Beranda blog Halaman 539

Berita Bola Terbaru 17 Juni 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

PRESIDEN MADRID LURUSKAN ISU MIRING SOAL MBAPPE

Presiden Real Madrid Florentino Perez angkat bicara terkait keputusan Kylian Mbappe bertahan di Paris Saint-Germain. Hal itu dikatakannya dalam program Spanyol El Chiringuito, Rabu (15/6) waktu setempat. Keputusan Mbappe untuk bertahan di PSG sempat dinilai sebagai pengkhianatan terhadap Real Madrid. Namun, Florentino Perez menepis kabar tersebut. Perez menyebut Mbappe bukan mengkhianati Real Madrid, melainkan mendapatkan tekanan yang besar. Perez bahkan blak-blakan dengan mengkritik Presiden Prancis yang terlalu ikut campur dengan masa depan Mbappe.

MU DAN ASTON VILLA BERSAING DAPATKAN DE VRIJ

Dilansir Football Italia, Inter Milan berpeluang berpisah dengan De Vrij, yang kontraknya akan berakhir pada Juni 2023. Nerazzurri bisa mengumpulkan dana dari penjualan Stefan de Vrij ke Manchester United atau Aston Villa. Kedua klub itu memang saat ini tengah bersaing untuk mendapatkan bek asal Belanda tersebut. Selain The Red Devils dan The Villans, ada sejumlah klub Liga Primer lainnya yang juga tertarik pada de Vrij. Salah satunya adalah Newcastle United.

WILFRIED GNONTO BERMIMPI UNTUK KEMBALI KE INTER

Boris Gnonto, ayah dari wonderkid Italia, Wilfried Gnonto, mengungkapkan bahwa anaknya kini dilirik banyak klub-klub setelah tampil apik bersama timnas Italia. Seperti diketahui, Gnonto memulai debutnya bersama timnas Italia bulan ini dan tampil impresif dengan mencatatkan satu gol dan satu assist dari empat laga yang dia jalani. Meski dilirik banyak klub, sang ayah mengungkapkan bahwa Gnonto, yang kini bermain di FC Zurich bermimpi untuk kembali ke Inter, klub yang membesarkannya.

KEPA BERPELUANG GABUNG KE LAZIO

Dilansir Football Italia, Kepa Arrizabalaga bisa bersatu kembali dengan Maurizio Sarri di Lazio yang sedang mencari kiper baru seiring kontrak Thomas Strakosha akan habis. Sementara Pepe Reina juga tampaknya tidak akan bertahan di Stadio Olimpico. Kepa akan jadi alternatif bagi Lazio karena incaran utamanya, kiper Atalanta, Marco Carnesecchi yang dipinjam Cremonese absen selama beberapa bulan setelah operasi.

AGEN MATTEO POLITANO TAWARKAN KLIENNYA KE AC MILAN

Football Italia menyebutkan jika agen dari Matteo Politano baru saja menawarkan servis kliennya ke AC Milan pada bursa transfer musim panas tahun ini. Dengan kontrak Politano yang tinggal menyisakan dua tahun lagi, Napoli pun bisa saja melepas sang winger pada musim panas ini dengan nilai jual yang lumayan. Namun selain AC Milan, agen Politano dikabarkan juga menawarkan kliennya ke klub kontestan La Liga yakni Valencia.

MOURINHO AKAN KEMBALI KE CAMP NOU, ADA APA?

Pasca hilang dari hingar bingar La Liga dalam 10 tahun belakangan, Jose Mourinho bakal kembali ke Camp Nou sebagai lawan lantaran timnya, AS Roma mendapatkan undangan main di turnamen Joan Gamper. Barcelona mengundang raksasa asal Italia itu untuk bermain dalam Joan Gamper Trophy pada 6 Agustus mendatang, enam hari jelang laga pertama Barcelona di ajang La Liga musim 2022/23 bergulir.

MANTAN KAPTEN RUSIA KRITIK NEGARANYA SENDIRI TERKAIT PERANG UKRAINA

Mantan kapten timnas Rusia, Igor Denisov mengkritik invasi negaranya ke Ukraina, meski dia juga mengakui bahwa komentarnya tersebut dapat membuatnya dibui atau bahkan dibunuh. Denisov menyebut perang itu sebagai “bencana” dalam pernyataannya yang berisiko dipenjara hingga 15 tahun di bawah undang-undang baru, yang isinya melarang semua warga mencela konflik tersebut. Denisov tidak merasa bangga dengan bangsanya sekarang dan telah menulis surat kepada presiden Vladimir Putin meminta untuk menghentikan perang.

PALACE BATAL GAET VAN DIJK KARENA DINILAI KURANG GESIT

Bek tangguh Liverpool, Virgil van Dijk ternyata memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan dengan salah satu klub Liga Inggris. Pengalaman ini terjadi ketika dirinya masih membela klub asal Skotlandia, Celtic. Waktu itu sebelum berlabuh ke Southampton, Van Dijk pernah ditawarkan ke Crystal Palace. Akan tetapi, Van Dijk ditolak mentah-mentah oleh Palace dengan alasan sang pemain lelet dan kurang gesit. Hal itu diungkapkan oleh mantan juru taktik Palace, Neil Warnock.

CHELSEA MILIKI CALON PERAIH BALLON D’OR DI MASA DEPAN

Mantan pemain Chelsea, Shaun Wright-Phillips tidak meragukan kemampuan yang dimiliki Mason Mount. Dia percaya bahwa Mount bisa merengkuh penghargaan Ballon d’Or di masa depan, sebab di usia muda Mount sudah pernah membawa Chelsea meraih gelar Liga Champions dan Piala Dunia antar klub. “Jika Mount terus menjadi pemain utama di Chelsea dan mereka mulai mengumpulkan trofi lagi, saya bisa melihatnya memenangkan Ballon D’Or,” kata Wright-Phillips dikutip Goal

ERIK TEN HAG INGINKAN DE JONG DAN ERIKSEN GABUNG MU

Manchester United bakal mendapatkan solusi dari mampetnya kreativitas di lini tengah dengan kedatangan dua gelandang, Frenkie de Jong dan Christian Eriksen. Pelatih Erik Ten Hag menginginkan dua pemain ini untuk bergabung ke Setan Merah musim panas ini. Pasalnya, MU sudah kehilangan gelandang asal Prancis, Paul Pogba yang hengkang dengan status bebas transfer pada musim panas 2022. MU bisa memainkan De Jong lebih ke dalam, sembari menurunkan Eriksen sebagai pemain nomor 10 atau di belakang penyerang.

TIBA DI TANAH AIR, TIMNAS INDONESIA DISAMBUT MERIAH

Timnas Indonesia, yang sukses melaju ke Piala Asia 2023, mendapatkan sambutan meriah dari fans ketika tiba di bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis sore. Penggemar timnas menyambut kedatangan Timnas indonesia dengan penuh semangat. Mereka terdiri dari Ultras Garuda dan Le Grande Indonesia. Selain menyambut pemain, mereka juga ingin memberi dukungan pada Shin Tae Yong.

PSSI PASTIKAN COACH SHIN LATIH TIMNAS SENIOR DAN U20

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan pada hari Kamis mengatakan, Shin Tae Yong akan tetap memegang kendali sebagai pelatih timnas Indonesia. Keputusan ini sekaligus menepis rumor yang menyebutkan Coach Shin bakal melepaskan jabatannya sebagai pelatih timnas senior. “U-23 kita lihat nanti. Yang jelas senior sama U-20 udah pasti,” tutur Iwan Bule.

JADWAL PREMIER LEAGUE 2022/23 RESMI DIRILIS

Jadwal lengkap Premier League 2022/23 sudah resmi dirilis. Sejumlah partai menarik bakal tersaji di pekan pertama yang digelar pada 6 & 7 Agustus 2022. Jawara bertahan Manchester City akan bertemu tuan rumah West Ham, sedangkan Liverpool melawat ke markas tim promosi, Fulham. Sementara itu, Manchester United akan menjamu Brighton di Old Trafford, sedangkan Chelsea bertandang ke Everton, dan Arsenal mengunjungi kandang Crystal Palace. 

NIKE RILIS BOLA RESMI PREMIER LEAGUE 2022/23

Apparel olahraga kenamaan, Nike pada musim perdana Liga Primer Inggris meluncurkan desain bola yang digunakan untuk musim 2022/23. Guna merayakan edisi ke-30 Liga Primer, Nike merilis bola dengan grafis dan warna serupa dengan yang digunakan pada 1992. Untuk musim 2022/23 ini, Nike kembali menyediakan bola bernama Flight.

FIFA UMUMKAN KOTA TUAN RUMAH PIALA DUNIA 2026

FIFA mengumumkan 16 kota akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, di mana ajang ini digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Dari 16 kota, sebanyak 11 lokasi berada di Amerika Serikat, yakni Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Kansas City, Los Angeles, Miami, New York/New Jersey, Philadelphia, San Francisco dan Seattle. Kemudian 2 kota terletak di Kanada yakni kota Toronto dan Vancouver. Kemudian sisanya akan diadakan di Meksiko yaitu di kota Guadalajara, Mexico City dan Monterrey.

FABIO VIEIRA SEPAKAT GABUNG ARSENAL

Klub papan atas Liga Inggris, Arsenal selangkah lagi mendapatkan Fabio Vieira yang musim lalu bermain untuk FC Porto. Dikutip Standard, Arsenal dan FC Porto telah menemui kesepakatan mengenai biaya transfer Fabio Vieira. Jumlah biaya yang digelontorkan Arsenal untuk merekrut Fabio Vieira sekitar 35 juta euro. Bahkan biaya itu diperkirakan bisa naik menjadi 40 juta euro dengan mempertimbangkan isi kontrak.

BUKAN KE JUVENTUS, GABRIEL JESUS JADINYA PINDAH KE JUVENTUS?

Rencana Arsenal untuk merekrut Gabriel Jesus di musim panas ini berpotensi menemui kegagalan. Sang striker kini condong akan pindah ke Juventus karena beberapa hal. Pertama, Juventus menjanjikannya posisi di tim utama. Kedua, mereka siap memenuhi tuntutan gaji sang striker. Dan terakhir, Juve menawarkan kesempatan bermain di Liga Champions, sementara Arsenal dipastikan hanya bermain di Liga Europa. 

YVES BISSOUMA SELESAI TES MEDIS DI TOTTENHAM

Yves Bissouma telah menyelesaikan tes medisnya sebelum pindah dari Brighton & Hove Albion ke Tottenham Hotspur. Begitulah kabar dari media The Athletic. Spurs telah menyetujui biaya awal sekitar 25 juta pounds untuk Bissouma, meskipun angka itu bisa meningkat menjadi lebih dari 30 juta pounds ketika berbagai tambahan dipertimbangkan.

LAUTARO DAN INTER TOLAK TAWARAN 90 JUTA EURO DARI TOTTENHAM

Dilansir Football Italia, pelatih Tottenham Hotspur, Antonio Conte ingin bereuni dengan Lautaro Martinez dan pihak The Lilywhites telah menawarkan cuan senilai 90 juta euro atau setara Rp 1,4 triliun. Akan tetapi pihak Inter Milan dan Lautaro Martinez bergeming dan tidak berminat tawaran menggiurkan Tottenham Hotspur.

SINDIRAN POGBA BUAT MU DALAM FILM DOKUMENTER

Paul Pogba resmi meninggalkan Manchester United pada musim panas ini. Kepergian Pogba itu kemudian diceritakan dalam sebuah film bertajuk “The Pogmentary”. Dalam salah satu adegan, terlihat Pogba menyindir klubnya. Pogba mengatakan, bahwa pemain harus merasa penting di klub. Dan hal itu tampaknya yang tidak ia terima di Manchester United. Pogba juga mengatakan MU melakukan kesalahan dengan gagal memperpanjang kontraknya.

DEMI BEK MUDA CALVIN RAMSAY, LIVERPOOL ROGOH KOCEK RP 118 MILIAR

Klub raksasa Eropa, Liverpool rela merogoh kocek sebesar 7,6 juta euro atau sekitar Rp 118 miliar demi mendapatkan jasa bek sayap muda Skotlandia milik klub Aberdeen, Calvin Ramsey di bursa transfer musim panas ini. Mengutip Sky Sports, Jumat (17/6), Ramsay akan melakukan perjalanan ke Liverpool untuk merampungkan kesepakatan pribadi dan menjalani tes medis.

PSG SELANGKAH LAGI DAPATKAN MILAN SKRINIAR

Upaya PSG menambah amunisi di lini belakang dengan mengincar bek Inter Milan, Milan Skriniar mulai menunjukkan titik terang. Kabar terbaru, seperti laporan Football Italia, PSG dan Milan Skriniar disebutkan sudah mencapai kesepakatan prinsip. Itu artinya, klub asal Prancis itu tinggal meyakinkan Inter agar mau melepas bek berusia 27 tahun berkebangsaan Slovakia itu.

PEMILIK MAN CITY INGIN BELI KLUB SERIE B PALERMO

Pemilik Manchester City bertekad untuk terus mengukuhkan superioritasnya di sepak bola, dengan menambah klub ke-11 seiring merebaknya rumor pembelian klub Italia, Palermo. Dilaporkan Football Italia, perwakilan dari City Football Group telah terbang ke Milan untuk menggelar pembicaraan dengan presiden Palermo, Dario Mirri. Biaya operasi diyakini sebesar 13 juta euro ditambah sekitar 2 juta euro dalam tambahan dan bonus terkait kinerja, berdasarkan promosi ke Serie A.

PEREZ UNGKAP PERUBAHAN DRASTIS KYLIAN MBAPPE

Presiden Real Madrid, Florentino Perez membongkar perubahan drastis keputusan Kylian Mbappe akhirnya memilih bertahan di PSG. Padahal ia berkali mengatakan ingin memperkuat Madrid sebagai klub impiannya. “Ini bukan Mbappe yang ingin saya bawa, dia yang lain, yang pasti telah mengubah mimpinya. Dia berubah, dia ditawari hal lain, dia tertekan dan dia sudah menjadi pesepak bola lain. Tidak ada seorang pun di Real Madrid di atas klub,” kata Perez.

MO SALAH MASUK DAFTAR ORANG PALING DERMAWAN DI INGGRIS

Penyerang sayap andalan Liverpool, Mohamed Salah terpilih sebagai salah satu orang paling dermawan di Inggris. Menurut data Charities Aid Foundation, bintang sepakbola asal Mesir itu menempati urutan ke-8. Salah tercatat menyumbang mencapai 2,5 juta pounds belakangan ini, atau sekitar Rp 45,6 miliar, dari total pendapatannya di 2022, yang ditaksir mencapai 41 juta pound atau Rp 749 miliar.

Son Heung Min : Dari Putus Sekolah Hingga Jadi Kebanggaan Asia

Siapa sih yang tak tau Son Heung Min? Selain BTS, Oppa Korea yang satu ini kini menjadi sorotan dunia setelah dirinya berhasil menjadi top skor pertama dari Asia di Premier League. Hebatnya tanpa satu pun gol penalti.

Penghargaan sepatu emas dan penghargaan dari Presiden Korea Selatan pun diraihnya musim ini. Namun, menyedihkan sekali ketika ia tidak masuk nominasi penghargaan PFA Player Of The Year. Entah dengan penilaian apa sehingga top skor liga tak masuk pemain terbaik liga musim ini. Apakah mungkin ia dianggap sebagai pemain badminton?

Namun terlepas dari itu, Son mencapai semua itu dengan cara yang tidak biasa. Ia berjuang benar-benar dari nol. Dari daerah ia merantau dan mengadu nasib. Dengan prinsip dan disiplin kerja keras, ia mampu mencapai yang ia tuju.

Sampai Di Rumah Pertama

Seperti remaja pada umumnya, Son remaja masih bersekolah di usia 16 tahun. Ia bersekolah di sekolah yang punya afiliasi dengan klub sepakbola di Korea Selatan yakni FC Seoul. Namun Son akhirnya memutuskan untuk putus sekolah di tingkat sekolah menengah.

Ia melakukannya demi fokus untuk menempa hobi yang diturunkan ayahnya itu bersama akademi FC Seoul. Ayah Son adalah seorang mantan pesepakbola Korea Selatan bernama Son Wong Jun.

Son memang terkenal dididik keras oleh ayahnya, baik itu dalam prinsip hidup maupun sepakbola. Sehingga mentalnya kuat terbentuk sedari remaja. Suatu ketika, ada tawaran untuk bergabung dengan pendidikan akademi dari Jerman bersama Hamburg. Peluang bergabung dengan akademi Hamburg muncul berkat adanya program pengiriman pemain muda berbakat dari Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan yang bergulir sejak 2002.

Di Jerman, Son menemui banyak tantangan, dari yang tak bisa berbicara bahasa asing sampai sulit beradaptasi secara budaya. Namun jika dalam hal sepakbola, ia cukup menjanjikan secara bakat. Oleh sebab itu Hamburg tertarik kepadanya.

Di Hamburg, ia tak langsung bermain bersama tim muda utamanya. Son benar-benar menjalani jenjang karir dari Hamburg II, Hamburg U-17 sampai Hamburg U-19. Ia berproses dengan baik. Menit bermain dan torehan golnya pun meningkat dari jenjang ke jenjang. Sampai akhirnya ia benar-benar bisa menembus tim utama pada tahun 2010.

Son masuk tim utama Hamburg saat usianya baru 18 tahun. Ia ditempa oleh pelatih Armin Veh dan pemain senior macam Ruud Van Nistelrooy. Ia banyak belajar tentang bagaimana sepakbola Eropa dan beberapa budaya lingkungan sekitar. Diakui Van Nistelrooy, Son memang pribadi yang spesial dari Asia, dan tak jarang ada pemain yang mencapai tingkat kedisiplinan sepertinya.

Sayang, debut awal di tim senior Hamburg tak bagus. Son hanya mencetak 3 gol dari 9 kali bermain. Meski begitu, Son mengemas momen menarik saat dirinya mencetak gol ke gawang FC Koln di Bundesliga. Gol tersebut menjadikan Son sebagai pencetak gol termuda Hamburg sepanjang sejarah partisipasi klub di ajang Bundesliga. Walau Hamburg akhirnya kalah 3-2 atas FC Koln.

Dalam gemblengan kerasnya di tim senior Hamburg, Son pun menunjukan progress yang signifikan dari musim ke musim. Dari yang awal menciptakan 3 gol, di musim berikutnya mampu meningkat menjadi 5 gol. Begitupun di 2012/13, seiring menit bermainnya bertambah berkat kepercayaan pelatih, Son mampu mencipta 12 gol di musim itu.

Batu Loncatan

Sejak penampilannya yang impresif bersama Hamburg selama 3 tahun, ia banyak menerima tawaran klub-klub lain. Namun ia memilih untuk tetap tinggal di Jerman. Son akhirnya mengikuti jejak legenda Korea yang sukses bersama Leverkusen di era 80-an yakni Cha Bum Kun. Son akhirnya berlabuh ke Leverkusen di musim 2013/14 dengan bandrol sekitar 10 juta euro (174 miliar).

Di bawah arahan pelatih muda eks Liverpool, Sami Hyypia, ia berkembang jauh lebih matang secara permainan. Bahkan dari segi bisnis pun Leverkusen ketiban rejekinya. Setelah Son datang, Leverkusen ditawari kesepakatan sponsor dengan LG Elektronik, yang notabene perusahaan asal Korea Selatan.

Pola sponsorship seperti itu pun sebenarnya sudah terjadi ketika di Son di Hamburg. Ketika itu perusahaan Kumho Tire asal Korea Selatan menjadi sponsor Hamburg selama 2 tahun.

Namun terlepas untung dari segi bisnis, Leverkusen pun untung dari segi performa tim. Son mampu mendongkrak performa tim dengan 12 golnya sekaligus mengantarkan Leverkusen finish di 4 besar dan melangkah ke Liga Champions. Di musim keduanya pun, ia kembali mengantarkan Leverkusen ke Liga Champions dengan torehan 17 gol.

Hijrah Ke London

Kesedihan pun melanda Leverkusen ketika mereka mendapat telepon dari London Utara. Tottenham Hotspurs bersama Pochettino mengutarakan keseriusannya memboyong Oppa Korea itu menuju Inggris. Leverkusen pun tak kuasa menahan tawaran sensasional untuk Son.

Akhirnya dengan kesepakatan bersama, Son dilepas ke Spurs dengan banderol hampir mencapai 30 juta pounds pada Agustus 2015. Harga tersebut menjadikan Son ketika itu menjadi pemain Asia termahal. Mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Hidetoshi Nakata saat kepindahannya dari AS Roma ke Parma.

Son melakukan debutnya bersama Spurs saat bertandang ke Sunderland pada bulan September 2015. Namun gol debutnya justru terjadi di White Hart Lane saat ia mencetak 2 gol dalam kemenangan Spurs 3-1 atas Qarabag di Europa League. Debutnya bersama Spurs kalau dihitung secara gol mungkin bisa dikatakan tak berjalan mulus. Son hanya mampu mencipta 8 gol dan 5 assist dari 34 pertandingan yang ia mainkan.

Dari segi persaingan di skuad, meskipun Pochettino lebih sering memberinya kesempatan, tidak serta merta ia jadi starter tiap pekannya. Son juga tetap harus bersaing dengan pemain seperti Nacer Chadli maupun Eric Lamela di sisi sayap penyerangan Spurs.

Dari catatan performanya semenjak debut, torehan gol maupun kontribusi permainannya makin naik. Ia mulai nyaman menemukan posisi favoritnya di Spurs yakni sebagai penyerang sayap kiri.

Duetnya pun makin nyetel dengan Harry Kane sebagai ujung tombak penyerangan Spurs. Bahkan Son dan Kane sekarang sudah mencapai rekor tersendiri sebagai duet tersubur Premier League mengalahkan Drogba dan Lampard ketika di Chelsea.

Pemain terbaik Asia sebanyak 7 kali itu juga pernah sukses mendapatkan penghargaan Puskas Award lewat gol dribbling solonya melawan Burnley di 2020. Akan tetapi, torehan hebatnya itu belum mampu membawa gelar bagi Spurs. Dari liga domestik, paling banter Son mengantarkan Spurs mencapai runner-up di musim 2016/17. Dan di kompetisi Eropa hanya mengantarkan Spurs menjadi runner-up Liga Champions musim 2018/19.

Total, sudah 7 tahun Son bersama The Lilywhite. Kini bagaimanapun Son masih mempunyai hutang gelar bagi Spurs. Namun tak akan pernah tau kapan hutang itu bisa dibayarnya.

Menyadari kondisi anaknya, baru-baru ini ayah Son mengatakan bahwa anaknya belum mencapai level tertingginya sebagai seorang bintang. Pernyataan ayahnya itu pun kini ditafsirkan bahwa Son seharusnya pindah dari Spurs demi mencapai level tertingginya sebagai seorang bintang.

Pertanyaannya sekarang, Son mau pindah ke mana? Beredar rumor siapa yang mengincar dirinya saja pun tidak. Apakah harganya terlalu mahal? Padahal sebagai pemain Asia, dari segi pasar bisnis selalu menjanjikan. Ditambah faktor performa Son yang tak usah ditanya lagi kehebatannya. Jadi, tunggu apa lagi wahai klub-klub besar. Ini kebanggaan Asia, Janganlah disia-siakan. Saranghaeyo Oppa Son.

https://youtu.be/3M9kjBK245o

Sumber Referensi : fourfourtwo, bundesliga, theguardian

Shaun Goater: Sang Legenda Manchester City Sesungguhnya

0

Sebelum kemunculan nama seperti Mario Balotelli, Edin Dzeko, hingga Sergio Aguero yang jadi pemain hebat yang mengangkat derajat Manchester City. Ada nama lain yang tentu saja tidak boleh dilupakan. Nama ini ada sebelum Sheikh Mansour melawat ke Manchester dan mengakuisisi sisi biru kota tersebut.

Pemain itu adalah Shaun Goater. Ia sangat pantas disebut “Legend of Legends” dari klub yang kini bermarkas di Etihad Stadium itu. Di era 90-an hingga awal 2000an Shaun Goater bak dewa bagi fans City. Sayang namanya tak ranum selamanya. Sosok Goater nyaris tenggelam di tengah lautan pemain-pemain hebat yang datang ke Manchester Biru.

Dari Bermuda Untuk Manchester

Lahir di Bermuda, sebuah pulau kecil yang berada di wilayah seberang laut Britania Raya, Shaun Goater menjelma striker hebat Manchester City. Namun, jangan dikira The Citizen yang menemukan bakat Goater. Justru rival merekalah, Manchester United yang menemukan bakat luar biasa terpendam dalam diri pemuda dari seberang laut Britania Raya.

Di usia 17 tahun, Goater sukses menjalani trial di Manchester United, sehingga ia mendapat kontrak profesional dari Setan Merah. Sayangnya, ia bernasib seperti pemain-pemain muda MU lainnya. Setelah mendapat kontrak profesional, Goater tak kunjung menembus skuad utama Manchester United.

Goater hanya menghabiskan masa mudanya di Manchester United sebagai pemain pinjaman. Ia rela bermain di kasta yang jauh lebih rendah demi mendapatkan menit bermain yang cukup. Meski banyak tawaran bermain di luar Inggris, Goater tetap memilih untuk bermain di Inggris bersama Rotherham, Notts County, hingga Bristol City.

Ketika bermain di Bristol, Goater yang sejak mudah menjadi seorang gelandang berubah posisinya menjadi striker. Tepat di titik inilah performa Goater menunjukkan kegemilangan. Ia menjelma penyerang berbahaya di kotak penalti lawan.

Mencintai dan Dicintai

Pada penghujung paruh kedua musim 1998-99, tawaran dari Manchester City yang saat itu masih menghuni Championship datang. Ketika itu manajer City, Joe Royle tertarik mendatangkan Goater. Ia datang tujuan awalnya untuk menyelamatkan City dari degradasi ke divisi ketiga. Namun sayang, kedatangan Goater dirasa terlambat. Meski mencetak tiga gol di tujuh laga tersisa, Goater tidak mampu menyelamatkan City dari bencana degradasi. 

Gagal menyelamatkan Manchester City dari degradasi, membuat Goater kehilangan kepercayaan diri. Ia harus melihat timnya terpuruk, sembari menerima kenyataan bahwa klub masa kecilnya kian mendominasi Inggris dan meraih treble luar biasa tahun 1999.

Goater sempat mengalami kesulitan di lapangan, goal-goalnya pun mulai mengering. Bahkan ia sampai menemui psikolog yang bekerja di Manchester City untuk mencari cara bagaimana ia bisa meningkatkan kepercayaan diri di lapangan.

Setelah mendapat bimbingan dari psikolog, Goater kembali menemukan jati dirinya. Ia membawa City kembali ke divisi Championship setelah memenangkan laga play off melawan Gillingham. Duet Shaun Goater dan Paul Dickov jadi penyelamat City kala itu.

Waktu normal yang hanya menyisakan beberapa menit saja, Shaun Goater muncul sebagai pahlawan. Ia jadi pemberi umpan untuk sebuah gol dari Paul Dickov yang diakui oleh beberapa fans lawas City, itu lebih penting daripada gol Sergio Aguero ke gawang QPR satu dekade kemudian. Pasalnya gol tersebut jadi titik balik City di sepakbola Inggris.

Kesetiaan yang Teruji 

Shaun Goater terus berjuang untuk mencetak gol. Berkat gol-golnya ia berhasil memenangkan hati para penggemar. Fans City selalu memiliki ruang khusus di hati mereka untuk Shaun Goater, pemain yang berjuang melalui kesulitan dan membuktikan dirinya belum habis.

City pun berhasil mengamankan promosi berturut-turut pada musim berikutnya dengan finis di peringkat dua Championship musim 1999/2000. Goater menjadi sosok penting dalam kesuksesan City. Ia menyelesaikan musim yang luar biasa sebagai pencetak gol terbanyak klub dengan 23 gol, serta menyabet penghargaan Player of The Year. 

Penantian panjang pun telah usai, Goater membawa klub yang ia cintai berlaga di kasta tertinggi sepakbola Inggris pada musim 2000/2001. Namun, musim pertamanya di Premier League tak berjalan mulus. Kedatangan legenda Liberia, George Weah membuat Goater lebih sering menghangatkan bangku cadangan ketimbang bermain dan mencetak gol.

Meski berhasil mendatangkan pemain sekaliber George Weah dan Alf-Inge Haaland, City tak mampu berbicara banyak di musim pertamanya di Premier League. Hasil-hasil buruk mengiringi perjalanan City musim itu. Di Akhir musim, Goater kembali harus menelan pil pahit. Perjuangannya selama ini seakan sirna dengan kembalinya City ke Divisi Championship.

Dengan keadaan City yang carut marut, beberapa bintang pun memutuskan pergi. George Weah memilih berkarir di Prancis, sedangkan Paul Dickov bergabung dengan tim Inggris lainnya, Leicester City. Sementara Goater? Masih setia menemani Manchester City.

Momen Epic Derby Manchester 2003

Goater kembali menjadi saksi perjalanan roller coaster Manchester City di sepakbola Inggris. Kali ini tak tanggung-tanggung, Goater membawa Manchester City kembali ke Premier League melalui jalur juara Divisi Championship 2001/2002. 

Goater menggila dengan mencetak 32 gol di semua kompetisi. Pencapaian ini menjadikannya pemain pertama sejak Francis Lee yang mampu mencetak lebih dari 30 gol dalam satu musim.

Musim 2002/2003 jadi musim kelima Shaun Goater berseragam Manchester City. Klub mempersiapkan musim keduanya di Premier League dengan mendatangkan Nicolas Anelka dan Robbie Fowler. Namun kedatangan mereka tak membuat Goater gentar. Pemain bintang boleh datang dan pergi, tapi Shaun Goater tetap menjadi satu-satunya GOAT di Manchester City.

Musim kedua di Premier League jadi musim yang paling melekat di ingatan fans Manchester City. Di bawah asuhan Kevin Keegan, Goater CS berhasil meraih kemenangan Derby Manchester pertama dalam 15 tahun terakhir. Goater pun jadi bintang di laga tersebut.

Berduet dengan Anelka di lini depan, Goat mampu menginspirasi serangan-serangan Manchester City. Gol pertama yang dicetak Anelka juga hasil bola muntah sepakan Goater. Beberapa menit berselang, giliran Goater yang memasukan namanya ke dalam daftar pencetak gol. Ia memanfaatkan kesalahan Gary Neville di dalam kotak penalti.

Tak puas hanya mencetak satu gol, Goater kembali menambah keunggulan di babak kedua, sekaligus mengunci kemenangan dengan skor 3-1 atas Manchester United. Kemenangan di Mine Road jadi kemenangan yang dinanti-nanti oleh fans City. 

Manchester City mengakhiri musim 2002/2003 dengan finis di urutan ke-9. Dengan berakhirnya kompetisi, berakhir pula petualangan Shaun Goater bersama Manchester City. 103 gol telah dicetak Goater selama pengabdianya di City. 

Yang perlu kalian ingat, Manchester City yang kalian kenal sekarang adalah warisan dari Shaun Goater. Jika Shaun Goater tak setia dan membawa City kembali ke kasta tertinggi, mungkin kalian tak akan pernah tahu bahwa ada klub sepakbola lain di kota Manchester.

Sumber: These Football Times, Football Faithfull, Bein Sport, Transfermarkt

Bola Panas Dugaan Pelanggaran Financial Fair Play PSG dan City

0

Presiden Real Madrid, Florentino Perez menghadiri bincang-bincang dalam program El Chiringuito. Ia mengatakan bahwa tidak ada pengkhianatan mengenai transfer Kylian Mbappe. Real Madrid yang oleh banyak orang disebut kena PHP, ternyata dari presidennya sendiri, sebagaimana mengutip Football Espana tidak merasa demikian.

Namun, tentu masalah tidak bisa selesai begitu saja. Permasalahan bahkan bukan hanya berkubang di transfer Kylian Mbappe yang justru memperpanjang kontraknya di PSG, tapi melebar ke dugaan pelanggaran aturan financial fair play (FFP) yang dilakukan oleh PSG.

Bahkan bukan cuma PSG yang kena. Manchester City juga ikut terseret. Karena Presiden La Liga, Javier Tebas melaporkan kedua klub itu dengan kasus yang serupa: dugaan pelanggaran FFP.

La Liga Laporkan City dan PSG

Sebelumnya La Liga telah mengajukan keluhan ke UEFA soal Manchester City. La Liga dalam sebuah laporan Reuters sebagaimana dikutip Yahoo News, menuduh kalau finansial Manchester City bermasalah. Tentu maksudnya bukan bermasalah karena miskin, tapi disinyalir terjadi pelanggaran financial fair play.

La Liga mengklaim bahwa Manchester City terus-menerus melakukan itu. Dan tentu saja hal semacam ini tidak bisa dibenarkan dari segi hukum Kepulauan Solomon sekalipun. Laporan La Liga ini menjadi makin luas setelah penandatanganan Erling Haaland ke Manchester City dari Borussia Dortmund.

Bomber Norwegia itu sebelumnya adalah target dua raksasa La Liga, Barcelona dan Real Madrid yang gagal merapat. Sementara, untuk PSG juga kurang lebih sama. Mengutip Independent, Javier Tebas menuding bahwa PSG telah berlaku ‘curang’ soal Mbappe.

Tebas juga menuduh kalau PSG sudah berkali-berkali melanggar aturan FFP. Bagi Tebas sangat tidak logis sebuah tim bisa memperbarui kontrak Mbappe dengan nominal yang tinggi. Apalagi kerugian dan beban upah PSG jadi jauh lebih banyak dari Barcelona dan Real Madrid.

“Tidak mungkin tidak ada kecurangan sponsorship atau kontribusi modal di level yang lebih tinggi yang ditetapkan UEFA,” kata Tebas seperti dikutip Independent.

Sebelumnya, Paris Saint-Germain telah memperpanjang kontrak Mbappe hingga tahun 2025. Melansir laporan Marca, Mbappe akan mendapatkan bayaran sekitar 50 juta euro (Rp781 miliar) per tahun. Bukan hanya itu, ada pula biaya penandatanganan yang mencapai 100 juta euro (Rp1,5 triliun). Uang sebanyak itu digelontorkan PSG hanya untuk satu pemain saja.

Sejak Lama

Dugaan pelanggaran aturan financial fair play bukan baru-baru ini saja terjadi. Pada tahun 2017 dan 2018, La Liga juga pernah mengajukan keluhan serupa. Ketika itu laporan La Liga berhasil masuk ke UEFA. Manchester City dan PSG pun mendapat sanksi.

Namun, yang terjadi baik PSG maupun Manchester City, keduanya berhasil lolos dari sanksi setelah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). CAS memenangkan banding City dan PSG. Keputusan ini membuat La Liga terpaksa gigit jari dan menganggap keputusan CAS untuk meloloskan banding City dan PSG adalah keputusan aneh.

La Liga hanya segelintir pihak yang menuduh PSG dan Manchester City melanggar financial fair play. Sebuah lembaga independen yang memang sering menguak sisi gelap sepakbola, Football Leaks bersama Der Spiegel dan MediaPart juga berkali-kali menuduh City dan PSG telah mengakali aturan untuk menghindari peraturan financial fair play.

Tidakkah Ada Upaya Investigasi?

Kalaupun tuduhan ini benar adanya, harusnya ada semacam upaya investigasi dari pihak-pihak yang berwenang. Ya jika memang nggak becus melakukannya, niat saja sudah baguslah. Dosen kebijakan olahraga dan spesialis hukum Eropa, Borja Garcia dalam wawancaranya dengan situs olahraga Goal, mengatakan bahwa UEFA adalah lembaga yang semestinya melakukan penyelidikan.

Sebagai badan sepakbola tertinggi di Eropa, UEFA punya mandat untuk menegakkan hukum yang mereka buat sendiri. Garcia mengatakan, UEFA sendiri punya aturan, punya regulasi tentang financial fair play, jadi mereka yang wajib melakukan investigasi kalau-kalau ada dugaan pelanggaran.

Upaya untuk melakukan investigasi dari UEFA sebenarnya memang ada. Presiden UEFA, Aleksander Caferin berkali-kali menurunkan tim investigasi untuk menyisir kemungkinan adanya pelanggaran aturan financial fair play. Namun, soal berhasil tidaknya itu urusan lain.

Well, bukan hanya UEFA yang bisa melakukan penindakan dan investigasi. Barangkali kalau UEFA terlampau lemah dan tak becus, lembaga lain juga bisa melakukan investigasi yang serius. Walaupun nggak semua lembaga benar-benar bisa melakukannya.

Seperti Premier League. Liga yang menaungi Manchester City tidak bisa tergopoh-gopoh turut melakukan investigasi. Apalagi tidak ada tuduhan kalau The Citizen melanggar aturan financial fair play dalam skala lokal. Kendati sejatinya Premier League bisa melakukan penyelidikan awal. Namun yang bisa Premier League lakukan sekadar ‘mengamati situasi’.

Pakar keuangan sepakbola, Rob Wilson dalam kasus ini mengatakan bahwa kemungkinan bagi pemerintah Inggris turut ikut campur juga terbuka. Pemerintah Inggris bisa saja menyerukan penyelidikan. Tapi Wilson juga mengatakan belum tentu juga penyelidikan dari pemerintah Inggris beneran terlaksana.

UEFA Bermain

Bola panas itu makin bergulir, karena sebetulnya pernah muncul laporan yang mengindikasikan bahwa UEFA ternyata juga cawe-cawe dalam menutupi pelanggaran aturan financial fair play oleh Manchester City dan PSG.

Dalam sebuah dokumen yang ditemukan dan dianalisis oleh 80 jurnalis anggota Kolaborasi Investigasi Eropa (EIC), seperti dikutip France 24 pada 2018, menemukan bahwa UEFA secara sadar telah membantu klub yang bersangkutan untuk menutupi pelanggaran FFP.

Para jurnalis menduga UEFA melakukan itu demi kepentingan politik. Terutama yang melibatkan Michel Platini dan Gianni Infantino. Klaim Football Leaks menunjukkan bahwa Qatar dan Abu Dhabi menyuntikkan dana senilai 4,5 miliar euro (Rp70,3 triliun). Dari angka itu 2,7 miliar euro (Rp42,1 triliun) telah diinvestasikan ke Manchester City oleh pemiliknya di Abu Dhabi, dari kesepakatan sponsor yang disinyalir berlebihan.

Sementara itu, PSG menjalin kerja sama berdurasi lima tahun dengan Qatar Tourism Authority (QTA) senilai 215 juta euro per tahun (Rp3,3 triliun). Lucunya dari kesepakatan yang totalnya senilai 1 miliar euro (Rp15,5 miliar) lebih itu, oleh auditor independen UEFA menilai kontraknya hanya di angka 2,8 juta euro (Rp43,6 miliar) per tahun.

Diserang Balik

Di lain sisi, Manchester City dan PSG, dua klub tertuduh melanggar aturan FFP menampik segala kemungkinan pelanggaran. Kedua klub tersebut pada tahun 2017 dan 2018 bahkan bisa menang banding. Sebaliknya, PSG dan Manchester City menyerang balik pihak-pihak yang menudingnya.

Javier Tebas tak bisa mengelak dari serangan balik yang dilontarkan kubu PSG maupun Manchester City. Dalam laporan The Guardian menyebut, kedua klub itu mengomentari kebijakan keuangan yang kacau dari La Liga. Keduanya berdalih La Liga telah menyangkal kesalahan yang mereka buat sendiri.

Mereka mencontohkan soal Barcelona. Bagaimana mungkin Blaugrana yang masih ada lubang 500 juta euro (Rp7,7 triliun) dalam neraca keuangannya, bisa mendatangkan kesepakatan 55 juta euro (Rp857 miliar) Ferran Torres dari Manchester City?

Bukan itu saja. Melansir Daily Mail, Ketua Ligue 1, Vincent Labrune justru blak-blakan menyerang Javier Tebas. Labrune mengatakan, La Liga diuntungkan oleh bantuan dari negara ilegal dan menghabiskan uang serta biaya transfer mereka sendiri. Meskipun Labrune tak menyebut negara ilegal mana yang dimaksud.

Alih-alih disebut sebagai pelanggaran FFP oleh PSG dan Manchester City, kasus ini malah lebih mengarah kepada perseteruan antara La Liga, PSG, dan Manchester City. Kasus ini bahkan melahirkan ketegangan di tubuh UEFA. Apalagi baik Tebas dan Nasser Al-Khelaifi keduanya memiliki jabatan di UEFA.

Apa pun itu, sebagai pihak yang hanya bisa melihat orang-orang tadi ‘berdansa’, kita bisa mengambil hikmah luar biasa dari masalah ini. Betapa kasus ini mengingatkan kita pada sebuah pepatah kuno Kepulauan Madagaskar yang berbunyi, “Semakin kaya seseorang, maka semakin berat godaannya”.

https://youtu.be/WYBo3kI4cb0

Sumber referensi: Yahoo, Goal, France24, Dailymail, TheGuardian, Indepndent, Marca

Mungkinkah Persaingan Duo Milan Bakal Berlanjut di Musim Depan?

Tak dapat dipungkiri, persaingan ketat Inter Milan dan AC Milan musim ini membuat Serie A makin menarik. Derby Della Madonnina kini telah tersaji dalam sajian yang berbeda, yakni saling sikut untuk memperebutkan tempat teratas di Serie A. Dengan kondisi yang masih stabil, duo Milan berharap akan kembali menyajikan pertunjukan menarik musim depan.

Bursa transfer musim panas pun sudah dibuka. Duo Milan pun mulai saling berbenah. Dengan berbagai langkah, apakah rivalitas duo Milan ini akan tetap mendominasi musim depan? Ataukah justru muncul klub lain?

Dua Musim Yang Manis

Dominasi duo Milan mengawali kebangkitannya pada musim 2020/21. Keduanya berhasil memutus dominasi Juventus memperoleh gelar kesepuluhnya. Meski begitu, kedua tim memiliki cerita persaingan yang indah.

Keduanya saling bertukar posisi teratas. Pada musim 2020/21, Inter jadi kampiun, sedangkan Milan berada di peringkat kedua. Berkat gelar juara itu pula Inter mengakhiri penantian panjang gelar Serie A, sejak terakhir kali bersama Mourinho di musim 2009/10.

Lalu, pada musim 2021/22, giliran Milan yang kampiun, sedangkan Inter berada di posisi runner-up. Dengan gelar juara ini Milan juga berhasil mengakhiri penantian panjangnya ketika terakhir kali merebutnya di musim 2010/11 bersama Max Allegri.

Romantisme kebangkitan duo Milan ini tidak datang secara tiba-tiba. Inter telah bangkit semenjak kedatangan CEO olahraga baru, Beppe Marotta. Sejak kedatangannya di bawah kepemilikan konsorsium Tiongkok, Marotta menjalankan fungsinya dengan baik sebagai CEO.

Marotta ditunjuk untuk membangun kembali proyek Inter, termasuk memanggil Conte sebagai pelatih. Hasilnya sampai sekarang pun bisa dirasakan, 1 kali juara dan 2 kali runner up di 3 tahun terakhir.

Hal yang sama juga dilakukan Milan yang bangkit sejak kedatangan konsorsium AS Elliott Management yang menunjuk Gazidis menjadi CEO dan Maldini sebagai direktur teknik. Mereka bekerja secara jenius dalam beberapa kebijakan transfer. Titik balik dalam menunjuk Pioli menjadi pelatih membuat mesin Milan seketika berubah menjadi penantang gelar juara.

Hasil dari proses yang benar itu baru diunduh Milan pada musim 2020/21 ketika mereka bisa bersaing dalam perebutan juara Serie A. Satu kali runner-up dan satu kali juara dalam dua musim menjadi bukti bahwa Milan masih berpeluang mengulanginya lagi musim depan.

Ambisi Inter

Sebagai yang gagal musim ini, Inter berambisi merebut kembali tahta yang direbut tetangganya itu. Memasuki bursa transfer musim panas ini, Inter mulai melakukan proses tambal sulam skuadnya.

Kedatangan Onana di posisi kiper bagus untuk penyegaran serta persaingan bagi Handanovic. Lalu tiga bek Inter bagaimana? Inter diragukan akan masa depan 3 beknya terutama Skriniar dan Bastoni. Keduanya kini menjadi incaran klub besar lain macam PSG maupun Spurs.

Artinya kini sedini mungkin Inter harus mengantisipasinya dengan mengincar minimal satu bek pengganti. Nama bek Torino, Bremer dan bek Fiorentina, Milenkovic menjadi nama terdepan incaran Inter.

Kehilangan Ivan Perisic mau tidak mau harus direlakan. Toh posisi Perisic di wing back kiri bisa diisi dengan Robin Gosens yang bisa dimanfaatkan penuh musim depan. Di tengah trio, Barella, Brozovic, dan Calhanoglu perlu penyegaran. Nama gelandang muda Empoli, Kristjan Asllani dan gelandang gaek Mkhitaryan kabarnya telah diincar.

Di lini depanlah Inter sebenarnya lebih fokus. Pasalnya nasib masa depan Lautaro Martinez menjadi tanda tanya besar sampai sekarang. Edin Dzeko dan Alexis sudah semakin tua, Joaquin Correa yang baru saja dipermanenkan juga belum menunjukan konsistensinya.

Kabar kepulangan Lukaku dari Chelsea mungkin menjadi angin segar bagi lini depan Inter. Belum lagi kepastian Dybala yang katanya sebentar lagi menyetujui kontrak. Dengan menumpuknya lini depan Inter, lalu pertanyaannya siapa yang tersingkir atau bertahan? Praktis salah satunya akan ada yang jadi korban.

Milan Di Jalan Yang Benar

Seakan tak mau hanya diam saja merasakan zona nyaman kemenangan. AC Milan bersama Gazidis, Massara, Maldini, dan Pioli terus bergerak aktif di bursa transfer untuk menambah amunisinya musim depan. Sama seperti Inter yang dipegang Marotta, dalam operasi transfernya, Milan yang kini dipegang Maldini juga sama-sama mempunyai kepiawaian dalam hal merekrut pemain secara efektif.

Kini Milan secara skuad ditinggalkan pemain pentingnya di tengah yakni Kessie. Di posisi empat bek Milan juga butuh penyegaran terutama di pos bek tengah. Kjaer yang makin tua serta Kalulu, Tomori, maupun Romagnoli juga tentu butuh pelapis yang sepadan. Maka dari itu, mereka sedang ngotot bernegosiasi dengan Lille untuk dapatkan Steve Botman.

Kini PR Milan tinggal mencari sosok pengganti Kessie, memagari Rafael Leao dari tawaran klub lain, serta mencari pelapis striker yang muda. Untuk sosok pengganti Kessie, Milan kini makin dekat dengan penandatanganan gelandang Portugal, Renato Sanches.

Sedangkan striker tunggal Milan yang hanya diisi kaum jompo macam Giroud maupun Ibra, kabarnya akan segera dapat solusi yakni Divock Origi yang mungkin akan segera datang dengan status gratis dari Liverpool.

Milan sudah semakin bersiap untuk menguatkan beberapa posisi di skuadnya. Keseriusan Milan dalam transfer kali ini pun ditunjang dengan proses akuisisi pemilik baru. Milan akan segera diakuisisi oleh perusahaan AS yakni RedBird Capital yang akan menggantikan Elliott Management

RedBird Capital cukup fasih bergerak di ranah investasi olahraga, termasuk sepak bola. Sebagai contoh, di bawah naungan RedBird Capital, Toulouse menjadi klub yang paling gahar bergerak di bursa transfer Ligue 2 Prancis dan berhasil promosi ke Ligue 1.

Rivalitas Duo Milan Jilid 3?

Dari berbagai persiapan yang dilakukan duo Milan ini menandakan bahwa di atas kertas mereka siap bersaing lagi untuk mendominasi Serie A. Sudah dua musim mereka mendominasi, apakah musim depan jadi yang ketiga kalinya? Belum tentu. Tim lain bisa saja mengusik dominasi duo Milan.

AS Roma yang sedang mencapai titik hebatnya bersama Mourinho bisa saja menjadi hama serius bagi duo Milan. Apalagi Giallorossi baru saja mendapatkan amunisi baru dalam tubuh Nemanja Matic. Selain Roma, tentu masih ada Juventus. Si Nyonya Tua yang sedang mendengkur nyenyak itu pun bukan tidak mungkin tiba-tiba akan terbangun.

Terlebih Juventus akan mendatangkan beberapa pemain pilarnya. Pogba dan Angel Di Maria yang konon akan merapat ke Juve bisa jadi tambahan senjata untuk sekadar mengalahkan dominasi duo Milan. Belum lagi Juventus memang digadang-gadang jadi tim terkuat yang bakal merusak dominasi Milan di Serie A. Dendam kesumat Juventus bisa saja menggulingkan dominasi Kota Milan.

Rossoneri dan La Beneamata juga mesti memasang rambu-rambu. Karena bukan sebuah kemustahilan kalau tim-tim lainnya, seperti Napoli, Lazio, dan Atalanta justru akan menjadi tim kejutan. Apa pun itu yang pasti persaingan duo Milan bakal berlanjut. Kemungkinan itu tetap terbuka.

Meskipun di sisi lain, kubu dua Milan juga tidak ada salahnya mewaspadai kekuatan tim lain. Sebab walau bagaimana, baik Inter maupun AC Milan keduanya pernah dalam kondisi memprihatinkan. Kabar baiknya, fans Milan dan Inter masih bisa berharap. Ya, berharap supaya Juventus dan tim-tim lain belepotan di musim depan.

https://youtu.be/LZg2o1wXzBk

Sumber Referensi : theathletic, footballtransfer, thesportsman

Berita Bola Terbaru 16 Juni 2022 – Starting Eleven News

Berita Bola Terbaru dan Terkini

CHELSEA PIMPIN PERBURUAN MATTHIJS DE LIGT

Banyak klub papan atas Eropa sedang mengejar tanda tangan bek Juventus, Matthijs De Ligt. Namun dikutip Sportbible, Chelsea yang terdepan dalam mendapatkan de Ligt. The Blues menjadikan De Ligt sebagai target utama. Chelsea membutuhkannya untuk mendapatkan bek tengah baru lantaran kehilangan Antonio Rudiger ke Real Madrid dan Andreas Christensen.

OSIMHEN AKUI BELUM MENGETAHUI MASA DEPANNYA DI NAPOLI

Kontrak Victor Osimhen di Napoli baru akan berakhir pada 2025. Tapi Arsenal dan Manchester United dikabarkan tertarik untuk merekrut pemain berusia 23 tahun itu. Di sisi lain, Osimhen sendiri belum tahu tentang masa depannya di Napoli. Osimhen mengatakan untuk saat ini dirinya sedang fokus bermain bersama Timnas Nigeria.

CASSANO: INTER TIDAK BUTUH DYBALA ATAU LUKAKU

Sejak beberapa pekan terakhir, Inter Milan santer diberitakan bakal memboyong Paulo Dybala dan Romelu Lukaku ke Giuseppe Meazza. Namun kabar ini justru memancing komentar dari mantan penyerang tim nasional Italia, Antonio Cassano. Di mata Cassano, lini depan Inter saat ini sudah cukup mumpuni dan kedua pemain tadi kehadirannya tak dibutuhkan di San Siro.

PAUL POGBA AKAN BERSINAR BERSAMA JUVENTUS

Mantan bek timnas Italia, Andrea Barzagli mendukung wacana Paul Pogba kembali berkarir di Juventus. Barzagli menilai Pogba akan kembali menemukan magisnya jika balik ke pangkuan Si Nyonya Tua. Gelandang Prancis itu dilaporkan sudah menjalani negosiasi dengan manajemen Bianconeri dari beberapa bulan lalu. Menurut laporan media-media Italia, kepindahan Pogba ke Turin hanya tinggal menunggu waktu.

MERTENS AKUI BELUM DAPAT KONTRAK BARU DARI NAPOLI

Dries Mertens mengkonfirmasi dirinya belum membicarakan soal perpanjangan kontrak dengan Napoli meski kontraknya akan habis pada akhir bulan nanti. Mertens masih belum memutuskan apakah akan bertahan atau pindah ke klub lain. Ia menyatakan hanya ingin membuat pilihan yang tepat untuk masa depannya.

WASIT DI EL SALVADOR TEWAS USAI DIKEROYOK PEMAIN DAN SUPORTER

Federasi Sepak Bola El Salvador mengumumkan bahwa wasit José Arnoldo Amaya meninggal setelah dipukuli oleh pemain dan penggemar pada laga yang dia pimpin di Stadion Toluca di San Salvador. Wasit senior berusia 63 tahun itu menderita luka berat akibat pemukulan dan meninggal di Rumah Sakit Zacamil. Diagnosis dokter menyebutkan sang wasit mengalami perdarahan internal. Kejadian naas yang menimpa sang wasit bermula ketika ia memberikan kartu merah kepada pemain pada suatu pertandingan sepak bola amatir.

REAL MADRID SIAPKAN KONTRAK BARU UNTUK VINICIUS JR

Real Madrid sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Vinicius Junior mengenai kontrak baru. Sang winger masih memiliki dua tahun tersisa dalam kontraknya saat ini, tetapi juara Spanyol itu berharap dapat meyakinkannya untuk berkomitmen untuk tinggal lebih lama. Goal mengabarkan bahwa kesepakatan itu 95 persen selesai, dengan hanya detail kecil yang masih harus diselesaikan.

DIBANTAI HUNGARIA, TAGAR #SOUTHGATEOUT MENGGEMA DI MEDSOS

Mayoritas fans The Three Lions turun ke media sosial untuk meminta Gareth Southgate angkat kaki sebagai pelatih kepala. Mereka bahkan tak segan membuat postingan dengan tag #SouthgateOut. Hal itu lantaran tim kesayangan mereka tak kunjung meraih kemenangan di UEFA Nations League 2022/23. Tagar #SouthgateOut menggema di Medsos sesaat setelah Inggris kembali kalah dari Hungaria dengan skor 4-0.

KANE BUAT GERAKAN RESPONS PELANGGARAN HAM TERKAIT PIALA DUNIA QATAR

Striker Tottenham Hotspurs, Harry Kane terus memperjuangkan isu hak asasi manusia yang terjadi di Qatar jelang Piala Dunia 2022. Kane bersama rekan-rekan kapten di timnas lainnya menyoroti dugaan perlakuan yang tidak manusiawi terhadap pekerja pembangunan infrastruktur Piala Dunia, sejak negara teluk itu terpilih pada 2010. Meski demikian, Kane tidak mau fokusnya bersama Timnas Inggris terpecah karena masalah ini.

MARCO VAN BASTEN: MESSI TAK PUNYA KARAKTER

Legenda timnas Belanda dan AC Milan, Marco van Basten melempar komentar keras soal Lionel Messi dalam sebuah sesi interview dengan majalah France Football. Di mata Van Basten, Messi tak punya cukup karakter. Van Basten juga menyebut tiga nama yang lebih hebat dari Messi. Mereka adalah Pele, Diego Maradona, serta Johan Cruyff. 

POCHETTINO DIPECAT OLEH PSG

Mauricio Pochettino dipecat oleh PSG setelah setuju untuk mengakhiri kontrak hanya beberapa bulan usai memenangkan Ligue 1. Pihak PSG memang belum mengumumkan kepergian pelatih Argentina itu, tetapi laporan di ESPN mengatakan bahwa hal itu telah disepakati pada Rabu pagi. PSG kini mengincar manajer Nice, Christophe Galtier, dan eks pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane untuk menggantikan Pochettino.

POGBA DILAPORKAN MAKIN DEKAT PULANG KE JUVENTUS

Dikutip Bleacherreport, pakar transfer Italia, Fabrizio Romano mengklaim Paul Pogba secara lisan menyetujui kontrak dengan Juventus dan akan menandatangani kesepakatan pada awal Juli. Pemain internasional Prancis itu lebih condong merapat ke Turin ketimbang ke Real Madrid, PSG dan Manchester City. Diperkirakan dia akan menandatangani kontrak selama empat tahun bersama Nyonya Tua.

RESMI DANI ALVES TINGGALKAN BARCELONA

Dani Alves resmi meninggalkan Barcelona untuk kedua kalinya, usai kontraknya yang habis di akhir bulan ini tak diperpanjang oleh pihak klub. Alves bakal mencari klub baru untuk menjaga peluangnya tampil di Piala Dunia 2022 akhir tahun ini. Alves bicara mengenai perpisahannya dengan Barcelona melalui media sosial Instagram, sekaligus mengucapkan selamat tinggal kepada fans.

MANE CAPAI KESEPAKATAN PRIBADI DENGAN BAYERN MUNCHEN

Sadio Mane sudah sepakat dengan iming-iming yang diberikan untuk berlabuh ke Allianz Arena. Pakar transfer kenamaan Fabrizio Romano mengatakan, Sadio Mane telah mencapai kesepakatan verbal penuh dengan Bayern secara pribadi. Mane telah sepakat terkait dengan durasi kontrak, gaji, bonus, dan sebagainya. Artinya, Bayern Munchen hanya perlu melunakkan Liverpool, selaku pemilik sang pemain.

LUKAKU JADI BALIK KE INTER MILAN?

Hasrat Romelu Lukaku kembali ke Inter Milan sepertinya bakal terwujud. Kabar terbaru mengatakan, negosiasi Chelsea dan Inter mulai mendekati titik terang. Persoalan The Blues hanya ada pada skema pinjaman dan gaji Lukaku. Artinya, Chelsea mungkin melepas Lukaku ke Inter dengan biaya relatif murah, tapi dengan status pinjaman terlebih dahulu. Pasalnya, dana belanja Inter pun terbatas musim panas ini.

TARIK ULUR FRENKIE DE JONG, JADI KE MU ATAU BERTAHAN DI BARCA?

Saga transfer Frenkie de Jong masih jadi salah satu cerita menarik di bursa transfer musim panas ini. Dilansir Football365, ada kabar menyebut bahwa De Jong sudah bicara dengan pelatih United, Erik Ten Hag. Kabar lain mengatakan bahwa Barca sudah memasang harga untuk De Jong, MU hanya perlu menyanggupinya. Di sisi lain, De Jong mengaku bahagia di Barca dan tidak punya alasan kuat untuk pergi.

PIALA DUNIA 2026, TIGA NEGARA INI MENANTI KEPUTUSAN FIFA

Federasi internasional sepak bola dunia, FIFA, akan mengambil keputusan berkenaan dengan perhelatan Piala Dunia 2026 yang bakal digelar di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kini, ketiga negara sudah menyiapkan kotanya masing-masing untuk menjadi tuan rumah pertandingan turnamen 48 negara ini. FIFA pada hari ini akan memutuskan kota-kota mana saja yang bakal menjadi tuan rumah laga-laga Piala Dunia 2026.

ZANETTI: INTER MASIH BERNEGOSIASI DENGAN DYBALA

Wakil Presiden Inter Milan, Javier Zanetti mengatakan pembicaraan timnya dengan striker Juventus, Paulo Dybala sedang berlangsung. Dybala seperti diketahui akan meninggalkan Juventus lantaran menolak untuk memperpanjang kontrak dengan klub asal Turin tersebut. Zanetti pun berharap yang terbaik bagi karier sang pemain.

5 PEMAIN BARCELONA MASUK DAFTAR CALON PERAIH GOLDEN BOY

Surat kabar Italia Tuttosport, yang bertanggung jawab atas gala Golden Boy, telah mengumumkan daftar 100 pemain U21 terbaik di dunia. Lima pemain muda Barcelona termasuk di antaranya. Mereka adalah Juara bertahan Golden Boy Pedri, Gavi, Ansu Fati, Nico Gonzalez dan Alejandro Balde. Sedangkan pemain lainnya yang juga masuk daftar adalah Ilaix Moriba (RB Leipzig), Edouardo Camavinga (Real Madrid), Harvey Elliot (Liverpool), dan Jude Bellingham (Dortmund).

BARCELONA MERANCANG TAWARAN BARU UNTUK LEWANDOWSKI

Barcelona belum menyerah untuk mendapatkan Robert Lewandowski. Dilansir AS, Mereka kini sedang mempersiapkan tawaran baru untuk Bayern Munchen yang akan diajukan di akhir pekan ini. Barca mencoba untuk mencapai kesepakatan dengan sang raksasa Jerman, karena kesepakatan personal dengan Lewandowski tidak pernah menjadi masalah.

NOTTINGHAM FOREST TERTARIK BOYONG KIPER MU DEAN HENDERSON

Klub promosi Liga Primer Inggris, Nottingham Forest dilaporkan tertarik untuk mendatangkan Kiper Manchester United, Dean Henderson. Nottingham disebut telah membuka pembicaraan dengan Setan Merah untuk meminjam Henderson dengan opsi pembelian permanen di akhir musim. Dilansir The Guardian, Henderson belum membuat keputusan terkait masa depannya. Namun dirinya ingin mendapatkan kesempatan reguler bermain dan terbuka pindah ke klub lain apabila dia bukan kiper nomor satu di MU musim depan.

LAPOR KE UEFA, LA LIGA TUDING MAN CITY DAN PSG LANGGAR FFP

Operator Liga Spanyol, La Liga pada Rabu mengumumkan bahwa mereka telah melayangkan protes resmi ke UEFA, dengan tuduhan Manchester City dan PSG telah melanggar aturan financial fair play (FFP). La Liga bahkan menyatakan bakal “menempuh langkah hukum lebih lanjut” ke sistem peradilan Uni Eropa, Prancis, dan Swiss sembari mengklaim bahwa “klub-klub itu terus menerus melanggar aturan berlaku” terkait FFP.

DIKEJAR ARSENAL, OSIMHEN FOKUS MENIKMATI LIBURAN

Penyerang Napoli, Victor Osimhen, akhirnya bereaksi merespons rumor tentang dirinya. Belakangan ia memang terus dikaitkan dengan klub lain, salah satunya adalah Arsenal. Osimhen saat ini masih terikat kontrak satu tahun dengan Napoli dan ia tak tahu menahu soal masa depannya. “Sekarang, saya hanya ingin berlibur bersama keluarga, menjernihkan pikiran, dan mengisi ulang baterai saya,” kata Osimhen.

KIPER MAN CITY GAVIN BAZUNU SEGERA GABUNG SOUTHAMPTON

Mengutip laporan GOAL, Southampton akan segera memastikan kedatangan kiper Manchester City, Gavin Bazunu pada musim panas ini dengan harga 12 juta pounds atau setara Rp 214 miliar. Bazunu memang diminati sejumlah klub Liga Primer Inggris, namun The Saints memimpin dalam perburuan kiper asal Irlandia berusia 20 tahun itu.

CARRAGHER BELA SOUTHGATE, MINTA KRITIKUS TUTUP MULUT!

Kekalahan memalukan Inggris dari Hungaria dalam lanjutan UEFA Nations League membuat Gareth Southgate dihujani kritik. Namun masih ada yang mau membela pelatih 51 tahun tersebut yakni Jamie Carragher. Carragher meminta para pengkritik sebaiknya diam. Menurutnya, suara sumbang terhadap pria 51 tahun itu berlebihan. “Tutup mulutmu badut. Pelatih ini telah membawa negaranya berada di posisi terbaik dalam dua turnamen, sejak 1966,” ucap Carragher.

Karir Pemain ini Hancur Setelah Berpisah Dengan Jurgen Klopp

0

Jurgen Klopp merupakan seorang pelatih yang nyentrik, kharismatik dan unik. Bahkan Ia tak segan memangkas jarak dengan para pemainnya. Dengan kepiawaiannya membangun kedekatan dengan pemain, tak jarang ia juga berhasil memoles pemain yang awalnya biasa-biasa saja jadi luar biasa.

Sayangnya, tak selamanya pemain hasil polesan Klopp akan tetap bermain untuknya. Beberapa bahkan memiliki hengkang lantaran banyak sebab, termasuk tentu saja uang. Ironisnya, pemain yang memilih berpisah dengan Jurgen Klopp justru pelan-pelan karirnya hancur. Siapa saja mereka?

Philippe Coutinho

Philippe Coutinho menunjukan perkembangan luar biasa setelah didatangkan The Reds dari Inter Milan. Tak butuh waktu lama bagi Coutinho untuk menjadi idola baru di Anfield. Gocekannya, tendangan pisangnya, freekick tajamnya, semua menjadi tontonan yang selalu dinanti oleh para fans. 

Coutinho jadi penjualan terbesar yang pernah dilakukan Liverpool eranya Jurgen Klopp. Klub melepas The Little Magician ke Barcelona dengan harga 135 juta euro atau Rp2 triliun lebih. Hasil penjualannya bahkan bisa untuk membeli Van Dijk dan Alisson.

Namun, keputusan Coutinho untuk berpisah dengan Jurgen Klopp adalah keputusan yang salah. Hingga kini, ia masih memegang status sebagai pembelian terburuk La Blaugrana. 

Dengan uang sebanyak itu, Barca tak mendapatkan kualitas yang sebanding. Coutinho gagal menunjukan permainan yang luar biasa seperti di Liverpool. Kini ia hanya bermain untuk klub gurem Aston Villa. Barca bahkan rela jual rugi demi membuang Coutinho.

Nuri Sahin

Nuri Sahin di era Jurgen Klopp memang luar biasa. Kepiawaiannya mengawal lini tengah menjadi bukti bahwa Turki juga memiliki talenta hebat. Bahkan performanya membuat Real Madrid tertarik mendatangkannya dengan mahar 10 juta euro (Rp153 miliar) pada tahun 2011.

Keputusannya untuk berpisah dengan Klopp ternyata salah. Ia telah memulai kehancuran dalam karirnya. Pemain Turki itu hanya memainkan 10 pertandingan untuk EL Real. Ia menghabiskan waktunya di Madrid sebagai pemain pinjaman.

Sempat dipinjamkan ke Liverpool, akhirnya ia dipinjamkan kembali ke Dortmund. Reuni dengan Klopp membuatnya perlahan memperbaiki performanya. Bahkan, Sahin tak tergantikan di lini tengah Dortmund. Oleh karena itu, Dortmund rela membelinya lagi dengan harga 7 juta euro (Rp107 miliar). 

Namun semua berubah ketika Klopp pergi tahun 2015. Sahin tak jadi andalan di lini tengah. Tuchel  justru mendatangkan Julian Weigl untuk menggantikannya. Sahin mengaku Klopp adalah sosok paling penting bagi karir sepakbolanya. Bahkan ia sangat bergantung dengan skema permainan Klopp.

Mario Gotze

Sang pahlawan Jerman di Piala Dunia 2014 ini juga merupakan mantan anak asuh Jurgen Klopp. Mereka bahu-membahu membangun skuad Dortmund era 2010-an.

Bersama Klopp, Gotze dikenal sebagai si bocah ajaib. Di usianya yang masih belia, ia sudah menjadi andalan di skuad De Borussen. Ingat era 2011 dan 2012 saat Jurgen Klopp meruntuhkan dominasi Bayern Munchen di Bundesliga? Gotze jadi salah satu pemain yang mengukir sejarah itu.

Tapi sayang, setelah membangun dinasti sepakbola yang luar biasa bersama Klopp, Gotze masih kurang puas. Akhirnya 2013 ia menantang dirinya dengan bergabung Bayern Munchen. 

Pep Guardiola yang kala itu menukangi Bayern, ternyata tak menyukai pemain false nine sepertinya. Meskipun Lucien Favre mengatakan Gotze bisa bermain di mana saja, nyatanya fleksibilitas tak membantu Gotze di Bayern.

Tahun 2016 ia kembali ke Dortmund untuk menemukan kembali performa terbaiknya, namun upaya Gotze terlambat, Klopp sudah meninggalkan Jerman. Jarang dimainkan membuatnya kehilangan insting dan kecepatan. Kini ia hanya mampu menyesali keputusannya sembari terus bermain di Liga Belanda bersama PSV Eindhoven.

Shinji Kagawa

Sama dengan Gotze, Shinji Kagawa memainkan peran penting di bawah asuhan Jurgen Klopp. Kagawa tergabung dalam skuad yang meruntuhkan dominasi Bayern Munchen musim 2010/2011 dan 2011/2012. 

Fase yang luar biasa itu juga yang membuat Sir Alex Ferguson tergoda untuk mendatangkannya ke Old Trafford. Akhirnya Kagawa pun berpisah dengan Klopp pada awal musim 2012/2013. Meski tak selalu menjadi pilihan utama, di musim debutnya Kagawa berhasil membantu United meraih gelar Liga Inggris terakhir mereka.

Setelah itu? Kagawa tersisih. Sepakbola Moyes yang cenderung lamban tak cocok untuknya yang terbiasa bermain dengan intensitas tinggi khas Jurgen Klopp. Akhirnya Moyes mendatangkan Marouane Fellaini dan Juan Mata, sehingga tak ada lagi tempat untuk Kagawa. 

Di akhir musim, Kagawa balik ke Dortmund untuk bekerjasama kembali dengan Jurgen Klopp. Namun saat Kagawa mulai menemukan ritme permainan, Klopp justru pergi ke Liverpool. Setelah berpisah untuk kedua kalinya, penampilan Kagawa angin-anginan. Sempat berpindah-pindah klub, kini ia bermain di Liga Belgia bersama Sint-Truiden.

Georginio Wijnaldum

Selain Philippe Coutinho kepindahan Georginio Wijnaldum ke PSG juga cukup mengejutkan. Beberapa bulan sebelum berpisah dengan Jurgen Klopp, ia selalu dikaitkan dengan Barcelona. Namun, PSG tiba-tiba datang dengan tawaran gaji yang lebih tinggi untuk menikung Barca di menit-menit akhir.

Wijnaldum telah membangun reputasi sebagai gelandang luar biasa bersama Liverpool. Diangkut Klopp dari Newcastle, pemain berpaspor Belanda itu langsung menjadi idola baru di Anfield. Ia tergabung dalam skuad yang mengakhiri puasa gelar selama 30 tahun lamanya.

Dicintai fans. Mungkin hal itu tak akan ia rasakan di Paris. penampilannya bersama Les Parisiens justru menuai kritik. Ia dianggap tak mampu beradaptasi dengan pola permainan Pochettino. Selain itu, Ego dari pemain bintang PSG juga mengganggunya. 

Bahkan, belum genap semusim, Marca sudah mewartakan bahwa Gini tak betah di PSG. Ia jadi pemain kesekian yang gagal berkembang setelah berpisah dengan Jurgen Klopp

Emre Can

Emre Can menjadi pemain yang handal dan serbaguna di Liverpool. Namun, ia ragu dengan masa depan Klub di bawah Jurgen Klopp. Saat The Reds menawarkan perpanjangan kontrak, ia menolak dengan halus dan memilih untuk bergabung dengan Juventus secara gratis pada tahun 2018.

Can mengira, pindah ke Juventus adalah peningkatan karir. Nyatanya itu salah besar. Liverpool justru memenangkan banyak trofi termasuk Liga Champions setelah ia pergi. Sementara karirnya di Turin berujung bencana.

Apesnya, setelah kedatangan Maurizio Sarri pada 2019, Can malah dicoret dari skuad Liga Champions. Dengan sedikit emosi, ia menuntut klub untuk menjualnya. Beruntung Dortmund mau menampung mantan pemain Bayern Munchen itu.

Can bernasib lebih baik di Jerman, tetapi ia mengakui bahwa ia menyesali keputusannya untuk meninggalkan Liverpool. Meski demikian, ia tetap berhubungan baik dengan Liverpool, terutama Jurgen Klopp, mantan pelatihnya.

Xherdan Shaqiri

Xherdan Shaqiri jadi salah satu pemain yang memiliki karir paling aneh dalam sepak bola. Setelah bermain untuk Bayern Munich dan Inter Milan, ia malah bergabung dengan Stoke City sebelum Jurgen Klopp menyelamatkan karirnya setelah The Potters tak mampu bertahan di kasta tertinggi.

Shaqiri digunakan Klopp sebagai supersub, ia menjadi pemain yang berguna ketika tim sedang mengalami kebuntuan. Tapi ia memilih untuk tidak memperpanjang masa baktinya dan bergabung dengan Lyon tahun 2021.

Namun, pemain berusia 30 tahun itu malah tampil mengecewakan di Ligue 1, setengah musim bermain dengan Lyon, ia hijrah ke klub MLS, Chicago Fire. Entah apa yang dipikirkan Shaqiri, sudah enak-enak main di Liverpool eh malah pindah ke Lyon.

https://youtu.be/-3B29NdEs94

Sumber: Planetfootball, ESPN, Bleacher Report, Transfermarkt

Cara Klub Membujuk Pemain dalam Bursa Transfer

0

Transfer sangat urgen dalam sepakbola. Ini menjadi komponen utama bagi klub-klub untuk menukarkan uang mereka dengan seorang pemain. Pembentukan klub bahkan tidak jarang dimulai dari bursa transfer.

Klub akan mencari pemain yang sesuai dengan visinya. Pemain yang bisa mengangkat performa tim. Jika tim itu sedang lusuh, bisa membuatnya jadi rapi kembali. Transfer juga jadi kesempatan pelatih untuk mencari pemain yang ia inginkan, terutama ketika misalnya ada pos dalam skemanya yang perlu ditambal.

Tapi esensi transfer itu bukan cuma perkara menjual dan membeli. Jika ada pemain yang masih diinginkan, klub wajib mempertahankannya. Jadi yang mesti dilakukan suatu klub dalam bursa transfer adalah membujuk pemain.

Bagi yang ingin membeli berarti membujuk pemain agar mau merapat. Kemudian kalau ingin si pemain tetap bertahan dari segala godaan transfer, maka yang mesti klub lakukan adalah membujuknya supaya mau bertahan.

Kenapa ini harus? Ya karena kalau tanpa membujuk bagaimana mungkin sebuah klub bisa mendapat pemain yang mereka inginkan? Well, ada banyak cara yang dilakukan klub untuk membujuk pemain dalam bursa transfer. Apa saja cara-cara tersebut?

Pemantauan

Setiap klub tidak akan pernah sukses dalam bursa transfer kalau tidak melakukan pemantauan. Ini serius. Karena tanpa memantau, klub tidak akan tahu kualitas pemain seperti apa. Lebih dari itu, klub juga mustahil paham mana pemain yang layak merapat, mana pula yang layak hengkang.

Seorang pemandu bakat yang pernah bekerja untuk Celtic, Neil McGuiness dalam tulisannya di Bleacherreport menyebut ada beberapa fase sebelum seorang pemain ini tanda tangan. Dan salah satunya adalah menyaksikan pemain langsung di lapangan.

Hal itu dilakukan untuk memantau pemain. Biasanya yang dipantau bukan sekadar ketika sang pemain sedang bertanding, melainkan saat pemain tersebut sedang menjalani sesi pemanasan. Karena di sini seorang pemandu bakat bisa melihat bagaimana fokus dari si pemain.

Apakah si pemain ini berkonsentrasi dalam latihan atau tidak? Jangan-jangan ketika sesi latihan si pemain hanya main-main saja. Aspek-aspek kecil semacam itu saja mesti diperhatikan. Dari pemantauan pula, klub bisa melakukan identifikasi terhadap pemain.

Identifikasi pemain ini sangat krusial. Suatu klub mesti melakukannya jika ia mengincar seorang pemain. Mereka harus tahu pemain yang diincar itu cocok dengan tim atau sebenarnya tidak. Jadi klub tidak hanya membeli sekadar membeli, atau sekadar menghabiskan uang.

Negosiasi Harga

Baru setelah memantau dan memastikan pemain sungguh-sungguh dibutuhkan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan negosiasi harga. Klub yang menginginkan seorang pemain umumnya akan menawar atau istilahnya melakukan “bid” ke klub si empunya pemain.

Nah, negosiasi ini adalah cara untuk membujuk pemain agar mau bergabung. Dalam dunia media, cerita transfer mengenai negosiasi ini biasanya digambarkan dengan kata “diskusi lanjutan”, “pembicaraan sedang berlangsung”, “persyaratan pribadi”, dan macam-macam.

Biasanya pertemuan saat negosiasi ini berlangsung singkat. Misalnya, Manchester United menginginkan Frankie de Jong lalu mereka melakukan tawaran 60 juta euro (Rp922,6 miliar). Lalu Barcelona, sebagai klubnya De Jong sekarang hanya akan melepas sang pemain dengan harga 100 juta euro (Rp1,5 triliun).

Nah, jika Setan Merah ngebet mendatangkan Frankie de Jong, mereka akan membujuknya dengan menaikkan tawaran. Sementara dari Barcelona sendiri jika ingin mengamankan De Jong, bisa tetap di angka semula. Tapi kalau ternyata Barcelona butuh duit dan menurunkan harganya itu urusan lain.

Kelihatannya hal semacam ini hanya berkaitan dengan klub saja. Tapi negosiasi harga juga sangat mempengaruhi transfer. Pemain mungkin menolak, tapi kalau sudah deal ceritanya bisa menjadi lain.

Koneksi

Andai pemain masih saja menolak, meski negosiasi harga sudah sampai ke kata “sepakat”, klub biasanya akan mencari cara lain agar si pemain tetap mau pergi atau bertahan. Salah satunya dengan mengandalkan koneksi. Klub biasanya akan memanfaatkan orang-orang terdekat dari si pemain.

Soal contoh, kamu bisa melihat bagaimana mudahnya Manchester City mendapatkan Erling Haaland. City bisa memenangi persaingan perebutan Haaland dari tim-tim top Eropa lainnya ya karena koneksi. The Citizen mengandalkan status ayah Haaland, Alf-Inge Haaland yang mantan pemain Manchester City.

Alf-Inge Haaland yang menghabiskan dua tahun bersama Manchester City, untuk kemudian pensiun karena serangkaian masalah lutut menjadi kunci kepindahan Haaland ke City. Menurut beberapa laporan, termasuk dari Manchester Evening News, bahwa Alf-Inge lah sosok yang membujuk Haaland agar mau merapat ke Manchester City.

Musim lalu, ketika Manchester United memulangkan Cristiano Ronaldo juga tak lepas dari cara ini. Ronaldo kabarnya hampir merapat ke rival, Manchester City, tapi nggak jadi karena Sir Alex Ferguson, mantan manajer MU dan orang yang dekat dengan Ronaldo membujuknya.

Penyadapan

Langkah lain untuk membujuk pemain adalah melakukan penyadapan atau dalam istilah bekennya “tapping up”. Atau dalam istilah lainnya “transaksi di bawah meja”. Dengan kata lain, penyadapan adalah membujuk pemain untuk pindah klub tapi tidak melalui jalur resmi klub terlebih dahulu.

Tentu penyadapan pemain semacam ini tidak diizinkan secara hukum. Ada regulasi yang melarang hal itu. Akan tetapi, mempermainkan hukum memang sudah mendarah daging pada diri manusia. Dalam sepakbola Eropa yang konon maju itu pun tak lepas dari patgulipat.

Apalagi pelanggaran semacam itu memang lumayan sulit untuk ditegakkan oleh pihak berwenang. Jadinya ya seperti wajar saja terjadi. Belum lagi penyadapan ini ada di jalur abu-abu.

Kita tidak bisa melihat sebuah penyadapan. Yang publik tahu pemain diumumkan, selesai sudah. Padahal di belakang keputusan resmi terdapat gerakan tangan di bawah meja. Biasanya yang melakukan ini adalah agen dan pemain.

Ada banyak contoh. Ketika Barcelona mendatangkan Luis Suarez dari Liverpool pada 2014, Blaugrana mendekati Suarez terlebih dahulu. Itu terjadi persis sebelum Piala Dunia 2014. Mantan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu bahkan membenarkan hal itu.

“Kami mendekati Suarez. Mengatakan padanya bahwa dia berada di usia yang tepat. Dia punya pengalaman dan bermain sangat baik di Liverpool, dan itu adalah waktu yang tepat baginya untuk bergabung ke klub kami,” kata Bartomeu seperti dikutip Goal.

Liverpool sendiri juga pernah melakukan itu ketika mendatangkan Virgil Van Dijk dari Southampton pada 2017. Cara picik itu bahkan mendapat kecaman publik. Tapi sayang kasus ini tak berlanjut. Liverpool tak mendapat hukuman dan hanya meminta maaf.

Klausul Tertentu

Cara terakhir adalah menerapkan klausul tertentu pada pemain. Ini bisa digunakan untuk membujuk pemain supaya bergabung maupun bertahan dan tidak lepas begitu saja. Masih ingat bagaimana Chelsea menjual Tammy Abraham ke AS Roma?

Betapa cerdiknya The Blues menaruh klausul “buy back” pada penjualan Tammy. Artinya jika Giallorossi menjual Tammy kembali, Chelsea berhak membelinya lagi, tentu dengan nominal yang sudah ditentukan di awal. Soal Tammy Abraham, nominal buy back-nya 80 juta euro (Rp1,2 triliun) atau dua kali lipat dari harga jualnya ke Roma.

PSG juga pernah melakukan hal serupa. Les Parisiens menghalangi Mbappe supaya tidak pergi dengan klausul khusus. Selain gaji yang tinggi, dalam klausul perpanjangan kontraknya, menurut beberapa laporan, kabarnya Mbappe akan berpengaruh dalam memutuskan pemain yang bakal datang dan pergi.

Selain cara-cara tadi, ada satu faktor lain dalam membujuk pemain. Biasanya klub akan mengandalkan capaiannya. Misal klub yang bakal main di Liga Champions akan lebih mudah membujuk pemain, daripada klub yang bermain di Liga Eropa atau Liga Konferensi. Itulah mengapa MU hanya bisa mengandalkan keajaiban untuk bisa mendatangkan Frankie de Jong.

https://youtu.be/FTjc0IqeuNw

Sumber referensi: Mirror, SI, Bolanet