Beranda blog Halaman 136

Community Shield 2024: Manchester United Bejek-Bejek Manchester City Lagi?

0

Setelah tim-tim Inggris merampungkan agenda pramusim, kini perhatian kembali ke kompetisi. Namun, sebelum memulai pekan pertama, Liga Inggris musim 2024/25 akan dibuka dengan laga big match antara Manchester United dan Manchester City dalam perebutan trofi Community Shield.

Trofi yang berbentuk seperti nampan ini acap kali diabaikan oleh penikmat sepakbola Inggris. Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa Community Shield layaknya laga pemanasan sebelum kedua tim masuk ke kompetisi yang sebenarnya, yakni Premier League. 

Meski begitu, Community Shield tak akan kehabisan peminat, apalagi jika mempertemukan dua klub yang memiliki rivalitas panas. Lantas, siapa yang akan memenangkan duel kali ini? Preview selengkapnya akan kita bahas.

Kali Pertama Sejak 2011

Laga yang mempertemukan Manchester United dan Manchester City telah menjadi laga penutup Liga Inggris musim lalu. Keduanya saling berhadapan di partai final Piala FA. Kini, laga yang mempertemukan dua tim yang sama menjadi pembuka kompetisi musim 2024/25.

United tampil di final Community Shield dengan mengalahkan Manchester City dan merebut status juara Piala FA musim 2023/24. Sementara City, datang ke Wembley Stadium sebagai juara Liga Inggris musim 2023/24. Ini jadi kali keempat secara beruntun The Sky Blues tampil di final Community Shield. Itu karena dalam empat tahun terakhir, City selalu juara Liga Inggris.

Dengan begitu, Derby Manchester akan tersaji pada 10 Agustus mendatang. Menariknya, pertemuan antara City dan United di final Community Shield adalah suatu fenomena yang jarang terjadi. Dalam sejarahnya, Derby Manchester baru tersaji sebanyak dua kali di final Community Shield.

Yang pertama terlaksana pada tahun 1956 dan yang kedua tercipta di tahun 2011. Yang bikin kaget adalah head to head-nya. Dalam dua pertemuan, City selalu kalah dari Setan Merah. Pada tahun 1956, United menang 1-0 atas City, sementara pada tahun 2011 MU menang 3-2 atas The Citizens. Luis Nani kala itu jadi pahlawan dengan golnya di menit 90+4.

Riwayat Kedua Tim di Community Shield

Secara head to head, Manchester United boleh unggul dari rival sekota, tapi apakah dari sudut pandang yang lebih luas juga demikian? Untuk menjawab itu, kita akan sedikit menarik data lebih jauh ke belakang. Sejak laga final ini pertama kali diadakan pada tahun 1908, United tercatat sudah 30 kali berpartisipasi.

Dari jumlah penampilan itu, United telah memenangkan 21 di antaranya. Itu jadi jumlah gelar Community Shield terbanyak jika dibandingkan dengan klub-klub Inggris lainnya. Yang terdekat adalah Arsenal yang sudah mengoleksi 17 trofi Community Shield. Meriam London juga jadi tim terakhir yang memperoleh gelar ini musim lalu.

Lantas, bagaimana performa Manchester City di final Community Shield? Cukup mengkhawatirkan. Dalam buku sejarahnya, City hanya mengoleksi 15 penampilan di final. Itu sama dengan separuh dari jumlah keikutsertaan United. Yang bikin City terlihat makin buruk adalah rekor kemenangannya.

Dari 15 laga, City tercatat hanya memenangkan enam. Itu berarti tak ada separuhnya. Bahkan, dari sepuluh tahun terakhir, City terlihat kurang berjodoh dengan trofi nampan ini. Bagaimana tidak? Sedekade terakhir, tim yang bermarkas di Etihad Stadium itu mempunyai enam percobaan untuk menjuarai Community Shield. Tapi hanya dua yang berakhir dengan kemenangan. 

Sisanya? Kalah. Bahkan City mencatatkan hattrick kekalahan di Community Shield setelah musim lalu dikalahkan Arsenal melalui babak adu penalti. Statistik ini membuktikan bahwa United di atas angin. Performa mereka di Community Shield begitu luar biasa. Apalagi ketika bertemu dengan rival sekotanya itu.

Pasca Pramusim

Sebetulnya, ini jadi ketimpangan yang normal. Karena eksistensi City baru terdengar ketika memasuki era 2008-an. Sebelumnya, City kan mainnya sama tim-tim Championship alias masih jadi tim yoyo yang suka naik turun kasta. Namun, kalau melihat sekarang, situasinya berbeda. Kedua tim bersiap jelang laga di Wembley. 

Baik United maupun City sama-sama melakoni tur pramusim di Amerika Serikat. Keduanya kebetulan juga menuai hasil yang kurang memuaskan. Dari kubu City, mereka melakoni empat pertandingan. Tapi cuma menang sekali. Itu pun dari Chelsea. Di tiga pertandingan lain melawan Barcelona, AC Milan, dan Celtic, City tak berdaya. The Sky Blue bahkan terlihat begitu kewalahan saat menghadapi Celtic asuhan Brendan Rodgers.

Namun, kekalahan itu tak dipersoalkan Pep Guardiola. Menurutnya, laga pramusim hanya jadi laga uji coba pemain-pemain muda. Di empat pertandingan tersebut, City tidak menurunkan pemain inti seperti Phil Foden, Ruben Dias, apalagi Kevin De Bruyne. Paling, cuma Erling Haaland yang konsisten tampil. 

Manchester United sebetulnya tak jauh berbeda dengan City. Dari lima pertandingan yang dilakoni, United menelan tiga kekalahan. Salah satunya bahkan dari klub antah berantah asal Norwegia, Rosenborg. Menghadapi Liverpool yang menggunakan pelatih anyar saja dibantai 3-0. 

United tercatat hanya menang dua kali kala menghadapi Rangers dan Real Betis. Secara persiapan, kedua tim terlihat kurang memuaskan. Tapi, kedua tim juga sama-sama belum melakukan latihan dan laga uji coba menggunakan skuad terbaiknya. Maka dari itu, apa pun masih bisa terjadi pada tanggal 10 Agustus nanti.

Kondisi Skuad

Jika dilihat dari tambahan pemain baru, kedua tim memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi bursa transfer musim panas kali ini. Manchester United bergerak cepat untuk mendapatkan pemain-pemain baru, sedangkan Manchester City tidak mau terlihat glamor di sesi ini.

Hingga narasi ini dibuat, United sudah menambah dua pemain baru. Mereka adalah Joshua Zirkzee di sektor penyerangan dan Leny Yoro di sektor pertahanan. Yoro jadi yang paling dinanti aksinya lantaran bek berusia 18 tahun itu jadi komoditas panas di bursa transfer musim panas kali ini. United bahkan harus menikung Real Madrid demi mendapatkannya.

Sayangnya, mantan pemain Lille itu mengalami cedera kaki saat menghadapi Arsenal beberapa hari lalu. Pihak Manchester United sudah mengkonfirmasi bahwa Yoro akan absen selambat-lambatnya tiga bulan. Dirinya baru saja menyelesaikan operasi pada kakinya. Kini, tinggal tahap pemulihan.

Tapi daftar cedera United tak berhenti di Yoro. Ada beberapa pemain lagi yang diperkirakan bakal absen di laga kontra Manchester City. Salah satunya adalah sang bomber utama, Rasmus Hojlund. Pemain berkebangsaan Denmark itu mengalami gangguan pada otot hamstringnya. Cedera tersebut dialami juga saat menghadapi Arsenal. Selain dua nama itu, Victor Lindelof, Aaron Wan-Bissaka dan Luke Shaw juga diragukan tampil.

Sebaliknya, meski tak mendatangkan pemain yang wah, Manchester City dirasa lebih siap untuk menghadapi Manchester United. Ederson Moraes memang diragukan tampil, tapi Pep Guardiola memiliki sosok Stefan Ortega yang tak kalah hebat di bawah mistar. Sisanya insya allah dalam keadaan sehat walafiat.

City Mengusung Balas Dendam, Tapi…

Setelah kekalahan di final Piala FA, Pep diprediksi akan mengusung balas dendam demi mendapatkan trofi Community Shield ketiganya. Tapi di sisi lain, Manchester City juga mengalami dilema. Karena jika menjuarai Community Shield, itu berarti City kemungkinan besar akan terjebak dalam “Kutukan Community Shield”. 

Ya, selain kadang dipandang sebelah mata, juara Community Shield juga bisa menghadirkan sebuah kutukan. Karena biasanya, siapa pun yang meraih trofi tersebut bakal gagal menjuarai Liga Inggris. Jadi, kalau City mau juara Liga Inggris lagi, mending kasihin aja trofi Community Shieldnya ke Manchester United.

Sumber: Squawka, GMS, Man City, MEN, Goal

Berita Bola Terbaru 6 Agustus 2024 – Starting Eleven News

STADION MU AKAN BERUBAH NAMA?

Dilansir dari Daily Mail, sponsor baru Manchester United, Snapdragon, telah mengajukan penawaran untuk hak penamaan stadion baru MU yang akan segera dibangun Sir Jim Ratcliffe. Hal tersebut disampaikan langsung oleh kepala pemasaran Snapdragon, Don McGuire. Meski pihaknya menawarkan penamaan baru, namun menurut McGuire pihaknya tetap akan mendengarkan pendapat dari fans soal penggantian nama Old Trafford. Munculnya penawaran hak penamaan tersebut diketahui karena Sir Jim Ratcliffe ingin mendapatkan pembiayaan lebih untuk membangun markas baru MU tersebut.

WAN BISSAKA TUNTUT BIAYA BESAR KE MU

Masih dari kabar soal MU. Dilansir dari The Sun, bek kanan mereka Aaron Wan Bissaka, baru-baru ini menuntut bayaran jutaan pounds dari MU. Agen Wan-Bissaka mendesak Red Devils memberikan sebagian dari biaya 18 juta pounds yang akan diterima MU dari hasil penjualannya ke West Ham. Hal tersebut dianggap pihak MU sebagai tindakan yang tidak masuk akal. Tak hanya itu, tuntutan gaji Wan Bissaka yang masih tinggi yakni senilai 90.000 pounds per pekan, juga dianggap terlalu memberatkan West Ham United.

CASEMIRO DIUSIR FANS

Tak hanya Wan Bissaka yang bikin pusing MU, pemain lainnya, yakni Casemiro juga. Dilansir dari The Sun, gelandang andalan mereka, Casemiro diusir oleh sebagian fans MU karena serangkaian penampilan buruk di laga pramusim, terutama saat melawan Arsenal dan Liverpool. Sebagian fans bahkan berteriak meminta pihak MU segera menjual atau meminjamkan pemain Brasil tersebut. Mereka juga meminta Ten Hag untuk terus memainkan pemain muda seperti Mainoo dan pemain akademi Toby Collyer, yang dianggap lebih menjanjikan sebagai aset masa depan

CHELSEA ANGKUT SAMU OMORODION

Beralih ke kabar dari Chelsea. Dilansir dari Daily Mail, The Blues telah mengadakan pembicaraan dengan Atletico Madrid untuk segera memboyong Samu Omorodion. Mahar yang diminta Los Colchoneros sebesar 30 juta euro, dilaporkan mampu disanggupi oleh The Blues. Pemain 20 tahun yang sedang membela Timnas Spanyol di Olimpiade Paris tersebut, diminati langsung oleh Enzo Maresca. Kesepakatan transfer Samu Omorodion akan dilakukan setelah Connor Gallagher diresmikan sebagai pemain baru Atletico Madrid.

DEBUT, SMITH ROWE LANGSUNG CETAK GOL

Dari Chelsea bergeser ke Fulham. Pemain baru The Cottagers yang baru didatangkan dari Arsenal, Emile Smith Rowe mengawali debutnya dengan gol. Ia mencetak satu-satunya gol Fulham saat melawan Sevilla di laga pramusim. Smith Rowe mencetak gol dengan sundulan setelah menerima umpan matang dari bek kiri Fulham, Antonee Robinson. Namun, di laga tersebut Fulham kalah 2-1. Di laga tersebut, pemain berusia 24 tahun itu tampil sebagai pemain pengganti di babak kedua. Berkat gol debutnya tersebut, Smith Rowe mendapat banyak ucapan selamat dari rekan satu timnya, termasuk Alex Iwobi.

FA SEPAKAT TUNJUK PELATIH ASING

Masih dari sepakbola Inggris. Namun, kali ini soal bursa calon pelatih Timnas Inggris. Dilansir dari Goal, FA telah memberikan persetujuan untuk menunjuk pelatih asing sebagai pengganti Gareth Southgate. Menurut laporan, CEO FA Mark Bullingham menyampaikan gagasan tersebut dan telah disetujui oleh sembilan anggota dewan lainnya. Dari laporan tersebut, pihak FA telah bergerak untuk berbicara dengan dua calon kuat pelatih asing yang akan ditunjuk, yakni Thomas Tuchel dan Mauricio Pochettino.

ANCELOTTI MARAH PADA BELLINGHAM

Dari sepakbola Inggris pindah ke sepakbola Spanyol. Dilansir dari The Sun, Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti dilaporkan marah kepada salah satu anak asuhnya, Jude Bellingham. Amarah allenatore asal Italia tersebut timbul setelah Bellingham tidak mengangkat beberapa panggilan telepon darinya. Yang bikin Ancelotti tambah naik pitam lagi adalah, ketika Bellingham ditelpon oleh rekannya Vinicius Junior, malah langsung diangkat. Ancelotti merasa diabaikan oleh pemain Inggris tersebut. Ancelotti masih bertanya-tanya, kenapa Bellingham bersikap seperti itu. Banyak yang beranggapan bahwa Bellingham tak mau diganggu soal dunia si kulit bundar oleh Ancelotti ketika ia sedang menikmati liburan.

LAPORTE RELA POTONG GAJI DEMI KEMBALI KE LA LIGA

Sementara itu ada kabar terbaru dari bek Timnas Spanyol, Aymeric Laporte. Dilansir dari Football Espana, Laporte benar-benar ingin kembali ke La Liga musim ini. Menurut laporan, Laporte bahkan mengatakan bersedia untuk memotong gajinya secara signifikan agar bisa hengkang dari Al-Nassr. Klub yang santer akan dituju oleh Laporte adalah Atletico Madrid. Los Colchoneros ingin segera menduetkan Le Normand dan Laporte seperti di Timnas Spanyol. Pihak Atletico Madrid kini sedang mendiskusikan langkah transfer ini dengan agen Laporte dan juga pihak manajemen Al-Nassr.

AS ROMA TERUS KEJAR CHIESA

Beralih ke kabar sepakbola Italia. Dilansir dari Football Italia, AS Roma tidak pernah menyerah bernegosiasi dengan Juventus untuk memboyong Federico Chiesa. Giallorossi dilaporkan berada di posisi terdepan ketimbang Inter, untuk mendapatkan tanda tangan Chiesa. Pemain yang tak diinginkan Thiago Motta tersebut, dilaporkan sudah membicarakan transfernya dengan pelatih Roma, Daniele De Rossi. Bahkan De Rossi juga memberikan kode dengan menyukai unggahan Instagram Chiesa saat sedang berlatih.

ALEXIS SANCHEZ KEMBALI KE UDINESE

Sementara itu ada kabar terbaru dari Alexis Sanchez. Dilansir Football Italia, pemain asal Chile tersebut telah memutuskan untuk kembali ke klub lamanya, Udinese. Alexis Sanchez kembali ke Udinese setelah kontraknya habis di Inter Milan. Alexis Sanchez akan bernostalgia di Stadion Friuli yang telah ia tinggalkan 2011 lalu. Asal tahu saja, Alexis Sanchez ini sudah berada di Udinese sejak 2007 silam, dan telah membuat 112 penampilan dengan mencetak 21 gol dan 20 assist.

ATALANTA ANGKUT ANTHONY MARTIAL

Rekan Alexis Sanchez saat di MU, Anthony Martial, dikabarkan menjadi bidikan utama Atalanta. Rumor itu muncul setelah La Dea kehilangan Gianluca Scamacca selama enam bulan karena cedera. Martial sendiri kini berstatus agen bebas setelah kontraknya dengan MU berakhir. Atalanta akan beruntung mendapatkannya secara gratis. Bagi Martial, kepindahannya ke Atalanta juga menguntungkan karena La Dea akan tampil di UCL musim depan.

JOSE MOURINHO MINTA GUNDOGAN

Dari Italia terbang sebentar ke Turki. Dilansir Mundo Deportivo, pelatih baru Fenerbahce, Jose Mourinho dilaporkan telah meminta manajemen klub segera mengangkut Ilkay Gundogan dari Barcelona. Laporan transfer tersebut juga dimuat di surat kabar populer Turki, Spor Arena. Disebutkan pula bahwa wakil presiden Fenerbahce, Acun Ilicali, telah memulai negosiasi dengan Barca untuk memenuhi permintaan Jose Mourinho tersebut. Salah satu alasan yang membuat pihak Fenerbahce bergerak untuk memboyong Gundogan adalah cederanya gelandang mereka, Fred.

INDONESIA BAKAL REMATCH LAWAN BELANDA

Beralih ke sepakbola nasional. Kabar gembira datang saat Timnas Indonesia yang berpotensi kembali menjajal kekuatan Timnas Belanda dalam laga uji coba. Kabar ini disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir setelah pertemuan dengan Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Republik Indonesia, Lambertus Christiaan Grijns. Selain akan jalani laga uji coba, Erick juga mengatakan, akan ada rencana kolaborasi antara PSSI dan KNVB di berbagai sektor. Jika terwujud, laga ini akan bertajuk rematch karena di tahun 2013 silam, Timnas Indonesia pernah bertemu Belanda. Ketika itu timnas yang diperkuat Victor Igbonefo kalah 0-3 oleh Van Persie dan kawan-kawan di GBK.

HUBNER MENUJU LIGA SWEDIA

Sementara, pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner dikabarkan segera meninggalkan Wolves untuk bergabung ke klub Liga 1 Swedia, IFK Norrkoping. Hubner akan gabung ke klub Swedia tersebut dengan status pinjaman. Mengutip dari laman resmi IFK Norrkoping, Hubner telah berlatih bersama tim utama. Pihak klub Swedia tersebut juga mengatakan bahwa mereka sangat terhormat bisa kerjasama dengan Wolverhampton Wanderers. Pihak Wolves juga senang talentanya akan dapat menit bermain di IFK Norrkoping.

BAGGOTT DIPINJAMKAN KE BLACKPOOL

Sama nasibnya seperti Hubner yang tak jadi tampil di Liga inggris, Elkan Baggott resmi meninggalkan Ipswich Town dan akan bergabung dengan klub League One Inggris, Blackpool dengan status pinjaman selama satu musim. Iming-iming menit bermain dari Blackpool mendorongnya untuk menerima tawaran itu. “Senang sekali akhirnya bisa berada di sini. Semoga musim ini jadi musim yang sukses bagi saya dan klub,” kata Elkan.

AMRABAT JADI TARGET FENERBAHCE

Masa depan Sofyan Amrabat di Manchester United masih belum jelas. Sementara Fiorentina selaku klub induk sangat terbuka untuk menjual sang pemain musim panas kali ini. Situasi ini pun dimanfaatkan oleh Fenerbahce. Dilansir Goal, Jose Mourinho menginginkan gelandang bertahan baru musim depan. Amrabat dinilai bisa jadi pilihan yang menarik baginya. Fiorentina menginginkan 15 juta euro, tapi Fenerbahce baru memberikan tawaran senilai 12 juta euro. Itu dinilai jadi angka yang cukup mengingat kontrak Amrabat bersama Fiorentina akan habis musim depan.

VAN NISTELROOY SPILL NASEHAT TERBAIK DARI FERGIE

Bergabung kembali dengan Manchester United sebagai asisten pelatih, Ruud Van Nistelrooy ditanya tentang hal-hal yang menjadi kenangan indah sewaktu masih bermain di Old Trafford. Menurut Goal, salah satu yang paling diingat adalah nasehat dari Sir Alex Ferguson soal bagaimana cara bersikap yang baik kepada pemain. “Terkadang Anda harus bersikap keras kepada mereka dan terkadang Anda harus merangkul mereka. Kombinasi itu penting, tetapi yang terpenting adalah selalu bersikap jujur ​​dan terus terang. Bila Anda memiliki pengetahuan tentang permainan dan apa yang diperlukan di level tertinggi, Anda harus membagikannya.” Itu jadi pesan yang masih diingatnya sampai sekarang.

SANCHO BAKAL DISULAP JADI STRIKER

Masih seputar Manchester United, Erik Ten Hag kabarnya ingin mengaplikasikan ide gilanya musim depan. Pelatih asal Belanda itu berniat menjadikan Jadon Sancho seorang striker musim depan. Dilansir ESPN, Ten Hag akan menurunkan Sancho sebagai striker utama saat menghadapi Manchester City di final Community Shield. Itu karena Rasmus Hojlund masih cedera. Sedangkan Joshua Zirkzee baru pulang dari Euro.

PHILLIPS DIDEKATI GALATASARAY

Beralih ke Manchester City, salah satu pemainnya yakni Kalvin Phillips dikabarkan sedang diminati oleh klub Turki, Galatasaray. Berita itu dikemukakan oleh Tribal Football. Menurut laporan, agen Phillips telah mengantongi tawaran dari Galatasaray. Tentang rincian kontrak masih dalam tahap negosiasi. Kabarnya, sang pemain juga tak keberatan jika harus berkarir di luar Inggris. Phillips sendiri mengincar menit bermain yang cukup agar bisa kembali membela Timnas Inggris.

BUKANNYA LATIHAN MANDIRI, FODEN MALAH SIBUK MANCING

Usai mengantarkan Timnas Inggris ke final Euro 2024, Phil Foden belum bergabung dengan skuad Manchester City. Dirinya masih menikmati masa-masa liburannya. Namun, bukannya melakukan latihan mandiri, Foden malah disibukan dengan hobinya yakni memancing. Dilansir The Sun, Foden menghabiskan waktu istirahatnya dengan memancing bersama ayahnya. Ia juga membagikan foto yang menampilkan dirinya beserta ikan-ikan besar yang berhasil ditangkapnya di media sosial.

ADIK RAPHAEL VARANE GABUNG QPR

Masih dari sepakbola Inggris, tapi kali ini dari kasta kedua Liga Inggris, Championship. Di situ ada Jonathan Varane yang baru saja bergabung dengan Queens Park Rangers dari Sporting Gijon. Namun, biaya yang dikeluarkan QPR dirahasiakan. Dari nama, cukup familiar ya. Karena Jonathan ternyata adalah adik tiri dari mantan pemain Manchester United yang kini berseragam Como, Raphael Varane. Berbeda dengan Raphael, Jonathan merupakan pemain yang berposisi sebagai gelandang.

BALOTELLI BALIK KE MILAN, ADA APA?

Dari Inggris kita terbang ke Italia untuk membahas salah satu pemain paling kontroversial di dunia, Mario Balotelli. Secara mengejutkan, dirinya telah muncul kembali di Milan. Balotelli bahkan terlihat berada di kamp latihan klub berjuluk Il Diavolo Rosso itu. Lantas, apakah ini sebuah kode dirinya akan kembali berseragam Milan? Jawabannya tidak. Dilansir Football Italia, Balotelli hanya melakukan kunjungan singkat. Dirinya hanya ingin sedikit bernostalgia dengan mantan timnya itu.

MILAN SEGERA RAMPUNGKAN KESEPAKATAN EMERSON

Sementara itu, AC Milan justru sedang disibukan dengan saga transfer pemain Tottenham, Emerson Royal. Klub yang bermarkas di San Siro itu sudah menaruh hati pada Emerson sejak beberapa bulan lalu. Kini, Milan berniat untuk segera merampungkan kesepakatan. Seperti yang diwartakan Football Italia, kata sepakat sudah tercapai antara kedua belah pihak. Milan ingin merampungkan kesepakatan ini dalam 48 jam kedepan. Milan bahkan sudah menyiapkan jadwal tes medis untuk pemain yang berposisi sebagai bek kiri tersebut.

LAMINE YAMAL PAMERKAN PENGHARGAAN GUINNESS WORLD RECORD

Dari Italia, kita mampir sebentar ke Spanyol. Namun, kali ini bukan tentang transfer pemain, melainkan kabar yang membanggakan dari Lamine Yamal. Pemain Barcelona itu baru saja memamerkan penghargaan baru dari Guinnes World Record. Dilansir laman resmi Guinnes World Record, Yamal mendapat dua penghargaan sekaligus. Yakni, sebagai pemain termuda yang tampil di Euro dan pemain termuda yang mampu mencetak gol di Euro. Sekali lagi selamat!

TERBONGKAR BERAPA HADIAH JUARA PIALA PRESIDEN

Dari Spanyol kita ke Indonesia. Turnamen pramusim bertajuk Piala Presiden telah usai. Arema jadi tim yang berhak menjuarai kompetisi tersebut. Menariknya, hadiah yang didapat ternyata sangat besar. Dilansir Detik.com, juara 1 akan mendapatkan uang hadiah sebesar Rp5,25 miliar, juara 2 Rp2,75 miliar, juara 3 Rp1,75 miliar, dan juara 4 Rp1,25 miliar. Jika melihat jumlah hadiah musim lalu, angkanya mengalami kenaikan sekitar 250 juta. Karena musim lalu hadiah juara Piala Presiden adalah Rp5 miliar. Fyi aja nih, dengan begitu, total hadiah juara Piala Presiden lebih tinggi dari hadiah juara Liga 1 musim 2023/24.

Konsisten untuk Tidak Konsisten, Inilah Fakta Liga 1 2024/25

Kasta tertinggi sepak bola nasional, Liga 1 akan kembali bergulir. Dijadwalkan laga pertama Liga 1 2024/25 akan digelar pada Jumat, 9 Agustus 2024 mendatang. Laga pembuka tersebut akan mempertemukan Persib Bandung sebagai juara bertahan dengan jawara Liga 2 musim lalu, PSBS Biak.

Seperti biasa, aturan-aturan baru kembali muncul menjelang kompetisi Liga 1 akan dimulai. Mulai dari perubahan format hingga kedatangan banyak pemain asing menjadi fenomena yang terjadi sebelum musim 2024/25 dimulai. Lantas, fakta-fakta apa saja yang ikut mewarnai khazanah kompetisi Liga 1 2023/24 mendatang?

 

Perubahan Format

Setelah musim 2023/24 lalu menggunakan format yang kurang familiar, Liga 1 2024/25 akhirnya kembali menggunakan sistem liga full kompetisi layaknya liga-liga pada umumnya. Seperti biasa, hobinya konsisten untuk tidak konsisten.

Dilansir dari Antara, format Championship Series yang dipakai pada musim lalu dianggap tidak efisien dan memakan banyak waktu. PT LIB selaku operator liga takut jadwal liga akan saling tumpang tindih dengan jadwal tim nasional apabila format tersebut masih dipakai lagi.

“Sebenarnya bukan tidak baik ya, ini banyak slot kebutuhan tim nasional yang harus dipenuhi. Ini kita memang memberi ruang kepada tim nasional untuk bisa memanfaatkan pemusatan latihan yang sifatnya dibutuhkan oleh Badan Tim Nasional,” ujar Ferry Paulus selaku Direktur Utama PT LIB, via Antara.

Ferry Paulus juga mengatakan bahwa mereka sudah merancang roadmap hingga 2027. Dirinya mengaku tak mau lagi terjadi pemberhentian liga. Oleh karena itu, dirinya berharap rancangan yang sudah dibuat hingga 2027 tersebut bisa berjalan baik. Salah satunya adalah dengan menghapus format Championship Series karena memakan waktu lama.

 

Terdapat Klub yang Bakal Bermain Kompetisi Internasional

Kabar baik dari Liga 1 2024/25 adalah kembalinya klub-klub lokal bertanding di kompetisi internasional. Seperti yang dilansir oleh Pikiran Rakyat, Persib Bandung dan Madura United akan menjadi wakil Indonesia di kompetisi Asia musim 2024/25.

Persib Bandung sebagai juara Liga 1 berhak lolos langsung ke fase grup AFC Champions League 2 dan Madura United sebagai runner-up akan bermain di kasta ketiga, AFC Challenge League. Untuk fase grup AFC Champions League 2 akan dimulai pada pertengahan September. Sementara, babak grup AFC Challenge League akan dimulai sekitar akhir Oktober.

Sementara PSM Makassar dan Borneo FC akan mewakili Indonesia dalam ASEAN Club Championship. PSM dipilih sebagai juara Liga 1 2022/23 dan Borneo FC dipilih karena merupakan juara Reguler Series musim lalu. Mereka akan berkompetisi melawan 10 tim lainnya mulai pertengahan Agustus 2024.

Sebenarnya, jatah Borneo FC adalah hak Persija Jakarta. Namun, seperti yang dikutip dari Detik, Macan Kemayoran menolak untuk ikut karena ingin fokus berkompetisi di Liga 1 2024/25 mendatang. Mereka tak ingin fokusnya terpecah karena harus bermain di beberapa kompetisi sekaligus.

 

Dominasi Pelatih Asing

Liga 1 2024/25 kali ini akan menjadi perang bagi para juru taktik asing. Dari total 18 klub, hanya 4 klub saja yang memakai jasa pelatih lokal. Klub-klub tersebut antara lain: Barito Putera dengan Rahmad Darmawan, Madura United dengan Widodo Cahyono Putro, Malut United dengan Imran Nahumarury, dan Semen Padang dengan Hendri Susilo.

Sementara, 14 klub lainnya mempercayakan jasa juru taktik asing untuk menukangi skuadnya. Jelas tak ada yang salah dengan fenomena ini. Bahkan, bisa dibilang langkah ini merupakan sesuatu yang sangat, sangat, dan sangat masuk akal.

Bagaimana tidak? Coba menengok sejenak ke belakang. Sejak era Liga 1 dimulai tahun 2017, adakah juru taktik lokal yang berhasil menjadi kampiun? Jelas tidak sama sekali. Bahkan sejak zaman Liga Super dari 2008 hingga 2015 yang mana baru dua minggu kompetisinya dibubarkan, pelatih lokal yang jadi juara hanya Kas Hartadi dan Djajang Nurdjaman.

Jadi, jangan hujat klub-klub yang memakai jasa pelatih asing. Sebab, itu merupakan langkah yang paling masuk akal mereka lakukan. Seharusnya, hal ini malah jadi alarm bagi para pelatih lokal untuk meningkatkan kualitasnya mati-matian agar bisa bersaing dengan pelatih asing.

Kalian tahu kapan terakhir kalinya orang Inggris menjadi juara kasta tertingginya sendiri? Yap, benar sekali 1992! Kala, Leeds United masih dilatih oleh Howard Wilkinson dan Eric Cantona masih bermain di Elland Road. Ini sebetulnya masalah struktural yang juga berkaitan dengan federasi. Jika pemangku kebijakan membuat program kepelatihan macam Italia dan Jerman, bukan tak mungkin suatu saat hanya ada 1 pelatih asing di Liga 1. 

 

Perubahan Kuota Pemain Asing

Selain perubahan format, perubahan kuota pemain asing juga terjadi. Kini, setiap klub boleh merekrut maksimal 8 pemain asing untuk mengarungi musim. Semua pemain asing tersebut bebas, tidak ada aturan harus dari sana, harus dari sini. Namun, pemain asing yang boleh bermain di lapangan maksimal hanya 6 pemain saja.

“Itu semua bebas, boleh Asia semua atau non-Asia semua, jadi nantinya di bench ada 23 pemain, asing berganti asing. Misal delapan pemain asing di DSP, enam pemain asing main, nah, pemain asing ini berganti dengan asing yang lain,” ujar Ferry Paulus via Detik.

Satu hal yang paling penting dan harus dipahami oleh publik adalah, aturan kuota pemain asing ini bukanlah suatu kewajiban yang harus dipenuhi. Aturan ini hanyalah aturan pembatasan, aturan maksimal sebuah klub boleh memiliki pemain asing. Jadi, apabila ada suatu klub yang pede memakai full squad pemain lokal, ya, silakan saja.

Menurut data Transfermarkt, setidaknya hingga minggu pertama bulan Agustus, pemain asing asal Brazil menjadi yang paling dominan, yakni dengan 47 pemain. Jumlah ini memakan sekitar 35,3% dari keseluruhan pemain asing yang ada. Setelah Brazil, ada Jepang dengan 11 pemain, diikuti oleh Argentina dan Portugal dengan 8 pemain.

 

Kembalinya Klub Papua

Musim ini menjadi musim kembalinya tim asal Papua ke Liga 1. Setelah Persipura terdegradasi pada musim 2021/22, wakil Papua absen selama 2 musim di kancah tertinggi sepak bola Indonesia. Liga Indonesia serasa kehilangan sebagian talentanya.

Sejak era Liga Indonesia yang dimulai pada tahun 1994, wakil Papua tak pernah absen mewarnai dinamika kompetisi kasta nomor wahid Indonesia. Tampilnya PSBS Biak di Liga 1 2024/25, membuat para penonton bisa kembali menikmati permainan para pemain dari wilayah penghasil banyak talenta berbakat tersebut.

 

Timnasnya Bagus, Kok, Liganya Jelek?

Berdasarkan data dari Footy Rankings, peringkat Liga 1 di kompetisi Asia musim ini berada di peringkat 29. Turun satu peringkat dari musim 2023/24 lalu. Itu lebih rendah dari Thailand di posisi 8, Malaysia di posisi 13, dan Vietnam di posisi 14. Sungguh miris, apabila dibandingkan dengan kegemilangan Timnas yang tembus ke Piala Asia 2027 secara otomatis. Keduanya, Liga 1 dan Timnas Indonesia, bagaikan bumi dan langit.

Bobroknya peringkat Liga 1 jelas dipengaruhi oleh minimnya prestasi klub-klub lokal di kancah internasional. Bagaimana mau berprestasi kalo liganya penuh dengan ketidakpastian? Hal ini jelas menjadi alarm bagi pengelola liga untuk meningkatkan kualitasnya.

Selain juga, berharap agar Persib Bandung dan Madura United, wakil Indonesia di Asia bisa berbicara banyak agar koefisien poin Liga 1 naik sehingga wakil Indonesia di kompetisi Asia bisa bertambah banyak di masa yang akan datang.

https://youtu.be/ZL52I7kXtAE

Sumber: Antara, Pikiran Rakyat, Detik, Transfermarkt, dan Footy Rankings

Elkan Baggott Mencari Peruntungan ke Blackpool

Elkan Baggott dipastikan gagal menjadi warga Indonesia pertama yang bakal bermain di Premier League. Sebab Ipswich Town baru saja melepasnya dengan status pinjaman ke kasta yang jauh lebih rendah. Dilansir dari BBC, Elkan dipinjamkan ke tim League One, Blackpool. Ini menjadi musim kedua Elkan bermain di League One.

 

Kepergian Elkan secara tidak langsung juga memberi sinyal bahwa dirinya tidak terlalu dibutuhkan oleh klub yang bermarkas di Portman Road tersebut. Lantas, seperti apa saja kemungkinan karir Elkan di Inggris? 

 

Incaran Blackpool

Sebenarnya, Big Elk sudah diincar oleh Blackpool sejak musim lalu. Dilansir dari Bola, baik pihak Ipswich Town maupun Blackpool sudah sepakat terkait peminjaman Big Elk pada awal musim 2023/24 lalu. Syaratnya, Kieran McKenna harus terlebih dahulu mendapatkan bek pengganti Elkan.

Namun, karena Ipswich Town tak kunjung mendapatkan bek pengganti Elkan, akhirnya transfer peminjaman ke Blackpool yang sebelumnya sudah disepakati dibatalkan. Sayangnya, Big Elk pun gagal memanfaatkan kesempatannya untuk membuat Kieran McKenna terkesan.

Selama separuh musim pertamanya pada musim 2023/24, Big Elk hanya menjadi pemain pelapis, penghangat bangku cadangan, dan jarang diturunkan ke dalam lapangan. Total, musim lalu Big Elk hanya bermain 4 kali berseragam Ipswich Town. Semuanya di ajang Piala Liga, termasuk melawan dua tim Premier League: Wolverhampton Wanderers dan Fulham. Pada laga melawan Fulham, Big Elk mencetak sebuah gol.

Tak bisa bersaingnya Big Elk di Ipswich Town membuatnya dipinjamkan ke tim League One, Bristol Rovers. Bersama klub asal Kota Bajak Laut tersebut, Big Elk bisa tampil cukup reguler. Pemain kelahiran Bangkok, Thailand tersebut berhasil tampil sebanyak 14 kali dan mencetak sebuah gol dan assist.

Meski hanya bermain selama 1,038 menit saja bersama The Pirates, pengalaman Elkan di Bristol bisa dianggap sebagai sebuah peningkatan. Sebab paruh musim kedua 2022/23, Big Elk pernah bergabung dengan klub League One lain, Cheltenham. Sayangnya, Big Elk hanya mampu tampil sekali dalam 21 kali kesempatan.

Setidaknya, Big Elk sudah sedikit naik kelas setelah sebelumnya hanya bermain untuk tim League Two, Gillingham. Meskipun sejak meninggalkan Gillingham, Big Elk belum pernah lagi tampil sebagai pemain reguler untuk sebuah tim dan mampu bermain lebih dari 20 kali dalam semusim.

Bergabung bersama Blackpool, kesempatan untuk menjadi pemain inti jelas ada. Datangnya Elkan ke Bloomfield Road menjadikan dirinya bek tengah ke-4 bagi Blackpool setelah Matthew Pennington, Oliver Casey, dan Dan Sassi. Musim lalu, Neil Critchley lebih banyak menduetkan Pennington dan Marvin Ekpiteta di tengah. Namun, Ekpiteta musim ini pindah ke Skotlandia.

Ini bisa menjadi kesempatan emas bagi Elkan, sebab dirinya berkesempatan besar menggantikan posisi Ekpiteta di tengah. Secara fisik saja, Elkan sudah menjadi upgrade dari Ekpiteta. Bek yang masih memiliki darah Nigeria tersebut hanya berpostur setinggi 1,93 cm sementara Big Elk 1,96 cm.

Dilihat dari fisik saja, Elkan juga lebih unggul dari Oliver Casey. Ditambah dengan status pemain tim nasional, Elkan memiliki daya tawar yang lebih kuat dari Casey. Terlebih Big Elk merupakan incaran Neil Critchley yang gagal didapatkan pada awal musim lalu. Kesempatan Big Elk untuk berduet dengan mantan bek Everton, Matthew Pennington, terbuka lebar.

Selain itu, yang terpenting, peminjaman Big Elk ke Blackpool merupakan win-win solution tidak hanya bagi Ipswich Town dan Blackpool, tetapi juga untuk Elkan Baggott sendiri. Blackpool bisa mendapat pemain incarannya, Ipswich Town bisa mengurangi beban di ruang ganti, dan Big Elk punya kesempatan bermain lebih tinggi.

“Luar biasa akhirnya saya bisa ke sini dan saya bersemangat untuk berkontribusi dalam musim yang semoga bisa berakhir dengan sangat manis. Saya sudah berbincang dengan Pelatih Kepala dan Direktur Olahraga beberapa pekan terakhir,” ujar Elkan Baggott via laman resmi Blackpool.

Big Elk juga mengaku tertarik dengan cara bermain Blackpool. Selain itu, Big Elk juga mengaku kenal dengan beberapa pemain yang ada di sana. Bersama Blackpool, Elkan akan memulai musim baru dengan bertamu ke Crawley Town pada Sabtu, 10 Agustus 2024 mendatang.  

 

Belum Pas untuk Bermain di Level Atas?

Tersingkirnya Elkan dari Ipswich Town juga menjadi pertanda bahwa level Elkan sepertinya masih berada di kelas League One. Bagaimana tidak? Sejak Ipswich bermain di Championship saja, Big Elk belum mampu menembus ke skuad utama, apalagi di Premier League?

Lalu, dari level klub yang mengincarnya, Blackpool, merupakan klub League One. Hampir tak ada klub kelas Championship yang tertarik meminjamnya dari Ipswich Town. Ini secara tidak langsung bisa menjadi pertanda untuk Big Elk lebih giat meningkatkan kualitasnya, terlebih usianya masih sangat muda, 22 tahun pada bulan Oktober 2024 nanti.

Namun, sisi baiknya, Big Elk akhirnya memiliki kesempatan bermain yang lebih besar ketimbang hanya duduk di bangku cadangan bersama Ipswich. Banyaknya pertandingan yang dijalankannya, secara perlahan juga akan menaikkan kualitas Big Elk.

Banyaknya menit bermain Big Elk bisa saja membuat STY tertarik untuk memanggilnya lagi ke skuad tim nasional. Seperti yang sudah diketahui publik, Elkan sempat berselisih dengan STY akibat menolak dipanggil ke Timnas karena bentrok dengan agenda klubnya.

Hal tersebut berbuntut pada absennya Elkan pada ajang play-off Olimpiade 2024 lalu hingga laga-laga uji tanding melawan Tanzania, Irak, dan Filipina. Performa apik Elkan di Blackpool bisa saja meluluhkan hati STY untuk kembali memanggilnya berseragam Garuda.

Namun, apabila Big Elk melakukan comeback ke Timnas, dirinya masih harus bersaing dengan nama-nama seperti Jay Idzes, Justin Hubner, Rizky Ridho, hingga Muhammad Ferrari untuk mengisi posisi bek tengah. Patut ditunggu seperti apa masa depan Elkan bersama tim nasional senior.

 

Pergi Dari Ipswich?

Satu hal yang menarik, musim ini merupakan tahun terakhir dalam kontrak Elkan Baggott bersama Ipswich Town. Kepergiannya ke Blackpool pada musim panas ini sepertinya merupakan tanda dari masa depan. Tampaknya, musim panas depan Elkan juga akan pergi dengan cuma-cuma.

Ini menarik, bakal ke mana Elkan setelah lulus dari Ipswich Town? Apakah akan dipermanenkan oleh Blackpool? Apakah akan diikat oleh tim League One lain? Apakah malah promosi bermain bersama tim di Championship? Atau malah mencoba bermain di luar Inggris?

Jika Justin Hubner saja mampu bermain di Liga Jepang, harusnya Elkan juga bisa melakukan hal yang serupa. Tak harus di Jepang, namun setidaknya bisa bermain di liga yang kompetitif dengan jaminan jam terbang yang cukup. Sangat disayangkan pemain muda seperti Elkan hanya duduk sebagai pemain pengganti. Jangan sampai dirinya tumbuh dewasa tanpa pengalaman bermain yang cukup.

https://youtu.be/Umb3tS5m6Ws

Sumber: BBC, Bola, Transfermarkt, dan Blackpool

Emile Smith Rowe, Anak Baik yang Terpaksa Minggat dari Rumah

0

Emile Smith Rowe minggat dari rumah. Arsenal, rumah yang ditinggalinya tak lagi memberi kenyamanan. Mulai musim yang akan bergulir sebentar lagi, ia sudah berseragam klub London lainnya, Fulham.

Uang 34 juta poundsterling (Rp703,5 miliar) dikeluarkan The Cottagers buat memboyong Emile Smith Rowe dari London Utara ke London bagian barat. Ia pun dinobatkan sebagai pembelian termahal Fulham. Pertanyaannya, mengapa Emile Smith Rowe akhirnya memutuskan minggat dari rumah yang telah membesarkannya?

Mungkinkah pemain yang berusia 24 tahun itu adalah sosok pemain yang sama seperti pemain top lainnya, tergoda dengan mahar yang tinggi? Apakah mungkin justru ini adalah bentuk pembalasan dari Emile kepada Arsenal dan Mikel Arteta? Untuk tahu jawabannya, mari kita mengulasnya.

Berasal dari Akademi Arsenal

Kepindahan Emile ke Fulham terbilang mengejutkan. Ini tidak seperti prediksi-prediksi para pundit sepak bola. Rasanya, pergi di musim 2024/25 terlalu cepat bagi Smith Rowe. Pemain yang satu ini semestinya bisa bertahan lebih lama di Arsenal.

Apalagi pemain kelahiran Croydon itu produk akademi Arsenal. Kemunculannya di tim Mikel Arteta juga manis sekali. Emile masuk di masa-masa awal rezim Arteta. Ceritanya di tim Arteta dimulai pada Desember 2020. Saat itu Arsenal tampak sangat menyedihkan.

Arsenal terpukul setelah menjalani tujuh pertandingan Premier League tanpa kemenangan. Mereka bahkan kalah atas Manchester City 4-1 di markasnya sendiri di Carabao Cup. Kondisi semacam itu, harusnya fans ngamuk. Memukuli muka Arteta dengan perkataan kotor.

Namun, beruntungnya Arteta, itu adalah masa-masa keluar dari pandemi. Arteta pun selamat dari mulut-mulut comberan. Nah, di tengah situasi itu, Smith Rowe muncul dan turut mengorkestrasi kemenangan 3-1 atas Chelsea di Boxing Day. Sejak saat itu The Gunners pun bangkit. Smith Rowe sendiri menawarkan kreativitas yang sebelumnya mampat.

Betul bahwa Smith Rowe bukan satu-satunya kunci kebangkitan Arsenal. Namun, jelas ia adalah katalisatornya. Emile Smith Rowe begitu mengagumkan dengan peran nomor “10” yang ia emban.

Meroket Bareng Bukayo Saka

Penampilannya musim itu menjadi titik balik Emile Smith Rowe. Seperti halnya Bukayo Saka yang juga produk lokal, kemunculannya membuat Arsenal tak perlu mencemaskan masa depan. Malahan masa depan itu sendiri yang mendatangi Arsenal dalam wujud Saka dan Smith Rowe. Emile lalu meningkat pesat di musim-musim berikutnya.

Ia kemudian mendapat caps untuk membela Timnas Inggris. Pujian terhadapnya pun deras mengalir. Di musim 2021/22, ia mencetak 10 gol, berada di belakang Bukayo Saka. Pada akhirnya Emile Smith Rowe membuktikan kekaguman Unai Emery terhadapnya tidaklah keliru. Pelatih yang wajahnya mirip Loki itu mengakui kualitas dan kecerdasan taktik Emile.

Arteta sendiri juga secara konsisten memuji Emile. “Saya mencintainya sebagai pemain, dia menyenangkan ditonton,” kata Arteta dikutip Sky Sports. Di Mojok, Yamadipati Seno menulis bahwa Emile Smith Rowe adalah sosok protagonista bagi Arsenal. Ia seperti Ricardo Kaka di AC Milan. Tentu secara postur dan bangunan tubuhnya tak sama persis.

Namun, caranya menjadi seorang goal scoring midfielder sangat penting bagi sebuah tim. Pujian kepadanya masih berlanjut. Di Timnas Inggris, Jack Grealish mulai menjulukinya “Croydon De Bruyne” atau “De Bruyne dari Croydon”. Rekannya di Arsenal, Kieran Tierney bahkan memanggilnya “Kevin”.

Mentalitas, kemampuan berpikirnya di atas lapangan, dan kepercayaan dirinya dianggap sama, atau setidaknya menyerupai bintang Timnas Belgia itu. Banyak analis dan pakar memprediksi bahwa Emile akan terus berkembang. Ia bahkan diprediksi bisa menjadi pemain nomor “10” terbaik yang pernah dipahat Mikel Arteta.

Cedera Sialan

Namun, hari apes memang tidak ada di kalender. Pada September 2022, Emile Smith Rowe mengalami cedera. Mengutip Transfermarkt, itu adalah cedera pangkal paha. Ini bukan kali pertama Emile mengalami cedera. Musim-musim sebelumnya, ia juga kerap cedera. Cederanya pun macam-macam. Mulai dari cedera bahu, aduktor, kepala, bahkan hamstring.

Akan tetapi cederanya saat itu bisa jadi yang paling parah. Emile sampai-sampai dipaksa menepi selama beberapa bulan untuk menjalani operasi dan pemulihan. Ia pun melewatkan 21 pertandingan Arsenal. Malangnya, ketika sudah bragas waras pada Januari 2023, Emile Smith Rowe mendapati dirinya tak lagi dilirik oleh Mikel Arteta.

Perannya terbatas di separuh musim itu. Mengutip Sky Sports, perlombaan gelar juara dengan Manchester City disinyalir menjadi penyebab mengapa Arteta tak memberinya kesempatan bermain. Manajer asal Spanyol itu mungkin tak mau mengambil resiko dengan memainkan Emile yang lama tidak menginjak rumput.

Di titik itulah, kekhawatiran akan posisinya di Arsenal muncul. Yang membuat hatinya makin teriris, Arsenal keliru mengajak lawan buat title race. The Gunners tetap gagal meraih gelar Premier League di akhir musim. Meski Mikel Arteta tidak mengambil resiko.

Nah, di musim berikutnya, Emile berharap bisa kembali diandalkan Mikel Arteta. Namun, benar kata Sayyidina Ali, “Yang paling pahit adalah berharap pada manusia”. Musim itu, alih-alih sering diturunkan, Emile hanya bermain di 13 laga di Premier League. Kebanyakan hanya duduk di bangku cadangan dan ruang perawatan.

Yap, di musim itu, Emile cedera lagi. Kali ini cedera lutut. Ia pun mesti absen di sembilan laga Arsenal. Sudah selesai? Belum. Pada paruh musim 2023/24, Emile Smith Rowe juga cedera lagi. Kali ini engkelnya bermasalah. Kariernya di Arsenal pun hanya bisa berlanjut dari cedera ke cedera.

Evolusi Taktik Arteta

Selain cedera, keberadaan pemain baru membuatnya tersisih. Masuknya Declan Rice dan Kai Havertz, menyusul Fabio Vieira dan Martin Odegaard menyingkirkanya dari daftar skuad utama. Odegaard dan Rice mulai sering dipakai sang pelatih di lini tengah. Arteta tampak enggan untuk merotasi lini tengah, dan tidak memberi ruang bagi pemain lain.

Revolusi taktik Arteta juga menjadi mimpi buruk bagi Smith Rowe. Peran nomor “10” yang digunakan Arteta sudah tidak seperti dulu lagi. Peran sisi kiri yang dimainkan Emile pada musim 2021/22 juga menuntut peran yang berbeda. Arteta mengubah formasinya dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3. Sisi kiri sudah bukan bagian dari pemain sayap lagi, melainkan bek sayap seperti Oleksandr Zinchenko.

Jika pun tetap dimainkan, dengan kebiasaan Emile menyisir sisi kiri, perannya bakal tumpang tindih dengan Zinchenko. Sementara Arteta juga sudah memiliki Gabriel Martinelli yang bukan hanya sanggup mendobrak, tapi bisa meregangkan pertahanan lawan. Pada gilirannya, ide melepas Emile Smith Rowe pun muncul. Ia terpaksa mencari tempat lain yang bisa menampungnya.

Merapat ke Fulham

Fulham dan Crystal Palace datang memantaunya. Namun, yang pertama yang paling serius. The Cottagers menawarkan dua hal: nilai kontrak yang tinggi dan menit bermain. Sang pelatih, Marco Silva memilih terjun sendiri untuk membujuk Smith Rowe. Bujukannya pun diterima oleh pemain 24 tahun tersebut.

Entah apa isi pembicaraannya, yang jelas Silva melihat bahwa Emile Smith Rowe adalah pemain yang dapat berkontribusi di lini serang, dan gaya asuhannya lebih cocok dengan Emile. Pelatih 47 tahun itu kelak menjadi sosok kunci di balik kepergian Smith Rowe dari Emirates Stadium.

Emile merasa, daripada cuma menghangatkan bangku cadangan, lebih baik Arsenal ia tinggalkan. Kendati keluar dari tim yang membesarkannya, tim yang ia cita-citakan untuk dibela di masa depan tetaplah sebuah keputusan sulit. Bagaimanapun, kata Emile, seperti dikutip Mirror, langkah ini harus diambil demi menyelamatkan masa depannya.

Di sisi lain, perasaan campur aduk dirasakan Mikel Arteta. Teman Xabi Alonso itu sedih melihat Emile Smith Rowe meninggalkan klub. Namun, di lain sisi, Arteta gembira karena pada akhirnya lulusan Hale End (Akademi Arsenal) akan mendapat menit bermain di tim utama.

Anak baik itu kini merantau ke tempat lain. Namun, bisa jadi kepergiannya dari Arsenal tidak akan lama. Sebagai anak baik, tak menutup kemungkinan kalau kelak, Emile Smith Rowe bakal pulang ke Arsenal, rumahnya. Soal kapan, biar sang waktu yang menjawab.

https://youtu.be/otK03Jfp7tI

Sumber: iNews, TheAnalyst, Mirror, SkySports, Standard, TheAthletic, Mojok

Berita Bola Terbaru 5 Agustus 2024 – Starting Eleven News

0

JULIAN ALVAREZ KINI DIINCAR ATLETICO MADRID

Hengkangnya Julian Alvarez dari Manchester City kabarnya bukan isapan jempol belaka. Itu dibuktikan dengan beberapa klub yang sudah mengatur jadwal untuk bertemu dengan agen sang pemain. Dilansir Daily Mail, Atletico Madrid jadi klub terbaru yang menunjukan minat pada penyerang asal Argentina tersebut. Meski telah mendaratkan Alexander Sorloth, Atletico tetap berusaha untuk menambah amunisi baru di lini depan. Apalagi, Atletico memandang Alvarez sebagai titisan Sergio Aguero. Kabarnya, City meminta 70 juta euro apabila Atletico serius menginginkannya. 

MU SUDAH JADWALKAN TES MEDIS MAZRAOUI

Setelah Manchester City, kita membahas klub Manchester lainnya, yakni Manchester United. Dilansir Team Talk, United selangkah lebih dekat dengan kesepakatan transfer bek Bayern Munchen, Noussair Mazraoui. MU bahkan dilaporkan sudah mengamankan jadwal tes medis untuk pemain berkebangsaan Maroko tersebut. Semua ini dilakukan agar kesepakatan bisa diselesaikan tepat waktu karena Erik Ten Hag ingin Mazraoui bisa bermain di final Community Shield melawan Manchester City.

BATAL KE MU, XAVI SIMONS PILIH LEIPZIG

Beberapa pekan yang lalu Xavi Simons sempat diisukan bakal bergabung dengan pasukan Erik Ten Hag. Namun, pemain berdarah Suriname itu ternyata tidak tertarik dengan proyek Manchester United. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, Xavi justru lebih tertarik untuk kembali bergabung dengan RB Leipzig. Tes medis akan dilakukan segera. Tapi, Leipzig hanya menyegel kesepakatan pinjaman tanpa kewajiban membeli.

LEGENDA MU RAMBAH DUNIA DJ

Dari transfer pemain, kita sedikit melipir ke kabar para legenda Manchester United. Baru-baru ini, ada kabar mengejutkan dari salah satu mantan pemain Setan Merah, yakni Gary Neville. Dilansir The Sun, mantan bek Manchester United itu kini menekuni dunia musik, tepatnya DJ. Neville melakukan debutnya di salah satu event musik bertajuk Kendal Calling akhir pekan lalu. Dirinya tampil berpasangan dengan musisi ternama dari Inggris, Tim Burgess.

HILANG DARI PRAMUSIM BOURNEMOUTH, SOLANKE KE SPURS?

Setelah dari Manchester, kita mampir ke London. Dominic Solanke dilaporkan absen dalam kemenangan Bournemouth atas Rayo Vallecano kemarin. Situasi ini menguatkan spekulasi bahwa sang penyerang bakal hengkang musim panas ini. Dilansir Sky Sport, pelatih The Cherries, Andoni Iraola menjelaskan bahwa Solanke absen karena cedera kaki. Tapi dirinya tidak menampik bahwa ada ketertarikan dari klub lain, salah satunya Tottenham. Sang penyerang kabarnya memiliki klausul senilai 65 juta pound dalam kontraknya. Bournemouth tak akan menerima jika klub asal London itu menawar di bawah angka tersebut.

NICOLAS PEPE JOIN VILLARREAL

Mantan pemain termahal Arsenal, Nicolas Pepe akhirnya menemukan klub baru di Spanyol. Setelah musim-musim yang buruk dan kesulitan mencari klub baru, Pepe dikabarkan resmi bergabung dengan Villarreal. Dilansir Goal, pemain asal Pantai Gading itu bergabung Villarreal dengan status bebas transfer setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Trabzonspor. Pepe pun menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan The Yellow Submarine. Bermain di salah satu liga terbaik di Eropa akan menjadi ajang pembuktian bagi Pepe usai sempat mengalami masalah mental.

VITOR ROQUE TOLAK TAWARAN AL HILAL

Sementara dari Barcelona, salah satu bintang mudanya, yakni Vitor Roque dilaporkan baru saja menolak tawaran dari klub Arab Saudi, Al-Hilal. Dilansir Goal, masa depan Vitor Roque di Barcelona belum pasti setelah dirinya menolak untuk pindah ke Al-Hilal. Vitor masih mengharapkan tawaran dari klub Eropa lain. Ia merasa terlalu muda untuk berkarir di Arab Saudi. Selain itu, pemain asal Brazil itu juga akan menemui Hansi Flick sekali lagi. Vitor berharap bahwa pelatihnya mau memberikan menit bermain yang cukup di musim depan.

ATLETICO MADRID CARI GELANDANG BARU LAGI

Meski sudah mencapai kata sepakat dalam saga transfer Connor Gallagher, Atletico Madrid tetap mencari pemain tengah lain. Dilansir Football Espana, Los Rojiblancos telah mengumpulkan beberapa nama sebagai opsi diluar nama Gallagher. Satu nama yang menjadi prioritas adalah gelandang Valencia, Javi Guerra. Kabarnya, kesepakatan bahkan sudah tercapai antara Atletico dan Valencia. Atleti telah sepakat untuk membayar paket total sebesar 30 juta euro untuk Guerra. Itu lebih murah ketimbang Gallagher.

JELANG PIALA SUPER EROPA, SCAMACCA JUSTRU CEDERA LUTUT

Dari Spanyol kita bergeser ke Negeri Pizza, Italia. Jelang Piala Super Eropa melawan Real Madrid, Atalanta ditimpa musibah. Penyerang utamanya, yakni Gianluca Scamacca justru mengalami cedera. Padahal, laga melawan El Real hanya berjarak sepuluh hari lagi. Dilansir Football Italia, Scamacca mengalami cedera saat melakoni laga uji coba melawan Parma. Kabarnya, Scamacca mengalami gangguan pada lututnya setelah salah mendarat saat duel di kotak penalti lawan. Belum ada kabar pasti separah apa cedera Scamacca. Jika mengalami kerusakan ligamen, dirinya akan absen cukup lama. 

FONSECA INGIN MILAN DATANGKAN ABRAHAM

Sementara dari transfer pemain, AC Milan dikabarkan belum puas dengan komposisi lini depan saat ini. Meski sudah mengamankan tanda tangan Alvaro Morata, Paulo Fonseca dikabarkan ingin membawa Tammy Abraham ke San Siro. Dilansir Football Italia, setelah kedatangan Artem Dovbyk, Roma berusaha menjual Abraham. Kontak awal pun sudah dilakukan oleh perwakilan Milan. Harga yang diminta Roma untuk Abraham adalah 25 juta euro. Itu dinilai terlalu tinggi untuk Milan. Maka dari itu, Milan mengincar kesepakatan pertukaran pemain dengan memasukan nama Alexis Saelemaekers dalam tawarannya.

MEHDI TAREMI TERNYATA HAMPIR JADI DETEKTIF

Masih dari Kota Milan, striker anyar Inter Milan, yakni Mehdi Taremi mengungkapkan fakta unik tentang masa lalunya. Kabarnya, Taremi sempat ingin menjadi detektif sebelum akhirnya menekuni dunia sepakbola. Dilansir Foot Italia, dalam wawancaranya dengan Betsson Sport, Taremi mengungkapkan bahwa dirinya akan menjadi seorang detektif jika tak menemui kesuksesan di dunia sepakbola. Itu karena dirinya sangat menggemari teka-teki dan film-film tentang pengungkapan sebuah kasus.

LEVERKUSEN MULAI SERIUS DEKATI MATIP

Sedangkan dari Bundesliga, Bayer Leverkusen dikabarkan mulai mencari bek baru karena Jonathan Tah semakin dekat dengan Bayern Munchen. Menariknya, Leverkusen justru mengincar bek veteran. Dia adalah Joel Matip. Dilansir Goal, Matip kini berstatus bebas transfer setelah berpisah dengan Liverpool akhir musim lalu. Matip mungkin sudah berusia 32 tahun. Tetapi Xabi Alonso yakin bahwa Matip bisa menjadi pemain yang mampu membantu Leverkusen mempertahankan gelar. 

AREMA JUARA PIALA PRESIDEN

Dari sepakbola tanah air, Arema FC resmi jadi juara Piala Presiden 2024 usai mengalahkan Borneo FC lewat adu penalti dengan skor 5-4. Kemenangan ini menjadi gelar keempat Arema di Piala Presiden 2024. Dilansir CNN Indonesia, sebelumnya Arema sukses juara Piala Presiden 2017, 2019, dan 2022. Meski juara, respons para pecinta sepakbola tidak terlalu antusias. Netizen Indonesia justru mengungkit tragedi Kanjuruhan yang mulai diabaikan.

JUARA PIALA AFF, TONI FIRMANSYAH MALAH DIASINGKAN DARI SKUAD PERSEBAYA

Tidak terlihat saat Persebaya menggelar agenda launching tim untuk Liga 1 musim 2024/25, Toni Firmansyah ternyata sedang menjalani sanksi. Dilansir Bola Okezone, usai membantu Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF U-19, Toni dijatuhi sanksi disiplin oleh pihak klub. Sebab, ia mangkir dari sesi latihan Persebaya selama masa pramusim. Ternyata, Toni sebetulnya tidak diizinkan untuk ikut Piala AFF U-19. Karena tidak menghormati keputusan klub, Toni akhirnya diasingkan dari skuad.

JADWAL KICK OFF INDONESIA VS ARAB SAUDI 

Jadwal laga antara Arab Saudi vs Indonesia di ajang ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 sudah keluar. Dilansir Bolasport, Indonesia langsung menghadapi laga sulit di ronde ketiga dengan bertandang ke Arab Saudi. Soal jadwal kick off, masyarakat tanah air dipastikan harus begadang untuk menyaksikan laga ini. Kick-off laga ini bakal digelar mulai pukul 01.00 WIB. Namun, belum jelas TV Nasional mana yang akan menyiarkan pertandingan ini.

KABAR CEDERA BARU MU

Dilansir dari Goal, Erik Ten Hag berbicara mengenai kondisi cedera pemainnya pasca laga melawan Liverpool di tur pramusim. Dua pemainnya yakni Jonny Evans dan Victor Lindelof yang bermain di laga tersebut mengalami sedikit gangguan cedera. Meneer Belanda itu lalu menarik dua bek tengahnya tersebut di babak pertama sebagai tindakan pencegahan. Ten Hag khawatir terjadinya krisis berlebihan di lini belakang MU setelah ditinggal Leny Yoro. 

LIVERPOOL BERANI TEBUS MAHAL GUEHI

Beralih ke kabar soal Liverpool. The Reds dilaporkan berani menebus bek Crystal Palace Marc guehi hingga 75 juta pounds. Liverpool yakin dengan tawarannya tersebut mereka bisa memenangkan perburuan bek Timnas Inggris itu dengan Newcastle. Dilaporkan juga, The Reds sedang berupaya memasukan bek tengahnya yakni Joe Gomez dalam kesepakatan transfer Guehi tersebut.  

LIVERPOOL TOLAK TAWARAN SOTON UNTUK FABIO CARVALHO

Masih dari Liverpool. Dilansir dari The Athletic, The Reds telah resmi menolak tawaran dari Southampton senilai 15 juta pounds untuk mendapatkan Fabio Carvalho. Penawaran Soton tersebut dinilai terlalu murah oleh para petinggi Liverpool. Menurut laporan, pelatih Liverpool Arne Slot sangat terkesan dengan performa Carvalho selama pramusim. Bukan tidak mungkin Arne Slot menyuruh manajemen The Reds mempertahankan Carvalho.  

NOTTINGHAM FOREST BAJAK EDU DARI ARSENAL

Dari kabar soal Liverpool beralih ke kabar soal Nottingham Forest. Dilansir dari Tribalfootball, Klub milik taipan Yunani Angelos Marinakis tersebut sedang dalam proses membujuk direktur olahraga Arsenal, Edu untuk segera diboyong ke City Ground. Marinakis yang juga pemilik klub Olympiakos dan Rio Ave, menginginkan Edu untuk mengawasi kebijakan transfer ketiga klubnya tersebut. Edu sendiri adalah orang kepercayaan Kroenke selama ini di Arsenal sejak tahun 2019.

JUVENTUS BATAL REKRUT ADEYEMI

Bergeser ke kabar mengenai kesepakatan transfer antara Juventus dan Dortmund. Dilansir Getfootballnewsgermany, transfer Karim Adeyemi dari Dortmund ke Juventus telah resmi batal. Pihak Dortmund berubah pikiran, dan memilih untuk mempertahankan pemain berusia 22 tahun itu musim panas ini. Hal ini karena mereka sudah ditinggal pergi striker seperti Niclas Füllkrug dan Youssoufa Moukoko. Die Borussen tidak ingin kehilangan lebih banyak lagi striker.

LORD BRAITHWAITE BELI ESPANYOL

Kabar menghebohkan datang dari Martin Braithwaite. Dilansir dari Marca, “Lord” Braithwaite punya rencana untuk mengakuisisi mantan klubnya, Espanyol. Braithwaite diklaim kecewa dengan pemilik Espanyol yang sekarang. Fyi aja, mantan pemain Barca tersebut punya finansial yang mumpuni untuk membeli Espanyol. Braithwaite punya bisnis sukses real estate di AS sejak 2017. Pendapatan bersihnya berada di angka ratusan juta dolar AS. Dirinya bahkan masuk daftar pesepakbola terkaya di dunia versi Forbes.

PIALA AFF 2024 MUNDUR, TIMNAS INDONESIA DIUNTUNGKAN

Beralih ke kabar sepakbola nasional. Timnas Indonesia diuntungkan dengan adanya penjadwalan baru Piala AFF 2024. Mengutip dari @theaseanball, kick off Piala AFF 2024 mundur dari jadwal semula untuk menghindari bentrok dengan jadwal kompetisi antarklub Asia seperti AFC Champions League 2024/25. Berhubung klub-klub ASEAN banyak yang ambil bagian di ajang diatas, AFF mengalah dengan mengundurkan jadwal kick off Piala AFF 2024 menjadi 9 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. Perubahan jadwal ini membuat Shin Tae-yong memiliki waktu lebih panjang untuk mempersiapkan tim.

NATHAN TJOE A-ON MASUK SKUAD SWANSEA ARUNGI CHAMPIONSHIP

Selanjutnya beralih ke kabar tentang pemain timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On yang dikabarkan akan masuk skuad Swansea City untuk menjalani musim di Championship 2024/25. Nathan selama ini terus dibawa pelatih Swansea di laga pramusim. Rencananya Nathan akan didaftarkan sebagai skuad resmi Swansea City, jelang melawan Middlesbrough di pekan pertama Championship Sabtu 10 Agustus mendatang.

SHAYNE PATTYNAMA MASUK SKUAD UTAMA KAS EUPEN

Sama nasibnya dengan Nathan, pemain Timnas Indonesia lainnya, Shayne Pattynama juga telah resmi masuk skuad utama klub Belgia, KAS Eupen. Bek kiri tersebut akan mengarungi Liga Dua Belgia musim ini. Kepastian itu dikabarkan langsung klub Belgia tersebut saat mengumumkan seluruh skuadnya untuk musim 2024/25. Kepastian ini akhirnya menjawab teka-teki masa depan Shayne Pattynama usai menghilang dari skuad KAS Eupen selama laga pramusim.

PEMAIN VITESSE KETURUNAN DEPOK SEGERA DINATURALISASI TIMNAS? 

Dari kabar tentang Pattinama, beralih ke kabar pemain baru calon naturalisasi timnas. Pemain keturunan asal Depok, Miliano Jonathans baru saja menggelar pertemuan bersama Tenaga Ahli Menteri Kemenpora, Hamdan Hamedan. Miliano Jonathans yang merupakan pemain klub Vitesse itu mengungkapkan keinginannya untuk kembali berkunjung ke Indonesia. Melansir dari Transfermarkt, pemain Vitesse itu ternyata memiliki keluarga yang berasal dan tinggal di Depok. Miliano Jonathans merupakan penyerang potensial di klub Vitesse, ia bisa bermain di posisi gelandang serang dan sayap kanan. Bahkan, dirinya terbilang berbakat karena berhasil menembus skuad utama Vitesse saat usianya masih menginjak 18 tahun. 

 

Atletico Madrid Tak Pernah Kehabisan Striker Gacor, Ini Buktinya!

Setelah gagal mendaratkan Artem Dovbyk, Atletico Madrid berhasil mendatangkan striker ganas dari Villarreal, Alexander Sorloth. Dilansir dari The Athletic, pemain berkebangsaan Norwegia tersebut diikat kontrak selama 4 tahun oleh Los Rojiblancos.

Kedatangan Sorloth ke Metropolitano menambah daftar panjang striker gacor yang pernah bermain untuk Los Rojiblancos. Lantas, siapa saja striker ganas yang pernah menjadi juru gedor rival sekota Real Madrid ini? 

 

David Villa

Masa depannya yang buram di Barcelona, membuat David Villa memutuskan untuk angkat kaki sesegera mungkin dari Camp Nou. Striker yang kala itu berusia 31 tahun tersebut akhirnya memilih untuk hijrah ke Madrid dan bergabung bersama Diego Simeone pada musim panas 2013.

“Tak ada urusannya dengan Messi. Waktu itu banyak rumor soal itu, tapi sebenarnya jika saya terus bermain sebagai starter, saya akan terus bertahan di Barcelona. Kenyataanya saya mulai kehilangan posisi. Saya selalu dicadangkan dan setelah dipertimbangkan, saya berbicara kepada tim manajemen bahwa saya ingin pergi,” ujar David Villa via 90 Mins.

Kala itu, memang David Villa sempat berkonflik dengan Messi. Dilansir Give Me Sport, kemarahan Messi bermula dari keogahan Villa untuk mengoper bola saat Barcelona sedang menjamu Granada di Camp Nou pada musim 2012/13. Ngambeknya La Pulga ini disinyalir sebagai sebab kepindahan Villa, namun pada kenyataannya bukan itu sebabnya.

Meski hanya semusim berkandang di Vicente Calderon, Villa berhasil membantu Atletico Madrid ke final Champions League. Di final, mereka harus takluk atas rival sekotanya, Real Madrid di babak tambahan waktu. Total, 15 gol dan 5 assist dicetaknya saat berseragam merah-putih dan sebuah trofi La Liga juga didapatkannya.

 

Mario Mandzukic

Setelah ditinggal David Villa yang melanjutkan kelananya ke Amerika Serikat, Atletico Madrid kedatangan striker elit lainnya, Mario Mandzukic. Striker Timnas Kroasia tersebut didatangkan Los Rojiblancos dari Bayern Munchen.

Sama seperti David Villa, striker yang kala itu berusia 28 tahun tersebut hanya bertahan semusim di Atletico. Meski begitu, Mandzukic berhasil mencetak total 20 gol dan 5 assist untuk Los Rojiblancos. Setelahnya, Mandzukic dipinang oleh klub Italia, Juventus.

 

Antoine Griezmann

Meski terlahir di Prancis, kisah kehebatan Antoine Griezmann tumbuh dan berkembang di Spanyol. Sejak dipromosikan dari tim junior Real Sociedad pada musim panas 2009, Griezmann perlahan tapi pasti mulai menembus barisan pemain utama La Real. Total, 52 gol dan 18 assist telah dirinya ciptakan saat berseragam biru-putih hingga musim 2013/14.

Atletico akhirnya meminangnya pada musim panas 2014 dengan mahar sekitar 30 juta euro (Rp 521 miliar). Angka yang kelak akan naik 4 kali lipat kala Barcelona meminangnya pada musim panas 2019. Performanya di Atletico memang sangat mengesankan sehingga wajar apabila Blaugrana tertarik untuk meminangnya.

Pada episode pertamanya bersama Atletico, Griezmann selalu konsisten mencetak dua digit gol untuk Los Rojiblancos. Bahkan, pada musim 2015/16, dirinya berhasil membawa Atletico Madrid tembus ke final Champions League lagi. Sialnya, mereka kembali bertemu dengan Real Madrid. Pada laga yang berjalan alot tersebut, Los Rojiblancos harus tunduk atas Los Merengues melalui adu penalti.

Namun, kegagalan di final Champions League tersebut bisa terobati oleh trofi Europa League yang berhasil Atletico dapatkan pada musim 2017/18. Brace Griezmann di final berhasil membuat Marseille takluk tiga gol tanpa balas atas anak asuh Diego Simeone. Sebelumnya, di semifinal kegemilangan Griezmann juga membantu Los Rojiblancos menaklukan Arsenal.

Pada Agustus 2021, Griezmann kembali ke Madrid untuk dipinjamkan ke Atletico. Barca meminjamkan peraih Piala Dunia 2018 tersebut dalam jangka waktu 2 musim. Kemudian, setelah masa peminjamannya habis, pada musim panas 2023, Atletico Madrid mempermanenkan kontraknya. Hingga akhir musim 2023/24, Griezmann sudah mencetak 181 gol dan 84 assist dalam 389 laga berseragam Atletico.

 

Diego Costa

Pemain Spanyol kelahiran Brazil, Diego Costa didatangkan oleh Atletico Madrid dari SC Braga pada Januari 2007. Namun, pemuda yang kala itu masih berusia 18 tahun tersebut dipinjamkan ke beberapa klub seperti Celta Vigo, Albacete, dan Real Valladolid terlebih dahulu.

Costa mulai diberi kesempatan untuk bermain bersama Atletico pada musim 2010/11, itupun belum menjadi pemain reguler. Akhirnya, Costa kembali dipinjamkan lagi ke Rayo Vallecano di paruh kedua musim 2011/12. Dari sinilah, keganasan Costa dimulai. Bersama Los Franjirrojos, Costa berhasil mencetak 10 gol dan 4 assist hanya dalam 16 laga.

Musim 2012/13, Costa akhirnya menjadi pemain utama di Atletico Madrid. Pada musim tersebut dirinya total mencetak 20 gol dan 13 assist serta meriah trofi Copa del Rey. Barulah semusim setelahnya, musim 2013/14, Diego Costa berhasil mencapai performa terbaiknya.

Berduet dengan David Villa, Diego Costa berhasil mempersembahkan trofi La Liga dan berhasil membawa Los Rojiblancos tembus ke final Champions League. Pada musim tersebut, Costa mencetak total 36 gol dan 4 assist. Kegemilangannya tersebut akhirnya membuat Costa langsung dipinang Chelsea.

Pada Januari 2018, Costa kembali lagi ke Atletico dari Chelsea. Kembalinya Costa ke Atletico juga berhasil membuat Los Rojiblancos meraih beberapa trofi lagi. Total, Costa berhasil mempersembahkan beberapa trofi antara lain, 2 gelar La Liga, 3 gelar UEFA Super Cup, 1 gelar Copa del Rey, dan 1 gelar Europa League.

 

Radamel Falcao

Meski hanya bermain dua musim di Vicente Calderon, performa Radamel Falcao bersama Atletico akan selalu dikenang. Dirinya didatangkan pada Agustus 2011 dari Porto. Pada musim pertamanya, Falcao langsung memberi sebuah trofi Europa League dan total mencetak 36 gol dan 6 assist.

Memulai musim keduanya dengan trofi UEFA Super Cup, Falcao kembali mencetak dua digit gol berkepala tiga lagi. Total, 34 gol dan 3 assist telah diciptakannya pada musim tersebut. Pada akhir musim tersebut, Falcao juga berhasil mempersembahkan trofi Copa del Rey. Selanjutnya, Falcao berlabuh ke AS Monaco.

 

Sergio Aguero

Meski hanya berhasil memberi gelar Europa League dan UEFA Super Cup, Sergio Aguero adalah legenda bagi publik Los Rojiblancos. Dirinya didatangkan pada musim panas 2006 dari Independiente.

Selama lima musim bermain di Vicente Calderon, hanya pada musim pertamanya saja Aguero gagal mencetak dua digit gol dalam semusim. Total, 101 gol dan 45 assist telah dicetak oleh pemain yang menyematkan kata “Kun” di jerseynya tersebut selama berseragam merah-putih.

 

Diego Forlan

Sama seperti Aguero, meski hanya memberi gelar Europa League dan UEFA Super Cup, Diego Forlan adalah legenda yang pernah bermain untuk Los Rojiblancos. Dirinya didatangkan semusim setelah Aguero datang dari Villarreal. Kelak, dirinya juga pergi di musim panas yang sama dengan Aguero, musim panas 2011.

Bersama Aguero, Forlan menjelma sebagai sosok yang mengerikan. Total, 96 gol dan 31 assist diciptanya untuk Los Rojiblancos. Bahkan, pada musim 2008/09, 32 golnya membuat Forlan diganjar gelar El Pichichi keduanya setelah sebelumnya pernah mendapatkan gelar tersebut saat bermain di Villarreal.

 

Fernando Torres

El Nino adalah bintang paling besar yang pernah diproduksi oleh Los Rojiblancos. Fernando Torres pertama kali tampil bersama Atletico senior pada musim 2000/01. Kala itu, mereka masih bermain di Segunda Division.

Setelah meraih promosi, pada musim pertamanya di La Liga, yakni musim 2002/03, El Nino langsung mengguncang publik dengan mencetak dua digit gol. Catatan yang akan terus dilakukannya hingga dirinya dipinang Liverpool pada musim panas 2007.

Pada Januari 2015, El Nino kembali ke pangkuan Los Rojiblancos sebagai pemain pinjaman dari AC Milan. Kembalinya Torres pada musim tersebut berhasil membuat Atletico tembus ke final Champions League dan terpaksa takluk lewat adu penalti dari Real Madrid.

Pada akhir musim 2015/16, habisnya kontrak Torres bersama AC Milan membuat Atletico langsung mengontraknya. Torres bertahan di sana selama dua musim untuk kemudian mengelana ke Jepang. Bersama Atletico Madrid, El Nino berhasil meraih sebuah gelar Segunda Division pada musim 2001/02 dan Europa League pada musim 2017/18.

https://youtu.be/_bhFcthAea8

Sumber: The Athletic, Into The Calderon, 90 Mins, dan Give Me Sport

Waktunya Raja dari Utara Menaklukkan Eropa

Atletico Madrid berhasil mendaratkan striker baru berpaspor Norwegia, Alexander Sorloth. Dikutip dari ESPN, Sorloth didatangkan dengan mahar 32 juta euro (Rp 564 miliar) dari Villarreal. Striker petualang tersebut diikat kontrak selama 4 musim ke depan oleh Los Rojiblancos.

Dilansir dari Into The Calderon, Sorloth direkrut setelah tujuan utama mereka, Artem Dovbyk, lebih memilih bergabung ke AS Roma ketimbang ke Atletico. Sekadar info, Dovbyk dan Sorloth merupakan striker mematikan di La Liga musim lalu. Dovbyk meraih El Pichichi dengan mencetak 24 gol dari 36 laga dan Sorloth berada di posisi setelahnya dengan mencetak 23 gol hanya dari 34 laga.

Lantas, seperti apa sebenarnya pemain yang dijuluki The King in the North tersebut? Serta bagaimana kecocokannya dengan skema Diego Simeone?

 

Menjadi Sensasi di Norwegia

Alexander Sorloth merupakan putra mantan striker Timnas Norwegia dengan koleksi 15 gol, Goran Sorloth. Dirinya lahir pada 5 Desember 1995 di Trondheim. Sang ayah, Goran Sorloth, memang pernah membela klub Trondheim, Strindheim, sebelum nantinya bergabung dengan Rosenborg. Alur tersebut nantinya akan direplikasi oleh Alexander muda di awal karirnya.

Sebagai anak dari pesepakbola, Alexander kecil langsung dimasukkan ke akademi lokal, yaitu Akademi Strindheim, mantan klub sang ayah. Selain itu, dilansir oleh Football Biography, sang ibu, Hildegunn Roten, merupakan seorang atlet handball. Oleh karena itu, wajar apabila Alexander kecil sangat gila dengan olahraga. Tak hanya bermain bola, tetapi juga aktif bermain handball dan ski es.

Pada tahun 2010, Alexander muda akhirnya pindah ke akademi Rosenborg, mengikuti jejak sang ayah. Debut pertamanya baru didapatkan pada tahun 2013 saat Rosenborg menjamu Crusader pada ajang kualifikasi Europa League 2013/14. Kala itu, Rosenborg sudah unggul dengan skor 5-2 dan pada menit ke-60, pemuda tersebut diberi kesempatan untuk pertama kalinya merumput bersama tim senior.

Hanya butuh 12 menit saja, pemuda yang kala itu belum genap 18 tahun tersebut langsung mencetak gol untuk memperjauh marjin skor. Gol tersebut merupakan gol pertama dan satu-satunya yang Sorloth cetak untuk Rosenborg. Karirnya di Rosenborg hanya bertahan hingga Desember 2014 dan setelahnya dirinya dipinjamkan ke Bodo/Glimt.

Sorloth harus pindah jauh ke utara, sekitar 9 jam dari Trondheim, tempat kelahirannya sekaligus kandang dari Rosenborg. Namun, semusim bersama Bodo/Glimt inilah yang akan melambungkan nama Sorloth ke publik yang lebih luas. Bersama Superlaget, Sorloth berhasil mencetak 14 gol dan 6 assist hanya dalam 29 laga. Performa apiknya ini juga yang kelak membuatnya mulai dipanggil untuk menjadi juru gedor Timnas Norwegia senior.

 

Mengelana di Eropa

Performa apiknya di Kota Bodo akhirnya membuat Groningen terpincut untuk menggaetnya ke Belanda. Trots van het Noorden akhirnya menebusnya dengan mahar 550 ribu euro (Rp 9,5 miliar). Namun, dua musimnya di Eredivisie cukup mengecewakan. Sang Raja hanya berhasil mencetak 6 gol dan 4 assist saja dari 43 pertandingannya berseragam Groningen. Akhirnya, dirinya dilego ke Denmark.

Di Denmark, Sorloth bergabung dengan Midtjylland. Karena performanya yang kembali menanjak, Sorloth hanya bertahan setengah musim di sana. 15 gol dan 9 assist berhasil dicetaknya hanya dalam setengah musim. Namanya kemudian terendus hingga ke tanah Britannia dan akhirnya dirinya mendarat di London pada akhir Januari 2018.

“Saya pernah melihatnya bermain bersama Norwegia U17 dan sejak saat itu dirinya selalu menghantui kepalaku. Dia tampil biasa saja di Groningen. Namun, Alexander mempunyai fisik seorang Viking meski dirinya bukan seorang target man,” ujar Barry Simmond, pemandu bakat yang memimpin proses kedatangan Sorloth ke Selhurst Park, via The Athletic.

Namun, entah mengapa, performanya di Inggris benar-benar turun. Sorloth tak mampu mencetak satu pun gol di Premier League. Dirinya hanya mampu mencetak 1 gol dan 1 assist selama 20 laga berseragam merah-biru. Itu pun keduanya dilakukan pada ajang Piala Liga. Akhirnya, pada Januari 2019, Sang Raja dipinjamkan ke Belgia bersama KAA Gent. 9 laganya di Liga Belgia berbuah 3 gol dan sebuah assist.

Barulah tajinya kembali bertuah kala pada musim panas 2019, Crystal Palace kembali meminjamkannya keluar, jauh ke timur ke sebuah kota yang dikenal penuh kabut di tepian Laut Hitam, Trabzon. Semusim bersama Trabzonspor akan menjadi musim yang paling tak terlupakan oleh Sorloth.

Bagaimana tidak? Di Turki, Sorloth menyabet Piala Turki dan gelar top scorer. Total 33 gol dan 11 assist berhasil diciptakannya selama berseragam Trabzonspor. Catatan apik yang kembali menaikkan mental sekaligus harga jualnya. Tak mau rugi, The Eagles langsung melepasnya kala RB Leipzig meminang pada musim panas 2020.

Namun, entah apalagi yang terjadi pada Sang Raja. Taji Sorloth kembali tumpul. Dari 29 laga Bundesliga yang dijalaninya, hanya 5 gol dan 2 assist yang berhasil diciptakannya. Di Champions League, Sorloth hanya mampu mencetak 1 gol dan tak mampu membawa Die Roten Bullen lolos dari fase grup. Alhasil, musim depan dirinya harus kembali mengelana.

Kali ini, Sang Raja yang berasal dari daerah dingin di belahan bumi utara harus mengelana di tempat yang hangat, yakni Spanyol. Tak disangka, petualangannya di Spanyol berjalan cukup lama. Sorloth dipinjam oleh Real Sociedad selama dua musim berturut-turut. Di San Sebastian, Sorloth berhasil mencetak 25 gol dan 5 assist dari total 90 laga.

Setelah Nicolas Jackson dibajak Chelsea, Villarreal harus mencari juru gedor pengganti. Pencariannya tersebut jelas langsung tertuju pada nama Alexander Sorloth. Bagaimana tidak? Striker bertinggi 195 cm tersebut sudah teruji bermain di La Liga dan dirinya pun tak terlalu dibutuhkan untuk RB Leipzig. Tanpa basa-basi, Kapal Selam Kuning langsung menginvestasikan sejumlah uang untuknya.

Sorloth langsung membalas kepercayaan El Madrigal dengan tunai. Dirinya langsung mencetak 23 gol di La Liga, satu gol di bawah peraih El Pichichi, Artem Dovbyk. Tak hanya itu, Sorloth juga membuat sensasi setelah berhasil mencetak 4 gol ke gawang Real Madrid hanya dalam waktu 17 menit. Edan! 

 

Amunisi Baru Diego Simeone

Sebagai striker yang dikenal sebagai The Atleti Killer karena hobinya membobol gawang Los Rojiblancos, kedatangan Sorloth ke Atletico bisa sedikit mengurangi beban lini belakang anak asuh Diego Simeone. Satu hal yang pasti, kedatangan Sorloth jelas menjadi senjata baru bagi Diego Simeone dan yang terpenting, senjata tersebut datang dalam keadaan tajam.

Dikutip dari Breaking The Lines, saat bermain bersama Villarreal, Sorloth tidak banyak berperan dalam bangun serangan. Namun, dirinya ditugaskan untuk berlari menuju area pertahanan lawan dan mengeksploitasi ruang yang menganga. Peran ini jelas mengaktifkan kekuatan dan keunggulan fisik yang dimilikinya, serta menutupi kekurangan teknisnya yang akan terlihat jika dirinya diwajibkan untuk ikut membangun serangan.

Striker seperti ini jelas akan berguna dalam skema serangan balik mematikan ala Diego Simeone. Keunggulan fisik Sorloth akan berguna untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Perlu diingat, 23 gol yang Sorloth cetak musim lalu di La Liga, semuanya dicetak di dalam kotak penalti dan tak ada satupun yang dicetak melalui tendangan penalti.

Apabila semuanya berjalan lancar, Sorloth bisa menjadi ujung tombak yang mematikan bagi Los Rojiblancos. Bukan tak mungkin pula, kali ini, Sang Raja akan bersinar di Eropa. Sebab, dari dua final Champions League terakhir yang Atletico lakoni bersama Simeone, semuanya selalu diimami oleh striker gacor. Baik itu Diego Costa ataupun Antoine Griezmann. Sudah saatnya Sang Raja menaklukkan Eropa!

Sumber: ESPN, Into The Calderon, Football Biography, The Athletic, dan Breaking The Lines