Bisakah Manchester City Lebih Baik Dengan Kedatangan Haaland?

spot_img

Tuntas sudah teka-teki tentang Haaland akan memakai seragam warna apa musim depan. Ya, jawabanya adalah biru langit milik Manchester City. Transfer Haaland sudah tuntas dan diumumkan secara resmi detailnya sendiri oleh pihak klub.

Kedatangan seorang pemain bintang ke klub besar mungkin sudah banyak terjadi. Pada kasus Haaland ini menarik untuk dicermati. Di mana sebuah klub yang sudah mapan secara pemainan masih juga butuh seorang bintang lainnya di skuad. Lantas, apakah dengan datangnya Haaland akan menjawab semua permasalahan di City?

Harapan Haaland

Kisah perjalanan pemuda Norwegia dari Molde, ke Austria bersama Salzburg dan menyeberang ke Jerman bersama Dortmund dan sampai ke Manchester, tentu menyimpan harapan tersendiri bagi pribadi seorang Haaland. 85 gol dalam 88 pertandingan bersama Borussia Dortmund, 29 gol dalam 27 pertandingan bersama Salzburg, dan 15 gol dalam 17 pertandingan untuk Molde, cukup untuk membuat Haaland menjadi komoditi terpanas striker potensial di dunia saat ini.

Menuruti jejak ayahnya, Alf-Inge Haaland, Erling Braut Haaland memilih Manchester Biru ketimbang klub lainnya untuk menaikan level permainannya. Ayahnya, Alf-Inge Haaland, sendiri sudah lama bermain di Liga Inggris dulu. Pernah bermain untuk Leeds United dari tahun 1997-2000, kemudian Alf-Inge pindah ke City pada tahun 2000.

Selain itu, harapan Haaland untuk naik level ke liga terbaik dunia sekarang ini tak terelakan. Brand Erling Haaland secara tidak langsung makin tampak di permukaan dalam ketatnya Liga Inggris. Adapun harapan lain, jika Haaland mampu konsisten dan cepat beradaptasi di City bukan tidak mungkin dia akan menjadi pusat perhatian nantinya. Selain sebelumnya ada Aguero maupun sekarang De Bruyne yang jadi center of point di skuad City.

Keberadaan Haaland di City walaupun nantinya juga bisa merusak teamwork yang sudah terjalin lama selama ini di skuad City. Kepopuleran Aguero, Silva, maupun De Bruyne di City selama ini memang mampu melebur menjadi satu kesatuan teamwork yang berjalan apik di bawah Pep, dan itu tidak menjadi masalah. Tidak ada egoisme ataupun hal-hal aneh yang dilakukan beberapa superstar di City sebelumnya. Kalau Haaland? Semua masih serba abu-abu.

Bagaimana Dia Bermain Di City

Sekarang dengan kedatangan seorang striker murni seperti Haaland, mau di bawa ke mana permainan City? Kita tahu sekarang citizens berhasil bermain dengan tidak menggunakan striker murni setelah kepergian Aguero.

Taktik false nine City selama ini memang terbukti ampuh dijadikan alternatif. Namun pertanyaanya, apakah taktik itu selamanya tidak akan dibaca oleh lawan-lawannya? Dengan adanya pertanyaan itu, berbagai analisa dari kubu City sudah dilakukan untuk mengarungi musim depan, dan akhirnya menyimpulkan musim ini City harus menggunakan pola permainan dengan seorang the real striker.

Pola false nine dengan Jesus, Foden, Mahrez, Sterling sebagai penyerang depan menjadi pendobrak, tidak dipungkiri terkadang mengalami deadlock dalam mencetak gol. Terkadang pemain tengah seperti Gundogan, Bernardo Silva, De Bruyne sering juga ditempatkan sebagai false nine di depan.

Dengan kombinasi yang random dari pola penyerangan City inilah, kedatangan sosok seorang the real striker macam Haaland mampu memberikan variasi lebih di lini serang City di musim depan yang makin susah ditebak lawan. Peran para pemain second line City selama ini yang lebih dibebankan untuk mencetak gol, kini mungkin agak berkurang setelah kedatangan Haaland.

Haaland di City akan menempati posisi striker nomor 9 sebagai 1 pemain di depan dengan formasi 4-3-3. Ditemani oleh 2 sayap dan 3 gelandang kreatif yang akan memanjakannya di depan. Tapi apakah seorang Pep menggunakan Haaland hanya seperti itu nantinya di City?

Kita tak pernah tau apa isi kepala Pep musim depan dengan Haaland, karena terkadang ia bersikap overthinking dengan strateginya sendiri. Bisa juga kita membayangkan jika Haaland yang berpostur tinggi besar seperti itu akan bermain membuka ruang, melebar ke area sayap, semua itu mungkin saja bagi Pep.

Faktor Pep Guardiola

Pengalaman Pep dengan menggunakan pola permainan the real striker tentunya pernah dilakukannya. Artinya, dia sebenarnya tidak terlalu alergi terhadap permainan dengan menggunakan the real striker. Pep pernah dalam karirnya menandatangani pemain yang sangat mirip dengan gaya Haaland. Zlatan Ibrahimovic adalah langkah berani untuk Barcelona yang telah beroperasi dengan Lionel Messi sebagai false nine

Namun, gesekan antara Zlatan dan Pep berujung pada perpecahan. Guardiola dikatakan lebih menyukai tipe kepribadian pemain yang mencari ruang dan mobile daripada pemain yang lebih “egois” seperti Ibra. Apakah Haaland akan sama nasibnya seperti Ibra dengan Pep dulu yang gagal? Sepertinya Pep sudah belajar dari pengalaman itu dalam memilih striker.

Menarik juga mencermati ketika Pep di Bayern, dia awalnya ingin mengubah Franck Ribery menjadi false nine. Ketika itu tidak berhasil, akhirnya striker rival, Robert Lewandowski ditandatangani satu musim kemudian dari Dortmund. Begitupun ketika di City dia sudah memiliki Sergio Aguero. Dan hasilnya pun berhasil. Lewi dan Aguero masing-masing menjadi keran gol dari Pep ketika itu, tetapi tetap saja masih kurang, karena tak mampu mempersembahkan trofi Champions League.

Yang jelas kedatangan Haaland itu secara kasat mata ditujukan sebagai pelengkap kesempurnaan strategi Pep musim ini. Dengan bertambahnya varian serangan taktik Pep semakin jarang ditebak lawan. Akan tetapi jangan lupa, Pep harus menggunakannya sesuai kapasitasnya.

Haaland seolah menjadi jawaban gaya baru Pep dalam menyerang, postur tubuhnya yang tinggi menjulang serta kekuatan duelnya yang tangguh, menjadi kekuatan City musim depan di bola-bola duel udara maupun set pieces.

Kepingan Yang Hilang Bagi City

Flashback beberapa waktu yang lalu ketika Pep pernah mengatakan bahwa mencetak gol adalah hal yang paling sulit dalam sepak bola. Maka dari itu peran seorang striker pembunuh dibutuhkan dalam tim. Maka tidak heran jika manajer Manchester City gerak cepat ingin membawa the real striker segera ke Etihad.

Haaland adalah jawabnya, dia akan bergabung per 1 Juli 2022 setelah city menebus klausul pelepasannya sebesar 60 juta euro dari Dortmund. Penandatanganannya mengakhiri pencarian panjang City untuk mencari striker, setelah gagal dalam upaya mereka untuk menyegel Harry Kane dari Tottenham musim panas lalu.

Sudah cukup lama tim Pep tidak memiliki spesialis reguler di posisi itu, sejak keran gol terbanyak Pep, Aguero meninggalkan klub tahun lalu. Haaland memiliki kans besar menyamai pencapaian seorang Aguero di masa depan. Dia telah membuktikan bahwa dia dapat memberikan penampilan terbaiknya pada level tekanan tertinggi di Bundesliga.

Sekarang Haaland sudah menentukan masa depannya kini terjawab. Bagaimana dia nantinya akan bermain, tentu sepenuhnya dipercayakan kepada seorang ahlinya yakni Pep. Banyak efek positif yang berdampak dengan kedatangan Haaland.

Kelengkapan skuad, kekuatan yang bervariasi sehingga susah ditebak, kemudian citra klub yang makin populer juga akan berdampak baik pada kelangsungan finansial klub. Efek negatifnya juga bisa jadi ada, mungkin jikalau Haaland tidak sesuai ekspektasi publik, sehingga terbebani dan floop karena tekanan atmosfer yang berbeda Inggris. Apapun hasilnya, bagaimanapun kini nikmati saja dulu saga transfer ini, berbahagialah fans City.

Sumber Referensi : theathletic, fourfourtwo, sportingnews

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rp109,000Rp125,000
Obral!
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rp109,000Rp120,000

Artikel Terbaru