Hugo Duro, Penyerang Muda Masa Depan Real Madrid
Real Madrid sempat kesulitan mencetak gol dalam beberapa laga setelah ditinggal Karim Benzema yang absen karena cedera. Meski ada beberapa opsi penyerang, menariknya, Zinedine Zidane sempat memasukkan nama striker yang sebelumnya tak pernah terdengar. Dia adalah Hugo Duro.
Pada Februari lalu, Hugo Duro yang baru berusia 21 tahun masuk dalam laga melawan Real Valladolid. Meski tidak mencetak gol, pemain yang masuk menggantikan Mariano Diaz pada menit ke 66 itu, berhasil menunjukkan performa impresif. Di laga itu sendiri, el Real berhasil menang dengan skor 1-0 melalui gol yang dicetak oleh Casemiro pada menit ke 65.
Bagi Hugo Duro hal itu jelas menjadi debut yang sangat mengesankan. Pemain kelahiran 10 November 1999 tersebut mengenakan nomor punggung 34 dan cukup membuat Zinedine Zidane terkesima.
Hugo sendiri sejatinya bukan pemain didikan akademi Madrid. Dia merupakan pemain yang tampil bersama tim Castilla setelah dipinjam dari tim masa kecilnya, Getafe. Kedatangan Hugo Duro menuju tim Castilla merupakan keinginan dari eks bintang Real Madrid yang kini menjadi sebagai pelatih tim muda Real Madrid, Raul Gonzales.
Raul Gonzales ketika itu dikritik tentang performa tim asuhannya yang memiliki kualitas rendah dalam hal serangan. Maka dari itu, dirinya yang melirik Hugo Duro langsung tak ragu untuk mendatangkan sang striker dengan status pinjaman.
Sebelum bergabung dengan Real Madrid Castilla, Hugo Duro yang tampil bersama tim senior Getafe sebanyak 32 kali hanya mampu mencetak sebanyak satu gol saja. Namun begitu, itu tidak menjadi masalah bagi Raul yang mengaku melihat ada sesuatu yang istimewa dari sang pemain.
Keputusan nya untuk membela tim cadangan Real Madrid awalnya sempat dikritik. Hugo Duro dianggap terlalu mengambil resiko dan akan kesulitan mengambil langkah lebih cepat ke level yang lebih tinggi. Kendati demikian, dia percaya diri dengan keputusannya. Dia yakin bila dalam waktu dekat, langkahnya ini akan berbuah manis bagi kelangsungan karirnya.
Kepindahannya ke Real Madrid dengan status pinjaman selama satu tahun telah dikonfirmasi pada Agustus 2020 lalu. Baru bergabung dengan tim Castilla, Hugo Duro langsung mampu mencetak gol di pertandingan pra musim. Kemudian, di kompetisi Segunda B, dimana tim Castilla bermukim, perolehan golnya juga sangat mengesankan. Dari 13 penampilan yang dijalani, pemain bertinggi 1,82 meter ini berhasil mencetak delapan gol.
Gaya bermainnya sangat membuat siapapun terkesima. Dia punya gaya permainan tenang dan finishing mumpuni. Dengan tubuhnya yang cukup berisi, Hugo Duro juga dikenal sebagai penyerang yang kokoh dan pandai melepaskan diri dari jeratan lawan.
Segala yang ada pada dirinya bahkan sampai dikaitkan dengan permainan yang pernah ditunjukkan Raul Gonzales kala masih menjadi pemain. Banyak yang menyebut bila Hugo Duro telah mengingatkan semua tentang sosok Raul.
Selain pandai mencetak gol, Hugo Duro juga memiliki skil dribble luar biasa. Lebih dari itu, dia pandai dalam mengirim umpan dan tak jarang membuat rekan setimnya termanjakan oleh bola-bola yang dikirimkan. Untuk mencetak gol, dia biasanya memanfaatkan kaki kirinya dan juga sundulan kepala.
Selain tampil mengesankan bersama tim Real Madrid Castilla dan sudah memulai debut dengan tim senior Real Madrid di kompetisi La Liga, Hugo Duro juga diberi kesempatan oleh Zinedine Zidane untuk masuk ke skuad Los Galacticos di ajang Liga Champions Eropa.
Di awal musim ini, namanya dimasukkan ke dalam daftar tim senior di ajang tersebut pada laga melawan Inter Milan sekitar November tahun lalu. Hal itu terjadi karena pada saat itu Karim Benzema masih terkena cedera, sedangkan Luka Jovic yang ketika itu masih berada di Santiago Bernabeu masih menjalani masa karantina usai terpapar virus corona. Selain itu, Real Madrid yang memiliki Borja Mayoral lebih memilih untuk meminjamkan sang pemain ke AS Roma.
Meski pada akhirnya tidak mendapat menit bermain, panggilan yang dilakukan tim tetap membuatnya merasa bahagia. Ia merasa dibutuhkan dan percaya bahwa masa debutnya akan datang tidak lama lagi.
Perlu diketahui bahwa selain fokus dalam dunia sepakbola, Hugo Duro juga masih tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Carlos III di Madrid, dengan mengambil program studi permesinan. Oleh karena itu, setelah kembali dari Italia, dia langsung ambil bagian di kelas tersebut pada keesokan harinya. Diambilnya program studi tersebut adalah keinginan dari kedua orang tuanya. Hugo Duro mengatakan bila ia tidak keberatan dan siap membagi fokus antara karir sepakbola dan pendidikan, agar keduanya tidak terbengkalai.
Sebagai bentuk penghargaan atas performa luar biasanya saat diberi kesempatan di kompetisi liga, Hugo Duro langsung mendapat menit bermainnya di kompetisi Eropa. Di laga melawan Atalanta, dia masuk dengan menggantikan Isco. Di pertandingan tersebut, dia tampil sangat mengesankan dan kembali tuai pujian. Kesolidan yang ditunjukkan, serta mencoba untuk terus menampilkan yang terbaik dari setiap peluang yang ada, membuat Hugo Duro mulai dipandang sebagai penyerang yang cocok untuk mengisi slot di tim utama el Real.
Meski tidak mencetak gol, sekali lagi, penampilannya di laga yang dimenangkan Real Madrid dengan skor 1-0 itu cukup untuk meyakinkan banyak orang bahwa dia pantas dipertahankan.
Menanggapi debutnya di kompetisi Eropa, sang agen mengaku senang dan terus mendukung kliennya agar mampu jadi salah satu yang terhebat di dunia.
“Ini adalah pembuktian dari Hugo setelah berani meninggalkan Getafe ke Castilla. Waktu secara perlahan telah menjawab semuanya. Sebagai seorang pemain muda yang memulai debutnya di Liga Champions dengan tim seperti Real Madrid, itu tentu menjadi sebuah impian siapapun, ” ujar sang agen (via the real champs)
Bila performa yang ditunjukkan terus membuat sang pelatih terkesan, maka bukan tak mungkin bila Real Madrid akan mencoba mengikatnya dengan kontrak permanen. Seperti diketahui, Real Madrid punya opsi untuk membelinya secara permanen pada akhir musim nanti.
Klub ibukota mungkin bisa menjadikan Hugo Duro sebagai alternatif, apalagi jika nama Luka Jovic sudah tidak bisa lagi diharapkan. Hugo Duro bisa jadi pilihan kedua setelah Karim Benzema, dan tentunya akan jadi pesaing ketat bagi Mariano Diaz.
Sumber referensi: 90min, republika, the real champs, wikipedia
Pertengkaran Hebat Antara Jose Mourinho Dengan Para Pemain Asuhannya
Jose Mourinho menjadi pelatih yang tak jarang timbulkan cerita kontroversi. Pelatih asal Portugal ini memang telah banyak kumpulkan gelar. Namun sekali lagi, prestasi nya selalu beriringan dengan kesombongan yang terus diucapkan. Selain memiliki sifat arogan, Mourinho juga dikenal sebagai pelatih yang kerap bertengkar dengan anak asuhnya.
Ada beberapa pemain yang mengaku tidak cocok dengan Mou hingga membuat hubungan keduanya merenggang.
Pada kesempatan kali ini, starting eleven akan merangkum pertengkaran hebat antara Jose Mourinho dengan para pemain asuhannya.
Daftar Isi
Pertengkaran Hebat Jose Mourinho Dengan Pemain Asuhannya
Paul Pogba
Ketika kedua pesohor lapangan itu masih sama sama membela Manchester United, ruang ganti tim Setan Merah terasa tidak nyaman. Selain karena performa MU yang kerap dikritik, dalam kubu tim, Paul Pogba dikabarkan berseteru dengan pelatih Jose Mourinho.
Awalnya, Mourinho sempat mencopot ban kapten MU yang semula dipakai Pogba. Hal itu sudah menjadi awal dari perselisihan antar keduanya. Setelah itu, muncul sebuah video yang memperlihatkan sikap tak menyenangkan Mourinho kepada Pogba dalam sesi latihan.
Dalam video yang disebar oleh akun Twitter Sky Sports itu, terlihat Pogba dan Mourinho beradu mulut saat sang pemain datang latihan. Ketika mendekat, tampak Mourinho berbicara sesuatu yang membuat raut wajah Pogba sedikit kesal.
Menurut The Guardian, sikap Mourinho didasari dengan sebuah postingan story instagram Pogba, yang menurut sang pelatih, sangatlah tidak sopan. Pogba dianggap telah mengejek kekalahan Manchester United atas Derby County. Dalam video story tersebut, Pogba terlihat asik tertawa bersama Luke Shaw dan Andreas Pereira, tepat disaat MU menelan kekalahan.
Namun pada akhirnya Pogba menjadi pihak yang tertawa, setelah Mourinho dipecat oleh MU.
Sumber: The Guardian
Pogba vs Mourinho 👀
Winter is coming ❄️
— FOX Soccer (@FOXSoccer) September 26, 2018
Pedro Leon
Nama Pedro Leon mungkin tidak terlalu dikenal oleh khalayak. Namun kisahnya dengan Mourinho tak akan pernah terlupa oleh dunia.
Pedro Leon, dibeli Real Madrid dari Getafe ketika Mourinho sudah menjabat sebagai pelatih el Real. Kedatangannya ketika itu diharapkan mampu memberi dampak positif bagi klub.
Namun begitu, Pedro Leon kesulitan menembus tim utama. Dia selalu gagal di disebut belum mengeluarkan seluruh kemampuannya. Pada akhirnya, sepanjang musim perdananya di Santiago Bernabeu, Pedro Leon hanya tampil sebanyak enam kali saja. Ternyata, masalahnya adalah dia tidak disukai oleh Mourinho.
Hahahahah!!! Jose Mourinho with Raùl Albiol when Pedro Leon scored the late equaliser Vs Milan! pic.twitter.com/ra5SbWoq
— Mohammed (@_MOH__) October 27, 2012
Hubungan antar keduanya menjadi semakin buruk setelah Mourinho memilih untuk tidak memasukkan nama Pedro Leon ke skuad yang berlaga di Liga Champions Eropa. Ketika ditanya wartawan, Mourinho hanya menjawab,
“Kalian berbicara tentang Pedro Leon seolah-olah dia adalah Zidane atau Maradona. Dia bermain untuk Getafe dua hari lalu.”
Karena tidak mendapat kesempatan di Real Madrid, Pedro Leon sempat akan pindah ke Chelsea. Akan tetapi, Mourinho memutus transfernya ke London. Akhirnya, sang pemain dikembalikan ke Getafe.
Satu hal yang tidak dilupakan Pedro Leon lainnya adalah, Mourinho tetap tidak akan memainkannya meski skuad Real Madrid jatuh dalam sebuah insiden pesawat.
Sid Lowe, yang merupakan jurnalis Spanyol, mengatakan,
“Suatu hari, Mourinho mengatakan kepada León bahwa meskipun pesawat tim jatuh tanpa dia di atasnya dan dia menjadi satu-satunya orang yang tersedia, dia tetap tidak akan bermain pada minggu berikutnya.”
Sumber: givemesport
Iker Casillas
Masih di Real Madrid, perseteruan antara Jose Mourinho dan Iker Casillas mungkin tidak akan dilupakan dunia. Casillas menjadi legenda yang tak dihargai oleh Real Madrid. Dia disingkirkan dan dicadangkan dalam waktu yang lama.
Mulai Desember 2012, Casillas dicadangkan dan digantikan oleh Adan. Meski menjadi nama yang tidak dikenal, Mourinho mengaku bila dia mencadangkan Casillas karena masalah teknis. Namun pendukung Real Madrid saat itu tidak lantas percaya. Mereka murka, apalagi Real Madrid menelan kekalahan pada laga melawan Malaga dengan skor 2-3.
Meski sempat kembali, Casillas kembali harus menjadi penghangat bangku cadangan. Mourinho akhirnya mengaku bahwa ia merasa kesal dengan Casillas, setelah menurutnya, informasi klub selalu bocor akibat Casillas yang memiliki pasangan seorang jurnalis.
Mengetahui hal tersebut, beberapa pemain Madrid memilih untuk membela Casillas. Kebanyakan dari mereka menganggap bila Mourinho menjadi pihak yang telah memecah skuad Spanyol.
Akhirnya Mourinho diberhentikan dari jabatannya dan posisi Casillas kembali aman. Malah pada tahun 2014, dia berhasil membawa Real Madrid meraih trofi Liga Champions Eropa ke 10, di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
La Champions nos va a regalar en el Mourinho contra Casillas… Porto vs Chelsea en el grupo G.
MORBO TOTAL. pic.twitter.com/p27McVR7E3
— Los Becarios (@LosBecariosMX) August 27, 2015
Sumber: br football
Luke Shaw
Lagi, pemain Manchester United selain Paul Pogba yang pernah berseteru dengan Jose Mourinho adalah Luke Shaw.
Luke Shaw, semasa berada di bawah asuhan Jose Mourinho, merasa terus tertekan. Dia mengaku kalau sang pelatih kerap memberi kritik yang begitu tajam. Bahkan, Mou juga tak jarang memberi kritik kepadanya secara terbuka melalui media. Lebih dari itu, statusnya di Old Trafford sempat dibekukan pada tahun 2018 lalu.
Alasan Mourinho dalam mengkritik dan sampai membekukan status sang pemain adalah karena Shaw dianggap lemah dalam banyak hal, seperti kebugaran, komitmen untuk berlatih, maupun berat badan.
Shaw bahkan pernah dikritik Mou karena melakukan kesalahan dalam sebuah pertandingan. Ia mempertanyakan berbagai keputusan yang diambil Shaw, dengan menyebut sang pemain perlu mengubah otak sepakbolanya.
Pada musim 2017/18, Shaw hanya tampil dalam 11 pertandingan saja. Namun seiring berjalannya waktu, Shaw memahami apa yang telah diberikan Mourinho. Ia berpesan kepada siapapun harus memiliki kulit tebal bila berada dibawah asuhan Mourinho.
Kini, setelah tidak dilatih Mourinho, Shaw kembali ke performa awal dan tak jarang menjadi andalan United di sisi kiri.
HALF TIME READ –
Jose Mourinho vs Luke Shaw #MUFC https://t.co/XCtrzuXr8G pic.twitter.com/sJG3RFGTb7
— Tifo Football (@TifoFootball_) April 9, 2017
Sumber: The Guardian
Kevin De Bruyne
Kevin De Bruyne pernah berkesempatan jadi bintang di Chelsea, sebelum akhirnya pintu kesuksesan ditutup rapat-rapat oleh Jose Mourinho. De Bruyne tampak masih menyimpan dendam dengan Mourinho. Dia bahkan berani mengungkap apa yang telah membuatnya hengkang dari Chelsea pada tahun 2014 lalu.
Di musim 2013/14, ketika dia pertama kali masuk ke tim utama, Mourinho hanya memberinya sebanyak sembilan kali kesempatan. Dia lalu dilepas k Wolfsburg sebelum akhirnya menjadi bintang di Etihad Stadium.
Menurutnya, Mourinho tidak ingin memberinya kesempatan. Oleh karena itu, dia memutuskan hengkang. De Bruyne bahkan mengaku hanya dua kali berbicara dengan Mourinho, dimana salah satu obrolannya dengan sang pelatih dianggapnya sangat aneh. Mourinho terus membandingkannya dengan pemain lain melalui data yang sangat tidak bisa diterima.
#Jambokenya ndani ya #JukwaaLaMichezo @RadioCitizenFM nilizungumza na Jose Mourinho mara mbili pekee tukiwa @ManCity asema Kevin de Bruyne @sellyamutabi @Nzalambi_Murabu @Melodysinzore @vincentateya pic.twitter.com/Clx3q6KSKI
— philip (@philipmuchiri) April 16, 2019
De Bruyne diminta untuk bermain lebih baik sementara kesempatan yang diberikan tidaklah mencukupi. Maka dari itu, dia lebih baik putuskan hengkang dan mencari klub yang benar-benar menginginkan dirinya.
“Jose memanggil ku pada bulan Desember (2013), dan itu mungkin momen besar kedua yang mengubah hidup ku.”
“Dia memiliki beberapa dokumen di depannya, dan dia berkata, ‘Satu assist. Nol gol. Sepuluh kali merebut bola. Aku butuh satu menit untuk memahami apa yang dimaksud,” ujar Kevin De Bruyne.
“Kemudian, dia mulai membaca statistik gelandang serang lainnya, Willian, Oscar, (Juan) Mata, (Andre) Schurrle. Lalu itu soal raihan lima gol, 10 assist, atau apa pun.”
“Jose hanya menunggu ku untuk mengatakan sesuatu dan akhirnya aku berkata, ‘Akan tetapi, beberapa dari orang-orang ini telah memainkan 15, 20 pertandingan. Aku hanya bermain sebanyak tiga kali. Jadi akan berbeda, bukan?’”
Dari percakapan itulah, De Bruyne memantapkan diri untuk pergi meninggalkan Chelsea.
Sumber: Four Four Two
Kim Min Jae: Superstar Baru Sepakbola Asia
Asia masih terus berjuang untuk menunjukkan eksistensinya dalam dunia sepakbola. Kawasan ini memang sudah banyak telurkan pemain-pemain hebat, terutama yang berasal dari negara Jepang dan Korea Selatan. Kini, setelah sudah ada banyak sekali pemain dari dua negara tersebut yang mengirim perwakilannya ke Eropa, muncul satu bakat lagi yang diciptakan Negeri Ginseng.
Adalah Kim Min Jae. Pemain berusia 24 tahun yang berposisi sebagai bek itu sudah diincar oleh klub Inggris, Tottenham Hotspurs. Jose Mourinho sudah memasang ancang-ancang untuk merekrut pemain tersebut. Sang pemain dinilai punya profil yang tepat untuk mengisi skuad Lili Putih. Dikabarkan, Mou sudah memasang mata terhadapnya sejak 2020 lalu.
Kemudian ada lagi klub Inggris yang begitu meminati jasanya, yaitu Everton. Tak hanya Everton, beberapa klub lain seperti Watford, Chelsea, Southampton, RB Leipzig, Porto dan PSV Eindhoven juga meminati bek Timnas Korea itu.
Kim Min Jae lahir di Tongyeong. Bakat sepakbola Kim hadir dari orang tuanya, dimana dua orang yang telah merawatnya sejak kecil tu memang sudah akrab dengan dunia olahraga. Kim memulai karir sepak bola mudanya dengan klub sepak bola Sekolah Dasar Tongyeong. Setelah melewati beberapa tim muda, Kim lalu bergabung dengan Yeoncho Middle School dan Suwon Technical High School yang telah menghasilkan banyak pemain internasional termasuk Park Ji-sung.
Pada tahun 2016, Kim lalu bergabung dengan Gyeongju KHNP. Baru bergabung dengan klub tersebut, Kim sudah bermain dalam 15 pertandingan sebagai starter.
Lalu tepat pada akhir 2016, Jeonbuk Hyundai Motors mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mendapatkan tanda tangan Kim Min Jae. Kim memakai nomor punggung tiga dan memulai debut di laga derby melawan Jeonnam Dragons.
Di musim pertamanya bersama Jeonbuk Hyundai Motors, Kim Min Jae bermain dalam 29 pertandingan, mencetak dua gol, mendapat sembilan kartu kuning dan mengoleksi satu kartu merah. Berkat penampilan impresifnya, Kim berhasil mendapat penghargaan K League Young Player of the Year.
Spurs are being linked with a South Korea 🇰🇷 mate of Sonny “ The Monster” Kim Min Jae 6ft 3 and 23 yrs old with already 30 caps for his country. He has had a meteoric rise through Asian football. Being K league young player of year then Getting move to Chinese super league 1/2 ⚽️ pic.twitter.com/zTV6VkHYgR
— TAS⚽️ (@coys100) June 22, 2020
Setelah selama semusim lagi bermain untuk Jeonbuk Hyundai Motors, Kim bergabung dengan Beijing Guoan pada Januari 2019. Berbekal gelar juara Liga Korea tahun 2017 dan 2018, Kim dengan percaya diri bergabung dengan klub yang berkompetisi di Liga Super China.
Kim Min Jae merupakan pemain yang berposisi sebagai seorang bek dengan tinggi 190 cm. Oleh karena itu dia dijuluki sebagai monster. Tak hanya tubuh tinggi besar saja, dia juga selalu sigap dalam menjaga pertahanan. Berbagai serangan kerap dihalau. Dia tidak menghiraukan seberapa hebat serangan sampai berhasil mendapatkan bola dari genggaman lawan.
Menurut laporan Stewart Brown dalam laman resmi yang mengkhususkan kepada analisis atau pantauan kepada pemain sepak bola, Kim Min-Jae memang merupakan tipe bek tengah modern.
“Hal yang paling dapat dilihat dari kelebihan Kim adalah keinginan untuk mendapatkan bola. Dengan kiper atau bek tengah dalam penguasaan bola, dia selalu membuat opsi untuk menerima bola,” tutur Stewart.
Dengan tinggi tubuh yang dimiliki, Kim juga kerap memenangi duel udara. Dia selalu berada lebih tinggi dari lawan tak ragu untuk melancarkan terjangan.
Lebih hebatnya lagi, meski punya tinggi tubuh yang cukup memberatkan, Kim punya kemampuan terbaik untuk membangun serangan dari belakang. Dia pandai mengoper bola untuk menerobos garis permainan lawan.
Dengan kemampuan sehebat itu, wajar bila banyak tim Inggris yang meminatinya.
Kim Min Jae, yang kini baru berusia 24 tahun, juga sudah turut andil membela timnas Korea Selatan. Dia sudah masuk ke timnas sejak U20 sampai ke timnas senior pada tahun 2017 silam.
Tepat pada 14 Agustus 2017, Kim Min-jae masuk ke dalam skuat Korea Selatan untuk melakoni laga kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 melawan Iran dan Uzbekistan. Lalu pada 31 Agustus 2017, Kim melakukan debut internasionalnya di laga melawan Iran, dalam kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018. Di pertandingan tersebut, Kim menunjukkan performa yang sangat luar biasa sebelum akhirnya digantikan oleh Kim Ju-young ketika laga tersisa enam menit lagi.
Pada pertandingan berikutnya melawan Uzbekistan, Kim bermain penuh. Selama dua pertandingan yang dilakoni, Kim berhasil mencatatkan clean sheet. Berkat andilnya itu pula, Korea Selatan berhasil masuk ke ajang Piala Dunia 2018, dimana itu menjadi edisi kesembilan kalinya bagi Negeri Ginseng secara berturut-turut.
Satu momen yang tak kalah penting bagi Kim kala membela timnas Korea Selatan adalah, dia turut menjadi bagian dari tim yang berhasil mengalahkan Jepang di partai puncak Asian Games dengan skor 2-1. Sebagai hadiah dari prestasi itu, Kim dan rekan-rekan setimnya dibebaskan dari tugas wajib militer
Pada saat membela timnas Korea, ada kemampuan Kim Min Jae lainnya yang mulai dipahami. Yaitu, dia begitu mahir dalam membaca serangan lawan. Kemudian, dia juga memiliki akurasi umpan jauh yang menakjubkan. Lebih dari itu, sapuan bersihnya di lini pertahanan semakin menunjukkan bahwa dirinya layak disebut sebagai salah satu pemain potensial asal Asia.
Namun dibalik prestasi dengan kemampuan brilian yang dimiliki, sosok Kim Min Jae juga pernah terlibat dalam sejumlah kontroversi. Dalam sebuah kesempatan, Kim Min Jae pernah mengkritik rekan setimnya secara terang-terangan kepada media, dimana itu langsung disebarkan oleh media Korea. Walhasil rekan setimnya yang terkena kritik itu pun marah.
Tidak hanya itu, Kim juga pernah mengkritik standar sepak bola China yang terkenal hanya karena banyaknya pemain impor.
Beberapa kritik yang disampaikan secara terang-terangan kepada media itu pun lantas dianggap sebagai pertimbangan bagi klub yang ingin merekrutnya.
Sumber referensi: cheapgoals, bolabob, bolaskor, wikipedia
