Beranda blog Halaman 114

15 Poin di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia, Target Realistis Timnas Indonesia?

0

Setelah berhasil mendapatkan 2 poin dari laga-laga sebelumnya, Erick Thohir dengan pede sebut dirinya menargetkan Timnas Indonesia mendapatkan total 15 poin di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Sebab, torehan poin sebanyak itu sudah cukup untuk membuat Indonesia lolos ke babak selanjutnya.

Lalu, apakah target yang dipasang Ketum PSSI ini mungkin untuk Indonesia raih? Jawabannya sangat mungkin. Anak asuh Shin Tae-yong masih punya kesempatan untuk meraih 13 poin lagi guna mencapai target yang dipasang. Lantas, bagaimana caranya? Mari kita bedah!

 

Bagaimana Cara Mencapai 15 Poin?

“Masalah target, kita ada (kejar) 15 poin. Jadi setiap pertandingan perlu ada poin. Kita tidak anggap remeh China dan Bahrain, tapi kita berharap bisa dapat poin penuh dari salah satunya atau dua-duanya,” begitulah ujar Erick Thohir, dikutip dari Bolasport.

Ketum PSSI ini terlihat sangat percaya diri dengan kekuatan Timnas Indonesia saat ini. Keberhasilan menahan imbang dua tim kuat, Arab Saudi dan Australia, jelas memberikan kepercayaan diri yang tinggi. Kalau Ketum PSSI-nya aja pedenya segini, apalagi para pemain yang turun di lapangan? Kepercayaan diri ini jelas merupakan modal apik untuk menatap laga-laga selanjutnya.

Namun, apakah target ambisius ini bisa dan realistis untuk Timnas Indonesia dapatkan? Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, target ini mungkin untuk diraih. Dengan modal kepercayaan diri yang tinggi, raihan 13 poin rasanya bukan sebatas mimpi. Terlebih, 2 laga terdekat, lawan yang akan dihadapi relatif tak sebesar Arab Saudi dan Australia.

Seperti yang dikatakan oleh Erick Thohir, hasil menang di laga melawan Bahrain dan China menjadi kunci utama yang harus Tim Garuda dapatkan. Dengan menyapu bersih laga kandang dan tandang melawan 2 negara tadi, praktis Indonesia sudah mendapat 12 poin. Artinya, Indonesia akan mendapatkan 14 poin. Tersisa satu poin lagi untuk mencapai target yang sudah dipasang.

Namun, jika ada laga yang gagal dimenangkan melawan Bahrain dan China, jalan menuju 15 poin akan terasa lebih terjal. Anak asuh Shin Tae-yong harus mengganti kegagalan meraih 3 poin tersebut pada laga melawan Arab Saudi, Australia, bahkan Jepang. Oleh karena itu, menyapu bersih laga melawan Bahrain dan China wajib hukumnya. Sementara untuk satu poin sisanya, menahan Arab Saudi atau Australia sekali lagi, sepertinya masih bisa lah ya.

Tapi kenapa sih harus mendapatkan 15 poin? Jadi begini, jika kita berkaca dari ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 lalu, dengan meraih setidaknya 15 poin, suatu tim bisa mengamankan posisi ketiga. Hal ini terjadi pada Australia yang saat itu bercokol di peringkat ketiga Grup B. Meskipun tak lolos otomatis, peringkat ketiga cukup untuk membuat asa Socceroos ke Piala Dunia terjaga. Toh, pada akhirnya mereka pun berhasil lolos.

Sebenarnya, jika kita berkaca dari ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 lalu, mendapatkan 14 poin saja cukup untuk membuat Timnas duduk di posisi keempat, yang mana pada edisi kali ini masih bisa lolos ke babak selanjutnya. Sebab, saat itu, Oman duduk di bawah Australia dengan meraih 14 poin. Bahkan di Grup A, Irak yang saat itu hanya meraih 9 poin, masih bisa duduk di posisi keempat.

Mungkin dengan target 15 poin, Erick Thohir ingin Timnas Indonesia benar-benar memastikan diri bisa finis di papan tengah. Erick Thohir mengincar tiket untuk lolos ke Piala Dunia melalui jalur ronde keempat. Cara ini merupakan skenario paling realistis. Artinya, ucapan dan target yang Erick Thohir pasang, tak sekadar euforia belaka. Namun, sudah ditakar sebelumnya.

 

Memetakan Kekuatan Lawan

Lalu jika plan-nya sudah ada dan tujuannya sudah jelas, sekarang tinggal kita coba bahas dan bedah calon-calon lawannya, terutama Bahrain dan China. Timnas Indonesia sendiri masih memiliki sisa 8 laga lagi. Setengahnya merupakan laga melawan dua negara tadi.

Indonesia akan melakukan laga tandang terlebih dahulu saat melawan Bahrain. Tim Garuda akan bermain di pulau kecil di teluk Persia ini pada 10 Oktober 2024 dan nanti pada 25 Maret 2024, giliran Bahrain yang harus melawat ke Indonesia. Bahrain sendiri sudah meraup 3 poin dan sementara bercokol di posisi ketiga, satu tingkat di atas Indonesia.

Raihan poin tersebut mereka raih kala mencuri poin di Australia. Sementara pada laga melawan Jepang, mereka porak-poranda. Jika melihat dari data, Bahrain ini merupakan lawan yang setara bagi Indonesia. Keduanya sama-sama menjadi tim dengan penguasaan bola di bawah 40% pada dua laga sebelumnya.

Kenyataan tersebut akan menarik untuk disimak ketika kedua tim ini bertemu. Tim mana yang bisa mengontrol pertandingan, sepertinya akan berpeluang menang. Ini bisa jadi kabar baik untuk Indonesia. Sebab, jika kita membandingkan ketika kedua tim berhadapan melawan Australia, Indonesia masih bisa menguasai 37% bola, sementara Bahrain hanya 29% saja.

Sementara untuk China, Timnas juga akan berlaku sebagai tim tamu terlebih dahulu. Setelah tandang dari Bahrain, Tim Garuda harus terbang ke China dan bermain di sana pada 15 Oktober 2024. Sementara laga kedua, bertamunya China ke Indonesia akan menjadi laga kandang terakhir bagi Tim Garuda. Laga tersebut akan digelar pada 5 Juni 2025.

Jika menilik dari dua laga sebelumnya, China bisa jadi lawan yang relatif lebih mudah dari Bahrain. Mereka sudah terbobol 9 gol dari 2 laga melawan Jepang dan Arab Saudi. Salah satu yang memalukan adalah ketika kalah dari 10 pemain Arab Saudi di rumahnya sendiri. Performa carut-marut dan mental yang rapuh bisa dijadikan senjata bagi Indonesia untuk menikam Tim Naga.

 

Syarat Mutlak yang Wajib Dipenuhi

Namun, dari semua skenario tadi, ada satu syarat mutlak yang harus terlebih dahulu dipenuhi oleh anak asuh Shin Tae-yong. Satu hal tersebut adalah kemampuan mencetak gol. Tanpa bisa mencetak gol, target tersebut sebatas angan. Sebab, mana mungkin suatu tim bisa menang tanpa bisa mencetak gol? Mengharap gol bunuh diri dari lawan? Bangun, bro, udah kesiangan.

Lini depan Timnas sendiri masih menjadi PR besar yang harus dibenahi. Tim Garuda hanya mampu mencetak 3 gol saja dalam 5 pertandingan terakhirnya. Dan mirisnya tak ada satu pun dari tiga gol itu yang berasal dari penyerang Timnas Indonesia. Karena gol Ragnar Oratmangoen di gawang Arab Saudi sudah dianulir FIFA menjadi golnya Sandy Walsh.

Namun, terlepas dari ketiadaan striker gacor di Timnas Indonesia, ada kabar baik dari Liga 1. Setelah kedatangan Yeom Ki-hun sebagai pelatih striker, para penyerang andalan Shin Tae-yong akhirnya berduyun-duyun mencetak gol di Liga Indonesia. Ramadhan Sananta cetak gol melawan Madura United, Hokky Caraka saat melawan Arema, dan Dimas Drajad yang mencetak gol ke gawang Persija Jakarta.

Ini merupakan pertanda baik bagi Timnas Indonesia. Seharusnya Shin Tae-yong sudah tak perlu bingung lagi memilih siapa yang akan menjadi penyerang utama. Sebab pun jika diperhatikan, gol Sananta dan Dimas menggunakan teknik serupa yang boleh jadi ini hasil polesan Yeom Ki-hun. Sananta bahkan sudah mengakui bahwa ada andil Yeom Ki-hun dalam golnya melawan Madura United.

https://youtu.be/noDXt8KNnyo

Sumber: Bolasport, FotMob, Okezone, dan Kompas

Menolak Uang Haram dari Israel, Kisah Menyentuh Penyerang Rosenborg

0

Dulu, antara tahun 1979 hingga 1986, ada pesepakbola Brasil yang tidak pernah melaju lebih dari perempat final Piala Dunia, tapi selalu terdepan dalam urusan membela keadilan. Namanya Socrates de Souza. Nama yang juga mengingatkan kita pada seorang filsuf di masa Yunani Klasik.

Era kini tak banyak pesepakbola yang lantang membela keadilan dan menolak ketidakadilan. Namun, dari yang tidak banyak itu kita bisa menyebut salah satunya adalah Ole Christian Saeter, penyerang asal klub Norwegia, Rosenborg. Ia memang tak selantang Socrates si pemain Brasil, tapi Ole Saeter setidaknya juga memiliki integritas.

Tatkala sepak bola mulai bergerak ke arah industri ketimbang permainan, uang menjadi segalanya. Namun, tidak bagi Ole Saeter. Ia justru menolak uang yang jumlahnya tak sedikit dari salah satu klub Israel. Apa yang membuat Saeter yang, dari segi nama tidak ada nuansa Islamnya itu menolak uang dari klub Israel?

Menolak Maccabi Haifa

Ole Christian Hammerfjell Saeter atau Ole Saeter tiba-tiba menjadi sorotan setelah menolak tawaran menggiurkan dari salah satu klub raksasa Israel, Maccabi Haifa. Pria kelahiran 30 Maret 1996 itu didatangi Maccabi Haifa yang membawa uang senilai 850 ribu euro atau sekitar Rp14,3 miliar.

Tidak cuma itu. Klub asal Kota Haifa juga menawarkan gaji yang lebih besar pada Ole Saeter. Meskipun tidak disebutkan, berapa gaji yang akan diterima sang pemain apabila bergabung ke Maccabi Haifa. Sebagai gambaran saja, mengutip data dari Capology, rata-rata gaji pemain Rosenborg musim ini per pekan adalah dua ribu euro.

Dengan kata lain, gaji yang mungkin akan didapat Ole Saeter lebih dari itu. Namun, melalui saluran Norwegia, TV 2, yang juga diunggah di Instagram @middleeastmonitor, sang pemain tegas menolak tawaran tersebut.

Apa Alasannya Menolak?

Mengutip laporan Il Messaggero, sang pemain menolak karena menganggap uang dari Maccabi Haifa adalah uang haram. Uang dari klub yang berkompetisi di Liga Israel itu, menurut Ole Saeter, adalah uang berdarah yang berasal dari kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel atas Palestina. Saeter tak sudi uang berdarah itu masuk ke rekeningnya.

Dalam laporan lain yang ditulis Tribuna, Ole Saeter mengatakan, dirinya tidak akan mewakili negara yang melanggengkan ketidakamanan dan kejahatan dengan menghilangkan nyawa orang-orang yang tidak bersalah. Seorang seperti Saeter adalah orang yang punya prinsip.

Prinsip tersebut selain ia yakini betul, juga ia tanamkan dalam dirinya. Tawaran besar yang datang dari Maccabi Haifa pun tak hanya dilemparnya, tapi juga menjadikan raksasa Israel itu kehilangan harga dirinya. Karena bukan hanya menolak tawaran tersebut, Saeter juga terus terang tidak akan menerima sekalipun klub itu menggelontorkan 500 juta euro (Rp8,4 triliun) untuknya.

“Tidak ada jumlah uang, berapapun, yang bisa membeli nilai-nilai yang saya anut,” kata Ole Saeter dikutip Tribuna.

Sang pemain juga ikut mengecam terhadap apa yang dilakukan zionis Israel atas penduduk Palestina. Orang-orang di Gaza, kata Saeter, hidup dalam ketakutan di rumah mereka sendiri. Ia tidak sudi memakan uang dari pihak yang melakukan tindakan keji semacam itu.

Walau di sisi lain, Saeter mengakui, nilai transfer yang ditawarkan Maccabi Haifa cukup membuat pemain sepertinya meneteskan air liur. Dengan uang dari Maccabi Haifa, hidupnya bisa sejahtera.

Uang itu juga menguntungkan bagi Rosenborg. Klub asal Norwegia itu sebelumnya membeli Ole Saeter dari klub Norwegia lainnya, Ranheim seharga 130 ribu euro (Rp2,1 miliar). Jika Saeter dibeli Maccabi Haifa, Rosenborg bisa untung lebih dari enam kali lipat.

Klub Mengikuti Keinginan Pemain

Akan tetapi, pihak Rosenborg menghormati keputusan Ole Saeter. Mereka pun menolak tawaran dari Maccabi Haifa. Lagi pula tawaran yang disodorkan klub Israel tersebut masih jauh di bawah nilai pasar sang pemain itu sendiri. Menurut situs Transfermarkt, saat ini Ole Saeter punya market value di angka 1,2 juta euro atau sekitar Rp20,2 miliar.

Saeter sendiri merupakan salah satu dari tujuh pemain Rosenborg yang memiliki nilai pasar tertinggi musim 2024. Sejak pertama kali gabung Rosenborg tahun 2021, pemain kelahiran Trondheim ini juga selalu diandalkan. Sang pemain kerap dipasang sebagai striker tengah.

Setiap kali diturunkan menjadi penyerang utama, Saeter selalu bisa menjawab kebutuhan Rosenborg akan gol. Total sejak 2021, Ole Saeter sudah mencetak 33 gol dari 54 pertandingan bersama Rosenborg.

Khusus musim 2024, sang pemain sudah mencetak 9 gol dari 17 laga di Eliteserien Norwegia. Itu artinya sang pemain rata-rata mencetak 1,8 gol per pertandingan. Tidak berlebihan rasanya jika pemain ini layak dijuluki “Harry Kane” dari Rosenborg.

Menurut FotMob, nilai pengharapan golnya tertinggi di Liga Norwegia musim ini, yakni 0,97. Tidak hanya itu, Ole Saeter juga pemain yang paling sering menciptakan tembakan tepat sasaran di Liga Norwegia. Di FotMob ia menduduki peringkat keempat dengan rata-rata melakukan 1,6 tembakan tepat sasaran.

Melihat kiprahnya di Liga Norwegia musim ini, wajar kalau Ole Saeter memiliki nilai pasar yang tinggi, dan naik hampir 10 kali lipat dari saat kali pertama dibeli Rosenborg. Tawaran yang diajukan Maccabi Haifa pun akhirnya justru tampak seperti penghinaan bagi Rosenborg. Ya kali striker sebagus ini dibayar kurang dari satu juta euro?!

Sikap Sang Pemain

Namun, apabila dilihat dari sudut pandang karier, bergabung ke Maccabi Haifa bisa memperbanyak pengalaman Ole Saeter, terutama di level Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir, klub Israel itu kerap bermain di kompetisi Eropa. Musim ini Maccabi Haifa memang absen di kompetisi Eropa.

Namun, tiga musim sebelumnya Maccabi Haifa bermain di kompetisi Eropa yang berbeda-beda. Musim 2021/22, mereka bermain di Liga Konferensi Eropa. Musim berikutnya berpartisipasi di Liga Champions. Menariknya, mereka tak cuma numpang lewat, tapi juga membawa pulang tiga poin.

Ingat bagaimana musim itu, dari Grup H yang menemani Benfica ke fase gugur justru PSG, alih-alih Juventus? La Vecchia Signora waktu itu tidak cuma kalah dari Benfica, tapi juga kalah dari Maccabi Haifa. Bahkan hanya perlu Omer Yosef Atzili bagi Maccabi Haifa untuk menghabisi Juventus 2-0.

Setelah dari Liga Champions, musim lalu Maccabi Haifa bermain di Liga Eropa. Sementara Rosenborg, klub yang dibela Ole Saeter adalah klub medioker. Klub yang bermarkas di Stadion Lerkendal itu bahkan terakhir kali tampil di Eropa adalah di musim 2019/20.

Setelah itu Rosenborg bahkan tak sanggup finis di posisi kedua di Liga Norwegia. Menolak tawaran Maccabi Haifa demi kemanusiaan dengan resiko kehilangan kesempatan besar, sikap Ole Saeter ini menyentuh relung terdalam dari sisi kemanusiaan kita.

Tak menyangka, di tengah gempuran hasrat para pemain bola bergabung ke klub yang lebih baik dan punya gaji mapan, Ole Saeter memilih mempertahankan idealismenya. Melihat latar belakangnya sebagai seorang pemain keturunan Pakistan, tak mengejutkan kalau Ole Christian Saeter menolak uang haram dari Israel.

Belakangan ini ada kabar bahwa sang pemain berpeluang membela Timnas Norwegia, dan membuatnya satu tim dengan Erling Haaland. Namun, sepertinya itu tidak mudah. Lagi pula ketimbang Norwegia, Saeter mungkin akan memilih Pakistan. Baru-baru ini ia berpotret mengenakan seragam Timnas Pakistan. Well, apa pun itu, sukses terus buat abang Saeter.

https://youtu.be/25uGuUQVmOQ

Sumber: Ynetnews, ilmessaggero, Tribuna, Vocket

Berita Bola Terbaru 23 September 2024 – Starting Eleven News

0

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan pertandingan Liga Inggris, ada Manchester City yang harus puas ditahan imbang Arsenal dengan skor 2-2. Dua gol City lahir dari Erling Haaland menit 9 dan John Stones menit 90+8. Sedangkan gol Arsenal dicetak Riccardo Calafiori menit 22 dan Gabriel Magalhaes menit 45. Dengan hasil ini, City masih tetap di puncak klasemen sementara The Gunners tertahan di urutan keempat klasemen sementara.

Hasil imbang 2-2 juga tersaji di laga antara Brighton vs Nottingham Forest. Gol Brighton dicetak oleh Jack Hinshelwood menit 42 dan Danny Welbeck menit 45. Sementara Forest membalas melalui Chris Wood menit 13 dan Ramon Sosa menit 70. Tambahan satu poin tidak berpengaruh pada posisi kedua klub di klasemen.

Beralih ke La Liga, ada Barcelona yang melanjutkan tren positif usai mengalahkan Villarreal dengan skor 5-1. Gol La Blaugrana dicetak oleh brace Robert Lewandowski menit 20 dan 35, Pablo Torre menit 58, dan brace Raphinha menit 74 dan 83. The Yellow Submarine hanya membalas sekali melalui Ayoze Perez menit 38. Kemenangan ini kian mengokohkan El Barca di puncak klasemen. Sedangkan Villarreal tertahan di urutan kelima klasemen sementara.

Di pertandingan lain, ada Atletico Madrid dan Rayo Vallecano yang bermain imbang 1-1. Rayo unggul lebih dulu melalui Isi Palazon menit 35. Lalu disamakan Connor Gallagher menit 49. Hasil ini juga tak berpengaruh pada kedudukan kedua klub di klasemen La Liga.

Dari Spanyol kita bergeser ke Negeri Pasta, Italia. Ada Fiorentina yang berhasil mengalahkan Lazio dengan skor 2-1. Lazio sebetulnya unggul lebih dulu melalui gol Mario Gila menit 41. Namun, La Viola comeback di babak kedua melalui brace Albert Gudmundsson menit 49 dan 90. Kemenangan ini bikin Fiorentina melesat ke urutan 12 klasemen sementara Serie A.

Di pertandingan lain, AS Roma menang telak 3-0 atas Udinese. Tampil di kandang sendiri, Roma sudah mendominasi sejak menit awal. Tiga gol Giallorossi hadir dari aksi Artem Dovbyk menit 19, Paulo Dybala menit 49, dan Tommaso Baldanzi menit 70. Hasil ini bikin Roma merangkak ke urutan sepuluh klasemen sementara.

DERBY DELLA MADONNINA DIMENANGKAN AC MILAN

Masih dari Italia, Derby Della Madonnina yang tersaji dini hari tadi akhirnya dimenangkan oleh AC Milan setelah melalui drama jual beli serangan yang intens. Dilansir Goal, laga berjalan alot. Bahkan papan skor masih menunjukan hasil 1-1 hingga menit ke 85. Namun, empat menit kemudian Matteo Gabbia tampil sebagai pahlawan. Tandukannya ke gawang Yann Sommer mengakhiri perlawanan Inter Milan. Dengan hasil ini Milan menempel Inter di urutan ketujuh klasemen sementara Serie A.

INZAGHI AKUI KEHEBATAN AC MILAN

Meski kalah, Inter Milan lebih legowo. Itu dibuktikan dengan pernyataan yang disampaikan oleh sang pelatih, Simone Inzaghi. Dilansir Football Italia, menurutnya, Milan bermain lebih bagus dari biasanya dan layak mendapat kemenangan di pertandingan semalam. Inzaghi merasa timnya sudah berusaha keras, tapi ternyata belum cukup keras untuk menaklukan Rossoneri. Inzaghi merasa lini pertahanan Inter jadi sorotan. Mereka kurang kompak sehingga Milan bisa menciptakan umpan-umpan terobosan yang berbahaya.

FANS ROMA TAK SUKA DENGAN PEMECATAN DE ROSSI

Dari Milan kita beralih ke Ibukota Italia, Roma. Usai pemecatan Daniele De Rossi yang terkesan mendadak, akhirnya tifosi Roma menunjukan responnya. Mereka memanfaatkan laga kandang melawan Udinese sebagai aksi protes atas keputusan manajemen tersebut. Dilansir BBC, fans Roma dengan kompak mengosongkan tribun yang biasa dipakai Curva Sud di awal pertandingan. Fans Roma membiarkan tribun kosong selama 30 menit sebagai bentuk amarah mereka. Mereka merasa Roma tidak menghargai dedikasi De Rossi selama ini.

TER STEGEN CEDERA LUTUT

Dari Italia kita bergeser ke Spanyol untuk membahas kiper Barcelona yang kabarnya mengalami cedera. Dilansir ESPN, Marc-Andre Ter Stegen terlihat ditandu keluar lantaran cedera lutut saat Barcelona melibas Villarreal dengan skor 5-1. Pelatih Barça, yakni Hansi Flick mengkonfirmasi bahwa cedera Ter Stegen tampak parah. Tapi dirinya belum bisa memberikan perkiraan waktu kapan sang penjaga gawang akan pulih. Menurut laporan, Ter Stegen bisa saja absen hingga akhir musim ini.

COURTOIS BERI DUKUNGAN UNTUK TER STEGEN

Melihat cedera yang dialami Ter Stegen, Thibaut Courtois yang juga berposisi sebagai penjaga gawang mengirimkan pesan khusus. Kiper Real Madrid itu turut prihatin dengan kondisi yang dialami rivalnya itu. Dilansir Football Espana, Selain prihatin, kiper asal Belgia itu juga mendoakan agar Ter Stegen cepat pulih. “Saya turut berduka cita atas cedera yang dialami Ter Stegen, sungguh menyakitkan melihat anda meninggalkan lapangan seperti itu. Saya harap Anda bisa segera pulih,” tulis Courtois.

EL REAL SIAP SAINGI CITY TUK DAPATKAN MUSIALA

Masih dari Kota Madrid, El Real dikabarkan sedang mengincar gelandang serang untuk menghadirkan persaingan bagi Jude Bellingham. Dilansir Team Talk, pemain yang dikaitkan adalah Jamal Musiala. Madrid yang ragu dengan kebugaran Brahim Diaz melihat Musiala sebagai opsi yang pas untuk menjadi saingan Bellingham. Dengan adanya Musiala, Madrid akan mempunyai banyak opsi yang kuat di lini tengah. Tapi, Madrid akan bersaing dengan Manchester City yang juga meminati sang pemain.

PEP TIDAK YAKIN SEPARAH APA CEDERA RODRI

Ngomong-ngomong soal Manchester City, Pep Guardiola baru saja memberikan tanggapan soal cedera yang dialami Rodri saat menghadapi Arsenal semalam. Menurut situs resmi Premier League, Pep masih ragu dengan kondisi Rodri. Dirinya belum yakin separah apa cedera yang dialami pemainnya itu. Yang pasti, Rodri mengalami gangguan pada lututnya setelah bertabrakan dengan gelandang Arsenal, Thomas Partey di situasi tendangan sudut. Pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter klub kabarnya akan segera dilakukan.

HAALAND SAMAI REKOR CR7 LAGI

Masih dari laga yang sama, Erling Haaland telah mencatatkan statistik menarik meski timnya harus menerima hasil imbang. Dilansir AS, Haaland mencetak satu gol di laga melawan Arsenal semalam. Itu adalah gol ke-100 Haaland untuk Manchester City. Catatan itu telah menyamai pencapaian Cristiano Ronaldo selama memperkuat Real Madrid. Keduanya sama-sama berhasil mencetak 100 gol di penampilan ke-105 bersama klub. 

TAA MAU BERTAHAN DI LIVERPOOL DENGAN SATU SYARAT

Dari Manchester, kita sedikit bergeser ke Liverpool dimana Trent Alexander-Arnold sedikit menyinggung soal masa depannya di Anfield. Dilansir Mirror, TAA belum bisa memberikan keputusannya sekarang apakah dia akan bertahan di Liverpool atau tidak musim depan. Bek berkebangsaan Inggris itu menyebut dirinya bisa saja bertahan di Liverpool untuk waktu yang lebih lama. Namun, dengan satu syarat. Menurut laporan, TAA mau saja bertahan asal Liverpool meraih trofi musim ini. 

JURGEN KLOPP BERPELUANG LATIH TIMNAS JERMAN

Masih bau-bau Liverpool, mantan pelatih The Reds, yakni Jurgen Klopp diisukan akan segera kembali melatih dalam waktu dekat. Dilansir Mirror, pelatih yang identik dengan topinya itu dikabarkan sebagai opsi teratas untuk menggantikan Julian Nagelsmann untuk melatih Timnas Jerman. Klopp akan ditunjuk sebagai nakhoda Der Panzer jika Nagelsmann memutuskan hengkang setelah Piala Dunia 2026. Hal ini dikonfirmasi oleh direktur olahraga Timnas Jerman, Rudi Voller. Dirinya menyebut Klopp akan menjadi kandidat terbaik untuk posisi itu.

POTTER TERTARIK LATIH EVERTON

Masih dari dunia kepelatihan, mantan pelatih Brighton dan Chelsea, Graham Potter dikabarkan juga tengah bersiap untuk kembali melatih dalam waktu dekat. Dilansir Football Insider, pelatih berkebangsaan Inggris itu kabarnya sangat tertarik untuk melatih Everton jika Sean Dyche dipecat musim ini. Potter belum memiliki pekerjaan sejak dipecat Chelsea pada tahun 2023, tetapi dirinya siap kembali melatih jika lowongan di Goodison Park tersedia. Potter pun kabarnya telah memantau situasi dan kondisi Everton dalam beberapa pekan terakhir. 

DEBUT PAHIT RAGNAR ORATMANGOEN

Kali ini kita membahas tentang pemain-pemain Timnas Indonesia yang abroad di Eropa. Yang pertama, ada Ragnar Oratmangoen yang diberi kesempatan debut bersama klub kasta tertinggi Liga Belgia, FCV Dender. Dilansir Kumparan, Wak Haji Ragnar baru masuk di menit 59 untuk menggantikan Malcolm Viltard di sayap kanan. Sayangnya, debut Ragnar tak berakhir manis karena Dender dicukur habis 4-0 oleh pemuncak klasemen Genk. Tampil selama 31 menit, Ragnar kurang greget. Dirinya bahkan gagal melepaskan tembakan ke gawang.

HILGERS BIKIN MALU THOM HAYE

Dari Belgia, kita beralih ke Belanda dimana Thom Haye dipermalukan oleh Mees Hilgers dan kolega saat FC Twente menggilas Almere City dengan skor 5-0. Dilansir Kumparan, meski bermain di kandang sendiri, Almere kesulitan untuk menguasai jalannya pertandingan. Alhasil, Twente membuktikan bahwa mereka adalah tim yang lebih klinis di laga ini. Di laga tersebut, Hilgers mencatatkan satu assist untuk gol Salah-Eddine. Sedangkan Haye hanya bermain selama 57 menit dan hanya melepas tiga umpan kunci.

LIVERPOOL DAN MU BEREBUT BEK KIRI FULHAM

Dilansir dari The Sun, Liverpool akan bersaing ketat dengan MU untuk mendapatkan tanda tangan bek kiri Fulham, Antonee Robinson. Bek kiri eksplosif asal Amerika Serikat tersebut telah dimata-matai oleh pihak The Reds sebagai rencana pengganti jangka panjang Andy Robertson. Sebaliknya, MU yang sudah mengintai sejak bursa transfer musim panas lalu, ingin Robinson jadi bek kiri inti mengingat Malacia dan Shaw sering sakit-sakitan. Menurut laporan, pemain berusia 27 tahun tersebut kemungkinan akan hijrah ke klub papan atas dalam waktu dekat. 

CHELSEA MASIH BUTUH BELI PEMAIN LAGI

Beralih ke kabar dari Chelsea. Dilansir dari Goal, meski telah jor-joran beli pemain dan pemainnya menumpuk, namun pelatih Enzo Maresca merasa The Blues tetap akan membeli pemain baru. Maresca menganggap Chelsea perlu membeli pemain baru lagi demi bersaing di papan atas Liga Inggris. Maresca pun sudah mendesak kepada pemilik untuk dibelikan pemain sesuai kebutuhannya pada bursa transfer Januari 2025 mendatang. 

MANTAN PEMAIN CHELSEA KEMBALI BERMAIN PASCA PENSIUN

Masih berbau soal Chelsea. Dilansir dari Daily Mail, mantan pemain Chelsea asal Pantai Gading, Salomon Kalou memutuskan untuk kembali bermain sepakbola setelah memutuskan pensiun dari dunia sepakbola bulan agustus 2024 lalu. Salomon Kalou kini kembali merumput bersama klub asal Divisi Dua Pantai Gading, SC Gagnoa. Di SC Gagnoa, Kalou tidak hanya sebagai pemain saja tugasnya, namun ia juga merangkap sebagai direktur teknik klub.  

GRANIT XHAKA INGIN JADI PELATIH TIMNAS SWISS

Kabar berikutnya datang dari Granit Xhaka. Dilansir dari tribalfootball, gelandang Bayer Leverkusen tersebut dilaporkan berencana ingin menjadi pelatih Timnas Swiss suatu saat nanti. Hal tersebut dibeberkan sendiri oleh kakak kandungnya, yakni Taulant Xhaka. Taulant mengatakan bahwa adiknya tersebut setelah pensiun dari sepakbola nanti punya hasrat ingin melatih Timnas Swiss. Taulant Xhaka pun sudah berencana akan mendampingi dan membantu adiknya tersebut jika jadi pelatih Timnas Swiss, baik itu sebagai asisten maupun staf. 

POGBA JADI VOKALIS

Kabar lainnya datang dari Paul Pogba. Dilansir dari tribalfootball, pemain yang masih absen karena kasus doping tersebut mengisi waktu luangnya dengan mengasah olah vokalnya. Pogba terlihat menjadi vokalis di grup musik asal Pantai Gading, La Team Paiya. Grup tersebut baru saja merilis lagu terbaru mereka dengan disertai video klip yang menampilkan Pogba sebagai salah satu vokalis. Terdengar sepintas, lagu-lagu dari grup musik Pogba tersebut beraliran hip hop.

JOSE MOURINHO DILEDEK GALATASARAY

Lanjut ke kabar berikutnya dari mantan pelatih Pogba di MU, Jose Mourinho. Kekalahan Fenerbahce 3-1 atas Galatasaray di Liga Turki membuat Jose Mourinho diejek habis-habisan oleh klub berjuluk Cimbom Aslan. Pelatih Portugal itu diledek lewat unggahan media sosial yang cukup menohok. Akun X @GalatasaraySK mengubah julukan Jose Mourinho dari The Special One Mourinho menjadi The Crying One. Wajah sedih Mourinho ditempelkan dalam unggahan itu. selain itu, ada lagi slogan Mourinho Universe juga dicoret Galatasaray, menjadi Okan Buruk Rules.

INILAH TANGGAL TIMNAS INDONESIA MULAI KUMPUL LAGI

Beralih ke kabar dari sepakbola nasional. Menurut Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, Timnas Indonesia rencananya akan berkumpul lagi jelang persiapan laga Babak Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Bahrain, yakni pada tanggal 5 Oktober 2024 mendatang di Jakarta. Semua pemain yang kumpul di tanggal tersebut adalah pemain yang berasal dari klub lokal. Sementara itu pemain yang berkarier di luar negeri, akan langsung terbang menyusul ke Bahrain dari klubnya masing-masing pada tanggal 6 Oktober 2024. 

STY MINTA PEMAIN TERBANG GUNAKAN PESAWAT KELAS BISNIS

Setelah timnas kumpul di tanggal 5 Oktober 2024 di Jakarta, nantinya para pemain tersebut akan diberangkatkan ke bahrain keesokan harinya tanggal 6 Oktober 2024, menggunakan pesawat. Namun Coach Shin telah meminta pada pihak PSSI agar para pemain terbang menggunakan pesawat kelas bisnis agar kenyamanan selama terbang berjam-jam ke Bahrain menjadi nyaman. STY juga berharap pada PSSI agar satu rombongan pemain timnas tersebut bisa satu pesawat, agar kekompakan tim tetap terjaga. 

JAGONYA MAARTEN PAES BIKIN KLUB GIROUD TAKLUK

Kabar selanjutnya datang dari kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes. Paes menjadi pahlawan saat timnya FC Dallas menang atas timnya Olivier Giroud, Los Angeles FC dengan skor 3-1. Dari total 15 tendangan Los Angeles FC, hanya satu yang masuk ke gawang Maarten Paes lewat Eduard Andres Atuesta Velasco pada menit ke-86. Fotmob mencatat selama 90 menit berada di bawah mistar gawang FC Dallas, Maarten Paes melakukan tiga penyelamatan, 48 akurasi umpan, hingga dua recoveries. Maarten Paes juga mendapatkan rating 7,3 dari Fotmob, cukup baik di antara rekan setimnya di FC Dallas.

SANDY WALSH DIMINTA GABUNG TIMNAS IRLANDIA

Dari kabar lainnya, pemain Timnas Indonesia Sandy Walsh mengaku hampir saja gabung Timnas Republik Irlandia ketika ia ditawari langsung untuk gabung di level senior. Sandy sebenarnya memenuhi syarat untuk membela Timnas Republik Irlandia karena Walsh mendapatkan darah tersebut dari jalur sang ayah. Namun, dirinya saat itu menolak karena tak punya ikatan emosional sekuat ikatan emosionalnya dengan Indonesia yang didapat melalui kakek dan neneknya dari jalur ibu. Ikatannya dengan sang kakek dan nenek menurutnya lebih emosional karena merekalah yang merawatnya ketika kecil. Pilihannya untuk membela Timnas Indonesia dianggapnya seperti bermain untuk mendiang kakek dan neneknya.

Cetak 100 Gol dalam Waktu Singkat, Ini Baru GOAT!

0

Golnya ke gawang Arsenal pada 22 September 2024 lalu, menjadi gol ke-100 bagi Erling Haaland selama berseragam Manchester City. Yang mengesankan, 100 gol tersebut berhasil Haaland ciptakan hanya dalam 105 laga! Fakta ini otomatis membuat Haaland menyamai rekor yang pernah selama ini dipegang oleh salah satu GOAT, Cristiano Ronaldo.

Meski belum ada yang bisa mencapai 100 gol lebih cepat dari catatan Haaland, ternyata beberapa pemain ini bisa mencetak 100 gol dalam waktu kurang dari 150 laga. Lantas, siapa saja pemain-pemain yang mampu melakukan hal tersebut?

 

Ciro Immobile (Lazio – 147 Laga)

Setelah berkelana ke Spanyol dan Jerman, pada musim panas 2016, Ciro Immobile memilih menetap kembali di Italia. Ia didatangkan pelatih anyar Lazio saat itu, Simone Inzaghi. Siapa sangka, kepulangan pemain yang dianggap gagal bersama Borussia Dortmund dan Sevilla ini malah menjadi petaka untuk jala gawang lawan-lawannya.

Bersama Lazio, Immobile malah berubah menjadi monster haus gol. Selama berseragam Biancocelesti, Immobile berhasil mencetak total 207 gol dalam waktu 340 laga. Sementara 100 gol pertamanya ia cetak pada laga ke 147. Gol spesial tersebut dicetak ke gawang AC Milan pada November 2019. Laga yang berhasil membuat Lazio menang ini juga merupakan kemenangan perdana Lazio di San Siro sejak September 1989. Istimewa!

Tak cukup di situ, yang lebih istimewa lagi, Immobile ini juga merupakan pemain pertama yang berhasil mencetak 100 gol tandang di Serie A. Capaian itu tercipta kala Lazio bertandang ke Salernitana, November 2023 lalu. Kalo performanya begini, maka wajar Immobile bisa menggaet 4 gelar capocannoniere.

 

Christian Vieri (Inter – 138 Laga)

Masih di Serie A, jauh sebelum Immobile, Christian Vieri sudah melakukannya bersama Inter pada 6 Januari 2004. Kala itu, Inter sedang menghadapi Lecce di Giuseppe Meazza. Gol penutup kemenangan 3-1 ini sontak dirayakan oleh seluruh pemain. Sampai-sampai, pemain yang akrab dipanggil Bobo ini dihadiahi sebuah mahkota di laga ke 138-nya bersama Inter.

Meski hanya berhasil meraih sebuah gelar Coppa Italia bersama Inter, karir Bobo sangat moncer di sana. Top scorer La Liga 1997/98 ini berhasil mencetak total 123 gol dalam waktu 190 laga. 24 gol di antaranya, menjadikan Bobo sebagai top scorer Serie A 2002/03.

 

Kylian Mbappe (Paris Saint Germain – 137 Laga)

Kylian Mbappe memiliki kisah yang cukup manis dengan 100 golnya untuk Paris Saint-Germain. Pada laga ke-137 Mbappe bersama Les Parisiens berhasil menang 3-1 atas Montpellier. Laga yang dilaksanakan pada Desember 2020 di Stade de la Mosson tersebut, Mbappe berhasil membuat dirinya menjadi 1 dari 5 pemain PSG yang bisa mencetak lebih dari 100 gol.

Bersama PSG, Mbappe pada akhirnya mencetak total 256 gol. Setelah bermain sepanjang 308 laga bersama Le Parisien, pencetak hattrick di final Piala Dunia 2022 ini kemudian pindah ke Real Madrid.

 

Robert Lewandowski (Bayern Munchen – 136 Laga)

Setelah dibajak secara cuma-cuma dari Borussia Dortmund pada musim panas 2014, Robert Lewandowski hanya butuh 3 musim untuk mencetak 100 gol bersama Bayern Munchen. Pada Maret 2017, Lewy berhasil mencetak gol ke-100-nya saat Die Roten menghempaskan Eintracht Frankfurt 3 gol tanpa balas. Laga ini merupakan laga ke 136 Lewy bersama Bayern.

Sebelum pada akhirnya bergabung ke Barcelona, kapten Timnas Polandia ini berhasil mencetak total 344 gol untuk Die Roten. Yang tak kalah menakjubkan, seluruh gol tadi hanya dicetak dalam waktu 375 laga. Mengerikan!

 

Edinson Cavani (Napoli – 135 Laga)

Sebelum bergabung ke Paris Saint Germain, Edinson Cavani menikmati 3 musim yang mengagumkan bersama Napoli. Selama 3 musim ini pula, Cavani langsung berhasil mencetak 100 gol bersama I Partenopei. Bomber asal Uruguay tersebut hanya butuh 135 laga untuk menorehkan catatan apik ini.

Gol kedua pada laga melawan Inter pada Mei 2013, menjadi gol ke-100 Cavani bersama Napoli. Pada laga tersebut, Cavani juga menyempurnakan catatannya itu dengan mencetak hattrick yang membuat Napoli menang 3-1. Total, Cavani mencetak 104 gol dalam 138 laga untuk Napoli.

 

Ruud van Nistelrooy (Manchester United – 131 Laga)

Ruud van Nistelrooy mencetak gol ke-100-nya untuk Manchester United di laga yang sangat epik. Pada laga ke-131-nya, Setan Merah bertandang ke markas Everton. Pada laga yang digelar pada Februari 2004 ini, Nistelrooy mencetak sebuah brace. Gol pertamanya lah yang merupakan gol ke-100 bomber asal Belanda tersebut.

Namun, yang tak kalah spesial dari gol ke-100 tadi, di laga tersebut Nistelrooy keluar sebagai pahlawan bagi Setan Merah. Setelah unggul 3-0 di babak pertama, tak disangka Everton mampu mengimbangi hingga skor 3 sama.

United yang saat itu sedang bersusah payah mengejar Arsenal harus mengakhiri laga dengan kemenangan. Di ujung pertandingan, Nistelrooy secara dramatis berhasil menyelamatkan United dari hasil imbang. Nistelrooy sendiri pada akhirnya mencetak genap 150 gol dalam 219 laga untuk Setan Merah.

 

Zlatan Ibrahimovic (Paris Saint Germain – 124 Laga)

Gol ke-100 Zlatan Ibrahimovic bersama Paris Saint-Germain juga dicetak dalam laga yang tak kalah memorable. Pada laga semi final Coupe de France melawan Saint Etienne pada April 2015, gol spesial itu tercipta. Namun, tak hanya gol ke-100 saja, Ibra mencetak beberapa catatan manis di laga ini.

Ibra mencetak gol ke-100-nya tersebut melalui titik putih. Merasa tak cukup, Ibra pun mencetak 2 gol lagi di laga ini. Hattrick Ibra ini akhirnya membuat PSG menang 4-1 dan melaju ke final. Pada laga final nanti, Ibra akhirnya berhasil meraih trofi Coupe de France pertamanya. Total, Ibra berhasil mencetak 156 gol dalam 180 laga untuk PSG.

 

Luis Suarez (Barcelona – 120 Laga)

Hanya butuh 120 laga bagi Luis Suarez untuk mencetak gol bersama Barcelona. Gol tersebut tercipta ke gawang Athletic Bilbao pada Januari 2017. Pada laga tersebut, Barca menang 3-1 dan Suarez menjadi pembuka gol sebelum Neymar dan Leo Messi ikut membobol gawang. Setelahnya, Suarez masih mencetak 95 gol lagi untuk Blaugrana. Total, Suarez mencetak 195 gol dalam 283 laga.

 

Cristiano Ronaldo (Juventus – 131 Laga & Real Madrid – 105 Laga)

Tapi dari semua nama tadi, hanya Cristiano Ronaldo seorang yang mampu mencetak 100 gol dalam waktu kurang dari 150 laga untuk 2 klub. CR7 berhasil menorehkan 100 gol hanya dalam 131 laga bersama Juventus dan saat di Real Madrid, ia hanya butuh 105 laga. Catatan yang luar biasa.

Saat masih di Real Madrid, gol ke-100 tersebut dicetak ke gawang Olympique Lyon pada November 2011. Sementara bersama Juventus, Ronaldo mencetaknya ke gawang Sassuolo pada Mei 2021. Setelah mencetak 100 gol bersama Juve, Ronaldo mencetak sebuah gol lagi sebagai gol penutupnya untuk Si Nyonya Tua. Total, CR7 bermain 135 kali untuk Juve.

Sementara bersama Los Merengues, 100 gol tadi masih akan disusul oleh 350 gol lagi. Sebelum bergabung ke Juve, Ronaldo bermain total 438 laga dan jumlah golnya mencapai 450. Artinya, jumlah gol CR7 bersama El Real lebih banyak ketimbang jumlah laga yang dimainkan. Ngeri!

https://youtu.be/p3n6BjNUSDc

Sumber: Give Me Sport, Goal, Xtra Azzuri, Transfermarkt, Bundesliga, BBC, dan Ibra

Musim Lalu Degradasi, Kini Calon Juara! Vincent Kompany Ngeri Gini

Setelah melumat Dinamo Zagreb 9-2 dan berpesta 5 gol tanpa balas di kandang Werder Bremen, performa Bayern Munchen langsung menarik perhatian publik. Vincent Kompany sebagai pelatih mereka jelas menjadi sosok yang bertanggung jawab dari hasil-hasil impresif tersebut.

Kompany sendiri sebenarnya cukup diragukan bisa membawa Die Roten tampil mengagumkan. Sebab, orang ini pula yang bertanggung jawab atas terperosoknya Burnley ke jurang degradasi musim lalu. Lantas, apa sebenarnya yang sudah Kompany lakukan di Bayern Munchen?

 

Keberuntungan Masih Bersama Kompany

Umumnya ketika kita meriah sebuah kegagalan, kita harus merangkak lagi, setapak demi setapak untuk meraih apa yang kita inginkan. Namun, hal ini sepertinya tak berlaku untuk Vincent Kompany. Pria berdarah Republik Demokratik Kongo ini malah melesat tajam setelah baru saja menelan kegagalan.

Bayangkan saja, setelah porak-poranda bersama Burnley di Premier League, kok bisa-bisanya Kompany ditarik Bayern Munchen? Padahal tim ini bukan tim sembarangan. Mereka adalah langganan juara Bundesliga, bahkan tergolong juga sebagai tim elit Eropa. Di luar nalar bukan?

Tapi namanya juga hidup, tak bisa ditebak alurnya. Kompany dipinang Bayern Munchen. Meskipun jelas ia sejatinya bukan pilihan utama. Hansi Flick sudah pergi ke Barcelona, ya sudah Kompany pun tak apa. Alasannya? Ya tinggal bilang saja, “Yo gak tau kok tanya saya,” eh salah. Ya tinggal bilang saja Bayern sedang mencari pelatih yang jago menguasai bola. Sebuah atribut yang Kompany punya.

Tak hanya itu, Kompany juga beruntung bergabung bersama tim yang memiliki sosok pemimpin yang sangat dihormati. Mengendalikan Manuel Neuer, Thomas Muller, dan Harry Kane rasanya cukup bagi Kompany. Dengan mengendalikan ketiganya, Kompany tak perlu susah payah melakukan ini-itu agar para pemain bisa yakin kepadanya. Namun, kenyataan bahwa dirinya baru saja membawa Burnley degradasi jelas memberi sebuah keraguan di hati.

Ditambah lagi, rumor bahwa beberapa pemain sempat dikabarkan protes dengan cara bermain yang akan Kompany terapkan. Aleksandar Pavlovic, Mathys Tel, dan Michael Olise disebut sebagai pemain yang kurang sreg dengan strategi Kompany. Pun cara Kompany mengumumkan siapa-siapa yang akan bertanding juga cukup mengejutkan para pemain. Sebab, Kompany disebut mengumumkan sebelas pertamanya lewat Whatsapp.

Namun, terlepas dari apapun isu yang beredar, anak asuh Vincent Kompany malah tampil membara. Die Roten menjadi mesin gol yang sangat subur di tangan Kompany. Bahkan kemenangan FC Hollywood di kandang Werder Bremen membuat Kompany sejajar dengan Pep Guardiola. Sebab, Kompany merupakan pelatih pertama sejak Guardiola yang bisa membuat Die Bayern menang di tiga laga awalnya. Sungguh beruntung betul mantan kapten Timnas Belgia ini.

 

Ini Bayern, Bukan Burnley

Keberuntungan saja jelas tak cukup untuk Kompany bisa bertahan di Allianz Arena. Seperti prinsip Coach Justin, mengharap gol jatuh dari langit haram hukumnya. Maka, sebuah tim harus punya strategi dan cara yang jelas untuk menciptakannya. Oleh karena itu, sebuah taktik dibutuhkan. Untungnya lagi, Vincent Kompany punya.

Mantan pemain Manchester City ini sejatinya bukan pelatih kemarin sore. Ia sudah pernah melatih, meski hanya sekelas Anderlecht dan Burnley. Namun jangan salah, justru dengan klub sekelas mereka Kompany akhirnya bisa bereksperimen. Ia bisa mencoba segala imajinasi taktiknya tanpa resiko tekanan yang kuat. Hasilnya? Kompany akhirnya bisa mematenkan taktik penguasaan bolanya. Namun bukan sekadar menguasai, tapi juga dengan mendobrak lawan dengan agresivitas tinggi.

Taktik inilah yang Kompany pakai di Bayern Munchen alias taktik yang sejatinya sama dengan yang ia pakai musim lalu. Tapi tunggu dulu, ini Bayern bukan Burnley! Kualitas pemainnya jelas berbeda. Bayern yang merupakan klub langganan juara tak bisa serta merta disamakan dengan Burnley yang baru promosi dari kasta kedua.

