Meninggalnya Mino Raiola adalah Duka Bagi Sepak Bola

spot_img

Saat mendengar kabar Mino Raiola kritis di rumah sakit, Zlatan Ibrahimovic langsung izin meninggalkan sesi latihan AC Milan dan bergegas menuju rumah sakit San Raffaele. Ibra jadi salah satu saksi dan kerabat yang menemani Raiola di akhir hayatnya.

Seperti yang kita ketahui bersama, Mino Raiola meninggal dunia Sabtu, 30 April 2022. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh pihak keluarga melalui akun media sosial pribadi Mino Raiola.

Menurut penuturan keluarganya, Raiola sudah bertarung melawan penyakit yang serius sejak bulan Januari lalu. Dr Alberto Zangrillo, dari rumah sakit San Raffaele di Milan mengatakan bahwa Raiola “berjuang untuk bertahan hidup”. Sayang, takdir berkata lain. Mino Raiola meninggal dunia di usia 54 tahun.

Saat prosesi pemakamannya, Zlatan Ibrahimovic jadi salah satu klien Mino Raiola yang hadir mengantarnya ke peristirahatan terakhirnya. Diketahui, upacara pemakaman Raiola dilakukan pada Kamis, 5 Mei 2022 di gereja Saint-Charles di Monte Carlo, Monaco dan hanya diadakan untuk keluarga dan teman dekat saja.

Baik Mino Raiola dan Zlatan Ibrahimovic memang bukan sekadar rekan kerja. Hubungan keduanya bahkan bukan sekadar agen dan pemain. Lebih dari itu, Mino Raiola adalah sosok spesial dan punya tempat khusus di lubuk hati Zlatan Ibrahimovic.

Tak Akan Ada Zlatan Ibrahimovic Tanpa Mino Raiola

Carmine “Mino” Raiola lahir di Nocera Inferiore di sebelah tenggara Kota Naples, Provinsi Salerno, Italia pada 4 November 1967. Saat usianya baru setahun, keluarga Raiola pindah ke Kota Haarlem, Belanda. Di sana, sang ayah mendirikan franchise restoran pizza bernama “Napoli”.

Raiola kemudian menghabiskan sebagian besar masa mudanya di restoran keluarganya. Awalnya, ia cuma jadi tukang cuci piring. Kemudian menjadi pelayan restoran dan sesekali menjaga meja kasir. Banyak berhubungan dengan pelanggan membuat skill komunikasi Raiola terasah.

Ia lalu dipercaya sang ayah untuk menangani segala keluhan yang berhubungan dengan bank, pemilik properti, hingga supplier. Di situlah bakat negosiasinya mulai terasah tajam.

Selain mengasah ilmu di restoran milik keluarganya, Raiola diketahui pernah mengenyam pendidikan hukum selama 2 tahun. Namun, dirinya tak betah dan menganggap hal tersebut hanya buang-buang waktu.

Karier Raiola di sepak bola sendiri dimulai saat dirinya bergabung dengan tim yunior HFC Haarlem. Namun, saat usianya 18 tahun, Raiola berhenti dan uniknya ia kemudian menjadi kepala tim yunior pada tahun 1987 sebelum kemudian diangkat sebagai direktur teknik klub saat usianya baru 19 tahun.

Akan tetapi, akhir cerita Raiola di klub tersebut sama dengan pendidikan hukumnya yang tak selesai. Mino tak betah dan tak tahan dengan para petinggi klub yang dinilainya sangat konservatif.

Mino Raiola memang sosok yang enggan diatur dan suka membangkang. Meski begitu, kemampuannya dalam bernegosiasi yang ia latih semasa bekerja di restoran pizza milik keluarganya mengantarkannya menjadi seorang “Super Agent” yang kharismatik.

Karier Mino Raiola sebagai agen sepak bola dimulai saat ia bergabung dengan agensi Sport-Promotion. Di sana, ia memuluskan kepindahan beberapa pemain Eredivisie ke Serie A. Salah satu yang paling berpengaruh adalah transfer Dennis Bergkamp ke Inter Milan pada musim 1993.

Namun, seperti yang sudah-sudah. Raiola tak betah dan keluar dari agensi Sport-Promotion dan membentuk agensinya sendiri.

Nama Mino Raiola kemudian melambung saat dirinya membawa Pavel Nedvěd dari Sparta Praha ke Lazio usai penampilan apiknya di Euro 1996. Raiola pula yang memuluskan kepindahan Nedvěd ke Juventus di tahun 2001 di mana di klub tersebut Nedvěd jadi legenda dan memenangi Ballon d’Or 2003.

Sementara itu, awal mula kedekatan Mino Raiola dengan Zlatan Ibrahimovic dimulai saat Ibra masih bermain di Ajax Amsterdam, yakni sekitar tahun 2001. Kala itu, Ibra adalah salah satu pemain muda paling berbakat di akademi dan diketahui ingin segera angkat kaki dari Ajax.

Raiola dan Ibra sebetulnya punya kesamaan. Keduanya sama-sama keras kepala dan sulit didekati. Raiola sendiri tipikal agen yang tak suka bertemu langsung dengan pemain yang ia incar. Oleh karena itu, saat mencoba menggaet Ibra, Raiola menggunakan seorang perantara, yakni sahabat Ibra, Maxwell.

Akan tetapi, cara tersebut tak disukai Ibra. Bomber Swedia itu meminta kepada Maxwell agar Raiola datang sendiri menemuinya. Namun, apa jawaban Raiola? “Katakan pada orang bernama Zlatan ini, persetan dengannya!”

Tak disangka, jawaban tersebut malah membuat Ibra tertarik. Keduanya lalu dijadwalkan bertemu di Hotel Okura di Amsterdam. Pada pertemuan tersebut, Ibra datang dengan mengenakan jaket Gucci, arloji emas, dan mengendarai sebuah Porsche mewah yang sengaja ia parkirkan tepat di depan hotel.

Namun, Ibra dibuat terkejut dengan kedatangan Raiola. Digambarkan sebagai seorang “mafioso”, Mino Raiola datang hanya dengan mengenakana celana jeans dan kaos Nike yang menutupi perut buncitnya. Ibra juga langsung dibuat terdiam kala Raiola menyodorkan 4 lembar halaman yang berisikan statistik striker top Eropa.

“Andriy Shevchenko, 25 pertandingan, 23 gol. Filippo Inzaghi, 27 pertandingan, 25 gol. Christian Vieri, 24 pertandingan, 23 gol. Kemudian Ibrahimovic, 21 pertandingan, empat gol. Dia berkata: ‘Bagaimana aku bisa menjualmu jika kamu memiliki statistik ini?’, kata Ibrahimovic dalam bukunya “I Am Zlatan”, dikutip dari Talksport.

Obrolan tersebut menampar Ibrahimovic. Belum pernah ada orang yang berkata seperti itu kepadanya. Maka tak butuh waktu lama, ia kepincut dan ingin segera bekerja sama dengan Mino Raiola.

Raiola sendiri tidak memanjakan Ibra. Sebaliknya, pada awal persahabatan keduanya, Raiola cukup keras dan banyak menceramahi Ibra. Bahkan, ia mengatakan kepada Ibra bahwa statistiknya adalah sampah.

“Jika kamu akan bekerja denganku, kamu harus melakukan apa yang aku katakan. Jual mobilmu, jam tanganmu, dan mulailah berlatih tiga kali lebih keras. Karena statistikmu sampah.” kata Raiola kepada Ibra, dikutip dari Financial Times.

Yang terjadi kemudian adalah sejarah. Zlatan Ibrahimovic menjelma menjadi salah satu striker paling berbahaya dan paling berprestasi dalam sejarah sepak bola. Di setiap klub yang ia bela, Ibra juga hampir selalu berhasil memenangi trofi.

Terbaru, Zlatan Ibrahimovic baru saja membantu AC Milan menjuarai scudetto ke-19nya. Kepada Milan TV, Ibra secara terang-terangan mendedikasikan trofi Serie A musim ini untuk mendiang Mino Raiola.

“Aku mendedikasikan kemenangan ini untuk Mino Raiola, yang sayangnya tidak lagi berada di sisiku. Ini adalah trofi pertama yang aku menangkan tanpanya,” kata Ibrahimovic kepada Milan TV.

Ibra juga menjelaskan bahwa Raiola adalah orang yang mendorongnya untuk kembali ke Milan pada akhir Desember 2019.

“Dia adalah orang yang mengatakan aku harus kembali ke AC Milan dan membantu klub dan membawanya kembali ke tempat yang seharusnya. Dia bilang hanya aku yang bisa melakukan ini. Aku persembahkan kemenangan ini untuknya,” kata Ibrahimovic kepada Milan TV.

Kabarnya, jika Ibra tak memperpanjang kontraknya di Milan, dia sudah diipersiapkan untuk menjadi frontman dan agen pemain untuk menggantikan Mino Raiola. Ini jadi bukti betapa spesialnya hubungan Zlatan Ibrahimovic dengan Mino Raiola.

Jasa dan Kontroversi Mino Raiola

Ibrahimovic hanyalah sedikit dari banyak maha karya Raiola di jagad sepak bola. Seperti yang kita tahu, Raiola jadi agen bagi banyak pemain berlabel bintang. Sebut saja Paul Pogba, Matthijs de Ligt, Marco Verratti, Stefan de Vrij, Gianluigi Donnarumma, dan masih banyak lagi.

Dari para pemain yang ia urus itu, puluhan atau mungkin ratusan juta euro sudah Raiola pungut lewat uang komisi. Terbaru, salah satu kliennya, Erling Haaland baru saja pindah dari Borussia Dortmund setelah Manchester City menebusnya seharga 51,1 juta paun.

Namun, jumlah sesungguhnya yang dikeluarkan City untuk menggaet Haaland jauh lebih banyak. The Athletic dan Forbes memperkirakan Mino Raiola memperoleh uang komisi senilai 34 juta paun. Sementara saat memuluskan kepindahan Pogba ke MU saja, ia dilaporkan menghasilkan 25 juta euro.

Tak bisa dipungkiri kalau sosok Mino Raiola memanglah seorang agen pemain yang kontroversial. Pada Mei 2019, Federasi Sepak Bola Italia dan Komite Disiplin FIFA pernah melarangnya bertindak sebagai agen pemain selama 3 bulan untuk alasan yang tidak diungkap.

Pada bulan Juni 2019, Raiola mengajukan banding ke Pengadilan Federal Italia. Ia menang dan larangan tersebut dicabut.

Selain kontroversial, Mino Raiola juga sosok yang sulit ditaklukkan. Berselisih dengan petinggi klub atau media adalah hal yang lumrah baginya. Namun, itulah kelebihannya sehingga tak mengherankan jika ia mampu menjinakkan banyak pemain bandel di agensinya.

Itulah Mino Raiola. Terlepas dari kontroversi yang pernah ia buat, sosok Mino Raiola adalah seorang legenda di jagad sepak bola. Meski dunia masih punya Jorge Mendes atau Pini Zahavi, tetapi satu-satunya orang yang pantas menyandang predikat “Super Agent” hanyalah Mino Raiola.

Di satu sisi, Raiola adalah seorang agen yang arogan dan sangat menyebalkan. Namun, di sisi lain, ia adalah seorang teman dan mentor bagi para pemainnya. Oleh karena itulah, meski ia dibenci oleh beberapa legenda dan petinggi klub, bahkan diblacklist dari klub tertentu, tetapi ia begitu dihormati dan dicintai para pemainnya.

Maka dari itulah, meninggalnya Raiola sudah seharusnya menjadi duka bagi sepak bola. Sampai kapan pun, tak akan pernah ada yang mampu menyaingi karakter dan kharisma seorang Mino Raiola.

Rest in Peace, Raiola!

https://youtu.be/BjwZ31uPnbs
***
Referensi: DailyMail, The Guardian, Talksport, Detik, These Football Times, Financial Times, Forbes, CNBC.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru