Malangnya Keylor Navas! Dibuang Madrid, Disingkirkan PSG

  • Whatsapp
Malangnya Keylor Navas! Dibuang Madrid, Disingkirkan PSG
Malangnya Keylor Navas! Dibuang Madrid, Disingkirkan PSG

Koleksi trofi dan beragam penghargaan individu tak akan berarti tanpa sebuah pengakuan. Meski sudah telah banyak berjasa kepada beragam kesuksesan, tetapi jika masih juga diperlakukan tidak hormat, apa artinya?

Mungkin itu yang kini dirasakan oleh seorang Keylor Navas. Ia tengah bimbang dengan masa depannya di Paris Saint-Germain. Meski sudah tampil sangat impresif bagi PSG, Navas terancam mengulang kisah pilu yang dulu pernah ia rasakan di Real Madrid.

Bacaan Lainnya

Kiper yang lahir di kota San Isidro de el General pada 15 Desember 1986 itu adalah salah satu kiper terbaik dunia saat ini. Predikat tersebut ia raih berkat berbagai pembuktian atas bakat hebatnya.

Menawan di Piala Dunia 2014, Keylor Navas Dibeli Real Madrid

Bakatnya sebagai kiper kelas dunia mulai mendapat perhatian saat ia tampil impresif bagi Kosta Rika di Piala Dunia 2014. Navas yang kala itu berstatus kiper Levante tampil heroik saat mengantar negaranya melaju hingga babak perempat final.

Penampilan apiknya itu berbuah ketertarikan banyak klub top Eropa. Singkat cerita, Real Madrid memenangkan perburuan Navas di bursa transfer musim panas 2014. Los Blancos menebus klausul pembelian Navas senilai 10 juta euro dan mengikatnya dengan kontrak berdurasi 6 tahun.

Akan tetapi, Keylor Navas tak langsung jadi kiper utama Real Madrid. Ia baru jadi starter setelah kepergian Iker Casillas ke Porto di musim berikutnya. Namun, meski sudah mewarisi nomor Casillas, posisi Navas sebagai kiper utama Los Blancos sangat terancam di bursa transfer Agustus 2015.

Real Madrid diberitakan telah setuju untuk menjadikan Keylor Navas sebagai bagian dari transfer David De Gea senilai 29 juta poundsterling dari Manchester United. De Gea memang sudah diincar sejak lama oleh Madrid. Beruntung bagi Navas. Perturakan yang awalnya tak ia setujui itu batal terjadi setelah Madrid terlambat menyerahkan dokumen transfer ke FIFA setelah melewati batas waktu bursa transfer.

Navas bertahan, lalu mati-matian membuktikan diri. Ia kemudian jadi kiper andalan Real Madrid selama bertahun-tahun, khususnya di masa kepelatihan Zinedine Zidane. Selama 5 tahun pengabdiannya, ia tampil telah tampil sebanyak 162 pertandingan dan mempersembahkan 12 gelar.

1 trofi La Liga, 1 trofi Supercopa Spanyol, 3 trofi Piala Super Eropa, 4 trofi Piala Dunia Antarklub, dan yang paling prestisius tentu saja 3 trofi Liga Champions secara beruntun. Itulah deretan gelar yang Keylor Navas persembahkan selama menjaga gawang Real Madrid.

Berbagai raihan individu juga ia raih, termasuk terpilih sebagai kiper Terbaik La Liga 2014 dan kiper terbaik Liga Champions 2018. Keylor Navas bahkan sangat layak untuk disebut sebagai salah satu kiper terbaik dalam sejarah Liga Champions Eropa.

Selain meraih 3 trofi secara beruntun, selama membela Madrid, Navas tampil dalam 39 pertandingan di Liga Champions. Dalam 39 penampilannya itu, ia sukses mencatat 106 saves dan 15 clean sheets.

Dengan statistik menawan dan rentetan trofi yang sudah ia persembahkan, seharusnya sangat mudah untuk memberi tempat yang layak bagi seorang kiper hebat seperti Keylor Navas. Namun seperti yang kita tahu, yang terjadi justru sebaliknya. Real Madrid malah menyingkirkan Navas dari posisi kiper utama El Real.

Courtois Datang, Navas Tersingkir ke PSG

Situasi berubah setelah Zinedine Zidane hengkang dari kursi pelatih. Real Madrid menunjuk pelatih anyar dan melakukan banyak perombakan dengan uang hasil penjualan Cristiano Ronaldo. Banyak pemain anyar didatangkan, termasuk membeli kiper baru yang lebih muda. Di musim panas 2018, Madrid membeli Thibaut Courtois dari Chelsea setelah kiper Belgia itu tampil impresif di Piala Dunia 2018.

Kepergian Zidane dan kedatangan Courtois membuat Navas kehilangan posisinya sebagai kiper utama Los Blancos. Setelah mempersembahkan berbagai trofi, ia kemudian hanya jadi penghangat bangku cadangan dan lebih banyak turun di ajang Copa del Rey.

Perlakuan yang diterima Navas kala itu adalah sebuah ironi. Bayangkan saja, ia sudah 5 tahun mengabdi di Santiago Bernabeu dan sukses mempersembahkan 12 gelar. Sayang, itu semua takada artinya di mata manajemen Real Madrid.

Navas yang mulai tak kerasan kemudian meminta dijual di bursa transfer musim panas 2019. Ironisnya, Madrid hanya melepas Navas seharga 15 juta euro ke PSG. Sungguh harga yang cukup murah untuk menebus salah satu kiper terbaik dalam sejarah Liga Champions.

“Saya punya kenangan indah bersama Zidane, dia melindungi saya dan saya berterima kasih atas kepercayaan darinya. Ada banyak hal yang terjadi saat itu dan saya tidak tahu mengapa berakhir seperti ini, tapi akhirnya tidak bisa dicegah.” kata Keylor Navas dikutip dari detiksport.

PSG sangat diuntungkan dengan kehadiran Keylor Navas, apalagi mereka menebusnya dengan harga yang cukup murah dan untungnya, Navas membuktikan kualitasnya sebagai kiper jempolan. Navas membuktikan dirinya belum habis meski sudah berusia lebih dari 30 tahun.

Sudah 2 musim Keylor Navas menjaga gawang PSG. Selama periode itu, ia telah mengumpulkan 80 caps. Performanya juga sangat impresif. Selama 50 pertandingan di Ligue 1, ia hanya kebobolan 36 kali, membuat 117 saves dan 26 clean sheets.

Di musim pertamanya saja, ia langsung membantu PSG meraih 4 trofi domestik. Gelar juara Ligue 1, Coupe de la Ligue, Trophee des Champions, dan Coupe de France berhasil diamankan. Bahkan di ajang Coupe de la Ligue, Navas jadi pahlawan adu penalti PSG di partai final.

Kiper timnas Kosta Rika itu juga masih tampil impresif musim lalu. Ia berhasil mempersembahkan trofi Coupe de France untuk kedua kalinya. Navas tak hanya tampil apik di kancah domestik, tapi juga tampil apik di kancah Eropa. Statistiknya di Liga Champions Eropa bahkan makin bagus.

Sudah 21 penampilan ia catatkan di Liga Champions selama 2 musim berseragam Les Parisiens. Selama itu, ia sukses membuat 77 saves dan 7 clean sheets. Navas sangat berjasa menjadikan PSG finalis Liga Champions 2020 dan semifinalis Liga Champions 2021.

Musim lalu, ia juga terpilih sebagai kiper terbaik Ligue 1, mengalahkan Mike Maignan yang jadi kampiun liga bersama Lille. Dalam 29 penampilannya, ia hanya kebobolan 18 gol, mencatat 15 clean sheets dan membuat 71 saves dengan persentase 80,9%.

Donnarumma Datang, Posisi Navas di PSG Kembali Terancam

Namun, situasi de javu kembali Keylor Navas alami di musim panas ini. Nasib apes seperti saat dibuang Real Madrid kini mengintainya. Jika dulu ia tersingkir dari Real Madrid karena kehadiran Thibaut Courtois, kini ia terancam tersisih lagi setelah PSG mendatangkan Gianluigi Donnarumma.

PSG mendapat Donnarumma secara gratis dari AC Milan. Kiper 22 tahun itu juga didatangkan setelah tampil sangat bagus di Euro 2020. Mengantar Italia juara, Gigio juga terpilih sebagai pemain terbaik turnamen.

Meski dikategorikan free transfer, Les Parisiens tak benar-benar mendapat Gigio secara gratis. Selain mereka perlu menggaji mahal kiper timnas Italia itu, PSG juga harus membayar komisi sebesar 20 juta euro ke Mino Railo, agen dari Donnarumma. Oleh karena itulah, tak mungkin PSG mengesampingkan Donnarumma begitu saja tanpa menjadikannya kiper utama.

Diungkap oleh Football Espana, kedatangan Donnarumma ke PSG sempat membuat marah Keylor Navas. Sangat wajar bila kiper 34 tahun itu marah, sebab ia merasa tak dihargai. Bagaimana tidak, ia sudah mempersembahkan 5 trofi dalam waktu 2 musim dan musim depan terancam hanya jadi penghangat bangku cadangan.

Sempat ada spekulasi bila Donnarumma akan dipinjamkan terlebih dahulu, tetapi rumor ini langsung terbantah. Kini ada 2 spekulasi teranyar. Jatah kiper di Ligue 1 tetap jadi milik Keylor Navas, sementara jatah kiper di Liga Champions jadi milik Donnarumma. Atau bisa juga sebaliknya. Navas yang sudah berpengalaman di kancah Eropa akan jadi kiper di Liga Champions, sementara Donnarumma akan lebih dulu tampil di kancah domestik.

Namun, hal tersebut masih dugaan belaka, mengingat PSG musim depan akan diperkuat banyak kiper. Selain Navas dan Donnarumma, Les Parisiens punya Sergio Rico dan Alexandre Letellier. Masih ada pula Marcin Bulka dan Alphonse Areola yang masa depannya belum jelas pasca kembali dari masa peminjaman.

Yang pasti, dari semua isu dan spekulasi tersebut, takada satupun yang menjamin posisi Keylor Navas sebagai kiper utama PSG musim depan. Padahal, ia masih punya kontrak hingga 2024 dan meski akan segera berusia 35 tahun, kemampuannya sebagai kiper utama masih sangat mumpuni.

Kini, semua bergantung pada Mauricio Pochettino sebagai pelatih PSG. Dialah yang bakal menentukan nasib Keylor Navas kedepannya. Bila terpkasa dijual, Navas sangat layak untuk mendapat harga yang jauh lebih pantas ketimbang saat ia dibeli dari Madrid. Dan jikalau harus pergi, sudah menjadi keharusan bagi PSG untuk memberi penghormatan kepadanya.

Sungguh ironis nasib Keylor Navas. Ia telah menjadi salah satu yang terbaik di dunia selama hampir satu dekade dan Navas pantas untuk mendapatkan lebih banyak rasa hormat.

Andai saja Navas berasal dari benua Eropa, atau minimal dari Amerika Selatan, mungkin saja ia bakal lebih dihormati, dihargai, dan diberi lebih banyak penghargaan individu sebagi salah satu kiper terbaik dunia.

***
Sumber Referensi: Football Espana, Detik, Marca, SportBible.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *