Beranda blog Halaman 135

Menilik Australia, Tamu Pertama Indonesia di Ronde Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Timnas Australia dijadwalkan akan berkunjung ke Jakarta pada awal September 2024. Sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh AFC, Australia akan menantang Timnas Indonesia dalam lanjutan ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Laga tersebut akan diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 10 September 2024.

Laga tersebut awalnya diisukan akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Namun, sepertinya besar kemungkinan laga tersebut bakal digelar di Jakarta ketimbang Surabaya. “Sementara ini kami masih akan tetap bermain di Jakarta, tepatnya di SUGBK. Nanti Pak Ketua Umum PSSI (Erick Thohir) yang akan bicara,” ucap Sekjen PSSI, Yunus Nusi via Detik.

Dilansir dari CNN, Menurut Exco PSSI, Arya Sinulingga, pemilihan SUGBK lebih ke urusan penonton. PSSI ingin memberikan kesempatan kepada lebih banyak penonton untuk datang dan mendukung Timnas secara langsung. Oleh karena itu, SUGBK jadi prioritas karena kapasitasnya yang lebih besar dari GBT.

Lantas, bagaimana sebenarnya kekuatan Australia dalam memperjuangkan satu tiket menuju Piala Dunia 2026?

 

Langganan Kompetisi Internasional

Australia adalah salah satu anggota AFC yang cukup rutin tampil di Piala Dunia. Tercatat, Socceroos sudah 6 kali tampil di ajang sepak bola tertinggi sejagad tersebut. Pada 5 edisi Piala Dunia terakhir, Socceroos selalu menjadi pesertanya.

Socceroos pertama kali tampil di Piala Dunia pada edisi 1974 di Jerman Barat. Kala itu, Australia tergabung dalam Grup 1 bersama tuan rumah, Jerman Barat, Jerman Timur, dan Chile. Pada edisi tersebut, Australia hanya menjadi bulan-bulanan duo Jerman.

Di laga perdana, mereka dilumat sang juara grup, Jerman Timur dengan skor 2-0. Lalu, giliran sang tuan rumah ikut menghajar Australia tiga gol tanpa balas. Untungnya, di laga terakhir Chile tak mampu menjebol gawang Socceroos sehingga laga berakhir dengan skor kacamata.

Sejak saat itu, Australia tak pernah lolos Piala Dunia lagi. Butuh waktu selama 32 tahun, agar mereka bisa menetas kembali di Piala Dunia, waktu yang kurang lebih sama dengan periode Orde Baru di Indonesia. Munculnya generasi emas Socceroos pada awal dekade 2000-an berhasil mereformasi jalan sepak bola Australia di ajang Internasional. Mungkin, untuk selamanya.

Musim panas 2006, Socceroos kembali ke Jerman. Kala itu, mereka tampil lebih pede dengan skuad yang lebih oke. Di bawah asuhan Guus Hiddink, nama-nama seperti Mark Schwarzer, Harry Kewell, Mark Viduka, dan Tim Cahill menghiasi daftar pemain Socceroos. Hasilnya? Sangat oke untuk level Australia.

Pada laga pertama, Jepang yang kala itu cukup hype karena Piala Dunia 2002 dan para pemainnya di Eropa, langsung dibuat seperti tim amatiran. Mereka dihajar 3-1. Ketiga gol Australia dicetak semuanya pada 10 menit terakhir waktu normal. Etos kerja Jepang hanyalah mitos, karena faktanya itu milik Australia. 

Di laga kedua, tim unggulan Brazil memberi Australia pelajaran. Tim Samba menjebol gawang Mark Schwarzer dua kali. Pada laga terakhir, etos kerja Australia kembali diperlihatkan dengan gol penyama kedudukan Harry Kewell yang membuat mereka tak kalah dari Kroasia dan berhak lolos ke 16 besar.

Pada babak 16 besar, mereka bertemu kelas berat, yang kelak menjadi jawara kompetisi, Italia. Socceroos kalah menyakitkan oleh gol dari titik putih di injury time. Adalah Kaisar Ke-8 Imperium Romawi, Francesco Totti, bertindak sebagai algojo yang memutus harapan Australia untuk melangkah lebih jauh. Akhirnya, Australia harus pulang lagi dari Jerman, namun kini dengan kepala yang tegak.

Sejak saat itu, Australia selalu tampil di edisi-edisi Piala Dunia selanjutnya. Meskipun tak pernah lagi lolos ke babak 16 besar. Kecuali pada edisi 2022 lalu. Socceroos akhirnya kembali lolos dari fase grup. Sialnya, mereka malah kembali bertemu sang jawara kompetisi. Kali ini, Argentina. Socceroos harus pulang dari Qatar setelah takluk 2-1 atas Tim Tango.

Seperti yang sudah diketahui, lolosnya Socceroos ke ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 sama dengan lolosnya mereka ke Piala Asia 2027. Australia juga memiliki catatan yang cukup lumayan di kompetisi kontinental.

Bermodal semangat “old soccer, new football” Australia bergabung ke AFC pada 1 Januari 2006 dan sejak saat itu juga mereka menjadi langganan peserta Piala Asia. Mereka tampil dua kali di final selama 5 Piala Asia yang diikutinya. Pada final pertamanya di Qatar tahun 2011, mereka harus kalah tipis 1-0 dari Jepang setelah berhasil menahan mereka selama 90 menit.

Pada final keduanya, mereka bermain sebagai tuan rumah pada edisi 2015. Mereka kembali menunjukkan etos kerja tinggi khas Socceroos setelah berhasil membuat Korea Selatan menangis keras di akhir babak tambahan waktu. Tim Ange Postecoglou berhasil membuat gol penyama Son Heung-min di akhir waktu normal sia-sia. Australia menang 2-1 dan berhak mencium trofi Piala Asia. 

 

Ancaman yang Nyata untuk Tim Garuda

Berdasarkan catatan 11v11, laga di awal Indonesia menjamu Australia kali ini akan menjadi pertemuan ke-20. Indonesia memiliki rekor yang sangat buruk ketika berhadapan dengan sang tetangga. Tim Garuda hanya mampu terhindar dari kekalahan sebanyak 4 kali dengan rincian 3 kali imbang dan sekali menang. Sisanya hancur lebur.

Satu-satunya kemenangan diraih pada tahun 1981 dalam ajang kualifikasi Piala Dunia 1982. Dikutip dari CNN, laga tersebut digelar di Stadion 10 Nopember, Surabaya. Kala itu, Timnas Indonesia masih dihiasi oleh nama-nama seperti Rully Nere dan Herry Kiswanto. Socceroos kalah tipis akibat gol semata wayang Herry Rusdianto di akhir waktu normal.

Pada laga nanti, Tim Garuda harus betul-betul waspada dengan kekuatan Socceroos. Bagaimana tidak? Selain gacor pada ronde kedua Piala Dunia 2026 lalu, Australia juga belum pernah terbobol sekali pun. Lebih-lebih, catatan gol mereka di ronde sebelumnya adalah 22 gol. Hampir 3 kali lipat dengan Timnas Indonesia yang hanya bisa mencetak 8 gol.

Jelas, ini adalah alarm keras bagi Tim Garuda. Australia harus diakui sangat dominan di atas kertas dari Tim Garuda. Secara kualitas pemain pun, pemain-pemain Socceroos bisa dibilang memiliki level di atas pemain Indonesia secara rata-rata. Nama-nama seperti Jackson Irvine, Connor Metcalfe, Cameron Burgess, dan Ajdin Hrustic, merupakan pilar-pilar penting timnya masing-masing.

Ini adalah ujian berat bagi Jay Idzes dan kawan-kawan. Berkaca dari performanya di ronde kedua Piala Dunia 2026, Australia adalah tim yang bagus secara penyerangan dan pertahanan. Timnas Indonesia harus benar-benar memutar otak dan bekerja sangat keras agar bisa meraih hasil yang tidak mengecewakan saat menjamu Socceroos.

Tidak mengecewakan di sini bukan berarti harus menang. Tak kalah dari Australia saja sepertinya sudah sangat bagus. Andai kata harus kalah, jika Tim Garuda bisa memberikan perlawanan dan membuat Socceroos kesulitan, itu pun harusnya sudah masuk ke dalam kategori tidak mengecewakan.

https://youtu.be/KbrLaJtjeyg

Sumber: AFC, Detik, CNN, dan 11v11

Pantes China Mau Ngakalin Indonesia, Timnasnya Jelek Gitu

0

7.344 kilometer perjalanan akan ditempuh rombongan Timnas Indonesia kala melawat ke China di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Anak asuh Shin Tae-yong akan menghabiskan 115 jam rihlah dari Jakarta ke Qingdao, di Provinsi Shandong, China.

Federasi Sepak Bola China atau CFA sengaja menempatkan laga melawan Indonesia di Qingdao. Keputusan ini cukup memancing Erick Thohir berkomentar. Lalu muncul bola liar. 

China cuma mau mengakali Timnas Indonesia. Dan mungkin saja hanya itu yang bisa mereka lakukan. Kalau kita menilik kekuatan Timnas China, sebetulnya tidak seberapa. Bahkan seperti kuburan China, prestasi Timnas China juga sepi. Seburuk apa sih Timnas China? Mari mengurainya.

Alasan China Menaruh Laga ke Qingdao

Putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akan menggunakan format double round robin. Setiap tim akan mendapat jatah menjadi tuan rumah maupun tamu. Ihwal tempat pelaksanaan, keputusan diserahkan ke tuan rumah. Oleh karena itu, kesempatan menjadi tuan rumah bisa dijadikan strategi. Seperti apa yang dilakukan oleh CFA.

Sebelum menghadapi Indonesia, China akan lebih dulu bertandang ke Adelaide, Australia di bulan yang sama, yakni Oktober. Mengutip CNN Indonesia, CFA pun mempertimbangkan venue yang cuacanya tak berbeda dari Adelaide untuk menjamu Indonesia. Sehingga Timnas China tak kesulitan beradaptasi.

CFA pun memilih Qingdao. Kebetulan di Bulan Oktober, China memasuki musim dingin. Suhu tertinggi di Qingdao maksimal bisa mencapai 20 derajat celcius kala musim dingin, sedang suhu terendahnya bisa menyentuh 12 derajat celcius.

Mendengar bahwa China akan menjamu Indonesia di Qingdao dengan cuaca dingin semacam itu, Erick Thohir merespons seperti seorang bocah yang dikerjain temannya. Secara impulsif Erick bilang akan membalas perlakuan China tersebut. Menurutnya, Indonesia bisa saja menjamu China tidak di GBK, melainkan di Stadion Harapan Bangsa di Aceh atau Stadion Lukas Enembe di Papua. 

Warganet juga ikutan reaktif. Banyak yang bilang, China ini tim lemah, tim yang sangat mungkin dikalahkan oleh pasukan STY. Maka dari itu, mereka mencoba menggembosi Timnas Indonesia dengan menjamunya ke tempat dingin yang jaraknya bahkan enam jam perjalanan dari Beijing.

Cuma Sekali ke Piala Dunia

Ya, ya, Timnas China memang jelek. Namun, sebenarnya tidak sejelek Timnas Indonesia. Kalau mau ngamuk di kolom komentar, sok atuh. Tapi kita lihat dulu sejarahnya. Sekurang-kurangnya, China pernah sekali lolos ke Piala Dunia dengan nama China. Indonesia? Baru akan. Itu pun belum terbukti.

Meskipun itu hanya di edisi 2002. Benar, saat dua negara Asia: Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah. Di Piala Dunia 2002, China bagai tim yang buat menggenapi saja. Di fase grup, The Dragons bergabung dengan Kosta Rika, Turki, dan Brazil. Jangankan menyabet kemenangan, mencetak gol saja, ah ya ampun, nggak mampu.

Dari tiga pertandingan, China menelan tiga kekalahan. Kosta Rika melumat mereka 2-0. Brazil berpesta empat gol. Turki bahkan bisa mencetak tiga gol. Satu-satunya kelolosan China ke Piala Dunia tersebut malahan bisa jadi sesuatu yang tak layak dikenang. Finis di posisi juru kunci, China bahkan menjadi tim terburuk di kompetisi itu setelah Arab Saudi.

Usai di edisi 2002, China tak lagi ke putaran final Piala Dunia. Paling pol mereka hanya sampai di putaran ketiga. Terhitung sudah 22 tahun China tak terjun di Piala Dunia. Dua dekade lebih, bung!

Tak Pernah ke Olimpiade Sejak 2008

Di level multi olahraga kelas dunia, Olimpiade, Timnas China juga terakhir ambil bagian di tahun 2008. Di edisi itu, mereka sebetulnya tidak lolos kualifikasi karena Olimpiade 2008 digelar di Beijing.

Mirisnya, meski bermain di depan pendukung sendiri, China terhenti di fase grup. Setelah Olimpiade Beijing 2008, China tak pernah lolos ke Olimpiade cabang sepak bola putra. Termasuk Olimpiade Paris 2024, sudah empat caturwulan Timnas China tidak bermain di Olimpiade.

Tidak Pernah Juara di Piala Asia

Tak seperti Jepang maupun Korea Selatan, China adalah aib sepak bola Asia Timur. Mereka tak pernah sekali pun menjuarai Piala Asia. China juga acap kali kesulitan di Piala Asia. Misalnya saja di edisi kemarin. Sementara Indonesia bisa melangkah ke 16 besar, China terhenti di fase grup.

The Dragons tak menggondol satu pun kemenangan di Grup A, melainkan hanya meraih dua hasil imbang. Namun, berbeda dengan Indonesia yang pencapaian terbaiknya cuma 16 besar, China sudah dua kali menjadi runner-up. Itu di edisi 1984 ketika takluk atas Arab Saudi dan ketika menjadi tuan rumah di edisi 2004. Waktu itu yang mengalahkan China di final adalah Jepang asuhan Zico.

Di Asian Games, mau itu saat memakai tim U-23 ataupun senior, prestasi terbaik China hanya medali perak, yakni di edisi 1994. Omon-omon, tim U-23 China ternyata jauh lebih buruk dari tim seniornya. Lihat saja, dari lima kali keikutsertaan di Piala Asia U-23, China tak pernah sekali pun lolos dari fase grup.

Saking jeleknya, China hanya dua kali meraih kemenangan dari lima kali tampil di putaran final Piala Asia U-23. Lah, Indonesia emang lebih baik? Sorry nih ye, walau baru sekali bermain di Piala Asia U-23, Indonesia bisa menempati posisi keempat.

Satu yang bisa saja dibanggakan China adalah gelar EAFF Cup atau selevel AFF. Di kompetisi ini, China dua kali juara, di tahun 2005 dan tahun 2010.

Kehilangan Eksistensi, Pembinaan Buruk

Setelah melihat sejarahnya, mari masuk ke kondisi terkini. China, begitu pula Jepang dan Korea Selatan, sejatinya merupakan kekuatan Asia Timur. Ketiganya adalah bunga. Tapi kalau Korea Selatan dan Jepang adalah bunga yang mekar, China bunga yang layu.

Di olahraga lain, China memang jago. Tapi di sepak bola, China cuma bisa melongo. Kemajuan sepak bola yang dijanjikan Xi Jinping ambruk dalam waktu yang terbilang singkat. Mengutip media China, Sohu, masyarakat China tak lagi berharap banyak pada tim nasional sepak bola pria. Namun, alasannya bukan hanya karena timnasnya penuh cela.

Masih banyak timnas yang buruk, namun masih eksis. Timnas Indonesia, misalnya. Sementara, Timnas China tak punya eksistensi. Mereka memang ikut di beberapa kompetisi, tapi ya sekadar yang penting ikut. Selain itu, pembinaan mereka buruk. Sangat buruk malah.

Lihat kan, gimana bapuknya tim U-23 mereka? Timnas China saat ini saja masih diperkuat pemain kelahiran 1990-an awal. Nama-nama bangkotan seperti Wu Lei, Wei Shihao, dan Zhang Yuning yang bahkan belum berprestasi di tingkat Asia masih saja diandalkan.

Korupsi

Sesulit itu ya mencari pemain muda di 1,4 miliar penduduk? Pemain kelahiran 1990-an akhir, tahun 2000, dan 2005 ke atas sebetulnya banyak. Hanya saja para pemain ini tenggelam di lautan kasus korupsi di tubuh federasi. Tahukah kamu, bahwa sepak bola China sampai sekarang masih saja menelurkan para koruptor? 

Salah satunya yang menyeret mantan Presiden CFA. Mengutip Al-Jazeera, mantan Presiden CFA yang dimaksud, Chen Xuyuan dijatuhi hukuman seumur hidup karena menerima suap. Hukuman itu menyusul penyelidikan besar-besar setelah kampanye antikorupsi Xi Jinping di sepak bola China.

Chen memanfaatkan jabatannya dari tahun 2010 hingga 2023 untuk membantu orang lain memuluskan proyek, investasi, dan pengaturan skor. Demi meraup keuntungan senilai 81 juta yuan atau sekitar Rp182 miliar, ia merusak sepak bola China.

Itu di federasi. Liga China dan korupsi juga berpelukan. Pada awal tahun 2000 hingga 2009, kasus semacam pengaturan pertandingan marak terjadi. Lucunya, tak ada sosok yang bisa menghentikan itu sampai Xi Jinping akhirnya cewe-cawe.

Kasus-kasus semacam ini membuat sepak bola China mundur jauh ke belakang. Para pemain muda kandas karena pembinaan terhambat dan investasinya terbatas. Bagaimana mau investasi jika pemimpin federasinya saja pemburu rente yang korup?

Melihat situasi semacam itu, inilah kesempatan Indonesia menghabisi China. Tak masalah main di Qingdao. Para pemain bisa latihan dulu di tempat yang cuacanya mirip-mirip. Setelah itu, kita bikin China yang sudah bonyok makin babak belur.

https://youtu.be/sF5l_TNvU_I

Sumber: NyTimes, 36kr, Sohu, Al-Jazeera, France24, TheConversation, CNNIndonesia

Jor-Joran! Klub Ini Siap Kejutkan Liga 1 Indonesia Musim 2024/25

0

Setelah sepuluh tahun lamanya, Persib Bandung akhirnya memulangkan trofi Liga 1 Indonesia ke Bumi Pasundan. Melihat sepak terjang musim lalu dan pergerakannya di bursa transfer musim ini, sepertinya tak berlebihan jika Persib kembali dijagokan untuk mempertahankan gelar. 

Namun, skuad asuhan Bojan Hodak tak bisa leha-leha. Karena yang bertambah kuat bukan mereka saja. Beberapa klub berikut ini siap bersaing di papan atas dan merebut mahkota juara dari Maung Bandung. Penasaran klub apa saja yang akan menebar ancaman di Liga 1 musim ini? 

Dewa United

Dewa United diperkirakan bakal jadi kekuatan baru di Liga Indonesia musim 2024/25. Sempat terbantu pemutihan pada kompetisi 2022/23, Tangsel Warrior langsung tancap gas dengan menempati posisi kelima musim lalu. Itu jadi bukti kecil bahwa Dewa United telah mengalami peningkatan performa yang signifikan.

Target mereka musim ini adalah juara. Dilansir Antara News, salah satu pemain mereka, Rangga Muslim yakin manajemen dan para pemain sepakat untuk membawa pulang trofi. Keseriusan Dewa bisa dilihat dari geliat transfernya.

Sejauh ini, Dewa sudah mendatangkan tiga pemain asing baru. Meski hanya tiga, nama-nama yang didatangkan telah terbukti kualitasnya di Indonesia. Hingga narasi ini ditulis, Dewa sudah mendatangkan Alexis Messidoro dari Persis Solo, Jaja dari Madura United, dan Taisei Marukawa dari PSIS Semarang. 

Ketiga pemain itu merupakan tulang punggung lini serang di masing-masing timnya musim lalu. Belum lagi pemain-pemain musim lalu seperti Ricky Kambuaya, Egy Maulana, Asep Berlian, dan masih banyak lagi. Dengan kedalaman skuad yang terbilang sangat baik, Dewa rasanya tak akan menghuni papan tengah lagi. Bukan tidak mungkin anak asuh Jan Olde Riekerink bisa merebut gelar musim ini.

Malut United

Meski masih bau kencur, Malut United FC layak masuk dalam daftar kali ini. Debutan Liga 1 tersebut sangat serius dalam mempersiapkan skuad musim 2024/25. Malut jadi salah satu tim paling sibuk di bursa transfer musim ini. Dengan Rp80 miliar, Malut kini berstatus sebagai tim dengan nilai skuad termahal kedua setelah Persib Bandung (Rp86 miliar). 

Sejauh ini, Laskar Kie Raha sudah mendatangkan belasan pemain baru. Pemain yang didatangkan pun bukan sembarangan. Hampir semua pemain asingnya memiliki pengalaman di sepakbola Eropa. Sebut saja seperti Adriano Castanheira yang malang melintang di Liga Portugal. Dirinya bahkan punya 34 caps di kasta tertinggi sepakbola Portugal.

Sedangkan pemain-pemain lokal, Malut United mengincar pemain-pemain berlabel timnas.  Sebut saja seperti Yandi Sofyan, Wahyu Prasetyo, Manahati Lestusen, hingga Sayuri bersaudara. Selain itu, keputusan untuk mempertahankan Imran Nahumarury juga jadi langkah yang tepat. Itu membuat transisi tim tetap berada dalam komando yang sama seperti musim lalu.

Walaupun begitu, Imran tidak ingin terlalu jumawa dengan materi skuadnya yang mewah. Ia menyadari bahwa timnya masih perlu proses untuk terus berkembang. Apalagi dengan adanya beberapa pemain asing baru. Imran tinggal butuh beberapa penyesuaian dan strategi yang matang untuk membawa Malut United sebagai tim yang merepotkan di Liga 1 Indonesia musim ini. 

PSBS Biak

Memiliki latar belakang yang sama dengan Malut United, PSBS Biak juga diprediksi bakal menyulitkan tim-tim raksasa Liga 1. Perwakilan Papua ini juga sangat aktif di bursa transfer jelang bergulirnya Liga 1 musim 2024/25. Bahkan dilansir Bola.com,  tim berjuluk Badai Pasifik itu telah menghabiskan puluhan miliar demi menyusun skuad yang kompetitif.

Menariknya, PSBS tidak melupakan talenta lokal. Mereka juga menggaet beberapa pemain Papua seperti Rivaldo Todd Ferre, Barnabas Sobor, dan Marckho Sandy untuk melengkapi tim. Tak hanya soal pemain, manajemen PSBS juga memperhatikan soal kualitas tim kepelatihan mereka. PSBS bahkan langsung mendatangkan sosok pelatih papan atas dalam diri Juan Esnaider. 

Pelatih yang satu ini mempunyai reputasi mentereng di sepakbola Eropa. Sebagai pemain, Esnaider pernah berseragam Juventus dan Real Madrid. Sementara di dunia kepelatihan, Juan Esnaider pernah menukangi beberapa tim Spanyol seperti Getafe, Real Zaragoza, dan Córdoba. 

Pelatih kelahiran Argentina ini kabarnya dikontrak dengan durasi dua musim. Gebrakan PSBS ini terhitung mengejutkan. Karena mereka merupakan wajah baru di kasta tertinggi Liga Indonesia. Ini adalah kali pertama mereka tampil di kasta tertinggi sepakbola Indonesia dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Barito Putera

Laskar Antasari jadi klub paling awal dalam membangun tim untuk musim baru. Saat klub lain masih sibuk mencari pemain baru dan pelatih baru, Barito Putera malah sudah lebih dulu melengkapi skuad dengan delapan pemain asing sesuai regulasi yang ada. 

Barito kabarnya bakal jadi tim dengan pertahanan terbaik di Liga 1. Mereka memiliki pemain seperti Lucao, Chechu Meneses, Iqbal Gwijangge, Bagas Kaffa, hingga Nova Sasongko di lini belakang. Sedangkan di bawah mistar, Barito memiliki dua penjaga gawang dengan kualitas sama baiknya dalam diri Muhammad Ridho dan Satria Tama.

Selain nama-nama itu, Barito juga diperkuat Levy Madinda, pemain dari Gabon yang sudah malang melintang di persepakbolaan Spanyol dan Turki. Rahmad Darmawan yakin bisa memaksimalkan Madinda sebagai motor serangan di lini depan.

CEO Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, optimis dengan kualitas skuad yang dimiliki musim ini. Dilansir Apakabar.co.id, Hasnuryadi merasa timnya sudah menempuh persiapan yang maksimal. Tim Barito Putera telah menjalani persiapan intensif di Yogyakarta sejak awal Juli. Itu bisa dibilang lebih awal ketimbang tim-tim lain. 

Persebaya Surabaya

Akan kurang lengkap jika kita tak menyebut Persebaya Surabaya dalam daftar ini. Tim yang memiliki julukan Bajul Ijo itu siap menjadikan kegagalan di musim lalu batu loncatan untuk mencapai prestasi yang lebih baik musim 2024/25. Bermodalkan kombinasi pemain muda dan pemain senior, Persebaya akan mengganggu dominasi tim-tim raksasa Liga 1.

Tim ini dibangun dengan kecepatan dan semangat juang para pemain muda dan senior. Skema permainan yang ditunjukan Persebaya juga selalu memukau penonton. Para pecinta sepakbola tanah air pasti akan menantikan aksi-aksi menawan dari Bruno Moreira cs.

Persebaya Surabaya siap menghadapi Liga 1 Indonesia 2024/25 dengan optimisme tinggi. Dengan segala persiapan dan evaluasi yang telah dilakukan, Bajul Ijo siap menjadi salah satu tim paling berbahaya di Liga Indonesia. Apalagi Persebaya juga dilatih pelatih asing, Paul Munster.

Semen Padang

Kembali beraksinya Semen Padang di kasta tertinggi Liga Indonesia menarik perhatian musim ini. Namun, bukan hanya keberhasilan mereka yang menarik perhatian, tetapi juga nilai skuad mereka. Dengan total market value mencapai Rp59,45 miliar, Semen Padang menjadi tim promosi dengan nilai skuad termahal kedua di Liga 1 Indonesia musim ini.

Semen Padang tidak main-main dalam menyusun skuad. Tim yang berjuluk Kabau Sirah itu tercatat sudah mendatangkan 20 pemain baru jelang bergulirnya musim 2024/25. Menariknya, salah satu pemain asing yang didatangkan Semen Padang adalah Charlie Scott. Dia pernah satu tim dengan Marcus Rashford di Manchester United U-23. 

Soal target, Semen Padang mematoknya cukup tinggi. Meski berstatus sebagai tim promosi, Kabau Sirah tidak mau hanya sekadar numpang lewat di kompetisi mendatang. Mereka ingin mengembalikan nama baik tim di kasta tertinggi Liga Indonesia. Penasehat Semen Padang, Andre Rosiade berambisi bisa meraih prestasi dalam dua musim ke depan.

Sumber: Lapang Bola, Bola.net, Antara News, Suara

Berstatus Top Skor Euro 2024, Dani Olmo Kok Mau Sih Gabung Barcelona?

0

Di dunia yang serba canggih ini nggak ada uang pun kita bisa dapat barang yang kita inginkan. Entah itu dengan cara nyicil atau berhutang. Hal itu telah dibuktikan oleh banyak orang termasuk orang-orang di FC Barcelona. Meski dikenal sebagai klub miskin dan banyak hutang, tetap bisa datengin Dani Olmo dengan mahar total 62 juta euro.

Yang jadi pertanyaan, kok ya pemainnya mau gitu lho gabung klub yang punya masalah finansial seperti Barca? Meski kepindahannya menimbulkan banyak pertanyaan, Olmo ternyata punya alasan yang cukup emosional untuk pilihannya itu. 

Banyak Klub yang Berminat

Sebelumnya, Dani Olmo telah menjadi bagian penting skuad Timnas Spanyol dalam merengkuh gelar Euro 2024. Kontribusi pemain berusia 26 tahun itu pun nggak main-main. Meski berposisi sebagai gelandang serang, Olmo keluar sebagai top skor La Roja dengan torehan tiga golnya.

Performanya yang menawan di Jerman membuat beberapa klub top Eropa mengantre untuk mendapatkan tanda tangannya. Beberapa dari mereka bahkan tak keberatan dengan bandrol 60 juta euro yang ditetapkan oleh RB Leipzig.

Tercatat, ada tiga klub yang menaruh hati pada Dani Olmo: Manchester City, Bayern Munchen, dan Barcelona. City sebetulnya jadi tujuan paling menarik bagi Olmo. Selain peluang lebih besar untuk mendapatkan trofi liga, Olmo akan diproyeksikan sebagai pengganti Kevin De Bruyne yang performanya mulai tak konsisten.

Kalau di Bayern Munchen, Olmo tak perlu beradaptasi lagi. Barcelona? Yah, paling tim ini cuma ngeramein aja. Toh, semua tahu fokus Barcelona adalah mengejar Nico Williams.

Tapi Olmo Malah Pilih Barca

Namun, yang terjadi justru kebalikannya. The Sky Blue yang sedang diawasi UEFA soal financial fair play, memilih mundur melihat banderol Olmo yang tinggi. City enggan mengambil resiko yang justru di kemudian hari bisa memperkeruh keadaan. Sementara, Olmo bukan target Bayern Munchen. Di bursa transfer kali ini, Die Roten fokus meningkatkan sektor pertahanan.

Situasi berbeda justru terjadi di Barcelona. Setelah buka donasi untuk membeli Williams dari Athletic Club Bilbao, sang pemain justru mengabaikan tawaran Barcelona. Tandem Lamine Yamal di Timnas Spanyol itu memutuskan untuk bertahan di klubnya saat ini. Kondisi ini akhirnya memaksa Barcelona beralih ke bekas pemain Dinamo Zagreb tersebut. 

Setelah beberapa pertemuan, Dani Olmo menerima tawaran Barcelona. Namun, RB Leipzig berusaha memagarinya dengan kontrak baru. Usaha Leipzig itu tak membuahkan hasil. Olmo tetap memilih menerima tawaran Blaugrana.

Rincian Kontrak

Mendapat lampu hijau dari sang pemain tak lantas memuluskan jalan Barcelona. Dilansir Goal, Barcelona bahkan harus mengirim tawaran sampai tiga kali. RB Leipzig baru menerima tawaran Barcelona di angka 62 juta euro. Tawaran ini terbagi menjadi 55 juta euro untuk fee dan 7 juta sisanya dalam bentuk bonus. Soal skema pembayaran belum jelas. 

Kemungkinan Barcelona akan pakai sistem pay later. Dapat barang dulu, bayarnya mengangsur sambil menikmati barangnya. Soal gaji, Barcelona akan menggaji Olmo 9,3 juta euro per tahun, sama sepertinya gajinya di Die Roten Bullen. Barca juga menjanjikan kenaikan gaji setiap tahunnya.

Ikatan Batin

Bergabung ke Barcelona adalah mimpi Olmo yang sudah diperam sangat lama. Sekalipun terkenal di Jerman, Olmo lahir di Barcelona, 26 tahun yang lalu. Sang pemain mengawali kariernya di akademi Espanyol. Setahun berikutnya Olmo pindah ke La Masia. Sama seperti produk akademi lainnya, Olmo juga ingin memperkuat tim utama Barcelona.

Sayangnya, selama tujuh tahun ia hanya berkutat di tim muda Barcelona. Olmo cuma bermain untuk Barcelona U-18. Gagal menembus skuad utama Tim Catalan, Olmo melancong ke Kroasia. Di sana pemain muda ini berkembang bersama Dinamo Zagreb II. Hingga akhirnya namanya makin semerbak kala membela RB Leipzig.

Demi Timnas Spanyol

Ia yang dipanggil Timnas Spanyol di ajang Euro 2024 bergabung dengan pemain yang bermain di Barcelona. Orang-orang seperti Ferran Torres, Pedi, dan Lamine Yamal memberi kabar tentang klub yang didambakan Olmo tersebut. Tentu saja hal itu menumbuhkan kembali keinginannya untuk memperkuat Barcelona.

Selain tiga temannya itu, Olmo juga berbicara dengan Alex Grimaldo dan Marc Cucurella. Keduanya juga alumni La Masia. Bahkan Olmo pernah satu tim dengan Cucurella di skuad muda Barcelona. Di titik itulah, dorongan untuk bergabung ke Barcelona kian menjadi-jadi. Setelah tahu kalau dengan bermain di Liga Spanyol semakin mudah untuk dipantau Luis de La Fuente, Olmo pun makin mantap ingin segera ke Barcelona. Apalagi Dani Olmo ingin mematenkan posisi di tim nasional.

Kendala

Namun, namanya saja manusia, rasa insecure bisa saja muncul. Skuad Barcelona sedang dipenuhi pemain seperti Gavi, Pedri, Fermin Lopez, bahkan Gundogan di lini tengah. Apa mungkin Olmo bisa bersaing? Selain itu, Barca sedang berkawan dengan masalah finansial. Musim lalu mereka mengalami kerugian sekitar 100 juta euro (Rp1,7 triliun).

Operator La Liga pun sedang mengawasi Barcelona. Blaugrana terancam tidak bisa mendaftarkan pemain baru di musim 2024/25. Hal itulah yang menjadi hantu berikutnya bagi Dani Olmo. Olmo bisa saja meneken kontrak dengan Barcelona, tapi apa mungkin Olmo bisa turun bermain?

El Barca memang masih diizinkan untuk memperkenalkan Olmo di hadapan puluhan ribu fans. Namun, tidak bisa diturunkan sebagai pemain di pertandingan kompetitif apa pun. Situasi ini juga dialami Vitor Roque dan Inigo Martinez musim lalu. Olmo sama saja mempertaruhkan karirnya jika pindah ke Barcelona.

Bujuk Rayu Deco

Di tengah kekhawatiran Dani Olmo, Barcelona mengutus sosok Deco untuk mendekati sang pemain. Dilansir FC Barcelona Noticias, pendekatan yang dilakukan Deco cukup unik. Legenda Barcelona itu memperlakukan Olmo selayaknya wanita yang sedang ia cintai. Mantan pemain FC Porto itu secara intens menelpon Olmo setiap malam demi menurunkan rasa khawatir Olmo.

Tidak hanya itu, Deco juga bersedia untuk terbang ke Jerman. Ia menemui agen Olmo, Juanma Lopez dan Miquel Olmo yang tiada lain ayah dari sang pemain. Tak sulit bagi Deco untuk membangun komunikasi yang baik dengan kedua orang tersebut. Karena agen dan ayah Olmo ternyata sudah pernah bekerjasama dengan Barcelona.

Juanma Lopez dan Miquel Olmo diketahui bekerja di agensi pemain yang sama, yakni Niagara Sport Company. Jika Lopez sebagai agen, maka Miquel adalah salah satu direksinya. Agensi tersebut adalah agensi pemain yang juga menaungi beberapa pemain yang berkarir di Spanyol, termasuk bek muda Barcelona, Mikayil Faye. Dengan pendekatan itu, akhirnya Olmo mau deh gabung Barcelona.

Deco boleh menjamin bahwa Dani Olmo akan baik-baik saja di Barcelona. Tapi bagaimana peran sang pemain di skuad Hansi Flick? Dengan banyaknya persaingan di lini tengah, mungkin Flick akan memanfaatkan fleksibilitas dari pemain berusia 26 tahun itu. 

Dani Olmo sendiri bisa dimainkan di posisi sayap, mengingat Ferran Torres dan Raphina kabarnya sudah tidak masuk rencana tim musim depan. Atau, jika ingin tetap bermain di tengah, Olmo bisa menggantikan peran Ilkay Gundogan yang sudah termakan usia. Olmo bisa membuat trio dengan Pedri dan Frenkie De Jong.

https://youtu.be/_19X6S_TvUw

Sumber: Goal, FC Barcelona Noticias, The Athletic, Bolaskor

Berita Bola Terbaru 7 Agustus 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil laga uji coba pramusim di AS, Real Madrid sukses meraih kemenangan atas Chelsea dengan skor 2-1. Gol dari El Real dicetak oleh Lucas Vazquez dan Brahim Diaz. Sedangkan gol satu-satunya dari The Blues dicetak oleh Noni Madueke.

Sementara itu, laga uji coba lainnya di M&T Bank Stadium AS, Barcelona ditahan imbang AC Milan dengan skor 2-2. Milan cetak dua gol lebih dulu lewat Luka Jovic dan Christian Pulisic. Barcelona baru bisa comeback setelah striker andalannya, Robert Lewandowski berhasil cetak dua gol. Laga tersebut lalu diselesaikan lewat babak adu penalti. Di babak tos-tosan, Rossoneri berhasil unggul dari Blaugrana dengan skor 4-3.

GELANDANG BURNLEY DITAWAR MU

Dari laga pramusim beralih ke kabar soal MU. Dilansir The Sun, Red Devils bergerak untuk menawar gelandang Burnley, Sander Berge. MU menawar gelandang asal Norwegia tersebut setelah tak lagi mengejar Manuel Ugarte yang harganya dianggap terlalu mahal. Pihak MU diketahui telah melakukan kontak dengan perwakilan Berge. Burnley telah meminta mahar 30 juta pounds kepada MU. The Clarets dilaporkan sudah bersedia untuk menjual gelandang bertahan berusia 26 tahun tersebut.

ONANA AKAN LEBIH NEKAT MUSIM INI

Masih dari kabar MU. Dilansir dari Goal, Andre Onana mengatakan akan banyak mengambil risiko sebagai kiper di musim baru ini. Menurut kiper asal Kamerun tersebut, sebagai pemain yang ada salah satu tim terbaik di dunia, harus nekat. Perkataan Onana tersebut membuat fans MU semakin khawatir Onana akan lebih banyak melakukan blunder. Pasalnya, Onana sebelumnya juga banyak dikritik soal performanya yang sering salah ambil keputusan.

TARGET TRANSFER CITY SETELAH PENJUALAN ALVAREZ

Dari MU beralih ke klub tetangga, Manchester City. Dilansir dari Sportbible, setelah dapat durian runtuh dari penjualan fantastis Julian Alvarez, City telah mengungkap target transfer mereka selanjutnya. The Citizens sedang membidik pemain Wolves, Pedro Neto sebagai calon pengganti Alvarez. Diklaim bahwa Neto merupakan salah satu pemain yang diminati Pep Guardiola. Meski berbeda posisi dengan Alvarez, pemain asal Portugal tersebut akan dimanfaatkan Pep sebagai pemain sayap. Pihak City dalam waktu dekat akan segera mengajukan tawaran konkret pada Wolves.

BRIGHTON BIDIK HUMMELS

Bergeser ke Brighton. Dilansir dari Sky Sports, The Seagulls tertarik untuk merekrut bek berpengalaman, Mats Hummels. Brighton kini sudah melakukan kontak dengan agen dan sang pemain. Pemain berusia 35 tahun itu kini berstatus agen bebas setelah meninggalkan Dortmund. Pelatih Brighton yang juga berasal dari Jerman, Fabian Hurzeler adalah pengagum Hummels. Ia ingin menambah pemain berpengalaman di skuadnya. Hummels dinilai cocok dengan skema Hurzeler yang membutuhkan bek dengan kemampuan build up yang bagus.

ARTI NOMOR PUNGGUNG BARU ZINCHENKO

Sementara itu, ada kabar terbaru dari bek Arsenal, Oleksandr Zinchenko. Dilansir Goal, bek Ukraina tersebut telah resmi berganti nomor punggung. Zinchenko memilih melepas nomor punggung 35 dan beralih ke nomor punggung 17. Zinchenko akan mengenakan nomor punggung 17 peninggalan Cedric Soares. Menurutnya, angka 17 adalah angka yang sangat istimewa. Pasalnya angka 17 adalah nomor punggung yang ia kenakan saat masih membela klub Rusia, FK Ufa di musim 2015/16.

KANE AKAN BEREUNI DENGAN TOTTENHAM HOTSPUR

Dari Zinchenko beralih ke kabar Harry Kane yang siap reuni dengan mantan rekan setimnya di Tottenham Hotspur. Dilansir dari Goal, Kane akan berangkat bersama Munchen untuk bertandang ke Tottenham Hotspur Stadium pada tanggal 10 Agustus, guna jalani laga pramusim. Sebelumnya Kane sempat absen karena belum fit saat Munchen bersua Spurs di Korea Selatan. Namun, kini menurut direktur Die Roten Max Eberl, Kane sudah bugar dan dijadwalkan akan kembali berlatih. Eberl juga mengatakan bahwa Kane juga siap diturunkan saat melawan Spurs nanti.

JADWAL LIGA INGGRIS BERUBAH

Masih dari sepakbola Inggris. Dilansir Daily Mail, Premier League telah mengkonfirmasi bahwa ada sejumlah perubahan jadwal sepanjang bulan Oktober yang melibatkan sejumlah klub besar. Liverpool vs Crystal Palace di tanggal 5 Oktober, kick-off-nya dimajukan dari yang semula jam 3 sore, menjadi jam 12.30 siang. Laga Aston Villa vs MU yang seharusnya berlangsung pada tanggal 5 Oktober, telah dipindah ke tanggal 6 Oktober karena untuk mengakomodasi penyiaran televisi. Lalu ada laga Big Match Liverpool vs Chelsea di tanggal 19 Oktober, yang kick-off-nya diundur karena untuk mengakomodasi penyiaran televisi. Dari yang semula jam 3 sore menjadi 6 petang.

DANI OLMO RESMI KE BARCELONA

Setelah dari Inggris kini terbang ke Spanyol. Dilansir dari Football Espana, Barcelona telah resmi mendapatkan kembali “si anak hilang” Dani Olmo dari Leipzig. Mantan pemain akademi La Masia tersebut akan menandatangani kontrak berdurasi enam tahun bersama Barca. Kesepakatan transfer Olmo ke Barca senilai 55 juta euro ditambah add ons 7 juta euro. Terbang dengan menggunakan pesawat, Olmo beserta ayah, agen, serta direktur olahraga Barcelona Deco, telah tiba di Barcelona untuk melangsungkan pemeriksaan medis. Olmo dikatakan sangat gembira bergabung dengan klub lamanya tersebut setelah berpisah pada tahun 2014 silam.

DAPATKAN DANI OLMO, FANS BARCELONA MALAH CEMAS

Kendati berhasil datangkan Olmo, dilansir Football Espana, ada sedikit kekhawatiran dari fans Barca soal riwayat cedera sang pemain. Namun, pihak Barca telah meyakinkan publik bahwa klub akan menjaga kondisi pemain seprima mungkin. Olmo sendiri baru saja pulih dari cedera bahu yang memerlukan operasi enam bulan lalu. Sementara itu, Olmo juga sempat mengalami masalah pada lutut kanannya dalam beberapa tahun terakhir.

JUVE SEGERA DAPATKAN GALENO DARI PORTO

Beralih ke kabar sepakbola Italia. Dilansir dari Football Italia, Juventus dilaporkan segera mendapatkan pemain incarannya, yakni Galeno dari Porto. Sayap serang dari Brasil tersebut diproyeksikan sebagai pengganti Federico Chiesa yang akan dilepas. Pertemuan pihak Juventus dengan agen Galeno telah berjalan lancar. Menurut laporan, Juve akan menebus Galeno sesuai biaya yang diminta Porto, yakni sebesar 35 juta euro. Sang pemain dan pihak klub sama-sama sudah memberi lampu hijau untuk kesepakatan transfer ini.

DUMFRIES TUNDA KONTRAK BARU DENGAN INTER DEMI MU

Dari Juve pindah ke Inter Milan. Dilansir The Athletic, bek kanan Inter, Denzel Dumfries telah menunda perpanjangan kontrak berdurasi empat tahun senilai 4 juta euro per musim yang diajukan klubnya. Menurut laporan, Dumfries menunda kontrak barunya karena masih melihat peluang untuk hengkang. Dumfries ingin bermain di Liga Inggris musim depan bersama MU. Ia masih menunggu kesepakatan Wan Bissaka hengkang ke West Ham atau Inter Milan. Diperkirakan Dumfries akan memutuskan masa depannya hingga bursa transfer musim panas ditutup.

RUMAH MESSI DIRUSAK AKTIVIS

Sementara itu, kabar mengejutkan datang dari Lionel Messi. Dilansir dari The Sun, rumah mewah La Pulga di daerah Ibiza telah dirusak oleh sejumlah aktivis iklim. Para aktivis iklim tersebut terekam berhasil membobol rumah Messi dan mencorat-coret temboknya dengan cat merah dan hitam. Para pelaku vandalisme tersebut pun tak malu berpose dengan menenteng spanduk yang berisi tentang isu iklim. Dilaporkan kerugian yang dilanda Messi atas kerusakan rumahnya tersebut mencapai ribuan dolar. Pihak keamanan dilaporkan kini masih memburu pelakunya untuk segera ditangkap.

WASIT VAR UCL DITANGKAP POLISI KARENA TINDAKAN KRIMINAL

Masih soal tindakan kriminal. Dilansir dari The Sun, wasit VAR yang akan bertugas di laga Kualifikasi UCL antara Rangers vs Dynamo Kiev, yakni Bartosz Frankowski telah ditangkap polisi karena kedapatan merusak infrastruktur lalu lintas dalam keadaan mabuk. Tak hanya Frankowski saja, asisten wasit VAR yang ikut mabuk yakni Tomasz Musial, juga ditangkap. Parahnya, penangkapan tersebut berlangsung beberapa jam sebelum mereka bertugas di laga Kualifikasi UCL. Alhasil UEFA langsung menunjuk wasit Polandia Tomasz Kwiatkowski dan Pawel Malec sebagai pengantinnya.

THOM HAYE KE BESIKTAS?

Beralih ke kabar pemain Timnas Indonesia, Thom Haye. Setelah dikabarkan akan direkrut Sivasspor, Az Alkmaar maupun Como, Profesor Toha kini dikabarkan semakin dekat ke klub asal Turki, Besiktas. Dilansir dari laman resmi Transfermarkt, peluang kepindahan mantan pemain SC Heerenveen tersebut ke Besiktas sangat tinggi, yakni mencapai 77%. Selain itu, ada juga pengaruh koneksi antara Thom Haye dengan pelatih Besiktas saat ini, Giovanni Van Bronckhorst yang sama-sama masih punya keturunan Indonesia. Van Bronckhorst sendiri baru ditunjuk sebagai pelatih Besiktas bulan Juli lalu.

MU MENYERAH DAPATKAN UGARTE

Dilansir dari Tribalfootball, MU dilaporkan telah menyerah mengejar gelandang Manuel Ugarte dari PSG. Angka 60 juta euro yang masih dipatok PSG masih dianggap terlalu mahal. MU tak mau terjebak lagi membeli pemain dengan harga mahal setelah Leny Yoro. Kini Red Devils sudah mengalihkan fokus mereka ke pencarian nama gelandang bertahan lain seperti Martin Zubimendi dari Real Sociedad.

RASHFORD DAN SANCHO BISNIS MINYAK BAYI

Masih seputar MU. Dilansir dari Goal, dua pemain MU, Marcus Rashford dan Jadon Sancho telah menyuntikkan uang mereka ke bisnis merek minyak bayi, Nala’s Baby. Perusahaan tersebut memproduksi minyak khusus perawatan kulit dan rambut untuk bayi. Dengan adanya investasi di perusahaan tersebut, mereka berdua nantinya akan menambah keuntungan masing-masing sebesar 15 juta pounds. Asal tahu saja, selain sebagai pemain sepakbola, Rashford dan Sancho ini dikenal sebagai pebisnis yang mempunyai perusahan besar.

STRIKER GACOR FEYENOORD SANTIAGO GIMENEZ KE LIGA INGGRIS?

Dari MU beralih ke kabar Nottingham Forest. Dilansir dari Getfootballnewsbene, The Tricky Trees sedang membidik striker gacor dari Feyenoord, Santiago Gimenez. Striker asal Meksiko tersebut sangat diinginkan pemilik klub, Evangelos Marinakis. Menurut laporan, pihak negosiator klub sedang mengupayakan untuk bertemu dengan agen sang pemain. Marinakis meminta supaya klubnya nggak berhenti membeli pemain hebat musim ini meski sudah kedatangan pemain seperti Jota Silva, Nikola Milinkovic, maupun Elliot Anderson.

DARWIN NUNEZ BERANI SINDIR TRENT ALEXANDER-ARNOLD

Beralih ke kabar soal Liverpool. Dilansir dari Daily Mail, di sesi latihan Liverpool, Darwin Nunez terlihat sengaja menyindir rekannya, Trent Alexander-Arnold soal transfernya ke Real Madrid. Nunez mengatakan bahwa apabila Arnold pergi ke Real Madrid, ia hanya bisa sampaikan selamat tinggal. Perkataan Nunez tersebut ditanggapi santai oleh Arnold dengan senyum. Sepertinya Trent Arnold menganggap Nunez hanya sedang bercanda.

