7 Rivalitas Paling Panas Antar Negara Piala Dunia

spot_img

Rivalitas antar klub mungkin sudah biasa. Tapi rivalitas antar negara, itu baru hal lain. Rivalitas antar negara ini kurang lebih sama dengan rivalitas di klub, tapi biasanya rivalitas antar negara ini terjadi karena hubungan politik dan sejarah yang pahit diantara mereka.

Atau bisa juga, karena intensitas bertemu yang tinggi di ajang kompetisi bergengsi seperti Piala Dunia. Apa saja negara-negara yang punya rivalitas satu sama lain? Berikut daftar 7 rivalitas paling panas antar negara Piala Dunia.

Inggris vs Jerman

Rivalitas Inggris dengan Jerman itu mirip seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan. Ya, hubungannya satu arah. Hanya fans Inggris saja lah yang menganggap Jerman sebagai rival. Sementara fans Jerman lebih menganggap Belanda sebagai rival tradisional mereka. Meskipun begitu, setiap kali Der Panzer bertemu dengan the Three Lions sudah bisa dipastikan akan menjadi pertandingan yang seru.

Banyak momen tak terlupakan tercipta dari pertemuan kedua negara itu. Seperti di Piala Dunia 1966, dimana Inggris mengalahkan Jerman di final. Kemudian Jerman baru bisa membalas dendam di Euro 1996 dengan mengalahkan Inggris di babak semifinal.

Dan tentu saja ketika The Three Lions bisa membantai Die Mannschaft dengan skor 5-1 di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2002. Itu pertama kalinya Inggris bisa menang ketika bertandang ke Jerman. Juga ketika Jerman membantai Inggris dengan skor 4-1 di Piala Dunia 2010. Yang diwarnai dengan gol spektakuler Lampard yang dianulir wasit.

Selain di dalam lapangan, tensi panas juga terjadi di luar lapangan. Pendukung Inggris sering menggembar-gemborkan “Dua perang dunia dan satu piala dunia”. Menyinggung bagaimana Jerman kalah dari Inggris di dua perang dunia, dan kalah di final Piala Dunia. Untungnya itu sudah semakin jarang dinyanyikan oleh para pendukung Inggris.

Jerman vs Belanda

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, rival tradisional Jerman bukanlah Inggris. Fans Der Panzer punya kebencian khusus untuk tim Belanda. Begitu juga sebaliknya, De Oranje juga punya kebencian mendalam terhadap Die Mannschaft. Kebencian dua negara ini tentu berakar dari masalah yang lebih dalam. Yaitu ketika Nazi Jerman menginvasi Belanda di perang dunia kedua.

Dan sepak bola sering menjadi media bentrokan kebencian mereka, bahkan bertahun-tahun setelah perang berakhir. Seperti di Piala Dunia 1974, Belanda bertemu dengan Jerman Barat di partai final. Di pertandingan tersebut, para pemain Belanda mengaku tidak hanya ingin mengalahkan Jerman, tapi juga mempermalukan mereka. Namun pertandingan malah berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Jerman.

Pemain legendaris Jerman, Karl-Heinz Rummenigge pernah mengeluhkan bagaimana para pemain Belanda selalu membawa-bawa tragedi perang dunia ke ranah sepak bola. Namun tetap saja, kebencian sudah kadung mendarah daging.

Pada semifinal Euro tahun 1988 Belanda berhasil mengalahkan Jerman Barat. Ronald Koeman pada saat itu merayakan kemenangan dengan mengelap bokongnya menggunakan jersey milik pemain Jerman, Olaf Thon

Serbia vs Kroasia

Serbia dan Kroasia dianggap sebagai salah satu rivalitas paling panas di dunia sepak bola internasional. Ketegangan di antara kedua negara ini dipicu oleh masalah sejarah dan politik. Kedua negara ini tadinya tergabung dalam satu negara bernama Yugoslavia yang kemudian pecah.

Namun sebenarnya keduanya jarang bertemu di kompetisi sepak bola. Karena jarang bertemu, persaingan kedua negara ini sering dilimpahkan pada level klub. Salah satu kejadian yang jadi puncak konflik adalah pada tahun 1990. Pertandingan antara Red Star Belgrade dan Dinamo Zagreb yang kemudian berujung kerusuhan. Tensi panas juga masih terasa bertahun-tahun setelahnya.

Di tahun 2013, Kroasia berhadapan dengan Serbia untuk pertama kalinya setelah perang. Para pemain Serbia disambut dengan nyanyian “Musnahkan orang-orang Serbia” dari para pendukung Kroasia. Pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk Kroasia.

Jepang vs Korea Selatan

Menyebrang ke benua Asia. Lagi-lagi rivalitas kedua negara ini berakar dari masalah politik. Pada tahun 1950-an setelah berakhirnya masa pendudukan Jepang di Korea Selatan, Presiden Korea Selatan saat itu, Rhee Syngman tidak mengizinkan pertandingan kualifikasi antar dua negara tersebut diselenggarakan di Seoul.

Ia juga mewanti-wanti kalau sampai Korsel kalah dari Jepang di Tokyo, para pemain tim nasional Korsel tidak diperbolehkan pulang ke negaranya. Ancaman tersebut ternyata manjur. Korsel bisa menang di Tokyo dan berhasil melaju ke Piala Dunia 1954.

Rivalitas kedua negara ini kemudian mereda. Ditandai dengan Korsel dan Jepang yang setuju menjadi tuan rumah Piala Dunia bersama di tahun 2002. Tapi tetap saja, tensi tinggi selalu menyelimuti keduanya setiap mereka berhadapan. Mengingat, kedua negara ini adalah poros kekuatan sepak bola di Asia.

USA vs Meksiko

Amerika Serikat bisa dibilang sebagai anak baru di dunia sepak bola. Olahraga ini memang bukan olahraga populer di negeri paman sam. Tapi bukan berarti mereka tidak punya rival. Ya, rival Amerika Serikat adalah Meksiko, dimana kedua negara tersebut saling berbagi garis perbatasan satu sama lain.

Sebenarnya untuk waktu yang lama Amerika Serikat lebih sering kalah jika bertemu dengan tetangganya itu. Sebelum tahun dekade 90-an, Meksiko hanya pernah dua kali kalah dan tiga kali imbang dalam 29 pertemuan mereka.

Namun, perkembangan sepak bola di Amerika Serikat yang sangat pesat membuat banyak bibit muda berbakat tumbuh di negeri paman sam. Seiring berjalannya waktu sepak bola di Amerika serikat semakin berkemang. Dari kompetisi liga domestik sampai pengembangan pemain muda. USA bahkan datang ke Piala Dunia Qatar sebagai tim termuda kedua setelah Ghana.

Brasil vs Argentina

Tentu saja, tidak lengkap jika tidak memasukan Argentina dan Brasil ke dalam daftar ini. Selecao dan Albicelestes adalah poros kekuatan sepak bola di benua Amerika, atau mungkin juga dunia. Total, kedua negara tersebut sudah mengoleksi tujuh Piala Dunia.

Tidak hanya dalam hal prestasi tim, baik Brasil dan Argentina juga produsen utama pemain terbaik dunia. Karena itu juga, rivalitas kedua negara ini terbawa sampai ke perdebatan siapa pemain terhebat, apakah Pele atau Maradona? Juga mana gaya bermain yang lebih baik, apakah La Nuestra atau Jogo Bonito?

Salah satu laga yang diingat tentu saja pada final Copa America tahun 2021. Kita tentu ingat video yang beredar, dimana Messi begitu bernafsu untuk memenangkan Copa America di stadion kebanggan Brasil, Maracana. Itu juga jadi trofi bergengsi pertama Messi untuk Argentina.

Prancis vs Italia

Italia memang gagal berpartisipasi di Piala Dunia 2022. Jadi sangat disayangkan kita tidak bisa melihat rivalitas kedua negara itu lagi. Sebelumnya Italia juga gagal lolos kualifikasi di 2018. Penikmat bola pasti sudah rindu keduanya bisa bentrokan lagi di Piala Dunia.

Prancis dan Italia memang dua kekuatan besar sepak bola di Eropa. Jadi, tidak heran kalau ada rivalitas di antara kedua negara tersebut. Selain itu, Prancis dan Italia juga sering berhadapan di turnamen bergengsi. Seperti pada perempat final Piala Dunia 1998 dimana Prancis keluar sebagai pemenang lewat babak adu penalti yang menyakitkan.

Lalu dua tahun setelahnya, Prancis kembali mengalahkan Italia di partai final Euro 2000. Italia baru bisa membalas di Piala Dunia 2006. Gli Azzurri berhasil menjadi juara dunia setelah mengalahkan Prancis di salah satu laga final paling dramatis dalam sejarah turnamen.

Di Euro tahun 2008 Italia kembali bisa membalaskan dendam mereka setelah mengalahkan Prancis di fase grup sekaligus mengirim pasukan les blues pulang lebih cepat. Saat itu bahkan Buffon berkata “Mengalahkan Prancis adalah cara terbaik untuk meminta maaf kepada para pendukung kami”.

 

Sumber referensi: ESPN, B/R, Hospitality

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru