pribumi tak akan kalah saing meski banyak pemain keturunan berdatangan.

https://youtu.be/9DEgfX7OOzg

Sumber: TV One, Suara, Bola Okezone

 

Apa Untungnya Indonesia Lolos Olimpiade?

0

[Wawancara STY]

Ucapan Shin Tae-yong itu laksana tungku yang terus menyalakan api semangat dan harapan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dari sana, sedikit banyak kita meyakini kalau, meskipun kalah atas Uzbekistan di semifinal Piala Asia U-23, namun asa lolos ke Olimpiade Paris 2024 masih ada.

Janji Shin Tae-yong jelas: membawa Indonesia ke Olimpiade. Ia tidak mengatakan akan melakukan itu dengan mengalahkan Uzbekistan. Jadi, kita tinggal menunggu sekaligus bermunajat kepada Sang Pencipta. Mengirimkan doa-doa terbaik agar janji Shin Tae-yong terpenuhi.

Sayang, dukungan dan eksposur jelang perebutan tempat ketiga di Piala Asia U-23 melawan Irak, yang mana pemenangnya akan langsung menuju Paris, tak sebesar laga semifinal. Ayolah! Ini laga penting, bung.

Kalau Timnas Indonesia menang dan lolos Olimpiade akan menjadi keuntungan buat Indonesia itu sendiri. Berikut keuntungan apabila Indonesia lolos ke Olimpiade Paris 2024. Namun, sebelum itu, jangan lupa subscribe dan nyalakan loncengnya agar tak ketinggalan video terbaru dari Starting Eleven.

Bukan Agenda FIFA, tapi Tetap Prestisius

Harus diingat, sekalipun Olimpiade merupakan ajang yang besar. Pesertanya berasal dari seluruh penjuru dunia. Namun, apabila Timnas Indonesia bermain di Olimpiade tidak akan berpengaruh pada pemeringkatan FIFA. Sebab Olimpiade bukan agenda FIFA.

Organisasi yang bertanggung jawab atas Olimpiade adalah International Olympic Committee (IOC). Karena tidak masuk kalender FIFA, di Olimpiade, khususnya cabang sepak bola putra pernah terjadi polemik. Misalnya, di edisi 2008.

Kala itu banyak klub yang tidak mengizinkan para pemainnya untuk mengikuti Olimpiade di Beijing tersebut. Sekalipun tim nasional yang berlaga di sana membutuhkan tenaga si pemain. Melihat polemik yang menghambat negara-negara yang berpartisipasi di Olimpiade Beijing, FIFA pun meminta agar klub mengizinkan pemainnya untuk tampil di Olimpiade.

Lagi pula hanya pemain U-23 dan tiga pemain senior yang diperbolehkan mentas di Olimpiade. Aturan ini berlaku sejak Olimpiade Barcelona tahun 1992. Memang, Olimpiade bukan agenda FIFA. Namun, ajang yang memperebutkan medali emas itu tetap prestisius bagi setiap negara.

Agar bisa main di Olimpiade, ada jalan terjal yang harus dilewati. Bukan hanya di cabang olahraga sepak bola putra saja, di cabor lain juga demikian. Misalnya di cabor bulu tangkis.

Tidak mudah atlet bulu tangkis, sekalipun dari Indonesia buat lolos ke Olimpiade. Lihatlah apa yang dialami ganda putra juara All England, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana yang gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Indonesia Akan Cetak Sejarah

Di cabor sepak bola putra, Indonesia selalu gagal mengirimkan tim nasional. Terakhir kali Timnas Indonesia berlaga di cabor sepak bola putra Olimpiade adalah 68 tahun yang lalu. Yakni di Olimpiade Melbourne 1956.

Sudah sangat lama sekali. Wajar saja Shin Tae-yong sampai tidak tahu kalau Timnas Indonesia pernah bermain di Olimpiade. Lha gimana? Terakhir kali berlaga di Olimpiade itu 14 tahun sebelum Shin Tae-yong lahir. Maka dari itu, Timnas Indonesia diharapkan lolos ke Olimpiade.

Selain demi martabat bangsa, juga demi mencetak sejarah. Indonesia lolos Olimpiade setelah lebih dari setengah abad gagal, sebuah tajuk yang sangat membanggakan bukan?

Timnas Indonesia cuma butuh mengalahkan Irak di perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 atau, mengalahkan Guinea di babak play-off.

Pelipur Lara Karena Gagal Mulu di Piala Dunia

Lolosnya Timnas Indonesia ke Olimpiade Paris 2024 sedikit banyak akan menjadi pelipur lara. Duka-duka yang kerap menyelimuti persepakbolaan tanah air akan terhapus sementara apabila Indonesia lolos ke Olimpiade. Hal itu juga akan menjadi pengobat luka kala Timnas Indonesia belum sanggup lolos ke Piala Dunia.

Setidaknya Olimpiade Paris 2024 bisa menjadi miniatur Piala Dunia bagi Timnas Indonesia. Ini adalah kesempatan untuk bertemu negara-negara yang menjadi kiblat sepak bola dunia. Juga sekaligus bisa menjadi kesempatan Timnas Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara seperti Prancis, Maroko, bahkan Argentina.

Coba bayangkan, selama ini Timnas Indonesia hanya bersaing dengan negara-negara seperti Myanmar, Brunei, Thailand. Dan paling jauh Irak, Korea Selatan, hingga Jepang. Dengan lolos ke Olimpiade, saingannya berasal dari negara di benua-benua yang lebih maju sepak bolanya, seperti Amerika Latin dan Eropa.

Hal itu bisa menaikkan level Timnas Indonesia. Bukankah ini yang diinginkan masyarakat Indonesia, selain tentu saja trofi? Rakyat Indonesia itu, timnasnya tidak perlu terlalu berprestasi, cukup dengan mengalahkan negara yang lebih hebat saja sudah kepalang bahagia.

Selain pelipur lara, Olimpiade bisa menjadi ajang pemanasan bagi Timnas Indonesia dan suporternya yang militan sekaligus fanatik. Sebelum benar-benar berlaga di kompetisi sepak bola paling akbar bernama Piala Dunia. 

Olimpiade juga dapat menjadi ajang pembuktian bahwa Timnas Indonesia ternyata bukan cuma bisa bermain di level Asia Tenggara dan Asia, tapi juga dunia.

Kesempatan Bertemu Pemain Bintang Dunia

Nah, Olimpiade acap kali berlangsung setelah musim sepak bola berakhir dan sebelum musim dimulai. Maka dari itu, gesekan antara tim nasional yang berlaga di Olimpiade dan klub bisa diminimalisir, atau bahkan sudah tidak ada lagi. Oleh karena itu para bintang sepak bola dunia bisa ambil bagian.

Aturan tambahan tiga pemain senior membuat bintang setiap negara bisa mengisi ruang itu. Misalnya, Timnas Prancis. Tuan rumah Olimpiade 2024 itu berpotensi diperkuat pemain bintangnya, Kylian Mbappe.

Mbappe sendiri berhasrat main di Olimpiade 2024. Karena itu adalah satu-satunya turnamen internasional yang belum pernah diikutinya. Di lain sisi, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mendesak Real Madrid yang konon akan menjadi klub barunya Mbappe, agar melepas sang bintang ke Olimpiade 2024.

Selain Mbappe, Lionel Messi juga berpeluang main di Olimpiade Paris. Pelatih Timnas Argentina U-23, Javier Mascherano mengundang La Pulga untuk mengisi slot pemain senior. Jika memenangkan laga melawan Irak, anak-anak Garuda bisa jadi bertemu Messi. Kalau tidak, masih ada kesempatan satu grup dengan Kylian Mbappe.

Kebetulan Olimpiade 2024 berlangsung 26 Juli hingga 11 Agustus. Ia tidak berbenturan dengan agenda FIFA lainnya. Di tanggal itu EURO dan Copa America sudah berakhir. Paling-paling Olimpiade 2024 akan berbenturan dengan jadwal pramusim klub-klub Eropa.

Kesempatan Dilirik Pemandu Bakat

Kendati tidak seglamor Piala Dunia, tapi Olimpiade juga bisa menjadi wadah para pemain muda unjuk kemampuan. Peluang dilirik para pemandu bakat dari tim-tim di seluruh dunia terbuka. Banyak lho pemain yang dikenal dunia lewat Olimpiade.

Ambil contoh Gabriel Jesus. Sebelum berlaga di Olimpiade 2016, Gabjes sama sekali tidak dikenal. Ia sekadar pemain muda yang membela klub lokal, Palmeiras. Namun, setelah ikut membela Brasil di Olimpiade 2016, Gabjes diburu tim-tim besar Eropa.

Gabjes tampil ciamik di Olimpiade yang berlangsung di Rio de Janeiro tersebut. Ia mengemas tiga gol buat Tim Samba di Olimpiade itu. Nah, tak berapa lama setelahnya, awal tahun 2017, Gabjes merapat ke Manchester City. Gabjes yang tampil apik di Olimpiade bisa jadi contoh bagi para pemain Timnas Indonesia.

Bukan tidak mungkin pemain yang belum abroad tapi main apik, seperti Rizky Ridho akan memikat tim-tim Eropa. Ya, kalau tidak bisa AC Milan, minimal Guingamp atau Troyes. Siapa tahu, ya kan?

Dapat Bonus

Yang terakhir tentu saja Timnas Indonesia akan mendapatkan bonus apabila lolos ke Olimpiade Paris. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dikabarkan bonus yang besar apabila Shin Tae-yong beserta anak asuhnya tampil di Olimpiade.

Erick tidak mengatakan bagaimana harus dengan cara apa lolosnya. Jadi, football lovers dan pencinta Timnas Indonesia, ayo tidak berhenti mendukung. Kalau kata komentator Rendra Soedjono, “Selalu berikan 2D: Doa dan Dukungan untuk Timnas Indonesia.”

Sumber: Bolanet, Tribun, IDNTimes, SportingNews, Detik, Bolatimes, CNNIndonesia, Kompas

Berita Bola Terbaru 1 Mei 2024 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

WASIT VAR KONTROVERSIAL PIMPIN INDONESIA VS IRAK

Laga Indonesia vs Irak pada perebutan peringkat ketiga Piala Asia U-23 2024 akan dipimpin wasit Majid Mohammed Al Shamrani yang akan dibantu sederet official. Al Shamrani akan ditemani dua asisten wasit yang juga berasal dari Arab Saudi yakni Hesham Mohammed Alrefaei selaku asisten wasit 1 dan Omar Ali Aljamal sebagai asisten wasit 2. Sementara, di ruangan VAR, wasit licik asal Thailand, Sivakorn Pu-udom resmi ditunjuk AFC untuk kembali bertugas di laga Indonesia vs Irak.

PSSI LAPORKAN WASIT SHEN YINHAO KE AFC

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga mengatakan pihaknya telah melaporkan wasit Shen Yinhao asal China ke AFC. PSSI merasa kepemimpinan Shen Yin Hao merugikan Timnas Indonesia U-23 ketika kalah 0-2 dari Timnas Uzbekistan U-23 di semifinal. Arya menjelaskan bahwa Ketua PSSI, Erick Thohir, meminta untuk mengajukan protes terkait kinerja Shen Yin Hao dan hanya memiliki waktu dua jam setelah full-time.

DIBANTU AFC, JUSTIN HUBNER BISA MAIN DI LAGA VS IRAK

Justin Hubner diragukan tampil di laga lawan Irak, mengingat sempat masing-masing terkena satu kuning di laga kontra Yordania U-23 dan Uzbekistan U-23. Menurut aturan, pemain yang mengantongi dua kartu kuning harus absen di laga selanjutnya demi menjalani sanksi akumulasi kartu. Namun, Justin tidak perlu menjalani skorsing karena dibantu regulasi AFC. Berdasarkan Pasal 54.1.3 regulasi kompetisi Piala Asia U-23 2024, pemain-pemain yang mentas di semifinal akan dihapuskan jumlah kartu kuning yang telah dimiliki di laga-laga sebelumnya.

Peraturan ini berlaku bagi pemain yang hanya mengantongi satu kartu kuning, bukan dua kartu kuning seperti Rafael Struick yang terpaksa menepi di laga Indonesia vs Uzbekistan. Berhubung Justin mengantongi satu kartu kuning di laga Indonesia vs Yordania, ia tiba di semifinal Piala Asia U-23 2024 dengan status nol kartu kuning.  Karena itu, Justin saat ini baru mengoleksi satu kartu kuning dan bisa tampil lawan Irak.

IRAK KEHILANGAN 1 PEMAIN, KEUNTUNGAN BUAT INDONESIA

Irak bakal kehilangan jasa sang gelandang yang juga bisa main sebagai penyerang, Salem Ahmed, saat bertempur lawan timnas Indonesia. Pasalnya, Salem Ahmed menderita cedera ketika membela Irak melawan Jepang dalam semifinal Piala Asia U23 2024. Ahmed sendiri telah bermain tiga laga bersama Irak di Piala Asia U23, menorehkan dua start dan turun selama 105 menit. Namun, dirinya belum mencatatkan satu pun gol atau assist.

KANS INDONESIA VS ARGENTINA DI OLIMPIADE PARIS 2024

Timnas Indonesia U-23 masih punya peluang tampil di Olimpiade Paris 2024 otomatis, jika raih peringkat ketiga terbaik alias bisa mengalahkan Irak besok. Plot untuk peringkat ketiga terbaik dari Piala Asia U-23 adalah menempati Grup B Olimpiade Paris 2024. Grup itu sudah ditempati Argentina, Maroko, dan Ukraina. Skema lainnya, jika Timnas Indonesia U-23 kalah dari Irak di perebutan tempat ketiga, maka lanjut ke babak playoff hadapi wakil Afrika yakni Guinea. Pemenangnya akan lolos ke Olimpiade. 

MAARTEN PAES RESMI JADI WNI

Maarten Paes telah resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Kiper yang main di FC Dallas  resmi menyandang status WNI, Selasa (30/4/2024). Dia diambil sumpahnya di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham DKI Jakarta dan dipimpin Kepala Kantor Wilayah R. Andika Dwi Prasetya. Paes adalah kiper kelahiran Nijmegen, Belanda, pada 14 Mei 1998. Paes sangat bangga dan merasa ini menjadi momen besar.

PSSI: NATURALISASI CALVIN VERDONK DAN JENS RAVEN SEDANG DIPROSES

PSSI belum berhenti memburu para pemain diaspora agar bisa memperkuat Timnas Indonesia. Setelah mengamankan tanda tangan Maarten Paes, kini fokus dialihkan ke dua nama lainnya, yakni Calvin Verdonk dari NEC Nijmegen dan Jens Raven yang bermain di klub Dordrecht U-21. Hal itu diungkapkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir. “Hari ini (Selasa) Maarten Paes sudah resmi jadi WNI, sementara Verdonk dan Jens Raven juga dalam proses naturalisasi,” ujarnya. 

UCL: REAL MADRID DAN BAYERN BERBAGI POIN

Bayern Munchen dan Real Madrid bermain seri 2-2 dalam leg pertama semifinal Liga Champions 2023/24 di Allianz Arena, Rabu (1/5) dini hari WIB. Real Madrid  memimpin 1-0 atas Bayern seusai Vinicius Junior mengemas gol pada menit ke-24. Selanjutnya, di babak kedua, Bayern berhasil berbalik unggul lewat gol Leroy Sane dan penalti Harry Kane. Madrid lalu sukses menyamakan skor menjadi 2-2 berkat penalti dari Vinicius Jr di menit ke-84. Pekan depan giliran Madrid akan yang bertindak sebagai tuan rumah.

ALASAN ANCELOTTI KRITIK DAN MENGELUARKAN BELLINGHAM

Carlo Ancelotti menjelaskan mengapa Jude Bellingham tidak bisa menyelesaikan leg pertama semifinal Liga Champions di kandang Bayern Munchen. Bellingham hanya tampil 75 menit lawan Die Roten. Dalam konferensi pers pasca laga, Ancelotti mengatakan: “Jude Bellingham tidak berada pada level terbaiknya malam ini, tapi hal yang sama terjadi pada seluruh tim. Bellingham mengalami kram setelah 60 menit, jadi saya harus menggantinya.”

MEMBER BARU GENG ELITE CR7 BERNAMA VINI JR

Vinicius Jr mengemas brace kontra Bayern Munchen. Ukiran brace Vini Jr ke gawang Bayern membuatnya sukses membuka pintu prestasi, bergabung dengan geng elite Cristiano Ronaldo. Dilaporkan Goal, Vini Jr sebelumnya telah mencetak gol melawan Manchester City di semifinal Liga Champions dua musim beruntun (2021/2022 dan 2022/2023). Vini mencantumkan dirinya dalam daftar elite berisi para pemain yang sanggup mencetak gol di semifinal tiga tahun beruntun. Sebelum Vini, hanya Ronaldo, Kevin de Bruyne (Man City), dan Jari Litmanen (Ajax) yang bisa melakukannya.

LAWAN PSG, DORTMUND KEMBALI BISA DIPERKUAT 2 PEMAIN INTI

Borussia Dortmund bertemu Paris Saint-Germain untuk ketiga kalinya di Liga Champions musim ini dan dapat menyambut kembalinya bintang-bintang kunci. Gelandang Dortmund Marcel Sabitzer dan penyerang Donyell Malen kemungkinan akan fit untuk laga leg pertama semifinal lawan PSG, kata pelatih Edin Terzic pada Selasa. Dortmund juga akan mendapatkan kembali Emre Can dan Ian Maatsen dari skorsing.

COURTOIS TAK BISA BELA TIMNAS BELGIA DI EURO 2024

Pelatih timnas Belgia, Domenico Tedesco, telah membenarkan bahwa kiper Thibaut Courtois tidak akan main dalam Euro 2024. Courtois telah absen dari pertandingan klubnya, Real Madrid, sepanjang musim 2023/24 karena cedera ligamen lutut. Pada Maret 2024 lalu, masalah lanjutan pada lututnya memaksa sang kiper menjalani operasi tambahan. Tedesco menyatakan kepada media Jerman,”Saya tidak ingin membuat penilaian terhadap masa lalu. Semuanya telah dijelaskan.”

LEGENDA BRASIL JUAL SAHAM DI CRUZEIRO DAN VALLADOLID

Legenda Brasil, Ronaldo Nazário, mengambil keputusan besar untuk menjual sahamnya di dua klub sepak bola yang sangat ia kenal dan dipercayai, Cruzeiro di Brasil dan Real Valladolid di Spanyol. Dalam konferensi pers setelah penjualan sahamnya, Ronaldo menegaskan bahwa tujuannya selalu untuk membawa kedua klub tersebut ke tingkat yang lebih baik. Keputusan untuk menjual sahamnya di kedua klub, Cruzeiro dan Real Valladolid, menandai akhir dari babak kepemilikan Il Fenomena dalam kedua klub tersebut.

ZAMBIA TERANCAM GAGAL KE OLIMPIADE GEGARA PENCUCIAN UANG

Dikutip Goal, Tim sepak bola wanita Zambia terancam gagal lolos ke Olimpiade Paris musim panas ini, setelah FIFA mencium dugaan kasus pencucian uang yang dilakukan presiden asosiasi sepak bola negara tersebut, serta pengaruh yang tidak semestinya dari pihak ketiga. Presiden Asosiasi Sepak Bola Zambia (FAZ), Andrew Kamanga, pekan lalu didakwa memperoleh dana pemerintah dengan alasan palsu, serta menjadi bagian dari konspirasi penipuan. Reuben Kamanga, sekretaris jenderal FAZ, dan staf pendukung Madalitso Kamanga dan Jairous Siame juga telah didakwa.

UPDATE KONDISI CEDERA SCOTT MCTOMINAY

Scott McTominay telah mengecilkan kekhawatiran dia bisa melewatkan Piala Eropa musim panas ini bersama Skotlandia. Gelandang Manchester United itu mengalami cedera lutut saat bermain imbang 1-1 dengan Burnley. McTominay berkata di Instagram, “Saya terpeleset & terjatuh dengan posisi lutut yang canggung seperti saat melawan Chelsea. Tidak ada yang serius hanya hiperekstensi tetapi saya marah dan kesal karena saya pikir itu lebih buruk dari sebelumnya.”

LUKAKU BERUSAHA PULIH AGAR BISA BELA AS ROMA

Romelu Lukaku menjalani sesi latihan tambahan di hari liburnya, berharap cukup fit untuk menjadi starter bagi Roma melawan Bayer Leverkusen. Leg pertama semifinal Liga Europa akan digelar di Stadio Olimpico pada hari Kamis. Seperti diketahui, Lukaku mengalami cedera paha kanan saat leg kedua perempat final Liga Europa melawan Milan dan tidak lagi bermain sejak saat itu. Pelatih Daniele De Rossi mengaku optimistis Lukaku bisa cukup fit untuk kembali pekan ini.

MESSI DAN SUAREZ SAMAI REKOR BECKHAM DAN DONOVAN

Duo bintang Inter Miami Lionel Messi dan Luis Suarez telah menyamai rekor lama yang dipegang oleh mantan bintang LA Galaxy Landon Donovan dan David Beckham. Messi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik MLS Matchday atas penampilannya di akhir pekan. Ini adalah kedua kalinya Messi meraih penghargaan tersebut pada musim ini. Dengan kombinasi La Pulga dan Suarez yang menghasilkan empat penghargaan melalui 11 laga musim ini, menyamai total yang diraih Donovan dan Beckham pada tahun 2008.

MILAN DAN WEST HAM BEREBUT PAULO FONSECA

Milan dan West Ham terus dikaitkan dengan pelatih yang sama di bursa transfer, karena setelah Julen Lopetegui, keduanya sama-sama tertarik pada Paulo Fonseca. Fonseca saat ini berada di klub Prancis Lille dan akan berstatus bebas transfer ketika kontraknya berakhir pada 30 Juni. Juru taktik asal Portugal berusia 51 tahun itu sudah memiliki pengalaman di Serie A bersama Roma pada 2019 hingga 2021. Selain kedua klub tersebut, Fonseca juga kabarnya sedang dilirik Marseille.

MU INGIN PERTAHANKAN RASHFORD

Menurut ESPN, Manchester United hanya bersedia melepas penyerang Marcus Rashford musim panas ini jika dia meminta pergi. Dilaporkan bahwa meski petinggi Old Trafford lebih memilih untuk mempertahankan pemain berusia 26 tahun itu, mereka siap menerima tawaran besar untuk jasanya. Laporan terbaru menunjukkan bahwa Paris Saint-Germain telah mendinginkan minat mereka setelah sebelumnya dikaitkan dengan pemain internasional Inggris tersebut.

DIINCAR BARCELONA, KIMMICH NGEBET BAYERN MUNCHEN DUDUK BERSAMA

Dilansir football espana, ada kabar mengejutkan bahwa Joshua Kimmich siap untuk membuka pembicaraan dengan Bayern Munchen mengenai masa depannya, di tengah spekulasi yang mengaitkannya dengan Barcelona. Sementara itu menurut laporan SPORT, pada akhir pekan lalu bahwa Bayern terbuka untuk menjual Kimmich ke Blaugrana asalkan salah satu bintang Barca, Ronald Araujo atau Frenkie de Jong dapat dimasukkan dalam kesepakatan pertukaran pemain.

RENCANA BARCELONA MENJUAL LEWANDOWSKI TERANCAM GAGAL

Barcelona mungkin harus mencari tempat lain jika ingin mengumpulkan dana musim panas ini. Pasalnya, Robert Lewandowski, yang rencananya mau dijual Barca karena memiliki gaji yang tinggi, dilaporkan ingin tetap bersama tim La Liga tersebut. Kontraknya saat ini berlaku hingga 2026 dan Lewandowski ingin memperpanjang sisa masa jabatannya, sekaligus bertindak sebagai mentor bagi para pemain muda. Dia juga memiliki ambisi untuk memenangkan trofi lebih lanjut bersama klub.

ALASAN AC MILAN PILIH SUKSESOR LUIS MILLA DARIPADA CONTE

AC Milan sudah menetapkan nilai gaji untuk Julen Lopetegui di tengah derasnya protes dari suporter. Nama Conte hingga De Zerbi lebih disukai daripada mantan suksesor Luis Milla tersebut. Terakhir, Lopetegui hanya melatih klub papan tengah Liga Inggris, Wolverhampton, pada 2023. Ia membawa Wolves finis di peringkat ke-13 musim tersebut. Lopetegui sedang menganggur alias tak terikat klub mana pun. Alasan itulah yang membuat petinggi Milan mengedepankan Lopetegui daripada kandidat lain di tengah keraguan dari suporter.

PENGAMAT NILAI WASIT AFC KEMBALI RUGIKAN TIMNAS INDONESIA

Pengamat sepak bola Akmal Marhali menyebut wasit AFC kembali merugikan Timnas Indonesia U-23, setelah Garuda Muda takluk 0-2 dari Uzbekistan. Saat melawan Uzbekistan, wasit VAR asal Thailand Sivakorn Pu Udom melakukan dua hal yang merugikan Garuda Muda. Pertama, saat terdapat potensi penalti untuk pelanggaran terhadap Witan, yang justru berbuah dibatalkannya tendangan bebas. Kedua, Indonesia U-23 kembali dirugikan saat gol Ferarri tidak disahkan wasit, sebab dari tayangan VAR terlihat Sananta berada dalam posisi offside yang tipis dari sudut tertentu.

BEGIN RESPONS JUSTIN HUBNER SOAL KEPEMIMPINAN WASIT SHIN YIN HAO

Bek Timnas Indonesia U-23 Justin Hubner mengakui timnya memang pantas kalah karena tampil buruk. Tapi, dia juga kesal dengan kepemimpinan wasit yang bertugas di Indonesia vs Uzbekistan. “Kami memang tampil buruk sekali, tapi orang ini…,” ujar Hubner sambil mengunggah foto wasit di Instagram Stories. Kekalahan Indonesia ini menggagalkan impian mereka melaju ke Olimpiade 2024 lebih cepat, karena harus melakoni laga perebutan tempat ketiga atau playoff kontra Guinea.