JOSE MOURINHO SINDIR TOTTENHAM HOTSPUR

Beralih ke kabar lainnya soal Jose Mourinho dan Tottenham Hotspur. Dilansir dari Sportbible, The Special One melontarkan komentar pedas terhadap mantan klubnya, Tottenham Hotspur. Saat pers conference jelang laga melawan Lille di babak Kualifikasi Conference League, Mou ditanya soal pengalamannya di ajang Eropa. Namun, Mourinho spesifik menyebut, bahwa ia hanya lupa akan masanya di Tottenham Hotspur. Mou rasanya masih memendam rasa kesal terhadap perlakuan Spurs saat memecatnya dulu. Menurutnya, masa-masa di Tottenham adalah masa yang cukup menyakitkan bagi dirinya.

DISURUH PINDAH, JUVE TARIK JERSEY PEMAIN INI DARI PENJUALAN

Dari kabar soal hubungan Mourinho dan Spurs, beralih ke kabar soal pemain Juventus yang akan segera didepak Thiago Motta, yakni Weston McKennie. Jersey baru Juventus untuk musim 2024/25 bernama punggung McKennie, telah resmi ditarik dari pasaran. Hal ini dianggap sebagai langkah pengusiran secara halus dari pihak klub kepada sang pemain. Alhasil, para fans Juve pun tak lagi bisa mendapatkan jersey Mckennie di pasaran meski sang pemain belum pindah dari Juve.

JELANG LAWAN ARAB SAUDI, SHIN TAE-YONG CORET DUA PEMAIN

Kini beralih ke kabar sepakbola nasional. Shin Tae-yong telah resmi mencoret dua pemainnya jelang bertandang ke Arab Saudi di Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dua pemain tersebut adalah Justin Hubner dan Jordi Amat. Pencoretan tersebut didasari atas akumulasi kartu yang didapat sang pemain. Jordi Amat yang terkena kartu merah saat melawan Irak masih harus absen. Sementara Hubner yang kena akumulasi kartu saat melawan Filipina harus absen satu laga. Baik Jordi Amat maupun Justin Hubner, baru bisa bermain saat melawan Australia.

STY TUNJUK PELATIH STRIKER DARI KOREA SELATAN

Masih soal kebijakan Shin Tae-yong. Dilansir dari media Korea, Chosun, Coach Shin dilaporkan telah menunjuk asisten pelatih baru di Timnas Indonesia yang nantinya mempunyai tugas khusus untuk melatih ketajaman para penyerang. Asisten baru tersebut bernama Yeom Ki-hoon. Mantan pelatih Suwon Samsung tersebut sudah ditawari oleh Coach Shin sejak bulan lalu. Setelah bersedia untuk mendampingi Coach Shin, dilaporkan Yeom Ki-hoon akan segera terbang ke Jakarta pada pertengahan Agustus mendatang.

DAPAT UANG DARI APBN, PSSI BUAT KLARIFIKASI

Sementara itu, PSSI baru saja diguyur dana Rp127 miliar dari APBN tahun 2024 melalui anggaran Kemenpora. Hal itu dikatakan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati. Namun, pihak PSSI membantah hal itu. Wakil Ketum PSSI, Zainudin Amali mengatakan, uang yang diterima PSSI bukan Rp127 miliar, melainkan Rp120 miliar. Lebih lanjut, Amali mengatakan bahwa anggaran tersebut masih jauh dari biaya yang dibutuhkan untuk operasional PSSI. Menurut mantan Menpora itu, PSSI setidaknya membutuhkan Rp480 miliar.

LIONEL MESSI DAN 3 PEMAIN DIASPORA DIPANGGIL TIMNAS INDONESIA U-17

Beralih ke kabar Timnas Indonesia U-17. Nama Lionel Messi jadi sorotan setelah PSSI resmi merilis 32 pemain Timnas U-17 yang disiapkan untuk Kualifikasi Piala Asia U-17. Namun, Messi yang satu ini bukan pemain Inter Miami, melainkan pemain SSB Asiop Jakarta yang kebetulan bernama Lionel Messi Al Fakhri. Selain itu, ada tiga nama pemain diaspora yang juga menyita perhatian. Mereka adalah Matthew Davis dari klub Subiaco, Ocean Erwin Lim dari FC Cardedeu, dan Miroslav Fernando dari Atletico Madrid. Sebelumnya, Garuda Muda sudah memiliki dua pemain diaspora, yakni Lucas Lee dan Matthew Baker.

Masalah yang Dihadapi Big Six Jelang Premier League Musim 2024/25

0

Kick off Premier League tinggal hitungan hari. Liga yang paling disorot oleh publik tersebut akan kembali mengisi akhir pekan para penontonnya hingga akhir musim semi tahun depan. Seperti yang dikabarkan oleh situs resmi Premier League, pada laga pembuka akan disajikan pertandingan antara Manchester United melawan Fulham pada Jumat, 16 Agustus 2024 waktu setempat.

Namun, jelang kick off yang makin dekat, beberapa klub masih memiliki lubangnya masing-masing yang perlu diperhatikan betul. Terlebih, bursa transfer masih terbuka hingga akhir bulan Agustus. Lantas, apa saja masalah yang masih dihadapi Big Six jelang dimulainya Premier League?

 

Arsenal

Setelah mengikat David Raya secara permanen dari Brentford dan mendapatkan hot item bursa transfer kali ini, Riccardo Calafiori, The Gunners bukan tanpa masalah. Jurnalis The Athletic, Jordan Campbell, menyebutkan bahwa sisi kiri Arsenal masih menjadi masalah bagi The Gunners sejauh ini.

Sisi kiri adalah masalah Arsenal sejak musim lalu. Mikel Arteta tidak memiliki rencana permanen pada posisi tersebut tiap minggunya. Terutama di posisi bek kiri. Oleksandr Zinchenko, Jakub Kiwior, dan Takehiro Tomiyasu menjadi eksperimen di bagian belakang.

Sebenarnya, masih ada nama Jurrien Timber di posisi bek kiri. Sialnya, seperti yang dilansir dari The Guardian, pemain yang didatangkan dari Ajax Amsterdam tersebut harus menepi cukup lama karena tendon achillesnya sobek pada pekan pertama musim lalu, saat Arsenal bertanding melawan Nottingham Forest.

Meskipun lebih dikenal sebagai seorang bek tengah, Riccardo Calafiori sepertinya akan ditunjuk oleh Arteta untuk mencoba mengatasi permasalahan mereka di sisi bek kiri. Sebab, Calafiori memang bisa bermain sebagai bek kiri. Calafiori memang memiliki kemampuan memegang bola yang bagus dan ini adalah modalnya untuk mengisi posisi bek kiri Arsenal.

Sebab, jika menilik dari musim lalu, bek kiri Arsenal tidak ditugaskan untuk overlap jauh seperti Ben White di kanan, bek kiri lebih ditugaskan untuk masuk ke tengah membantu Declan Rice. Kemampuan pegang bola Calafiori sepertinya sangat diharapkan oleh Arteta untuk mengatasi masalahnya di bek kiri. 

 

Chelsea

Hasil pramusim yang amburadul total meski kembali tampil royal di bursa transfer tentu membuat hati para penggemar Chelsea terguncang. Setidaknya ada 7 pemain baru yang kini berstatus sebagai penggawa The Blues. Semua dilakukan demi menyukseskan skema yang ingin dimainkan oleh pelatih anyarnya, Enzo Maresca.

Hasil dari laga pramusim memang tidak bisa dijadikan patokan pasti apakah suatu tim akan bermain luar biasa, atau bakal hancur-lebur selama satu musim. Namun, setidaknya dari hasil-hasil tersebut, bisa dilihat bibit-bibit masalah yang mungkin terjadi. Buruknya performa Chelsea di pramusim bisa saja dikarenakan belum terbiasanya para pemain dengan skema baru pelatih mereka.

Selain itu, dilansir dari Goal, menurut mantan pemain Chelsea, William Gallas, strategi transfernya yang ngawur bisa membuat karir Maresca berakhir di Chelsea bahkan sebelum Natal 2024.

“Ini memang baru pramusim, tapi saya mencemaskan Chelsea dan saya cemas ketika melihat skuad mereka. Setelah menggelontorkan uang sebanyak itu, skuad mereka masih belum cukup bagus untuk lolos ke Liga Champions. Pemain mereka banyak sekali tapi masih membutuhkan kualitas tambahan,” ujar Gallas via Goal.

Selain itu, masalah kestabilan ruang ganti juga bisa menjadi api dalam sekam. Kasus rasisme Enzo Fernandez jelas bisa menjadi masalah apabila Maresca tak bisa menanganinya dengan baik. Terlebih Chelsea memiliki pemain berkulit hitam dengan jumlah yang tak sedikit.

 

Liverpool

Menurut jurnalis The Athletic, James Pearce, problem yang dimiliki Liverpool adalah permainan mereka yang telat panas. Dari total 38 laga Premier League musim lalu, 16 laga di antaranya The Reds terbobol lebih dulu. Bahkan 8 laga di antaranya pada 15 menit pertama. Sebuah catatan yang sangat mengkhawatirkan bagi klub unggulan.

Ini adalah tugas Arne Slot untuk membuat para pemain berani untuk mengambil inisiatif terlebih dahulu, alih-alih membiarkan tim lawan menguasai bola dan mendikte permainan. Selain itu, hingga minggu pertama Agustus, Liverpool belum mendatangkan seorang pun untuk menjadi pemain barunya. Untuk masalah ini, Arne Slot mengaku tetap akan memantau bursa transfer, namun dirinya mengaku cukup puas dengan skuadnya sekarang.

 

Manchester City

Masalah terbesar Manchester City adalah ketergantungan mereka terhadap Rodri. Pep Guardiola mencoba mengatasinya dengan mencoba menggunakan double pivot, namun The Citizens masih mengalami 3 kekalahan dari 4 laganya tanpa Rodri musim lalu. Sebenarnya, Declan Rice adalah jawaban yang sudah mereka temukan musim lalu. Sayangnya, Arsenal membajak saga transfernya.

Jurnalis The Athletic, Sam Lee, menuliskan bahwa Bruno Guimaraes bisa menjadi alternatif solusi buat The Citizens. Namun, harga yang dipasang oleh Newcastle United dianggap terlalu tinggi. Terlebih The Blue Moon juga menghadapi isu terkait kepindahan pemain yang pastinya harus dicari juga penggantinya. Tinggal kita lihat bagaimana manajemen prioritas yang akan dilakukan oleh The Citizen untuk mengatasi masalah-masalahnya musim ini.

 

Manchester United

Problem terbesar yang masih menghantui Manchester United adalah lini tengah. Masalah di lini tengah Setan Merah adalah dampak dari strategi yang kurang efisien dari Erik ten Hag. High press yang tidak efektif dari United ditambah dengan bek yang tetap bertahan di belakang membuat sebuah jarak yang menganga di lini tengah.

The Athletic menuliskan sebuah analisis terkait hal ini pada akhir musim 2023/24. Ketika tim lawan bermain menggunakan dua pemain nomor 6, pemain tengah Manchester United akan menggunakan kedua pemain tengahnya untuk menekan dua pemain nomor 6 lawan. Alhasil, pemain nomor 10 lawan bebas tak terkawal karena bek United memilih tetap di posisinya.

Hal tersebut membuat tim lawan mudah melakukan serangan balik jika mereka berhasil merebut bola. Sialnya, United malah kelabakan mengatasi serangan balik lawan. Erik ten Hag jelas perlu melakukan perbaikan taktikal apabila hal-hal seperti ini tidak ingin terulang kembali.

 

Tottenham Hotspur

Ange Postecoglou memang berhasil mengubah Spurs menjadi tim yang sangat menghibur musim lalu. Selain itu, 77 gol berhasil mereka ciptakan di Premier League musim lalu. Angka yang cukup lumayan meski banyak fans masih merengek untuk mendatangkan seseorang yang lebih oke dari Richarlison.

Namun, masalah terbesar mereka tidak terletak pada Richarlison atau penyerangan secara keseluruhan, melainkan pada pertahanan. Sebagai klub yang finis di posisi 5, terbobol 61 kali jelas bukan catatan yang oke. Angka tersebut jauh di bawah Everton, tim yang finis di posisi 15 yang cuma terbobol 51 kali.

Apalagi jika dibandingkan dengan Manchester City, Arsenal, dan Liverpool, jarak kemasukan mereka lebih sedikit 20-an gol ketimbang Spurs. Catatan ini tentu harus diperhatikan dengan baik oleh Ange Postecoglou. Sebab, kata Sir Alex Ferguson, “Penyerangan membuatmu menang, tapi pertahanan akan memberimu gelar.”

https://youtu.be/0Cp5ZU3DEec

Sumber: Premier League, The Athletic, The Guardian, dan Goal

Arab Saudi, Lawan Timnas Indonesia yang Wajib Diwaspadai

Timnas Indonesia dijadwalkan akan berada di Jeddah, Arab Saudi pada 5 September 2024. Kedatangan mereka ke Jeddah bukan dalam rangka menjalankan ibadah haji atau umroh, melainkan untuk menantang Timnas Arab Saudi dalam lanjutan ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Sesuai jadwal yang sudah dibuat oleh FIFA, anak asuh Roberto Mancini akan menjadi ujian pertama bagi Jay Idzes dan kawan-kawan.

Meski sama-sama lolos sebagai runner up pada ronde kedua kualifikasi Piala Dunia 2026, Arab Saudi bukanlah gerombolan pemain kelas teri. Mereka adalah salah satu mercusuar sepak bola Asia. Selain itu, faktor tuan rumah juga bisa menjadi motivasi tambahan bagi anak asuh Roberto Mancini dalam menghadapi Tim Garuda.

Lantas, seperti apakah sebenarnya kekuatan Arab Saudi dalam memperjuangkan satu tiket ke Piala Dunia 2026?

 

Keikutsertaan Arab Saudi di Kompetisi Internasional

Seperti yang sudah disebutkan, Arab Saudi lolos ke ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan status runner up. Mereka finis di nomor kedua Grup G di bawah Yordania, yang juga merupakan satu-satunya negara yang mampu mengalahkan mereka di grup tersebut.

Berdasarkan data AFC, The Green Falcon mengakhiri fase grup dengan satu kekalahan dan sebuah hasil imbang melawan Tajikistan. Mereka sebetulnya mendapatkan jumlah poin yang setara dengan Yordania. Namun, jumlah gol yang Yordania masukkan sedikit lebih banyak dari mereka. Sesuatu yang jelas berbeda dengan Tim Garuda yang secara tegas berada di bawah Irak.

Apabila mereka bisa lolos ke Piala Dunia 2026, ini akan menjadi Piala Dunia ke-7 bagi Arab Saudi. Edisi pertama yang mereka ikuti adalah Piala Dunia 1994 yang diadakan di Amerika Serikat. Pada edisi tersebut, The Green Falcon tampil cukup oke sehingga bisa meraih 2 kemenangan di fase grup dan lolos ke ronde 16 besar.

Sayangnya, di ronde 16 besar mereka dihentikan oleh Swedia dengan skor 1-3. Sami Al-Jaber dan kawan-kawan akhirnya terpaksa pulang lebih awal. Itu adalah prestasi paling jauh yang pernah Arab Saudi dapatkan di Piala Dunia. 

Meskipun sejak saat itu mereka hampir selalu lolos ke Piala Dunia selain edisi 2010 dan 2014, Arab Saudi tak mampu lagi mereplikasi capaiannya pada 1998. Arab Saudi belum pernah sekalipun lolos dari fase grup sejak Piala Dunia pertamanya tersebut.

Selama berkompetisi di Piala Dunia, The Green Falcon bisa memenangkan 4 laga dan 2 kali imbang dari total 19 pertandingan yang pernah dijalaninya. Bukan catatan yang spesial, tapi lumayan. Salah satu kemenangan yang didapatkannya tersebut adalah laga fenomenal yang menghasilkan gurauan “Where is Messi?” karena gol Salem Al-Dawsari berhasil membuat Argentina bertekuk lutut di Losail.

Selain itu, Arab Saudi juga akan menggelar Piala Dunia pada tahun 2034 kelak. Bahkan, dilansir dari Dezeen, mereka sudah mengumumkan 15 stadion yang rencananya akan dipakai untuk menggelar turnamen akbar tersebut. Stadion-stadion tersebut tersebar di Riyadh, Jeddah, Al Khobar, Abha, hingga kota baru yang sedang mereka bangun.

Seperti yang sudah kita ketahui, negara-negara yang lolos ke ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 akan otomatis lolos ke Piala Asia 2027. Memang benar, Arab Saudi berhak lolos ke edisi Piala Asia selanjutnya karena berhasil lolos ke ronde ketiga. Namun, tanpa mereka lolos pun, mereka sudah dipastikan ikut Piala Asia 2027 melalui jalur tuan rumah.

The Green Falcon adalah 3 kali juara Piala Asia. Piala Asia 1984 adalah Piala Asia pertamanya yang juga membuahkan trofi pertamanya. Setelahnya, mereka kembali menjadi kampiun pada edisi 1988 dan 1996. Mereka juga 3 kali menjadi runner up di Piala Asia. Salah satunya pada Piala Asia 2007, ketika mereka harus takluk di hadapan gol tunggal Younis Mahmoud di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

 

Lawan yang Tak Terkalahkan Bagi Timnas Indonesia

Menurut data 11v11, pertemuan antara Tim Garuda dengan The Green Falcon pada awal September nanti, akan menjadi pertemuan ke-13 bagi keduanya. Pertemuan pertama keduanya terjadi pada 30 September 1981 kala Tim Garuda dihajar 3-1 pada ajang Lion City Cup.

Dari 13 pertemuan sebelumnya, Timnas Indonesia belum pernah sekalipun meraih kemenangan atas Arab Saudi. Malahan, Tim Garuda selalu dibabat habis oleh The Green Falcon. Kecuali, satu laga ujicoba yang digelar di Selangor pada 2011. Kala itu, Wim Rijsbergen berhasil memaksa Arab Saudi bermain imbang tanpa gol. Oleh karena itu, I Made Wirawan akhirnya menjadi satu-satunya kiper Timnas Indonesia yang tak bisa dibobol oleh Arab Saudi.

Selain itu, secara skuad, tak ada seorang pun pemain The Green Falcon yang bermain di Eropa. Mayoritas dari mereka adalah pemain liga lokal. Meski begitu, perlu diingat, sepak bola Arab Saudi merupakan salah satu kelas kakap di zona Asia. Walaupun tak ada pemain yang bermain di Eropa, mereka lebih sering bertemu dan bermain bersama pemain top Eropa ketimbang rata-rata penggawa Timnas Garuda yang bermain di Eropa.

Jangan pula lupa bahwa yang bakal menukangi Arab Saudi pada laga tersebut adalah Roberto Mancini. Pelatih yang membuat Timnas Inggris menangis malu di depan publiknya sendiri pada final Euro 2020. Pelatih dengan tiga gelar scudetto dan empat gelar Coppa Italia. Pelatih yang membuka jalan kejayaan bagi Manchester City dengan beberapa piala yang disabetnya pada awal dekade 2010-an.

Menurut data Transfermarkt, bersama Mancio, The Green Falcon cukup produktif menghasilkan 23 gol dalam 14 pertandingan. 12 gol di antaranya dicetak pada ronde kedua kualifikasi Piala Dunia 2026. Namun, mereka juga sudah terbobol sebanyak 18 kali sejak ditangani Mancio.

Statistik tersebut menunjukkan bahwa selain mereka bisa mencetak gol, mereka masih bisa dibobol. Meskipun selama bermain di Grup G pada ronde kedua lalu, mereka hanya kebobolan tiga gol saja. Hal ini bisa menjadi catatan tersendiri bagi Timnas Indonesia.

Kemampuan The Green Falcon mencetak gol jelas menjadi alarm bagi lini belakang Tim Garuda. Jay Idzes dan kawan-kawan harus lebih fokus menahan gempuran anak-anak Roberto Mancini. Sebab, catatan Indonesia di ronde kedua lalu tergolong sangat rawan. Tim Garuda terbobol 8 kali selama 6 pertandingan di Grup F. Selain itu, Tim Garuda juga hanya mampu mencetak 8 gol.

Berdasarkan catatan-catatan tersebut, apakah berharap agar laga tersebut berakhir imbang sudah tergolong muluk-muluk? Memang benar, menang adalah hasil akhir yang terbaik. Namun, manajemen ekspektasi juga perlu dilakukan setelah melihat rekam jejak Arab Saudi sebelum menjamu Indonesia di Jeddah.

Jelas akan menjadi awalan dan modal yang sangat bagus jika Jay Idzes dan kawan-kawan bisa membawa pulang tiga poin dari Jeddah. Namun, sekadar bisa mereplikasi catatan Wim Rijsbergen pada 2011 lalu sepertinya sudah sangat cukup untuk mengangkat moral para penggawa tim nasional dalam menghadapi ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 yang jauh lebih berat dari ronde sebelumnya. Come on you, Garuda!

https://youtu.be/DFisNYigBxw

Sumber: FIFA, AFC, Dezeen, 11v11, dan Transfermarkt

Tentang Blackpool FC, Klub Baru Elkan Baggott

0

Asa Elkan Baggott menjadi pemain Indonesia pertama yang berlaga di kasta tertinggi Liga Inggris tampaknya sirna. Karena bek kelahiran Bangkok, Thailand itu dipastikan tak akan membela Ipswich Town yang promosi ke Premier League musim 2024/25. Beruntungnya, itu bukan karena Baggot dijual, melainkan karena menjalani proses peminjaman. 

Kali ini, klub yang akan menikmati service Elkan Baggot adalah Blackpool FC. Baggot dikabarkan belum masuk dalam rencana Kieran McKenna. Sang pelatih merasa bek 21 tahun itu masih belum siap untuk bersaing di level Premier League. Ngomong-ngomong soal Blackpool, namanya cukup familiar ya. Ada yang ingat dengan kiprah klub yang satu ini?

Klub Kelima

Dengan dipinjamkannya Elkan Baggot dari Ipswich Town ke Blackpool, bek tim nasional Indonesia itu masih akan berlaga di League One musim depan. Untuk tiga musim beruntun, Baggot terus berlaga di kompetisi kelas tiga sepakbola Inggris itu. Blackpool sendiri akan menjadi klub kelima Baggot selama karirnya di Inggris.

Sebelumnya, pemain yang memiliki tinggi 196 sentimeter itu pernah membela empat tim lain termasuk Ipswich Town. Selain Ipswich, Baggot tercatat pernah berseragam King’s Lynn, Cheltenham, Bristol Rovers, dan Gillingham FC. Dari banyaknya klub yang pernah dibela Elkan, Gillingham jadi yang paling sering memberikan kesempatan bermain pada Elkan. Yakni 29 penampilan di semua ajang musim 2022/23. 

Blackpool

Nah, sebelum memantau petualangan Elkan Baggot di klub baru, alangkah baiknya kita berkenalan dengan klub yang berbasis di Blackpool, Lancashire, Inggris. Blackpool FC bukan klub sembarangan di Inggris. Bagi para penggila sepakbola, Blackpool adalah klub yang memiliki sejarah panjang di Inggris.

Berdiri tahun 1887, Blackpool seumuran dengan klub-klub bersejarah lain seperti Celtic dan Hamburg. Sayangnya, Blackpool tak bisa menyamai prestasi rekan-rekan seangkatannya yang konsisten berkompetisi di kasta tertinggi masing-masing negara. Periode setelah Perang Dunia II menjadi masa keemasan bagi Blackpool. 

Dalam periode tersebut, Blackpool tercatat tiga kali lolos ke final Piala FA, yakni pada 1948, 1951, dan 1953. Musim 1955/56, Blackpool bahkan menjadi runner-up Divisi Satu atau kasta tertinggi Liga Inggris saat itu di bawah Manchester United. 

Tapi setelah itu Blackpool hanya bisa berkutat di papan bawah. Kalau nggak Divisi Dua ya Divisi Tiga. Gitu aja terus. Meski begitu, Blackpool pernah sekali mentas di kasta tertinggi era Premier League. Tepatnya pada musim 2010/11. Kala itu, skuad asuhan Ian Holloway diperkuat pemain sekaliber Charlie Adams.

Julukan dan Identitas Blackpool

Soal identitas dan branding, Blackpool juga punya cerita unik. Meski ada unsur warna “Black” di Blackpool, mereka lebih dikenal dengan warna oranye dan putih ketimbang warna hitam. Konon katanya, manajemen Blackpool mengadopsi warna itu dari Timnas Belanda. Lucunya, yang mengusulkan warna tersebut adalah Albert Hargreaves. Direktur klub yang kala itu masih bekerja sebagai wasit profesional.

Saat itu, sang direktur baru saja pulang dari memimpin pertandingan antara Belanda dan Belgia di tahun 1920-an. Di era tersebut, penggunaan warna yang mencolok pada jersey bola masih sangat jarang. Kebanyakan warna-warna gelap seperti maroon, merah, atau biru. Nah, ketika melihat Timnas Belanda pakai warna oranye cerah, sang direktur pun langsung kesemsem. 

Alhasil, ketika ia pulang ke Inggris, ia meminta Blackpool untuk menggunakan warna Oranye agar menarik perhatian selayaknya tim nasional Belanda. Secara tidak langsung, Belanda sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter Blackpool. Jika bukan karena mereka, Blackpool tak akan identik dengan warna oranye seperti yang kita kenal sekarang.

Diluar itu, mereka juga punya julukan “The Seasiders”. Dalam bahasa Indonesia, Sea Siders memiliki makna sebagai penghuni laut. Itu karena Blackpool sendiri merupakan salah satu kota yang memiliki pantai paling indah di Inggris. Selain itu, julukan ini juga memberikan kesan yang kuat dan mudah diingat oleh penonton atau fans Blackpool di seluruh dunia.

Stadion dan Suporter

Gimana, masih kurang? Klubnya Elkan Baggot masih punya daya tarik lain. Tak kalah dari West Ham United atau Millwall, Blackpool juga dikenal dengan fansnya yang militan dan setia. Meski hanya berkutat di kasta bawah dan kerap terjerat masalah finansial, fans Blackpool selalu sepenuh hati mendukung tim kesayangan. Mendukung Blackpool FC sudah selayaknya budaya.

Fans Blackpool menamai diri mereka sebagai Seasiders. Apa pun keadaan Blackpool, mereka tetap senantiasa mendukung melalui tribun. Maka dari itu, atmosfer di Bloomfield Road selalu meriah saat pertandingan kandang Blackpool. 

Meskipun Bloomfield Road hanya berkapasitas 17 ribu penonton, Seasiders pernah tercatat sebagai suporter kelima paling berisik saat mereka tampil di Premier League musim 2010/11. Saat itu, kekuatan suaranya mencapai 85 desibel. Itu setara dengan kebisingan di sebuah bioskop yang sedang menayangkan film action.

Kesetiaan fans pun berbalas. Blackpool memunculkan program bernama “Seasiders Together” dengan tujuan untuk memastikan semua pendukung memiliki suara dan segala macam usulan bisa langsung tersampaikan kepada manajemen, terlepas dari latar belakang, usia, jenis kelamin, disabilitas, atau tempat tinggal mereka. 

Rivalitas Blackpool

Layaknya klub-klub Inggris pada umumnya, Blackpool juga memiliki beberapa rival. Dari banyaknya rival, ada dua klub yang dinilai memiliki persaingan paling panas dengan Blackpool. Klub-klub itu adalah Burnley dan Preston North End. Pertandingan antara Blackpool baik dengan Preston atau Burnley selalu menarik perhatian dan seringkali berlangsung sengit. 

Namun, karena terlalu jarang bertemu dengan Burnley, klubnya Elkan Baggot itu lebih fokus membangun rivalitas dengan Preston North End. Pertemuan keduanya seringkali dinamai sebagai Derby West Lancashire. Derby ini pertama diadakan pada tanggal 23 November 1901 di Bloomfield Road.

Sejak hari itu, tak selamanya kedua tim berada di satu divisi yang sama. Kadang, Blackpool yang berada di kasta yang lebih baik daripada Preston, begitu pun sebaliknya. Oleh karena itu baru terjadi 97 pertemuan antara kedua klub di semua kompetisi. Dengan North End menang 47 kali dan Blackpool hanya menang sebanyak 32 kali. Sisanya pertandingan berakhir seri. 

Prestasi Blackpool

Lantas, apakah ada prestasi yang bisa dibanggakan dari klubnya Elkan Baggot ini? Tentu ada. Prestasinya pun bukan main-main. Klub yang memiliki julukan The Seasiders itu pernah sekali menjuarai Piala FA. Tepatnya pada tahun 1953. Kala itu, mereka mengalahkan Bolton Wanderers dengan skor 4-3. 

Hebatnya, laga itu masih memegang rekor sebagai final Piala FA dengan jumlah gol terbanyak hingga saat ini. Era keemasannya itu sudah lama sekali. Tapi jangan salah, pencapaian ini sejajar dengan klub-klub besar lainnya, seperti Leicester City atau Leeds United.

Tak semua tim bisa menjuarai Piala FA. Contohnya saja seperti Brighton, Fulham, dan Norwich yang dalam sejarahnya sama sekali belum pernah mengangkat trofi Piala FA. Selain trofi tersebut, Blackpool juga pernah meraih beberapa gelar lagi, diantaranya dua gelar Nations League dan satu gelar Divisi Championship.

Tak cuma secara tim, Blackpool juga punya legenda yang berprestasi secara individu. Dia adalah Stanley Matthews, salah satu pemain Inggris terhebat di masanya. Matthews jadi satu-satunya pemain Blackpool yang berhasil meraih Ballon d’Or edisi perdana pada tahun 1956. Bisa dikata, Matthews adalah pemain Inggris pertama yang meraih gelar tersebut. Gimana, berminat jadi fans Blackpool?

https://youtu.be/hj0DmzQfKzU

Sumber: Blackpool, Fact.nets, Football League World, Suara