Harga Pemain Sepak bola Liga Indonesia Mahal, Kok Bisa?

spot_img

Sebagai pemain sepak bola profesional tentu memiliki nilai transfer adalah hal mutlak. Begitu pula liga yang mengklaim liga sepak bola profesional pasti akrab dengan istilah transfer pemain. Maka, jangan dikira hanya liga-liga Eropa saja yang mengenal istilah bursa transfer, pun soal harga pemain yang mahal. Liga Indonesia, entah Liga 1,2, dan 3 juga memiliki pemain-pemain dengan nilai transfer yang melangit.

Sebut saja sosok Mark Klok. Pemain yang awalnya bermain untuk PSM Makassar lalu pindah ke Persija Jakarta, dan kini berseragam Persib Bandung itu memiliki nilai transfer Rp 8,3 miliar. Asnawi Mangkualam, pemain PSM Makassar yang kini merumput di Liga Korea Selatan bersama Ansan Greeners mempunyai nilai transfer sekitar Rp 6,1 miliar atau 4,2 juta dolar.

Salah satu jebolan akademi Persib Bandung juga dihargai mahal. Adalah Febri Hariyadi yang nilai marketnya mencapai Rp 5,6 miliar. Nilai transfer Febri mirip dengan Evan Dimas Darmono, pemain Timnas Indonesia yang kini juga bermain untuk Bhayangkara FC. Kalian tentu akan bertanya kenapa harga pemain Liga 1 Indonesia bisa memiliki harga semahal itu?

Faktor yang Mempengaruhi

Nilai transfer pemain-pemain di Liga Indonesia dipengaruhi oleh berbagai faktor hampir sama dengan liga-liga lain, termasuk liga top Eropa. Salah satunya adalah umur. Jika pemain tersebut usianya sudah 30 tahun ke atas, nilai marketnya bakal menurun. Ya mungkin karena kalau di Liga Indonesia usia segitu tenaganya sudah mengkis-mengkis.

Belum lagi, Liga Indonesia juga begitu ganas untuk diarungi. Itu karena di dalamnya tidak hanya pemain sepak bola, para jagoan karate sampai master kungfu juga ada. Kalau nggak percaya tanyakan saja pada pemain PSG Pati.

Well, selain faktor usia, statistik juga tak kalah jadi pertimbangan harga pemain di Liga Indonesia. Gol, menit bermain, jumlah kartu, sampai seberapa sering ia dijadikan Starting XI. Mari kita ambil contoh Osvaldo Haay.

Pemain Timnas Indonesia itu kini memperkuat Persija Jakarta setelah hengkang dari Persebaya Surabaya awal 2020. Pemain asal Jayapura itu memiliki nilai jual sekitar Rp 5,6 miliar. Harga tersebut dianggap sebanding dengan kualitasnya.

Osvaldo tampil impresif kala berseragam Persebaya. Ia tidak pernah melewatkan sedikitnya 48 pertandingan bersama Tim Bajul Ijo. Dari situ, Osvaldo mengemas 16 gol dan 7 asisst. Ketika bergabung ke Persija, Osvaldo pun belum kehilangan daya magisnya.

Ia bahkan sukses mengantarkan Macan Kemayoran menjuarai Piala Menpora tahun 2021. Kendati bersama Persija per 22 September 2021, ia baru tampil sebanyak 13 kali dan mencatatkan 4 gol dan 2 asisst. Kelihatan sedikit? Memang, tapi itu bukan karena performa Osvaldo buruk, tapi karena Liga Indonesia saja yang sempat mangkrak. Nilai transfer Osvaldo tersebut bahkan naik dari Rp 5,21 miliar saat memperkuat Persebaya.

Bagaimana Klub Membayar Gaji Pemain?

Sudah pasti dengan mahalnya nilai pemain sepak bola di Liga Indonesia, muncul pertanyaan bagaimana suatu klub Indonesia mampu membayar gaji para pemain? Bukankah banyak dari klub-klub di Liga Indonesia punya keadaan finansial yang kurang dari cukup?

Seperti di liga lain, klub-klub di Liga Indonesia tentu saja memiliki pendapatan. Meskipun soal jumlah dan apalagi  menajemennya masih acak adut. Itu bisa diurus nanti-nanti saja. Lantas, dari mana sumber pendapatan klub-klub di Liga Indonesia?

Yang jelas sama seperti di liga-liga Eropa. Persija, Persebaya, Persib, Madura United, Bali United, Persis Solo, dan sebangsanya memperoleh pendapatan dari sponsor, apparel, penjualan merchandise, penjualan tiket, subsidi liga, sampai hak siar. Tapi soal jumlahnya tolong jangan disamakan dengan Serie A atau Eredivisie Belanda.

Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda mengatakan tidak banyak klub-klub sepak bola di Indonesia yang berhasil menjual merchandise sampai diangka Rp 1 miliar. Pemasukan dari sponsor juga masih sedikit, yaitu sekitar Rp 10 miliar dan itu hanya beberapa klub saja. Subsidi dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru juga sedikit. Angkanya jika ditambah dengan hak siar paling besar Rp 7,5 miliar untuk masing-masing klub.

Padahal meski tak begitu masif dipublikasikan, namun gaji pemain di Indonesia terbilang mahal-mahal. Gaji mereka antara Rp 4 juta-Rp 300 jutaan per bulan. Fyi aja, Evan Dimas kabarnya mengantongi Rp 250 juta sebulan. Tak mengherankan jika klub-klub Indonesia akhirnya memilih jalur suram dengan menunggak gaji pemain.

PSM Makassar pernah menunggak gaji 17 pemainnya. Tak tanggung-tanggung total gaji pemain yang nunggak senilai Rp 5,8 miliar yang untungnya sudah dilunasi. Persekat Kabupaten Tegal tercatat juga pernah menunggak gaji 7 pemainnya senilai Rp 218 juta. Klub Liga 2 Indonesia lainnya sekaligus salah satu tuan rumah Liga 2, Kalteng Putra pun masih menunggak gaji pemain. Mereka dibatasi waktu sampai 10 Oktober 2021 untuk melunasi tunggakan gaji pemain.

Kendati begitu, ada juga klub-klub Indonesia yang pelan-pelan menapaki kondisi finansial yang mumpuni. Gelagat itu muncul ketika para pebisnis merambah ke industri sepak bola tanah air. Seperti Kaesang Pengarep, Erick Thohir, dan Kevin Nugroho yang membeli Persis Solo. Pesohor YouTube, Atta Halilintar dan Putra Siregar juga membeli PSG Pati.

Lalu ada artis papan atas Indonesia, Raffi Ahmad dan rekannya, Rudi Salim yang membeli Cilegon United dan kini resmi berubah menjadi RANS Cilegon FC. Klub tersebut, berdasarkan catatan Ilhamzada di Fandom konon mendapat gelontoran dana senilai Rp 300 miliar hanya untuk membangun akademi.

Hamka Hamzah, salah satu pemain RANS Cilegon FC bilang bahwa Raffi Ahmad CS tak pernah absen membayar pemain. Jadi walaupun kompetisi belum dimulai RANS Cilegon tetap rajin membayar gaji para pemainnya. Hebat bukan?

Jadi, bagaimana menurutmu football lovers? Cocok kah nilai transfer pemain-pemain di Liga Indonesia dengan kualitas yang mereka tawarkan?

Sumber referensi: unair.ac.id, jawapos.com, sportstars.com, fandom.id, football5star.com, tempo.co.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru