Cara bertahan yang baik adalah menyerang. Mungkin filosofi itu masih dipakai Bali United FC. Klub berjuluk Serdadu Tridatu tampaknya belum move on memakai siasat itu untuk meredam amukan lawan. Dari saat ditukangi Widodo Cahyono Putro sampai kini Stefano Cugurra a.k.a Teco.
Teco kembali mengandalkan siasat itu saat Bali United menghadapi Persib Bandung, 18 September 2021. Di laga itu, Bali United harus bermain dengan sepuluh orang setelah Leonard Tupamahu dikartu merah menit ke-29. Buntutnya Bali United yang semula unggul di menit ke-7 lewat kaki Ilija Spasojevic harus kebobolan dua gol. Kedua gol Persib Bandung dicetak Beckham Putra dan satu di antaranya karena kesalahan Wawan Hendrawan dan Haudi Abdillah.
Haudi sendiri adalah pemain yang menggantikan Rizki Pellu untuk membantu lini belakang Bali United yang sudah kehilangan satu bek. Tertinggal, Teco pun merancang taktik baru. Gelandang pengangkut air, Hariono ditarik keluar menit ke-54 dan digantikan pemain baru Bali United dari Brazil, Eber Bessa.
Teco memasukkan Bessa untuk meningkatkan produktifitas serangan. Dan hasilnya pun sungguh di luar dugaan. Robert Rene Alberts, pelatih Persib dibuat kelabakan mengatur strategi menghentikan Bessa yang acap kali melakukan penetrasi.
Hanya dengan sepuluh pemain, Teco justru terus meminta para pemain Bali United melakukan serangan tujuh hari tujuh malam ke pertahanan Persib Bandung. Setelah gol kedua Beckham Putra, Bali United justru menguasai jalannya pertandingan.
Hal itu berbuah manis ketika Bessa sukses mengirim umpan direct ke pertahanan Persib Bandung. Melalui pergerakan tanpa bola, Yabes Roni Malaifani menerima umpan itu dan menyundulnya dengan sangat cantik. Gol Yabes di menit ke-56 membuat Bali United sukses menahan imbang Persib 2-2, sekaligus memperpanjang rekor tak pernah kalah dari Tim Maung Bandung.
🇧🇷 Debut Eber Bessa (29) bersama Bali United di Liga 1 malam ini langsung menghasilkan assist untuk gol Yabes yang menyelamatkan timnya dari kekalahan.
Ada komentar untuk permainan Bessa malam ini Semeton? 👀 pic.twitter.com/tKbSot4SZa
— Bali Football (@Bali_Football) September 18, 2021
Barangkali jika Teco tak memasukkan Bessa dan memilih Stefano Lilipaly di depan alih-alih Yabes Roni, mungkin ceritanya akan lain. Namun, Stefano Cugurra adalah pelatih yang tahu kelemahan dan kelebihan tim. Taktiknya hampir selalu manjur ketika tim dalam kondisi kritis.
Bahkan berkat taktiknya yang aduhai ciamik, Bali United berhasil menjadi Juara Liga 1 Indonesia tahun 2019. Padahal di tahun sebelumnya Tim Serdadu Tridatu hanya bisa finis di posisi 11. Stefano Cugurra membuat Bali United menjadi tim yang luar biasa. Berkat dia, BRI Liga 1 jadi lebih kompetitif, tidak hanya melulu soal Persib Bandung, Persija Jakarta, atau Persipura Jayapura. Lalu, siapa sebenarnya sosok Teco?
Perjalanan Teco
Sosok Stefano Cugurra sejatinya tidak asing di Liga Indonesia. Pelatih asal Brazil itu tercatat pernah menjadi pelatih fisik Persebaya Surabaya tahun 2004. Saat itu Bajul Ijo masih ditangani Jacksen F. Tiago. Hanya menjadi bagian dari tim pelatih, Teco memilih pergi ke Malaysia.
Di Negeri Jiran, karier Teco naik. Tim asal Liga Malaysia, Kuala Muda Naza mengangkatnya menjadi pelatih kepala di tahun 2008. Dua tahun di Malaysia tampaknya sudah cukup bagi Teco untuk melanjutkan karier kepelatihannya. Tahun 2010 ia melancong ke Negeri Gajah Putih.
Teco melatih empat tim di Liga Thailand. Chiangrai United, Phuket, Osotspa Samut Prakan, dan Royal Thai Navy. Dari keempat tim tersebut, hanya Chiangrai United yang dilatihnya lebih dari satu tahun, yaitu pada 2010-2013. Ia juga memenangkan gelar Thai Premier League of The Month pada Februari 2015.
Barangkali karena hal itu, Persija Jakarta kepincut untuk mendatangkan Teco ke GBK. Jadilah pada 2017, Teco resmi direkrut Persija sebagai pelatih. Namun, alih-alih memenuhi ekspektasi The Jak Mania, Teco justru kena cibiran keras.
Bahkan belum juga tahun baru 2018, Teco diminta mundur oleh suporter Persija. Namun tentu Teco tak mau memenuhi permintaan The Jak Mania yang nggak sabaran itu. Hasilnya, pria kelahiran Rio De Janeiro itu mempersembahkan double winner bagi Persija: Piala Liga 1 2018 dan Piala Presiden.
Selamat kepada Stefano Cugurra Teco dan Persija Jakarta yang meraih gelar Juara #PialaPresiden2018 dan berhak mendapatkan Rp3.300.000.000 pic.twitter.com/G86hATxcu6
— Indosiar (@Indosiar) February 18, 2018
Setahun berselang Stefano Cugurra memilih pindah ke Bali United. Ia menandatangani kontrak sebagai pelatih Serdadu Tridatu pada Januari 2019. Berkat tangan dingin Teco, Pulau Dewata tak sebatas indah dan eksotis di sektor wisata, melainkan juga di kancah sepak bola.
Teco menghadiahi rakyat Bali dengan gelar Liga Indonesia tahun 2019. Hebatnya lagi, itu adalah gelar piala liga pertama yang berhasil diraih Bali United sejak terbentuk tahun 2015. Fyi, sebelumnya Bali United adalah Persisam Putra Samarinda.
Setelah diambil alih dua pengusaha dari Bali, Pieter dan Yabes Tanuri, nama dan logo diubah menjadi Bali United yang kita kenal sekarang. Markasnya pun pindah ke Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali.
Stefano Cugurra ‘Teco’ mengukir sejarah sebagai Pelatih Pertama yang mampu membawa dua tim berbeda (Persija dan Bali United) menjadi Juara Liga Indonesia di dua musim beruntun (#Liga1🇮🇩 2018 dan 2019)
From this To this pic.twitter.com/aLMiCzR2bN
— #YukVaksinasi 👌 #DukungDariRumah (@Indostransfer) June 2, 2020
Lisensi Kepelatihan Pernah Bermasalah
Jalan Stefano Cugurra di Bali United tak selamanya mulus. Lisensi kepelatihan Teco pernah bermasalah. Sebab itu ia tidak bisa mendampingi Bali United di ajang Liga Champions Asia tahun 2020. Asosiasi Sepak bola Asia (AFC), melalui dokumen Competition Operation Manual 2019, menyebutkan bahwa per 2020, pelatih untuk AFC Champions League harus berlisensi AFC A Pro. Sementara saat itu Teco hanya berlisensi AFC A.
Sampai bergulirnya Liga 1 musim 2021/22, Teco belum juga mendapat lisensi A Pro dari AFC. Hal itu yang bikin Bali United mesti main patgulipat agar Teco tetap bisa melatih. Di laga perdana menghadapi Persik Kediri, 27 Agustus 2021, Teco tetap mendampingi anak asuhnya. Namun ia tidak menjabat sebagai pelatih, Bali United menggeser posisinya menjadi seorang manajer klub.
Teco sebatas mengantongi lisensi dari ABTF atau lisensi Asosiasi Pelatih Brazil. Ia mendapat pengakuan dari CONMEBOL. Dengan pengalamannya melatih Timnas Brazil U-20, Brescia, Korea, Thailand, dan lain-lain semestinya bukan perkara sulit bagi Teco memperoleh lisensi kesetaraan A Pro dari AFC.
Beberapa hari jelang menghadapi Persib Bandung, urusan lisensi Teco sudah beres. Ia mengatakan kalau AFC telah mengirimkan surat Recognition of Experience and Current Competence (RECC) ke PSSI. Dengan begitu seharusnya lisensi kepelatihan Stefano Cugurra sudah tak perlu dipersoalkan lagi.
Stefano Cugurra Pelatih Baru BALI UNITED. pic.twitter.com/b4gTchFLhu
— Kampiun ID (@kampiunid) January 14, 2019
Cara Teco Meramu Bali United
Teco, tak bisa dipungkiri telah berhasil membawa perubahan di tubuh Bali United. Tim Jalak Bali itu telah menjadi salah satu klub favorit juara Liga Indonesia. Lebih-lebih Bali United dipenuhi pemain-pemain yang bisa dianggap bintangnya sepak bola Indonesia.
Kita bisa menyebut seperti Stefano Lilipaly, salah satu pemain termahal Liga BRI. Lalu ada Ilija Spasojevic, Fadil Sausu, Hariono, Rizki Pellu, Lerby Eliandry, Gavin Kwan, Yabes Roni, Ricky Fajrin, Fahmi Al-Ayyubi, sampai Nadeo Argawinata yang sering disebut Kepa versi kearifan lokal.
Ditambah, Bali United adalah salah satu klub yang Elite Pro Academy-nya berjalan. Teco tahu betul materi pemain yang dia miliki, dan ia coba manfaatkan itu. Dia adalah tipikal pelatih yang jarang mengubah-ubah susunan Starting XI.
Ketimbang melakukan hal itu, Teco lebih memilih memperkuat pondasi Bali United dengan mendatangkan atau mempertahankan pemain. Willian Pacheco, Melvin Platje, dan Brwa Mauri dipertahankan Teco untuk mengisi pos masing-masing.
Yang Terbaik di Liga 1 2019 :
– Juara 1 🏆🥇 Bali United
– Runner-up 🥈 Persebaya Surabaya
– Top scorer 👟🎖️ : Marko Simic (28 gol, Persija Jakarta)
– Pemain Terbaik ⚽️🎖️ : Renan Silva (Borneo FC)
– Pelatih Terbaik : Stefano Cugurra Teco (Bali United) pic.twitter.com/AcNWxSwX2o— Edan Bola RCBFM (@EdanBolaRCBFM) December 22, 2019
Sementara Rizki Pellu dijadikan alternatif pengganti pemain tengah yang sudah uzur. Ya meskipun Pellu sendiri bukan pemain yang muda lagi. Formasi 4-2-1-3 atau 4-3-3 mungkin akan selalu jadi pilihan Teco.
Selain itu, Teco tipikal pelatih yang mau bicara face to face dengan para pemain. Cara ini tentu membuat pemain terasa akrab dengannya. Teco pun jadi tahu apa kebutuhan dari para pemainnya. Maka wajar saja jika Bali United sekarang termasuk tim gacor di Liga Indonesia.
Sumber referensi: goal.com, bola.com, nusabali.com, cnnindonesia.com, bolaskor.com, panditfootball.com


