Manchester City kini sejajar dengan klub-klub besar lainnya di Eropa. Dengan uang Sheikh Mansour, City bisa mendatangkan banyak pemain untuk meningkatkan level kekuatan tim. Namun, tidak semua pemain yang mereka datangkan itu sukses.
Selama bertahun-tahun, sejumlah pemain memilih sisi biru Manchester untuk melanjutkan karirnya. Banyak yang memenuhi harapan, namun tak sedikit juga yang gagal bersinar. Berikut daftar nama pemain yang karirnya hancur pasca bergabung dengan The Citizen.
Daftar Isi
Robinho
Robinho merupakan salah satu talenta Brazil yang tak pernah mekar sempurna di sepakbola Eropa. Robinho malah menghancurkan karirnya sendiri kala mengambil keputusan transfer mengejutkan. Yaitu saat kepindahannya dari Real Madrid menuju Manchester City.
The Citizens menjadikan Robinho sebagai pembelian termahal Liga Inggris pada tahun 2008 silam, City memboyongnya dari Madrid dengan bandrol 43 juta euro atau sekitar Rp667 miliar.
When @ManCity broke the Premier League transfer record to bring @Robinho to the Etihad Stadium… #PLMoments pic.twitter.com/4KsIhWoa3j
— Premier League (@premierleague) August 1, 2017
Memang, di musim pertamanya, Robinho tampil luar biasa. Ia menjadi inspirator serangan Man City dengan mencetak 14 gol dari 31 pertandingan di Liga Inggris. Namun, kecemerlangannya hanya bertahan satu musim saja.
Musim berikutnya jadi mimpi buruk bagi Robinho. Bahkan Robinho hanya memainkan 10 pertandingan liga tanpa sekalipun mencetak gol dan assist. Ia sering dicadangkan dan lebih sering berkutat dengan cedera ankle.
Akhirnya di pertengahan musim 2009/10, ia dipulangkan ke Brazil untuk bermain bersama Santos hingga akhir musim. Praktis setelah dari City karirnya berantakan. pindah-pindah klub hingga terbuang ke Liga China dan Liga Turki.
Claudio Bravo
Kecemerlangan Claudio Bravo di bawah mistar Barcelona sangat membantu tim ketika Barca meraih treble pada musim 2014/15. Namun, kejayaan Bravo sebagai kiper papan atas, seketika runtuh saat ia memutuskan untuk bergabung dengan Manchester City tahun 2016.
Publik Manchester menaruh ekspektasi tinggi ketika mendatangkan Claudio Bravo dari Barcelona. Sang kiper diharapkan dapat menjadi solusi sekaligus andalan di bawah mistar gawang The Citizens.
Namun, Claudio Bravo malah menunjukkan performa negatif ketika berseragam Manchester City. Bravo hanya bertahan semusim untuk menjadi penjaga gawang utama City, terlebih setelah Pep Guardiola menuntut seorang kiper agar lebih aktif dalam membangun serangan, Bravo semakin terpinggirkan
What went wrong for Claudio Bravo at Man City? 💭
The perfect match on paper didn’t go to plan… pic.twitter.com/0WwedUoXVu
— Amazon Prime Video Sport (@primevideosport) August 19, 2020
Bravo cukup lemah dalam memainkan bola dengan kaki, mungkin karena tekanan tersebut performanya pun menurun dan kerap melakukan blunder. Pep yang mulai geram akhirnya mencadangkan Bravo dan lebih memilih Willy Caballero sebagai kiper utama.
Kedatangan Ederson pada tahun 2017, hal itu semakin membuat Bravo terpinggirkan dan akhirnya ia dilepas ke Real Betis pada awal musim 2020/21.
Eliaquim Mangala
Eliaquim Mangala lima tahun membela Manchester City, ia dibeli City dengan harga yang cukup fantastis kala itu. City menebus Mangala dari Porto dengan mahar 45 juta euro, atau hampir setara Rp700 miliar 2014. Praktis Mangala langsung memecahkan rekor transfer untuk seorang bek.
Kala itu, Mangala menjadi salah satu bek paling diburu di Eropa, karena penampilannya yang menawan bersama Porto. Nyatanya bek asal Prancis itu malah gagal menyesuaikan diri dengan gaya permainan Liga Inggris. Meskipun ia adalah salah satu bek terbaik secara fisik, namun kinerjanya sangat buruk.
📅 #OnThisDay in 2015, Bobby Firmino scored his first goal for the Reds in a 4-1 win over Man City at the Etihad.
⚽ Mangala OG 7′
⚽ Coutinho 23′
⚽ Firmino 32′
⚽ Skrtel 81′𝙒𝙝𝙖𝙩 𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙣𝙘𝙚 🤩pic.twitter.com/jtmneI1oXH
— Anfield Watch (@AnfieldWatch) November 21, 2021
Kedatangan Pep Guardiola jadi mimpi buruk bagi Mangala. Pep memang dikenal doyan pake bek yang bisa menguasai bola, sementara Mangala tak memenuhi kualifikasi itu.
Mangala akhirnya dilepas secara gratis pada 2019 setelah menjalani beberapa masa pinjaman di Valencia dan Everton. Sempat tak memiliki klub selama setengah tahun, kini Mangala bermain di Prancis bersama Saint-Etienne.
Scott Sinclair
Usai Scott Sinclair tampil menawan selama dua musim memperkuat Swansea City, dengan catatan 36 gol dalam 91 pertandingan, maka seharusnya ia tak begitu kesulitan untuk menyesuaikan diri di Manchester City.
Namun prediksi itu salah kaprah. Nyatanya sejak Sinclair bergabung dengan City pada musim 2012/13, ia tak bisa berbuat banyak untuk The Citizen. Selama membela Man City asuhan Roberto Mancini, Sinclair hanya memainkan 19 pertandingan tanpa satu pun kontribusi gol.
Lantaran performa yang anjlok, Sinclair dipinjamkan selama dua musim ke West Brom dan Aston Villa. Sempat membangun kembali karirnya bersama Celtic, kini Sinclair bermain untuk klub divisi Championship, yakni Preston North End.
Jack Rodwell
Tak tanggung-tanggung, Jack Rodwell sempat digadang-gadang menjadi gelandang masa depan Timnas Inggris, selama empat musim bersama Everton. Ia sangat mengesankan memimpin lini tengah The Toffees.
Namun, semua angan-angan itu sirna seketika kala Rodwell memutuskan untuk bergabung dengan City pada musim 2012/13. Tahun yang sama dengan Scott Sinclair. Di City, Rodwell gagal bersaing untuk mengamankan posisi utama di lini tengah.
Badai Cedera yang melanda diduga jadi salah satu penyebab penurunan performanya. City tetap mempertahankan Rodwell untuk beberapa musim dengan harapan ia dapat menemukan performa terbaiknya lagi.
Jack Rodwell resmi bergabung ke #Sunderland dari #ManCity doi di kontrak hingga 2019. pic.twitter.com/XgNv1LkIFe
— Football Fans Stuff (@OfficialFFSID) August 5, 2014
Namun mereka salah. Rodwell hanya mencatatkan 25 penampilan selama dua musim membela City. 2014 Rodwell dilepas ke Sunderland. Sempat bermain untuk Blackburn dan Sheffield. Rodwell kini bergabung dengan klub Australia, Western Sydney.
Wilfried Bony
Pemain lain karirnya meredup di Manchester City adalah Wilfried Bony. Penyerang Pantai Gading itu membangun reputasi yang bagus bersama Swansea City. Ia cukup produktif bersama The Swans.
Skema permainan Swansea cenderung bertahan dan melakukan serangan balik. Sedangkan di City mereka tampil lebih menyerang dan skema tersebut kurang cocok untuk Bony.
Alhasil selama berseragam City, Bony gagal mengulangi performa apiknya di Swansea. Ia hanya bisa mencetak 11 gol dalam 46 laga di semua kompetisi. Setelah satu musim setengah musim, Bony pun dipinjamkan ke Stoke City dan dikembalikan ke Swansea pada musim 2017/18.
Swansea City, Wilfried Bony transferini resmen duyurdu.pic.twitter.com/alD30d6ENd
— Sportsle (@Sportslenet) August 31, 2017
Namun, pulangnya Bony ke Swansea tak membuatnya menemukan kembali performa terbaiknya. Sempat nganggur, kini Bony bermain untuk NEC Nijmegen klub kasta tertinggi Eredivisie.
Stevan Jovetic
Tampil moncer selama di Italia, membuat Man City kepincut untuk mendatangkan Stevan Jovetic dari Fiorentina. Jovetic tercatat telah mencetak 40 gol dalam 134 pertandingan bersama La Viola.
City mendatangkan Jovetic dengan mahar 26 juta euro atau sekitar Rp403 miliar. Namun Jovetic gagal mewujudkan ekspektasi yang diharapkan oleh seluruh fans City.
Selama dua musim membela City, Jovetic hanya tampil sebanyak 44 pertandingan di semua kompetisi serta mencetak 11 gol saja. Alhasil, Jovetic dilepas Manchester City pada musim 2015/16. Praktis setelah dari City, Jovetic kerap berpindah-pindah klub diantaranya Inter Milan, Sevilla, AS Monaco, dan terbaru Jovetic bermain di Liga Jerman bersama Hertha Berlin.
Nolito
Beda dengan pemain lain yang di depak saat memasuki era Pep Guardiola, Nolito ini termasuk pembelian awal Pep setibanya di Liga Inggris. Saat itu, Pep memandang Nolito sebagai penyerang ideal untuk skema permainan yang ingin ia rancang bersama City.
Nolito memulai karirnya di Inggris dengan apik lewat catatan 4 gol dalam 11 pertandingan pembuka City. Namun, setelah itu Nolito kurang mendapat kepercayaan dari Pep Guardiola.
Nolito hanya mencatatkan 6 gol dari 30 penampilan dan tanpa meraih satu trofi pun kala itu. Ia hanya bertahan semusim, di akhir musim Nolito pun minta dijual. Akhirnya ia pindah ke Sevilla pada Juli 2017.
https://youtu.be/Bta7rfshWrw
Sumber: SI, Libero, Fneews, Transfermarkt, Bola


