Setelah tim-tim Inggris merampungkan agenda pramusim, kini perhatian kembali ke kompetisi. Namun, sebelum memulai pekan pertama, Liga Inggris musim 2024/25 akan dibuka dengan laga big match antara Manchester United dan Manchester City dalam perebutan trofi Community Shield.
Trofi yang berbentuk seperti nampan ini acap kali diabaikan oleh penikmat sepakbola Inggris. Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa Community Shield layaknya laga pemanasan sebelum kedua tim masuk ke kompetisi yang sebenarnya, yakni Premier League.
Meski begitu, Community Shield tak akan kehabisan peminat, apalagi jika mempertemukan dua klub yang memiliki rivalitas panas. Lantas, siapa yang akan memenangkan duel kali ini? Preview selengkapnya akan kita bahas.
Daftar Isi
Kali Pertama Sejak 2011
Laga yang mempertemukan Manchester United dan Manchester City telah menjadi laga penutup Liga Inggris musim lalu. Keduanya saling berhadapan di partai final Piala FA. Kini, laga yang mempertemukan dua tim yang sama menjadi pembuka kompetisi musim 2024/25.
United tampil di final Community Shield dengan mengalahkan Manchester City dan merebut status juara Piala FA musim 2023/24. Sementara City, datang ke Wembley Stadium sebagai juara Liga Inggris musim 2023/24. Ini jadi kali keempat secara beruntun The Sky Blues tampil di final Community Shield. Itu karena dalam empat tahun terakhir, City selalu juara Liga Inggris.
Dengan begitu, Derby Manchester akan tersaji pada 10 Agustus mendatang. Menariknya, pertemuan antara City dan United di final Community Shield adalah suatu fenomena yang jarang terjadi. Dalam sejarahnya, Derby Manchester baru tersaji sebanyak dua kali di final Community Shield.
Yang pertama terlaksana pada tahun 1956 dan yang kedua tercipta di tahun 2011. Yang bikin kaget adalah head to head-nya. Dalam dua pertemuan, City selalu kalah dari Setan Merah. Pada tahun 1956, United menang 1-0 atas City, sementara pada tahun 2011 MU menang 3-2 atas The Citizens. Luis Nani kala itu jadi pahlawan dengan golnya di menit 90+4.
Riwayat Kedua Tim di Community Shield
Secara head to head, Manchester United boleh unggul dari rival sekota, tapi apakah dari sudut pandang yang lebih luas juga demikian? Untuk menjawab itu, kita akan sedikit menarik data lebih jauh ke belakang. Sejak laga final ini pertama kali diadakan pada tahun 1908, United tercatat sudah 30 kali berpartisipasi.
Dari jumlah penampilan itu, United telah memenangkan 21 di antaranya. Itu jadi jumlah gelar Community Shield terbanyak jika dibandingkan dengan klub-klub Inggris lainnya. Yang terdekat adalah Arsenal yang sudah mengoleksi 17 trofi Community Shield. Meriam London juga jadi tim terakhir yang memperoleh gelar ini musim lalu.
Lantas, bagaimana performa Manchester City di final Community Shield? Cukup mengkhawatirkan. Dalam buku sejarahnya, City hanya mengoleksi 15 penampilan di final. Itu sama dengan separuh dari jumlah keikutsertaan United. Yang bikin City terlihat makin buruk adalah rekor kemenangannya.
Dari 15 laga, City tercatat hanya memenangkan enam. Itu berarti tak ada separuhnya. Bahkan, dari sepuluh tahun terakhir, City terlihat kurang berjodoh dengan trofi nampan ini. Bagaimana tidak? Sedekade terakhir, tim yang bermarkas di Etihad Stadium itu mempunyai enam percobaan untuk menjuarai Community Shield. Tapi hanya dua yang berakhir dengan kemenangan.
Sisanya? Kalah. Bahkan City mencatatkan hattrick kekalahan di Community Shield setelah musim lalu dikalahkan Arsenal melalui babak adu penalti. Statistik ini membuktikan bahwa United di atas angin. Performa mereka di Community Shield begitu luar biasa. Apalagi ketika bertemu dengan rival sekotanya itu.
Pasca Pramusim
Sebetulnya, ini jadi ketimpangan yang normal. Karena eksistensi City baru terdengar ketika memasuki era 2008-an. Sebelumnya, City kan mainnya sama tim-tim Championship alias masih jadi tim yoyo yang suka naik turun kasta. Namun, kalau melihat sekarang, situasinya berbeda. Kedua tim bersiap jelang laga di Wembley.
Baik United maupun City sama-sama melakoni tur pramusim di Amerika Serikat. Keduanya kebetulan juga menuai hasil yang kurang memuaskan. Dari kubu City, mereka melakoni empat pertandingan. Tapi cuma menang sekali. Itu pun dari Chelsea. Di tiga pertandingan lain melawan Barcelona, AC Milan, dan Celtic, City tak berdaya. The Sky Blue bahkan terlihat begitu kewalahan saat menghadapi Celtic asuhan Brendan Rodgers.
Namun, kekalahan itu tak dipersoalkan Pep Guardiola. Menurutnya, laga pramusim hanya jadi laga uji coba pemain-pemain muda. Di empat pertandingan tersebut, City tidak menurunkan pemain inti seperti Phil Foden, Ruben Dias, apalagi Kevin De Bruyne. Paling, cuma Erling Haaland yang konsisten tampil.
Manchester United sebetulnya tak jauh berbeda dengan City. Dari lima pertandingan yang dilakoni, United menelan tiga kekalahan. Salah satunya bahkan dari klub antah berantah asal Norwegia, Rosenborg. Menghadapi Liverpool yang menggunakan pelatih anyar saja dibantai 3-0.
United tercatat hanya menang dua kali kala menghadapi Rangers dan Real Betis. Secara persiapan, kedua tim terlihat kurang memuaskan. Tapi, kedua tim juga sama-sama belum melakukan latihan dan laga uji coba menggunakan skuad terbaiknya. Maka dari itu, apa pun masih bisa terjadi pada tanggal 10 Agustus nanti.
Kondisi Skuad
Jika dilihat dari tambahan pemain baru, kedua tim memiliki cara yang berbeda dalam menyikapi bursa transfer musim panas kali ini. Manchester United bergerak cepat untuk mendapatkan pemain-pemain baru, sedangkan Manchester City tidak mau terlihat glamor di sesi ini.
Hingga narasi ini dibuat, United sudah menambah dua pemain baru. Mereka adalah Joshua Zirkzee di sektor penyerangan dan Leny Yoro di sektor pertahanan. Yoro jadi yang paling dinanti aksinya lantaran bek berusia 18 tahun itu jadi komoditas panas di bursa transfer musim panas kali ini. United bahkan harus menikung Real Madrid demi mendapatkannya.
Sayangnya, mantan pemain Lille itu mengalami cedera kaki saat menghadapi Arsenal beberapa hari lalu. Pihak Manchester United sudah mengkonfirmasi bahwa Yoro akan absen selambat-lambatnya tiga bulan. Dirinya baru saja menyelesaikan operasi pada kakinya. Kini, tinggal tahap pemulihan.
Tapi daftar cedera United tak berhenti di Yoro. Ada beberapa pemain lagi yang diperkirakan bakal absen di laga kontra Manchester City. Salah satunya adalah sang bomber utama, Rasmus Hojlund. Pemain berkebangsaan Denmark itu mengalami gangguan pada otot hamstringnya. Cedera tersebut dialami juga saat menghadapi Arsenal. Selain dua nama itu, Victor Lindelof, Aaron Wan-Bissaka dan Luke Shaw juga diragukan tampil.
Sebaliknya, meski tak mendatangkan pemain yang wah, Manchester City dirasa lebih siap untuk menghadapi Manchester United. Ederson Moraes memang diragukan tampil, tapi Pep Guardiola memiliki sosok Stefan Ortega yang tak kalah hebat di bawah mistar. Sisanya insya allah dalam keadaan sehat walafiat.
City Mengusung Balas Dendam, Tapi…
Setelah kekalahan di final Piala FA, Pep diprediksi akan mengusung balas dendam demi mendapatkan trofi Community Shield ketiganya. Tapi di sisi lain, Manchester City juga mengalami dilema. Karena jika menjuarai Community Shield, itu berarti City kemungkinan besar akan terjebak dalam “Kutukan Community Shield”.
Ya, selain kadang dipandang sebelah mata, juara Community Shield juga bisa menghadirkan sebuah kutukan. Karena biasanya, siapa pun yang meraih trofi tersebut bakal gagal menjuarai Liga Inggris. Jadi, kalau City mau juara Liga Inggris lagi, mending kasihin aja trofi Community Shieldnya ke Manchester United.