Menurut Coaches’ Voice, di bawah tangan Kompany, Bayern Munchen bisa bermain dengan struktur 2-3-5 saat memegang bola. Sangat agresif bukan? Tak hanya itu, sang kiper, Manuel Neuer pun terkadang diinstruksikan maju sejajar dengan 2 bek yang tersisa di belakang. Sementara pemain lain, semuanya maju ke depan.

Mereka akan mengisi setiap ruang di lini belakang lawan. Tujuannya agar pertahanan lawan ikut melebar sehingga tercipta ruang kosong. Nah, hal-hal seperti ini yang jadi senjata Vincent Kompany. Para pemainnya yang lincah akan masuk ke ruang-ruang kosong dan menikam sang lawan.

Apalagi Kompany ditopang dengan para pemain di lini depan yang mengerikan. Misalnya tentu saja Harry Kane. Di usianya yang menginjak kepala tiga, performanya eks bomber Tottenham Hotspur itu masih sanggup bikin penonton geleng-geleng kepala. 

Setidaknya hingga pesta 5 gol di kandang Werder Bremen, kapten Timnas Inggris ini sudah mencipta 10 gol hanya dalam 6 laga. Setengah dari gol tadi, ia ciptakan di ajang Bundesliga yang baru berjalan 4 laga. Tak hanya itu, dalam 4 laga Bundesliga ini, 5 assist juga sudah tercipta atas nama dirinya. Komplit sudah!

 

Tunggu Sampai Badai Cedera Melanda

Namun, Vincent Kompany jangan buru-buru besar kepala. Kemahirannya mengelola sumber daya pemain belum teruji. Semua pemain terbaiknya masih berada di kondisi yang fit. Maka wajar, taktiknya berjalan mulus dan sesuai rencana. Tapi jika badai cedera mulai melanda, di momen ini Kompany akan diuji kemahirannya.

Cedera adalah salah satu faktor yang paling krusial dalam kegagalan Bayern Munchen musim lalu. Thomas Tuchel sampai kelimpungan menghadapi cobaan ini. Terlebih di klub sebesar Bayern, tekanan untuk terus tampil bagus adalah sebuah keniscayaan. Sementara, tampil bagus di kala badai cedera melanda merupakan kemustahilan yang perlu dipatahkan.

“Kami mengadakan pertemuan dengan tim medis sebelum pertandingan. Mereka seakan memberi isyarat: 60 menit untuk pemain ini, 30 menit untuk yang itu, 60 menit untuk pemain itu juga, dan yang ini tidak bisa bermain sama sekali,” keluh Tuchel saat menghadapi badai cedera musim lalu, dikutip dari Bavarian Football Works.

Mengingat skuad yang ditanganinya saat ini tak berbeda jauh dengan yang Tuchel pakai musim lalu, Kompany harus waspada. Ia harus pintar membagi jatah bermain para pemainnya. Rotasi adalah hal yang wajib untuk dipikirkan. Kompany tak bisa melulu bermain dengan para pemain kuncinya.

Terlebih, apabila performa FC Hollywood bagus di segala ajang, niscaya Kompany akan memiliki sederet jumlah laga yang harus dimainkan. Sebab, kompetisi seperti Champions League, kini punya jumlah laga yang lebih banyak. Apabila Die Roten tampil hingga laga final, setidaknya ada 15 laga yang harus dijalani. Belum lagi laga lain di DFB Pokal dan Bundesliga.

Kini, tinggal kita lihat saja seperti apa konsistensi dari anak asuh Vincent Kompany. Apakah mereka mampu menjaga kondisi dan berhasil berprestasi? Atau malah terdampar sehingga gagal juara lagi? 

https://youtu.be/oXIV_5awLHQ

Sumber: Bavarian Football Works, Coaches’ Voice, Detik, ESPN, Transfermarkt, dan Goal

Tanpa Pemain Abroad! Kisah Timnas Jepang Lolos ke Piala Dunia Pertama Kali

0

Piala Dunia 1998 adalah Piala Dunia pertama yang diikuti Jepang. Menariknya, di edisi tersebut, Tak ada satu pun dari 22 pemain yang dibawa ke Prancis adalah pemain abroad.

Ini seolah paradoks. Saat pendukung Timnas Indonesia yakin kalau ingin ke Piala Dunia mesti banyak diperkuat pemain abroad, nyatanya Jepang tampil di Piala Dunia untuk pertama kali tanpa satu pun pemain abroad. Padahal waktu itu Jepang mulai mengirim pemainnya ke luar negeri.

Kenapa ya Jepang malah tidak memakai pemain abroad? Yuk kita membahasnya.

Timnas Jepang Waktu Itu

Kamu bisa melihat daftar ini untuk melihat skuad Jepang di Piala Dunia 1998. Gimana? Semuanya dari J-League bukan? Dari 22 nama itu, ada beberapa yang familiar di telinga, seperti Hidetoshi Nakata.

Mantan pemain AS Roma itu terlibat dalam lolosnya Jepang ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. Namun, status Nakata bukan pemain abroad. Waktu itu Nakata masih bermain di Bellmare Hiratsuka, klub yang saat ini bernama Shonan Bellmare.

Selain Nakata, Shinji Ono juga belum memperkuat Feyenoord. Ono masih berseragam Urawa Reds Diamonds. Ketiadaan pemain abroad di skuad Jepang yang berlaga di Piala Dunia 1998 bukan berarti Jepang belum mengekspor pemainnya.

Ada, kok. Kazuyoshi Miura, misalnya. Waktu itu King Kazu sudah malang melintang di banyak klub luar negeri, seperti Santos dan Genoa, walau saat Piala Dunia ‘98 membela klub Jepang, Verdy Kawasaki.

Namun, Kazu yang punya pengalaman di sepak bola Brasil dan Italia tak dipanggil. Mengutip situs resmi Japan Football Association (JFA), hal itu dilakukan demi memberi ruang bagi generasi baru. Coba bayangkan, mereka baru lolos Piala Dunia, tapi sudah memikirkan soal regenerasi. Wow!

Awal Mula

Timnas Jepang sendiri sebetulnya mulai mengikuti Piala Dunia sejak 1954. Namun, dari edisi Swiss 1954 hingga Piala Dunia Italia 1990, Jepang tak lolos ke putaran final.

Apa yang dipikirkan para petinggi federasi saat itu? Memunculkan kebijakan yang “timnas sentris”? Tentu tidak. Yang dilakukan adalah merenung, menelaah, dan mempelajari apa yang salah dari sistem sepak bola yang selama ini dianut.

Para petinggi Federasi Sepak Bola Jepang sampai pergi ke luar negeri. Bukan buat mencari pemain keturunan, melainkan mempelajari sistem kompetisi yang bagus. Tentu kamu tahu bahwa Jepang pernah belajar ke Indonesia, kan? Nah, itu dia. Tahun 1991 atau setahun setelah Piala Dunia, Jepang yang baru memiliki kompetisi semi-profesional mempelajari sistem Galatama.

Kompetisi profesional Indonesia yang lahir pada 1979 itu menjadi rujukan Jepang untuk membuat J-League. Sayang, ketika Jepang mencontek Galatama, kompetisi itu justru bubar karena skandal suap. Alih-alih dicari akarnya, federasi memilih membubarkan Galatama. Demikian kata Timo Scheunemann, dikutip Historia.

Jika profesional belajar ke Indonesia, di level amatir, Jepang belajar ke Italia. Lahir kompetisi seperti Piala Kaisar, All Japan Works Football Championship (AJWFC), dan All Japan Inter-City Football Championship (AJICFC) yang diikuti klub-klub amatir.

Format kompetisinya diadaptasi dari sistem Serie A Italia sebelum tahun 1929, yakni single-tournament atau eliminasi tunggal. Pada 1965, Japan Soccer League lahir di level amatir. Kompetisi ini menggantikan dua kompetisi yang disebut belakangan. Kompetisi amatir Jepang pun bertahan lama.

Liga Tertata

Pada akhirnya makin banyak kompetisi sepak bola, amatir maupun profesional. Titik lompatnya dimulai ketika J-League menetas pada tahun 1993. Sejak saat itu, klub-klub sepak bola bermunculan. Hampir di setiap prefektur memiliki klub sepak bola. Klub-klub juga lahir tidak hanya dari perusahaan tapi juga dari komunitas.

J-League lahir sebagai liga berstandar tinggi. Liga profesional ini juga menawarkan insentif bagi klub-klub amatir non-perusahaan untuk menjadi bagian dari mereka. Jadi, tak masalah jika klub itu miskin dan bukan klub profesional. Selama mau berkompetisi di liga profesional, ya, didukung supaya layak.

Dua di antara klub amatir yang pernah mendapat manfaatnya adalah Oita Trinita dan Albirex Niigata. Dengan kompetisi yang banyak, liga yang tertata, dan klub yang tidak cuma dituntut ini-itu tapi juga diberi insentif bagi yang tak mampu, bakat-bakat di dalam negeri terserap.

Takeshi Okada, pelatih Jepang di Piala Dunia 1998 pun tak sulit untuk mencari pemain lokal untuk mewujudkan mimpi lolos ke Piala Dunia untuk pertama kali dalam sejarah.

Pemain Naturalisasi

Jepang sebetulnya punya kesempatan ke Piala Dunia setahun setelah J-League lahir. Tapi kalah selisih gol dari Korea Selatan menggagalkan mimpi itu. Kesempatan hadir lagi di Piala Dunia 1998. Di kala sepak bola dalam negeri jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Namun, perjalanan Jepang terhalang kontroversi. Lewat sebuah wawancara yang disajikan di awal tadi, Shoji Jo mengatakan, ada perdebatan mengenai proyek naturalisasi yang coba dilakukan Jepang waktu. Kehadiran pemain naturalisasi dianggap membunuh talenta lokal.

Sebagai konteks, Jepang memang tak diperkuat pemain abroad di Piala Dunia 1998, tapi memakai pemain naturalisasi. Mereka mulai melakukannya di edisi ‘94. Waktu itu, Jepang menaturalisasi Ruy Ramos. Sang pemain sudah membela Verdy Kawasaki sejak 1977.

Sudah dibantu pemain kelahiran Rio de Janeiro itu, Jepang tetap gagal. Kegagalan itu memperbesar polemik naturalisasi. Akan tetapi, Jepang masih memakai pemain naturalisasi demi Piala Dunia 1998. Wagner Lopes adalah pemain naturalisasi Jepang berikutnya.

Lopes memilih Jepang karena keinginannya sendiri. Pemain yang sudah bermain di Liga Jepang sejak 1987 itu pun dinaturalisasi dan akhirnya sudi membela Timnas Jepang.

Lolosnya Jepang ke Piala Dunia 1998

Meski debutan, Jepang lolos ke Piala Dunia ‘98 dengan cara yang gagah. Kemistri terjalin antarpemain yang sama-sama bermain di Liga Jepang. Samurai Biru cuma kalah sekali di babak kualifikasi. Kendati begitu, Jepang mesti susah payah lolos melalui play-off.

Di Piala Dunia ‘98, Asia hanya mendapat dua slot otomatis ke putaran final. Karena hanya finis di posisi kedua di babak final kualifikasi zona Asia, Jepang mesti melakoni babak play-off menghadapi Iran. Team Melli pun takluk lewat gol emas Masayuki Okano.

Di Piala Dunia 1998

Di Piala Dunia ‘98, Jepang segrup dengan Kroasia, Argentina, dan Jamaika. Sebagai debutan, Jepang tak bisa berbuat banyak. Pasukan Takeshi Okada tak memetik satu pun kemenangan. Namun, Jepang sanggup menyulitkan Argentina dan Kroasia.

Argentina cuma menang 1-0. Satu-satunya gol dikemas Gabriel Batistuta. Kroasia juga dibuat frustrasi. Meski bisa menang lewat gol tunggal Davor Suker. Jepang lalu tak mau pulang tanpa buah tangan. Mereka pun memaksimalkan laga terakhir, dan akhirnya mencetak gol melawan Jamaika. Meski tetap saja kalah.

Adalah Masashi Nakayama pembobol gawang Jamaika. Namanya tercatat sebagai pemain Jepang pertama yang mencetak gol di ajang Piala Dunia. Jepang pulang sebagai juru kunci. Namun, bersama Tunisia, Jepang menjadi tim juru kunci yang paling sedikit dibobol.

