Habis Tak Bersisa? Ke Mana Perginya Skuad Barcelona Juara UCL 2015?

spot_img

Kalau ada lomba mengingat prestasi, fans Barcelona sebaiknya nggak usah ikutan. Pasalnya para cules sendiri agaknya sudah lupa kapan terakhir kali El Barca juara Liga Champions. Ngakunya sih klub kesayangan, tapi soal beginian saja harus diingatkan. Mirip seperti kalau ayank nanya masih ingat nggak tanggal jadian.

Karena itu, biar nggak keburu pikun, biar mimin ingatkan kembali momen saat terakhir kali Barcelona angkat trofi Liga Champions. Lantas, siapa sajakah para punggawa Blaugrana kala itu? Dan kemanakah nasib membawa mereka sekarang? Apakah masih di Camp Nou atau sudah mengembara entah di mana?

Skuad Juara UCL  Barcelona Musim 2014/15

Sepanjang gelaran Liga Champions, Barcelona tercatat lima kali menjadi juara. Satu gelar yang diraih pada musim 1991, saat turnamen ini masih bernama European Cup. Terakhir kali Blaugrana merajai turnamen adalah pada musim 2014/15 silam.

Ketika itu klub Catalan menang dengan skor cukup mencolok yakni 3-1 atas Juventus. Namun setelah pesta di Olympiastadion Berlin itu usai, hingga kini Barcelona belum pernah lagi menorehkan kisah manis serupa.

Saat itu Barcelona punya skuad yang mewah dengan dihuni oleh kombinasi talenta-talenta muda plus para pemain yang sudah matang. Skuad besutan Luis Enrique kala itu memiliki rata-rata usia 25,9 tahun. Setelah sekitar 10 musim waktu berlalu, para pendekar Barcelona, terutama yang diturunkan sebagai 11 pertama ini bertebaran ke seluruh penjuru dunia dengan jalan hidup masing masing 

Penjaga Gawang

Para cules nggak mungkin bisa melupakan Andre Ter Stegen. Biar mimin spill diawal, penjaga gawang asal Jerman ini jadi satu-satunya pemain yang masih tersisa dari skuad juara Liga Champions musim 2014/15 silam.

Ter Stegen masih setia di Camp Nou dan selama 10 musim terakhir ini hampir selalu jadi pilihan utama di bawah mistar gawang. Kecuali di musim ini, Ter Stegen mau nggak mau harus memberi menit bermain untuk kiper lain lantaran dirinya harus naik meja perawatan.

Masih belum diketahui pasti kapan cedera panjang kiper berusia 32 tahun ini bakal berakhir. Namun saat tengah berjuang untuk pulih,  jebolan Borussia Monchengladbach ini justru diterpa gosip miring. Ter Stegen dikabarkan putus hubungan dengan Daniela Jehle, perempuan cantik yang dinikahinya sejak 2017.

Dua Bek Tengah

Di posisi bek tengah sebelah kanan, kala itu Luis Enrique sepenuhnya mempercayai Gerard Pique. Jebolan La Masia yang pensiun pada 2022 ini total mempersembahkan 31 trofi untuk Barcelona. Dan hingga kini masih berkecimpung di dunia kulit bundar. Kecintaan Pique pada sepak bola melebihi awetnya hubungan asmara sang bintang yang kandas dengan Shakira.

Namun bukan sebagai pelatih, Pique menempuh jalan yang agak berbeda dengan coba-coba membuat kompetisi sepak bola sendiri. Sosok yang sempat berseragam Manchester United ini merupakan CEO Kings League, sebuah kompetisi sepak bola yang dipadukan dengan hiburan. 

Pique merancang kompetisi ini dengan sangat unik, mirip seperti mini soccer namun dengan sejumlah aturan yang segar. Selain jumlah pemain 7 vs 7, kompetisi ini mewajibkan adanya pemenang. Selain mengurus sepak bola anti mainstream ini, Pique juga disibukkan dengan beberapa lini bisnis di bidang konstruksi.

Bahkan sejak 2018 yang lalu, sebelum dirinya gantung sepatu, Pique mengakuisisi kepemilikan FC Andorra. Kini pria dengan brewok mempesona ini masih tercatat sebagai pemilik klub yang berkompetisi di Liga 2 Spanyol tersebut.

Sementara di bek tengah kiri ada nama Javier  Mascherano. Menariknya, posisi asli sang pemain merupakan gelandang bertahan, tapi Mascherano bisa mengemban peran tersebut dengan baik. Nggak kalah baiknya dengan karier pria kelahiran San Lorenzo ini usai gantung sepatu pada 2020 silam. 

Mascherano nggak jadi bapak-bapak komplek yang gabut dan hobi nyiram aspal perumahan. Melainkan langsung bergabung dengan tim kepelatihan di Timnas Argentina. Perlahan namun pasti, Mascherano pun diberi amanah untuk memegang Tim Tango muda. Nggak tanggung-tanggung, Mascherano dipercaya menjalankan dwi fungsi pelatih. Pertama mengurus Timnas Argentina U-20, sekaligus rangkap jabatan di kelompok umur U-23. 

Setelah tak lagi berstatus juru taktik La Albiceleste,  pada awal tahun 2025 ini Mascherano menerima pinangan dari Inter Miami. Posisi anyar ini membuat sang juru taktik kini menangani Lionel Messi sebagai anak asuhnya. Dulu Mascherano berada satu lapangan dengan King Leo,  kini dirinya berada di pinggir lapangan untuk memberi instruksi ke kompatriotnya tersebut. 

Dua Wingback

Selain Lionel Messi, di Inter Miami rupanya Mascherano juga melatih Jordi Alba. Wing back kiri ini membuat reuni Barcelona di klub berjuluk The Heroes Vice City ini  makin semarak.  Setelah 11 musim mengabdikan diri di Barcelona, Jordi Alba pergi dari Camp Nou dengan perasaan kecewa.

Pasalnya, jelang penutupan bursa transfer musim panas 2022 bek mungil ini merasa dirinya ditendang oleh Blaugrana. Padahal Alba sempat menyatakan mau bertahan seumur hidup di Barcelona. Namun kekecewaan Alba sudah mereda lantaran jasanya masih terpakai di Inter Miami. Bersama Lionel Messi, pesepakbola 36 tahun ini jadi andalan  di klub milik David Beckham ini.

Beralih ke wing back kanan, ada sosok Dani Alves yang nasibnya tak semujur yang lain. Ketika rekan-rekannya masih aktif bermain dan menjadi pelatih, bek asal Brasil ini justru menikmati hari-hari setelah tak di Barcelona dengan mendekam di balik jeruji besi.

Pada Januari 2023  lalu, pihak kepolisian Spanyol menangkap Dani Alves atas tuduhan pemerkosaan terhadap seorang perempuan di kelab malam. Akibat perbuatan asusilanya ini, Barcelona kabarnya nggak segan untuk mencabut status legenda sang pemain dari situs resmi klub.

Bek asal Brasil ini  kemudian divonis oleh pengadilan Barcelona selama 4,5 tahun hukuman. Beruntung kurang lebih sebulan, Dani Alves bisa kembali menghirup udara segar usai membayar uang jaminan.

Trio Gelandang

Kita beralih ke posisi gelandang, di mana Luis Enrique menurunkan 3 pria soft spoken. Sosok yang harus disebut lebih dulu adalah Andres Iniesta, yang jangankan berbuat hal melanggar norma dan dipenjara, menerima kartu merah sepanjang kariernya saja tak pernah.

Iniesta adalah definisi dari pria yang tak neko-neko. Kisah sepak bolanya lurus-lurus saja. Jebolan La Masia ini hanya tahu gemerlapnya lapangan hijau yang dipenuhi ribuan pasang mata, bukan musik berisik di lampu disko.

Setelah mempersembahkan 30 gelar juara untuk Barcelona, pada 2018 Iniesta memulai pengembaraannya di Negeri Matahari Terbit. Kapten tim di final UCL 2015 ini bergabung bersama Vissel Kobe dan memberi warna baru untuk klub J-League 1 tersebut.

Iniesta jadi tokoh utama saat membawa klub yang semula kering prestasi ini meraih tiga trofi.  Namun sayangnya, kebersamaan Iniesta dengan Vissel Kobe berakhir pada 2023. Pencetak gol kemenangan untuk Timnas Spanyol di Piala Dunia 2010 ini  tak jadi pensiun di Negara Samurai. 

Iniesta hijrah ke Uni Emirat Arab dan bermain untuk Emirates Club sebelum akhirnya gantung sepatu di usia genap 40 tahun. Kini namanya jarang terdengar, namun Iniesta masih menggeluti sepak bola. Rupanya sang playmaker ini sekarang jadi penasehat teknis di FC Helsingor, sebuah klub di kasta ketiga Liga Denmark.

Nama berikutnya adalah Sergio Busquets, figur terakhir sekaligus yang masih aktif bermain dari trio ikonik yang sudah tak lagi di Camp Nou. Meskipun sudah tak berseragam klub Catalan sejak 2023 lalu, tapi Busquets nggak bisa jauh-jauh dari Barcelona.

Blaugrana selalu di hati, itu sebabnya gelandang bertahan underrated ini menyusul para legenda hidup Blaugrana lainnya ke Inter Miami.  Selanjutnya adalah Ivan Rakitic, namanya memang tak sebesar yang lain, tapi gelandang asal Kroasia inilah yang mencetak gol pembuka di final UCL.

Sebuah gol yang membuat jalan Barcelona meraih treble winner lebih mudah. Bagi Rakitic pribadi, gol yang mengoyak jala Gianluigi Buffon itu sangatlah istimewa, mengingat itu merupakan tahun pertamanya berseragam biru merah khas Blaugrana.

Musim demi musim dijalani pesepakbola asal Kroasia ini, banyak yang mengira kalau Rakitic nggak bakal bertahan lama dan cuma jadi pilihan kedua. Tapi nyatanya, Rakitic banyak memainkan laga dengan catatan 310 penampilan  hanya dalam 6 musim.

Namun pada akhirnya, Rakitic lebih memilih untuk menyingkir karena merasa sudah nggak lagi dibutuhkan. Pada musim 2020, sang pemain balik ke rumah lamanya, yakni Sevilla. Akan jadi kisah yang menarik kalau Rakitic terus bertahan dan pensiun di Los Palanganas.

Tapi kenyataannya Rakitic malah pergi secara cuma-cuma ke Liga Arab Saudi. Hanya saja kariernya di Al Shabab tak berlangsung lama. Negeri Petro Dollar tak membuatnya betah, kini pesepakbola 37 tahun ini berkarier di Kroasia bersama Hajduk Split.

Trisula Penyerang

Di antara semua daftar line up yang sudah disebutkan, boleh dibilang Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar jadi yang paling dirindukan. Di musim tersebut, trio MSN jadi penyerang yang paling subur di seantero Eropa. Dari 175 gol, trisula super gacor ini menyumbang 122 gol alias hampir 70 persen dari total gol Barcelona di musim itu. Catatan ini semakin mengagumkan manakala kita melihat total assist yang dikreasikan tiga pria Amerika Latin ini.

Baik Messi, Suarez, dan Neymar bergantian memberi umpan cantik satu sama lain dan kepada penggawa Barcelona lainnya. Total ada 56 assist, termasuk satu umpan manis Suarez di menit ke-97 ke Neymar yang menyudahi perlawanan Juventus.

Suarez sendiri mencetak gol berkat memanfaatkan bola muntah hasil sepakan jarak jauh Messi. Namun sayangnya, gelar Liga Champions ini jadi yang pertama sekaligus terakhir bagi trio penyihir MSN.

Era MSN habis bukan karena satu di antara mereka sudah nggak gacor lagi, melainkan karena satu per satu memutuskan pergi. Mula-mula Neymar yang menerima pinangan PSG pada 2017. Sejauh ini sang bintang Brasil ini masih jadi pemain termahal yang memecahkan saga transfer dengan mahar 222 juta Euro.

Setelah sukses mendatangkan Neymar, pada musim panas 2021 Les Parisiens kembali mengejutkan dunia sepak bola. Pasalnya klub kaya raya ini sukses besar membajak Messi yang sudah jadi ikon Barcelona. Lebih hebatnya lagi, King Leo didatangkan secara gratis.

Namun sebelum kepergiaan Sang Raja, pada musim 2020, Suarez lebih dulu hengkang dari Camp Nou. Hanya saja bukan ke kota mode paris, melainkan masih di Spanyol. Penyerang yang suka gigit lawan ini bergabung ke salah satu klub  rival yakni Atletico Madrid.

Setelah sekian tahun dari bubarnya era MSN, ketiga pemain ini hampir saja reuni kembali. Messi dan Suarez kini satu tim di Inter Miami, dan sejak dipegang oleh Javier Mascherano, Neymar yang kariernya semakin merosot di Al Hilal, sempat dirumorkan bakal ikut bergabung di klub berjuluk The Herons ini.

Namun Neymar yang sudah merasakan kejayaan di Eropa, dan tampak sudah puas menikmati gelimang harta di Arab Saudi, lebih memilih pulang ke negara asalnya. Di Brasil, Neymar coba membangun kembali kisah legenda, bersama Santos yang jadi rumah pertamanya.

Gabung sekarang juga, Member Kami Batasi!

spot_img

ORIGINAL MERCHANDISE STARTING ELEVEN

Obral!

Glory Glory Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Glory Glory Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Magnificent 7 Manchester United v.2

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp125,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Siuuuu...

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000
Obral!

Cristiano Ronaldo Back Home Manchester United

Rentang harga: Rp109,000 hingga Rp120,000

Artikel Terbaru