Inter Miami: Klub Dengan Pengeluaran Terbesar MLS Namun Jadi Performer Terburuk

  • Whatsapp
Inter Miami Klub Dengan Pengeluaran Terbesar MLS Namun Jadi Performer Terburuk
Inter Miami Klub Dengan Pengeluaran Terbesar MLS Namun Jadi Performer Terburuk

Bicara tentang kompetisi MLS, telinga kita akan lebih sering mendengar tentang nama LA Galaxy, Los Angeles FC, DC United, atau bahkan New York Red Bull. Kompetisi tersebut lantas kian menarik perhatian khalayak usai salah satu legenda sepakbola, David Beckham, resmi membentuk klub bernama Inter Miami.

Ya, setelah resmi mengakhiri karier sepakbola sebagai pemain PSG pada 2013, Beckham langsung memanfaatkan waktunya untuk melakukan aktivitas baru seperti menjadi model dari berbagai produk hingga melebarkan sayap di dunia sepakbola.

Bacaan Lainnya

Diketahui, selain resmi membentuk Inter Miami, Beckham juga punya segudang aktivitas lain seperti mengurus David Beckham Academy di London dan LA, serta menjadi direktur utama di Salford City.

Kiprah Inter Miami

Untuk bahasan kali ini yang lebih menyorot pada nama Club Internacional de Futbol Miami atau Inter Miami, klub tersebut resmi berdiri pada 19 Januari 2018. Inter Miami sejatinya merupakan bagian dari Miami Beckham United yang sudah dibentuk pada 2013 silam. Namun karena ketika itu Beckham belum memiliki cukup dana, kompetisi MLS masih dijadikan sebagai mimpi untuk mereka raih.

Hingga pada akhirnya, kerjasama David Beckham yang melibatkan sejumlah orang ternama di Amerika benar-benar merealisasikan pembentukan Inter Miami di kompetisi MLS. Dipimpin oleh CEO Marcelo Claure, David Beckham selaku presiden klub juga menempatkan nama Masayoshi Son serta kakak-beradik Jorge dan Jose Mas dalam struktur tim.

“Ini merupakan hari yang membanggakan bagi ku dan segenap tim. Kami mengambil langkah penting lainnya dalam pembentukan klub ini dan hari ini menandai momen penting dalam sejarah klub kami. Ini adalah awal dari perjalanan kami untuk terus membangun menuju laga perdana kami pada 2020,” ucap David Beckham (via espn)

Pada Maret 2020, meski kompetisi sempat terhenti oleh pandemi virus corona, Inter Miami tampak semangat dalam menyambut kompetisi baru mereka. Semangat juang tinggi serta pergerakan yang menjanjikan terus dilakukan oleh klub berjuluk The Herons.

Dalam membentuk skuad mumpuni, mulanya Beckham menunjuk Diego Alonso sebagai nakhoda. Selain itu, Inter Miami juga berhasil mendatangkan pemain potensial seperti Christian Makoun dari Venezuela, Julian Carranza (Argentina), Matias Pellegrini (Argentina), George Acosta (AS), hingga David Norman Junior (Kanada).

Namun sayangnya, ketika kompetisi mulai benar-benar berjalan, kiprah mereka tak sementereng yang diharapkan. Deretan pemain yang didatangkan tidak mampu berbuat banyak hingga menyebabkan klub tak mampu meraih hasil maksimal.

Heboh di Dunia Transfer Dengan Datangkan Pemain Berkelas

Dinilai tim butuh peningkatan, mereka lalu resmi datangkan pelatih baru dalam diri Phil Neville, tepat pada awal Januari 2021 lalu.

Klub tersebut mengatakan bila kedatangan Phil adalah untuk menggantikan peran yang sebelumnya dipegang oleh Diego Alonso. Di bawah asuhan Diego Alonso, Inter Miami hanya mampu finis di urutan ke-10, di Wilayah Timur pada debut di ajang Major League Soccer.

Phil Neville sendiri ditunjuk setelah masa kerjanya bersama timnas wanita Inggris resmi berakhir. Prestasi Phil Neville dalam membesut tim tiga singa ialah berhasil meloloskan mereka ke semifinal Piala Dunia 2019.

Selain mendatangkan Phil Neville sebagai pelatih anyar, sebelumnya Inter Miami juga telah resmi mendatangkan deretan pemain yang sempat menghebohkan dunia. Pertama tentu Blaise Matuidi. Blaise Matuidi yang merupakan pemegang trofi Piala Dunia bersama timnas Prancis resmi didatangkan pada Agustus 2020 lalu. Dengan status bebas transfer, Matuidi diikat Inter Miami sampai setahun kedepan.

Rayuan David Beckham dianggap sebagai rahasia mengapa Inter Miami bisa datangkan Matuidi yang sejatinya memiliki usia belum terlalu tua, yakni 33 tahun. Berbekal pengalaman tampil bersama Paris Saint Germain dan Juventus, Beckham jelas berharap sang pemain bisa menyalurkan kualitasnya dengan baik.

Nama kedua adalah Ryan Shawcross. Ryan Shawcross merupakan pemain yang resmi didatangkan pada 20 februari 2021. Pemain yang telah membela Stoke City pada periode 2008 sampai 2021 itu dianggap sebagai talenta yang akan sangat berguna bagi tim.

Kiprahnya bersama Stoke yang mencapai 401 penampilan membuat Beckham tak ragu untuk memasukkan namanya ke dalam amunisi.

Berikutnya ada nama Gonzalo Higuain, yang kita tahu punya kiprah mengagumkan kala masih tampil di kompetisi Eropa. Bersama Real Madrid, Napoli, dan juga Juventus, Higuain telah tunjukkan kualitasnya dengan sangat baik. Dia telah membuktikan diri sebagai sosok pencetak gol sejati dan dianggap siap berkompetisi di Negeri Paman Sam.

Didatangkan pada September 2020, Higuain dianggap bisa memenuhi kebutuhan klub akan keberadaan penyerang berkelas.

Nama besar terakhir yang tak boleh ketinggalan adalah Kieran Gibbs. Eks penggawa Arsenal ini didatangkan pada Maret 2021. Berkat rayuan David Beckham, pemain 31 tahun ini bersedia meninggalkan West Bromwich Albion dan bergabung dengan Inter Miami.

Gibbs bukanlah nama asing di persepakbolaan dunia, khususnya Inggris. Dia merupakan pemain didikan Arsenal yang pada akhirnya membela klub tersebut selama kurang lebih 10 tahun lamanya. Dengan pengalaman serta bakat yang dimiliki, Inter Miami berharap bisa mendapat banyak keuntungan dari sang pemain.

Performa Jeblok Meski Pengeluaran Besar

Namun tampaknya, bukan hal mudah bagi Beckham untuk membentuk sebuah kekuatan besar di tanah Amerika. Dirinya yang serius dalam membangun tim, khususnya dengan cara datangkan pelatih potensial dan memboyong pemain-pemain berkelas, masih belum cukup untuk membuat nama Inter Miami terbang mengudara.

Pasalnya, performa yang ditampilkan Inter Miami di kompetisi MLS berada jauh dari ekspektasi. Pada musim ini sendiri, mereka bahkan terdampar di dasar klasemen Wilayah Timur.

Memainkan 13 laga dibawah asuhan Phil Neville, Inter Miami menelan sebanyak 8 kekalahan, 3 hasil imbang dan hanya meraih 2 kemenangan. Lebih dari itu, mereka juga kebobolan sebanyak 23 kali.

Dalam 8 kekalahan yang diterima, Inter Miami bahkan mendapatkannya dari 6 pertandingan beruntun, dimana itu langsung menjadi rekor terburuk dari 27 kontestan MLS lainnya.

Sebelum ditahan imbang Philadelphia Union di laga terbaru, Inter Miami bahkan harus menelan kekalahan 0-5 dari New England Revolution.

Usai kekalahan tersebut, Phil Neville selaku nahkoda klub hanya bisa meminta maaf. Dia merasa malu dan menganggap bahwa hasil itu adalah yang terburuk yang pernah dia dapat sepanjang karir kepelatihannya.

Hasil ini jelas sangat mengecewakan bagi seluruh elemen yang berada di Inter Miami. Terlebih menurut laporan Marca, David Beckham selaku pemilik klub telah menginvestasikan banyak uang melebihi tim-tim lainnya, yakni sebesar 16,2 juta dollar Amerika Serikat atau setara 234 miliar rupiah. Jumlah tersebut sudah melebihi Toronto FC dan LA Galaxy.

Saat ini, Beckham dikabarkan masih fokus untuk melakukan pembenahan. Dia akan kembali mengevaluasi kekurangan tim dan akan segera melakukan yang terbaik demi eksistensi klub yang telah dibentuknya.

Keep strong Becks!

Sumber referensi: Libero, Marca, Beinsport, Transfermarkt, Talksport

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *