Beranda blog Halaman 140

Para Pemain Top Serbia di Liga Inggris

Nottingham Forest berhasil mendatangkan bek tim nasional Serbia, Nikola Milenkovic. Dilansir dari The Athletic, dua kali finalis Conference League tersebut kabarnya dikontrak selama 5 musim hingga 2029. Kedatangan mantan bek Fiorentina tersebut ditujukan untuk memperbaiki sektor udara The Garibaldi. Sebab, Milenkovic adalah salah satu bek dengan statistik aerial yang terbaik di Eropa.

Dengan kedatangannya ke Nottingham, pemain lulusan akademi Partizan tersebut akan mengikuti jejak beberapa pemain Serbia lain yang bermain di Premier League. Tak hanya sekadar bermain, beberapa di antara mereka pernah memegang dan mencium trofi Liga Inggris.

Lantas, siapa saja pemain-pemain top berkebangsaan Serbia yang pernah merasakan kerasnya Premier League?

 

Savo Milosevic

Sejak Yugoslavia pecah, Savo Milosevic merupakan pemain Serbia pertama yang bermain di Premier League. Menurut catatan Transfermarkt, pemuda potensial tersebut didatangkan Aston Villa dari Partizan dengan biaya sekitar 1,5 juta euro saja pada musim panas 1995. Harga sangat murah bagi peraih 2 gelar Liga dan top scorer bersama Partizan.

Betul saja, di musim pertamanya Milosevic berhasil memberikan Aston Villa trofi Piala Liga 1995/96. Sebuah gol dan assist yang dibuat di final membuat Leeds harus bertekuk lutut 3-0 atas The Lions. Catatan golnya juga lumayan. Total, 13 gol dan 9 assist diciptakannya pada musim 1995/96. Aston Villa finis di posisi ke-4 pada musim pertama Milosevic.

Sayang, catatan golnya semakin menurun pada 2 musim berikutnya. Pada musim keduanya di Inggris, Milosevic hanya mampu mencetak 10 gol dan pada musim terakhirnya, hanya 9 gol yang berhasil dirinya ciptakan. Setelah puas 3 musim di Birmingham, Milosevic akhirnya pindah ke Spanyol untuk bergabung ke Real Zaragoza.

 

Mateja Kezman

Setelah tampil gila-gilaan dan meraih 2 gelar liga serta 2 gelar top scorer bersama PSV Eindhoven, Mateja Kezman membuat taipan minyak asal Rusia, Roman Abramovich tertarik untuk meminangnya. Dikutip dari One Football, Kezman didatangkan oleh Abramovich dengan mahar 5,3 juta euro sebagai awal dari revolusinya di Chelsea pada musim 2004/05.

Namun entah apa yang terjadi di Stamford Bridge, kegemilangan Kezman seakan hilang total. Catatan 129 gol dari 176 pertandingan bersama PSV hanya menghasilkan 7 gol dari 41 laga bersama Chelsea. Meskipun berhasil membawa Chelsea memenangi Premier League dan FA Cup, catatan buruknya tersebut membuatnya harus angkat kaki dari Stamford Bridge di akhir musim itu juga.

 

Nemanja Vidic

Nemanja Vidic adalah awal kejayaan orang Serbia di Premier League. Tandem Rio Ferdinand tersebut merupakan seorang monster yang Sir Alex Ferguson datangkan dari Spartak Moskow pada Januari 2006. Saking kuatnya Vidic, dirinya sempat beberapa kali bermain dengan kondisi berdarah. Hal yang kelak menjadi sesuatu yang ikonik untuknya.

Dilansir dari Mozzart Sport, Rio Ferdinand berujar bahwa di awal kedatangan Vidic, beberapa pemain tidak puas dengan performa Vidic di lapangan. Bahkan Wayne Rooney menyebut Vidic tidak bisa bermain bersama United dan lebih baik dipulangkan. Namun, mereka ternyata salah. Sang monster hanya butuh sedikit adaptasi sebelum menaklukkan Inggris.

Meskipun berposisi sebagai bek tengah, Vidic berhasil menyabet 2 kali gelar pemain terbaik Manchester United. Untuk masalah trofi, tak perlu ditanya. 5 gelar Premier League sudah di tangannya. Selain itu, 3 Piala Liga, 1 Liga Champions, dan 1 Piala Dunia Antarklub juga sudah dirinya berikan untuk Setan Merah. Setelah bermain di Old Trafford, Vidic pindah ke Inter pada musim panas 2014 dan pensiun di sana pada Januari 2016.

 

Branislav Ivanovic

Setelah gagal totalnya Mateja Kezman, Chelsea masih tidak kapok untuk mendatangkan warga Serbia ke Stamford Bridge. Kali ini, pemuda bernama Branislav Ivanovic mereka datangkan dari Lokomotiv Moskow pada Januari 2008. Kelak pembelian The Blues untuk Ivanovic jelas tidak bisa dikatakan salah lagi.

Bersama Chelsea, Ivanovic hampir selalu tampil sebagai andalan di bek kanan. Setidaknya 377 laga sudah dirinya catatkan saat berseragam Chelsea. Untuk urusan trofi, Ivanovic berhasil memberi The Blues 3 gelar Premier League, 3 gelar FA Cup, 1 gelar Piala Liga, 1 gelar Liga Champions, dan 1 gelar Europa League. Sebuah catatan yang sangat mentereng.

Setelah 9 tahun berseragam Chelsea, Ivanovic akhirnya pindah ke Zenit. Setelah 3 tahun di Rusia, sebelum memutuskan pensiun, Ivanovic sempat kembali ke Inggris untuk semusim membela West Bromwich Albion.

 

Nemanja Matic

Nemanja Matic sebenarnya didatangkan Chelsea pada Agustus 2009. Namun, peminjamannya ke Vitesse Arnhem dan penjualannya ke Benfica, membuat Matic membutuhkan sedikit waktu untuk menjadi pilar penting The Blues. Akhirnya, pada Januari 2014, Jose Mourinho membawanya pulang ke Stamford Bridge.

Sejak saat itu, posisi Matic menjadi vital untuk lini tengah Chelsea. Bersama Chelsea, Matic berhasil meraih 3 gelar Premier League, 1 gelar FA Cup, dan 1 gelar Piala Liga. Pada musim panas 2017, Matic kembali dibawa Jose Mourinho, kali ini ke Manchester United. Matic bermain 5 musim untuk Setan Merah, meski tak menghasilkan apa-apa.

 

Aleksandar Kolarov

Aleksandar Kolarov merupakan pilar awal revolusi Manchester City. Dirinya didatangkan dari Lazio pada musim panas 2010 oleh Roberto Mancini. Bek kiri yang bermain 7 musim untuk The Citizen tersebut merupakan legenda bagi Manchester City di era modern.

Selama bermain di Etihad Stadium, Kolarov berhasil meraih 2 gelar Premier League, 2 gelar Piala Liga, dan 1 gelar FA Cup. Dikutip dari Goal, Kolarov pergi ke AS Roma pada musim panas 2017 setelah dirinya meminta kepada Pep Guardiola untuk dijual.

 

Matija Nastasic

Setelah sukses dengan Aleksandar Kolarov, Mancini kembali membawa bek asal Serbia ke Etihad. Kali ini, Matija Nastasic yang diboyongnya dari Fiorentina pada musim panas 2012. Bek muda tersebut cukup banyak dipercaya oleh Roberto Mancini. Namun, setelah musim 2012/13 berakhir, Mancini pergi dari Etihad.

Kepergian Mancini kemudian diisi oleh Manuel Pellegrini. Di bawah Pellegrini, Nastasic dilanda cedera dan harus menepi. Meskipun di akhir musim 2013/14 mereka memenangkan Liga Inggris dan Piala Liga, pada musim berikutnya Nastasic dipinjamkan ke Schalke dan nantinya dipermanenkan oleh klub asal Jerman tersebut.

 

Aleksandar Mitrovic

Striker Timnas Serbia, Aleksandar Mitrovic pertama kali menginjakkan kakinya di Inggris bersama Newcastle United pada musim panas 2015. Mitrovic hanya bertahan 2,5 musim saja bersama The Magpies. Pada Januari 2018, Fulham membelinya untuk membantu misi promosi dari Championship.

Betul saja, di akhir musim Fulham langsung mendapat promosi, meskipun harus turun lagi di musim berikutnya. Total, 3 kali promosi dan 2 kali degradasi telah Mitrovic rasakan bersama Fulham. Total, 38 gol dari 129 laga di Premier League bersama Newcastle dan Fulham serta 85 gol dalam 126 laga di Championship bersama Fulham. Pada Agustus 2023, Fulham menjualnya ke Al Hilal.

 

Dusan Tadic

Kapten Serbia pada Piala Eropa 2024, Dusan Tadic, juga sempat merasakan kerasnya Premier League. Tadic didatangkan dari Twente pada Juli 2014 oleh Southampton. Total, Tadic bermain selama 4 musim di Premier League bersama Soton.

Catatannya bersama Soton pun bisa dibilang lumayan. Dirinya berhasil mencatatkan 24 gol dan 32 assist selama 162 kali berseragam merah putih. Kegemilangannya tersebut membuat Ajax Amsterdam meminangnya pada Juli 2018 dan kelak penampilannya semakin bersinar.

 

Sumber: The Athletic, Transfermarkt, One Football, Mozzart Sport, dan Goal

Bukan Messi, Tapi Lautaro Martinez yang Layak Dapat Ballon d’Or!

Satu nama yang paling underrated dalam percakapan Ballon d’Or tahun ini adalah Lautaro Martinez. Kompatriot Leo Messi adalah salah satu kandidat paling masuk akal untuk mendapatkan trofi pemain terbaik sejagat tersebut. Dibandingkan pemain-pemain lain yang lebih banyak dikerek oleh popularitas.

Bagaimana tidak? El Toro mengakhiri musim ini dengan meraih 3 trofi bersama tim dan 3 penghargaan pribadi. Performanya di Inter musim lalu jelas patut diacungi jempol. Bersama tandem barunya, Marcus Thuram, El Toro langsung nyetel dan menggila.

Bersama Argentina lebih gila lagi, meski hanya sekali bermain penuh selama Copa America 2024, El Toro bisa menyabet gelar top scorer dan membantu Albiceleste membawa pulang trofi Copa America ke-16-nya. Lantas, seperti apa sebenarnya performa El Toro sehingga dirinya layak mendapatkan Ballon d’Or?

 

Memulai Musim dengan Kepala Tegak

Bersama Inter, Lautaro Martinez memulai musim lalu dengan tegak. Sebab, mereka mengakhiri musim sebelumnya dengan menjadi finalis Liga Champions. Asa mereka dipupuskan tendangan dadakan Rodri, pemain yang kali ini menjadi penantang El Toro dalam perebutan Ballon d’Or. Meski begitu, hal tersebut malah menjadi bahan bakar bagi El Toro dan La Beneamata untuk memulai musim.

Tak hanya itu, El Toro juga harus bermain dengan tandem baru setelah Edin Dzeko pergi ke Istanbul dan Romelu Lukaku memilih berkhianat. Adalah Marcus Thuram, putra dari legenda Juventus, Lilian Thuram, yang menjadi tandem baru El Toro. Dikutip dari situs resmi Inter, Marcus didatangkan dari Borussia Monchengladbach secara cuma-cuma.

Bersama duet barunya, El Toro langsung mencetak 5 gol dalam 3 pertandingan pertama di Serie A. Kapten baru Inter sejak ditinggal Samir Handanovic dan Marcelo Brozovic tersebut langsung memberi tanda bahwa dirinya akan menjalani musim dengan membara. Maka, kata “konsisten” tepat untuk menggambarkan Lautaro selama satu musim ke belakang.

Duet baru antara Lautaro dan Marcus di lini depan Nerazzurri tersebut malah menjadi mesin gol yang mematikan. Berdasarkan catatan Transfermarkt, duet baru ini berhasil mencetak 42 gol dalam semusim. Angka yang sama dengan duet El Toro dengan Edin Dzeko musim 2022/23, namun dengan jumlah pertandingan yang lebih sedikit. Ngeri!

Tegaknya kepala El Toro adalah modal bagus untuk menjalani musim. Kepercayaan diri yang tinggi dan skill mumpuni adalah kombinasi mematikan di lini depan. Amuk Sang Banteng di sepanjang musim pada akhirnya membawanya pada berbagai gelimang penghargaan.

 

Bukan Tanpa Lika-Liku

Empat hari menjelang Natal, Inter harus menjamu Bologna pada ajang Copa Italia. Laga yang berjalan alot tersebut akhirnya harus berlanjut ke babak tambahan waktu. Sempat unggul 1-0, Inter malah dihajar balik 1-2 oleh anak asuh Thiago Motta sejak El Toro ditarik keluar pada menit ke-99.

Dilansir dari Football Italia, Sang Banteng mengalami cedera. Paha kirinya mengalami cedera otot. Seperti yang tertulis dalam Instagramnya, El Toro meminta maaf atas kekalahan dan cederanya tersebut. Catatan bermain 89 laga berturut-turut berbaju Il Biscione harus patah. Tak hanya itu, 2 gelar berturut-turut Coppa Italia bagi Inter juga ikut patah. Penaltinya yang gagal di babak pertama dan comeback Bologna di pertambahan waktu menjadi hukuman bagi El Toro dan Inter.

Meski harus memulai 2024 dengan cedera, El Toro malah makin menggila. Pada 26 Februari 2024, dirinya berhasil mencapai catatan 100 gol selama bermain untuk Inter di Serie A. Seperti yang dilansir dari situs resmi Inter, brace-nya melawan Lecce menjadikannya masuk daftar striker elit Nerazzurri. Catatan ini juga menjadi pembuka dari penghargaan lain yang akan didapatkannya pada 2024.

Namun, sebelum meraih manisnya pencapaian, El Toro harus mencicip dulu pahitnya kegagalan. Setelah kegagalan penaltinya pada laga melawan Bologna ikut andil menghentikan perjalanan Inter di Coppa Italia, kesialan kembali menghinggapi diri Lautaro lagi. Kegagalan eksekusinya saat sesi penalti membuat langkah Inter di Liga Champions juga terhenti. Sang Finalis, harus pulang lebih awal.

Tak hanya itu, dirinya juga sempat diganggu dengan isu perpanjangan kontraknya yang tak kunjung selesai. Baik Inter dan Lautaro sebenarnya sudah bersepakat untuk tetap bersama, namun mereka tak kunjung mencapai kata sepakat di atas kertas. Masalah ini berjalan hingga akhir musim dan baru rampung setelah ajang Copa America 2024 selesai.

 

2024: Tahun Tak Terlupakan

Tahun 2024 adalah tahun gemilang bagi Lautaro Martinez. Juru gedor Timnas Argentina tersebut meraih banyak penghargaan dan pencapaian di tahun tersebut. Baik pencapaian bersama tim maupun pencapaian pribadi. Sebuah catatan yang belum diraihnya di musim-musim sebelumnya.

Bersama Inter, gelarnya dibuka dengan raihan Supercoppa Italiana setelah gol semata wayangnya berhasil menumbangkan juara Serie A 2022/23, Napoli. Sebagai catatan, di Italia, baik Serie A, Coppa Italia, dan Supercoppa Italiana, ketiganya dianggap sebagai trofi yang sama pentingnya. Ketiganya setara dan sama-sama berharga, sesuatu yang mungkin berbeda dengan budaya di liga top lainnya. Gelar ini juga membuat Inter menjadi juara selama 3 musim berturut-turut.

Setelahnya, pesta besar-besaran terjadi di Milano. Jelas membuat sang tetangga, AC Milan, risih bukan main. Inter berhasil terlebih dahulu meraih seconda stella atau bintang kedua setelah gelar scudetto-nya tahun 2024 ini menjadi gelar ke-20. Mengalahkan AC Milan dengan 19 gelar.

Sebagai kapten, ini merupakan prestasi yang tak semua orang bisa lakukan. Menambah bintang hanya terjadi sekali dalam 10 gelar dan El Toro mendapat keberuntungan untuk merasakannya. Selain itu, gelar capocannoniere atau top scorer Serie A juga diraihnya. Walaupun, entah karena pertimbangan apa dirinya tidak menjadi best striker Serie A dan gelar tersebut diberikan ke Dusan Vlahovic. Namun, hal tersebut bisa diobati dengan gelar pemain terbaik Inter 2023/24.

Bersama Albiceleste, Sang Banteng lebih gila. Meski hanya tampil penuh melawan Peru, El Toro malah keluar menjadi top scorer dengan 5 gol. Dirinya menjadi pilihan ketiga Lionel Scaloni di bawah Leo Messi dan Julian Alvarez. Namun, El Toro bukan striker kelas teri, dirinya mengamuk dan menunjukkan pada dunia bahwa dirinya adalah mesin gol yang dapat diandalkan.

Gol semata wayangnya di final kembali membuat Leo Messi tersenyum. Gol semata wayangnya tersebut juga membuat Argentina menjadi pengoleksi gelar Copa America terbanyak dengan 16 gelar. Menyalip Uruguay dengan 15 gelar. Dari semua turnamen mayor yang diikuti Messi dan Lautaro secara bersama, hanya Copa America 2019 saja yang gagal mereka bawa pulang. Sisanya, mereka babat habis.

 

Hanya Popularitas yang Dapat menggagalkan Lautaro Martinez 

Berdasarkan penjelasan-penjelasan tersebut, Lautaro adalah calon yang lebih masuk akal untuk meraih Ballon d’Or dari calon-calon lain, termasuk Leo Messi. Penampilan calon lain seperti Vinicius Junior dan Jude Bellingham hanya moncer di level klub. Bersama tim nasional mereka melempem.

Kandidat terkuat yang akan bisa menjegal El Toro dari trofi Ballon d’Or adalah Rodri dan Dani Carvajal. Catatan apik secara individual sebagai striker bisa menjadi modal berharga bagi Lautaro untuk mengungguli duo juara Eropa tersebut. Meski masih ada satu hal yang bisa menjegal jalan Lautaro menuju Ballon d’Or.

Batu sandungan tersebut adalah popularitas. Tak dipungkiri, popularitas adalah salah satu variabel penting dalam pemilihan pemenang Ballon d’Or. Masih ingat kasus Wesley Sneijder yang gelarnya tercuri karena popularitas Leo Messi pada 2010? Hal tersebut jelas bisa terjadi kapanpun di Ballon d’Or. Sebab, penghargaan ini berbasis pada voting untuk mencari kandidat dengan hasil kuantitas tertinggi, tanpa harus bersusah payah memikirkan penilaian kualitatifnya.

Kapten Inter tersebut jelas bisa kembali mengulangi nasib pahlawan treble Inter pada 2010. Performa ciamik bisa takluk di hadapan popularitas. Lautaro Martinez memiliki segalanya kecuali popularitas untuk meraih gelar pemain terhebat sejagat. Semoga nasib baik selalu bersamamu, El Toro!

Sumber: Inter, Transfermarkt, Sport Max, dan Football Italia

Berita Bola Terbaru 28 Juli 2024 – Starting Eleven News

0

INDONESIA KE FINAL AFF U-19

Selamat! Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri melaju ke final Piala AFF U-19 setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 1-0 di babak semifinal. Dilansir Sport Detik, laga berjalan alot. Gol Indonesia bahkan baru tercipta di menit 78. Gol tersebut merupakan buah tendangan Muhammad Alfharezzi Buffon yang gagal diselamatkan oleh kiper Malaysia. Dengan begitu, Indonesia Muda akan menghadapi Thailand di babak final nanti. Thailand sendiri berhasil mengalahkan Australia dengan skor 1-0 di babak semifinal.

FABIO CARVALHO INGIN BUKTIKAN DIRI DI LIVERPOOL

Dari sepakbola Indonesia, kita terbang ke Inggris untuk membahas soal pemain muda Liverpool, Fabio Carvalho. Dilansir Daily Mail, Carvalho berambisi bisa masuk skuad utama The Reds musim ini. Setelah menjalani beberapa masa peminjaman di RB Leipzig dan Hull City, Carvalho bersedia membuktikan diri kepada Arne Slot bahwa dirinya layak bersaing di Liga Inggris. Kini, Carvalho sedang berusaha keras di tim utama Liverpool yang sedang melakoni sesi pramusim.

CFG BAKAL CUAN DARI TRANSFER YAN COUTO

Terus dipantau oleh UEFA, Manchester City tidak bisa bergerak bebas di bursa transfer musim panas ini. Maka dari itu, mereka lebih memilih untuk kalem dan berusaha meningkatkan pendapatan dengan cara apa pun. Salah satunya, dengan mengambil keuntungan dari transfer Yan Couto. Dilansir Football Espana, pemain asal Brazil itu selangkah lagi akan bergabung dengan Borussia Dortmund di kesepakatan sekitar 25 sampai 30 juta euro. Nantinya keuntungan itu akan masuk ke City Football Group dan akan dijadikan subsidi silang ke Manchester City jika itu memungkinkan.

DIBALIK MACETNYA TRANSFER CALAFIORI KE ARSENAL

Setelah sekian purnama, akhirnya Riccardo Calafiori dikabarkan baru saja melakukan penerbangan ke London guna merampungkan tes medis di Arsenal. Padahal, negosiasi antara keduanya sudah berjalan cukup lama. Lantas mengapa transfer Calafiori ke Arsenal terus tertunda? Dilansir Football Italia, semua hanya soal administrasi. Ada yang bermasalah dengan penyelesaian dokumen resmi soal transfer Calafiori. Mundurnya jadwal tes medis akhirnya memberikan waktu tambahan bagi Arsenal dan Bologna merampungkan dokumen-dokumen tersebut.

CHELSEA DIPERMALUKAN CELTIC 4-1

Melakoni laga uji coba, Chelsea mengalami hasil yang kurang memuaskan. Anak asuh Enzo Maresca digulung Celtic dengan skor 4-1. Hal ini membuat sang pelatih cukup kesal dengan performa pemain-pemainnya. Dilansir Goal, Maresca menyoroti performa pemain bertahannya. Menurut pelatih berkepala plontos itu, Celtic dengan mudah memanfaatkan koordinasi pertahanan Chelsea yang buruk. Maresca kecewa beknya bisa tertipu dengan permainan dan umpan sederhana dari pemain Celtic.

ARSENAL DAN CHELSEA REBUTAN ALVAREZ

Manchester City dikabarkan akan melepas Julian Alvarez jika harganya cocok. Sang pemain juga mengincar menit bermain yang lebih banyak di klub yang baru. Dilansir Team Talk, ada dua klub Inggris yang siap menampung penyerang asal Argentina itu. Kedua klub tersebut adalah Arsenal dan Chelsea. Kedua klub asal London itu sedang menyiapkan siasat untuk menggoda sang pemain. Kabarnya, baik Chelsea dan Arsenal tidak keberatan dengan 77 juta pound yang diminta City. Karena mereka tahu kualitas Alvarez.

ASTON VILLA INCAR RAPHINHA

Setelah melepas Moussa Diaby ke Al-Ittihad, Aston Villa kini disibukan dengan pencarian pemain sayap baru. Beberapa nama mulai muncul, salah satunya Joao Felix. Tapi, yang terbaru Villa justru tertarik untuk membawa Raphinha kembali ke Liga Inggris. Dilansir Football Insider, pemain Barcelona itu dinilai memiliki pengalaman yang bagus di Liga Inggris. Sikap pekerja keras dan bakatnya dinilai cocok dengan identitas tim. Negosiasi masih di tahap awal. Belum ada kesepakatan apa pun antara Raphinha dan Villa.

PSG SELANGKAH LAGI DAPATKAN JOAO NEVES

Dari Inggris, kita terbang ke Paris dimana PSG selangkah lagi akan mendapatkan talenta Benfica, Joao Neves. Dikutip dari cuitan Fabrizio Romano, PSG kabarnya akan menutup kesepakatan pada pekan ini. 70 juta euro plus satu pemain tambahan jadi harga yang disepakati oleh kedua belah pihak. Kabarnya, Renato Sanches jadi pemain yang dimasukan dalam kesepakatan ini. Beberapa detail kecil sedang dibicarakan dan kesepakatan akan diumumkan secepatnya.

PSG SIAP REBUT NICO WILLIAMS DARI BARCA

Selain Joao Neves, PSG juga sedang mencoba mencari pemain sayap baru di bursa transfer musim panas kali ini. Pemain yang mereka incar adalah bintang Timnas Spanyol, Nico Williams. Dilansir Football Espana, klub asal Prancis itu siap meningkatkan tawarannya demi mengalahkan Barcelona dalam perebutan tanda tangan sang pemain. Perwakilan PSG bahkan sudah menghubungi agen Nico untuk bernegosiasi soal persyaratan pribadi. Barca harus waspada jika PSG sudah serius mengejar Nico.

EKS KIPER REAL MADRID DIPENJARA

Terbang ke Spanyol, ada kabar kurang mengenakan dari tim Ibukota, Real Madrid. Seperti yang diwartakan Football Espana, mantan penjaga gawang Real Madrid, Moha Ramos kabarnya telah ditahan oleh Polisi Sipil di Lanzarote, menjelang pertandingan pra musimnya bersama Tenerife B. Kabarnya, Ramos memiliki masalah hukum yang belum selesai sejak 2023. Meski tidak dijelaskan secara gamblang apa masalahnya, Tenerife beberapa kali sudah mencoba membantu. Tapi, itu bukan hal yang mudah. Kabarnya, Ramos akan menginap di hotel prodeo selama dua hari dua malam.

REAL MADRID SIAP BAJAK DE LIGT DARI MU

Masih dari Madrid, El Real kabarnya masih berusaha mencari bek baru untuk memperbaiki kedalaman skuad. Nah, yang jadi incaran mereka kini adalah Mattijs De Ligt, bek yang juga jadi incaran Manchester United. Dilansir Tribal Football, Madrid siap mengambil langkah untuk mengganggu negosiasi United dengan Bayern Munchen. Madrid ingin De Ligt menggantikan peran Nacho Fernandez yang memutuskan hengkang musim panas ini.

LE NORMAND SEPAKAT GABUNG ATLETICO MADRID

Berbeda dengan Real Madrid yang masih kesusahan mencari bek baru, Atletico Madrid justru baru saja mencapai kesepakatan dengan bek Timnas Spanyol, Robin Le Normand. Dilansir BBC, Atletico Madrid telah menyepakati transfer senilai 30 juta euro dengan Real Sociedad. Dan pihak Atletico sudah mengkonfirmasi transfer ini melalui website resminya. Tapi, durasi kontrak pemain berusia 27 tahun itu tidak diungkapkan oleh Atletico. 

CONTE MINTA NAPOLI DATANGKAN GILMOUR

Setelah Spanyol, kita mampir ke Italia. Napoli sedang berusaha membangun skuad yang kompetitif di bawah asuhan pelatih baru, Antonio Conte. Kali ini, Conte meminta seorang gelandang muda dan nama yang disebut adalah pemain Brighton, Billy Gilmour. Dilansir Football Italia, Il Partenopei sudah menyiapkan tawaran pertama senilai 9,5 juta euro untuk Gilmour. Tapi disisi lain mereka juga sedang mengawasi situasi gelandang Frosinone, Marco Brescianini.

BUKAN ATLETICO MADRID, DOVBYK MALAH GABUNG ROMA?

Sempat diisukan bakal bergabung dengan Atletico Madrid, striker Girona Artem Dovbyk justru makin dekat ke AS Roma. Dilansir Football Italia, pembicaraan antara keduanya semakin baik. Roma bahkan sudah diberikan lampu hijau oleh sang pemain. Roma dinilai memiliki proyek yang lebih menarik ketimbang Atletico. Jika Dovbyk sudah setuju, maka Roma harus menyiapkan uang sekitar 30 juta euro untuk menyegel kesepakatan ini.

TAWARAN JUVE UNTUK FRATTESI DITOLAK INTER

Sementara itu, pendekatan Juventus untuk mendapatkan Davide Frattesi telah ditolak mentah-mentah oleh Inter Milan. Dilansir Football Italia, Inter tidak ada kepentingan untuk menjual Frattesi musim panas ini. Sang gelandang telah menjadi pemain kunci dibawah asuhan Simone Inzaghi. Maka dari itu, Inter akan berusaha mati-matian untuk mempertahankan Frattesi. 

SZOBOSZLAI CATAT SEJARAH DI ERA ARNE SLOT

Dominik Szoboszlai mencatatkan sejarah di era baru Liverpool. Di laga ujicoba pramusim melawan Real Betis, pemain Timnas Hungaria tersebut tercatat sebagai pencetak gol pertama bagi Liverpool di era pelatih Arne Slot. Gol satu-satunya Szoboszlai di laga tersebut juga sekaligus membuat The Reds memperoleh kemenangan pertama di bawah pelatih Arne Slot. Di laga tersebut Szoboszlai cetak gol lewat umpan matang dari Mo Salah. Dilansir dari EmpireofTheKop, di laga tersebut pemain bernomor delapan itu bermain sebagai gelandang serang yang posisinya dibebaskan oleh Arne Slot. 

MANTAN KIPER LIVERPOOL BUJUK MO SALAH GABUNG BETIS

Sementara itu, sebelum laga Liverpool melawan Real Betis digelar, mantan kiper Liverpool yang kini membela Real Betis, Adrian membawa hadiah spesial bagi dua mantan rekannya yakni Mo Salah dan Kostas Tsimikas. Hadiah tersebut berupa jersey Real Betis yang bernama punggung Mo Salah dan Tsimikas. Adrian mengaku sengaja memberikan hadiah tersebut dengan maksud membujuk dua rekannya tersebut berkenan membela Real Betis suatu saat nanti. 

PEMAIN BARU CHELSEA INI TERNYATA SEMPAT JADI PEMBERSIH SEPATU KANTE 

Dari Liverpool, beralih ke kabar pemain baru Chelsea, Kiernan Dewsbury-Hall. Dilansir The Sun, pemain yang baru ditebus dari Leicester City tersebut ternyata dulunya pernah membersihkan sepatu milik N’Golo Kante. Kejadian tersebut berlangsung ketika Leicester menjadi juara Liga Inggris tahun 2016. Ketika itu Dewsbury masih menjadi anak-anak yang membantu menyiapkan perlengkapan bagi para pemain Leicester. Bahkan Kante sempat memberikan “tip” padanya ketika membersihkan sepatu adidasnya. Dengan mengingat momen tersebut, Dewsbury Hall yang kini berharap bisa meniru kesuksesan Kante ketika berseragam Chelsea.

MADUEKE SEPAKAT GABUNG NEWCASTLE

Sementara itu, rekan Dewsbury di Chelsea, Noni Madueke dikabarkan akan segera hengkang dari Stamford Bridge. Dilansir dari Givemesport, pemain sayap Inggris tersebut sudah mencapai kesepakatan dengan Newcastle United. The Magpies menjalin kesepakatan pribadi dengan Madueke karena pelatih mereka. Eddie Howe menginginkannya. Howe ingin Madueke jadi pengganti Miguel Almiron yang dikabarkan akan segera hijrah ke Liga Arab Saudi. Madueke diharapkan akan menempati sayap kanan Toon Army bergantian dengan Jacob Murphy. 

GVARDIOL MENGAKU TERUS DIHANTUI BLUNDER

Masih dari Inggris. Namun kali ini bukan berita transfer, melainkan kabar terbaru dari Josko Gvardiol. Bek Manchester City asal Kroasia tersebut mengaku masih merasa dihantui oleh kesalahannya saat Final Piala FA melawan MU. Blundernya saat gol Garnacho, membuatnya tak tenang sampai sekarang. Saat ditanya awak media, Gvardiol mengaku masih trauma dengan blundernya tersebut. Namun ia telah berjanji akan menebus kesalahannya tersebut di laga Community Shield 2024 melawan MU pada 10 Agustus mendatang.

WEST HAM ANCAM PUTUS KONTRAK SPONSOR JUDI

Sementara itu, kabar mengejutkan datang dari West Ham United. Dilansir Goal, The Hammers mengancam akan memutus kontrak sponsornya, Betway. Betway dianggap terlibat dalam kasus dugaan perjudian Lucas Paqueta. Menurut laporan, The Hammers tidak senang setelah mengetahui bahwa perusahaan judi online tersebut tidak melaporkan kasus Paqueta kepada klub, melainkan langsung kepada pihak penyelidik. Berkat terungkapnya hal ini, pihak West Ham berniat memutus hubungan dengan Betway mulai musim 2025/26. Asal tahu saja, selama ini West Ham terikat kontrak sponsor dengan Betway senilai 10 juta pounds per tahun.

PHILIPP LAHM SEWAKAN RUMAHNYA

Beralih ke kabar menarik soal mantan pemain Timnas Jerman dan Bayern Munchen, Philipp Lahm. Dilansir dari The Sun, Lahm baru-baru ini tengah menawarkan para penggemarnya berkesempatan menginap di rumahnya di daerah Bavaria, melalui aplikasi Airbnb. Hanya dengan 18 pounds per malam, penyewa akan menikmati beberapa fasilitas mewah rumah Lahm tersebut. Harga 18 pounds sesuai dengan nomor punggungnya saat bermain bersama Munchen. Nantinya siapapun yang menyewa rumah Lahm tersebut juga akan menerima dua tiket gratis laga Bayern Munchen di Allianz Arena, serta jersey bertanda tangan Lahm.

HAKIMI SUPIRI BUS TIMNAS MAROKO DI OLIMPIADE?

Beralih ke kabar Olimpiade Paris 2024. Ada hal menarik dari sebuah video viral bus Timnas Maroko. Di video tersebut, terlihat sang supir yang mengendarai bus mirip sekali dengan kapten Timnas Maroko, Achraf Hakimi. Bahkan beberapa fans Timnas Maroko meyakini itu adalah Hakimi. Namun, sampai sekarang sang pemain maupun pihak Timnas Maroko belum memberikan jawaban apakah yang mengemudikan bus itu benar Hakimi atau bukan. Hakimi sendiri salah satu pemain senior yang dipanggil Singa Atlas di Olimpiade Paris 2024. 

SANDY WALSH TAHAN IMBANG JUARA BERTAHAN LIGA BELGIA

Dari Olimpiade Paris beralih ke kabar pemain Timnas Indonesia, Sandy Walsh. Walsh memulai Liga Belgia musim 2024/25 dengan cukup apik. Bek Timnas Indonesia itu membawa klubnya, KV Mechelen mengimbangi tuan rumah Club Brugge dengan skor 1-1. Sandy Walsh mendapat kepercayaan untuk turun sebagai starter di laga tersebut. Ia bahkan menempati posisi baru, yakni bek tengah, dalam racikan pelatih Besnik Hasi. Sandy Walsh bermain cukup solid di lini belakang dan mampu membuat pertahanan timnya tak bisa dibobol lawan hingga turun minum. Namun, setelah terkena kartu kuning di babak kedua, ia lalu diganti di menit 60. 

JELANG KUALIFIKASI PIALA DUNIA, STY UNGKAP KAPAN TIMNAS MULAI LATIHAN

Setelah pulang ke Indonesia, Shin Tae-yong kini tengah mempersiapkan tim jelang laga babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Australia yang rencananya akan digelar September mendatang. Kendati begitu, pelatih berpaspor Korea Selatan tersebut mengatakan timnya tak punya persiapan yang panjang. Pasalnya, liga-liga Eropa juga sudah dimulai pada bulan Agustus mendatang. Maka dari itu, Coach Shin baru akan memulai latihan perdana pada tanggal 2 September 2024, alias tiga hari jelang laga melawan Arab Saudi. Walau singkat, Coach Shin tetap berharap para pemainnya berada dalam kondisi terbaik. 

Berita Bola Terbaru 27 Juli 2024 – Starting Eleven News

MU DATANGKAN PELATIH SPESIALIS BOLA MATI

Kabar terbaru datang dari Manchester United. Dilansir dari Manchester Evening News, Setan merah baru saja resmi mendatangkan staf pelatih baru yakni Andreas Georgson. Ia didatangkan dari klub Norwegia, Lillestrom. United membayar klub Norwegia tersebut untuk memutus kontrak Georgson dengan mahar sekitar 280.000 pounds. Georgson nantinya akan dipekerjakan sebagai staf kepelatihan Ten Hag yang secara khusus melatih bola mati. Ide mendatangkan pelatih spesialis bola mati tersebut datang dari direktur teknik baru mereka, Jason Wilcox.

POSISI COLE PALMER DI CHELSEA DIUBAH MARESCA

Dari MU pindah ke Chelsea. Dilansir The Sun, bintang The Blues, Cole Palmer dikabarkan akan mengalami perubahan posisi yang mengejutkan musim ini di bawah pelatih Enzo Maresca. Pelatih asal Italia tersebut sudah menyiapkan skema terbaru bagi lini serang Chelsea musim depan. Palmer akan ditempatkan sebagai salah satu dari dua pemain “Nomor 8” yang akan dipakai Maresca. Artinya, Palmer tak akan lagi banyak beroperasi di sisi sayap. Maresca ingin Palmer fleksibel menjelajah di lini tengah. Maresca lebih suka menggunakan pemain sayap yang punya lari cepat seperti Sterling, Madueke, Nkunku, maupun Mudryk.

FEDERICO CHIESA MERAPAT KE SPURS?

Beralih ke kabar Tottenham Hotspur. The Lilywhites telah melakukan pembicaraan transfer dengan Juventus untuk memboyong Federico Chiesa. Nilai transfer senilai 30 juta euro telah disepakati pihak Spurs. Pemain sayap Italia berusia 26 tahun itu baru-baru ini tidak masuk dalam skuad Thiago Motta di laga ujicoba pramusim. Chiesa juga bukan lagi bagian dari proyek Thiago Motta musim ini. Ia pun sampai sekarang belum menyetujui kontrak baru dengan Juventus yang akan habis pada tahun 2025 mendatang. Pelatih Spurs, Ange Postecoglou sangat mendambakan talenta sayap Italia tersebut untuk menggantikan peran Dejan Kulusevski yang kabarnya diminati Napoli.

FULHAM RESMI DAPATKAN PEMAIN SPURS

Masih dari sepakbola Inggris. Mantan pemain Spurs, Ryan Sessegnon telah resmi bergabung kembali dengan Fulham setelah kontraknya di The Lilywhites berakhir. Sessegnon menyetujui kesepakatan kontrak hingga 2026, dengan opsi perpanjangan satu tahun. Berbicara kepada Fulham TV, Sessegnon mengatakan bahwa ini adalah momen yang sangat emosional baginya. Ia merasa sangat beruntung bisa dipercaya kembali ke klub lamanya. Sessegnon pernah bertumbuh di akademi Fulham dan sempat menghabiskan 11 tahun bersama klub ini.

NOMOR BARU ENDRICK DI REAL MADRID TERUNGKAP

Dari sepakbola Inggris beralih ke Spanyol. Dilansir dari Football Espana, Jelang presentasinya di Santiago Bernabeu, nomor punggung pemain baru El Real Endrck Felipe bocor. Menurut laporan, nomor punggung yang akan dikenakan Endrick musim ini di Los Blancos adalah 16. Nomor tersebut penuh makna bagi Endrick, karena itulah nomor yang dikenakannya saat melakoni debut profesional untuk Palmeiras pada tahun 2022. Namun, menurut internal El Real, pada musim 2025/26, Endrick akan memakai nomor “9”. Sementara pemilik nomor itu sekarang, Kylian Mbappe akan mengenakan nomor “10” setelah Luka Modric hengkang.

DAVIES KE REAL MADRID GRATIS

Masih dari Real Madrid. Dilansir dari Diario AS, Real Madrid telah menandatangani kesepakatan pribadi dengan Alphonso Davies. Bek kiri asal Kanada tersebut diperkirakan akan mendarat di Bernabeu pada tanggal 1 Juli 2025 mendatang. Kesepakatan transfer ini hampir mirip dengan kesepakatan yang Los Merengues buat Kylian Mbappe. Davies sendiri memutuskan untuk tidak menandatangani kontrak baru di Munchen. Namun, musim ini ia masih akan bermain bersama Die Roten untuk menghabiskan sisa kontraknya.

GRIEZMANN KE MLS

Berikutnya ada kabar terbaru dari pemain Atletico Madrid, Antoine Griezmann. Bintang Prancis itu disebut segera tinggalkan Wanda Metropolitano musim ini setelah pihak klub mempersilakannya pergi. Kontrak Griezmann di Los Colchoneros sebenarnya masih tersisa satu tahun lagi. Namun, sang pemain tak mau memperpanjang kontraknya. Dilansir dari Goal, Griezmann kini sedang dalam perjalanan ke AS untuk mengadakan pembicaraan dengan klub MLS, Los Angeles FC. Griezmann kabarnya akan ditebus oleh klub AS tersebut dengan mahar sekitar 10 juta euro. Los Angeles FC telah resmi mengajukan tawaran kepada Griezmann dan akan menjadikannya pemain dengan pendapatan tertinggi kedua di MLS setelah Lionel Messi.

JOAO FELIX LATIHAN LAGI DI ATLETICO MADRID

Sementara itu rekan Griezmann, Joao Felix terlihat kembali lagi ke Atletico Madrid. Felix muncul di tempat latihan Atletico Madrid di tengah ketidakpastian seputar masa depannya. Namun pemain Timnas Portugal tersebut hanya jalani sesi latihan terpisah dengan rekan setimnya. Meski sudah berlatih, pelatih Diego Simeone tetap menegaskan bahwa Felix tidak masuk dalam rencana skuadnya musim ini. Beberapa fans Atletico Madrid juga dikabarkan tak menghendaki Felix untuk kembali membela Los Colchoneros.

DE GEA MERAPAT KE TIM ITALIA, GENOA?

Beralih ke kabar mantan kiper Manchester United yang sekarang jadi pengangguran, David De Gea. Kiper asal Spanyol tersebut terbuka untuk mencoba peruntungannya di Serie A musim ini. Menurut jurnalis Gianluca di Marzio, Genoa resmi memberikan tawaran kepada De Gea. Genoa berupaya memperkuat posisi penjaga gawang mereka menyusul penjualan kiper Josep Martinez ke Inter Milan. Pelatih Genoa, Alberto Gilardino yakin bahwa De Gea dapat memberikan stabilitas di lini pertahanan timnya musim ini.

JUVENTUS KEOK, DEBUT MOTTA TERCORENG

Sementara itu, Si Nyonya Tua yang melawat ke Jerman kalah dalam pertandingan persahabatan pramusim pertama di bawah pelatih baru, Thiago Motta. Bianconeri dibantai 3-0 oleh klub Liga Dua Jerman, FC Nurnberg asuhan Miroslav Klose. Padahal Juventus menurunkan beberapa pemain barunya, seperti Michele Di Gregorio, Khephren Thuram hingga Juan Cabal. Di laga tersebut striker Juventus, Dusan Vlahovic gagal mengeksekusi penalti.

DENNIS WISE CABUT DARI COMO

Masih dari sepakbola Italia. Kabar mengejutkan datang dari Como. CEO mereka, Dennis Wise, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari klub. Legenda Chelsea tersebut mengakhiri masa jabatannya selama lima tahun sebagai CEO. Dalam pernyataan perpisahannya, Wise menyesalkan keputusan perekrutan pemain baru musim ini yang dibuat oleh pelatih baru, Cesc Fabregas. Wise mengatakan bahwa klub telah memutuskan untuk mengikuti arahan Cesc Fabregas dan ia hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi I Lariani kedepannya.

DORTMUND DAPATKAN BEK KANAN CITY

Beralih ke sepakbola Jerman. Dilansir getfootballnewsgermany, finalis UCL musim lalu, Borussia Dortmund, dikabarkan segera mendapatkan tanda tangan bek kanan Manchester City yang musim lalu bermain bersama Girona, Yan Couto. Dortmund dan City hampir mencapai kesepakatan transfer yang diperkirakan bernilai 25 juta euro. Setelah transfer dirampungkan, Couto dikabarkan bisa langsung bergabung dengan rekan setim barunya di kamp pelatihan Die Borussen yang berada di Swiss.

LEGENDA BRAZIL DIRAMPOK DI OLIMPIADE PARIS

Dari hiruk pikuk kabar transfer, beralih ke kabar Olimpiade Paris 2024 yang baru saja melaksanakan upacara pembukaan. Dalam gegap gempita upacara pembukaan tersebut, terselip kejadian mengenaskan yang dialami legenda sepak bola Brasil, Zico. Zico jadi korban perampokan saat datang di acara pembukaan Olimpiade Paris sebagai anggota delegasi kontingen Brasil. Ia dirampok saat mengendarai taksi di Paris. Barang-barang berharga seperti jam tangan, kalung, dan sejumlah uang raib. Zico menyebut kerugiannya mencapai 420.000 pounds. Pejabat Kepolisian Prancis kini sedang melakukan pencarian untuk menemukan perampok tersebut.

THOM HAYE MENANGIS

Dari kabar perampokan di Olimpiade, pindah ke berita sepakbola nasional. Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye baru-baru ini menceritakan momen sedihnya saat ditinggal neneknya tercinta sebelum dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Momen sedih tersebut diceritakan sendiri oleh Thom Haye saat ia diwawancarai di kanal Youtube FC Afkicken. Thom Haye tampak sangat emosional saat menceritakan momen pilu tersebut. Matanya berkaca-kaca dan hampir saja meneteskan air mata.

REKOR BURUK INDRA SJAFRI HADAPI MALAYSIA

Sementara itu, jelang laga semifinal melawan Malaysia di Piala AFF U-19, pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri dihantui rekor buruk. Pelatih berkumis tersebut belum pernah menang dalam tiga pertemuan terakhirnya lawan Malaysia. Tim asuhan Indra Sjafri terakhir kali bertemu Malaysia, yakni pada Piala AFF U-22 2019. Saat itu, Indonesia hanya bermain imbang 2-2. Sedangkan Di level U-19, Indra Sjafri mengalami dua kali kekalahan. Kekalahan tersebut terjadi pada Kualifikasi Piala Asia U-19 tahun 2018 dengan skor 1-4, serta di Semifinal Piala AFF U-19 2018, lewat adu penalti.

KODE PEP GUARDIOLA BERTAHAN DI CITY

Kabar terbaru datang dari Pep Guardiola. Dilansir dari Tribalfootball, pelatih asal Spanyol tersebut memberikan kode akan masa depannya di Etihad. Mengingat kontrak Pep akan habis pada tahun 2025 mendatang. Kode itu ia sampaikan ketika ditanya para awak media jelang laga melawan AC Milan di Amerika Serikat. Pep mengatakan bahwa ia bahagia dengan pekerjaannya saat ini. Ia malah bertanya kenapa dia harus berhenti ketika sedang mencintai pekerjaannya tersebut. Pep mengisyaratkan bahwa ia akan melanjutkan pekerjaan ini bersama The Citizens.

LENY YORO BELI RUMAH BEKAS GREENWOOD

Sementara itu kabar lain datang dari pemain baru Manchester United, Leny Yoro. Dilansir dari The Sun, Yoro sudah membeli rumah mewah yang pernah jadi milik mantan pemain MU, Mason Greenwood. Rumah mewah tersebut dikabarkan berharga 2 juta pounds yang terletak di daerah Bowdon, Cheshire. Rumah dengan enam kamar dan dilengkapi dengan fasilitas mewah tersebut, akan jadi tempat tinggal pemain 18 tahun tersebut selama berseragam MU.

BELUM PERPANJANG KONTRAK, SINYAL BRAINTHWAITE KE MU?

Sementara itu, pemain incaran United, Jarrad Branthwaite belum menandatangani kontrak baru di Everton. Dilansir dari Daily Mail, bek Everton tersebut dikabarkan enggan teken kontrak baru dengan Everton. Padahal setelah menolak tawaran MU, The Toffees telah menawarkan kontrak baru kepadanya. Sayangnya, nilai kontrak yang ditawarkan Everton sama seperti yang disodorkan oleh MU. Saat ini pihak Everton masih memikirkan hal tersebut.

ASTON VILLA INCAR ADEYEMI

Kabar lain datang dari Aston Villa yang jor-joran beli banyak pemain di bursa transfer musim panas ini. Mereka tak berhenti mengincar pemain baru, termasuk sayap Dortmund, Karim Adeyemi. Dilansir Daily Mail, Dortmund masih mematok harga 35 juta euro untuk Adeyemi. Aston Villa juga masih memantau pergerakan peminat Adeyemi seperti Juventus dan Chelsea. Aston Villa akan bergerak jika dua klub tersebut melayangkan tawaran pada Dortmund. Namun, Aston Villa pede dapat memenangkan perburuan Adeyemi. Bagaimanapun Emery masih ingin menambah stok sayap serang mereka yang baru saja ditinggal Moussa Diaby.

WEST HAM BAWA FA KE PENGADILAN

Beralih ke kabar West Ham United. Menurut laporan, Federasi Sepak Bola Inggris, FA masih akan terus menuntut hukuman larangan bermain pada pemain West Ham, Lucas Paqueta yang rencananya akan dimulai musim 2025/26. Sementara pihak The Hammers tidak terima. Akhirnya, West Ham pun memilih membawa masalah itu ke pengadilan Arbitrase Olahraga. Mereka ingin kasus itu tidak diselesaikan sepihak oleh FA. West Ham masih mempertanyakan kewenangan hukum FA soal kasus Paqueta ini.

WALIKOTA LONDON DUKUNG LIGA INGGRIS DIMAINKAN DI AMERIKA

Masih dari sepakbola Inggris. Dilansir dari Daily Mail, Walikota London, Sadiq Khan berniat mendukung wacana tentang salah satu pertandingan Liga Inggris dimainkan di Amerika Serikat. Raksasa TV Amerika, NBC bertekad untuk menggelar dua pertandingan Liga Inggris musim ini di AS. Para petinggi TV di Amerika Serikat bahkan secara terbuka melobi laga Manchester United vs Chelsea untuk dimainkan di New York. Menurut Sadiq Khan hal itu bisa membuka pundi-pundi baru bagi Liga Inggris dan juga klub. Meski hal itu mendapat banyak penolakan dari para fans.

TRENT ARNOLD MAKAN MALAM BARENG BELLINGHAM DI LOS ANGELES

Di Amerika sendiri, tepatnya di Los Angeles, pemain Real Madrid, Jude Bellingham bertemu dengan bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold. Mereka berdua kedapatan sedang makan malam bersama di sebuah cafe di Los Angeles. Di tengah isu ketertarikan Madrid pada TAA, banyak media menyebut, Bellingham sedang membujuk Arnold lewat perjumpaan itu.

DUA PRESIDEN BERTEMU PASCA HEBOH KASUS RASIS ENZO

Beralih ke kabar lainnya. Dilansir The Sun, pasca ramainya kasus rasis Enzo Fernandez, dua presiden langsung turun tangan menyelesaikan permasalahan tersebut. Pada hari Jumat 26 Juli 2024, Presiden Argentina, Javier Milei dijadwalkan akan bertemu Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Elysee secara tertutup. Pertemuan tersebut khusus untuk membahas kasus rasis. Diharapkan dengan adanya pertemuan politik dua presiden tersebut, kasus rasis tersebut bisa selesai.

PELUANG WELBER JARDIM BERMAIN DI SEMIFINAL PIALA AFF U-19 2024

Beralih ke kabar sepakbola tanah air. Peluang Welber Jardim sembuh di laga semifinal Piala AFF U-19 2024 melawan Malaysia, masih teka-teki. Pasalnya menurut kabar terbaru, fisioterapis Timnas Indonesia U-19, Asep Azis menjelaskan bahwa Welber Jardim masih dalam pantauan. Fyi aja, Jardim cedera saat melawan Timor Leste di laga terakhir babak grup. Namun, optimisme Jardim akan bermain ditandai dengan komentarnya di unggahan akun Instagram resmi @timnas indonesia. Jardim memberi sinyal akan bermain di semifinal dengan mengatakan “Halo sobat Garuda, saya baik-baik saja. Ayo ke semifinal.”

PINTU 13 KANJURUHAN DIBONGKAR, UPAYA HILANGKAN BARANG BUKTI?

Sementara itu, keadilan di Indonesia kembali disobek-sobek. Pintu 13 di Stadion Kanjuruhan yang menjadi TKP Tragedi Kanjuruhan dibongkar. Hal itu membuat korban marah ketika pertemuan dengan kontraktor. Kontraktor, dalam hal ini PT Waskita Karya mengkhianati kesepakatan untuk tak membongkar pintu 13. Selain tak berkomunikasi dulu dengan keluarga korban, koordinator LBH Pos Malang, Daniel Alexander Siagian seperti dikutip Tempo menilai, pembongkaran itu sebagai bentuk penghilangan barang bukti di tengah pengusutan kasus yang belum tuntas.

Hati-hati Hojlund! Nomor Punggung 9 di MU Bikin Apes!

0

Nomor punggung tujuh atau sepuluh barangkali lebih memiliki makna mendalam di skuad Manchester United. Jika tujuh adalah nomor keramat karena beban dan ekspektasi yang melekat di nomor itu acap kali sulit dikendalikan, maka nomor 10 adalah nomor yang dihormati. Hanya pemain-pemain terpilih yang bisa memakai nomor ini.

Selain itu, United juga masih punya nomor punggung 9 yang tak kalah sakral dari kedua nomor itu. Musim 2024/25, nomor tersebut akan dikenakan oleh penyerang muda, Rasmus Hojlund. Tapi, Hojlund seharusnya tahu bahwa pemain-pemain sebelum dirinya yang pernah mengenakan nomor tersebut memiliki nasib yang beragam. 

Bahkan, kebanyakan dari mereka gagal total saat diamanahi nomor punggung 9. Mau bukti? 

Anthony Martial

Sebelum akhirnya nomor punggung sembilan diwariskan ke Rasmus Hojlund, Anthony Martial adalah pemain yang mengenakannya di Manchester United. Di awal kedatangannya ke Old Trafford pada musim 2015/16, Martial langsung dianugerahi nomor punggung tersebut. Dengan harganya yang mahal (60 juta euro) untuk ukuran pemain belasan tahun, banyak orang meragukan kapasitasnya.

Namun, Martial membalasnya dengan gaya. Dirinya bahkan memberikan kejutan dengan mencetak gol debut ke gawang Liverpool. Pemain berkebangsaan Prancis itu juga memenangkan penghargaan Golden Boy di akhir tahun 2015. Namun, setelah gelar itu, Martial seperti kehilangan magisnya.

Nomor sembilan sempat diambil paksa darinya saat Jose Mourinho menangani klub semusim kemudian. Martial dan Mourinho tidak pernah cocok. Performa Martial langsung mengalami kemunduran signifikan setelah itu. Cedera dan krisis kepercayaan diri jadi penyebabnya. 

Martial bahkan sempat dijuluki “Duta Jalan Kaki” karena gaya bermainnya yang seakan sudah tidak ada semangat lagi. Ia hanya jogging tanpa mempresing lawan. Meski pada akhirnya meraih beberapa trofi, Martial hanya mencetak 90 gol dari 317 penampilan untuk Setan Merah.

Romelu Lukaku

Didatangkan dari Everton dengan harga yang sama sekali tak murah, Romelu Lukaku juga termasuk yang gagal menaklukan nomor punggung sembilan milik Manchester United. Lukaku memang mencetak 42 gol dari 92 penampilan di semua kompetisi untuk Setan Merah, tapi seharusnya ia bisa melakukan lebih dari itu.

Ditebus dengan bandrol 84 juta euro, Lukaku jadi pembelian termahal MU di musim 2017/18. Kendati demikian, dirinya kurang bisa memaksimalkan peluang. Jika dirinya berusaha lebih maksimal, mungkin akan lebih banyak gol yang lahir dari kaki dan kepalanya. Selain itu, Lukaku tidak bisa menjaga berat badannya saat di MU.

Tubuhnya terlihat sangat gemuk. Beda dengan dirinya saat bermain di Everton atau Inter Milan. Ditambah, ketidakcocokan permainan Lukaku dengan skema yang dimainkan pelatih menjadi alasan lain mengapa Lukaku tidak bersinar di Old Trafford. Penyerang asal Belgia itu hanya bertahan dua musim saja sebelum akhirnya pindah ke Inter Milan.

Radamel Falcao

Jauh sebelum Romelu Lukaku, nomor punggung sembilan pernah dipakai oleh talenta dari Kolombia, Radamel Falcao. Pemain yang sempat moncer bersama AS Monaco, FC Porto, dan Atletico Madrid itu gagal memenuhi ekspektasi saat datang ke Manchester. Falcao bahkan dinilai sebagai salah satu transfer gagal saat itu.

Datang pada tahun 2014 sebagai pemain pinjaman dari Monaco, Falcao kesulitan untuk menembus skuad utama. Baru pulih dari cedera lutut yang parah jadi alasan mengapa performa Falcao tidak semenarik saat berseragam Monaco atau Porto. Falcao pada akhirnya hanya semusim doang di MU.

Mencetak 4 gol dari 26 penampilan di Liga Inggris, Falcao sangat mengecewakan. United pun akhirnya lebih memilih untuk mengembalikannya ke Monaco ketimbang harus mempermanenkannya. Udah gagal di United, Falcao justru dipinjam lagi oleh Chelsea. Mengenakan nomor sembilan di Stamford Bridge, Falcao lagi-lagi gagal membuktikan diri di Liga Inggris. Ia hanya mencetak satu gol dari sepuluh pertandingan.

Zlatan Ibrahimovic

Jose Mourinho melucuti nomor punggung sembilan dari Anthony Martial untuk diberikan ke Zlatan Ibrahimovic awal musim 2016/17. Zlatan pula yang merenggut posisi utama Martial di lini depan Manchester United kala itu. Tapi, keputusan Mourinho terbilang memuaskan, mengingat mantan pemain AC Milan itu tampil gacor di lini depan.

Sebetulnya, secara jumlah gol masih biasa-biasa saja. Dirinya mencetak 27 gol di semua kompetisi musim 2016/17 termasuk dua gol di final Community Shield dan final Piala Liga. Yang istimewa adalah, dirinya melakukan itu di musim debutnya. Apalagi kala itu Ibra sudah berusia 34 tahun.

Zlatan adalah contoh pengguna nomor punggung sembilan yang tergolong cukup sukses. Dirinya membantu Manchester United meraih treble mini, yakni Community Shield, Piala Liga, dan Europa League di musim tersebut. Sayangnya, pemain yang hampir bergabung dengan Arsenal itu hanya mengenakan nomor tersebut selama satu musim saja. Di musim berikutnya ia memilih nomor sepuluh.

Dimitar Berbatov

Penyerang asal Bulgaria itu langsung jadi idola baru saat didatangkan dari Tottenham Hotspur pada tahun 2008. Sejak dari Spurs, Berba memang sudah mengenakan nomor punggung sembilan. Jadi, Sir Alex Ferguson tak segan untuk langsung memberikan nomor tersebut kepadanya.

Berbatov termasuk yang sukses mengenakan nomor punggung sembilan. Dirinya jadi bagian penting skuad Manchester United yang meraih banyak gelar. Setidaknya ada tujuh gelar termasuk dua gelar Liga Inggris yang berhasil disumbangkan olehnya. Namun, jika dilihat dari statistik, Berba sebetulnya tidak begitu istimewa. 

Dari 149 pertandingan di semua kompetisi bersama Setan Merah, Berbatov hanya mencetak 56 gol dan 26 assist. Sementara di Spurs, dengan jumlah pertandingan yang lebih sedikit, yakni 102 pertandingan, Berbatov berhasil mendulang 46 gol dan 29 assist. Tapi, mau bagaimanapun dengan gaya bermainnya yang nyentrik, Berba jadi salah satu striker paling dicintai fans saat itu.

Andy Cole

Tanpa mengkerdilkan sosok Sir Bobby Charlton yang telah melegenda karena menggunakan nomor punggung sembilan di Manchester United, Andy Cole adalah pemakai nomor sembilan terbaik di era modern. 121 gol dalam 275 penampilan, meraih lima gelar Liga Inggris, dua Piala FA, dan satu Liga Champions jadi bukti bahwa Cole adalah pawang dari nomor punggung ini.

Di awal kedatangannya pada awal tahun 1995, Cole langsung membuktikan diri dengan mencetak 12 gol dari 18 pertandingan. Dirinya konsisten mencetak dua digit gol selama berseragam Manchester United. Performa puncaknya tercipta kala United mendatangkan Dwight Yorke pada 1998. 

Keduanya membangun koneksi yang mematikan di lini depan. Bek-bek lawan dibuat merinding duluan ketika melihat line up Manchester United menampilkan nama Yorke dan Cole di depan. Cole yang bekerjasama dengan Yorke bahkan mampu mengantarkan Manchester United meraih treble yang bersejarah tahun 1999. Itu menjadikan United sebagai klub Inggris pertama yang meraih trofi Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions dalam satu musim.

Bagaimana dengan Hojlund?

Segitu dulu nama-nama besar yang pernah mengenakan nomor punggung sembilan di Manchester United. Di luar nama itu, sebetulnya masih banyak lagi. Ada Louis Saha, Brian McClair, Frank Stapleton. Bahkan, Eric Cantona pun pernah mengenakannya. Tapi ia merasa tak cocok dengan nomor tersebut. Dan akhirnya Cantona pun lebih dikenal dengan nomor punggung tujuhnya.

Lantas, bagaimana dengan Rasmus Hojlund? Dirinya adalah striker dengan sejuta potensi. Tapi, agaknya susah untuk menyamai pencapaian Sir Bobby Charlton atau Andy Cole. Sebagai fans Manchester United, kalian berdoa saja agar penyerang asal Denmark itu tidak berakhir seperti Anthony Martial atau bahkan, Radamel Falcao.

Sumber: Daily Mail, Mirror, GMS, Planet Football

8 Klub Eropa yang Memensiunkan Beberapa Nomor Punggung Sekaligus

0

Millwall baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka memensiunkan salah satu nomor punggungnya. Dikutip dari BBC, The Lions memensiunkan nomor punggung 20 sebagai penghormatan bagi Matija Sarkic, kipernya yang meninggal dunia pada 15 Juni 2024. Keputusan tersebut dikeluarkan pada 23 Juli 2024 lalu, bertepatan pada hari yang seharusnya menjadi hari ulang tahun ke-27 bagi kiper asal Montenegro tersebut.

Pemensiunan nomor punggung adalah sesuatu yang wajar dalam dunia sepak bola, walaupun tak semua klub melakukannya. Hal ini umumnya dilakukan sebagai penghormatan untuk salah satu pemainnya.Terdapat pula beberapa klub yang memensiunkan nomor punggung 12 sebagai penghormatan kepada fans.

Namun, ada hal unik terkait kasus pemensiunan nomor punggung ini. Ada beberapa klub yang memensiunkan beberapa nomor punggungnya sekaligus. Hal yang mungkin bikin para pemain baru harus memutar kepala untuk mencari nomor punggung lain yang masih bisa dipakai. Berikut adalah 8 klub Eropa yang memensiunkan beberapa nomor punggungnya sekaligus.

 

West Ham United

Rival sengit Millwall, West Ham United, sudah terlebih dahulu melakukan pemensiunan nomor punggung. The Hammers melarang para pemainnya untuk memakai nomor punggung 6 dan 38. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan untuk Bobby Moore dan Dylan Tombides.

Bobby Moore adalah manusia yang spesial bagi West Ham. Pemilik nomor punggung 6 tersebut adalah pemain lulusan asli The Hammers yang bermain untuk mereka dari tahun 1958 sampai 1974. Selama berseragam claret and blue, Sir Bobby berhasil meraih satu trofi Winners’ Cup dan satu trofi Piala FA. Selain itu, Sir Bobby juga merupakan tokoh penting dalam sepak bola Inggris.

Sir Bobby adalah manusia Inggris pertama yang bisa mengangkat trofi Piala Dunia. Pemain dengan 568 caps bersama West Ham tersebut memimpin skuad Tiga Singa selama Piala Dunia 1966. Pada laga final melawan Jerman Barat, Sir Bobby mencetak 2 assist yang membantu Inggris mengalahkan Der Panzer 4-2. Laga tersebut juga spesial bagi The Hammers, sebab semua pencetak gol bagi Inggris pada laga tersebut adalah pemain West Ham, yakni hattrick dari Geoff Hurst dan sebuah gol dari Martin Peters.

Sementara, nomor 38 adalah tribute West Ham untuk pemain mudanya, Dylan Tombides. Striker Timnas Australia junior tersebut meninggal karena kanker testikular pada usia 20 tahun. Dikutip dari situs resminya, upacara pemensiunan nomor tersebut dilakukan oleh ayah dan saudara Dylan sebelum laga melawan Crystal Palace pada April 2014. Upacara tersebut dilaksanakan dengan meletakkan jersey Dylan di tengah lapangan.

 

Brescia

Brescia memensiunkan nomor punggung 13 dan 10 sebagai penghormatan untuk Vittorio Mero dan Roberto Baggio. Vittorio Mero adalah bek yang bermain untuk Brescia sejak 1998. Dilansir dari UEFA, pemain yang membantu Brescia promosi ke Serie A musim 1999/00 tersebut mengalami kecelakaan pada Rabu, 23 Januari 2002. Kepergiannya ditangisi oleh para pemain, termasuk Roberto Baggio.

Meskipun sudah tidak berada di puncak karir, performanya selama berseragam Brescia sudah cukup bagi The Divine Ponytail untuk diangkat sebagai legenda. Bersama Brescia, Baggio masih mampu mencetak total 46 gol dan 26 assist selama 4 musim.

Pada 16 Mei 2004, Baggio mengakhiri karirnya setelah laga melawan AC Milan di San Siro. Laga tersebut berhasil membuat San Siro penuh sesak, karena tak hanya dihadiri oleh fans kedua klub yang sedang bertanding. Namun, dihadiri juga oleh fans sepak bola yang ingin melihat aksinya untuk terakhir kali.

 

Cagliari

Nomor 11 di Cagliari sudah dimiliki oleh Luigi Riva untuk selamanya. Striker ganas yang membantu Italia menjuarai Piala Eropa 1968 tersebut adalah legenda abadi Cagliari. Pemain yang menghabiskan hampir sepanjang karirnya berseragam Cagliari tersebut mencetak total 205 gol yang 156 di antaranya dicetak di Serie A. Selain itu, Gigi Riva pernah 3 kali mengakhiri liga sebagai top scorer.

Meskipun di akhir karirnya tidak membela Cagliari, Davide Astori, pemain yang meninggal pada 4 Maret 2018 saat masih membela Fiorentina, tetap diberi penghormatan oleh Cagliari. Bersama Cagliari lah Astori mendapatkan tempat di Serie A.

Dirinya bergabung ke Cagliari sejak 2008 dan pada 2014 pindah ke AS Roma. Total, 179 laga sudah dilakoninya selama berseragam Isolani. Tak hanya Cagliari, Fiorentina juga ikut memensiunkan nomor 13 untuk Astori.

 

Genoa

Menghabiskan sebagian besar karirnya di Genoa, nomor 6 milik Gianluca Signorini akhirnya dipensiunkan setelah dirinya meninggal dunia pada 6 November 2002. Dirinya merupakan mantan kapten dan ikon Genoa di era 90-an. Dikutip dari 10 Football Interactive, pada 17 Mei 2009, Andrea Signorini, anak dari Gianluca, berhasil mendapatkan debut Serie A-nya pada laga yang berakhir imbang 2-2 melawan Chievo Verona.

Bermain selama 10 musim di Genoa, nomor 7 dari Marco Rossi pun ikut dipensiunkan setelah dirinya pensiun. Mantan kapten Genoa yang mengakhiri karirnya pada tahun 2013 tersebut bermain untuk La Superba selama 298 laga dengan mencetak 32 gol dan 13 assist

 

Inter

La Beneamata mematenkan nomor 3 hanya untuk bek kiri legendaris dengan torehan 1 Piala Eropa, 2 Liga Champions, 4 scudetto Serie A, dan 1 Coppa Italia, Giacinto Facchetti. Menghabiskan seluruh karirnya berseragam biru-hitam, membuatnya sebagai tokoh penting dalam sejarah Il Biscione. Terlebih dengan torehan yang sudah didapatkannya. Total, 637 laga sudah dilakoninya dengan tambahan 76 gol dan 3 assist. Angka yang luar biasa bagi seorang bek kiri!

Tak mau kalah, giliran bek kanan yang nomornya dipensiunkan. Tentunya nomor tersebut milik the one and only, El Tractor, Javier Zanetti. Tak mau kalah, pemain bernomor punggung 4 yang 19 musim berseragam biru-hitam tersebut berhasil meraih 5 scudetto Serie A, 4 Coppa Italia, 4 Supercoppa, 1 Piala Dunia Antarklub, dan 1 UEFA Cup ke Giuseppe Meazza.

Terlebih, di bawah masa jabatannya sebagai kapten, Zanetti berhasil memimpin Inter untuk meraih treble winner. Pencapaian yang sebelumnya belum pernah diraih oleh klub Italia manapun.  

 

AC Milan

Franco Baresi adalah manusia terakhir yang memakai jersey bernomor 6 di AC Milan. Juara Piala Dunia 1982 tersebut adalah nama yang tak bisa dipisahkan dari Il Diavolo. Lulusan asli Rossoneri yang menghabiskan karirnya hanya untuk AC Milan tersebut membawa pulang 3 trofi Liga Champions ke San Siro. Meskipun tak pernah mengangkat trofi Coppa Italia, Baresi berhasil membawa AC Milan meraih 6 scudetto dan 4 Supercoppa.

DNA AC Milan mengalir deras pada pemain bernomor punggung 3, Paolo Maldini. Anak dari Cesare Maldini yang juga merupakan legenda Il Diavolo merupakan sosok yang tak kalah ikonik dan mentereng apabila dibandingkan dengan Baresi.

Pria dengan rambut gondrong ikonik tersebut berhasil membawa 7 scudetto, 5 Liga Champions, 5 Supercopa, 4 UEFA Super Cup, 1 Coppa Italia, dan 1 Piala Dunia Antarklub ke pangkuan Rossoneri. Meski nomornya dipensiunkan, nomor tersebut sebenarnya masih boleh dipakai oleh anak-anak Paolo apabila mereka mau.

 

Maribor

Klub asal Slovenia, Maribor malah melakukan hal yang lebih ekstrim dari klub-klub sebelumnya. Mereka memensiunkan 3 nomornya sekaligus, yakni nomor 19 milik Stipe Balajic, 33 milik Jasmin Handanovic, dan 9 milik Marcos Tavares.

Semua nomor tersebut dipensiunkan karena tokoh-tokoh tadi dianggap sebagai legenda bagi Si Ungu. Stipe Balajic merupakan legenda Maribor setelah Slovenia memisahkan diri dari Yugoslavia. Jasmin Handanovic merupakan kiper yang juga sepupu dari Samir Handanovic.

Sementara, Marcos Tavares merupakan pemain Brazil yang telah mencetak 585 gol untuk Maribor. Uniknya, sebelum membela Maribor, Tavares sempat semusim bermain untuk Kedah di Malaysia.

 

Dinamo Bucuresti

Tak mau kalah, klub Romania, Dinamo Bucuresti, juga memensiunkan 3 nomor punggungnya. Nomor 11 milik Catalin Hildan, 14 milik Patrick Ekeng, dan 25 milik Ionel Danciulescu. Catalin Hildan dan Patrick Ekeng dipensiunkan karena keduanya wafat saat sedang membela Dinamo.

Catalin Hildan wafat saat sedang melaksanakan uji tanding melawan Santierul Naval Oltenita pada 5 Oktober 2000 dan Patrick Ekeng wafat saat sedang berlaga melawan Viitorul Constanta pada 6 Mei 2016. Sementara, Ionel Danciulescu merupakan legenda yang telah mencetak 135 gol dan 17 assist selama 319 kali berseragam Dinamo.

 

Sumber: BBC, West Ham, UEFA, dan 10 Football Entertainment

Berita Bola Terbaru 26 Juli 2024 – Starting Eleven News

MU KALAH SAING DENGAN WEST HAM BELI MAZRAOUI

Dilansir dari Goal, Manchester United kalah saing dari West Ham United dalam perburuan bek Bayern Munchen, Noussair Mazraoui. Die Roten dan The Hammers telah menyepakati transfer bek asal Maroko tersebut dengan mahar yang diperkirakan mencapai 15,5 juta euro. Fyi aja, sebelum West Ham, Setan Merah sudah menawar Mazraoui, namun belum mencapai kata sepakat. Karena MU saat itu masih menunggu bek kanan mereka, Wan Bissaka untuk hijrah. Dikabarkan sumber yang sama, Wan Bissaka ternyata menolak gabung dengan West Ham.

MANCHESTER UNITED TUKAR WAN BISSAKA DENGAN DUMFRIES?

Sementara itu, Wan Bissaka yang menolak gabung West Ham ternyata lebih memilih untuk gabung ke Inter Milan. MU pun bersiasat supaya bisa membuang Wan Bissaka ke Inter, sekaligus mendapatkan untung. Dilansir dari Metro.uk, Setan Merah kabarnya melancarkan tawaran kepada Nerazzurri untuk menukar Wan Bissaka dengan Denzel Dumfries. Dumfries dikabarkan diminati oleh Ten Hag sejak musim lalu, dan pemain Belanda tersebut juga sudah ingin hijrah dari Inter. Dumfries kini memasuki tahun terakhir kontraknya dan belum memperbaharuinya.

ARSENAL BIDIK FABIAN RUIZ

Dari MU, beralih ke Arsenal. Dilansir dari Givemesport, The Gunners memulai pembicaraan dengan pihak PSG untuk membawa Fabian Ruiz ke Emirates musim ini. Berbicara di podcast Football Transfer, jurnalis Duncan Castles mengabarkan bahwa agen Fabian Ruiz mengisyaratkan bahwa ia sedang membicarakan transfer dengan Arsenal. Arteta ingin menambal stok lini tengahnya karena kemungkinan akan ditinggal Partey dan Smith Rowe. Fabian Ruiz juga tidak banyak bermain sebagai starter di bawah Luis Enrique musim lalu. The Gunners kabarnya akan melakukan langkah penawaran pertama dengan opsi pinjaman dengan kewajiban untuk membeli pada musim panas 2025/26. Namun jika ditolak, Arsenal akan lakukan opsi lain.

ARTETA BAJAK STAF MANCHESTER CITY

Masih dari Arsenal. Pelatih Arsenal Mikel Arteta kembali melakukan cara cerdas dengan merekrut para staf dari Manchester City. Arteta terkenal suka membawa staf City ke Arsenal seperti yang sudah terjadi pada pelatih bola mati, Nicolas Jover. Musim ini, analis skuad pengembangan elit Manchester City, Darren Rogerson sudah bergabung dengan The Gunners. Selain Rogerson, Arsenal juga membajak analis pertandingan City, Ben Chadwick. Chadwick meninggalkan City untuk menjadi kepala analisis pertandingan Arsenal musim ini.

GARA GARA PUJIAN PADA ORTEGA, EDERSON INGIN HENGKANG

Lalu ada kabar terbaru dari pemain Manchester City, Ederson Moraes. Kiper Brazil tersebut nasibnya belum pasti antara bertahan atau hengkang di tengah tawaran menggiurkan dari Al Ittihad. Meski begitu, dilansir dari Daily Mail, Ederson memang tertarik ke Arab Saudi. Namun, bukan karena uang, melainkan karena pujian berlebihan pada Ortega Moreno. Saat menghalau tendangan Son Heung-min di laga krusial di Liga Inggris musim lalu, Ortega mendapat pujian luar biasa baik dari pelatih, staf, maupun publik The Citizens hingga sekarang. Edeson ternyata iri dengan pujian tersebut.

NEWCASTLE DITIPU MU SOAL ASHWORTH

Dari Manchester bergeser ke Newcastle. Dilansir dari Tribalfootball, The Magpies merasa tak ditepati janjinya oleh MU soal dana kompensasi soal pembajakan direktur olahraga mereka, Dan Ashworth. Menurut laporan, dana kompensasi yang diinginkan Newcastle adalah 20 juta pounds. Namun, MU hanya sanggup membayar dana kompensasi tersebut kurang dari 10 juta pounds. Angka yang jauh dari harapan The Magpies. CEO Newcastle, Darren Eales mengakui bahwa klub kini sedang menanti kejelasan MU soal janji pembayaran dana kompensasi tersebut.

LAMINE YAMAL DIKERUMUNI MASSA

Dari sepakbola Inggris beralih ke sepakbola spanyol. Dilansir dari Football Espana, bintang Timnas Spanyol di Euro 2024 lalu, Lamine Yamal dilaporkan dikerumuni massa saat berlibur bersama teman-temannya di kawasan Marbella, Spanyol. Yamal terlihat canggung saat para penggemar meminta foto dengannya. Fyi aja, pemain 17 tahun tersebut telah diberikan libur musim panas yang panjang oleh Barcelona pasca Euro. Menurut laporan yang sama, Yamal direncanakan akan bertemu dengan Nico Williams di Marbella.

TAWARAN BARCA TERHADAP OLMO DIANGGAP KONYOL OLEH LEIPZIG

Masih dari Barcelona. Tawaran Barcelona untuk merekrut Dani Olmo ditolak mentah-mentah oleh RB Leipzig. Pasalnya, tawaran tersebut tak bisa memenuhi permintaan yang diinginkan Leipzig, yakni bayar secara tunai. Proposal awal yang Barca ajukan adalah biaya tunai 40 juta euro yang dibayar secara kredit dalam beberapa kali termin. Ditambah bonus yang 20 juta euro jika Olmo meraih gelar ataupun pencapaian tertentu selama memperkuat Barcelona. Melihat hal tersebut, RB Leipzig menganggap tawaran Barca tersebut konyol dan tidak masuk akal.

DAVIES GAGAL DATANG, MENDY PERPANJANG KONTRAK

Beralih ke Real Madrid. Dilansir dari Goal, tertundanya Alphonso Davies gabung ke Los Blancos musim ini, membuat El Real bergerak cepat dengan mempertahankan bek kiri mereka, Ferland Mendy. Real Madrid sepakat memperpanjang bek Prancis itu di Santiago Bernabeu hingga Juni 2027, dengan opsi perpanjangan satu musim. Mendy yang kontraknya akan berakhir pada 2025 mendatang, menerima tawaran perpanjangan dari petinggi Real Madrid beberapa minggu lalu. Dirinya mengaku bersiap meneken kontrak barunya tersebut setelah kembali dari masa liburannya.

ROMA TIKUNG ATLETICO MADRID SOAL DOVBYK

Dari Spanyol terbang ke Italia. Dilansir Football Italia, AS Roma dikabarkan berencana untuk mengajukan tawaran resmi pertama mereka kepada Girona untuk mengangkut Artem Dovbyk. Pertemuan pihak Roma dengan agen sang pemain ternyata sudah terjadi di Roma pada Kamis 25 Juli 2024. Kabarnya Roma siap menikung Atletico Madrid yang sebelumnya sudah menawar Dovbyk. Giallorossi kabarnya sudah mengajukan tawaran yang lebih tinggi dari Atletico Madrid, yakni sebesar 30 juta euro.

COMO ANGKUT EMIL AUDERO

Sementara itu kabar terbaru dari Como. Klub milik taipan Indonesia yang baru saja promosi ke Serie A tersebut, dikabarkan akan segera kedatangan kiper berdarah Indonesia, Emil Audero Mulyadi dari Sampdoria. Jurnalis Gianluca Di Marzio mengatakan bahwa Emil Audero didatangkan sebagai ganti Pau Lopez. Como sejatinya hampir merekrut Pau Lopez dari Marseille, namun terganjal karena Marseille dikabarkan belum menemukan penggantinya. Menurut Di Marzio, dalam kesepakatan transfer Emil Audero, Como memasukkan tiga pemainnya: Simone Ghidotti, Nicholas Ioannou, dan Alessandro Bellemo.

BORDEAUX BANGKRUT, LEPAS SEMUA PEMAIN

Beralih ke kabar dari sepakbola Prancis. Klub yang baru saja degradasi ke Divisi Tiga Prancis, Girondins Bordeaux mengkonfirmasi bahwa mereka mengalami kebangkrutan. Akibatnya, Bordeaux kini bukan lagi klub sepak bola profesional. Semua pemain profesional dari skuad Albert Riera akan dibebaskan dari kontrak dan dipersilakan pergi. Selain itu, akademi terkenal mereka yang sempat melahirkan pemain seperti Zidane, resmi ditutup. Namun, dikatakan dalam laporan, Bordeaux tetap berniat bermain di Divisi Tiga Prancis musim ini, walaupun dengan pemain amatir.

MENGAPA ITALIA TAK IKUT CABOR SEPAKBOLA OLIMPIADE?

Dari gelanggang Olimpiade Paris 2024. Di tengah hiruk pikuk cabang olahraga sepakbola, ternyata tak ditemukan Timnas Italia. Banyak yang bertanya kenapa tak ada Timnas Italia di Olimpiade Paris 2024. Meski tidak ada proses kualifikasi sebelumnya, namun berbagai turnamen internasional remaja seperti Piala Eropa U21 maupun Piala Afrika U23, digunakan sebagai penentu tim mana saja yang berhak tampil di Olimpiade. Timnas Italia ternyata tersingkir duluan dari babak grup Piala Eropa U21, sehingga mereka tak berhak ikut Olimpiade.

CALON NATURALISASI BARU TIMNAS INDONESIA

Beralih ke sepakbola nasional. Satu lagi muncul pemain keturunan yang diproyeksikan akan membela Timnas Indonesia. Ia adalah Demyan Oosterhuis. Oosterhuis adalah pemain muda berusia 17 tahun yang lahir di Belanda, namun punya darah keturunan Palembang dari orang tuanya. Ia adalah bek dengan postur ideal 190 cm. Selain mahir bertahan, ia punya kemampuan build up serta visi bermain yang sangat baik. Demyan Oosterhuis saat ini tercatat sebagai penghuni Akademi FC Malaga, Spanyol. Lewat kanal YouTube Yussa Nugraha belum lama ini, Demyan Oosterhuis berharap PSSI terus memantau perkembangan bakat-bakat pemain keturunan yang ada di luar negeri, termasuk dirinya.

FANS TIMNAS MALAYSIA SEPELEKAN TIMNAS U-19 INDONESIA

Lalu, dari ajang Piala AFF U-19, Timnas Indonesia disepelekan oleh para fans Malaysia. Fans Malaysia menganggap bertemu dengan Indonesia di semifinal Piala AFF U-19 adalah hal yang mudah. Tak sedikit fans Malaysia yang menyepelekan tim asuhan Indra Sjafri dalam unggahan Facebook FA Malaysia. “Insyaallah Malaysia akan menang mudah dengan serumpun kita Indonesia,” tulis akun Faiz Idris. Ada juga akun Muhdzahir Zahir yang mengatakan bahwa Malaysia akan kasih hantam 14-0 kesebelasan Konoha.

TIGA BEK KIRI SEKALIGUS DIBIDIK TEN HAG

Kabar transfer kembali datang dari Manchester United. Dilansir Mirror, Ten Hag tengah membidik pemain baru di sektor bek kiri. Ten hag tak mau hanya berpangku pada Shaw dan Malacia yang sering cedera. Ada tiga nama bek kiri yang diincar. Mereka adalah Marcos Alonso dari Barcelona, David Hancko dari Feyenoord, dan Tyrick Mitchell dari Crystal Palace. Marcos Alonso yang sudah diincar sejak musim lalu, bisa didatangkan dengan biaya gratis. Sementara itu Hancko dan Mitchell bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau, mengingat kontraknya masih tersisa satu tahun di klubnya masing-masing.

CITY BERIKAN BEASISWA BAGI 12 PEMUDA

Sementara itu kabar terbaru datang dari Manchester sebelah. Dilansir dari web resmi Manchester City, mereka telah memberikan beasiswa bagi 12 pemuda. Manchester City ingin melanjutkan program kerja yang telah mereka lakukan selama ini untuk menjadikan akademi mereka salah satu yang terbaik di Eropa. Diharapkan dengan banyaknya talenta muda yang ditempa di Manchester City, Pep Guardiola akan memiliki banyak pilihan mana yang layak untuk diorbitkan.

BEN WHITE INGIN BELA TIMNAS INGGRIS SETELAH SOUTHGATE CABUT

Masih dari sepakbola Inggris. Dilansir Daily Mail, bek Arsenal, Ben White menyatakan keinginannya untuk membela Timnas Inggris setelah rombongan pelatih Gareth Southgate pergi. Ben White mengaku, dulu ia menolak masuk Timnas Inggris karena punya masalah dengan asisten Southgate, Steve Holland. White muak dengan perkataan Holland. Namun setelah Holland pergi, ia kini ingin merasakan caps bersama The Three Lions, siapa pun pelatih baru Timnas Inggris nantinya.

EMILE SMITH ROWE MERAPAT KE FULHAM

Dari Manchester beralih ke London. Dilansir dari Daily Mail, punggawa Arsenal, Emile Smith Rowe segera merapat ke Fulham. Kesepakatan transfer antara Fulham dan Arsenal diyakini sudah terjalin di angka 35 juta pounds. The Cottagers berniat memperkuat lini tengah mereka setelah kehilangan Joao Palhinha. Jika dokumen transfer rampung, Smith Rowe bisa segera dijadwalkan untuk jalani tes medis di AS. Transfer tersebut jika terealisasi akan jadi rekor pembelian termahal Fulham sejak mereka mendatangkan Jean Michael Seri dengan mahar 25 juta pounds, enam tahun silam.

ENZO FERNANDEZ SEGERA GABUNG SKUAD CHELSEA DI AS

Sementara itu kabar terbaru datang dari Enzo Fernandez. Dilansir dari Eurosport, pelatih Chelsea, Enzo Maresca kabarnya telah memaafkan gelandang Argentina tersebut dan menyuruhnya agar segera gabung skuad Chelsea yang sedang jalani tur pramusim di AS. Kapten tim Reece James juga mengaku akan menjadi penengah jika terjadi sesuatu yang tak diharapkan di internal The Blues saat Enzo Fernandez kembali gabung tim.

ATLETICO MADRID YAKIN DAPATKAN GALLAGHER

Rekan setim Enzo, Conor Gallagher dikabarkan kian dekat dengan Atletico Madrid. Dilansir dari Football Espana, Los Colchoneros telah melayangkan tawaran terbaru sekitar 30 juta euro yang berpotensi diterima oleh The Blues. Kabarnya Gallagher juga bersedia hijrah ke Civitas Metropolitano. Ia bahkan sudah meminta beberapa wejangan kepada rekannya di Inggris yang pernah membela Atletico Madrid, Kieran Trippier.

TEKNOLOGI BARU YANG COBA DITERAPKAN DI SEPAKBOLA JERMAN

Setelah dari Inggris, kita terbang ke Spanyol. Pengelola Liga Jerman, DFL akan mulai menguji coba teknologi baru yakni “chip” yang ada di dalam bola. Uji coba tersebut akan dilakukan di laga Piala Super Jerman 2024 antara Leverkusen vs Stuttgart, bulan Agustus nanti. Teknologi ini sudah digunakan selama Euro 2024 untuk mengecek bentuk pelanggaran seperti handball. Namun rencananya, teknologi ini baru akan diterapkan di Bundesliga mulai musim 2025/26.

TIMNAS ISRAEL DICEMOOH DI OLIMPIADE

Pindah ke arena Olimpiade Paris 2024. Tak hanya Timnas Argentina yang dicemooh saat mengumandangkan lagu kebangsaan di cabang olahraga sepakbola, Timnas Israel juga mendapat perlakuan yang sama. Di laga melawan Mali, Timnas Israel dicemooh saat mengumandangkan lagu kebangsaan. Tak hanya itu, setiap pemain Israel membawa bola mereka juga diteriaki penonton. Fans Mali di tribun juga ikut-ikutan mencemooh Timnas Israel. Fyi aja, Mali adalah salah satu negara yang mendukung Palestina.

RAFAEL STRUICK KAYA MAIN FUTSAL DI LAGA UJI COBA ADO DEN HAAG

Sementara itu ada kabar unik mengenai pemain Timnas Indonesia, Rafael Struick. Struick diturunkan sebagai starter oleh klubnya, Ado Den Haag di laga uji coba melawan Zulte Waregem. Namun yang menarik, setelah Struick ditarik keluar di menit 75 digantikan oleh Joel ideho, lalu selang delapan menit kemudian kembali dimasukan pelatih Darije Kalezic untuk menggantikan Joel Ideho. Di laga tersebut, Struick adalah pemain yang bermain, diganti, lalu masuk lagi. Unik bukan? Banyak yang menganggap Struijk layaknya sedang bermain futsal di laga tersebut.

SHIN TAE YONG DAPAT GOLDEN VISA DARI JOKOWI

Kabar terbaru datang dari pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong yang menerima hadiah berupa “Golden Visa” dari Presiden Joko Widodo di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kamis 25 Juli 2024. Jokowi memberikan hadiah tersebut dengan tujuan untuk memberikan kemudahan kepada warga negara asing (WNA) untuk berinvestasi dan berkarya di Indonesia. Dalam acara penyerahan secara simbolis penghargaan itu, Shin Tae-yong yang baru menjalani operasi di Korea Selatan terlihat sudah bugar.

Menguak Misteri Dibalik Hancurnya Karir Alexandre Pato di AC Milan

0

Dari Ricardo Kaka, Francesco Totti, Zlatan Ibrahimovic, Leonardo Bonucci, Paul Pogba, hingga Nicolo Barella, semuanya adalah contoh pesepakbola hebat yang mencapai kesuksesan di sepakbola Italia. Tapi tak jarang juga negeri yang dikenal dengan pastanya itu menjadi kuburan bagi talenta yang layu sebelum mekar sempurna.

Barangkali salah satu yang paling diingat adalah kisah wonderkid asal Brazil, Alexandre Pato. Kala itu, AC Milan menjadi klub yang sangat beruntung karena berhasil mendapatkan pemain berjuluk Si Bebek itu. Namun, lompatan karir di Serie A justru jadi awal runtuhnya harapan yang sudah dibangun oleh Pato.

Mimpinya untuk menjadi pemain terbaik di dunia layaknya Ronaldo Nazario dan Ronaldinho, seketika sirna. Lantas, apa yang membuat Pato harus mengubur dalam-dalam mimpinya itu? Selengkapnya di misteri di balik runtuhnya karir Alexandre Pato.

Latar Belakang yang Menyedihkan

Alexandre Rodrigues da Silva, begitulah kedua orang tuanya menamai Pato. Meski kini dikenal sebagai salah satu pesepakbola profesional paling terkenal, Pato memiliki hidup yang kelam. Dirinya tak seberuntung anak-anak lain yang lahir dari keluarga yang berkecukupan. Pato lahir dari keluarga yang miskin.

Bahkan untuk sekadar bermain sepakbola, olahraga yang begitu digemarinya pun, Pato tidak memiliki akses. Maka dari itu, futsal jadi jalan keluar dari segala keterbatasan yang dimiliki Pato. Setidaknya, hingga usia 10 tahun Pato berkarir sebagai pemain futsal. Hamparan rumput hijau adalah sebuah kemewahan baginya.

Tapi tak apa, futsal dianggap lebih menguntungkan bagi Pato. Karena dirinya bisa mendapat beasiswa sekolah dari situ. Suatu ketika saat Pato sedang bertanding di salah satu turnamen antar sekolah, ada salah satu pemandu bakat yang menemu ayah Pato. Dirinya menganggap Pato memiliki potensi untuk bermain sepakbola betulan.

Sayangnya, setelah ayah Pato mulai kepikiran untuk memaksimalkan potensi anaknya, masalah justru muncul. Pato muda justru mengalami kecelakaan konyol saat bermain dengan teman-temannya. Ia mengalami patah tulang di tangannya. Anehnya, dari insiden itu, ditemukan bahwa ada tumor di lengannya.

Dalam pemeriksaan, tumor yang hinggap di lengan Pato cukup besar. Bahkan berpotensi amputasi karena tangannya juga sedang dalam keadaan patah. Beruntungnya ada seorang dokter rela memberikan pengobatan gratis. Hal itu benar-benar berarti bagi seorang Pato. Jika bukan karena dokter tersebut, mungkin Pato hanya bisa hidup dengan satu tangan saja.

Mengawali Karir Bersama Internacional

Setelah operasi yang sukses, Pato melanjutkan mimpinya sebagai pesepakbola amatir. Ayahnya memasukan Pato ke salah satu sekolah sepakbola dekat rumahnya. Hingga pada suatu hari, ada perwakilan klub kasta tertinggi Liga Brazil yang mendatangi Pato. Saat itu, pemuda kelahiran 2 September 1989 itu masih berusia 16 tahun.

Ternyata, orang itu adalah tim scouting dari Internacional. Tanpa basa-basi, para petinggi klub meminta Pato untuk segera bergabung dengan tim utama. Meski usianya tergolong masih sangat muda, Pato yang memang punya kemampuan diatas rata-rata anak seusianya langsung dimasukkan ke skuad Internacional yang berlaga di ajang Piala Dunia Antar Klub. 

Berstatus sebagai pemain muda, Pato punya cara yang menarik untuk memperkenalkan diri kepada khalayak. Di kompetisi itu, Pato memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang mencetak gol dalam ajang tersebut. Yang makin bikin kagum adalah Pato juga memecahkan rekor Pele sebagai pemain termuda yang tampil di kompetisi yang diselenggarakan FIFA.

Nah, berkat golnya ke gawang Al-Ahly dan satu gelar Piala Dunia Antarklub bersama Internasional, jutaan pasang mata mulai memantau Pato, tak terkecuali dari klub-klub besar di Eropa. Mulai dari situ, musim kedua Pato bersama Internacional tak ubahnya ajang pencarian bakat. 

Pato berusaha tampil sebaik mungkin demi mendapat pinangan dari klub Eropa. Karena dengan begitu, Pato bisa membangun karir yang jauh lebih besar ketimbang hanya berdiam diri di Brazil. Beruntungnya, Pato tetap mendapat menit bermain di skuad utama. Tidak banyak, tapi setidaknya cukup untuk membuktikan bahwa dirinya layak bermain di Eropa.

Dari 16 pertandingan yang dimainkan Pato tahun 2007, dirinya berhasil mencetak sembilan gol. Itu catatan yang luar biasa mengingat usianya masih muda. Apalagi, sebagian besar pertandingan yang dimainkan dimulai dari bangku cadangan. Itu menandakan bahwa kemampuan adaptasi dan menemukan celah untuk mencetak gol sangat tinggi.

AC Milan

Dengan modal performa ciamik itu, beberapa klub papan atas Eropa berbondong-bondong datang ke Brazil. Dari AC Milan, Arsenal, Chelsea, Barcelona bahkan Real Madrid buru-buru mengajukan tawaran kepadanya. Namun, dari banyaknya klub, Pato merasa bahwa Milan yang paling serius menginginkannya.

Keinginan kuat dari Pato untuk berkarir di Eropa memudahkan transfer ini. Tanpa diskusi yang berlarut-larut, AC Milan bisa memboyong Pato dari Brazil pada musim panas tahun 2007. Menurut Transfermarkt, 24 juta euro jadi angka yang disepakati Milan dan Internacional untuk membawa Pato ke San Siro.

Alexandre Pato berpeluang untuk mencetak sejarah sebagai salah satu pemain yang bisa menjuarai Piala Dunia Antarklub dua kali beruntun. Karena di tahun yang sama dengan kedatangannya, Milan berada di ambang juara kompetisi tersebut. Milan memang juara Piala Dunia Antarklub 2007. Tapi, Pato tidak masuk dalam skuadnya. 

Itu karena proses kepindahan yang belum rampung. Ia baru dapat diturunkan di partai resmi pada 3 januari 2008, setelah bursa transfer musim dingin kembali dibuka. Hal itu dilakukan sesuai dengan peraturan sepakbola Italia tentang pemain muda non-Uni Eropa. Membela Milan pun resmi jadi awal karir Pato di Eropa.

Sama halnya di Internacional, Pato selalu punya cara yang berkelas untuk memperkenalkan diri sebagai pemain muda berbakat. Di pertandingan debutnya, ia langsung mencetak gol saat AC Milan mengalahkan Napoli dengan skor 5-2. Selepas pertandingan itu, Pato langsung dipercaya oleh Carlo Ancelotti untuk mengisi lini depan.

Bakat dan kemampuan Alexandre Pato benar-benar semakin mengkilap di bawah tangan dingin Ancelotti. Selain pelatih kawakan itu, senior-seniornya di Milan juga banyak membantu Pato. Terlebih, saat itu masih banyak pemain-pemain Brazil di skuad Carlo Ancelotti. Itu membuat adaptasi Pato berjalan lancar. 

Merasa sedang bermain di kampung halaman sendiri, Pato tampil dengan penuh sumringah. Di paruh kedua musim 2007/08, Pato bermain seperti tanpa beban. Dalam 18 pertandingan, Pato mencetak sembilan gol. Salah satu penampilan terbaiknya tercipta di laga melawan Genoa. Saat itu, Pato mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Genoa.

Musim 2008/09

Kaki lincah, naluri mencetak gol yang baik, serta kepercayaan diri yang tinggi membuat Alexandre Pato langsung mendapat tempat di tim utama Rossoneri di musim berikutnya. Musim 2008/09 adalah musim penuh pertamanya di AC Milan. Carlo Ancelotti pun langsung menurunkan Pato sejak pertandingan pertama musim itu.

Milan mengawali Serie A musim 2008/09 dengan cukup buruk. Dua kekalahan beruntun dari Bologna dan Genoa harus ditelan mentah-mentah oleh anak asuh Carlo Ancelotti. Di pertandingan ketiga, Milan mulai kembali ke jalan yang benar. Tak lupa, Pato pun ikut bangkit dan mulai menjalankan tugasnya sebagai pencetak gol.

Selalu jadi pilihan utama Ancelotti, gol demi gol mulai lahir dari kaki dan kepala Pato. Di antara bintang-bintang Milan bernama Clarence Seedorf, Andrea Pirlo, Ronaldinho, Ricardo Kaka, hingga Ronaldo, Pato justru yang bersinar paling terang. 18 golnya di semua kompetisi membuat striker asal Brazil itu menjadi pencetak gol terbanyak klub di usia 19 tahun.

Rutin Mencetak Gol, Tapi…

Setelah menjalani musim terbaiknya bersama AC Milan, Alexandre Pato langsung jadi sorotan media. Baik media Italia maupun internasional menganggap Pato sebagai talenta yang akan melanjutkan kiprah Ricardo Kaka atau Ronaldinho di persepakbolaan Eropa. Pato bahkan diprediksi bakal memenangkan Ballon d’Or layaknya seniornya itu.

Di musim 2009/10, Pato masih bisa membayar kepercayaan yang diberikan Milan. Ia selalu tampil maksimal jika diberikan kesempatan untuk memimpin lini depan Il Diavolo Rosso. Gol-gol yang dibutuhkan tetap disediakan oleh Pato. Tapi, dirinya sesekali hilang dari peredaran. Tiba-tiba, dirinya hilang dari skuad Milan dengan alasan tak jelas.

Contohnya saat dirinya tak masuk skuad Milan dalam tujuh pertandingan beruntun di paruh kedua musim 2009/10. Banyak yang bertanya ke mana perginya Pato. Tapi, ketika dirinya kembali ke lapangan seperti tidak ada yang terjadi. Ia tetap bermain seperti biasa dan malah mencetak gol.

Meski pada akhirnya Pato dianugerahi sebagai pemain muda terbaik di Serie A musim itu. Situasi aneh ini menciptakan banyak spekulasi liar di luar lapangan. Apa yang sebenarnya terjadi pada Pato. Kenapa Milan tidak memberikan pernyataan secara gamblang akan kondisi calon bintangnya itu?

Awal Mula Cedera

Tanpa perlu berbicara banyak, fans AC Milan bisa melihatnya sendiri di musim 2010/11. Dimana saat itu, mulai diganggu oleh berbagai macam cedera. Alexandre Pato bahkan tercatat absen selama 13 pertandingan di Serie A musim tersebut. Kadang cedera otot, kadang cedera engkel. Tapi, yang paling sering adalah otot.

Menariknya, meski menit bermainnya semakin rendah, Pato tetap menunaikan tugasnya dengan baik. Ia tetap memaksakan diri untuk tetap tampil efisien saat di turunkan. Dirinya bahkan sering berbohong kepada pelatihnya kala itu, Massimiliano Allegri soal cedera yang dialami. Pato sebetulnya tak pernah mencapai level kebugaran yang baik musim 2010/11. Tapi dirinya ngotot minta dimainkan.

Hasilnya? Cukup memuaskan. Karena jumlah golnya meningkat ketimbang musim sebelumnya. Setidaknya ada 14 gol yang tercatat atas namanya di Serie A. Lantas, bagaimana dengan nasib cederanya? Tetap disembunyikan dari Milan. Sesekali, dirinya melakukan perawatan alternatif yang disarankan oleh keluarganya.

Seperti tidak terjadi apa-apa, Pato justru dengan sukacita merayakan kesuksesan Milan di musim itu. Ya, Pato yang mulai dibekap cedera masih bisa mengantarkan Milan menjuarai Serie A musim 2010/11. Itu jadi gelar scudetto pertama sekaligus terakhir bagi Pato. Karena karirnya di musim 2011/12 tak seperti yang diharapkan.

Putus Asa

Pasca mengangkat trofi Serie A yang diidam-idamkan, Alexandre Pato kembali menemui akar dari segala kegagalannya. Pato lagi-lagi bermasalah dengan cedera. Kali ini, ia seperti tak punya tenaga untuk kembali bangkit. Ia sering berada di ruang perawatan hingga membuat pantatnya mulai akrab dengan bangku cadangan.

Musim 2011/12 jadi musim yang berat bagi Pato. Selain sering dicadangkan, dirinya juga mulai mengalami masalah mental. Itu didapat setelah dirinya tidak mendapat jawaban pasti dari apa yang dialami oleh kaki-kakinya. Hampir belasan dokter sudah disambangi Pato. Tapi, tak ada satu pun yang membuahkan hasil.

Dokter yang berada di Atlanta, berkata bahwa refleknya tidak sinkron dengan ototnya. Lalu, dokter di Jerman justru berkata hal yang berbeda. Menurutnya, ada yang salah di tulang punggungnya. Semacam cairan khusus disuntikan ke punggungnya. Itu sangat menyiksa. Menurut Pato, cairan itu justru membuatnya tak bisa berjalan tegak keesokan harinya.

Semakin jarang terlihat di lapangan, Pato mulai diserang oleh media-media Italia. Banyak yang mulai membanding-bandingkan dirinya dengan pemain-pemain Brazil lainnya. Kita semua tahu, pemain dari Negeri Samba begitu suka dengan pesta dan kehidupan malam. Dan para media menilai Pato mulai sama dengan pendahulunya.

“Apakah saya sering berpesta? Tidak sebanyak yang mereka katakan. Apakah saya kurang bersemangat? Mereka berkata demikian karena cara saya berlari. Tapi, ayolah. Siapa yang benar-benar tahu? Tuhan menciptakan saya seperti ini. Saya tidak dapat mengubahnya.” Ungkap Pato kepada The Players Tribune.

Karir yang Tak Menentu

Jika kondisinya membaik, dirinya bisa melakukan comeback dan tampil di beberapa laga untuk AC Milan. Tapi, Alexandre Pato pada akhirnya menyerah pada keadaan. Daripada terus menjadi bulan-bulanan media, Pato memilih meninggalkan AC Milan untuk pulang kampung ke Brazil dan membela Corinthians tahun 2013.

Pulang ke Brazil membuat namanya mulai hilang dari peredaran. Talentanya mulai dikesampingkan. Meski mencetak gol, performa Si Bebek asal negeri Samba bukan lagi suatu hal yang menarik bagi publik sepakbola. Pato tak pernah menyentuh level terbaiknya pasca dihajar cedera secara gila-gilaan.

Daripada dijuluki Si Bebek, Alexandre Pato lebih pantas dijuluki Si Kutu. Tapi kutu loncat. Karena sejak kembali ke Brazil, Pato doyan gonta-ganti klub. Loncat ke klub sana, ke klub sini. Dirinya pun sempat sesekali kembali ke Eropa bersama Chelsea dan Villarreal. Tapi hasilnya sama saja.

Pato bahkan sempat termakan janji palsu Chelsea saat bergabung sebagai pemain pinjaman pada tahun 2016. kala itu, Pato yang merasa ada secercah harapan untuk kembali membangun karir di Eropa dijanjikan kontrak tiga tahun setelah masa peminjamannya rampung. Sayang, kontrak tersebut tak pernah muncul di depan mata Pato. 

Setelah enam bulan masa peminjaman, Pato dibuang begitu saja. Ia hanya bisa menjalani sisa karirnya yang tak menentu. Sempat ke Asia, Amerika Serikat, dan kembali lagi ke Brazil, kini Pato meratapi ujung karirnya yang jauh dari apa yang dirinya impikan waktu masih muda.

Sumber: The Players Tribune, Goal, GMS, BTL, Daily Mail, The Sport Legend