Dari Akademi Zubieta Real Sociedad Lahirkan Pemain Hebat

spot_img

Hampir setiap klub sepak bola, terutama kelas wahid sudah barang tentu memiliki akademi sepak bola. Misalnya, Real Madrid dengan La Fabrica, Barcelona dengan La Masia, dan Chelsea dengan Cobham.

Rasa-rasanya wajar saja kalau klub-klub besar memiliki akademinya sendiri. Namun, bagaimana dengan klub-klub yang tidak terlalu besar, seperti Real Sociedad?

Tentu sebagai klub profesional, Real Sociedad mempunyai akademinya sendiri. Nah, dari akademinya inilah, Real Sociedad menghasilkan pemain-pemain yang tak kalah top.

Akademi Real Sociedad

Nama akademi Real Sociedad adalah Zubieta. Zubieta merupakan jantung dan jiwa Real Sociedad. Semangat yang berkuasa di dalam kompleks inilah yang mendorong klub untuk terus melangkah ke depan.

Meskipun Real Sociedad telah berdiri sejak 1909, tapi Zubieta baru dibangun pada tahun 1980.

Tidak diketahui secara pasti bagaimana proses pendirian akademi ini. Namun yang jelas setelah akademi Real Sociedad ini didirikan, klub berjuluk La Real langsung menjadi jawara di daratan Spanyol.

Dengan mengandalkan pemain-pemain lokal, dalam hal ini pemain asli Basque, Sociedad sukses menjuarai La Liga selama dua musim berturut-turut dari musim 1980/81 dan musim 1981/82.

Dibuka pada tahun 1980, Zubieta telah banyak berkembang sejak saat itu dan fasilitasnya terus meningkat.

Saat ini, kompleks akademi itu terletak kurang dari 10 kilometer atau 15 menit berkendara singkat dari pusat San Sebastian, sebuah kota di Basque, Spanyol.

Di dalam akademi Zubieta terdapat enam lapangan ukuran normal, dan empat di antaranya adalah lapangan rumput alami. Selain dipakai tim putra untuk latihan, tim putri Real Sociedad juga memainkan pertandingan mereka di sini dan juga Sanse atau nama lain dari Real Sociedad B tim cadangan klub yang dikelola oleh Xabi Alonso, sebelum promosi ke divisi dua juga bermain di tempat ini.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Yuta Tanabe (@yuchanpe_5)

Lapangan-lapangan yang tersedia di kompleks Zubieta memiliki sistem drainase kelas dunia, sehingga cuaca buruk pun tak menghalangi para pesepakbola di akademi Real Sociedad atau tim senior untuk menjalani sesi latihan.

Di bagian dalam, Zubieta menawarkan gym dan ruang film yang baru-baru ini diperluas. Ada juga ruang makan untuk makan bersama setelah latihan daripada pulang ke rumah untuk makan sendirian. Seperti yang dikatakan klub itu sendiri tentang kompleks pelatihan, “Zubieta adalah jantung dan jiwa Real Sociedad. Semangat yang berkuasa di dalam kompleks inilah yang mendorong klub.”

Cara Real Sociedad Menyaring Pesepakbola

Dengan memiliki fasilitas yang begitu memadai, Real Sociedad tentu saja tak kesulitan untuk membina pemain didikan mereka. Fasilitas sudah lengkap, tinggal bagaimana pihak klub mampu mengembangkan potensi pemain yang dimilikinya.

Tidak seperti akademi klub lain, misal La Masia Barcelona yang membuka kesempatan anak-anak berusia di bawah 10 tahun untuk menimba ilmu sepakbola, akademi Real Sociedad baru menerima pemain sejak berusia 13 tahun.

Mengapa demikian? Karena mereka ingin melihat minat calon pemain antara pendidikannya dan olahraga. Sociedad terintegrasi dengan kebijakan pendidikan Guipuzcoa. Mereka tak langsung memberikan kontrak profesional di awal. Jadi andai suatu saat ada pemain yang mengundurkan diri demi pendidikan, tidak ada paksaan sama sekali dari klub.

“Kami memiliki koneksi dengan 70 klub lebih di daerah Gipuzcoa. Kami tahu ada peluang bagi para pemain muda untuk lari ke tim tetangga. Tapi kami selalu mengingatkan mereka untuk tetap bersama keluarga dan teman-temannya. Waktu mereka siap untuk meninggalkan itu semua, datanglah ke Real Sociedad,” jelas Direktur Akademi Real Sociedad, Luki Iriarte.

“Kami selalu percaya bahwa setiap individu adalah aset. Itu kenapa kami menjaga mereka. Tujuan utama kami memang membentuk seorang pesepakbola, tapi apabila mereka tumbuh jadi pribadi yang baik, itu lebih bagus lagi,” tambahnya.

Model Zubieta berfokus pada orang-orang dan bukan hanya pesepakbola. Mereka yang bekerja di klub menjelaskan bahwa setiap anak laki-laki atau perempuan di tim muda Real Sociedad tidak dapat mengetahui dengan pasti apakah mereka akan menjadi pesepakbola atau akan terus bekerja sebagai insinyur, dokter, mekanik, pengacara, atau yang lainnya.
Selain tidak mengontrak pemain lebih awal, Sociedad juga tidak melepas pemain akademi dengan mudah. Sejak awal klub dan pemain berkomitmen setidaknya untuk dua tahun pertama. Klub lebih berfokus mengembangkan pemain yang sudah ada terlebih dahulu daripada menyeleksi pemain baru. Salah satu alasannya adalah menjaga biaya operasional tetap rendah.

Siapa saja alumni yang sukses?

Jebolan akademi memang sudah lama menjadi prioritas Real Sociedad. Real Sociedad selalu punya pemain akademi yang bisa diandalkan. Klub yang mendapat julukan La Real itu mungkin tidak lagi eksklusif kepada pemain berdarah Basque seperti tetangga mereka, Athletic Bilbao. Namun, hal ini justru membantu para pemain untuk terus berkembang dan mendapatkan tempat di tim senior.

Antoine Griezmann adalah salah satu lulusan terbaik mereka. Tak ada yang meragukan kualitas seorang Antoine Griezmann saat masih berseragam Real Sociedad. Griezmann berada di akademi Sociedad sejak 2005 hingga 2009 sebelum kemudian memperkuat tim utama Sociedad selama lima musim, di mana Griezmann berhasil mengumpulkan 198 penampilan di semua kompetisi, dengan mencetak 52 gol.

Satu lagi nama sukses lainnya adalah Xabi Alonso. Eks gelandang Timnas Spanyol ini berada di akademi Sociedad pada era 90-an sebelum menjadi pemain inti di skuad senior Sociedad pada awal 2000-an. Dia lalu hijrah ke Liverpool pada tahun 2004 dan menjadi pemain pujaan di Anfield.

Selain dua nama di atas, masih banyak lagi produk akademi Sociedad yang punya rekam jejak karier yang mentereng. Sebut saja Inigo Martinez, Mikel Gonzalez, Xabi Prieto, Joseba Etxeberria hingga pemain milenial dalam diri Mikel Oyarzabal, yang masih menjadi tulang punggung tim di musim ini.

Di era kepelatihan Imanol Alguacil, peran pemain lulusan akademi terlihat sangat hidup. Contoh suksesnya adalah terjadi pada final Copa Del Rey tahun 2021. Saat mereka mengalahkan Bilbao 1-0 di final. Dari 14 pemain yang tampil dalam kemenangan tersebut, delapan dari mereka adalah lulusan Zubieta.

Tanpa akademi mereka, Real Sociedad akan berada di tempat yang jauh lebih buruk baik secara finansial maupun dalam hal posisi liga mereka. Sociedad tidak memiliki sumber keuangan untuk bersaing dengan klub-klub besar di La Liga, sehingga akademi mereka terbukti penting dalam mengejar para pesaing mereka di Spanyol.

https://youtu.be/6FeWr801mb4

Referensi: Canofootball, firstpost, outsideoftheboot, gantigol, newsletter

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru