Beranda blog Halaman 369

Pernah Bikin Mourinho Meradang! MU Siap Balas Dendam Ke Sevilla?

Erik Ten Hag punya misi yang lumayan berat di babak perempat final Europa League nanti. Misi itu adalah mengalahkan Sevilla, yang merupakan pemilik rekor juara Europa League terbanyak. Dalam kata lain, Sevilla itu Real Madrid-nya UEL. Ten Hag tentu punya tekad tersendiri. Ia ingin menambah koleksi pialanya di Old Trafford setelah menjuarai Carabao Cup bulan Februari kemarin. Dan berpotensi meraih mini treble dengan juga memenangkan FA Cup nanti.

Tapi bagi fans United, mengalahkan Sevilla punya makna lain. Dalam sejarah tiga kali pertemuannya, setan merah tidak bisa menaklukan los palanganas. Rinciannya adalah dua kali kalah dan sekali imbang. Jadi menang lawan Sevilla nanti adalah harga mati untuk kehormatan United. Mereka harus memutus kutukan itu.

Terlebih lagi, ini adalah misi balas dendam United. Pasalnya MU selalu tersingkir dari kompetisi Eropa jika bertemu dengan Sevilla. Terakhir adalah di tahun 2020. Di masa pandemi Covid itu, setan merah bertemu dengan los nervionenses di semifinal Europa League. Disitu anak asuh Ole Gunnar Solskjaer dikalahkan dengan skor 2-1. Gol awal dari Bruno Fernandes bisa dibalas oleh Suso dan Luuk de Jong.

Memori Kelam 2018

Itu adalah memori terakhir MU bertemu dengan Sevilla. Tentu itu pertemuan yang menghasilkan kekecewaan. Tapi kejadian lebih mengejutkan terjadi di pertemuan kedua mereka. Atau tepatnya di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2017/2018.

Saat itu Manchester United sedang dilatih oleh Jose Mourinho. pasukan setan merah sudah berkunjung ke markas Sevilla sebelumnya. Dihiasi permainan yang membosankan, pertandingan leg pertama itu berakhir dengan hasil imbang tanpa sebiji gol pun.

Itu adalah pertandingan yang buruk. Sumber hiburan hanyalah berasal dari penyelamatan-penyelamatan cantik De Gea. Meskipun begitu, sebenarnya masing-masing tim tidak ada yang benar-benar mengancam gawang lawan.

Tapi walaupun hasilnya imbang, masih banyak yang percaya United bisa jadi pemenang di leg kedua. Mengingat Sevilla dinilai tidak memiliki pencetak gol yang layak saat itu. Terlebih di leg kedua laga akan berlangsung di Old Trafford di depan puluhan ribu pendukung United.

Tapi yang tersaji di leg kedua itu adalah bencana. Itu sudah terasa bakal jadi malam yang panjang untuk anak asuh Jose Mourinho. Mereka tidak mampu mendominasi tim tamu dan menjaga penguasaan bola. Ada beberapa peluang tercipta tapi babak pertama berakhir dengan skor kacamata.

Masuk ke babak kedua, Sevilla lebih bisa memanfaatkan peluang. Permasalahan MU masih sama, yaitu kurangnya ketenangan. Ini lah yang jadi kelemahan terbesar Lukaku dan kolega di laga itu.

Di menit ke-72 Ben Yedder masuk menggantikan Luis Muriel. Pergantian ini akan jadi mimpi buruk United. Hanya dua menit Ben Yedder masuk ke lapangan, ia langsung bisa mencetak gol pertama. Kemudian, empat menit setelahnya atau tepatnya di menit ke-78 Yedder menggandakan keunggulan Sevilla.

Manchester United akurnya bisa membalas di menit ke-84 lewat gol dari Romelu Lukaku. Tapi itu hanyalah gol hiburan yang tidak berarti. Sampai wasit meniupkan peluit panjang tidak ada lagi gol tercipta. Manchester United pun tersingkir dari Champions League.

Bikin Mourinho Kesal

Ini adalah titik terendah yang serius untuk Mourinho sebagai pelatih setan merah. Jose Mourinho saat itu diharapkan untuk bisa membawa United sampai ke tahap final kompetisi. Tersingkir di babak 16 besar jelas jadi hal yang mengejutkan.

Ketika ditanya pendapatnya soal hasil mengecewakan ini, Mou dengan gaya khasnya berusaha meyakinkan media kalau kegagalan MU di Liga Champions adalah hal yang lumrah. Ia pun akhirnya bicara di depan awak media selama 12 menit penuh, seolah berusaha menegaskan kalau MU saat itu bukanlah tim yang pantas berada di Champions League.

“Saya tidak berpikir kalau ini adalah sesuatu yang baru untuk klub. Tentu, menjadi manajer Manchester United dan kalah di kandang adalah hal yang mengecewakan.” Ungkapnya dikutip dari express.uk.

Mourinho kemudian menegaskan bahwa itu karena apa yang ia sebut sebagai “warisan sepak bola.” Ia mengungkapkan, jika dilihat dari warisan yang diberikan Manchester United, hasil yang diraih Mourinho ini tidak terlalu mengecewakan.

“Para fans berhak untuk beraksi sesuka mereka tapi mereka harus paham dengan adanya warisan sepak bola. Terakhir kali MU juara Liga Champions adalah tahun 2008 dan terakhir ke final di tahun 2011.” Dikutip dari 90min.com.

Dari pernyataannya itu, Mou jelas tidak mau disalahkan atas kekalahan lawan Sevilla. Tapi apa yang dikatakan Mou juga tidak sepenuhnya salah. Ia menjelaskan kalau MU sudah lama tidak berjaya di Eropa.

Di tahun 2012 setan merah tidak lolos fase grup. 2013 MU tersingkir di babak 16 besar. 2014 bisa sampai perempat final tapi di tahun setelahnya bahkan tidak dapat tiket zona Eropa. Sedangkan di tahun 2016, mereka kembali ke kompetisi Eropa tapi kalah di fase grup.

Hasil terbaik MU di Eropa setelah era Ferguson adalah di tahun 2017. Dimana Mourinho saat itu berhasil membawa setan merah menjuarai Europa League. Setelah itu, MU kembali kesulitan di Eropa.

Yakin Siap Balas Dendam?

Menarik untuk disaksikan apakah MU bisa membalaskan dendam mereka ke Sevilla. Bisa dibilang red devils adalah tim yang berbeda dari tim yang membuat Mourinho sampai ngoceh marah-marah itu. Erik Ten Hag punya skuad yang bisa dibilang jauh lebih baik daripada milik Mourinho waktu itu. Dimana MU bermain tanpa visi dan kekurangan tujuan.

Situasinya sangat berbeda sekarang. Ten Hag punya pendekatan bermain menekan ke depan yang membuat mereka lebih sering bisa mendominasi permainan. Mereka tentu akan berharap kalau gaya pendekatan ini akan efektif melawan Sevilla.

Sudah ada dua korban tim La Liga yang menghadapi nasib buruk lawan United asuhan Ten Hag. Pertama Barcelona sang pemuncak klasemen sementara La Liga. Kemudian ada Real Betis yang merupakan rival abadi Sevilla.

Namun, Sevilla tidak akan membuat babak perempat final ini jadi babak yang mudah untuk United. Tidak seperti dua tim La Liga lanya itu, Sevilla adalah veteran di Eropa League. Sevilla sudah jadi juara enam kali dalam delapan belas musim terakhir. Itu adalah yang terbanyak dari tim manapun.

Bahkan Ten Hag juga mewanti-wanti aspek pengalaman yang dimiliki Sevilla. “Akan jadi sangat sulit, karena mereka punya banyak pengalaman. Mereka sangat sering jadi juara”

Selain balas dendam, ini juga bisa jadi pembuktian. Ketika kalah lawan Sevilla di tahun 2018, Jose Mourinho mengisyaratkan MU belum pantas diperhitungkan di sepak bola Eropa. Menang lawan Sevilla jadi pijakan awal United di kompetisi Eropa. Dan jika lolos sampai ke semifinal, ada kemungkinan juga bisa bertemu dengan AS Roma yang dilatih Mourinho.

Sumber referensi: 90min, 90min 2, ESPN, Guardian, Express

Hobi Pecat Pelatih di Tengah Jalan! Ini Akibatnya Buat Chelsea

Seenaknya saja ganti pelatih di tengah kompetisi, mungkin itu cocok menggambarkan biodata Chelsea dalam hal menunjuk pelatih. Maklum namanya saja klub instan yang berorientasi pada hasil. DNA instan itu tak dipungkiri sudah tumbuh sejak zaman Abramovich.

Kini di bawah Todd Boehly Chelsea lebih tak karuan. Mereka kini bahkan mengangkat tiga pelatih interim sekaligus musim ini. Nah, kalau melihat siapa saja pelatih interim yang ditunjuk Chelsea, apa saja sih dampaknya? Lalu siapa yang paling sukses?

Guus Hiddink

Dimulai dari Guus Hiddink yang menggantikan Luiz Felipe Scolari pada Februari 2009. Penunjukan ini aneh, karena Hiddink sendiri saat itu sedang memegang jabatan menjadi pelatih timnas Rusia.

Tuah senioritas Hiddink dianggap Abramovich cocok untuk menyelamatkan Chelsea di turnamen tersisa. Memakai pola khas Belanda-nya, dampak sentuhan Hiddink mampu membuat mental bertanding Drogba dan kawan-kawan kembali pulih. Maklum sebelumnya di bawah Scolari mental Chelsea sempat loyo.

Tuah Hiddink benar teruji ketika meraih kemenangan pertama melawan Aston Villa. Hal itu pun berlanjut hingga akhir musim. Mereka hanya kalah sekali dan akhirnya bisa finish di posisi tiga Liga Inggris.

Bahkan di Piala FA, Hiddink sukses torehkan tinta emas dengan meraih trofi ketika mengandaskan Everton. Namun, sayang sentuhan Hiddink itu tak bisa berlanjut di Liga Champions.

Meskipun Hiddink mengalahkan tim macam Juventus maupun Liverpool di fase knockout, namun nasibnya kurang beruntung. Bermain baik di semifinal, tapi mereka harus melongo tersingkir oleh gol tandang Iniesta di menit-menit akhir.

Meski begitu catatan singkat perjalanan Hiddink itu sangat diterima para fans. Para fans pun santer meminta Hiddink dipermanenkan. Akan tetapi, manajemen memilih jalan berbeda dengan menunjuk pelatih baru, yakni Carlo Ancelotti.

Roberto Di Matteo

Pergantian pelatih di tengah jalan terjadi lagi di Chelsea pada musim 2011/12. The Blues memecat Andre Villas-Boas di musim itu. Di tangan pelatih Portugal itu, performa The Blues kerap angin-anginan.

Diangkatlah asistennya waktu itu, Roberto Di Matteo sebagai pelatih interim hingga akhir musim. Gaya bermain Di Matteo berbanding terbalik dengan Villas Boas. Cara pragmatis ala Italia dipilih Di Matteo untuk menstabilkan performa Chelsea dari hasil minor.

Meskipun tidak terlalu berpengaruh di kompetisi jangka panjang seperti Liga Inggris, namun di kompetisi fase gugur seperti Piala FA maupun Liga Champions perubahan taktik Di Matteo mampu berimbas positif.

Di Liga Inggris, sentuhan Di Matteo tak bisa menolong Chelsea lolos ke Liga Champions, karena hanya finish di peringkat 6. Lain cerita di Piala FA, pelatih plontos itu sukses mengantarkan The Blues ke final sekaligus meraih trofi setelah mengalahkan Liverpool 2-1.

Yang lebih signifikan, mental Chelsea di Liga Champions berbalik mengerikan. Setelah di bawah Vilas Boas dilibas Napoli 3-1 di leg pertama 16 besar, Chelsea di bawah Di Matteo mampu comeback sensasional 4-1 di Stamford Bridge.

Langkah The Blues pun kemudian mulus hingga partai puncak. Di final, keajaiban terjadi. Di markas Bayern Munchen, Di Matteo sukses mengalahkan sang empunya stadion lewat adu penalti dan berhasil membawa pulang trofi Si Kuping Besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.

Torehan monumental Di Matteo itu harusnya menjadikan umurnya langgeng di Stamford Bridge. Namun apa yang terjadi di musim berikutnya? Ia malah dipecat di awal musim oleh Abramovich.

Rafael Benitez

Tentu banyak hal yang menjadikan Di Matteo dipecat. Salah satunya karena ia tak mampu memanfaatkan pembelian mahal Chelsea ketika itu, baik Hazard maupun Oscar. Kegagalan meraih trofi awal musim di Community Shield maupun Piala Super Eropa juga menjadi sebab.

Alhasil datanglah Rafael Benitez. Pelatih yang kedatangannya sebenarnya tak dikehendaki fans. Karena dulu ketika mengasuh Liverpool, ia pernah bersitegang dengan para fans maupun pemain Chelsea.

Perubahan yang dilakukan Benitez pun tak terlalu istimewa. Benitez hanya mengubah struktur dari yang semula di Matteo lebih pragmatis dan bertahan, kini bersamanya lebih atraktif lagi dalam menyerang.

Dengan sentuhan ala Spanyol, secara hasil ternyata tak terlalu signifikan. Buktinya ia gagal meraih mahkota di Piala Dunia Antar Klub. Ia juga gagal mempertahankan trofi Piala FA. Namun di sisi lain, tuahnya diam-diam mampu menyelamatkan The Blues kembali masuk zona Liga Champions.

Chelsea ketika itu diantarkannya finis di posisi 3 Liga Inggris. Sementara itu di level Eropa, sentuhan serta mentalnya mampu kembali meraih hasil positif. Meski tak bisa mengantarkan The Blues lolos ke babak 16 besar Liga Champions, Benitez mampu berbicara banyak di kompetisi Europa League.

Chelsea mampu dibawanya mencapai final menantang Benfica. The Blues pun sukses membawa pulang trofi liga malam jumat itu untuk pertama kalinya sepanjang sejarah ke Stamford Bridge.

Berbeda dengan nasib Hiddink maupun Di Matteo, perjalanan enam bulan Benitez ketika itu tak diinginkan fans untuk dipermanenkan. Akhirnya manajemen pun mencari gantinya yakni Jose Mourinho.

Thomas Tuchel

Chelsea kembali mengganti pelatihnya di tengah jalan pada musim 2020/21. Ketika itu legenda mereka Frank Lampard dianggap tak berhasil di musim keduanya setelah dibelikan banyak pemain. Alhasil datanglah Thomas Tuchel pada Januari 2021.

Kedatangan Tuchel sangat berdampak nyata bagi bangkitnya performa The Blues. Dengan materi seadanya peninggalan Lampard, Tuchel mampu meramu strategi dan taktik baru yang mumpuni.

Taktik 3-4-3 terbukti ampuh menolong Chelsea dari inkonsistensi. Taktik itu mampu menggantikan taktik Lampard yang cenderung naif dalam menyerang dengan 4-3-3.

Hasilnya Chelsea lebih seimbang dan solid dalam bertahan maupun menyerang. Terbukti sejak Tuchel mengambil alih, The Blues mencatat 10 kali laga tak terkalahkan di Liga Inggris dan menciptakan 8 kali clean sheet.

Yang lebih spesialnya, perubahan taktik itu juga berpengaruh di fase knockout Liga Champions. Dari fase 16 besar hingga semifinal, Chelsea dengan 3-4-3-nya itu mampu menenggelamkan satu per satu musuhnya, Real Madrid sekalipun.

Di final, taktik Tuchel itu pun mampu mengandaskan taktik seorang Pep Guardiola. The Blues kembali mampu meraih trofi Liga Champions untuk kedua kalinya.

Graham Potter

Kejadian berbeda terjadi di musim 2022/23. Setelah kepemilikan Abramovich yang berpindah tangan, serta datangnya pemilik baru yang revolusioner, membuat nasib Tuchel dipertanyakan.

Benar saja, setelah sering berkomentar sinis tentang pemilik baru, Tuchel benar-benar diberhentikan. Todd Boehly ingin gerbong baru di tubuh The Blues. Ia menunjuk Graham Potter yang ditebus mahal dari Brighton.

Potter dengan para pemain baru yang didatangkan Boehly segera mengubah gaya dan sistem bermainnya. Ia lebih fleksibel ketika menerapkan strategi seperti apa yang ia terapkan di Brighton, baik dengan tiga bek maupun empat bek. Potter selalu sibuk meracik dan mencari komposisi yang cocok pada setiap laganya.

Hal itu sempat bermasalah dari segi hasil. Para pemain cenderung bingung beradaptasi dengan taktik Potter yang sering berubah-ubah. Hasilnya Potter terpuruk, dan tak sesuai ekspektasi klub yang kita tahu maunya selalu instan. Tak sampai akhir musim seperti janji suci Boehly, Potter pun dipecat dan digantikan oleh asistennya, Bruno Saltor.

Frank Lampard

Hanya satu laga bersama Bruno Saltor ketika menahan imbang Liverpool 0-0, Boehly kembali berulah dengan mengganti manajer interim lagi ke tangan Frank Lampard. Legenda yang sempat diberhentikan Abramovich itu kembali diangkat sebagai manajer interim baru The Blues sampai akhir musim.

Di bawah Lampard yang pasti perubahan ke pola menyerang 4-3-3 akan terjadi. Para pemain kesayangannya seperti Mason Mount juga akan dimanfaatkan kembali setelah tak terpakai di tangan Potter.

Baiklah, kita lihat saja nanti hasilnya. Apakah Lampard mampu meneruskan titah para pelatih interim pendahulunya yang sukses meraih prestasi? Ataukah justru sebaliknya?

https://youtu.be/w3_V7RxiQI0

Sumber Referensi : bleacherreport, dw, skysports, goal, thefootballfaithfull, bleacherreport

Real Madrid vs Chelsea: Yok, Drid, Waktunya Sikat Chelsea!

0

Setelah kembali melatih Chelsea, Lampard dihadapkan mimpi buruk. Baru satu pertandingan melatih, timnya kalah dari Wolverhampton Wanderers yang sempat terancam degradasi. Usai dikalahkan Wolves, Lampard dihadapkan pekerjaan berat.

Tengah pekan nanti, timnya harus berjumpa Real Madrid di perempat final Liga Champions. Tentu saja Los Merengues bukan lawan gampang. Di sisi lain, Real Madrid juga ternyata punya noda merah menghadapi The Blues.

Real Madrid yang akan menjadi tuan rumah terlebih dahulu punya misi untuk memperbaiki rapor merah tersebut. Ini sangat mungkin. Apalagi Chelsea sedang sempoyongan. Well, apakah ini adalah waktu yang tepat bagi El Real untuk menyikat lawannya itu?

Rekor Buruk Real Madrid Melawan Chelsea

Real Madrid adalah rajanya Eropa. Ya, ya, kalimat klise itu harus ditegaskan lagi. Namun, di hadapan Chelsea, Real Madrid sangat kesulitan. Rekor buruk itu mengalir dalam nadi Real Madrid.

Kedua tim sudah bertemu tujuh kali. Real Madrid hanya bisa menang sekali. Kemenangan Los Galacticos atas Chelsea itu terjadi pada perempat final Liga Champions musim lalu. Tepatnya di leg pertama, kala pasukan Carlo Ancelotti harus bertamu di Stamford Bridge.

Sisanya, Chelsea mengumpulkan empat kemenangan, termasuk di perempat final leg kedua Liga Champions musim lalu di Santiago Bernabeu. Mau tak mau, melihat rekor tersebut, Real Madrid harus memperbaikinya.

Apalagi situasi hari ini Chelsea adalah tim papan tengah Liga Inggris. Tentu saja, sebagai raja Eropa akan sangat terhina bila kalah oleh tim yang kalau di Liga Spanyol levelnya sama seperti Girona maupun Celta Vigo. Dan peluang untuk mengalahkan Chelsea sangat terbuka.

Chelsea Tengah Amburadul

Musim ini, Chelsea benar-benar amburadul. Gerak mereka di Liga Inggris seperti orang yang baru menenggak sebotol arak. Kekalahan atas Wolverhampton adalah tanda paling nyata betapa babak belurnya Chelsea musim ini.

Chelsea macet di peringkat 11 Premier League. Posisinya masih sulit beranjak seiring dengan kebijakan pemilik yang tak tentu arah. Musim ini saja sudah ada empat pelatih berbeda yang melatih Chelsea. Setelah tak puas dengan kinerja Thomas Tuchel, manajemen menunjuk Graham Potter.

Eks pelatih Brighton itu dijanjikan rencana jangka panjang. Pemilik sepenuhnya mendukung. Tapi belum genap semusim, Potter sudah dipecat. Bruno Saltor menggantikannya. Namun, hanya memakai mantan asisten untuk melatih sama saja bunuh diri.

Maka ditunjuklah pelatih interim, Frank Lampard. Tapi di pertandingan pertamanya, Lampard gagal. The Blues masih tak produktif mencetak gol di liga domestik. Jumlah golnya cuma 29, lebih sedikit dari gol Erling Haaland.

Masalah berikutnya, Chelsea juga gampang kebobolan. Dari 30 laga di Premier League, gawang The Blues sudah kemasukan 31 gol.

Penunjukkan Lampard yang, Ah… Sudahlah

Kendati bonyok di liga domestik, tapi sebenarnya Chelsea tak terlalu buruk di Liga Champions. The Pensioners melaju mulus ke perempat final setelah mengalahkan Borussia Dortmund. Tak sampai di situ, Chelsea juga memuncaki klasemen Grup E.

Bukan itu saja, di Liga Champions musim ini, The Blues baru kalah dua kali. Dahsyatnya lagi, di Liga Champions musim ini, dari jumlah kebobolan, Chelsea lebih sedikit dari Real Madrid. Setidaknya, The Blues baru kemasukan lima gol, sedangkan Los Galacticos kebobolan delapan gol, termasuk dua gol kala melawan Liverpool di Anfield.

Namun, entah kerasukan jin dari mana, orang di balik itu, Graham Potter justru dipecat oleh sang pemilik. Penggantinya adalah Frank Lampard. Betul. Lampard pernah sukses menangani Chelsea di Liga Champions.

Ketika Chelsea juara bersama Thomas Tuchel, ada peran Lampard di baliknya. Pelatih berjuluk Super Frank itu mengantarkan Chelsea ke 16 besar setelah tampil impresif di fase grup. Namun, kali ini situasinya berbeda. Perempat final Liga Champions adalah barang baru bagi Lampard sebagai pelatih.

Lagi pula Lampard juga sedang dalam tren menurun. Dirinya dipecat Everton pada Januari lalu. Selama menukangi Everton persentase kemenangan Lampard cuma 29%. FYI aja, dilansir 90 Minutes, selama menukangi Chelsea, Graham Potter saja punya persentase kemenangan 37%.

Titik Lemah Chelsea

Chelsea juga mempunyai titik lemah yang bisa dengan mudah dieksploitasi oleh Real Madrid. Salah satunya Chelsea masih kesulitan menciptakan gol. Di laga kontra Wolves, misalnya. The Blues memegang penguasaan bola, yaitu 63%. Namun, hanya ada satu tembakan ke arah gawang.

Gol menjadi problem serius di Chelsea. Padahal dalam tiga pertandingan terakhir, nilai expected goals (xG) Chelsea sangat tinggi, yaitu 5,38. Idealnya Chelsea bisa mencetak 4-5 gol. Lha ini, boro-boro empat gol, satu saja tidak.

Ini mungkin karena striker Chelsea sedang mandul. Kai Havertz yang kerap kali ditaruh sebagai striker, entah dalam praktiknya adalah false nine pun tak bisa berbuat banyak. Musim ini di Premier League, Havertz sudah menciptakan 27 tembakan ke arah gawang. Tapi cuma tujuh gol saja yang dihasilkan.

Pada laga kontra Wolves, penampilan Chelsea di tangan Lampard kurang responsif. Di sisi lain, Julen Lopetegui memerintahkan pemainnya untuk bermain agresif. Agresivitas permainan Wolves itu tak mampu diimbangi oleh Chelsea. Persoalan inilah yang jadi lubang besar di Chelsea.

Kelemahan Real Madrid

Nah, sekali lagi Real Madrid akan sangat berpeluang untuk mengalahkan Chelsea yang tengah compang-camping. Namun, perlu dicatat, Los Galacticos juga baru saja menelan kekalahan kontra Villarreal. Dengan kata lain, modal Real Madrid juga nggak bagus-bagus amat.

Kekalahan itu menunjukkan bahwa Real Madrid toh masih bisa kalah. Namun, kekalahan atas Villarreal itu juga karena Carletto merotasi pemainnya. Dani Ceballos yang belakangan ini lemah di lini tengah saja diturunkan.

Don Carlo memang sengaja menyimpan pemain krusialnya di laga kontra Villarreal itu. Nah, di laga kontra Chelsea nanti, Ancelotti akan menurunkan skuad yang menghajar Barcelona 4-0.

Yang Berbahaya dari Real Madrid

Itu artinya, Chelsea mesti menghadapi tim terbaik di Bernabeu nanti. Well, sebelas yang menggasak Barcelona 4-0 itu adalah susunan terbaik. Benzema, Rodrygo, dan Vinicius Junior akan menjadi perpaduan berbahaya di lini serang. Seperti melawan Barcelona, kombinasi tiga pemain itu sangat cair di lini depan.

Lalu di lini tengah, kolaborasi Luka Modric, Toni Kroos, dan Valverde bakal mengancam Chelsea. Apalagi Modric yang dianugerahi kreativitas. Real Madrid juga masih punya Eduardo Camavinga, yang pada laga kontra Barcelona ditaruh di posisi bek kiri. Penampilannya di posisi itu sangat solid.

Susunan pemain tersebut akan diselaraskan dengan taktik Ancelotti. Carletto kadang bermain rigid, tapi sesekali fleksibel dan adaptif. Satu lagi, Real Madrid adalah tim momentum. Ketika ada momentumnya, Real Madrid akan memukul dengan serangan balik yang sulit diputus.

Peluang Chelsea

Serangan balik Real Madrid akan membahayakan Chelsea. Musim lalu, lewat serangan balik, harapan Chelsea untuk melenggang ke semifinal pupus di tangan Los Blancos. Chelsea juga sedang dihadapkan situasi yang sulit. Bek tangguh Thiago Silva diragukan tampil.

Wesley Fofana jelas bukan orang yang tepat untuk menggantikan posisinya. Chelsea juga kehilangan Mason Mount, pemain yang diandalkan Frank Lampard. Meski ia punya Enzo Fernandez yang juga punya kreativitas dalam membantu serangan.

Well, dari segala sisi, beban berat berada di pundak Lampard. Dia juga kabarnya tak mau sesumbar dengan rekor melawan Real Madrid. Kendati begitu, peluang Chelsea tetap ada. Mantan legenda Arsenal, Paul Merson yakin Chelsea masih bisa mengalahkan Real Madrid. “Mereka (Chelsea) punya pemain yang bagus,” kata Merson dikutip Metro.

Merson benar. Chelsea dipenuhi pemain bagus dan mahal. Enzo Fernandez, Mykhailo Mudryk, Raheem Sterling, Joao Felix, Marc Cucurella, dan masih banyak lagi. Namun, mengalahkan Real Madrid hanya bermodal pemain mahal saja ibarat meniup balon yang berlubang.

https://youtu.be/iurhvGKRe10

Sumber: Metro, Mirror, Express, Goal, TheNationalNews, 90Min, IndiaToday, TheChelseaChronicle

Berita Bola Terbaru 9 April 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Di Liga Inggris pekan ke-30, Manchester United berhasil mendulang kemenangan 2-0 atas Everton di Stadion Old Trafford, Sabtu (8/4). Adapun dua gol Manchester United dicetak oleh Scott McTominay di menit 36 dan Anthony Martial di menit 71.

Di pertandingan lain, Chelsea masih gagal memutuskan rentetan hasil buruk. Hal itu setelah menelan kekalahan 0-1 saat bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers dalam pertandingan pekan ke-30 Liga Inggris di Stadion Molineux. Gol tunggal dalam pertandingan ini dicetak oleh Matheus Nunes pada babak pertama.

Bertamu ke markas Southampton, The Citizens mampu menang dengan skor telak 4-1. City unggul terlebih dahulu di laga ini berkat gol Erling Haaland di akhir babak pertama. Di babak kedua, City menambah pundi pundi gol mereka melalui gol Jack Grealish, Erling Haaland dan Julian Alvarez, sementara Southampton memperkecil kedudukan berkat gol Sekou Mara.

Tottenham Hotspur mengawali era pasca-Antonio Conte dengan kemenangan. Menjamu Brighton, The Lilywhites mengukir hasil positif tak meyakinkan, 2-1, di Tottenham Hotspur Stadium. Son Heung-min membuka skor saat laga baru berusia sepuluh menit sebelum dibalas Lewis Dunk di menit ke-34. Setelah gol Danny Welbeck dianulir VAR, Harry Kane menjadi penentu kemenangan Spurs di menit ke-79. Dari hasil laga-laga tersebut, klasemen Liga Inggris Manchester City masih di peringkat kedua, diikuti oleh Newcastle, MU dan Spurs. Sedangkan Chelsea masih tertahan di urutan ke-11.

Dari hasil Liga Italia, AS Roma meraih angka penuh usai menang 1-0 di kandang Torino dalam lanjutan Liga Italia. Gol kemenangan Il Lupi diciptakan Dybala dari titik putih saat pertandingan baru berlangsung delapan menit. Kemenangan atas Torino melambungkan AS Roma ke posisi ketiga klasemen Liga Italia dengan 53 poin.

Sementara itu, Rival AS Roma, Lazio mengamankan kemenangan penting dalam upayanya menyegel posisi empat besar setelah mengalahkan Juventus di Stadio Olimpico, Minggu (9/4) dini hari WIB tadi. Tuan rumah membuka papan skor di menit ke-38 melalui gol Sergej Milinkovic-Savic, namun itu bisa disamakan oleh Adrien Rabiot empat menit berselang. Kemenangan Lazio dipastikan di awal babak kedua lewat Mattia Zaccagni. Hasil ini membuat Lazio tetap di urutan kedua dengan koleksi 58 poin dari 29 pertandingan. Sementara itu, kekalahan perdana dalam tujuh laga terakhir di semua kompetisi tak mengubah posisi Juve yang tertahan di posisi ketujuh.

Dari ajang Liga Spanyol, Real Madrid menelan kekalahan ketika menjamu Villarreal di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (9/4) dini hari tadi. Dua gol Madrid diciptakan oleh gol bunuh diri Pau Torres dan aksi dari Vinicius Jr. Sementara tim tamu melesakkan gol lewat Samuel Chukwueze yang mengemas brace alias dua gol, dan Jose Luis Morales.  Hasil tanpa poin di kandang ini membuat Madrid kian kesulitan dalam mengejar Barcelona yang memimpin klasemen La Liga.

Dari Bundesliga Jerman, Bayern Munchen menang tipis 1-0 atas Freiburg. Matthijs de Ligt menjadi satu-satunya pencetak gol dalam pertandingan ini. Gol tersebut tercipta pada menit ke-51 setelah pertarungan sengit selama 90 menit. Kemenangan ini membawa Die Roten naik ke puncak klasemen Bundesliga dengan nilai 58.

Sementara itu, di Prancis, Paris Saint-Germain menang 2-0 atas Nice dalam pertandingan Liga Prancis di Stadion Allianz Riviera, Minggu (9/4) dini hari tadi. PSG memimpin 1-0 pada menit ke-28 lewat aksi Lionel Messi. PSG kemudian bisa menambah keunggulan di menit 76 lewat Sergio Ramos. Tiga poin tambahan bikin PSG semakin nyaman berada di puncak klasemen dengan 69 poin.

GUARDIOLA: HAALAND DI LEVEL MESSI DAN RONALDO

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola memuji Erling Haaland karena mengubah pertandingan melawan The Saints dan membandingkannya dengan penyerang legendaris Messi dan Ronaldo. Pep menyebut Haaland ada di level Ronaldo dan Messi. Menurutnya penyerang asal Norwegia bisa saingi pencapaian gol terbanyak sepanjang masa mereka. Erling Haaland sendiri sudah mencetak 200 gol dalam 244 pertandingan dalam karirnya. 

DE BRUYNE TEMBUS 100 ASSIST DI PREMIER LEAGUE

Kevin De Bruyne membuat catatan sip dalam laga Manchester City kontra Southampton. Dia mampu menembus 100 assist setelah melalui 237 laga Premier League. De Bruyne ada di urutan kelima sebagai pencetak assist terbanyak di Premier League. Posisi puncak ada Ryan Giggs dengan 162 assist, selanjutnya ada Cesc Fabregas (111), Wayne Rooney (103), dan Frank Lampard (102).

FEDE VALVERDE PUKUL WAJAH PEMAIN VILLARREAL DI PARKIRAN BUS

Federico Valverde dilaporkan menunggu dan lalu meninju Alex Baena, pemain Villarreal di area parkir bus tim di stadion Santiago Bernabeu. Insiden itu sebelumnya didahului oleh bentrokan antara kedua pemain selama pertandingan. Valverde disebut marah besar dengan sikap Baena yang menyinggung soal keluarganya. Valverde memperingatkan Baena agar tidak main-main soal keluarganya sebelum memukul wajahnya. Terkait kasus ini, Villarreal memiliki rekaman video dari insiden tersebut dan polisi saat ini sedang menyelidikinya.

SON JADI PEMAIN ASIA PERTAMA 100 GOL DI LIGA INGGRIS

Son Heung Min mencetak sejarah baru. Satu golnya ke gawang Brighton membuatnya membukukan gol ke-100 di Premier League sepanjang karirnya. Dan dia pemain asia pertama yang melakukan itu. Bukan cuma itu, Son Heung Min turut memberikan kontribusi kepada Spurs untuk terus bersaing di posisi empat besar. Secara khusus, ia mendedikasikan gol ke-100 ini untuk sang kakek yang baru meninggal dunia.

CHELSEA KALAH LAGI, LAMPARD BERI PENJELASAN

Manajer Chelsea, Frank Lampard membeberkan penyebab timnya kalah dari Wolverhampton baru-baru ini. Ia mengakui bahwa persiapan timnya untuk laga ini terlalu minim sehingga mereka gagal menang.  Lampard juga mengakui bahwa ia tidak bisa langsung mengubah performa Chelsea hanya dalam satu malam saja. Ia minta waktu untuk bisa membenahi performa anak asuhnya agar mereka bisa lekas bangkit dari keterpurukan.

TEN HAG MARAH KE PREMIER LEAGUE TERKAIT CEDERA RASHFORD

Pelatih Manchester United, Erik ten Hag, terlihat khawatir dengan kondisi penyerang Marcus Rashford setelah top skor MU itu menderita cedera pada laga versus Everton. Rashford memegang pangkal pahanya sesaat setelah dia mencoba mengontrol umpan lambung pada menit ke-79. Ten Hag marah, karena tak senang dengan penjadwalan laga MU di mana mereka main tiga kali dalam enam hari terakhir, termasuk turun Minggu malam akhir pekan kemarin dan Sabtu pagi ini.

JELANG SAMPDORIA VS CREMONESE, ULTRAS KEDUA TIM BENTROK DI LUAR STADION

Laporan terbaru, seperti dilansir Football Italia, menyebut terjadi bentrokan ultras Sampdoria dan Cremonese beberapa jam sebelum kedua tim bertanding di Stadion Luigi Ferraris. Sekelompok ultras Cremonese tiba sangat awal dan menyergap beberapa pendukung Sampdoria yang sedang menuju pintu masuk Gradinata Sud. Setidaknya satu orang telah dibawa ke rumah sakit karena mengalami benturan benda tumpul di bagian kepala.

MESSI LAMPAUI REKOR GOL RONALDO DI EROPA

Satu gol Lionel Messi ke gawang Nice merupakan golnya yang ke-30 untuk Paris Saint-Germain. Tidak hanya itu, ada catatan menarik lain yang dibukukan La Pulga hari ini. Messi tercatat sudah mengoleksi 702 gol selama berkarier di Eropa. Angka 702 menempatkan Messi sebagai pencetak gol terbanyak bersama klub-klub Eropa sepanjang sejarah. Dia melewati torehan 701 gol milik Cristiano Ronaldo.

DELE ALLI CEDERA SAAT MAIN DI BESIKTAS

Pemain pinjaman Everton, Dele Alli kembali ke Inggris pada hari Sabtu untuk meninjau cedera yang ia alami saat bermain untuk Besiktas. Staf medis klub Liga Premier akan menilai Alli, tetapi dia tidak memenuhi syarat untuk bermain di The Toffees musim ini. Dele Alli sendiri gagal memberikan pengaruh di Besiktas, hanya mencetak dua gol dan satu assist dalam 15 pertandingan.

EMPAT BULAN BERLALU, BOS UEFA KOMENTARI ULAH MARTINEZ DI FINAL PILDUN

Perilaku Emiliano Martínez selama Piala Dunia 2022 di Qatar telah dipertanyakan oleh presiden UEFA, Aleksander Ceferin, sebagaimana disebutkan dalam buku Messiánico, yang ditulis oleh jurnalis Sebastián Fest dan Alexandre Juillard. “Jika Anda melihat bagaimana dia bereaksi selama adu penalti? Mengolok-olok Mbappé, boneka dan hal-hal seperti itu. Itu bukan sportivitas, itu primitif dan saya tidak menyukainya, ”

ANCELOTTI TIDAK AKAN PERNAH LATIH BARCELONA

Sejauh ini hanya ada dua pelatih yang pernah menakhodai Real Madrid dan Barcelona: Radomir Antic dan Enrique Fernandez. Dan Carlo Ancelotti tidak berniat mengikuti jejak mereka. Ancelotti mengatakan tidak akan pernah melatih Barcelona di sisa kariernya. Real Madrid, menurut Ancelotti, adalah klub terbaik di dunia. “Saya tidak akan mengubah diri saya. Anda harus menghormati riwayat pribadi saya dan klub-klub itu,”

RONALDO UNGKAP NAMA PELATIH PALING TOP, BUKAN SIR ALEX

Cristiano Ronaldo mengungkap pelatih paling top yang pernah menanganinya. Diketahui, dalam catatan Transfermarkt, total ada 15 pelatih yang pernah menangani Ronaldo di level klub. Sir Alex Ferguson menjadi pelatih yang paling banyak memberi kesempatan bermain untuk Ronaldo. Akan tetapi, ternyat, CR7 tak menyebut Sir Alex Ferguson. Ronaldo malah menyebut sosok Jose Mourinho. Di tangan Mourinho, Ronaldo bermain 164 kali di Madrid. Ada 168 gol dan 49 assist yang dikemas oleh pria Portugal itu. Jumlah gol Ronaldo bersama Mourinho yang paling banyak dibanding pelatih lainnya

TODD BOEHLY INGIN BAWA ANCELOTTI KE CHELSEA

Chelsea dikabarkan sedang mempertimbangkan kemungkinan kembali memboyong Carlo Ancelotti ke London. Pelatih asal Italia itu rumornya segera meninggalkan Real Madrid pada akhir musim ini dan akan menangani Brasil. Pemilik The Blues, Todd Boehly tertarik membawa pria asal Italia tersebut untuk menggantikan pelatih karateker Frank Lampard, yang masa kerjanya hanya akan sampai pada akhir musim ini.

BALOTELLI BERPELUANG GABUNG PALERMO

Pemain yang kini membela FC Sion di Swiss, Mario Balotelli membuat penggemar Palermo menaruh harapan. Di Instagram-nya, Balotelli mengadakan tanya jawab informal dengan para pengikutnya, dan salah satu pengikutnya bertanya apakah dia bersedia bermain untuk klub Serie B Palermo. Tanggapannya membuat para pendukung bersemangat, dengan Balotelli mengatakan: “Suatu hari pasti akan luar biasa.”

EKS PSG GIRANG JIKA MESSI HENGKANG

Mantan pemain PSG, Jerome Rothen berharap Lionel Messi benar-benar pergi dari klub asal Prancis itu akhir musim ini. “Ini hal yang baik untuk semua orang. Kami tidak ingin ada perubahan di menit-menit terakhir. Selamat tinggal dan semoga berhasil, Leo!” ujar Rothen kepada RMC Sport. Kontrak Messi bersama PSG berakhir musim ini dan penyerang 35 tahun itu dikabarkan menolak tawaran kontrak baru. Rothen mengatakan pilihan terbaik Messi adalah hengkang. Terlebih La Pulga sudah sering mendapat cemoohan dari suporter PSG.

LEICESTER CITY DEKATI JESSE MARSCH

Jesse Marsch dilaporkan telah mengadakan pembicaraan dengan Leicester City terkait posisi manajer klub yang hingga saat ini masih kosong. Marsch telah menganggur sejak meninggalkan Leeds di bulan Februari, namun gaya permainannya dipandang sebagai salah satu yang cocok dengan para pemain yang saat ini berada di skuat Leicester. Leicester City juga dikaitkan dengan kandidat lain yakni Rafa Benitez dan Sam Allardyce.

PSG INCAR BELLINGHAM JIKA MBAPPE PERGI

Dikutip The Sun, PSG bisa membuat langkah sensasional untuk mendatangkan Jude Bellingham jika Kylian Mbappe meninggalkan klub di musim panas 2023. PSG sedang mempertimbangkan Bellingham sebagai pemain yang bisa didatangkan, sebagai bagian dari rencana ambisius mereka untuk memenangkan gelar Liga Champions. PSG harus bersaing dengan Liverpool yang menjadi klub favorit untuk mendaratkan sang gelandang di musim panas 2023.

PSSI SIAP JIKA DITUNJUK JADI TUAN RUMAH PILDUN U17 2023

PSSI menyatakan kesiapan apabila FIFA menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Exco PSSI Endri Erawan. Alasan Endri bilang siap karena Indonesia sudah memiliki fasilitas enam stadion yang memadai. Terlebih stadion-stadion itu sudah dalam kondisi siap dipakai pasca kegagalan jadi tuan rumah Piala Dunia U20. “Cuma masalahnya kita tidak tahu akan ditunjuk atau tidak,” kata Endri.

Bukan Premier League! Serie B Italia Liga Paling Kejam!

Pemecatan pelatih yang terjadi di beberapa klub Eropa dalam beberapa waktu belakangan ini tengah menjadi buah bibir. Premier League, selaku liga yang menjadi destinasi dari banyak pemain dan pelatih terbaik dunia, menjadi pihak yang paling banyak disorot.

Hingga pekan ke-29, sudah terjadi 18 kali pergantian manager dan caretaker dengan 12 di antaranya berupa pemecatan. Sepanjang sejarah Premier League, jumlah tersebut jadi rekor pemecatan pelatih terbanyak dalam satu musim kompetisi. Jika dibanding liga kasta teratas Eropa lainnya, jumlah tersebut juga jadi yang terbanyak di musim ini.

Akan tetapi, meski sudah 12 pelatih yang menjadi korban pemecatan, Premier League bukanlah liga paling kejam. Adalah Serie B, liga kasta kedua dalam piramida sepak bola Italia. Jumlah pelatih yang dipecat di Premier League tak ada apa-apanya jika dibanding Serie B Italia.

Oleh karena itu, jika kamu berpikir Premier League adalah liga yang paling kejam, bersiaplah untuk tercengang dengan apa yang terjadi di Serie B musim ini. Pasalnya, hingga pekan ke-31 saja, sudah terjadi 22 kali pergantian pelatih di Serie B Italia, dengan rincian 3 pelatih interim dan 19 pelatih permanen.

Ya, kamu tidak salah dengar. Jumlah tersebut memang terdengar tidak masuk akal, tetapi yang lebih tidak masuk akal lagi adalah beberapa alasan dibalik pemecatan tersebut.

Kekejaman Serie B: 17 Pemecatan dan 2 Pelatih Mundur dalam Semusim

Pelatih pertama yang kehilangan jabatannya di Serie B musim ini adalah Leandro Greco. Caretaker manager FC Sudtirol itu dipecat pada 9 Agustus 2022. Setelahnya, giliran Giacomo Gattuso yang diberhentikan dari kursi pelatih Como 1907 pada 8 September 2022.

11 hari kemudian, tepatnya pada 19 September 2022, ada 2 pelatih yang mendapat surat pemecatan. Fabrizio Castori yang dipecat Perugia dan Rolando Maran yang dipecat Pisa. Sehari setelahnya, giliran Fabio Caserta yang dipecat oleh Benevento.

Di bulan Oktober, empat pergantian pelatih kembali terjadi. Dimulai oleh Roberto Venturato yang dipecat SPAL pada 9 Oktober, Silvio Bandini yang mundur dari kursi pelatih Perugia pada 19 Oktober, serta Ivan Javorcic dan Davide Dionigi yang dipecat Venezia dan Cosenza pada 31 Oktober 2022.

Bulan November jadi masa yang cukup adem ayem. Hanya Cristiano Lucarelli yang dipecat oleh Ternana pada 26 November 2022. Sementara itu, di bulan Desember, terjadi 3 pemecatan di 3 klub berbeda. Dimulai oleh Alexander Blessin yang dipecat Genoa pada 6 Desember 2022, Fabio Liverani yang dipecat Cagliari pada 20 Desember 2022, dan Pep Clotet yang dipecat Brescia sehari setelahnya.

Sama seperti bulan November 2022, bulan Januari 2023 jadi masa yang cukup tenang di Serie B. Hanya terjadi 1 pemecatan, tepatnya pada 16 Januari 2023. Adalah Alfredo Aglietti oleh Brescia.

Kekejaman Serie B Italia mencapai puncaknya pada Februari kemarin. Sebanyak 6 allenatore kehilangan posisinya di bulan tersebut. Diawali oleh Cristian Bucchi yang dipecat Ascoli pada 4 Februari 2023. Di hari yang sama, Fabio Cannavaro juga didepak dari kursi pelatih Benevento. Dua hari kemudian, Pep Clotet kembali dipecat untuk kedua kalinya di musim ini dari kursi pelatih Brescia.

Kemudian pada 14 Februari 2023, giliran Daniele De Rossi yang didepak SPAL. Menyusul kemudian Davide Possanzini yang lagi-lagi dipecat oleh Brescia. Serangkaian pemecatan di liga kasta kedua Italia itu untuk sementara ditutup oleh mundurnya Aurelio Andreazzoli dari kursi pelatih Ternana pada 25 Februari 2023.

Total, sejauh musim ini berjalan, sudah 17 pelatih dibebastugaskan dari tugasnya dan 2 pelatih lainnya mengundurkan diri dari Serie B. Dari 20 kontestan, sudah 13 tim berganti pelatih. Ini jadi bukti betapa kejamnya Serie B Italia.

Keputusan Konyol di Serie B: Menunjuk Lagi Pelatih yang Sebelumnya Dipecat

Brescia jadi klub yang paling banyak memecat pelatih, yakni sebanyak 4 kali. Klub yang dimiliki oleh mantan pemilik Leeds United, Massimo Cellino itu memang begitu kejam. Namun, di sisi lain, mereka juga begitu konyol.

Pada awalnya, Brescia dilatih oleh Pep Clotet yang menggantikan Eugenio Corini yang dipecat di pre-season. Setelah menjalani 18 pertandingan dan menempatkan Brescia di urutan ke-10, ia dipecat dan digantikan oleh Alfredo Aglietti. Lucunya, 26 hari kemudian, Brescia memecat Aglietti dan memutuskan kembali menunjuk Pep Clotet. Mirisnya, Pep Clotet ditunjuk kembali hanya untuk dipecat lagi setelah 21 hari bekerja usai Brescia terjun ke peringkat 16.

Davide Possanzini kemudian diperkerjakan oleh Massimo Cellino. Namun, nasibnya tak jauh beda dengan Alfredo Aglietti, bahkan lebih parah. Ia hanya bertahan 13 hari saja setelah Brescia kembali merosot ke peringkat 19. Kini, Brescia ditangani oleh Daniele Gastaldello. Hasilnya, kini Brescia jadi juru kunci klasemen Serie B.

Sengkarut yang terjadi di Brescia itu bukan hanya sekadar akibat dari rentetan hasil buruk di atas lapangan, tetapi juga karena ulah sang presiden Massimo Cellino. Mantan owner Cagliari dan Leeds United itu memang sudah terkenal hobi memecat pelatih dan sering kali alasannya tidak masuk akal.

Seperti saat Brescia memecat Davide Possanzini. Cellino menyalahkan sang pelatih di depan timnya hanya karena ia ‘ingin bermain seperti Roberto De Zerbi, sementara Cellino berpendapat tim membutuhkan bola-bola panjang’. Karena ulahnya itulah, Cellino sampai harus mengunci diri di ruang ganti stadion usai timnya kalah dari Genoa di pekan ke-30. Hal tersebut dilakukan demi menghindari kemarahan ultras yang mengejar-ngejarnya.

Sebelas dua belas dengan Brescia, kondisi serupa juga menimpa Ternana. Ternana pada awalnya dilatih oleh Cristiano Lucarelli, pelatih yang sukses membawa mereka promosi dari Serie C dua tahun lalu. Namun, meski memulai musim 2022/2023 dengan cukup baik, Lucarelli dipecat usai Ternana hanya meraih 6 kemenangan dan menelan 4 kekalahan dalam 14 pertandingan.

Mantan pelatih Empoli, Aurelio Andreazzoli kemudian ditunjuk sebagai suksesor Lucarelli. Namun, hasilnya lebih buruk. Hanya meraih 3 kemenangan dan kalah 6 kali kalah dalam 12 pertandingan membuat Ternana terlempar dari 10 besar.

Andreazzolli kemudian mengundurkan diri dan menyarankan presiden Ternana, Stefano Bandecchi untuk kembali menunjuk Cristiano Lucarelli yang dianggapnya telah membuat keajaiban. Saran itu diamini sang presiden, Lucarelli kembali jadi pelatih Ternana.

Namun, sebelum itu, sengkarut terjadi antara fans dan presiden Stefano Bandecchi usai kekalahan kandang 1-2 dari Cittadella. Usai pertandingan yang membuat Andreazzoli mundur tersebut, Bandecchi terlibat adu mulut dengan fans yang meneriakinya. Di momen tersebut, Bandecchi mengakui telah meludahi fansnya sendiri. Ia enggan meminta maaf dan mengaku telah lebih dulu diludahi oleh fans sebanyak 3 kali di momen yang berbeda.

“Memang benar, saya meludahi para penggemar. Tetapi mereka meludahi saya terlebih dahulu. Saya menaruh uang untuk klub ini dan diludahi karenanya, jadi para penggemarlah yang harus mengubah sikap mereka,” kata Stefano Bandecchi dikutip dari Football Italia.

Sementara itu, meski tidak terjadi kekacauan seperti yang dialami Brescia dan Ternana, tetapi Perugia juga melakukan langkah konyol yang serupa. Setelah memecat Fabrizio Castori, Perugia menunjuk Silvio Baldini sebagai penggantinya.

Namun, belum genap sebulan, Baldini mundur. Ia merasa gagal setelah timnya kalah 3 kali beruntun. Untuk mengisi kembali kursi pelatih yang kosong, Perugia kembali menunjuk Fabrizio Castori.

Menunjuk kembali pelatih yang pernah mereka pecat seperti sudah menjadi kebiasaan buruk klub-klub Italia. Masalahnya, kebiasaan buruk tersebut tak hanya terjadi di Serie B saja, tetapi juga di seluruh kasta Liga Italia, termasuk Serie A yang menjadikan kebiasaan buruk tersebut seolah sudah mendarah daging.

Pemecatan seperti sudah menjadi santapan harian bagi penggemar klub-klub yang tengah berjuang di Serie B Italia. Acap kali, alasan di balik keputusan tersebut juga terbilang konyol.

Itulah mengapa kami menaruh Serie B sebagai liga plaing kejam, meskipun secara jumlah, EFL Championship lebih banyak mencatat pergantian pelatih. Sejauh ini, di kasta kedua Liga Inggris sudah terjadi 28 pergantian pelatih. Namun, dari jumlah tersebut hanya 16 di antaranya yang berstatus pemecatan manager permanen.

Ini berbeda dengan Serie B Italia yang sejauh ini sudah 17 kali terjadi pemecatan. Selain itu, di Championship juga tak terjadi penunjukan kembali pelatih yang sebelumnya dipecat, tidak seperti Serie B yang sudah seperti menjadi pemandangan lumrah.

Oleh karena itulah, jika diibaratkan peperangan, dengan iklim semacam itu, ada banyak pelatih di Serie B yang berakhir mati konyol. Dipecat tanpa sebab yang jelas, lalu ditunjuk kembali hanya untuk kembali dipecat secara tidak hormat. Sungguh sebuah siklus yang kejam dan melelahkan bukan?


https://youtu.be/xSOULLD60B8

Referensi: Transfermarkt, Football Italia 1, Football Italia 2, Football Italia 3, Ansa.

Berita Bola Terbaru 8 April 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Dari ajang Liga Italia, Napoli menang 2-1 atas tuan rumah Lecce di Stadion Comunale Via del Mare. Dua gol kemenangan Il Partenopei berasal dari Giovanni Di Lorenzo di menit 18 dan bunuh diri Antonino Gallo di menit 64. Lecce hanya bisa membalasnya lewar gol Federico Di Francesco pada menit ke-52.

Pada laga lainnya, sang juara bertahan Serie A, AC Milan ditahan imbang tanpa gol oleh tamunya, Empoli, di San Siro, Sabtu (8/4) dini hari WIB. AC Milan kurang beruntung pada laga ini. Mereka menciptakan banyak peluang tanpa tak bisa cetak gol. Tuan rumah juga sebetulnya mampu mencetak gol pada menit ke-89 lewat Giroud. Namun, gol Giroud dianulir karena handball.

Hasil imbang juga didapat Inter Milan yang bermain 1-1 dengan tuan rumah Salernitana di Stadion Arechi, Jumat (7/4) malam WIB. I Nerazzurri mencetak gol lebih dulu ketika laga baru berjalan enam menit melalui Robin Gosens. Kemenangan Inter Milan yang sudah di depan mata, sirna oleh mantan pemain mereka sendiri, Antonio Candreva. Atas hasil-hasil tersebut, Napoli semakin kokoh di puncak dengan 74 poin, sedangkan Milan dan inter masing-masing ada di urutan 3 dan 4.

Dari ajang La Liga, satu pertandingan digelar sebagai pembuka pekan ke-28 yakni duel Sevilla vs Celta Vigo di stadion Ramon Sanchez Pizjuan. Hasilnya berakhir imbang 2-2. Dua gol Sevilla dibuat oleh Youssef En Nesyri dan Acuna. Sedangkan gol Celta Vigo dicetak oleh Rodriguez dan Goncalo Paciencia.

KALAHKAN STRASBOURG, LENS TEKAN PSG DI PUNCAK KLASEMEN LIGA PRANCIS

Berkat kemenangan 2-1 atas Strasbourg pada pekan ke-30 Liga Prancis musim ini, Lens memangkas jarak menjadi hanya 3 poin dengan PSG. Kemenangan tuan rumah ditentukan oleh gol-gol Frankowski pada menit ke-11 dan Facundo Medina pada menit ke-64. Gol semata wayang Strasbourg dilesakkan striker Kevin Gameiro pada menit ke-34.

PULIH CEDERA, HAALAND SIAP DIMAINKAN LAGI

Manchester City akan bertamu ke markas Southampton pada lanjutan pekan ke-30 Liga Inggris, Sabtu (8/4). City selaku tim tamu mendapatkan kabar bagus jelang laga melawan Southampton dengan kembalinya Haaland. Diketahui Haaland harus melewatkan laga terakhir Manchester City saat mengalahkan Liverpool lantaran cedera. Bahkan Haaland telah menderita cedera sejak agenda FIFA Matchday, tengah bulan Maret lalu.

MAN CITY JUSTRU TAMPIL LEBIH BAIK TANPA HAALAND

Menyusul keberhasilan Manchester City menaklukkan Liverpool, 4-1, banyak yang bertanya-tanya apakah The Citizens justru tim yang lebih baik tanpa Erling Haaland. Saat Haaland absen, City tampil spektakuler dan sangat cair melawan The Reds, dengan Ilkay Gundogan, De Bruyne, Julian Alvarez, Grealish dan Riyad Mahrez bersinar di lini depan. Mantan gelandang Liverpool, Dietmar Hamann, percaya bahwa City sedang memainkan sepakbola terbaiknya saat Haaland tidak masuk starting line-up.

BURNLEY RESMI KEMBALI PROMOSI KE EPL

Burnley cuma numpang semusim di Championship sebelum kembali ke Premier League musim depan. Burnley meraih tiket promosi itu saat mengalahkan Middlesbrough di Riverside Stadium, Sabtu (8/4) dini hari, dengan skor 2-1. The Clarets kukuh di puncak klasemen Championship dengan 87 poin dari 39 pertandingan. Dengan tujuh laga tersisa, Burnley unggul 19 angka dari Luton Town yang diimbangi Millwall 0-0 beberapa jam sebelumnya dan sudah bermain 40 kali.

BOS LIVERPOOL JURGEN KLOPP BENTAK WARTAWAN

Manajer Liverpool, Jurgen Klopp tampak frustrasi dengan pertanyaan yang dilontarkan salah satu wartawan. Momen tersebut terjadi dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan Liverpool kontra pemuncak klasemen Arsenal di Anfield, Jumat (7/4). Klopp bereaksi saat ditanya perubahan komposisi pemain setelah dikalahkan City dan diimbangi Chelsea. “Bagaimana Anda bisa berharap saya memberi Anda jawaban dan mengatakan ‘dua karena itu dan empat karena itu’. Itu benar-benar membuang-buang waktu.”

ERIKSEN SUDAH BISA MAIN LAGI

Manchester United mendapat suntikan besar setelah Christian Eriksen dikabarkan siap kembali ke skuad Setan Merah kontra Everton pada Sabtu (8/4) ini. Ten Hag mengatakan, Eriksen siap kembali ke skuad MU, persis 70 hari setelah ia mengalami cedera. Ten Hag pun senang dengan kembalinya bintang asal Denmark tersebut.

IBRA TINGGALKAN MILAN MUSIM PANAS INI

Setelah tiga tahun, masa bakti kedua Zlatan Ibrahimovic di AC Milan dikabarkan akan segera berakhir. Striker gaek itu akan meninggalkan San Siro di musim panas mendatang. Masih belum jelas apakah lelaki asal Swedia tersebut akan pensiun di akhir musim. Namun klub Monza dikabarkan tertarik untuk melakukan pendekatan terhadap pemain berusia 41 tahun tersebut jika ia memutuskan untuk terus bermain.

OSIMHEN DIDUKUNG JADI SUKSESOR MESSI DI PSG

Agen Victor Osimhen menilai kliennya itu lebih hebat dari Haaland dan cocok untuk menggantikan Messi di PSG. Andrea D’Amico mengatakan kepada Radio 24 bahwa si striker bakal langsung nyetel di Parc des Princes. “Dia tentu saja tidak kekurangan opsi, terutama di Inggris dan Paris Saint-Germain, yang mungkin akan kehilangan pemain penting di lini depannya. Dalam pandangan saya, Messi akan merapat ke Miami. Itu hanya opini saya.”

ANCELOTTI YAKIN BENZEMA, MODRIC, DAN KROOS BERTAHAN DI MADRID

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti yakin Karim Benzema, Luka Modric dan Toni Kroos akan tetap membela Los Blancos pada musim depan. Tiga pemain itu akan habis masa kontraknya pada akhir musim ini dan Ancelotti mengonfirmasi bahwa Modric dan Kroos sudah bertemu dengan perwakilan klub Spanyol itu untuk membahas masa depan mereka.

KENAPA REAL MADRID DILARANG PULANGKAN MOURINHO?

Real Madrid disarankan untuk tidak merekrut kembali Jose Mourinho sebagai pelatih. Saran itu disampaikan oleh Cassano. Menurut mantan striker Italia itu, Jose Mourinho bukanlah sosok yang tepat untuk menahkodai Los Blancos. Dia menilai pelatih AS Roma itu tidak peduli pada sepak bola. Pernyataan Cassano ini muncul seiring dengan rumor Ancelotti bakal tinggalkan Madrid.

MARCELO BIELSA JADI PELATIH TIMNAS URUGUAY

Eks pelatih Leeds United dan Timnas Argentina, Marcelo Bielsa telah setuju untuk membesut Timnas Uruguay. Bielsa telah menyetujui kontrak dua tahun dengan Uruguay yang akan membuatnya tetap menangani tim hingga setelah kualifikasi Piala Dunia di bulan September 2025. Dalam kontrak tersebut, ada opsi untuk memperpanjang kontraknya hingga Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika, Meksiko dan Kanada.

CLUB BRUGGE INCAR OLE GUNNAR SOLSKJAER

Mantan pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer dikabarkan akan kembali ke dunia kepelatihan. Solskjaer masih menganggur sejak ia dipecat oleh MU pertengahan musim lalu. Dilansir Goal, Solskjaer dikaitkan dengan klub Belgia, Club Brugge. Jurnalis Sacha Tavolieri mengatakan, Solskjaer adalah salah satu pelatih yang dipertimbangkan oleh Brugge, untuk gantikan peran Scott Parker yang dipecat bulan lalu.

DRAWING PIALA ASIA 2023, TIMNAS INDONESIA MASUK POT 4

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) telah mengumumkan pembagian pot untuk Piala Asia 2023 yang akan digelar di Qatar pada 12 Januari hingga 10 Februari 2024. Sebanyak 24 tim yang lolos ke putaran final dibagi ke dalam empat pot berdasarkan peringkat FIFA Oktober 2022. Nah, Tim nasional Indonesia berada di pot keempat bersama dengan Thailand, Malaysia, India, Tajikistan, dan Hong Kong.

MANCHESTER UNITED INCAR BEK BAYER LEVERKUSEN

Pencarian bek kanan baru Manchester United tampaknya belum usai. Performa dari Diogo Dalot dan Aaron Wan-Bissaka dirasa belum cukup oleh Ten Hag. Dilansir ESPN, Manchester United tengah memantau situasi bek kanan Bayer Leverkusen, Jeremie Frimpong. Erik ten Hag adalah pengagum berat pemain berusia 22 tahun itu dan menginginkan Frimpong untuk bergabung United secepatnya. Kabarnya sang pemain juga terbuka untuk hengkang dari Bayer Arena akhir musim nanti.

UNITED MASUKKAN NAMA WOJCIECH SZCZĘSNY KE DAFTAR INCARAN

David De Gea dikabarkan belum mau menyepakati kontrak baru bersama Manchester United. Padahal kontraknya akan habis pada akhir musim nanti. Melihat situasi tersebut, MU berusaha mencari opsi untuk menggantikan sang penjaga gawang. Dilansir Goal, United telah memasukan nama penjaga gawang Juventus, Wojciech Szczęsny ke dalam daftar opsi transfer musim panas mendatang. United percaya pengalaman sang penjaga gawang bisa membantu tim bersaing di papan atas Liga Inggris.

JADI PELATIH CHELSEA, LAMPARD BERI TANGGAPAN SOAL MASON MOUNT

Setelah ditunjuk menjadi pelatih sementara Chelsea, Frank Lampard buka suara soal rumor yang berbunyi bahwa Mason Mount berniat hengkang pada akhir musim nanti. Dilansir Sky Sport, Mason Mount telah memainkan peran kunci di era Lampard. Meski sempat mendapat beberapa masalah di Chelsea, Lampard tetap yakin kalau Mount merupakan pemain penting untuk Chelsea. Jadi, kemungkinan sang pemain akan bertahan lebih lama di Stamford Bridge.

JACK HARRISON PERPANJANG KONTRAK DI LEEDS

Leeds United dikabarkan telah berhasil mengikat Jack Harrison dengan kontrak baru berdurasi jangka panjang. Dilansir BBC, Harrison telah menandatangani kontrak berdurasi lima tahun yang mana akan membuat sang pemain bertahan hingga 2028. Menurut Direktur Teknik Leeds, Victor Orta, Jack Harrison merupakan bagian penting di skuad Leeds. Ia juga masuk dalam rencana masa depan klub. Jadi, Orta pun senang sang pemain mau bertahan lebih lama di Elland Road.

CHELSEA INGINKAN JOSE MOURINHO

Setelah memecat Graham Potter, manajemen Chelsea bergerak cepat untuk menemukan penggantinya. Sempat bernegosiasi dengan Julian Nagelsmann dan Luis Enrique, kini Chelsea dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan mantan manajernya, Jose Mourinho. Dilansir Goal, Chelsea dilaporkan telah melakukan kontak dengan Jose Mourinho untuk menanyakan ketersediaannya. Jika kesepakatan tercapai, ini bakal jadi periode ketiga Mourinho di Stamford Bridge.

CHELSEA INCAR STRIKER BENFICA, GONCALO RAMOS

Chelsea tampaknya belum puas dengan materi lini depannya sekarang. Setelah mendatangkan beberapa pemain depan, kini Chelsea dikabarkan tengah mendekati penyerang muda Benfica, Goncalo Ramos. Dilansir Football Insider, The Blues sedang mencoba untuk mendatangkan Ramos di akhir musim nanti. Kabarnya, Chelsea akan memanfaatkan hubungan baik mereka dengan sang agen. Perlu diketahui, Ramos memiliki agen yang sama dengan Joao Felix.

ARSENAL DEKATI GELANDANG EINTRACHT FRANKFURT

Arsenal dikabarkan sudah mempersiapkan langkah selanjutnya di bursa transfer musim panas mendatang. Dilansir Mirror, The Gunners sudah meningkatkan upaya untuk mendatangkan gelandang Eintracht Frankfurt, Djibril Sow. Menurut laporan, Mikel Arteta membutuhkan kedalaman lini tengah yang bagus dan Sow akan jadi opsi yang bagus untuk pelapis Granit Xhaka.

BARCELONA PANTAU SITUASI JOAO CANCELO

Di tengah situasi sulit yang dialami Joao Cancelo, Barcelona justru melihatnya sebagai peluang untuk menggaet sang pemain. Dilansir Sport, keadaan yang membuat Cancelo tak diinginkan Bayern Munchen maupun Manchester City akan dimanfaatkan oleh Barcelona. Klub menyukai fleksibilitas dan naluri menyerang dari Cancelo. Jadi El Barca tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan sang pemain pada akhir musim nanti.

DEAN HENDERSON DIDEKATI ASTON VILLA

Kiper cadangan Manchester United yang kini tengah menjalani masa peminjaman di Nottingham Forest dikabarkan telah menarik perhatian dari Aston Villa. Dilansir Team Talk, Villa dilaporkan bakal menggantikan Emiliano Martinez dengan kiper Manchester United, Dean Henderson pada musim panas ini. Menurut laporan yang sama, United mematok 30 juta pounds (Rp557 miliar) untuk penjaga gawang berusia 26 tahun tersebut. 

TOTTENHAM BERPELUANG DATANGKAN DE PAUL

Dilansir Sportskeeda, Tottenham dikabarkan tengah mengincar gelandang Argentina, Rodrigo De Paul. Menurut laporan, Spurs ingin memperkuat lini tengah mereka di jendela transfer musim panas nanti. Dan mendatangkan De Paul bisa menjadi tambahan besar untuk tim. Kabarnya, 40 juta euro atau setara Rp652 miliar jadi angka yang cukup untuk memboyong De Paul dari Atletico Madrid.

Ancelotti Tak Sudi Latih Barcelona! OTW Balikan Sama Chelsea?

Masa depan Ancelotti di Real Madrid jadi salah satu subjek paling panas di beberapa minggu terakhir. Performa yang tidak memuaskan di Liga adalah alasan utama mengapa masa depan Ancelotti di Bernabeu patut dipertanyakan. Terlebih lagi di Liga, Madrid saat ini tengah tertinggal dengan rival abadi mereka Barcelona dengan selisih yang cukup jauh.

Kemarin Ancelotti membawa Real Madrid menang besar atas Barcelona di ajang Copa del Rey. Mereka mengakhiri laga itu dengan skor 4-0, membuat anak asuh Xavi Hernandez tersingkir. Sekaligus membawa Real Madrid ke final Copa del Rey untuk pertama kalinya sejak tahun 2014. Tapi kemenangan itu tidak bisa menjamin masa depan Ancelotti.

Jika Ancelotti hengkang, ini akan jadi hal yang disayangkan. Pelatih Italia itu adalah pelatih kesayangan Madridista. Apalagi mengingat fakta bahwa ia adalah pelatih yang membawa Real Madrid ke gelar la decima yang jadi kebanggaan. Meskipun begitu, para madridista tidak perlu cemas. Walaupun Ancelotti hengkang dari Real Madrid ia tidak akan sudi untuk pindah ke Barcelona.

Ancelotti Ogah ke Barcelona

Hal itu ia ungkapkan di konferensi pers sebelum laga melawan Villareal. Saat itu ia ditanya seorang wartawan apakah dirinya akan bertukar tempat dengan Xavi jika situasinya memungkinkan. Tapi Ancelotti langsung dengan tegas menolak ide tersebut. Ia berkata tidak mungkin kalau dirinya melatih Barcelona.

“Bagi saya tidak mungkin untuk melatih Barcelona. Saya tidak akan berubah” Ucapnya dikutip dari AS.

Ancelotti mengaku kalau pendiriannya itu berdasarkan rasa hormatnya dengan sejarah klub. Baginya jika ia melakukan hal itu, maka ia sudah tidak menghormati sejarah. Lagipula, Ancelotti mengatakan kalau dirinya bahagia di Madrid dan tidak ingin pindah ke mana-mana.

“Anda harus menghormati sejarah pribadi dengan klub. Saya tidak akan melakukannya. Saya tidak akan menukar posisi saya pada siapapun. Itu karena saya masih bahagia disini, dimana orang-orang mencintai saya dan ini adalah klub terbaik di dunia” Tegasnya.

Perkataan Ancelotti memang ada benarnya. Dalam kasus seorang pemain, mungkin banyak yang pernah bermain untuk Barcelona dan Real Madrid selama karir sepakbolanya. Seperti Luis Figo, Ronaldo, bahkan mantan pelatih Barcelona, Luis Enrique.

Tapi hanya ada satu pelatih yang pernah jadi pelatih Madrid dan Barcelona. Ia adalah Radomir Antic. Ia melatih Real Madrid dari bulan Maret 1991 sampai dengan Januari 1992. Kemudian ia sempat jadi pelatih Barcelona untuk waktu yang singkat di tahun 2003. Sebelum akhirnya ia jadi pelatih timnas Serbia di Piala Dunia 2010 dan meninggal di tahun 2020 kemarin.

Meskipun pernah melatih tim sehebat el real dan blaugrana, Antic tidak pernah memenangkan trofi di kedua tim itu. Ia hanya pernah memenangkan dua trofi dalam karirnya. Yaitu gelar La Liga dan Copa del Rey bersama Atletico Madrid di tahun 1996.

Sedangkan untuk Carlo Ancelotti, terlalu banyak kenangan indah yang ia ukir di dua periodenya bersama Real Madrid. Ia telah membawa banyak trofi ke Stadion Santiago Bernabeu. Diantaranya dua Liga Champions, dua UEFA Super Cup, dua Piala Dunia Antar Klub, satu Copa del Rey, dan satu La Liga. Bersama Madrid, Ancelotti juga dapat gelar individu sebagai pelatih terbaik pada musim 2014/15.

Chelsea Ingin Reuni Dengan Ancelotti

Setelah apa yang telah dilalui dan diraih Ancelotti bersama los blancos itu, melatih Barcelona bukanlah pilihan. Tapi itu bukan berarti Ancelotti tidak diminati klub lain. Ia sempat dirumorkan untuk melatih timnas Brasil. Itu dikonfirmasi sendiri oleh pelatih berusia 63 tahun itu.

“Kenyataanya tim nasional Brasil menginginkan saya. Saya suka itu, menurut saya itu menarik” ungkapnya dikutip dari ESPN sekitar satu minggu yang lalu.

meskipun Ancelotti mengaku tertarik latih timnas Brasil, ia tidak mengiyakan tawaran tersebut. Setidaknya untuk saat ini. Ancelotti masih ingin menyelesaikan kontraknya di Real Madrid dan akan bertahan selama yang Madrid inginkan.

“Anda harus menghormati kontrak yang anda punya. Dimana itu kontrak yang ingin anda penuhi. Semuanya jelas, saya akan bertahan selama Madrid mengijinkan saya untuk bertahan” Imbuhnya.

Kabar terakhir melaporkan bahwa Todd Boehly sedang memonitor Ancelotti. Ia ingin memboyong Ancelotti ke Stamford Bridge.

Setelah memecat Thomas Tuchel dan Graham Potter musim ini, Chelsea mengangkat legenda klub Frank Lampard sebagai pelatih sementar. Namun, pemilik Chelsea saat ini sedang mencari pelatih permanen baru. Rekam jejak Ancelotti dan keterbukaanya untuk bekerja dengan direktur teknis Chelsea membuatnya jadi kandidat yang kuat.

Chelsea tentu bisa jadi pilihan aman jikalau Ancelotti memang didepak Madrid musim depan. Tidak seperti timnas Brasil yang mana ia belum pernah ia tangani sebelumnya, Stamford Bridge pernah jadi rumah Ancelotti dulu.

Ia pernah menjadi pelatih Chelsea dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011. Selama waktunya di London biru itu, ia telah mempersembahkan satu trofi Premier League, satu Piala FA, dan satu Community Shield.

Meskipun begitu, hari terakhirnya di Chelsea bukanlah memori yang menyenangkan untuk diingat. Saat itu Ancelotti dipecat secara kejam setelah hanya beberapa jam setelah kalah di laga pamungkas Premier League tahun 2011. Padahal saat itu Ancelotti membawa Chelsea jadi runner up Liga Inggris.

Peluang Ancelotti Bertahan di Madrid

Tapi mari kita beranjak dari pembahasan kemana Ancelotti berlabuh. Pertanyaan yang tak kalah penting adalah mungkinkah Ancelotti bertahan di Real Madrid musim depan? Sebagaimana Ancelotti yang sangat ingin untuk bertahan di Bernabeu lebih lama lagi.

Jawabannya mudah tapi sulit dicapai. Yaitu ia harus memenangkan trofi besar musim ini. Bagi klub seperti Real Madrid, piala bukanlah sebuah kemewahan tapi lebih seperti keharusan.

Jika Ancelotti gagal mempersembahkan satu trofi bergengsi, maka nasibnya di Madrid akan habis. Dan mengingat bagaimana Real Madrid tidak memprioritaskan Copa del Rey di musim-musim sebelumnya, maka aman untuk bilang memenangkan piala liga tidak bisa menyelamatkan Ancelotti.

Fokus Madrid pertama adalah La Liga. Tidak ada cara lain bagi los blancos untuk menegaskan dominasi di Spanyol kalau tidak menjuarai La Liga. Tapi minggu lalu Ancelotti kalah di laga el clasico dengan skor 2-1. Itu membuat jarak 12 poin dari Barcelona yang memuncaki klasemen. Oh iya, finis di bawah Barcelona juga bakal jadi rapor merah Ancelotti.

Bisa dibilang, Madrid punya peluang lebih besar di Liga Champions. Disini posisi Madrid jauh lebih diuntungkan. Lawannya adalah tim papan tengah liga Inggris, Chelsea. Jika Madrid bisa menyingkirkan Chelsea, maka Ancelotti akan bertemu dengan tantangan sebenarnya. Yaitu antara Man City atau Bayern Munchen di semifinal.

Sumber referensi: AS, Football.Italia, Universal, Universal 2, ESPN, ESPN 2

AC Milan vs Napoli: Jangan Sepelekan Milan, Napoli Harus Membumi!

Genderang perang sesama wakil Italia di liga kasta tertinggi Eropa ini segera ditabuh. Layaknya sebagai kota mode yang fashionable, Milan bersolek rapi nan cantik hadapi tamu dari selatan Italia, Napoli.

AC Milan ditantang Napoli yang sedang marah besar dibantai 0-4 di Naples. Dengan segala cara Partenopei akan meluapkan dendamnya di laga ini. Namun di sisi lain, Liga Champions tak ubahnya menjadi DNA yang sudah sangat dirindukan bagi AC Milan. Rossoneri bagaimanapun mempunyai nostalgia indah di kompetisi ini.

Istanbul dan Pencapaian Napoli

Musim ini final Liga Champions akan dihelat di Istanbul. Di mana di 2005 silam Milan pernah menginjakan kaki di sana. Memori pencapaian Milan ketika itu kini menjadi motivasi tersendiri bagi pasukan Pioli. Meski berakhir pilu ketika harus dikalahkan Liverpool lewat drama comeback sensasional, Rossoneri tetap menyimpan rapi kenangan indah pencapaian itu.

Bicara Liga Champions, Milan tentu punya DNA tersendiri. Mereka selalu punya aura dan kekuatan tersendiri di kompetisi ini. Namun itu dulu, ketika mereka meraih tiga final di masa pelatih Carlo Ancelotti. Karena dalam beberapa tahun terakhir, DNA itu seperti hilang entah ke mana. Namun apakah DNA itu kembali menghinggapi Milan musim ini?

Sebaliknya, Napoli seperti buta akan DNA maupun pencapaian di kompetisi ini. Pencapaian Partenopei musim ini di Liga Champions hingga babak perempat final saja sudah menjadi rekor bagi mereka. Karena terakhir kali mereka di Liga Champions mentok hanya sampai babak 16 besar.

Tapi apakah itu akan jadi dasar bahwa Napoli tak akan bisa berbuat apa-apa di kompetisi ini? Faktanya mereka terus berambisi selagi performanya apik musim ini. Musim ini Partenopei bersama Spalletti masih menggila baik di domestik maupun Eropa.

Head To Head

Jika menilik head to head pertemuan keduanya, Milan dan Napoli asuhan Pioli dan Spalletti ini terbukti saling mengalahkan di kompetisi domestik. Di Serie A musim lalu, Milan pernah menang di Diego Armando Maradona Stadium 0-1. Begitupun Napoli yang bisa menang di San Siro juga dengan 0-1.

Di Serie A musim ini, mereka juga sudah bertemu dua kali. Yang pertama Partenopei sukses menang di San Siro 1-2. Sedangkan di Diego Armando Maradona Stadium Milan sukses membantai Napoli 0-4. Artinya, baik musim lalu maupun musim ini, head to head Pioli dan Spalletti masih imbang.

Akan tetapi skor 0-4 yang terpampang di Diego Armando Maradona Stadium akan menjadi pijakan terakhir kedua tim untuk saling intip kekuatan. Apa yang harus mereka lakukan di dua leg nanti di Liga Champions?

0-4 Jadi Momentum Sekaligus Catatan

Kekalahan memalukan dari Milan itu tentu menjadi pukulan bagi anak asuh Spalletti. Spalletti mengakui bahwa anak asuhnya ketika itu tampil kurang baik. Sebaliknya ia juga memuji Milan yang mampu memanfaatkan celah yang terlalu terbuka dari skuadnya.

Spalletti menyadari celah antar lini dan ketidakhadiran Osimhen menjadi biang kerok terbantainya mereka. Itu menjadi catatan besar bagi skuad mereka. Sebaliknya, kemenangan Milan itu bagi Pioli menjadi momentum kebangkitan mereka di sisa musim ini. Karena bagaimanapun Milan musim ini sering inkonsisten.

Sebelum kemenangan 0-4 melawan Napoli, mereka sempat kalah atas Fiorentina, imbang melawan Salernitana, dan kalah atas Udinese. Bahkan ketika pasukan Pioli menyimpan beberapa pemain pilarnya jelang laga melawan Napoli, mereka menderita deadlock kala menjamu Empoli di San Siro dengan skor akhir 0-0.

Namun justru di hari yang sama, hasil positif diraih Napoli yang kembali tanpa Osimhen. Kala melawan Lecce, Partenopei berhasil bangkit dari kekalahan 0-4 dengan menundukan tuan rumah Lecce 1-2.

Perang Taktik

Tema “perang taktik” antara kedua pelatih yang saling mengalahkan itu akan menjadi headline besar dua leg laga ini. Bagaimana tidak? Spalletti pernah mengakui kekalahan taktiknya ketika berhadapan dengan Pioli.

Dengan komposisi baru Pioli yang kembali ke format awal 4-2-3-1 menjadikan Milan kembali tampil mengerikan. Asal tahu saja, Pioli sejak kalah atas Inter di Piala Super Italia, serta dibantai Lazio dan Sassuolo di Serie A Januari lalu, ia mengubah taktik 4-2-3-1 menjadi tiga bek. Namun tuah tiga bek Pioli itu berjalan inkonsisten.

Maka dari itu, titik balik kembali ke 4-2-3-1 menjadi momentum kala melibas Napoli 0-4. Para pemain seperti Brahim Diaz maupun Rafael Leao kembali produktif di formasi itu. Rade Krunic bersama Tonali dan Bennacer semakin padu di lini tengah.

Sementara Spalletti, nampaknya kaget dengan “racikan lama rasa baru” Pioli itu. Ia harus kembali adaptasi terhadap taktik Pioli nanti. Dengan skuad yang kemungkinan akan tanpa Osimhen lagi, Napoli harus lebih agresif membongkar pertahanan Milan.

Masih dengan formasi andalan 4-2-3-1, Spalletti harus mencari ide lain ketika bintang mereka Kvaratskhelia dijaga ketat dua orang sekaligus oleh bek Milan seperti di pertemuan yang lalu.

Apalagi alternatif serangan dari dua full back mereka Di Lorenzo dan Mario Rui juga dijaga ketat. Sehingga mereka terpaksa melakukan crossing bukannya penetrasi seperti biasanya. Kalau di striker ada Osimhen sih tak masalah. Namun yang ada hanya Giovanni Simeone maupun Raspadori yang tubuhnya kecil dan tak lihai dalam duel.

Osimhen Berpengaruh?

Ketidakhadiran Osimhen memang menjadi masalah bagi Napoli. Musim ini Osimhen adalah predator Napoli di lini depan. Kehilangan Osimhen bak seperti kehilangan separuh kekuatan Napoli. Kata Spalletti di konferensi pers melawan Lecce, Osimhen belum bisa fit sepenuhnya di leg pertama melawan Milan. Namun jika di leg kedua nanti, ia berharap Osimhen sudah tersedia di skuad.

Pertanyaannya apakah dengan tidak adanya Osimhen mereka akan kembali kalah? Kalau ditelusuri lagi tanpa Osimhen sebenarnya Napoli tak usah terlalu khawatir. Dari 8 laga tanpa Osimhen musim ini, Napoli baru kalah sekali yakni ketika dibantai 0-4 Milan. Masih ingat ketika di pertemuan pertama Serie A yang dihelat di San Siro? Tanpa Osimhen Napoli bisa menang kok, 1-2.

Bumbu Luar Lapangan

Selain beberapa hal teknis pertandingan, laga ini juga dibumbui dengan perseteruan antara kedua pelatih di luar lapangan. Bahkan hingga merembet pada Direktur Teknis Milan, Paolo Maldini.

Spalletti dan Maldini diketahui cekcok setelah hasil 0-4 di Naples. Spalletti merasa tersinggung dan tak terima perlakuan Maldini di lorong stadion. Bagaimanapun perseteruan itu akan dibawa di laga Liga Champions nanti.

Begitupun Spalletti dan Pioli. Jelang laga melawan Lecce dan Empoli di Serie A, kedua pelatih seperti terlibat perang kata-kata. Perang itu dimulai ketika Spalletti mengomentari kekalahannya atas AC Milan hanyalah ajang pemanasan bagi skuadnya jelang Liga Champions. Hal itu pun ditanggapi malas oleh Pioli. Pioli mengatakan buat apa mengomentari hal yang tak penting dari Spalletti. “Buang-buang tenaga saja memikirkan Napoli,” kata Pioli.

Laga dalam rangka pembuktian DNA Eropa Milan serta pembalasan dendam Napoli akan semakin berwarna karena disertai pula dengan bumbu panas di luar lapangan. Hal ini tentu membuat laga ini dijamin makin sengit. Semakin sulit saja menebak siapa sebenarnya yang lebih layak mewakili supremasi Liga Italia di Liga Champions. Superioritas Napoli ataukah DNA Eropa AC Milan?

https://youtu.be/jpfU1QOkMcE

Sumber Referensi : theguardian, sempremilan, sofascore, footballitalia, sempremilan, uefa