Beranda blog Halaman 280

Berita Bola Terbaru 19 September 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

LIGA INGGRIS: NOTTINGHAM IMBANG LAWAN BURNLEY

Burnley memperoleh poin pertama mereka sejak kembali ke Liga Premier tetapi dibuat frustrasi oleh hasil imbang 1-1 di Nottingham Forest pada Selasa dini hari tadi. Pasukan Vincent Kompany memimpin pada menit ke-41 melalui penyelesaian luar biasa dari Zeki Amdouni. Burnley semakin percaya diri dan terlihat nyaman di awal babak kedua, namun mereka terguncang ketika Callum Hudson-Odoi mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-61. Skor ini bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.

CEDERA, WAN BISSAKA ABSEN BELA MU BEBERAPA PEKAN

Aaron Wan-Bissaka mengalami cedera jelang laga Liga Champions pekan ini. Kondisi cedera Wan-Bissaka diumumkan oleh Manchester United pada Selasa (19/9). Wan-Bissaka yang baru masuk di menit ke-85 melawan Brighton mengalami cedera. Pemeriksaan lebih lanjut bakal dibutuhkan untuk memastikan durasi Wan-Bissaka absen namun pemeriksaan saat ini mengindikasikan dia bakal absen selama beberapa pekan.

MU KRISIS PEMAIN, TEN HAG PENING

Kabar cedera Wan-Bissaka membuat pelatih Manchester United, Erik ten Hag, pening. Pasalnya, MU tengah dilanda badai cedera menjelang partai melawan Bayern Munchen. Selain Wan-Bissaka, Setan Merah juga kehilangan sejumlah pemain. Mereka adalah Tom Heaton, Raphael Varane, Luke Shaw, Tyrell Malacia, Sofyan Amrabat, Mason Mount, dan Amad Diallo. Meski demikian, Amrabat berpotensi bermain ketika MU bertanding melawan Bayern. Sementara itu, Erik ten Hag juga melaporkan bahwa Varane, Mount, dan Luke Shaw, kondisinya masih belum memungkinkan untuk bermain.

NEWCASTLE UNITED TERANCAM SANKSI UEFA JELANG DUEL MELAWAN AC MILAN

Newcastle United berisiko dihukum UEFA menjelang laga Liga Champions pertama mereka dalam 20 tahun. The Magpies akan melawan juara Eropa tujuh kali AC Milan di San Siro, Selasa (19/9). Penyebabnya, Newcastle menunda melakukan konferensi pers di Milan. Konferensi tersebut dijadwalkan pada pukul 19.00 namun Eddie Howe tidak berbicara kepada media hingga pukul 21.00 waktu setempat. Ini tidak sejalan dengan aturan UEFA karena konferensi harus berlangsung antara pukul 12.00 hingga 20.00. Alasan Newcastle tidak melakukan konferensi pers tepat waktu sejatinya karena faktor keterlambatan mereka datang ke Milan. Hal ini disebabkan penerbangan mereka ke kota Mode tertunda akibat badai.

SUASANA TAK NYAMAN TONALI JELANG KEMBALI KE MILAN

Pertandingan big match Liga Champions antara AC Milan melawan Newcastle menjadi momen reuni bagi Sandro Tonali dengan bekas klubnya di San Siro. Suasana tidak nyaman dirasakan Sandro Tonali jelang laga reuni tersebut. AC Milan baru saja dibantai rival bebuyutan, Inter Milan dengan skor 1-5 di Serie A. Begitu pula Newcastle mengawali musim Liga Premier dengan merasakan 3 kekalahan dalam 5 pertandingan sehingga mereka berada di peringkat 11 klasemen Liga Premier.

SESI LATIHAN MILAN DIKEJUTKAN DENGAN KEHADIRAN IBRAHIMOVIC

Zlatan Ibrahimovic membuat kejutan dengan datang ke sesi latihan AC Milan jelang laga kontra Newcastle United di pentas Eropa. Pria Swedia menyambangi sesi latihan Milan di Milanello, Senin (18/9) pagi WIB. Menurut berita dari Football Italia, Lord Ibra tak ikut dalam sesi latihan Rossoneri. Namun, lelaki eks PSG itu terlihat berbincang dengan pelatih Stefano Pioli dan asistennya, Giacomo Murelli. Belum diketahui secara pasti tujuan kedatangan Ibrahimovic dalam kegiatan tersebut. 

KIPER ITALIA SALVATORE SIRIGU GABUNG NICE

OGC Nice telah resmi mengumumkan kedatangan kiper veteran Salvatore Sirigu dengan status bebas transfer. Kiper Italia berusia 36 tahun itu menghabiskan paruh pertama musim lalu bersama Napoli sebelum hijrah ke Fiorentina pada bursa transfer Januari. Dia membuat dua penampilan di Florence sebelum absen karena cedera tendon Achilles. Kini, bersama Nice, ia menandatangani kontrak satu tahun dengan tim asuhan Francesco Farioli.

JULIAN DRAXLER GABUNG AL AHLI

Migrasi pemain ke Timur Tengah ternyata belum usai. Julian Draxler menjadi pemain teranyar yang memilih berkarir di sana mengikuti mantan rekan setimnya Neymar yang sudah lebih dulu mendarat di sana. Meninggalkan raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, winger Jerman itu berlabuh di klub Qatar, Al-Ahli dengan kontrak permanen. Dikutip dari ESPN, PSG diyakini telah menerima antara 8 juta hingga 9 juta euro untuk penjualan Draxler, yang telah menandatangani kontrak dua tahun dengan Al-Ahli hingga musim panas 2025.

ROMA MENANG 7-0, MOURINHO MINTA MAAF KE EMPOLI

AS Roma bantai Empoli tanpa ampun 7-0 dalam lanjutan Serie A 2023/24. Sang allenatore Jose Mourinho sebut hasil akhirnya berlebihan. “Saya meminta maaf dan ikut bersedih untuk mereka. Namun, beginilah sepak bola. Kadang kala, hal seperti ini memang terjadi. Skor 7-0 ini terlalu besar. Kami tidak bermain spektakuler dan ingin menang 7-0. Banyak pemain yang secara fisik tak mampu bermain 90 menit. Ini hasil yang terlalu berlebihan,” kata Mourinho seperti dikutip dari Football Italia

RAMOS EMOSIONAL JALANI DEBUT KEDUANYA BERSAMA SEVILLA

Sergio Ramos sangat emosional ketika menjalani debut keduanya bersama Sevilla. Mantan kapten Real Madrid itu bermain 90 menit saat menang 1-0 atas Las Palmas akhir pekan kemarin. Ramos pun berterima kasih kepada fan atas dukungannya. Ramos menilai sambutan penggemar unik dan tak dapat dijelaskan dengan kata-kata untuk menggambarkannya. Menurut dia, tak ada cara lain untuk membalas sambutan penggemar selain dengan kemenangan.

ATLANTA UNITED SINDIR MESSI DENGAN GAMBAR SEKOTAK PIZZA

Lionel Messi absen membela Inter Miami saat kalah dari Atlanta United. La Pulga sedang bertugas bersama Argentina. Di sela-sela istirahatnya, Messi memutuskan memesan pizza yang sepertinya hanya terdiri dari tomat dan tanpa keju. Dasar figur publik, hal itu langsung menimbulkan kehebohan di antara banyak pecinta pizza di dunia maya. Setelah unggahan pizza itu viral, Atlanta United memanfaatkan momentum untuk menyindir Messi. “Pizza untuk Anda yang sedang dalam perjalanan,” bunyi caption tersebut disertai dengan gambar pizza dengan tomat yang disusun dalam bentuk huruf ‘L’. Huruf L yang tersusun dari tomat itu diyakini merujuk pada Lose atau Loser, yang jika diartikan ke bahasa Indonesia menjadi kalah atau si pecundang.

BANYAK FANS KECEWA MESSI ABSEN BELA MIAMI

Fans yang ingin menonton aksi memukau Messi terpaksa harus kecewa karena La Pulga absen dan Inter Miami tumbang dengan skor 5-2 dari Atlanta United. The Athletic berbicara kepada sejumlah penggemar Inter Miami tentang Messi yang tidak bermain dalam pertandingan tersebut, dengan sebagian suporter melakukan perjalanan jauh untuk menyaksikan sang bintang. Salah satu fans, Bianca Mathis dari Buford mengatakan, “Saya sangat terpukul. Benar-benar emosional,”

NEYMAR MURKA DI LAGA DEBUT LIGA CHAMPIONS ASIA

Neymar memainkan laga debutnya di ajang Liga Champions Asia bersama Al Hilal ketika melawan Navbahor wakil Uzbekistan. Pemain Brasil itu sempat main kasar, menelan kartu kuning, dan timnya ditahan imbang. Ia sempat kesal ke lawan, dengan mendorongnya sampai jatuh dan menendang bola ke arah lawannya. Laga itu sendiri berakhir imbang 1-1, Neymar gagal membawa timnya merengkuh tiga poin.

MASYARAKAT IRAN BERI SAMBUTAN GILA UNTUK RONALDO

Lautan manusia menyambut kedatangan Cristiano Ronaldo jelang CR7 menjalani debutnya di Liga Champions Asia. Ronaldo bakal main membela Al-Nassr dengan melawan Persepolis dari Iran pada laga pertama fase grup di Azadi Stadium, Teheran, Iran pada Rabu (20/9). Warga Iran meneriakkan nama Ronaldo dan memasang spanduk-spanduk di pinggir jalan. Penggemar bahkan mendatangi hotel tempat mantan bintang Real Madrid itu menginap. Anak-anak kecil juga ikut menyambut kehadiran Ronaldo dan Al Nassr di pinggir jalan kota Teheran.

DITANYA SOAL MU YANG JEBLOK, GUARDIOLA KETAWA BIJAK

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberikan respons menarik ketika diminta mengomentari penampilan Manchester United pada awal musim ini. Ia tertawa ketika wartawan menanyakan performa Setan Merah pada awal musim ini. “Ya, mereka tidak memulai musim ini seperti yang diharapkan, pun dengan Chelsea. Namun, MU tetaplah MU. Cepat atau lambat, mereka dan Chelsea akan menemukan ritmenya,” jelas Guardiola. Guardiola menambahkan, Premier League musim ini diperkirakan akan berjalan sengit. Sebab, sejumlah tim raksasa juga sudah melaju kencang.

FERRAN TORRES CETAK GOL PAREKIK PERTAMA BARCELONA SEJAK TERAKHIR MESSI

Ferran Torres menyumbangkan satu gol kala Barcelona melumat Real Betis 5-0 akhir pekan kemarin. Torres mencetak golnya lewat tendangan bebas kaki kanan. Dilansir Barca Universal, gol perekik dari Torres membuat Barcelona akhirnya mencetak gol lewat tendangan bebas. Kali terakhir Barcelona mencetak gol dari perekik pada 2 Mei 2021. Kala itu, Lionel Messi mencetak 1 gol lewat tendangan bebas ke gawang Valencia pada laga pekan ke-34 Liga Spanyol 2020/21

ARTETA BONGKAR ALASAN CADANGKAN RAMSDALE

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan alasannya mengapa mencadangkan Aaron Ramsdale dan memilih David Raya sebagai kiper The Gunners saat menghadapi Everton. Mantan asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City itu menjawab tak ada yang perlu dipermasalahkan dari keputusannya tersebut. Dia menyebut hal itu sebagai bagian dari rotasi pemain.

DUO LIGA PREMIER TERTARIK GAET NICO WILLIAMS

Athletic Bilbao mungkin menghadapi perjuangan untuk mempertahankan pemain bintang Nico Williams pada tahun 2024. Barcelona menjadi salah satu klub yang tertarik meminangnya. Menurut Football Espana, Williams juga dilirik dua klub Liga Inggris, termasuk mantan pengagumnya, Liverpool. Manchester United juga mengincar Williams karena mereka mencari opsi yang memungkinkan untuk menggantikan Jadon Sancho dan Antony di Old Trafford.

CAGLAR SOYUNCU ABSEN BELA ATLETICO DI LIGA CHAMPIONS

Atletico Madrid tidak akan diperkuat bek Caglar Soyuncu untuk pertandingan pembuka Liga Champions 2023/24 melawan tim Serie A Lazio. Sesuai laporan dari Marca, Soyuncu kembali ke Madrid dengan kondisi cedera adduktor, pasca menjalani tugas internasional bersama Turki. Soyuncu belum pernah tampil sebagai starter untuk Atletico Madrid, setelah pindah ke ibu kota Spanyol pada musim panas lalu, dan ia terpaksa ditarik keluar pada babak pertama saat Turki kalah dalam pertandingan persahabatan melawan Jepang.

DUA TAHUN ABSEN, MENDY AKHIRNYA MAIN LAGI

Mantan bek Timnas Prancis Benjamin Mendy memainkan pertandingan sepak bola profesional pertamanya selama lebih dari dua tahun pada akhir pekan kemarin. Bek kiri berusia 29 tahun itu masuk dari bangku cadangan saat klub Prancis Lorient bermain imbang 2-2 dengan Monaco di Ligue 1. Perlu diketahui, pertandingan terakhir Mendy adalah untuk Manchester City pada Agustus 2021, tak lama sebelum ia didakwa melakukan pemerkosaan. Skandal yang membuatnya terpaksa menepi dari lapangan hijau.

MAN CITY TUNDA PEMBICARAAN KONTRAK BARU DENGAN DE BRUYNE

Meski kontrak Kevin De Bruyne bersama Manchester City hanya tersisa 18 bulan, The Citizens masih belum menyodorkan tawaran kontrak baru kepada pilarnya tersebut dalam waktu dekat. City sejatinya bakal menawarkan kontrak baru untuk dua musim ke depan kepada De Bruyne. Namun mereka masih menunggu sang pemain pulih dari masalah hamstring yang tengah dideritanya. De Bruyne memang berpotensi absen hingga tahun depan dan negosiasi sejauh ini bakal ditunda.

BANYAK MASALAH, JUVENTUS MAU BUANG PAUL POGBA

Direktur Olahraga Juventus, Cristiano Giuntoli nampaknya sudah menyerah dengan sang pemain, Paul Pogba. Dikabarkan Giuntoli berkeinginan untuk menyudahi kontrak sang pemain di Allianz Stadium. Pasalnya, Pogba alami banyak masalah di Juventus. Dimulai dari sering cedera hingga kasus terbaru memakai doping. “Kami akan menunggu analisis selanjutnya dan akan memutuskan apa masa depan dari sang pemain dengan sang agen,” ujar Giuntoli yang dilansir oleh DAZN.

PENYERANG CHELSEA NICHOLAS JACKSON NYARIS GABUNG AC MILAN

Tak banyak yang tahu, ternyata AC Milan nyaris mendatangkan Nicolas Jackson, sebelum akhirnya sang striker berlabuh ke Chelsea. Menurut kabar dari Tribalfootball, sebelum Chelsea datang, AC Milan sudah tinggal selangkah lagi memboyong Nicolas Jackson ke San Siro. Hal ini diungkapkan agen Nicolas Jackson, di mana kliennya hampir saja menjadi bagian dari AC Milan musim ini. Namun, Chelsea dengan kekuatan finansialnya mengubah segalanya, AC Milan pun gigit jari.

BRUNEI TERANCAM SANKSI JELANG LAWAN INDONESIA

Brunei Darussalam terancam mendapat sanksi dari Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) jelang menghadapi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kedua tim dijadwalkan saling berhadapan pada 12 dan 17 Oktober 2023 mendatang. Federasi sepakbola Brunei Darussalam (FABD) dilaporkan gagal menyerahkan statutory audit yang disetujui kongres FABD ke-8. Sebagai konsekuensinya, dana hibah FIFA Forward 3.0 untuk tahun 2023 bakal ditunda pencairannya hingga FABD dapat menyerahkan laporan audit yang disetujui Kongres FABD.

DAFTAR HARGA TIKET PIALA DUNIA U17

Tiket Piala Dunia U17 sudah bisa dipesan. FIFA menyediakan tiket individu, stadion, dan paket keluarga untuk Piala Dunia U17. Harga tiket pertandingan bervariasi, mulai Rp 100 ribu hingga 250 ribu. FIFA juga menyediakan paket khusus buat menyaksikan penyisihan mulai dari Rp 160 ribu, Rp 180 ribu, hingga yang termahal Rp 360 ribu. Sebelum membeli tiket, calon penonton mendaftar lebih dulu di situs resmi FIFA secara online. Turnamen akbar yang melibatkan 24 negara ini akan dihelat pada 10 November hingga 2 Desember.

Arsenal vs Spurs, Siapa yang Akan Pertama Kali Kalah di Liga Inggris?

0

Memasuki pekan ke-6 Liga Inggris, ada empat tim yang belum terkalahkan. Mereka adalah Manchester City, Liverpool, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Celakanya, dua klub terakhir akan saling berhadapan di tajuk Derby North London yang penuh gengsi dan rivalitas.

Derby panas yang akan tersaji Minggu 24 September 2023 ini, akan menjadi pertaruhan siapa yang bakal ternoda dengan kekalahan terlebih dahulu di Liga Inggris musim ini.

Pembalasan Dendam Spurs

Omong-omong soal ternoda, Spurs musim lalu telah menjadi korban Arsenal. Bagaimana tidak? Rekor tak terkalahkan Spurs di kandang sendiri sejak 9 tahun lamanya, tiba-tiba tercoreng akibat kekalahan 0-2 oleh Arsenal pada 15 Januari 2023. FYI aja, sebelum kekalahan tersebut, Spurs tak terkalahkan di kandang sendiri atas Arsenal sejak tahun 2014 silam.

Pecahnya rekor tersebut masih sangat terngiang bagi publik Spurs hingga sekarang. Publik Spurs belum move on terhadap kekalahan menyakitkan tersebut. Maka dari itu, tajuk pembalasan dendam menjadi tepat dalam pertemuan pertama mereka musim ini. Ditambah kepercayaan diri dari skuad Spurs yang masih tinggi-tingginya setelah dalam empat laga terakhir selalu meraih kemenangan.

The Lilywhites kini juga dalam misi tak mau kalah dengan Arsenal. Bagi Spurs, memangnya mereka tak bisa menodai balik Arsenal? Ya, bisa jadi laga ini waktu yang pas untuk menodai Arsenal. Pasalnya secara catatan rekor, Arsenal belum pernah kalah lagi di Emirates atas Spurs sejak 2010 silam.

Keunggulan Arsenal Di Kandang

Karena secara head to head, jika laga ini dihelat di Emirates, klub berlogo ayam itu lebih sering kegeprek. FYI juga, The Gunners terakhir kali kalah oleh Spurs di 20 November 2010. Kala itu Arsenal masih dilatih Arsene Wenger dan Spurs masih dilatih Harry Redknapp. Skor 2-3 menjadi hasil akhir laga tersebut. Gol kemenangan Spurs dicetak oleh Gareth Bale, Younes Kaboul, dan Van Der Vaart.

Kemenangan tersebut bahkan hanyalah kemenangan kedua Spurs di kandang Arsenal sejak 1993. Bayangkan, sejak tahun 1993, Spurs hanya menang dua kali di markas Arsenal, yaitu di tahun 1993 dan tahun 2010. Jika dihitung hanya di Emirates, Spurs hanya mampu sekali mengalahkan Arsenal.

Spurs Ange Postecoglou Yang Berbeda

Apakah di tahun 2023 ini peristiwa tahun 1993 dan 2010 itu akan terulang kembali? Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Terlebih Spurs masih solid dengan kekuatan baru di bawah Ange Postecoglou. Spurs-nya Postecoglou berbeda dengan Spurs sebelum-sebelumnya.

Menarik menyoroti keperkasaan Spurs sekarang ini. Bagaimana tidak? Ketika pemain pilar seperti Harry Kane hengkang, tapi mereka bisa unjuk gigi sedari awal musim. Pemain dengan nama yang tak mentereng seperti Vicario, Van de Ven, Udogie, Pape Sarr, jadi fenomena tersendiri di Spurs awal musim ini berkat performanya yang gacor.

Fokus Kekalahan Pertama

Spurs sebenarnya diragukan sejak awal musim. Pelatih baru mereka Postecoglou juga hanya sekaliber pelatih yang sukses di Liga Skotlandia. Tak bisa jadi patokan ketika dicoba di liga seketat Inggris.

Hasilnya pun sudah meragukan, karena di laga pramusim Spurs sempat kalah dari West Ham dan Barcelona. Di laga pembuka Liga Inggris, mereka juga hanya bermain seri dan hampir kalah dengan Brentford.

Tapi setelah itu Spurs di bawah Postecoglou menggebrak dengan menang atas MU, Bournemouth, Burnley, dan Sheffield. Poin mereka kini sama dengan Arsenal, yakni 13 poin. Lain halnya dengan Arsenal. Tim yang digadang-gadang akan tampil superior karena pembelian pemainnya, secara performa justru tak jauh beda dengan musim lalu.

Menangnya hanya tipis-tipis saja ketika melawan Nottingham Forest, Crystal Palace, maupun yang terakhir Everton. Bahkan mereka sempat ditahan Fulham di kandang sendiri. Walaupun begitu, rekor tak terkalahkan musim ini masih dalam genggaman.

Spurs Diuntungkan Secara Fisik

Tapi kini Spurs bisa lebih jumawa. Mereka sedang memimpin secara agregat gol atas Arsenal. Modal tersebut sedikit menambah semangat pasukan Ange untuk bertempur di laga nanti. Selain semangat, Spurs juga diuntungkan dari segi fisik. Mereka praktis akan lebih fresh karena tak melakoni laga di tengah pekan. Artinya, resiko cedera dan kelelahan bisa dihindari.

Lain halnya dengan Arsenal yang di tengah pekan ini harus berjibaku di Liga Champions melawan PSV. Meski hanya laga pembuka, paling tidak Arsenal ingin menunjukkan kesan positif di Liga Champions. Maklum, mereka terakhir kali tampil di 2019 silam.

Untuk itu, Arteta harus pandai-pandai merotasi pemainnya. Bagaimanapun Derby London Utara pasti akan menguras fisik. Kekuatan Arsenal melawan Spurs nanti akan bergantung pada pemain yang fit jelang laga. Jika ada yang cedera di Liga Champions, bisa pusing itu Arteta. Apalagi mereka sudah kehilangan Martinelli yang terkena cedera hamstring kala melawan Everton.

Arteta vs Postecoglou

Lalu bagaimana caranya Arteta bisa menjinakan Postecoglou? Arteta harus menurunkan meteri terbaiknya. Kehilangan Martinelli bisa ditutupi oleh Leandro Trossard yang terbukti mencetak gol kemenangan melawan Everton.

Bermain dengan formasi 4-3-3, Arteta harus mewaspadai dua fullback Spurs milik Postecoglou yang kini menjadi kekuatan tersembunyi. Mereka punya Udogie dan Porro yang sama-sama bergerak inverted ke tengah bergabung dengan Pape Sarr dan Bissouma ketika pegang bola. Lini tengah Spurs akan lebih dominan dengan skema tersebut.

Maka dari itu, Arteta harus meneror lewat kecepatan dari sisi sayapnya. Baik dengan Trossard maupun Bukayo Saka. Hal itu demi mengeksploitasi sisi sayap pertahanan Spurs yang sering ditinggalkan oleh bek sayapnya. Atau bisa juga Arteta memaksimalkan lini keduanya seperti Rice, Odegaard, maupun Havertz. Jaga-jaga saja, barangkali sayap serangnya juga akan dijaga ketat.

Para Pemain Kunci Kedua Tim

Selain itu, ada faktor kunci dari kedua tim yang terletak pada James Maddison dan Bukayo Saka. Keduanya adalah pilar penting bagi kedua tim yang tak tergantikan. Kedua bintang muda Inggris ini sementara sudah menciptakan masing-masing 2 gol dan 2 assist.

Akan tetapi, banyak orang lupa bahwa di luar dua pemain pilar tadi, ada juga pemain tak terduga yang bisa saja menjadi penentu. Misal kiper baru Arsenal David Raya. Ia bisa dicoba kembali ketika sebelumnya terbukti solid kala melawan Everton. Atau juga Richarlison, yang bisa jadi akan kembali gacor seperti di laga melawan Sheffield setelah konsultasi ke psikolog.

Terlepas dari itu semua, rivalitas Derby yang panas ini tetap akan menjadikan bumbu di laga nanti. Duel dan tekel keras, intimidasi lawan, beberapa kartu yang melayang dari saku wasit, tak dipungkiri akan mewarnai laga nanti. Siapa yang lebih siap mental, ialah yang akan jadi pemenangnya. Tapi kalau menurut Football Lovers siapa nih yang bakal merasakan pahitnya kekalahan pertama di Liga Inggris musim ini, Arsenal, atau Spurs?

Sumber Referensi : talksport, sofascore, bbc, transfermarkt, footballlondon

Tepatkah Menyebut Andre Onana Kiper yang Buruk?

0

Kiper Manchester United, Andre Onana Onana tengah menjadi sorotan. Penampilan buruknya di bawah mistar jadi santapan lezat untuk mencibir Manchester United. Video-video konyolnya saat menghalau bola adalah hidangan yang akan menjadi lelucon. Menjadi sebuah premis yang bahkan lebih lucu dari materi Stand Up Comedy.

Berkat penampilan Onana itu pula, Manchester United tampil jeblok. Tudingan kiper yang buruk pun mengarah padanya. Malahan ada yang sampai membandingkan Onana dengan David De Gea. Seburuk itukah kiper Kamerun itu?

Kebobolan Banyak Sekali

Sampai pekan kelima Premier League, penampilan Andre Onana jauh dari kata menggigit. Ten Hag selalu memainkan Onana di setiap laganya, dan hampir setiap laga, Ten Hag melihat gawang Onana kebobolan. Dari lima laga, Onana sudah kebobolan 10 gol. Sekali lagi, 10 gol!

Kalau dirata-rata berarti per laga, Onana minimal kebobolan dua gol. Kiper berpaspor Kamerun itu juga baru menciptakan satu kali clean sheets, yakni di laga kontra Wolverhampton Wanderers. Ya, Wolves, tim yang hanya terpaut satu kemenangan dari Manchester United.

Statistik buruk Onana mendatangkan gelombang kritik dari banyak pihak. Tidak hanya warganet yang notabene penggemar MU, tapi juga para pengamat sepak bola. Jamie Carragher, legenda Liverpool yang biasa mengkritik Manchester United ambil bagian untuk mengkritik kiper tersebut.

Penampilan buruk Andre Onana di bawah mistar juga menjadi pembahasan hangat di lini masa media sosial. Sebagian besar dari mereka merasa Onana bukanlah kiper yang cocok buat Manchester United. Penampilan Onana dianggap jauh lebih buruk dari David De Gea, kiper yang sudah disia-siakan oleh Manchester United.

Benarkah Lebih Buruk dari De Gea?

Namun, benarkah demikian? Kalau Onana lebih buruk dari De Gea, mengapa MU membelinya dari Inter, dengan harga yang mahal pula? Sejujurnya dari segi statistik, Onana tertinggal dari De Gea. Kita tidak perlu membandingkannya dengan statistik total, karena itu sama sekali tidak mito to mito.

Menurut Transfermarkt, dalam lima laga pertamanya di Premier League, Andre Onana kebobolan 10 gol. Sementara menurut data yang sama, dalam lima laga pertamanya di Premier League, yaitu di musim 2011/12, De Gea hanya kebobolan empat gol saja. Itu baru perkara kebobolan.

Soal clean sheet De Gea juga unggul. Lewat data yang sama, di lima laga pertamanya di Premier League, De Gea mencatatkan dua kali clean sheets. Sedangkan Onana dalam lima laga pertamanya di Premier League baru mengemas satu clean sheet saja.

Dalam lima laga itu pula Onana sudah mendapat dua kartu kuning. Saat melawan Nottingham Forest dan kala melawan Arsenal. De Gea dalam lima laga pertamanya di Premier League tidak mendapatkan satu pun kartu kuning. Bahkan sepanjang musim itu De Gea tidak mendapat satu pun kartu kuning.

Onana Seburuk Itukah?

Kalau begitu, apakah ini kesalahan besar United membeli Onana dan melepas De Gea? Statistik tadi memang menunjukkan Onana kalah dari De Gea. Tidak hanya jumlah kebobolan, tapi Onana juga kalah jumlah penyelamatan. Memang, kiper asal Spanyol itu, menurut Fbref, selama musim 2011/12 sudah mengemas 105 penyematan dalam 29 laga, sedangkan Onana baru mengemas 20 saves saja.

Namun, jumlah laganya berbeda. De Gea sudah melakoni 29 laga Premier League, sedangkan Onana baru lima laga. Kalau dirata-rata jumlah saves De Gea selama 29 laga itu hanyalah sekitar 3,62 per laga, sedangkan Onana 4 per laga. Selain itu, masih menurut Fbref, Onana juga punya persentase penyelamatan yang lumayan, yaitu 68% dengan rata-rata 74% per laganya.

Onana juga punya persentase clean sheets yang tinggi, yaitu 92%. Selama di Manchester United, dalam lima laganya di Premier League, Onana juga sudah mengantisipasi 29 tembakan tepat sasaran. Dengan atribut menawannya sebagai penjaga gawang, Onana sebenarnya masih punya harapan.

Ball Playing Goalkeeper

Lagi pula kiper Kamerun itu dibeli Ten Hag bukan karena keahliannya dalam mengantisipasi bola, tapi karena kemampuannya sebagai ball playing goalkeeper. Sejak awal melatih United, Ten Hag ingin bermain penguasaan bola, melakukan build-up dari bawah dengan kiper yang bisa membangun serangan. Kiper yang nyaman dengan bola di kakinya.

Onana tepat mengisi keinginan itu. Selain karena ia pernah bekerja dengan Ten Hag, kecakapannya dalam menguasai bola tak perlu diragukan. Mantan kiper Manchester United, Peter Schmeichel seperti dikutip Metro juga mengakui Onana adalah kiper yang cocok dengan permainan yang diusung Ten Hag.

Jika menilik tujuannya didatangkan ke United, kita mesti fair dalam menilai Onana, terutama dengan melihat statistik yang merujuk pada ball playing goalkeeper. Menurut Fbref, walaupun baru bermain lima kali di Premier League, Onana sudah mengemas 149 umpan sukses dari 194 percobaan.

Persentase umpan suksesnya mencapai 76,8%. Onana paling sering mengirim umpan ke tengah lapangan, sejauh ini jumlahnya sudah 80 umpan dalam lima laga. Sebagai ball playing goalkeeper, kemampuan Onana dilihat dari kakinya, alih-alih refleks dan kelihaian tangannya. Itu jika kita menilainya sesuai dengan kebutuhan yang dimau Ten Hag.

Kelemahan Ball Playing Onana

Namun, seorang ball playing goalkeeper punya kelemahan. Biasanya kiper-kiper dengan kemampuan kaki yang bagus tak cukup baik kemampuan refleksnya. Lihat saja bagaimana Ederson Moraes. Kiper City itu diakui bagus dalam distribusi bola, namun oh ya ampun, Ederson dikenal sebagai kiper one shoot one goal.

Kemampuan ball playing Onana juga beresiko. Dilansir The Athletic, musim terakhirnya di Inter saja Onana kebobolan lebih banyak dari jumlah perkiraan kebobolan atau xGOT, yaitu 24 gol dengan xGOT 19,5. Di Manchester United, Onana juga sudah kebobolan 10 gol, lebih banyak dari xGOT-nya yakni 8,6.

Resiko semacam itu juga sudah diperkirakan oleh legenda MU, Rio Ferdinand. Dilansir Mirror, Rio menilai permainan Onana sangat beresiko. Meski ia tak mengatakan Onana adalah kiper yang buruk. Alih-alih mengatakan demikian, bagi Rio, Onana adalah kiper modern yang bagus.

MU Tidak Cocok dengan Kiper Modern

Onana kiper modern. Tapi kemampuannya itu sepertinya kurang cocok dengan komposisi pemain lain di Manchester United. Ada sebuah analisis menarik dari MT Analysis, yang singkatnya memperlihatkan bahwa kemampuan distribusi bola Onana di Manchester United tidak sama hasilnya saat bermain di Inter.

Di Manchester United, Onana sering melakukan direct ke lini depan yang tertuju pada Marcus Rashford, alih-alih ke ruang di mana bisa dituju oleh Rashford. Saat kedua pemain belum punya kemistri, umpan begitu sangat beresiko. Apalagi pemain seperti Rashford bukan penyerang yang konsisten dalam duel seperti Lautaro Martinez, Lukaku, maupun Edin Dzeko.

Seharusnya Onana mengirim umpan seperti Jason Steele mengirim umpan ke Mitoma. Alih-alih memberi umpan ke orangnya, Steele mendistribusikan bola ke ruang yang bisa dieksploitasi oleh pemain Jepang tersebut. Mungkin Ten Hag sudah tahu akan hal itu. Makanya ia mendatangkan Rasmus Hojlund.

Hojlund sebetulnya sosok yang tepat untuk melakukan kombinasi dengan Onana. Masalahnya, ketika bermain Hojlund tak banyak mendapat suplai bola, terutama dari Onana. Kiper yang satu ini lebih sering memberi umpan ke Rashford atau sisi sayap United. Hal itu bisa dilihat dari ketiadaan take-ons dari Hojlund.

Bek-bek MU juga tidak pernah becus dalam mengantisipasi serangan, maka United barangkali lebih membutuhkan kiper penghenti tendangan ali-alih ball playing. Sebagaimana yang pernah dikatakan mantan pemain United, Paul Parker. Menurutnya Setan Merah lebih baik setia dengan De Gea yang terbukti jago menepis tendangan.

Namun, apa boleh buat, Ten Hag menginginkan gaya permainan yang berbeda. Meskipun resikonya tugas Onana menjadi lebih sulit. Selain dituntut untuk tetap baik dalam distribusi, dengan bek-bek yang menyebalkan, Onana juga dituntut bagus dalam penyelamatan. Well, kalian kalau jadi Onana gimana?

Sumber: Pulsesports, Metro, Mirror, WeAllFollowUnited, TheAthletic, Fbref

5 Kali Dipermalukan Inter! Sudah Waktunya AC Milan Pecat Stefano Pioli?

Kalah di sebuah pertandingan sudah terasa menyakitkan, apalagi di laga derby, dan makin menyakitkan lagi jika kekalahan tersebut di dapat dengan skor telak. Seperti yang dialami AC Milan di Derby della Madonnina edisi ke-238.

Para pendukung AC Milan menderita mimpi terburuk mereka setelah tim kesayangannya takluk 5-1 dari sang rival bebuyutan, Inter Milan. Sebuah kekalahan yang begitu telak, tragis, dan tentu saja memalukan. Pasalnya, kekalahan tersebut membuat Milan mencatat rekor buruk, sekaligus membuat nama Stefano Pioli mencatat rekor memalukan dalam buku sejarah rossoneri.

Akan tetapi, apa tanggapan Pioli setelah dirujak 5-1 oleh Inter? Dalam konferensi pers setelah Derby Milan, Pioli bereaksi dengan marah ketika seorang reporter bertanya apakah ia merasa sudah waktunya meminta maaf kepada para fans.

“Saya tidak setuju dengan ide untuk meminta maaf kepada para penggemar. Apakah Anda pikir kami ingin kemasukan lima gol dari Inter dan kalah dalam laga derby? Kami kecewa, sama seperti para fans. Anda seharusnya hanya meminta maaf ketika Anda melakukan kesalahan dengan sengaja,” kata Pioli dikutip dari Football Italia.

Sikap dari Stefano Pioli ini menunjukkan Milan dipimpin oleh orang seperti apa. Sungguh memalukan bukan tim sebesar AC Milan dipegang oleh seseorang yang masih bisa membela diri atau mencari-cari alasan ketika dirinya berhasil membuat orang-orang di sekitarnya kecewa.

Menyusul kekalahan telak yang meninggalkan rekor buruk dalam catatan sejarah Derby della Madonnina, tagar PioliOut kembali menggema di linimasa media sosial. Pemecatan Pioli dirasa sudah mendesak.

Namun sebelum membahas ke arah sana, mari kita bahas beberapa kesalahan Stefano Pioli yang menjadi penyebab Milan bisa kalah dengan skor yang begitu tragis di Derby della Madonnina edisi ke-238.

“Si Kepala Batu” yang Bikin Milan Kalah 5-1

Milan sejatinya menatap laga derby ini dengan lebih siap. Aktivitas transfer yang menghasilkan 10 pemain baru sukses menambah kedalaman skuad. Milan juga sukses menyapu bersih 3 giornata pertama Serie A musim ini dengan kemenangan meyakinkan kontra Bologna, Torino, dan AS Roma.

Namun hasil pertandingan di Derby della Madonnina menunjukan fakta sebaliknya. Simone Inzaghi dan Inter terlihat seperti tak menemui kesulitan untuk menjinakkan Milan. Skor telak 5 berbanding 1 adalah buktinya.

Menurut hemat kami, setidaknya ada dua kesalahan elementer yang dilakukan Stefano Pioli yang membuat AC Milan dibantai Inter. Pertama, pendekatan taktik Pioli yang salah. Kedua, Pioli tidak bisa membaca situasi pertandingan dengan tepat.

Pioli memang pantas mendapat julukan “Si Kepal Batu”. Menghadapi Inter yang sama bagusnya ketika bermain possession ataupun counter-attacks dan punya segudang pemain yang punya kecepatan, Pioli tetap memaksakan taktiknya dan tidak adaptif dengan taktik lawan, meski kondisi anak asuhnya tidaklah ideal.

Formasi Milan memang berubah dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3, menghilangkan playmaker yang diganti dengan dua gelandang pembawa bola seperti Tijjani Reijnders dan Ruben Loftus-Cheek. Hasilnya memang Milan bermain lebih menyerang dengan jumlah penguasaan bola yang meningkat.

Akan tetapi, secara garis besar, taktik Pioli tidak banyak berubah, bahkan cenderung sama. Artinya, tim manapun yang biasa menghadapi Milan pasti sudah paham titik lemahnya. Dan taktik yang tidak bekerja dengan baik melawan Inter itu kembali dipakai Pioli di laga Derby Milan ke-238.

Tanpa Tomori yang absen karena kartu merah, serta Kalulu dan Bennacer yang cedera, Milan hanya punya Simon Kjaer dan Malick Thiaw di posisi bek sentral. Keduanya bukanlah bek yang dibekali atribut kecepatan. Sedangkan di posisi gelandang bertahan hanya ada Rade Krunic.

Sementara itu, Davide Calabria tetap dipaksa bermain sebagai inverted fullback. Begitu pula dengan Theo Hernandez yang tetap diminta aktif membantu serangan. Milan tetap bermain high pressing dengan garis pertahanan tinggi. Hasilnya tentu saja fatal!

Faktanya, empat dari lima gol yang bersarang di gawang Mike Maignan bermula dari situasi serangan balik Inter yang gagal dihalau Milan.

Milan sebenarnya tak seburuk itu, setidaknya hingga Rafael Leao membuat kedudukan menjadi 2-1. Namun, setelah itu Milan justru kembali kendur dan kebobolan. Setelah gol kedua Henrikh Mkhitaryan, Milan terlihat sudah habis. Reaksi Leao yang tertangkap kamera adalah buktinya.

Meski terlambat, hal yang bisa dilakukan Pioli adalah memasukkan pemain bertipe bertahan yang setidaknya bisa meredam serangan Inter dan membuat Milan tak kebobolan lebih banyak. Namun, Pioli justru memasukkan pemain bertipikal menyerang yang kebanyakan adalah pemain yang menit bermainnya masih sedikit dan tidak punya pengalaman di laga derby.

Masuknya Noah Okafor, Luka Jovic, Florenzi hingga Yunus Musah yang masuk menggantikan Giroud, Reijnders, Calabria, dan Loftus-Cheek tidak memberi dampak positif dan justru membuat pertahanan Milan makin terbuka. Gol penalti Hakan Calhanoglu dan Davide Frattesi yang menutup laga dengan skor kemenangan 5-1 untuk Inter Milan tercipta setelah pergantian tersebut terjadi.

Para pemain pun jadi pesakitan di laga ini, khususnya mereka para pemain bertahan. Lebih khusus lagi Malick Thiaw yang dua kali dipecundangi Marcus Thuram yang berhasil mencetak gol spektakuler di menit ke-38. Para rekrutan anyar seperti Pulisic, Loftus-Cheek, dan Reijnders juga gagal memberi impact bagus seperti di 3 laga pertama mereka.

Para pemain Milan memang tidak terlihat militan, kontras dengan apa yang diperlihatkan Inter. Namun, mimpi buruk itu seharusnya tidak terjadi atau minimal bisa diantisipasi jika Pioli bisa membaca situasi dengan baik dan punya pendekatan taktik yang lebih tepat. Sayangnya, Stefano Pioli memilih untuk tetap menjadi “Si Kepala Batu”.

Stefano Pioli Mulai Arogan?

Kekalahan 5-1 yang diderita AC Milan di Derby della Madonnina menyisakan duka mendalam dan meninggalkan noda hitam dalam catatan sejarah Milan. Kekalahan tersebut merupakan kekalahan kelima beruntun Milan dari Inter.

Sebelumnya, Milan sudah kalah 3-0 di laga Supercoppa. Lalu, takluk 1-0 di giornata 21 Serie A musim lalu. Kemudian dua kali kalah dengan skor agregat 3-0 di semifinal Liga Champions.

Sebelumnya, Milan tak pernah kalah dari Inter di kompetisi Eropa. Ini juga pertama kalinya Milan menelan 5 kekalahan beruntun dari Inter dengan rekor yang begitu buruk, yakni 12 kali kebobolan dan hanya mampu mencetak 1 gol. Dan semua kekalahan tersebut didapat di tahun 2023 dan semuanya terjadi di era Stefano Pioli.

Setelah kekalahan tersebut, Pioli mendapat kritik keras atas pilihan taktik dan komentarnya di depan media. Idealnya, seorang pelatih harus menerima kekalahan ketika timnya menderita kekalahan yang begitu telak, tetapi Pioli enggan meminta maaf kepada para penggemar dan justru masih sempat-sempatnya membuat pembelaan.

Pioli berkata kalau “70 menit pertama berjalan baik, hanya 15 menit terakhir yang perlu dilupakan”. Pioli juga berkata kalau “di empat menit pertama, hanya Milan yang menguasai bola”.

Pioli memang tak salah. Milan menang penguasaan bola hingga 60%. Namun, apalah arti possession kalau ujung-ujungnya hanya mampu mencetak sebiji gol saja, sementara sang kiper harus 5 kali memungut bola dari jala gawangnya sendiri.

Pioli memang masih terlihat positif dan berusaha agar anak asuhnya tak kena mental. Namun, pernyataannya tadi menunjukkan kalau ada jalan pikir yang salah dari Pioli. Jurnalis Andrea Longoni menyoroti pernyataan Pioli sebagai “kurangnya kesadaran diri yang kritis”, sementara jurnalis Fabio Ravezzani menilai kalau “Pioli menjadi arogan”.

Komentar Pioli pasca kekalahan telak 5-1 dari Inter telah menimbulkan kontroversi sekaligus kebingungan, termasuk di mata manajemen Milan. Oleh karena itu, kami bertanya kepada fans Milan. Apakah akan terus membiarkan Milan dipimpin oleh orang seperti Stefano Pioli?

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Memecat Pioli?

Idealnya, Milan seharusnya bisa memecat Pioli minimal setelah hasil pertandingan kontra Newcastle United di Liga Champions atau maksimal di bulan Oktober nanti. Sebab, di bulan tersebut, Milan punya jadwal padat dengan laga berat, seperti melawan Dortmund dan PSG di UCL, serta Juventus dan Napoli di Serie A.

Terlepas dari itu, adalah hal yang lumrah jika kebersamaan AC Milan dan Stefano Pioli sudah seharusnya dihentikan pasca kekalahan 5-1 di Derby della Madonnina edisi ke-238. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Stefano Pioli yang menghadirkan scudetto ke-19 bagi Milan, sudah tidak banyak alasan yang bisa membuat Pioli layak diberi waktu lebih banyak.

Selain kalah 5 kali dari Inter, di tahun 2023 ini Milan juga menderita kekalahan 4-0 dari Lazio, 5-2 dari Sassuolo, 3-1 dari Udinese, bahkan kalah 2-0 dari tim degradasi Spezia. Semua kekalahan tersebut terjadi ketika Milan tak bisa bermain full team.

Pioli mungkin belum habis dan tidaklah miskin taktik. Namun yang pasti, cepat atau lambat, sifatnya yang kepala batu dan taktiknya yang tidak adaptif akan jadi masalah.

Pertanyaan yang seharusnya kita ajukan adalah kapan manajemen Milan akan mulai memikirkan Pioli sebagai sebuah masalah potensial yang bakal menghambat prestasi tim?


Referensi: Football Italia, SempreMilan, MilanReports, SempreMilan, Gazzetta, Gazzetta.

Tak Kunjung Dapatkan Klub Baru, De Gea Tak Laku?

0

Setiap orang ada masanya dan setiap masa pasti ada orangnya. Kalimat itu tepat untuk menggambarkan situasi David De Gea yang masanya di Manchester United sudah habis. Ia digantikan Andre Onana yang ditebus dari Inter Milan. Tapi setelah memutuskan untuk berpisah dengan United di akhir musim lalu, David De Gea belum menemukan klub baru.

Meski sudah berstatus bebas transfer, De Gea bukan nama mempesona di pasaran. Penjaga gawang berpaspor Spanyol itu bahkan kesulitan mendapatkan klub baru. Padahal De Gea meraih Golden Gloves Premier League musim lalu.. Lantas, mengapa tak ada klub yang mau menampungnya?

Musim 2022/23 yang Tak Begitu Buruk

Dalam beberapa musim terakhir performa David De Gea bersama Manchester United memang tak konsisten. Namun, musim terakhirnya di Inggris barangkali bisa jadi pengecualian. Beberapa pihak sampai menganggap musim 2022/23 jadi salah satu musim terbaik De Gea. Aksi-aksi heroik dan penyelamatan-penyelamatan di luar nurul masih sering dipertontonkan olehnya.

Musim tersebut, De Gea bisa dibilang jadi yang terbaik di posisinya. Ia mencatatkan 17 clean sheets dalam 38 pertandingan Liga Inggris. Itu jadi statistik yang sulit dikejar oleh para penjaga gawang top lainnya macam Aaron Ramsdale dan Ederson Moraes.

Selain penghargaan individu, De Gea juga mampu menghadirkan trofi Carabao Cup setelah mengalahkan Newcastle United di partai puncak. Meski tak jadi pilihan utama di kompetisi ini, perannya cukup vital di laga final. Selain itu, ia juga berhasil mengantarkan klubnya mencapai partai puncak Piala FA.

Meski begitu, angka kebobolannya juga mengkhawatirkan. De Gea kebobolan 43 gol dalam semusim. Hal itu kontras dengan penghargaan yang ia dapat. Setelah ditelusuri, permainan terbaik De Gea keluar ketika melawan tim-tim papan bawah. Melawan tim seperti Southampton, Wolves, dan Leicester City, ia bisa menjaga gawangnya tetap perawan hingga peluit panjang dibunyikan.

Namun, saat melawan tim-tim papan atas, De Gea jadi bulan-bulanan. Tentu kalian masih ingat ketika De Gea kebobolan tujuh gol saat menghadapi Liverpool di pertemuan kedua Liga Inggris musim 2022/23.

Sempat Ada Tawaran, Tapi…

Di akhir musim, De Gea gagal mencapai kesepakatan perpanjangan kontrak dengan Manchester United. Pihak klub awalnya masih ingin mempertahankan sang penjaga gawang. Tapi dengan satu syarat, yakni De Gea harus mau menurunkan gajinya. De Gea pun menyetujuinya. Ia rela menurunkan gajinya demi bisa bertahan di MU.

Namun, tiba-tiba kesepakatan diubah secara sepihak. Pihak klub menarik kembali kontrak baru yang sudah disetujui oleh De Gea. United menginginkan gaji yang lebih rendah untuk penjaga gawang asal Spanyol itu. Sayangnya, tindakan konyol ini telah mempengaruhi suasana hati sang pemain. De Gea merasa klub sudah tidak menaruh rasa hormat kepadanya sejak negosiasi dimulai.

Setelah resmi dilepas, De Gea langsung jadi komoditas panas. Namanya bersanding dengan Eden Hazard, Sergio Ramos, dan Alexis Sanchez sebagai pemain gratisan tapi memiliki value tinggi. Apalagi usia karir penjaga gawang cukup panjang. De Gea mungkin bisa bermain untuk tiga atau empat tahun lagi dengan kondisi tubuhnya yang masih sangat baik. Ia jarang mengalami cedera saat masih bermain di MU.

Lucunya, setelah dilepas United malah melarang De Gea bernegosiasi dengan klub lain. Menurut laporan AS, MU berencana menggaetnya lagi. Namun, sekali lagi De Gea dibuat kecewa. Proposal itu tak pernah sampai ke tangan sang penjaga gawang.

Sebetulnya Banyak yang Naksir

Negosiasi dengan Manchester United dirasa hanya membuang-buang waktu. De Gea pun akhirnya mulai terbuka dengan tawaran dari klub lain. Salah satu rumor yang berhembus kencang datang dari Arab Saudi. Al-Nassr ingin membentuk tim super dengan menambahkan De Gea di bawah mistar gawang.

Klub yang diperkuat Sadio Mane itu bahkan siap menawarkan gaji 250.000 euro atau setara Rp4,7 miliar per minggu kepada alumni akademi Atletico Madrid tersebut. Itu sebetulnya tawaran yang sangat menguntungkan. Namun, De Gea menolak fasilitas mewah dan gaji tinggi di Arab Saudi. De Gea memprioritaskan untuk tetap bermain di Eropa.

Setelah negosiasi dengan Al-Nassr gagal, Bayern Munchen jadi klub berikutnya yang datang. Namun, kesepakatan berjalan lambat dan akhirnya tak pernah tercapai. Selain Bayern, Fenerbahce, Inter Milan, hingga Real Madrid juga sempat diisukan bakal jadi pelabuhan De Gea selanjutnya. Tapi hingga ditutupnya jendela transfer, kiper berusia 32 tahun itu belum memutuskan ke mana ia akan pergi.

Fokus Keluarga

Dilansir Marca, De Gea dikabarkan tak buru-buru untuk menemukan klub baru. Ia lebih memilih untuk menikmati waktu liburan dengan keluarga dan teman-temannya di Spanyol. Karena selama ini ia hanya fokus terhadap sepakbola. Sebelumnya dengan jadwal yang padat, De Gea jarang menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekatnya.

Kebetulan De Gea juga baru melangsungkan pernikahan pada awal Juli kemarin. Sang pemain menikahi kekasihnya yang bernama Edurne Garcia di Pulau Menorca, Spanyol. Wajar apabila sepasang pengantin baru ingin menikmati masa-masa awal pernikahan.

Gajinya Selangit

Selain karena cukup santai dalam memilih masa depannya, kebanyakan klub yang bernegosiasi dengannya terkendala urusan gaji. Dilansir Daily Mail, gajinya yang terlalu tinggi jadi salah satu alasan Bayern Munchen dan Real Madrid mengurungkan niat untuk mendatangkannya.

Madrid sempat kembali mempertimbangkan sang pemain untuk mengisi pos penjaga gawang utama, setidaknya hingga Thibaut Courtois pulih dari cedera ACL. Namun El Real berpikir panjang setelah tahu gaji De Gea begitu tinggi.

Gaji terakhir De Gea di Manchester United berada di angka 375.000 pounds (Rp7,1 miliar) per pekan. Jika dinego akan mentok di 250.000 pounds atau Rp4,7 miliar per pekan. Sedangkan gaji Courtois berada di bawah itu. Penjaga gawang asal Belgia itu hanya mendapat 190.000 pound (Rp3,6 miliar) per pekan musim lalu. Jadi, dirasa akan mubazir saja kalau harus membayar gaji sang pemain yang begitu mahal ketika masih memiliki Courtois.

Gaya Bermain

Faktor lain yang membuat beberapa klub berpikir dua kali untuk mendatangkannya musim panas lalu adalah soal gaya bermain. Ya, sudah menjadi rahasia umum kalau De Gea merupakan kiper dengan tipikal shoot stopper. Sedangkan di sepakbola modern, gaya bermainnya itu dianggap sudah usang.

Tak bisa dipungkiri, De Gea memang jagonya dalam menepis bola. Mau menempatkan bola di sudut manapun, penjaga gawang berusia 32 tahun itu seakan bisa menjangkaunya. Namun, kebanyakan pelatih jaman sekarang lebih memprioritaskan penjaga gawang yang piawai memainkan bola dengan kaki. Bahkan Erik Ten Hag pun berpikir demikian.

Ten Hag rela melepas kiper yang sudah membela klub belasan tahun demi Andre Onana. Karena Onana merupakan penjaga gawang modern sekaligus mantan anak asuhnya di Ajax Amsterdam. Ten Hag sempat menawarkan posisi kiper kedua pada De Gea, tapi ia tampaknya keberatan. Well, setelah menggendong tim selama bertahun-tahun lamanya, bukan ide yang buruk apabila De Gea memilih untuk rehat sejenak dari dunia sepakbola.

Sumber: Football Espana, 90min, The Athletic, Goal, Daily Mail

Hilangkan Kutukan Everton! Leandro Trossard Si Pahlawan Sebenarnya Arsenal

Arsenal mengemas kemenangan 1-0 di laga lawan Everton tadi malam. Ini jadi kemenangan penting mereka. Sebab sudah lama the gunners tak mampu menang di Goodison Park. Ini jadi semacam kutukan. Tapi sekarang kutukan tersebut sudah bisa dipatahkan.

The Gunners sebelumnya belum pernah menang dalam lima kunjungan ke Goodison Park. Mereka kalah empat kali dalam lia pertemuan itu. Kemenangan Arsenal terakhir sebelum pertandingan ini adalah di bulan Oktober 2017. Mereka masih diperkuat Mesut Ozil, Lacazette, dan Alexis Sanchez.

Kekalahan terakhir Arsenal di Goodison Park adalah pada bulan Februari kemarin. Disitu pasukan Arteta kalah 1-0 padahal Everton sedang mengalami musim yang sangat buruk. Kekalahan itu bahkan jadi penanda menurunnya performa Arsenal. Dan berujung pada berakhirnya perjalanan menjuarai Premier League musim lalu.

Tetap Menang Meski Diwarnai Drama VAR

Dalam kunjungan Arteta saat ini, Arteta membawa tim yang terbilang lebih kuat. Ada beberapa perubahan yang dilakukan Arteta. Diantaranya adalah memainkan David Raya dan Fabio Vieira sebagai starter. Sedangkan Ramsdale dan Kai Havertz dicadangkan.

Perubahan ini tampak sebagai rencana yang bagus bagi Arsenal. Mereka sudah menekan sejak menit awal pertandingan. Bahkan mencetak gol pembuka lewat usaha dari Martinelli di menit ke-19.

Sayangnya VAR menginferensi dan mendapati Nketiah berada dalam posisi offside saat build up. Tapi yang aneh adalah Nketiah mendapatkan bola dari pemain Everton, Beto yang membelokkan bola ke arahnya.

Namun dilansir dari Sky Sport, Intervensi dari Beto memang mengubah bola secara dramatis. Tapi asosiasi official FA Inggris, atau PGMOL menganggap intervensi dari Beto itu sebagai tindakan yang tidak disengaja. Sehingga bola masih dianggap sebagai bola kiriman dari pemain Arsenal.

Pertandingan babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata. Tapi Arsenal bisa bangkit di babak kedua. Di menit 69, Trossard menyambar bola dari Saka dan mengubahnya adi gol. Arsenal bisa mengendalikan permainan lebih baik setelah itu tapi tidak ada gol tambahan tercipta. Sampai akhirnya peluit panjang dibunyikan dan Arsenal pun bisa mematahkan kutukan di Goodison Park

Mengapa Arteta Masih Memasukan Havertz Sebagai Pengganti?

Pada kekalahan Arsenal di bulan Februari lalu, Arteta mengaku timnya kalah fisik dan tinggi badan dibanding para pemain Everton. Bagi Arteta, keunggulan fisik sangat penting. Sebab itu bisa membuat mereka mengendalikan permainan.

“Kami memiliki banyak penguasaan dan kami juga punya banyak peluang. Tapi kemudian kami kebobolan dan mereka memperlambat permainan. Mereka melakukan itu dengan tinggi badan, fisik, dan kekuatan mereka”

Itulah yang dilakukan Arteta saat memasukkan Kai Havertz di menit ke-80. Hanya 10 menit bermain, memang sulit untuk menilai kontribusi Havertz dalam kemenangan ini. Tapi dengan memahami permasalahan Arteta sebelumnya, memasukan Havertz di menit akhir jadi masuk akal.

“Niat Arteta adalah memasukkan pemain dengan tinggi badan yang unggul. Gunanya untuk menghalau peluang-peluang bola mati dari Everton di menit-menit akhir pertandingan. Everton adalah tim yang kuat dalam tendangan sudut dan bola mati. Setidaknya mungkin itu maksud dan niat dari Arteta. Tapi bagaimanapun juga Havertz masih belum menunjukkan kegunaannya di tim”

Pahlawan Sesungguhnya, Leandro Trossard

Kai Havertz mungkin masih belum memberikan jawaban atas kegunaannya di tim. Tapi Arsenal sudah punya pahlawan utamanya di laga ini. Orang itu adalah Trossard yang mencetak gol satu-satunya di pertandingan ini.

Tapi bukan hanya karena golnya. Sebelum gol tersebut tercipta, Arsenal kurang memiliki kreativitas nyata. Peluang-peluang dilancarkan tapi tidak ada yang benar-benar memberikan inspirasi. Sampai akhirnya Trossard datang untuk menggetarkan gawang Pickford.

Itu merupakan gol ketiganya untuk meriam London sejak ia pindah ke Brighton musim kemarin. Hebatnya lagi, ketiga golnya itu ia ciptakan sebagai pemain pengganti. Ini semakin memastikan status Trossard sebagai pahlawan penentu kemenangan di Arsenal.

“Saya pikir ini aksi yang sangat hebat. Saya memanggil Saka dan ia melihat saya. Itu umpan yang bagus dan saya sangat senang karena bisa masuk dengan sempurna.” Ucap Trossard dikutip dari Sky Sport.

Trossard memberikan contoh sebagai pembelian pemain yang sangat patut dirayakan. Ia hanya dibeli dengan harga 20 juta pounds saja. Tapi keserbagunaan membuat harga yang murah itu jadi terasa lebih murah lagi.

Ia punya kualitas sebagai penentu pertandingan. Saat Martinelli keluar lapangan karena cedera, Arteta tidak memanggil Havertz yang ia beli seharga 65 juta pounds itu. Arteta malah memberikan tongkat estafet ke Trossard. Ia mempercayakan Trossard sebagai tumpuan serangan. Dan rencana Arteta itu terbukti berhasil.

David Raya Masih Belum Terbukti di Arsenal

Alasan Arteta membeli David Raya sudah jelas. Yaitu memberikan persaingan untuk Aaron Ramsdale. Di pertandingan ini, Arteta memainkan Raya sebagai starter. Ia berkata, kalau dirinya ingin Ramsdale bisa bereaksi seperti pemain-pemain lain yang bisa tenang dalam menghadapi rotasi.

“Saya ingin Aron bereaksi sama seperti Gabriel Jesus. Sama seperti Kai Havertz, dan sama seperti Tomiyasu. Benar-benar sama. Kami ingin bermain dengan 11 pemain, bukan 10 plus satu.” Ungkapnya dikutip dari Sky.

Keputusan ini memang sempat memunculkan pertanyaan publik. Ramsdale sudah dipercaya sebagai kiper yang sangat bisa diandalkan Arsenal. Tapi bagaimanapun juga musim ini Arsenal bakal lebih sibuk. Arteta perlu membiasakan adanya rotasi di timnya untuk menjaga kebugaran dan menghindari resiko cedera.

Tapi bagaimana performa Raya di pertandingan debutnya ini? Well, Raya mungkin beruntung karena Everton tidak banyak menyerang di laga ini. Everton hanya melancarkan delapan tembakan, dan hanya satu diantaranya yang tepat sasaran.

Jadi masih terlalu dini untuk menilai apakah keputusan rotasi ini adalah keputusan yang tepat dari Arteta. Yang jelas dengan adanya Raya, Ramsdale harus berusaha lebih keras lagi di tempat latihan.

Misi Selanjutnya Untuk Arsenal

Kemenangan ini tentu jadi kepuasan bagi the gunners. Dan fakta kalau kemenangan ini tercipta di Goodison Park membuat Arteta makin tersenyum lebar. Kekalahan mereka musim kemarin di tempat yang sama jadi hal yang sangat merugikan mereka dalam perebutan juara Premier League. Kini dendam Arsenal telah terbalas.

Tapi masih terlalu dini juga untuk berkata kalau kemenangan ini akan jadi penentu gelar juara Arsenal. Bagaimanapun juga ini masih gameweek kelima dan bahkan belum memasuki masa-masa tersibuk musim ini. Tapi setidaknya mereka duduk di peringkat 4. Mengoleksi jumlah poin yang sama dengan Spurs dan Liverpool yang duduk di peringkat 2 dan 3.

Pertandingan selanjutnya Arsenal adalah di panggung Eropa. Mereka akan menjamu PSV di laga pembuka grup B Liga Champions. Akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya, lagu Champions League kembali berkumandang di Emirates Stadium.

Sumber referensi: Independent, Arsenal, Sky, Mirror, Goal, 90min

Berita Bola Terbaru 18 September 2023 – Starting Eleven News

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI 

HASIL PERTANDINGAN

Dari pekan ke-5 Liga Inggris, Chelsea yang tampil dengan seragam baru harus rela berbagi poin di markas Bournemouth setelah hanya mampu bermain imbang skor 0-0 pada Minggu (17/9). Hasil ini memastikan Chelsea terpuruk di papan bawah. Mereka duduk di peringkat 14 dengan koleksi lima poin dalam lima laga, hanya satu angka dan satu tempat di bawah Manchester United.

Di laga lainnya, Arsenal sukses mengalahkan tuan rumah Everton 1-0 di Goodison Park, Minggu (17/9) malam WIB. The Gunners sempat mencetak gol lewat aksi Gabriel Martinelli di babak pertama, tetapi dianulir VAR. Gol kemenangan Arsenal baru tercipta di pertengahan babak kedua lewat aksi pemain pengganti, Leandro Trossard. Berkat hasil ini, Arsenal sukses naik ke posisi empat dengan poin 13 sekaligus meneruskan tren unbeaten mereka di awal musim ini. Sementara itu, Everton terpuruk di peringkat 18 dengan hanya mengoleksi satu angka.

Fiorentina meraih poin penuh saat bermain di kandangnya, Stadio Artemio Franchi, saat menjamu Atalanta dalam pekan ke-4 di ajang Serie A, Minggu (17/9). Mereka menang atas Atalanta dengan skor 3-2. Tiga gol Fiorentina dicetak oleh Bonaventura, Lucas Martinez Quarta, dan Christian Kouame, sedangkan gol Atalanta tercipta berkat Teun Koopmeiners dan Ademola Lookman. Atas hasil ini Fiorentina berada di urutan 7 pada klasemen Serie A. Sedangkan Atalanta di peringkat ke-9.

AS Roma menggilas Empoli tujuh gol tanpa balas dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Olimpico. Di babak pertama, Roma unggul 3-0 melalui Paulo Dybala, Renato Sanches, dan gol bunuh diri Alberto Grassi. Kemudian empat gol lagi tercipta di babak kedua melalui Paulo Dybala, Romelu Lukaku, Bryan Cristante, dan Mancini. Pesta gol ini sekaligus membuat AS Roma mengemas kemenangan pertamanya di Liga Italia.

Di Spanyol, Real Madrid kembali menduduki tahta La Liga setelah menang 2-1 dalam laga kandang melawan Real Sociedad di Santiago Bernabeu, Senin (18/9) dini hari WIB. Los Blancos tertinggal lebih dulu berkat gol Ander Barrenetxea di menit ke-5. Lalu kemenangan Real Madrid tercipta lewat gol Federico Valverde menit 46 dan Joselu menit 60.

POCHETTINO: MUDRYK MASIH BELAJAR

Sudah 21 pertandingan dimainkan bersama Chelsea, Mykhailo Mudryk belum juga mampu mencetak satu gol pun. Menurut catatan Sofascore, jangankan bikin gol, aksi-aksi Mudryk di atas lapangan bahkan dianggap sama sekali tidak membahayakan buat kiper atau para bek lawan. Teranyar saat Chelsea ditahan imbang 0-0 oleh Bournemouth. Tapi Mauricio Pochettino tak kehilangan kepercayaan pada Mudryk dan masih terus menunggu gol-gol datang dari kaki dan kepalanya. “Dia berkembang. Dia masih perlu belajar di Premier League, ini sangat cepat,” kata Pochettino seperti dilansir dari Sky Sports.

ARTETA UNGKAP CEDERA GABRIEL MARTINELLI

Jelang liga Champions matchday pertama, Arsenal terancam tidak diperkuat pemain sayap Gabriel Martinelli setelah ia mengalami cedera dalam kemenangan atas Everton. Mikel Arteta memberikan informasi terkini tentang cedera Martinelli setelah laga tersebut. “Saya pikir, dia merasakan sesuatu dalam aksinya untuk mencetak gol. Biasanya dia bukan pemain yang mengalami masalah otot, namun dia harus ditarik keluar. Mari kita lihat,” katanya.

DE ZERBI TAK TERKEJUT BRIGHTON KALAHKAN MU

Banyak orang menilai kemenangan Brighton atas MU di Old Trafford sebagai kejutan. Kendati begitu, pelatih Brighton, Roberto de Zerbi, mengakui tidak terkejut dengan kemenangan yang ditorehkan anak-anak asuhnya di laga itu. Kemenangan ini, kata De Zerbi, kembali menjadi penegas soal keindahan sepak bola, saat tim yang dianggap lebih kecil bisa mengalahkan tim unggulan.

SATU STADION OLD TRAFFORD TERIAKAN NAMA RONALDO

Suporter Manchester United meneriakkan nama Cristiano Ronaldo saat tim kesayangan mereka dipermalukan Brighton pada lanjutan Liga Inggris, Sabtu (16/9). Satu stadion kompak meneriakkan ‘Viva Ronaldo’. Aksi fans tuan rumah menggema keras yang kemungkinan besar dimaksud untuk menyindir Erik ten Hag. Kedatangan pelatih asal Belanda itulah yang membuat Ronaldo hengkang.

KAMERAMEN NYARIS KO KENA FREEKICK CR7

Sebuah insiden terjadi pada duel Al Nassr dan Al Raed. Insiden tersebut dimulai saat Al Nassr mendapat tendangan bebas di depan kotak penalti. Seperti biasa, Ronaldo tampil sebagai eksekutor free kick. Tapi tendangannya meleset. Sepakan keras Ronaldo mengenai kepala kameramen yang bertugas di belakang gawang. Sang petugas tidak sempat menghindar. Bola mengenai kepalanya. Dia terhuyung dan hampir jatuh dari posisinya.

BARCELONA TULIS NAMA RONALDO SEBAGAI PENCETAK GOL SAAT LIBAS REAL BETIS 5-0

Tim media sosial Barcelona menyebabkan kebingungan massal tak lama setelah laga melawan Real Betis ketika memposting skor. Bagaimana tidak? Barcelona menulis nama Cristiano Ronaldo dan Ansu Fati sebagai pencetak gol Real Betis. Grafik papan skor itu diunggah Barcelona di media sosial X. Untuk nama-nama para pencetak gol Barcelona memang benar dan tidak ada kesalahan. Unggahan papan skor tersebut pun seketika langsung dihapus dari akun media sosial resmi Barcelona tersebut.

KOMENTAR MOURINHO TENTANG LUKAKU

AS Roma menang 7-0 atas Empoli di Stadion Olimpico. Jose Mourinho kemudian meyakinkan bahwa Romelu Lukaku lebih dibutuhkan Roma daripada Inter Milan. Mourinho, yang pernah melatih Inter, meminta bekas klubnya jangan marah kepada Lukaku. Terlebih, I Nerazzurri juga bisa tampil bagus sejauh ini, dengan terakhir membungkam rival sekotanya, AC Milan, dengan skor 5-1.

JAMES MILNER CIPTAKAN REKOR DI OLD TRAFFORD

Ikon Liverpool dan Manchester City, James Milner yang kini bermain di Brighton, memiliki lebih banyak kemenangan melawan Manchester United dibandingkan pemain lain dalam sejarah Premier League. Dia kini telah mengalahkan MU 11 kali di Liga Inggris. Menurut Opta, gelandang serba bisa ini juga mencatatkan kemenangan tandang terbanyak melawan MU dengan enam kemenangan dan merupakan pemain pertama yang menang di Old Trafford bersama empat klub berbeda, yakni Aston Villa, City, Liverpool, dan kini Brighton.

HINAAN WARNAI DEBUT MASON GREENWOOD DI LA LIGA

Mason Greenwood menjalani debutnya di laga Getafe vs Osasuna. Akan tetapi debutnya di Liga Spanyol diwarnai dengan hinaan terhadap dirinya. Greenwood yang masuk di menit 77 tak mendapat sambutan ramah dari suporter Osasuna. Chant ‘Greenwood mati’ menggema dari sudut tribun stadion yang dipenuhi pendukung tim lawan, menghina sang pemain. Dalam laga itu, Greenwood menjalani debutnya dengan kemenangan meski tak bikin gol. Getafe bisa mengalahkan Osasuna 3-2 di pekan kelima Liga Spanyol.

THOMAS LEMAR CEDERA SERIUS

Gelandang Atletico Madrid, Thomas Lemar mengalami cedera tendon Achilles di kaki kanannya saat timnya kalah 3-0 di markas Valencia pada Sabtu di Liga Spanyol. Atletico mengatakan pada hari Minggu bahwa Lemar perlu menjalani operasi untuk memperbaiki tendonnya. Pemain asal Prancis itu diperkirakan akan absen selama beberapa bulan. Atletico tidak segera memberikan jadwal kepulangannya.

GARA-GARA FANS MU, TEN HAG JADI BERI PUJIAN UNTUK HOJLUND

Meski tak cetak gol lawan Brighton, Rasmus Hojlund mendapatkan pujian dari manajer MU Erik Ten Hag. Setidaknya, Ten Hag membaca kemampuan Hojlund dari sorakan fans MU saat dirinya menarik Hojlund keluar. Mereka seperti tak setuju Ten Hag menarik Rasmus Hojlund yang sepertinya sudah dapatkan hati fans MU. Ten Hag mengaku punya alasan untuk mengganti Hojlund. Dia menilai striker Denmark itu belum pulih 100 persen. Ten Hag mengaku tak menyesal sudah mengganti Hojlund. Soalnya, dia ogah kehilangan pemain ini untuk jangka waktu yang lama.

SANANTA TAK DILEPAS KE TIMNAS INDONESIA U24

Persis Solo tidak mengizinkan Ramadhan Sananta bergabung ke Timnas Indonesia U24. Sananta pun harus mengubur mimpinya bermain di ajang Asian Games. Ramadhan Sananta sangat dibutuhkan tenaganya untuk memperkuat Persis di Liga 1 2023/24. Mengingat klub berjuluk Laskar Sambernyawa kekurangan pemain depan akibat beberapa pemain seperti Irfan Jauhari, Arkhan Kaka dan Fernando Rodriguez alami cedera.

GAWAT! STRIKER BARU BARCA TERLAMBAT DATANG

Dilansir Goal, Barcelona telah menetapkan tanggal kedatangan striker Wonderkid baru mereka, yakni Vitor Roque pada Januari 2024 mendatang. Tapi kabar terbaru masalah Financial Fair Play (FFP) dapat mengubah rencana tersebut. Menurut Direktur sepakbola Barca Deco, Kedatangan Roque akan bergantung pada beberapa hal. Selain FFP, ada juga regulasi La Liga yang harus dipatuhi.

SIKAP XAVI TERHADAP DUO JOAO

Terlihat sekali wajah sumringah dari pelatih Barca, Xavi. Ia terus memuji dua pembelian barunya yakni “Duo Joao”. Mereka berdua mencatatkan namanya di papan skor ketika menang 5-0 atas Real Betis. “Saya melihat kedua Joao, baik itu Felix maupun Cancelo terlihat bahagia dan puas. Mereka sangat bersemangat di lapangan. Itulah yang menjadi penting bagi kami”. Kata Xavi ketika diwawancarai Marca. 

BEK BARU UNION BERLIN SIAP KANDASKAN REAL MADRID

Dilansir Football Espana, jelang debut Union Berlin di Liga Champions melawan Real Madrid, pemain baru mereka Robin Gosens diketahui sudah berani tebar ancaman pada El Real. “Kami tidak pergi ke Bernabeu untuk menjadi penonton. Kami tidak akan mengagumi Bernabeu. Kami bisa memenangkan pertandingan di sana nanti. Kata Gosens. 

ATLETICO KRISIS PEMAIN JELANG LAWAN LAZIO

Menghadapi Lazio di laga pembuka Liga Champions, Atletico Madrid kini dalam kondisi terkena badai cedera. Termasuk teranyar Thomas Lemar yang kemungkinan akan absen selama sisa musim ini setelah menderita cedera tendon Achilles yang serius. Cedera Lemar dialami di laga La Liga melawan Valencia. Lemar harus ditandu keluar lapangan karena terlihat kesakitan.

ROMA SIAPKAN LATIHAN KHUSUS DYBALA DAN LUKAKU

Seperti yang disoroti oleh Corriere dello Sport, Roma sangat menyadari masalah fisik yang dialami Dybala dan Lukaku baru-baru ini. Roma kini telah menyusun rencana latihan khusus untuk keduanya. Selain rencana pemberian nutrisi yang tepat, pasangan ini akan diberikan satu atau dua hari sesi latihan individu setiap laga usai. Hal itu diharapkan dapat membantu mereka menghindari kelebihan beban otot dan masalah fisik lainnya.

CR7 AMBIL TINDAKAN HUKUM KEPADA JUVENTUS

Cristiano Ronaldo dikabarkan telah menuntut Juventus untuk melunasi tunggakan gajinya yang belum dibayarkan. Penundaan tersebut dilakukan karena Juve ketika itu sedang mengalami kesulitan keuangan selama pandemi Covid-19. Tapi kini, CR7 telah mengambil tindakan hukum. Dilaporkan pihak CR7 menuntut pembayaran bersih sebesar 19,9 juta euro atau senilai Rp 326 miliar yang dijanjikan oleh klub.

BONUCCI DIBELA REKANNYA SOAL KASUSNYA DENGAN JUVENTUS

Riccardo Montolivo yang juga rekan Bonucci ketika di timnas Italia, mengatakan dia memahami rasa frustasi yang dialami Bonucci karena dipaksa keluar dari Juventus. Dirinya merasa dulu juga pernah dibekukan dari skuad oleh AC Milan ketika di jaman pelatih Gattuso. Montolivo menyadari bahwa ia tak bisa serta merta menyalahkan Bonucci. Karena ia memahami kondisi tersebut, seperti apa yang ia alami dulu. 

KIPER PSG SIAP COMEBACK DARI KOMA

Kiper PSG asal Spanyol, Sergio Rico ingin segera kembali untuk beraksi di lapangan setelah pulih dari kecelakaan bulan Mei lalu yang membuatnya sempat koma. Berbicara kepada situs resmi PSG, Rico berkata, “Pada tanggal 22 September saya akan menjalani tes baru untuk melihat apakah pemulihan berjalan dengan tepat. Saya berharap ini akan menjadi kabar baik. 

BEK SAO PAULO GABUNG TIMNAS INDONESIA U-17

Pemain diaspora tersisa di Timnas Indonesia U-17 untuk Piala Dunia U-17 2023, tinggal Welberlieskott de Halim Jardim. Bek yang akrab dipanggil Welber Jardim itu memang tidak sedang mengikuti training camp Timnas Indonesia U-17 di Jakarta, karena tengah berada di Brazil untuk membela Sao Paulo U-17. Namun, Welber Jardim sudah dipastikan Coach Bima Sakti untuk bergabung dengan Timnas Indonesia U-17 nanti.

DUA PEMAIN KETURUNAN MASUK SKUAD U-24 DI ASIAN GAMES

Pada gelaran Asian Games 2022 Hangzhou nanti, Timnas Indonesia U-24 telah memanggil sederet pemain top tanah air, ditambah para pemain keturunan berdarah Brazil. Mereka adalah George Brown di bek kanan, dan juga gelandang Hugo Samir. Dua-duanya nanti akan masuk dalam skuad yang akan dibesut Coach Indra Sjafri. Indonesia sendiri di cabang sepakbola Asian games 2022 ini, tergabung di Grup F bersama Korea utara, Taiwan, dan Kirgistan.  

Bayern Munchen vs MU: Allianz Arena Jadi Kuburan MU Lagi?

0

Sabtu malam kemarin menjadi malam yang panjang untuk penggemar Manchester United. Klub kesayangan mereka baru saja dikalahkan Brighton and Hove Albion dengan skor telak 3-1. Kekalahan itu bertambah menyedihkan karena terjadi di Old Trafford.

Kekalahan itu juga pukulan telak bagi Erik ten Hag dan Manchester United, sekaligus modal yang buruk untuk melakoni laga berikutnya. Padahal tengah pekan ini Manchester United sudah ditunggu Bayern Munchen di Liga Champions. Salah satu klub yang sangat sulit dikalahkan Manchester United.

Head to Head

Manchester United yang berada di Grup A di laga pertama sudah harus bertandang ke Jerman. Mengunjungi Allianz Arena bagi Manchester United seperti melawat ke pemakaman mereka sendiri.

Setan Merah tak pernah sekali pun memetik kemenangan di markasnya Bayern Munchen. Tidak peduli ketika ditukangi Sir Alex Ferguson atau bukan. Dari lima kali lawatannya ke markas Die Roten, Setan Merah kalah dalam tiga pertandingan dan dua sisanya berakhir seri.

Bayern Munchen memang sangat sulit dikalahkan oleh Manchester United. The Red Devils bahkan baru menang dua kali atas The Bavarians di Liga Champions. Salah satu kemenangan United tercipta di final Liga Champions 1999, di mana Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer jadi penentu kemenangan MU.

Terakhir kali MU menang adalah 13 tahun yang lalu. Kedua tim bertemu di Old Trafford di leg kedua perempat final Liga Champions musim 2009/10. Saat itu Manchester United menaklukkan Bayern Munchen 3-2. Kemenangan yang sia-sia karena di leg pertama Die Roten sudah menang 2-1 dan berhak lolos ke semifinal berkat unggul agresivitas gol tandang.

Itu adalah satu-satunya kemenangan di Old Trafford. Sebab dalam empat laga lain di markasnya, United ditahan imbang Munchen tiga kali dan bahkan kalah sekali. Kekalahan itu terjadi di perempat final Liga Champions musim 2000/01, di mana pemain Munchen, Paulo Sergio mencetak gol semata wayang.

Pertemuan Terakhir

Kedua tim akan kembali bertemu setelah sembilan tahun tidak berjumpa. Terakhir kali Manchester United bertemu Bayern Munchen adalah di perempat final leg kedua Liga Champions pada April 2014.

Dan pertandingan itu berlangsung di Allianz Arena. Setan Merah yang sudah dilatih David Moyes mesti menghadapi Bayern Munchen asuhan Josep Guardiola. Manchester United pun harus menyerah dengan skor 3-1. Sebuah kekalahan yang mengecewakan. Namun, bagi Patrice Evra yang mencetak gol, laga itu menjadi berkesan. Ia mendedikasikan gol itu untuk para korban Tragedi Busby Babes.

Setelah itu, Manchester United dan Bayern Munchen tidak lagi bertemu. Tidak di Old Trafford, tidak di Allianz, dan tidak pula di tempat netral. Karena sudah tak lama berjumpa, pertemuan nanti menjadi sangat menarik. Tapi bisa apa MU menghadapi Bayern Munchen?

MU Tampil Buruk

Pertanyaan itu jelas diniatkan untuk memberi kesan meremehkan Manchester United. Pasukan Erik ten Hag itu layak untuk dianggap sebelah mata. Sulit untuk memuji Manchester United belakangan ini. Selain beberapa pemainnya berperilaku tak pantas, permainan tim di atas lapangan juga jauh dari kata pantas.

Manchester United menyapu bersih dua laga terakhir dengan kekalahan melawan Arsenal dan Brighton. Keduanya mengalahkan MU dengan skor yang sama. Anak asuh Erik ten Hag juga baru memetik dua kemenangan saja dalam lima laga terakhir di Premier League. Dan, kamu tahu? Dua kemenangan itu didapat dari tim piyik, Wolverhampton Wanderers dan Nottingham Forest.

Dua kemenangan itu juga didapat dengan susah payah. MU hanya menang 1-0 atas Wolves. Di laga kontra Forest, MU juga cuma menang 3-2. Padahal dua laga itu digelar di Old Trafford. Semestinya agar layak disebut tim besar, MU harusnya bisa menang besar. Tapi okelah, yang penting menang.

Berkat dua kemenangan itu juga Manchester United setidaknya mengumpulkan enam poin dalam lima laga. Paling tidak sampai naskah video ini dibuat, di Liga Inggris, Manchester United nyaman bertengger di posisi delapan dari bawah.

Bayern Munchen Sedang Tampil Apik

Di lain sisi, Bayern Munchen yang akan menjadi lawannya sedang on track. Jika United sudah kalah dalam tiga laga, anak asuh Thomas Tuchel belum menelan satu pun kekalahan dalam empat laga terakhir di Bundesliga. Satu-satunya hasil “buruk” yang diterima Munchen adalah ditahan imbang Bayer Leverkusen. Sisanya disapu bersih dengan kemenangan.

Selain itu, Bayern Munchen juga produktif dalam mencetak gol. Di empat laga itu, Bayern Munchen selalu mencetak lebih dari satu gol. Bahkan mereka mencukur Werder Bremen empat gol tanpa balas. Total sudah 11 gol dilesakkan oleh Bayern Munchen.

The Bavarians juga baru kebobolan empat gol saja. Sedangkan Manchester United dengan Andre Onana yang sangat jago build-up itu sudah kebobolan 10 gol. Jumlah kebobolan yang sama dengan Luton Town di dasar klasemen. Gol yang masuk ke gawang MU jumlahnya sama dengan gol yang masuk ke gawang Union Berlin (7) ditambah gol yang masuk ke gawang Eintracht Frankfurt (3).

Kekuatan dan Kelemahan Bayern Munchen

Penampilan apik Bayern Munchen tiada lain karena peran Harry Kane. Striker yang baru didatangkan dari Tottenham Hotspur itu mulai menjadi mesin gol Die Roten. Dari empat laga di Bundesliga, Kane sudah mengemas empat gol. Meskipun jumlah gol itu masih kalah dari pemain Vfb Stuttgart, Sehrou Guirassy (8 gol), setidaknya kalau dirata-rata, Kane mencetak satu gol di setiap laga.

Kane akan menjadi ancaman buat Manchester United. Ia sendiri mengaku menantikan laga kontra MU. Sebagai pemain yang pernah diincar United, ancaman Kane itu jelas menghantui. Tapi apakah Kane saja cukup? Seorang penyerang membutuhkan penyuplai bola. Di Spurs, Kane biasa disuplai oleh Son Heung-min.

Hal yang sama masih sulit diperoleh Kane di Bayern Munchen. Sayap-sayap di Die Roten terkenal tidak efisien. Seperti di laga kontra Leverkusen kemarin. Thomas Muller, Serge Gnabry, sampai Leroy Sane masih kesulitan untuk memberi peluang pada Harry Kane. Hal itu akan bertambah parah jika lini tengah terbelenggu sebagaimana di laga kontra Leverkusen.

Di laga itu pemain seperti Joshua Kimmich bingung harus memerankan gelandang nomor “6” atau nomor “8” dalam skema Tuchel. Itu belum termasuk pertahanan yang tak jarang disorganisasi. Saat melawan Leverkusen, pertahanan Munchen tidak terorganisir dengan baik di bawah tekanan, terutama dalam situasi bola mati.

Peluang MU

Hal itulah yang mesti dimanfaatkan oleh Manchester United. Lini tengah akan menjadi faktor kunci. MU harus menguasai lini tengah untuk membatasi progresi bola Munchen. Formasi 4-4-2 diamond yang dipakai Ten Hag saat melawan Brighton bisa dicoba.

Ide formasi itu kan untuk memenuhi ruang tengah. Di mana Bruno, Rashford, dan Hojlund bisa membatasi gerak double pivot. Di laga nanti, tiga pemain itu juga bisa digunakan untuk menutup dua pivot Munchen: Goretzka dan Kimmich dalam formasi 4-2-3-1. Tapi masalahnya, formasi MU itu lemah di sisi sayap, terutama jika dua gelandang MU di belakang tiga pemain tadi lambat menutup sektor sayap.

Jika Munchen lemah dalam bertahan di situasi bola mati, MU kacau saat transisi dari menyerang ke bertahan. Lini bertahan MU acap kali disorganisasi dan itu akan menjadi makanan empuk bagi Harry Kane atau Thomas Muller. Terlebih sayap-sayap Munchen macam Gnabry, Sane, dan bahkan Davies sangat berbahaya.

Kedalaman Skuad

MU juga masih kehilangan beberapa pilarnya, seperti Raphael Varane, Luke Shaw, sampai Mason Mount yang cedera. Sofyan Amrabat yang baru saja didatangkan pun kabarnya belum fit. Tapi untungnya masih ada Rasmus Hojlund. Setidaknya Hojlund bisa dijadikan tumpuan di lini depan.

Mobilitasnya akan sangat berguna di lini depan United. Ia akan bertarung dengan Harry Kane sebagai penyerang tengah. Well, apabila United bermain seperti saat menghadapi Brighton, pertemuan di Allianz Arena nanti barangkali akan mudah saja bagi Bayern Munchen.

Meskipun kedua pelatih belum pernah bertemu, tapi Thomas Tuchel sendiri sudah paham gaya main sebagian besar pemain MU. Hal itu membuatnya bisa mengantisipasi permainan MU, apa pun taktik yang diterapkan Ten Hag. Jadi football lovers, mungkinkah Allianz Arena akan menjadi kuburan bagi MU lagi?

Sumber: ArabNews, SuperSport, Bundesliga, BFW, BFW, SportingNews, MEN, BayernStrikes