Beranda blog Halaman 101

Caper ke Timnas Indonesia Mulu! Bukti Media Vietnam Kurang Kerjaan

0

Ustadz Felix Siauw pernah berkata, kita tak bisa membuat semua orang menyukai kita. Hal itu sama mustahilnya dengan membuat semua orang membenci kita. Kalimat itu berarti, bahwa mau sebaik apa pun kita, pasti ada aja yang tidak suka, mencela, bahkan menghina. Nah, nasib yang kurang lebih sama tengah dialami Timnas Indonesia.

Performa dan pamor yang sedang naik, Skuad Garuda justru terus digempur kalimat sinisme dari beberapa media asing. Mereka seakan tak senang dengan segala pencapaian yang diraih oleh Timnas Indonesia. Salah satu yang paling sering menguliti Indonesia sih, media Vietnam.

Hampir setiap hari, ada saja bahan untuk mencela Timnas Indonesia. Sekali dua kali sih nggak apa. Tapi kalau keseringan jadi cringe gitu nggak sih? Jadi keliatan banget kurang kerjaan dan kepengen pansos sama warga Indonesia. Dan berikut ini Starting Eleven lampirkan bukti-buktinya.

Tetangga Julid

Dalam satu tahun terakhir, Timnas Indonesia telah mendunia. Skuad Garuda dibicarakan oleh hampir seluruh dunia. Mereka membahas tentang kemajuan sepakbola dan bagaimana PSSI menjaring bakat-bakat terbaik dari Benua Biru. Beberapa media besar seperti ESPN hingga The Athletic pun tak mau ketinggalan untuk mengulas tim yang sedang naik daun ini.

Namun, ketika skuad racikan Shin Tae-yong mulai mendapat apresiasi dari media-media Eropa, media-media Asia Tenggara justru berkelakuan sebaliknya. Entah karena sirik atau bagaimana, sudut pandang media-media ASEAN selalu buruk jika membahas sepakbola Indonesia.

Dari mulai Malaysia, Thailand, hingga Vietnam, semuanya pasti memuat berita negatif tentang tim nasional tercinta ini. Namun, dari negara-negara tersebut, media Vietnam jadi yang paling rajin menghujat Indonesia. Sudah banyak buktinya. Beberapa kali, Starting Eleven pun mengulas perkataan-perkataan sinis mereka.

Penggunaan Pemain Keturunan

Media Vietnam memang dikenal kritis soal mengamati sepakbola negara-negara pesaingnya. Kebiasaan media Vietnam menguliti Timnas Indonesia pun sudah sejak lama. Bahkan sudah sejak Piala AFF 2018 dan mungkin jauh lebih lama lagi. Itu berarti, dendam kesumat Vietnam sudah terpupuk jauh sebelum kedatangan Shin Tae-yong ke Indonesia.

Setelah kedatangan pelatih asal Korea Selatan itu, media Vietnam jadi makin rajin menguliti tim nasional Indonesia. Bukan karena performa buruk, tapi tentang bagaimana Indonesia meraih prestasi-prestasinya. Seperti yang dituliskan oleh Plo Vn, di mana mereka mengkritik kebijakan PSSI yang gencar mendatangkan pemain keturunan untuk mendongkrak performa tim.

Mereka menilai kehadiran pemain-pemain keturunan termasuk yang terbaru, yakni Mees Hilgers dan Eliano Reijnders membuat kesempatan bagi pemain lokal semakin tertutup rapat. “Kini, dengan tiga wajah baru, peluang pemain Indonesia untuk bermain di lapangan pun semakin tidak menentu,” tulis Plo vn yang dikutip oleh TVOnenews.

Komentar tersebut jelas tak berdasar. Jika benar kalau pemain lokal tidak mendapat tempat lagi, maka kita tak akan mengenal sosok Malik Risaldi di tim nasional. Di laga-laga tertentu, Shin Tae-yong juga tetap memberikan kesempatan pada pemain-pemain Liga 1 lainnya seperti Rizky Ridho, Witan Sulaeman, dan Wahyu Hulk. 

Merendahkan Timnas U-19

Bukan cuma tim nasional senior aja yang kena. Media Vietnam juga sampai meluangkan waktu untuk mengurusi Garuda Muda asuhan Indra Sjafri. Media Vietnam yang berinisial The Thao 247 mengkritik performa Timnas Indonesia asuhan Indra Sjafri yang sedang berpartisipasi di Piala AFF U-19. 

Mereka menulis bahwa Garuda Muda tampil kurang greget saat menghadapi Kamboja di Stadion Gelora Bung Tomo. Meski pada akhirnya Indonesia menang 2-0, media Vietnam itu tetap nyinyir bahkan menertawakan Arkhan Kaka cs yang sempat kesulitan menjebol gawang Kamboja. Menurut mereka, seharusnya Indonesia bisa menang telak lawan The Young Angkor Warriors.

Kritikan ini pun cuma direspons santai oleh Indra Sjafri. Menurutnya, hal itu sangat wajar terjadi di lapangan dan tidak patut ditertawakan. Apalagi ketika melawan tim yang mengandalkan pertahanan total macam Kamboja. Coach Indra meminta media asing untuk melihat fakta di lapangan sebelum menulis berita.

Lucunya lagi abis dikritik kayak gitu, Indonesia justru kian trengginas di Piala AFF U-19. Jens Raven dan Donny Tri Pamungkas jadi pemain yang paling disorot kontribusinya. Keduanya bahkan berhasil membantu Indonesia mengakhiri kompetisi dengan gelar juara. Sedangkan Vietnam U-19, lolos ke fase gugur saja enggak.

Disebut Anak Emas AFF

Masih seputar Piala AFF, media Vietnam kembali cuap-cuap ketika mengetahui ada wacana pengunduran jadwal kick off Piala AFF 2024. Beberapa bulan lalu, ada berita yang mengungkapkan kalau jadwal Piala AFF yang sedianya akan diselenggarakan November hingga Desember 2024, mundur menjadi Desember 2024 hingga Januari 2025.

Mendengar hal itu, media Vietnam, Soha pun geger. Mereka tanpa ragu menuding bahwa perubahan jadwal Piala AFF bisa menguntungkan rival Timnas Vietnam, yakni Indonesia. Mundurnya agenda Piala AFF akan membuat Indonesia punya waktu yang cukup untuk melakukan persiapan.

Karena jika diadakan sesuai jadwal awal, Indonesia tak punya waktu untuk persiapan karena masih fokus dalam agenda ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Alhasil, Soha menyimpulkan kalau wacana ini tak lebih dari upaya AFF untuk memberi keringanan bagi Indonesia. Media Vietnam itu merasa Indonesia selalu di anak emaskan. Padahal belum fix diundur, tapi udah kebakaran jenggot duluan.

Salahkan Pemain Lokal Indonesia

Tak bosan-bosannya bikin berita miring tentang Indonesia, media Vietnam kembali menulis berita tentang kekalahan Indonesia di kandang China kemarin. Yang pertama dari Publik Negeri Naga Biru yang menilai kualitas Timnas Indonesia masih jauh di bawah Timnas China. Dalam konteks ini terbukti benar, karena Indonesia kalah 2-1 dari tim tuan rumah.

Bukan cuma media itu. Dikutip Suara.com, Soha mengatakan penggunaan pemain lokal yang berlebihan sebagai penyebab kekalahan itu. Hal ini ditambah lagi dengan performa Witan Sulaiman dan Asnawi Mangkualam yang berada di bawah standar.

Serba salah kan? Pakai banyak pemain keturunan katanya mematikan karir pemain lokal. Sekarang pas pakai pemain lokal, dicap sebagai biang keladi kekalahan. Keliatan banget cari panggungnya. Tak cuma pemilihan line up, pemilihan kapten pun tak luput dari perhatian negara rival kita itu.

Soha menyebut Shin Tae-yong melakukan blunder dalam penunjukan kapten tim. Alih-alih menunjuk Jay Idzes sebagai kapten, Shin Tae-yong justru mempercayakannya pada Asnawi. Padahal dalam laga sebelumnya melawan Bahrain, bek Port FC itu tidak bermain sama sekali.

Diragukan Lawan Jepang dan Arab Saudi

Masih dari media yang sama, Soha meragukan skuad Timnas Indonesia jelang menghadapi Jepang dan Arab Saudi. Mereka yakin kalau Indonesia akan dengan mudah dikalahkan oleh The Blue Samurai dan Green Falcon. Soha bahkan menekankan kepada Skuad Garuda kalau banyaknya pemain keturunan tidak akan berpengaruh apa-apa. 

Media Vietnam menuliskan “Meski menurunkan puluhan bintang naturalisasi, kemungkinan besar Tim Indonesia hanya mengincar satu poin saat melawan Jepang di laga mendatang. Namun resiko kalah wakil Asia Tenggara di laga ini sangat besar,” Jepang akan mengalahkan Indonesia dengan mudah. 

Emang ya, media Vietnam tuh semangat kalau disuruh ngawang-awang. Bola itu bundar, apa pun bisa terjadi. Udah kayak cenayang aja nih media Vietnam. Awas aja nanti. Kalau pada akhirnya Indonesia bisa menuai hasil positif di dua laga tersebut, bakal mimin rujak tuh si Soha itu.

Sumber: TVOnenews, Jawa Pos, Superball, Yoursay

Calvin Verdonk: Tiba-tiba Gabung Indonesia, Main Bagus, Lalu Hilang Seperti Ninja

0

Kata “Adaptasi” boleh jadi sudah dihapus dari kamus hidup Calvin Verdonk. Baru debut pada awal Juni 2024, Calvin langsung nyetel dengan rekan-rekan satu tim. Dirinya bahkan bisa dengan cepat membangun koneksi dengan Jay Idzes dan Rizky Ridho di lini belakang. 

Bahkan tak jarang Calvin jadi pemain yang paling menonjol di lapangan. Entah itu dari kualitas umpannya atau bagaimana caranya menghadang pemain-pemain lawan. Beda banget dengan pribadinya di luar lapangan yang terlihat pendiam dan malu-malu. Aura keberadaannya benar-benar tipis.

Udah gitu, jarang main media sosial lagi. Berbeda dengan pemain-pemain lain yang cenderung lebih ceria dan doyan ngelawak kayak Sandy Walsh atau Maarten Paes dengan celetukan-celetukan absurdnya. Hal itulah yang membuat Calvin Verdonk terlihat istimewa.

Tiba-tiba Proses Naturalisasi

Jika biasanya para pemain keturunan yang akan bergabung dengan Timnas Indonesia selalu jadi buah bibir media-media lokal, maka yang dialami Calvin Verdonk justru kebalikannya. Kita bisa melihat banyaknya artikel berita yang mengiringi pemain-pemain macam Sandy Walsh, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, dan Maarten Paes hingga akhirnya mengucap sumpah WNI.

Namun, tak banyak berita yang mengulas tentang Calvin Verdonk. Nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba sekitar awal April 2024, Calvin mengumumkan kalau dirinya sedang menjalani proses perpindahan kewarganegaraan dari Belanda ke Indonesia. Ya, Calvin sendiri yang membocorkan informasi itu, bukan media. Itu pun karena ditanyain sama Yussa Nugraha. Kalau nggak ditanya, kayaknya bakal nggak terendus beritanya.

Karena memang sebegitu tidak tersorotnya Calvin Verdonk. Saat itu, media-media lokal justru lebih tertarik untuk mengulas tentang Maarten Paes dan Jens Raven, pemain yang menjalani proses naturalisasi bersama Calvin. Mungkin karena Paes dan Raven tidak bermain di posisi bek kali ya. Jadi, kehadirannya bak sebuah anomali. Karena sebelumnya, PSSI selalu memanggil pemain belakang.

Bahkan sebagian netizen bertanya-tanya saat Erick Thohir mengunggah foto yang menampilkan dirinya bersama Maarten Paes, Jens Raven, dan Calvin Verdonk. Ada yang belum tahu Calvin main di mana dan posisi apa. Apalagi saat itu, Calvin yang bertubuh mungil terlihat nyempil di tengah-tengah Paes dan Raven yang menjulang tinggi. Tak sedikit netizen yang akhirnya riset sendiri soal sepak terjang El Ninja.

Tiba-tiba Hadir Di Rapat

Barulah ketika foto “salaman” itu tayang, media-media lokal mulai membahas siapa Calvin Verdonk. Dari mulai usia, akun media sosial, garis keturunan, perjalanan karir, hingga zodiaknya pun ada yang bahas. Dari banyaknya media itu, Starting Eleven Story jadi salah satu yang mengulas. Pembahasan lengkap soal sepak terjang Calvin bisa kalian tonton di video sebelumnya

Tapi yang aneh adalah setelah foto itu dipublikasikan Erick Thohir, Calvin Verdonk kembali ke Belanda dan hilang dari peradaban. Media-media mulai kesulitan untuk mencari update tentang pemain yang satu ini. Satu-satunya yang bisa mereka bahas adalah performanya bersama NEC Nijmegen. Karena itu memang pekerjaannya setiap minggu.

Publik Indonesia pun beranggapan kalau Verdonk memang fokus pada sepakbola dan tidak memiliki banyak waktu untuk membagikan kehidupan sehari-harinya ke media sosial. Namun, Calvin kembali mengejutkan usai memutuskan menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi X dan III DPR RI untuk membahas Permohonan Pertimbangan Pemberian Kewarganegaraan atas nama dirinya.

Saat itu, Calvin jadi satu-satunya pemain yang hadir dalam rapat tersebut. Sementara Jens Raven hanya bisa mengikuti melalui komunikasi daring. Jelas ini bentuk rasa hormat yang tidak semua orang bisa melakukannya. Karena kebanyakan pemain keturunan lain tidak bisa hadir secara langsung di gedung DPR. Mereka lebih memilih ikut rapat melalui zoom atau komunikasi daring lainnya.

Debut Apik

Proses naturalisasi Calvin Verdonk pun terbilang sangat cepat. Karena saat itu, PSSI ingin Verdonk bisa tampil di laga pamungkas di ronde kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Filipina. Alhasil, meski proses naturalisasi baru dimulai awal April, mantan pemain Feyenoord itu sudah mengambil sumpah WNI pada awal Juni, beberapa hari sebelum laga melawan Filipina.

Perjuangan PSSI untuk mengebut proses naturalisasi Calvin Verdonk pun tidak sia-sia. Sang pemain langsung membayar kerja keras PSSI dengan tampil apik selama laga melawan The Azkals. Hanya bermain selama 67 menit, Calvin memang tidak berkontribusi assist maupun gol.

Tapi penampilannya sangat dominan. Pemain-pemain Filipina dibuat frustrasi lantaran gagal mengeksploitasi area permainan Calvin. Meski tak bermain penuh, ia berhasil mencatatkan 80% umpan sukses, 100% tekel sukses, dan tiga kali menciptakan peluang. Kala itu, Verdonk memang bermain cukup ofensif. 

Jauh dari Media Sosial

Selepas membawa Indonesia menang 2-0 atas Filipina, nama Calvin Verdonk pun mulai kembali dibicarakan orang. Beberapa pengamat sepakbola bahkan menilai kalau Calvin layak menjadi pemain terbaik di pertandingan tersebut. Selain itu, banyak yang terkejut karena Calvin ternyata bisa secepat itu nyetel dengan skema permainan Shin Tae-yong.

Jumlah pengikut media sosial Calvin pun langsung melonjak pesat. Sampai menembus satu juta lebih saat itu. Di TikTok apalagi. Video-video yang diedit dengan nuansa estetik hingga jedag-jedug ala editor berkelas pun mulai membanjiri timeline media sosial masyarakat Indonesia. 

Namun, ketika namanya mulai viral di media sosial, Calvin Verdonk tampaknya tidak begitu peduli akan hal itu. Akun Instagramnya tetap diam dan sunyi. Biasanya kalau followers tembus satu juta, sang pemain akan mengucapkan terimakasih melalui postingan khusus di feed. Tapi si Calvin ini enggak sama sekali. 

Tercatat Verdonk cuma posting satu reels yang menampilkan rekap penampilannya saat menghadapi Filipina. Selebihnya nggak ada. Calvin memang sangat bijak dalam menggunakan media sosial. Sebagai pesepakbola profesional, Calvin paham betul bahwa media sosial dapat membawa dampak buruk jika digunakan secara berlebihan.

Tidak Jualan Konten

Yang paling menarik dari Calvin adalah keputusannya untuk tidak menjual konten eksklusif. Selain demi keuntungan pribadi, menjual konten jadi cara pemain untuk menyaring SDM fansnya. Di konten itu, mereka lebih terbuka dengan kehidupan pribadinya. 

Calvin memilih untuk tetap menjauhkan kehidupan pribadinya dari media sosial. Sampai saat ini, kita juga belum melihat Calvin yang membintangi sebuah iklan brand tertentu layaknya Rafael Struick atau Ragnar Oratmangoen. Calvin benar-benar fokus pada Timnas Indonesia.

Beda banget sama kakaknya, Darryl Verdonk. Pria yang berprofesi sebagai atlet kickboxing itu justru sangat aktif di media sosial. Jumlah postingannya pun jauh lebih banyak ketimbang Calvin yang cuma 15 postingan. Darryl bahkan dinilai lebih sering membagikan momen-momen adiknya bersama tim nasional ketimbang Calvin itu sendiri.

Dingin

Kebiasaan Calvin Verdonk yang jarang aktif di media sosial barangkali berkaitan dengan pribadinya yang kalem dan tidak banyak omong di depan kamera. Sosoknya yang murah senyum dan doyan guyon cuma buat orang-orang tertentu doang. Itu bisa dibuktikan saat Calvin mendampingi Shin Tae-yong dalam konferensi pers jelang pertandingan melawan Bahrain kemarin. 

Calvin benar-benar berbicara secukupnya saja. Tidak panjang lebar menanggapi pertanyaan nyeleneh dari wartawan. Bukti lainnya ketika Calvin tidak sengaja bertemu fans Timnas Indonesia yang memang menetap di Qingdao, China. Waktu itu, dia sedang santai berada di pinggir jalan sambil menghisap lolipop, tiba-tiba seorang fans datang mendekatinya.

Tapi ketika diajak ngobrol dengan kamera menyala, jawaban Calvin langsung dingin. Situasi pun menjadi canggung. Tapi Calvin menegaskan kalau dirinya tidak terganggu dengan kehadiran fans tersebut. “Nggak, nggak apa-apa kok,” kata Verdonk saat fans bertanya terkait dirinya terganggu atau tidak. 

Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa Calvin memang sosok yang cool. Ia menjalani perannya di Timnas Indonesia ya sebagai pesepakbola, bukan influencer yang harus mengkampanyekan ini-itu. Misinya pun jelas. Datang, bermain bagus, dan kembali hilang layaknya seorang Anbu dari Konohagakure. 

https://youtu.be/53_7xESztbI

Sumber: Suara, VIVA, CNN Indonesia, PSSI, Kemenpora

Belum Juga Lawan Indonesia, Jepang Sudah Takut, Mancini Malah Terancam

0

Sebelum mulai, Starting Eleven mengajak para pendukung Timnas Indonesia untuk move on dari kekalahan atas China dan dugaan kecurangan yang terjadi di laga melawan Bahrain. FIFA juga toh sudah mengatur bahwa laga di Kualifikasi Piala Dunia 2026 tak bisa dipindah-pindah seenak jidat. Biarlah Bahrain yang memutuskan.

Apakah mereka akan tetap bertandang ke Indonesia, atau masih saja keras kepala. Apa pun pilihannya, tetap menguntungkan Indonesia. Kini Garuda harus menatap laga berikutnya menghadapi Jepang dan Arab Saudi. Kebetulan keduanya main di tanah air.

Kedua calon lawan Indonesia sudah mengencangkan ikat pinggang. Jepang, melalui pelatihnya, Hajime Moriyasu sudah waswas padahal laga masih lama. Sementara dari kubu The Green Falcons ancaman pemecatan Roberto Mancini menguat. Bagaimana informasi lengkapnya? Mari kita bahas.

Jepang Mulai Merendah

Di laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Oktober ini, Jepang yang perkasa seperti bunga tak disiram seminggu saat menghadapi Australia. Socceroos dengan pelatih baru Tony Popovic berhasil menyulitkan Jepang. 

Serangan-serangan anak asuh Moriyasu mentah di hadapan pertahanan Australia yang mengusung format baru, yakni tiga bek. Dari 12 tembakan tak ada satu pun yang menjebol gawang Australia. Hasil imbang 1-1 pun tak terelakkan. Uniknya, dua gol yang tercipta adalah gol bunuh diri.

Gagal mengalahkan Australia di rumahnya sendiri, Jepang dipaksa menginjak bumi. Sang pelatih pun mengerem kejumawaannya akan lolos ke Piala Dunia bareng Indonesia. Moriyasu bahkan dibuat frustrasi di laga menghadapi Australia.

Jika tidak bermain lebih tenang, kata Moriyasu, Jepang bisa saja kalah dari Australia. Lepas laga, ia mengatakan bahwa putaran ketiga akan lebih seru. Menurut Moriyasu, Jepang akan kesulitan untuk menyapu bersih putaran terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan kemenangan, sebagaimana prediksi banyak orang. Ya, putaran terakhir. Bagi Jepang putaran ketiga adalah putaran terakhir karena mengincar lolos otomatis ke Piala Dunia.

Pertandingan Melawan Indonesia akan Sulit

Setelah gagal memetik tiga poin dari Australia, Jepang juga khawatir tidak akan berhasil memetik tiga poin, terutama di dua laga tandang berikutnya. Kebetulan, di November 2024 nanti, Jepang akan bertandang ke Indonesia dan China.

Soal bertandang ke Indonesia, Moriyasu baru-baru ini juga mengatakan dirinya khawatir terhadap tekanan tinggi dari para suporter Timnas Indonesia. Moriyasu sudah mempelajari bagaimana kiranya kemungkinan situasi nanti di SUGBK.

Ia mengetahui situasi di SUGBK di babak kualifikasi sejauh ini dan di Piala Asia U-20 tahun 2018. Waktu itu, aku Moriyasu, stadion dipenuhi 60 ribu hingga 80 ribu suporter. “Atmosfernya sangat mengesankan,” katanya.

Apa yang disebut “mengesankan” bagi Moriyasu sejujurnya lebih tepat disebut intimidatif. Ya, suasana di SUGBK akan selalu intimidatif bagi lawan. Tinggal apakah si lawan sanggup mengatasi tekanan dari suporter Indonesia atau tidak. Melihat pengalaman, Jepang jelas sanggup. Minimal Jepang tidak akan merengek ke AFC untuk memindahkan laga ke tempat netral.

Media Jepang Peringatkan Moriyasu

Selain itu, Hajime Moriyasu juga diperingatkan oleh media Jepang. Media Jepang, Sanspo sebagaimana dikutip TV One News, Indonesia tetap akan menjadi kekuatan yang sulit ditaklukkan. Meskipun di laga sebelumnya keok dari China. Media tersebut memperingatkan agar Moriyasu tidak lengah saat bertandang ke Jakarta.

Salah satu yang menjadi bahan pertimbangan adalah karena keberadaan para pemain Eropa di Timnas Indonesia. Para pemain keturunan itu bisa menjadi senjata untuk, setidaknya, dapat memberi efek kejut pada Takefusa Kubo dan kawan-kawan.

Belum lagi jika di laga melawan Jepang nanti, Kevin Diks sudah masuk. Wah, pasti kekuatan Indonesia akan bertambah. Setelah mendapat peringatan dan tahu bagaimana ngerinya atmosfer SUGBK, Hajime Moriyasu pun tak sudi bereksperimen di laga melawan Indonesia.

Media Jepang, Nikkan Sports seperti dikutip Suara melaporkan, Moriyasu tidak akan mengotak-atik susunan pemain di babak akhir kualifikasi ini. Meski ia tahu bahwa pemain yang dipasang akan bekerja dengan baik. Hanya saja, Moriyasu ingin mengurangi resiko. Selain tak mengubah-ubah susunan pemain, Moriyasu juga akan memeriksa catatan kekurangan timnya di laga sebelumnya.

Gonjang-Ganjing di Arab Saudi

Sementara Samurai Biru cemas menghadapi Indonesia, di Timnas Arab Saudi sedang terjadi gonjang-ganjing. Ancaman pemecatan menghantui pelatih Roberto Mancini. Mancini, walau sukses membawa Italia juara Piala Eropa, namun ketika melatih Arab Saudi malah cosplay jadi Krishnasamy Rajagopal.

Arab Saudi yang pernah mengalahkan Argentina di Piala Dunia 2022, di tangan Mancini, performanya terjun bebas. Media-media mengkritik kemampuan Mancini di Arab Saudi yang tidak sesuai dengan gajinya. Mengutip Goal, Mancini menerima gaji 20 juta euro (Rp337 miliar) per tahun. Namun, sejauh ini hanya meraih tujuh kemenangan dan menelan enam kekalahan.

Api konflik kian membesar setelah Mancini justru memberi komentar menohok buat Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Ia mengeluh para pemainnya tak diberi menit bermain cukup di level klub karena kebijakan kuota legiun asing di liga domestik. Omongannya itu dinilai menyerang otoritas Liga Arab Saudi.

Liga Arab Saudi sendiri memang dikuasai para pemain yang sebelumnya berkarier di Eropa. Mulai dari Karim Benzema, Ronaldo, Firmino, Sadio Mane, bahkan sekelas Kalidou Koulibaly dan Yassine Bounou. Komentar Mancini memicu kemarahan pihak Arab Saudi.

Potensi Ganti Pelatih

Hingga naskah ini dibuat memang belum ada pengumuman resmi Mancini dipecat. Namun, isu soal siapa yang akan menggantikan bekas pelatih Inter di Arab Saudi menguat. Sosok kaliber Zinedine Zidane yang mempersembahkan hattrick Liga Champions buat Real Madrid dirumorkan mengisi posisi itu.

Dengan kata lain, tidak mustahil kalau Mancini tak akan memimpin laga melawan Indonesia nanti. Siapa tahu, justru Zidane betulan yang akan head to head dengan Shin Tae-yong. Hm, menarik sekali bukan? Tapi misalkan ganti pelatih sebelum laga melawan Indonesia, bukankah Arab Saudi sendiri yang akan kesulitan?

Maksudnya, mereka mesti beradaptasi lagi dengan pelatih baru. Padahal tidak ada waktu untuk mengejar poin di tabel klasemen demi lolos ke Piala Dunia. Di sisi lain hal itu malah bisa menguntungkan Timnas Indonesia.

Keyakinan Timnas Indonesia

Sementara Arab Saudi menyusun lagi kemistri, kemistri Timnas Indonesia sudah terjalin. Bahkan di laga melawan Jepang dan Arab Saudi nanti, Indonesia tetap berpotensi turun dengan kekuatan penuh. Lupakan apakah Kevin Diks bisa bermain di laga itu atau tidak. Masih ada pemain seperti Jay Idzes di lini belakang.

Awalnya Bang Jay diragukan tampil karena akumulasi kartu. Namun, dikutip Tempo, menurut ketentuan baru dari Komite Disiplin dan Etik FIFA, terdapat pemutihan kartu dalam peralihan babak atau ronde di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Jadi, walau mendapat dua kartu kuning, Jay masih bisa bermain di laga melawan Jepang.

Nah, yang tidak bisa main lawan Jepang karena akumulasi kartu adalah Ivar Jenner. Tapi tenang, gelandang pekerja keras itu bisa bermain di laga melawan Arab Saudi. Selain Jenner, Asnawi Mangkualam juga kemungkinan absen. Kalau Asnawi bisa jadi absen di laga melawan Jepang maupun Arab Saudi karena cedera.

Di lain tempat Calvin Verdonk sudah memupuk optimisme sebelum laga melawan Jepang. Ia bahkan berseloroh bahwa Jepang tidak memiliki pemain bagus. Disamping hal-hal tadi, kita juga akan menanti hasil evaluasi terhadap Shin Tae-yong yang dilakukan oleh PSSI.

Harapannya sih, Shin Tae-yong tidak “nakal” lagi dalam menyusun starting line up. Hajime Moriyasu yang skuadnya merata saja ogah bereksperimen, masa Shin Tae-yong yang skuadnya pas-pasan melakukan sebaliknya?

https://youtu.be/kaqhLBvzows

Sumber: Suara, TvOneNews, CNNIndo, Goal, Tempo, SportDetik, Bolasport, Bolacom

AFC Sarang Mafia! Tapi Indonesia Masuk Oseania Juga Bukan Ide Bagus

0

Kemarin, Starting Eleven telah membahas situasi perselisihan venue pertandingan antara Indonesia dan Bahrain dalam video yang berjudul “Indonesia DIBELA Dunia Saat AFC PILIH KASIH, PSSI Harus Lobi FIFA”. Di video tersebut, kita membahas tentang situasi sulit yang dialami Timnas Indonesia. 

AFC dianggap lebih condong ke Bahrain ketimbang Indonesia yang jelas-jelas dicurangi. Situasi sulit ini pun menimbulkan berbagai macam opini di kalangan media dan pengamat sepakbola Indonesia. Namun, salah satu opini yang menarik keluar dari ibu jari pundit idola kalian semua, Justinus Lhaksana, atau yang biasa kita sebut, Coach Justin.

Pengamat sepakbola yang lama di Belanda itu menilai bahwa PSSI lebih baik meninggalkan AFC dan pindah ke Oseania apabila permintaan Bahrain untuk bermain di tempat netral dikabulkan oleh otoritas sepak bola di Asia itu. Kalau dipikir-pikir, wacana ini menarik juga. Tapi, apa untungnya bagi Indonesia jika pindah ke Oseania?

Opini Lama 

Situasi yang tidak menguntungkan bagi Indonesia ini pun membuat Coach Justin memberikan opininya tentang kemungkinan Indonesia hengkang dari AFC. Melalui akun media sosialnya, Coach Justin menuliskan “Kalo AFC mengabulkan permintaan Bahrain, kita pindah ke Oceania aja, atau bikin AFC Tandingan yang isinya non-Timur Tengah. Tinggal semua negara non TimTeng lobby FIFA agar AFC dibagi 2,”

Karena jika demikian, Indonesia bisa lepas dari ketidakadilan tim-tim Timur Tengah. Namun, apakah pindah ke Oseania adalah opsi realistis bagi Skuad Garuda sekarang? Wacana pindah Asosiasi sebetulnya merupakan opini jadul. Pernyataan dan desakan agar Indonesia pindah ke Oseania sudah ada sejak belasan tahun silam.

Di tahun 2017 misalnya, salah satu analis sepakbola, Dex Glenniza pernah menuliskan satu artikel yang membahas tentang bagaimana cara Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia. Dari banyaknya cara, Dex juga mengatakan kalau pindah konfederasi adalah salah satu cara yang bisa ditempuh oleh Indonesia.

Dalam artikelnya, Dex juga tidak serta merta mendukung 100% ide tersebut. “Pindah ke Oseania bisa jadi langkah mundur atau langkah maju. Tapi langkah itu adalah salah satu cara demi mencapai “tujuan mulia” kita: mengumandangkan Indonesia Raya di Piala Dunia.” tulis Dex. Setelah itu, banyak media-media yang mengulas kemungkinan dan seberapa menguntungkannya jika Indonesia pindah ke Oseania.

Untungnya Ikut Oseania

Sama halnya seperti sedang memainkan permainan sepakbola, pindah konfederasi adalah salah satu bentuk strategi untuk menuju Piala Dunia tanpa harus berhadapan dengan tim-tim problematik dari Timur Tengah. 

Namun, yang jadi pertanyaan apakah strategi itu efektif bagi Indonesia? Pindah konfederasi menyajikan sepaket keuntungan dan kerugian bagi Indonesia. Dilansir Suara.com, setidaknya ada dua keuntungan yang bisa didapat Indonesia. Yang pertama, terhindar dari mafia Timur Tengah. 

Jika memutuskan keluar dari AFC, Timnas Indonesia tentu tak perlu repot-repot merasakan kerugian besar yang dialami karena kepentingan para mafia Timur Tengah yang menguasai AFC. Mereka memang kerap memunculkan potensi konflik kepentingan. Contohnya ya yang terjadi belum lama ini. 

Kedua soal peluang lolos Piala Dunia. Jika bergabung dengan OFC, peluang pasukan Shin Tae-yong untuk tampil di Piala Dunia tentu semakin besar. Sebab, di konfederasi ini, satu-satunya negara terkuat yang jadi pesaing ialah Selandia Baru untuk menjadi yang terbaik di OFC dan melaju ke putaran final Piala Dunia.

Jika gagal, baru deh cobaan terberat Indonesia akan hadir di laga play off antar konfederasi. Fyi aja nih, OFC tuh cuma punya slot 1,5 doang di Piala Dunia. Jadi, tim terbaik kedua di OFC harus lebih dulu melawan salah satu tim dari benua lain di laga play off untuk mengamankan tempat di Piala Dunia.

Kehilangan Piala Asia dan Piala AFF

Namun, setelah mengkaji lebih dalam, Starting Eleven justru menemukan banyak hal-hal yang justru merugikan Skuad Garuda. Yang paling ketara saja. Jika Indonesia bergabung OFC, Indonesia tidak akan tampil di Piala Asia dan Piala AFF.

Jika tidak bermain di dua kompetisi itu, jelas asa Indonesia untuk menyamai level Jepang atau Korea Selatan jadi kian menyusut. Karena di OFC, lawan-lawan Indonesia terbilang cuma tim ecek-ecek. Yang tadinya bisa lawan Arab Saudi, Jepang, hingga Korea Selatan di Piala Asia, jadi cuma bisa lawan Fiji, Vanuatu, dan Papua Nugini di Piala OFC. 

Tak cuma itu, skuad mewah yang berisikan Kevin Diks, Mees Hilgers, Jay Idzes, hingga Rafael Struick akan terasa mubazir jika digunakan untuk melawan tim-tim itu. Yang pas buat melawan tim-tim OFC mungkin pemain-pemain macam M. Tahir, Egi Melgiansyah, atau Fabiano Beltrame.

Target PSSI untuk membawa Timnas Indonesia menembus 100 besar FIFA juga akan semakin sulit. Poin kemenangan dari tim-tim seperti Vanuatu atau Kepulauan Cook nggak seberapa. Tak bisa mendongkrak posisi Indonesia. Toh, biaya akomodasi ke negara-negara Oseania itu mahal. Ngapain. Mending stay di AFC. Masih bisa ketemu Malaysia dan Thailand.

Sarang Mafia Juga

Indonesia juga harus mempertimbangkan profil dan sepak terjang negara-negara Oseania di dunia sepakbola. Pindah dari AFC ke OFC sama saja keluar dari kandang harimau tapi masuk ke mulut buaya. Keluar dari AFC memang bisa menghindarkan Indonesia dari mafia Timur Tengah. Tapi, pindah ke OFC juga akan membuat Indonesia bergumul dengan mafia-mafia lain. Karena Oseania adalah sarang mafia bola itu sendiri.

Menurut beberapa media, salah satu pejabat tinggi OFC baru saja dihukum enam tahun larangan berkecimpung di dunia sepakbola lantaran terjerat kasus penyuapan dan korupsi. Menurut hasil investigasi, salah satu pejabat yang tak disebutkan namanya itu telah melakukan penyuapan dan korupsi sejak tahun 2019. Selain itu, ia juga didenda sebesar 75 ribu dolar.

Sebelumnya, menurut Suara.com sudah ada eks sekjen OFC, Tai Naicholas juga yang disanksi delapan tahun pada 2019 karena menyalahgunakan dana FIFA. Lalu, ada dua eks presiden OFC, David Chung dan Reynald Temarii juga mendapat hukuman di kasus yang sama. Kasus kejahatan kerah putih yang menimpa OFC sempat membuat FIFA kasih pernyataan keras. 

Gianni Infantino sempat mengatakan bahwa OFC harus bisa berbenah diri karena sudah dikenal dengan skandal-skandal korupsi dan penyuapan. Praktek-praktek korupsi sudah bagaikan nadi kehidupan di OFC. Meskipun sebelas dua belas kayak di Indonesia, tapi agaknya percuma aja gitu pindah ke OFC kalau isinya sama aja. Sama-sama mafia!

Opsi Lain

Di luar sepakbola, hubungan Indonesia dengan negara-negara yang ada di Oseania pun kurang akur. Seperti Indonesia dengan Vanuatu misalnya. Konflik HAM jadi dasar mengapa hubungan bilateral Indonesia dan Vanuatu tidak berjalan dengan baik. Dilansir Kompas, Vanuatu menuduh Indonesia melakukan pelanggaran HAM di Papua.

Benar atau tidaknya tuduhan tersebut, jelas bukan ranah Starting Eleven ya football lovers. Biar pihak-pihak yang punya kewenangan saja yang menjelaskan.. Lalu, jika pindah OFC ternyata tidak menguntungkan, apakah ada opsi lain? Hmmm, ada sih. Tapi tidak sesederhana itu. Opsi tersebut adalah membagi dua AFC.

Indonesia bisa meminta bantuan Australia, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara lain yang kurang puas dengan sikap tim Timur Tengah untuk membujuk AFC agar mau membagi konfederasi menjadi dua, yakni Blok Timur dan Blok Barat. Blok Timur akan diisi oleh tim-tim Timur Tengah macam Bahrain, Qatar, Arab Saudi, dan sebagainya. Sedangkan Blok Barat akan diisi Indonesia, Jepang, Australia, dan beberapa negara non TimTeng lainnya.

Mungkin agak sulit ya untuk direalisasikan. Tapi proyek ini bisa jadi yang paling ideal bagi Indonesia. Terhindar dari mafia TimTeng, tapi tetap mendapat persaingan ketat dari tim-tim langganan Piala Dunia.

Sumber: TVOnenews, Suara, Kompas, Alinea, Pandit Football

Berita Bola Terbaru 22 Oktober 2024 – Starting Eleven News

PELATIH TIM UTAMA MU TERANCAM DIHUKUM FA

Dilansir dari Goal, pelatih tim utama Manchester United, Darren Fletcher terancam menghadapi hukuman dari FA karena kelakuannya saat mengamuk terhadap wasit saat laga melawan Brentford. Fletcher ketika itu sangat frustrasi dengan keputusan wasit yang mengizinkan laga berlanjut meskipun MU masih kekurangan satu pemain. Menurut laporan, Fletcher yang marah cekcok dengan wasit saat mereka berada di terowongan Old Trafford. FA diketahui sedang menyelidiki tindakan tersebut, dan mengancam akan menghukum Fletcher larangan mendampingi tim, jika wasit Samuel Barrott mengadu ke FA.

LENI YORO SUDAH BERLATIH, KAPAN MAIN?

Masih kabar soal MU. Dilansir dari The Sun, pemain baru MU, Leni Yoro terlihat telah kembali berlatih usai mendekap cedera patah tulang metatarsal sejak bulan Juli lalu. Ia turun ke lapangan latihan Carrington Senin 21 Oktober 2024 untuk pertama kalinya sejak operasi cederanya. Bek 18 tahun tersebut juga sudah menjalani latihan rutin di pusat kebugaran setan merah mulai minggu lalu, di bawah pengawasan ketat staf medis. Meski sudah mulai berlatih, pihak medis MU masih bersikeras bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk penyembuhan Yoro. Mereka belum bisa memastikan kapan Yoro melakukan debutnya bersama MU.

KETERLIBATAN ARAB SAUDI DI NEWCASTLE BOCOR, LIGA PRIMER TUTUP MATA

Dari Manchester United beralih ke Newcastle United. Dilansir dari Daily Mail, muncul dugaan kalau pihak Arab Saudi mengendalikan Newcastle United selama ini, setelah pesan WhatsApp dari Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman bocor. Hal ini bisa membuat pihak Premier League meninjau ulang pengambilalihan Newcastle. Karena sebelumnya pihak Arab Saudi menjamin tak akan mengendalikan The Magpies. Meski begitu, pihak Liga Primer memilih diam dan tidak akan mengkaji ulang legalitas kepemilikan Newcastle United.

LA LIGA MAIN DI AS BULAN DESEMBER

Kabar berikutnya datang dari La Liga. Dilansir dari Goal, La Liga dilaporkan akan menggelar salah satu laga di Amerika Serikat. Menurut laporan, salah satu laga yang akan dihelat di AS tahun ini adalah antara Barcelona vs Atletico Madrid. Rencananya, laga tersebut akan digelar di Hard Rock Stadium pada tanggal 22 Desember 2024. Presiden La Liga, Javier Tebas telah lama mendambakan laga La Liga bisa digelar di luar Spanyol. La Liga juga telah lama diminati banyak fans di AS. Terbukti ketika digelar laga persahabatan pramusim antar klub La Liga, tiketnya selalu habis terjual.

PRESIDEN LA LIGA BUBARKAN KELOMPOK FANS ATLETICO MADRID

Masih kabar dari La Liga. Dilansir Football Espana, Presiden La Liga Javier Tebas telah menyatakan bahwa Badan Liga telah bekerja untuk segera membubarkan kelompok ultras Atletico Madrid, Frente Atletico. Menurut Tebas, Ultras tersebut punya hubungan dengan kelompok sayap kanan Spanyol, dan dianggap sebagai biang kerusuhan beberapa tahun terakhir di La Liga. Sementara itu, dari pihak klub juga ikut mendukung langkah Tebas tersebut. Pihak Los Colchoneros sudah tak lagi menganggap Frente Atletico sebagai kelompok suporter.

AKUN X JUVE DIRETAS

Dari La Liga beralih ke kabar dari Serie A. Dilansir dari Goal, secara tiba-tiba muncul sebuah unggahan mengejutkan di akun X (English) Juventus pada hari Senin 21 Oktober 2024, yang mengkonfirmasi perekrutan Arda Guler dari Real Madrid. Unggahan tersebut awalnya membuat para penggemar si nyonya tua bingung. Namun kemudian, klub akhirnya mengkonfirmasi lewat akun resmi mereka, bahwa akun X (English) Juventus yang mengunggah berita tersebut telah diretas. Menurut pihak Bianconeri, seluruh fans diharap mengabaikan informasi palsu tersebut.

TOTTI AKAN KEMBALI KE DUNIA SEPAKBOLA, MELATIH?

Masih kabar seputar sepakbola Italia. Dilansir dari The Sun, legenda AS Roma Francesco Totti dilaporkan akan segera kembali ke dunia sepakbola. Pangeran Roma tersebut mengisyaratkan kemungkinannya kembali ke dunia si kulit bundar, setelah mengatakan bahwa banyak klub yang menawarinya untuk jadi pelatih. Pria berusia 48 tahun yang pensiun sejak tahun 2017 tersebut, bahkan mengatakan siap kembali ke lapangan hijau dalam dua hingga tiga bulan kedepan. Sebelumnya, banyak rumor yang mengaitkan bahwa Totti akan turun tangan langsung menangani Giallorossi.

DORTMUND HINDARI MATA-MATA DI REAL MADRID

Lanjut ke kabar selanjutnya dari sepakbola Jerman. Dilansir dari Sportbible, jelang laga melawan Real Madrid di UCL, Dortmund telah membuat perubahan besar dalam sesi latihan terakhir mereka. Pelatih Dortmund Nuri Sahin telah memutuskan bahwa timnya tidak akan melakukan sesi latihan terakhir mereka di Bernabeu. Sahin memilih mengadakan sesi latihan terakhir di tempat latihan sendiri pada Senin 21 Oktober pagi, sebelum nantinya berangkat ke Madrid pada sore harinya. Alasan Sahin melakukan perubahan tersebut adalah kekhawatiran mereka akan mata-mata pihak El Real yang bisa saja memantau sesi latihan mereka. Sahin khawatir taktik khususnya bocor.

LEVERKUSEN MULAI CARI PENGGANTI XABI ALONSO

Kabar lainnya datang dari klub Bundesliga lainnya, Bayern Leverkusen. Dilansir dari Get Football News Germany, mulai ada keyakinan di dalam internal klub Leverkusen bahwa Xabi Alonso akan sulit dipertahankan akhir musim ini. Untuk itu, mereka dilaporkan sudah mulai gencar mendekati beberapa calon pengganti. Diketahui bahwa pelatih kepala VFB Stuttgart Sebastian Hoeness dan asisten Nagelsmann di Timnas Jerman, Sandro Wagner, menjadi dua favorit untuk menggantikan Xabi. Die Werkself terkesan dengan gaya sepak bola Hoeness yang berani dan menyerang bersama Stuttgart. Sementara Wagner dipuji oleh pihak Die Werkself karena ide-idenya selama ini bersama Nagelsmann di Der Panzer.

PAES BERSAING DENGAN LLORIS DAPATKAN PENGHARGAAN

Sementara itu kabar selanjutnya datang dari pemain Timnas Indonesia, Maarten Paes. Dilansir dari cnnindonesia, kiper FC Dallas tersebut resmi masuk nominasi pemenang penghargaan Save of The Year Major League Soccer MLS tahun 2024. Pemenang penghargaan tersebut nantinya akan ditentukan berdasarkan voting terbanyak dari para fans. Voting telah dibuka di website MLS mulai Senin 21 Oktober hingga 28 Oktober 2024. Di kategori penghargaan ini, Paes harus bersaing melawan sejumlah kiper terbaik lainnya seperti Roman Burki hingga Hugo Lloris. Paes tentu berharap para fans dari Indonesia agar segera masuk ke website MLS, dan ikut nge-vote dirinya agar bisa menang.

CHINA TAKUT DIKERJAIN SAAT LAWAN BAHRAIN

Beralih ke kabar berikutnya yang masih terkait soal kontroversial Timnas Bahrain. Dilansir dari CNN Indonesia, berdasarkan trauma yang dialami Timnas Indonesia, Timnas China juga dilaporkan takut dikerjain Bahrain ketika mereka saling bentrok di Stadion Riffa pada 14 November mendatang. Salah satu media China 163.com, mendesak meminta agar Asosiasi Sepakbola China segera mengirim surat ke AFC supaya memilih wasit non Timur Tengah di laga tersebut. Media tersebut khawatir adanya bias kalau wasit yang memimpin laga dari Timur Tengah.

AWAS, ARTIS BAHRAIN INI OTW INDONESIA

Kabar berikutnya masih soal Bahrain. Dilansir dari Okezone, selebgram Bahrain yang sempat meledek lagu Indonesia Raya, Noaimi, telah mengunggah foto dengan emot bendera Indonesia dan pesawat di akun Insta Story @noaimi9, Senin 21 Oktober 2024. Ia dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju tanah air. Akun Instagram @nusantara.ballers pun memberi saran kepada netizen Indonesia agar tidak berbuat provokatif jika nantinya bertemu Noaimi di Indonesia. Sebab, ditakutkan jika Noaimi mendapatkan perlakuan kurang baik selama di Indonesia, ini menjadi alasan kuat AFC untuk memindahkan laga Indonesia vs Bahrain ke tempat netral.

MENPORA KEBUT NATURALISASI KEVIN DIKS

Lupakan saja Bahrain, kini lanjut ke kabar berikutnya soal perkembangan naturalisasi Kevin Diks. Dilansir dari Bola.net, setelah dilantik di kabinet Prabowo-Gibran, Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo terus berkoordinasi dengan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas. Tujuannya yakni untuk mempercepat naturalisasi Kevin Diks. Dito juga bakal menyerahkan dokumen penunjang untuk Kevin Diks kepada Supratman. Dengan adanya kabar ini paling tidak memunculkan optimisme bahwa peluang Kevin Diks lebih cepat membela Timnas Indonesia bisa terwujud.

STY PULANG KAMPUNG

Lalu kabar berikutnya datang dari Shin Tae-yong. Dilansir dari okezone, pelatih berpaspor Korea Selatan tersebut ternyata sudah pulang kampung. PSSI mengatakan bahwa pasca laga melawan China mereka memang secara khusus memberi waktu Coach Shin untuk beristirahat sebelum nantinya dilakukan evaluasi mendalam jelang melawan Jepang dan Arab Saudi pada bulan November. Menurut Sekjen PSSI, Yunus Nusi tidak bisa memastikan sampai kapan STY berada di Korea. Menurutnya, PSSI juga belum menjadwalkan rencana Timnas berkumpul lagi jelang melawan Jepang dan Arab Saudi.

MANCINI SEGERA DIPECAT ARAB SAUDI

Di saat STY pulang kampung, pesaingnya, yakni pelatih Arab Saudi, Roberto Mancini sedang terancam pemecatan dari Federasi Sepakbola Arab Saudi (SAFF). Media terkemuka Italia, La Gazzetta dello Sport bahkan mengklaim SAFF telah memutuskan untuk memecat Roberto Mancini. Dalam laporannya, media Italia tersebut menegaskan bahwa keputusan pemecatan ini tinggal menunggu persetujuan dari pihak kerajaan Arab Saudi. SAFF bahkan dilaporkan sudah menjalin kontak dengan dua pelatih yang masuk dalam daftar kandidat pengganti Mancini. Dua nama itu adalah Ramon Diaz dan Herve Renard.

USAI PECAT FERGIE, MU PEKERJAKAN GARY NEVILLE

Dilansir dari The Sun, pasca memberhentikan Sir Alex Ferguson, pihak INEOS kini mempekerjakan legendanya, Gary Neville sebagai duta lepas klub, sekaligus gugus tugas di dewan MU, langsung di bawah Ratcliffe. Sebagai pekerjaan pertamanya sebagai duta klub, Gary Neville mengunjungi India di hari Minggu. Ia datang menghadiri sebuah acara di akademi Minerva di Mohali. Di situ ia berbicara mengenai program pembinaan sepakbola akar rumput di India lewat kerjasama dengan pihak sponsor, yakni Apollo Tyres.

TUCHEL TUNJUK ASISTEN PELATIH BARU DI TIMNAS INGGRIS

Beralih ke kabar selanjutnya. Dilansir dari Sportbible, pelatih baru Timnas Inggris, Thomas Tuchel telah menunjuk asisten barunya yang akan menemaninya, yakni Anthony Barry. Barry adalah mantan asisten Tuchel ketika di Chelsea dan Bayern Munchen. Namun, ada satu mantan asisten Tuchel ketika di Chelsea dan Munchen yang tak lagi diajak kerjasama. Ia adalah Zsolt Low. Low memilih untuk tidak lagi bersama Tuchel, karena ingin mencoba =mengembangkan kariernya sendiri.

ANCELOTTI KEHILANGAN DUA ASISTENNYA MUSIM DEPAN?

Masih kabar soal asisten pelatih. Namun bedanya, kini di klub Real Madrid. Dilansir dari Tribalfootball, dua asisten pelatih Carlo Ancelotti di El Real berpotensi akan hengkang di akhir musim ini. Mereka adalah anak dari Ancelotti sendiri yakni, Davide Ancelotti dan Francesco Mauri. Keduanya dilaporkan akan mengembangkan kariernya sebagai pelatih kepala mulai musim depan. Namun belum spesifik klub mana yang akan mereka latih.

JABATAN BARU VARANE DI COMO

Beralih ke kabar dari sepakbola Italia. Dilansir dari Mirror, mantan pemain Como yang sudah pensiun, Raphael Varane telah mendapatkan jabatan baru di Como. Ia ditunjuk sebagai anggota dewan dengan fokus khusus pada pengelolaan tim muda klub. Varane nantinya akan mengintegrasikan program pelatihan akademis serta kepemimpinan di tim muda klub. Varane juga akan membantu pemain muda mempersiapkan diri untuk kehidupan di luar sepak bola pasca pensiun kelak.

PELATIH TIMNAS CHINA VS MEDIA CHINA

Lanjut ke kabar berikutnya. Dilansir dari Superball, pelatih Timnas China Branko Ivankovic kini kembali berseteru dengan media China. Salah satu laman media China 163.com, menyebut Ivankovic makin sombong ketika berhasil mengalahkan Timnas Indonesia. Media China tersebut mengatakan bahwa Ivankovic berbalik mengejek-ejek media lokal China, setelah dirinya urung dipecat pasca kemenangan melawan Indonesia. Dengan sikapnya itu, Ivankovic dianggap hanya mementingkan nasib dirinya sendiri, dan telah merendahkan harga diri Timnas China.

DEMI AFF, TIMNAS VIETNAM KORBANKAN FIFA MATCHDAY

Kabar berikutnya datang dari Timnas Vietnam. Dilansir dari sport detik, Timnas Vietnam tidak akan jalani FIFA Matchday pada November nanti. Artinya, The Golden Star tidak akan jalani laga persahabatan seperti yang sudah-sudah. Untuk November nanti, Vietnam masih sulit cari lawan. Federasi Sepakbola Vietnam telah memutuskan untuk tidak jalani laga persahabatan, walau posisinya di ranking FIFA rawan tersalip. Diketahui, Timnas Vietnam akan jalani pemusatan latihan pada November nanti di Korea Selatan. Pasukan Kim Sang-sik bakal fokus 100% mempersiapkan diri untuk ajang Piala AFF 2024.

MENPORA JAMIN LAGA INDONESIA VS BAHRAIN TETAP DI INDONESIA

Menanggapi tanggapan AFC terkait tuntutan FA Bahrain soal pemindahan venue laga Indonesia vs Bahrain, Menteri Olahraga terpilih di Kabinet Prabowo-Gibran, Dito Ariotedjo kembali angkat bicara. Dalam keterangan persnya usai pelantikan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, pihaknya bahkan mengatakan bahwa FIFA kabarnya sudah setuju bahwa laga tersebut tetap digelar di Indonesia. PSSI dan Pemerintah Indonesia juga telah resmi menjamin keamanan seluruh anggota tim Bahrain selama berada di Indonesia.

MILIANO JONATHANS SUDAH DIHUBUNGI PSSI

Lanjut ke kabar berikutnya yakni soal calon pemain naturalisasi berikutnya Timnas Indonesia. Dilansir dari Bolasport, pemain berdarah Depok yang membela klub Vitesse Arnhem, Milliano Jonathans mengaku sudah dihubungi pihak PSSI soal proses naturalisasinya. Komunikasinya dengan PSSI menurut Jonathans juga berjalan dengan baik. Tak hanya menghubungi dirinya saja, PSSI juga telah menghubungi ayah Jonathans soal proses perpindahan kewarganegaraan ini.

MARSELINO FERDINAN PUTUS CINTA

Kalau Miliano hubungannya makin berjalan dengan baik PSSI, lain halnya dengan Marselino Ferdinan yang justru hubungannya putus dengan kekasihnya. Dilansir dari tvonenews, Marceng dilaporkan sedang galau karena baru saja putus dengan kekasihnya, Nadia Raisha. Nadia yang juga seorang selebgram dan artis sinetron tersebut, telah mengunggah berakhirnya hubungan percintaannya dengan Marceng di Insta Story eksklusifnya. Nadia mengumumkan bahwa hubungannya dengan Marcelino Ferdinan sudah berakhir. Ia juga meminta para fans untuk menghargai keputusan dan mendukung kehidupan pribadi masing-masing.

PINDAH OSEANIA, TIM LIGA 1 POTENSI IKUT PIALA DUNIA ANTARKLUB

Pindah ke kabar berikutnya. Dilansir dari tvonenews, ternyata ada juga keuntungan lain yang didapat jika Indonesia memutuskan untuk pindah ke Konfederasi Oseania. Keuntungan tersebut adalah semakin berpeluangnya klub asal Liga 1 untuk berlaga di ajang Piala Dunia Antarklub FIFA. Di Federasi Oseania, klub Liga 1 yang mendapat jatah lolos ke Liga Champions Oseania, hanya akan bertemu tim-tim dari Selandia baru serta sejumlah klub dari Kaledonia Baru, Fiji, dan Tahiti. Klub dari Zona Oseania yang menjadi langganan Piala Dunia Antarklub FIFA, yakni Auckland FC juga secara value skuad beda tipis dengan yang dipunyai klub-klub besar di Liga 1. Misal Persib Bandung yang punya skuad value 4,8 juta euro, hanya beda tipis dengan Auckland yang punya skuad value 5,8 juta euro.

Naturalisasinya Dikebut! Pembuktian Cinta Kevin Diks pada Timnas Indonesia?

0

Jika kalian mendapat waktu luang selama empat tahun, apa yang akan kalian lakukan? Mengambil gelar Sarjana? Mengkredit sepeda motor? Atau mengisi posisi ketua umum Federasi Sepakbola Indonesia. Ada banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan dalam kurun waktu segitu. Tapi, yang dipilih orang-orang di PSSI justru agak lain.

Dalam jangka waktu empat tahun, PSSI malah pilih untuk berharap pada sesuatu yang tidak pasti. Yap, dalam waktu empat tahun, PSSI menanti kesanggupan Kevin Diks untuk dinaturalisasi. Itu bukan waktu yang sebentar, karena dalam jangka waktu yang sama, sepakbola Indonesia sudah jauh berubah. Udah main di Piala Asia dan sudah banyak mendatangkan pemain-pemain keturunan Grade A.

Lantas, apa yang membuat PSSI mau menunggu dan apa yang membuat Kevin Diks akhirnya mau menerima pinangan Indonesia? 

Sejak 2020

Tayangnya foto Kevin Diks yang bersalaman dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir bak sebuah klimaks yang sudah lama tertahan. Bagaimana tidak? Karena kekuatan foto jabat tangan itu setara dengan kalimat mantra Fabrizio Romano, “Here We Go”. Jika pemain diaspora sudah foto sama Erick, maka bisa dipastikan kalau pemain itu akan berseragam merah putih.

Kemunculan foto ini juga jadi kabar yang melegakan bagi sejumlah fans Timnas Indonesia. Bagi mereka yang sudah mendukung tim nasional sejak era kepemimpinan Iwan Bule, pasti sudah tahu kalau Kevin Diks ini bukan nama baru. Shin Tae-yong sudah menginginkan Kevin sejak awal kedatangannya di Indonesia, tepatnya tahun 2020.

Dilansir Sport Detik, saat dihubungi oleh perwakilan PSSI, Kevin Diks menyatakan terbuka untuk membela Timnas Indonesia. Namun, dalam prosesnya, ada beberapa kendala yang mengakibatkan prosesnya ditunda.

Gara-gara Yunus Nusi

Menurut PSSI, posisi Kevin Diks sebagai bek kanan dirasa tidak memiliki urgensi yang begitu tinggi. Karena saat itu, PSSI juga sudah menghubungi Sandy Walsh. PSSI era Iwan Bule juga tidak mau terlalu banyak menambah pemain keturunan, itu berkaca pada keturunan-keturunan sebelumnya.

Selain itu, PSSI juga memprioritaskan pemain-pemain muda. Sedangkan Kevin Diks, dirasa terlalu “tua” untuk masuk ke tim nasional kelompok umur. Hal ini diungkapkan oleh Plt Sekjen PSSI kala itu, Yunus Nusi. Dirinya berdalih kalau PSSI lebih memprioritaskan untuk menambah pemain-pemain yang usianya di bawah 20 tahun. Sedangkan Kevin, kala itu sudah berusia 24 tahun. 

Pernyataan ini cukup sulit untuk dipahami. Jika alasannya demikian, mengapa PSSI tetap melanjutkan proses naturalisasi Jordi Amat dan Sandy Walsh? Akibatnya, banyak spekulasi liar yang muncul soal batalnya naturalisasi Kevin Diks. Ada yang bilang kalau STY tiba-tiba mencoret nama Kevin dan menggantikannya dengan Ragnar Oratmangoen.

Karir Kevin Diks Melejit

Di sisi lain, Kevin Diks yang tak patah arang melanjutkan karirnya di Eropa. Sempat gagal total dan dibuang sana-sini oleh Fiorentina, akhirnya pemain yang memiliki darah Maluku itu bergabung dengan FC Copenhagen pada musim panas 2021. Raksasa Denmark itu kepincut performa Kevin saat menjalani masa peminjaman di Aarhus GF semusim sebelumnya.

Kevin adalah definisi sebenarnya dari bek sayap modern. Di musim perdananya bersama Copenhagen, Kevin jadi bagian penting skuad asuhan Jess Thorup. Kevin bahkan tampil sebanyak 39 kali di semua kompetisi termasuk laga Copenhagen di Conference League.

Dengan catatan enam gol dan sembilan assist, Kevin Diks mengakhiri musim 2021/22 dengan gemilang. Ia jadi bagian dari skuad Copenhagen yang membawa pulang trofi Liga Denmark ke Parken Stadium. Kesuksesan pemain yang mengidolai Dani Alves ini pun mendunia hingga akhirnya tersiar sampai Indonesia. Narasinya jelas, “Pemain Keturunan Indonesia Juara Liga Denmark”.

Giliran Kevin yang Tolak PSSI

Shin Tae-yong yang melihat kesuksesan dan kehebatan Kevin Diks di Eropa mulai menekan PSSI untuk kembali menghubunginya. Bermodalkan muka temboknya, Federasi Sepakbola Indonesia pun kembali menghubungi nomor Kevin. Segala bentuk rayuan pun dikeluarkan oleh perwakilan PSSI kala itu, Hasani Abdulgani. Namun, di saat PSSI sibuk menjilati ludahnya sendiri, Kevin Diks sudah punya prioritas lain.

Entah seolah ingin balas dendam atau masih ada sedikit sakit hati, kini giliran Kevin Diks yang tidak mengindahkan pendekatan PSSI. Gelar bersama FC Copenhagen telah membuka mata dari pemain yang sangat menyukai musik-musik dari Beyonce itu. Karir yang terus memuncak bikin Kevin menomorduakan Indonesia. Ia percaya bahwa suatu saat nanti Timnas Belanda akan memanggilnya.

Selain itu, orang tua Kevin Diks masih ragu dengan nasib anaknya jika melepas paspor Belanda. Itu karena Indonesia bukan negara yang menganut kewarganegaraan ganda. Perlu diketahui, Indonesia memang cukup ketat untuk urusan status dwi kewarganegaraan. Kalau dwi, dwi, yang lain sih masih bisa dibicarakan. Dwifungsi jabatan misalnya.

Tampil di Liga Champions

Kevin Diks pun dengan sopan menolak pinangan PSSI. Dirinya memilih untuk fokus meningkatkan kualitasnya bersama Copenhagen agar bisa membela Timnas Belanda. Setelah menjuarai Liga Denmark musim 2021/22, Kevin secara reguler tampil di skuad utama Copenhagen. Ia bahkan kembali membantu klubnya mempertahankan gelar liga di musim 2022/23.

Selain itu, Kevin Diks juga jadi rutin bermain di kompetisi-kompetisi Eropa macam Conference League dan Liga Champions. Di kompetisi itu ia berkesempatan main lawan klub-klub top Eropa seperti Borussia Dortmund, Manchester City, Manchester United, hingga Bayern Munchen.

Pemain yang mengaku tidak suka baca buku ini, bahkan jadi bagian penting saat Copenhagen mempermalukan Manchester United di babak penyisihan Grup A Liga Champions 2023/24. Bermain di Parken Stadium, Bruno Fernandes cs dibuat bertekuk lutut usai kalah dengan skor 4-3.

Total, pemain yang kini sudah berusia 28 tahun itu sudah mengantongi 17 penampilan di Liga Champions. Catatan itu jelas lebih “marvelous!” dari bek kebanggaan Negeri Jiran yang selalu dibanding-bandingkan dengan Kevin, Dion Cools. Karena ia cuma punya sembilan caps di UCL.

Bujukan Erick

Komunikasi Kevin Diks dan PSSI pun sempat terputus usai penolakan itu. PSSI lebih memprioritaskan nama-nama lain untuk dinaturalisasi. Apalagi ketika kepemimpinan PSSI beralih ke tangan Erick Thohir. PSSI jadi makin gencar memulangkan pemain-pemain diaspora. 

Jay Idzes, Thom Haye, hingga yang terbaru Mees Hilgers dan Eliano Reijnders jadi hasil kerja Erick selama kurang lebih satu tahun setengah menjabat di PSSI. Kemampuan negosiasi dan koneksinya di Eropa telah membantu Shin Tae-yong untuk mendapatkan pemain-pemain keturunan Grade A.

STY yang masih penasaran sama Kevin Diks pun akhirnya meminta Erick untuk kembali menggoda Kevin. “Kalau Hilgers mau, Kevin pasti bisa dilobi juga nih,” Begitu kira-kira isi hati STY. PSSI yang juga dibantu oleh netizen Indonesia, terus membujuk Kevin agar mau menanggalkan status kewarganegaraan Belanda-nya. 

Komunikasi yang dibangun kembali oleh Erick dan kolega pun dirasa berhasil mengetuk hati kecil Kevin. Eks Feyenoord itu pun akhirnya memasang bendera Indonesia di bio Instagram dan memesan tiket penerbangan ke Jakarta guna merampungkan tahap akhir negosiasi dengan PSSI.

Kenapa Indonesia?

And Boom! terciptalah foto jabat tangan yang menggemparkan jagad media sosial itu. Foto tersebut menandai dimulainya proses naturalisasi Kevin. Bahkan usai dilantik, Menpora Dito Ariotedjo langsung berkomunikasi dengan Menkumham, Yusril Ihza Mahendra untuk mengebut proses naturalisasi sang pemain. Lantas, mengapa setelah 4 tahun akhirnya Kevin mau membela Timnas Indonesia?

Alasan paling utama adalah soal peluang membela Timnas Belanda. Di usianya yang sudah 28 tahun, kemungkinan untuk membela Belanda sangat kecil. Kevin sedikit kecewa kepada KNVB yang mengabaikannya. Padahal dirinya sudah berusaha maksimal untuk tampil apik di Liga Champions. Selain itu, masih banyak keuntungan yang ditawarkan PSSI jika Kevin bermain untuk Timnas Indonesia. 

Dari mulai uang insentif, popularitas, hingga kontrak-kontrak eksklusif dari beberapa brand ternama di Indonesia. Dirinya juga bisa “jualan” konten dengan membuka konten berbayar di Instagram pribadinya. Tapi, yang terutama adalah panggilan hati. Ia ingin membantu tanah leluhurnya agar mendunia. Ia ingin mengantarkan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Sumber: Suara, Sport Detik, Jawapos, CNN Indonesia

AIB AFC Terbongkar! Para Anak Buah Sheikh Bahrain Penuh Jejak Hitam

0

Sebelum menonton video ini, pastikan kamu sudah menonton video tentang Presiden AFC, Salman bin Ebrahim Al-Khalifa. Di situ kamu akan tahu bahwa pemimpin konfederasi sepak bola se-Asia itu merupakan keluarga dari penguasa Bahrain. Juga kamu akan tahu daftar panjang dosa-dosa yang dilakukan Presiden AFC.

Setelah ditelusuri lebih jauh, bukan cuma presidennya yang punya jejak hitam. Banyak orang problematik yang ternyata duduk di kursi wakil presiden maupun komite eksekutif AFC. Malahan nanti kamu juga akan menemukan salah satu komite eksekutif yang bahkan tak punya pengetahuan umum tentang Piala Dunia Wanita.

Kocak nggak tuh? Mau tahu siapa orangnya? Yuk kita telusuri jejak-jejak hitam para pemimpin AFC. Oh ya, jangan tanya di mana Erick Thohir, ya. Karena Ketum PSSI kesayangan kita ini tidak menduduki satu pun jabatan di AFC. Let’s Go!

Zaw Zaw

Salah satu yang mungkin saja cukup kejutan adalah wakil presiden senior AFC ternyata berasal dari Asia Tenggara. Namanya Zaw Zaw. Seorang maestro di bidang bisnis, bankir, dan investor yang berasal dari Irrawaddy, Burma atau kita mengenalnya dengan Myanmar.

Zaw sudah menduduki jabatan itu sejak 2023 lewat Kongres AFC ke-33 di Manama, Bahrain. Sebelumnya Zaw adalah wakil presiden AFC dari Zona 1 atau Asia Tenggara. Lulusan Matematika Universitas Yangon ini juga sosok yang sulit dijungkalkan dari kursi presiden Federasi Sepak Bola Myanmar.

Zaw sudah berada di sana sejak 2005. Jika ditelusuri kenapa tidak ada yang berani menggulingkan posisinya, kita akan sulit menemukan jawaban pasti. Apakah karena prestasi Myanmar yang bagus? Tidak juga. Mungkin karena latar belakangnya.

Zaw adalah pebisnis. Ia pernah mencoba mengambil alih sebuah perusahaan di Singapura. Namun, usaha itu dijegal oleh otoritas Amerika Serikat. Pihak AS mengklaim Zaw antek dari junta militer Myanmar. Wikileaks menurut laporan DVB News seperti juga dikutip Suara mengabarkan, Zaw adalah kroni rezim militer Than Shwe.

Than Shwe adalah mantan perdana menteri Myanmar yang bertangan besi. Zaw juga memiliki pendapatan tahunan sebesar 500 juta dolar (Rp7,7 triliun) juga terlibat berbagai masalah lewat perusahaannya, Max Myanmar Group. Proyek Max Myanmar Group beberapa kali melanggar aturan tata kota.

Mehdi Taj

Jejak-jejak negatif tadi seakan tak menjadi pertimbangan di Kongres AFC. Karena terbukti, Zaw Zaw malah menjadi senior wakil presiden. Itu artinya, ia menjadi bosnya para wakil presiden AFC, termasuk Mehdi Taj. Lho, siapa lagi ini?

Dari segi nama, kita sudah bisa menembak, Mehdi Taj bukan orang Uzbekistan, melainkan Iran. Ia menjadi wakil presiden AFC sejak 2019. Namanya terpilih lagi di Kongres AFC 2023 lalu secara aklamasi sebagai wakil presiden AFC yang berasal dari wilayah tengah.

Sosok Mehdi Taj tak kalah kontroversial dari Zaw. Ia bahkan sudah ditandai oleh kalangan komunitas sepak bola Iran, terutama ketika mencalonkan lagi menjadi presiden Islamic Republic of Iran Football Federation atau IRIFF pada 2022 lalu. Ia dengan bangga mencalonkan diri padahal punya portofolio buruk.

Mehdi pernah menjabat presiden IRIFF dari 2016 hingga 2019. Di ujung masa jabatannya, Mehdi berjanji akan membayar 8,3 juta dolar (Rp129,2 miliar) untuk Marc Wilmots, pelatih Timnas Iran asal Belgia. Namun, selama 40 hari Wilmots berada di Iran, ia mengungkap bahwa IRIFF telah melanggar kontrak. FIFA sudah mendapat laporan.

Namun, hingga ia jadi wakil presiden AFC, kasusnya entah sampai mana. Mungkin ditutup, kita semua tidak tahu. Yang jelas, justru pada 2023, Mehdi Taj juga terpilih kembali sebagai presiden IRIFF setelah mendapat dukungan hampir semua anggota Majelis IRIFF.

Ravshan Irmatov

Tampaknya Kongres AFC di Manama, Bahrain 2023 telah melahirkan para cecunguk di tubuh AFC. Setelah kroni junta militer dan presiden federasi yang diduga melakukan pelanggaran kontrak, muncul pula nama Ravshan Irmatov. Tidak, bukan sebagai wakil presiden, melainkan salah satu anggota komite eksekutif.

Kamu tahu fungsinya eksekutif? Ya, bagian pengeksekusi. Tapi coba bayangkan kalau yang mengisinya orang yang keputusannya mengeksekusi kerap bias seperti Ravshan Irmatov. Irmatov adalah mantan wasit yang entah bagaimana bisa duduk di kursi komite eksekutif.

Sebelumnya, entah bagaimana juga, ia malah diangkat sebagai wakil presiden utama Federasi Sepak Bola Uzbekistan atau UFA. Saat masih menjadi wasit, Irmatov adalah wasit kontroversial. Pernah suatu ketika di Piala Dunia 2014, ia memimpin laga antara Kroasia vs Meksiko dan membuat keputusan nyeleneh.

Saat itu, bek Kroasia, Darijo Srna melakukan handball di dalam kotak terlarang. Namun, Irmatov tak memberi penalti pada Meksiko. Setahun sebelumnya ada momen yang tak kalah ngaco lagi.

Di laga Italia vs Brasil di ajang Piala Konfederasi, Giorgio Chiellini mencetak gol hanya beberapa saat setelah Irmatov meniup peluit penalti. Harusnya ada penalti buat Italia. Tapi Irmatov justru mengesahkan gol Chiellini. Kelak ia mengakui kesalahannya itu.

Mahfuza Akhter Kiron

Siapa pun sepertinya gampang masuk AFC. Orang-orang tadi yang punya rekam jejak buruk saja bisa menduduki jabatan strategis. Kamu akan tercengang lagi mendengar nama berikutnya yang akan kita telusuri dosa-dosanya.

Dia adalah Mahfuza Akhter Kiron. Sosok wanita asal Bangladesh yang berhasil menduduki jabatan komite eksekutif AFC. Namun, kompetensinya dipertanyakan. Tidak, bukan karena dia perempuan.

Tapi memang Mahfuza sempat dikritik saat memenangkan pemilihan untuk kursi Dewan FIFA pada 2017 yang diperuntukkan bagi wanita Asia. Ia bahkan mengalahkan Moya Dodd, petahana dari Australia. Namun, wawancaranya dengan BBC World Service membuat citranya luruh dalam sekejap.

Mahfuza sebagai anggota dewan FIFA justru kelihatan sosok yang miskin pengetahuan. Bayangkan, anggota dewan FIFA macam apa yang bahkan tidak tahu siapa juara bertahan Piala Dunia Wanita saat itu. Ia gelagapan menjawab “Korea” lalu “Jepang”. Sebelum akhirnya membetulkan ke jawaban yang benar: Amerika Serikat.

Tahun 2019, nasib buruk menghampiri Mahfuza. Ia ditangkap di Dhaka karena terseret dugaan kasus pencemaran nama baik Perdana Menteri Sheikh Hasina. Ia menuding sang perdana menteri menerapkan standar ganda pada sepak bola dan kriket.

Chung Mong Gyu

Lanjut? Oke. Nama berikutnya Chung Mong-gyu. Dari namanya kita langsung tahu bahwa dia satu negara dengan Shin Tae-yong. Pria Korea Selatan itu hari ini menjadi salah satu anggota komite eksekutif AFC. Tahun 2016 ia pernah menjabat wakil presiden AFC.

Ada sejumlah persoalan pelik yang pernah menyeret pria yang juga menjabat sebagai presiden KFA ini. Salah satu yang cukup membuat publik Korea Selatan geger adalah perekrutan pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo, pada pertengahan tahun 2024 lalu yang dinilai tidak adil.

Myung-bo diduga terpilih lewat seleksi yang tidak layak. The Korea Herald melaporkan bahwa Chung Mong-gyu telah menyusun siasat licik untuk menutupi kebenaran.

Singkatnya, tak transparan. Namun, Chung membantah segala tudingan. Ia meyakinkan bahwa keputusan memilih Myung-bo juga berdasarkan rekomendasi dari Komite Tim Nasional.

Somyot Poompanmoung

Selain senior wakil presiden yang berasal dari Asia Tenggara. Salah satu komite eksekutif AFC juga berasal dari negara ASEAN. Dia adalah Somyot Poompanmoung. Somyot adalah bekas presiden FA Thailand sebelum Nualphan Lamsam. Dan dia dikenal sebagai purnawirawan polisi yang bajunya penuh noda.

Namun, dari sekian noda itu, ada satu yang cukup menggegerkan dan akan diceritakan di sini. Tahun 2012, Somyot harus menghadapi tuduhan terlibat dalam kasus tabrak lari pewaris perusahaan Red Bull di Thailand, Vorayuth Yoovidhya yang menewaskan anggota polisi lalu lintas.

Saat kejadian Somyot menjabat komisaris polisi. Ia diduga membantu Vorayuth menghindari hukuman dan merusak barang bukti. Vorayuth sempat didakwa, namun dicabut pada 2020. Agustus 2024 lalu, giliran Somyot yang justru didakwa atas kasus ini karena dianggap mengabaikan tugas.

Selain kasus ini, Somyot juga menghadapi tuduhan kasus korupsi terkait suap pemberian impunitas pada orang-orang kaya di Thailand. Somyot masih menghadapi dakwaan. Dikabarkan dia menunjuk pengacara handal untuk memenangkan perkara. Ia pun sudah tak lagi mengurusi sepak bola Thailand.

Namun, yang jadi ironis, terdakwa yang satu ini malah menduduki jabatan komite eksekutif AFC. Sampai sini menyebut AFC sarang para bromocorah menjadi tak ngawur-ngawur amat.

Sumber: Independent, Suara, YahooFinance, KoreaHerald, TehranTimes, UZdaily, BenarNews

Berita Bola Terbaru 21 Oktober 2024 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Dari hasil lanjutan La Liga jornada ke-10, Barcelona sukses membantai tamunya Sevilla 5-1. Gol Blaugrana masing-masing dicetak oleh brace dari Robert Lewandowski, satu gol dari Pedri, serta brace dari Pablo Torre. Hasil meyakinkan ini membuat pasukan Hansi Flick masih kokoh di puncak klasemen La Liga dengan raihan 27 poin.

Sementara itu di Riyadh Air Metropolitano, Atletico Madrid juga sukses meraih tiga poin setelah mengandaskan tamunya Leganes 3-1. Gol dari anak asuh Diego Simeone dicetak masing-masing oleh brace dari Alexander Sorloth dan satu gol dari Antoine Griezmann. Dengan kemenangan ini Los Colchoneros sementara berada di peringkat 3 La Liga dengan 20 poin.

Dari La Liga beralih ke Serie A. Di giornata ke-8, Napoli sukses meraih kemenangan tipis atas tuan rumah Empoli 1-0. Gol satu-satunya dari Partenopei dicetak oleh Khvicha Kvaratskhelia lewat titik putih di menit 63. Berkat raihan tiga angka ini, anak buah Antonio Conte kini sementara masih memimpin klasemen Serie A dengan 19 poin.

Sementara itu hasil minor diraih oleh klubnya Jay Idzes, Venezia setelah dibungkam Atalanta 2-0. Tiga poin La Dea diraih lewat gol dari Mario Pasalic di menit 7, dan Mateo Retegui di menit 47. Kemenangan ini membuat pasukan Gasperini nangkring di peringkat 6 Serie A dengan 13 poin.

Lalu di laga Big Match yang digelar di Olimpico, tuan rumah AS Roma harus menelan kekalahan atas Inter Milan 1-0. Gol kemenangan Nerazzurri dicetak oleh Lautaro Martinez di menit 60. Raihan tiga poin ini membuat anak buah Simone Inzaghi sementara berada di posisi kedua Serie A dengan poin 17

Beralih ke hasil laga pekan ke-8 Liga Inggris. Manchester City sukses menang dramatis atas tuan rumah Wolves 2-1. Sempat ketinggalan terlebih dahulu oleh gol dari Strand Larsen di menit 7, pasukan Pep mampu membalasnya lewat gol dari Josko Gvardiol di menit 33, dan gol John Stones di menit 90+5. Hasil ini membuat The Citizens sementara berada di peringkat 2 Liga Inggris dengan raihan 20 poin.

Sementara itu di Anfield, Liverpool juga sukses menang 2-1 atas tamunya Chelsea. Gol penalti dari Mohamed Salah di menit 29, dan Curtis Jones di menit 51, mengantarkan The Reds masih kokoh berada di puncak Liga Inggris dengan 21 poin.

FANS ARSENAL MARAH, BANDINGKAN KEJADIAN TOSIN DAN SALIBA

Laga Liverpool vs Chelsea diwarnai kejadian yang dianggap kontroversial, ketika bek Chelsea, Tosin Adarabioyo yang jadi orang terakhir, sengaja menghentikan langkah Diogo Jota namun hanya dihadiahi kartu kuning oleh wasit. Dilansir dari The Sun, kejadian tersebut dianggap tidak adil oleh fans Arsenal. Fans Arsenal marah setelah membandingkan kejadian tersebut dengan dikartu merahnya William Saliba saat melawan Bournemouth. Menurut fans The Gunners, wasit di Liga Inggris punya standar ganda.

PELATIH WOLVES GERAM SAAT GOL KONTROVERSIAL CITY

Sementara itu kemarahan juga terjadi di laga Wolves vs City. Dilansir dari Sky Sports, pelatih Wolves, Gary O’Neil geram dan menduga wasit memihak City saat menghadiahkan gol John Stones di menit-menit akhir. Menurut O’Neil keputusan wasit aneh, karena hanya offside yang dipertimbangkan dalam keputusan VAR, bukannya pelanggaran yang dilakukan oleh Bernardo Silva terhadap kiper Jose Sa. O’Neil pun sampai membandingkan kejadian tersebut dengan gol bek Wolves musim lalu Max Kilman, yang dianulir saat melawan West Ham. O’Neil geram dengan ketidakkonsistenan wasit pada laga tersebut.

MU BERNIAT BAJAK SUKSESOR PEP DI CITY

Beralih ke kabar berikutnya dari Manchester United. Dilansir dari Mirror, manajemen MU berniat untuk melakuan cara pembajakan terhadap target Manchester City, Ruben Amorim. Pelatih Sporting yang digadang-gadang akan menjadi suksesor Pep setelah kedatangan Hugo Viana di Etihad tersebut, coba akan didekati oleh pihak United. Red Devils di bawah INEOS telah melakukan penyelidikan khusus terhadap manajer berusia 39 tahun itu. Mereka sedang berupaya menggagalkan City untuk merekrut Amorim.

XAVI LATIH QATAR?

Sementara itu dari Spanyol, tersiar kabar bahwa mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez akan kembali melatih. Dilansir dari Football Espana, Xavi kemungkinan akan kembali menuju Qatar. Menurut laporan, Xavi digadang-gadang akan menggantikan peran pelatih Tintin Marquez di Timnas Qatar. Kondisinya, posisi Tintin Marquez sedang dalam tekanan. Jika Tintin dibebastugaskan, Xavi sudah disiapkan oleh Federasi Sepakbola Qatar untuk menjadi penggantinya. Jika terwujud, ini akan menjadi periode kedua bagi Xavi melatih di Qatar, setelah sebelumnya pernah melatih klub Qatar, Al-Sadd.

JOAN LAPORTA DIDAKWA KASUS PENIPUAN

Kabar berikutnya datang dari mantan bos Xavi, Joan Laporta, Dilansir dari Football Espana, presiden Barcelona tersebut kini telah didakwa oleh pengadilan soal kasus penipuan. Joan Laporta, beserta mantan mitranya Joan Oliver, didakwa oleh pengadilan Barcelona karena tak mengembalikan investasi sebesar 4,7 juta euro kepada pihak investor. Presiden Barcelona dan rekannya tersebut akan dipanggil untuk bersaksi dalam sidang kasus penipuan tersebut pada awal bulan Januari 2025.

DOUGLAS LUIZ JADI KORBAN PERAMPOKAN

Dari Spanyol kini beralih ke kabar dari sepakbola Italia. Dilansir dari Football Italia, rumah pasangan pesepakbola yang juga pemain Juventus, Douglas Luiz dan Alisha Lehmann pada Minggu malam 20 Oktober 2024, telah disatroni perampok. Peristiwa perampokan tersebut terjadi ketika pasangan tersebut sedang berada di klubnya masing-masing untuk menjalani laga. Dari aksi perampokan tersebut, barang berharga milik keduannya raib, seperti jam tangan dan perhiasan senilai lebih dari 500 ribu euro. Kejadian perampokan ini bukan yang pertama kalinya menyasar pemain Bianconeri. Kejadian serupa pernah terjadi pada Moise Kean, Kaio Jorge, dan Angel Di Maria.

