Beranda blog Halaman 113

Mees Hilgers Ancam Posisi Rizky Ridho di Timnas Indonesia? Ngaco!

0

“Tapi dengan sekarang sudah ada Idzes, menurut lo, Mees Hilgers akan menggeser siapa?” Justinus Lhaksana suatu kali ditanya di sebuah podcast. Pundit masyhur pujaan banyak orang itu dengan tegas menjawab, “Rizky Ridho.” Alasannya Ridho beda level dengan Hilgers.

Pernyataan itu ada benarnya. Namun, tak sepenuhnya benar. Kalau dari segi liga tempat bermain, tentu kita sepakat bahwa level Eredivisie dan Liga Indonesia bagai sidratul muntaha dan kerak bumi. Tapi soal kelayakan buat Timnas Indonesia, entar dulu.

Rizky Ridho yang lama mengisi posisi bek tengah tak bisa asal disingkirkan. Hilgers memang berpengalaman di Eropa, tapi Ridho punya kemampuan yang membuatnya sulit digeser oleh pemain berdarah Manado tersebut.

Apa itu? Let’s go kita bahas.

Kemampuan Mees Hilgers

Mees Hilgers anugerah bagi FC Twente dan Indonesia. Di era sepak bola modern sekarang ini, kebutuhan akan pemain yang sanggup mengambil lebih dari satu peran sangat tinggi. Namun, ketersediaannya hampir terbatas. Di stok yang terbatas itu, Hilgers salah satunya.

Sejumlah perusahaan statistik telah membahas bagaimana kemampuan Hilgers. Starting Eleven Story juga pernah menguliknya. Bahwa Hilgers adalah bek yang tak cuma terampil menjaga pertahanan, tapi juga berkali-kali menceburkan diri dalam permainan, termasuk saat menyerang.

Terlibat Permainan

Catatan Scouting Stats menunjukkan bahwa akurasi umpan Hilgers mencapai 88,8%. Angka yang tinggi untuk seorang pemain belakang. Selain itu, setengah lebih umpannya adalah umpan progresif. Artinya, umpan Hilgers adalah umpan yang menghasilkan serangan.

Selain keterlibatannya membantu permainan lewat umpan, Hilgers sering menyuguhkan kemampuan dribble-nya. Mengutip data FotMob, setidaknya delapan kali Hilgers mengemas dribble sukses musim lalu di Eredivisie. Saking seringnya terlibat permainan, pertahanan lawan pun bak taman bermain bagi Hilgers.

Di FotMob, selama bermain di Eredivisie musim lalu, Hilgers mencatatkan 28 sentuhan di kotak penalti lawan. Ngeri bukan? Padahal Hilgers pemain bertahan, lho. Namun, keterlibatan Hilgers di lini serang mesti dilihat juga konteksnya. Mengutip The Analyst, FC Twente termasuk tim yang paling sering mendapatkan bola mati.

Nilai pengharapan gol melalui set piece-nya pun tinggi, yakni 11,11. Kerap mendapat bola mati membuka kesempatan Hilgers buat sering naik ke sepertiga pertahanan lawan. Bek seperti Harry Maguire hingga Willian Pacheco dan Hamka Hamzah pun kerap melakukan hal serupa.

Mengancam Siapa?

Timnas Indonesia sendiri sudah punya bek yang kemampuannya 11-12 dengan Hilgers. Bang Jay itu kurang canggih apa? Musim lalu, saat masih bermain di Serie B, Jay Idzes bahkan sanggup mengemas 18 sentuhan di dalam kotak penalti lawan.

Untuk tim kecil seperti Venezia dan untuk ukuran seorang bek, angka itu lumayan tinggi. Soal progresi umpan? Jay Idzes jagonya. Di Serie B musim lalu, akurasi umpan Bang Jay menyentuh 89,1%. Lebih baik dari Mees Hilgers.

Di timnas, statistik Idzes juga menyilaukan mata. FotMob mencatat, selama Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, akurasi umpan Idzes mencapai 83%. Melihat statistik ini, Hilgers mustahil menyingkirkan Bang Jay dari skuad utama. Membaca taktik Shin Tae-yong yang ogah ambil resiko dalam dua laga terakhir, mustahil ia akan memilih Hilgers ketimbang Idzes.

Justru yang terancam posisinya adalah Justin Hubner. Pemain Wolves ini jarang mendapat menit bermain di klubnya. Sulit dimengerti mengapa Shin Tae-yong memainkannya di laga melawan Australia. Di laga itu Hubner malah kena kartu kuning.

Ketimbang Rizky Ridho dan Jay Idzes, Hubner punya rating terendah (7,1) menurut FotMob di laga tersebut. Di laga melawan Filipina di putaran kedua pun demikian. Hubner kena kartu kuning dan menjadi bek tengah dengan rating terburuk (7,4) dibandingkan Ridho dan Idzes.

Sorry to say buat fansnya Hubner. Pemain ini juga akurasi umpannya tak bagus-bagus amat. Karena nyaris tidak pernah bermain di level klub, kita ambil dari statistik kala memperkuat timnas saja. Sejauh ini akurasi umpan Hubner selama membela Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia tak lebih dari 81,8%.

Sudahlah akurasi umpannya kurang, kemampuan bertahan Hubner tak menggigit sama sekali. Catatan FotMob memperlihatkan bahwa Hubner rata-rata hanya memenangkan 1,8 duel dan 1 intersep per 90 menit selama membela Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia.

Bagaimana dengan Rizky Ridho?

Hilgers lebih mungkin menggantikan posisi Hubner ketimbang Rizky Ridho. Apalagi Shin Tae-yong adalah pelatih yang bekerja based on data. Ia juga sosok yang egaliter. Selama ini pun walau kedatangan banyak pemain dari luar negeri, Ridho masih diandalkan pelatih berpaspor Korea Selatan itu.

Ha gimana? Ridho memang bek yang bagus, je! FIFA saja mengakui kehebatan Rizky Ridho. Kalau dibandingkan Mees Hilgers? Karena tidak mito to mito membandingkan statistik antara Rizky Ridho dan Mees Hilgers di klub, kita akan lihat statistik Ridho selama di Timnas Indonesia lalu membandingkannya dengan penampilan Hilgers di FC Twente.

Ya, memang tidak apple to apple juga. Tapi minimal biar tidak ada yang sinis dan bilang bahwa Liga Indonesia nggak bisa diadu sama Eredivisie. Makanya kita akan melihat performa Ridho di tim nasional, di mana ia menghadapi para pemain yang sekurang-kurangnya mendekati kualitas pemain yang dihadapi Hilgers di Eredivisie.

Selama Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Ridho mempertontonkan kepiawaiannya sebagai Alessandro Bastoni-nya Timnas Indonesia. Kemampuan membaca permainan dan bertahannya sangat baik. Selain itu, sedikit demi sedikit, Rizky Ridho juga terlatih dalam membantu serangan.

Lebih Baik dari Hilgers

Selama memperkuat Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ridho punya akurasi umpan 75,7%. Sekalipun kecil, angka itu naik dari 73,6% di Piala Asia 2023. Lagi pula soal progresi serangan, Shin Tae-yong bisa mengandalkan Jay Idzes. Atau kalau membangun serangan bertahap dari belakang, sang pelatih terbiasa mengandalkan gelandang seperti Thom Haye.

Jadi, walaupun kalah dalam akurasi umpan dari Hilgers, posisi Ridho harusnya tetap aman. Apalagi dari segi keahlian bertahan, Ridho banyak mengungguli Hilgers. Lihat saja, persentase tekelnya selama di Kualifikasi Piala Dunia sangat tinggi, yakni 70%. Hilgers cuma 61,5% di Eredivisie.

Itu baru tekel. Ridho juga khatam urusan duel. Di Kualifikasi Piala Dunia, persentase memenangkan duel pemain Persija itu menyentuh 64%. Hilgers musim lalu hanya 53,2% di Eredivisie. Musim ini malah lebih rendah lagi, yakni 47,4%.

Tekel menang Ridho, duel Ridho juga unggul, apa lagi? Duel udara? Betul bahwa Hilgers memiliki tinggi 185 cm, dua sentimeter lebih tinggi dari Rizky Ridho. Tapi di Eredivisie musim lalu, persentase kemenangan duel udara Hilgers hanya 46,3%, musim ini lebih rendah yakni 44,4%.

Di sisi lain, selama membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia, Ridho punya persentase memenangkan duel udara di angka 71,4%. Angka itu hampir dua kali lipat lebih tinggi dari Mees Hilgers. Namun, harus dipahami bahwa Ridho dipaksa bekerja keras karena Timnas Indonesia sering diserang.

Kerja keras dan pengalaman bikin Ridho tak gampang digantikan oleh Hilgers di starting line up. Mungkin justru Hilgers-lah yang akan jadi pelapis Ridho, bukan sebaliknya. Sampai sini pendapat Bung Ropan bahwa Ridho tetap akan dipertahankan di jantung pertahanan timnas meski ada Hilgers, sangat relevan.

Sumber: OffsideDuo, Bolacom, Kumparan, TheAnalyst, IDNTimes, BungRopan

Cerita Unik di Balik Nama Punggung Pemain

0

Bicara soal sepak bola, tak lengkap rasanya tanpa ngomongin jersey. Ya, kain racun, kalo kata para kolektornya. Banyak orang rela mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengoleksi jersey incarannya. Entah karena bagus motifnya atau sekadar keunikan cerita yang tersimpan di baliknya.

Selain nomor punggung nyeleneh, salah satu cerita unik bisa terkandung dalam bentuk nama pemain. Sebab, beberapa pemain memiliki ceritanya sendiri soal penamaan ini. Baik karena alasan personal hingga alasan yang tak masuk akal. Lantas, apa saja kisahnya?

 

Aturan Nama Pemain

UEFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola Eropa, sebenarnya tidak mengatur secara khusus mengenai seperti apa nama pemain yang harus dipakai. Aturan menyoal nama pemain di jersey biasanya hanya mengatur mengenai ukuran dan jenis tulisan atau font apa yang harus dipakai. Selebihnya, selama tidak mengandung kata yang sensitif dan menyinggung, ya, silakan saja dipakai.

Namun pengecualian, jika memang nama pemain tersebut mengandung kata-kata yang sensitif, ya mau gimana lagi. Contohnya terjadi pada mantan pemain West Ham United, Julian Dicks, yang tetap memakai nama Dicks di punggungnya. Loh, memangnya kenapa nama itu sensitif? Cek saja apa artinya kata “dicks” dalam bahasa Indonesia.

Sementara di Inggris, Premier League memiliki aturan soal penggunaan nama pemain. Aturan ini mulai berlaku sejak musim kedua Premier League berlangsung, yakni 1993/94. Musim ini pula menjadi musim pertama pemain bisa memilih nomor sesuai keinginannya. Asalkan konsisten hingga akhir musim. Sebab, sebelumnya, pemain diwajibkan memakai nomor yang urut dari 1 hingga berapa pun jumlah pemain yang ada.

Aturan M.7 soal nama dan nomor di jersey ini berbunyi bahwa nomor pemain harus terletak di bawah nama belakang. Nama selain nama belakang boleh dipakai, asalkan pernah digunakan di klub sebelumnya atau di level tim nasional. Namun, Premier League sendiri memperbolehkan pemain menggunakan nama lain yang tak sesuai dengan aturan tersebut. Asalkan otoritas liga menyetujuinya. Alias, aturan ini sebenarnya tidak ada gunanya.

 

Nama Kepanjangan

Cerita soal nama yang paling fenomenal adalah milik pemain Johannes Vennegoor of Hesselink. Mantan pemain Hull City ini memiliki nama di punggung yang cukup panjang, yakni Vennegoor of Hesselink. Sebab, meskipun namanya sepanjang itu, nama yang terpampang di punggung Johannes merupakan bentuk kepatuhannya dengan terhadap Premier League. Karena nama tersebut merupakan sebuah nama belakang.

Lah, kok bisa nama belakang sepanjang itu? Nama belakang Johannes bisa sepanjang itu karena nama tersebut merupakan gabungan dari dua nama keluarga petani di Belanda. Pada abad ke-17, terjadi pernikahan antara keluarga Vennegoor dan Hesselink. Namun, karena kedua keluarga tersebut terlampau terhormat, akhirnya kedua nama belakang itu digabungkan menjadi Vennegoor of Hesselink. Kata “of” di tengah kedua nama keluarga tersebut berarti “atau”.

 

Nama Diperpendek

Jika Johannes memiliki nama yang terlampau panjang, mantan pemain Bolton Wanderers, Stelios Giannakopoulos memilih untuk menempelkan nama depannya di punggungnya. Loh, memangnya kenapa? Bukannya aturannya adalah memakai nama belakang? Tapi alasan pemain asal Yunani ini ternyata cukup baik hati.

Selain karena agar tidak terlampau panjang, alasan Stelios memilih memakai nama depannya adalah ia merasa nama belakangnya cukup sulit untuk diucapkan oleh komentator Inggris. Karena tak ingin merepotkan orang, akhirnya ia memilih memakai nama depan.

Alasan ini langsung diterima otoritas Premier League. Padahal Stelios sendiri sebenarnya selalu memakai nama belakang setiap ia bermain membela Yunani. Aksi seperti Stelios ini juga ditiru oleh pemain Yunani lain, yakni Sokratis Papastathopoulos di Arsenal.

Memperpendek nama seperti ini juga pernah dilakukan oleh bintang Real Madrid, Guti. Lelaki yang sebenarnya memiliki nama Jose Maria Gutierrez Hernandez ini pernah memakai nama Guti Haz di punggungnya. Ini merupakan pemendekan dari dua nama belakangnya. Lambat laun ia akhirnya memakai nama “Guti” saja.

Terbaru, kasus seperti ini juga terjadi di Borussia Dortmund. Penggawa Timnas Inggris U-21, Jamie Bynoe-Gittens, memilih merampingkan nama belakang di punggungnya. Ia menggunakan nama Gittens saja sebagai nama belakang. Aksi ini ternyata didukung penuh oleh sang ayah sebagai pemilik nama Bynoe-Gittens.

 

Memakai Nama Depan

Lalu, mungkin kalian bertanya-tanya, kenapa sih dianjurkan memakai nama belakang? Kenapa tidak nama depan saja? Jika kalian bertanya mengenai ini, maka jawabannya adalah penggunaan nama depan di Eropa adalah sesuatu yang tabu. Memanggil orang lain dengan nama depan merupakan sebuah tindakan yang tidak sopan. Kecuali jika memang sudah akrab dan orang yang bersangkutan memperbolehkannya.

Apabila kita jeli, sebenarnya jamak sekali pemain yang memilih memakai nama depan. Namun, mereka memiliki alasan yang beragam, selain seperti kasus Stelios Giannakopoulos. Mulai dari alasan personal hingga karena alasan yang nyeleneh.

Pemain seperti Virgil van Dijk, Memphis Depay, Dele Alli, Ravel Morrison, hingga Jordi Cruyff memilih memakai nama depannya karena alasan personal. Mereka menolak memakai nama belakang karena hubungannya dengan sang ayah sangat renggang. Beberapa dari mereka memang sudah ditinggal sang ayah pergi dari keluarga sejak usia belia. Oleh karena itu, mereka menganggap tak ada gunanya memakai nama sang ayah. Pada kasus Jordi Cruyff, dirinya memilih memakai nama depan bukan karena hubungannya dengan sang ayah buruk. Tapi, karena Jordi ingin terlepas dari bayang-bayang sang ayah.

Sementara bagi beberapa pemain Amerika Latin seperti Jonas Gutierrez, Bryan Ruiz, Gaston Ramirez, hingga Alexis Sanchez, lebih memilih menempelkan nama depan di punggungnya, sebab mereka menganggap nama belakangnya sudah terlalu pasaran.

 

Penghormatan untuk Orang Tua

Sementara pemain Wolves, Mario Lemina, pernah memakai nama “Mario Jr.” di punggungnya. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada sang ayah yang namanya sama persis dengannya. Perubahan ini juga terjadi karena sang adik, Noha Lemina, bergabung ke Wolves sebagai pinjaman dari PSG pada musim 2023/24 lalu. Mario yang datang lebih awal, memilih untuk memberikan nama Lemina untuk dipakai sang adik.

 

Memakai Nama yang Tak Ada Hubungannya

Sementara pada beberapa kasus, ada pemain yang memakai nama yang tak ada hubungannya sama sekali dengan dirinya. Pertama, Javier Hernandez melakukannya sejak ia membela Manchester United. Pemain asal Meksiko tersebut memilih memakai nama “Chicharito” untuk dipasang di belakang jerseynya. Nama ini berarti kacang hijau kecil. Nama ini sebenarnya adalah nama panggilan sang ayah yang memiliki mata hijau.

Kemudian, Sergio Aguero memilih menambahi kata “Kun” di jerseynya untuk menghargai serial anime kesukaannya “Kum-Kum”. Mengingat fakta bahwa Aguero telah menggunakan kata tersebut di klub sebelumnya, pihak Premier League akhirnya memberinya lampu hijau.

Dan yang paling unik, pernah dilakukan oleh mantan pemain Aston Villa. Jika kalian ingat, Aston Villa pernah punya pemain dengan nama punggung “Trezeguet”. Kalian tahu siapa nama asli pemain tersebut? Nama aslinya adalah Mahmoud Ahmed Ibrahim Hassan. Jauh sekali bukan?

Alasan penggunaan nama Trezeguet ini juga tidak kalah kocak. Pemain asal Mesir tersebut berujar, ia menggunakan nama itu karena pernah dibandingkan dengan David Trezeguet oleh pelatihnya saat masih belia. Boleh sih kalo mau takzim sama sang guru, tapi nggak sampai gini juga kali.

 

Sumber: UEFA, The Athletic, Daily Mail, dan Daily Star

Pakai Formasi Ini, King Indo Dijamin Libas Bahrain dan China

0

Layaknya karyawan yang dikejar deadline, PSSI mulai menggenjot proses naturalisasi dua pemain baru, yakni Mees Hilgers dan Eliano Reijnders. Beberapa tahap persyaratan administrasi bahkan dikerjakan menggunakan sistem kebut semalam, agar keduanya bisa dimainkan di laga melawan Bahrain dan China Oktober nanti.

Jika Hilgers dan Eliano sudah resmi berpindah federasi dari Belanda ke Indonesia, Shin Tae-yong dipastikan akan memiliki opsi lebih banyak lagi dalam meramu skuadnya. Lantas, apa formasi terbaik yang bisa digunakan oleh Coach Shin untuk mendulang poin di matchday ketiga dan keempat ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026?

Penjaga Gawang

Tim Starting Eleven merekomendasikan untuk menggunakan formasi 3-5-2. Jika ditanya mengapa formasi ini yang dipilih? Karena formasi 3-5-2 cukup fleksibel. Dalam pengaplikasian di lapangan, skema ini bisa berubah menjadi 5-4-1 ketika bertahan, tapi juga bisa berubah menjadi 3-4-3 saat menyerang.

Selain itu, formasi ini dipercaya bisa memaksimalkan materi pemain yang ada setelah ketambahan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders. Untuk siapa saja yang akan mengisi posisi tersebut, mari kita bahas bersama. Dari posisi penjaga gawang terlebih dahulu. Shin Tae-yong sebetulnya punya banyak opsi di posisi ini.

Ada Nadeo Argawinata, Ernando Ari, hingga Adi Satryo. Tapi dengan kedatangan Maarten Paes, posisi di bawah mistar Skuad Garuda praktis jadi miliknya. Shin Tae-yong yang langsung menurunkan Paes di laga melawan Arab Saudi kemarin seakan membuktikan bahwa perjuangan PSSI untuk mendapatkan Paes tidak sia-sia.

Karena penampilan Paes dalam mengawal gawang Indonesia ternyata memang se-worth it itu. Di laga debutnya, Paes tampil mempesona. Meski kebobolan satu gol, dirinya mencatatkan empat penyelamatan penting. Satu di antaranya diciptakan saat Paes menepis sepakan penalti Salem Al-Dawsari.

Di pertandingan kedua melawan Australia pun demikian, Paes berhasil menjaga gawang Indonesia tetap suci dengan mencatatkan lima penyelamatan. Tentu tak ada alasan lain untuk tidak memasang Paes sebagai penjaga gawang utama di laga melawan Bahrain dan China nanti.

Trio Bek Tengah

Di depan Maarten Paes nanti akan berdiri tiga bek terbaik yang dimiliki oleh Skuad Garuda. Rizky Ridho, Jay Idzes, dan sang debutan, yakni El Nyengir, alias Mees Hilgers akan berdiri tegak layaknya pilar-pilar bangunan Yunani kuno. Ketiganya akan saling bahu membahu untuk menghadang pemain-pemain lawan yang berusaha masuk ke area pertahanan Indonesia.

Dalam skema tiga bek, Rizky Ridho bisa dipastikan bakal menempati bek tengah bagian kanan. Meskipun jadi satu-satunya pemain yang belum mengenyam pendidikan sepakbola di Eropa, Ridho dianggap mampu mengimbangi permainan dari para diaspora. Kemampuan Ridho dalam melepaskan tekel akurat dan membaca permainan akan sangat membantu pemain bertahan yang lain.

Posisi bek di tengah bisa diisi oleh Jay Idzes. Bang Jay adalah leader dari trio ini. Posisi Idzes di tengah akan memberikan jangkauan pandang yang lebih luas. Dirinya bisa memberikan cover di kedua sisi. Nanti tinggal Hilgers yang bermain di sektor bek tengah kiri.

Berbeda dengan Idzes yang lebih bermain tenang dan rapi, Hilgers diprediksi akan mengambil pekerjaan kotor di lini bertahan. Tekel-tekel keras kemungkinan akan lahir dari kaki Hilgers karena gaya bermainnya yang dikenal lebih berani dan bar-bar. Mirip-mirip lah ya sama Justin Hubner, tapi Hilgers dipilih karena lebih dewasa dalam pengambilan keputusan. 

Wing Back

Di sektor wingback, akan diisi oleh pemain-pemain terbaik yang dimiliki oleh Shin Tae-yong. Kita mulai dari sebelah kiri terlebih dahulu. Pelatih asal Korea Selatan itu punya banyak nama yang bisa mengisi posisi tersebut. Kita semua tahu, PSSI cukup banyak mendatangkan pemain diaspora di posisi bek kiri.

Selain Pratama Arhan, ada Nathan Tjoe-A-On dan Shayne Pattynama yang bisa dimainkan. Bahkan Justin Hubner pun dengan senang hati mengisi posisi ini. Namun, dari tiga pertandingan terakhir, pilihan hati STY selalu jatuh pada Calvin Verdonk. Pemain yang satu ini kecil-kecil cabe rawit. Biar mungil, tapi tenaga dan football intelegent-nya sangat luar biasa.

Di dua pertandingan terakhir melawan Arab Saudi dan Australia, Calvin bahkan jadi pemain dengan rating terbaik di skuad Timnas Indonesia. Bakal aneh sih kalau STY nggak masang pemain yang satu ini.

Di bek sayap kanan, agak sulit nih buat milihnya. Karena Asnawi Mangkualam dan Sandy Walsh sama-sama sedang dalam performa yang menyala. Tapi untuk memaksimalkan strategi bertahan dan menjaga kedalaman, Sandy paling cocok. Lebih bijak dalam mengambil keputusan dan piawai dalam penguasaan bola.  

Gelandang Tengah

Lanjut ke ruang kemudi Timnas Indonesia, yakni lini tengah. Dalam formasi 3-5-2, mimin akan memasang dua gelandang yang memiliki tipe permainan berbeda. Yang satu harus kreatif dan memiliki visi bermain yang bagus. Dan yang kedua harus memiliki naluri bertahan dan daya jelajah yang tinggi.

Urusan kreasi peluang, mari kita pasrahkan kepada Thom Haye. El Profesor mungkin mudah lelah. Tapi dirinya paham betul aliran bola macam apa yang diinginkan oleh pemain-pemain Timnas Indonesia. Haye juga tidak memiliki kecepatan, tapi dirinya punya kemampuan reading the game yang bagus. Maka dari itu, ia jago dalam memotong umpan lawan, bukan merebut bola dari lawan. 

Lantas, siapa yang akan menemani Thom Haye? M Tahir? Tentu bukan. Mimin punya pilihan yang jauh lebih menarik. Dia adalah idola kaum hawa, Nathan Tjoe-A-On. Seperti yang kita ketahui, meski posisi aslinya adalah bek kiri, Nathan cukup solid jika dimainkan sebagai gelandang bertahan. Nama lain yang mungkin bisa mengisi posisi ini adalah Ivar Jenner.

Gelandang Serang

Satu gelandang lagi akan mengambil peran lebih menyerang. Posisi ini bisa diisi oleh si anak baru, Eliano Reijnders. Adik dari Tijjani Reijnders ini sebetulnya lebih sering bermain sebagai bek kanan di PEC Zwolle. Namun, Eliano termasuk dalam kategori pemain super versatile. Dalam kata lain, Eliano ini bisa bermain di banyak posisi lain, salah satunya gelandang serang.

Menurut statistik Transfermarkt, gelandang serang masih jadi posisi yang paling sering dimainkan oleh Eliano. Posisi lain yang juga sering dimainkan Eliano adalah pemain sayap. Itu menandakan bahwa mantan rekan Ivar Jenner ini memiliki naluri menyerang yang sangat baik.

Lantas, apa atribut menyerang dari seorang Eliano Reijnders? Mirip dengan kakaknya. Eliano juga memiliki kualitas kontrol bola yang sangat baik. Eliano juga memiliki tendangan jarak jauh yang keras nan akurat, sama seperti Tijjani. Jika Indonesia mengalami kebuntuan saat membongkar pertahanan lawan, tendangan spekulasi Eliano mungkin bisa menghasilkan sebuah gol.

Dua Penyerang

Menggunakan dua striker sekaligus memang bukan ciri khas permainan Shin Tae-yong. Tapi dengan adanya agenda mengincar kemenangan tentunya skema ini layak untuk dijajal. Dua nama yang layak mengisi posisi ini adalah Wak Haji Ragnar dan El Klemer. Lantas, mengapa pilih dua pemain ini? 

Karena skema permainan Indonesia mengandalkan serangan balik cepat, yang diimbangi dengan kemampuan melindungi bola dengan baik. Dengan begitu, Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick jadi pilihan yang tepat. Nah, kira-kira begitu gambaran skuad terbaik versi Starting Eleven. Kalau Shin Tae-yong pakai susunan pemain ini, lawan Bahrain dan China doang mah Insya Allah gampang.

https://youtu.be/C81fSXP3f6w

Sumber: Suara, Bola, CNN Indonesia

Ribut dengan Suporter Sendiri, Ada Apa dengan Persib Bandung?

0

Meskipun Persib Bandung berhasil menang 2-0 melawan Persija Jakarta, terjadi kericuhan di akhir pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat. Kericuhan tersebut merupakan lanjutan dari kegaduhan yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Bobotoh memang sempat menggeruduk Graha Persib untuk menyuarakan aspirasinya.

Namun, sebenarnya ada apa? Kok bisa-bisanya sebuah klub malah berkonflik dengan suporternya sendiri. Padahal Maung Bandung baru saja menjadi juara musim lalu. Untuk itu, mari kita coba bedah sama-sama.

 

Konflik Persib Bandung dan Bobotoh

Sehari sebelum laga Persib menjamu Persija digelar, jauh di Argentina sana, juga terdapat laga besar antara Boca Juniors dan River Plate. Duel klasik yang digadang lebih agung dari duel sepak bola yang ada di seluruh muka bumi ini berakhir untuk kemenangan River Plate. Gol tunggal legenda West Ham United, Manuel Lanzini, berhasil membuat fans Boca terdiam di rumahnya sendiri.

Sudah bisa ditebak seperti apa reaksi fans Boca. Mereka marah dan kecewa. Gampangnya, semisal Indonesia kalah tipis lawan Malaysia, di laga penting semisal final, dan Indonesia mencetak gol tapi malah dianulir oleh wasit, kalian bakal kecewa berat bukan? Nah seperti itu yang dirasakan fans Boca.

Mereka mengomeli para pemain Boca yang berjalan ke lorong stadion. Siapa pun, mau tua hingga muda, mau laki-laki mau perempuan, semuanya mengomeli pemain. Hingga pada satu titik, kiper Boca, Sergio Romero, tak tahan dan malah mendatangi serta menantang seorang perempuan di atas tribun.

Coba tebak apa reaksi yang dilakukan manajemen Boca? Menghukum dan melarang suporternya untuk masuk ke La Bombonera untuk selamanya? Jelas tidak. Boca malah menghukum Sergio Romero. Dirinya dihukum dua kali pertandingan tak boleh main. Sebab, Boca sadar, yang membuat mereka besar adalah para fans. Tanpa fans, mereka hanya klub tarkam yang bisa dibantai puluhan gol oleh River Plate.

Nah, kurang lebih seperti ini yang sama terjadi pada Bobotoh dan Persib Bandung. Kericuhan yang terjadi pada laga melawan Persija, tak ada hubungannya dengan Persija. Bobotoh lebih kecewa dengan pihak Persib, ketimbang harus susah payah untuk membenci Persija. Saking kecewanya, dua hari sebelum laga melawan Persija mereka sampai mendemo Graha Persib.

Memangnya mengapa mereka mendemo Persib? Bobotoh mendemo Persib sebagai respons dari kejadian yang terjadi setelah laga melawan Port FC. Kejadiannya mirip seperti yang terjadi pada fans Boca. Bedanya, pada kasus Bobotoh, ia malah diseret masuk ke dalam lorong stadion. Bobotoh yang diseret ini mengaku bahwa dirinya mendapatkan kekerasan dan ancaman dari pemain serta staf. Tak hanya itu, disebutkan pula terjadi kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh petugas steward.

Nah, tujuan Bobotoh berdemo adalah untuk meminta kejelasan pihak Persib apakah hal tersebut benar-benar terjadi. “Apa benar Henhen dan Kakang menarik korban ka kamar ganti? Apa benar di kamar ganti dokter Rafi Ghani nalapung korban?” tanya jurnalis kawakan, Zen Rahmat Sugito, sebagai salah satu orator, dikutip dari Tribunnews.

Tuntutan Bobotoh tidaklah rumit, yakni jika memang benar, mereka meminta pihak Persib untuk segera menindak. Dan jika memang tidak terjadi, ya, silakan juga buka seperti apa yang sebenarnya terjadi. Namun, karena pihak Persib dianggap terlalu berputar-putar terkait masalah ini, akhirnya kemarahan Bobotoh meluap setelah laga melawan Persija.

 

Bobotoh Bakal Disingkirkan?

Sebagai salah satu jurnalis kenamaan dan juga pecinta Persib Bandung, Zen RS, mengeluarkan unek-uneknya mengenai apa yang terjadi pada klub kesayangannya. Ia menganggap bahwa pihak klub ingin mencoba mencabut Persib dari suporternya sendiri.

Manajemen merasa kesulitan untuk mengembangkan bisnisnya jika selalu mendapatkan perlawanan. Menurutnya, hal ini pula yang pada akhirnya melahirkan Bali United sebagai sebuah jalan keluar.

Persib merupakan salah satu klub dengan basis suporter besar dan mengakar. Persib tak bisa dipisahkan dari suporternya. Ini sudah kadung menyatu dengan warga dan kehidupannya. Layaknya orang Surabaya dengan Persebaya, Jakarta dengan Persija, dan Medan dengan PSMS. Memisahkan keduanya pasti akan menimbulkan sebuah perlawanan besar.

Masalahnya, dalam beberapa tahun terakhir, manajemen Persib dirasa seperti sedang perlahan mencabut Persib dari akarnya. Salah satunya adalah dengan pergantian identitas berupa tanggal lahir. Perubahan ini dianggap dilakukan secara sepihak. Diskusi terkait kekisruhan ini tak diwadahi dengan baik sehingga terkesan menyingkirkan suporter dan warga masyarakat sekitarnya. Manajemen seakan membiarkan masalah begitu saja agar suporter jengah, lalu pergi, dan kemudian diganti dengan yang lebih terkendali.

Tak hanya itu, sebelum kisruh tersebut, Bobotoh juga kecewa dengan manajemen Persib yang tak mengusut tragedi Stadion GBLA. Manajemen dianggap membiarkan kasusnya menguap di udara.

Selain itu, protes soal kenaikan harga tiket juga tidak ditanggapi dengan becus oleh manajemen. Bobotoh memang beberapa kali memprotes soal tiket. Mereka menganggap fasilitas GBLA saat itu, tak layak dihargai dengan harga yang terlampau tinggi.

Padahal apabila manajemen Persib mau, mereka bisa saja meniru klub-klub Jerman. Klub-klub Jerman bisa berjalan beriringan dengan suporter. Bahkan mereka memberikan setengah sahamnya untuk suporter. Tapi bisnis mereka tetap berjalan, dan keinginan suporter juga bisa dipenuhi. Kuncinya? Sederhana, yakni komunikasi.

Klub Indonesia memang lebih cocok meniru model bisnis klub Jerman. Sebab, keduanya punya basis suporter yang relatif besar. Alih-alih meniru model bisnis klub Inggris yang setiap pertandingannya lebih banyak diisi oleh para turis. Sementara suporter dan warga lokal tersingkirkan.

 

Apakah Aksi Protes Seperti Ini Pernah Terjadi?

Lantas, apakah protes-protes seperti yang dilakukan pernah terjadi sebelumnya? Ya jelas pernah. Bahkan di sepak bola Eropa yang dianggap maju sekalipun. Pada beberapa kasus malah berjalan lebih brutal dan mengerikan. Namun, di sana tak sampai memakan korban jiwa. Kok bisa? Sebab, pengamanan pertandingan di sana hanya menggunakan pasukan pengurai masa, alih-alih menggunakan kekerasan seperti gas air mata.

Di Belanda, fans Ajax pernah melakukan aksi yang sangat brutal sebagai protes mereka terhadap manajemen. Mereka menyerbu kantor klub dan merusak segala sesuatu yang mereka temui. Hal ini terjadi pada September 2023.

Kekalahan pada laga sengit melawan sang rival, Feyenoord hanyalah pemicu. Akar masalahnya adalah ketidakbecusan manajemen mengelola klub. Mulai dari kasus Marc Overmars, kepergian Erik ten Hag, hingga berujung dengan merosotnya prestasi klub.

Sementara di Jerman, demo terkait suporter merupakan hal yang jamak terjadi. Demo sepertinya sudah jadi tabiat dan kegiatan rutin yang dilakukan oleh para suporter. Mulai dari demo menggunakan mobil-mobilan, mengunci gawang, hingga meneror lapangan dengan bola tenis.

Dari sekian banyaknya aksi protes terhadap manajemen ada satu yang cukup fenomenal, yaitu aksi yang dilakukan oleh fans Hamburg SV. Pada laga terakhir sebelum Hamburg terdegradasi, mereka menghujani lapangan dengan suar. Kabut asap mengepul tebal di lapangan sehingga pertandingan dihentikan. Semua aksi ini merupakan bentuk kekecewaan kepada manajemen yang dianggap gagal menjalankan klub.

Meskipun terlihat mencekam, aksi suporter Hamburg ini terbilang aman. Sebab, pihak keamanan hanya menjaga aksi mereka agar tak melebar ke mana-mana. Pun orang-orang di stadion, mereka juga menikmatinya dengan santai. Tak menganggapnya kampungan atau apa. Sebab mereka sadar, demonstrasi merupakan cara agar aspirasi mereka didengar.

https://youtu.be/kirjU1ffYsY

Sumber: Tribunnews, Goal, The Guardian, Daily Mail, dan DW

Manchester City Tanpa Rodri, Saatnya Arsenal Rampas Gelar Liga Inggris?

0

Baru-baru ini, di X terjadi perseteruan antara fanbase Manchester City dan fans Arsenal. Akun X bernama @CityzensIDN lah yang mulai duluan dengan memposting kalimat sindiran kepada Arsenal. “Apa bedanya Arsenal sama tim lain? Kalo tim lain ngincer trofi, kalo Arsenal ngincer Rodri. Chuaksss” yang tentunya bernada guyon.

Namun, cuitan itu diartikan lain oleh beberapa fans Arsenal, bahkan juga fans klub-klub Liga Inggris lainnya. Ada yang membalas menyindir, ada juga yang menjelaskan bahwa cedera yang dialami Rodri murni salah pijakan kaki, bukan sesuatu yang disengaja oleh pemain Arsenal.

Anyway, di sisi lain City patut kesal atas cederanya Rodri. Karena sang gelandang merupakan pemain penting bagi skema permainan Pep Guardiola. Bahkan banyak yang beropini bahwa kehilangan Rodri akan membuat City pincang. Dan itu jadi keuntungan bagi sang rival, Arsenal untuk merebut tahta Liga Inggris musim 2024/25. Benarkah demikian? 

Arsenal Jagain Trofi City 

Bagi sebagian besar die hard Arsenal, pasti sudah lelah terus berada di balik bayang-bayang Manchester City. Meriam London masih belum bisa menjuarai Liga Inggris meski telah melakukan banyak perubahan di dalam dan di luar lapangan. Bukan karena perubahan yang dilakukan mengalami kegagalan. Tapi City yang terus berevolusi menjadi lebih baik dari Arsenal.

Persaingan Arsenal dan Manchester City dalam dua musim terakhir bak seorang adik yang selalu mengejar ketertinggalan dari sang kakak. Arsenal asuhan Mikel Arteta terus berusaha menjadi tim yang lebih baik setiap musimnya. Namun, The Gunners lupa bahwa yang berproses bukan mereka saja. City pun berproses setiap musimnya. Mau bagaimanapun usaha yang dilakukan Arteta, akan selalu ada gap yang terbentang antara Arsenal dan City.

Di musim lalu misalnya, jatuh bangun hingga pekan terakhir, Arsenal lagi-lagi cuma bisa finis kedua di klasemen Liga Inggris. Bukayo Saka dan kolega mengumpulkan 89 poin, hanya kalah dua poin dari The Citizens di akhir musim. Padahal Arsenal sudah menunjukan permainan yang konsisten. Mereka mengerahkan 100% kekuatan di setiap pekan.

Sepanjang musim 2023/24, Meriam London bahkan sempat menyulitkan Manchester City. Bahkan anak asuh Mikel Arteta sempat memimpin klasemen selama sepuluh pekan, sampai akhirnya disalip di pekan-pekan terakhir. Musim itu jadi sebuah momen yang campur aduk. Marah, sedih, dan kecewa jadi satu.

Harapan Kembali Muncul

Setelah dua musim beruntun kena PHP, harapan untuk menjuarai Liga Inggris pun kembali muncul di musim 2024/25. Terlalu dini memang menyebut Arsenal sebagai calon juara. Karena hingga pekan kelima, The Gunners hanya berada di urutan keempat, di bawah Manchester City, Liverpool dan tim kejutan musim lalu, Aston Villa. Tapi dengan apa yang terjadi dengan City sekarang, asa itu masih ada.

Manchester City dilaporkan akan kehilangan Rodri dalam jangka waktu yang cukup lama. Pemain yang baru saja mengantarkan Spanyol juara Euro 2024 itu kabarnya mengalami robek di anterior cruciate ligament lutut kanannya saat menghadapi Arsenal pekan lalu. Kronologinya, Rodri terjatuh memegangi lututnya usai bersinggungan dengan Thomas Partey dalam situasi sepak pojok.

Rodri sempat mendapat perawatan, namun tak bisa melanjutkan laga dan digantikan oleh Mateo Kovacic pada menit ke-21. Rodri masih bisa berjalan sendiri didampingi dua staf medis City saat keluar lapangan, tapi The Athletic melaporkan hasil tes terbaru menunjukkan bahwa cedera ACL yang dialami tergolong serius. Bahkan beberapa media Inggris meyakini bahwa musim Rodri sudah berakhir.

Pep Guardiola pun panik dengan kondisi yang dialami Rodri. “Rodri tidak tergantikan dan tim tidak akan bermain dengan gelandang terbaik di dunia untuk waktu yang sangat lama. Tentu saja ini merupakan pukulan telak bagi kami,” ucap pelatih berkepala plontos itu kepada Sky Sport. Tapi sebenarnya sepenting apa sih Rodri bagi skema Pep? 

Sepenting Apa Rodri?

Sebagai seorang pelatih, sudah menjadi tugas Pep Guardiola untuk menemukan solusi jika salah satu pilar utamanya mengalami cedera. Sejauh ini, eks pelatih Barcelona itu terkenal lihai dalam menyiasati masalah serupa. Seperti ketika City memainkan false nine ketika sulit mencari pengganti Sergio Aguero, atau Pep yang memanfaatkan kreativitas Bernardo Silva dan Julian Alvarez saat Kevin De Bruyne mengalami cedera.

Tapi Pep belum bisa menemukan ramuan yang pas jika timnya bermain tanpa Rodri. Gelandang berpostur 190 cm itu merupakan nyawa bagi lini tengah Manchester City. Rodri sanggup menentukan ritme permainan The Citizens. Juga menentukan kapan harus menyerang, kapan mesti bertahan seperti seorang regista di Italia. Tanpanya aliran bola City mampat.

Pep menyamakan Rodri dengan Sergio Busquets di Barcelona. Kematangannya membuat The Citizens kian variatif dalam melantunkan permainan. Selain akurasi, jangkauan umpan sang gelandang terbilang istimewa. Dilansir Sky Sport, selama musim 2023/24 Rodri memegang rekor sebagai gelandang dengan jumlah umpan sukses terbanyak di Liga Inggris, yakni 3.416 umpan. 

Rodri juga jadi pemain yang memberikan ketenangan saat Manchester City menghadapi situasi serangan balik. Respons cepat, pembacaan permainan, dan kemampuan duel satu lawan satu yang luar biasa membantu lini pertahanan City agar tidak mudah dieksploitasi pemain lawan. Hal itu dibuktikan dengan statistik 136 kali memenangkan penguasaan bola di sepertiga area bertahan pada musim 2023/24. Itu jadi salah satu yang terbaik di liga.

City Kewalahan Tanpa Rodri

Di sisi lain, performa Manchester City asuhan Pep Guardiola ternyata mengalami penurunan ketika bermain tanpa Rodri. Sejak Februari 2023, City telah menurunkan Rodri dalam 78 pertandingan di semua kompetisi. Dari banyaknya jumlah pertandingan, City hanya kalah sekali. Rodri membantu City untuk menang sebanyak 59 kali dan imbang 16 kali.

Menariknya, satu-satunya tim yang bisa mengalahkan City yang bermain dengan Rodri adalah Manchester United. Momen itu terjadi di final Piala FA musim 2023/24. Lantas, bagaimana performa City jika bermain tanpa Rodri? Sang gelandang sebetulnya jarang absen, paling cuma sakit atau akumulasi kartu. Tapi sekalinya absen, City seperti hilang jati diri. 

Dari 16 pertandingan tanpa Rodri, lima di antaranya berakhir dengan kekalahan bagi City. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa persentase kekalahan City akan meningkat menjadi 31% jika tidak memainkan Rodri. Bukan cuma hasil akhir saja, jalannya pertandingan pun jauh berbeda jika tanpa Rodri.

Kita ambil contoh dari musim lalu saat City tanpa Rodri kalah 2-1 dari Wolves dan ketika City dengan Rodri menang 3-0 atas MU. Jumlah tekel sukses City menurun saat Rodri tidak bermain. Saat melawan MU, City melesakan sembilan tekel dengan tingkat kesuksesan 75%. Sedangkan melawan Wolves, City hanya mampu melepas enam tekel dengan tingkat kesuksesan yang sangat rendah, yakni 40%. 

Selain itu, soal akurasi umpan dan penguasaan bola Manchester City juga menurun drastis. Contohnya saja saat dikalahkan Arsenal pada Oktober tahun 2023. Rata-rata penguasaan bola City biasanya mencapai lebih dari 60%. Tapi tanpa Rodri, City hanya bisa mencatatkan 51% penguasaan bola saat melawan Meriam London.

Harus Dimanfaatkan Arsenal

Apakah penurunan performa itu disadari oleh Pep Guardiola? Jelas. Maka dari itu City mendatangkan Mateo Kovacic dari Chelsea. Namun, sejauh ini gelandang asal Kroasia itu belum bisa menyamai level permainan Rodri. Lini tengah City terlihat masih rumpang meski ada Kovacic di situ.

Nah, situasi inilah yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh Arsenal. Bermain tanpa Rodri hingga akhir musim, City diperkirakan bakal kehilangan banyak poin. Dengan begitu, Meriam London diharapkan bisa memangkas jarak yang ada. Peluang Arsenal untuk menjadi juara di musim ini terbuka lebih lebar dari biasanya. Karena satu-satunya rival sedang dalam krisis. Gimana Gooners? Masih pede juara kan? Atau udah pasrah?

Sumber: Sky Sport, The Guardian, The Analyst, Sports Mole

Berita Bola Terabru 25 September 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil La Liga jornada ke-7, Real Madrid sukses meraih tiga poin setelah berhasil mengandaskan tamunya Deportivo Alaves 3-2 di Santiago Bernabeu. Gol dari El Real dicetak masing-masig oleh Lucas Vazquez di menit 1, Mbappe di menit 40, dan Rodrygo di menit 48. Hasil ini membuat pasukan Carlo Ancelotti sementara masih berada di peringkat 2 klasemen La Liga dengan 17 poin.

Beralih ke hasil dari Serie A giornata ke-5. Como sukses raih kemenangan pertama mereka musim ini setelah mengalahkan tuan rumah Atalanta dengan skor 3-2. Gol anak asuh Cesc Fabregas dicetak masing-masing oleh Strefezza di menit 46, gol bunuh diri dari Kolasinac di menit 54, dan Fadera di menit 58. Hasil ini membuat Como sementara berada di posisi 15 klasemen Serie A dengan 5 poin.

Pindah ke hasil dari Carabao Cup babak ketiga. Manchester City berhasil lolos ke babak berikutnya setelah mengalahkan tamunya Watford 2-1 di Etihad. Masing-masing gol The Citizens dicetak oleh Jeremy Doku di menit ke-5 dan Matheus Nunes di menit 38.

Sementara itu di Stamford Bridge, Chelsea berpesta gol ke gawang tamunya Barrow lima gol tanpa balas. Gol dari The Blues dicetak oleh hattrick dari Nkunku, dan masing-masing gol dari Neto, dan gol bunuh diri pemain Barrow, Farman. Ditempat lain, klub Liga Inggris lainnya juga berhasil lolos ke babak berikutnya Carabao Cup. Seperti halnya Leicester yang berhasil mengalahkan Walsall lewat adu penalti, dan juga Aston Villa yang berhasil mengandaskan Wycombe Wanderers 2-1.

CALON SPONSOR BARU DI JERSEY CHELSEA

Chelsea yang baru saja membantai Barrow, dilaporkan segera memiliki sponsor baru yang rencananya akan terpampang di jersey mereka dalam waktu dekat. Dilansir dari Sportbible, klub kini sedang berunding dengan tiga maskapai besar dunia, termasuk dari Qatar yakni Qatar Airways. Qatar Airways disebut paling terdepan untuk segera menandatangani kontrak kerjasama sponsorship dengan The Blues. Jika kesepakatan tercapai, ini adalah untuk kedua kalinya Chelsea disponsori oleh maskapai penerbangan. Sebelumnya, The Blues pernah disponsori Emirates pada tahun 2001 hingga 2005.

STADION BARU MU AKAN JADI MARKAS TINJU

Beralih ke kabar berikutnya dari MU. Dilansir dari Goal, stadion baru yang akan diibangnun oleh MU nantinya tak hanya akan digunakan sebagai laga sepakbola belaka. Menurut pemilik MU Ratcliffe, stadion baru yang akan jadi markas Red Devils nantinya juga akan dijadikan tuan rumah laga tinju dunia. MU ingin menyaingi Wembley sebagai tempat tuan rumah laga-laga tinju dunia. Pasalnya, pihak MU yakin laga tinju akan memecahkan rekor penonton, dan akan menghasilkan cuan melimpah.

PELATIH LEICESTER HAMPIR DISERANG PENONTON

Sementara itu, kabar lainnya datang dari pelatih Leicester City, Steve Cooper. Dilansir dari The Sun, pelatih bermata sayu tersebut hampir saja diserang oleh salah satu fans saat laga Carabao Cup melawan Walsall. Fans The Foxes yang kesal tersebut nekat masuk lapangan untuk menghampiri Cooper jelang laga babak kedua berakhir. Namun fans itu berhasil dihalangi oleh pemain Walsall, David Okagbue. Setelah itu pihak keamanan pun berhasil mengamankannya. Setelah ditangkap, fans Leicester tersebut mengaku muak dengan hasil yang dicapai oleh Cooper.

RODRI TIBA DI BARCELONA

Kabar selanjutnya datang dari pemain City yang baru saja cedera, Rodri. Dilansir dari The Sun, Rodri dilaporkan telah tiba di Barcelona untuk menjalani tes medis guna mengetahui seberapa parah cederanya. Ia terlihat tiba di bandara Barcelona, dengan berjalan tertatih-tatih. Menurut laporan, Rodri yang ditemani dokter City yakni dr Ed Mauri, akan bertemu dengan dr Ramon Cugat yang notabene adalah dokter spesialis ortopedi di daerah Catalunya yang telah dipercaya lama oleh pihak City untuk menangani operasi cedera para pemainnya.

SZCZESNY KE BARCA?

Kalau Rodri datang ke Barcelona untuk berobat, lain halnya dengan kiper Polandia, Wojciech Szczesny. Dilansir dari Goal, mantan kiper Juventus tersebut dilaporkan sedang ditawari untuk gabung Barca. Sang pemain pun mempertimbangkan untuk menerima tawaran tersebut setelah memutuskan pensiun beberapa waktu lalu. Kondisinya sekarang Barca dapat mendatangkan pengganti Ter Stegen dalam waktu dekat, namun hanya dapat merekrut pemain yang berstatus bebas transfer. Hansi Flick juga telah berbicara tentang kemungkinan mendatangkan kiper baru dalam waktu dekat.

VINICIUS SUDAH TAHU AKAN RAIH BALLON D’OR

Bergeser ke kabar berikutnya dari Real Madrid. Dilansir dari Goal, Vinicius jr mengaku sudah diberitahu bahwa ia akan menerima penghargaan Ballon d’Or tahun ini yang akan digelar tanggal 28 Oktober mendatang di Paris. Menurut laporan yang berhembus, ia mengalahkan Rodri, dan Bellingham sebagai saingan terdekatnya. Bahkan saking yakinnya, sponsor pribadinya yakni Nike, sudah ancang-ancang untuk memberikan penghormatan khusus untuknya berupa pajangan emas yang serupa dengan apa yang diberikan kepada CR7 saat meraih Ballon d’Or.

JADWAL LAGA EL CLASICO SUDAH KELUAR

Masih soal Barcelona dan Real Madrid. Dilansir dari Mundo Deportivo, pertemuan pertama laga bertajuk El Clasico musim ini telah dikonfirmasi oleh pihak La Liga. Laga El Clasico di La Liga musim ini akan resmi dihelat di Santiago Bernabeu pada hari Sabtu 26 Oktober 2024 pukul 9 malam waktu Spanyol. Mengenai jam, laga El Clasico kali ini tidak ramah pada jam tayang di Asia. Dengan dimainkan di jam 9 waktu Spanyol, di Asia pasti akan ditayangkan pada dini hari bahkan menjelang pagi. Berbeda dengan laga El Clasico tahun lalu yang kerap dimainkan di sore bahkan siang hari waktu Spanyol.

MBAPPE CEDERA?

Kabar berikutnya dari pemain Real Madrid, Kylian Mbappe. Dilansir dari Forbes, Mbappe dilaporkan mengalami cedera pasca laga melawan Deportivo Alaves di La Liga. Mbappe minta diganti di menit 80 oleh Ancelotti untuk menghindari masalah cedera yang lebih parah. Mbappe terlihat mengalami ketidaknyamanan pada paha kirinya. Kini tim medis El Real sedang memeriksa kondisinya. Ancelotti berharap cederanya tak terlalu parah, dan diharapkan bisa siap untuk Derby Madrid pekan depan.

ANAK ZIDANE PENSIUN JADI PESEPAKBOLA

Kabar selanjutnya datang dari putra Zinedine Zidane, Enzo Zidane. Dilansir dari Goal, Enzo Zidane telah menyatakan resmi pensiun dari sepakbola di usia yang 29 tahun. Selama kariernya, Enzo Zidane pernah bermain untuk klub-klub seperti Almeria, Rodez AF, hingga klub terakhirnya yakni klub divisi tiga Spanyol, Fuenlabrada. Keputusannya pensiun telah didukung sepenuhnya oleh pihak keluarga. Ia sekarang mengaku akan fokus pada dunia bisnis.

SAN SIRO DICORET DARI TUAN RUMAH FINAL UCL

Dari kabar UCL. Dilansir dari bbc, Komite Eksekutif UEFA telah resmi mencoret stadion San Siro sebagai venue laga Final UCL tahun 2027 mendatang. Dicoretnya San Siro disebabkan karena pihak Kota Milan tak bisa memastikan apakah San Siro bisa dipakai tepat waktu pada tahun 2027. Pasalnya, San Siro rencananya akan direnovasi pada tahun 2027. Dengan dicoretnya San Siro, UEFA kini membuka kembali penawaran venue lain yang bersedia jadi tuan rumah laga Final UCL 2027. Rencananya UEFA akan mengumumkan venue Final UCL 2027 pada bulan Mei 2025.

VARANE SEGERA PENSIUN

Beralih ke kabar berikutnya yang datang dari pemain Como, Raphael Varane. Dilansir dari Daily Mail, secara mengejutkan bek Prancis tersebut mengatakan akan mempertimbangkan pensiun di usia 31 tahun. Hal ini disampaikan Varane karena kondisinya sekarang tidak memungkinkan untuk kembali bermain. Varane mengalami cedera bahunya yang parah sehingga belum bisa debut di Serie A bersama klub barunya, Como. Varane dilaporkan akan segera mengumumkan secara resmi pensiunnya ke publik dalam waktu dekat.

HUBNER NYANYI INDONESIA RAYA DI WOLVES

Berikutnya ada kabar dari pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner. Hubner baru saja mengunggah aksinya menyanyikan lagu Indonesia Raya di markas klubnya, Wolverhampton Wanderers. Hubner mengunggah aksinya itu di akun Tiktok miliknya @justinhubner5. Di video tersebut, Hubner tampak mengenakan seragam latihan dan berada di tempat gym Wolves. Dia berdiri sambil memegang handphone di tangan kirinya yang memutar musik pengiring lagu Indonesia Raya. Unggahan video Hubner tersebut sontak mendapat banyak respons positif, terutama dari fans sepak bola Indonesia. Fans tanah air merasa bangga dengan apa yang dilakukan Hubner.

DIREKTUR BLACKPOOL SINDIR BAGGOTT

Dari Hubner kini pindah ke kabar dari Elkan Baggott. Direktur Olahraga Blackpool, David Downes baru-baru ini mengungkap bahwa timnya harus hati-hati jika merekrut pemain. Baik itu yang secara permanen, pinjaman, maupun bebas transfer. Menurut Downes, klub harus cermat memilih pemain yang dibutuhkan pelatih Steve Bruce. Ia tidak mau mengambil pemain yang rentan cedera. Pernyataan Downes tersebut sekaligus menyinggung beberapa pemain baru Blackpool yang satu per satu mengalami cedera, seperti Elkan Baggott.

MISTERI HILANGNYA WELBER JARDIM

Dari sepakbola tanah air. Jelang laga Timnas U-20 melawan Maladewa di Kualifikasi Piala Asia 2025, Timnas Garuda digegerkan dengan menghilangnya Welber Jardim. Pelatih Timnas U-20 Indonesia, Indra Sjafri, mengaku bahwa ia kurang tahu mengapa Welber Jardim tidak juga datang ke Tanah Air. Coach Indra mengungkapkan bahwa PSSI sudah membelikan tiket pesawat dari Brasil ke Indonesia. Selain itu, PSSI juga sudah menerima surat pelepasan dari klub Welber Jardim yakni Sao Paulo U-19. Misteri mangkirnya Welber Jardim tersebut membuat Indra Sjafri langsung mencoretnya dari skuad.

FIFA SEGERA RILIS VENUE PIALA DUNIA ANTARKLUB

Format baru Piala Dunia Antar Klub akan mulai digunakan pada tahun 2025 mendatang. Dan baru-baru ini, FIFA mengemukakan bahwa turnamen itu akan diselenggarakan di satu negara saja. Dilansir AS, Presiden FIFA, Gianni Infantino telah melaksanakan pertemuan dengan badan pengatur kompetisi tersebut. Dalam rapat itu, telah ditentukan bahwa kompetisi akan dimainkan di Amerika Serikat. Namun, belum pasti akan dimainkan di kota dan stadion apa. Keputusan final akan dirilis dalam tujuh hari ke depan.

CALON CEO ROMA YANG BARU

Setelah pengunduran diri Lina Souloukou dari jabatan CEO, AS Roma dikabarkan dengan cepat mencari CEO yang baru. Beberapa kandidat pun mulai bermunculan. Dilansir Foot Italia, diantaranya adalah Umberto Gandini, mantan CEO Roma yang saat ini menjabat sebagai presiden Liga Bola Basket Italia dan Giampaolo Montali yang juga berstatus mantan CEO AS Roma era Keluarga Sensi. Selain dua nama itu, legenda AC Milan, Zvonimir Boban juga muncul sebagai opsi yang menarik.

PENERBANGAN DITUNDA, TIM MUDA JUVENTUS TIDUR DI BANDARA

Masih seputar sepakbola Italia, ada kabar kurang mengenakan dari punggawa muda Juventus. Mereka terpaksa harus bermalam di bandara karena penerbangan yang bermasalah. Dilansir One Football, Juventus Next Gen baru saja menelan hasil imbang di laga tandang melawan Trapani. Namun, dalam perjalanan kembali ke Turin, penerbangan mereka ditunda beberapa kali. Alhasil para pemain terpaksa tidur di bandara sambil menunggu jadwal penerbangan berikutnya.

MENTAL PHIL JONES SEMPAT TERGANGGU DI MU

Dari Italia, kita mampir ke Inggris untuk membahas tentang memori pahit legenda Manchester United, Phil Jones. Seperti yang diwartakan Daily Mail, di penghujung karirnya bersama Manchester United, mental Jones sempat terganggu saat dirinya mendapat pelecehan secara online akibat performa buruk. Dirinya bahkan sempat merasa malu dan takut untuk keluar dari rumahnya. Itu lah salah satu alasan mengapa dirinya sempat menghilang dari skuad dan kembali sebagai sosok yang berbeda. Kini, setelah pensiun dirinya fokus mengambil kursus kepelatihan.

LEMPAR BOLA KE KEPALA GABRIEL, HAALAND BEBAS DARI SANKSI

Aksi Erling Haaland yang melemparkan bola ke kepala Gabriel Magalhaes seusai John Stones menyamakan kedudukan pekan lalu langsung menjadi sorotan. Beberapa media dan pengamat sepakbola merasa bahwa tindakan disengaja itu layak mendapat sanksi. Namun, menurut ESPN, Haaland lolos dari segala macam bentuk sanksi meski melakukannya dengan sengaja. Menurut wasit VAR yang bertugas, aksi Haaland tidak tergolong sebagai tindakan kekerasan.

BRAVO SIAP BATALKAN PENSIUN UNTUK MAIN DI BARCA

Keputusan Barcelona untuk mencari penjaga gawang baru untuk menggantikan peran Marc-Andre Ter Stegen yang mengalami cedera telah menimbulkan banyak spekulasi. Beberapa media bertanya siapa kah yang pantas dan bisa segera bergabung dengan Barcelona? Dilansir Daily Mail, melihat situasi ini, mantan penjaga gawang Barcelona, Claudio Bravo akhirnya angkat bicara. Bahkan Bravo menyatakan siap kembali dari masa pensiun jika Barca membutuhkan pemain tambahan.

SCHALKE KEMBALI COBA BUJUK RAUL

Masih seputar sepakbola Spanyol, pelatih Real Madrid Castilla, yakni Raul Gonzalez dikabarkan telah menerima tawaran dari mantan klubnya, Schalke. Dilansir Tribal Football, klub Jerman itu kembali berupaya membujuk Raul agar mau menjadi pelatih kepala yang baru. Namun, Raul belum memberikan respon. Dirinya tidak berpikir untuk meninggalkan Madrid dalam waktu dekat.

MEES HILGERS SIAP PAMER KUALITAS DI OLD TRAFFORD

Pada Kamis mendatang, FC Twente akan bertandang ke markas Manchester United dalam rangka pertandingan pekan pertama Europa League musim 2024/25. Dengan begitu, Mees Hilgers akan menghadapi Bruno Fernandes dan kolega. Dilansir Sport Sindonews, para pemain FC Twente dikabarkan cukup percaya diri menjelang laga ini. Itu diungkapkan oleh sang pelatih, Joseph Oosting. Menurutnya, ini akan jadi laga yang bagus dan timnya sangat antusias untuk bermain di Old Trafford yang kaya akan sejarah itu. Mereka siap memberikan yang terbaik di Manchester.

PERNYATAAN RESMI PERSIB BANDUNG USAI KERUSUHAN

Usai pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta berakhir ricuh, official Persib Bandung pun akhirnya angkat bicara tentang tragedi ini. Dilansir situs resmi Persib, pihak klub sangat menyayangkan insiden yang terjadi. Persib tidak akan memberikan toleransi serta mengecam keras oknum suporter yang melakukan penyerangan brutal kepada steward di laga El Clasico tersebut.

JURGEN KLINSMANN PUJI SHIN TAE-YONG

Baru-baru ini, mantan pelatih Timnas Korea, Jurgen Klinsmann memberi apresiasi terhadap kinerja Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Berbicara dengan Kompas secara virtual, Klinsmann menyebut karakter STY lah yang membantu Timnas Indonesia untuk berkembang. Menurut laporan, Coach Shin berhasil menularkan karakter pekerja keras, disiplin dan pantang menyerah kepada pemain-pemain Indonesia. Klinsmann menyebut bahwa karakter itu sangat positif bagi Korea Selatan dan dibawa ke Indonesia.

Jadi Andalan di Klubnya, Pemain Keturunan Ini Bisa Perkuat Timnas Indonesia

0

Performa apik Timnas Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Dunia bisa saja membuat para pemain keturunan lain tertarik untuk membela logo Garuda. Setelah berhasil mendapatkan Mees Hilgers dan Eliano Reijnders, PSSI mungkin bisa mempertimbangkan beberapa nama lagi. Agar tingkat kompetitif di dalam skuad Indonesia juga tinggi sehingga pemain tidak bisa bersantai diri.

Ada beberapa nama lagi yang bisa PSSI coba dekati. Beberapa nama ini bisa dibilang mumpuni, sebab mereka bisa dibilang rutin tampil membela klubnya. Lantas, siapa saja pemain-pemain yang dimaksud?

 

Tommy St. Jago

Setelah musim lalu berhasil membawa Willem II menjadi juara Eerste Divisie, Tommy Luciano St. Jago kini bermain di Eredivisie. Bek yang bisa bermain di tengah dan sisi kanan ini bisa jadi opsi jika Jordi Amat tak bisa bergabung dengan Tim Garuda. Terlebih setelah naik kasta ke liga teratas Belanda, St. Jago masih tetap dipercaya sebagai pilihan utama.

Dilansir dari Indosport, pemain kelahiran tahun 2000 ini merupakan pemain Belanda keturunan Indonesia dan Curacao. Ya dari namanya saja sudah kelihatan sih kalo Bang Jago ini punya kaitan dengan Indonesia. Tak hanya itu, Bang Jago ini juga merupakan pemain lulusan FC Utrecht, klub yang juga menghasilkan banyak pemain keturunan Indonesia.

Bang Jago juga pernah masuk ke Timnas Belanda U17 dan U19. Di Timnas Belanda U19, Bang Jago malah sempat ditunjuk sebagai kapten tim. Di sana ia memimpin pemain-pemain yang kini menjadi pemain top Eropa seperti Sven Botman dan Lutsharel Geertruida. Nah, boleh banget nih Bang Jago dipantau. Selain jago, kemampuan bermain di posisinya bisa dimanfaatkan. 

 

Mitchell van Rooijen

Kemudian ada gelandang pengangkut air andalan Top Oss, Mitchell van Rooijen. Kenapa pengangkut air? Ya karena karakter bermainnya mirip dengan N’Golo Kante. FotMob bahkan memberi nilai 98% untuk atribut pertahanannya. Nah, gelandang perebut bola seperti ini bisa saja dibutuhkan untuk melawan tim-tim yang tampil lebih dominan dari Timnas Indonesia.

Pemain yang satu angkatan bersama Shayne Pattynama di Jong Utrecht ini memiliki darah Indonesia dari ibunya. Sang bunda memiliki darah Pulau Seram dan Jayapura. Mitchell sendiri mengaku pernah dipantau langsung oleh Shin Tae-yong, namun ia tak pernah dihubungi pihak PSSI lagi. Duh, bisa kali dikontak-kontak lagi Bang Mitchell ini.

Tak hanya itu, mantan pemain Timnas Belanda U18 hingga U20 ini mengaku siap jika suatu hari diminta membela Timnas Indonesia. “Jika saya bisa membantu tim, saya ingin membantu tim dengan kualitas saya. Saya ingin bermain bagus untuk Timnas Indonesia,  saya ingin membuat kenangan indah, saya berharap Anda memanggil saya dan kita bisa bertemu segera. Biarkan nanti sepatu saya yang bicara,” ujar Mitchell kepada Kumparan.

 

Miliano Jonathans

Winger kanan andalan Vitesse Arnhem, Miliano Jonathans juga bisa menjadi pilihan. Meski belum pernah menembus tim junior Belanda, pemain kelahiran 2004 ini sudah mulai tampil bersama Vitesse Arnhem sejak musim 2022/23. Bahkan di musim ini, Miliano sudah menjadi pilihan rutin klub berwarna kuning hitam tersebut. Asal tahu saja, dia yang punya nomor 10 di sana.

Lalu, dari mana darah Indonesia pemain ini berasal? Dilansir dari IDN Times, Miliano memiliki darah Indonesia dari pihak ayah. Ibu dari ayah Miliano alias nenek Miliano merupakan perempuan yang berasal dari Depok, Jawa Barat. Wih, nambah lagi nih tokoh masyarakat Depok.

Pada Juli 2024 lalu, Miliano diketahui sedang berada di Jakarta. Namun, tak sekadar berada di Jakarta. Ia juga bertemu dengan Hamdan Hamedan. Tau sendiri lah ya, siapa bapak ini. Artinya, pendekatan untuk menarik Miliano kembali ke tanah moyangnya sudah ada. Tinggal kita tunggu saja seperti apa ke depannya.

 

Postingan oleh @idextratime
Lihat di Threads

 

 

Daijiro Chirino

Masih ada lagi pemain serba bisa yang dapat Indonesia pakai kemampuannya, dia adalah Daijiro Chirino. Pemain kelahiran 2000 ini merupakan bek tengah yang mampu bermain sebagai bek kanan. Bahkan saat bermain di PEC Zwolle, ia diplot untuk mengisi posisi sayap kanan. Saat ini, Chirino menjadi bek tengah andalan klub Divisi Segunda, Castellon.

Pemain yang juga memiliki darah Curacao ini mewarisi darah Indonesia dari sang ibu. Sebab, kedua orang tua ibunya merupakan orang asli Maluku. Sebenarnya Chirino sudah pernah dipanggil ke Timnas Curacao pada Juni 2023. Namun, dirinya belum pernah sekali pun diberi kesempatan bermain. Fakta ini membuat pemain bertinggi 185 cm tersebut masih bisa membela Tim Garuda.

 

Jayden Turfkruier

Sekarang giliran pemain pemain keturunan Jawa, Jayden Turfkruier. Dirinya merupakan gelandang andalan yang dipercaya menjaga lini tengah SC Telstar. Sejak bergabung ke SC Telstar pada musim 2022/23, Jayden sudah tampil rutin menjaga lini tengah mantan klub Stefano Lilipaly tersebut.

Jayden sendiri merupakan seorang blasteran Jawa-Suriname. Seperti yang sudah banyak diketahui, pada masa penjajahan Belanda dahulu, banyak orang Jawa yang diangkut ke Suriname untuk dijadikan buruh perkebunan. Nah, Jayden ini merupakan anak turun dari salah satu orang Jawa yang menetap di Suriname.

Sama kasusnya dengan Daijiro Chirino, Jayden sebenarnya sudah pernah dipanggil bergabung dengan Timnas Suriname. Namun, dirinya belum pernah sekali pun merumput dengan jersey Suriname. Bahkan pada jeda internasional September lalu, namanya cuma masuk daftar panggilan. Akan tetapi tidak pernah dimasukkan dalam daftar pemain pengganti.

 

Thomas Poll

Sama seperti Sergio van Dijk, ada pemain lulusan akademi Groningen lain yang berkaitan dengan Indonesia. Dia adalah Thomas Poll. Bek kiri ini merupakan pemain yang sudah rutin tampil di Eerste Divisie bahkan sejak musim 2020/21. Bahkan saat masih membela Groningen, Thomas sudah pernah dicoba bermain sebanyak 6 kali di Eredivisie.

Pemain yang kini membela SC Cambuur itu disebutkan memiliki darah Indonesia dari sang kakek. TVOneNews menyebutkan bahwa kakek pemain kelahiran 2001 ini lahir di Buitenzorg alias Bogor. Jadi, status sang pemain sama seperti Maarten Paes, yakni blijvers. Meski sudah tampil reguler sejak lama, Thomas sendiri belum pernah sekali pun dipanggil untuk membela Timnas Belanda junior.

 

Mylian Jimenez

Terakhir, ada pemain Superliga Denmark, Mylian Jimenez. Gelandang Aalborg kelahiran 2003 ini merupakan pemain lulusan akademi PSV Eindhoven. Sejak musim 2022/23, dirinya memang sudah tampil rutin bersama Jong PSV di Eerste Divisie. Oleh karena itu, klub sekelas Aalborg berani menggaetnya pada musim panas lalu.

Mylian sendiri memiliki darah Indonesia dari sang kakek. Sindonews mengabarkan bahwa kakek dari Mylian berasal dari Madiun, Jawa Timur. Sementara nama yang berbau latin berasal dari sang ayah yang merupakan orang Kolombia.

Mylian sendiri sudah sering dipanggil ke Timnas Belanda muda. Bahkan dirinya sudah mencetak satu gol bersama Timnas U19 dan satu gol bersama Timnas U17. Namun, setelah cukup sering bermain dengan tim junior, mantan kolega Xavi Simons ini tak pernah dipanggil untuk membela Timnas Belanda senior.

https://youtu.be/mVPoIy9K8sI

Sumber: Indosport, Kumparan, IDN Times, Suara, FotMob, TVOneNews, dan Sindonews

Berita Bola Terbaru 24 September 2024 – Starting Eleven News

0

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

ALASAN PERTANDINGAN COMO VS ATALANTA DITUNDA

Lanjutan pertandingan Serie A antara Atalanta vs Como yang seharusnya dimainkan pada dini hari tadi telah resmi ditunda. Dilansir Football Italia, hujan deras yang terus mengguyur Bergamo jadi alasan utama mengapa pertandingan ini ditunda. Hujan yang begitu lebat menyebabkan lapangan digenangi air dan mengganggu aliran bola. Kabarnya, pertandingan akan dijadwalkan ulang hari Selasa, 24 September jam 19:45 waktu setempat.

KRISIS GELANDANG, RAFINHA SEGERA MERAPAT KE GENOA?

Genoa dikabarkan sedang mengalami krisis gelandang tengah. Kabar ini mencuat setelah pemain mereka, Ruslan Malinovskyi mengalami dislokasi pergelangan kaki dan akan absen dalam waktu yang lama. Dilansir Foot Italia, Ruslan jadi pemain tengah Genoa kesekian yang mengalami cedera setelah Fabio Miretti dan Junior Messias masih dalam tahap pemulihan. Pihak klub pun memutuskan untuk mencari pemain gratisan secepatnya. Opsi teratas adalah Rafinha. Sang pemain masih belum mendapatkan klub usai dilepas oleh klub Qatar, Al-Arabi.

GENOA DAN SAMPDORIA BAKAL BERBAGI KEPEMILIKAN STADION 

Selain berencana menambah pemain, Genoa juga baru saja mencapai kesepakatan dengan Sampdoria. Tapi bukan soal perpindahan transfer, melainkan hak kepemilikan sebuah stadion. Dilansir Football Italia, baik Genoa maupun Sampdoria telah merilis pernyataan yang mengumumkan bahwa mereka telah membuat entitas bersama bernama Genova Stadium Srl. Tujuan kesepakatan ini adalah untuk patungan secara adil membeli Stadio Luigi Ferraris dari otoritas setempat. Stadion itu sebetulnya sudah lama dipakai oleh kedua klub. Tapi kepemilikannya masih atas nama pemerintah kota. Nah, dengan kesepakatan ini, stadion akan dikelola langsung oleh kedua klub.

TERNYATA XAVI NYARIS LATIH ROMA

Dari Genoa kita beralih ke Ibukota Italia, Roma. Sebelum AS Roma menunjuk Ivan Juric sebagai suksesor Daniele De Rossi. Ternyata manajemen Roma sempat mengontak mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez. Dilansir Foot Italia, Roma sempat melakukan pembicaraan singkat dengan pelatih berkebangsaan Spanyol itu. Xavi sangat terhormat menjadi salah satu opsi yang diinginkan Roma. Tapi, dengan sopan Xavi pun menolak kesempatan itu. Dirinya lebih antusias kalau tawaran ini datang di pergantian musim.

BOS ROMA RESMI AKUISISI EVERTON

Masih dari Ibukota Italia, meski AS Roma sedang kisruh pasca pemecatan Daniele De Rossi, para petinggi klub justru dengan bangga mengumumkan investasi baru di salah satu klub Liga Inggris, Everton. Dilansir Foot Italia, Bos Roma melalui The Friedkin Group telah resmi mengakuisisi saham mayoritas Everton. Berita ini menandai berakhirnya masa jabatan Farhad Moshiri selama delapan tahun sebagai pemegang saham mayoritas klub. Era baru akan segera dimulai

UPDATE: RODRI ABSEN HINGGA AKHIR MUSIM?

Dari Italia, kita bergeser ke Inggris dimana ada kabar terbaru dari cedera yang dialami bintang Manchester City, Rodri. Dilansir The Guardian, Rodri baru saja mendarat di Spanyol untuk menemui dokter khusus yang akan menangani cedera lututnya itu. Hasil tes awal mengungkapkan bahwa Rodri mengalami kerusakan pada ACL-nya. Tapi belum diketahui separah apa kerusakannya. Jika parah, maka Rodri bisa saja absen hingga akhir musim. Ini bisa jadi masalah bagi Pep Guardiola. Kita semua tahu, sang pelatih cukup kesulitan untuk mencari pengganti Rodri di lini tengah.

GABRIEL TANTANG HAALAND DI EMIRATES

Masih seputar Manchester City, laga melawan Arsenal kemarin sepertinya meninggalkan memori negatif di sejumlah pemain. Namun, yang paling emosi justru bek Arsenal, Gabriel Magalhaes. Dilansir Standard, Gabriel mengatakan kepada Manchester City bahwa Arsenal dengan senang hati menuntaskan persaingan di Emirates Stadium nanti. Gabriel juga tak segan untuk kembali menantang Erling Haaland yang sempat membuatnya emosi lantaran kepalanya dilempar bola. 

NEWCASTLE BATAL TANDING GARA-GARA BANJIR

Masih dari sepakbola Inggris, Newcastle United seharusnya bertandang ke markas AFC Wimbledon untuk melangsungkan pertandingan Carabao Cup besok. Namun, pertandingan itu batal digelar lantaran lapangan Cherry Red Records hancur diterjang banjir. Dilansir The Guardian, hujan lebat yang menyelimuti Wimbledon membuat lapangan tergenang oleh air. Dari foto-foto yang beredar, rumput yang tergenang air pun hancur dan menciptakan beberapa lubang besar dan berpasir. Dengan begitu, perlu dilakukan perbaikan besar-besaran yang membuat AFC Wimbledon tidak akan bisa menggunakan stadion selama lebih dari dua minggu. Sedangkan pertandingan melawan Newcastle akan dialihkan ke St James Park.

SOUTHGATE SEGERA LATIH KLUB LIGA INGGRIS

Eks pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate dilaporkan akan segera kembali melatih dalam waktu dekat. Menariknya, dirinya tidak akan melatih tim nasional lagi, melainkan sebuah klub di Premier League. Dilansir Express, nama Southgate memuncaki daftar calon pelatih baru bagi Everton. Hal ini terungkap beberapa saat setelah The Friedkin Group mengakuisisi klub tersebut. Kabarnya, petinggi Friedkin Group telah melakukan pembicaraan dengan Southgate dan diskusi itu berjalan dengan baik.

HENDERSON FRUSTRASI DI AJAX

Kali ini dari mantan anak asuh Gareth Southgate, yakni Jordan Henderson. Sang gelandang dikabarkan mulai frustrasi di Ajax Amsterdam. Dilansir Mirror, eks gelandang Liverpool itu mulai tak senang dengan tingkah manajemen klub dalam mengelola tim. Dirinya bahkan menganggap bahwa strategi transfer yang kurang efektif adalah penyebab Ajax tampil buruk di Eredivisie musim ini. Kini, Ajax hanya bercokol di urutan ke-9 klasemen sementara dan sang pemain mulai jenuh dengan kondisi itu.

BARCA INGIN AMBIL MINGUEZA LAGI

Kali ini kita membahas sepakbola Spanyol dimana Barcelona dikabarkan mulai mempertimbangkan untuk membawa kembali Oscar Mingueza dari Celta Vigo. Dilansir Football Espana, Barca memandang Mingueza sebagai pemain yang telah berkembang pesat bersama Celta. Barcelona pun berniat untuk menebusnya kembali. Perlu diketahui, El Barca memiliki potongan 50% jika ingin membayar klausul pelepasan sang pemain. Klausul pelepasan Oscar di angka 20 juta euro dan Barca bisa mendapatkannya hanya dengan 10 juta euro pada Januari nanti.

TER STEGEN CEDERA, KEYLOR NAVAS MERAPAT KE BARCA

Namun, sebelum bergerak untuk Mingueza, Barcelona berniat untuk mendatangkan penjaga gawang baru terlebih dahulu. Sikap ini diambil usai penjaga gawang utama mereka, yakni Ter Stegen harus absen dalam waktu yang lama. Dilansir Football Espana, Hansi Flick dan Deco dilaporkan tengah mempertimbangkan Keylor Navas sebagai opsi menarik. Navas sendiri merupakan kiper yang memiliki track record bagus di Spanyol, kala membela Real Madrid. Dan statusnya kini tanpa klub usai dilepas PSG akhir musim lalu.

FERLAND MENDY PERPANJANG KONTRAK DI MADRID

Sementara dari Real Madrid, mereka baru saja mengumumkan kontrak baru untuk salah satu pemainnya, Ferland Mendy. Dilansir The Athletic, bek kiri berusia 29 tahun itu baru saja menandatangani kontrak baru berdurasi tiga tahun. Itu akan membuat Mendy bertahan di Santiago Bernabeu hingga tahun 2027. Penandatanganan kontrak ini sekaligus memberi kode bahwa Madrid benar-benar mengesampingkan niat untuk mendatangkan Alphonso Davies dari Bayern Munchen.

CASSANO SEBUT RONALDO NGGAK NGERTI CARA MAIN BOLA

Masih seputar Real Madrid, ada mantan pemain yakni, Antonio Cassano yang merendahkan kualitas Cristiano Ronaldo. Cassano menganggap Ronaldo tak tahu bagaimana cara bermain sepakbola yang baik dan benar. Dilansir The Sun, pernyataan kontroversial itu keluar dari mulut Cassano saat dirinya tampil di podcast Viva El Futbol. Dirinya mengaku tidak peduli meskipun Ronaldo mampu mencetak 900 gol atau 1000 gol sekalipun. Menurutnya, pemain seperti Ronaldo tidak tahu caranya memainkan sepakbola secara tim. Cassano menambahkan bahwa pemain-pemain seperti Higuain dan Benzema jauh lebih baik karena tahu cara terhubung dengan tim.

PERSIB VS PERSIJA DIAKHIRI DENGAN KERICUHAN

Derby Indonesia, antara Persib Bandung vs Persija Jakarta dimenangkan oleh Maung Bandung dengan skor 2-0. Sayangnya, laga ini justru diakhiri dengan sebuah kerusuhan. Dilansir Detik Jabar, pemain dari kedua tim pun langsung digiring petugas keamanan masuk ke ruang ganti. Dari situ, kericuhan mulai pecah di tribun penonton. Kericuhan diawali lemparan dari tribun dan disusul masuknya oknum penonton ke lapangan. Petugas steward yang ada di sisi lapangan jadi sasaran amukan penonton. Mereka ditendang dan dipukuli. Saking banyaknya penonton yang masuk ke lapangan, pagar pembatas bahkan ambruk. Belum jelas apa yang mendasari kericuhan ini.

CHELSEA BERPOTENSI PERMANENKAN SANCHO

Chelsea dikabarkan memiliki peluang besar untuk mempermanenkan Jadon Sancho dari Manchester United. Dilansir Tribal Football, dalam kontrak Sancho Chelsea mencantumkan opsi pembelian di akhir musim. Klausul itu bisa aktif jika The Blues finis di posisi ke-14 atau lebih tinggi pada akhir musim ini. Dengan performa tim yang cukup oke di awal musim, Chelsea pede bisa mengaktifkan klausul itu. Apalagi, Sancho telah menampilkan permainan yang memuaskan. Kabarnya 25 juta euro jadi angka yang cukup untuk mempermanenkan sang pemain.

NEWCASTLE PANTAU CALVERT-LEWIN

Newcastle United dikabarkan bakal mencari striker baru pada bursa transfer mendatang. Nama striker Everton, Dominic Calvert-Lewin pun jadi yang teratas untuk didatangkan. Dilansir Caught Offside, Dominic sendiri belum mencapai kesepakatan soal kontrak baru di Everton. Situasi ini pun akan dimanfaatkan oleh The Magpies untuk menggoda sang pemain. Namun, The Toffees tak mau kehilangan Dominic begitu saja. Mereka kini sedang merumuskan kontrak baru yang kabarnya akan sulit ditolak oleh sang pemain.

BARU 7 PERTANDINGAN, CARDIFF PECAT SANG PELATIH

Klub kasta kedua Liga Inggris, Cardiff City dilaporkan baru saja memecat sang pelatih, Erol Bulut. Dilansir BBC, Bulut dianggap gagal mengerek performa tim awal musim ini. Di bawah asuhan Bulut, Cardiff hanya meraih satu poin dari enam pertandingan liga. Bahkan Cardiff hanya bisa mencetak satu gol. Ini jadi awal musim terburuk mereka dalam 94 tahun terakhir. Dengan begitu, Bulut dipecat setelah hanya memimpin tujuh pertandingan di semua kompetisi musim ini.

MU, NEWCASTLE, DAN SPURS PANTAU BINTANG MUDA SOTON

Masih dari sepakbola Inggris, tiga klub kasta tertinggi dilaporkan sedang memantau talenta muda milik Southampton, Tyler Dibling. Dilansir HITC, ketiga klub tersebut adalah Manchester United, Newcastle United, dan Spurs. Mereka diketahui memiliki kekaguman kepada Dibling. Pemain yang masih berusia 18 tahun itu dinilai sebagai pemain yang memiliki kreativitas dan kecepatan yang sangat baik. Dibling diprediksi bakal jadi bintang muda berikutnya yang lahir dari rahim The Saints setelah Sadio Mane, Virgil van Dijk, Gareth Bale, dan lain-lain. 

MADRID KHAWATIR DENGAN KEBUGARAN BELLINGHAM

Dari Inggris, kita bergeser ke Spanyol dimana ada Real Madrid yang mulai khawatir dengan kondisi kebugaran pemainnya, Jude Bellingham. Dilansir Football Espana, Madrid sedang berusaha menjaga kebugaran Bellingham dengan sangat hati-hati. Terutama, setelah dirinya mengalami cedera bahu beberapa pekan lalu. Madrid berencana tidak akan selalu memainkan Bellingham. Dirinya memang bagian penting dari skuad, tapi memperparah cederanya dengan kelelahan bisa jadi kesalahan terbesar klub.

EL REAL INCAR BEK MUDA RB LEIPZIG

Di sisi lain, Madrid yang sudah pesimis bisa mendapatkan Alphonso Davies kini mulai mencari opsi lain. Dilansir Marca, bek RB Leipzig, Castello Lukeba jadi salah satu opsi menarik yang sedang dipantau oleh El Real. Pihak klub bahkan sudah mengirimkan tim scouting untuk memantau pemain berusia 21 tahun itu di Bundesliga. Namun, masih butuh beberapa pertimbangan lagi untuk melaksanakan operasi transfer pada Lukeba. 

ROMA UMUMKAN HENGKANGNYA SANG CEO, LINA SOULOUKOU

Dari Spanyol, mari kita mampir sebentar ke Italia untuk membahas AS Roma yang baru saja mengumumkan pengunduran diri sang CEO, Luna Souloukou. Dilansir Tribal Football, Luna dan Roma mendapat reaksi yang kurang mengenakan dari fans atas keputusan untuk memecat Daniele De Rossi. Luna bahkan mendapat hinaan dan ancaman kekerasan yang cukup masif setelah De Rossi pergi dari Roma. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Luna akhirnya mundur dari jabatannya sebagai CEO AS Roma.

INDONESIA TANPA WELBER DI KUALIFIKASI PIALA ASIA U-20

Setelah berkeliling Eropa, kini kita akan membahas sepakbola lokal. Daftar nama pemain Timnas Indonesia U-20 kabarnya sudah rilis. Mereka dipersiapkan untuk melakoni laga Kualifikasi Piala Asia U-20. Namun, ada yang menarik dari daftar nama tersebut. Dilansir TVOne News, Indra Sjafri tidak membawa nama-nama yang sebelumnya sudah memperkuat Timnas Indonesia U-20. Coach Indra bahkan mencoret nama-nama penting seperti Welber Jardim, Arkhan Kaka, Ji Da-bin, dan Kafiatur Rizky.

PSSI PANGGIL PEMAIN SULTENG YANG BIKIN KO WASIT

PSSI baru saja memberikan update tentang kasus kekerasan pemain terhadap wasit di ajang PON Aceh kemarin. Dilansir CNN Indonesia, Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyatakan pihaknya akan memanggil Muhammad Rizky Saputra, pemain tim Sulawesi Tengah yang memukul wasit cabor sepakbola putra di PON 2024. Yunus mengatakan pemanggilan pemain adalah bagian dari sidang yang digelar oleh PSSI. Ini dilakukan untuk mendapatkan penuturan pelaku sekaligus menentukan hukuman yang setimpal.

ERICK TARGETKAN INDONESIA RAIH 15 POIN DI PUTARAN KETIGA

Masih seputar PSSI, Erick Thohir dikabarkan telah mematok target tinggi kepada Timnas Indonesia di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Lantas, apa target yang diminta Erick? Dilansir Bolasport, Ketua Umum PSSI itu berharap tim asuhan Shin Tae-yong bisa meraih 15 poin di putaran ketiga kali ini. Target ini tentu tak mudah untuk diwujudkan Shin Tae-yong. Seperti yang diketahui, timnas Indonesia tergabung di Grup C yang banyak dihuni tim berkualitas. Apalagi Skuad Garuda baru mengumpulkan dua poin saja.