Beranda blog Halaman 281

Berita Bola Terbaru 16 September 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

HASIL PERTANDINGAN

Paris Saint-Germain tumbang di kandang sendiri saat menjamu OGC Nice di lanjutan Ligue 1 2023/24. Les Parisiens kalah dengan skor 2-3. Nice unggul lebih dulu pada menit ke-21 lewat Terem Moffi. Mbappe membawa PSG menyamakan kedudukan pada menit ke-29. Nice kembali unggul pada menit ke-53 lewat Gaetan Laborde. Moffi mencetak gol keduanya di pertandingan ini pada menit ke-68 untuk melebarkan keunggulan Nice. Lalu Mbappe membawa PSG memperkecil ketertinggalan pada menit ke-87. Hasil ini jadi kekalahan pertama PSG di Ligue 1 musim ini.

Di negeri Jerman, Bayern Munchen dipaksa main imbang 2-2 oleh tim tamu Bayer Leverkusen dalam laga pekan ke-4 Bundesliga 2023/24, Sabtu (16/9) dini hari WIB. Kali ini Bayern dua kali unggul lewat gol Harry Kane menit ke-7 dan Leon Goretzka menit 86. Leverkusen pun dua kali menyamakan kedudukan melalui Alex Grimaldo di menit 84 dan Exequiel Palacios menit 90+4.

KLOPP MARAH DITANYA SOAL SALAH, ADA MASALAH?

Juergen Klopp emosi kepada wartawan ketika ditanya soal masa depan anak asuhnya di Liverpool, Mohamed Salah. Hal itu ditanyakan oleh wartawan dalam konferensi pers jelang duel kontra Wolverhampton Wanderers. Ketertarikan Al-Ittihad terhadap Mo Salah memang menimbulkan kekhawatiran bagi suporter Liverpool. Situasi tersebut memaksa Klopp untuk berkali-kali meyakinkan fan tentang masa depan bomber andalannya.

KLOPP WAS-WAS TERKAIT SKUADNYA JELANG LAWAN WOLVES

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengonfirmasi Trent Alexander-Arnold akan absen saat melawan tuan rumah Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (16/9). Alexander-Arnold mengundurkan diri dari tugas internasionalnya bersama Inggris karena cedera hamstring. Klopp juga was-was karena Darwin Nunez mengalami masalah otot saat membela Uruguay di jeda internasional. Belum dipastikan apakah Nunez bisa main atau tidak lawan Wolves.

TEN HAG DI MU: SAYA TIDAK MELIHAT BUDAYA BAIK DI SINI

Manajer Manchester United Erik ten Hag menyatakan budaya disiplin sebelum dirinya menangani Setan Merah tidak bagus, sehingga dia mempunyai kewajiban untuk mengubahnya. Maka dari itu, pelatih asal Belanda tersebut akan menetapkan standar tinggi. Sebagai pelatih akan selalu menjaga standar tersebut. “Garis keras adalah apa yang diminta klub kepada saya karena ada budaya yang buruk sebelum musim lalu,” katanya.

GUNDOGAN DINYATAKAN FIT, SIAP HADAPI REAL BETIS

Xavi telah mengonfirmasi tidak ada pemain yang kembali dari jeda internasional dengan cedera. Ilkay Gundogan yang sempat alami cedera punggung saat perkuat Timnas Jerman, kini dinyatakan fit untuk bergabung kembali dengan skuad El Barca. Gundogan telah dimasukkan dalam skuad untuk menghadapi Real Betis. Xavi akan melakukan keputusan terakhir pada susunan pemainnya sebelum kick off dengan Joao Cancelo berpotensi untuk menjadi starter pertama.

ALLEGRI BUKA SUARA SOAL KASUS DOPING PAUL POGBA

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri buka suara untuk pertama kalinya soal kasus doping Paul Pogba. Allegri mengatakan bahwa dia hanya bisa menunggu karena proses kasus itu masih berjalan. “Kami fokus pada apa yang kami miliki. Kami memiliki pertandingan penting besok dan kami harus menghadapinya dengan cara terbaik.” Tanpa kasus ini pun, Pogba sudah bermasalah sejak dipulangkan dari MU tahun lalu. Dia baru bermain total 200 menit karena terus menerus diterpa cedera.

EVERTON RESMI PUNYA PEMILIK BARU

Everton mengumumkan bahwa perusahaan investasi Amerika, 777 Partners, telah resmi mengakuisisi mayoritas saham klub. Akuisisi ini mencakup seluruh saham yang dimiliki oleh Farhad Moshiri, yang sebelumnya merupakan pemegang mayoritas saham klub tersebut. Dalam pernyataan resmi klub, disebutkan bahwa 777 Partners akan mengakuisisi 94.1 persen saham Everton FC.

INI WAKTUNYA KALVIN PHILLIPS BUKTIKAN KUALITASNYA DI MAN CITY

Menurut pelatih Pep Guardiola, Kalvin Phillips menolak kesempatan meninggalkan Manchester City dengan status pinjaman demi memperjuangkan tempatnya di tim. Ahli taktik asal Spanyol itu menegaskan bahwa sang gelandang memiliki masa depan di tim, terutama karena cederanya beberapa pemainnya. Kalvin Phillips wajib membuktikan kualitasnya bersama City, karena dia masuk skuad yang didaftarkan di Liga Champions.

BARCELONA RAMAIKAN PERBURUAN NICO WILLIAMS

Barcelona tertarik pada pemain sayap Athletic Bilbao Nico Williams, yang tetap terbuka untuk kemungkinan pindah. Menurut ESPN pada Jumat, 15 September 2023, klub Catalan ini menantikan jendela transfer musim panas 2024, dengan direktur sepak bola barunya Deco sudah berusaha keras dan ingin menguji potensi pergerakannya.

BAHAGIA DI BARCA, XAVI AKAN TEKEN KONTRAK BARU DI BARCA

Dilansir Goal Internasional, Xavi Hernandez mengonfirmasi bahwa dirinya telah mencapai kesepakatan dengan Barcelona terkait kontrak barunya di Camp Nou. Saat didatangkan ke Camp Nou pada 2021, Xavi menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun alias hingga Juni 2024. Tapi, Xavi benar-benar membuat kubu Barcelona bangkit hingga akhirnya bisa merengkuh juara La Liga musim lalu. Ia pun bahagia bisa lebih lama lagi melanjutkan proyeknya bersama Blaugrana.

SAAT MESSI MERASAKAN FRUSTRASI DI INTER MIAMI

Pelatih Inter Miami, Tata Martino mengungkapkan jika Lionel Messi sempat merasakan frustrasi. Hal itu dirasakan pemain berjuluk La Pulga beberapa pekan lalu. Messi benar-benar merasakan itu saat Inter Miami ditahan imbang Nashville pada 30 Agustus 2023. Messi disebut frustasi karena dia tak mau timnya hanya meraih hasil imbang. Tata Martino menyebut, dia merasa kecewa lantaran mentalitas yang terbangun hanyalah untuk menang.

DEBUT SANGAR NEYMAR DI LIGA ARAB SAUDI

Neymar akhirnya debut bersama klub barunya, Al Hilal. Bomber Brasil itu masuk sebagai pemain pengganti pada laga yang dimenangkan timnya dengan skor 6-1 atas Al Riyadh. Pertandingan dengan meraih kemenangan 6-1 ini menjadi debut manis Neymar di Liga Pro Saudi bersama Al Hilal. Meski tidak mencetak gol di laga ini, kehadiran Neymar berdampak pada terciptanya gol tambahan Al Hilal dengan sumbangan satu assist-nya.

HASIL DRAWING PIALA DUNIA U17

FIFA resmi menggelar undian Piala Dunia U-17 2023 di Zurich, Swiss, Jumat (15/9/2023). Sebagai tuan rumah, Timnas Indonesia dipastikan masuk dalam grup A. Lawan yang dihadapi Skuat Garuda bisa dikatakan masuk dalam level menengah ke atas. Yakni Ekuador wakil Amerika Selatan, Panama wakil CONCACAF, dan wakil Afrika Maroko. Undian Piala Dunia U-17 2023 ini menghasilkan dua grup neraka. Kedua grup tersebut adalah grup C dan grup D.

KAPTEN TIMNAS U17: KAMI SIAP CETAK SEJARAH

Kapten Timnas Indonesia U-17, Iqbal Gwijangge mengakui persaingan Grup A terbilang berat namun para pemain siap cetak sejarah di Piala Dunia U-17 2023. “Semua negara di Grup A berat. Tetapi, sebagai tuan rumah dengan didukung suporter kita yakin bisa berbuat yang terbaik. Pemain semua juga yakin akan bisa mencetak sejarah,” ujar Iqbal. Pada pertandingan pertama, Indonesia akan lebih dulu menghadapi Ekuador pada 10 November. Tiga hari berselang, skuad arahan Bima Sakti itu bakal melawan Panama. Di laga terakhir, Iqbal Gwijangge dan kolega akan menantang Maroko pada 16 November 2023.

DAFTAR SKUAD TIMNAS INDONESIA ASIAN GAMES

Timnas Indonesia U24 akan bertanding di Asian Games 2022. Dalam daftar pemain yang telah dirilis, terdapat nama-nama yang sudah familiar menjadi tulang punggung di timnas senior. Nama-nama tersebut adalah Rizky Ridho, Alfeandra Dewangga, Rachmat Irianto, Ramai Rumakiek, dan Ramadhan Sananta. Selain itu ada pula nama pemain muda macam Hugo Samir dan George Brown. Serta beberapa alumni Sea Games 2023 juga masuk, seperti Beckham, Ernando, Bagas, dan Robi Darwis.

MEREKRUT POGBA ADALAH KESALAHAN BESAR JUVE

Kasus Paul Pogba positif doping telah menarik perhatian jutaan pasang mata termasuk salah satu legenda Juventus, Alessio Tacchinardi. Dilansir Goal, mantan gelandang Juve itu menyayangkan sekali keputusan klub jagoannya ini mendatangkan kembali Paul Pogba tahun lalu. Menurutnya, itu keputusan yang salah kaprah. Juve seakan tak berkaca pada banyaknya bukti kalau pemain-pemain lain yang kembali ke Italia dan tak mampu membuktikan kualitasnya lagi. Dan kini, dengan kasus yang menimpa Pogba, itu akan menjadi kerugian besar bagi klub.

DE KATELAERE SIAP BIKIN MILAN NYESEL

Tak lama setelah merampungkan kepindahannya ke Atalanta, Charles De Katelaere ingin membuktikan kepada klub induknya, yakni AC Milan kalau mereka salah telah meminjamkannya. Dilansir Goal, meski tak merasa terusir dari San Siro, pemain internasional Belgia itu bertekad untuk tampil moncer bersama klub barunya saat ini. Ia ingin membuktikan ke semua orang kalau dirinya adalah pemain yang sangat berharga. “Saya akan bikin kalian semua tahu siapa saya sebenarnya,” seru de Ketelaere.

LORD BENDTNER LEBIH HEBAT DARI HOJLUND?

Pernyataan cukup kontroversial keluar dari mulut mantan pelatih Rasmus Hojlund, Christian Mouroux tentang mantan anak asuhnya itu. Dilansir The Sun, Mouroux mengenal betul sosok Hojlund. Ia pernah jadi pelatihnya waktu sang pemain masih berusia 12 tahun. Menurut Mouroux, Hojlund memang pemain hebat namun ia tidak lebih hebat dari seniornya, Nicklas Bendtner. Mouroux pun menjelaskan perbedaannya. Menurutnya, Bendtner merupakan pesepakbola yang memiliki bakat alami dalam dirinya. Namun, dengan bakatnya yang luar biasa, ia jadi menyepelekan banyak hal. Dan itulah yang membuat karir Bendtner tak begitu cemerlang.

HANNIBAL MEJBRI DIINCAR BESIKTAS

Bintang muda Manchester United, Hannibal Mejbri dikabarkan tengah jadi incaran salah satu klub Turki, Besiktas. Dilansir The Sun, Besiktas menginginkan Hannibal dengan status pinjaman. Di menit-menit akhir bursa transfer Liga Turki, Besiktas tengah berada dalam negosiasi dengan pihak Manchester United. Mantan klub Wout Weghorst itu ingin memperkuat lini tengah mereka dan pemain pekerja keras seperti Hannibal dirasa cocok bermain di Besiktas.

IBU MAGUIRE JENGKEL ANAKNYA DIKRITIK TERUS

Melihat anaknya terus dihujat dan dijadikan kambing hitam, Ibu dari Harry Maguire akhirnya angkat bicara. Dilansir ESPN, Ibu Maguire, Zoe dengan terbuka membela putranya yang jadi bulan-bulanan fans akibat performa buruk belakangan ini. “Sebagai seorang ibu, melihat tingkat komentar negatif dan kasar yang diterima putra saya dari beberapa penggemar, pakar, dan media adalah hal yang memalukan dan sama sekali tidak dapat diterima,” kata Zoe. Seharusnya fans lebih bisa menaruh hormat pada pemain yang telah membela nama baik negara di kancah dunia.

JONJO SHELVEY KE TURKI

Setelah gagal membuktikan diri di Nottingham Forest, Jonjo Shelvey akhirnya memutuskan untuk hijrah ke Liga Turki di bursa transfer musim panas ini. Dilansir Tribal Football, klub Turki yang telah mengamankan jasa mantan pemain Newcastle United itu adalah Caykur Rizespor. Kabarnya, gelandang berkepala plontos itu bergabung dengan Rizespor dengan status pinjaman untuk musim ini. 

PSG INGIN MBAPPE DITUKAR DENGAN LIMA PEMAIN MADRID

PSG akan dengan senang hati melepas Kylian Mbappe ke Real Madrid dengan satu syarat. Jika Madrid benar-benar serius menginginkan Mbappe, mereka harus mau menjual lima pemainnya kepada PSG. Dilansir Sportbible, Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi dilaporkan tertarik untuk menandatangani lima pemain penting Real Madrid. Dari kelima pemain yang masuk dalam daftar, salah satunya adalah Vinicius Jr.

REECE JAMES DIINCAR MADRID

Kabar mengejutkan datang dari Real Madrid. Klub asal Ibu Kota Spanyol itu kembali menghidupkan minat pada bek sayap Chelsea, Reece James. Dilansir AS, Madrid sedang mencari penerus jangka panjang dari Dani Carvajal yang sudah tak muda lagi. Meski sang pemain kerap bermasalah dengan cedera lututnya, itu tak mengurungkan niat Madrid untuk tetap menjadikan James target utama di bursa transfer mendatang. Kabarnya, Madrid akan mulai bergerak di bursa transfer musim panas tahun 2024.

ARSENAL SIAP PERPANJANG KONTRAK ODEGAARD & BEN WHITE

Arsenal dikabarkan tengah dalam pembicaraan akhir dengan Martin Odegaard dan Ben White soal perpanjangan kontrak. Dilansir Daily Mail, keduanya merupakan pemain kunci di skuad utama Mikel Arteta. Odegaard jadi prioritas utama karena masa kontraknya akan habis akhir musim mendatang. Sedangkan White masih menyisakan tiga tahun. Tapi Arteta tak ingin kehilangan sang pemain dalam waktu dekat. Jadi, mengikatnya dengan kontrak jangka panjang adalah jalan yang tepat.

LEGENDA BELANDA PUJI IVAR JENNER

Usai tampil apik di Kualifikasi Piala Asia 2023 melawan Turkmenistan, Ivar Jenner mendapat pujian setinggi langit dari legenda Timnas Belanda. Dilansir Bola Okezone, legenda Belanda sekaligus Direktur Teknik FC Utrecht, Tim Gilissen menyebut Jenner merupakan pemain yang berpotensi besar. Ia membuktikannya dengan cara yang baik dan meyakinkan. Tak salah jika Utrecht akhirnya memperpanjang kontrak Jenner untuk tiga tahun ke depan.

Siapa Sangka, 7 Pelatih Hebat Yang Ternyata Seperguruan Dengan Pep Guardiola!

0

Pep Guardiola selalu dipandang sebagai pelatih yang revolusioner. Taktik yang dipakai selalu jadi tren di dunia kepelatihan. Tapi Pep juga belajar dari dua pelatih hebat sebelumnya. Yaitu bersama Johan Cruyff dan Louis Van Gaal

Sudah bukan rahasia kalau Pep banyak mengambil inspirasi dari permainan cair ala Johan Cruyff. Dan Pep juga banyak belajar soal kepelatihan saat Louis Van Gaal jadi pelatihnya di Barcelona. Tapi ternyata bukan Pep saja yang belajar dari dua pelatih tersebut. Siapa sangka, 7 pelatih hebat ini ternyata seperguruan dengan Pep Guardiola.

Ernesto Valverde

Sama seperti Pep Guardiola, Ernesto Valverde juga mempelajari sepak bola cari dari Johan Cruyff. Valverde tiba di Barcelona di tahun 1988. Ia adalah bagian dari revolusi klub yang ditetapkan Cruyff saat itu. Bersama, mereka mempersembahkan satu Piala Winners Eropa dan satu Copa del Rey. Valverde bertahan di Barca selama dua tahun sebelum akhirnya pindah ke Athletic Bilbao.

Setelah pensiun di tahun 1997, ia melanjutkan karirnya sebagai pelatih. Awalnya sebagai pelatih tim akademi Bilbao di tahun 1997. Sampai di tahun 2003, ia pun dipercaya untuk melatih tim senior Bilbao. Ia sempat melatih berbagai klub dari Espanyol, Olympiakos, Villarreal, dan Valencia. Di tahun 2017, ia bahkan sempat melatih Barcelona.

Prestasi yang ia bawa ke klub-klubnya itu juga tidak bisa disepelekan. Yaitu tiga kali juara liga Yunani, dua piala liga Yunani, satu Copa del Rey bersama Barca, dua gelar La Liga untuk Barca, dan dua Piala Super Spanyol masing-masing untuk Barca dan Bilbao.

Saat Valverde melatih Barca, ia pernah berkata kalau dirinya yakin Cruyff akan bangga dengan tim asuhannya. Dikutip dari Tribuna, ia berkata: “Dia pasti bangga, anda dapat melihat klub ini memiliki kesamaan gaya yang sudah ditentukan. Mari kita nikmati”

Frank Rijkaard

Frank Rijkaard dan Johan Cruyff pernah bekerjasama saat Cruyff masih melatih Ajax Amsterdam. Rijkaard adalah gelandang andalan Cruyff saat itu. Mereka menghabiskan waktu bersama di Ajax hanya dua tahun. Di tahun 1985 sampai 1987.

Tapi selama dua musim itu, mereka dapat banyak gelar. Diantaranya satu gelar liga, dua piala liga Belanda, dan satu Piala Winners Eropa. Rijkaard dan Cruyff sebenarnya sangat dekat. Tapi sifat Rijkaard yang suka memberontak membuat mereka sempat berseteru di tahun 1987.

Rijkaard pensiun di tahun 1995 dan langsung jadi pelatih yang hebat. Di tahun 2003 ia jadi pelatih Barcelona. Dan terinspirasi dari Cruyff, Rijkaard juga melakukan revolusi di Camp Nou.

Sebelum dilatih Rijkaard, Barca bukanlah klub yang ditakuti. Tapi Rijkaard kemudian mendatangkan Ronaldinho dan Deco. Kemudian lebih memberi kepercayaan pada pemain akademi seperti Andres Iniesta, Xavi Hernandez, dan Lionel Messi.

Ia jadi pelatih Barca selama lima tahun. Mendatangkan berbagai gelar untuk Barca seperti dua gelar La Liga, dua Piala Super Spanyol, dan satu Liga Champions. Sampai akhirnya di tahun 2008, ia digantikan oleh Pep Guardiola.

Julen Lopetegui

Dibandingkan dua nama sebelumnya, Julen Lopetegui mungkin bukan pemain yang terlalu krusial untuk Johan Cruyff. Ia adalah penjaga gawang cadangan di Barcelona. Tapi sering duduk di pinggir lapangan membuatnya jadi lebih bisa memperhatikan taktik yang diterapkan Cruyff.

Setelah pensiun di tahun 2002, ia pun jadi pelatih. Awalnya ia jadi pelatih Rayo Vallecano dan Real Madrid Castilla. Tapi nama besarnya mulai terbentuk saat ia membawa timnas Spanyol U-19 dan U-20 juara Euro. Ia pun dipercaya untuk melatih timnas senior Spanyol.

Meskipun mencatatkan hasil unbeaten di 20 pertandingan selama 3 tahun di timnas Spanyol, ia dipecat hanya dua hari sebelum Piala Dunia 2018 dimulai. Masalahnya karena ia menerima tawaran Real Madrid tanpa sepengetahuan federasi sepak bola Spanyol.

Sayangnya di Madrid ia malah hancur. Belum setengah musim di Madrid, ia pun dipecat. Lopetegui langsung bisa mengembalikan kehormatannya setelah melatih Sevilla. Disitu ia membawa Sevilla juara Europa League musim 2019/20.

Ronald Koeman

Saat Johan Cruyff datang ke Barcelona di tahun 1988, ia meminta satu orang untuk dibeli. Orang itu adalah Ronald Koeman yang sudah jadi bek andalannya di Ajax. Di situlah Koeman dan Pep Guardiola bertemu sebagai rekan setim. Dan ketertarikan mereka yang sama terhadap taktik dari Cruyff membuat Koeman dan Pep jadi teman akrab.

“Dia ingin tahu segalanya, lebih daripada pemain lain. Dia ingin tahu tentang sepak bola satu sentuhan, permainan posisi, atau umpan-umpan di ruang sempit. Pep sangat menyukai cara Cruyff bermain di Barcelona.” Kenang Koeman dikutip dari Eurosport.

Tapi Ronald Koeman tidak hanya menyerap ilmu dari Johan Cruyff. Ia juga belajar banyak dari Louis Van Gaal. Saat Van Gaal datang melatih Barcelona di tahun 1998, ia membawa Koeman sebagai asistennya.

Mereka membawa Barca juara La Liga di tahun 1999. Tapi saat Van Gaal hengkang dari Camp Nou di tahun 2000, Koeman pergi ke Vitesse untuk memulai karirnya sendiri. Setelah itu karir Koeman sebagai pelatih langsung melejit. Ia mempersembahkan dua piala super Belanda, tiga kali juara Liga Belanda, dan dua kali juara Copa del Rey yang salah satunya bersama Barcelona.

Luis Enrique

Nah, dari para murid Johan Cruyff, kini beralih ke para muridnya Louis van Gaal. Mungkin salah satu yang paling sukses adalah Luis Enrique. Enrique bermain untuk Barca selama dua periode Van Gaal. Yaitu 1997 sampai 2000 dan 2002 sampai 2003.

Selama masa pemerintahan Van Gaal itu Barca bisa dapat dua gelar La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super UEFA. Enrique memuji Van Gaal sebagai pelatih terbaik yang pernah ia temui. Ia juga mengaku telah banyak belajar dari Van Gaal.

“Dia adalah salah satu pelatih terbaik yang pernah kami miliki. Dia sangat pekerja keras dan tegas. Van Gaal adalah orang yang penting dalam karir saya. Tidak hanya dalam hal sepak bola tapi juga tingkat pribadi. Saya belajar banyak darinya”

Setelah belajar banyak dari Van Gaal, Enrique tumbuh jadi pelatih yang bergelimang prestasi. Terutama saat ia melatih Barcelona. Ia mempersembahkan tiga Copa del Rey, dua La Liga, dan satu Champions League. Termasuk treble winner di musim 2014/15. Ditambah UEFA Super Cup dan Piala Dunia antar klub.

Phillip Cocu

Sama seperti Enrique, Phillip Cocu adalah pemain kesayangan Van Gaal ketika di Barcelona. Selain Messi, Cocu adalah salah satu pemain asing dengan penampilan terbanyak di Barca. Ia bermain untuk blaugrana dari tahun 1998-2004 dengan setidaknya mencatatkan 30 pertandingan setiap musimnya.

Setelah pensiun di tahun 2008, ia melanjutkan karir sebagai asisten pelatih timnas Belanda. Setelah itu ia memulai karir sebagai pelatih kepala di PSV Eindhoven. Cocu mengatakan kalau ia belajar banyak soal taktik dari Van Gaal.

“Dia mengajarkan saya skill taktis dan caranya bersama tim. Secara taktis, ia selalu kuat. Dia menjadikan saya lebih baik.” Kenangnya.

Sebagai pelatih, Cocu mungkin tidak sepopuler saat ia menjadi pemain di Barca. Tapi bukan berarti ia bukan pelatih yang hebat. Ia menjadikan PSV jadi tim yang ditakuti di Belanda. Di bawah kepemimpinannya, PSV tiga kali juara Eredivisie, dua kali piala super Belanda, dan sekali KNVB Cup.

Jose Mourinho

Sudah banyak yang tahu kalau Mourinho dan Pep sempat berteman saat di Barcelona. Tapi tidak banyak yang tahu kalau Jose Mourinho belajar banyak dari Louis Van Gaal. Tidak hanya soal taktik sepak bola, tapi juga dalam hal sifat dan personalitas.

Mourinho sudah berada di Barcelona sejak era Bobby Robson sebagai penerjemah. Saat Van Gaal datang menggantikan Robson, Mou tetap di Barca dan ditarik jadi asisten pelatihnya.

Mungkin tidak perlu dijelaskan panjang lebar lagi bagaimana kehebatan Mou sebagai pelatih. Ia selalu membawa tim yang dilatihnya dapat gelar juara. Ya, kecuali Tottenham.

Sumber referensi: Guardian, Marca, Tribuna, Daily, Eurosport, B/R, Sportstar

Tergabung Grup “Mudah”, Indonesia OTW 16 Besar Piala Dunia U-17?

0

Timnas Indonesia tak bergabung dengan negara-negara unggulan macam Brazil, Jepang, Argentina, atau Prancis dalam pembagian grup Piala Dunia U-17. Sebagai tuan rumah, Indonesia diuntungkan karena berada di POT 1.

Setelah gagal menyelenggarakan Piala Dunia U-20, ajang Piala Dunia U-17 bakal jadi penawar rasa sakit. Dalam edisi ke-19 kali ini, Indonesia bakal jadi negara Asia Tenggara pertama yang diberi kehormatan untuk menggelar ajang internasional sebesar Piala Dunia. 

Turnamen ini akan sangat krusial bagi perkembangan generasi masa depan pesepakbola tanah air. Karena adik-adik kita akan tampil di kompetisi akbar untuk pertama kali dalam hidupnya. Ya, Indonesia memang baru pertama kali ikut ajang Piala Dunia. Dengan menjadi debutan dan bermain di hadapan publik sendiri, bagaimana peluang Garuda Muda di Piala Dunia U-17?

Hasil Drawing

Drawing Piala Dunia U-17 yang berlangsung di Kota Zurich, Swiss menempatkan Timnas Indonesia U-17 di Grup A. Pasukan Garuda Muda tergabung satu grup dengan Maroko, Ekuador, dan Panama. Hasil drawing ini patut disyukuri karena Indonesia terhindar dari lawan-lawan sulit di fase grup. Pun terhindar dari “Grup Neraka”.

Timnas Indonesia akan memulai pertandingannya di fase grup pada November 2023 mendatang. Piala Dunia U-17 sendiri akan digelar di empat stadion, di antaranya Jakarta International Stadium, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Stadion Jalak Harupat Bandung, dan Stadion Manahan Solo.

Keempat tim itu akan saling jegal untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar. Nantinya di babak penyisihan grup, enam tim juara grup, enam runner-up, dan empat tim peringkat tiga terbaik berhak melaju ke babak 16 besar. Dengan begini, peluang Indonesia untuk lolos fase grup di Piala Dunia U-17 sangatlah terbuka.

Peta Kekuatan Tim Lawan

Meski terbilang mudah, Indonesia harus tetap waspada. Apalagi Indonesia berstatus debutan. Sebagai anak baru, bukan tidak mungkin Timnas Indonesia akan demam panggung, terutama ketika nanti menghadapi tim-tim terbaik dari belahan dunia lain. Salah satu yang harus diwaspadai adalah mental bermain dan pengalaman dari ketiga kontestan lain.

Timnas Maroko dan Ekuador adalah dua tim yang paling berbahaya di grup ini. Maroko baru saja menjadi finalis Piala Afrika U-17, sedangkan Timnas Ekuador U-17 baru menelan dua kekalahan sepanjang tahun 2023. Bahkan Ekuador sudah pernah menaklukkan Argentina April lalu.

Dengan mengusung formasi 4-3-3 menyerang, Ekuador mengandalkan kecepatan, terutama di sektor sayap. Di situ Ekuador punya Kendry Paez, pemain kidal yang memiliki mobilitas tinggi. Selain pergerakannya yang liar sehingga, Paez juga termasuk pemain kreatif yang sering menciptakan peluang melalui umpan-umpan pendek cepat.

Sementara itu, Timnas Maroko juga mengandalkan kecepatan, terutama dalam melakukan serangan balik. Singa Atlas bahkan sanggup menghasilkan peluang meski sentuhan bolanya minim. Umpan daerah saat serangan balik menjadi andalan Timnas Maroko. Hal itu bisa berhasil karena mereka memiliki pemain sayap Jong Ajax, Zakaria Ouzane

Ia adalah pemain Maroko yang pergerakannya patut diwaspadai. Dengan torehan tiga gol, Zakaria tercatat sebagai pencetak gol terbanyak ketiga di Piala Afrika U-17 2023 kemarin. Sementara Panama adalah tim yang sebenarnya tidak sehebat dua tim itu. Bahkan Panama menjadi tim yang tidak diunggulkan.

Namun begitu, soal postur pemain, Panama tidak kalah. Meski masih belia, para pemain Panama sanggup memenangkan duel berkat posturnya yang mendukung. Salah satunya sang gelandang, Joshua Pierre yang berbadan kekar. 

Ekuador Paling Berpengalaman

Dari tiga pesaing itu, Ekuador menjadi tim yang paling berpengalaman di Piala Dunia U-17. Mereka tercatat sudah enam kali lolos ke putaran final. Prestasi terbaik duta Amerika Selatan itu ialah menembus perempat final. Adapun Maroko dan Panama, masing-masing baru menjalani partisipasi kedua dan ketiga di Piala Dunia U-17. Keduanya mencatatkan capaian maksimal dengan sekali menembus babak 16 besar.

Lantaran menjadi yang paling berpengalaman, Ekuador sudah terbiasa menerima tekanan di kompetisi sebesar Piala Dunia. Apalagi mereka akan jadi lawan pertama skuad Garuda Muda di babak penyisihan Grup A. Hasil dari pertemuan ini akan sangat berpengaruh pada mental anak asuh Bima Sakti. Jika berhasil mencuri poin dari Ekuador, kemungkinan besar mental Iqbal Gwijangge dan kolega akan naik dan itu akan jadi suntikan motivasi di laga-laga berikutnya.

Persiapan Timnas Indonesia

Tapi tunggu dulu. Sebelum berbicara bagaimana peluang Indonesia di ajang kali ini, emang persiapan Timnas Indonesia U-17 sudah sejauh apa? Kan Indonesia baru ditunjuk jadi tuan rumah Piala Dunia U-17 pada Juni lalu. Itu juga gara-gara gantiin Peru yang memutuskan untuk mengundurkan diri dengan alasan infrastruktur.

Setiap tim peserta Piala Dunia U-17, termasuk Indonesia, melakukan evaluasi kekuatan dan peluang mereka dalam turnamen ini. Melihat hasil drawing, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan kalau skuad Garuda Muda wajib bersiap secara maksimal untuk menjalani tiga laga penyisihan di Piala Dunia U-17. 

Dengan masa persiapan yang hanya menyisakan beberapa hari lagi, Indonesia U-17 akan menjalani pemusatan latihan intensif dan laga uji coba di Jerman. Di sana mereka akan berlatih dengan menggunakan fasilitas kelas wahid yang dimiliki oleh Borussia Dortmund. 

Kabarnya, PSSI akan mengontak beberapa klub Bundesliga dan negara-negara terdekat untuk melakoni uji coba. Program singkat ini akan dijalankan oleh skuad yang sudah dibentuk sebelumnya oleh Bima Sakti mulai tanggal 18 September hingga 24 Oktober mendatang.

Bima Sakti juga memanggil beberapa pemain-pemain keturunan seperti Welber Jardim yang bermain untuk salah satu klub Brazil, Sao Paulo. Menurut Bolasport, Jardim bukan satu-satunya pemain yang dipantau oleh PSSI. Masih ada beberapa pemain diaspora yang berpotensi akan membela Garuda Muda di Piala Dunia U-17.

Peluang Indonesia di Piala Dunia U-17

Dengan regulasi yang ada dan peta kekuatan Grup A, Indonesia masih memiliki peluang yang besar untuk lolos ke babak 16 besar Piala Dunia U-17. Meski akan melawan Maroko dan Ekuador, yang kemungkinan bakal menyulitkan Garuda muda, Bima Sakti percaya kalau masih banyak jalan menuju roma.

Seperti yang sudah disampaikan di awal, Indonesia memiliki tiga jalur untuk memastikan diri lolos ke fase gugur. Jika untuk menjadi juara grup terlalu sulit, Garuda Muda bisa mengincar peringkat kedua. Apabila masih juga kesulitan, Timnas Indonesia harus memperebutkan salah satu dari empat jatah peringkat ketiga terbaik yang diperebutkan enam tim.

Jika ingin mengamankan peringkat tiga terbaik, Indonesia harus bermain rapi di tiga pertandingan penyisihan grup. Mereka harus rajin-rajin mencetak gol atau setidaknya tidak sering memungut bola dari gawangnya sendiri. 

Mulai dari sekarang, Bima Sakti harus menyiapkan strategi terbaik untuk mengantisipasi permainan ketiga pesaing Indonesia itu. Meski kapasitasnya sempat diragukan, kita percayakan saja nasib Garuda Muda padanya. In Bima we trust!

Sumber: Kompas, FIFA, Goal, CNN, Transfermarkt

Deportivo La Coruna si Penakluk Para Legenda di Champions League

0

“Sebuah dongeng yang terlalu baik untuk jadi nyata”. Mungkin itu yang kalian pikirkan saat membaca judul ini. Apalagi kalau kalian lupa betapa hebatnya Deportivo La Coruna di era 2000-an awal. Dan diantara kisah-kisah heroik Deportivo, yang paling menakjubkan adalah saat mereka sampai ke semifinal Champions League 2004.

Memang, kisah Liga Champions 2003/04 sangat identik dengan FC Porto dan kisah Jose Mourinho yang mekar sebagai pelatih legendaris. Tapi perjalanan Deportivo juga tidak kalah hebatnya. Mereka adalah penantang raksasa dan penakluk para legenda di Eropa.

Skuad Pincang

Pelatih Deportivo saat itu, Javier Irureta patut menerima pujian atas fakta tersebut. Sejak kedatangannya di tahun 1998, Irureta telah mengubah Deportivo dari tim medioker jadi tim yang serius menantang kandidat juara La Liga.

Bahkan ia membawa Los Herculinos dapat piala di hampir setiap musim. Dimulai dengan La Liga di tahun 2000. Kemudian Spanish Super Cup di musim 2000/01 dan 2002/03. Serta piala Copa Del Rey di musim 2001/02.

Di musim 2002/03, mereka mencatatkan 22 kemenangan di Liga. Jumlah yang sama dengan Real Madrid yang finis sebagai juara. Sayangnya Deportivo hanya duduk di peringkat ke-3 La Liga dengan mengoleksi 72 poin. Setidaknya, Deportivo masih bisa kebagian tiket Liga Champions untuk musim 2003/04.

Sialnya, mereka memasuki musim 2003/04 dengan kondisi pincang. Beberapa pemain yang merupakan pemain penting di awal-awal karir Irureta pergi. Striker asal Belanda, Roy Makaay, yang mencetak 29 gol di liga pergi ke Bayern Munchen. Begitu pula dengan bek andalan Donato yang memutuskan pensiun.

Tapi ternyata kepergian Makaay sebagai pencetak gol tidak terlalu buat fans khawatir. Terutama setelah Walter Pandiani pulang dari masa peminjamannya di Real Mallorca. Ia langsung bisa mengisi kekosongan peran pencetak gol utama Deportivo.

Nyaris Pupus di Fase Grup

Duduk di peringkat ketiga La Liga musim sebelumnya mengharuskan Deportivo masuk Champions melalui jalur kualifikasi. Setelah mengalahkan wakil Norwegia, Rosenborg dengan mudah, Deportivo dimasukkan ke Grup C. Grup ini berisikan raksasa Prancis AS Monaco, tim kuat dari Belanda PSV Eindhoven, dan wakil Yunani AEK Athens.

Di leg pertama penyisihan grup, Herculinos masih bisa mengatasi lawan-lawan mereka dengan mudah. Menahan imbang 1-1 lawan Athens, menang 2-0 lawan PSV, bahkan bisa mengatasi Monaco dengan skor 1-0.

Tapi di leg kedua lah yang jadi ujian buat pasukan Irureta. Pada sebuah malam di Stade Louis, Deportivo dipermalukan AS Monaco dengan skor 8-3. Saat itu, hasil tersebut jadi rekor skor terbesar dalam sejarah Champions League.

Dado Prso jadi pahlawan Monaco malam itu dengan mencetak 4 gol. Jerome Rothen, Ludo Giuly, Jaroslav Plasil, dan Edouard Cessie mencetak satu gol untuk Monaco. Sementara Deportivo hanya bisa membalas lewat dua gol dari Diego Tristan dan satu gol dari Lionel Scaloni.

Pertandingan memalukan itu hampir memupuskan harapan Deportivo di Liga Champions. Untungnya mereka cukup terbantu dengan kemenangan 3-0 lawan Athens. Itu membuat los herculinos tetap lolos berkat unggul agresivitas gol. Meskipun di pertandingan terakhir fase grup, mereka kalah 3-2 lawan PSV.

Mengalahkan Juventus di Babak 16 Besar

Deportivo finis sebagai runner up grup. Itu membuat mereka dipertemukan dengan Juventus yang menjuarai Grup D. Tentu saja Juventus jadi tim yang lebih diunggulkan. Juventus saat itu masih diperkuat Del Piero, Trezeguet, Nedved, dan Buffon.

Belum lagi fakta kalau Juve sudah pernah mengalahkan dan menyingkirkan Deportivo di Champions League 2002/03. Kenangan pahit itu masih membekas di ingatan Los Herculinos. Misi balas dendam pun jadi tajuk utama di pertemuan ini.

Leg pertama dilangsungkan di Estadio Raizor markas Deportivo. Bermain di depan pendukungnya sendiri, Deportivo bisa mengendalikan permainan. Dan akhirnya Deportivo lah yang memecah kebuntuan. Gol dari Albert Luque ke-37 membuat papan skor berubah jadi 1-0. Tidak ada gol tambahan di laga itu. Ini jadi bekal berharga los herculinos di leg kedua.

Bertandang ke Stadion Delle Alpi, misi Deportivo hanyalah untuk menahan Juventus agar tidak menciptakan gol. Semua orang mengira itu akan jadi misi sulit Deportivo. Tapi nyatanya Turin jadi latar cerita balas dendam yang manis untuk Los Herculinos. Walter Pandiani langsung bisa mencetak gol di menit 12. Membuat agregat jadi 2-0.

Ketinggalan gol tandang membuat Juve semakin panik. Mereka tampil bagus tapi tidak ada yang bisa menembus pertahanan anak asuh Javier Irureta. Cederanya Del Piero di pertandingan itu jadi penanda Juve tak bisa menyusul. Deportivo pun melangkah ke perempat final, dimana lawan tangguh sesungguhnya menanti.

Dipermalukan AC Milan di San Siro

Selasa, 23 Maret 2004, AC Milan menjamu Deportivo La Coruna di San Siro. Rossoneri adalah juara bertahan musim sebelumnya. Mereka juga masih dilatih oleh Carlo Ancelotti. Disertai dengan skuad yang berisi para legenda.

Dida sebagai penjaga gawang, di depannya ada Maldini sebagai kapten dan bek tengah. Di lini tengah, ada trio Pirlo, Seedorf, dan Gattuso. Sedangkan lini serang ada trio Inzaghi, Shevchenko, dan Ricardo Kaka. Tak heran kalau Milan saat itu jadi favorit para pengamat.

Meskipun begitu, Deportivo sempat buat publik San Siro terkejut lewat gol dari Walter Pandiani di menit ke-11. Dan setelah itu Los Herculinos masih bisa bertahan dengan cukup baik. Tapi semua orang saat itu sudah tahu. Tinggal masalah waktu bagi Milan untuk membalas.

Benar saja, tepat sebelum jeda babak pertama Ricardo Kaka menggetarkan gawang Deportivo. Kedudukan pun imbang 1-1 sampai turun minum. Masuk ke babak kedua, Milan mulai serius.

Hanya satu menit babak kedua berjalan, Shevchenko membalikkan kedudukan. Tiga menit kemudian, tepatnya di menit ke-49 Kaka kembali mencetak gol. Dan tendangan bebas dari Pirlo di menit ke-53 pun menutup pertandingan dengan skor telak 4-1.

Begitulah overpower-nya skuad AC Milan saat itu. Sampai-sampai kebanyakan pengamat dan penggemar lebih memikirkan siapa lawan AC Milan di semifinal nanti. Mereka tidak merisaukan apa yang akan terjadi di Estadio Riazor di leg kedua nanti.

Comeback Bersejarah

Dengan defisit 4-1, memang tampak mustahil bagi Deportivo untuk membalikkan keadaan. Tapi bukan Champions League namanya kalau tidak ada kejutan di dalamnya. Meskipun AC Milan lebih menekan sejak awal, Deportivo lah yang memimpin lebih dulu lewat gol dari Walter Pandiani.

Juan Carlos Valeron mencetak satu gol lagi di menit ke-35. Dan tepat sebelum jeda di menit ke-44, Albert Luque membuat agregat jadi 4-4. AC Milan pun memasuki ruang ganti dengan kepala tertunduk.

Sementara Los Herculinos memasuki ruang ganti dengan perasaan bangga dan lega. Tim yang katanya tak tertembus bisa mereka buat tak berkutik. Padahal Milan belum pernah kebobolan di laga tandang Liga Champions musim itu.

Kini misi mereka tinggal mencetak satu gol lagi untuk memastikan kemenangan. Dan di menit 76, gol itu datang lewat usaha dari Fran. Dengan sekitar 14 menit tersisa, Milan sekuat tenaga berusaha membawa laga ke babak pertambahan waktu. Tapi itu semua sia-sia. Wasit telah meniup peluit panjang dan Deportivo pun melaju ke babak semifinal.

Javier Irureta mengungkapkan ketidak percayaannya setelah pertandingan. Dengan antusias ia berkata: “Permainan itu ternyata persis seperti yang saya mimpikan. Itu hampir mustahil tapi kami menampilkan babak pertama yang sensasional.”

Runtuhnya Para Raksasa

Los Herculinos menciptakan sejarah malam itu. Mereka tidak hanya menyingkirkan pemilik enam trofi Champions League. Tapi menyingkirkan mereka dengan cara comeback yang tak pernah dilakukan sebelumnya.

Malam itu rossoneri bukan satu-satunya tim raksasa yang tumbang. Di pertandingan lain, Real Madrid dan Arsenal juga tersingkir dari Champions League. Meninggalkan tempat untuk Deportivo, AS Monaco, dan Chelsea. Juga Porto yang baru mengalahkan Olympique Lyon.

Tapi bagi Los Herculinos sendiri, harapan mereka akan pupus di babak semifinal. Pasukan Javier Irureta ditaklukan oleh FC Porto yang diasuh oleh Jose Mourinho. Setelah ditahan imbang tanpa gol di leg pertama, Deportivo dikalahkan di Estadio Raizor lewat gol penalti dari Derlei. Dan kartu merah yang diterima Naybet membuat Deportivo tak bisa membalas.

Setelah malam yang menakjubkan dan penuh emosi lawan AC Milan, rasanya Deportivo sangat tidak pantas kalah lawan FC Porto. Tapi Porto membuktikan diri sebagai tim yang jauh lebih baik dengan menjuarai Champions League musim itu. Bagaimanapun juga, sejarah ini akan terus dikenang. Apalagi mengingat itu adalah kenangan manis terakhir mereka di Champions League.

Kemunduran Deportivo

Musim 2004/05 jadi awal musim yang menyakitkan. Beberapa pemain penting seperti Naybet dan Walter Pandiani pergi. Ditambah lagi banyak target transfer yang didapat membuat Deportivo jadi tim dengan skuad yang kopong.

Di Champions League musim itu, Deportivo tidak bisa mengulangi kisah mereka lagi. Los Herculinos tak lolos dari fase grup setelah tak mampu mencatatkan satu kemenangan pun. Mereka juga terjungkal di La Liga dengan duduk di peringkat ke-8. Membuat mereka absen dari kompetisi Eropa

Presiden klub, Augusto Cesar Lendoiro menutup keran uang ke klub. Padahal ia banyak belanja di masa lalu. Seperti membeli Bebeto dan Rivaldo sebagai proyek ambisius. Namun, karena itu pula kondisi keuangan klub jadi penuh utang.

Dan tidak tampil di kompetisi Eropa membuat keuangan Deportivo makin memburuk. Mereka tak mampu menambah pemain hebat, hutang semakin menumpuk, dan performa di kompetisi domestik yang semakin menurun. Semua itu jadi resep lengkap untuk kehancuran sebuah klub.

Degradasi pertama datang di musim 2010/11. Deportivo duduk di peringkat 18, selisih satu poin dari zona aman. Tapi di musim 2011/12 Deportivo bisa kembali ke La Liga. Hanya untuk degradasi lagi di musim 2012/13. Mereka berubah jadi klub yoyo yang naik turun divisi. Sampai di tahun 2020, Deportivo akhirnya terdegradasi ke divisi ketiga.

Menakjubkan bagaimana sebuah klub bisa hancur sehancur-hancurnya. Meskipun begitu, Deportivo masih jadi nama besar. Los Herculinos akan selalu dikenang sebagai tim dari Galicia yang menantang dan mengalahkan para legenda di kompetisi tertinggi Eropa.

Sumber referensi: 90min, TFT, Guardian, Pink, UEFA, B/R, Playmaker

Magis Wembley di Liga Champions, Siapa Juara Musim Ini?

0

Sampai berjumpa para kontestan Liga Champions di New Wembley Juni 2024. Stadion megah milik Inggris yang sering dijuluki katedralnya sepakbola. New Wembley akan bersolek menjadi tuan rumah final Liga Champions musim ini.

Stadion yang letaknya di ibukota London ini, punya daya magis yang patut untuk disorot. Selain daya magis, kesiapan dan evaluasi pun tak luput dari catatan. Beberapa kali stadion ini juga menjadi saksi indah maupun buruk bagi beberapa klub.

New Wembley

Wembley merupakan salah satu stadion tertua di dunia yang mulai beroperasi sejak diresmikan oleh Raja George V pada tahun 1923. Meski ketika itu hanya berkapasitas hanya 80 ribuan penonton, Wembley ternyata sudah lima kali dipercaya menggelar final Piala Champions. Masing-masing di tahun 1963, 1968, 1971, 1978 dan 1992.

Tahun 2000, stadion ini ditutup. Baru pada tahun 2002 hingga 2003 Wembley mulai dirobohkan untuk direnovasi demi menambah fasilitas dan kapasitas penonton. Pembangunan berlangsung lima tahun lamanya. Hingga akhirnya pada tahun 2007, stadion tersebut dibuka ulang dengan mengalami banyak perubahan dan perbaikan sehingga membuatnya lebih modern.

Sejak saat itulah namanya pun berubah menjadi New Wembley. Kapasitasnya kini mencapai 90 ribuan penonton. Dilengkapi pula fasilitas modern dan juga besi melintang di atas stadion sebagai ikon.

Saksi dibukanya New Wembley bahkan ditandai dengan laga Timnas Italia vs Timnas Inggris. Laga tersebut sangat emosional bagi masyarakat Inggris yang berbondong-bondong ingin memperawani stadion kebanggaan mereka yang serba baru itu.

Final Liga Champions di Wembley

Dalam perjalanannya, New Wembley telah banyak menjadi saksi beberapa kejuaran besar di Eropa termasuk Liga Champions. Dengan nama baru New Wembley, stadion ini telah menjadi tuan rumah final Liga Champions sebanyak dua kali yakni di tahun 2011 dan 2013. Jika ditotal dari sebelum dipugar, stadion ini berarti sudah tujuh kali menghelat partai puncak Liga Champions.

Menurut catatan UEFA Wembley adalah stadion yang paling banyak ditunjuk sebagai venue final Liga Champions. Kedua terbanyak adalah Stadion Heysel, Santiago Bernabeu, Olimpico Roma, San Siro, dan Stade De France. Masing-masing stadion itu sudah menggelar sebanyak empat kali.

Sebagai tempat yang sering dipercaya menghelat partai akbar final Liga Champions, tentu stadion ini dianggap punya daya magis tersendiri. Selain stadionnya yang terletak di jantung kota yang mudah aksesnya, Wembley juga dikenal ramah kepada para pengunjung.

Kekacauan EURO 2020

Tapi sejak kejadian Final EURO 2020, keramahan itu sempat dipertanyakan. Para aparatur Wembley maupun Federasi FA kini harus berhati-hati dalam menyelenggarakan event besar sepakbola. Pasalnya di final EURO 2020 antara Italia vs Inggris, terjadi berbagai kekacauan di luar stadion.

Menurut laporan Dailymail, terjadi beberapa kerusuhan di luar stadion yang mengakibatkan massa yang tak mempunyai tiket, hampir celaka ketika berdesak-desakan memaksa untuk masuk stadion.

Ketika petinggi FA, Debbie Hewitt ditanya, apakah kerusuhan di Final EURO 2020 tidak akan terulang lagi? Ia menjawab bahwa semua pihak kini berhati-hati. Stadion sudah dipersiapkan seaman mungkin jelang final Liga Champions 2024 nanti.

Jadi, tidak usah khawatir, kejadian seperti di final EURO tak bakal terulang lagi. Manajemen Wembley telah diwanti-wanti oleh Hewitt untuk bagaimana separipurna mungkin menghelat event tersebut.

Paris 2022 dan İstanbul 2023

Di sisi lain, pihak UEFA terus mempertanyakan akan hal tersebut kepada manajemen Wembley dan FA. Pasalnya menurut Presiden UEFA, Alexander Caferin, penyelenggaraan dua final sebelumnya yakni di Paris 2022 dan Istanbul 2023, juga terdapat beberapa kekacauan.

Final Real Madrid vs Liverpool di Paris 2022 lalu bisa dikatakan cermin bagi UEFA untuk berhati-hati. Ketika itu kerusuhan terjadi di luar stadion, fans Liverpool tak dapat masuk ke stadion. Mereka berdesakan dikurung pagar karena kesalahan organisasi penyelenggara. Selain itu, tindakan aparat menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerusuhan tersebut juga dievaluasi.

Begitupun di Istanbul ketika Inter Milan kontra Manchester City. Meski di dalam stadion aman-aman saja, ternyata jelang laga ada beberapa masalah yang diakui sendiri oleh Presiden UEFA sebagai kekurangan.

Digambarkan oleh Talksport, fans kedua tim terutama Manchester City yang akan menuju stadion terpaksa berjalan kaki beberapa kilometer untuk masuk stadion. Hal itu karena akses dan jalur transportasi darat menuju stadion, macet parah dan tak ada jalur alternatif lain. Mestinya, hal-hal kecil tersebut bisa diantisipasi penyelenggara jauh-jauh hari.

Kenangan Indah Barcelona dan Munchen

Namun sudahlah, itu biar menjadi menjadi PR bagi UEFA dan pihak tuan rumah berikutnya. Selain kesiapan pihak Wembley, sisi lain yang menarik untuk disorot adalah kenangan final yang dihelat di stadion ini.

Wembley pernah jadi kenangan indah sekaligus buruk bagi beberapa klub. Kenangan indah tentu menjadi milik Barcelona. Pasalnya, baru Barca yang pernah jadi juara Liga Champions dua kali di stadion ini. Yang pertama di tahun 1992 ketika melawan Sampdoria, kemudian yang kedua di tahun 2011 kala mengandaskan MU. Tentu kini bagi setiap publik Catalunya, tuah keberuntungan Stadion Wembley ini tetap diharapkan.

Selain Barca tentu yang masih hangat dalam ingatan yakni Bayern Munchen. Munchen adalah tim terakhir yang merasakan kenangan manis di stadion ini. Di All Germany Final Liga Champions 2013, mereka sukses mengandaskan Borussia Dortmund.

Peluang Tim Inggris Tampil Di Wembley

Lalu bagaimana peluang tim-tim Inggris? Publik Inggris tentu mengharap ada salah satu wakil Inggris di Final Wembley 2024 nanti, lantas siapa? Manchester City sebagai incumbent juara musim lalu mempunyai kans besar menurut Opta untuk kembali menjadi juara. Persentasenya tinggi yakni 38,9%. Jauh dibanding urutan kedua yakni Bayern Munchen yang hanya 10,9%.

Lalu bagaimana dengan tim Inggris lainnya, Arsenal, MU atau Newcastle? Yang paling berpeluang tentu MU. Meski kesan terakhir mereka jelek di stadion ini kala dihempas Barca, mereka ternyata punya kenangan manis juga di stadion ini.

MU adalah salah satu tim Inggris yang pernah merasakan indahnya mengangkat trofi di Wembley, yaitu pada tahun 1968 ketika menang atas Benfica. Tim kedua yang punya kenangan manis di Wembley sebenarnya adalah Liverpool, ketika menang atas Club Brugge tahun 1978. Tapi sayang, musim ini Liverpool hanya bermain di Liga Malam jumat.

Dari beberapa peluang tersebut, potensi tim-tim Inggris untuk bisa menginjakan kakinya di Wembley bulan Juni 2024 nanti tetap terbuka lebar. Begitupun Munchen maupun Barcelona yang terakhir kali tersenyum di stadion ini. Kalau menurut Football Lovers, siapa nih nanti yang pantas sampai ke Wembley?

Sumber Referensi : talksport, uefa.com, theanalyst, dailymail

Ketika Ballon d’Or 2020 Dirampok dari Robert Lewandowski

0

“Jika mereka tidak membatalkannya, maka Benzema mungkin akan memenangkan Ballon d’Or tahun ini.”

Itu adalah pernyataan Robert Lewandowski sebelum pemenang Ballon d’Or 2022 diumumkan. Pernyataan tersebut lebih dari sekadar prediksi, tetapi merupakan sindiran dari Lewandowski kepada panitia Ballon d’Or.

Tidak ada asap kalau tidak ada api. Jika pada gelaran Ballon d’Or 2020 Lewandowski mendapat haknya, mungkin ia tak akan berkomentar demikian. Seperti halnya dengan banyak penggemar sepak bola yang menilai kalau trofi Ballon d’Or 2020 telah dirampok dari tangan Lewandowski.

Benarkah demikian? Simak kisah selengkapnya hanya di Football Jack!

Sejarah Ballon d’Or

Untuk mengawali cerita kali ini, ada baiknya kita mengulik kembali sejarah Ballon d’Or dan mengapa trofi berbentuk bola berlapis emas itu bisa dianggap sebagai penghargaan individu tertinggi di dunia sepak bola.

Ballon d’Or merupakan penghargaan sepak bola tahunan yang diciptakan pada tahun 1956 oleh France Football, majalah sepak bola kenamaan dunia yang berbasis di kota Paris. Penghargaan ini lahir dari gagasan dua jurnalis France Football, yakni Gabriel Hanot dan Jacques Ferran.

Beliau berdua ini bukanlah sembarang jurnalis. Setahun sebelumnya, keduanya termasuk dalam jajaran pencetus sekaligus figur penting yang berhasil meyakinkan UEFA untuk membuat turnamen European Champion Clubs’ Cup atau yang kini kita kenal sebagai Liga Champions.

Pada awalnya, Ballon d’Or hanya diberikan kepada pemain sepak bola terbaik yang berasal dari benua Eropa saja. Itulah mengapa Ballon d’Or dulu dikenal sebagai penghargaan Pesepakbola Terbaik Eropa. Inilah yang membuat Pele dan Diego Maradona tak pernah memenangkan Ballon d’Or sekalipun bermain untuk tim Eropa.

Peraturan tersebut bertahan sangat lama hingga kemudian diubah pada tahun 1995. Pemain-non Eropa yang bermain di Eropa mulai masuk nominasi dan George Weah jadi orang non-Eropa pertama yang meraih Ballon d’Or.
Peraturan ini kembali diubah pada tahun 2007. Semua pemain sepak bola di seluruh dunia berhak masuk nominasi, menjadikan Ballon d’Or sebagai penghargaan berskala global.

Sejak 1956 hingga 2006, pemenang Ballon d’Or ditentukan lewat mekanisme voting yang dilakukan oleh para jurnalis sepak bola internasional. Peraturan ini direvisi pada tahun 2007 di mana pelatih dan kapten tim nasional mulai dilibatkan.

Pada tahun 2022 kemarin, aturan Ballon d’Or kembali diupdate. Jika sebelumnya para pemain dinilai berdasarkan performa selama satu tahun kalender, maka mulai tahun 2022 para pemain dinilai berdasarkan performa selama satu musim kompetisi. Mulai tahun kemarin juga diputuskan bahwa perwakilan negara berperingkat 100 besar FIFA saja yang boleh memberi suara.

Pada periode 2010 hingga 2015, Ballon d’or pernah digabung dengan penghargaan milik FIFA, yakni FIFA World Player of The Year, yang baru terbentuk pada 1991. Saat itu, presiden FIFA setuju untuk membayar £13 juta kepada France Football.

Ini jadi bukti kalau pamor Ballon d’Or jauh lebih menjual. Karena usianya yang sudah sangat tua dan bahkan jauh lebih tua dari penghargaan pemain terbaik dunia versi FIFA, Ballon d’Or sudah memiliki reputasi panjang dan sudah sejak lama dianggap sebagai penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola.

Namun, karena mayoritas suaranya ditentukan secara eksklusif oleh para jurnalis lewat sistem voting, ada elemen subjektivitas yang cukup terasa dalam setiap pemilihan pemenang Ballon d’Or.

Oleh karena itu, dalam sejarahnya ada beberapa pemenang Ballon d’Or yang cukup kontroversial. Dan Robert Lewandowski bukanlah pemain pertama yang trofi Ballon d’Or-nya dirampok.

Bagaimana Ballon d’Or 2020 Dirampok dari Lewandowski?

Sebelumnya, mantan rekan setim Robert Lewandowski di Bayern Munchen, Franck Ribery juga pernah merasa dizolimi. Ini terjadi di edisi Ballon d’Or 2013.

Pada saat itu, terjadi beberapa kejanggalan, seperti batas pemungutan suara dan pengumuman pemenang yang diundur, hingga adanya dugaan kecurangan bahwa ada beberapa hasil voting yang diubah demi kepentingan tertentu.

Hasilnya, Franck Ribery yang memenangi segalanya di tahun tersebut kalah dari Cristiano Ronaldo yang tak memenangkan apapun. Ribery yang merasa dizolomi juga makin terpukul ketika dirinya cuma menduduki peringkat 3 di bawah Lionel Messi yang duduk di peringkat kedua.

Bagai dejavu, 7 tahun setelah itu, nasib serupa menimpa mantan rekannya di Bayern Munchen, Robert Lewandowski. Di tahun 2020, Lewandowski juga memenangkan segalanya. Namun, seperti halnya Ribery, Lewandowski yang sangat difavortikan gagal meraih Ballon d’Or.

Trofi Ballon d’Or yang seharusnya diraih Lewandowski di tahun 2020 dirampok dengan cara yang lebih tragis. Lewandowski tidak kalah voting seperti Ribery. Bagaimana mau kalah voting, penghargaan Ballon d’Or 2020 saja tidak digelar dengan alasan pandemi.

Jika tetap diadakan, seharusnya tidak ada penghalang yang bisa mencegah Robert Lewandowski dari memenangkan Ballon d’Or 2020. Di tahun tersebut, Lewandowski jadi aktor penting yang menginspirasi Bayern Munchen meraih sextuple. Tak hanya meraih trofi Bundesliga, DFB-Pokal, dan DFL-Supercup, tetapi juga UEFA Champions League, UEFA Super Cup, dan FIFA Club World Cup.

Di tahun tersebut, Robert Lewandowski juga berhasil melampaui pencapaian legenda Belanda, Johan Cruyff bersama Ajax di musim 1971/1972. Sama seperti Johan Cruyff, Robert Lewandowski juga tak hanya meraih treble, tetapi juga menjadi top skor di 3 kompetisi berbeda. Bedanya, Cruyff masih harus berbagai dengan pemain lain, sedangkan Lewandowski jadi top skor tunggal.

Artinya, Lewandowski adalah pemain pertama dalam sejarah yang meraih treble sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak dalam tiga kompetisi berbeda. Striker Polandia itu berhasil mencetak 34 gol di Bundesliga, 6 gol di DFB-Pokal, dan 15 gol di Liga Champions.

Tidak ada pemain yang lebih berprestasi secara individu maupun tim di tahun 2020 ketimbang Robert Lewandowski. Maka dari itu, tidak ada pula individu lain yang lebih pantas mengangkat Bola Emas edisi 2020 daripada Robert Lewandowski. Sayangnya, France Football selaku penyelenggara memakai pandemi Covid-19 sebagai alasan untuk meniadakan penghargaan Ballon d’Or 2020.

Wajarkah Pandemi Menghalangi Penghargaan Ballon d’Or?

Seperti yang kita tahu, pandemi mengubah segalanya. Sepak bola juga ikut terganggu. Kompetisi tidak bisa berjalan normal, bahkan sampai ada yang dibatalkan karena terlalu lama ditunda. Sementara yang memutuskan untuk lanjut harus mengubah formatnya dan berjalan tanpa penonton.

France Football beralasan kalau mereka ingin melindungi kredibilitas dan legitimasi penghargaan Ballon d’Or. Mereka juga berkata, “Ballon d’Or tidak akan diberikan kepada pemenang di tahun 2020 karena minimnya kondisi yang adil.”

Memang di tahun tersebut pandemi sedang ganas-ganasnya dan tidak ada yang lebih berharga ketimbang kesehatan. Namun, apakah wajar memakai pandemi Covid-19 sebagai alasan untuk meniadakan penghargaan Ballon d’Or?

Ini yang menarik. Di situasi pandemi, The Best FIFA Football Awards 2020, penghargaan pesepak bola terbaik versi FIFA tetap digelar, meski dengan kondisi khusus.

Proses pemungutan suara dimulai pada 25 November dan berakhir pada 9 Desember. Kriteria pemilihan pemain terbaik juga dihitung selama periode 20 Juli 2019 hingga 7 Oktober 2020, sedikit lebih panjang dari musim sebelumnya, menyesuaikan dengan situasi kompetisi di tahun tersebut yang berakhir lebih lama.

Hasilnya, upacara penghargaan The Best FIFA Football Awards 2020 diadakan secara virtual pada 17 Desember 2020. Dan yang keluar sebagai pemenang The Best FIFA Men’s Player 2020 tak lain dan bukan adalah Robert Lewandowski.

Performa dan prestasi Lewandowski di tahun tersebut juga tetap diganjar dengan penghargaan World’s Best Man Player dan World’s Best Top Goal Scorer, penghargaan pesepakbola terbaik dunia versi IFFHS, sebuah organisasi pencatat sejarah-sejarah sepak bola yang diakui oleh FIFA.

Tak berhenti sampai disitu saja. Di tahun 2020, majalah World Soccer juga menobatkan Robert Lewandowski sebagai pemain terbaik dunia. Tak ketinggalan pula surat kabar The Guardian, FourFourTwo, Tuttosport yang juga kompak memberi penghargaan pesepakbola terbaik dunia kepada Robert Lewandowski. Performa apik dan prestasi gemilang Lewandowski di tahun 2020 juga diganjar penghargaan Globe Soccer Best Player of The Year.

Faktanya, hanya majalah sepak bola yang berasal dari Prancis yang tidak menggelar penghargaan pesepak bola terbaik dunia. Mereka adalah Onze Mundial dengan Onze d’Or dan tentu saja France Football dengan Ballon d’Or.

Dari fakta-fakta ini, seharusnya pandemi tidak menjadi alasan bagi France Football untuk meniadakan penghargaan Ballon d’Or di tahun 2020.

Ballon d’Or 2021: Lewandowski Kembali Dirampok?

Kemalangan Robert Lewandowski ternyata berlanjut di tahun 2021. Perfoma apik dan prestasinya di tahun 2021 kembali tak cukup untuk membuatnya terpilih sebagai pemain terbaik dunia di gelaran Ballon d’Or 2021 yang kembali diselenggarakan setelah setahun absen.

Kali ini, Lewandowski merasakan apa yang dirasakan oleh Franck Ribery. Prestasi dan catatan performanya tak cukup untuk membuatnya memiliki trofi Ballon d’Or.

Lewandowski boleh merasa sedikit lebih beruntung dari Ribery. Sebab, di tahun tersebut Lewandowski diganjar dengan penghargaan Gerd Müller Trophy, penghargaan yang diberikan kepada pesepak bola dengan jumlah gol terbanyak di musim sebelumnya.

Namun, inilah keanehannya. Gerd Müller Trophy adalah penghargaan yang tiba-tiba ada dan diadakan sejak Ballon d’Or 2021. Ini menimbulkan kesan negatif kalau penghargaan tersebut adalah hadiah hiburan yang telah disiapkan untuk Lewandowski.

Artinya, kekalahan Lewandowski sudah diprediksi oleh Franck Football, selaku panitia Ballon d’Or. Dan meski mendapat trofi Gerd Müller, kekalahan Robert Lewandowski di Ballon d’Or 2021 membuat banyak pihak mengkritisi kredibilitas Ballon d’Or.

Di tahun 2021, Lewandowski berhasil meraih trofi Bundesliga dan DFL-Supercup bersama Bayern Munchen. Di musim 2021, Lewandowski berhasil memecahkan rekor Gerd Müller yang sudah bertahan selama 49 saat mampu mencetak 41 gol di Bundesliga. Sebuah rekor yang juga membuatnya meraih Sepatu Emas Eropa.

Di tahun 2021, prestasi dan performa Lewandowski juga kembali diganjar penghargaan pemain terbaik dunia dari FIFA, IFFHS, World Soccer, FourFourTwo, The Guardian, dan Tuttosport. Sayangnya, pengakuan-pengakuan itu tak cukup untuk membuatnya meraih Ballon d’Or 2021 yang jatuh kepada Lionel Messi.

Atas hasil tersebut, banyak pihak yang kembali mengecap kalau Ballon d’Or 2021 kembali dirampok dari Robert Lewandowski. Pertanyaannya, apalagi yang bisa dilakukan Robert Lewandowski untuk memiliki Ballon d’Or? Apa iya, Lewandowski harus pindah negara dan meraih trofi internasional dulu? Atau pindah ke klub lain yang memiliki pamor yang lebih menjual? Atau jangan-jangan ada agenda khusus yang menggagalkan para penggawa Bayern Munchen untuk meraih Ballon d’Or?

Mungkin itu jadi salah satu pertimbangan Robert Lewandowski hengkang menuju Barcelona. Namun, terlepas dari itu, hasil Ballon d’Or 2020 dan 2021 menunjukkan kalau ajang penghargaan yang diselenggarakan France Football itu tak sepenuhnya objektif dan lebih kental akan subjektivitas pemilihnya.

Tidak ada standar penilaian yang jelas di Ballon d’Or. Terkadang, mereka yang punya prestasi mentereng bersama klub maupun timnas bisa kalah dengan pemain yang hanya punya modal jumlah gol yang banyak. Begitu pula sebaliknya. Sebab, sumber suara terbanyak yang menuntukan kemenangan berasal dari para jurnalis, bukan dari para expert yang keahliannya lebih bisa dipertanggung jawabkan.

Dan sungguh ironis bagi Robert Lewandowski. Sebab, ia tak hanya sekali mendapat hasil yang tidak adil di Ballon d’Or, namun dua kali secara beruntun.


Referensi: Sport, L’Equipe, Goal, Bundesliga, FC Bayern.

Berita Bola Terbaru 15 September 2023 – Starting Eleven News

0

KYLE WALKER PERPANJANG KONTRAK DI MANCHESTER CITY

Manchester City dikabarkan telah menyegel kesepakatan untuk memperpanjang kontrak Kyle Walker. Dilansir Sky Sport, City mengumumkan kesepakatan ini dengan cara yang unik. Melalui akun sosial medianya, City memposting video Walker yang tengah berteriak tak akan pernah pergi dengan disambut sorakan pemain-pemain City. Kabarnya, Walker akan bertahan di City hingga 2026.

NGGAK MAU MINTA MAAF, SANCHO DIASINGKAN

Perseteruan Jadon Sancho dengan Erik Ten Hag memasuki babak baru. Awalnya, sang pelatih masih ingin memberikan kesempatan pada Sancho apabila sang pemain mau meminta maaf. Tapi semua kian memburuk setelah Sancho menolak itu. Dilansir The Athletic, Sancho menolak untuk meminta maaf kepada Ten Hag. Melihat sikapnya itu, manajemen klub memutuskan untuk menyuruh Sancho melakoni latihan secara terpisah dari skuad utama MU.

UNTUK GANTIKAN SANCHO, MU INCAR KVARATSKHELIA

Di tengah kisruh Jadon Sancho dengan Manchester United, muncul rumor yang mengatakan kalau United tengah mencari pemain sayap baru. Mengingat, Antony juga belum bisa bergabung dengan skuad utama. Dilansir Goal, pemain yang jadi incaran MU adalah bintang Napoli, Khvicha Kvaratskhelia. Kabarnya, pemain asal Georgia itu bakal jadi target MU selanjutnya di bursa transfer musim dingin Januari mendatang. Namun, transfer ini tak akan berjalan mulus mengingat Kvara merupakan pemain penting bagi Napoli.

DIBELI MAHAL, HOJLUND NGGAK MASUK SKUAD MU MUSIM 2023/24

Kabar mengejutkan lainnya dari Manchester United adalah tak masuknya nama Rasmus Hojlund di daftar 25 pemain MU untuk musim 2023/24. Tentu ini menimbulkan pertanyaan mengingat sang pemain telah ditebus mahal dari Atalanta. Dilansir Manchester Evening News, meski nama Hojlund tak ada di daftar pemain MU, ia masih tetap bisa dimainkan kapanpun. Itu merujuk kepada regulasi Liga Inggris yang mengatakan kalau pemain yang berusia di bawah 21 tahun tidak perlu didaftarkan.

BERGKAMP INGIN LATIH ARSENAL

Legenda Arsenal, Dennis Bergkamp dikabarkan ingin kembali ke Inggris namun bukan sebagai pemain, melainkan mencoba peruntungan dengan melatih salah satu tim di Inggris. Dilansir Tribal Football, hal itu diungkapkan oleh agen Bergkamp, Rob Jansen. Menurutnya, Bergkamp ingin kembali berkecimpung di dunia sepakbola. Setelah sempat menjadi asisten pelatih di Ajax dan Almere City, Bergkamp sudah vakum selama tiga tahun. Kini, mantan punggawa Timnas Belanda itu ingin kembali melatih. Bahkan ia berkelakar ingin melatih mantan klubnya, Arsenal.

DECLAN RICE MASUK NOMINASI THE BEST FIFA FOOTBALL AWARD 2023

Declan Rice masuk dalam nominasi pemain terbaik versi FIFA. Itu jadi sebuah kabar mengejutkan mengingat sang pemain hanya bermain di West Ham musim lalu. Dilansir Football London, meski bermain di West Ham, Rice berperan penting saat membantu The Hammers menjuarai UEFA Conference League 2022/23. Dengan masuknya nama Declan Rice ke nominasi Best FIFA Men Award, ia telah mengalahkan Cristiano Ronaldo yang sudah tak masuk dalam daftar. Kini ia disandingkan dengan pemain-pemain kelas wahid seperti Kylian Mbappe dan Lionel Messi.

THIAGO INGIN HENGKANG DARI LIVERPOOL

Salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Liverpool saat ini, Thiago Alcantara dilaporkan tengah menekan klub untuk segera menjualnya. Dilansir Triball Football, Thiago sangat ingin pergi dan Turki jadi salah satu opsi yang masuk akal baginya. Kabarnya, Trabzonspor jadi yang terdepan untuk mengamankan jasa pemain asal Spanyol ini. Tapi Liverpool belum mau melepas Thiago karena musim panas ini sudah kehilangan banyak pemain tengah.

IVAN TONEY LATIHAN LAGI DI BRENTFORD?

Meski belum bisa bermain sampai Januari mendatang, Ivan Toney dikabarkan sudah diperbolehkan untuk kembali ke kamp latihan Brentford. Dilansir BBC, setelah lama tak terlibat dalam kegiatan sepakbola, Toney akhirnya akan berlatih dengan skuad utama Brentford mulai Senin depan. Kabar tersebut disambut baik oleh sang pelatih Thomas Frank. Menurutnya, Toney merupakan pemain yang penting bagi tim. Jadi, ia senang apabila Toney kembali berlatih bersama rekan-rekannya.

KONTRAK BALOTELLI DIPUTUS FC SION

Mario Balotelli kembali bermasalah dengan klub yang menaunginya. Kini, giliran FC Sion yang sudah muak dengan kelakuan sang pemain. Dilansir The Sun, Sion resmi memutus kontrak Balotelli setelah sang pemain tak mampu menampilkan performa terbaiknya. Di Swiss, Balotelli justru lebih sering bermasalah dan berpesta di club malam. Alhasil ia tak mampu menyelamatkan timnya dari degradasi. Kini, Balotelli dirumorkan akan kembali ke Turki bersama Adana Demirspor.

JADI KORBAN GEMPA MAROKO, PEMUDA INI DIREKRUT REAL MADRID

Real Madrid dikabarkan mencari seorang anak laki-laki yang kehilangan lima anggota keluarganya akibat gempa bumi di Maroko. Anak itu jadi satu-satunya di keluarga yang selamat. Menariknya, ia selamat dalam keadaan mengenakan jersey Real Madrid. Dilansir The Sun, remaja yang bernama Abderrahim itu telah mengetuk pintu hati Madrid. Kabarnya, ia akan diterbangkan ke Spanyol untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Ia juga akan diberikan kesempatan untuk menimba ilmu sepakbola di akademi El Real.

TIGA PEMAIN MADRID DITANGKAP POLISI, ADA APA?

Kabar mengejutkan datang dari Real Madrid. Football Espana melaporkan, ada tiga pemain El Real yang ditangkap polisi akibat kasus penyebaran video tak senonoh yang melibatkan anak di bawah umur. Menurut laporan, belum disebutkan siapa pemain-pemain itu. Tapi kepolisian setempat telah mengamankan tiga pemain yang semuanya berasal dari Real Madrid Castilla. Kabarnya, para punggawa Real Madrid itu akan mengikuti proses hukum yang berlaku. Namun, apabila terbukti bersalah, mereka akan menghadapi hukuman penjara paling lama lima tahun.

SALARY CAP BARCELONA KEMBALI DIPANGKAS

Barcelona kian merana setelah pihak La Liga kembali memangkas salary cap atau batas pengeluaran klub di sektor gaji menjadi 232 juta pound (Rp4,4 triliun). Dilansir Daily Mail, situasi ini membuat Barcelona kian sulit. Yang jadi masalah adalah jumlah pengeluaran Barca untuk gaji pemain dan staf musim ini adalah 347 juta pound (Rp6,6 triliun), jadi mereka akan mengalami defisit dengan jumlah yang sangat besar di musim depan. Keadaan ini memaksa klub untuk kembali menjual beberapa pemain pada bursa transfer Januari mendatang.

RAFAEL LEAO TAK SABAR JALANI DERBY MILAN

Jelang laga derby Milan, Rafael Leao menyampaikan antusiasnya menghadapi laga panas sarat akan gengsi itu. Dilansir Goal,  Leao menegaskan skuad Rossoneri sudah siap bertarung menghadapi rival sekota Inter Milan. “Ini selalu menjadi sebuah pertandingan luar biasa dan kedua tim dalam kondisi terbaik,” ujar Leao. Pemain asal Portugal itu juga mengaku tak sabar untuk mengalahkan Inter. Ia berharap tim terbaik lah yang akan memenangkan Derby della Madonnina.

BONUCCI: JUVE TELAH MEMPERMALUKAN SAYA

Kepada Football Italia, Leonardo Bonucci menjelaskan situasi yang terjadi antara dirinya dan Juventus. Bek berusia 36 tahun itu merasa telah dibohongi. Ia mengaku kalau La Vecchia Signora pernah berjanji akan menawarinya perpanjangan kontrak. Namun, hal itu tak pernah terjadi. Bonucci malah mendapat kabar kalau dirinya sudah tak masuk dalam rencana Juventus musim ini. Kalimat menyakitkan itu membuat Bonucci merasa terhina dan dipermalukan.

HAZARD DITAWARI KONTRAK VIA TWITTER

Eden Hazard baru-baru ini ditawari kontrak oleh salah satu klub Meksiko, Pachucha. Namun, cara klub tersebut membujuk sang pemain dirasa cukup unik. Dilansir Tribal Football, Pachuca secara terbuka menyatakan minatnya pada Eden Hazard yang berstatus bebas transfer. Bukannya mengirim email atau menghubungi agen sang pemain, Pachucha justru mengirimkan pesan melalui Twitter yang bertuliskan “Hai Hazard, apakah kamu ingin bermain untuk Pachuca?” Sontak hal tersebut pun viral di media sosial.

BARCELONA BERHARAP ARAUJO PULIH PADA LAGA PEMBUKA UCL

Ronaldo Araujo mengalami cedera hamstring setelah Barcelona ditahan imbang Getafe dalam laga pembuka La Liga musim ini. Ia kemudian absen dalam tiga laga terakhir. Namun, ada harapan Araujo bisa kembali beraksi dalam waktu dekat. Menurut Football Espana, kesembuhan Araujo berjalan baik. Meskipun ia diperkirakan tidak akan bermain melawan Real Betis pada Minggu (17/9), Barcelona berharap dia bisa tampil untuk partai pembuka Liga Champions melawan Royal Antwerp, yang akan digelar pada 20 September 2023.

DYBALA INGIN PERPANJANG KONTRAK DI AS ROMA

Paulo Dybala dilaporkan telah memberitahu Roma bahwa dia siap membahas kontrak baru yang memperpanjang kontraknya saat ini dari tahun 2025 hingga 2027. Menurut Football Italia, La Joya memberi tahu direktur Giallorossi Tiago Pinto bahwa ia berniat bertahan dalam jangka panjang di Stadio Olimpico. Hal ini juga akan mendorong kenaikan gaji menjadi 10 juta euro per musim, sesuatu yang AS Roma harap bisa dinegosiasikan.

BARESI SEBUT INTER FAVORIT DI DERBY MILAN

Legenda AC Milan, Franco Baresi menilai duel melawan Inter Milan bakal selalu sulit untuk Rossoneri. Inter jelas berpeluang merusak laju apik Milan di awal musim ini. Apalagi Nerazzurri juga didukung oleh rekor pertemuan yang apik jika bertemu Milan. Inter selalu menang dalam empat laga terakhir dengan Milan. Meski demikian, Baresi yakin Milan takkan gentar. Performa apik di awal musim ini jadi modal Milan untuk melayani Inter. Ia menilai hasil laga Derby Milan masih akan sulit diprediksi.

BALE YAKIN BELLINGHAM BISA MENANGKAN BALLON D’OR

Legenda Real Madrid, Gareth Bale percaya bahwa Jude Bellingham bisa memenangkan Ballon d’Or di masa depan. Bale menyebut Bellingham bisa membuat Britania Raya bangga. Pernyataan Bale didasarkan pada performa apik Bellingham di Real Madrid. Dia tampil fantastis sejauh ini dengan mencetak 5 gol dari 4 laga.

ATLETICO UTAMAKAN KONTRAK BARU SIMEONE DAN KOKE

Atletico Madrid dikabarkan telah menetapkan prioritas mereka dalam beberapa bulan ke depan di luar lapangan. Yakni berusaha memperpanjang kontrak baru pelatih Diego Simeone. Menurut kabar yang dilansir Football Espana memperpanjang kontraknya menjadi prioritas utama Los Rojiblancos bersama dengan kontrak sang kapten, Koke. Jika hal tersebut terwujud maka mereka diharapkan bisa meneruskan performa apik mereka tanpa merasa khawatir.

ODEGAARD INGIN BERLAMA-LAMA DI ARSENAL

Gelandang timnas Norwegia, Martin Odegaard mengaku bahagia bersama timnya saat ini, Arsenal. Menurutnya, semua aspek di Meriam London membuatnya nyaman dan ia ingin bertahan lama di sana. Hal ini sejalan dengan keinginan The Gunners untuk memperpanjang kontraknya. Kontrak Odegaard saat ini terikat kontrak hingga 2025 di Emirates Stadium. Odegaard tampil sensasional bagi The Gunners musim lalu dengan mencetak 15 gol dan 8 assist dalam 45 penampilan di semua kompetisi.

VERRATTI HIJRAH KE QATAR, MESSI BERI PESAN PENTING

Lionel Messi mendoakan yang terbaik untuk mantan rekan setimnya, Marco Verratti setelah sang pemain hijrah dari PSG ke klub Qatar Al-Arabi. Messi dan Verratti merupakan sahabat dekat selama keduanya bermain untuk klub kaya Ligue 1 tersebut. Hubungan mereka sebagai penggawa Les Rouge et Bleu berakhir setelah Messi mengumumkan pindah pada musim panas ini. “Semoga sukses di panggung barumu Marco Verratti. Kamu sudah tahu, aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu,” tulis Messi dalam akun media sosialnya dilansir Goal, Kamis (14/9).

FERNANDO SANTOS DIPECAT POLANDIA

Federasi Sepak bola, Polandia memberhentikan Fernando Santos sebagai pelatih timnas Polandia. Santos yang ditunjuk pada Januari 2023 sebenarnya baru mendampingi Timnas Polandia dalam enam laga. Dia berhasil membawa Polandia menang 1-0 atas Jerman dalam laga persahabatan pada bulan Juni lalu. Namun, Polandia kalah dalam tiga dari lima laga di bawah kendali Santos, termasuk kekalahan memalukan dari Albania dan Moldova. Puncaknya kekalahan 0-2 dari Albania akhir pekan lalu sekaligus mengakhiri karirnya sebagai juru taktik Timnas Polandia.

BARCELONA BAKAL PAKAI JERSEY KHUSUS DI EL CLASICO MENDATANG

Barcelona akan mengenakan jersey khusus di El Clasico musim ini. Laporan Goal menyebutkan, Barcelona akan menampilkan logo ikonik ‘lidah dan bibir’ Rolling Stones pada El Clasico pertama musim ini. Tim Catalan dan Real Madrid dijadwalkan bertemu pada akhir Oktober, satu pekan setelah band rock ini merilis album studio ke-24, ‘Hackney Diamonds’. Konsep ini merupakan bagian dari kesepakatan sponsorship jersey dan stadion klub dengan Spotify serta mengikuti promosi serupa pada pertemuan musim lalu dengan Los Blancos.

MU TERTARIK ANGKUT EVAN FERGUSON

Manchester United memang sudah merekrut seorang striker baru pada musim 2023/24, Rasmus Hojlund. Dari 4 laga awal Liga Inggris musim ini, ia baru dimainkan satu kali di laga terakhir kontra Arsenal. Dengan performa yang menjanjikan, Setan Merah berencana mencari tandem bagi bomber asal Denmark tersebut untuk didatangkan musim depan atau paling cepat pada paruh musim 2023/24. Melansir Sportbible, nama pun sudah dikantongi, yaitu Evan Ferguson, striker milik Brighton and Hove Albion yang tampil tajam di awal musim ini.

Manchester United Jadi Semrawut! Ten Hag Bakal Dipecat Lebih Cepat Daripada Pochettino?

Baru empat minggu Premier League berjalan, sudah ada banyak drama yang membumbuinya. Yang paling sedap tentu saja soal kesemrawutan yang terjadi di Manchester United awal musim ini.

Banyaknya pemain bermasalah, konflik antara pelatih dan pemain, dan performa klub yang tak kunjung naik. Itu semua biasanya jadi resep lengkap seorang pelatih bakal dipecat. Maka dari itu, muncul prediksi kalau Ten Hag akan dipecat lebih cepat daripada Pochettino.

Yup, Chelsea saat ini juga belum aman. Mereka baru mengoleksi satu kemenangan dengan tim yang seharga hampir satu miliar pounds. Pertanyaannya seberapa sabar Chelsea dengan proses Pochettino. Mengingat manajemen Chelsea punya sejarah suka pecat pelatih.

Buntut Konflik Dengan Jadon Sancho

Drama yang paling panas adalah bagaimana perkembangan konflik Jadon Sancho dan Erik Ten Hag di Manchester United. Hubungan Sancho dan Ten Hag semakin memanas berawal dari sang pemain yang tidak ikut ke laga lawan Arsenal di gameweek terakhir.

Masalah ini jadi panjang setelah Ten Hag mengaku alasan ia tidak membawa Sancho adalah karena performa latihannya yang buruk. Kemudian masalah tambah panas setelah Sancho mengaku kalau ia dijadikan kambing hitam oleh Ten Hag.

Sancho kembali ke Manchester pada hari Kamis kemarin setelah jeda Internasional. Tapi Sancho masih belum diperbolehkan ikut latihan bersama tim. Manchester United menginfokan kan kalau untuk sementara waktu, Sancho akan menjalani latihan privat.

“Jadon Sancho akan tetap menjalani program pribadi jauh dari tim utama, sambil menunggu masalah disiplin skuad” Begitu bunyi pernyataan klub, dikutip dari the athletic.

Masalah kedisiplinan skuad yang dimaksud tentu saja soal bagaimana Sancho mengungkapkan kritiknya ke publik lewat sosial media. Tapi ada rumor juga ada faktor lain yang membuat Sancho diusir dari tempat latihan utama. Yaitu Sancho menolak untuk minta maaf dengan Ten Hag.

Meskipun Sancho sudah menghapus postingan yang menyebut ia adalah kambing hitam, Tapi Ten Hag masih belum puas. Dilansir dari Mirror, masalah ini telah jadi pembahasan di petinggi klub. Dan akibat dari Sancho yang tak mau meminta maaf, ia akhirnya diasingkan.

Masalah Antony Yang Semakin Gerogoti Skuad

Sialnya, Sancho bukan jadi satu-satunya masalah yang harus Ten Hag hadapi menjelang kembali bergulirnya Premier League. Dilansir dari Manchester Evening News, Antony sudah dipastikan tidak akan ikut dalam laga melawan Brighton nanti.

Klub saat ini sedang membebas tugaskan Antony menyusul tuduhan kasus kekerasan yang ia terima. Meskipun Antony menyangkal dengan keras tuduhan itu, tapi Manchester United tidak ingin mengambil resiko dengan memainkannya. Sebab citra klub sudah kadung tercoreng oleh kasus serupa yang menjerat.

Tapi ini meninggalkan masalah tersendiri bagi setan merah. Karena meskipun Antony masih belum mencetak gol maupun assist musim ini, ia adalah pemain yang diandalkan Ten Hag. Selama ini Antony adalah pemain yang paling dipercaya untuk bermain di posisi sayap kanan. Lalu siapa yang akan menggantikan Antony nanti, itu masih jadi pertanyaan.

Beberapa sumber memprediksi kalau ini bisa jadi ajang Garnacho menunjukkan diri. Tapi masalahnya posisi natural Garnacho adalah sayap kiri. Meskipun ia sempat beberapa kali bermain sebagai sayap kanan.

Selain itu juga, ada masalah cedera. Ten Hag dan United telah bermain tanpa Raphael Varane, Luke Shaw, Mason Mount, dan Rasmus Hojlund karena cedera di pertandingan-pertandingan setelahnya. Dari mereka berempat, masih Hojlund yang sudah pulih dan siap untuk bertanding.

Prediksi Ten Hag Bakal Dipecat!

Ten Hag diharapkan bisa mengatasi berbagai masalah tersebut. Sambil menaikkan performa Manchester United musim ini. Sebab dari 4 pertandingan, United hanya mampu dua kali menang dan mengalami dua kekalahan. Dua kemenangan itu pun diraih dari tim papan bawah Nottingham Forest dan Wolves. Ini membuat mereka duduk di posisi ke 11 dengan torehan 6 poin.

Ini membuat mantan pemain Liverpool Jose Enrique mengatakan kalau ini tidak akan jadi cerita dengan happy ending untuk Ten Hag. Ia melihat Ten Hag tidak bisa mengatasi masalah Sancho dengan baik.

“Saya tidak berpikir segalanya akan berakhir baik untuk Ten Hag. Saya menyukai bagaimana Ten Hag mengatasi berbagai masalah musim lalu. Tetapi dengan situasi Jadon Sancho musim ini, saya tidak tahu mengapa dia melakukan hal yang membuatnya ditentang para penghuni ruang ganti” Ucapnya dikutip dari express.uk.

Jose Enrique kemudian melanjutkan, kalau Ten Hag tidak akan dipecat musim ini. Tapi ia yakin kalau Ten Hag pada akhirnya akan dipecat. Bahkan, ia yakin kalau Ten Hag bakal dipecat lebih dulu daripada Pochettino di Chelsea.

“Saya tidak merasa Ten Hag akan dipecat musim ini. Tapi di masa depan, dia akan dipecat lebih cepat daripada orang-orang seperti Pochettino di Chelsea. Tapi setelah musim yang sangat bagus kemarin, saya harap Manchester United bisa lebih baik lagi di musim ini.”

Akankah Pochettino Dipecat Chelsea?

Jika prediksinya Ten Hag akan dipecat sebelum Pochettino, maka pertanyaannya jadi kapan Pochettino bakal dipecat Chelsea? atau bahkan, akankah Chelsea memecat Pochettino?

Yang jelas Pochettino saat ini bukannya tanpa beban. Ia sedang berada dalam tekanan besar untuk mendongkrak performa the blues. Musim kemarin, Chelsea finis di peringkat 12. Itu peringkat terendah mereka sejak musim 1993/94.

Saat ini Chelsea masih duduk di peringkat 12 setelah hanya mampu menang sekali. Ada anggapan kalau the blues saat ini sedang dalam masa transisi. Jadi finis di luar empat besar musim ini masih bisa diterima. Tapi, bagaimanapun juga Chelsea pasti menargetkan untuk bisa finis di zona Liga Champions.

Ditambah lagi, Chelsea sudah menghabiskan hampir satu miliar pounds untuk belanja pemain. Jadi pertanyaan yang harus dijawab Pochettino adalah, mengapa Chelsea masih saja terlihat seperti tim yang kurang komplit?

Wartawan sepak bola dari Mirror, Darren Wells yakin kalau nasib Pochettino bergantung pada tiket Liga Champions. “Pochettino akan diberikan waktu untuk bekerja apapun hasilnya musim ini. Tapi anda tidak bisa mengabaikan fakta kalau pemilik Chelsea rela sudah bakar uang tapi timnya tidak masuk Champions League lagi. Empat besar adalah hasil minimal!” Tulisnya di Mirror.

Pochettino Masih Ingin Jual Pemain

Di atas kertas, klub yang sudah belanja pemain dengan total 1 juta pounds harusnya bisa malah bisa menang Liga Champions. Tapi kasus Chelsea memang berbeda. Setelah beberapa masalah yang dilalui di musim-musim sebelumnya, pengeluaran 1 juta pounds malah menciptakan masalah lain.

Yaitu skuad yang terlalu gemuk. Ini malah menjadikan Chelsea jadi sebuah tim yang kurang efektif. Contoh saja Manchester City dan Pep, yang lebih suka skuad yang sangat ramping. Alhasil, Pochettino pun masih punya PR di bursa transfer nanti. Yaitu menjual beberapa pemainnya yang tidak dibutuhkan.

Kabarnya setidaknya ada tiga pemain yang ingin dijual Pochettino secepatnya. Mereka adalah Marc Cucurella, Trevor Chalobah, dan Ian Maatsen. Pertimbangannya adalah mereka sudah tidak dibutuhkan Pochettino dan juga masih muda. Sehingga masih banyak klub yang mau membeli mereka dengan harga pantas.

Cucurella masih 25 tahun, Chalobah 24 tahun, sedangkan Ian Maatsen masih 21 tahun. Chalobah akan kembali Chelsea tawarkan ke Bayern Munchen. Sedangkan Cucurella dan Maatsen akan ditawarkan ke klub-klub Inggris lain.

Premier League akan kembali lagi akhir pekan ini. Chelsea akan bertandang ke markas Bournemouth. Bournemouth masih belum pernah menang, jadi sudah seharusnya Chelsea tidak kalah di pertandingan ini. Sementara itu, laga lebih sulit dihadapi Manchester United. Mereka akan menjamu Brighton di Old Trafford. Ini akan jadi tolak ukur bagaimana kedua tim ini bisa mengatasi masalah mereka masing-masing.

Sumber referensi: Mirror, Express, MEN, Mirror, Bible, Athletic, Goal