Beranda blog Halaman 21

Berita Bola Terbaru 11 Juni 2025 – Starting Eleven News

0

HASIL PERTANDINGAN

Dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa, ada Serbia yang menang 3-0 atas Andorra. Gol diborong oleh Aleksandar Mitrovic menit 12, 24, dan 53. Kemenangan ini bikin Serbia naik ke urutan ketiga klasemen sementara Grup K. Sedangkan Andorra kian nyaman di dasar klasemen dengan belum mengumpulkan poin.

Di pertandingan lain, ada Belanda yang berpesta 8 gol tanpa balas ke gawang Malta. Delapan gol tersebut diciptakan oleh tujuh pemain berbeda. Memphis Depay jadi satu-satunya pemain yang menciptakan dua gol di pertandingan ini. Dengan tambahan tiga poin, Belanda naik ke urutan kedua klasemen sementara Grup G. Selisih satu poin dengan Finlandia di urutan pertama.

Dari Zona Conmebol, Uruguay baru saja mengalahkan Venezuela dengan skor 2-0. Gol dicetak oleh Rodrigo Aguirre menit 43 dan Giorgian De Arrascaeta menit 47. Dengan kemenangan ini, Uruguay naik ke urutan 4 klasemen sementara dengan mengumpulkan 24 poin. Sedangkan Venezuela tertahan di urutan ke-7 dengan 18 poin.

Di pertandingan lain, ada Argentina yang harus puas dengan hasil imbang 1-1 saat menjamu Kolombia. Tertinggal lebih dulu melalui gol Luis Diaz menit 24, Argentina baru bisa membalas lewat Thiago Almada pada menit 81. Hasil ini membuat Argentina tetap berada di urutan satu dengan torehan 35 poin. Sedangkan Kolombia masih tertahan di posisi enam dengan raihan 22 poin.

TUCHEL ALAMI KEKALAHAN PERDANA BERSAMA INGGRIS

Masih dari kabar internasional, ada Timnas Inggris yang mengalami kekalahan mengejutkan dari tim nasional Senegal. Laga yang bertajuk uji coba ini berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan Senegal. Dilansir Fotmob, meskipun unggul terlebih dahulu melalui Harry Kane di awal pertandingan, gol-gol dari Ismaila Sarr, Habib Diarra, dan Cheikh Sabaly melengkapi kemenangan comeback bagi tim tamu. Ini jadi kekalahan perdana Tuchel saat menangani The Three Lions. Dan ini juga jadi kali pertama Inggris kalah dari tim asal Benua Afrika. 

RANIERI NOLAK, GATUSSO JADI OPSI TERAKHIR TIMNAS ITALIA?

Disisi lain, Italia masih sibuk mencari pengganti Luciano Spalletti. Target utama mereka adalah Claudio Ranieri. Namun, sang pelatih menolak. Ia hanya ingin fokus di belakang layar bersama AS Roma. Dilansir Football Italia, federasi sepakbola Italia pun dengan cepat mengalihkan pandangan. Menariknya, legenda AC Milan, Gennaro Gattuso jadi kandidat berikutnya. Jika benar Gattuso dipilih menjadi pelatih Timnas Italia, ini jadi keputusan yang cukup aneh mengingat sang pelatih lebih sering menemui kegagalan ketimbang kesuksesan. Selain Gattuso, Gli Azzurri juga menghubungi Roberto Mancini lagi.

HERE WE GO! LIVERPOOL BAYAR 150 JUTA EURO UNTUK WIRTZ

Kini kita kembali membahas soal berita di level klub. Kita mulai dari Liverpool yang akhirnya mencapai kata sepakat dengan Bayer Leverkusen untuk transfer Florian Wirtz. Mengutip dari cuitan Fabrizio Romano, statusnya sudah here we go. Ini adalah kabar baik bagi seluruh fans Liverpool. Sebab, saga transfernya sempat berlarut-larut dan menemui titik buntu. Liverpool sempat kesulitan menemukan harga yang cocok untuk Wirtz. Namun, karena kebutuhan, Liverpool akhirnya menyanggupi permintaan Leverkusen, yakni 150 juta euro sudah termasuk bonus. Wirtz siap diterbangkan ke Inggris untuk menjalani tes medis.

LIVERPOOL MULAI SERIUS KEJAR OSIMHEN

Setelah merampungkan kesepakatan dengan Florian Wirtz, kabarnya Liverpool dengan cepat mengalihkan fokus untuk mencari seorang striker baru. Dilansir TBR Football, Liverpool langsung menghubungi pihak Victor Osimhen yang baru saja menolak pinangan Al-Hilal. Osimhen masih ingin stay di Eropa dan Liverpool punya daya tawar yang bagus untuk menggoda Osimhen. Kabarnya, Napoli akan bersedia melepas Osimhen jika Liverpool membayar sekitar 63 juta pound. Namun, Liverpool kabarnya masih harus bersaing dengan Manchester United dan Galatasaray.

RONALDO MAU BERTAHAN DI AL-NASSR ASAL GARNACHO DATANG

Ngomong-ngomong soal Manchester United, mereka kabarnya sudah menetapkan harga untuk bintang mudanya, Alejandro Garnacho. Kabarnya, Setan Merah mematok di angka 70 juta euro. Dilansir Fichajes, Al-Nassr telah melakukan langkah konkret untuk mendatangkan Garnacho. Kabarnya, pergerakan ini adalah permintaan khusus dari sang mega bintang, Cristiano Ronaldo. Menurut laporan, Ronaldo mau menandatangani kontrak baru dengan Al-Nassr namun dengan beberapa syarat. Salah satunya dengan mendatangkan pemain-pemain pilihannya. Dan Garnacho masuk dalam daftar itu. Ronaldo condong memilih Garna ketimbang Luis Diaz.

CHELSEA POTENSI GAGAL REKRUT MAIGNAN & GITTENS

Ketika tim-tim lain sedang berusaha keras mengejar pemain incarannya, Chelsea malah terlihat kurang serius untuk mendatangkan pemain-pemain bintang. Yang terbaru, Chelsea berpeluang gagal mendatangkan dua targetnya, yakni Mike Maignan dan Jamie Gittens. Dilansir Sky Sport, tawaran yang diberikan Chelsea untuk Gittens sangatlah menghina Borussia Dortmund. Chelsea menawar 42 juta pound, sedangkan Dortmund meminta minimal 55 juta pound. Negosiasi dengan Maignan lucu lagi. Chelsea ogah menyanggupi mahar yang diminta AC Milan. Chelsea hanya mau membayar 10 juta euro untuk kiper utama Timnas Prancis itu. Padahal, market value-nya cuma di angka 25 juta euro. Chelsea lebih pilih untuk membatalkan kesepakatan ketimbang harus membayar lebih. 

COMO DAPATKAN PERMATA KROASIA, BATURINA

Dari Inggris, kita bergeser ke Italia untuk membahas Como yang telah mencapai kesepakatan dengan bintang muda Kroasia, Martin Baturina. Mengutip cuitan Fabrizio Romano, Baturina merupakan talenta paling menjanjikan di Kroasia saat ini. Dirinya bahkan dicap sebagai The Next Luka Modric. Como menyegel kesepakatan dengan Dinamo Zagreb di angka 18 juta euro, belum termasuk bonus. Kontrak yang akan ditandatangani Baturina berdurasi lima tahun. Itu akan membuatnya bertahan di Italia hingga 2030.

KOLAROV JADI ASISTEN PELATIH INTER

Sementara itu, setelah mengumumkan Cristian Chivu sebagai pelatih baru, Inter Milan kabarnya akan membawa pulang beberapa mantan pemainnya lagi untuk menjadi asisten pelatih. Dilansir Football Italia, Aleksandar Kolarov jadi salah satunya. mantan bek kiri Inter ini kini sedang menjabat sebagai pelatih di tim nasional Serbia U-21. Dirinya pernah mengambil kursus juga di Coverciano pada tahun 2023. Maka dari itu, Kolarov punya kapasitas untuk menjadi asisten pelatih Chivu karena paham dengan dinamika sepakbola Italia. Negosiasi masih berlanjut, belum ada keputusan yang diambil oleh Kolarov.

JOAN GARCIA HERE WE GO KE BARCA

Italia sudah, kini kita terbang ke Spanyol untuk membahas Barcelona yang dikabarkan telah mendapatkan kiper baru. Mengutip dari cuitan Fabrizio Romano, Barca telah mencapai kata sepakat dengan Espanyol untuk mendatangkan Joan Garcia. Statusnya sudah Here We Go dan dokumen segera ditandatangani oleh kedua belah pihak. Kabarnya, Barca merogoh kocek senilai 25 juta euro dan Garcia akan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun di Barcelona.

BARCA TERHINDAR DARI DENDA 60 JUTA EURO DARI UEFA

Masih soal Barcelona, ada kabar baik tentang perkembangan sanksi yang akan dijatuhkan oleh UEFA. Dilansir Football Espana, Presiden Barcelona, Joan Laporta sudah menemui Presiden UEFA, Aleksander Caferin untuk bernegosiasi soal sanksi Financial Fair Play ini. Pertemuan yang terjadi di Munich itu berjalan dengan baik. Caferin bersedia mengurangi biaya denda yang awalnya mencapai 60 juta euro menjadi hanya 15 juta euro saja. Namun, hal itu didasarkan pada ketentuan bahwa Barcelona mematuhi peraturan keuangan La Liga dan UEFA musim ini. Jika tidak, maka Barca harus tetap membayar penuh denda itu.

ATLETICO CAPAI KESEPAKATAN DENGAN THEO

Atletico Madrid kabarnya telah mencapai kesepakatan pribadi dengan bek AC Milan, Theo Hernandez. Dilansir Football Italia, Theo yang sudah tidak betah di Milan bersedia untuk kembali bergabung dengan mantan klubnya itu. Namun, Atletico harus mencapai kesepakatan dulu soal fee transfer dengan Milan. Klub yang bermarkas di San Siro itu kabarnya meminta 30 juta euro untuk Theo. Namun, Atletico sedang berusaha mendapatkan harga yang lebih murah. Bahkan, mereka bersedia memasukan Nahuel Molina dalam kesepakatan agar lebih murah.

MESKI KALAH, MEDIA BELANDA PUJI FANS INDONESIA

Setelah berkeliling Eropa, kita akan kembali ke Tanah Air untuk membahas Timnas Indonesia. Meski laga di Suita Stadium berakhir tragis, karena Indonesia dihajar enam gol tanpa balas oleh Jepang, media asing tetap memberikan apresiasi kepada fans Indonesia. Dilansir CNN Indonesia, media Belanda, Voetbal Primeur menampilkan kerumunan penyokong Timnas Indonesia dalam unggahan di media sosial. Mereka kagum dengan kegigihan dan fanatisme fans Indonesia di mana pun Garuda berlaga. Hujan yang mengguyur kawasan sekitar stadion juga tidak menyurutkan semangat suporter untuk memberi dukungan kepada Tim Garuda. Bahkan para suporter terlihat tetap berteriak dan bersorak tanpa menggunakan payung untuk melindungi diri dari hujan.

MISTERI HILANGNYA RIDHO DARI SKUAD VS JEPANG

Dari kekalahan Indonesia atas Jepang, ada sesuatu yang hilang dari materi pemain tim nasional. Ya, tidak ada sosok Rizky Ridho di sana. Posisinya digantikan oleh Mees Hilgers. Lantas, ke mana perginya Ridho? CNN Indonesia pun mengungkap kebenaran dibalik itu. Ternyata, beberapa jam menjelang kick off, Ridho mengalami gangguan pada otot hamstringnya. Patrick Kluivert enggan mengambil resiko pada kondisi Ridho. Maka dari itu, Ridho dikeluarkan dari daftar susunan pemain. Absennya Ridho menjadi kerugian bagi Indonesia. Alhasil, Indonesia kalah setengah lusin dari Jepang.

CITY BAJAK KIPER CHELSEA

Mengutip dari cuitan Fabrizio Romano, Manchester City mulai mencari kiper baru guna mengisi kekosongan yang ditinggal oleh Scott Carson. Menurut laporan Fabrizio, City sedang berusaha mendatangkan kiper cadangan Chelsea, Marcus Bettinelli. Sang penjaga gawang kabarnya telah memberikan lampu hijau untuk menjadi kiper pelapis di City. Negosiasi berjalan baik dan Bettineli kabarnya bisa bergabung dengan City untuk Piala Dunia Antarklub. 

DAPAT GELAR KEHORMATAN, PEP PIDATO SOAL PALESTINA

Masih dari Manchester City, ada Pep Guardiola yang dikabarkan telah mendapat gelar kehormatan dari Universitas Manchester. Menurut website resmi Manchester City, Pep dianugerahi gelar tersebut sebagai pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa terhadap kota tersebut selama sembilan tahun di dalam dan luar lapangan. Pada sebuah upacara di Whitworth Hall yang bersejarah, ia dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Rektor Universitas, Nazir Afzal. Menariknya, dalam pidatonya, Pep menyinggung soal situasi yang terjadi di Palestina. “Sangat menyakitkan melihat apa yang terjadi di Gaza, rasanya menyentuh seluruh tubuh saya. Ini bukan soal ideologi, tapi tentang cinta terhadap kehidupan. Ini tentang menolak untuk diam atau berdiam diri ketika hal itu paling penting.” kata Pep.

COPPOLA SEPAKAT GABUNG BRIGHTON

Masih dari Inggris, Brighton dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan bek baru asal Italia, David Coppola. Mengutip dari cuitan Fabrizio Romano, Brighton mencapai kesepakatan dengan Hellas Verona untuk memboyong Coppola ke Inggris. Kabarnya The Seagulls membayar sekitar 10 juta euro untuk menyegel transfer ini. Tes medis akan segera dilakukan. Setelah itu, tanda tangan kontrak akan dilaksanakan di Inggris. Namun, belum tahu, Coppola dikontrak berapa tahun oleh Brighton.

GALATASARAY PANTAU TER STEGEN

Bergeser ke Spanyol, ada Marc-Andre Ter Stegen yang masih terbuka dengan potensi hengkang dari Barcelona. Dilansir Barca Blaugranes, masa depan Ter Stegen di Barca memang belum aman. Dirinya kini mempunyai beberapa klub peminat. Selain Manchester United, Ter Stegen kabarnya juga dipantau oleh Galatasaray. Nantinya, Ter Stegen akan menggantikan peran Fernando Muslera yang kabarnya memilih untuk pulang kampung ke Uruguay musim depan.

RONALDO BERI PESAN UNTUK YAMAL

Selepas menjuarai UEFA Nations League, ternyata Cristiano Ronaldo memberikan pesan khusus kepada lawannya, Lamine Yamal. Mengutip dari Football Espana, bintang berusia 40 tahun itu menekankan bahwa meski Yamal masih punya banyak hal untuk ditingkatkan, media seharusnya tidak terlalu mempermasalahkan performa remaja itu. “Ia akan memenangkan banyak gelar, baik secara kolektif maupun individu. Ia baru berusia 17 tahun… Saya ulangi: ia adalah anak yang masih bisa berkembang. Ia fenomenal, tetapi kita harus membiarkannya sendiri, itulah yang saya minta,” ucap Ronaldo

MADRID DAPATKAN TALENTA MUDA MAROKO

Dari Ibukota Spanyol, ada Real Madrid yang kabarnya telah mengamankan talenta muda Maroko, Abdellah Ouazzane. Mengutip dari cuitan Fabrizio Romano, status kepindahannya sudah di tahap “Here We Go”. Abdellah yang masih berusia 16 tahun bergabung dengan Madrid secara gratis setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Ajax Amsterdam. Nantinya, Abdellah tidak langsung bergabung ke skuad utama. Ia akan ditempatkan di Real Madrid Castilla terlebih dahulu.

IONUT RADU GABUNG CELTA VIGO

Spanyol sudah, kita bergeser ke Italia untuk membahas rekan Jay Idzes di Venezia, Ionut Radu. Dilansir situs resmi Celta Vigo, penjaga gawang asal Rumania itu baru saja diperkenalkan oleh klub Spanyol, Celta Vigo sebagai pemain baru musim depan. Menurut kabar yang ada, Radu bergabung Celta dengan status bebas transfer. Kiper berusia 28 tahun itu telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun di Celta.

GOSENS MASUK RADAR ROMA

Di sisi lain, AS Roma kabarnya sedang memburu bek kiri baru lantaran bek andalan mereka, yakni Angelino terus dikaitkan dengan Al-Hilal. Dilansir Football Italia, Gian Piero Gasperini dan Claudio Ranieri sedang bekerja sama untuk mengidentifikasi siapa pengganti yang tepat. Gasperini pun mengusulkan nama mantan anak asuhnya Robin Gosens sebagai opsi menarik. Bek sayap itu sudah menghabiskan lima musim di bawah asuhan Gasperini saat di Atalanta. Kini, Gasperini ingin membawanya ke Ibukota Italia.

VIETNAM KHAWATIR DENGAN FORMULA NATURALISASI ALA MALAYSIA

Setelah berkeliling Eropa, kita kembali ke Asia untuk membahas Vietnam yang mulai berisik dengan proyek naturalisasi garapan Malaysia. Menurut Superball, publik Vietnam merasa khawatir Timnas Malaysia akan menggunakan formula pemain naturalisasi seperti Timnas Indonesia. Vietnam merasa bahwa Malaysia kini mencoba untuk mengikuti jejak Timnas Indonesia lewat program naturalisasi besar-besaran. Vietnam khawatir kalau Malaysia nantinya bisa menggunakan 11 pemain naturalisasi di Kualifikasi Piala Asia kali ini. Itu akan merepotkan Vietnam yang berada dalam satu grup dengan Malaysia.

PESAN DAN DOA MORIYASU UNTUK TIMNAS INDONESIA

Di sisi lain, Timnas Indonesia mulai mendapat pengakuan dari rival-rival di Asia, bukan Asia Tenggara lagi. Mengutip CNN Indonesia, pelatih timnas Jepang Hajime Moriyasu menyatakan Timnas Indonesia bisa bersaing di level global dengan skuad yang dimiliki saat ini. Sejak tambahan pemain-pemain baru masuk, Timnas Indonesia memang menunjukkan peningkatan performa. Ole Romeny di lini depan dan Joey Pelupessy di lini tengah benar-benar membuat Indonesia semakin solid. Moriyasu pun kagum dengan peningkatan ini dan berharap mereka bisa bersaing di level yang lebih tinggi.

Berita Bola Terbaru 10 Juni 2025 – Starting Eleven News

0

BERITA BOLA TERBARU DAN TERKINI

 

HASIL PERTANDINGAN

Dari lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa, Italia menang 2-0 atas Moldova. Gol Gli Azzurri dicetak oleh Giacomo Raspadori menit 40 dan Andrea Cambiasso menit 50. Ini jadi kemenangan perdana Italia di babak kualifikasi. Italia di Grup I masih tertahan di posisi ketiga, di bawah Israel yang mengemas enam poin. Sedangkan Moldova terdampar di dasar klasemen

Masih dari Grup I, ada Norwegia yang menang 1-0 dari Estonia. Gol Erling Haaland menit 62 jadi satu-satunya yang tercipta di laga ini. Kemenangan ini bikin Martin Odegaard cs berada di puncak klasemen. Mereka mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan. Atau sama dengan empat kemenangan beruntun.

Sementara di Grup J, ada Belgia yang menang 4-3 melawan Wales. Gol Belgia dicetak bergantian oleh Romelu Lukaku, Youri Tielemans, Jeremy Doku, dan Kevin De Bruyne. Tiga gol Wales juga dicetak bergantian oleh Harry Wilson, Sorba Thomas, dan Brennan Johnson. Meski menang, Belgia hanya bercokol di urutan ketiga klasemen sementara. Itu karena mereka baru memainkan dua pertandingan saja.

CHERKI HERE WE GO KE CITY

Setelah update pertandingan internasional, kita akan membahas soal bursa transfer pemain. Dimulai dari Manchester City yang kabarnya sudah mencapai kesepakatan dengan bintang Lyon, Rayan Cherki. Menurut Sky Sport, setelah mengumumkan transfer Rayan Ait-Nouri, City mencapai kesepakatan dengan pemain asal Prancis itu. Mengutip dari cuitan Fabrizio Romano, City sudah merampungkan negosiasi dengan pemain dan klub. Tidak ada masalah lagi yang harus dibicarakan. Lyon akan mendapat bayaran sekitar 35 juta euro dari kesepakatan ini. Cherki kabarnya akan segera tes medis karena dipersiapkan untuk Piala Dunia Antarklub.

GREALISH DIMINTA GANTIKAN WIRTZ DI LEVERKUSEN

Masih berkaitan dengan Manchester City, Jack Grealish lagi-lagi jadi komoditas panas di bursa transfer kali ini. Setelah diisukan bakal gabung Everton atau Newcastle United, kini ada klub Jerman yang berusaha mendekatinya. Klub tersebut adalah Bayer Leverkusen. Dilansir The Sun, Erik Ten Hag mengajukan nama Grealish sebagai pengganti Florian Wirtz yang akan gabung Liverpool. Rencana ini pun disetujui oleh pihak klub. Kini, Leverkusen akan menyisihkan dana sekitar 40 juta pound dari penjualan Wirtz untuk memboyong Grealish.

SPURS SELANGKAH LAGI DAPATKAN THOMAS FRANK

Bergeser ke London, ada Tottenham yang kabarnya dalam negosiasi dengan manajer Brentford, Thomas Frank. Dilansir Sky Sport, Spurs menginginkan Franks sebagai suksesor Ange Postecoglou yang baru saja dipecat. Kabarnya, Spurs tidak punya opsi kedua atau ketiga. Mereka hanya menginginkan Frank. Menurut laporan, Frank pun terbuka dengan tawaran ini. Dirinya kagum dengan keseriusan Spurs. Namun, karena masih terikat kontrak, Brentford kabarnya akan mematok biaya kompensasi yang cukup tinggi, yakni 10 juta pound. 

CHELSEA DAPATKAN PEMAIN DARI KLUB SAUDARA

Dari klub London yang lain, ada Chelsea yang tak berhenti merekrut pemain random. Yang terbaru, Chelsea kabarnya telah mendapatkan pemain muda asal Prancis, Mamadou Sarr. Menurut The Athletic, Sarr dikontrak selama delapan tahun oleh Chelsea. Sarr sebetulnya sudah sepakat untuk gabung Chelsea sejak Januari kemarin. Biaya yang dikeluarkan The Blues sekitar 14 juta euro. Menariknya, Chelsea mendapatkan Sarr dari Strasbourg, klub yang juga dimiliki oleh Todd Boehly. 

FOREST TUNTUT UEFA KELUARKAN PALACE DARI UEL

Masih dari Liga Inggris, ada Nottingham Forest yang kabarnya keberatan dengan adanya Crystal Palace di kompetisi Europa League musim depan. Dilansir Sky Sport, petinggi Forest telah mengirim surat kepada UEFA untuk mengkaji ulang status Palace di kompetisi Eropa. Sebab, Forest yakin bahwa Palace telah menyalahi aturan Multi Club Ownership. Sebab, Palace berada di bawah kepemilikan yang sama dengan Lyon. Keduanya sama-sama mendapat aliran dana dari sang investor, John Textor. Kini, pihak Palace pun berada dalam tekanan. Jika izin berlaga di UEL dicabut, slot tersebut bisa saja diisi oleh Forest, karena runner up FA Cup adalah Manchester City yang sudah mengamankan posisi di UCL.

GYOKERES MERASA DIKHIANATI SPORTING

Di sisi lain, ada target Manchester United, Viktor Gyokeres yang kabarnya mulai bermasalah dengan klubnya saat ini, Sporting CP. Dilansir Mirror, penyerang asal Swedia itu merasa dikhianati oleh Presiden Frederico Varandas karena kesepakatan lisan soal kepindahannya tak ditepati. Gyokeres kini terbuka untuk pindah ke Manchester United, namun pihak klub seperti menghalang-halangi. Klub juga sepakat akan melepasnya di angka 70 juta euro. Namun, saat ini pihak klub malah meminta angka yang lebih besar, yakni lebih dari 80 juta euro. Gyokeres pun merasa bahwa Sporting telah mempermainkan harganya, agar ia tak bisa hengkang dari klub.

LENGLET RESMI TINGGALKAN BARCA DAN GABUNG ATLETICO

Dari Inggris, kita bergeser ke Spanyol untuk membahas Clement Lenglet yang memutuskan untuk mengakhiri kerjasamanya dengan Barcelona. Dilansir Barca Blaugranes, Lenglet jadi pemain kedua setelah Alex Velle yang meninggalkan La Blaugrana musim panas kali ini. Pemain Prancis itu telah mencapai kesepakatan dengan Barcelona untuk mengakhiri kontraknya dan dia pergi sebagai agen bebas. Lenglet pun memutuskan untuk teken kontrak permanen di rival Barca, Atletico Madrid. Kini, ia terikat kontrak hingga 2028 dengan Los Rojiblancos.

XABI PIMPIN LATIHAN PERDANA DI MADRID

Sementara itu, Xabi Alonso terlihat baru saja menjalani hari pertamanya menjadi pelatih kepala di Real Madrid. Mengutip dari Managing Madrid, Alonso menyelesaikan sesi latihan pertamanya hari Senin kemarin. Latihan ringan itu dilakukan karena Los Blancos sudah mulai mempersiapkan diri untuk Piala Dunia Antarklub. Dalam sesi latihan itu, hanya berisikan beberapa pemain saja. Sebab, sebagian besar skuad utama masih membela tim nasional. Mereka baru bergabung setelah jeda internasional. 

RESMI, INTER UMUMKAN CHIVU JADI PELATIH BARU

Spanyol sudah, kita bergeser ke Italia untuk membahas siapa pelatih baru Inter Milan. Dilansir Football Italia, Cristian Chivu telah resmi diumumkan sebagai pelatih kepala baru Inter. Chivu menggantikan Simone Inzaghi dengan menandatangani kontrak awal berdurasi dua tahun. Chivu tentu bukan wajah baru bagi Inter. Ia merupakan mantan pemain Inter Milan pada periode 2007 hingga 2014. Dirinya juga mengawali karir kepelatihannya bersama tim muda Inter pada tahun 2018. Dirinya pun sudah berpengalaman menangani Parma di Serie A. Jadi, manajemen menilai Chivu adalah pilihan yang tepat untuk tim saat ini.

PEMAIN ITALIA SAYANGKAN PEMECATAN SPALLETTI

Di sisi lain, ada respons negatif dari para punggawa Timnas Italia dengan adanya keputusan memecat sang pelatih, Luciano Spalletti. Dilansir Football Italia, Andrea Cambiasso mengungkapkan situasi ruang ganti jelang menghadapi Moldova kemarin. Para pemain sangat kecewa dan sedih dengan pemecatan ini. Sedangkan Gianluigi Donnarumma merasa bahwa ada yang salah dalam manajemen tim nasional. Situasi buruk ini justru membuat para pemain dan staf kepelatihan frustrasi

FABIAN RUIZ DIINCAR AL-NASSR

Bergeser ke Asia, ada Al-Nassr yang kabarnya telah menjadikan gelandang PSG, Fabian Ruiz sebagai target selanjutnya. Dilansir Sportskeeda, Al-Nassr ingin memperkuat materi pemain untuk musim depan. Karena mereka ingin menghadirkan sebuah trofi. Ruiz dinilai jadi pemain yang pas karena telah memainkan peran penting di musim yang luar biasa bagi PSG. Meski begitu, Al-Nassr kabarnya belum mengajukan tawaran resmi kepada PSG. Pihak klub masih mempelajari kemungkinannya terlebih dahulu.

INDONESIA DI POT 3 RONDE 4 KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2026

Sedangkan dari Timnas Indonesia, kabarnya kita akan berada di POT 3 dalam drawing ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Dilansir Suara, hal itu bisa dipastikan dari regulasi yang ada. Dari aturan FIFA World Cup 2026 Preliminary Competition Regulations penentuan pot tersebut berdasarkan ranking FIFA terbaru sebelum 17 Juli 2025. Berdasarkan hal tersebut, pot 1 akan diisi Qatar (ranking 48) serta Arab Saudi (Ranking 58). Kemudian di Pot 2 bisa diisi oleh Irak (Ranking 61 FIFA) serta Uni Emirat Arab (Ranking 64). Nah, timnas Indonesia yang berada di peringkat 116 FIFA akan masuk ke pot 3.  

PEMAIN TIMNAS DAPAT ROLEX, RATU WUSHU INDONESIA SENGGOL PRABOWO

Masih soal tim nasional Indonesia, hadiah jam mewah merek Rolex dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto ternyata menuai berbagai respons. Salah satu yang menarik adalah respons dari mantan atlet wushu Indonesia, Lindswell Kwok. ia menilai ada kesenjangan dari pemerintah terkait perhatian terhadap sepakbola dan cabang olahraga lainnya. “Tentu bangga dengan prestasi sejawat. Tapi sudah adil belum pemerintah dalam memfasilitasi atlet-atletnya? Karena cabang olahraganya banyak peminat, lebih terkenal? Lantas bukannya prestasi itu dinilai dari pencapaian?” ungkap Lindswell.

BOURNEMOUTH INCAR KAPTEN RENNES

Sementara itu, The Sun mengabarkan bahwa Bournemouth mengincar pemain dari Liga Prancis. Pemain itu adalah kapten Rennes, Adrien Truffert. Pemain berposisi bek kiri itu akan diplot sebagai pengganti Milos Kerkez yang bakal jadi milik Liverpool. Kabarnya, 20 juta pound jadi angka yang cukup untuk memboyong Adrien. Selain dirinya, The Cherrys kabarnya juga mengeksplorasi opsi bek kiri lain. Menariknya, Andy Robertson dari Liverpool juga masuk list Bournemouth. Tapi, kepindahan Robbo ke Bournemouth akan sulit terjadi karena Arne Slot ingin mempertahankannya demi kedalaman skuad.

ANTONIO MULAI LATIHAN SETELAH KECELAKAAN 6 BULAN LALU

Masih berhubungan dengan sepakbola Inggris, penyerang West Ham United, Michail Antonio membagikan footage di mana ia kembali berlatih di kamp. Ini adalah kabar baik mengingat sang pemain telah absen kurang lebih enam bulan lamanya. Dilansir Daily Mail, Antonio terlihat berada di gym dengan menggunakan jersey West Ham untuk pertama kalinya setelah mengalami kecelakaan tragis Desember lalu. Pemain internasional Jamaika itu memperlihatkan cuplikan dirinya yang sedang memulihkan kekuatan kakinya yang patah akibat kecelakaan itu. Meski demikian, nasibnya di West Ham belum jelas. Apakah ia akan hengkang atau tetap di klub. Sedangkan kontraknya akan berakhir pada 1 Juli mendatang.

SUNDERLAND INGINKAN PEMAIN CITY UNTUK GANTIKAN JOBE

Dari tim promosi musim depan, Sunderland, kabarnya mereka sedang mencari pengganti untuk Jobe Bellingham yang bisa dipastikan akan bergabung Borussia Dortmund musim depan. Menariknya, nama Charlie Gray adalah pemain nomor satu dalam daftar. Charlie sendiri merupakan pemain berusia 19 tahun yang kini berstatus pemain Manchester City. Dilansir The Sun, Sunderland menggambarkan Gray sebagai gelandang yang tenang dan piawai dalam menjaga penguasaan bola. Itu cocok untuk menggantikan peran Bellingham. Namun, negosiasi masih dalam tahap awal.

GREALISH DIPANTAU EVERTON

Bukan hanya Charlie Gray yang bisa saja meninggalkan Manchester City musim depan. Pemain sayap tim utama, yakni Jack Grealish pun dikabarkan demikian. Dilansir Football365, Grealish jadi komoditas panas bagi klub-klub Inggris lain. Selain Newcastle United dan Aston Villa, kini Everton mulai masuk dalam antrian. Klub yang juga bernuansa biru itu ingin menjadikan Grealish sebagai pusat dari proyek baru Everton musim depan. Belum ada komunikasi intens dari pihak Everton dan City. Namun, The Toffees sudah menyiapkan strategi untuk memboyong Grealish.

ARNAUTOVIC UMUMKAN HENGKANG DARI INTER

Dari Inggris, kite bergeser ke Italia untuk membahas striker Inter Milan, Marko Arnautovic. Striker asal Austria itu telah mengkonfirmasi bahwa dirinya bukan lagi bagian dari skuad Inter musim depan. Dilansir Football Italia, Arnautovic mengatakan kalau dirinya akan pergi dari Inter setelah kontraknya habis pada akhir Juni nanti. “Waktu saya di Inter sudah berakhir. Saya tidak akan berada di sana lagi. Saya mendoakan yang terbaik untuk tim dan saya yakin bahwa musim depan mereka akan menjadi juara,” kata Arnautovic tentang kepergiannya dari Nerazzurri.

MILAN PANTAU PENGGANTI MAIGNAN

Dari klub Milan yang lain, AC Milan kabarnya sudah mulai sibuk mencari pengganti Mike Maignan. Sang penjaga gawang kabarnya akan segera pergi melihat masifnya pendekatan dari klub Liga Inggris, Chelsea. Dilansir Football Italia, Milan pun bergerak untuk mencari kiper baru. Kabarnya, kiper Torino, Vanja Milinkovic-Savic adalah pilihan yang ideal saat ini. Direktur olahraga Rossoneri, Igli Tare memiliki hubungan yang sangat baik dengan agen sang penjaga gawang. Menganggap Vanja sebagai target yang mudah untuk direkrut, karena memiliki klausul 20 juta euro. 

LA LIGA TOLAK IDE KICK OFF MUSIM 2025/26 DIUNDUR

Mampir sebentar ke La Liga, ada keputusan yang telah diambil oleh Javier Tebas terkait usulan Real Madrid. Dilansir Football Espana, pihak Madrid mengusulkan agar kick off La Liga 2025/26 diundur. Itu karena Madrid merasa timnya tidak akan memiliki waktu yang cukup untuk recovery. Sebab, mereka harus tampil di Piala Dunia Antarklub terlebih dahulu. Namun, usulan itu ditolak mentah-mentah oleh La Liga. “Kita tidak bisa mendasarkan kompetisi kita pada Piala Dunia Antarklub, sebuah kompetisi yang tidak didukung oleh liga-liga Eropa maupun klub-klub,” ucap Tebas.

FLICK BERI BONUS BESAR KE STAF BARCELONA

Hansi Flick menerima bonus setelah berhasil membawa Barcelona meraih gelar La Liga. Namun, pelatih asal Jerman ini memilih untuk tidak menyimpan bonus tersebut untuk dirinya sendiri. Sebaliknya, ia membagikannya kepada staf pelatihnya. Dilansir Goal, setiap orang mendapat 10 ribu euro. Keputusan Flick ini menunjukkan sikap dermawan dan penghargaan terhadap kerja keras tim di belakang layar. Ia mengakui peran penting staf pelatih dalam kesuksesan musim ini

Al-NASSR PERSILAHKAN MANE PERGI

Melipir ke Asia, ada berita yang mengatakan kalau Al-Nassr sudah mempersilahkan bintangnya, yakni Sadio Mane untuk hengkang di akhir musim ini. Dilansir Mirror, pihak klub sudah menghubungi mantan pemain Liverpool itu untuk segera mencari klub baru di musim panas ini. Al-Nassr pun dengan tega mengatakan kalau mereka sudah berencana untuk menggantikan Mane dengan pemain kelas wahid yang lain. Saat ini, Luis Diaz dan Alejandro Garnacho adalah dua nama teratas untuk menggantikan Mane di Al-Nassr.

STRIKER CHINA BERI DOA UNTUK INDONESIA DI RONDE 4

Dari Arab Saudi, kita pulang ke Indonesia untuk membahas tentang pasca pertandingan melawan Timnas China. Dilansir CNN Indonesia, penyerang China, Zhang Yuning mendoakan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 usai lolos ke babak keempat kualifikasi. Menariknya, Zhang merupakan mantan rekan Kevin Diks sewaktu masih merumput di Vitesse. Usai pertandingan, sang pemain pun bertukar jersey dengan Diks. Di momen itulah Zhang memberikan doa untuk tim nasional Indonesia

Kemarin Jawara Tenis, Sekarang Wonderkid Real Madrid! Siapa Franco Mastantuono?

0

Perjalanan karir seorang pesepakbola tuh emang beda-beda dan nggak bisa diprediksi ya. Ada yang bertahun-tahun menekuni dunia sepakbola, main buat klub sana-sini, tapi tak kunjung dilirik oleh Real Madrid. Namun, ada juga yang berstatus anak kemarin sore, tapi udah langsung bisa gabung ke klub terbaik di dunia itu.

Bayangkan saja, ada pemain yang baru serius main sepakbola pada 2019, tapi sudah resmi gabung Real Madrid pada 2025. Ya, pemain yang dimaksud tidak lain dan tidak bukan adalah Franco Mastantuono. Salah satu talenta terhebat Argentina saat ini. Namun, yang jadi pertanyaan, kok baru menekuni dunia sepakbola tahun 2019? 

Emang sebelum itu Franco ngapain aja? Dagang Cuanki di depan Masjid Raya Bandung? Atau dagang Gultik di Blok M? Seru sih, tapi bukan itu yang dilakukan Franco. Dirinya justru dikenal publik Argentina sebagai atlet tenis. Alih-alih fokus di tenis hingga bisa berlaga di “Tiba-tiba Tenis”, apa yang membuat Franco Mastantuono justru menekuni sepakbola? 

Tenis Dulu Baru Sepakbola

Sebelum akhirnya dikenal sebagai wonderkid yang sekali lagi lahir dari rahim sepakbola Argentina, Franco Mastantuono hampir menjadi petenis profesional. Lahir dari keluarga yang begitu menggemari olahraga, tak sulit bagi Franco untuk mendapat akses berbagai macam cabang olahraga untuk ditekuni.

Namun, kala itu keluarganya hanya membatasi dua cabor saja yang boleh dijajal oleh putranya itu. Akhirnya, sepakbola dan tenis jadi dua olahraga favorit Franco saat masih muda. Franco mulai menekuni tenis berkat pengaruh kuat dari sang ayah. Dirinya memperkenalkan raket dan lapangan tenis ke dalam hidup Franco sejak usia delapan tahun.

Dilansir La Nacion, ayah Franco, Cristian Mastantuono ternyata seorang pelatih sepakbola di klub lokal, River de Azul. Dirinya mengenalkan Franco pada tenis sebagai alternatif olahraga selain sepakbola yang dapat membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemandirian. 

Sejak umur delapan tahun, Franco sudah rutin berkompetisi dan juara. Langkah kakinya lincah, pukulan backhand-nya tajam, dan pelatih-pelatihnya percaya bahwa masa depannya akan cerah di lintasan lapangan keras. Prestasi terbaiknya barangkali saat masuk ke peringkat 10 besar nasional Argentina di kategori U-12. 

Ayah Franco bahkan sempat menolak pinangan River Plate pada tahun 2017. Dirinya ingin Franco lebih fokus ke tenis karena menurutnya, itu pilihan yang tepat untuk Franco. 

Titik Balik Tahun 2019

Di saat Franco Mastantuono mulai mapan di klub tenis di Azul, keluarganya memutuskan untuk pindah ke Buenos Aires, pusat peradaban Argentina. Di kota itu sudut pandang Franco akan sepakbola mulai lebih luas. Di kota tersebut, Franco tetap menekuni sepakbola dan tenis secara bersamaan. Namun, kecintaannya pada tenis mulai dipertanyakan.

Di Buenos Aires, Franco justru lebih tertarik dengan sepakbola. Dirinya melihat bagaimana atmosfer sepakbola yang lebih kental di Buenos Aires. Di kota itu, Franco juga disuguhkan dengan rivalitas antara Boca Juniors dan River Plate. Bukan dari televisi lagi. Ia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Itu menumbuhkan perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Di lingkungan baru, bermain sepakbola tak pernah semenyenangkan ini. Ia merasa lebih terhubung dengan teman-teman sebayanya. Ia merasa bahwa sepakbola justru membangkitkan sisi lain dirinya yang sudah lama terpendam. Pada tahun 2019, Franco pun memutuskan untuk lebih menekuni olahraga sepakbola yang lebih mengandalkan organisasi tim, ketimbang individu seperti tenis. 

Perjalanan dari tenis ke sepakbola tidak selalu mulus. Ia harus menyesuaikan stamina, teknik, bahkan ritme kompetisi yang jauh berbeda. Tapi semangatnya tak pernah surut. Ia latihan lebih lama, belajar lebih banyak, dan selalu membawa rasa ingin tahu yang tinggi dalam setiap sesi latihan. Franco tahu, ia bukan lagi pemain tenis, tapi ia akan membawa semua disiplin dari masa lalunya ke dalam setiap sentuhan bola.

Menggabungkan Tenis dan Sepakbola

Siapa sangka, keputusan berani anak 12 tahun itu, kini membawanya ke panggung impian yang lebih besar. River Plate yang dulu pernah ditolak ternyata belum menyerah untuk menggoda Franco Mastantuono. Pada tahun 2019, River kembali menawarkan satu tempat di akademi. Kali ini responnya berbeda, sang ayah yang selalu mendukung pilihannya, akhirnya mengiyakan tawaran River.

Klub raksasa Argentina itu memandang Franco sebagai pemain yang unik. Mengandalkan kaki kirinya, gaya bermain Franco memadukan kelincahan seorang petenis dan visi seorang playmaker. Ia punya keseimbangan tubuh yang luar biasa, refleks cepat, dan kecerdasan membaca permainan yang jarang dimiliki pemain seusianya.

Dalam tenis, tak ada waktu untuk berpikir panjang. Bola datang cepat, dan respons harus instan. Hal ini tercermin dalam permainan Franco di lini tengah. Ia selalu selangkah lebih cepat dari lawan, tahu ke mana bola akan mengalir sebelum siapa pun menyadarinya. Dalam waktu singkat, namanya mulai naik daun di internal River Plate. Manajemen dan petinggi klub merasa beruntung telah mendapatkan talenta Franco.

Talenta Menarik di River Plate

Pelatih-pelatihnya di River Plate bahkan pernah menyebut, bahwa Franco seperti memiliki kecerdasan motorik yang berbeda dari rekan-rekan satu timnya. Franco melihat ruang dan peluang dengan cara yang tak biasa. Sepakbola jadi terlihat lebih mudah untuk dimainkan jika bola sudah berada di kaki Franco.

Setelah kira-kira empat tahun lamanya, Franco Mastantuono akhirnya menembus skuad utama River Plate. Di antara banyaknya wajah-wajah tanpa dosa di skuad River Plate U-20, Franco dipanggil ke skuad utama untuk pertandingan Copa Argentina melawan Excursionistas. 

Kala itu, Martin Demichelis lah yang memberikan kesempatan pada bocah ajaib tersebut. Menariknya lagi, Demichelis memanggil Franco bukan hanya untuk melengkapi skuad, melainkan untuk masuk skuad utama. Mengenakan nomor punggung 30, Franco memainkan peran sebagai gelandang serang selama 73 menit. 

Meski tak bermain penuh, Franco mampu membuktikan diri dengan mencetak satu gol pada menit 68. Sejak malam itu, segalanya berubah. Media mulai mengangkat namanya. Fans mulai penasaran siapa sebenarnya anak ini. Dan klub? Mereka langsung memasang klausul pelepasan tinggi. Karena mereka tahu, ia akan jadi investasi yang sangat menguntungkan.

Jadi Rebutan Tapi Pilih Madrid

Sejak awal tahun 2024, Franco telah mengemas 61 pertandingan bersama River. Ia mencetak 10 gol dan 7 assist. Bukan statistik yang menawan bagi seorang pesepakbola. Namun, bagi pemain seusianya, itu adalah catatan yang di luar nalar. Bermodalkan gaya bermain yang unik, Franco pun menarik minat dari banyak klub-klub top Eropa.

Dari mulai Manchester United, Manchester City, Inter Milan, AC Milan, Barcelona, hingga Chelsea. Semuanya rela saling sikut untuk mengamankan tanda tangannya di musim panas 2025. Namun, dari nama-nama klub tersebut, ada dua klub yang paling dijagokan untuk mendapatkannya. Mereka adalah PSG dan Real Madrid.

Awalnya, kedua klub jadi yang paling ideal bagi Franco. Apalagi, PSG baru saja menjuarai Liga Champions musim 2024/25. Jika PSG datang dengan status yang baru didapat, Madrid tak datang dengan suara gaduh. Mereka mengamati, memantau Mastantuono dari jauh, lalu mendekat secara perlahan

Los Merengues tahu apa yang diinginkan pemain muda seperti Franco. Bukan hanya uang atau kejayaan sementara, tapi juga warisan. Mereka menawarkan lebih dari sekadar kontrak, tapi juga mimpi yang terasa lebih realistis. Madrid menunjukan kesuksesan pembinaan usia muda dari Amerika Latin. Seperti Vinicius, Rodrygo, hingga yang terbaru Endrick. Dan akhirnya, keputusan dibuat, Franco memilih Madrid sebagai pelabuhannya.

Jadi Rival Yamal di La Liga?

45 juta dollar Amerika jadi dana yang cukup untuk mendapatkan service Franco Mastantuono. Kabarnya, Franco menandatangani kontrak berdurasi enam tahun mengingat usianya masih muda. Kontrak itu akan berlaku mulai Juli 2025. Setelah kontrak di Real Madrid aktif, mereka akan memasang klausul pelepasan super-protektif, kabarnya mencapai 1 miliar euro.

Angka yang fantastis untuk bocah yang belum genap 18 tahun. Namun, jika berkaca pada apa yang dimiliki rival, yakni Barcelona, Madrid tampaknya tidak berlebihan. Karena Barca pun demikian protektif terhadap asetnya, Lamine Yamal. Ngomong-ngomong, usia keduanya relatif sama. Apakah Franco akan menjadi rival Yamal di La Liga?

____

Sumber: Goal, Sky Sport, SI, Ole, La Nacion

Habis Tak Bersisa? Ke Mana Perginya Skuad Barcelona Juara UCL 2015?

Kalau ada lomba mengingat prestasi, fans Barcelona sebaiknya nggak usah ikutan. Pasalnya para cules sendiri agaknya sudah lupa kapan terakhir kali El Barca juara Liga Champions. Ngakunya sih klub kesayangan, tapi soal beginian saja harus diingatkan. Mirip seperti kalau ayank nanya masih ingat nggak tanggal jadian.

Karena itu, biar nggak keburu pikun, biar mimin ingatkan kembali momen saat terakhir kali Barcelona angkat trofi Liga Champions. Lantas, siapa sajakah para punggawa Blaugrana kala itu? Dan kemanakah nasib membawa mereka sekarang? Apakah masih di Camp Nou atau sudah mengembara entah di mana?

Skuad Juara UCL  Barcelona Musim 2014/15

Sepanjang gelaran Liga Champions, Barcelona tercatat lima kali menjadi juara. Satu gelar yang diraih pada musim 1991, saat turnamen ini masih bernama European Cup. Terakhir kali Blaugrana merajai turnamen adalah pada musim 2014/15 silam.

Ketika itu klub Catalan menang dengan skor cukup mencolok yakni 3-1 atas Juventus. Namun setelah pesta di Olympiastadion Berlin itu usai, hingga kini Barcelona belum pernah lagi menorehkan kisah manis serupa.

Saat itu Barcelona punya skuad yang mewah dengan dihuni oleh kombinasi talenta-talenta muda plus para pemain yang sudah matang. Skuad besutan Luis Enrique kala itu memiliki rata-rata usia 25,9 tahun. Setelah sekitar 10 musim waktu berlalu, para pendekar Barcelona, terutama yang diturunkan sebagai 11 pertama ini bertebaran ke seluruh penjuru dunia dengan jalan hidup masing masing 

Penjaga Gawang

Para cules nggak mungkin bisa melupakan Andre Ter Stegen. Biar mimin spill diawal, penjaga gawang asal Jerman ini jadi satu-satunya pemain yang masih tersisa dari skuad juara Liga Champions musim 2014/15 silam.

Ter Stegen masih setia di Camp Nou dan selama 10 musim terakhir ini hampir selalu jadi pilihan utama di bawah mistar gawang. Kecuali di musim ini, Ter Stegen mau nggak mau harus memberi menit bermain untuk kiper lain lantaran dirinya harus naik meja perawatan.

Masih belum diketahui pasti kapan cedera panjang kiper berusia 32 tahun ini bakal berakhir. Namun saat tengah berjuang untuk pulih,  jebolan Borussia Monchengladbach ini justru diterpa gosip miring. Ter Stegen dikabarkan putus hubungan dengan Daniela Jehle, perempuan cantik yang dinikahinya sejak 2017.

Dua Bek Tengah

Di posisi bek tengah sebelah kanan, kala itu Luis Enrique sepenuhnya mempercayai Gerard Pique. Jebolan La Masia yang pensiun pada 2022 ini total mempersembahkan 31 trofi untuk Barcelona. Dan hingga kini masih berkecimpung di dunia kulit bundar. Kecintaan Pique pada sepak bola melebihi awetnya hubungan asmara sang bintang yang kandas dengan Shakira.

Namun bukan sebagai pelatih, Pique menempuh jalan yang agak berbeda dengan coba-coba membuat kompetisi sepak bola sendiri. Sosok yang sempat berseragam Manchester United ini merupakan CEO Kings League, sebuah kompetisi sepak bola yang dipadukan dengan hiburan. 

Pique merancang kompetisi ini dengan sangat unik, mirip seperti mini soccer namun dengan sejumlah aturan yang segar. Selain jumlah pemain 7 vs 7, kompetisi ini mewajibkan adanya pemenang. Selain mengurus sepak bola anti mainstream ini, Pique juga disibukkan dengan beberapa lini bisnis di bidang konstruksi.

Bahkan sejak 2018 yang lalu, sebelum dirinya gantung sepatu, Pique mengakuisisi kepemilikan FC Andorra. Kini pria dengan brewok mempesona ini masih tercatat sebagai pemilik klub yang berkompetisi di Liga 2 Spanyol tersebut.

Sementara di bek tengah kiri ada nama Javier  Mascherano. Menariknya, posisi asli sang pemain merupakan gelandang bertahan, tapi Mascherano bisa mengemban peran tersebut dengan baik. Nggak kalah baiknya dengan karier pria kelahiran San Lorenzo ini usai gantung sepatu pada 2020 silam. 

Mascherano nggak jadi bapak-bapak komplek yang gabut dan hobi nyiram aspal perumahan. Melainkan langsung bergabung dengan tim kepelatihan di Timnas Argentina. Perlahan namun pasti, Mascherano pun diberi amanah untuk memegang Tim Tango muda. Nggak tanggung-tanggung, Mascherano dipercaya menjalankan dwi fungsi pelatih. Pertama mengurus Timnas Argentina U-20, sekaligus rangkap jabatan di kelompok umur U-23. 

Setelah tak lagi berstatus juru taktik La Albiceleste,  pada awal tahun 2025 ini Mascherano menerima pinangan dari Inter Miami. Posisi anyar ini membuat sang juru taktik kini menangani Lionel Messi sebagai anak asuhnya. Dulu Mascherano berada satu lapangan dengan King Leo,  kini dirinya berada di pinggir lapangan untuk memberi instruksi ke kompatriotnya tersebut. 

Dua Wingback

Selain Lionel Messi, di Inter Miami rupanya Mascherano juga melatih Jordi Alba. Wing back kiri ini membuat reuni Barcelona di klub berjuluk The Heroes Vice City ini  makin semarak.  Setelah 11 musim mengabdikan diri di Barcelona, Jordi Alba pergi dari Camp Nou dengan perasaan kecewa.

Pasalnya, jelang penutupan bursa transfer musim panas 2022 bek mungil ini merasa dirinya ditendang oleh Blaugrana. Padahal Alba sempat menyatakan mau bertahan seumur hidup di Barcelona. Namun kekecewaan Alba sudah mereda lantaran jasanya masih terpakai di Inter Miami. Bersama Lionel Messi, pesepakbola 36 tahun ini jadi andalan  di klub milik David Beckham ini.

Beralih ke wing back kanan, ada sosok Dani Alves yang nasibnya tak semujur yang lain. Ketika rekan-rekannya masih aktif bermain dan menjadi pelatih, bek asal Brasil ini justru menikmati hari-hari setelah tak di Barcelona dengan mendekam di balik jeruji besi.

Pada Januari 2023  lalu, pihak kepolisian Spanyol menangkap Dani Alves atas tuduhan pemerkosaan terhadap seorang perempuan di kelab malam. Akibat perbuatan asusilanya ini, Barcelona kabarnya nggak segan untuk mencabut status legenda sang pemain dari situs resmi klub.

Bek asal Brasil ini  kemudian divonis oleh pengadilan Barcelona selama 4,5 tahun hukuman. Beruntung kurang lebih sebulan, Dani Alves bisa kembali menghirup udara segar usai membayar uang jaminan.

Trio Gelandang

Kita beralih ke posisi gelandang, di mana Luis Enrique menurunkan 3 pria soft spoken. Sosok yang harus disebut lebih dulu adalah Andres Iniesta, yang jangankan berbuat hal melanggar norma dan dipenjara, menerima kartu merah sepanjang kariernya saja tak pernah.

Iniesta adalah definisi dari pria yang tak neko-neko. Kisah sepak bolanya lurus-lurus saja. Jebolan La Masia ini hanya tahu gemerlapnya lapangan hijau yang dipenuhi ribuan pasang mata, bukan musik berisik di lampu disko.

Setelah mempersembahkan 30 gelar juara untuk Barcelona, pada 2018 Iniesta memulai pengembaraannya di Negeri Matahari Terbit. Kapten tim di final UCL 2015 ini bergabung bersama Vissel Kobe dan memberi warna baru untuk klub J-League 1 tersebut.

Iniesta jadi tokoh utama saat membawa klub yang semula kering prestasi ini meraih tiga trofi.  Namun sayangnya, kebersamaan Iniesta dengan Vissel Kobe berakhir pada 2023. Pencetak gol kemenangan untuk Timnas Spanyol di Piala Dunia 2010 ini  tak jadi pensiun di Negara Samurai. 

Iniesta hijrah ke Uni Emirat Arab dan bermain untuk Emirates Club sebelum akhirnya gantung sepatu di usia genap 40 tahun. Kini namanya jarang terdengar, namun Iniesta masih menggeluti sepak bola. Rupanya sang playmaker ini sekarang jadi penasehat teknis di FC Helsingor, sebuah klub di kasta ketiga Liga Denmark.

Nama berikutnya adalah Sergio Busquets, figur terakhir sekaligus yang masih aktif bermain dari trio ikonik yang sudah tak lagi di Camp Nou. Meskipun sudah tak berseragam klub Catalan sejak 2023 lalu, tapi Busquets nggak bisa jauh-jauh dari Barcelona.

Blaugrana selalu di hati, itu sebabnya gelandang bertahan underrated ini menyusul para legenda hidup Blaugrana lainnya ke Inter Miami.  Selanjutnya adalah Ivan Rakitic, namanya memang tak sebesar yang lain, tapi gelandang asal Kroasia inilah yang mencetak gol pembuka di final UCL.

Sebuah gol yang membuat jalan Barcelona meraih treble winner lebih mudah. Bagi Rakitic pribadi, gol yang mengoyak jala Gianluigi Buffon itu sangatlah istimewa, mengingat itu merupakan tahun pertamanya berseragam biru merah khas Blaugrana.

Musim demi musim dijalani pesepakbola asal Kroasia ini, banyak yang mengira kalau Rakitic nggak bakal bertahan lama dan cuma jadi pilihan kedua. Tapi nyatanya, Rakitic banyak memainkan laga dengan catatan 310 penampilan  hanya dalam 6 musim.

Namun pada akhirnya, Rakitic lebih memilih untuk menyingkir karena merasa sudah nggak lagi dibutuhkan. Pada musim 2020, sang pemain balik ke rumah lamanya, yakni Sevilla. Akan jadi kisah yang menarik kalau Rakitic terus bertahan dan pensiun di Los Palanganas.

Tapi kenyataannya Rakitic malah pergi secara cuma-cuma ke Liga Arab Saudi. Hanya saja kariernya di Al Shabab tak berlangsung lama. Negeri Petro Dollar tak membuatnya betah, kini pesepakbola 37 tahun ini berkarier di Kroasia bersama Hajduk Split.

Trisula Penyerang

Di antara semua daftar line up yang sudah disebutkan, boleh dibilang Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar jadi yang paling dirindukan. Di musim tersebut, trio MSN jadi penyerang yang paling subur di seantero Eropa. Dari 175 gol, trisula super gacor ini menyumbang 122 gol alias hampir 70 persen dari total gol Barcelona di musim itu. Catatan ini semakin mengagumkan manakala kita melihat total assist yang dikreasikan tiga pria Amerika Latin ini.

Baik Messi, Suarez, dan Neymar bergantian memberi umpan cantik satu sama lain dan kepada penggawa Barcelona lainnya. Total ada 56 assist, termasuk satu umpan manis Suarez di menit ke-97 ke Neymar yang menyudahi perlawanan Juventus.

Suarez sendiri mencetak gol berkat memanfaatkan bola muntah hasil sepakan jarak jauh Messi. Namun sayangnya, gelar Liga Champions ini jadi yang pertama sekaligus terakhir bagi trio penyihir MSN.

Era MSN habis bukan karena satu di antara mereka sudah nggak gacor lagi, melainkan karena satu per satu memutuskan pergi. Mula-mula Neymar yang menerima pinangan PSG pada 2017. Sejauh ini sang bintang Brasil ini masih jadi pemain termahal yang memecahkan saga transfer dengan mahar 222 juta Euro.

Setelah sukses mendatangkan Neymar, pada musim panas 2021 Les Parisiens kembali mengejutkan dunia sepak bola. Pasalnya klub kaya raya ini sukses besar membajak Messi yang sudah jadi ikon Barcelona. Lebih hebatnya lagi, King Leo didatangkan secara gratis.

Namun sebelum kepergiaan Sang Raja, pada musim 2020, Suarez lebih dulu hengkang dari Camp Nou. Hanya saja bukan ke kota mode paris, melainkan masih di Spanyol. Penyerang yang suka gigit lawan ini bergabung ke salah satu klub  rival yakni Atletico Madrid.

Setelah sekian tahun dari bubarnya era MSN, ketiga pemain ini hampir saja reuni kembali. Messi dan Suarez kini satu tim di Inter Miami, dan sejak dipegang oleh Javier Mascherano, Neymar yang kariernya semakin merosot di Al Hilal, sempat dirumorkan bakal ikut bergabung di klub berjuluk The Herons ini.

Namun Neymar yang sudah merasakan kejayaan di Eropa, dan tampak sudah puas menikmati gelimang harta di Arab Saudi, lebih memilih pulang ke negara asalnya. Di Brasil, Neymar coba membangun kembali kisah legenda, bersama Santos yang jadi rumah pertamanya.

Kisah Eddie Howe, Pelatih Bucin yang Bikin Newcastle United Kembali Punya Marwah

Seperti kebanyakan kisah jagoan lainnya, penunjukan Eddie Howe sebagai pelatih Newcastle United kala itu sempat diremehkan. Dan seperti selayaknya jagoan yang nggak banyak cincong, sang pelatih dengan elegan membalikan semua omongan dengan cinta dan tindakan besarnya.

Alhasil, dari yang semula tak diinginkan, kini nama Eddie Howe nggak berhenti digaungkan. Publik Stadion James Park pun menaruh harapan besar kepada sang juru taktik. Terutama setelah The Magpies mengangkat trofi Carabao Cup. 

Lantas, siapakah sebenarnya Eddie Howe dan bagaimana kiprahnya sebelum menangani Newcastle United? Apakah sang pelatih bakal terus memberikan prestasi untuk The Magpies?

Sebelum Era Eddie Howe Tiba

Kalau kamu penggemar Liga Inggris era 90-an, pastilah tahu betapa diseganinya Newcastle United kala itu. Klub berjuluk The Magpies ini jadi rumah bagi para bintang besar. Sebut saja David Ginola, Les Ferdinand, Andy Cole, Alan Shearer dan lainnya.

Namun ketika masuk ke medio 2000-an, Newcastle United kehilangan marwah sebagai klub kuat. Stadion James Park bukan lagi tempat yang angker bagi tim lawan. Apalagi semenjak tangan dingin  Kevin Keegan juga Kenny Dalglish nggak lagi menyentuh Newcastle United.

Usai era dua pelatih top yang hampir menjuarai Premier League bersama The Magpies ini berakhir, seolah berguguran sudah harapan untuk jadi yang terbaik di Inggris.

Newcastle United memang masih eksis, namun keberadaan Toon Army seperti kerupuk yang terlalu lama di dalam kaleng. Sudah melempem dan menciut juga sudah kehilangan cita rasa. Bahkan, Newcastle United sempat dua kali jatuh ke divisi championship.

Di Premier League pun dari musim ke musim, klub yang berdiri pada 1892 ini lebih sering  berkutat di papan bawah dan tengah. Hingga tibalah di awal musim 2021, ketika manajemen Newcastle United sudah sangat kesal dengan Steve Bruce. Ketika itu, The Magpies ada di mulut jurang degradasi, tepatnya di urutan ke-19 dengan koleksi lima poin.

Pengalaman Melatih Eddie Howe

Alhasil, sebelum sesuatu yang buruk terus berlanjut, ditunjuklah Eddie Howe sebagai nahkoda baru. Misi untuk mengembalikan marwah Newcastle United pun dimulai. Namun masuk ketika kapal sudah berlayar hampir setengah jalan, jelas bukan tugas yang mudah. Apalagi badai keraguan sempat menghampiri para fans yang sudah kadung trust issue.

Pasalnya, Curriculum Vitae sang pelatih anyar ini dinilai nggak sebagus Unai Emery. Eks pelatih Arsenal yang ketika itu sedang menanjak bersama Villarreal tersebut menolak tawaran Newcastle United.

Apa boleh buat, nggak ada Unai Emery,  sosok Eddie Howe pun tak apalah. Sebenarnya juru taktik kelahiran Britania Raya ini nggak pantas juga untuk dikatakan jelek.

Howe merupakan sosok yang dianggap paling pas untuk membereskan masalah Newcastle United. Pasalnya, juru latih 47 tahun ini punya pengalaman bertahun-tahun mengurus klub semenjana.

Kesebelasan yang mentalitas pemainnya tengah terpuruk. Eddie Howe adalah pelatih spesialis yang mengangkat tim papan bawah ke tempat yang lebih terhormat.

Namanya akan selamanya dikenang di AFC Bournemouth. Howe bukan sekadar mantan pemain sekaligus pelatih, tapi pahlawan abadi bagi warga kota pantai pesisir Inggris tersebut.

Setelah kenyang melatih akademi, kisah kepelatihannya di tim senior dimulai pada musim 2008/09, ketika itu AFC Bournemouth masih bermain di League Two alias kasta keempat sepak bola Inggris. Lebih buruknya lagi, klub kecil ini hampir terjun bebas alias terdegradasi.  Namun untunglah, sang caretaker pengganti Jimmy Quinn ini berhasil membuat kapal AFC Bournemouth nggak karam.

Pada musim 2011 Eddie Howe sempat coba-coba peruntungan di Burnley FC. Tapi di sana hanya bertahan setahun dan sang pelatih pun kembali ke rumahnya yang paling nyaman. Di tempat yang setiap jengkalnya sudah dikenali itu, Eddie Howe kembali untuk mengangkat AFC Bournemouth ke tingkat yang lebih tinggi.

Sentuhan dingin pelatih yang gantung sepatu di usia 30 tahun ini sukses besar membawa The Cherries melenting. Bayangkan saja, dari klub yang hampir terdegradasi di League Two sampai akhirnya pada musim 2015 bisa promosi ke Premier League. Butuh puluhan pelatih dan 127 tahun lamanya bagi AFC Bournemouth untuk mengukir sejarah gemilang ini. Dan seorang Eddie Howe lah yang menuliskan kisah manis ini dengan tinta emas.

Era Baru Newcastle Di Tangan Pelatih Bucin

Cerita sukses inilah yang membuat Newcastle United pada akhirnya yakin kepada Eddie Howe. Apalagi nama sang pelatih juga sudah harum lantaran tersohor pandai dalam memotivasi para pemainnya. Howe juga nggak sungkan meluangkan waktu untuk menampung dan mendengarkan berbagai aspirasi dari para pemain nya. 

Dia tipikal pelatih yang loyal pada tim yang memberi kepercayaan. Di luar sepak bola, kepribadian Howe juga nggak kalah mengagumkan. Selain mencintai pekerjaannya, dia juga mencintai keluarga kecilnya.

Termasuk saat memutuskan meninggalkan Burnley dan balik lagi ke AFC Bournemouth. Eddie Howe langsung luluh saat Vicki Howe, sang istri tercintanya itu merengek lantaran nggak bisa LDR. Apalagi saat itu dua anak mereka yakni Rocky dan Harry masih kecil.

Bahkan ternyata, keputusan Eddie Howe mau menerima pinangan dari Newcastle United nggak lepas dari faktor istrinya juga. Majalah The Sun sampai-sampai menyebut ayah dari dua anak ini sebagai sosok yang family man.

Eddie Howe nggak akan mengambil pekerjaan yang ditawarkan Newcastle United jika doi nggak merasa itu  ikut membuat keluarganya senang dan bahagia.

Saat dalam masa menganggur selepas mengundurkan diri dari AFC Bournemouth, pria romantis ini sering menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya. Selain mengajak menonton sepak bola dan main tenis, Eddie Howe juga dengan riang gembira meluangkan waktu alias quality time dengan nongkrong bersama belahan jiwanya. Bagi sang pelatih, keluarga adalah yang utama.

Bahkan di kalangan media lokal Inggris, kisah bucin Eddie Howe sudah jadi pembicaraan umum. Pada suatu waktu di tahun 2016, sang pelatih  mengantarkan kekasih halalnya, Vicki Howe untuk membeli secangkir kopi di Starbucks. Namun perempuan cantik ini nggak mau sang suami parkir jauh-jauh dari tempat. Nggak pikir panjang, dengan senyum di wajah Eddie Howe menuruti permintaan istrinya.

Alhasil, sang pelatih memarkirkan mobil Range Rover-nya di pemberhentian khusus bus  yang sebenarnya hal itu nggak boleh dilakukan lantaran melanggar hukum dan bisa membuat kondisi jalan macet parah. Namun Howe santai saja, seolah semua sah dilakukan jika itu atas nama cinta. Kekuatan cinta itu jugalah yang diaplikasikan sang pelatih di atas lapangan hijau, di antara ruang taktik dan ketegangan dalam sepak bola. Cinta dan dedikasi jugalah yang membuat Newcastle United perlahan namun pasti bertransformasi kembali jadi tim yang kembali disegani.

Pasang Surut Newcastle United era Eddie Howe

Di musim perdananya, Eddie Howe menyelamatkan marwah Newcastle United. Target pertama untuk survive di Premier League berhasil, Newcastle United finish di urutan kesebelas klasemen. Itu merupakan posisi terbaik jika dibandingkan dengan tiga musim sebelum dirinya mengambil alih.

Bahkan di ajang Carabao Cup, Newcastle United bisa melaju hingga babak perempat final. Manajemen pun cukup puas dengan kinerja Howe, apalagi ketika itu Newcastle United beradaptasi dari guncangan pandemi Covid-19.

Di musim keduanya, Howe nggak nyangka bisa dapat dukungan finansial yang bagus. Hal ini nggak lepas dari beralihnya kepemilikan klub ke konsorsium yang dipimpin Pangeran Mohammed Bin Salman.

Namun Howe yang terbiasa dengan segala keterbatasan keuangan nggak mendadak latah dan terjangkit sindrom OKB alias orang kaya baru. Sang pelatih jeli dalam memilih pemain baru agar bisa menghasilkan racikan yang pas.

Dari sekian banyak yang datang, relatif nggak ada nama-nama bintang besar yang mendarat. Padahal Howe bisa saja meminta klub untuk membujuk Neymar, Mbappe, sampai Ronaldo, tapi sang pelatih justru mendaratkan Alexander Isak, Bruno Guimaraes, Chris Wood, Dan Burn, Kieran Trippier, Matt Targett,  dan lainnya.

Nama-nama ini masuk karena memang sesuai dengan kebutuhan taktikal yang Eddie Howe inginkan. Terbukti, para pemain inilah yang jadi tulang punggung saat sukses membawa Newcastle United berbuat banyak di musim 2022/23. Skuad The Magpies berhasil melaju ke babak final Carabao Cup. Meskipun akhirnya belum bisa menaklukan Manchester United di partai puncak. Di musim yang sama, Howe juga sukses menggebrak Premier League.

Siapa sangka, tim yang identik dengan jersey garis hitam-putih ini mampu finis di urutan keempat klasemen Premier League. The Magpies menyingkirkan Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Chelsea dari perebutan tiket Liga Champions untuk musim 2023/24.

Namun sayangnya, setelah absen cukup lama di turnamen Benua Biru ini. Newcastle United yang berada di grup neraka bareng dengan AC Milan, Borussia Dortmund dan Paris Saint-Germain belum bisa berbicara banyak.

Tapi kehidupan nggak seru kalau saat perjalanan menanjak ke atas nggak ada rintangan yang menghadang. Di musim itu pun ujian bagi Howe benar-benar datang dengan angin yang lebih kencang.

Pasalnya, di musim yang ganjil itu performa Newcastle United sempat goyang. Bukan cuma di Liga Champions, mereka mengalami sejumlah kemunduran di Premier League lantaran di akhir musim cuma bisa nangkring di posisi tujuh klasemen dan di turnamen domestik seperti Carabao Cup dan Piala FA tersisih di babak perempat final.

Fans pun jadi geram dan ingin menjatuhkan vonis nasib kepada Howe. Posisi sang pelatih sempat terancam dan dirumorkan bakal digantikan oleh Roberto Mancini hingga Julian Nagelsmann.

Namun pihak klub ternyata masih percaya dan setia pada proses. Naik turun posisi Newcastle United  merupakan hal yang lumrah, apalagi jika mau memandang adil, sejak ditangani Eddie Howe klub ini nggak pernah lagi berakrab-akrab di dekat dasar klasemen.

Sang pelatih selalu mati-matian mengusahakan Newcastle United berada dalam jalur menuju papan atas. Dan musim 2024/25 ini, Eddie Howe membuktikan itu semua. Juru taktik yang baru saja dapat penghargaan Manager of The Month dari Premier League ini menjawab semua keraguan dengan tekad besar.

Bawa Newcastle United Juara dan Catatkan Sejarah

Semangatnya membawa Newcastle United untuk kembali berjaya dan tak dipandang sebelah mata meluap-luap. Saat ini tim asuhannya berpeluang besar untuk mentas lagi di Liga Champions. 

Kabar baiknya, Eddie Howe baru saja menuntaskan rasa penasarannya di ajang Carabao Cup. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya perjuangan Newcastle United terbayarkan.

Mereka menyingkirkan Chelsea di babak 16 besar dan melaju ke partai final usai membuat Arsenal bonyok di dua pertemuan. Lalu di babak penentuan, Eddie Howe memimpin Alexander Isak dan kawan-kawan untuk mempecundangi Liverpool.

Untuk kali pertama dalam 70 tahun terakhir, Newcastle United akhirnya meraih trofi Carabao Cup kembali. Perjalanan dream come true ini dirayakan dengan gegap gempita oleh warga Newcastle. Tapi ternyata bukan cuma kota industri percetakan ini yang gembira, melainkan juga Inggris.

Pasalnya, butuh waktu 17 tahun bagi pelatih lokal asli Inggris untuk bisa mengangkat piala di tanah sendiri. Terakhir kali ada nama Harry Redknapp yang menjuarai Piala FA bersama Portsmouth. Selebihnya Inggris bagaikan dijajah oleh pelatih asing yang mendominasi liga.

Maka jelaslah bagi Eddie Howe pribadi, trofi Carabao Cup ini  merupakan sebuah kebanggaan besar. Tapi ini bukan cuma tentang dirinya yang mencetak sejarah. Melainkan kerja-kerja kolektif dan Eddie Howe pun menyerukan agar publik Newcastle yang setia dan Inggris yang merindu terus mengingat sejarah baru ini.

“Sungguh menakjubkan apa yang dapat dilakukan sepak bola. Sepak bola memiliki kemampuan untuk memberi orang-orang hari-hari yang akan selalu mereka ingat. Penantian juara ini begitu lama sehingga kita tidak akan pernah melupakannya. Saya tidak akan pernah melupakannya,” ucap Eddie Howe.

Masa Depan Eddie Howe di Newcastle United

Setelah perayaan gelar juara ini reda, Howe dan anak asuhnya kembali fokus menjalani sisa kompetisi. Dan dengan modal juara ini, seharusnya pihak manajemen klub segera menyodorkan kontrak baru ke Eddie Howe. Pasalnya kesepakatan kedua belah pihak bakal berakhir di musim panas ini.

Sangat layak rasanya, Eddie Howe memimpin Newcastle United lebih lama lagi. Apalagi fans Newcastle United sudah melihat bagaimana ketangguhan dan cinta Eddie Howe dalam melewati badai di awal musim hingga menikmati indahnya pelangi.

 

Trent Alexander-Arnold Ditimang Liverpool, Lalu Mengkhianatinya

Liverpool baru saja memastikan juara Premier League. Fans masih merasakan nuansa riang gembira. Tapi bagai geledek di tengah keindahan pelangi, Trent Alexander-Arnold membuat pengumuman yang menyayat hati. Pemilik nomor punggung 66 ini mengabaikan semua bentuk protes dan juga harapan dari para kopites.

Trent sebenarnya masih dielukan untuk terus berada di Anfield. Meneruskan mimpi-mimpi besar yang lain, yang sudah dimenangkan dari usahanya sejak masih bocah di akademi. Tapi setelah 20 tahun berseragam Liverpool, Trent memilih untuk pamit undur diri dan mengganti  seragam merah sakral kota musik itu dengan balutan putih jersey Real Madrid.

Fans yang kecewa berat pun tak butuh semua alasan dan penjelasan dari mulut Trent.  Dari amarah yang membuncah, vonis pun dilayangkan. Trent dicap sebagai pengkhianat. The Reds sendiri baru saja sukses melewati masa transisi. Tapi mengapa Trent begitu tega kepada klub yang dia sebut sebagai cinta pertamanya itu?

Bab 1: Awal Kisah Sang Bocah Pinggiran Kota

Tokoh utama kita kali ini lahir pada 7 Oktober 1998. Dan sejak bocah, Trent Alexander-Arnold sudah menunjukan obsesi besarnya terhadap Liverpool. Trent sungguh beruntung karena ditakdirkan tinggal di West Derby.  Dan rumahnya yang terletak di pinggir kota hanya sepelemparan batu dari Melwood. Di kompleks latihan Liverpool yang legendaris itu, cinta Trent kepada The Reds tumbuh. 

Tak perlu doktrin dan ikut-ikutan orang lain, pilihan Trent untuk mencantolkan dirinya kepada Liverpool adalah keinginan yang turun dari mata ke hati. Trent dan dua saudara laki-lakinya, Tyler dan Marcel, kerap ribut-ribut  ala bocah. Tapi untuk urusan Liverpool, ketiga kakak beradik itu kompak bukan main.

Dalam esai pribadinya di The Players’ Tribune, Trent mengisahkan setiap harinya, mereka mengintip para pemain The Reds berlatih. Trent and brothers  berdiri di atas tempat sampah atau memanjat melalui pagar untuk mencoba melihat Steven Gerrard dan kawan-kawan menyiapkan diri sebelum bertanding. Di momen itu jugalah, mereka berkhayal pada suatu kelak bisa seperti para idola mereka.

Momen lain yang paling membekas di ingatan Trent adalah saat orang tuanya membelikan tiket perempat final Liga Champions musim 2004/05. Saat itu Liverpool menghadapi Juventus di Anfield yang memerah. Biasanya, Trent dan Tyler tidak pernah berhenti berbicara saat anthem UCL ditayangkan di TV. Namun, saat itu mereka terdiam takjub dan merinding mendengar The Kop bernyanyi, You’ll Never Walk Alone.”

Beberapa bulan setelah itu, Trent bersama keluarga kecilnya, menonton lewat televisi partai final UCL antara Liverpool vs AC Milan. Trent kembali dibuat merinding saat melihat tim kesayangannya bisa comeback heroik. Tak cukup menyaksikan Miracle of Istanbul di layar kaca, Trent kecil hanyut dalam lautan masa kota Liverpool saat parade juara. Alhasil, momen itu semakin memperkuat tekad Trent, bahwa kelak suatu hari nanti ia bisa mengenakan seragam The Reds. Trent juga ingin berdiri di atas bus parade juara dalam balutan jersey bertuliskan nama nya sendiri.

Bab 2: Struggling di Akademi Hingga Debut di Tim Senior

Perjalanannya menggapai impian itu terbentang luas pada usia 6 tahun, ketika Trent mendapat kesempatan emas saat Liverpool mengadakan kamp sepak bola musim panas untuk bocah-bocah SD. Dan di antara ratusan siswa Matthew’s Catholic Primary School, Trent terpilih untuk bergabung dalam pelatihan lanjutan.

Perjuangannya di akademi pun dimulai.  Namun, usaha Trent untuk terus menimba ilmu di akademi bukanlah instan. Ia harus bersaing dan mengasah visi bermainnya agar tak kalah dengan ratusan bakat hebat lain yang siap menggilas.

Bahkan sebelum akhirnya menemukan peran idealnya sebagai bek kanan, pelatih akademi memindahkannya ke berbagai posisi, termasuk gelandang, winger, dan bek tengah. Perubahan ini sempat membuat Trent kecil frustrasi dan bingung tentang perannya.

Selain itu, dibanding pemain lain, tubuh Trent tergolong kurus dan kurang kuat di awal remajanya. Ia sempat kewalahan bersaing secara fisik dengan pemain lain, apalagi ketika menghadapi lawan yang lebih besar dan lebih cepat. Trent juga sempat mengalami beberapa cedera ringan yang mengganggu semangat berlatihnya. 

Selain itu, karena berasal dari Kota Liverpool dan tumbuh sebagai fans klub, Trent merasa tekanan lebih besar untuk tampil sempurna. Ia mengaku sering merasa stres saat tidak tampil bagus karena merasa mengecewakan banyak orang di sekitarnya, termasuk keluarganya yang banyak berkorban demi karier Trent.

Namun,  Trent bersyukur karena selain punya keluarga biologis, banyak sosok yang membantunya berkembang pesat. Antara lain ada Alex Inglethorpe, kepala akademi Liverpool yang sangat mempercayai potensi Trent dan mengawalnya secara dekat selama masa pembinaan di akademi. Pep Lijnders, pelatihnya di akademi juga ikut membantunya. 

Berbekal kerja keras dan bimbingan merekalah, Trent akhirnya mulai mencuat ke permukaan dan bersinar di akademi. Dirinya bahkan dipercaya sebagai kapten tim U-16 dan  level U-18. Sampai akhirnya, pada 2016 saat masih berusia 18 tahun, Trent debut untuk tim senior.

Tak tanggung-tanggung, Trent diberi kesempatan oleh Jurgen Klopp di laga derby melawan Tottenham Hotspur. Klopp pun langsung jatuh hati melihat gaya mainnya yang agresif dan distribusi bola kelas elite. Meski begitu Trent masih bolak-balik bermain di Premier League 2 bersama tim U-21. Di musim tersebut Trent baru mencatatkan 7 caps bersama tim senior Liverpool.

Barulah pada musim 2017/18, Trent mulai rutin tampil di skuad utama. Bukan cuma di Premier League tapi di semua kompetisi termasuk Liga Champions. Perlahan namun pasti, pos bek sayap kanan jadi milik Trent. Dari musim ke musim, performa pesepakbola yang dulu punya rambut gimbal ini semakin mempesona.

Permainan Trent terlalu bagus sehingga sangat sayang untuk di bangku cadangkan. Tak ada ruang sedikitpun bagi Jurgen Klopp untuk ragu akan kemampuan dan konsistensi Trent. Buktinya, dalam satu musim Trent pernah dimainkan dalam semua pertandingan Premier League. Di era pelatih asal Jerman itu, menjadi sebuah hal ganjil kalau Trent tidak dimainkan apalagi sampai tak masuk skuad. 

Di bawah Klopp yang terus bereksperimen, Trent mengalami evolusi peran. Sebenarnya saat masih di akademi Trent juga bermain multi posisi. Namun di level senior, eksperimen itu menemukan bentuknya yang lebih ideal.  Di beberapa laga, Trent kerap masuk ke tengah sebagai playmaker tambahan. Sang pemain pun mengaku tak masalah dan malah enjoy dengan tugas tambahan yang diberikan oleh Klopp itu.

Bab 3 : Momen Ikonik dan Mimpi yang Terwujud

Lewat performa apiknya, Trent membantu Liverpool meraih kemenangan demi kemenangan. Trent sepenuhnya menyadari, hanya dengan cara itu, gelar demi gelar bisa diraih. Tapi proses menuju gelar itulah yang sama sekali tak mudah dan sederhana.  Di usianya yang baru 19 tahun Trent berjuang mati-matian meraih trofi perdananya untuk The Reds. Ketika musim itu, Trent membawa Liverpool melangkah ke final Liga Champions 2018.

Tapi di partai puncak yang Liverpool hadapi bukan sembarang lawan. Tak lain adalah Real Madrid. Pada akhirnya Liverpool harus mengakui kekalahan dengan skor 1-3. Trent hanya bisa sedih sekaligus iri pada skuad Los Blancos yang mengangkat trofi kuping gajah tersebut.

Namun  secara khusus performa Trent di partai final itu patut dipuji lantaran sukses membuat Cristiano Ronaldo tak mencetak gol. Di laga krusial itu, Trent menunjukkan ketangguhan luar biasa untuk pemain seusianya. 

Meski begitu, tahun 2018 tetap jadi tahun yang pedih, lantaran impian Trent mempersembahkan mahkota UCL untuk kota kesayangannya kandas. Tapi Trent tak patah semangat. Ia pun terus mempertebal tekad dan usahanya.  Terbukti, setahun setelah momen pahit itu, Liverpool yang sudah hafal jalan menuju puncak, kembali menapaki partai final UCL. Dan sepanjang jalan perjuangan, Trent kembali jadi salah satu aktor penting.

Salah satu momen ikonik Trent di Liga Champions 2019 itu terjadi pada leg kedua semifinal. Ketika itu Liverpool harus mengejar agregat tiga gol dari Barcelona. Di Anfield yang sesak oleh harapan, perlahan namun pasti, pasukan Jurgen Klopp mampu menyamakan agregat jadi 3-3. Dan memasuki sepuluh menit terakhir, Liverpool mendapat sepak pojok. Dan lihatlah betapa briliannya seorang Trent Alexander Arnold.

Itu adalah momen yang mendefinisikan Trent sebagai seorang yang cerdas, berani, dan visioner. Berkat assist ikonik Trent ini, Liverpool mencatat comeback terbesar dalam sejarah semifinal Liga Champions.

Setelah keajaiban melawan Barcelona, Liverpool akhirnya menaklukkan Tottenham 2-0 di partai puncak. Trent menjadi pemain inti sepanjang turnamen paling bergengsi di Eropa itu, ia mengemas 4 assist dan menjadi pemain termuda dalam sejarah yang memenangi partai final UCL. Impian Trent semasa masih bocah enam tahun itu pun terwujud. Dari yang semula berada di jalanan melihat dengan mata terpana, berbelas tahun kemudian berada di bus khusus, dengan mata yang berbinar dan senyum tak henti-henti mengembang sambil mengangkat dan mencium trofi Liga Champions.

Liga Champions memang diraih. Namun, trofi Premier League gagal digenggam karena Liverpool kalah satu poin dari Manchester City. Meski secara pencapaian, musim itu Trent berhasil menorehkan 12 assist. Meski gagal meraih Liga Inggris, paling tidak, Trent membantu Liverpool mendekat pada trofi bermahkota itu.

Trofi yang pada akhirnya berhasil direngkuh juga di musim berikutnya. Setelah menanti 30 tahun lamanya, gelar Liga Inggris akhirnya jatuh ke pelukan Liverpool. Di balik kisah sukses itu, ada peran Trent. Saat itu tidak ada fullback segacor Trent di muka bumi ini.

Bayangkan saja, seorang bek kanan bermain di 38 pertandingan alias semua laga di Premier League dengan 4 gol dan 13 assist. Alhasil, musim luar biasa bagi Trent bersama Liverpool tersebut adalah definisi utuh dari usaha tak menghianati hasil.

Bab 4: Naik Turun Performa dan El Real yang Menggoda

Trent yang tengah berbunga-bunga pun dengan penuh keyakinan berucap bakal selamanya di Liverpool. Menjadi legenda, memenangi lebih banyak trofi, serta jadi kapten untuk The Reds. Namun, setelah mencapai puncak dan mengumbar janji besar, Trent dan kolega ternyata harus naik turun lembah.

Musim-musim berikutnya menjadi ujian berat. Di musim 2020/21, berderet-deret cedera menghampiri Trent, mulai dari gangguan otot, cedera betis, hingga hamstring. Riwayat cedera ini juga banyak dialami rekan-rekan Trent. Alhasil  krisis lini belakang dan kelelahan mental menghantui Liverpool.  The Reds tak meraih satu pun trofi di musim ini, dan Trent mulai dikritik karena beberapa kali bapuk dalam bertahan.

Kritikan tak membuat Trent tenggelam. Dan sebagai seorang petarung sejati, Trent tahu caranya untuk bangkit dengan cepat. Dari musim tanpa trofi, di musim 2021/22 Liverpool nyaris meraih quadruple. Trent  kembali tampil luar biasa, seolah menjawab semua keraguan. Namun, trofi Liga Champions kedua dan Premier League kedua yang diimpikan kembali luput dari genggaman. Tapi Trent masih bisa membawa Liverpool memenangkan Carabao Cup dan FA Cup. Di musim itu, Trent menggemas 19 assist dan 2 gol.

Melihat kontribusi cemerlang tersebut, Liverpool tak ragu memperpanjang kontrak Trent hingga 2025. Dalam wawancara setelah penandatanganan, Trent menyiratkan ingin terus menjadi bagian dari era keemasan yang berkelanjutan. Namun, semakin sering Trent  mengucap hal-hal manis, semakin besar pula ujian itu datang.

Mulai musim 2022/23, Liverpool mengalami stagnasi. The Reds kembali terlihat kelelahan, lini tengah menua, dan taktik Klopp dinilai butuh penyegaran. Kritikus juga kembali mempertanyakan kemampuan bertahan Trent, sementara Real Madrid diam-diam mulai mengamati.

Kabar ketertarikan Los Blancos mulai muncul pada akhir musim 2022/23, saat kontrak Trent tinggal dua tahun. Banyak yang menganggap itu hanya rumor biasa. Tapi ketika musim 2023/24 berjalan dan Liverpool masih kesulitan konsisten di liga maupun Eropa, kabar itu berubah menjadi sinyal serius. 

Isu kepindahan Trent ke Real Madrid memuncak di musim 2024/2025. Los Blancos butuh bek sayap kanan baru untuk menggantikan posisi Dani Carvajal yang sudah mulai uzur. Saat desas-desus ini semakin kencang, Trent tutup mulut dan justru pelatih anyar Liverpool, Arne Slot yang coba bersilat lidah.

Juru taktik asal Belanda itu tak bisa menyangkal kalau Los Blancos memang lagi ngebet-ngebetnya memboyong Trent. Namun Arne Slot menyebut kalau Trent masih berkomitmen untuk terus di Anfield.

Manajemen Liverpool sendiri bukan tanpa upaya, mereka disebut telah menawarkan perpanjangan kontrak jangka panjang dengan bayaran fantastis.  Namun tanda-tanda kegamangan mulai terlihat lantaran Trent tak kunjung membubuhkan tanda tangan. Padahal kontrak Trent di Anfield  sudah memasuki tahun terakhir. Tampaknya godaan Real Madrid lebih dari sekadar soal uang atau gelar atau status legenda.

Bab 5: Trent Pergi, Anfield Dikhianati, Tak Ada Kata Maaf

Di tengah simpang siur itu, suara-suara kekecewaan dari fans mulai nyaring terdengar. Saat rumor masih menggantung, sebagian fans fanatik bahkan ada yang membakar jersey bernomor 66 milik Trent. Lalu mural Trent di sisi kota yang dipersembahkan oleh fans sebagai penghormatan, kabarnya juga telah dihapus dan diganti dengan wajah Conor Bradley, bek muda yang meski bukan asli Liverpool tapi tumbuh di akademi kota itu.

Bahkan kabar lainnya, fans meminta agar Trent tak lagi dimainkan di laga-laga  terakhir musim 2024/25. Puncaknya, saat pengumuman resmi tersiar, amarah itu berubah menjadi penghakiman massal. Banyak yang mengungkit ucapan-ucapan lama Trent yang menyatakan ingin bertahan selamanya di Liverpool, menjadi kapten, pensiun di Anfield sebagai legenda.

Seakan tahu gelombang kecewa akan datang dari fans, Trent merilis video dan surat terbuka di sosial media. Ia meminta maaf. Ia bilang, keputusannya sulit. Trent berusaha menjelaskan bahwa keputusan ini adalah bagian dari perkembangan dirinya, dari mimpi besar lainnya sebagai pesepakbola yang ingin merasakan tantangan baru. Tapi bagi banyak fans, tak ada tantangan yang lebih besar dari membela kota kelahiranmu sepanjang hayat.

Lagi pula bukan permintaan maaf dan alasan perpisahan yang ingin didengar fans, melainkan kesetiaan. Penjelasaan Trent itu justru menjadi luka yang terlalu dalam untuk bisa dijahit. Yang membuat luka itu semakin ngilu adalah fakta kalau kepergian Trent  tak menghasilkan satu sen pun untuk klub.

Trent pergi secara cuma-cuma.  Ia tak meninggalkan sesuatu untuk rumah yang sudah membesarkannya selama 20 tahun. Di era ketika setiap pound sangat berarti untuk proses regenerasi, kehilangan pemain sekelas Trent secara gratis jelas terasa pahit.

Trent tidak pergi dengan hormat. Ia tidak pamit dengan jujur. Ia menunggu sampai kontraknya habis, lalu melambaikan tangan seolah semua yang ditinggalkan tidak punya harga. Ada fans yang merasa terpukul karena ditinggalkan di saat klub butuh transisi besar pasca-kepergian Klopp. Lebih jauh, ada juga yang tak ragu menggaungkan kalau Trent merupakan pengkhianat. Dan tak ada pengkhianatan yang lebih ngilu ketimbang yang dilakukan oleh orang terdekat. 

Trent memilih Real Madrid, klub yang berulang kali menghancurkan Liverpool di Liga Champions. Klub yang menjadikan trofi sebagai alat cuci dosa, yang membangun kejayaan bukan dari peluh, tapi dari cek kosong dan bujuk rayu agen. Fans pun merasa telah membesarkan seorang pahlawan yang salah, yang kepergiannya meninggalkan reruntuhan emosi yang tak bisa ditambal oleh kata-kata manis atau nostalgia kejayaan.

Dulu fans menyebut namanya dengan bangga. Kini, sebagian besar ingin melupakannya. Dulu Trent adalah simbol harapan, bukti bahwa bocah asli kota alias akamsi bisa jadi pangeran bahkan raja di tempat sendiri. Tapi semenjak keputusan itu dibuat, di mata sebagian fans, Trent bukan lagi ikon. Dia hanya satu dari banyak wajah yang menjual jiwanya demi kemewahan El Real.

Trent pada akhirnya tidak memilih seperti Steven Gerrard. Ia juga menjadi bukti bahwa darah lokal pun bisa begitu tega. Para fans mungkin tidak akan menghapus kontribusinya. Tapi lebih tepat untuk menguburnya dalam-dalam. Karena di Liverpool, legenda tidak diukur dari berapa assist yang kau buat, tapi dari berapa banyak luka yang kau tanggung bersama. Trent tak menanggung luka apa pun. Dia pergi sebelum badai benar-benar datang.

Bab 6: Penutup dan Refleksi

Namun beriringan dengan rasa kecewa itu, terdapat juga pertanyaan yang lebih sunyi, lebih dalam, dan lebih manusiawi. Pertanyaan yang muncul bukan dari kemarahan, tetapi dari keheningan setelah amarah reda. Apakah meninggalkan rumah sama artinya dengan melupakan asal-usul?  Apakah keputusan untuk pergi selalu harus diterjemahkan sebagai bentuk pengkhianatan?

Mungkin tidak. Mungkin, bagi Trent, ini bukan tentang lari dari tanggung jawab, tapi tentang mengejar versi dirinya yang belum sempat ia temui di Anfield. Mungkin, ada bagian dari dirinya yang ingin tahu bagaimana rasanya berdiri tanpa tumpuan sejarah, bagaimana rasanya bermain tanpa bayang-bayang Gerrard, Carragher, dan warisan merah yang begitu membebani. Mungkin, ia ingin membuktikan bahwa darah Merseyside tak harus tinggal selamanya untuk tetap mengalir di dada.

Fans mungkin marah, tapi waktu toh punya cara sendiri untuk menyaring emosi. Mungkin ketika semua riuh telah reda, ketika Anfield kembali sunyi dan The Kop hanya tinggal gumam nostalgia, akan ada ruang untuk melihat Trent secara lebih utuh dan lebih manusiawi. Bahwa di balik status pemain idola, ia tetap seorang anak muda yang harus membuat pilihan. Bahwa di balik lencana klub yang ia kenakan selama bertahun-tahun, ada jiwa yang mendamba petualangan baru, meski resikonya adalah kehilangan cinta pertama.

Mungkin, pada akhirnya nanti, ketika kerutan telah tumbuh di wajah para pendukung, dan nama-nama baru sudah menggantikan perannya di lapangan, Anfield akan belajar untuk memaafkan. Tidak dalam bentuk selebrasi besar atau sambutan meriah, tapi dalam bentuk kenangan yang tidak lagi dibalut dendam.

 

https://www.youtube.com/watch?v=X1_IT1KQzDc&t=149s

Berita Bola Terbaru 8 Juni 2025 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Inggris sukses membukukan kemenangan 1-0 atas Andorra. Gol semata wayang The Three Lions datang dari Harry Kane menit 50. Pasukan Thomas Tuchel masih kokoh di puncak klasemen Grup K dengan sembilan poin. 

Sementara itu, Belanda mencuri tiga angka di kandang Finlandia dengan skor 2-0. Dua gol Tim Oranje dipersembahkan oleh Memphis Depay menit 6 dan Denzel Dumfries menit 23. Belanda masih berada di urutan ketiga klasemen Grup G dengan tiga poin. 

UNITED LEBIH DEKAT DENGAN GYOKERES

Manchester United dilaporkan kini unggul dalam perburuan Viktor Gyökeres, berkat dukungan finansial dari Sir Jim Ratcliffe. Melansir dari Daily Mail, dana tambahan dari klub berasal dari pemangkasan biaya operasional sekitar 41,6 juta pounds, sehingga  memperkuat tawaran United senilai 60 juta pounds. Kendati masih di bawah angka klausul senilai 85 juta pounds, Gyokeres tampak mulai luluh untuk kesempatan bereuni dengan Ruben Amorim. United selangkah lebih maju melihat Arsenal yang lebih gencar mengejar Benjamin Sesko. 

NEWCASTLE BERSEDIA PINJAM GREALISH

Newcastle United akan mencoba menyelamatkan Jack Grealish dari Manchester City sementara waktu dengan status pinjaman. Mengutip dari The Sun, Toon Army tertarik dengan pemain 29 tahun sebagai prioritas jika mereka mendapatkan penawaran yang menjanjikan untuk Anthony Gordon. Namun, Newcastle tengah coba melobi City untuk membayar sebagian gaji Grealish setahun ke depan karena merasa tak sanggup menyanggupi seluruh gaji mantan pemain Aston Villa itu. 

ARSENAL COBA DEKATI KUDUS

Arsenal telah mengadakan pembicaraan dengan West Ham soal potensi transfer Mohammed Kudus. Menurut Football Transfer, meski memiliki ketertarikan, The Gunners menolak membayar klausul pelepasan pemain Ghana senilai 100 juta pounds dan hanya menawarkan sekitar 55–60 juta pounds. Pemain berusia 24 tahun tersebut merupakan salah satu dari beberapa pemain sayap yang saat ini sedang dipertimbangkan oleh Meriam London. Kudus juga dikabarkan ingin meninggalkan The Hammers karena ia ingin mencicipi main di kompetisi Eropa musim depan.

CHELSEA SETUJUI PERSYARATAN GITTENS

Dari sisi London seberang, Chelsea telah menyepakati persyaratan pribadi dengan winger berusia 20 tahun, Jamie Gittens, dan mengajukan tawaran awal senilai 30 juta pounds. Mengabarkan dari Metro, jumlah tersebut sejatinya masih kurang dari harga 50 juta pounds yang diminta Borussia Dortmund. Namun, Gittens sudah setuju dengan kontrak tujuh tahun dan diharapkan resmi bergabung memperkuat Chelsea di Piala Dunia Antarklub. Penampilan cemerlangnya musim 2024/25 dengan 12 gol dan 5 assist menjadikannya prioritas utama di posisi sayap kiri. 

HENDERSON BISA BALIKAN KE SUNDERLAND 

Jordan Henderson bisa saja kembali ke Sunderland setelah ia diberitahu oleh manajer baru Ajax John Heitinga bahwa ia bukan termasuk dari rencananya. Melaporkan dari Goal, Henderson  dapat meninggalkan Ajax secara cuma-cuma, karena raksasa Belanda itu tak kuat membayar gajinya yang sebesar 100.000 pounds per minggu. Kini, muncul kemungkinan gelandang 35 tahun pulang ke Sunderland. Kepindahan Henderson ke Sunderland juga bisa menjadi cara bagi Black Cats untuk mengimbangi potensi kepergian Jobe Bellingham. 

PERISIC MASUK RENCANA FLICK

Dari Inggris, sekarang ke Spanyol. Hansi Flick dilaporkan memasukkan nama Ivan Perisic dalam radar transfer Barcelona. Melansir dari Mundo Deportivo, Setelah kontraknya habis di PSV, winger Kroasia 36 tahun tersedia sebagai agen bebas dan diyakini cocok untuk menambah pengalaman serta fleksibilitas di skuad Blaugrana. Perišić sendiri menunjukkan ketertarikan untuk berdiskusi langsung dengan Flick mengenai kemungkinan bergabung. Keduanya juga pernah dalam satu tim yang sama di Bayern Munchen. 

MADRID AKALI ATURAN FIFA UNTUK MASTANTUONO

Real Madrid tengah menuntaskan transfer pemain muda asal Argentina, Franco Mastantuono, dari River Plate senilai 45 juta euro, dan berharap bisa mempercepat kedatangannya lewat celah regulasi FIFA. Mengutip dari Football Espana, meskipun Mastantuono belum genap 18 hingga 14 Agustus mendatang, Los Blancos berencana memanfaatkan kewarganegaraan ganda Argentina–Italia agar ia bisa bergabung lebih awal. Jika strategi ini gagal, klub Madrid masih berpeluang memasukkannya dalam skuad Piala Dunia Antarklub setelah jendela transfer musim panas dibuka pada 3 Juli.

INTER KEDATANGAN LUIS HENRIQUE

Pindah ke Italia. Inter Milan resmi mengontrak winger Brasil Luis Henrique dari Olympique Marseille. Menurut Bein Sports, Henrique diikat dengan durasi kontrak lima tahun dengan biaya transfer senilai sekitar 25 juta euro. Musim lalu Henrique tampil mengesankan dengan mencetak sembilan gol dan memberi sembilan assist yang tertinggi di skuad Marseille. Datang menjelang Piala Dunia Antarklub, pemain 23 tahun berharap bisa membantu Inter mencapai prestasi terbaik di turnamen tersebut bersama pelatih Cristian Chivu.

KOLO MUANI DIPINJAM JUVE SEMUSIM LAGI 

Juventus resmi memperpanjang masa pinjam Randal Kolo Muani dari Paris Saint-Germain untuk Piala Dunia Antarklub. Mengabarkan dari Football Italia, masa peminjaman Kolo Muani ditambah dari yang sebelumnya habis 30 Juni. Bianconeri kini sedang negosiasi lanjutan dengan PSG terkait kemungkinan mempermanenkan pemain 26 tahun itu untuk musim 2025‑26, meski biaya tambahan bisa mencapai 25 juta euro. Kolo Muani sendiri juga menyatakan betah dan senang di Turin. 

ROMA LUNCURKAN LOGO BARU

Dari ibukota, AS Roma memperkenalkan logo baru klub untuk mengarungi musim 2025/26. Melaporkan dari Football Italia, logo tersebut mengadopsi versi modern dari lambang historis yang pernah digunakan antara 1950–59 dan 1961–77. Keputusan ini diumumkan oleh pemilik klub, Ryan Friedkin, yang menekankan pentingnya Roma mempertahankan identitas, sejarah, dan tradisi klub. Dengan logo tersebut, Il Lupi optimis menatap masa depan klub sebagai warisan utama Kota Roma.  

GARNACHO BISA REUNI DENGAN TEN HAG

Bergeser ke Jerman. Erik ten Hag dilaporkan mengincar kesempatan  reuni dengan Alejandro Garnacho di Bayer Leverkusen. Melansir dari Goal, ten Hag meminta Leverkusen mengajukan tawaran resmi setelah Manchester United menyatakan bersedia melepas winger Argentina. Ruben Amorim, bahkan disebut menyuruh Garnacho mencari klub baru dan menegaskan keputusannya untuk menjual. Fabrizio Romano pun memastikan Garnacho akan pergi musim panas ini. 

RONALDO TOLAK MAIN DI CWC

Mega bintang Cristiano Ronaldo telah menolak tawaran untuk ikut serta dalam Piala Dunia Antarklub musim panas ini. Mengutip dari BBC, penyerang 40 tahun asal Portugal tersebut dikabarkan menolak berbagai ajakan untuk tampil di turnamen tersebut, meski kontraknya bersama Al-Nassr telah berakhir. Ronaldo mengakui kalau ada tim yang menghubunginya untuk bermain di Piala Dunia Antarklub, namun ia memilih tak ambil bagian. Sejumlah tim yang sempat dikaitkan antara lain Wydad Casablanca dan Fluminense. 

EGY KOMENTARI KOLABORASI DENGAN OLE

Sekarang dari sepak bola Indonesia. Egy Maulana Vikri menjawab sorotan publik usai tampil apik berkolaborasi dengan Ole Romeny dalam kemenangan Timnas Indonesia atas China. Menurut CNN Indonesia, pemain Dewa United itu menjelaskan bahwa kolaborasi mereka terjadi secara alami dan terbentuk dari chemistry tanpa perlu instruksi khusus dari pelatih. Kendati belum lama satu tim dengan penggawa Oxford United, Egy sudah bisa tahu karakter permainan yang khas dengan Romeny, sehingga ia bisa membantunya menyusun serangan. 

JEPANG PANTANG DIPERMALUKAN GARUDA

Sementara dari calon lawan Indonesia, Pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, menegaskan tak rela dipermalukan Timnas Indonesia saat menutup laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Melaporkan dari Superball, Moriyasu menyampaikan itu setelah skuadnya dikalahkan Australia 1-0. Pelatih 56 tahun mengaku frustasi dengan hasil tersebut dan membidik kemenangan atas pasukan Garuda di Osaka sebagai pelampiasan. Samurai Blue tampak tak banyak melakukan perubahan dengan tetap menurunkan pemain muda saat hadapi Indonesia. 

NEWCASTLE JADI TERTARIK PADA ELANGA 

Newcastle United dilaporkan telah melakukan pendekatan ke Nottingham Forest mengenai kesepakatan mendapatkan Anthony Elanga. Melansir dari Daily Mail, meski diskusi masih  dalam tahap awal, The Magpies tampak tertarik mendatangkan pemain sayap Swedia berusia 23 tahun itu. Forest akan meminta bayaran yang cukup besar untuk Elanga yang masih memiliki sisa kontrak tiga tahun. Dikabarkan, Newcastle telah membuka penawaran di angka 35 juta pounds untuk mantan pemain Manchester United. 

BONIFACE BERPELUANG MAIN DI INGGRIS

Victor Boniface berpotensi meninggalkan Bayer Leverkusen musim panas ini setelah gagal pindah ke Al-Nassr Januari lalu. Mengutip dari Yahoo Sports, beberapa klub Premier League dikabarkan tertarik merekrutnya. Antara lain, Chelsea, Newcastle United, Tottenham Hotspur, dan West Ham. Keempatnya telah dikaitkan dengan pemain berpaspor Nigeria yang bernilai sekitar 50 juta euro. Dengan performa gemilangnya, kepindahan ke Inggris bisa menjadi langkah besar berikutnya dalam karier Boniface. 

WREXHAM TAK KUAT DATANGKAN VARDY

Setelah sejak lama disangkutpautkan dengan Jamie Vardy yang pergi dari Leicester City, Wrexham kini mengatakan kalau mereka tak kuat untuk mendatangkannya. Menurut Mirror, seorang penasihat klub telah membagikan kondisi bahwa klub asal Wales sedang terkendala masalah keuangan dalam berbelanja pemain untuk mengarungi Championship, termasuk Vardy. Alasannya, Wrexham tak sanggup untuk menggaji juara Premier League 2016 itu yang meminta nominal 140.000 pounds per minggu. Wrexham tampak lebih ingin mendatang pemain yang harganya masih masuk di kantong mereka. 

PEMAIN CITY TAK SEMANGAT MAIN DI CWC

Bek Manchester City asal Swiss, Manuel Akanji, mengkritik keras jadwal Piala Dunia Antarklub bulan ini dan menyatakan bahwa para pemain seharusnya membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan diri. Mengabarkan dari Tribal Football, Ia mengungkapkan bahwa rekan-rekannya di City tampak tidak antusias menatap turnamen yang dimulai pada 18 Juni di Amerika. Akanji menyoroti bahwa seandainya City mencapai final, waktu pemulihan menjelang musim baru akan sangat singkat, meningkatkan risiko cedera dan kelelahan pemain.

BECKHAM DAPAT GELAR BANGSAWAN KERAJAAN INGGRIS

Sementara itu, David Beckham akan dianugerahi gelar kebangsawanan dalam Upacara Ulang Tahun Raja, sehingga namanya menjadi Sir David Beckham. Melaporkan dari The Sun, mantan kapten Timnas Inggris ini mendapatkannya atas kontribusinya sebagai pemain dan kegiatan sosial, termasuk kerja sama dengan UNICEF. Istri Beckham, Victoria, juga akan bergelar Lady Beckham. Beckham memang diketahui menjalin hubungan dekat dengan Raja Charles III dan menjadi duta dari The King’s Foundation.

CEBALLOS MULAI MASUK RADAR MILAN

Bergeser ke Spanyol. AC Milan tengah berupaya merekrut gelandang Real Madrid, Dani Ceballos, dengan tawaran awal sekitar 20 juta euro. Melansir dari Fichajes, Milan menjadikan Ceballos sebagai target utama untuk memperkuat lini tengah di era Massimiliano Allegri. Meskipun pemain 28 tahun masih terikat kontrak hingga 2027 dan ingin bertahan, kedatangan Xabi Alonso menimbulkan ketidakpastian untuknya. Real Madrid sendiri belum mengambil keputusan final, namun bersedia mempertimbangkan tawaran yang masuk akal.

TUNJUK JURIC, ATALANTA DIKECAM FANS SENDIRI

Pindah lagi ke Italia. Penunjukan Ivan Juric sebagai pelatih baru Atalanta menuai kritik tajam dari para penggemar yang mempertanyakan keputusan klub memilihnya menggantikan Gian Piero Gasperini. Mengutip dari Goal, Juric hanya meraih dua kemenangan dalam 16 pertandingan bersama Southampton, sehingga dianggap sebagai manajer terburuk dalam sejarah Premier League. Meskipun memiliki hubungan erat dengan Gasperini, banyak yang meragukan kemampuannya untuk mempertahankan kesuksesan Atalanta di kancah domestik dan Eropa.

BAYERN DALAM PEMBICARAAN DENGAN KUBO

Dari sepak bola Jerman, Bayern Munchen tengah menjajaki peluang transfer winger Real Sociedad asal Jepang, Takefusa Kubo. Menurut Goal, langkah Munchen dikabarkan terkendala karena Sociedad hanya bersedia melepas Kubo jika klausul pelepasan sebesar 60 juta ditebus Die Roten. Dengan minat dari klub-klub Premier League, Bayern harus bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan pemain asal Jepang tersebut. Belum ada kesepakatan yang tercapai, dan masa depan Kubo juga masih belum pasti di Anoeta. 

MARSEILLE PERTEMUKAN GOMES DAN GREENWOOD

Menuju Prancis, Angel Gomes dilaporkan akan bergabung dengan Olympique Marseille dengan kontrak tiga tahun setelah menolak tawaran dari Tottenham Hotspur dan West Ham United. Melaporkan dari Get Football News France, eks pemain Manchester United ini meninggalkan Lille sebagai agen bebas setelah bermain empat musim dengan lebih dari 130 penampilan. Keputusan Gomes dipengaruhi oleh gaya bermain yang diterapkan Roberto De Zerbi. Gelandang 24 tahun itu akan bereuni dengan Mason Greenwood yang sama-sama pernah merumput di Old Trafford. 

INI WONDERKID BARU GARUDA U17 

Sekarang dari berita Tim Nasional Indonesia. Miroslav Fernando Momor, gelandang serang muda berdarah Manado yang kini berkarir di Spain Soccer Academy, mencuri perhatian setelah mencetak gol indah ke gawang tim muda Barcelona dalam laga uji coba. Mengabarkan dari Bolanet, jebolan akademi Atletico Madrid ini sebelumnya pernah menjadi top skor di Indonesia Junior Soccer League. Kini, ia dikabarkan siap memperkuat Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025, guna menambah kedalaman dan kekuatan skuad Garuda Muda asuhan Nova Arianto.

 

Berita Bola Terbaru 7 Juni 2025 – Starting Eleven News

HASIL PERTANDINGAN

Norwegia bermain cemerlang di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa dengan membenamkan Italia 3-0. Tiga gol tuan rumah hadir dari Alexander Sorloth menit 14, Antonio Nusa menit 34, dan Erling Haaland menit 42. Dengan hasil ini, Norwegia masih kokoh di puncak klasemen Grup I dengan 9 poin, sementara Italia masih duduk di nomor empat. 

Sementara itu, Belgia gagal mempertahankan kemenangan, usai ditahan imbang 1-1 dari Makedonia Utara. Belgia memimpin lebih dulu melalui Maxim Cuyper menit 29, sebelum tuan rumah menyamakan angka lewat Ezgjan Alioski menit 87. Makedonia Utara tetap di posisi kedua Grup J dengan lima poin, sedangkan Belgia masih di posisi empat dengan satu poin. 

SPURS RESMI TENDANG POSTECOGLOU 

Tottenham Hotspur resmi memecat Ange Postecoglou meski meraih gelar Liga Eropa musim lalu. Melansir dari The Guardian, keputusan ini diambil dengan pertimbangan semua anggota dewan klub yang melibatkan Daniel Levy. Pelatih berkebangsaan Australia menyampaikan rasa bangga atas pencapaiannya selama memimpin Spurs, kendati harus berakhir dengan tragis. Kini, The Lilywhites mulai serius mendekati manajer Brentford, Thomas Frank sebagai pengganti dan segera mengaktifkan klausul pelepasan pria Denmark sebesar 10 juta pounds. 

PEMAIN SPURS MARAH DENGAN PEMECATAN POSTECOGLOU

Masih soal pemecatan Ange Postecoglou, suasana internal ruang ganti Spurs menjadi mendidih setelah para pemain dilaporkan tampak sangat marah dengan keluarnya pelatih asal Australia. Mengutip dari Daily Mail, penggawa London Putih tak habis pikir dengan keputusan klub yang mendepak Postecoglou di tengah iklim kebangkitan Spurs. Sejumlah pemain bahkan dikabarkan akan ikutan angkat kaki karena tidak senang dan kecewa dengan pilihan yang baru saja diambil petinggi Spurs. 

ARSENAL PERTIMBANGKAN ANGKUT KEPA

Menuju sisi London lainnya. Arsenal dikabarkan tengah mempertimbangkan transfer mengejutkan untuk merekrut Kepa Arrizabalaga, sebagai pelapis David Raya. Menurut The Sun, Kepa yang dibeli Chelsea pada 2018, punya klausul pelepasan murah senilai 5 juta pounds dengan kontrak yang habis 2026. Musim lalu, kiper Spanyol dipinjamkan ke Bournemouth dan tampil dalam 35 pertandingan. Arsenal sebelumnya telah mengincar Joan Garcia dari Espanyol, namun kalah dari Barcelona sehingga mengalihkan target sasaran pada Kepa.

TAWARAN CITY UNTUK CHERKI DITOLAK

Manchester City dilaporkan telah mengajukan tawaran pertama untuk gelandang muda Lyon, Rayan Cherki, senilai 19 juta pounds tetapi ditolak oleh klub Prancis tersebut. Melaporkan dari Goal, Cherki dikabarkan mulai tertarik bergabung setelah berbicara langsung dengan Pep Guardiola. Namun, Lyon tetap bersikukuh dengan harga 30 juta pounds, atau tidak Cherki akan dipagari hingga 2027. City kini tengah mempersiapkan tawaran kedua untuk pemain berusia 21 tahun itu, yang diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang di lini tengah. 

LIVERPOOL TEMUI TANTANGAN REKRUT KERKEZ

Liverpool menghadapi kesulitan dalam mencapai kesepakatan harga dengan Bournemouth untuk bek kiri Hungaria, Milos Kerkez. Mengabarkan dari Tribal Football, pemain 21 tahun itu dibanderol sebesar 45 juta pounds dan Bournemouth tetap bersikeras pada nominal tersebut. Meskipun negosiasi telah berlangsung sejak Januari, belum ada kesepakatan yang tercapai. Sumber dekat Kerkez optimis bahwa transfer ke Anfield akan terwujud, meskipun prosesnya berjalan lambat. 

LA LIGA UMUMKAN JADWAL MUSIM 2025/26

Sekarang kita terbang ke Spanyol. La Liga telah merilis jadwal pertandingan untuk musim 2025/26. Melansir dari Football Espana, La Liga musim 2025/26 akan dimulai pada akhir pekan pada 16-17 Agustus dan berakhir pada 24 Mei 2026. Sementara libur musim dingin dijadwalkan dari 21 Desember hingga 4 Januari 2026. Musim ini juga mencakup tiga pekan pertandingan yang berlangsung di tengah minggu. Javier Tebas menyampaikan jadwal ini masih bisa berubah menyesuaikan jadwal Real Madrid atau Atletico Madrid jika mereka berlaga di final Piala Dunia Antarklub. 

BARCA TAK GUBRIS PERTUKARAN FERMIN-NKUNKU

Barcelona menolak tawaran pertukaran dari Chelsea yang melibatkan Christopher Nkunku dan Fermín López. Menurut Mundo Deportivo, meskipun Chelsea menawarkan kesepakatan senilai sekitar 60 juta euro, termasuk Nkunku yang kesulitan tampil sejak bergabung dari RB Leipzig, Barcelona tetap mempertahankan Fermin. Pelatih Hansi Flick menganggap gelandang berusia 22 tahun itu sebagai bagian penting dari rencana masa depan klub. Barcelona hanya akan mempertimbangkan kepergian Fermin jika sang pemain sendiri meminta pergi. 

MADRID LUNCURKAN JERSEY KANDANG TERBARU

Real Madrid resmi merilis seragam kandang terbaru untuk musim 2025/26, yang akan mulai digunakan pada 18 Juni melawan Al-Hilal di Piala Dunia Antarklub. Mengutip dari Football Espana, warna dasar putih klasik kini dilengkapi aksen emas dan motif bayangan yang terinspirasi dari fasad arsitektur Santiago Bernabéu. Tiga garis hitam masih dipertahankan di pundak oleh Adidas. Nantinya, jersey ini tersedia dalam dua versi, yaitu Authentic atau player issue seharga 150 euro dan standar seharga 100 euro. 

GASPERINI PELATIH BARU ROMA

Bergeser ke Italia. AS Roma secara resmi menunjuk Gian Piero Gasperini sebagai pelatih baru dengan kontrak hingga Juni 2028. Mengabarkan dari Football Italia, Gasperini menggantikan Claudio Ranieri, yang kini menjabat sebagai penasihat klub. Selama sembilan tahun memimpin Atalanta, Gasperini dikenal dengan taktik inovatif dan pengembangan pemain, termasuk meraih gelar Liga Eropa 2024. Manajemen serigala ibukota yakin pria 67 tahun adalah sosok yang tepat untuk membawa klub kembali ke Liga Champions.

INTER CAPAI KESEPAKATAN DENGAN CHIVU

Inter Milan akhirnya memilih Cristian Chivu sebagai pelatih baru mereka, menggantikan Simone Inzaghi. Melaporkan dari Yahoo Sports, Chivu yang musim lalu membesut Parma akan menandatangani kontrak dua tahun hingga Juni 2027. Keputusan ini diambil setelah upaya merekrut Cesc Fàbregas gagal, dan Patrick Vieira juga tidak dilepas Genoa. Chivu dijadwalkan memulai tugasnya pada 17 Juni mendatang, memimpin Il Biscione di Piala Dunia Antarklub melawan Monterrey. 

RONALDO DAN NEYMAR TOLAK KE FLUMINENSE

Cristiano Ronaldo dan Neymar Jr. kompak menolak tawaran dari Fluminense untuk bermain bersama di Piala Dunia Antarklub 2025. Melansir dari Beinsport, Presiden Fluminense, Mário Bittencourt mengatakan Ronaldo tampak tidak tertarik untuk bermain di Brasil saat ini. Sementara Neymar juga ditawari kontrak pinjaman singkat, namun ia lebih memilih untuk fokus pada pemulihan fisik akibat cedera. Di Amerika, Fluminense akan bersaing di Grup F bersama Borussia Dortmund, Ulsan Hyundai, dan Mamelodi Sundowns.

KAMBUAYA TUAI PUJIAN DARI FIFA 

Sekarang menuju sepak bola tanah air. Ricky Kambuaya tampil gemilang saat Timnas Indonesia mengalahkan China 1-0 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mengutip dari Detiksport, Gelandang Dewa United ini mencatat 12 operan sukses, satu operan kunci, dan memenangkan enam duel. Tak ayal, FIFA pun memuji Kambuaya sebagai “permata dari timur Indonesia” atas kontribusinya yang krusial. Pelatih Patrick Kluivert juga mengapresiasi performanya, dengan menyebutnya sebagai pemain pemalu namun selalu total di lapangan. 

KLUIVERT BERI GARANSI PEMAIN LIGA 1

Masih seputar Timnas, Patrick Kluivert, menegaskan bahwa pemilihan pemain untuk tim Merah-Putih didasarkan pada kualitas, bukan asal-usul dari mana ia bermain. Menurut Superball, Kluivert menghormati talenta pemain Liga 1 di Timnas Garuda dan tidak menjamin pemain diaspora selalu masuk dalam skuadnya. Bagi Kluivert, baik pemain lokal maupun diaspora memiliki peluang yang sama untuk bermain di timnas, asalkan menunjukkan seluruh kemampuan terbaik mereka. 

HUBNER DAN WOLVES RESMI BERPISAH

Sementara itu, Justin Hubner resmi berpisah dengan Wolverhampton Wanderers U21 setelah musim 2024–2025 berakhir. Mengabarkan dari Okezone, pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram Wolves Academy. Hubner menjadi salah satu di antara delapan pemain yang dilepas oleh Wolves muda. Kabar perpisahan Wolves dan Justin Hubner memang sudah berhembus sebelumnya. Meski begitu, eks pemain Cerezo Osaka itu masih merahasiakan soal klub baru yang jadi pelabuhan berikutnya. 

TEXTOR JUAL SAHAMNYA DI PALACE 

John Textor berusaha menjual sejumlah 43% kepemilikan sahamnya di Crystal Palace untuk mencegah potensi larangan UEFA karena aturan kepemilikan banyak klub. Melansir dari The Guardian, langkah itu terpaksa diambil pengusaha asal Amerika Serikat karena Palace dan Olympique Lyon akan berlaga di Europa League musim depan. Textor tak ingin kesempatan pertama The Eagles tampil di pentas Eropa gagal karena dirinya. Keputusan diharapkan akan diambil dalam waktu 10 hari ke depan setelah diskusi terkini antara Palace dan pejabat UEFA. 

GREALISH DICORET UNTUK PIALA DUNIA ANTARKLUB

Jack Grealish hampir pasti tidak akan dimasukkan Pep Guardiola dalam skuad Manchester City untuk Piala Dunia Antarklub. Mengutip dari BBC, masa depan pemain berusia 29 tahun itu di Etihad Stadium masih belum jelas menjelang pembukaan jendela transfer musim panas. Kemungkinan besar ada minat dari klub-klub di Eropa terhadap Grealish yang mungkin tertarik untuk memulai petualangan baru. Masih harus dilihat apakah gajinya yang dilaporkan sebesar 300.000 pounds per minggu akan terbukti menjadi penghalang bagi klub peminat. 

CHELSEA DAN VILLA HADAPI SANKSI UEFA 

UEFA akan menjatuhkan denda kepada Chelsea dan Aston Villa setelah kedua klub Premier League itu terbukti melanggar peraturan keuangan. Mengutip dari Mirror, Chelsea diketahui telah melampaui batas kerugian keuangan yang diizinkan UEFA untuk musim lalu. Salah satu penyebabnya adalah penjualan tim wanita mereka ke perusahaan Blueco 22 Midco Limited, senilai 200 juta pounds. Begitupun dengan Villa yang juga melewati batas kerugian yang ditetapkan UEFA. Belum diketahui berapa besaran denda yang dijatuhkan UEFA kepada dua klub ini. 

KLUB EPL SETUJUI BATAS HARGA TIKET TANDANG

Klub-klub peserta Premier League sepakat untuk memperpanjang batas maksimal harga tiket tandang sebesar 30 pounds hingga musim 2025/26. Melaporkan dari ESPN, langkah ini menandai tahun ke-10 kebijakan ini sejak diperkenalkan pada tahun 2016. Langkah ini juga bertujuan meringankan beban finansial suporter tim tamu dan meningkatkan kehadiran suporter tandang hingga 91%. Keputusan ini disambut baik oleh para penggemar klub Premier League yang mengharapkan tarif tiket tandang yang terlampau mahal. 

SEVILLA TUNJUK DIREKTUR OLAHRAGA BARU 

Dari Inggris, sekarang pindah ke Spanyol. Sevilla resmi menunjuk Antonio Cordón sebagai Direktur Olahraga dengan kontrak tiga tahun, menggantikan Víctor Orta yang dipecat. Mengabarkan dari Marca, meskipun pernah menjadi Direktur Olahraga Real Betis, Cordón disambut hangat di Sevilla dan langsung fokus merekrut pelatih baru, dengan Imanol Alguacil sebagai kandidat utama.  Penunjukan ini menandai awal restrukturisasi klub untuk mengembalikan performa kompetitifnya. Sevilla percaya pemilihan Cordon melihat segudang pengalamannya sebagai Direktur Olahraga di sejumlah klub Eropa. 

FANS ESPANYOL ANGGAP GARCIA PENGKHIANAT

Joan García mendapat banyak kecaman dari para penggemar Espanyol setelah dirinya telah menyetujui transfer ke rival sekota, Barcelona. Melansir dari Get Football News Spain, para pendukung Espanyol menuduh kiper 24 tahun sebagai pengkhianat dan mengekspresikan kemarahan mereka melalui lukisan grafiti di kota asal García, Sallent. Barcelona sendiri dikabarkan akan membayar klausul pelepasan García sebesar 25 juta euro dengan kontrak hingga 2030. Langkah ini memicu ketegangan antara kedua klub dan basis penggemar mereka.

TERUNGKAP ALASAN SIMONE INZAGHI PERGI 

Bergeser ke Italia. Media-media Negeri Pizza mulai mengungkap alasan di balik keputusan hengkangnya Simone Inzaghi dari kursi kepelatihan Inter Milan. Mengutip dari Calciomercato, pelatih berusia 49 tahun itu memilih pergi dari Il Biscione karena sudah merasa kelelahan dan kehilangan energi saat memimpin tim. Hal itu diungkapkan Inzaghi kepada Beppe Marotta beberapa saat setelah final Liga Champions. Diketahui, Inzaghi cabut menuju Al-Hilal tanpa meminta pesangon kepada petinggi Inter. 

ALLEGRI DAPAT DUKUNGAN DARI LEGENDA MILAN

Sementara dari rival seberang, legenda AC Milan, Franco Baresi, menyatakan keyakinannya bahwa Massimiliano Allegri dapat segera mengembalikan kejayaan Rossoneri jika diberi waktu dan dukungan yang cukup. Menurut Straits Times, kembalinya Allegri, yang membimbing Rossoneri meraih scudetto pada tahun 2011 telah memicu optimisme di kalangan penggemar setia Milan, termasuk Baresi. Bagi Baresi, Allegri adalah pelatih dengan pengalaman fantastis, sehingga ia akan mampu bekerja sama dengan baik dengan tim menuju era kebangkitan.

FIFA UMUMKAN KAMP LATIHAN PESERTA CWC

FIFA sudah mengumumkan 34 lokasi kamp pelatihan untuk 32 klub yang berpartisipasi dalam Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat. Melaporkan dari Goal, Florida menjadi tuan rumah terbanyak dengan sembilan lokasi, termasuk Palm Beach Gardens untuk Real Madrid dan Florida Blue Training Center di Fort Lauderdale untuk Inter Miami dan Borussia Dortmund. Klub-klub besar seperti Manchester City, Bayern Munchen, Juventus, dan Flamengo juga akan menggunakan fasilitas di California, New Jersey, dan North Carolina. Turnamen ini akan segera dimulai pada 14 Juni hingga 13 Juli 2025. 

DESAIN EMBLEM KHUSUS PEMENANG CWC

Masih seputar Piala Dunia Antarklub. Klub pemenang Piala Dunia Antarklub 2025 akan mengenakan emblem juara emas di jersey mereka selama empat tahun hingga edisi berikutnya pada 2029. Mengabarkan dari Daily Mail, perubahan ini mengikuti format baru turnamen yang kini diikuti 32 tim dan digelar setiap empat tahun. Emblem ini sebelumnya hanya berlaku setahun, namun kini berlaku lebih lama untuk menandakan status sebagai klub juara dunia.