FANS ROMA KOSONGKAN TRIBUN

Sementara itu di Kota Roma, gelombang protes dilakukan oleh suporter AS Roma di laga melawan Inter. Dilansir dari Football Italia, protes tersebut ditujukan kepada pemilik mereka, Friedkins Group. Fans Giallorossi sudah mulai muak dengan ketidakhadiran pemilik mereka di laga tersebut. Akibatnya, fans di awal laga sengaja mengosongkan tribun Curva Sud Olimpico selama 15 menit. Mereka hanya meninggalkan satu spanduk di tribun tersebut dengan tulisan, “15 menit absen, karena kami muak dengan manajemen ini”.

PSG TERANCAM SANKSI BERAT

Masih soal fans, namun kali ini dari sepakbola Prancis. Dilansir dari Get Football News France, LFP atau badan pengatur Ligue 1 mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki nyanyian yang bersifat homofobik dari para suporter PSG saat laga melawan Strasbourg. Nyanyian homofobik itu sengaja ditujukan oleh fans PSG kepada rivalnya Marseille dan mantan pemain PSG, Adrien Rabiot. LFP kini serius untuk menghukum kelakuan fans PSG tersebut. Sebelumnya fans PSG sempat mendapat sanksi dari LFP soal kasus serupa pada September 2023 lalu. Selain denda, hukuman terhadap PSG waktu itu adalah ditutupnya salah satu tribun di Parc des Princes, yakni tribun Auteuil selama satu laga.

BONIFACE KECELAKAAN

Kabar berikutnya datang dari sepakbola Jerman. Dilansir dari The Sun, striker Bayer Leverkusen, Victor Boniface telah mengalami kecelakaan mobil setelah laga leverkusen melawan Eintracht Frankfurt. Boniface dilarikan di rumah sakit dan membagikan beberapa kondisi terkini pasca kecelakaan. Tangan Boniface terlihat terluka parah, dan kondisi mobilnya juga hancur lebur. Kini ia hanya berbaring di rumah sakit, dan tidak tahu kapan kembali akan berlaga bersama Die Werkself.

CEDERA, ASNAWI ABSEN LAMA?

Beralih ke kabar sepakbola nasional. Kabar buruk menimpa Timnas Indonesia, karena salah satu pilar bek kanannya yakni Asnawi Mangkualam dinyatakan mengalami cedera pasca mencetak gol kemenangan di laga Port FC melawan Nakhon Ratchasima. Menurut pernyatan klub Port FC, Asnawi mengalami robek bagian hamstring tingkat 1. Oleh sebab itu Asnawi harus menjalani perawatan serra pemulihan yang kemungkinan akan cukup lama. Pihak Port FC sendiri memprediksi Asnawi harus menepi paling tidak hingga empat minggu. Itupun tergantung pada kondisi otot Asnawi.

MAARTEN PAES TAMPIL DI PIALA AFF

Kabar berikutnya datang dari Maarten Paes. Dilansir dari Okezone, kiper FC Dallas tersebut kemungkinan besar bisa memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2024. Hal itu dimungkinkan karena FC Dallas dipastikan tidak akan lagi menjalani laga di MLS. Pasalnya, FC Dallas sudah tidak lolos ke babak playoff MLS yang akan bergulir pada Desember nanti. Paes sudah tak lagi bermain bersama FC Dallas hingga dimulainya musim baru MLS pada bulan Februari 2025. Oleh sebab itu, Paes bisa dipanggil oleh Shin Tae-yong untuk berlaga di Piala AFF 2024, Desember nanti.

JEJAK HITAM EXCO AFC

Beralih ke kabar berikutnya yang datang dari petinggi AFC. Dilansir dari Suara, tak hanya Presiden AFC dan Sekjen AFC saja yang mempunyai jejak hitam di persepakbolaan. TIga Anggota Exco mereka juga. Yang pertama adalah Zaw-Zaw, taipan Myanmar yang merupakan antek junta militer Myanmar yang pernah terlibat kasus pemblokiran perusahaan. Yang kedua adalah orang Iran, Mehdi Taj, yang pernah terkena kasus penipuan pembayaran gaji pelatih Timnas Iran, saat dirinya menjabat sebagai Ketua PSSI-nya Iran. Satu lagi yang punya jejak hitam adalah mantan wasit dari Uzbekistan yang terkenal dengan keputusan kontroversialnya saat menjadi wasit, Ravshan Irmatov.

PERMINTAAN BAHRAIN BAKAL DITOLAK

Lanjut ke kabar selanjutnya. Masih dilansir dari Suara, kemungkinan besar AFC dan FIFA tidak akan mengabulkan permintaan FA Bahrain soal pemindahan venue laga Indonesia vs Bahrain. Kabar tersebut termuat di media Korea, Osen. Menurut media tersebut, keadaan selain force majeure seperti bahaya peperangan, maupun terorisme, AFC dan FIFA seharusnya tak bisa memindahkan venue laga tertentu. Sebaliknya media Korea Selatan tersebut malah menganggap jika Bahrain pengecut, karena menolak bermain hanya alasan keamanan suporter.

LAGI-LAGI KLOP KENA HUJAT

Keputusan Jurgen Klopp untuk menerima tawaran pekerjaan dari Red Bull benar-benar membuat banyak orang tidak suka. Setelah mantan pemainnya di Borussia Dortmund, kini fans Mainz, mantan klubnya juga mengungkapkan kekesalannya. Dilansir Mirror, kritikan dan luapan amarah dari fans Mainz dilayangkan melalui media sosial. Ada yang mengingatkan bagaimana riwayat Red Bull di sepakbola Jerman. Ada juga yang menyebut Klopp sebagai orang gila karena menerima jabatan itu.

CEDERA DANNY WELBECK

Dari Sepakbola Inggris, ada Danny Welbeck yang baru saja mengalami cedera yang mengerikan. Dilansir Daily Mail, Welbeck berhasil membawa Brighton menang lawan Newcastle United kemarin, namun laga berakhir lebih cepat baginya karena cedera. Dirinya harus menerima perawatan dan pertolongan oksigen pasca mengalami cedera punggung yang terlihat cukup mengkhawatirkan. Welbeck mengalami benturan dengan bek Newcastle, Fabian Schar. Tidak keras memang, tapi itu membuat Welbeck jatuh dengan posisi yang salah. Ia pun ditandu keluar dengan diagnosis sementara cedera punggung bagian bawah.

SLOT TIDAK BERNIAT LEPAS TAA

Bergeser ke Liverpool, Arne Slot akhirnya buka suara soal rumor transfer Trent Alexander-Arnold. Dirinya dikabarkan telah menjadi target utama dari raksasa La Liga, Real Madrid. Dilansir 90min, Slot belum kepikiran untuk melepas sang pemain dalam waktu dekat. Arne bahkan dengan yakin bahwa TAA masih punya komitmen yang kuat dengan klub yang membesarkan namanya itu. Keberadaan rumor-rumor ini justru dirasa Arne telah merendahkan kualitas mental dan komitmen pemainnya.

BARCA SEDANG DISKUSI KONTRAK BARU DENGAN 3 PEMAIN

Dari Inggris, kita ke Spanyol untuk membahas Barcelona yang dikabarkan akan segera memperpanjang kontrak tiga pemainnya. Dilansir 90min, Presiden klub, Joan Laporta dilaporkan sedang menjalin komunikasi dengan beberapa pemain untuk memperpanjang kontraknya. Namun, Laporta memprioritaskan tiga pemain, yakni Pedri, Frenkie De Jong, dan Ronald Araujo. Mereka dinilai masih jadi bagian penting skuad Barca asuhan Hansi Flick musim depan.

JELANG HADAPI BARCA, KOMPANY PUJI FLICK

Pertengahan pekan nanti, Barcelona akan menghadapi Bayern Munchen dalam ajang Liga Champions. Jelas, ini jadi laga yang cukup emosional bagi sang pelatih Hansi Flick. Dirinya akan menghadapi tim yang sebelumnya pernah ia bawa meraih banyak gelar baik domestik maupun Eropa. Namun, pujian justru datang lebih dulu dari pelatih Munchen, Vincent Kompany. Dilansir Football Espana, mantan pelatih Burnley itu menyebut Hansi sebagai sosok yang telah berbuat banyak untuk Munchen. Pelatih asal Jerman itu telah meninggalkan legasi yang luar biasa. Menurut Kompany, ini akan jadi laga yang istimewa baginya dan Munchen.

KANE LAWAN KRITIK DENGAN HATTRICK

Sementara itu, dari para pemain Bayern Munchen justru menunjukan kesiapannya untuk mengalahkan Barcelona di Liga Champions nanti. Pemain yang paling siap adalah Harry Kane. Dilansir Goal, penyerang asal Inggris ini baru saja mencatatkan hattrick yang luar biasa ke gawang Stuttgart. Tiga gol ini sekaligus menunjukan bahwa dirinya dalam performa terbaik menjelang pertemuan dengan Barca. Selain itu, performa ini juga telah membungkam kritikan yang menyebut Kane tampil kurang maksimal di Timnas Inggris. Talk less do more.

KLUBNYA MESSI JOIN PIALA DUNIA ANTARKLUB

Di luar Eropa, ada kabar Inter Miami yang dikabarkan jadi klub tambahan yang akan berpartisipasi di Piala Dunia Antarklub tahun 2025 mendatang. Kepastian ini dipublikasikan langsung oleh FIFA selaku sang empunya kompetisi. Mengutip dari situs resmi FIFA, Inter Miami berstatus sebagai peserta ke-31 Piala Dunia Antarklub 2025 yang akan diikuti 32 tim. Selain sebagai peserta, Inter Miami pun dipastikan menjadi tuan rumah upacara pembukaan kompetisi tersebut pada 15 Juni 2025.

NEYMAR KEMBALI KE SKUAD AL-HILAL

Dari Amerika Serikat, kita berlayar ke Saudi Arabia dimana Al-Hilal mengumumkan kabar baik untuk fansnya. Mengutip ESPN, Al-Hilal mengumumkan melalui media sosialnya bahwa Neymar akan kembali masuk skuad setelah menjalani pemulihan cedera yang cukup lama. Pertandingan Liga Champions Asia melawan Al-Ain dari Uni Emirates Arab akan menandai kembalinya Neymar ke skuad Al-Hilal setelah absen sejak Oktober tahun lalu.

ADA KODE BELA TIMNAS DARI PASCAL STRUIJK

Dalam salah satu unggahan media sosial Pascal Struijk ada yang memberikan kode bahwa sang pemain akan segera bergabung dengan Timnas Indonesia. Dilansir Bola Okezone, dalam hal ini orang yang dimaksud sedang memberi kode adalah penyerang Leeds United, Joel Piroe. Pemain yang sempat dikabarkan punya darah Suriname itu memberikan komentar “Indonesia is calling” atau yang berarti, Indonesia sedang memanggil di salah satu postingan Pascal. Banyak netizen yang mengira kalau ini sebuah kode, tapi tidak sedikit juga yang beranggapan kalau ini cuma sarkasme, karena banyaknya netizen Indo yang minta Pascal gabung Indonesia.

MITOMA TARGETKAN MENANG DI GBK

Jelang melawan Indonesia pada November nanti, Timnas Jepang kabarnya tidak mau menahan diri. Itu diungkapkan langsung oleh salah satu punggawanya, Kaoru Mitoma. Dilansir VIVA, winger Brighton itu ingin Jepang bangkit di laga berikutnya melawan Indonesia. Dirinya merasa kurang puas setelah hanya menerima hasil imbang saat melawan Australia. Jelang bertandang ke GBK, Mitoma yakin Samurai Biru bisa raih poin penuh dan kian kokoh di puncak klasemen.