Harap-Harap Cemas Menanti Magis Lionel Messi

  • Whatsapp
Harap-Harap Cemas Menanti Magis Lionel Messi
Harap-Harap Cemas Menanti Magis Lionel Messi

Bursa transfer musim panas tahun ini dibuat megah dengan terlibatnya kepindahan banyak pemain bintang. Satu yang sempat menyita perhatian dunia adalah kedatangan Lionel Messi ke Paris Saint Germain. Sejatinya, langkah Messi dalam memilih bergabung dengan PSG sudah bisa ditebak. Barcelona yang masih kesulitan finansial hingga tak mampu melawan regulasi La Liga harus rela kehilangan sang pemain andalan. Lalu, siapa yang berani mengambil bakat Messi dengan gaji tinggi selain PSG?

Klub kaya raya yang telah buktikan diri sebagai yang paling mumpuni soal gaji, tak mau berlama-lama lewatkan kesempatan untuk menggaet Messi. Jadilah pada musim panas kemarin, Messi bergabung dengan PSG.

Bacaan Lainnya

Euforia kepindahan Messi ke PSG dirasakan oleh seluruh elemen klub, meski di sisi lain kabar itu juga sekaligus membuat penggemar Barcelona menangis.

Setelah resmi diperkenalkan sebagai bintang baru tim asal Prancis, satu hal selanjutnya yang paling dinanti tentu debut sang pemain. Sayangnya, hal tersebut tidak lekas terjadi. Ada beberapa hal yang mendasari dipinggirkannya Messi dari skuad Les Parisians. Pertama Pochettino ketika itu memang masih belum yakin untuk langsung menurunkan Messi. Kedua, Messi memang tengah sibuk dengan panggilan tim nasional Argentina di ajang Internasional.

Kemudian pada pekan keempat Liga Prancis, Messi akhirnya dimasukkan Pochettino ke dalam skuad PSG yang akan berlaga pada pertandingan melawan Reims. Kabar dimasukkannya Messi ke skuad PSG pada akhir Agustus itu pun langsung menarik atensi yang begitu besar, khususnya yang datang dari para penggemar.

Dilaporkan oleh Mirror, lebih dari 10,5 juta pemirsa menonton tayangan laga Stade Reims vs PSG. Angka itu lantas menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penayangan Liga Prancis di Negeri Mode. Tak hanya itu, dari Negeri Matador, pertandingan yang membawa serta nama Messi yang melakoni debut juga memecahkan rekor penonton.

Melalui saluran televisi terestrial Telecino, rata-rata ada 2,2 juta penonton di Spanyol yang menyaksikan laga debut Lionel Messi di Liga Prancis.

Debut Biasa-Biasa Saja dan Belum Bisa Cetak Gol

Namun begitu, pada pertandingan yang digelar di Stadion Auguste Delaune tersebut, Messi tak langsung ambil bagian sejak menit awal. Setidaknya hingga babak pertama berakhir, Pochettino masih belum mau menurunkan Messi ke pertandingan. Lalu tepat pada menit ke 66, Messi akhirnya masuk menggantikan Neymar Jr.

Seakan masih diminta untuk terus bersabar dengan ledakan yang telah disiapkan, para penggemar khususnya yang datang langsung ke stadion tidak langsung dijejali dengan aksi magis Messi.

Jadi dari situ, setidaknya ada beberapa tahapan yang membuat penonton harap-harap cemas dalam menanti aksi spektakuler La Pulga. Pertama, sejak didatangkan PSG Messi tak langsung bisa melakoni debut. Kedua, pada laga dimana dia dimasukkan ke dalam skuad, bangku cadangan masih menjadi teman setianya.

Kemudian, saat riuh penonton mengiringi langkahnya masuk ke dalam pertandingan dalam balutan jersey PSG, sebuah aksi spektakuler yang dinanti juga urung ditunjukkan. Debut Messi dengan kostum PSG terbilang biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa, selain sumringah nya ekspresi para suporter yang tampak tidak memikirkan apa-apa selain melihat sang legenda tampil untuk tim kesayangan.

Dalam laga tersebut, selain kegagalannya dalam membentuk kerja sama apik dengan Kylian Mbappe, nyaris tidak ada sesuatu yang spesial yang ditampilkan Messi.

Melempem nya performa Lionel Messi tak hanya terjadi pada laga debut saja. Pada pertandingan-pertandingan berikutnya, dia juga belum bisa ciptakan sesuatu yang memesona seperti yang biasa ditunjukkan ketika tampil dalam balutan jersey FC Barcelona.

Pada laga Ligue One berikutnya melawan Clermont, Messi tidak memiliki kesempatan untuk tampil karena baru saja melakoni laga Internasional bersama timnas Argentina. Bahkan tidak hanya dirinya saja yang absen, namun ada Neymar hingga Angel Di Maria yang memiliki alasan yang sama.

Berlanjut ke kompetisi Liga Champions Eropa, sebuah hasil mengejutkan didapat Paris Saint Germain. Bertandang ke Stadion Jan Breydel markas Club Brugge, PSG secara mengejutkan hanya tampil sama kuat 1-1 dengan statistik tidak biasa. Mereka harus rela digempur dengan sebanyak 16 tendangan dimana 7 diantaranya mengarah ke gawang.

Meski penguasaan bola Brugge hanya mentok di angka 36% saja, nyatanya jumlah total 9 tendangan yang dilancarkan PSG tak mampu membuat tim tuan rumah merana.

Satu sorotan lagi-lagi tertuju pada sosok Lionel Messi.

Messi yang diprediksi bakal mengamuk di kompetisi yang sudah biasa ditemui benar-benar gagal tunjukkan sesuatu yang istimewa. Tampil 90 menit lamanya, peraih trofi Copa America bersama timnas Argentina ini hanya mampu melepas tiga tembakan dengan satu diantaranya mengarah ke gawang.

Bukannya mencetak gol, Messi juga malah mendapat kartu kuning, usai melakukan pelanggaran keras terhadap pemain lawan, Mats Rits.

Buntut dari performa yang jelas mengecewakan itu, Messi langsung mendapat kritikan, tak terkecuali dari Michael Owen. Eks bintang Real Madrid itu bahkan berani mengatakan bila kehadiran Messi justru membuat PSG lemah. Menurutnya, Messi dinilai tak terlibat dalam proses tekanan yang dilakukan PSG dan hanya membuat tim jadi tak seimbang.

Lebih dari itu, Owen berujar bila pembelian Messi yang dilakukan PSG hanya sebatas kepopuleran belaka dan tak berdampak pada performa di lapangan sesungguhnya.

Belum lama ini, performa Lionel Messi juga terganggu dengan sikap kontroversial nya kepada sang pelatih, Mauricio Pochettino. Di laga melawan Lyon, La Pulga terlihat sangat kesal ketika ditarik keluar oleh pelatih asal Argentina tersebut. Eks penggawa Barcelona itu menolak jabat tangan Pochettino dan memilih untuk langsung duduk di bangku cadangan.

Seusai laga, Pochettino mengaku bahwa dia ingin memanfaatkan kedalaman skuad yang ada. Menurutnya, pilihan tersebut memang akan timbulkan pro kontra. Namun dia yang merupakan pemegang kendali skuad dan tahu betul kondisi anak asuhnya, meminta semua untuk menghargai keputusannya.

Meski pada akhirnya PSG berhasil memenangkan laga tersebut lewat gol Mauro Icardi di akhir pertandingan, belum moncernya performa Messi masih menjadi perhatian semua pecinta sepakbola. Apalagi, Cristiano Ronaldo sebagai pesaingnya sudah lebih dulu ciptakan ledakan mematikan bersama Setan Merah. Dia yang baru bergabung beberapa minggu lalu sudah berhasil mencetak gol dalam setiap laga yang dijalani.

Sedikit banyak, fakta tersebut tentu memberi tekanan tersendiri bagi Lionel Messi.

Bila performa Messi terus seperti ini, sorotan juga tertuju pada penghargaan Ballon D’or tahun 2021 ini. La Pulga yang dulunya difavoritkan untuk meraih penghargaan itu kini mulai diragukan. Apalagi disana terdapat nama Robert Lewandowski yang tak berhenti mencetak gol, serta Jorginho yang baru saja memenangkan trofi pemain terbaik Eropa.

Kira-kira, butuh waktu berapa lama lagi bagi penggemar PSG untuk menanti magis Lionel Messi?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *