Situasi sulit dihadapi Joao Cancelo di Manchester City. Kondisi itu memunculkan berita yang seharusnya tidak kita terima. Benar, Joao Cancelo akhirnya hengkang dari Etihad Stadium. Klub yang sebelumnya memboyong Sadio Mane dari Liverpool, Bayern Munchen menampungnya.
Die Roten meminjam Cancelo dengan opsi pembelian. Jika ingin mempermanenkannya, Bayern Munchen bisa menebus klausul seharga Rp1,2 triliun. Meski sekadar peminjaman, tapi ini bisa jadi tanda bahwa Manchester City memang hendak menyingkirkan Joao Cancelo.
Cancelo yang dilepas ke Bayern Munchen mengejutkan banyak pihak. Apalagi sang pemain sejauh ini berperan krusial dalam skuad Pep Guardiola. Persoalannya, apa yang membuat Manchester City tega membuang Joao Cancelo? Apa sudah nggak butuh?
Penurunan Performa
Joao Cancelo telah melewati banyak fase ketika bergabung ke Manchester City dari Juventus tahun 2020 lalu. Ia masuk tim utama. Tetapi belum menjadi pilihan utama. Cancelo hanyalah pilihan kedua. Pelan tapi pasti, Joao Cancelo mendadak menjadi salah satu penantang di skuad utama Manchester City.
Akan tetapi, belakangan ini, Joao Cancelo mengalami penurunan performa, terutama selepas gelaran Piala Dunia 2022. Sementara pelatih asal Spanyol akan menilai pemain berdasarkan performanya ketika bermain atau di sesi latihan.
Meski tampil apik di awal musim, tapi Cancelo meredup pada pertengahan musim. Ia terlihat kurang di beberapa kesempatan. Misalnya, ketika menghadapi Liverpool. Cancelo yang berdiri sebagai pemain terakhir di pertahanan City membiarkan Mohamed Salah mencetak gol.
Ketika menghadapi Fulham, Cancelo melakukan kesalahan yang tidak perlu dan membuatnya kena kartu merah. Hal itu bikin anak asuh Guardiola cukup kesulitan menghadapi Fulham. Walaupun untungnya bisa memetik kemenangan 2-1.
Menit Bermain yang Kurang
Pep Guardiola adalah pelatih yang memilih pemain bukan berdasarkan favorit atau sentimen. Ia memilih berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh sang pemain. Kalau bagus ya dimainkan. Sederhananya begitu. Jadi, semua terserah Cancelo.
Angelino:
“[Joao] Cancelo a flop? Seriously? He was the best right-back in Italy for a reason – some players need to play constantly to perform good.”
[via @ManCityMEN] pic.twitter.com/6zMD454eXu
— Mame samba khalil diop (@Diop_khalil_17) June 29, 2020
Masalahnya, Cancelo gagal mengembalikan penampilannya seperti sebelum Piala Dunia. Maka, ia harus menerima akibatnya dengan jarang dimainkan oleh Pep Guardiola. Dalam 11 pertandingan terakhir yang dilakoni Manchester City, Cancelo hanya 4 kali menjadi starter.
Cancelo bahkan hanya menghuni bangku cadangan saat Manchester City menghadapi Everton, Tottenham Hotspur, dan Wolverhampton di Liga Inggris. Karena jatah bermainnya berkurang, statistiknya pun buruk. Musim ini bek sayap yang biasa memberi umpan itu hanya menghasilkan satu asis saja.
Phil Foden not in the Man City squad
Joao Cancelo, Nathan Ake on the bench
Kevin De Bruyne starts#fpl #mcfc #gw21 #MciWol pic.twitter.com/24yMvmX3Ns
— FPL News (@ColmVHayes) January 22, 2023
Di kompetisi domestik Cancelo juga jarang dimainkan. Ia hanya bermain sekali di dua laga Manchester City di FA Cup. Cancelo juga cuma bermain sekali dari tiga laga City di Piala Carabao. Bahkan ia tidak masuk skuad ketika menghadapi Chelsea di ronde ketiga.
Meskipun Joao Cancelo selalu memainkan laga Liga Champions Manchester City sebelum Piala Dunia. Dari 6 laga di fase grup, Cancelo menjadi starter 5 kali dan sekali masuk sebagai cadangan.
Perubahan Formasi Pep Guardiola
Hal yang membuat Cancelo semakin jarang bermain adalah perubahan taktik yang kerap dilakukan Pep Guardiola. Sejak menukangi The Citizens, Guardiola terkenal dengan fleksibilitas taktiknya. Tak jarang, taktiknya ini tak tertebak. Ia bisa mengubah taktiknya di tengah pertandingan.
Selain itu, ia sering merotasi pemain. Beberapa kali ia mencoba menaruh pemain tidak sesuai posisinya. Dan itu menyulitkan Joao Cancelo yang belum pulih performanya. Silakan bayangkan sendiri. Cancelo yang tengah berusaha menempa dirinya lagi, justru posisinya sudah digantikan pemain lain.
Pep Guardiola :
“Tout le monde est content pour Nathan [Ake] sauf un joueur.”
(via @GuardiolaTweets) pic.twitter.com/9Kzyq11wlJ
— Blue Moon (@FRBlueMoon) January 28, 2023
Bek kebangsaan Spanyol, Aymeric Laporte yang berkaki kiri bisa menggantikan Cancelo di posisinya, yaitu di bek kiri andai diperlukan. Tidak hanya Laporte, Nathan Ake yang sejatinya berposisi normal sebagai bek tengah juga bisa mengisi posisi Cancelo.
Ketika memainkan salah satu dari kedua pemain itu di posisi Cancelo, mereka bisa memperlihatkan penampilan impresif. Kalau sudah begini, frustrasi dipastikan menyergap perasaan Joao Cancelo.
Meningkatnya Pemain Muda
Rasa frustrasi tadi diperparah karena alih-alih menggunakan Joao Cancelo, Guardiola justru memberi kesempatan untuk pemain muda Manchester City. Pemain seperti Sergio Gomez yang datang dari Anderlecht pada Agustus lalu mulai dimainkan.
OFFICIEL : 🔵🇪🇸 Sergio Gomez a rejoint Manchester City pour 15M€. pic.twitter.com/4HtNGxqjtU
— PLFrance_ 🇫🇷 (@PLFrance_) August 16, 2022
Ia bahkan mencatatkan 12 kaps sejak bergabung dari klub Belgia. Ketika performanya makin menurun, sementara Manchester City beberapa kali kehilangan poin dan membuat jarak dengan Arsenal kian jauh, Guardiola tak mau ambil resiko memainkan Cancelo.
There is no better example of how excellent Rico Lewis has been for Man City than Pep Guardiola moving Joao Cancelo on.
Lewis has taken the inverted full-back mantle on the other side – at the age of 18!!! – which has prompted such a surprise move to Bayern.
Insane talent. pic.twitter.com/IrUc88hzH9
— Ross (@SwedishRoss) January 30, 2023
Ada banyak opsi yang tersedia. Selain Gomez, pemain muda Rico Lewis adalah alternatif terbaik Pep saat ini. Pemuda 18 tahun itu membuktikan dirinya layak tampil reguler di skuad The Citizens. Dalam enam pertandingan terakhir City di Liga Inggris, Lewis selalu bermain. Hanya sekali ia duduk di bangku cadangan.
Berselisih dengan Guardiola
Penurunan kualitas, tak diberi jatah bermain lebih yang itu artinya kesempatannya kurang, plus Pep yang memilih pemain muda daripada ia yang berpengalaman, membuat rasa kesal Cancelo naik ke ubun-ubun. Pemain Portugal itu marah, betul-betul marah.
Kekesalannya membuncah ketika melakoni laga tandang melawan Chelsea pada 5 Januari 2023 lalu. Cancelo memang dimainkan oleh Pep Guardiola. Namun, baru mulai babak kedua ia sudah diganti. Beberapa laporan menyebut Cancelo sangat marah dengan keputusan itu.
I fully understand and agree with the premise that no player should ever be bigger than the club (something Alex Ferguson always kept in mind) and so if Joao Cancelo was as disruptive as reports make out then perhaps Pep Guardiola had no choice but to let him go. pic.twitter.com/6shD17xyDk
— FOOTBALL234TV (@football234tv) February 1, 2023
Rekan setimnya mencoba menenangkan Cancelo. Pep Guardiola mengakui kesalahannya menggunakan Cancelo tidak sesuai posisi terbaiknya. Pep memainkannya di sayap kanan. “Saya menyesal. Saya tak memainkannya di posisi yang tidak biasa ia lakukan,” kata Guardiola.
Puncaknya adalah ketika ia benar-benar tak dimainkan oleh Pep Guardiola saat menyabet kemenangan dari Arsenal di Piala FA. Karena jarang mendapatkan menit bermain, Joao Cancelo pun protes ke Guardiola. Protes itu kabarnya menimbulkan ketegangan di ruang ganti.
🗣 “Watch this space, let Pep cook…”
Man City fans know what ‘genius’ Pep Guardiola is planning to do next after getting rid of Joao Cancelo. pic.twitter.com/g7SDMrQBmI
— SPORTbible (@sportbible) January 30, 2023
Tak sedikit laporan yang menyebut Cancelo berselisih dengan Pep Guardiola. Joao Cancelo dan Pep Guardiola beberapa kali terlibat diskusi dengan ketegangan. Entah itu di tepi lapangan, ruang ganti, maupun di sesi latihan. Dilansir Daily Mail, keributan Cancelo dan Pep Guardiola dimulai sejak setelah Piala Dunia.
Selain itu, Manchester City juga sebenarnya sudah mulai berencana mencari pengganti Cancelo. Namun, opsinya tidak banyak. Tidak ideal untuk membeli pemain hanya beberapa hari sebelum bursa transfer ditutup.
Meski isunya Cancelo pindah karena cekcok dengan Guardiola, tapi sang pemain menepisnya. Dengan kalimat yang cenderung normatif, Cancelo mengatakan kepindahannya ke Bayern Munchen murni karena menit bermain.
Well, apa pun itu, Die Roten adalah klub yang tepat buat Cancelo. Kita akan menyaksikan dua pemain yang dulunya berduel, kini jadi kawan seperjuangan.
Sumber: Goal, DailyMail, AS, TheSun, GiveMeSport, BitterandBlue, GiveMeSport2


