Cuaca sangat berpengaruh dalam permainan sepakbola. Apabila pertandingan dimainkan dalam cuaca yang cerah tentu itu tak akan jadi masalah, namun berbeda jika pertandingan dilaksanakan dalam keadaan hujan. Itu akan menyebabkan lapangan menjadi basah dan licin.
Akibatnya, bola lebih sulit dikendalikan. Tentu situasi seperti ini bakal menyulitkan sebuah tim untuk mengembangkan permainan mereka. Selain itu, kondisi lapangan yang licin bisa membahayakan pemain itu sendiri. Coba saja Barca disuruh memainkan tiki-takanya di lapangan yang becek, pasti mereka bakal kesulitan.
Old Barcelona tiki-taka vibes 😲 pic.twitter.com/GW9iAsqm7Z
— ESPN FC (@ESPNFC) October 21, 2021
Nah, di era sepakbola modern, sudah banyak tim yang menggunakan teknologi dan ilmu-ilmu sains untuk menganalisa pertandingan. Maka dari itu pemain dapat menyesuaikan diri ketika bertanding di tengah hujan. Berikut cara pesepakbola menyesuaikan diri ketika bermain di tengah hujan.
Daftar Isi
Menambah Durasi Pemanasan
Tubuh yang langsung bergerak aktif tanpa pemanasan terlebih dahulu, cenderung kaku dan rentan terkena cedera. Jika selama ini football lovers sering merasa nyeri dan keseleo sehabis bermain sepakbola, itu tandanya kalian masih kurang pemanasan.
Pemanasan menjadi suatu hal yang harus lebih diperhatikan apabila menjalani pertandingan saat hujan. Jika biasanya pemanasan dilakukan di luar ruangan, apabila sedang hujan, lebih baik pemain melakukan pemanasan di dalam ruangan. Agar suhu tubuh sang pemain tidak turun dan dapat melakukan pemanasan dengan maksimal.
Cristiano Ronaldo warming up for Manchester United and clapping the fans. #MUFC [Sky, @footballdaily] pic.twitter.com/cv8spJ37rc
— mufcmpb (@mufcMPB) September 11, 2021
Selain itu, tanpa terkecuali, semua pemain inti dan cadangan harus melakukan penambahan waktu pemanasan. Waktu pemanasan jelang laga yang dimainkan sewaktu hujan harus lebih lama dari biasanya agar tubuh tidak kaku di cuaca yang cenderung dingin.
Bertanding dalam kondisi hujan, para pemain juga direkomendasikan untuk melakukan pemanasan kembali di tengah jeda antar babak. Melakukan pemanasan kembali selama lima menit dengan melakukan aktivitas eksplosif seperti lari jarak pendek atau melompat dapat meningkatkan power daripada hanya istirahat selama 15 menit.
Menjaga Cairan Tubuh
Cairan tubuh menjadi hal yang juga perlu diperhatikan. Apalagi setiap pesepakbola tentu tidak menginginkan dirinya terkena dehidrasi ketika menjalani pertandingan. Sebab dehidrasi sangat berpengaruh. Pemain yang terkena dehidrasi ringan saja bisa menurunkan fungsi berpikir dan performa fisik.
Oleh karena itu, penting bagi seorang pesepakbola agar menjaga kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Terlebih, menurut beberapa penelitian, apabila sedang menjalani pertandingan di kondisi hujan, cuaca dingin bisa menurunkan sensasi haus hingga 40%. Sehingga pemain terkadang tak menyadari bahwa tubuhnya dalam keadaan kekurangan cairan.
Dalam kondisi hujan, jumlah keringat pada pemain juga relatif berkurang. Meski demikian, cairan tubuh tetap terbuang melalui pernapasan. Hal tersebut bisa mengurangi performa pemain sepakbola. Pasalnya, kehilangan 2% cairan tubuh saja, sudah bisa mempengaruhi kestabilan performa pemain.
Lantas berapa banyak yang perlu diminum selama bertanding? Jika memasuki musim dingin, sesi latihan jadi waktu yang tepat bagi para pesepakbola untuk memperkirakan berapa cairan yang dibutuhkan bagi tubuh mereka.
Caranya adalah dengan mengukur berat badan menggunakan seminimal mungkin pakaian dan tanpa alas kaki. Hal itu dilakukan setidaknya satu jam sebelum dan sesudah menjalani latihan yang intensitasnya sama seperti menjalani 90 menit pertandingan.
Lalu dihitung berapa keringat yang telah dikeluarkan. Menurut Hellosehat menghitungnya dengan cara berat badan sebelum latihan dikurangi berat badan setelah latihan lalu ditambah dengan jumlah cairan yang diminum selama latihan dengan satuan liter.
Jumlah keringat yang dikeluarkan menjadi patokan bagi pesepakbola, seberapa banyak cairan yang mereka perlukan selama bertanding.
Pemilihan Atribut
Pemilihan atribut yang bakal dipakai pesepakbola juga perlu diperhatikan. Hujan membuat permukaan lapangan menjadi lebih lembut dan empuk. Jika menggunakan sepatu yang sama dengan yang dipakai saat kondisi lapangan kering, maka bisa meningkatkan risiko terpeleset.
Jika bermain di cuaca hujan dan permukaan tanah yang lembut, para pemain dianjurkan memilih sepatu yang memiliki spul yang lebih sedikit, lebih panjang, dan lebih runcing dari biasanya.
Spul yang biasa dipakai untuk cuaca hujan biasanya hanya berjumlah enam buah. Spul yang lebih panjang dari biasanya juga membantu para pemain untuk mencengkram tanah lunak dan berlumpur dengan lebih baik. Hal itu akan membantu pemain dalam bermanuver dan menjaga keseimbangan dalam bermain.
Nike Dri-FIT Vaporknit Eintracht Frankfurt e.V. 2018-19 Third Jersey Concept – The Frankfurt City Map blueprint. pic.twitter.com/H4HWc6oSOa
— Drey⚡ (@oneblacktie) May 31, 2018
Untuk jersey yang dipakai para pesepakbola juga sudah melewati beberapa modifikasi dan pengembangan teknologi. Jika bermain di cuaca hujan, tentu guyuran hujan akan meningkatkan beban akibat air yang terserap oleh pakaian.
Namun dengan adanya perkembangan teknologi di dalam sepakbola modern, mereka sudah bisa meminimalisir hal semacam ini. Kini, para produsen pakaian olahraga kerap menggunakan bahan polyester sebagai bahan utama pembuatan jersey sepakbola.
Selain itu mereka juga menggunakan teknologi bernama Dri-fit. Teknologi yang bisa menciptakan jersey dengan daya serap keringat yang sangat tinggi dan membuat berat jersey hanya akan bertambah 0,4% dari berat aslinya saat digunakan di tengah hujan.
Perubahan berat yang tidak terlalu signifikan dirasa tak akan mengganggu performa pemain di lapangan. Namun, tetap saja, di jeda babak kedua, para pemain biasanya tetap mengganti jerseynya dengan yang baru dan masih kering agar tubuh tetap hangat di tengah guyuran hujan
Sedangkan untuk penjaga gawang, mereka akan mempersiapkan sarung tangan khusus jika akan melakoni laga di cuaca hujan. Sarung tangan khusus ini biasanya dibuat dengan bahan aqua latex yang mana bahan ini akan membantu sang penjaga gawang untuk menjaga pegangan bola tetap maksimal.
Gaya Permainan yang Sedikit Diubah
Gaya permainan pun akan sedikit berubah apabila pesepakbola memainkan laga di bawah guyuran hujan. Pemain akan menghindari pola permainan dengan terlalu banyak mengandalkan dribbling bola.
Adama Traore
Pace: 20
Acceleration: 20
Balance: 19
Dribbling: 18pic.twitter.com/EofNHqfTAs— HLTCO (@HLTCO) August 11, 2020
Lapangan yang basah hingga menimbulkan genangan biasanya tak cocok untuk para pemain yang mengandalkan dribbling jarak jauh seperti Adama Traore atau Wilfried Zaha. Aliran bola di lapangan basah cenderung tak bisa diprediksi, apalagi jika terdapat genangan aliran bola akan sedikit terhambat.
Lalu, pemain juga akan memperhitungkan kembali apabila akan melakukan sliding tackle. Rumput yang basah akan membuat lapangan jadi lebih licin. Apabila pemain asal melakukan tackle maka bukan tidak mungkin mereka akan bernasib sama seperti never ending sliding tackle milik Sol Campbell.
Sumber: Panditfootball, Dreamteamfc, The Athlete Foot, lifestyle haluan, The Weather prediction


