Beranda blog Halaman 370

Arsenal Bakal Jadi Tim Paling Islami Jika Tak Menjual Pemain-Pemain Ini

0

Beberapa pihak meyakini sejak kedatangan Mohamed Salah, Liga Inggris jadi liga yang kian ramah pada pemain-pemain beragama Islam. Namun, jauh sebelum itu sudah ada klub yang terkenal kerap memiliki pemain-pemain muslim. Klub tersebut adalah Arsenal. Dari dulu sampai sekarang, Arsenal selalu memiliki pemain jempolan yang beragama Islam.

Di musim ini contohnya. Arsenal memiliki beberapa pemain yang beragama Islam. Sebut saja seperti Mohamed Elneny, Thomas Partey, dan Granit Xhaka. Dan apabila mereka tak menjual semua pemain muslimnya, barangkali mereka bisa jadi tim paling islami di Liga Inggris. Kira-kira begini line-upnya.

Rami Shaaban

Dari penjaga gawang, Arsenal pernah dibela oleh pemain muslim bernama Rami Shaaban. Ia beragama muslim karena lahir dari keluarga yang memiliki keturunan Mesir dari ayahnya. Karir Shaaban di Arsenal tak begitu istimewa. Ia hanya bermain beberapa kali saja untuk The Gunners.

Kedatangan Shaaban pada tahun 2002 diharapkan jadi pelapis yang sepadan untuk David Seaman. Namun, karirnya di Arsenal kandas setelah mengalami patah kaki di tahun pertamanya sehingga membuat dirinya sulit berkembang di London. Ketika sudah menjalani pemulihan, semuanya terlambat. Jens Lehmann terlanjur merebut posisinya selepas Seaman pensiun. 

Kolo Toure

Untuk sektor bek, ada Kolo Toure. Didatangkan pada tahun 2002, Toure jadi salah satu bagian penting di skuad Arsenal yang mengamankan gelar Liga Inggris musim 2003/04 tanpa satu kekalahan pun. Tercatat, Toure mengantongi dua gelar Liga Inggris selama tujuh tahun berseragam The Gunners sebelum akhirnya bergabung dengan Manchester City pada tahun 2009.

Di lingkungan Arsenal, Kolo Toure dikenal muslim yang taat. Ia bahkan jadi salah satu pemain yang tetap aktif berpuasa meski menghadapi padatnya jadwal kompetisi. Toure yang lahir di keluarga kurang mampu merasa agama Islam telah banyak membantunya dalam karir sepakbola. Oleh karena itu, ia menjunjung tinggi agamanya.

Shkodran Mustafi

Sebagai tandem Kolo Toure, Arsenal punya Shkodran Mustafi. Pemain berkebangsaan Jerman ini mengenal agama Islam dari Ayahnya, Kujtim Mustafi yang berdarah Albania-Makedonia. Pemain yang menjuarai Piala Dunia 2014 ini mengakui bahwa Islam telah melepas semua beban hidupnya dan senantiasa mengajarkan untuk selalu bersyukur.

Didatangkan dari Valencia pada tahun 2016, Mustafi langsung menjadi andalan di lini bertahan The Gunners. Ia bahkan berperan penting dalam dua gelar Piala FA pada tahun 2017 dan 2020. Namun, dalam tahun-tahun terakhirnya, permainan Mustafi jauh menurun. Ia bahkan kerap salah dalam pengambilan keputusan. Sehingga ia dijuluki rajanya blunder Arsenal.

Sead Kolasinac

Sebagai pemain kelahiran Bosnia Herzegovina, Sead Kolasinac merupakan muslim yang taat di Arsenal. Bahkan beberapa kali, Kolasinac memanjatkan doa terlebih dahulu sebelum peluit kick off dibunyikan. Ia juga sesekali memposting kegiatan keagamaan di media sosialnya, terutama untuk memperingati hari-hari besar Islam.

Didatangkan dari Schalke, Kolasinac memiliki karir yang cukup oke di Arsenal. Kolasinac tercatat berseragam Arsenal selama kurang lebih lima tahun dan menghadirkan tiga trofi mayor yang salah satunya adalah Piala FA pada tahun 2020. Kini, Kolasinac bermain untuk Marseille dan jadi pemain yang masih aktif berpuasa meski tengah menjalani pertandingan.

Bacary Sagna

Untuk mengisi posisi bek kanan, Bacary Sagna barangkali jadi pilihan yang tepat. Selama di Arsenal, Sagna juga dikenal sebagai seorang muslim yang taat. Kecepatannya dalam menyisir pinggir lapangan membuat Sagna selalu menjadi pilihan utama Arsene Wenger. Meski demikian, karirnya di Arsenal minim trofi. Selama tujuh tahun, ia hanya menghadirkan satu Piala FA pada 2014.

Tangguh di lapangan tidak membuat Sagna lupa dengan kewajibannya sebagai seorang muslim. Mantan punggawa Manchester City ini sering mengunggah kegiatannya selama bulan Ramadan di media sosial. Dengan gamis serba putih, ia sesekali mengabadikan momen saat hendak jumatan.

Abou Diaby

Beralih ke sektor gelandang, Abou Diaby akan mengisi pos gelandang bertahan. Keislaman dari Abou Diaby sudah tak diragukan lagi. Meski cedera berkepanjangan membuat karirnya tak begitu cemerlang di Arsenal, hal itu tak membuat Diaby melalaikan kewajiban sebagai seorang muslim. Ia bahkan mendapat gelar Hafidz Qur’an kala masih berseragam Arsenal.

Diaby sendiri sempat dianggap sebagai penerus Patrick Vieira di Arsenal. Namun, kondisi fisiknya yang mudah terkena cedera membuat Diaby tak pernah mencapai potensi maksimalnya di Arsenal. Meski berada di London selama sembilan musim, ia jarang terlibat dalam momen-momen penting karena lebih sering duduk di ruang perawatan.

Granit Xhaka

Sebagai lawan main Diaby, ada Granit Xhaka. Sedikit yang mengetahui kalau Xhaka merupakan seorang muslim. Meski berkewar­ganegaraan Swiss, ia merupakan keturunan Kosovo dan Albania yang mayo­ritas penduduknya beragama Islam.

Didatangkan dari Borussia Monchengladbach pada tahun 2016, Xhaka telah menjelma salah satu pemain paling penting di lini tengah Arsenal. Ia bahkan sempat menjabat sebagai kapten tim selama beberapa tahun. Kini, Xhaka cs tengah berusaha mempertahankan posisinya di puncak klasemen Liga Inggris guna mengamankan gelar di akhir musim.

Mesut Ozil

Selanjutnya ada Mesut Ozil. Tentu sudah tak perlu dijelaskan lagi kalau Ozil merupakan salah satu pemain paling identik dengan Islam. Sang pemain tak pernah malu untuk mengakui agamanya di depan publik. Bahkan kita bisa menyebut kalau Ozil lah pemain muslim paling terkenal di dunia.

Meski kini sudah pensiun, perjalanan karir Mesut Ozil di Arsenal jadi salah satu yang terbaik. Selama enam tahun membela The Gunners, kemampuan Ozil dalam mengkreasi peluang di sepertiga area pertahanan lawan sangat membantu tim untuk bersaing di papan atas Liga Inggris. Dalam 254 penampilan untuk Arsenal, Ozil telah mengumpulkan 79 assist dan empat trofi Piala FA. 

Samir Nasri

Di sisi kiri, bisa diisi oleh Samir Nasri. Karirnya bersama Arsenal memang tak bergelimang trofi. Terlebih ia hanya sebentar di Arsenal. Gelandang asal Prancis ini tercatat hanya tiga tahun membela klub asal Kota London tersebut. Namun, tiga tahun itu sudah cukup bagi Nasri membangun reputasi sebagai salah satu pemain muslim terhebat di masanya.

Ketika hendak berlaga, pemain yang terlahir dengan nama lengkap Samir Ben Said Nasri ini sering tertangkap kamera sedang menengadahkan kedua tangannya, khusyuk berdoa. Ia berasal dari keluarga muslim keturunan Aljazair, sama seperti Zinedine Zidane, Karim Benzema, dan beberapa pesepakbola Prancis lainnya. 

Marouane Chamakh

Bergeser ke sektor penyerang, Arsenal bisa menggunakan dua bomber beragama muslim. Yang mana salah satu posnya bisa diisi oleh Marouane Chamakh. Setelah sukses bersama Bordeaux, Chamakh bergabung dengan Arsenal pada tahun 2010. Kabarnya, ia jadi pemain Maroko pertama yang berseragam The Gunners.

Sayang, Chamakh gagal menjawab kepercayaan Arsene Wenger. Ia gagal melanjutkan performa apiknya di Liga Inggris. Selama tiga musim tak menunjukan perkembangan signifikan, ia sempat dipinjamkan ke West Ham sebelum akhirnya dilepas ke Crystal Palace pada tahun 2013. Bersama Arsenal, ia memainkan 67 laga dan hanya mencetak 14 gol.

Emmanuel Adebayor

Sebagai tandem Chamakh, Arsenal bisa memasang Emmanuel Adebayor. Selama membela Arsenal sejak 2006 hingga 2009, ia sudah bermain sebanyak 142 kali dan mencetak 62 gol serta 19 assist. Nama baik Adebayor sempat tercoreng di mata fans Arsenal saat dirinya memutuskan untuk bergabung dengan klub kaya baru saat itu, Manchester City. Ia dianggap sebagai pemain mata duitan.

Terlepas dari itu, Adebayor punya perjalanan spiritual yang menarik. Salah satunya ketika ia memutuskan untuk hijrah memeluk agama Islam. Beda dengan pemain Arsenal lain di daftar ini, Adebayor merupakan seorang mualaf. Ia memutuskan untuk mengucap kalimat syahadat pada tahun 2015 silam.

https://youtu.be/lfEYMWsZOe8

Sumber: Arsenal, Sportsbrief, Tribuna, Football London, Pundit Arena, Tirto

Berita Bola Terbaru 7 April 2023 – Starting Eleven News

0

BERITA TERBARU DAN TERKINI

INDONESIA BEBAS DARI SANKSI FIFA

Kabar baik untuk kita semua. Indonesia dikabarkan terbebas dari sanksi berat FIFA pasca status sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dicabut. Dilansir Bola Kompas, hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia menyampaikan bahwa FIFA telah membebaskan Indonesia dari sanksi berat. Mereka hanya memberikan sanksi administrasi kepada PSSI. Kabarnya, sanksi administrasi yang diberikan FIFA berupa pembekuan dana FIFA Forward untuk keperluan operasional PSSI di masa yang akan datang. 

ARGENTINA PUNCAKI RANKING FIFA

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tim nasional sepakbola Argentina berhasil memuncaki klasemen ranking FIFA. Dilansir Sporting News, meski Argentina menjuarai Piala Dunia 2022, mereka tidak langsung menjadi peringkat pertama ranking FIFA. Justru setelah meraih kemenangan di laga uji coba kontra Panama, Argentina mendapat poin yang cukup untuk menggusur Brazil dari puncak klasemen ranking FIFA.

TIMNAS INGGRIS MENANG FINALISSIMA

Selamat untuk Timnas wanita Inggris. Setelah menjuarai Euro tahun lalu, Timnas wanita Inggris kini menjadi juara Finalissima setelah mengalahkan Timnas wanita Brazil dengan skema adu penalti. Dilansir BBC, Inggris yang menjadi juara kompetisi Euro berhadapan dengan Brazil yang sebelumnya menjadi juara Copa America. Chloe Kelly, yang mencetak gol kemenangan di final Euro 2022 tahun lalu, jadi pencetak gol penentu kemenangan di laga tersebut.

MARCELO BIELSA AKAN TANGANI TIMNAS URUGUAY?

Federasi sepakbola Uruguay dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Marcelo Bielsa untuk menunjuknya sebagai pelatih tim nasional yang baru. Dilansir One Football, setelah berbagai rumor yang beredar, Bielsa kini telah memilih Uruguay sebagai tujuan berikutnya. Menurut laporan, ia akan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun. Yang mana akan membuat Bielsa bertahan hingga tahun 2026.

JUVENTUS KENA SANKSI LAGI, KALI INI APA?

Tindakan rasis yang dilakukan oleh oknum fans Juventus kepada striker Inter Milan, Romelu Lukaku berimbas buruk kepada klub. Dilansir ESPN, buntut dari laga Coppa Italia yang berakhir ricuh tersebut, federasi sepakbola Italia telah menjatuhkan sanksi kepada Juventus. Kabarnya, Juve dihukum untuk menutup tribun penonton bagian selatan selama satu pertandingan. Selain itu, Juan Cuadrado, Samir Handanovic dan Romelu Lukaku juga dikabarkan mendapat sanksi larangan bermain.

THIAGO ALCANTARA KEMBALI LATIHAN BERSAMA SKUAD LIVERPOOL

Jelang laga kontra Arsenal, kabar baik menghampiri Liverpool. Setelah absen sejak Februari kemarin, Thiago Alcantara kini dikabarkan sudah menunjukan perkembangan positif. Dilansir Goal, Liverpool melalui akun resmi Twitter-nya memposting foto gelandang asal Spanyol tersebut dengan caption “Selamat Sore”. Postingan tersebut menandakan kalau Thiago sudah kembali berlatih dengan skuad Liverpool. Kembalinya sang pemain bakal jadi suntikan tenaga yang bagus jelang menghadapi Arsenal akhir pekan nanti.

TEN HAG INGIN PERMANENKAN SABITZER

Manchester United dikabarkan serius ingin mempermanenkan pemain pinjaman mereka, Marcel Sabitzer. Dilansir 90min, Erik ten Hag telah menekan Manchester United untuk mempermanenkan kepindahan Marcel Sabitzer dari Bayern Munchen akhir musim nanti. Sang pelatih kabarnya senang dengan performa Sabitzer sejauh ini. Pelatih asal Belanda itu yakin kalau Sabitzer merupakan pemain yang cocok untuk meningkatkan kualitas lini tengah United.

MOURINHO BAKAL LATIH ARAB SAUDI DAN AL-NASSR SEKALIGUS?

Pihak Arab Saudi dikabarkan sedang berusaha menggoda pelatih kawakan, Jose Mourinho agar mau melatih di Arab Saudi. Menurut AS, Mourinho telah menerima tawaran uang yang sangat besar dari Arab Saudi untuk memimpin tim nasional dan salah satu tim di Liga Pro Saudi sekaligus selama dua tahun ke depan. Kabarnya, Al-Nassr bakal jadi salah satu tim yang akan dilatih Mourinho. Jika kesepakatan ini terjadi, Mourinho akan mendapat bayaran sekitar 120 juta euro (Rp1,9 triliun) per tahun.

ARSENAL SIAPKAN PENGGANTI MIKEL ARTETA?

Arsenal dikabarkan cukup khawatir saat mendengar kabar kalau Real Madrid sangat berminat untuk menjadikan Mikel Arteta sebagai suksesor Carlo Ancelotti musim depan. Dilansir The Sun, mendengar hal itu, Arsenal pun mulai mencari pengganti Arteta. Kabarnya, manajemen menginginkan Roberto De Zerbi sebagai penggantinya apabila Arteta benar-benar hengkang musim depan.

ARSENAL AKAN JUARA LIGA INGGRIS JIKA…

Arsenal diambang gelar juara Liga Inggris. Namun, masih ada beberapa tantangan yang harus mereka lewat. Kabarnya, Arsenal bisa menjuarai liga dengan mulus apabila bisa mengalahkan satu tim ini. Dilansir Sky Sport, Gary Neville menyebut Arsenal bisa menjuarai Liga Inggris apabila mereka bisa mengalahkan Liverpool di Anfield pada akhir pekan nanti. Dengan sembilan pertandingan tersisa, Arsenal berada di jalur untuk memenangkan gelar musim ini. Dan kemenangan atas Liverpool bakal jadi poin yang krusial bagi mereka.

AKAL BULUS PEMERINTAH INGGRIS DALAM PENGAKUISISIAN NEWCASTLE

Usut punya usut, ada campur tangan dari pemerintah Inggris terhadap suksesnya Arab Saudi mengakuisisi Newcastle United pada tahun 2021 kemarin. Dilansir The Athletic, meski Inggris tak mau melihat Arab Saudi ikut campur dalam pengelolaan Newcastle, pemerintah Inggris memiliki kepentingan pribadi dibalik akuisisi ini. Mereka berharap dengan adanya akuisisi ini, hubungan diplomatik kedua negara akan semakin baik sehingga investasi dari Arab Saudi akan terus mengalir deras. Namun, hingga saat ini pemerintah masih mengelak ketika dituduh membantu Arab Saudi mengambil alih Newcastle.

MILAN JADIKAN LEAO PEMAIN DENGAN BAYARAN TERTINGGI DI KLUB

AC Milan dikabarkan telah mencapai kesepakatan pribadi dengan salah satu bintangnya, Rafael Leao guna pembaharuan kontrak. Dilansir Sempre Milan, prioritas Leao adalah bertahan di Milan, tapi faktor ekonomi sempat membuat negosiasi menjadi sulit. Nah, kini kesepakatan sudah tercapai dan kabarnya Milan siap menjadikan Leao sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di klub.

TIGA KLUB INGGRIS SIAP TEBUS KIM MIN-JAE DARI NAPOLI

Performa Kim Min-Jae yang kian ciamik bersama Napoli telah menarik perhatian sejumlah klub Liga Inggris untuk merekrutnya akhir musim nanti. Dilansir Football Italia, Manchester United, Liverpool dan Tottenham jadi klub yang berminat untuk memboyong Kim. Kabarnya, ketiga klub tersebut tergoda untuk menebus klausul pelepasan sang pemain yang hanya bernilai 50 juta euro atau setara Rp814 miliar. Itu angka yang relatif kecil bagi klub-klub Inggris.

BOS MBAPPE KESAL SOAL CARA BERIKLAN PSG

Kylian Mbappe dan PSG dikabarkan kembali berseteru. Kali ini, Mbappe cukup kesal dengan sikap klub yang hanya mencantumkan dirinya dalam iklan tiket tahunan musim depan. Dilansir The Athletic, Mbappe mengkritik PSG karena hanya menampilkan dirinya di iklan tersebut. Mbappe berkata kalau ini Paris Saint-Germain, bukan Kylian Saint-Germain. Jadi seharusnya mereka bisa menampilkan Neymar atau Lionel Messi di promosi tersebut. 

BALADA TRANSFER MARCO ASENSIO

Masa depan Marco Asensio di Real Madrid kian ruwet. Sang pemain belum juga mencapai kesepakatan soal kontrak dengan manajemen klub. Padahal kontraknya akan habis di akhir musim nanti. Dilansir Football Espana, Asensio bakal jadi konsentrasi utama Madrid dalam beberapa pekan kedepan. Jika tak mencapai kesepakatan, Asensio bisa meninggalkan klub dengan status bebas transfer. Kabarnya Liverpool dan Arsenal jadi yang terdepan untuk menampung sang pemain.

CERITA LEWANDOWSKI GAGAL GABUNG MU

Superstar sepak bola Polandia, Robert Lewandowski mengaku pernah ingin bergabung Manchester United. Tepat satu dekade lalu, MU tertarik merekrut Lewandowski. Lewandowski mengaku mendapat telepon dari pelatih MU kala itu, Sir Alex Ferguson. Lewandowski mengaku tertarik untuk melihat apa yang dikatakan Ferguson, namun pelatih Dortmund Jurgen Klopp dan CEO klub Hans-Joachim Watzke memblokir langkah tersebut. Klopp ingin Lewandowski tetap di Signal Iduna Park.

MU INCAR JAMES WARD PROWSE

Dilansir FourFourtwo, Manchester United sedang mencari langkah besar untuk membawa James Ward-Prowse ke Old Trafford musim panas ini. Ward-Prowse, yang sering dibandingkan dengan legenda Setan Merah David Beckham di masa lalu, terakhir menandatangani kontrak pada 2021, dengan kontraknya di Southampton hingga 2026.  Menurut Transfermarkt, spesialis bola mati itu dihargai 38 juta euro.

SALAH SATU LEGENDA SERIE A TUTUP USIA

Legenda Serie A, Sergio ‘Bobo’ Gori telah meninggal dunia pada usia 77 tahun. Berita duka itu muncul setelah dua minggu dirawat di rumah sakit di kota asalnya, Milan. Selama karirnya, Gori memenangkan empat gelar Serie A bermain dengan Inter Milan, Juventus dan Cagliari. Dia adalah satu dari hanya enam pemain yang memenangkan liga dengan tiga klub Italia yang berbeda.

HAVERTZ TEGASKAN KESETIAANNYA PADA CHELSEA

Kai Havertz terkadang menjadi kambing hitam atas keterpurukan Chelsea mengingat penyelesaiannya yang tidak konsisten. Tetapi kritik tersebut tampaknya tidak membuatnya ingin pindah. Dia baru-baru ini menyebut Bayern Munchen sebagai klub yang sulit ditolak, tetapi ide untuk bergabung dengan mereka kemungkinan besar akan muncul kemudian dalam kariernya. “Saya masih memiliki kontrak dua tahun, saya tidak harus pindah setiap dua hingga tiga tahun,” kata Havertz kepada Phrasenmaher Podcast Bild.

AJAX TERTARIK PULANGKAN DONNY VAN DE BEEK

Ajax Amsterdam dilaporkan berminat untuk memulangkan mantan pemain mereka yaitu Donny Van De Beek, yang tak terpakai jasanya bersama Manchester United. Melansir laporan terbaru dari Football Insider, Ajax siap bernegosiasi dengan manajemen United. MU sendiri diyakini akan menyambut terbuka tawaran dari Ajax. Dengan gaji sebesar 120 ribu pounds per pekan namun kontribusinya sangat minim untuk klub, Setan Merah amat bersyukur jika gelandang 25 tahun itu ada yang menebusnya musim panas esok.

BARCELONA DAN ATLETICO MADRID BEREBUT GELANDANG TIMNAS JEPANG

Menurut laporan Football Espana, Barcelona dan Atletico Madrid bersaing memperebutkan gelandang serang asal Jepang, Daichi Kamada. Kontrak Kamada di Eintracht Frankfurt akan berakhir musim ini dan dia tidak menunjukkan indikasi ingin memperpanjang kontrak dengan klub. Sebelumnya dilaporkan bahwa eks punggawa Sagan Tosu itu akan bergabung dengan rival Bundesliga Eintracht Frankfurt, Borussia Dortmund. Namun, hal itu tampaknya tidak berlaku lagi, dengan Kamada kini lebih memprioritaskan transfer ke Spanyol.

WOLVERHAMPTON INCAR DANI CEBALLOS DARI REAL MADRID

Laporan dari Therealchamps menyatakan bahwa Wolverhampton Wanderers menjadi salah satu klub yang berminat mendatangkan Dani Ceballos. Klub yang bermarkas di Molineux Stadium itu memiliki manajer yang mengenal Ceballos. Julen Lopetegui menjabat di posisi tersebut dan ingin memperkuat skuad miliknya. Tidak hanya Wolves, Ceballos juga mendapat minat dari Atletico Madrid, Real Betis, Eintracht Frankfurt, RB Leipzig, Juventus, Napoli, dan AC Milan.

JAMES MADISON DIMINATI MAN CITY DAN NEWCASTLE UNITED

Leicester City siap untuk menjual gelandang Inggris James Maddison musim panas ini. Maddison adalah target Newcastle, sementara Manchester City juga dikaitkan karena mereka bersiap untuk kehilangan pemain veteran Ilkay Gundogan. Tribalfootball mengatakan dengan kontrak tersisa hingga 2024, The Foxes memiliki satu kesempatan terakhir untuk menguangkan dan menuntut 50 juta pounds untuk membiarkannya pergi.

DISERANG RASISME, NICO WILLIAMS TUTUP SEMUA AKUN MEDSOS

Striker Athletic Bilbao, Nico Williams menutup semua akun media sosialnya. Keputusan itu dibuat Williams setelah pelecehan online yang membanjirnya pasca kekalahan Bilbao di semifinal Copa del Rey dari Osasuna. Pada laga itu, pemain internasional Spanyol itu melewatkan dua peluang bersih saat Athletic Bilbao kalah dari Osasuna. Sehingga ia pun dianggap sebagai salah satu biang kerok kekalahan Bilbao.

TIGA PESAN INDRA SJAFRI KE TIMNAS U22 USAI DRAWING SEA GAMES

Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri menyatakan pasukannya sudah siap tempur untuk menjadi yang terbaik di SEA Games 2023. Indra mengatakan sudah mengetahui hasil undian SEA Games 2023. Ketimbang memikirkan hasil undian, Indra berpesan mengenai tiga hal kepada anak asuhnya. Indra ingin pasukannya tetap fokus, tetap waspada, dan kerja keras untuk jadi yang terbaik. Timnas Indonesia sendiri tergabung di grup A bersama Kamboja, Myanmar, Filipina, dan Timor Leste.

Berita Bola Terbaru 6 April 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Manchester United berhasil meraih poin penuh saat menjamu Brentford dalam lanjutan Liga Inggris, Kamis dini hari, di Old Trafford. The Red Devils menang 1-0 berkat gol semata wayang Marcus Rashford di babak pertama. Dengan hasil ini, MU saat ini mengoleksi 53 poin dari 28 laga. Sedangkan Brentford bercokol di posisi kesembilan dengan 43 angka.

Newcastle berhasil cukur West Ham dalam laga tunda pekan ke-7 Premier League 2022/23. Bermain di London Stadium, Kamis (06/04) dini hari, The Magpies menang telak 5-1. Callum Wilson dan Joelinton menjadi bintang kemenangan Newcastle atas sang lawan dengan masing-masing memborong dua gol. West Ham mampu membalas lewat Kurt Zouma serta Aleksander Isak menutup kemenangan tim tamu. Berkat hasil tersebut, Newcastle berhasil mencatatkan kemenangan terbesar mereka musim ini di kandang The Hammers.

Real Madrid berhasil lolos ke final Copa del Rey usai mengalahkan Barcelona 4-0 pada semifinal leg kedua di Camp Nou. Real Madrid baru bisa membobol gawang Barcelona pada menit ke-45+1 lewat sontekan Vinicius Junior. Kemudian di babak kedua Madrid mencetak tiga gol tambahan lewat aksi Karim Benzema di menit 50, 57, dan menit 81. Hasil ini membuat Real Madrid unggul agregat 4-1 setelah pada semifinal leg pertama Barcelona menang 1-0.

Borussia Dortmund harus terhenti langkahnya di babak perempat final DFB Pokal. Mereka kandas 2-0 dari tuan rumah RB Leipzig. Timo Werner di menit 22 dan Willi Orban di masa injury time babak kedua menjadi penentu kemenangan Leipzig.

Cremonese harus mengakui keunggulan Fiorentina dengan skor 0-2 dalam laga leg pertama semifinal Coppa Italia 2022/23 di Giovanni Zini Stadium, Kamis (6/4) dini hari WIB. Dua gol kemenangan Fiorentina di markas Cremonese masing-masing diciptakan oleh Arthur Cabral di babak pertama Nicolas Gonzalez lewat eksekusi penalti di babak kedua.

FANS BARCELONA MENERIAKKAN NAMA MESSI

Suporter Barcelona yang menyaksikan El Clasico melawan Real Madrid di leg kedua Copa del Rey meneriakkan nama bintang PSG, Lionel Messi di Camp Nou. Panggilan fans Barcelona untuk Messi itu terjadi pada awal-awal pertandingan, tepatnya di menit ke-10. Angka yang identik dengan nomor punggung Messi semasa di Barcelona. Yel-yel suporter tuan rumah itu muncul seiring rumor bursa transfer yang menyebutkan Messi lebih memprioritaskan kembali ke Barcelona setelah tidak berminat bertahan di PSG pada musim depan.

DIRUJAK DI CAMP NOU, XAVI: BARCELONA TAK BISA MANFAATKAN MOMENTUM

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez mengaku timnya tidak bisa memanfaatkan momentum yang ada di laga kontra Real Madrid. Bermain di Camp Nou, Barcelona justru tampil buruk di hadapan publiknya sendiri. Xavi merasa kesalahan Barcelona mulai dari babak pertama ketika mereka tak mampu memanfaatkan momentum keunggulan agregat leg pertama. Xavi sendiri tidak ingin mencari alasan di balik kekalahan besar Barcelona tersebut.

BENZEMA MENGGILA, ANCELOTTI BILANG BEGINI

Karim Benzema kembali mencetak hattrick untuk Real Madrid. Kali ini ke gawang Barcelona. Ancelotti pun tak segan untuk memujinya. “Pekerjaan selama jeda internasional membantunya. Dia menemukan kondisi terbaiknya lagi. Dengan kualitas yang dia miliki, dia pasti membuat perbedaan. Dia masih salah satu pemain terbaik dunia saat ini. Ketika dia dalam kondisi yang baik, dia membuat perbedaan,” ujar Ancelotti.

CHELSEA KEMBALI TUNJUK LAMPARD JADI PELATIH

Chelsea segera menetapkan Frank Lampard untuk menjadi manajer sementara hingga akhir musim. Kabar tersebut disampaikan oleh pakar transfer asal Italia, Fabrizio Romano. Ia mengklaim Lampard hanya sementara dan Chelsea masih mengincar pelatih baru.  Lampard dikabarkan segera bertugas kembali di Stamford Bridge pada laga Chelsea melawan Wolves pekan ini.

HAALAND KEMBALI KE MARKAS LATIHAN MANCHESTER CITY

Erling Haaland kembali berlatih bersama Manchester City jelang pertandingan krusial klub yang akan datang lawan Southampton dan Bayern Munich. Sebelumnya pemain asal Norwegia itu mengalami cedera pangkal paha saat The Citizens menang 6-0 atas Burnley di Piala FA pada 18 Maret, yang membuat dia harus menepi selama lebih dari dua pekan.

CEFERIN KEMBALI TERPILIH JADI PRESIDEN UEFA

Aleksander Ceferin terpilih kembali sebagai presiden UEFA. Ia terpilih dalam Kongres badan pengatur sepak bola Eropa tersebut di Lisbon, Rabu, 5 April 2023. Ia terpilih kembali untuk masa jabatan selama empat tahun ke depan hingga 2027. Artinya, Ceferin bakal menjabat presiden UEFA selama 11 tahun sejak ia terpilih pertama kali pada 2016.

TIDAK ADA KESEPAKATAN AWAL, NABY KEITA TINGGALKAN LIVERPOOL MUSIM PANAS INI

Liverpool dikabarkan akan merombak total skuadnya musim depan. Sebab, penampilan pada musim ini jauh dari kata memuaskan. Apalagi pada awal musim The Reds sangat terseok-seok. Dilansir dari empireofthekop.com, imbas pemain yang akan keluar pertama adalah Naby Keita. Gelandang tersebut dikabarkan tidak diperpanjang kontraknya di Liverpool. Karena sang pemain dan pihak Liverpool saat ini belum ada kabar soal pembahasan kontrak kerjasama.

PRESIDEN FIFA MURKA USAI LUKAKU DISERANG RASISME

Presiden FIFA, Gianni Infantino murka usai Romelu Lukaku menjadi korban rasis fans Juventus. Infantino menegaskan sepak bola tidak punya tempat untuk pelaku rasisme dan diskriminasi. Lelaki berkepala plontos itu mengatakan pihaknya mendukung penuh Lukaku yang menjadi korban rasis. Infantino juga meminta agar otoritas berwenang bisa memberikan sanksi kepada pelaku rasis.

LUKAKU KENA RASIS, PEMAIN BERDARAH INDONESIA PERTANYAKAN MOTIF FAN JUVE

Pemain keturunan Indonesia, Radja Nainggolan bereaksi atas kasus rasisme yang menimpa kompatriotnya, Romelu Lukaku. Nainggolan sendiri sempat memberikan komentar di unggahan Lukaku soal kasus rasisme tersebut. “Apa yang kamu inginkan?” komentar Radja Nainggolan. Komentar ini kemudian dimaknai oleh salah satu penggemar Liga Italia sebagai cara Radja Nainggolan mengungkapkan kekesalannya terhadap kasus Romelu Lukaku.

INTER MIAMI BUAT TAWARAN UNTUK MESSI

Inter Miami dikabarkan menawarkan Lionel Messi saham ekuitas di waralaba untuk meyakinkan dia bergabung dengan klub. Dengan kontrak Messi di PSG akan berakhir pada akhir musim, masa depannya saat ini menjadi pusat spekulasi yang meluas. Inter Miami, yang dimiliki oleh David Beckham, juga diperdebatkan sebagai tujuan potensial, dan mereka tampaknya meningkatkan upaya mereka untuk memikat Messi di Amerika Serikat.

DER KLASSIEKER MEMANAS, GELANDANG AJAX JADI KORBAN

Atmosfer panas tersaji pada laga semifinal Piala Belanda 2022/23 Feyenoord vs Ajax. Di tengah laga yang berlangsung di Stadion De Kuip itu, Davy Klaassen terkena lemparan dari fans yang membuat kepalanya bocor dan mengeluarkan darah. Insiden itu terjadi di menit 62 yang membuat laga harus terhenti cukup lama. Meski diwarnai insiden kepulan asap flare pada awal laga dan lemparan fans kepada Davy Klaassen, Ajax berhasil mengalahkan tuan rumah Feyenoord dengan skor 2-1.

‘PEPEPA’ HIDUP LAGI DI TIMNAS INDONESIA U22

Timnas Indonesia U22 menggelar sesi latihan, Rabu (5/4) malam di lapangan A komplek SUGBK. Yang menarik dari sesi latihan yang berlangsung satu jam setengah ini, umpan-umpan pendek dan panjang dikombinasi. Filosofi Pepepa atau pendek-pendek panjang yang diusung Indra Sjafri tampak diterapkan. 

ATM SODORKAN KONTRAK BARU GUNA PERTAHANKAN MORATA

Atletico Madrid (ATM) dikabarkan siap mempertahankan servis Alvaro Morata. Meski tidak selalu menjadi starter di tim besutan Diego Simeone, kinerja Morata membuat klub ibukota terkesan. Secara keseluruhan ia telah menyumbangkan 12 gol serta 3 assist dalam 36 penampilannya, 25 di antaranya sebagai starter. Kontrak terkininya akan kadaluarsa pada 2024 saat ia akan menginjak 31 tahun. Ada opsi untuk memperpanjang kontraknya selama satu tahun di musim panas ini, namun Atleti ingin mengikatnya dengan kontrak lebih panjang yang kabarnya disertai kenaikan gaji.

SWISS DITUNJUK SEBAGAI TUAN RUMAH EURO WANITA 2025

UEFA menyatakan pada Selasa (4/4), bahwa Swiss akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Eropa Putri 2025. Asosiasi Sepakbola Swiss (SFA) menyebut akan membentuk badan yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan acara tersebut, menambahkan bahwa “lokakarya pertama dan kunjungan ke tempat-tempat dengan UEFA telah direncanakan untuk bulan April dan Mei”.

DAVIDE ANCELOTTI BAKAL TINGGALKAN MADRID?

Menurut Marca, Davide Ancelotti akan meninggalkan Real Madrid pada akhir musim, guna mendapatkan peran manajerial pertamanya di Basel. Ancelotti Jr. adalah kandidat utama untuk menahkodai FC Basel pada musim 2023/24 dan ‘hampir’ menandatangani kontrak pertamanya sebagai pelatih tim utama. Dia adalah asisten pelatih ayahnya di Napoli dan Bayern Munich sebelum di Real Madrid.

LEICESTER CITY BIDIK DUA EKS PELATIH CHELSEA GANTIKAN RODGERS

Skysports mengabarkan, Leicester City dikaitkan dengan dua mantan pelatih Chelsea, Rafael Benitez dan Graham Potter, yang dinilai pas untuk gantikan Brendan Rodgers. Meski demikian, pihak klub belum lakukan pendekatan resmi apa pun untuk datangkan pelatih baru. Sejumlah laporan yang berkembang di awal pekan ini menyebutkan, Leicester telah ditolak Graham Potter yang dipecat Chelsea hanya beberapa jam setelah pemecatan Rodgers diumumkan The Foxes. Namun, sejumlah pihak meragukan laporan tersebut.

ERIK TEN HAG PUAS DENGAN PERFORMA LUKE SHAW MUSIM INI

Pelatih Manchester United, Erik Ten Hag mengaku senang mendengar kabar Luke Shaw menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2027. Menurutnya, Shaw adalah salah satu bek modern yang sesuai dengan kebutuhan tim. Ten Hag mengaku puas dengan performa yang ditunjukkan oleh Luke Shaw musim ini. Total ia sudah dimainkan oleh Ten Hag sebanyak 36 laga. ”Shaw menjalani musim yang hebat sejauh ini dia membuat kemajuan besar. Saya pikir ini merupakan kabar baik untuk Man United karena ia memutuskan untuk tetap bermain di sini.”

CHELSEA JALIN KOMUNIKASI DENGAN ENRIQUE

Sejumlah nama pelatih top mulai dikaitkan dengan Chelsea. Terkini, Luis Enrique termasuk calon manajer baru The Blues. Diario AS mengklaim, Direktur Olahraga Chelsea, Christopher Vivell, sedang menjalin komunikasi dengan pihak Luis Enrique agar mantan pelatih timnas Spanyol itu mau berlabuh di Stamford Bridge. Menurut informasi yang dikutip dari Football Espana, Ivan de la Pena yang juga agen Gavi dan Eric Garcia, sedang bernegosiasi dengan Chelsea. Mantan pemain timnas Spanyol ini jadi perwakilan Enrique.

PETIT: PSG BUKAN KLUB SEPAKBOLA

Emmanuel Petit, mantan juara dunia bersama Prancis dan eks pemain Barcelona, dengan kasar menyerang klub Liga Prancis, Paris Saint-Germain. Petit merespon cemoohan fans PSG kepada Lionel Messi. Intinya Pettit membela Messi dan menyerang PSG serta para penggemarnya atas perilakunya terhadap La Pulga. “Ini bukan klub sepak bola, tetapi klub pra-pensiun meskipun Anda berusia 20 tahun. Tidak ada pemain yang pernah berkembang di PSG, itu bukan salah Messi,” tutur Petit.

HANTAM PEMAIN DENGAN LUTUT, WASIT MEKSIKO DIHUKUM 12 LAGA

Wasit Meksiko, Fernando Hernandez telah diskors selama 12 pertandingan. Sanksi itu didapatkan setelah sang wasit melakukan perbuatan membahayakan, yakni menghantam seorang pemain dengan lututnya di bagian selangkangan selama pertandingan Amerika melawan Leon, akhir pekan kemarin. Hernandez menendang pemain Leon, Lucas Romero saat dia dan rekan setimnya melancarkan protes. 

TIGA KLUB EPL MENGEJAR KIM MIN JAE

Tiga klub raksasa Premier League, Manchester United, Liverpool dan Tottenham kabarnya siap bersaing untuk mengamankan servis pemain bertahan Korsel, Kim Min-Jae yang saat ini bermain untuk Napoli. Ia disebut sebagai salah satu defender terbaik di dunia. Lebih lanjut kabar menyebutkan bahwa Spurs sedikit diuntungkan karena kehadiran rekan satu timnya di Korea Selatan, Son Heung-min. Selain ketiga klub tersebut Paris Saint-Germain juga berminat untuk merekrutnya.

DIBILANG MANCINI SUDAH HABIS DI TIMNAS, BALOTELLI BILANG BEGINI

Roberto Mancini menyebut karir Mario Balotelli di Timnas Italia sudah habis. Mancini masih enggan memanggil Balotelli ke Timnas Italia. Padahal, Azzurri kekurangan pemain di lini depan. Tak lama setelah wawancara Mancini itu, Balotelli kembali membuat unggahan. Ia mengunggah emoji tertawa dan sebuah tulisan ‘Anda takkan bisa menjadi raja jika hanya mengejar ratu,” tulis dalam unggahan Balotelli. Kedua tokoh ini memang punya riwayat perseteruan di lapangan. Keduanya pernah ribut saat masih di Manchester City.

Digerogoti Cedera, Sudah Saatnya Zlatan Ibrahimovic Pensiun?

0

Manajemen AC Milan mulai ketar-ketir saat melihat salah satu pemain paling berpengaruh di skuad, Zlatan Ibrahimovic kembali mengalami cedera saat menjalani tugas di Timnas Swedia. Mengingat sang pemain baru saja keluar dari ruang perawatan pasca menjalani operasi pada lututnya akhir musim lalu.

Meski lama tak memainkan sepakbola profesional, nama Zlatan Ibrahimovic tetap masuk dalam daftar pemain Timnas Swedia yang dipersiapkan untuk jeda internasional akhir Maret kemarin. Bahkan ia langsung diturunkan oleh Janne Andersson sebagai pemain pengganti di laga melawan Belgia.

Kembali menderita cedera membuat beberapa pihak merasa kalau ini jadi saat yang tepat untuk Zlatan menyudahi karir sepakbolanya. Namun, apakah gantung sepatu jadi solusi tepat? Nah, jika benar-benar pensiun, kira-kira pekerjaan apa yang tepat untuk Zlatan Ibrahimovic?

Musim 2022/23 Tak Berjalan Baik

I feel like Benjamin Button,” jawab Zlatan Ibrahimovic saat mendengar kritikan kalau dirinya sudah tua dan mulai lelah dalam bermain sepakbola. Benjamin Button sendiri merupakan tokoh fiksi yang digambarkan sebagai seorang pria yang menua secara terbalik. Makin hari pria tersebut malah makin muda. 

Meski Zlatan merasa demikian, ia tetaplah manusia biasa. Tak bisa dipungkiri, dirinya semakin tua setiap harinya. Meski Zlatan rutin berlatih fisik di gym pribadinya, semakin bertambahnya usia, kebugaran Zlatan kian menurun. Sejak bergabung dengan AC Milan, ia mulai sering dilanda cedera.

Bahkan sejak awal tahun 2020, ia lebih sering mengalami cedera daripada biasanya. Tercatat Ibra sudah mengalami 13 kali cedera yang mana masalah otot dan lutut jadi langganan pemain berusia 41 tahun tersebut.

Setelah beberapa kali mengalami gangguan pada lututnya, praktis musim 2022/23 Zlatan di Milan diperkirakan bakal tak berjalan baik. Dan benar saja, pada akhir musim lalu ia memutuskan untuk menjalani operasi di bagian lututnya, Zlatan harus absen selama kurang lebih enam bulan untuk pemulihan.

Penyerang tim nasional Swedia itu baru kembali berlatih bersama skuad utama Milan pada awal bulan Februari 2023. Bahkan ia baru bisa melakukan laga comeback-nya pada akhir Februari ketika Milan mengalahkan Atalanta dengan skor 2-0.

Kenapa Nggak Pensiun Aja?

Meski sudah lama absen, pelatih tim nasional Swedia tak mengubah keputusannya untuk tetap memasukan nama Zlatan Ibrahimovic ke skuad Swedia yang dipersiapkan untuk Kualifikasi Euro 2024 Maret lalu. Baru pulih, Zlatan langsung bergabung dengan skuad Swedia.

Nah, ketika membela Timnas Swedia itulah Ibra kembali mengalami cedera otot. Situasi ini memunculkan kekhawatiran di benak manajemen AC Milan. Pasalnya, riwayat cedera Zlatan dalam dua tahun terakhir sudah sangat banyak. Dan kebanyakan merupakan cedera lama yang kembali kambuh.

Tapi Zlatan masih enggan memberi tanda kalau dirinya akan pensiun. Padahal usianya sudah menginjak kepala empat. Pertanyaan kapan dirinya akan pensiun mungkin sudah puluhan kali didengar oleh Zlatan. Tapi dasarnya emang kolot, Zlatan tetap ngotot untuk perpanjang kontrak di Milan.

Ada berbagai alasan mengapa ia enggan mengakhiri karirnya meski sudah berusia 41 tahun. Salah satu yang paling kontroversial, Ibra mengatakan kalau dirinya akan terus bermain sepakbola hingga pesepakbola yang dianggap lebih hebat darinya datang. Tentu jawaban ini sudah terpatahkan, karena sudah banyak pemain-pemain muda yang kualitasnya jauh di atas Zlatan.

Namun, dalam wawancaranya jelang Kualifikasi Euro 2024, jawabannya berbeda lagi. Dilansir Sporting News, ketika orang-orang bertanya kapan Zlatan akan pensiun, ia justru semakin tertantang. 

“Saya hanya ingin terus maju dan ingin menantang diri saya sendiri. Setelah memenangkan Scudetto bersama Milan, saya bisa saja berhenti, tapi itu akan terlalu mudah. ​​Juga bukan akhir yang cocok untuk saya.” Ucap mantan punggawa PSG tersebut.

Zlatan sudah memenuhi janjinya untuk mengantarkan Milan meraih scudetto. Lantas apa lagi yang dicari? Toh jika terus memberi makan egonya, performa Zlatan tak akan pernah mencapai titik maksimal seperti dulu lagi. Justru itu akan mengganggu keseimbangan klub maupun tim nasional. Jadi tak heran beberapa pihak menyarankan Ibra untuk pensiun saja.

Jadi Agen Pemain

Jika sudah mantap mengambil langkah untuk pensiun, Ibrahimovic bisa mencoba beberapa pekerjaan lain yang mungkin tidak jauh-jauh dari sepakbola. Kabarnya, sang pemain cukup berminat untuk menjadi agen pemain. Minatnya ini muncul karena ia memiliki kedekatan dengan mantan agennya, mendiang Mino Raiola.

Selepas kepergiannya pada tahun 2022 kemarin, Zlatan tergugah untuk masuk ke dunia agensi pemain. Rumor yang menyebut Ibra ingin menjadi agen dicetuskan oleh jurnalis dari Calciomercato, Daniele Longo. Menurutnya, Zlatan berminat terjun ke dunia agen pemain karena ingin memberikan penghormatan kepada mantan rekan kerjanya itu.

Tentu dengan memiliki pesona, karakteristik yang nyentrik, dan kecakapan dalam berbicara membuat Zlatan tak akan kesulitan menjadi agen pemain. Terlebih ia sudah belajar banyak dari Raiola, salah satu agen pemain terbaik di dunia.

Direktur Teknik

Selain menjadi agen pemain, sebagai rekan kerja sekaligus teman Ibra, mendiang Mino Raiola juga pernah menyampaikan kalau kliennya itu tertarik untuk menjadi direktur teknik sebuah klub sepakbola. 

Dilansir Football Italia, wacana ini bahkan mendapat dukungan dari mantan presiden AC Milan, Silvio Berlusconi. Menurutnya tak ada salahnya apabila Zlatan mau meniru jejak dari legenda sepakbola Italia, Paolo Maldini yang menjadi Direktur Teknik AC Milan pasca pensiun dari dunia sepakbola. 

Berlusconi juga paham betul cuma Zlatan yang tahu kapan dirinya akan pensiun. Tapi ia memberikan saran apabila memutuskan pensiun, Zlatan harus memanfaatkan pengetahuan sepakbolanya dengan baik. Selain jadi direktur teknik, mungkin Zlatan bisa menjadi pelatih atau pundit di salah satu stasiun TV olahraga.

Lepas dari Dunia Sepakbola

Jika sudah lelah dengan dunia sepakbola, Zlatan bisa menarik diri dan fokus pada bisnis yang sudah ia bangun. Perlu diketahui, Zlatan telah bergabung dengan Cristiano Ronaldo, David Beckham, dan beberapa pesepakbola lain yang sudah merintis berbagai macam bisnis meski masih aktif bermain. Dengan nama besar dan karakternya di lapangan, tak sulit bagi Zlatan untuk membangun branding yang apik di pasaran.

Dilansir Goal, Zlatan Ibrahimovic sudah memiliki merek pakaian olahraga untuk pria, wanita dan anak-anak bernama A-Z. Tujuan dari brand ini untuk membuat olahraga dapat diakses oleh semua orang.

Saat masih berseragam PSG, Zlatan juga sudah meluncurkan “Zlatan Ibrahimovic Parfums”. Bomber Timnas Swedia itu bekerja sama dengan Olivier Pescheux, pembuat parfum asal Paris yang namanya sudah mendunia. Dia bahkan memiliki game Android-nya sendiri, Zlatan Legends. Dengan begitu, bisa dibilang Ibra sudah mempersiapkan sumber penghasilan setelah pensiun. Jadi, tunggu apalagi?

Sumber: Goal, Eurosport, Givemesport, Football Italia

Pengkhianatan AC Milan Terhadap Andrea Pirlo

0

Andrea Pirlo tak menyesali keputusannya meninggalkan periode emas di AC Milan untuk bergabung dengan Juventus pada tahun 2011. Namun, melihat kualitasnya yang masih sangat baik, aneh saja rasanya Milan melepas pemain sepertinya ke rival secara gratis.

Ternyata ada cerita pahit di balik kepindahan Andrea Pirlo ke Juventus. Kabarnya, meski sang pemain sudah mengabdi selama satu dekade di Milan, Pirlo sempat mendapat perlakuan kurang sedap dari manajemen klub. Habis manis sepah dibuang, begitu kira-kira apa yang dirasakan Pirlo di penghujung karirnya di Milan.

Namun, saat kontraknya tidak diperpanjang dan akhirnya berlabuh ke La Vecchia Signora secara cuma-cuma, Pirlo membuktikan kalau dirinya belum habis. Rangkaian prestasi pun ia raih bersama Juve. Dan berikut adalah kisah pengkhianatan AC Milan terhadap kesetiaan Andrea Pirlo.

Bergabung dari Inter Milan

Nama Andrea Pirlo mulai menarik perhatian ketika bergabung dengan Inter Milan pada tahun 1998. Namun, karirnya di Inter tak semulus yang diharapkan. Karena pelatih Inter saat itu, Marcelo Lippi memiliki standar yang cukup tinggi, Pirlo kesulitan untuk menembus skuad utama sehingga lebih sering menjadi pemain pinjaman. 

Menurut Lippi, Pirlo terlalu lambat dan memiliki kondisi fisik yang buruk sebagai gelandang serang. Meski secara teknik Pirlo memang mumpuni, secara fisik Lippi merasa kalau Pirlo sangat tertinggal dari pemain-pemain seangkatannya.

Pirlo hanya berseragam Inter selama kurang lebih tiga tahun. Meski lebih sering menjadi pemain pinjaman, kualitas Pirlo tetap terlihat. Jadi, ketika Inter ingin melepasnya, banyak yang ingin menampungnya, tak terkecuali AC Milan.

Merasa tak ada tempat, Pirlo pun memutuskan hengkang dari Inter pada tahun 2001. Tak jauh-jauh, AC Milan lah yang ia pilih. Tentu Inter tak mau rugi, Rossoneri harus merogoh kocek sekitar 17 juta euro atau setara dengan Rp276 miliar jika disesuaikan dengan kurs sekarang.

Menjadi Regista 

Sialnya, Pirlo didatangkan Milan di tahun yang sama dengan Rui Costa, salah satu gelandang serang bertipikal classic number 10 terbaik di dunia. Belum lagi Rossoneri juga sudah memiliki gelandang-gelandang top macam Fernando Redondo, Massimo Ambrosini, dan Gennaro Gattuso.

Benar saja, di bawah asuhan Fatih Terim, Pirlo tak mendapat tempat di skuad utama. Ia hanya diplot untuk menjaga kedalaman skuad Milan yang kala itu bermain di banyak kompetisi. Bahkan dalam 15 pertandingan awal Serie A musim 2001/02, Pirlo hanya bermain sebanyak tiga kali. Itu pun selalu dimulai dari bangku cadangan.

Harapan mulai muncul ketika Milan memutuskan untuk mengganti Fatih Terim dengan pelatih asal Italia, Carlo Ancelotti pada November 2001. Sebelum melatih Milan, Ancelotti ternyata sudah mengamati Pirlo sejak masih berseragam Brescia. Ancelotti merasa kalau Pirlo memiliki potensi untuk memainkan peran yang lebih dalam, yakni sebagai gelandang bertahan.

Yang tadinya bermain sebagai gelandang serang, Ancelotti mengubah posisi Pirlo jauh ke belakang. Ia akan bermain persis di depan dua bek tengah tanpa harus mengandalkan kecepatan, karena Pirlo akan memiliki lebih banyak pilihan dan ruang untuk berkreasi. Di Italia, posisi ini lebih dikenal dengan Regista. Setelah berganti posisi, barulah penikmat sepakbola Italia melek akan kualitas sesungguhnya dari seorang Andrea Pirlo. 

Sukses Bersama Milan

Di musim kedua, Pirlo kian mapan memainkan peran Regista. Ia menghadirkan trofi untuk Milan. Tak tanggung-tanggung, Pirlo menghadirkan dua trofi sekaligus, yakni Coppa Italia dan Liga Champions musim 2002/23. 

Pirlo sekali lagi menjadi bagian penting dari skuad asuhan Carlo Ancelotti yang memenangkan gelar musim berikutnya. Scudetto Milan di musim 2003/04 menunjukkan betapa kuatnya Rossoneri baik di Eropa maupun di kompetisi domestik. 

Setelah itu, gelar-gelar lain pun mulai mengikuti. Bersama Ancelotti, Pirlo bahkan memenangkan gelar Liga Champions keduanya. Setelah kalah dari Liverpool di final Liga Champions tahun 2005, Pirlo berhasil membalaskan dendam AC Milan di Liga Champions tahun 2007. Kala itu, Milan mengalahkan Liverpool dengan skor 2-1 

Berkat kehebatannya di lapangan, Pirlo mendapatkan julukan sebagai The Metronome. Julukan tersebut didapat karena Pirlo lah yang menentukan ritme permainan I Rossoneri.

Semua Berubah Ketika Ancelotti Hengkang

Semua berjalan baik-baik saja hingga Carlo Ancelotti hengkang pada tahun 2009. Yang tadinya ingin menghabiskan waktu selama mungkin di Milan, Andrea Pirlo mulai berpikir untuk hengkang. Niat itu muncul setelah perlakuan klub yang dirasa tidak menghargai jasa-jasanya dalam sembilan tahun terakhir.

Meski sempat mengalami pasang surut, siapa pun jelas setuju kalau Pirlo akan selalu memegang peran penting di AC Milan. Namun, Massimiliano Allegri yang menggantikan posisi Ancelotti tak memiliki pandangan yang sama. Ia lebih gemar menggunakan Mark van Bommel ketimbang Pirlo. Usut punya usut, sikap ini diambil karena performa Pirlo yang dianggap menurun setelah Piala Dunia 2010.

Pirlo sempat mengalami cedera pada tahun 2010. Cederanya itu membuatnya absen di dua laga pertandingan Timnas Italia di Piala Dunia 2010. Setelah Piala Dunia itu, Allegri sejatinya ingin memakai Pirlo di AC Milan. Namun dengan syarat Pirlo harus mengubah posisi dan gaya bermainnya. Dan Pirlo menolak syarat itu.

Janji Manis

Merasa sudah mulai terpinggirkan, Pirlo berusaha mencari klub lain. Musim panas 2010, Chelsea sempat datang untuk merekrutnya. Namun, AC Milan menahan Pirlo untuk tidak pergi. Bahkan presiden AC Milan saat itu, Silvio Berlusconi berani menjamin kalau Pirlo masih menjadi bagian penting di skuad AC Milan.

Berlusconi berjanji akan memberikan perpanjangan kontrak Pirlo yang sejatinya habis di akhir musim 2010/11. Diberi jaminan seperti itu, Pirlo pun mengurungkan niatnya untuk pergi. Tapi setelah kontraknya habis, Milan ternyata hanya menawari perpanjangan kontrak selama satu tahun.

Alasannya karena Pirlo sudah berusia 32 tahun dan sering dibekap cedera. Pirlo yang mendengar tawaran itu kecewa. Dengan apa yang sudah ia berikan selama ini, Pirlo merasa pantas mendapatkan lebih dari itu.

Pembuktian di Juventus

Kesepakatan antara Pirlo dan Milan pun tak pernah tercapai. Akhirnya Pirlo memilih hengkang ke Juventus dengan status bebas transfer. Dalam salah satu wawancara dengan Prime Video, Pirlo sempat menegaskan kalau kepindahannya bukan karena uang, melainkan karena sikap klub yang membuatnya kecewa.

Usia memang sudah tak muda lagi, tapi secara statistik di lapangan Pirlo belum menunjukan penurunan. Kepindahan Pirlo ke Juventus memancing pujian untuk klub yang berbasis di Turin tersebut. Pirlo dianggap sebagai pemain gratisan terbaik dalam sejarah transfer Liga Italia.

Selama empat tahun di Juve, ia mencatatkan 164 penampilan, mencetak 19 gol yang 15 diantaranya berasal dari tendangan bebas. Selain itu, Pirlo juga lebih subur dalam raihan trofi domestik setelah bergabung dengan Juve, dengan empat gelar scudetto, satu Coppa Italia, dan dua Supercoppa Italia. 

Tiga kali penghargaan pemain terbaik Italia pun ia dapat setelah bergabung dengan Juve. Meski dianggap pengkhianat, Pirlo memang layak mendapatkan kesempatan yang lebih baik dan Juventus lah yang bisa memberikan itu. 

https://youtu.be/7MFFFk0XqqU

Sumber: Sempre Milan, BR, Talksport, Daily Star, Ligalaga

Sangarnya Benzema Mode Ramadhan! Real Madrid Bantai Barca 4-0

Karim Benzema menunjukan penampilan tanpa ampun di laga leg kedua semifinal Copa del Rey lawan Barcelona di Camp Nou. Ia mencetak hattrick dalam pembantaian 4-0 itu. Dengan ini Real Madrid membalikan keadaan agregat menjadi 4-1. Juga melangkah ke final Copa del Rey untuk pertama kalinya sejak tahun 2014.

Real Madrid sebenarnya punya rekor yang tidak membanggakan melawan anak asuh Xavi. Di tiga laga el clasico sebelumnya Ancelotti selalu kalah melawan Barca. Juga tertinggal 12 poin di belakang rivalnya itu di liga. Tapi di laga ini los blancos punya Benzema yang sedang sangar di mode Ramadhan.

Real Madrid Bantai Barcelona

Barca sebenarnya diprediksi akan tampil mendominasi di pertandingan ini. Benar saja, anak asuh Xavi Hernandez bisa menguasai jalannya pertandingan di babak pertama. Mereka bahkan sempat mendapatkan peluang. Tapi peluang itu berhasil diselamatkan oleh Thibaut Courtois.

Serangan balik cepat pun dilancarkan oleh pasukan los blancos. Tepatnya di injury time babak pertama, Vinicius Jr berhasil mencetak gol cantik ke gawang Ter Stegen yang sebelumnya tak tertembus. Real Madrid pun mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Madrid langsung dapat momentum. Baru lima menit babak kedua dimulai, Karim Benzema bisa memanfaatkan umpan dari Luca Modric untuk menggandakan keunggulan los merengues. Skor 2-0 ini sebenarnya sudah cukup untuk Madrid mengungguli agregat. Tapi laga belum selesai.

Benzema kembali mencetak gol dari titik putih di menit ke-58. Itu membuat permainan Barcelona jadi tambah goyah. Xavi kini masuk ke mode panik. Di waktu yang hampir habis, Benzema mencetak gol ketiganya di laga itu.

Ini adalah prestasi yang membanggakan untuk Benzema. Ia jadi pemain Real Madrid pertama yang mencetak hattrick ke gawang Barca di Camp Nou sejak Ferenc Puskas pada tahun 1963. Juga hanya hanya Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, dan Alfredo di Stefano yang punya catatan gol el clasico lebih banyak daripada Benzema.

Benzema Mode Ramadhan

Madrid tentu harus bersyukur Benzema hadir di saat klub sangat membutuhkannya. Meskipun ini adalah musim yang agak sulit untuk Benzema. Ia terlalu sering terhambat oleh cedera dan penampilan buruk. Membuatnya sulit untuk menyamai performanya di musim lalu dimana ia mencetak 44 gol dalam 46 pertandingan. Penampilan yang membuatnya merengkuh Ballon d’Or musim itu.

Ini bukanlah hattrick pertama Benzema musim ini. Baru kemarin, tepatnya di hari Minggu Benzema menunjukan kebuasannya dengan mencetak tiga gol ke gawang Real Valladolid hanya dalam waktu tujuh menit.

Banyak kritik yang berdalih kalau saat itu lawan Benzema terlalu lemah. Sehingga terlalu mudah bagi seorang pemain dari Real Madrid bisa mencetak hattrick. Valladolid memang saat itu sedang berada di peringkat ke-16. Jadi jelas kalau Valladolid lebih lemah. Namun di laga ini ia membuktikannya, dengan tetap bisa mencetak hattrick melawan Barcelona yang memuncaki La Liga sementara.

Tapi fakta yang terlupa adalah Benzema melakukannya saat sedang berpuasa. Sudah bukan rahasia kalau Benzema adalah seorang muslim yang taat. Dan sebagai muslim yang taat, Benzema tetap menjalankan kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan.

Ada rumor mengatakan kalau Benzema buka lebih cepat ketika mencetak hattrick di laga lawan Valladolid kemarin. Ia terlihat meminum air di bangku cadangan padahal masuk waktu berbuka. Tapi itu langsung dibantah. Benzema hanya berkumur untuk membasahi mulutnya yang kering.

Ia pernah berkata di tahun 2019, kalau puasa tidak menghambatnya sama sekali. Bahkan berpuasa membuatnya lebih kuat dan fokus di pertandingan. Juga memberikan manfaat baginya dan orang-orang di sekitarnya.

“Keyakinan saya membuat saya terus fokus. Itu memberikan manfaat dan kekuatan untuk saya, keluarga, dan pekerjaan saya.”

Perkataan Benzema itu sudah terbukti berkali-kali. Puasa tidak membuatnya lemah apalagi menurunkan performanya. Malahan, Benzema di mode Ramadhan adalah senjata bagi Madrid untuk meledakkan siapapun lawannya.

Menang Besar, Ancelotti Aman?

Kemenangan besar ini juga seolah jadi semacam pengumuman dari Carlo Ancelotti kalau ia masih bisa diandalkan Real Madrid. Sebelumnya, ia selalu kalah di tiga pertemuan terakhir dengan anak asuh Xavi Hernandez.

Berawal sejak bulan Januari lalu. Ancelotti harus merelakan gelar Supercopa Espana ke tangan Barcelona. Kemudian kalah di leg pertama semifinal Copa del Rey di markas sendiri. Lalu kalah lagi lawan Barcelona di La Liga yang membuat perebutan gelar Liga los blancos jadi makin terasa mustahil.

Akhir-akhir ini banyak rumor beredar kalau Ancelotti akan digantikan. Bahwa Real Madrid sudah ancang-ancang mencari pengganti pelatih asal Italia itu. Jadi pertanyaannya adalah, apakah dengan kemenangan besar ini nasib Ancelotti di Bernabeu akan aman?

Sulit untuk menerka jawabannya. Yang pasti adalah Ancelotti tidak akan memuaskan Real Madrid hanya dengan menjuarai Copa del Rey. Meskipun itu akan jadi gelar pertama mereka sejak tahun 2014. Dan yang kedua kalinya sejak tahun 1993.

Semua orang tahu kalau target Madrid tiap tahun adalah Liga Champions. Jika Ancelotti ingin berumur panjang di Madrid, tidak ada pilihan lain selain memenangkan gelar Champions Madrid yang ke-15 musim ini.

Chelsea Patut Waspada

Beruntungnya bagi Ancelotti, lawan Madrid di Champions adalah tim papan tengah Inggris Chelsea yang saat ini duduk di peringkat ke-11 Premier League. Madrid boleh lemah di Liga, tapi di kompetisi sistem gugur merekalah rajanya.

Tidak ada klub yang sehebat Real Madrid di pertandingan sistem gugur. Pembantaian 4-0 lawan Barcelona hanyalah salah satu contohnya saja. Contoh lainnya adalah perjalanan mereka di Liga Champions musim lalu,

Semua orang mengira Madrid akan tersingkir di babak 16 besar ketika PSG sempat unggul agregat 2-0. Tapi di babak kedua leg kedua, pasukan Ancelotti berhasil membalikan agregat jadi 3-2.

Hal serupa terjadi di babak semifinal melawan Manchester City. Anak asuh Pep Guardiola saat itu sudah unggul agregat 5-3 sampai menit ke-89 leg kedua. Tapi dua gol dari Rodrygo dan satu eksekusi penalti Benzema mampu membawa Madrid ke final.

Di laga final Madrid juga melakukan hal yang sama. Liverpool sebenarnya sudah mendominasi sebagian besar jalannya pertandingan. Tapi hanya butuh satu gol dari Vinicius untuk mengangkat trofi si kuping besar.

Real Madrid punya kemampuan itu di turnamen sistem gugur. Mereka tidak perlu mendominasi pertandingan untuk bisa menang. Yang mereka butuhkan hanyalah para pemainnya bertemu dengan momen spesial di pertandingan. Maka itu bisa diubahnya menjadi kemenangan.

Itulah mengapa Chelsea harus hati-hati. Apalagi Real Madrid masih punya Benzema yang sedang dalam mode Ramadhan.

Sumber referensi: Athletic, ESPN, Sporting, Brief

Kisah Treble Horror Bayer Leverkusen Musim 2001/02

Berjalan-jalan di Kota Leverkusen Jerman menemui klub yang dikenal sebagai “si paling nyaris”, Bayer Leverkusen. Sebuah klub yang akhir-akhir ini menyita perhatian lewat penampilan atraktifnya bersama pelatih baru Xabi Alonso. Namun yang perlu dicatat, perjalanan klub yang satu ini unik dan menarik untuk dibahas. Terutama apa yang mereka alami di musim 2001/02. Memangnya ada apa dengan Leverkusen di musim itu?

Klub Karyawan Farmasi

Sebelumnya, kita mengenal dulu klub berlogo dua singa ini. Singkatnya, klub ini didirikan oleh beberapa usulan karyawan pabrik farmasi terkemuka bernama Bayer yang ada di pinggiran kota Leverkusen. Tuntutan dari para karyawan tersebut akhirnya direalisasikan oleh manajemen perusahaan. Maka dari itu pada 1 Juli 1904, lahirlah klub bernama Bayer Leverkusen.

Seiring dengan kucuran dana lebih dari perusahan, klub ini tak hanya sekedar bermain bola untuk mengisi waktu luang, namun mulai mengikuti beberapa kejuaraan untuk mencari uang serta popularitas. Maka dari itu, klub yang berjuluk Die Werkself ini akhirnya resmi terdaftar di kompetisi Liga Jerman yang dimulai dari level bawah.

Tak Punya Sejarah Prestasi Mentereng

Sejak berdiri mereka hanya berkutat di level kompetisi level bawah di Jerman. Tak banyak prestasi yang diukir klub ini. Mungkin prestasi terbaik mereka adalah meraih trofi sebagai juara Bundesliga 2 pada musim 1978/79.

Karena momen itulah yang mengantarkan Die Werkself tampil untuk pertama kalinya di Bundesliga pada musim 1979/80. Sejak saat itu uniknya klub ini tak pernah sekali pun terdegradasi lagi ke kasta kedua.

Namun sejak di Bundesliga nasibnya tak ubahnya seperti klub-klub lainnya yang melongo menyaksikan kedigdayaan Bayern Munchen menguasai liga. Usaha Leverkusen untuk mengusik hegemoni Die Roten baru terlihat pada era 90-an. Ketika itu mereka pernah beberapa kali intens bersaing ketat merebut tahta Bundesliga.

Walau gagal, setidaknya lemari trofi mereka sudah pernah terisi. Meskipun itu hanya Piala UEFA dan DFB Pokal. Piala UEFA mereka raih pada musim 1988. Ketika itu Leverkusen dengan pemain macam Cha Bum-Kun, dan kiper Rudiger Vollborn berhasil mempersembahkan gelar Eropa pertama sepanjang sejarah.

Sedangkan trofi DFB Pokal mereka raih di musim 1992/93. Ketika itu mereka mengalahkan Hertha Berlin 1-0 lewat gol Ulf Kirsten.

Klaus Toppmoller dan Harapan

Sampailah pada era 2000-an awal, tepatnya musim 2001/02. Ketika itu mereka kedatangan pelatih baru bernama Klauss Toppmoller menggantikan pelatih sebelumnya Berti Vogts. FYI aja, Toppmoller ini bukannya salah satu pelatih beken kala itu. Ia hanyalah mantan pelatih klub Bochum dan Sarrebruck.

Justru uniknya, di bawah sentuhan Toppmoller Leverkusen disulap menjadi tim yang perkasa dalam satu musim. Dengan gaya khas Jerman serta pengalaman Toppmoller sebagai pemain, Leverkusen mengais asa yang tinggi di tiga kompetisi sekaligus musim itu.

Ia membangun tim dengan pemilihan pemain yang tepat. Pembelian kiper Jorg Hans Butt, maupun gelandang lincah asal Turki, Yildiray Basturk menjadi pelengkap generasi emas Leverkusen seperti Lucio, Ze Roberto, Michael Ballack, Carsten Ramelow, Bern Schneider, Oliver Neuville, maupun Dimitar Berbatov.

Perjalanan Istimewa Di Tiga Kompetisi

Dengan formasi andalan 4-1-3-1-1, 4-4-2, atau 4-1-2-1-2 Toppmoller sukses meracik dan memadupadankan para pemain yang ia punya menjadi satu kekuatan kolektif yang solid di beberapa kompetisi musim itu.

Dimulai dari Bundesliga. Tanda-tanda performa mereka menuju perebutan juara Bundesliga itu semakin nyata dengan tak terkalahkan di 14 pertandingan awal. Beberapa kemenangan mereka juga diraih dengan cara meyakinkan seperti dengan selisih empat atau tiga gol.

Hal itu membuat mereka selalu duduk manis di papan atas klasemen Bundesliga. Hingga akhirnya mereka di empat spieltag terakhir menduduki posisi puncak klasemen dengan selisih lima poin atas Dortmund.

Sementara itu di DFB Pokal, langkah Die Werkself juga mulus-mulus saja. Mengandaskan para musuhnya sejak ronde pertama seperti Jans Regensburg, Bochum, Hannover, TSV 1860 Munchen, serta FC Koln, membuat anak asuh Toppmoller melenggang ke partai puncak menantang Schalke 04.

Tak hanya sampai level domestik saja, performa gacor Leverkusen ternyata juga menular di kompetisi Eropa. Musim itu mereka secara mengejutkan menjadi underdog yang ditakuti di Liga Champions.

Di babak grup pertama, mereka lolos sebagai runner up bersama Barcelona yang sempat mereka kalahkan. Kemudian di babak grup kedua mereka menjadi juara grup dengan menyingkirkan klub hebat seperti Deportivo La Coruna, Arsenal, maupun Juventus.

Musim itu Die Werkself dikenal pembunuh wakil Inggris. Setelah menyingkirkan Arsenal di fase grup kedua, Leverkusen mengalahkan Liverpool di perempat final dan MU di semifinal. Akhirnya sebuah sejarah pun tercipta. Leverkusen menempuh final pertamanya di Liga Champions dengan menantang wakil Spanyol, Real Madrid.

Mr Runner Up dan Neverkusen

Harapan besar meraih “Treble Winner” pun seketika menyeruak di publik BayArena. Namun apa yang terjadi? Sebuah pencapaian istimewa itu kemudian sirna dan berakhir pilu.

“Treble Winner” yang mereka impikan seketika berbalik nama menjadi “Treble Horror”. Mereka tak menyangka hanya dalam 11 hari mereka kehilangan kesempatan meraih trofi di tiga kompetisi sekaligus.

Dimulai dari lepasnya gelar Bundesliga. Kekalahan mengejutkan di spieltag 32 dan 33 melawan Werder Bremen dan Nuernberg membuat peta persaingan berubah. Dari yang ketinggalan 5 poin, Dortmund berbalik arah menduduki posisi puncak dengan selisih 1 poin di spieltag ke 33.

Di Spieltag terakhir 4 Mei 2002 melawan Hertha Berlin, selain harus menang Die Werkself juga harus berharap Dortmund tersandung melawan Werder Bremen. Namun naas, Dortmund tetap meraih tiga poin. Berkat hasil itu Leverkusen akhirnya harus puas kembali menjadi runner up dan menyerahkan gelar Bundesliga pada anak asuh Matthias Sammer.

Selang tujuh hari, tepatnya pada 11 Mei 2002, laga final DFB Pokal melawan Schalke 04 di Berlin juga berakhir pilu. Schalke asuhan Huub Stevens secara mengejutkan mampu mengalahkan Leverkusen dengan skor 4-2. Lepaslah lagi trofi yang sudah mereka diidam-idamkan sejak 1992 itu.

Selang empat harinya, kisah pilu itu kembali hadir menyelimuti kubu Leverkusen. Tepatnya terjadi di Glasgow 15 Mei 2002, pada laga final Liga Champions melawan Real Madrid. Die Werkself ketika itu harus menyerah oleh gol sensasional Zinedine Zidane dengan skor 2-1.

Lepasnya tiga gelar sekaligus Leverkusen itu akhirnya dikenal dengan sebutan “Bayer Neverkusen”. Julukan plesetan yang berakar dari seringnya mereka menjadi runner up. Namun dalam kisah pilu tersebut, bagaimanapun pencapaian Leverkusen musim itu istimewa dan patut diapresiasi.

Berkat tuah pelatih Klaus Toppmoller dan generasi emas mereka, kisah perjalanan istimewa Leverkusen itu patut untuk dirindukan bagi publik BayArena. Walaupun itu sebenarnya pahit adanya.

Sumber Referensi : fourfourtwo, kicker, breakingthelines, sportingnews, thefalse9, dfbpokal

Apa Kabar 11 Pemain Arsenal Terakhir Kali Berlaga di Liga Champions?

Terakhir kali Arsenal pentas di liga Champions adalah tahun 2017. Mereka melaju sampai babak 16 besar dimana kalah melawan Bayern Munchen dengan agregat 10-2. Setelah itu Arsenal sulit untuk menembus kembali putaran final Champions. Lalu, bagaimana kabar starting line up terakhir kali Arsenal berlaga di Champions itu?

David Ospina

David Ospina datang ke Emirates Stadium di tahun 2014 setelah penampilan gemilangnya bersama timnas Kolombia di PIala Dunia. Arsenal hanya butuh merogoh kocek sebesar 3 juta pounds saja untuk memboyongnya dari Nice.

Itu investasi yang sangat menguntungkan untuk Arsenal. Tapi sayang Ia tidak bisa cukup konsisten untuk menggantikan posisi Cech sebagai kiper utama. Meskipun begitu, Arsene Wenger masih mempercayakannya di pertandingan-pertandingan Eropa.

Posisinya makin tergantikan ketika Bernd Leno datang di tahun 2018. Ospina pun dipinjamkan ke Napoli tahun 2019. Ia jadi penjaga gawang andalan tim Naples sampai tahun 2022, ia pindah ke Al Nassr.

Hector Bellerin

Pemain bola yang cocok jadi model, Hector Bellerin. Ia pernah jadi bek kanan paling diantisipasi dengan ciri khas kecepatannya yang tiada tanding. Tapi karir Arsenalnya banyak mengalami pasang surut. Ia memang sering terkena cedera.

Ia tidak pernah sama lagi setelah menerima cedera di tahun 2020. Di tahun 2022, ia pun pulang ke Barcelona dengan status bebas transfer setelah dipinjamkan ke Real Betis semusim sebelumnya. Di tahun 2023, Bellerin pindah ke Sporting Lisbon.

Shkodran Mustafi

Kalau MU punya Maguire, Arsenal juga pernah punya lord. Ia adalah juara Piala Dunia, Shkodran Mustafi. Ia datang dari Valencia di tahun 2016 dengan harga 41 juta euro. Membuatnya sebagai salah satu pemain termahal yang pernah dibeli Arsenal.

Yang ajaibnya adalah, bek Jerman itu bisa bertahan di bawah kepemimpinan Arsene Wenger dan Unai Emery, mencatatkan total 151 penampilan di semua kompetisi. Meskipun ia dicap sebagai bek tengah terburuk Premier League.

Ia sempat menjalani masa peminjaman setengah musim di Schalke pada tahun 2021. Setelah itu ia dibuang ke Levante.

Laurent Koscielny

Untungnya saat itu Arsenal masih punya Koscielny sebagai bek tengah. Dia bukanlah bek terbaik di dunia tapi ia adalah pemain yang setia. Kemitraannya bersama Per Mertesacker juga punya era kejayaannya sendiri.

Tapi sembilan tahun karirnya bersama meriam London berakhir dengan tidak baik. Pemain berdarah campuran Polandia-Prancis itu menolak untuk ikut tur pramusim di Amerika Serikat pada tahun 2019. Ia pun pindah ke Bordeaux dan pensiun di tahun 2022 setelah tersandung kasus rasisme di klub Prancis itu.

Nacho Monreal

Nacho Monreal dipuji karena gaya bermainnya yang penuh dedikasi bersama Arsenal. Tapi kontribusi dan kehebatannya di Arsenal sangat jarang dibicarakan. Ini wajar, ia bukanlah tipe pemain yang suka tampil di depan layar. Tapi ia adalah sumber inspirasi bagi para rekan setimnya.

Ia bertahan di Arsenal sampai tahun 2019. Setelahnya, pemain asal Spanyol itu pindah ke Real Sociedad. Di sana ia sempat menjuarai Copa del Rey pada musim 2019/20. Di klub yang sama, ia pun pensiun dua tahun kemudian.

Granit Xhaka

Xhaka adalah satu-satunya pemain dalam daftar ini yang bertahan sampai kebangkitan Arsenal bersama Arteta. Gelandang Swiss itu sempat dikabarkan akan bergabung ke Roma asuhan Mourinho, setelah penampilan mengesankannya di Euro 2020. Tapi ia membuat gooners tersenyum dengan menandatangani perpanjangan kontrak sampai 2024.

Meskipun sudah memasuki usia 30 tahun, Xhaka masih menampilkan performa yang apik bersama the gunners. Ia bahkan mendapatkan peran baru di bawah Arteta, bermain lebih ke depan sisi kiri serangan Arsenal dan menjadi wakil kapten meriam London.

Alex Oxlade-Chamberlain

Alex Oxlade-Chamberlain pernah jadi youngster paling dinantikan ketika Arsenal merekrutnya di tahun 2011. Talentanya yang bersinar terang waktu itu membuat banyak orang sudah menduga kalau ia akan mendapatkan banyak trofi di kemudian hari.

Dugaan itu benar. Sayangnya ia mengangkat trofi-trofi itu dengan menggunakan seragam Liverpool. Sejak ia pindah ke Merseyside, ia telah mendapatkan piala yang tidak bisa didapatkan di Arsenal, setidaknya saat itu. Seperti Liga Inggris, Liga Champions, UEFA Super Cup, dan Piala Dunia Antar Klub.

Tapi ia menyangkal pindah ke Liverpool karena mengincar trofi. Chamberlain tidak suka perannya sebagai bek sayap di Arsenal. Dengan pindah ke LIverpool, ia bisa bermain sebagai gelandang yang merupakan posisi naturalnya.

Aaron Ramsey

Ketika kontraknya habis di tahun 2019, ia mengambil langkah yang tak terduga tapi masuk akal. Yaitu bergabung dengan Juventus mengikuti jejak Ian Rush sebagai pemain Wales yang mendampingi si nyonya tua.

Memenangkan gelar liga jadi terasa mudah bagi Ramsey setelah datang ke Turin. Selama masanya di Juve, ia berhasil meraih satu gelar scudetto dan satu Coppa Italia. Tapi ia tidak mampu berbuat banyak di klub itu. Jadi Ramsey dipinjamkan ke Rangers sebelum dilepas ke Nice dengan status bebas transfer pada musim panas 2022.

Theo Walcott

Theo Walcott telah mencatatkan hampir 400 penampilan selama 12 tahun ia berkarir bersama Arsenal. Tapi itu ia sudahi begitu saja dengan pergi ke Everton di tahun 2018. Ia mengaku kalau ini jadi keputusan yang berat baginya. Tapi itu harus diambil karena Walcott bukan lagi pilihan utama Wenger di Arsenal.

Setelah hanya mencatatkan 11 gol dan 9 assist dari 85 pertandingan bersama Everton, ia pun dipinjamkan ke Southampton. Di tahun 2021 ia pun dilepas ke klub masa kecilnya itu dengan status bebas transfer.

Olivier Giroud

Melepas Giroud ke Chelsea mungkin jadi hal yang paling disesali Arsenal. Ia jadi kambing hitam atas kemandulan meriam London. Sampai akhirnya di tahun 2018, ia pun dijual ke Chelsea hanya seharga 18 juta pounds saja.

Ia membuat Arsenal menyesal dengan jadi bagian penting timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Kemudian bersama Chelsea, ia juga langsung menjuarai Europa League setelah mengalahkan mantannya di final.

Di tahun 2021, ia pindah ke AC Milan untuk membantu rossoneri menjuarai scudetto musim 2021/22. Kemudian, ia kembali tampil di final Piala Dunia 2022. Karirnya malah makin gemilang setelah dibuang Arsenal.

Alexis Sanchez

Fans Arsenal bisa tertawa lepas mengetahui kalau mereka memiliki tahun-tahun terbaik pemain asal Chile itu. Karirnya turun jurang setelah ia pindah ke Manchester United di tahun 2018. Seolah bakat bermain bolanya hilang begitu ia mengenakan seragam no.7 setan merah.

Ia sempat menikmati karirnya lagi setelah pindah ke Inter Milan di tahun 2019. Dimana ia menjuarai Liga Italia di musim 2020/21. Di tahun 2022, ia pindah ke Olympique Marseille, di mana ia bisa menemukan ketajamannya kembali.

Sumber referensi: Planet, B/R, JustArsenal, Top, Eurosport, Independent, Sky, Talk, Transfermarkt, Mirror, DreamTeam