Meski berakhir memalukan, Piala Dunia ‘98 menandai era dimulainya Timnas Jepang di pentas dunia. Kelak, hingga edisi 2022, Jepang selalu lolos ke Piala Dunia. Piala Dunia ‘98 juga menjadi berkah bagi pemain Jepang. Hidetoshi Nakata bisa memperkuat Perugia setelah tampil di Prancis.

Beberapa tahun setelah Piala Dunia ‘98, Shinji Ono akhirnya memperkuat Feyenoord. Dan, 26 tahun usai Piala Dunia tersebut, Wagner Lopes ditunjuk menukangi PSS Sleman. Jadi, pelajaran apa yang bisa diambil dari kisah ini football lovers?

Sumber: YahooJapan, JFA, Historia, FIFA, WorldFootball, Shueisha, TvTorio, Wikipedia

Berita Bola Terbaru 22 September 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil Liga Inggris pekan ke-5, Chelsea sukses bungkam tuan rumah West Ham United tiga gol tanpa balas. Gol The Blues dicetak oleh brace dari Nicolas Jackson dan satu gol dari Cole Palmer. Berkat hasil ini, pasukan Enzo Maresca sementara berada di peringkat 4 Liga Inggris dengan 10 poin.

Di laga lainya, Newcastle menelan kekalahan pertamanya di Liga Inggris musim ini setelah takluk oleh tuan rumah Fulham 3-1. Gol dari Raul Jimenez, Emile Smith Rowe dan Reiss Nelson, membuat The Magpies sementara harus duduk di peringkat 6 Liga Inggris dengan 10 poin. Sementara itu Fulham, naik ke peringkat 8 dengan koleksi 8 poin.

Di Anfield, Liverpool sukses meraih tiga poin setelah mengandaskan tamunya Bournemouth 3-0. Gol dari pasukan Arne Slot dicetak oleh brace dari Luis Diaz dan satu gol keren dari Darwin Nunez. Berkat kemenangan ini, The Reds sementara sukses puncaki klasemen Liga Inggris dengan 12 poin.

Sama halnya dengan Liverpool, Tottenham Hotspurs juga meraih poin penuh saat menjamu tamunya Brentford 3-1. Gol dari The Lilywhites masing-masing dicetak oleh Dominic Solanke, Brennan Johnson dan James Maddison. Berkat hasil positif tersebut anak buah Ange Postecoglou sementara berada di peringkat 10 Liga Inggris dengan 7 poin.

Lain halnya dengan Manchester United. Disaat tim-tim besar lainya meraih tiga poin, Red Devils malah harus berbagi angka dengan tuan rumah Crystal Palace 0-0. Kegagalan pasukan Ten Hag meraih tiga angka tersebut membuat mereka sementara berada di peringkat 11 Liga Inggris dengan 7 poin.

Dari Liga Inggris bergeser ke Serie A. Di Giornata 5, Juventus juga hanya berbagi angka dengan tamunya Napoli 0-0. Hasil imbang tersebut membuat Bianconeri sementara berada di peringkat 4 Serie A dengan 9 poin. Sementara itu Napoli, berada di atas Juve yakni peringkat 3 dengan 10 poin.

Bergeser ke hasil dari Bundesliga Spieltag ke-4. Bayern Munchen kembali menang besar. setelah sukses mencukur tuan rumah Werder Bremen lima gol tanpa balas. Gol anak buah Vincent Kompany dicetak oleh brace dari Olise, dan masing-masing gol dari Musiala, Kane, dan Gnabry. Hasil ini membuat Die Roten semakin kokoh di puncak klasemen Bundesliga dengan 12 poin.

Kemenangan besar juga diraih Real Madrid di La Liga. Di Jornada 6, El Real sukses menggasak tamunya Espanyol 4-1. Gol pasukan Carlo Ancelotti dicetak masing-masing oleh Carvajal, Rodrygo, Vinicius, dan ditutup oleh penalti dari Mbappe. Hasil ini membuat Los Blancos sementara duduk di peringkat 2 klasemen La Liga dengan 14 poin.

EDSON ALVAREZ ANCAM BUNUH ENZO FERNANDEZ

Laga Chelsea vs West ham, telah menyisakan satu hal yang dianggap banyak orang tampak mengerikan. Dilansir dari Daily Mail, gelandang West Ham United Edson Alvarez dilaporkan mengancam akan membunuh pemain Chelsea, Enzo Fernandez. Kejadian tersebut terjadi saat Edson Alvarez marah pasca mendapat kartu kuning. Beberapa saat kemudian, Alvarez terlihat menghampiri Enzo dan meneriakkan sesuatu sambil menutup mulutnya. Meskipun Alvarez menutup mulutnya, beberapa kata-katanya tertangkap oleh mikrofon di pinggir lapangan. Akibat sikap Alvarez tersebut, ia diganti langsung oleh pelatih lima menit setelah kejadian.

BELLINGHAM BERKATA KOTOR KE WASIT

Sementara itu di La Liga, pemain Real Madrid Jude Bellingham terciduk mengatakan sesuatu yang berbau kasar kepada wasit saat laga melawan Espanyol. Dilansir dari Sportbible, kejadian itu terjadi ketika Bellingham dikartu kuning oleh wasit Jose Luis Munuera Montero. Saking muaknya, Bellingham tidak bisa menahan diri untuk berkata “dasar kamu bajingan” kepada wasit tersebut. Banyak fans juga terkejut dengan sikap kasar Bellingham tersebut. Namun disisi lain, secara performa di lapangan Bellingham menuai banyak pujian karena ia dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di laga tersebut.

RUDIGER TAMPAR STAF MADRID

Masih soal Real Madrid. Dilansir dari Goal, bek el real Antonio Rudiger tertangkap kamera menampar wajah seorang staf Real Madrid bernama Manolin pada saat sesi latihan jelang melawan Espanyol. Meskipun begitu, usut punya usut tamparan tersebut merupakan sebuah kebiasaan atau tradisi yang diprakarsai sendiri oleh Rudiger di Real Madrid. Entah itu hanya alasan Rudiger belaka, namun Rudiger sendiri mengaku tamparan tersebut kini adalah suatu hal yang wajar yang sering terjadi ketika sesi latihan El Real.

REAL MADRID SIAP TAMPIL DI PIALA INTERKONTINENTAL

Berita selanjutnya masih tentang Real Madrid. Dilansir dari Goal, El Real dipastikan akan bermain di Piala Interkontinental FIFA 2024 yang akan diselenggarakan di Qatar akhir tahun ini. FIFA telah mengumumkan format baru kompetisi klub tahunan tersebut. Dua pertandingan pertama edisi kali ini, akan diadakan pada bulan September dan Oktober, masing-masing di Uni Emirat Arab dan Mesir. Sedangkan tiga pertandingan terakhir akan diadakan di Doha, Qatar. Real Madrid sebagai juara Eropa, akan langsung bertanding di laga final melawan pemenang dari Match yang dihelat sebelumnya. Laga tersebut rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 18 Desember 2024.

BARCA TUNDA DEBUT DE JONG

Beralih ke kabar dari Barcelona. Dilansir dari Football Espana, meski sudah berlatih bersama skuad Barca, Frankie De Jong tidak akan dipaksakan untuk cepat bermain. Menurut laporan, Hansi Flick tak mau menanggung resiko jika cederanya tambah parah. De Jong tidak akan dimasukkan dalam skuad Barca, baik itu pada laga melawan Getafe dan Osasuna di La Liga. Sebaliknya, Flick berharap De Jong bisa mulai tampil melawan Young Boys, pada laga kedua Barca di UCL.

KANE CETAK REKOR LAGI

Pindah ke kabar dari Bundesliga. Dilansir dari Goal, Harry Kane telah memecahkan rekor lain di Bayern Munchen setelah mencetak gol melawan Werder Bremen. Kane kini menjadi pemain Inggris dengan gol terbanyak di Bundesliga sepanjang sejarah. Rekor gol Kane kini telah melampaui Jadon Sancho. Sancho mencetak 40 gol Bundesliga selama dua periode di Borussia Dortmund, dalam 118 pertandingan. Sebagai perbandingan, Kane kini telah mencetak 41 gol hanya dalam 36 pertandingan.

CEO ROMA DIKAWAL POLISI

Berita selanjutnya datang dari Serie A. Dilansir dari Football Italia, CEO Roma Lina Souloukou beserta anak-anaknya kini tengah berada dalam pengamanan ketat pihak kepolisian Roma, setelah mereka jadi sasaran amuk massa fans garis keras Roma pasca mendepak De Rossi. Pihak kepolisian Roma terus akan menginvestigasi dan kemudian menangkap pihak-pihak yang coba mengecam keluarga Lina. Ketegangan antara CEO dan fans Roma, kini tengah meningkat jelang laga Roma melawan Udinese.

CONTE PULANG KE JUVENTUS

Sementara itu di Turin, mantan pemain dan pelatih Juventus Antonio Conte merasa bernostalgia ketika kembali pulang ke markas Juventus. Setelah laga Juve vs Napoli usai, tak lupa Conte berjalan mengelilingi stadion menyapa kedua fans dengan bertepuk tangan. Conte juga mendapat tepuk tangan meriah dari sebagian besar pendukung Juventus. Namun, Conte yang berstatus sebagai pelatih Napoli sadar diri dan dengan bijak menghindari berada di bawah ultras Juventus sebelum memasuki terowongan.

RAPOR KEREN JAY IDZES DI VENEZIA

Beralih ke kabar dari pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes. Bang Jay tampil spektakuler ketika melawan Genoa di pekan ke-5 Serie A. Keberadaannya selama 90 menit di laga tersebut bahkan mampu membawa kemenangan bagi klubnya sekaligus mencatatkan clean sheet dengan skor 2-0. Bang Jay dilaga tersebut mendapat rating tinggi dari Fotmob yakni 6,8. Sebagai tiga bek sejajar, Bang Jay membuat lawannya seperti Sabelli dan Ekuban kewalahan dan frustrasi. Buktinya dari data Fotmob, Genoa tidak mampu melepaskan satupun tembakan tepat sasaran di laga tersebut.

DIBAWA AMBULANS, UPDATE KONDISI YANCE SAYURI

Kabar selanjutnya datang dari sepakbola Liga 1. Media Officer Malut United memberikan update terkini kondisi Yance Sayuri yang harus dibawa ambulans saat laga Malut United vs Bali United. Yance saat itu mengerang kesakitan setelah dadanya terkena tendangan dari Misturu Maruoka. Bahkan saat dibawa keluar lapangan menggunakan ambulans, Yance terlihat mengenakan masker untuk oksigen. Menurut laporan terkini, kondisi Yance saat ini sudah sadar. Namun ia masih akan menjalani pemeriksaan intensif di rumah sakit. Yance diperkirakan akan melakukan pemeriksaan CT Scan untuk mengecek kondisi badannya secara keseluruhan.

TANPA NATURALISASI, MANTAN BEK LEVERKUSEN GABUNG?

Beralih ke kabar berikutnya soal naturalisasi. Timnas Indonesia dilaporkan berpotensi mendapatkan mantan bek Bayer Leverkusen tanpa di naturalisasi. Pemain yang dimaksud adalah Reno Munz. Munz merupakan jebolan akademi Bayer Leverkusen yang kini memperkuat klub Bundesliga 2, Greuther Furth. Munz tak harus di naturalisasi karena ia lahir di Jakarta, tepatnya pada 2 Oktober 2005. Pasalnya berdasarkan Statuta FIFA artikel 7, seorang pemain yang lahir di suatu negara bisa membela negara tersebut tanpa melalui proses naturalisasi. Reno Munz yang kini masih berusia 18 tahun, hanya perlu menyatakan ketertarikan membela Timnas Indonesia dan kemudian meminta diberikan KTP sebagai tanda sah sebagai penduduk Indonesia.

TIMNAS PUTRI NATURALISASI PEMAIN UTRECHT

Masih soal naturalisasi, namun kini di timnas wanita. Timnas Indonesia Putri dilaporkan akan segera menaturalisasi striker 22 tahun milik FC Utrecht Vrouwen, Nikita Tromp. Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani mengungkapkan Nikita Tromp sudah bersedia untuk menjadi WNI. Tromp juga disebut antusias untuk memperkuat Timnas Indonesia Putri. Vivin Cahyani menyebut Nikita Tromp juga sudah dipantau langsung oleh pelatih Timnas Indonesia Putri, Satoru Mochizuki. Tromp ini adalah striker yang memiliki bakat bagus, dan sudah menjadi langganan tim kelompok umur Belanda. Tromp juga pernah bermain untuk Ajax Vrouwen.

GUNDOGAN TAK MENYESAL GABUNG BARCA

Ilkay Gundogan buka suara soal kepulangannya ke Manchester City. Awalnya, ia mengaku canggung saat akan kembali ke Manchester City. Sebab, di musim sebelumnya ia sendiri yang menolak perpanjangan kontrak dari The Citizens. “Ketika saya yakin akan kembali, saya menelpon Pep. Saya agak canggung awalnya, tapi semua berjalan lancar,” ujar Gundogan dikutip dari Tribal Football. Namun, ia mengaku tak menyesal telah bergabung ke Barcelona. Sebab, bermain di Barcelona merupakan salah satu mimpinya di masa kecil.

BEK ARSENAL SIAP HENTIKAN HAALAND

Mikel Arteta mengaku puas dengan duet Gabriel Magelhaens dan William Saliba di lini belakang. Ia menyebut keduanya bisa sangat konsisten menjaga lini belakang The Gunners selama 2 musim ke belakang. Saking pedenya dengan dua pemain tersebut, Arteta yakin keduanya bisa menghentikan ketajaman Erling Haaland. “Kami harus menghentikannya mencetak gol,” ucap Arteta dikutip dari Tribal Football. Arteta sendiri memang sedang dalam percaya diri yang tinggi jelang laga tandang ke Etihad Stadium.

SIR RATCLIFFE SUDAH TUNJUK ARSITEK STADION BARU

Manchester United sudah mencapai tahap baru dalam rencana pembangunan stadion barunya. Daily Mail mengabarkan bahwa Sir Jim Ratcliffe telah menunjuk seorang arsitek yang akan merancang stadion yang digadang sebagai “The Wembley of the North”. Arsitek tersebut bernama Sir Norman Foster. Arsitek pilihan Ratcliffe ini mengaku senang bisa berkontribusi dalam proyek ini. Terlebih dirinya merupakan warga sekitar Manchester.

REAL MADRID MASIH NGEBET TRENT ALEXANDER-ARNOLD

Meski bursa transfer sudah ditutup, Real Madrid dikabarkan masih memantau perkembangan bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold. Los Merengues ingin memanfaatkan kondisi kontrak Trent yang akan segera berakhir di Anfield. Trent akan diproyeksi menggantikan Dani Carvajal yang usianya makin uzur. Meski belum sampai melakukan pendekatan secara resmi, Los Galacticos pede bakal mendapatkan pemain Timnas Inggris ini. Terlebih, Trent dikabarkan sangat dekat dengan penggawa Real Madrid, Jude Bellingham.

BALOTELLI INGIN KEMBALI KE SERIE A

Sementara dari Italia, Mario Balotelli akui dirinya berminat untuk kembali di Serie A. Ia mengaku banyak menolak tawaran dari luar negeri dengan harapan bisa bergabung ke salah satu tim Serie A. Setelah kontraknya habis dengan Adana Demirspor habis musim panas ini, Super Mario memang diketahui memilih untuk tetap menetap di Italia. “Yang aku inginkan adalah kembali ke Serie A dan itulah alasannya saya tetap di rumah,” ucap Super Mario kepada DAZN, dikutip dari Football Italia.

AS ROMA TARIK KEMBALI ZALEWSKI

Sementara dari ibu kota, AS Roma tarik kembali Nicola Zalewski ke skuad utama. Sebelumnya, Serigala Ibu Kota memang mencampakan pemuda berusia 22 tahun tersebut dari skuad utamanya. Zalewski memang tak masuk ke plan De Rossi. Namun, setelah De Rossi didepak, pelatih baru mereka, Ivan Juric, memilih untuk menarik Zalewski kembali. Bahkan, Ivan Juric menawarkan kontrak baru untuk Zalewski, sebab kontraknya akan habis di akhir musim ini.

DIMARCO SIAP TAMPIL DI DERBI

Berpindah ke Milano, Federico Dimarco yang absen di laga melawan Manchester City tengah pekan lalu, dikabarkan siap tampil pada laga akbar melawan AC Milan akhir pekan ini. Dimarco sendiri memang diketahui terserang cedera saat bertanding melawan Monza di akhir pekan lalu. Namun, Dimarco disebutkan sudah ikut berlatih di sesi latihan hari Jumat lalu. Ini menjadi kabar baik bagi Simone Inzaghi dan Inter yang sedang mengincar 7 kemenangan beruntun atas sang tetangga, AC Milan.

VIETNAM GANTI NAMA PEMAIN NATURALISASINYA

Bergeser ke sepak bola Asia. Bertekad kejar prestasi Timnas Indonesia, Vietnam dikabarkan sedang genjot program naturalisasi pemain. Mereka dikabarkan sedang mencoba memasukkan beberapa nama ke skuad The Golden Star. Salah satu nama tersebut adalah Rafaelson Bezerra Fernandes. Uniknya, demi memuluskan proses naturalisasinya, Vietnam mengubah nama pemain asal Brazil tersebut menjadi Nguyen Xuan Son. Pemain kelahiran 1997 ini memang bermain cukup baik bersama Nam Dinh FC sehingga ia ditawari paspor Vietnam.

MEES HILGERS TAK SABAR LAWAN MAN UNITED

Sementara itu, punggawa baru Timnas Indonesia, Mees Hilgers akui tak sabar akan bermain melawan Manchester United. Seperti yang sudah diketahui, Mees Hilgers bersama Twente akan menyambangi Old Trafford pada 25 September 2024 mendatang di pekan pertama Europa League. Pemain berdarah Minahasa tersebut menyebut laga ini bisa dijadikan ajang untuk unjuk gigi di panggung yang lebih besar. “Ini adalah pertandingan di mana kami harus menunjukkan betapa bagusnya kami bermain sepak bola,” ucapnya dikutip dari Bola.

JUSTIN HUBNER TERANCAM STAGNAN DI TIM JUNIOR

Kabar kurang sedap justru datang dari Justin Hubner. Setelah musim lalu dipinjamkan ke Cerezo Osaka, bek Timnas Indonesia itu terancam stagnan di tim junior Wolves. Ia sudah disalip kawannya sendiri di tim Wolves junior, Alfie Pond. Pada laga Carabao Cup melawan Brighton tengah pekan lalu, Gary O’Neill, sudah memainkan Alfie Pond sejak detik awal di posisi bek tengah. Sementara Hubner tak sedikit pun dilirik untuk masuk ke tim utama Wolves. Ini adalah alarm bagi Hubner untuk terus meningkatkan performanya. Ia tak boleh puas dengan predikat kapten tim junior.

Berita Bola Terbaru 21 September 2024 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil pertandingan Jumat malam, Deportivo Alaves berhasil menumbangkan Sevilla 2-1. Gol tuan rumah diciptakan oleh Carlos Vicente dan Carlos Martin. Sementara sebuah gol Sevilla diciptakan oleh Dodi Lukebakio. Hasil ini membuat Alaves sementara duduk di posisi kelima dan Sevilla terperosok ke posisi 14.

Sementara dari lanjutan Serie A, Empoli meraih 3 poin dari kandang Cagliari setelah menang 2 gol tanpa balas. Kedua gol tersebut dicetak oleh Lorenzo Colombo dan Sebastiano Esposito. Kemenangan ini sementara mengantarkan Empoli ke posisi 4 dan Cagliari terjerumus ke posisi 19.

Di laga lain, Torino berhasil menduduki puncak klasemen sementara Serie A setelah menang 2-3 di kandang Hellas Verona. Antonio Sanabria, Duvan Zapata, dan Che Adams berhasil mencetak gol bagi Torino. Sementara Hellas Verona hanya mampu membalas lewat gol Grigoris Kastanos dan Daniel Mosquera. Alhasil, Verona sementara masih berada di papan tengah, yakni posisi 9.

Sementara dari Bundesliga, laga 10 lawan 10 pemain antara Augsburg dan Mainz berakhir 2-3 untuk kemenangan Mainz. Tiga buah gol tim tamu dicetak oleh Armindo Sieb dan brace dari Jonathan Burkardt. Sementara dua gol Augsburg dicetak oleh Keven Schlotterbeck dan Samuel Essende. Hasil ini membuat Mainz sementara bercokol di posisi 10 dan Augsburg di posisi 12.

 

GUARDIOLA BERHARAP DE BRUYNE SIAP

Hasil imbang melawan Inter pada tengah pekan lalu tak hanya merugikan Manchester City secara poin, namun juga secara pemain. Mesin penyerangan mereka, Kevin de Bruyne dikabarkan mengalami cedera setelah laga tersebut. Hal ini cukup mengkhawatirkan sebab akhir pekan ini The Citizens harus menjamu Arsenal di lanjutan Premier League.  Dikabarkan oleh 90 Min, meski dinilai sudah membaik, Pep Guardiola masih akan melihat perkembangan cedera De Bruyne di sesi latihan terakhir sebelum pertandingan. Pria berkepala plontos ini sangat berharap De Bruyne siap dan bisa dimainkan melawan Arsenal. 

 

ARTETA TARGETKAN KEMENANGAN

Di sisi tim lawan, Mikel Arteta langsung memberikan perang psikologi kepada Pep Guardiola. Mantan asisten Guardiola ini menyebutkan bahwa Arsenal datang ke Etihad hanya untuk menang. Sebelumnya, Arteta memang mendapat banyak kritikan kala bermain menghadapi Manchester City di bulan Maret lalu. Ia dinilai bermain terlalu bertahan sehingga The Gunners tak mampu menyulitkan The Citizens. Alhasil, laga tersebut berakhir tanpa gol. Kali ini, Arteta sepertinya akan mencoba menggunakan pendekatan lain guna menumbangkan sang lawan.

 

AJAK MOGOK KERJA, GUARDIOLA DUKUNG RODRI

Komentar Rodri soal pemogokan bermain para pemain bola didukung oleh sang pelatih, Pep Guardiola. Rodri, bersama dua pemain lain, John McGinn dan Alisson Becker, menjadi pemain Premier League yang sudah menyuarakan keresahannya terkait semakin padatnya jadwal pertandingan. “Jika perubahan harus dilakukan, itu harus dimulai dari para pemain. Satu-satunya yang dapat mengubah pemangku kebijakan, untuk bersuara dan melakukan sesuatu adalah para pemain,” ujar Guardiola menanggapi komentar Rodri, dilansir dari The Guardian.

 

MARESCA BUKA-BUKAAN SOAL CHELSEA

Enzo Maresca kembali buka suara soal Chelsea. Ia mengaku kaget melihat performa anak asuhnya saat ini. Maresca mengaku capaian 7 poin dari 4 pertandingan yang sudah Chelsea dapatkan sudah melebihi ekspektasinya di awal. Sebab, ia menyadari kondisi timnya di awal musim sangatlah kacau sehingga menelan banyak hasil buruk di pramusim. “Kami di atas apa yang saya sendiri ekspektasikan,” sebut Maresca via 90 Mins. Ia juga mengaku bersyukur para pemainnya sangat terbuka dan mau mendengarkan instruksinya.

 

RASHFORD SIAP BERSINAR

Setelah berhasil mencetak gol ke gawang Southampton minggu lalu, Rashford kembali mencetak gol di ajang Carabao Cup melawan Barnsley. Bahkan di laga tersebut Rashford mencetak brace. Erik ten Hag tentu saja sumringah dengan performa apik anak asuhnya ini. Pelatih asal Belanda tersebut yakin Rashford sudah siap untuk bersinar lagi. “Dia bertanggung jawab atas performanya dan dia sedang dalam perjalanan kembali. Dia memulai musim dengan sangat baik, sekarang dia harus melanjutkannya dan berkembang,” tutur Ten Hag dikutip dari The Guardian.

 

ARNE SLOT BUKA SUARA SOAL DARWIN NUNEZ

Sementara di Liverpool, nasib buram sang pangeran kebanggaan The Reds, Darwin Nunez, membuat Arne Slot angkat suara. Nunez sendiri memang tersisih sejak kedatangan Arne Slot ke Anfield. Namun, Arne Slot meyakinkan publik bahwa posisi Nunez di Liverpool tetaplah penting. Slot pun  mengaku kesal kepada media yang menyebutnya membuang Nunez. “Ini sulit karena pemain, bahkan juga media, menganggap saya hanya percaya kepada seorang pemain jika saya selalu memainkannya,” keluh Arne Slot dikutip dari The Guardian.

 

REKOR BARU MENANTI SIMONE INZAGHI

Berpindah ke Italia, jelang laga besar Derby Della Madonnina, rekor baru menanti di hadapan muka Simone Inzaghi. Sang pelatih berpotensi membuat Inter menjadi klub pertama yang meraih 7 kemenangan beruntun di derbi sengit ini. Tak hanya itu, Simone juga otomatis menjadi pelatih terbaik sepanjang sejarah derbi ini, apabila rekor tersebut tercapai. Kabar baiknya, catatan apik ini sepertinya akan dengan mudah tercapai mengingat kondisi AC Milan yang sedang porak-poranda.  

 

FONSECA BUKANLAH TARGET UTAMA PENGGANTI PIOLI

Di sisi AC Milan, laga derbi nanti akan menjadi penentuan nasib Paulo Fonseca. Setelah hasil buruk yang menimpa Rossoneri di awal musim, Fonseca besar kemungkinan akan didepak dan digantikan dengan Edin Terzic. Tak hanya soal pemecatan, berita anyir lain terkait Fonseca pun ikut menyeruak. Salah satu jurnalis kenamaan Italia, Matteo Moretto, menyebut bahwa Fonseca sebenarnya bukan pilihan utama AC Milan untuk menggantikan Stefano Pioli. Dengan kata lain, AC Milan sejatinya terpaksa menggaet pelatih asal Portugal tersebut karena target utama mereka seperti Thiago Motta sudah pergi ke tim lain.

 

JUVENTUS AKAN BERI PENGHORMATAN UNTUK SZCZESNY

Sementara dari Turin, Juventus berencana akan memberikan sebuah tribut untuk mantan penjaga gawangnya, Wojciech Szczesny. Kiper asal Polandia ini memang memutuskan pensiun di awal musim ini setelah kontraknya bersama Si Nyonya Tua berakhir. Szczesny sendiri memang bermain cukup lama untuk Juventus, yakni 7 musim. Ia pun berkontribusi memberikan 8 trofi ke lemari Juventus. Rencananya, penghormatan kepada Szczesny akan dilakukan pada laga kandang melawan Napoli di akhir pekan ini.

 

KOMENTAR DIEGO SIMEONE TERHADAP FORMAT BARU UCL

Dari Spanyol, Diego Simeone buka suara soal format baru Champions League. Setelah berhasil menaklukkan RB Leipzig, Simeone menyebutkan bahwa format baru ini cukup merepotkan. Sebab, format baru ini memaksa mereka untuk terus meraih kemenangan. “Format ini memaksa kami untuk selalu menang, hasil imbang pun sejatinya tak akan berguna,” keluhnya dikutip dari Diego SimeoneThe Athletic. Ia pun menyebutkan bahwa klub yang akan lolos langsung ke babak 16 besar adalah mereka yang paling banyak meraih kemenangan.

 

RENCANA BUNDESLIGA BERMAIN DI AMERIKA TUAI KONTROVERSI

Setelah dahulu pernah memiliki ide gila memasukkan timnas kelompok usia Tiongkok ke kompetisi mereka, kini Bundesliga kembali mengeluarkan ide gila yang juga menuai kontroversi. Bundesliga berencana akan memainkan beberapa laganya di Amerika Serikat. Ide gila ini muncul setelah Bundesliga meneken kerja sama dengan media dari negeri Paman Sam, Relevent Sports. Ide ini jelas menuai banyak kecaman dari para penggemar. Terlebih, para fans di Jerman terkenal sangat konservatif dan menolak inovasi bisnis yang dianggap merugikan klub.

 

MADAM PANG TAKUT DENGAN INDONESIA

Pindah ke kabar sepak bola Asia Tenggara. Setelah sesumbar mengatakan bahwa Indonesia tak mampu menjuarai Piala AFF, ketum federasi sepak bola Thailand, Madam Pang, malah mengakui bahwa kekuatan Indonesia saat ini sangatlah menakutkan. Ia bersyukur Thailand tidak satu grup dengan Indonesia di Piala AFF nanti. Tak hanya itu, Madam Pang pun khawatir mengenai kekuatan timnya. “Akan ada diskusi dengan klub Liga Thailand soal meminta pemain-pemain timnas Thailand pada pekan depan,” jelas Madam Pang soal isu klub yang menolak melepas pemainnya, via CNN Indonesia.

 

VIETNAM GENJOT NATURALISASI JELANG AFF 2024

Sementara di Vietnam, program naturalisasi sedang digenjot besar-besaran guna menambah kekuatan mereka di ajang Piala AFF nanti. The Golden Star dikabarkan sedang dalam proses menggaet beberapa pemain keturunan, antara lain: Jason Pendant Quang Vinh, Nguyen Xuan Son, Kyle Colonna, dan Adou Minh. Program ini dilakukan sebagai upaya untuk mengejar dua tetangga mereka, Thailand dan Indonesia, yang sukses mendapatkan pemain keturunan berkualitas.

 

BOBOTOH TUNTUT PERSIB SOAL DUGAAN KEKERASAN KEPADA SUPORTER

Sementara dari dalam negeri, Bobotoh tuntut klarifikasi dari PT Persib Bandung Bermartabat terkait dugaan kekerasan yang dilakukan oleh official hingga pemain Persib Bandung. Dugaan ini menyeruak ketika oleh akun X, @praiseispoison, membagikan kronologi yang diceritakan oleh terduga korban. Tak hanya itu, video penyeretan suporter ke dalam lorong stadion di laga melawan Port FC itu pun ikut viral di media sosial. Tobias Ginanjar selaku ketua Viking Persib Club (VPC), berharap pihak klub untuk transparan. “Kalau memang salah, katakan salah. Kalau memang benar, katakan benar,” ucapnya dikutip dari Bolasport. Ia pun menyebutkan bahwa pihak VPC sendiri siap untuk berdiri mendampingi terduga korban.

 

LAWAN FULHAM, ALEXANDER ISAK TERANCAM ABSEN

Dilansir dari Tribalfootball, jelang menghadapi Fulham di pekan ke-5 Liga Inggris Sabtu 21 September 2024, Newcastle terancam tidak akan diperkuat striker andalannya, Alexander Isak. Striker asal Swedia tersebut dilaporkan mengalami cedera pada jari kakinya. Sebelumnya, Isak sudah menderita sakit pada matanya saat ditarik keluar di laga melawan Wolves pekan lalu. Dengan kondisi Isak yang tidak memungkinkan tersebut, pelatih Eddie Howe kemungkinan akan menurunkan striker barunya, William Orsula. 

 

PENCARI BAKAT MU PANTAU PEMAIN RB SALZBURG 

Kabar lainnya datang dari MU. Dilansir dari tribalfootball, Red Devils terciduk memberangkatkan pemandu bakatnya menyaksikan laga Sparta Praha vs Salzburg di UCL. Kedatangan pemandu bakat utusan Ten Hag tersebut ternyata bertujuan untuk memantau pemain muda dari Salzburg. Pemain yang dipantau adalah bek tengah Samson Baidoo, gelandang serang Oscar Gloukh, dan sayap kanan Adam Daghim.

 

MANTAN BEK LIVERPOOL JADI DIREKTUR OLAHRAGA DI SLOVAKIA

Berikutnya ada kabar dari mantan bek Liverpool, Martin Skrtel. Dilansir dari Liverpool.com, bek Slovakia tersebut telah resmi menjadi direktur olahraga tim Liga Slovakia, DAC Dunajska Streda. Skrtel mengatakan, posisi barunya ini adalah sebuah tantangan baginya. Ia juga mengatakan sempat menolak tawaran menjadi direktur olahraga di klub negara lain, karena masih ingin tetap tinggal di Slovakia. 

 

DERITA PENYAKIT, JESUS NAVAS SEGERA PENSIUN

Kabar selanjutnya datang dari pemain Sevilla, Jesus Navas. Dilansir dari Mundo Deportivo, pemain berusia 38 tahun tersebut sudah mengisyaratkan akan segera pensiun dalam tahun ini. Navas menyerah dengan kondisi fisiknya sekarang. Ia dilaporkan menderita penyakit dalam kronis yang terus mengganggu fisiknya. Mantan pemain City tersebut mengatakan pada media bahwa sebelum bulan Desember, ia akan mengumumkan pensiun dari dunia sepakbola. Rencana pensiun tersebut juga sudah diomongkan Navas kepada pihak Sevilla.

 

LFP INGIN UBAH CITRA LIGUE 1 LEWAT VIDEO

Dari sepakbola Prancis, Ligue de Football Professionnel (LFP), atau badan pengelola Ligue 1 pada 19 September 2024 meluncurkan sebuah video pendek sebagai langkah untuk mengubah persepsi publik dunia terhadap sepak bola Prancis. Video tersebut juga diharapkan presiden LFP Vincent Labrune dapat menghilangkan anggapan bahwa Ligue 1 itu adalah “liga petani”. Video berdurasi sekitar dua menitan di akun X @Ligue1 tersebut, diberi caption “We Will Show You, Football a la Francaise”.

 

RABIOT DIANGGAP PENGKHIANAT

Sementara itu dari kabar lainnya, pemain Timnas Prancis yang baru saja gabung Marseille, Adrien Rabiot telah dikecam oleh mantan pemain PSG, Jerome Rothen. Dilansir dari Tribalfootball, Rothen menganggap Rabiot berkhianat dan berbohong pada fans PSG. Rothen ingat, ketika Rabiot berseragam PSG pernah berjanji tak akan pindah ke klub Ligue 1 lain selain PSG. Namun kenyataanya, kini Rabiot ingkar janji dengan gabung Marseille. 

 

DIBANTAI MUNCHEN, PELATIH ZAGREB DIPECAT

Kabar berikutnya datang dari pelatih Dinamo Zagreb, Sergej Jakirovic. Dilansir nytimes, Jakirovic telah resmi dipecat sebagai pelatih, dua hari setelah timnya dibantai 9-2 oleh Bayern Munchen di UCL. Pasalnya kekalahan tersebut terbilang memalukan karena merupakan kekalahan terburuk dalam sejarah Dinamo Zagreb. Tak hanya di UCL, hasil minor juga diraih Dinamo Zagreb di kompetisi domestik setelah dalam dua laga terakhir gagal meraih kemenangan. Pihak manajemen Dinamo Zagreb telah mengucapkan terima kasih kepada Jakirovic atas jasanya di klub sejak tahun 2023. 

 

BINTANG MUDA DORTMUND GANTI NAMA PUNGGUNG

Dari Jerman tersiar kabar bahwa bintang Dortmund yang berhasil melesakkan dua gol di laga melawan Club Brugge, Jamie Gittens ternyata telah mengganti nama punggungnya di jersey. Dilansir dari Sportbible, pemain asal Inggris tersebut musim lalu mempunyai nama punggung, Bynoe-Gittens. Musim ini ia mengubahnya menjadi hanya Gittens. Nama Bynoe-Gittens dinilai pihak klub terlalu panjang sebagai nama punggung. Usut punya usut, Bynoe tersebut adalah nama ayahnya yang sengaja digunakan Gittens sebagai nama punggung pada musim lalu. 

 

FIFA BERIKAN GOL KEPADA SANDY WALSH

Beralih ke kabar dari sepakbola nasional. Pada hari Kamis 19 September 2024, FIFA resmi menganulir gol atas nama Ragnar Oratmangoen ketika menghadapi Arab Saudi. FIFA kemudian mengesahkan gol Timnas Indonesia itu dicetak oleh Sandy Walsh. Sepintas memang Walsh terlihat menyentuh bola saat proses gol tersebut terjadi. Pengumuman tersebut ditulis dalam situs resmi FIFA, berbarengan dengan perilisan ranking FIFA terbaru Timnas Indonesia.

 

KLUB CALVIN VERDONK GELAR SAYEMBARA

Sementara itu, ada kabar dari klub Calvin Verdonk, NEC Nijmegen. Lewat postingan di akun X milik mereka, Nijmegen menggelar sayembara yang ditujukan untuk netizen Indonesia berhadiah jersey NEC Nijmegen bertanda tangan Calvin Verdonk. Sayembara ini bisa diikut oleh netizen Indonesia dengan cara masuk ke link yang telah disediakan pada postingan tersebut. Jika dibuka link tersebut, kita diminta untuk mengisi biodata, menyertakan alamat email, serta diminta untuk setuju mendapat informasi terbaru tentang NEC via email. Menurut informasi, nantinya pihak NEC akan memilih satu pemenang secara acak dan akan menghubungi pemenang via email.