Timnas Indonesia hanya berhasil meraih medali emas SEA Games di tahun 1987 dan 1991. Dan sampai sekarang itu belum terulang lagi. Indonesia hanya nyaris juara di tahun 1997, 2011, 2013 dan 2019. Lantas bisakah timnas garuda muda menyudahi rentetan kutukan buruk tersebut di ajang ini dan meraih kembali medali emas pada SEA Games 2021?
Kenangan Manis 1987 dan 1991
SEA Games tahun 1987 dan 1991 memang selalu menjadi standar seberapa jauh Indonesia mampu melangkah. Sebab, dari 22 kali keikutsertaan tim sepakbola di ajang olahraga tertinggi Asia Tenggara tersebut, hanya dua kali Indonesia meraih medali emas.
Skuad Garuda pertama kali merebut medali emas SEA Games cabang olahraga sepakbola adalah pada 1987. Di partai puncak Indonesia menang 1-0 atas Malaysia yang digelar di Stadion Utama Senayan, 20 September 1987. Gol satu-satunya timnas dicetak oleh Ribut Waidi. Bahkan berkat kemenangan itu, sempat populer istilah “The Boys of 1987”.
Bukti sejarah kehebatan Timnas Indonesia di Final SEA Games 1987.
Tonton video lengkapnya di: https://t.co/SB5PntwfSc pic.twitter.com/1hCGdu4WkL
— SKOR.id (@skorindonesia) January 15, 2022
Medali emas 1987 merupakan yang pertama bagi Indonesia sejak SEA Games digelar 1959 (kala itu bernama Southeast Asian Peninsula Games). Tahun itu adalah terasa istimewa karena selain pertama kalinya Indonesia meraih medali emas sekaligus menghentikan dominasi negeri gajah putih, Thailand.
Kenangan manis tahun 1987 ternyata masih berlanjut di tahun 1991. Pada perhelatan SEA Games Filipina di tahun 1991, Indonesia mempunyai cerita tersendiri disamping kemenangan merebut gelar keduanya di ajang SEA Games.
Timnas Indonesia SEA Games 1991 di Manila, saat itu Ferril Raymond Hattu dkk sukses meraih emas #TimnasIndonesia #MemoriTimnas #DokBola pic.twitter.com/nilmJQrbdp
— PSSI (@PSSI) January 19, 2017
Usaha keras tanpa lelah dari pelatih asal Rusia, Anatoly Polosin membuahkan hasil. Dikenal kejam dan menguras fisik berbuah para young guns, yang lahir ketika itu seperti Widodo Cahyono Putro, Rocky Putiray maupun Perry Sandria.
Kombinasi skuad junior dan senior macam Robby Darwis, mengantarkan Indonesia melangkah hingga babak final dan mengalahkan Thailand lewat adu penalti. Timnas Indonesia tak sekalipun menelan kekalahan di ajang itu, dan berhasil meraih medali emas SEA Games untuk kedua kalinya.
Nyaris di 1997, 2011, 2013, 2019
Berkaca dari pengalaman manis di 1987 dan 1991, Indonesia dalam perjalanannya di SEA Games hampir sama nasibnya di Piala AFF. Selalu nyaris juara ketika sudah masuk final dan berakhir pedih dengan hanya menjadi runner up. Sudah 4 kali Indonesia melangkah ke final SEA Games, tapi tak sekalipun membawa pulang medali emas.
Pertama, di tahun 1997, ketika Indonesia kembali menjadi tuan rumah pagelaran SEA Games Bermain di hadapan publik sendiri, timnas bisa tembus ke final. Ketika itu Timnas dilatih pelatih asal Belanda, Henk Wullems, Dengan para pemainnya seperti Aji Santoso, Uston Nawawi, Fachri Husaini, maupun Ansyari Lubis.
Mobil Mewah dan Air Mata Timnas Indonesia di SEA Games 1997 https://t.co/YttpnYSMsB pic.twitter.com/jkIMOmCQif
— BOLA.COM (@bolacomID) August 8, 2017
Tampil luar biasa ketika fase grup, kemudian timnas Indonesia juga mampu menang dari Singapura di semifinal dan bertemu dengan Thailand di final. Bermain di hadapan publik sendiri dan jalan yang mulus di babak sebelumnya, laga sempat diprediksi akan dimenangi Indonesia. Namun naas, Indonesia malah keok lewat babak adu penalti.
Cerita serba nyaris yang kedua adalah ketika perhelatan SEA Games 2011 di rumah sendiri. Sepak bola SEA Games 2011 dibayangi konflik internal PSSI. Persiapan anak asuh Rahmad Darmawan tak mulus, walau pemain terbaik berhasil dikumpulkan.
Para pemain muda yang dipanggil ketika itu macam Egy Melgiansyah, Andik, Gunawan Dwi Cahyo, Titus Bonai sampai Diego Michiels. Tampil solid di grup, timnas hanya mampu menjadi runner up grup dan berjumpa Vietnam di partai semifinal.
Indonesia pun mengandaskan Vietnam dan kembali lagi ke partai final berhadapan lagi dengan Malaysia. Gol sundulan Gunawan Dwi Cahyo mampu disamakan oleh gol Baddrol Bakhtiar yang menjadikan skor 1-1 bertahan hingga harus diselesaikan dengan babak adu penalti.
Bagi saya, pertemuan dg Malaysia selalu sentimentil.
Sy akan selalu ingat dengan final SEA Games 2011 di Jakarta. Timnas tampil apik dg skuad mudanya. Bersiap membalas kekalahan di AFF 2010, tp kita kalah adu penalti.
Apakah km jg masih mengingatnya?
A Thread pic.twitter.com/xf8OLRFuUK
— Football Fandom (@Fandom_ID) December 19, 2021
Namun, kembali naas, timnas kita hanya mampu menjadi runner up setelah kalah adu tos-tosan dengan rival tetangga Malaysia. Hasil ini merupakan pukulan kedua bagi timnas setelah gagal di final 1997.
Dua tahun kemudian di SEA Games 2013 Myanmar. Rahmad Darmawan kembali dipercaya oleh Satlak Prima untuk menangani Timnas U-23 di ajang SEA Games dengan target juara.Tim garuda muda pun menjalani masa persiapan dengan matang. Punggawa timnas ketika itu masih diisi pemain macam Kurnia Meiga, Alfin Tuasalamony, Ramdani Lestaluhu sampai Manahati Lestusen.
Namun, penampilan timnas di penyisihan grup justru tak meyakinkan dengan persiapan yang jauh lebih matang. Anak asuh Rahmad di grup justru takluk dari Thailand dan hanya bermain imbang dengan Timor Leste. Kepastian Indonesia U-23 lolos ke semifinal juga baru didapat pada laga terakhir saat mengalahkan tuan rumah, Myanmar.
Memasuki babak semifinal, Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia melalui adu penalti. Hasil ini sekaligus pembalasan atas kekalahan pada final SEA Games 2011. Namun di final timnas kembali tertunduk, kali ini oleh Thailand. Gol semata wayang Sarawut Masuk mengubur mimpi garuda muda untuk meraih medali emas ketiganya.
Memori Final Indonesia – Thailand Di SEA Games 2013 https://t.co/cIhWIhy7yc pic.twitter.com/vAMKVCqJYC
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) December 13, 2016
Dan yang terakhir, timnas nyaris berhasil di SEA Games 2019 Filipina. Kali ini di bawah pelatih Indra Sjafri dan para pemain muda terbaik hingga saat ini macam Asnawi, Evan Dimas, hingga Egy Maulana Vikri.
Timnas lolos ke babak final SEA Games 2019 dengan perjuangan berat. Di babak penyisihan, garuda muda berstatus runner up grup. Kemudian di semifinal, armada Indra Sjafri kerja keras sampai membutuhkan babak perpanjangan waktu untuk mengalahkan Myanmar.
Kemudian, timnas berkesempatan melakukan pembalasan terhadap Vietnam dengan bertemu kembali di partai final. Sebelumnya, kedua negara sempat bertemu di babak penyisihan. Saat itu, timnas kalah 1-2.
Namun kembali lagi, untuk keempat kalinya timnas gagal di final SEA Games setelah dibantai Vietnam 3-0 di final. Namun, tidak sampai di situ, bagaimanapun pondasi skuad yang dibangun Indra Sjafri tersebut mampu menjadi prospek jangka panjang di perhelatan turnamen berikutnya. Pemain seperti Egy, Saddil, Asnawi merupakan modal penting bagi timnas di kemudian hari.
[VIDEO] Indonesia Telan Kekalahan 3-0 Lawan Vietnam di Sea Games 2019 https://t.co/0wSvkx8yVl pic.twitter.com/JXOma5LxHr
— KOMPAS TV (@KompasTV) December 11, 2019
Optimis 2021
Memasuki perhelatan terbaru SEA Games 2021 Vietnam, timnas Indonesia yang sekarang dilatih Shin Tae Yong berharap tidak lagi menjadi badut runner up di ajang ini. Persiapan pun kembali matang dilakukan.
Para pemain punggawa AFF yang lalu pun sebagian besar dipanggil coach Shin ke Vietnam, minus Pratama Arhan dan Elkan Baggot. Asnawi yang diizinkan klubnya dari Korea untuk membela timnas akhirnya berangkat ke Vietnam setelah match pertama melawan Vietnam.
Marc Klok punggawa anyar bagian dari slot senior diharapkan Shin Tae Yong menjadi komando lini tengah bersama Kambuaya dan Irianto. Di depan dengan kembali dipanggilnya Saddil membuat variasi serangan lebih banyak melalui sayap.
Garuda Muda memanggil! ✊🏼🇮🇩
Sebanyak 20 pemain siap berjuang membela tanah air pada gelaran SEA Games 2021.
Sudah siap dukung Garuda Muda? 👀#KitaGaruda #MeraihImpian #SEAGames2021 pic.twitter.com/EffYr8Xdyt
— PSSI (@PSSI) April 30, 2022
Diharapkan di fase grup bersama Vietnam, Timor Leste, Filipina dan Myanmar. Di atas kertas peluang untuk lolos grup terbuka lebar. Meskipun nyatanya di pertandingan pertama gagal meraih kemenangan setelah takluk 0-3 dari Vietnam. Sapu bersih laga tersisa wajib diraih garuda muda jika ingin melangkah lebih jauh.
Perjuangan belum usai. Mari evaluasi dan fokus pada laga selanjutnya! 💪#KitaGaruda #MeraihImpian #TimnasDay pic.twitter.com/8g57UQD6wQ
— PSSI (@PSSI) May 6, 2022
Start di turnamen tahun ini merupakan start terburuk bagi timnas di ajang SEA Games, dibanding dua ajang SEA Games sebelumnya. Timnas walaupun bersua tim alot Thailand, mereka mampu mengatasinya dengan menahan imbang di 2017 dan menang di 2019.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar bagi timnas di awal turnamen kali ini. Apakah telat panas? Mudah-mudahan layaknya Portugal di Eropa, ketika tampil buruk di awal dan mampu mengambil hikmahnya dengan berprogres konsisten hingga akhirnya menjadi juara, semoga timnas demikian.
Akan tetapi, kali ini tidak ada alasan lagi untuk gagal, sudah lama kenangan manis timnas terpendam sejak 1987 dan 1991, kita tidak mau lagi ter-php lagi.
Dengan persiapan yang matang, kini timnas sudah saatnya mendapatkan gelar ketiganya di Vietnam 2022 ini. Mimpi itu masih ada, terus berjuang, rasuki memori 1987 dan 1991, jayalah garuda muda.
Halo, sobat Garuda! Tahukah kamu kapan Indonesia pertama kali mendapatkan medali emas di SEA Games cabang olahraga sepak bola? 👀
Ayo kita kenalan dengan The Boys of 1987! 😁#KitaGaruda #MeraihImpian #InfografisPSSI #SahabatGaruda #SwaraGaruda pic.twitter.com/FE3fAXOqZK
— PSSI (@PSSI) May 6, 2022
https://youtu.be/cgi4NydSm7Q
Sumber Referensi : bola.com, indosport, bola.okezone


