Elkan Baggott Mencari Peruntungan ke Blackpool

spot_img

Elkan Baggott dipastikan gagal menjadi warga Indonesia pertama yang bakal bermain di Premier League. Sebab Ipswich Town baru saja melepasnya dengan status pinjaman ke kasta yang jauh lebih rendah. Dilansir dari BBC, Elkan dipinjamkan ke tim League One, Blackpool. Ini menjadi musim kedua Elkan bermain di League One.

 

Kepergian Elkan secara tidak langsung juga memberi sinyal bahwa dirinya tidak terlalu dibutuhkan oleh klub yang bermarkas di Portman Road tersebut. Lantas, seperti apa saja kemungkinan karir Elkan di Inggris? 

 

Incaran Blackpool

Sebenarnya, Big Elk sudah diincar oleh Blackpool sejak musim lalu. Dilansir dari Bola, baik pihak Ipswich Town maupun Blackpool sudah sepakat terkait peminjaman Big Elk pada awal musim 2023/24 lalu. Syaratnya, Kieran McKenna harus terlebih dahulu mendapatkan bek pengganti Elkan.

Namun, karena Ipswich Town tak kunjung mendapatkan bek pengganti Elkan, akhirnya transfer peminjaman ke Blackpool yang sebelumnya sudah disepakati dibatalkan. Sayangnya, Big Elk pun gagal memanfaatkan kesempatannya untuk membuat Kieran McKenna terkesan.

Selama separuh musim pertamanya pada musim 2023/24, Big Elk hanya menjadi pemain pelapis, penghangat bangku cadangan, dan jarang diturunkan ke dalam lapangan. Total, musim lalu Big Elk hanya bermain 4 kali berseragam Ipswich Town. Semuanya di ajang Piala Liga, termasuk melawan dua tim Premier League: Wolverhampton Wanderers dan Fulham. Pada laga melawan Fulham, Big Elk mencetak sebuah gol.

Tak bisa bersaingnya Big Elk di Ipswich Town membuatnya dipinjamkan ke tim League One, Bristol Rovers. Bersama klub asal Kota Bajak Laut tersebut, Big Elk bisa tampil cukup reguler. Pemain kelahiran Bangkok, Thailand tersebut berhasil tampil sebanyak 14 kali dan mencetak sebuah gol dan assist.

Meski hanya bermain selama 1,038 menit saja bersama The Pirates, pengalaman Elkan di Bristol bisa dianggap sebagai sebuah peningkatan. Sebab paruh musim kedua 2022/23, Big Elk pernah bergabung dengan klub League One lain, Cheltenham. Sayangnya, Big Elk hanya mampu tampil sekali dalam 21 kali kesempatan.

Setidaknya, Big Elk sudah sedikit naik kelas setelah sebelumnya hanya bermain untuk tim League Two, Gillingham. Meskipun sejak meninggalkan Gillingham, Big Elk belum pernah lagi tampil sebagai pemain reguler untuk sebuah tim dan mampu bermain lebih dari 20 kali dalam semusim.

Bergabung bersama Blackpool, kesempatan untuk menjadi pemain inti jelas ada. Datangnya Elkan ke Bloomfield Road menjadikan dirinya bek tengah ke-4 bagi Blackpool setelah Matthew Pennington, Oliver Casey, dan Dan Sassi. Musim lalu, Neil Critchley lebih banyak menduetkan Pennington dan Marvin Ekpiteta di tengah. Namun, Ekpiteta musim ini pindah ke Skotlandia.

Ini bisa menjadi kesempatan emas bagi Elkan, sebab dirinya berkesempatan besar menggantikan posisi Ekpiteta di tengah. Secara fisik saja, Elkan sudah menjadi upgrade dari Ekpiteta. Bek yang masih memiliki darah Nigeria tersebut hanya berpostur setinggi 1,93 cm sementara Big Elk 1,96 cm.

Dilihat dari fisik saja, Elkan juga lebih unggul dari Oliver Casey. Ditambah dengan status pemain tim nasional, Elkan memiliki daya tawar yang lebih kuat dari Casey. Terlebih Big Elk merupakan incaran Neil Critchley yang gagal didapatkan pada awal musim lalu. Kesempatan Big Elk untuk berduet dengan mantan bek Everton, Matthew Pennington, terbuka lebar.

Selain itu, yang terpenting, peminjaman Big Elk ke Blackpool merupakan win-win solution tidak hanya bagi Ipswich Town dan Blackpool, tetapi juga untuk Elkan Baggott sendiri. Blackpool bisa mendapat pemain incarannya, Ipswich Town bisa mengurangi beban di ruang ganti, dan Big Elk punya kesempatan bermain lebih tinggi.

“Luar biasa akhirnya saya bisa ke sini dan saya bersemangat untuk berkontribusi dalam musim yang semoga bisa berakhir dengan sangat manis. Saya sudah berbincang dengan Pelatih Kepala dan Direktur Olahraga beberapa pekan terakhir,” ujar Elkan Baggott via laman resmi Blackpool.

Big Elk juga mengaku tertarik dengan cara bermain Blackpool. Selain itu, Big Elk juga mengaku kenal dengan beberapa pemain yang ada di sana. Bersama Blackpool, Elkan akan memulai musim baru dengan bertamu ke Crawley Town pada Sabtu, 10 Agustus 2024 mendatang.  

 

Belum Pas untuk Bermain di Level Atas?

Tersingkirnya Elkan dari Ipswich Town juga menjadi pertanda bahwa level Elkan sepertinya masih berada di kelas League One. Bagaimana tidak? Sejak Ipswich bermain di Championship saja, Big Elk belum mampu menembus ke skuad utama, apalagi di Premier League?

Lalu, dari level klub yang mengincarnya, Blackpool, merupakan klub League One. Hampir tak ada klub kelas Championship yang tertarik meminjamnya dari Ipswich Town. Ini secara tidak langsung bisa menjadi pertanda untuk Big Elk lebih giat meningkatkan kualitasnya, terlebih usianya masih sangat muda, 22 tahun pada bulan Oktober 2024 nanti.

Namun, sisi baiknya, Big Elk akhirnya memiliki kesempatan bermain yang lebih besar ketimbang hanya duduk di bangku cadangan bersama Ipswich. Banyaknya pertandingan yang dijalankannya, secara perlahan juga akan menaikkan kualitas Big Elk.

Banyaknya menit bermain Big Elk bisa saja membuat STY tertarik untuk memanggilnya lagi ke skuad tim nasional. Seperti yang sudah diketahui publik, Elkan sempat berselisih dengan STY akibat menolak dipanggil ke Timnas karena bentrok dengan agenda klubnya.

Hal tersebut berbuntut pada absennya Elkan pada ajang play-off Olimpiade 2024 lalu hingga laga-laga uji tanding melawan Tanzania, Irak, dan Filipina. Performa apik Elkan di Blackpool bisa saja meluluhkan hati STY untuk kembali memanggilnya berseragam Garuda.

Namun, apabila Big Elk melakukan comeback ke Timnas, dirinya masih harus bersaing dengan nama-nama seperti Jay Idzes, Justin Hubner, Rizky Ridho, hingga Muhammad Ferrari untuk mengisi posisi bek tengah. Patut ditunggu seperti apa masa depan Elkan bersama tim nasional senior.

 

Pergi Dari Ipswich?

Satu hal yang menarik, musim ini merupakan tahun terakhir dalam kontrak Elkan Baggott bersama Ipswich Town. Kepergiannya ke Blackpool pada musim panas ini sepertinya merupakan tanda dari masa depan. Tampaknya, musim panas depan Elkan juga akan pergi dengan cuma-cuma.

Ini menarik, bakal ke mana Elkan setelah lulus dari Ipswich Town? Apakah akan dipermanenkan oleh Blackpool? Apakah akan diikat oleh tim League One lain? Apakah malah promosi bermain bersama tim di Championship? Atau malah mencoba bermain di luar Inggris?

Jika Justin Hubner saja mampu bermain di Liga Jepang, harusnya Elkan juga bisa melakukan hal yang serupa. Tak harus di Jepang, namun setidaknya bisa bermain di liga yang kompetitif dengan jaminan jam terbang yang cukup. Sangat disayangkan pemain muda seperti Elkan hanya duduk sebagai pemain pengganti. Jangan sampai dirinya tumbuh dewasa tanpa pengalaman bermain yang cukup.

https://youtu.be/Umb3tS5m6Ws

Sumber: BBC, Bola, Transfermarkt, dan Blackpool

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru