Beranda blog Halaman 769

Kisah Perjalanan Luar Biasa Steven Gerrard Bersama Rangers

0

Steven Gerrard sukses meraih prestasi membanggakan dalam karir kepelatihannya. Legenda Liverpool itu berhasil mengantarkan Rangers merengkuh gelar Liga Skotlandia musim 2020/21. Klub asuhan Gerrard memastikan diri menjadi juara pada pekan lalu. Itu tak terlepas dari terpelesetnya rival mereka, Celtic yang ditahan imbang 0-0 oleh Dundee United. Di sisi lain, Rangers memetik poin penuh di hari sebelumnya usai menjungkalkan St Mirren 3-0.

Atas tambahan tiga poin tersebut dan tergelincirnya Celtic, Rangers keluar sebagai sang kampiun, meski Liga Skotlandia masih menyisakan enam laga lagi. Dipastikan, perolehan poin Rangers tak mungkin lagi terkejar oleh pesaing terdekatnya.

Keberhasilan Rangers meraih gelar Liga Skotlandia secara otomatis juga semakin melambungkan nama Steven Gerrard di dunia kepelatihan. Meski hanya sebatas Liga Skotlandia, yang pamornya jauh di bawah Liga Primer Inggris, tapi tetap saja itu adalah pencapaian luar biasa bagi Gerrard. Ia meraih prestasi di usianya yang masih 40 tahun. Usia yang masih tergolong muda untuk ukuran seorang pelatih.

Selain itu, kesuksesan Rangers merebut gelar juara juga sekaligus mematahkan dominasi Celtic, yang selama 10 tahun terakhir menguasai jagat persepakbolaan Skotlandia. Perlu diketahui, Celtic tercatat menjuarai Liga Skotlandia selama 10 musim berturut-turut sejak musim 2011/12. Sementara bagi Rangers, terakhir kali mereka juara adalah musim 2010/11 saat dibesut oleh Walter Smith.

Sampai dengan saat ini, Rangers masih tercatat sebagai pengoleksi gelar terbanyak Liga Skotlandia. Gelar di musim ini adalah yang ke-55 kali. Sementara sang rival Celtic baru mendapatkan 51 trofi.

Tak hanya menunjukkan bahwa mereka masih merupakan klub papan atas Skotlandia, gelar juara ini juga membuktikan jika mereka telah bangkit setelah sempat dinyatakan bangkrut pada tahun 2012 lalu.

Kembali ke Steven Gerrard. Kesuksesan yang diraih pada musim ini tidak dilalui dengan mudah. Ia melewati banyak rintangan hingga akhirnya berhasil menaiki podium tertinggi. Gerrard butuh waktu kurang lebih lima tahun untuk mendapatkan trofi pertamanya sebagai seorang pelatih.

Sebelum melatih Rangers, Gerrard yang pensiun sebagai pemain pada 2016, sempat menolak tawaran untuk menjadi pelatih MK Dons (klub League One Inggris). Ia merasa terlalu dini untuk beralih karier ke dunia kepelatihan. Namun, hanya dua bulan setelah menolak tawaran tersebut, mantan gelandang ini menerima pinangan Liverpool untuk menjadi pelatih tim U-18. Dari situ karier kepelatihannya kemudian dimulai.

 

Setelah 3 semester melatih Tim U-18 dan U-19 Liverpool, Gerrard mendapatkan tawaran lain. Pria yang lahir di Whiston, Merseyside, ini diminta untuk jadi pelatih klub asal Skotlandia, Rangers. Kemudian, pada 1 Juni 2018 ia resmi menjadi manajer Rangers.

Kebetulan saat itu Rangers sedang dalam fase pencarian jati diri untuk kembali ke performa terbaiknya. Karena mereka sempat mengalami krisis finansial pada tahun 2012, hal yang membuat mereka terlempar ke divisi tiga Skotlandia. Kendati demikian, Rangers perlahan kembali naik dan pada tahun 2016 mereka promosi lagi ke kasta teratas.

Pengangkatan Gerrard sebagai pelatih pada 2018 merupakan bentuk usaha Rangers untuk kembali menjadi tim yang disegani. Dan benar saja, keputusan Rangers menunjuk Gerrard sebagai juru taktik tidak sia-sia. Selama ditangani oleh Gerrard, Rangers menjadi tim yang tangguh. Hal ini bisa dilihat dari posisi akhir mereka di klasemen.

Pada musim pertamanya melatih Rangers, Gerrard membawa klub asuhannya itu finis di posisi dua. Mereka menorehkan 78 poin berbanding 87 dari Celtic yang keluar sebagai kampiun. Gerrard mampu memperbaiki prestasi Rangers di musim sebelumnya, yang hanya duduk di tangga ketiga dengan terpaut 12 poin dari Celtic.

Sayangnya, Liga Skotlandia musim 2019/20 terpaksa dihentikan lebih cepat karena pandemi. Hal itu membuat petinggi liga akhirnya menggunakan poin per laga sebagai acuan untuk menentukan posisi akhir klasemen. Rangers yang saat itu hanya meraih 2,31 poin per laga harus merelakan Celtic keluar sebagai kampiun karena berhasil meraih 2,67 pon per laga.

Namun, kini keadaan berbalik. Rangers berhasil menjadi juara secara digdaya, meninggalkan Celtic jauh di bawahnya. Sampai dengan matchday ke-32, Rangers belum terkalahkan, meraih 28 kemenangan dan 4 hasil imbang.

Gerrard memang telah banyak melakukan gebrakan penting saat menangani Rangers. Selama tiga musim di Ibrox Stadium, dia mengasah gaya taktisnya, tuntutan untuk berubah membuat Gerrard terus mengembangkan taktiknya. 

Keberhasilan menjadi juara juga terasa istimewa mengingat bahwa skuad yang dimiliki Gerrard terbilang biasa saja.

Dalam bursa transfer musim panas kemarin, Gerrard bahkan hanya menghabiskan dana 9 juta pounds untuk belanja. Pemain termahal yang dibeli hanya senilai 3,5 juta pounds, yakni Kemar Roofe yang didatangkan dari Anderlecht.

Meski begitu Gerrard mampu membuat skuad asuhannya tak terkalahkan. Gerrard tahu bagaimana cara mengkombinasikan para pemainnya.

Skuad musim ini juga masih dihuni oleh veteran-veteran Premier League seperti Steven Davies, Allan McGregor, Jermain Defoe, hingga Scott Arfield. Gerrard memadukan para pemain tersebut dengan dengan pemain-pemain potensial macam Alfredo Morelos, Joe Aribo, Ryant Kent, hingga Ianis Hagi.

Hasilnya, Rangers asuhan Gerrard membuka musim 2020/21 dengan kemenangan atas tuan rumah Aberdeen dengan skor tipis 1-0. Untuk selanjutnya, mereka selalu mencatat hasil positif di tiap laga. Setiap tim yang dilawannya selalu dihabisi dengan skor tanpa ampun. Sebagai buktinya, Rangers membantai Hamilton Academical 8-0 di pekan 14 serta menang 5-0 atas Ross County beberapa bulan berselang.

Yang lebih istimewa tentu saja kemenangan atas rival seumur hidup mereka, Glasgow Celtic di Celtic Park. Pada pertandingan 16 oktober 2020 lalu, Rangers menang 2-0. Kesuksesan mereka hari itu pun datang dengan catatan istimewa lain. Rangers berhasil mencegah Celtic dari mencatatkan tembakan tepat sasaran ke gawang di laga Liga Skotlandia untuk pertama kalinya sejak 2009.

Tak hanya prestasi juara Liga, Gerrard juga mencatat rekor gemilang. Ia memecahkan rekor sebagai pelatih tercepat yang mencapai 150 caps sepanjang sejarah Rangers. Rekor itu terjadi saat Rangers bertemu Ross County pada 23 Januari 2021 lalu. Gerrard hanya membutuhkan waktu 926 hari untuk mencapai jumlah laga yang penting sebagai pelatih kepala, mengalahkan Dick Advocaat dengan hanya selisih satu hari, 927 hari untuk mencapai angka tersebut.

Bersama Rangers, Gerrard biasa menerapkan formasi 4-3-3. Dalam formasi ini,  ia menempatkan Alfredo Morelos sebagai penyerang tengah, dan diapit dengan dua winger yakni Kent dan Hagi. Kent dan Hagi sebenarnya pemain bernomor “10”, keduanya diplot sebagai sayap.

Memiliki dua pemain bertipikal “nomor 10” dalam formasi 4-3-3 membuat shape Rangers berubah menjadi 4-3-2-1 ketika bertahan. Kent atau Hagi jadi ada di posisi yang lebih dalam dari Morales.

Selain pandai dalam meracik formasi untuk timnya ketika menyerang. Gerrard juga lihai dalam meracik formasi ketika timnya diserang. Ia kerap menginstruksikan timnya menerapkan garis pertahanan tinggi. Tujuannya tentu saja untuk membuat jarak antar lini jadi rapat, sehingga meminimalisir ruang yang bisa dieksploitasi lawan.

Hanya saja, dari segi kepemimpinan Gerrard dianggap terlalu pendiam. Bahkan Fabio Capello pernah mengkritiknya karena hal tersebut. Namun jelas itu bukan masalah. Kharisma, ketenangan, serta wibawa Gerrard, jelas sudah terasah. Ban kapten yang melingkar di lengan kirinya selama bertahun tahun menjadi bukti kuat bagaimana dibalik diamnya Gerrard, ada jiwa kepemimpinan yang luar biasa.

Di Rangers, Gerrard membawa itu semua. Gerrard mungkin bukanlah pelatih yang ekspresif di pinggir lapangan. Namun, begitu dalam keadaan tertekan, sang eks kapten Liverpool ini mampu membuat Rangers mengubah situasi dan berbalik menekan lawan.

Melihat perjalanan luar biasa Gerrard bersama Rangers, mungkinkah suatu hari nanti ia kembali ke Liverpool dan menjadi pengganti Jurgen Klopp?

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Sc7ZqYS3HZs[/embedyt]

Status Bintang Tak Jadi Jaminan, Inilah 5 Pemain Yang Jarang Dimainkan Musim Ini

Memiliki pemain bintang tentu menjadi idaman bagi setiap tim sepakbola. Apalagi bila mereka bisa memiliki tidak hanya satu, namun 3, 4, atau bahkan lebih. Akan tetapi ternyata memiliki pemain bintang tak menjamin sebuah klub akan tampil superior. Buktinya ada banyak pemain yang berstatus bintang dalam sebuah tim, namun tidak sedikit dari mereka yang memiliki kesempatan bermain.

Seperti pada bahasan kali ini, starting eleven akan merangkum deretan pemain bintang yang jarang dimainkan musim ini.

 

Javi Martinez

Nama Javi Martinez merupakan pemain yang berhasil meraih trofi piala Eropa U-19 dan U-21 bersama timnas Spanyol. Dia juga sekaligus menjadi penggawa yang mampu menggondol trofi Piala Dunia di tahun 2010.

Pada tahun 2012, dia resmi hijrah ke FC Bayern dari Athletic Bilbao. Sejak saat itu, karirnya dipenuhi dengan piala-piala luar biasa. Dari mulai trofi domestik sampai Eropa, Javi Martinez mampu meraih semuanya. Biaya yang dikeluarkan FC Bayern senilai 40 juta euro ketika itu mampu dibayar dengan baik. Javi Martinez, sudah tampil sebanyak 254 penampilan dan mencetak 14 gol serta sumbangkan 11 assist.

Namun kini, setelah nyaris 10 tahun membela klub Jerman, gelandang yang juga bisa diplot sebagai bek tengah ini tampak kehilangan tempat utama. Potensi besarnya tak dimanfaatkan Bayern. Dia hanya 12 kali tampil dan jarang dijadikan sebagai starter utama.

Kini, kontraknya bakal habis pada akhir musim nanti. Bayern pun tampak belum ingin memberikan tawaran perpanjangan kontrak kepada sang pemain. Maka sejumlah klub besar, termasuk duo Manchester tampak pasang badan untuk bisa menggaet sang pemain. Javi Martinez pun menyambut baik dimana dia sempat berkata ingin memulai tantangan baru di klub lain.

 

Donny van de Beek

Masih segar dalam ingatan ketika nama Donny van de Beek begitu disambut luar biasa oleh para penggemar Manchester United. Pemain muda potensial Ajax Amsterdam itu resmi bergabung dengan klub yang bermarkas di Old Trafford dengan sejuta harapan.

Pemain berusia 23 tahun ini memang mencuri perhatian bersama Ajax dalam dua musim terakhir. Dia merupakan tipe pemain serba bisa. Tercatat dia bisa bisa ditempatkan sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, dan gelandang serang.

Namun sayang, segala harapan pupus dan malah membuat sang pemain murung sepanjang pertandingan. Donny van de Beek belum juga mendapat kesempatan pasti dari pelatih Ole Gunnar Solskjaer. Selama setidaknya 29 pekan, van de Beek hanya tampil selama 90 menit pada pertandingan melawan Southampton saja.

Secara keseluruhan, dia hanya tampil sebanyak 13 kali dan lebih sering duduk di bangku cadangan. Tidak diketahui pasti apa alasan sang pelatih belum memberi kepercayaan baginya, namun yang pasti van de Beek masih diminta untuk terus bersabar dan berusaha keras agar bisa tampil konsisten di tim utama.

 

Isco

Siapa yang berani meragukan kemampuan Isco sebagai seorang gelandang. Dia sudah sangat berjasa bagi Real Madrid dan menyumbangkan banyak piala prestise. Akan tetapi, belakangan, karirnya mulai tak temui arah. Pemain berusia 28 tahun ini jarang mendapat kesempatan pada musim ini.

Isco tidak pernah tampil selama 90 menit penuh dan tak jarang ditempatkan di bangku cadangan. Ia hanya memainkan 16 pertandingan dan sama sekali belum mencetak gol. Apa yang terjadi dengan Isco memang tampak telah menjadi rencana Zidane.

Di lini tengah, Zidane lebih percaya kepada Rodrygo Goes dan Vinicius Junior ketimbang Isco. Namun anehnya, ketika memutuskan untuk pergi, dia tidak diizinkan. Padahal Isco sudah merasa frustasi dan ingin hengkang.

 

Reinier Jesus

Gelandang serang berusia 19 tahun asal Brasil, Reinier Jesus, mengaku tak betah berada dan Dortmund. Dia yang jarang dimainkan ingin segera pergi dari Signal Iduna Park.

Dia merasa tidak mendapat kesempatan lebih dan hanya tampil dalam 110 menit sejauh ini. Selain tidak pernah tampil selama 90 menit lamanya, Reinier Jesus juga tak pernah diplot sebagai pemain starter oleh Dortmund.

Reinier Jesus sendiri merupakan pemain muda potensial yang mulanya tampil spektakuler bersama Flamengo. Reinier mampu mencetak enam gol dalam 15 kesempatan yang dijalani. Dia juga tampil luar biasa bersama timnas Brasil U-17 dan disebut sebut sebagai bintang muda masa depan.

Di usianya yang masih menginjak 19 tahun, Reinier masih punya banyak waktu untuk menentukan masa depannya. Bila dia merasa Dortmund bukanlah tim yang tepat, maka dia bisa kembali ke Real Madrid atau menerima tawaran Real Valladolid yang memberinya tawaran.

 

Dele Alli

Sudah menjadi rahasia umum bila nama Dele Alli tidak merasa betah di Tottenham Hotspurs. Dia bahkan sudah mengirim sinyal bila ingin pergi dan mencari klub baru. Dele Alli sempat tampil mengesankan di ajang Piala FA musim ini. Namun begitu, hal tersebut tidak membuat Jose Mourinho menariknya dari bangku cadangan dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.

Nama Dele Alli sejatinya pernah menjadi andalan selama membela Tottenham. Bahkan dirinya sempat digadang-gadang bakal menjadi bintang besar di timnas Inggris. Akan tetapi, belakangan, performa sang pemain memang sulit temui harapan.

Musim ini sendiri, Dele Alli hanya tampil dalam 8 pertandingan Liga Inggris tanpa memberi kontribusi maksimal. Dia seringkali tidak dimasukkan ke dalam skuad dan tak jarang mendiami bangku cadangan. Hal itulah yang membuatnya terus diterpa isu kepindahan.

Di usianya yang baru menginjak 24 tahun, Alli dipercaya mampu mendapat klub baru dan bisa menemukan kembali performa terbaiknya. Klub asal Prancis, Paris Saint Germain, yang kini dilatih oleh Mauricio Pochettino, dikabarkan terus memantau situasi sang pemain.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=JwtXd9TIN-s[/embedyt]

 

Sumber referensi: HITC

Berita Bola 18 Maret 2021: Mandul! Suarez Terkutuk Di Liga Champions – Neymar Mbappe Goda Messi Gabung PSG – Bayern & Chelsea Lolos

0

Berita Bola Terbaru Hari Ini Kamis, 18 Maret 2021

BANTAH RUMOR TIMO WERNER, TUCHEL : ANDA HARUS BACA BUKU!

Thomas Tuchel menolak berkomentar tentang masa depan Timo Werner di Chelsea. Ia meminta para wartawan untuk “membaca buku” ketimbang membahas rumor transfer. Werner menjalani musim pertama yang sulit di Stamford Bridge sejak pindah dari RB Leipzig pada musim panas tahun lalu. Pemain berusia 25 tahun itu baru mencetak satu gol di Liga Primer pada 2021 dan ia belum bisa menjebol gawang lawan di Liga Champions sejak pertandingan putaran grup lawan Rennes pada awal November lalu.

Sumber : Goal

BOWYER GANTIKAN KARANKA SEBAGAI PELATIH BIRMINGHAM

Klub Championship, Birmingham City punya pelatih baru. Adalah Lee Bowyer yang menjadi pelatih kepala baru untuk menggantikan Aitor Karanka yang mengundurkan diri. Karanka mundur usai tampil buruk musim ini dengan kekalahan terbaru dari Bristol City 0-3. Bagi Bowyer, Birmingham bukan klub yang asing. Ia pernah menjadi bagian dari klub ini sebagai pemain beberapa tahun silam. Bowyer sendiri mendapat kontrak hingga 2023 sebagai pelatih Birmingham.

Sumber : Skysports

WENGER USULKAN PIALA DUNIA DIGELAR DUA TAHUN SEKALI

Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menyarankan FIFA untuk mempersingkat jarak waktu antar gelaran Piala Dunia. Alih-alih terus digelar tiap empat tahun sekali, Wenger berharap, turnamen sepak bola paling bergengsi sejagat itu bisa dihelat tiap dua tahun sekali. Mantan pelatih asal Prancis itu menilai, dengan jarak waktu antar penyelenggaraan Piala Dunia yang lebih singkat, para pemain bisa mendapatkan kesempatan lebih banyak untuk bisa tampil di Piala Dunia. Artinya, tidak perlu menunggu waktu hingga empat tahun.

Sumber : AS

CEDERA, JORDAN PICKFORD ABSEN BELA TIMNAS INGGRIS

Timnas Inggris mendapat kabar buruk jelang kualifikasi piala dunia 2022. Sang penjaga gawang, Jordan Pickford akan absen dalam tiga laga kualifikasi Piala Dunia mendatang setelah menderita cedera otot. Kiper Everton ini mengalami cedera pada babak pertama pertandingan kontra Burnley pada akhir pekan lalu. Pihak klub mengkonfirmasi, Pickford tidak akan pulih tepat waktu saat Inggris bertemu San Marino 25 Maret, Albania tiga hari kemudian dan Polandia pada 31 Maret.

Sumber : Goal

ABRAMOVICH SIAPKAN RENCANA UNTUK BOYONG HAALAND KE CHELSEA

Pemilik Chelsea Roman Abramovich dikabarkan siap menjadikan Erling Haaland sebagai target utamanya musim panas ini. Chelsea bertekad untuk merekrut Haaland musim panas ini mengalahkan rival Eropa mereka dan Abramovich telah mengatakan kepada Thomas Tuchel bahwa klub akan memberikan dorongan yang kuat untuk pemain 20 tahun itu jika mereka lolos ke Liga Champions. Haaland diketahui memiliki klausul rilis dalam kontraknya saat ini senilai sekitar 65 juta pounds, yang dapat dipicu pada Juni 2022.

Sumber : Sportsmole

CHELSEA DAN SPURS BERSAING UNTUK DAPATKAN DYBALA

Dua tim asal London, Chelsea dan Tottenham Hotspur, dikabarkan tertarik memboyong Paulo Dybala dari Juventus pada bursa transfer musim panas mendatang. Mereka disebut bisa mendapatkan si pemain dengan mahar sekitar 50 juta euro atau Rp 859 miliar. Juventus diberitakan siap melepas Dybala karena krisis keuangan yang mereka hadapi. Dilaporkan bahwa Juventus membutuhkan dana segar untuk melakukan peremajaan tim mereka musim depan. Pada awal musim ini saja, Juventus disebut mengalami kerugian sebesar 100 juta euro karena pandemi.

Sumber : History

UKIR REKOR DI BARCELONA, VIDAL BERI SELAMAT KE MESSI

Lionel Messi mencatatkan rekor 767 penampilan untuk Barcelona pada laga melawan Huesca. Hal tersebut membuat Namanya kini sejajar dengan legenda Barca, Xavi Hernandez. Mantan rekan satu tim Messi, Arturo Vidal, memberikannya selamat atas pencapaian tersebut. Vidal menyebut Messi adalah master di dunia sepak bola. Messi adalah pemain terbaik yang ada saat ini. Pemain yang kini bermain di Inter Milan itu juga mengatakan Messi adalah alien dan bagaikan penyihir.

Sumber : Football Italia

PERMASALAHAN FINANSIAL BARCELONA TERUS BERLANJUT

Meskipun sudah dipastikan terpilih menjadi Presiden baru Barcelona, Joan Laporta langsung mendapat masalah. Laporta disebut belum dapat menyerahkan uang jaminan yang diperlukan untuk memegang jabatannya. Uang jaminan tersebut bernilai 124,6 juta Euro atau Rp 2,1 Triliun. Nilai tersebut ditentukan dari 15% anggaran tahunan klub. Direksi baru mendapat waktu selama sepuluh hari untuk menyerahkan uang jaminan tersebut. Laporta dikabarkan masih membutuhkan dana 70 juta Euro agar dapat memenuhi jaminan tersebut.

Sumber : 90Min

FORTNITE BAKAL HADIRKAN SKIN NEYMAR DI SEASON 6

Epic Games selaku pengembang game Fortnite, diyakini bakal menghadirkan karakter baru dalam permainannya. Bocoran kuat mereka siap hadirkan bintang sepak bola asal Brazil, Neymar. Melalui akun Twitter, Fortnite mengunggah video berdurasi 31 detik yang diyakini sebagai teaser untuk menghadirkan Neymar di season 6. Dilaporkan, foto mata satu dalam video digambarkan sebagai maskot tim sepak bola Brazil, Canarinho atau si kenari kecil. Kemudian, ada nomor 10 yang menjadi nomor punggung Neymar saat ini. Lalu, ada gambar jersey yang dikatakan mirip dengan jersey yang digunakan Neymar.

Sumber : Hypebeast

SOAL RONALDO KE MADRID, BUTRAGUENO : KITA LIHAT SAJA NANTI

Legenda sekaligus salah satu Direktur Real Madrid, Emilio Butragueno, tidak menutup kemungkinan kembalinya Cristiano Ronaldo ke Real Madrid. Seperti diketahui, rumor kembalinya Ronaldo ke Santiago Bernabeu berhembus kencang dalam beberapa hari terakhir menyusul kegagalan Juve melangkah ke babak perempat final Liga Champions musim ini. Butragueno menyebut fokus utama Madrid saat ini adalah melangkah jauh di Liga Champions. Soal Ronaldo, ia hanya mengatakan, “Lihat saja nanti”.

Sumber : Football Italia

ZIDANE PUJI PENAMPILAN LUCA MODRIC: SEPERTI BUKAN USIA 35

Real Madrid lolos ke perempat final Liga Champions usai mengalahkan Atalanta. Pelatih Zinedine Zidane memuji penampilan Luka Modric di laga tersebut. Modric membuat assist untuk gol pembuka Madrid yang dicetak Benzema pada menit ke-34. Gelandang Kroasia itu memanfaatkan kesalahan kiper Atalanta Marco Sportiello sebelum memberi bola kepada Benzema. Menurut Zidane, Modric mampu menunjukkan kemampuan kelas dunia meski usianya sudah menginjak 35 tahun. Modric dinilai tidak terlihat berusia 35 tahun ketika beraksi di lapangan.

Sumber : Football Espana

BECKHAM LIRIK MARCELO UNTUK GABUNG KE INTER MIAMI

Marcelo dianggap sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia selama bertahun-tahun. Tetapi musim ini ia tersisihkan di Real Madrid dengan kontraknya akan berakhir pada 30 Juni 2022. Dilansir AS, salah satu pemilik Inter Miami, David Beckham, telah mendekati Marcelo dalam upaya meyakinkannya untuk pindah ke Major League Soccer musim panas ini. Situasi di Madrid tidak ideal untuk Marcelo mengingat dia sudah tidak memainkan satu pertandingan pun selama lebih dari sebulan.

Sumber : AS

ERIKSEN : KJAER BERADA DI TIM YANG SALAH

Pemain Inter Milan, Christian Eriksen, menilai teman dekatnya, Simon Kjaer, ada di tim yang salah. Eriksen pindah ke Inter pada Januari 2020. Dalam proses adaptasinya di Italia, dia melakukannya bersama Kjaer yang berlabuh di AC Milan. Kjaer dan Eriksen merupakan rekan di Timnas Denmark. Kedua pemain telah mencatatkan lebih dari 100 caps untuk timnas “Kjaer banyak membantu saya saat saya tiba di Italia, tapi jelas dia bermain untuk tim yang salah. Bagaimanapun, dia ada di kota tang tepat,” kata Eriksen.

Sumber : Football Italia

BEK INTER MILAN, D’AMBROSIO POSITIF CVD19

Bek Inter Milan Danilo D’Ambrosio positif terpapar virus menular. Hal tersebut diumumkan pihak Inter melalui media sosialnya pada Selasa malam waktu setempat. Pemain timnas Italia berusia 32 tahun itu tengah menjalani isolasi mandiri di rumah setelah hasil tes menunjukkan dia positif terpapar virus dalam putaran tes terakhir Senin pekan ini. D’Ambrosio sebelumnya sempat absen bermain melawan Torino dua hari lalu setelah merasa tidak enak badan.

Sumber : Football Italia

BERNAT PERPANJANG KONTRAK DI PSG

Juan Bernat telah menandatangani perpanjangan kontrak selama empat tahun dengan Paris Saint-Germain. Hal itu memastikan dia bertahan di klub Ligue 1 itu hingga 2025. Kontrak bek kiri Spanyol itu sebelumnya akan habis pada akhir musim ini. Dia bergabung dengan Le Parisien dari Bayern Muenchen pada 2018. Bernat, yang telah bermain 76 kali untuk PSG dan mencetak enam gol, saat ini tengah absen karena cedera lutut sejak September lalu.

Sumber : Marca

HASIL PERTANDINGAN

Bayern Munchen sukses mengalahkan Lazio 2-1 pada laga leg kedua 16 besar liga Champions. Bertanding di stadion Allianz Arena, Bayern memimpin lebih dulu lewat penalti Robert Lewandowski di menit 33. Setelah itu keunggulan mereka bertambah melalui gol Eric Maxim Choupo Moting di menit 73. Lazio lalu memperkecil kedudukan di menit 82 lewat Marco Parolo. Hasil ini membawa Bayern lolos ke babak selanjutnya dengan agregat 6-2.

Pada pertandingan lainnya, Chelsea berhasil mengalahkan Atletico Madrid 2-0 di Stamford Bridge. Dalam laga yang diwarnai kartu merah untuk pemain Atletico itu, Chelsea mencetak gol lewat Hakim Ziyech menit 33 dan Emerson menit 90+4. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan The Blues melaju ke babak 8 besar. Unggul agregat 3-0.

Dari ajang Piala Prancis. Paris Saint-Germain melangkah ke perempat final setelah mengalahkan Lille dengan skor 3-0 di Parc Des Princes. Dua gol PSG dicetak Kylian Mbappe dan satu gol lain diceploskan Mauro Icardi.

Sumber : Livescore

NEYMAR DAN MBAPPE COBA RAYU MESSI UNTUK GABUNG PSG

Dua bintang utama PSG, Neymar dan Kylian Mbappe mencoba membujuk Lionel Messi untuk bergabung ke Les Parisien. Neymar, mantan rekan setim Messi dilaporkan selalu mengirim pesan WhatsApp untuk mencoba membuat La Pulga bergabung dengan PSG. Dan menurut laporan terbaru, Mbappe juga melakukan perannya untuk mencoba meyakinkan Messi. Lewat akun Twitternya, Mbappe memposting foto dirinya dengan Messi disertai emot kekagumannya pada Messi.

Sumber : Barcablaugranes

LAPORTA: MAAF MESSI, AKU AKAN BIKIN KAMU BERTAHAN

Joan Laporta resmi dilantik menjadi presiden baru Barcelona. Dalam pidatonya, ia menegaskan tekadnya mempertahankan Lionel Messi. Mega bintang Blaugrana itu terancam pergi pada akhir musim nanti. Kontrak Messi akan habis, dan belum juga diperpanjang hingga saat ini. Negosiasi pun terus dilakukan, agar Messi mau bertahan di Camp Nou. Laporta pun berbicara langsung kepada Messi, yang turut hadir dalam pelantikannya tersebut. Sambil bercanda, ia menegaskan akan berusaha membuat La Pulga bertahan di Barca.

Sumber : Marca

FIT, IBRAHIMOVIC SIAP TAMPIL HADAPI MANTAN KLUBNYA

AC Milan memiliki tugas menjamu Manchester United dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Eropa. Kabar baiknya, Zlatan Ibrahimovic sudah bisa bergabung dengan skuad lagi untuk pertandingan yang akan dimainkan pada Jumat dini hari nanti. Pada laga leg pertama, Ibra absen lantaran mengalami cedera. Pada akhirnya, Milan pun mengalami kesulitan karena mereka bermain tanpa penyerang tengah murni. Kini, Ibra kembali fit bersama dengan Ismael Bennacer yang juga sudah kembali bugar.

Sumber : Skysports

TEDEN MENGI PERPANJANG KONTRAK DI MU

Manchester United mengumumkan bahwa Teden Mengi telah menandatangani kontrak baru. Hal itu akan membuat Mengi bertahan di klub hingga Juni 2024, dengan opsi untuk diperpanjang satu tahun lagi. Mengi adalah produk Akademi MU yang terkenal dan telah berada di United sejak usia tujuh tahun. Musim ini ia dipromosikan ke tim senior, namun pada Januari lalu pihak klub meminjamkan Mengi ke Derby County hingga akhir musim 2020/21.

Sumber : Manutd

BUKAN KE MADRID, CR7 LEBIH BERPELUANG PULANG KE MU

Cristiano Ronaldo dikabarkan sedang berada di ambang pintu keluar Juventus. Menurut beberapa pemberitaan, CR7 berpeluang kembali ke salah satu mantan klubnya, Manchester United atau Real Madrid. Kabar soal kepulangan Ronaldo ke Santiago Bernabeu cukup ramai dibicarakan. Namun, Bein Sport mengungkapkan kalau peluang peraih lima trofi Ballon d’Or tersebut pindah ke Madrid cukup kecil saat ini. Sebab, presiden Madrid Florentino Perez lebih mengutamakan perekrutan Kylian Mbappe daripada Ronaldo.

Sumber : Beinsport

SAMIR HANDANOVIC DINYATAKAN POSITIF CVD19

Penjaga gawang Inter Milan Samir Handanovic positif terpapar virus menular setelah menjalani tes PCR. Ini terjadi sehari setelah bek Inter Danilo D’Ambrosio dinyatakan mengalami nasib serupa. Inter menambahkan bahwa pemain asal Slovenia berusia 36 tahun itu sudah menjalani karantina di rumahnya. Dan akibatnya, Handanovic harus absen dalam beberapa pertandingan kedepan.

Sumber : Football Italia

AGUERO NGOMEL, JARANG DI OPER BOLA SAAT CITY VS GLADBACH

Sergio Aguero merasa kesal karena jarang dapat bola dari rekan-rekannya di laga kontra Monchengladbach. Pada laga yang dimenangkan City 2-0 itu, Aguero yang baru sembuh dari cedera bermain sejak menit 75. Sayangnya, selama di lapangan, Aguero gagal melepaskan satu pun tembakan ke gawang. Tak hanya itu, Whoscored mencatat ia hanya tiga kali menyentuh bola. Pasca laga, Aguero pun ngomel ke salah satu staf pelatih City saat berjalan ke ruang ganti. Sebagai penyerang, ia merasa tak banyak diberi umpan.

Sumber : AS

TIMNAS BELGIA KE REAL MADRID: JANGAN RUSAK MIMPI HAZARD DI EURO 2021

Tidak hanya Real Madrid, Timnas Belgia juga berharap-harap cemas atas cederanya Eden Hazard. Hazard baru saja dihantam cedera lainnya hanya setelah 15 menit bermain di lapangan. Kini, dokter tim Belgia, Kris van Crombrugge, mencoba menyuarakan pendapatnya soal masalah Hazard. Ia meyakini saat ini Madrid harus mengambil langkah berani untuk benar-benar membereskan cedera Hazard. Baginya sudah tidak ada cara lain. Hazard harus naik ke meja operasi untuk membereskan masalah di pergelangan kakinya. Hal itu dimaksudkan agar tidak memupus mimpi Hazard main di euro 2021 juni mendatang.

Sumber : Goal

MANDUL 2009 HARI, SUAREZ MAKIN TERKUTUK DI LIGA CHAMPIONS

Kegagalan Atletico Madrid di Liga Champions musim ini diiringi oleh bertambah panjangnya durasi kutukan Luis Suarez. Kini Suarez sudah hampir 6 tahun puasa gol dalam partai tandang UCL. Lebih rinci, mantan pilar Liverpool itu telah mengalami paceklik gol tandang selama 2009 hari. Terakhir Suarez mencetak gol tandang di Liga Champions pada 6 september 2015 saat Barcelona bermain 1-1 kontra AS Roma di Olimpico. Setelah itu, nama Suarez lenyap di papan skor dalam 25 laga away Liga Champions, termasuk melawan Chelsea dini hari tadi.

Sumber : Bolasport

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=9yIHIhFBAGs[/embedyt]

Spezia, Penantian 114 Tahun, dan Scudetto Yang Tak Diakui Sejarah

Kompetisi Serie A musim ini kedatangan kontestan baru bernama Spezia. Kompetisi 2020/21 ini menjadi yang pertama bagi Spezia. Seperti diketahui, klub yang bermarkas di Alberto Picco duduk di klasemen ketiga play off, meski kalah dari Frosinone dengan skor 1-0.

Apa yang telah diraih itu pun memberi sejarah tersendiri bagi Spezia. Klub ini pernah bangkrut pada tahun 2008 silam, meski semusim berselang, mereka kembali bangkit dan terus berjuang untuk bisa berkompetisi di level tertinggi. Sempat berganti nama, dari Spezia Calcio 1906 menjadi A.S.D Spezia Calcio 2008, mereka kini berkompetisi di level tertinggi untuk kali pertama, dalam 114 tahun lamanya.

Ya, sejak berdiri pada tahun 1906 silam, Spezia belum pernah sekalipun berkompetisi di level tertinggi Italia.

Spezia punya perjalanan yang begitu panjang ketika menyoal tentang sepakbola Italia. Meski tidak banyak dikenal oleh khalayak, klub tersebut mampu memberi nuansa tersendiri bagi siapapun yang menjadi saksi dari indahnya kompetisi Italia.

Spezia merupakan klub sepakbola yang berbasis di La Spezia, Liguria, Italia. Dalam sejarah perjalanannya, mereka terbiasa dengan kompetisi kasta bawah Italia, dari sejak pertama kompetisi itu digulirkan.

Akan tetapi, meski tergolong ke dalam klub yang banyak diketahui publik, khususnya mereka yang tidak tertarik untuk mengikuti sepakbola Italia, Spezia tetap saja layak dimasukkan ke dalam buku sejarah sepakbola Italia.

Bukan tentang prestasinya di Eropa, atau bahkan banyaknya trofi yang dikumpulkan. Namun dengan satu trofi scudetto yang pernah mereka raih, meski baru pertama kali berkompetisi di Serie A pada musim ini.

Cerita tentang scudetto yang pernah diraih Spezia memang tidak banyak diketahui. Hal itu terasa sangat wajar mengingat mereka hanyalah klub biasa saja, dan yang paling mempengaruhi adalah, FIGC, selaku badan sepakbola tertinggi Italia, tidak pernah mengakui scudetto yang pernah diraih oleh klub yang saat ini dibesut oleh Vincenzo Italiano.

Sejarah memang pernah mencatat bahwa Spezia sempat sekali merasakan gelar juara di kompetisi Italia. Itu terjadi pada kompetisi tahun 1944. The 1944 Divisione Nazionale, atau yang biasa dikenal sebagai 1944 Campionato Alta Italia, merupakan kejuaraan tertinggi sepakbola Italia, yang terjadi pada saat bumi tengah mengalami Perang Dunia Kedua. Ketika itu,, FIGC memutuskan untuk membagi kompetisi Italia dalam putaran regional.

Komisaris baru dari Komite Olimpiade Nasional Italia, Ettore Rossi, ditunjuk untuk mengatur musim kompetisi 1943/44, yang mana kompetisi tersebut memang tidak dikaitkan dengan kompetisi-kompetisi musim sebelumnya.

Spezia yang ketika itu turut berkompetisi juga ternyata tidak benar-benar membawa nama klub. Dikatakan, mereka tidak ikut aktif dalam musim kompetisi tersebut setelah pimpinan klub dideportasi ke Jerman. Kemudian, Giacomo Semorile, manajer terakhir yang menangani Spezia meminta para pemadam kebakaran untuk membentuk sebuah klub dengan para mantan pemain Spezia.

Pada kompetisi itu, Spezia tergabung di grup D bersama di sektor Emilia bersama dengan Corradini Suzzara, Fiorentina, Orlandi Busseto dan Parma. Tak disangka, mereka mampu tampil luar biasa hingga mampu lolos ke putaran final, setelah di putaran pertama mereka berhasil mengoleksi sebanyak 13 poin.

Putaran final ketika itu digelar di Milan, dengan nama Venezia dan Torino sudah menunggu Spezia di putaran terakhir kompetisi.

Ketiga tim tersebut hanya diberi kesempatan untuk tampil sekali melawan tiap tim berbeda. Pada pertandingan pertama, Spezia mampu ditahan imbang oleh Venezia dengan skor 1-1. Namun pada pertandingan kedua, mereka berhasil menguasai pertandingan kala berhadapan dengan Torino. Hasilnya, Spezia keluar sebagai pemenang setelah berhasil menang dengan skor 2-1.

Kepastian juara Spezia lalu ditentukan dengan laga antara Torino melawan Venezia. Mujur bagi Spezia, Venezia yang punya kesempatan untuk meraih gelar juara kalah dengan Torino. Klub yang saat ini berkompetisi di Serie B itu kalah dengan skor 5-2 dari peraih tujuh gelar scudetto.

Melalui hasil tersebut, Spezia berhasil menduduki peringkat pertama dengan perolehan tiga poin, dan diikuti Torino dengan raihan dua poin. Sementara Venezia hanya bercokol di tangga ketiga dengan raihan 1 poin saja. Praktis, mereka pun dinyatakan sebagai peraih gelar juara.

Sayangnya, trofi yang diraih Spezia ketika itu tidak dianggap resmi oleh FIGC, karena federasi sepakbola Italia itu menganggap bila performa seluruh tim tidak maksimal, di tengah masa Perang Dunia. Scudetto yang mereka raih tidak pernah terdaftar di dalam buku sejarah Serie A, hingga tepat pada tahun 2002, FIGC baru memberikan gelar scudetto kepada Spezia.

Akan tetapi, tetap saja, gelar tersebut dianggap tidak resmi dan hanya dinilai sebagai gelar kehormatan. Sebagai penanda bahwa mereka pernah merajai kompetisi Italia, Spezia lalu menyematkan logo scudetto di jersey bagian kanan mereka.

Setelah masa kejayaan di Perang Dunia II tersebut, Spezia tak pernah lagi tampil di level tertinggi. Puncak tertinggi mereka pada era itu terjadi pada tahun 2005 ketika mereka berkompetisi di Serie B. Bahkan seperti yang sudah dijelaskan, mereka sempat mengalami kebangkrutan pada 2008 dan terlempar ke kompetisi Serie D. Beruntung, mereka langsung bangkit dan berkompetisi di Serie C semusim berselang.

Kemudian, pada musim 2011/12, Spezia berhasil promosi ke kompetisi Serie B. Mereka juga berhasil memenangi Coppa Italia Lega Pro, serta menjadi kampiun Supercoppa di Lega di Prima Divisione.

Sejak saat itu, mereka konsisten berkompetisi di Serie B, hingga penunjukkan Vincenzo Italiano pada tahun 2019 lalu menjadi sebuah keputusan brilian. Bersama pelatih berusia 43 tahun tersebut, Spezia mampu berjaya hingga sukses melesat mulus ke kompetisi Serie A.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=zgvuTY6luqU[/embedyt]

 

Sumber referensi: cultofcalcio, indosport, wikipedia,

Alasan Kenapa Banyak Pemain Islandia Akhiran Namanya ‘Son’

Islandia bukanlah negara yang mempunyai sejarah kuat di sepakbola. Meski begitu, timnas Islandia pernah tampil luar biasa di turnamen sekelas Piala Eropa 2016. Tim sekelas Inggris berhasil mereka taklukkan di babak 16 besar lewat kemenangan 2-1.

Timnas Islandia kembali tunjukkan taringnya saat mereka berhasil lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya di Rusia pada 2018. Meski hanya mentok di fase grup, namun kelolosan mereka ke Piala Dunia sudah dianggap sebagai prestasi gemilang.

Meski tak banyak yang bisa diceritakan lagi soal sepakbola dari negara ini. Namun, ada hal lain yang membuat Timnas Islandia begitu spesial, yakni karena negara ini punya komitmen kuat menjaga budaya lokal.

Hal itu bisa dilihat dari uniknya nama-nama orang Islandia. Untuk lebih jelasnya, kita bisa melihatnya dalam daftar timnas Piala Dunia 2018 berikut ini:

(source: Wikipedia)

Jika diperhatikan, hampir semua pemainnya memiliki akhiran ‘Son’. Hal yang sempat membuat para komentator kesulitan saat harus mengucapkan nama para pemain tersebut.

Disini, urusan memberikan nama pada anak memang terbilang agak rumit. Akhiran ‘Son’ di nama para pemain tersebut bukan tanpa alasan. Berbeda dengan negara Eropa lainnya, penamaan anak di Islandia menggunakan pola tradisional. Yang mana, penamaan seorang anak ditentukan oleh latar belakang budaya, atau faktor lainnya.

Di Islandia berpatokan pada hukum patriarki, yakni dengan menggunakan nama depan ayahnya sebagai nama belakang sang anak. Untuk anak laki-laki, namanya wajib diakhiri dengan ‘-son’, sementara nama untuk anak perempuan akhirannya adalah ‘-dottir’.

Karena hal itu, Islandia menjadi negara yang berbeda dengan negara-negara asal Skandinavia lainnya. Jika di negara lainnya kebanyakan nama belakang menggunakan nama keluarga, nama belakang orang-orang Islandia justru menggunakan nama depan orang tuanya.

Mudahnya, jika dibuat formula, maka susunannya adalah:

Nama Depan Anak + Nama Depan Orang Tua + Son/Dottir

Sebagai contoh jika seorang laki-laki bernama Gylfi Sigurdsson, nama depannya adalah Gylfi, sedangkan nama belakangnya, Sigurdsson, berasal dari ayahnya yang bernama Sigurdur Adalsteinsson. Dengan begitu, ‘Gylfi Sigurdsson’ bisa diartikan sebagai ‘Gylfi, putra Sigur’. (Gylfi+Sigurdurs+Son)

Sedangkan untuk perempuan, misalnya saja Jon Einarsson memiliki anak perempuan yang bernama Sigridur. Maka, nama belakang Sigridur adalah Jonsdottir yang berarti anak perempuan dari Jon. (Sigridur+Jons+Dottir)

Kebanyakan penduduk Islandia masih menganut pola pemberian nama yang diambil dari ayah (patronomik). Namun, seiring perkembangan zaman dan maraknya isu kesetaraan gender, warga Islandia mulai menggunakan pola matronmik.

Pola matronmik adalah menggunakan nama depan ibunya sebagai nama belakang anaknya. Misalnya, Heidar Helguson, yang memiliki nama ibu Helga.

Rumitnya urusan penamaan penduduk Islandia, menjadi awal mula pemerintah setempat mendirikan Mannanafnanefnd (manːanapnanemt], read). Mannanafnanefnd  adalah sebuah komite nama di Islandia yang mengurus nama warga Islandia yang disetujui pemerintah.

Untuk prosesnya sendiri, orang-orang Islandia mengajukan nama untuk anak-anaknya pada komite ini. Meski begitu, tak semua nama yang diajukan akan di ACC oleh komite tersebut. Sebab, komite ini punya wewenang untuk meloloskan ataupun menolak permohonan tersebut.

Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi agar nama yang diajukan diloloskan.

Di antara semua syarat, salah satu yang harus digarisbawahi dan diingat betul-betul adalah, nama orang Islandia asli tak boleh mengandung huruf yang tak ada dalam alfabet Islandia, yaitu C, Q, W, dan Z.

Misalnya nama anak yang diajukan adalah “Carolina”, nama ini jelas akan ditolak karena mengandung huruf “C”. Namun, jika diganti dengan nama ‘Karolina’ kemungkinan besar bisa diterima.

Selain itu, dilarang pula menggunakan kata yang tidak sesuai dengan struktur bahasa Islandia. 

Selain nama dari sang ayah ataupun sang ibu, ada pula yang menggabungkan keduanya. Contoh penamaan ini ada pada nama seorang musisi Islandia bernama Orvar Poreyjarson Smarason. Póreyjarson berasal dari nama ayah nya, yakni Þórey dan ibunya Smári.

Nama-nama berakhiran ‘Son’ pada para pesepakbola Islandia terlihat sangat jelas di Piala Dunia 2018 lalu. Di mana dari 23 pemain, hanya ada satu pemain yang namanya tidak berakhiran Son. Pemain tersebut adalah Frederik Schram, sang penjaga gawang ketiga.

Hal ini disebabkan, Schram bukan orang Islandia asli. Ia lahir di Denmark, dan ayahnya pun juga orang Denmark. Hanya ibunya yang orang asli Islandia. Meski begitu, Schram sudah membela Timnas Islandia sejak muda. Pada 2011, ia tergabung dalam skuat Timnas U-17.

Dengan nama-nama yang terbilang sulit untuk dieja, membuat segala urusan yang ada hubungannya dengan nama menjadi agak ribet.

Warga Islandia sendiri menyebut nama seseorang dengan nama depan. Lalu dalam buku telepon diurutkan berdasarkan nama depan. Hal ini berbeda dengan negara di Eropa lainnya, yang biasanya diurutkan berdasarkan nama belakang.

Namun, ketatnya pemberian nama warga Islandia ini bukanlah tanpa tujuan. Orang-orang Islandia ingin agar budaya lokal Islandia – dalam hal bahasa – tetap terjaga.

Selain itu, adanya peraturan ini juga bertujuan untuk mencegah bercampurnya perbendaharaan bahasa Islandia dengan bahasa negara Eropa lainnya. Sebab, bagi warga Islandia, bahasa adalah identitas negara yang harus terus dilestarikan.

Perjuangan Belum Berakhir, Mourinho! Tolong Jangan Ulangi Kutukan Tahun Ketiga

Berbicara tentang dunia manajerial dalam sepak bola, sejatinya hanya perputaran waktu. Dari yang awalnya saling adu musuh, tiba-tiba secara tidak mengejutkan bisa menjadi rekan kerja, dan manager dalam sepak bola pun begitu, hanya tinggal menunggu waktu untuk saling merasakan bagaimana atmosfer melatih suatu klub secara bergiliran.

Seperti kebanyakan pelatih hebat lainnya, seorang Mourinho pun lahir dari pemain lapangan terlebih dahulu. Namun berbeda dengan nama mentereng Pep Guardiola, Zinedine Zidane, ataupun Didier Deschamps yang pada eranya mantan pemain hebat, Mou hanyalah butiran debu alias pemain amatiran. Atau bahasa kasarnya kalau jaman sekarang ya ngampas gitulah. Dia hanya menempuh 7 tahun menjadi pemain sepak bola profesional dan langsung memutuskan pensiun di usianya yang masih terbilang muda, yaitu 24 tahun. Eh itu si Lingard nggak mau pensiun aja apayah? Barangkali bakatnya memang menjadi pelatih. Eits, jangan salah kau, Lingard udah gacor lagi bareng Moyes.

Keputusan yang tepat memang, karena Mourinho menyadari sejak awal bahwa dirinya tidak berbakat menjadi pemain bintang, terbukti dengan dirinya yang hanya mampu memperkuat klub kecil kampung halamannya seperti Comercio e Industria, Sesimbra, Belenenses, dan Rio Ave. Nah yakin deh saya kalian aja nggak pernah denger itu nama-nama klub, mentok klub Portugal yang kalian kenal ya paling Sporting Lisbon, Benfica, sama FC Porto noh yang kemaren baru lolos ke babak perempat final setelah ngalahin Ronaldo CS.

José Mário dos Santos Mourinho Félix menapaki awal karirnya di dunia kepelatihan bermula justru saat dirinya menjadi translator alias penerjemah bagi Sir Bobby Robson di Sporting Lisbon. Ya maklum kan ye, Bobby Robson ini kan orang dari negeri berbahasa Inggris, dan kebetulan emang kaga bisa Bahasa Portugal, sampai datanglah Mourinho membantu dia dengan menjadi translatornya. Karena bagaimanapun faktor bahasa adalah komponen terpenting dalam dunia sepak bola, ya klean bayangin aja pas pelatih ngejelasin taktik pake bahasa yang kaga kita ngarti, pusing lah pasti dan ujungnya bilang, “nggak bisa basa enggres.”

Oke lanjut, saat Bobby Robson hengkang ke FC Porto pun Mourinho juga ikut serta diajak kesana. Nah dari situ Mourinho tidak hanya berperan menjadi translator saja, tapi udah naik kasta cuy jadi asisten pelatih. Nah dari situlah akhirnya Mourinho mulai lebih mendalami dunia kepelatihan cemana.

Lepas dari kampung halaman, Mourinho ikut juga sama Bobby Robson ke Barcelona, dia disana cukup lama bahkan sampai di era Louis Van Gaal. LVG yang pada saat itu merekrut Mourinho menjadi bagian tim suksesnya tidak akan pernah tahu, kalau sosok Mou lah yang nantinya akan menjadi penyebab terpecatnya karir kepelatihan dia di Old Trafford.

Usai menimba ilmu dari ahlinya di Spanyol, Mourinho pulang kampung ke Portugal dan melatih Benfica. Bukan lagi sebagai asisten pelatih, namun menjadi pelatih sesungguhnya. Sayangnya karena konflik dengan petinggi klub, Mou akhirnya hijrah kembali ke FC Porto. Disanalah kegemilangan Mourinho sebagai pelatih mulai diakui dunia, yaitu dengan membawa Porto juara Liga Champions. Gimana nggak gila coba, Porto yang notabene klub underdog di Eropa bisa menjuarai kasta tertinggi itu, asli deh Arsenal mah lewat jauh banget.

Usai mengukirkan kisah indah bersama Porto, Mourinho mulai menjajal ke kompetisi yang cukup kompetitif di dunia dengan menjadi pelatih Chelsea, dimana saat itu The Blues masih anget angetnya karena dapet duit dari sultan Russia dan jadi KKB alias Klub Kaya Baru. Tidak sulit bagi Mourinho, dana transfer yang dituruti pihak manajemen menjadikan dirinya pesaing baru yang merusak kejayaan Manchester United dan Arsenal saat itu.

Bukan Mourinho namanya jika tidak berselisih dengan petinggi klub, usai ribut dengan Roman Abramovich, Mou memilih pindah ke Italia dengan melatih Inter Milan. Ya namanya berlian mau ditempatkan dimana saja tetap akan berkilau, bersama Inter dirinya meraih treble winner yang menjadikan Inter adalah satu-satunya klub Italia yang berhasil treble, juga sejauh ini menjadi klub Italia terakhir yang menjuarai Liga Champions.

Tak berselang lama setelah mengantar Inter juara, Mourinho menandatangani kontrak baru dengan Real Madrid. Balik ke Spanyol dan melatih rival abadi Barcelona yang dulu sempat menjadi rumahnya. Ya bukan Mourinho kalau tidak suka membuat kejutan, alasan dia ke Madrid pun karena sebelumnya ada perselisihan dengan petinggi Inter. Meskipun tidak juara Liga Champions, tapi cukup lumayan juga karena mengantarkan Los Blancos juara La Liga, dimana itu menjadi juara terakhir dan cukup lama bagi Madrid untuk mendapatkannya kembali.

Usai dari Madrid Mourinho balik lagi ke Chelsea. Ya namanya mantan, pas udah balikan paling indah di awal doang kan ya, kedepannya ya jadi nggak seindah dulu. Mourinho akhirnya dipecat, untuk selanjutnya menandatangani kontrak dengan Manchester United, menggusur posisi Louis Van Gaal sang mentor dari kursi manajerial Setan Merah.

Perbedaan filosofi klub, kemauan transfer yang tid ak dituruti, konflik dengan pemain, dan perbedaan pandangan dengan petinggi klub kembali mewarnai perjalanan karir Mourinho di kota Manchester. Meskipun akhir-akhir ini dirinya sempat mengungkapkan bahwa hubungan dia dengan Manchester United sebenarnya baik-baik saja sampai sekarang. Hampir tiga tahun menukangi MU, Mou harus mengakhiri perjalanannya di Old Trafford karena dipecat.

Tottenham Hotspur menjadi klub Inggris ketiga yang merasakan tangan dingin Mourinho. Akhir tahun 2019 lalu Mou resmi melatih Tottenham menggantikan posisi Mauricio Pochettino. Pelatih yang dulu sempat dirumorkan akan menggantikan posisi Mourinho di MU malah sebaliknya, Mou yang menggantikan posisi Poche di Spurs. Lagi-lagi, dunia manajerial di sepak bola itu hanya perputaran waktu.

Perjuangan Mourinho bersama The Lilywhite nyatanya tak semudah bayangan. Sempat superior hingga menduduki posisi puncak klasemen pada awal musim ini, sekarang Tottenham justru terlempar cukup jauh dari zona Liga Champions. Meskipun peluang mendapatkan trofi masih ada juga di Carabao Cup dan Europa League. Hanya tinggal menunggu apakah Mourinho masih bisa mempertahankan eksistensinya sebagai pelatih spesialis trofi, atau mungkin masanya melatih sudah habis dan kutukan tahun ketiga akan kembali terulang?

Memang tekanan di Tottenham Hotspur tentu tak sebesar kala dirinya melatih United yang merupakan klub besar yang sering disorot media, bukan pula seperti Chelsea yang memiliki petinggi super nggak sabaran pake banget, ataupun Real Madrid yang banyak fans-nya cuma mau timnya berjaya. Tapi fakta bahwa Tottenham sudah 13 tahun tidak merasakan gelar juara apapun akan menjadi tantangan dan pressure tersendiri bagi siapapun yang melatihnya.

Hanya tinggal bagaimana baiknya saja buat Mourinho, memilih kompetisi mana yang akan menjadi prioritas. Karena rasanya agak mustahil sekarang jika mau menyapu bersih semua kompetisi. Seperti yang kita lihat, Tottenham baru saja kalah dari Arsenal dan selisih poin dengan zona Liga Champions mencapai enam poin, belum ditambah klub lain yang berpotensi menjadi perusuh, terlampau sulit mengejar empat besar mengingat liga sebentar lagi juga akan usai. Mungkin menjuarai Europa League akan menjadi opsi yang bagus, karena dengan cara itu Tottenham akan merasakan trofi yang lumayan bergengsi bagi mereka sekaligus lolos UCL jalur beasiswa.

Berita Bola 17 Maret 2021: Ibra Comeback ke Timnas – Hengkang Dari PSG, Mbappe ke Madrid – City & Madrid Lolos Ke Perempat final

0

Berita Bola Terbaru Hari Ini Rabu 17 Maret 2021

INGIN PERMANENKAN ODEGAARD, ARSENAL HARUS PENUHI SYARAT INI

Arsenal dikabarkan hanya bisa merekrut pemain pinjaman Real Madrid, Martin Odegaard, secara permanen jika klub London Utara itu memenuhi syarat untuk bermain di kompetisi Eropa. Odegaard, pemain berusia 22 tahun, itu telah beradaptasi dengan baik sejak tiba dengan kontrak jangka pendek dari Madrid pada akhir Januari. Odegaard mencetak gol dalam pertandingan beruntun untuk the Gunners. Arsenal saat ini berada di urutan ke-10 Liga Primer, tujuh poin di belakang West Ham di tempat kualifikasi terakhir Eropa dengan 10 pertandingan tersisa.

Sumber : 90min

GUARDIOLA INGATKAN STERLING SOAL POSISI DI TIM UTAMA

Winger Manchester City, Raheem Sterling, absen dalam dua laga terakhir Manchester City, tepatnya saat membungkam Southampton dan Fulham di pentas Liga Primer Inggris. Pemain asal Inggris kehilangan posisi di tim inti The Citizen usai performa mengecewakan di laga Derby Manchester, awal bulan ini. Guardiola mulai mengingatkan kepada Sterling untuk bisa menjaga level permainannya di level tertinggi agar bisa bersaing dalam perebutan satu tempat di tim inti City.

Sumber : Mirror

BEK MAN CITY, ZINCHENKO INGINKAN 4 GELAR, GUARDIOLA BILANG BEGINI

Bek Manchester City, Oleksandr Zinchenko membuat perkataan mengejutkan. Zinchenko mengatakan dia bisa melihat “mata lapar” di ruang ganti The Cityzen saat mereka mendekati rekor merebut empat trofi dalam satu musim yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, pernyataan pemain asal Ukraina berusia 24 tahun itu langsung menuai teguran dari pelatih asal Spanyol Pep Guardiola. Guardiola lantas menyatakan bahwa meraih empat gelar dalam satu musim adalah khayalan.

Sumber : ESPN

CARRAGHER APRESIASI PERFORMA ARSENAL DI BAWAH KENDALI ARTETA

Pundit Sky Sports, Jamie Carragher, mengapresiasi perkembangan Arsenal di bawah kepelatihan Mikel Arteta. Terutama ketika the Gunners sukses mengalahkan Tottenham 2-1 di derbi London Utara, Ahad (14/3) lalu. Menurut Carragher, meski Arsenal pernah mengalahkan MU dan Chelsea musim ini, kemenangan kontra Spurs yang paling bergengsi bagi Arteta. Carragher menyampaikan, perkembangan yang ditorehkan Arsenal tidak terlepas dari perginya beberapa pemain, seperti Sokratis dan Mesut Ozil ke tim lain. Menurutnya, hal tersebut membuat Arteta lebih leluasa mengatur dinamika pemain di dalam skuad.

Sumber : Skysports

TERLIBAT KASUS KORUPSI, BOS DINAMO ZAGREB MUNDUR JELANG LAWAN SPURS

Persiapan Dinamo Zagreb jelang leg kedua babak 16 besar Liga Europa 2020/21 kontra Tottenham Hotspur mendadak berantakan. Zoran Mamic mundur dari jabatan pelatih Zagreb lantaran tersandung kasus korupsi. Keputusan tersebut diambil hanya beberapa saat setelah pengadilan menjatuhi hukuman 4 tahun 8 bulan kurungan penjara kepada Mamic. Berkas kasus korupsi Mamic sebetulnya sudah dilayangkan ke pengadilan di Kroasia sejak 2018. Namun, vonis yang dijatuhkan awal pekan ini berdampak besar pada persiapan klub Zagreb di Liga Europa.

Sumber : Goal

LIVERPOOL INCAR PAULO DYBALA

Liverpool membuat kejutan setelah dilaporkan bersiap membajak Paulo Dybala dari Juventus pada bursa transfer musim panas 2021. Dybala sendiri di musim ini sering terpinggirkan dari skuad utama Juventus baik karena badai cedera ataupun keputusan tim pelatih. Bahkan karena minimnya menit bermain yang ia miliki musim ini membuat pemain 27 tahun tersebut dilaporkan akan masuk dalam daftar jual Juventus. Mengetahui kondisi Dybala, Liverpool pun berniat memboyongnya. Bahkan, The Reds dilaporkan siap memenuhi angka yang diminta Juventus.

Sumber : Sportsmole

DONNY VAN DE BEEK INGIN TINGGALKAN MU?

Donny van de Beek kesulitan di Manchester United. Ada laporan bahwa gelandang asal Belanda itu ingin hengkang di akhir musim. Menurut laporan, Van de Beek ingin bertemu dengan wakil presiden Ed Woodward di akhir musim. Sang pemain disebut ingin hengkang demi menyelamatkan karirnya. Sejak datang ke MU di musim panas lalu, ia baru bermain 26 kali di semua kompetisi. Namun, cuma 9 kali menjadi starter, dengan dua kali starter cuma ia rasakan di Liga Inggris.

Sumber : Sportsmole

KARIM BENZEMA : BIARKAN ERLING HAALAND KE REAL MADRID

Kalau suatu hari nanti Erling Haaland bergabung dengan Real Madrid, besar kemungkinan dia akan menggantikan Karim Benzema yang sudah menua. Benzema sendiri tidak takut jika pemain asal Norwegia itu datang. Pemain asal Prancis itu bahkan mengizinkan Haaland untuk memperkuat Madrid. Seperti diketahui, dalam beberapa bulan terakhir, Madrid terus dirumorkan dengan Haaland. “Dia mencetak banyak gol untuk timnya. Jika suatu hari nanti dia punya kesempatan untuk datang, biarkanlah dia datang.”ucap Benzema.

Sumber : Marca

SANG AYAH GAGALKAN YOUNGSTER BARCELONA ILAIX MORIBA GABUNG MAN CITY

Ayah youngster Barcelona Ilaix Moriba menyatakan dirinya membatalkan penerbangan ke Manchester tepat ketika sang gelandang akan bergabung ke City pada 2019. Moriba melakukan debut seniornya yang telah lama ditunggu-tunggu untuk Blaugrana pada awal tahun ini, dan pemain 18 tahun itu menjadi sorotan setelah ia mencetak gol pertamanya untuk klub dalam kemenangan 2-0 atas Osasuna pada 6 Maret lalu. Moriba pun digadang-gadang bakal menjadi bintang Barca masa depan. Namun, Ayah Moriba menyebut jalur karier anaknya itu akan berubah menjadi berbeda jika dia tidak melakukan intervensi ketika The Citizens berusaha merekrut sang wonderkid pada dua tahun yang lalu.

Sumber : Football Espana

DARIPADA GABUNG MADRID, IBUNDA MINTA RONALDO PULANG KE PORTUGAL

Cristiano Ronaldo diberi kode oleh ibunya, Dona Dolores Aveiro, agar pulang ke Portugal daripada bergabung dengan Real Madrid. Seperti diketahui, kabar soal masa depan Ronaldo di Juventus kembali mengemuka musim ini. Beberapa klub kembali dihubung-hubungkan dengan rumor kepergian Ronaldo. Salah satunya yakni Real Madrid. Ronaldo memang dikabarkan ingin bereuni dengan Madrid. Namun, Dona tampaknya lebih suka Ronaldo balik ke Portugal. Dona terlihat sudah memegang jersey Sporting Lisbon yang bertuliskan nama Ronaldo dan bernomor punggung tujuh di rumahnya.

Sumber : Bolasports

CAPELLO : ITALIA HARUS BERTERIMAKASIH KEPADA JUVE KARENA MEREKRUT RONALDO

Pelatih yang pernah menangani beberapa klub elite Italia, Fabio Capello, menegaskan klub-klub Serie A seharusnya berterima kasih kepada Juventus karena telah merekrut Cristiano Ronaldo. Pemain asal Portugal itu mencetak hattrick dalam kemenangan 3-1 Si Nyonya Tua atas Cagliari dan membungkam kritik setelah gol ketiganya. “Italia telah menjadi liga terpenting ketiga atau keempat secara global, dan semua klub Serie A lainnya mendapatkan keuntungan dari perekrutan Ronaldo oleh Juventus,”ucap Capello.

Sumber : Football Italia

BENNACER KEMBALI KE SESI LATIHAN MILAN

AC Milan melanjutkan sesi latihan pada hari Senin setelah kekalahan 1-0 di kandang sendiri dari Napoli di akhir pekan. Beberapa pemain Milan terlihat antusias mengikuti latihan. Pada kesempatan tersebut juga terdapat Ismael Bennacer. Gelandang Milan itu kembali berlatih penuh dan bisa memenuhi syarat untuk bermain melawan Manchester United pada Kamis. Ia sebelumnya absen dalam beberapa laga karena cedera otot.

Sumber : Football Italia

IMMOBILE MEMBERIKAN PUJIAN SELANGIT KEPADA LEWANDOWSKI

Ciro Immobile memberikan pujian terhadap striker Robert Lewandowski menjelang laga leg kedua babak 16 besar UCL antara Lazio melawan Bayern yang akan berlangsung Rabu (17/3) malam waktu setempat di Allianz Arena. Immobile mengatakan ia memperhatikan dan mempelajari striker lain dan menegaskan bahwa Lewandowski adalah No.9 terbaik di dunia. Ia kemudian memberikan contoh pelatih Biancocelesti, Simone Inzaghi yang merupakan eks striker yang pantang menyerah meski tidak banyak menyumbangkan gol.

Sumber : Football Italia

YUNUS MUSAH BERKOMITMEN PERKUAT TIMNAS AS

Gelandang muda Valencia, Yunus Musah memilih tidak bermain untuk Inggris dan telah menentukan masa depan internasionalnya bersama timnas Amerika Serikat. Musah yang berusia 18 tahun itu sempat menjadi kapten Inggris dari level U-15 hingga U-18 tahun, dan memenuhi syarat juga untuk bermain dengan timnas Italia – di mana dia tinggal sampai dia berusia sembilan tahun – dan Ghana, negara keturunannya. Namun pada akhirnya dia memilih AS, tempat dia dilahirkan saat ibunya sedang berlibur.

Sumber : Ussoccer

WONDERKID DORTMUND, MOUKOKO DIPANGGIL TIMNAS JERMAN U21

Pelatih Stefan Kuntz telah menominasikan 23 nama untuk Euro U-21 di Hongaria dan Slovenia pada 2021. Salah satu pemain yang dipanggil adalah wonderkid Borussia Dortmund, Yousoufa Moukoko di usianya yang masih 16 tahun. Moukoko bisa menjadi pemain termuda yang pernah tampil di Kejuaraan Eropa U21 ketika aksinya dimulai akhir bulan ini, dengan Kuntz yakin dia bisa membuat tanda di panggung internasional.

Sumber : Goal

HASIL PERTANDINGAN LIGA CHAMPIONS

Manchester City sukses permalukan Borussia Monchengladbach dengan skor 2-0 di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Bertanding di Puskas Arena, City membuka keunggulan lewat aksi Kevin De Bruyne di menit 12. Hanya berselang enam menit, The Cityzen menambah keunggulan melalui gol yang diciptakan oleh Ilkay Gundogan. Atas kemenangan ini, City melaju ke perempat final berkat kemenangan agregat 4-0.

Pada pertandingan lainnya, Real Madrid menghajar Atalanta dengan skor 3-1. El Real membuka kran gol lewat Karim Benzema di babak pertama, sebelum memperbesar keunggulan mereka di babak kedua melalui penalti Sergio Ramos dan gol Asensio. Sementara satu gol Atalanta tercipta berkat tendangan bebas Luis Muriel. Hasil ini membawa Los Blancos lolos ke perempat final dengan keunggulan agregat 4-1.

Sumber : Livescore

ZIDANE : PERMAINAN REAL MADRID HEBAT BANGET

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, memuji penampilan anak asuhnya saat bersua Atalanta. Menurut Zidane, Madrid tampil hebat sepanjang pertandingan. Berdasarkan statistik di situs resmi UEFA, Madrid mencatatkan 56 persen penguasaan bola, berbanding 44 persen milik Atalanta. Selain itu, Los Blancos juga melepaskan 12 tembakan yang enam di antaranya mengarah ke gawang. Di sisi lain, La Dea memperoleh lima peluang bagus dari 13 kesempatan.

Sumber : Football Italia

ATALANTA MARAH WASIT TIUP PELUIT MENIT 44.59 SAAT PELUANG EMAS MURIEL

Atalanta sangat marah ketika wasit meniup peluit babak pertama pada laga melawan Real Madrid. Yang bikin mereka marah, saat itu striker Atalanta Luis Muriel berada dalam posisi nyaris mencetak gol. Atalanta mencatat wasit meniup peluit saat menit 44.59 detik. Dari rekaman terlihat, peluit berbunyi pada saat sebuah operan mengarah ke Muriel, yang memiliki celah terbuka dan bisa berlari masuk ke area penalti. Anggota bangku cadangan Atalanta melampiaskan kekesalan mereka saat itu juga.

Sumber : Dailymail

SIMEONE YAKIN SUAREZ DAN FELIX BAKAL BOBOL CHELSEA

Luis Suarez yang masih paceklik gol dalam Liga Champions dan Joao Felix yang masa depannya dipertanyakan, akan dimainkan sejak awal ketika Atletico Madrid menghadapi Chelsea. Atletico berusaha membalikkan keadaan pada leg kedua babak 16 Besar Liga Champions melawan Chelsea di Stamford Bridge tengah pekan ini. Pelatih Atletico, Diego Simeone yakin Suarez ataupun Felix akan membobol gawang The Blues. “Kini akan menjadi masa yang tepat bagi dia dalam menghentikannya. Mengapa tidak?”ucap Simeone.

Sumber : Skysports

ANTE REBIC DILARANG DUA PERTANDINGAN, DONNARUMMA DIDENDA

Kabar buruk menghampiri AC Milan. Pasalnya, penyerang Ante Rebic dilarang bertanding selama dua pertandingan Serie A dan penjaga gawang Gianluigi Donnarumma didenda atas perilaku mereka saat kalah melawan Napoli dalam laga akhir pekan lalu. Rebic yang diusir keluar lapangan saat-saat terakhir laga yang dimenangkan Napoli 1-0 itu dihukum karena tidak menghormati wasit. Sementara Donnarumma didenda 11.000 dolar AS karena “perilaku mengancam dan ofensifnya kepada anggota tim cadangan lawan”.

Sumber : Football Italia

IBRAHIMOVIC DIPANGGIL LAGI KE SKUAD SWEDIA

Penyerang veteran Zlatan Ibrahimovic dipanggil kembali masuk skuad timnas Swedia untuk kualifikasi Piala Dunia 2022 mendatang. Ibrahimovic dipanggil untuk pertama kalinya setelah pensiun dari timnas Swedia pada 2016. Pelatih Swedia Janne Andersson dengan senang hati menyambut mantan kapten Swedia tersebut. Ibrahimovic sendiri memastikan keputusan membatalkan pensiunnya melalui media sosial dengan mengunggah foto dirinya bermain untuk Swedia, di Twitter dengan keterangan tulisan, “Kembalinya seorang dewa.”

Sumber : Si.com

MU TAKKAN MEMULANGKAN CR7 KARENA SATU ALASAN

Beberapa kabar kerap mengaitkan bintang Juventus, Cristiano Ronaldo, dengan Manchester United belakangan ini. Namun, Setan Merah diyakini takkan merekrutnya di musim panas ini karena satu alasan. Hal itu dikatakan oleh eks Liverpool, Don Hutchinson. Ia tahu mengapa MU takkan merekrut kembali Ronaldo. Pasalnya, klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer tersebut sudah menetapkan bidikannya kepada striker Borussia Dortmund, Erling Haaland.

Sumber : Bola.net

TERGIUR MADRID, MBAPPE TAK YAKIN TERUS BERTAHAN DI PSG

Eks PSG, Jerome Rothen, meyakini Kylian Mbappe tergiur untuk gabung Real Madrid dan itu membuatnya tak yakin untuk terus bertahan di Paris. Seperti diketahui, banyak spekulasi bermunculan soal masa depan Mbappe. Pasalnya ia belum memperbaharui kontraknya di PSG yang akan habis pada 2022. Menurut Rothen, Mbappe memang mengidamkan bermain di Madrid dan selain itu di sana ada sosok idolanya yakni Zinedine Zidane. Rothen tak mau masalah ini terus berlarut-larut. Maka dari itu, ia meminta Mbappe agar segera membuat keputusan terkait masa depannya.

Sumber : Goal

KIPER KELAHIRAN INDONESIA EMIL AUDERO PERPANJANG KONTRAK DI SAMPDORIA

Kiper kelahiran Indonesia, Emil Audero Mulyadi tetap melanjutkan masa depannya bersama Sampdoria. Hal itu setelah ia menekan perpanjangan kontraknya selama lima tahun dengan klub Serie A ini. Audero menimba ilmu di akademi Juventus sebelum merapat ke Sampdoria pada Agustus 2018, dan dipermanenkan dengan dana 20 juta euro pada musim panas tahun lalu. Sejak itu, kiper berusia 24 tahun itu telah memainkan 103 laga kompetitif untuk Blucerchiati. Pihak klub pun segera mengamankan masa depan Audero sebelum berakhir kontraknya Juni 2023.

Sumber : Football Italia

KEYLOR NAVAS DITUDING SENGAJA KALAH DI PERTANDINGAN TIMNAS KOSTA RIKA

Mantan presiden Federasi Sepakbola Kosta Rika menuding Keylor Navas bersama tiga rekannya yang lain dengan sengaja berkomplot untuk kalah dalam laga Internasional. Eduardo Li adalah Eks presiden Federasi Sepakbola Kosta Rika berkata demikian pada Senin lalu. Ia mendakwa Navas dan rekan setim lainnya sengaja kalah demi melihat pelatih asal Kolombia, Jorge Luis Pinto dipecat selepas Piala Dunia 2014 di Brazil.

Sumber : AS

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=xz0ozix2Wws[/embedyt]

Edmundo: Si Binatang Di Kompetisi Serie A Yang ‘Benci’ Italia

Sepakbola Italia pernah begitu berjaya pada era 90 an. Selain karena bakat asli negara tersebut yang sangat mewah, ketika itu juga terdapat pemain-pemain hebat yang berasal dari Amerika Selatan. Ada banyak tim yang mampu tunjukkan konsistensi. Tidak hanya 3 atau 4, tetapi ada 7 tim sekaligus yang bersaing untuk meraih gelar scudetto.

Dalam rentetan tim tersebut, tentu terdapat pemain-pemain yang sangat bersinar. Satu diantara nama yang begitu tenar pada saat itu adalah Edmundo. Nama Edmundo mungkin tidak setenar Ronaldo kala bergabung dengan Inter Milan. Akan tetapi, Edmundo, dengan segala hal yang dimiliki, merupakan salah satu predator yang sangat layak diwaspadai.

Nama Edmundo dikenal bengal. Pria Brasil itu tak hanya garang di dalam lapangan, namun juga di luar lapangan. Dia punya banyak cerita ketika tidak sedang bermain di atas lapangan. Tingkah bengal yang dimiliki membuatnya dijuluki sebagai “The Animal” atau Si Binatang.

Dia garang, tak mau kalah, dan tak kenal ampun. Edmundo pernah diselidiki oleh pihak berwajib setelah kedapatan membanting sebuah televisi di kamar hotel, karena gagal melaksanakan tugasnya sebagai penendang pinalti.

Selain kasus tersebut, masih ada lagi aksi Edmundo yang pada akhirnya membuat komentator sepakbola asal Brasil bernama Osmar Santos, menjulukinya sebagai O’Animal.

Edmundo boleh dikatakan sebagai salah satu bakat terbesar asal Brasil ketika masih berseragam Corinthians. Pada tahun 1996, ketika ia menjalani status pinjaman dari Flamengo, sebanyak 32 gol berhasil diciptakan. Dia memiliki kecepatan, kecerdasan, dan kemampuan luar biasa dalam mencetak gol.

Tak sampai disitu, ketika kembali ke klub Vasco da Gama, dia juga masih terus mampu tunjukkan konsistensi. Dalam 28 pertandingan yang dijalani, sebanyak 29 gol berhasil dia ciptakan. Namun bukan Edmundo namanya bila tidak ada kabar miring yang ia buat. Dalam semusim, Edmundo tercatat telah mendapat sebanyak 7 kartu merah.

Bagi seorang penyerang, catatan tersebut tentu menjadi titik hitam dalam lukisan prestasi indahnya.

Kendati disebut sebagai pemain yang memiliki sikap tidak terlalu baik, apa yang telah diraih Edmundo di klub tersebut mampu membawanya menuju skuad Samba yang tampil di ajang Copa America 1997. Dia mampu mencetak dua gol dan berhasil mempersembahkan trofi Copa Italia untuk Brasil pada edisi tersebut.

Prestasi yang telah diraihnya pun membuat banyak klub diluar Brasil meminati jasanya. Tim asal Italia, Fiorentina pada akhirnya menjadi yang paling beruntung karena sukses dapatkan tanda tangannya. Dia hanya dibayar dengan nilai enam juta pounds. Sementara rekan senegaranya asal timnas Brasil, Ronaldo Nazario, diboyong Inter Milan dengan biaya senilai 25 juta pounds.

Menanggapi hal tersebut, Edmundo mengatakan bahwa dia masih lebih baik dari Ronaldo. Menurutnya, Ronaldo hanya memiliki keberuntungan dan punya sedikit citra positif serta karisma untuk membuatnya tampak indah di mata kebanyakan orang.

“Ronaldo tidak lebih baik dariku,”

“Aku banyak melakukan hal yang lebih baik darinya. Dia memiliki keberuntungan dan disaat yang sama banyak orang yang melihatnya. Dia tampil hebat untuk timnas Brasil, punya sedikit citra positif dan sosoknya karismatik,”

“Tapi itu tidak berarti membuatnya lebih baik dariku,” ucap Edmundo (via pundit feed)

Presiden Fiorentina ketika itu, Vittorio Cecchi Gori, merasa sangat senang dengan kedatangan Edmundo, dan menyebutnya sebagai pemain yang indah seperti kristal dan menakutkan seperti singa.

Namun ternyata bukan hal mudah bagi Edmundo untuk beradaptasi di Italia. Dia yang ketika itu berada dibawah asuhan Alberto Malesani jarang sekali mendapat kesempatan, menyusul terdapatnya nama Rui Costa, Luis Oliviera, Gabriel Batistuta, sampai pemain muda Domenico Morfeo.

Beruntung, timnas Brasil yang ketika itu turut menjadi salah satu tim yang tampil di ajang Piala Dunia 1998 memasukkan namanya ke dalam daftar pemain yang dipanggil. Sayangnya, dia hanya tampil dalam dua kesempatan. Itu pun dia dapatkan dari bangku cadangan.

Meski melewati masa yang tidak cukup menyenangkan, bukan Edmundo namanya bila menyerah begitu saja. Dia yang kembali ke Fiorentina pada akhirnya berhasil menunjukkan kualitasnya dibawah asuhan Giovanni Trapattoni. Mr Trap berhasil membuatnya seperti lahir kembali. Pelatih asal Italia itu dianggap telah berhasil menjinakkan Edmundo dengan membuat sang pemain mampu berada di bawah kendalinya dan tampil sesuai harapan.

Edmundo ditempatkan di posisi lapangan bersama dengan Oliviera untuk membantu serangan yang dipimpin oleh Gabriel Batistuta. Sementara itu, Rui Costa yang menjadi penyihir La Viola berada di posisi tengah untuk memastikan segala serangan yang dibangun berjalan dengan lancar.

Ketika itu,dia mampu mencetak 14 gol dari 38 pertandingan yang dijalani.

Akan tetapi sekali lagi, Edmundo kembali pada sikap yang memang ada pada dirinya. Meski menjadi salah satu pemain paling menakutkan di kompetisi Serie A, dia kembali ciptakan konflik yang kali ini melibatkan pelatihnya.

Ucapan Mr Trap yang disebut telah menjinakkan Edmundo ternyata tidak bertahan lama. Konflik pertamanya bersama sang pelatih adalah ketika ia tidak terima setelah dikeluarkan pada laga melawan AS Roma, dimana Fiorentina sudah memimpin dengan skor 1-0. Dia yang diganti oleh seorang bek merasa kesal. Parahnya lagi, laga harus berakhir dengan kekalahan setelah AS Roma berhasil membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.

Sempat kembali dipercaya oleh sang pelatih, Edmundo sekali lagi berulah. Fiorentina yang saat itu masih memimpin klasemen dalam kurun waktu 30 tahun terakhir harus dihadapkan dengan fakta menyedihkan, dimana penyerang andalan mereka, Gabriel Batistuta, mengalami cedera parah dan tidak bisa diturunkan. Disaat yang sama, Fiorentina harus berhadapan dengan AC Milan yang jadi penantang terkuat scudetto musim 1998/99.

Saat dibutuhkan untuk menggantikan posisi Gabriel Batistuta, Edmundo malah memutuskan untuk pulang ke Brasil, demi bisa mengunjungi karnaval yang diadakan di Rio. Setelah ditelusuri, ternyata Edmundo memang merasa tidak betah berada di Italia. Dia memiliki klausul kontrak yang memungkinkannya untuk kembali ke Brasil kapan saja jika dia mau. Termasuk mengunjungi karnaval Rio.

“Aku akan pergi ke Rio,”

“Tidak ada yang menahanku. Sekalipun ada, aku tetap akan pergi,” (via planet football)

Apa yang dilakukan Edmundo pun membuat gelombang mengejutkan di kompetisi Italia, Hingga seorang jurnalis bernama Giorgio Tosatti menggambarkan situasi Edmundo dengan kalimat,

“Tindakan paling egois yang pernah aku temui dalam kurun waktu 40 tahun terakhir,”

Akan tetapi, seperti yang kita tahu, Edmundo sama sekali tidak peduli.

Seminggu setelahnya, Edmundo kembali ke Italia dan berhadapan dengan Trapattoni. Sang pelatih pun menyebutnya sebagai pemain hebat namun tidak disiplin. Edmundo tetap diberi kesempatan, akan tetapi, meski dia memberikan dampak yang cukup signifikan untuk Fiorentina. Klub berjuluk La Viola melepasnya pada akhir musim dan mengembalikannya ke Brasil.

Sempat kembali ke Italia bersama Napoli, Edmundo langsung pergi dan menjelajah ke banyak klub, termasuk Urawa Reds yang berkompetisi di Liga Jepang pada tahun 2003. Tampaknya, dia memang merasa tidak benar-benar cocok dengan kompetisi Italia.

Pada tahun 2008, Edmundo memutuskan pensiun dari dunia sepakbola. Dia menempatkan Vasco de Gama sebagai klub terakhir yang dibelanya. Dia merasa umurnya sudah tua, dan menganggap bahwa masa itu merupakan waktu yang tepat untuk mulai beristirahat.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=YjTWHsCCDDg[/embedyt]

 

Sumber referensi: punditfeed, indosport, bola okezone, planet football