Transfer Menghebohkan Dalam Sejarah Sepakbola Indonesia

  • Whatsapp
Transfer Menghebohkan Dalam Sejarah Sepakbola Indonesia F
Transfer Menghebohkan Dalam Sejarah Sepakbola Indonesia F

Kompetisi Liga 1 Indonesia telah bergulir setelah izin sudah diberikan oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia. Sudah ada beberapa pertandingan yang tersaji sampai saat ini, dengan kekuatan masing-masing klub yang terbilang baik. Hal itu terjadi setelah beberapa dari mereka memang telah melakukan perekrutan pemain yang diinginkan.

Bicara tentang perekrutan pemain klub-klub indonesia, terdapat banyak cerita yang mengiringi bursa transfer sepakbola Indonesia. Dari mulai pemain bintang dunia hingga nilai transfer yang terbilang unik, pernah menjadi bumbu dari luar biasanya sejarah transfer sepakbola dalam negeri.

Penasaran seperti apa? Simak ulasannya berikut ini.

Indriyanto Setia Adinugroho (Pelita Jaya)

Indriyanto menjadi pemain yang terbilang populer dalam sejarah persepakbolaan Indonesia. Salah satu hal yang paling diingat dari dirinya adalah ketika dia memutuskan pindah ke Pelita Jaya dari Arseto Solo pada tahun 1996 silam.

Transfer bersejarah ini terjadi bukan karena nilai yang harus dikeluarkan Pelita Jaya tinggi. Namun justru harga sang pemain tergolong sangat murah, yaitu 100 rupiah. Transfer ini terjadi setelah terdapat polemik diantara Indriyanto dan Arseto Solo.

Tepat setelah kembali dari pelatihan primavera di Italia, Indriyanto merasa bila dia tidak mendapat kepastian dari klub Arseto. Maka dari itu, sebagai pemain muda, dia lantas menerima tawaran Pelita Jaya untuk mengarungi jenjang professional. Namun ternyata, Arseto merasa dicurangi dengan mengatakan bila Indriyanto masih menjadi bagian dari klub.

Merasa sakit hati dengan Indriyanto yang dianggap tidak mengakui Arseto Solo sebagai klubnya, mereka lalu rela melepas pemainnya itu dengan nilai 100 rupiah saja. Oleh karenanya, sang pemain lalu mendapat julukan “Mister Cepek”, dengan cerita transfer tersebut masih terus melekat dalam sejarah persepakbolaan Indonesia sampai sekarang.

Bambang Pamungkas (Pelita Bandung Raya)

Tak bisa dipungkiri bila nama Bambang Pamungkas masuk ke dalam sejarah persepakbolaan Indonesia. Sebagai pemain paling populer di Indonesia, Bepe pernah beberapa kali terlibat dalam kisah yang cukup membuatnya mendapat suara tak mengenakkan. Pertama adalah ketika dirinya memutuskan untuk berkarir di Malaysia bersama Selangor FA. Bepe ketika itu membuat para penggemar Persija kecewa, setelah diketahui bahwa pria tersebut telah menjadi pemain yang benar-benar dicintai oleh klub.

Beruntung, dia memiliki karir yang bagus di Malaysia dengan sempat menjadi top skor dan mempersembahkan sejumlah piala bergengsi untuk Selangor FA.

Kemudian, perkara transfer menghebohkan Bambang Pamungkas selanjutnya berujung pada kepindahannya ke klub Pelita Bandung Raya. Sempat kembali bermain untuk Persija, Bepe mendapat banyak cemoohan setelah bergabung dengan klub yang berbasis di Bandung. Menurut Bepe, dia rela berpisah dengan Persija karena memiliki perbedaan prinsip dengan manajemen. Soal PBR, Bepe mengaku bila klub tersebut memiliki kesamaan visi dengannya.

Karena alasan itulah dia mau bergabung dengan PBR. Namun tak berselang lama, pemain kelahiran Semarang ini kembali ke Persija dan benar-benar menjadi legenda disana.

Marc Klok (Persib Bandung)

Belum lama ini, sepakbola Indonesia dihebohkan dengan kepindahan seorang bintang bernama Marc Klok menuju Persib Bandung. Marc Klok, yang kini berusia 28 tahun sebelumnya sempat menjadi penggawa andalan Persija Jakarta, yang kita tahu merupakan rival abadi klub asal Jawa Barat.

Klok dianggap telah menyakiti hati para penggemar Persija. Apalagi, dia pindah ke klub rival setelah membawa Macan Kemayoran juara Piala Menpora 2021, dimana pada laga puncak Persija berhasil mengalahkan Persib.

Meski transfer ini banyak diperbincangkan, tidak ada penjelasan secara detail tentang mengapa alasan Marc Klok terlibat ke dalam kepindahan yang kontroversial. Akhirnya, setelah tak berselang lama usai berpisah, pemain asal Belanda tersebut menjelaskan alasannya gabung dengan Persib Bandung.

Menurutnya, dia memandang Persib sebagai klub yang siap akan segalanya. Dari segala lini, termasuk suporter, Persib disebut siap meraih gelar juara.

“Aku pikir, situasi di Persib sekarang secara tim, materi pemain, dan organisasinya memiliki peluang terbaik untuk menjadi juara,”

“Ini adalah klub besar dengan organisasiIni adalah klub besar dengan organisasi suporter terbaik,” kata Klok.

Michael Essien (Persib Bandung)

Persepakbolaan Indonesia sempat dihebohkan dengan kepindahan mantan bintang Chelsea dan Real Madrid, Michael Essien. Tepat pada tahun 2017 lalu, manajemen Persib sengaja mendatangkan Essien sebagai kado ulang tahun klub ke-84.

Kedatangan Essien ke kompetisi Indonesia ketika itu benar-benar membuat heboh seluruh pecinta sepakbola, khususnya penggemar Persib Bandung itu sendiri. Banyak yang tidak menyangka bila pemain sekelas Essien mau bermain di Indonesia. Selama satu musim, setidaknya dana sebesar 8 sampai 10 miliar digelontorkan manajemen Persib untuk menggaji Essien.

Bahkan, fasilitas berupa tempat tinggal sampai staf keamanan pribadi juga disiapkan untuk sang pemain.

Sayangnya, penampilan pemain asal Ghana itu tak berjalan sesuai harapan. Dia hanya bertahan selama semusim setelah pelatih Mario Gomez tidak memasukkan namanya ke dalam rencana.

Mario Kempes & Roger Milla (Pelita Jaya)

Mario Kempes dan Roger Milla,adalah dua bintang Piala Dunia yang pernah berjaya bersama negaranya. Kempes merupakan pemain yang menjadi bagian dari skuad juara Argentina pada ajang Piala Dunia tahun 1978. Kemudian, tepat di tahun 1993, di usia yang sudah tak lagi tergolong muda Kempes memutuskan untuk menjajal sepakbola Indonesia.

Dia bergabung dengan Pelita Jaya dan memainkan sebanyak 18 pertandingan. Meski kemampuannya tak lagi garang seperti sedia kala, Kempes tetap berhasil catatkan sebanyak 12 gol bagi Pelita Jaya.

Kemudian ada nama Roger Milla, yang bersinar bersama timnas Kamerun di ajang PIala Dunia 1990 dan 1994. Ketika usianya sudah memasuki masa senja, tawaran yang datang dari klub Indonesia Pelita Jaya membuatnya tergoda untuk menerima. Hasilnya, Roger Milla bergabung dengan klub tersebut pada tahun 1994.

Tak hanya di Pelita Jaya, Roger Milla juga pernah tercatat membela tim Indonesia lainnya, yaitu Putra Samarinda, pada musim berikutnya.

Honorable Mention

Selain nama-nama tersebut, kompetisi sepakbola Indonesia juga pernah dihebohkan dengan kedatangan sejumlah pemain bintang dunia, seperti Lee Hendrie ke Bandung FC, Marcus Bent ke Mitra Kukar, Eric Djemba-Djemba ke Persebaya Surabaya, Peter Odemwingie ke Madura United, sampai Carlton Cole ke Persib Bandung.

Pos terkait